Posted in FanFiction NC 17+

Evocative Seduction [Part 2]

Evocative Seduction

Title:  Evocative Seduction

Author : AutumnBrezee@ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

Kim Jongin/Kai [EXO]. Zhang Nari [OC], Jung Sena [OC], Wu Yifan/Kris, Zhang Yixing [EXO], Jung Eunji [Apink],Oh Sehun [EXO], Do Kyungsoo [EXO], Park Chanyeol [EXO]and other supporting cast..

Genre : Fantasy,Wolf AU! And romance

Length : Chaptered

Rating:PG 17 –NC17

2

Great Escape

Masuk kedalam kamar Eunji untuk berbicara dengan Sehun adalah ide yang buruk menurut Nari namun saat dia melihat lelaki itu duduk diranjang sambil mencengkram tangannya Nari merasa kasihan, Sehun kelihatan sangat kesakitan dan dia tidak mengerti apa yang salah? Seharusnya Sehun sudah sembuh sekarang mengingat dia adalah seorang serigala. Nari mencengkram perban baru dan obat antiseptik yang dia bawa untuk Sehun, sebenarnya mengganti perban Sehun hanyalah alasan saja karena tujuan utama Nari adalah mengetahui apa tujuan Sehun untuk datang kedaerah manusia.

Nari sadar betul jika tentangganya tahu jika dia membiarkan seorang serigala tinggal dirumahnya dia pasti sudah di hukum mati, logikanya mengatakan jika seharusnya dia melaporkan Sehun pada departemen keamanan nasional namun hatinya menjerit untuk menolong serigala itu apalagi saat dia melihat luka Sehun. Serigala muda itu terlihat tersesat dan kebingungan, Nari tidak tega membiarkan lelaki itu diteliti dan dibedah seperti serigala-serigala lain yang ada di laboratoriumnya.

“Apa kau masih kesakitan?”

Suara Nari mengejutkan Sehun lelaki itu langsung melirik kearahnya dengan mata yang lebar bahkan tubuhnya terlihat menegang tetapi dia langsung tenang saat dia melihat sosok Nari. Lelaki itu tidak mengatakan apapun namun pandangannya tidak meninggalkan sosoknya membuat Nari merasa tidak nyaman, akhirnya Nari meletakan perban dan obat antiseptiknya dimeja yang ada disamping ranjang Eunji.

“Mama..” Sehun bergumam membuat Nari terkejut.

“Mama? Apa kau rindu dengan mama mu?” Nari bertanya.

Sehun menggelengkan kepalanya, tangan pucatnya menggapai wajah Nari membuat Nari kebingungan akan tetapi dia membiarkan serigala itu menyentuh pipinya. Jari Sehun terasa hangat menyentuh kulit wajahnya, dia menyentuh hidung,bibir dan matanya seakan dia baru saja melihat fitur wajah. Sesaat Sehun terlihat seperti anak kecil yang polos dan itu membuat Nari merasa aman, setidaknya dia tidak seganas seperti apa yang dia bayangkan walaupun dia bisa merasakan tangannya mendingin karena gugup.

“Apa kau Nari? Zhang Nari?” Sehun bertanya.

Nari menjawab dengan anggukan kepalanya, apakah Sehun bisa membaca pikiran? Dia tidak akan terkejut jika lelaki itu memiliki kekuatan super seperti itu. Dia mendengar jika bangsa serigala memiliki kekuatan super yang diberikan oleh dewi bulan karena mereka menyembahnya.

“Kau kakak perempuanku! Mama benar…kau masih hidup.” Sehun tersenyum bahagia, dia senang sekali jika pencariannya tidak sia-sia.

“Kakak? Aku?” Nari mengulang perkataan Sehun, dia sendiri tidak percaya dengan apa yang baru saja Sehun katakan.

“Iya, Mama bilang jika aku memiliki kakak perempuan dia sering menceritakan kau padaku.” Sehun mendekat dan memegang tangan Nari dengan erat. “Kau kakakku Zhang Nari, bahkan wajahmu mirip dengan Mama.”

Nari melepaskan tangan Sehun, tidak mungkin…jika Sehun adiknya apa itu artinya dia juga serigala? Apakah itu alasan kenapa dia dan serigala abu itu tertarik pada satu sama lain? Pertanyaan itu tidak bisa Nari jawab. Dia sendiri tidak yakin sebenarnya dia manusia atau bukan, jika dia serigala sama seperti Sehun dia baru saja membunuh bangsanya kemarin dan itu sangat menakutkan bagi Nari.

Selama ini dia hidup dengan kebencian terhadap serigala, jika kenyataannya dia adalah salah satu dari mereka Nari tidak bisa hidup dengan fakta itu. Dia akan hancur, itulah kenapa sekarang Nari akan menyangkal segala pikiran yang menuduh dia sebagai pembunuh atau bangsa serigala.

Eunji yang baru saja pulang dari minimarket untuk membeli beberapa kebutuhan sehari-hari terkejut saat dia melihat Nari duduk disofa, tidak biasanya sepupunya itu duduk disofa sendirian sambil menatap kosong kearah layar televisi. Eunji menyimpan belanjaannya di counter dapur dan menghampiri sepupunya itu, bahkan saat dia duduk Nari tidak menyadarinya.

Kelihatannya sepupunya itu sedang memikirkan sesuatu, Eunji benci untuk mengejutkan sepupunya itu namun, Nari sudah melamun terlalu lama membuat dia khawatir. Eunji menyentuh pundak Nari membuat Nari akhirnya melirik kearah dia terkejut.

“Sejak kapan kau disini?”

“Sekitar beberapa menit yang lalu.” Eunji menjawab.

“Oh…apa kau sudah selesai membeli makanan?”

“Iya, apa kau sudah mengganti perban Sehun?”

Wajah Nari menegang saat Eunji menyebut nama Sehun karena dia adalah orang terakhir yang ingin Nari bicarakan. Dia tidak ingin mengingat perkataan Sehun yang mengatakan jika dia kakak perempuannya, itu hal yang mustahil kedua orangtuanya sudah meninggal saat dia masih kecil.

“Bisakah kau melakukan itu untukku? Aku lelah jadi..”

“Baiklah Eonnie,tidur saja aku tahu pekerjaan di laboratorium pasti melelahkan.” Eunji tersenyum.

“Terimakasih.”

Nari memeluk sepupunya itu dengan erat, Eunji sedikit khawatir karena sepupunya itu tidak pernah memeluknya seerat ini. Nari lalu melepaskan pelukannya dan pergi kelantai dua rumah mereka menuju kamarnya, Eunji hanya bisa menatap kearah punggung Nari penuh kekhawatiran belakangan ini sepupunya kelihatan lelah dan depresi dia bahkan sering menemukan sepupunya itu melamun sendirian.

Eunji mengerti situasi Nari, setelah kemarin dia mengatakan jika Nari memiliki kemungkinan untuk menjadi pasangan seorang serigala. Dia sangat mengerti karena dia sendiri menghadapi masalah yang sama, semenjak kemarin dia tidak bisa menghapus bayangan Sehun dari pikirannya.

Dengan langkah yang lambat Eunji pergi menuju kamarnya, saat dia membuka pintu dia sudah menemukan Sehun berdiri disamping jendela kamarnya. Lelaki itu kelihatan khawatir, mungkin memikirkan temannya yang kemarin dia cari-cari.

“Hi..” Eunji menyapa, Sehun langsung melirik kearah wanita itu dengan senyum manisnya.

“Aku tahu kau akan datang.” Ucap Sehun penuh dengan percaya diri.

“Kau tahu?” Eunji mengerutkan keningnya kebingungan, Sehun terllau percaya diri jika dia hanya menebak.

“Aku bisa mencium aroma tubuhmu, m-maksudku aku mendengar langkah kakimu dari lorong.” Sehun berbohong, dia lupa jika dia sedang berbicara denga manusia biasa.

“Nari Eonnie bilang aku harus mengganti perbanmu, duduklah.”

Eunji menepuk tempat disampingnya setelah dia duduk diranjangnya, Sehun menurut dan duduk disamping Eunji. Dengan hati-hati Eunji menggunting perban Sehun, dia melihat luka Sehun masih basah dan itu membuat Eunji khawatir, berbeda dengan luka dipinggang Sehun luka dilengan kanan Sehun kelihatannya lebih lama sembuh.

Tanpa mengatakan apapun Eunji langsung meneteskan obat antiseptik pada luka Sehun membuat lelaki itu meringis kesakitan, tangan Sehun mencengkram tangan Eunji membuat wanita itu berhenti meneteskan obat antiseptik. Tatapan mereka berdua bertemu untuk sesaat, Eunji tidak bisa menyangkal jika Sehun terlihat sangat tampan sekarang.

Tangan Sehun terasa hangat,tangan besar Sehun menggapai pipi Eunji dan dia mendekat hendak mencium Eunji namun Eunji langsung memalingkan wajahnya. Dia tidak bisa mencium lelaki yang baru saja dia temui kemarin, dia tidak mengenal Sehun meskipun lelaki itu sangat menarik dan tampan.

“Aku mengerti, kau belum bisa menerima jika kita adalah pasangan.”

Sehun ingat kemarin Eunji berkata jika dia dan sepupunya tahu jika Sehun bukanlah manusia biasa. Dari sana dia terpaksa harus menceritakan semuanya pada Eunji, bahkan tentang ketertarikannya pada Eunji. Eunji kelihatan belum bisa menerima kenyataan itu dan terkadang hal itu melukai hati Sehun. Dia sangat menyukai Eunji, dia pasangannya tentu saja Sehun akan menyukai Eunji namun melihat ekspressi Eunji saat itu Sehun tahu dia harus menahan dirinya dan mengikuti apa yang Eunji inginkan terlebih dahulu lagipula Eunji manusia biasa bukan serigala sepertinya. Itu membuat Eunji memiliki kemungkinan untuk tidak memiliki perasaan yang sama dengan Sehun.

“Sehun..aku..”

“Tidak apa-apa, aku dengar manusia harus berkencan terlebih dahulu sebelum menentukan pasangan hidup.” Sehun berkata membuat Eunji mengangguk.

“Asalkan kau tahu,aku menyukaimu…kami bangsa serigala tidak sembarangan memilih pasangan. Kami akan selalu memilih seseorang yang cocok dengan serigala kami dan itu adalah hal yang sangat susah, aku beruntung bertemu denganmu Eunji.”

Mendengar itu Eunji tidak bisa mengatakan apapun, perkataan Sehun membuat hatinya luluh mungkin dia harus lebih terbuka pada Sehun dan mengajarkan dia bagaimana cara mendekati seorang manusia. Eunji akhirnya hanya tersenyum dan membalut luka Sehun dengan perban yang baru.

*****

Nari melirik kearah kanan dan kirinya, dia menggunakan masker diwajahnya menutup sebagian wajahnya berharap tidak ada seorangpun yang menyadari jika dialah yang memasuki ruangan dimana Jongin dikurung. Dia berhasil mencuri kartu masuk milik Hongbin saat mereka sedang mengobrol diruangan lelaki itu. Dia berterimakasih pada Tuhan karena lelaki itu begitu ceroboh menyimpan kartu akses pintunya dimeja kerja,dia hanya butuh berpura-pura sedih dan panik agar Hongbin memeluknya sehingga dia bisa memasukan kartu akses pintu itu kedalam sakunya tanpa terlihat.

Saat pintu ruangan Jongin dibuka Nari bisa melihat serigala itu terdiam disudut ruangan, dia kelihatan kotor sekali dan berantakan membuat Nari khawatir. Wanita itu lalu menutup kembali ruangan itu dan mendekat kearah Jongin, tangannya mencapai kearah pundak Jongin namun belum juga tangannya menyentuh pundak Jongin serigala itu sudah menarik tangannya.Tubuh Nari membentur lantai cukup keras dan Jongin diatasnya menggeram dengan ganas, mata merahnya menyala dan menatap kearahnya dengan tajam begitu juga taringnya yang sudah keluar siap merobek kulit Nari.

“Aku hanya ingin bicara!” Nari berkata, dia bisa merasakan tanganya gemetaran.

Jongin langsung melepaskan tangan Nari saat sadar jika orang yang dia serang adalah Nari, pasangannya yang kemarin dia temukan. Jongin langsung membantu Nari bangun, wanita itu masih memegang kepalanya yang sakit karena terbentur lantai cukup keras membuat Jongin merasa bersalah.

“Maaf,aku kira kau dokter gila yang memaksaku untuk melepaskan bajuku kemarin.” Ucap Jongin.

“Apa? Apa mereka melakukan eksperimen padamu?” Tanya Nari, Jongin mengangguk.

Nari hanya terdiam, dia seharusnya tidak meninggalkan Jongin saat itu dan mengawasi dia sehingga tidak ada peneliti lain yang berani melakukan eksperimen pada Jongin. Bagaimanapun serigala itu adalah pasangannya, dia tidak akan senang jika peneliti lain meraba-raba tubuh pasangannya seperti kelinci percobaan.

“Kemarin, kenapa kau melarikan diri? Aku ingin berbicara denganmu.” Jongin memecahkan hening diantara mereka.

“Maaf,aku hanya terkejut dengan apa yang terjadi.” Jawab Nari jujur, dia duduk didepan Jongin membuat Jongin menatap kearahnya.

“Aku akan mengeluarkanmu dari sini, tapi tidak sekarang kau harus mengikuti perintahku apa kau setuju?”

“Tidak,aku harus menemukan kakakku terlebih dahulu.” Ucap Jongin.

“Kakakmu? Siapa namanya?”

“Kim Yura, dia memiliki rambut hitam panjang dan kalung batu giok hijau kau mungkin akan bertemu dengannya dia disekap oleh tentara manusia beberapa hari yang lalu.”

Mendengar itu Nari panik, dia tahu siapa kakak Jongin dan dia takut jika dia dan Kyungsoo sudah membunuh kakak Jongin. Nari tidak bisa menunjukan rasa takutnya sehingga dia hanya tersenyum dan mengangguk, Jongin kelihatan senang.

“Aku harus pergi sekarang, aku akan mencari kakakmu.” Nari berbalik hendak keluar dari ruangan Jongin.

“Tunggu!”

Mendengar itu Nari melirik kearah Jongin.

“Siapa namamu? Namaku Jongin.” Jongin bertanya.

“Aku Nari, Zhang Nari.” Nari menjawab singkat dan pergi keluar dari ruangan Jongin.

Nari beruntung saat dia keluar tidak ada seorangpun yang sedang meneliti tubuh serigala sehingga dia bisa keluar, dengan langkah yang cepat dia pergi menuju ruang mayat untuk memastikan jika tubuh kakak Jongin masih ada ditempatnya. Kyungsoo yang melihat sosok Nari baru saja keluar dari ruangan tempat para serigala dikurung curiga, apalagi wanita itu kelihatan pergi menuju kamar mayat. Kyungsoo akhirnya mencegat Nari membuat wanita itu berhenti berjalan, Nari terkejut saat dia melihat sosok Kyungsoo berdiri didepannya mencegah dia masuk kedalam kamar mayat.

“Apa yang kau lakukan dikamar mayat? Bukankah kau seharusnya meneliti para serigala?” Kyungsoo bertanya dan Nari terdiam.

“Jawab aku Nari.” Kyungsoo menyuruh.

“Kau dan aku membunuh serigala betina beberapa hari yang lalu, adik serigala itu ada disini.” Ucap Nari.

Kyungsoo mendengus, tentu saja Nari akan tahu dia terlalu pintar untuk dibodohi. Kyungsoo akhirnya membuka pintu kamar mayat mengijinkan Nari untuk masuk, dia langsung mengunci pintu kamar mayat dan mengikuti Nari yang sudah mencari jasad kakak Jongin diantara jajaran mayat serigala yang laboratorium simpan.Nari akhirnya menemukan jasad kakak Jongin, jasad kakak Jongin sudah sangat pucat dan kalung giok hijaunya masih melingkar dilehernya. Nari menghela nafasnya lega, dia khawatir jika seseorang sudah mengambil kalung giok itu.

“Apa kau akan membantu serigala itu?” Kyungsoo bertanya, dia menatap kearah mayat Kim Yura yang sudah kaku.

“Ya,aku..aku tidak bisa melakukan semua ini Dokter.” Nari mengaku, rasa lega sekali saat dia mengatakan itu.

“Nari,apa maksudmu?”

“Aku tidak yakin dengan membunuh semua serigala bisa menyelesaikan peperangan yang kita hadapi, bagaimana jika selama ini kita salah? Bagaimana jika manusia dan serigala harus hidup berdampingan?” Nari bertanya membuat Kyungsoo terkejut.

“Apa kau gila? Orangtuamu dibunuh oleh serigala Nari! Apa kau akan memaafkan mereka?” Kyungsoo menguncangkan tubuh Nari.

“Tapi Dokter…bagaimana jika semua ini hanya salah paham? Serigala yang aku ketahui tidak seperti apa yang kau katakan ataupun semua buku yang aku baca dekripsikan.”

Kyungsoo terdiam, entah kenapa perkataan Nari terdengar seperti perkataan Sena apalagi wajah Nari mirip sekali dengan sahabatnya. Sekarang dia yakin jika Nari benar-benar versi muda dari Sena, jika dia ingin mengikuti seseorang dia akan mengikuti Sena kemanapun.

Dia tidak akan melepaskan Nari, dia akan menebus dosanya pada Sena karena dulu dia tidak mempercayai kata-kata Sena sehingga sahabatnya itu akhirnya hilang entah kemana dan Yixing meninggal karena kecerobohan dia. Kali ini dia tidak akan melakukan kesalahan yang sama, untuk pertamakalinya dalam hidupnya dia merasa berani.

“Lalu apa rencanamu?” Kyungsoo bertanya.

*****

Sehun bangun dari tidurnya saat dia bisa mencium aroma tubuh Jongin, dia bahkan langsung berlari kebawah dan menemukan sahabatnya itu turun dari mobil bersama Nari dan seorang lelaki yang tidak dia kenal. Dia tidak peduli, yang penting sahabatnya itu sehat dan sekarang ada didepannya tersenyum seperti seorang idiot.

“Jongin! Kau kembali.” Sehun berkata, dia memeluk sahabatnya itu dengan erat.

Jongin tertawa, dia mengakui jika dia juga senang melihat Sehun kembali. Dia kira Sehun tidak akan selamat saat dia melihat seorang tentara manusia menembaknya, tapi melihat betapa sehatnya Sehun sekarang perkiraan terburuknya hilang dari ingatannya.

“Sebaiknya kita cepat berkemas, kita tidak punya waktu banyak sebelum Chanyeol sadar jika Jongin menghilang.” Nari berkata.

Sehun dan Jongin mengangguk, mereka segara masuk kedalam rumah Nari sedangkan wanita itu menghubungi Eunji berharap jika sepupunya itu tidak sedang kuliah karena jika dia sedang kuliah biasanya dia akan menutup teleponnya.

“Hallo Eonnie? Ada apa?”

“Eunji! Eunji kau harus pulang sekarang juga,kita harus pergi.”

“Apa?! Tunggu,kau dimana?”

“Aku dirumah sekarang, sebaiknya kau cepat kemari.”

Nari menutup teleponnya dan berlari masuk kedalam rumahnya, dia segera mengambil tas ransel yang dia punya dalam lemari dan mengemasi beberapa baju dan peralatan yang mungkin dia butuhkan. Dia melirik kearah meja belajarnya dimana foto dia dan kedua orangtuanya berada, Nari mengambil foto itu dan menatap kearah foto itu.

Eomma,Appa aku akan menyusul kalian.” Nari bergumam dan memasukan foto itu kedalam tas ranselnya.

Ditempat lain Jongin dan Sehun sedang mengemasi makanan untuk perjalanan mereka, Sehun yang berdiri disamping Jongin tidak sengaja mencium aroma tubuh Jongin dan lelaki itu menutup hidungnya. Sehun sangat sensitif jika berhubungan dengan aroma tubuh, lelaki itu bahkan bisa menebak jika Jongin sudah lama tidak mandi.

“Jongin,biarkan aku saja yang mengemasi semua ini sebaiknya kau mandi…kau mulai tercium seperti anjing liar.” Sehun meledek dan Jongin memincingkan matanya kearah Sehun.

“Hey,tak usah marah kau sahabatku aku hanya berkata jujur.” Sehun tersenyum dan Jongin menghela nafasnya, dia selalu kalah dengan senyum manis itu.

“Aku mandi dulu,apa kau masih punya pakaianku?”

“Iya, kau masuk kekamar itu saja.” Sehun menunjuk kearah kamar Eunji yang berjarak tidak jauh dari dapur.

Jongin akhirnya masuk kedalam kamar Eunji dan memutuskan untuk mandi,dia membuka pintu kamar Eunji dan dia bersumpah matanya akan buta karena kamar Eunji berisi segala hal berwarna pink. Jongin bahkan dengan mudahnya menemukan ransel Sehun yang berwarna hitam disudut ruangan.

Kyungsoo yang masih sibuk mengemas peralatan medis yang mungkin dia butuhkan terkejut saat dia mendengar ponselnya bergetar, dia melihat nama Chanyeol muncul dilayar ponselnya dia tahu jelas kenapa Chanyeol menghubunginya. Kyungsoo langsung mematikan ponselnya dan membuang sim card ponselnya sebelum akhirnya memasukan ponselnya kedalam tas ranselnya.

“Dokter Do?”

Suara seorang wanita terdengar, Kyungsoo panik dan langsung mengacungkan pistolnya kearah sumber suara. Dia menemukan Eunji berdiri diambang pintu ruangan praktek Nari, masih menggunakan pakaian kasualnya dan tas ransel yang biasa dia gunakan jika pergi kuliah.

“Oh Eunji,sebaiknya kau cepat berkemas Nari ada dilantai atas.” Kyungsoo menjelaskan situasi.

Eunji menurut dia berlari kelantai atas dan menemukan Nari yang sudah siap dengan tas ranselnya, Nari tidak punya waktu untuk menjelaskan semuanya. Dia bisa menebak jika sekarang semua dokter di lab sedang sibuk melacak keberadaan Jongin dan mulai curiga dengan keabsenan dia dan Kyungsoo, Nari akhirnya menarik tangan Eunji menuju kamar wanita itu untuk berkemas.

“Kemana kita akan pergi?” Tanya Eunji saat Nari membuka lemarinya untuk mengambil tas ransel yang biasa wanita itu gunakan untuk camping.

“Kita akan pergi jauh, sejauh mungkin dari para tentara.” Jawab Nari.

“Apa? Kenapa?”

Nari tidak menjawab, dia membantu Eunji untuk memasukan baju-baju wanita itu kedalam ransel. Eunji yang kesal akhirnya menyentuh tangan Nari, tangan sepupu itu gemetaran dan dingin membuat Eunji sadar jika Nari sedang ketakutan.

“Apa yang kau lakukan Eonnie ? Katakan padaku sekarang.” Bujuk Eunji.

Nari mengigit bibirnya gugup, dia tahu Eunji akan marah jika dia mengatakan semuanya. Dia sudah cukup marah dengan keberadaan Sehun yang merupakan seorang serigala, dia tidak bisa membayangkan bagaimana ekspressi Eunji saat dia mengatakan jika dia sudah membebaskan serigala yang ada di laboratoriumnya.

Belum sempat Nari menjawab sosok Jongin tiba-tiba saja keluar dari kamar mandi Eunji, lelaki itu kelihatan sangat terkejut saat dia melihat sosok Eunji dan Nari. Nari yang melihat sosok setengah telanjang Jongin terkejut juga sehingga dia memalingkan wajahnya, melihat itu Eunji penasaran dan melirik kebelakang.

“Argggghhhh!!!” Eunji menjerit dan berlari keluar dari kamarnya.

“Jongin, pakai bajumu sekarang!” Nari berkata, dia sendiri tidak berani menatap lurus kearah Jongin.

Mendengar jeritan Eunji insting protektif Sehun langsung aktif, dia berlari kelorong kamar Eunji dan menemukan wanita itu menutup matanya. Nari yang baru keluar dari kamar Eunji hanya tertawa, melihat tawa Nari membuat Sehun cukup tenang dia kira Eunji terluka atau semacamnya.

“Ada apa? Kenapa Eunji menjerit?” Sehun menghampiri Nari.

“Ada lelaki setengah telanjang dikamarku! Siapa lelaki itu?!” Eunji berkata masih histeris.

“Dia melihat Jongin yang baru selesai mandi.” Nari menjawab menahan tawanya.

*****

Mobil sedan Chanyeol berhenti tepat didepan pintu utama laboratorium, dia turun dari mobilnya dan semua orang yang berpapasan dengannya menyapa dia dengan sopan tetapi Chanyeol tidak punya waktu untuk basa-basi. Dia kelihatan marah sekali apalagi saat dia melihat sosok Lee Hongbin berdiri didepannya.

“Kemana serigala itu pergi?!” Chanyeol membentak dan Hongbin hanya bisa terdiam.

“Bagaimana mereka bisa kabur?! Bodoh! Kalian semua bodoh!” Chanyeol mengamuk sedang para dokter yang ada laboratorium hanya bisa menunduk penuh ketakutan.

Chanyeol menendangkan kursi yang ada di laboratorium, dia sangat marah sekali bagaimana sekumpulan dokter yang ada di laboratorium bisa dibodohi oleh seorang dokter dan muridnya. Chanyeol melirik kearah layar komputer yang menampilkan video cctv dimana Kyungsoo dan Nari berhasil kabur membawa Jongin keluar dari laboratorium dari pintu belakang.

“Aku tidak mau tahu,kalian harus menemukan serigala itu,Kyungsoo juga Nari sekarang juga!”

Mendengar itu semua dokter yang berkumpul segera berpencar, sebagian ada yang diam di laboratorium untuk melacak keberadaan Kyungsoo dan Nari lewat sinyal ponsel mereka dan sebagain mencari kedua dokter itu disekitar kota. Chanyeol cukup puas melihat dokter-dokter di laboratorium sibuk mencari Kyungsoo dan Nari, akan tetapi saat dia melihat Hongbin dia curiga karena dokter itu terlihat lebih gugup dari dokter yang lainnya.

Chanyeol mendekat kearah Hongbin, dia tahu jika Hongbin adalah salah satu murid kesayangan Kyungsoo cukup aneh menemukan dia tetap diam di laboratorium saat dosen kesukaannya sedang diburu bersama muridnya yang lain. Namun melihat betapa percaya dirinya Hongbin Jendral itu tahu jika Hongbin menyembunyikan sesuatu, dibandingkan murid Kyungsoo selain Zhang Nari Hongbin adalah yang paling pintar.

“Dokter Lee Hongbin,apa aku benar?” Chanyeol bertanya dan Hongbin langsung mengangguk.

“Anda benar Jendral Park.”

“Kau cukup dekat dengan Kyungsoo-kan?” Chanyeol menyentuh bahu Hongbin, dia bisa merasakan tubuh lelaki itu menegang.

“Iya Jendral, saya murid Dokter Do.”

Chanyeol menyeringai, dia tahu Hongbin akan menjadi umpan yang sangat tepat untuk Kyungsoo dan murid kecilnya Nari. Jika mereka masih waras tentu saja mereka akan kembali dan menyelamatkan Lee Hongbin kesayangan mereka, Chanyeol melirik kearah anak buahnya yang sedang membantu dokter lain untuk melacak Kyungsoo dan Nari.

“Prajurit! Ikat dia.” Chanyeol menunjuk kearah Hongbin membuat Hongbin terkejut.

“Tunggu Jendral! Aku tidak bersalah!” Hongbin membela dirinya.

Para prajurit yang mengawal Chanyeol segera menarik Hongbin dan memaksa Dokter muda itu untuk duduk dikursi, sebuah tali yang kuat mengikat tubuh,kaki juga tangannya sehingga dia tidak bisa bergerak. Dia mencoba memberontak dan meminta tolong pada rekan kerjanya yang lain namun semua Dokter terlalu takut pada Chanyeol untuk melawan.

“Sekarang Dokter Lee,katakan padaku dimana Kyungsoo?” Chanyeol berjongkok didepan Hongbin.

“Aku tidak tahu Jendral,aku mungkin murid Dokter Do tapi dia tidak pernah mengatakan apapun padaku.” Hongbin menjawab, suaranya terdengar gemetaran.

Seulgi yang melihat Hongbin diperlakukan seperti itu mundur perlahan, dia harus membebaskan Hongbin bagaimanapun caranya dan menemukan Nari sahabatnya. Dia beruntung karena dia hendak baru masuk kedalam ruangan laboratorium saat dia melihat Chanyeol menyuruh prajuritnya untuk mengikat Hongbin. Saat para prajurit yang Chanyeol bawa menjaga pintu utama Laboratorium Seulgi segera melepaskan tanda pengenalnya dan jas putihnya, setidaknya para prajurit itu akan menganggap Seulgi sebagai warga sipil bukan salah satu dokter yang bekerja disana.

Jantung Seulgi berdetak sangat kencang sekali saat dia melewati para prajurit itu, dia takut jika salah satu prajurit itu mengenalnya namun saat Seulgi melewati barisan para prajurit tidak seorangpun memanggilnya membuat dia lega. Dia berhasil masuk kedalam mobilnya, dia menghidupkan ponselnya dan mencari kontak Nari dan Kyungsoo setelah dia menghidupkan mesin mobilnya.

“Hallo?”

Seulgi lega sekali saat dia mendengar suara Nari yang mengangkat teleponnya, dia segera membelokan mobilnya menuju jalan rumah Nari.

“Nari! Kau dimana? Apa kau tahu Jendral Park mencarimu dan Dokter Do?” Seulgi bertanya.

“Seulgi…aku tidak bisa kembali ke laboratorium.”

“Aku tahu, kau membebaskan serigala yang baru ditangkap aku mendengarnya dari Hongbin.” Seulgi memberitahu.

“Maaf,tapi aku benar-benar harus membebaskan dia.” Nari terdengar sangat sedih saat dia mengatakan itu.

Seulgi mengenal Nari dari hari pertama dia masuk ke universitas, dia tahu temannya itu selalu punya alasan yang bagus dalam bertindak itulah kenapa Seulgi berteman baik dengan Nari.

“Aku mengerti, kau sebaiknya menjelaskan semuanya padaku jika kau ingin bantuanku.” Seulgi berkata dan dia bisa mendengar Nari tertawa.

“Baiklah,temui aku di perbatasan daerah manusia dan serigala bagian selatan, aku akan menunggumu disana.” Nari memberitahu.

“Tunggu, kenapa kau menunggu disana?”

“Aku akan menjelaskannya.”

Seulgi hendak protes, tempat perbatasan adalah daerah militer yang sangat berbahaya seingat Seulgi tidak sembarang orang bisa menembus tempat itu. Lalu kenapa Nari dan Kyungsoo pergi kesana? Seulgi merasa sangat kebingungan, dia memukul setirnya dan mengubah tujuan perjalanannya menuju tempat perbatasan.

*****

Setelah perjalanan yang cukup lama Nari dan yang lainnya sampai didepan gerbang perbatasan daerah manusia dan serigala, Nari bisa melihat tembok yang sangat tinggi dan beberapa tentara yang menjaganya mereka kelihatan selalu siaga setiap saat membuat Nari dan yang lainnya kesusahan untuk menemukan celah agar mereka bisa masuk.

Kyungsoo dan Sehun juga Eunji turun dari mobil, mereka kelihatannya sedang menyusun rencana agar mereka bisa masuk kedalam perbatasan. Kyungsoo memiliki banyak kenalan yang mungkin bisa memberikan akses pada mereka untuk masuk namun Kyungsoo tidak yakin jika kenalannya bisa dengan senang hatinya memberikan akses itu.

Berbeda dengan yang lainnya Jongin hanya terdiam dimobil, dia masih menatapi kalung giok hijau yang Nari berikan padanya. Menyampaikan berita kematian kakak Jongin bukanlah hal yang mudah untuk Nari, dia bahkan tidak bisa mengatakan apapun membiarkan Kyungsoo yang menangani semuanya dia hanya berdiri disamping dosennya seperti orang idiot.

“Aku tidak percaya, dia pergi begitu saja aku bahkan tidak sempat mengucapkan selamat tinggal.” Jongin berkata memecahkan hening diantara mereka berdua.

Nari yang duduk dibangku depan mobil melirik kebelakang, dia menemukan Jongin merenung sambil mencengkram kalung kakaknya. Mata lelaki itu merah mungkin menahan airmata yang sudah mengancam untuk turun dari sudut matanya, Nari hanya bisa menunduk penuh simpati.

“Maaf,jika aku tahu..mungkin aku akan menyelamatkan dia.” Nari berkata, dia ingin sekali menceritakan semuanya secara jujur.

Kyungsoo berbohong soal kematian kakak Jongin tepat didepan mukanya dan Nari tidak bisa menyangkal, tidak jika dia sendirilah yang membunuh kakak Jongin. Terkadang takdir memainkan permainan yang kejam seperti ini dan Nari membencinya, kenapa Jongin harus menjadi pasangannya saat dia sudah membunuh kakaknya? Hidup memang tidak adil.

“Tidak apa-apa,kau tidak tahu Nari…jika kau tahu aku yakin kau akan menyelamatkan dia.” Jongin tersenyum tipis.

Nari mengangguk, dia mengulurkan tangannya pada Jongin dan Jongin menggengamnya. Dia senang jika Jongin percaya padanya untuk sekarang, mungkin jika keadaan sudah aman dan tenang Nari bisa menceritakan detail kematian kakak Jongin dan mengakui semua dosanya.

“Nari, Seulgi eonnie sudah datang!” Eunji memanggilnya dari luar mobil dan Nari segera melepaskan tangannya dari Jongin.

Nari tersenyum senang saat dia melihat sosok sahabatnya turun dari mobil, dia berlari untuk memeluk Seulgi. Seulgi kelihatan senang sekali melihat Nari baik-baik saja, selama diperjalanan dia mengkhawatirkan kondisi sahabatnya itu.

“Kau baik-baik saja? Kenapa kau tidak mengatakan apapun padaku bodoh! Aku sangat khawatir.” Seulgi yang marah memukul lengan Nari cukup keras.

“Awww! Maaf, aku berniat untuk bercerita padamu tapi kau sangat sibuk dengan penelitianmu jadi aku tidak ingin menganggu.” Ucap Nari dan Seulgi tersenyum lembut.

“Aku tahu tapi kau tidak bisa menyembunyikan hal seperti ini dariku.” Seulgi mengomel percis seperti seorang ibu.

“Seulgi, kau datang kesini juga ternyata.”

Suara Kyungsoo terdengar dan Seulgi langsung membungkuk penuh hormat kearah Kyungsoo.

Nde, keadaan di laboratorium sangat kacau sekarang Hongbin bahkan di interogasi oleh Jendral Park.”

Mendengar itu Nari khawatir, dia melirik kearah Kyungsoo meminta solusi sedang Kyungsoo hanya terdiam. Dia mengenal Chanyeol, teman masa kecilnya itu sangat licik semua ini mungkin saja trik Chanyeol agar dia mendapatkan apa yang dia inginkan.

“Aku tahu kau dan Hongbin cukup dekat, tapi dalam keadaan ini kita harus mengambil keputusan yang  benar.” Kyungsoo memberi nasihat.

“Aku mungkin bisa membebaskan Hongbin, tapi aku tidak bisa menjamin keberadaan kalian akan tetap menjadi rahasia.” Seulgi mengungkapkan.

“Kami hanya perlu untuk masuk kedalam perbatasan, aku harus mengantar serigala yang kemarin kita tangkap kembali.” Nari menjelaskan, mendengarkan membuat Seulgi kebingungan.

“Kenapa kau ingin dia bebas? Kau berjanji untuk menceritakannya padaku Nari.” Seulgi berkata.

“Serigala yang kita tangkap kemarin…aku belum yakin tapi ada kemungkinan jika dia adalah pasanganku Seulgi.”

Mendengar itu Seulgi sangat terkejut, ekspressinya hampir sama dengan Ekspressi Eunji saat dia mengatakan jika Jongin kemungkinan adalah pasangan yang selama ini dia cari. Dia sendiri tidak bisa membantah jika dia dan Jongin memiliki chemistry yang cukup kuat, seluruh tubuhnya selalu terasa panas setiap kali Jongin menyentuhnya jantungnya bahkan berdebar kencang setiapkali Jongin berada disampingnya.

“Pasangan? Tapi manusia dan serigala tidak pernah bisa menjadi pasangan,mereka dan kita merupakan spesies yang berbeda.” Seulgi kelihatan kebingungan.

“Aku awalnya berpikir seperti itu, tapi kelihatannya asumsi yang selama ini kita percaya salah.” Nari mengungkapkan dengan senyum sopannya, dia sendiri meras atidak nyaman dengan percakapan ini.

“Sebenarya banyak kasus dimana manusia dan serigala berhubungan, kalian hanya terlalu muda sehingga tidak pernah mendengar beritanya.” Kyungsoo menambahkan membuat Nari dan Seulgi terkejut.

“Dokter, apa anda serius?” Seulgi sekarang menatap kearah Kyungsoo dengan mata lebarnya,terkejut.

“Iya, Ibu Nar—“

Kyungsoo tidak melanjutkan perkataannya saat dia sadar jika Nari sedang berbicara dengannya, dia segara menggelengkan kepalanya menghapus kenangan buruk tentang sahabatnya.

“Sebaiknya kita tidak membahas itu,kita harus menemukan cara untuk masuk keperbatasan.” Kyungsoo mengalihkan topik dan langsung meninggalkan Nari dan Seulgi yang penasaran.

*****

Sena membuka kain bajunya perlahan, rambut coklatnya dia sanggul keatas memperlihatkan leher mulusnya. Dia bisa merasakan sepasang tangan hangat menyentuh bahu telanjangnya, dia tersenyum saat dia bisa mencium aroma tubuh Yifan. Suaminya itu memeluk tubuh telanjangnya dan membiarkan air di danau yang cukup dingin menyentuh kulit istrinya membuat Sena menarik nafasnya terkejut dengan suhu air danau yang dingin. Mereka berdua sudah berdoa pada dewi bulan untuk keselamatan Sehun berkali-kali, bahkan Sena tidak berhenti mengumamkan doanya sekarang. Yifan yang bisa membaca pikiran Sena sedikit khawatir, dia mengerti kenapa Sena sangat khawatir namun jika istrinya akan seperti ini sampai Sehun pulang dia takut jika istrinya itu akan sakit.

Tangan Yifan menyentuh tanda gigitan yang sudah lama dipundak Sena, dia mencium tanda gigitan itu tersenyum mengingat ritual pernikahan mereka dulu. Seorang alpha harus menandai pasangannya dan tanda gigitan dipundak Sena adalah bukti nyata jika wanita itu adalah istrinya dan miliknya. Dengan tanda gigitan itu serigala lain akan tahu jika Sena sudah menikah sehingga serigala yang tertarik pada Sena akan segera mundur, Yifan selalu bangga dengan tanda yang dia berikan pada Sena karena tanda itu menyimbolkan komitmen dan rasa cinta Sena untuknya.

“Sena, kau bisa berhenti berdoa sekarang.” Yifan berbisik dari belakang Sena,kedua tangannya memeluk tubuh istrinya dengan erat.

“Maaf,aku hanya sangat khawatir..Sehun belum memberikan kita kabar.” Sena menjawab, dia berbalik dan menemukan ekspressi sedih suaminya.

“Apakah keputusanku untuk mengirim Sehun kedaerah manusia salah? Apa kau ingin kita menjemput mereka?” Yifan bertanya lagi, dia tidak kuat melihat betapa khawatirnya Sena bahkan istirnya itu tidak bisa makan tadi pagi.

“Tidak, kau benar Sehun harus belajar untuk menangani masalah dia akan menjadi Raja nanti.” Sena, tahu suaminya itu merasa bersalah namun dia tidak ingin menangisi nasi yang sudah menjadi bubur sekarang.

“Bukankah kau ingin kita berendam?”

Mendengar pertanyaan Sena, Yifan menganggukan kepalanya dia berjalan menuju tengah danau membiarkan air dingin danau itu menyentuh kulitnya dan Yifan mulai berenang saat permukaan tanah sudah jauh dari jangkuan kakinya sambil menatap kearah Sena mengajak pasangannya itu untuk masuk kedalam danau lebih jauh. Melihat tatapan tajam Yifan membuat Sena sedikit malu, ini bukan pertamakalinya Yifan melihat dirinya telanjang namun dengan tatapan itu membuat Sena merasa terintimidasi sekaligus terangsang.

Dia masuk kedalam danau dan Yifan menarik tangannya membuat tubuh Sena mendekat kearahnya. Mata Sena berubah menjadi coklat kekuningan menunjukan jika wanita itu terangsang, Yifan menyeringai dia juga sadar jika matanya sudah berubah menjadi merah juga. Mata mereka memandang kearah satu sama lain untuk sesaat, Yifan mendekat membuat Sena menutup matanya dan wanita itu bisa merasakan sepasang bibir Yifan mencium lembut lehernya. Tangan Sena menyentuh pipi Yifan, wajah suaminya itu tidak berubah sedikitpun padahal mereka sudah bersama dalam waktu yang sangat lama.

“Rasanya aku ingin waktu berhenti.” Sena berkata dan Yifan tersenyum.

“Setidaknya waktu berhenti untuk raga kita.” Yifan membalas sambil mencium pipi Sena.

Sena memeluk Yifan, pelukan suaminya biasanya bisa menenangkannya dan dia sangat membutuhkan ketenangan sekarang. Dia tidak ingin mengingat kepergian putranya, dia hanya ingin Sehun kembali dengan selamat dan membawa Nari bersamanya. Seperti apa yang Yifan janjikan, terkadang dia hanya harus percaya dan mengabaikan logika nya karena itulah satu-satunya cara agar dia bisa kembali tenang. Sehun akan baik-baik saja begitu juga dengan putrinya Nari, mereka akan membangun keluarga baru dan Sena akan membayar setiap waktu yang dia lewatkan dengan Nari.

“Kau tak usah khawatir,aku bisa merasakan energi Sehun dia baik-baik saja.” Yifan berkata membuat Sena melepaskan pelukan mereka.

“Kau yakin?”

Yifan menganggukan kepalanya, dia tidak pernah kehilangan jejak Sehun semenjak putranya itu meninggalkan daerah kerajaannya. Dia masih bisa merasakan energi anak lelakinya itu sekarang, itu tandanya putranya itu berada tidak jauh dari daerahnya dia bisa merasakan energi Sehun sejak tadi pagi.

“Sehun mungkin sedang berusaha untuk masuk kembali ke daerah kita Yifan.” Sena menebak.

“Mungkin,tapi kita tidak bisa sembarangan instingku bisa salah.” Balas Yifan.

Sena hanya mengangguk dia membiarkan suaminya mengosok lembut tangannya, Yifan selalu menyukai itu dia ingat saat pertamakali dia dan Yifan pergi kesini. Hubungan dia dan Yifan bukanlah hubungan yang mudah, mereka bertemu ditengah perang yang sengit belum lagi saat itu Sena masih menikah dengan Yixing. Bersama dengan Yifan sekarang adalah sebuah keajaiban, Sena kira dia akan meninggal bersama dengan Yixing saat itu. Takdirnya benar-benar tidak bisa diprediksi, Yifan yang seharusnya marah kepadanya malah jatuh hati padanya dan menikahinya saat itu.

“Yifan, apa kau masih marah padaku?” Sena tiba-tiba saja bertanya, saat dia mengingat kejadian dulu.

“Sena,kita sudah berjanji untuk tidak membahas masa lalu.” Yifan membalikan tubuh Sena agar dia bisa membersihkan punggung istrinya.

“Aku tahu, aku hanya menyesal…jika perjanjian itu berhasil mungkin kita tidak akan berperang dengan manusia sekarang.” Sena berkata dengan helaan nafasnya.

“Jika perjanjian itu berhasil kau tidak akan disini Sena, kau akan bersama Yixing dan Sehun tidak akan pernah lahir.” Yifan terdengar sedikit marah sehingga Sena memutuskan untuk diam.

“Apa kau masih mencintai Yixing?” ditengah keheningan mereka Yifan bertanya.

Selama pernikahan mereka Yifan tidak pernah menanyakan soal Yixing ataupun Nari, walaupun Yifan tahu jelas siapa kedua orang itu. Tetapi sekarang setelah Sena mendengar Yifan menanyakan Yixing membuat Sena sadar jika suaminya itu merasa tidak aman, dia merasa jika Yixing adalah ancaman terbesar untuk dia dan pernikahan mereka.

“Dulu ya, kami punya anak Yifan..aku tidak bisa menyangkal jika aku bahagia bersamanya tapi sekarang berbeda.”

Sena membalikan tubuhnya, Yifan kelihatan benar-benar tidak senang dengan percakapan ini karena dahinya sekarang mengkerut dan bibirnya dia tekan bersama menunjukan ekspressi gundah.

“Yifan, kita sudah membicarakan ini…kau dan Sehun adalah keluarga baruku dan aku tidak ingin kehilangan kalian seperti aku kehilangan Yixing dan Nari.”

Setidaknya setelah Yifan mendengar itu ekspressinya kembali tenang sekarang, Sena mendekat dan mencium bibir Yifan sekilas membuat lelaki itu akhirnya tersenyum. Dia selalu luluh dengan ciuman Sena, terkadang dia benci itu seharusnya dia terlihat tegas dan berwibawa sebagai Raja para serigala namun dengan Sena dia selalu merasa seperti anak kecil yang masih bisa digoda dengan permen yang manis.

“Kau milikku sekarang.” Yifan menggeram, serigala Alpha dalam dirinya mengancam untuk keluar.

“Milikmu.” Jawab Sena penuh dengan kepatuhan.

*****

Setelah beberapa menit menunggu diperbatasan Kyungsoo mengusulkan semua ide, dia menyuruh semua orang mengganti bajunya menjadi jas lab. Kyungsoo ingat jika Chanyeol pernah mengatakan jika didalam bangunan yang ada di perbatasan terdapat lab darurat jika mereka membutuhkannya, Kyungsoo masih memiliki kartu namanya setidaknya para tentara akan percaya jika dia mengatakan kalau Chanyeol menyuruh mereka untuk masuk.

Sehun dan Jongin sekarang harus berpura-pura sebagai tahanan dan masuk kedalam mobil dengan tangan dan kaki yang diikat. Saat mobil Kyungsoo sampai didepan gerbang perbatasan para tentara disana memeriksa kartu nama Kyungsoo, Saat para tentara mengijinkan dia masuk kedalam perbatasan Kyungsoo menghela nafas lega begitu juga yang lainnya.

Didalam perbatasan dia bisa melihat sekumpulan tentara sedang berlatih dan sebagian berjaga-jaga, Kyungsoo mencoba mencari celah dan dia menemukannya saat dia melihat sebuah mobil patrol yang diijinkan untuk keluar menuju daerah serigala. Melihat celah itu Kyungsoo tersenyum, dia akhirnya mendorong Sehun dan Jongin masuk kedalam lab saat tentara yang menemani mereka membukakan pintu lab untuk Kyungsoo.

“Terimakasih sudah mengantarkan saya,prajurit Kim” Kyungsoo menatap kearah nama yang ada disaku kanan baju prajurit yang mengantarkan dia.

“Tidak masalah Dokter Do, jika Anda membutuhkan apapun Anda bisa memanggil saya.” Tentara itu membungkuk dengan sopan dan pergi.

Setelah prajurit Kim pergi Kyungsoo langsung mengambil jas putih dokter yang ada didalam loker lab, sedangkan Eunji dan Nari segera melepaskan ikatan tangan Jongin dan Sehun. Kyungsoo melemparkan jas putih itu pada Sehun dan Jongin begitu juga dengan masker wajah untuk menutupi sebagian wajah mereka.

“Jangan dulu keluar sebelum ada aba-aba dariku.” Kyungsoo memerintah.

“Hati-hati Dokter.” Nari berkata dan Kyungsoo mengangguk sebelum keluar dari lab.

Kyungsoo akhirnya keluar dari lab dan Nari bisa merasakan Eunji menyikut lengannya membuat dia mengerang kesakitan, Eunji menggerakan kepalanya kearah Jongin membuat Nari melirik kearah pasangannya itu. Nari ingin tertawa saat dia melihat Jongin sudah merajuk, apakah dia cemburu karena Nari menunjukan sedikit perhatian pada Kyungsoo?

“Aku akan mengatakan hal yang sama jika kau yang pergi.” Nari mencoba menghibur dan Jongin hanya tersenyum.

“Aku harap begitu.” Jawab lelaki itu.

“Urghh,bisakah kalian berhenti bermesraan? Aku ingin muntah.” Sehun berkata, dia kelihatannya cemburu karena dia dan Eunji belum bisa dekat seperti Nari dan Jongin.

Mendengar itu Nari dan Jongin hanya tertawa sedangkan Eunji hanya tersipu malu walaupun dia mencoba menutupinya dengan senyum tipis. Melihat reaksi sepupunya itu Nari sedikit curiga, apalagi Sehun menatap kearah Eunji dengan tatapan yang hampir sama dengan Jongin ketika lelaki itu menatap kearahnya.

“Aku tidak ingin mengasumsikan apapun, tapi apa ada sesuatu yang terjadi diantara kalian? Kalian kelihatan canggung dengan satu sama lain?” Nari bertanya.

Mendengar pertanyaan itu Eunji kelihatan terkejut dan pipinya langsung merah begitu juga dengan Sehun, dia bahkan menyembunyikan wajahnya dari Nari dan Jongin. Nari sekarang tahu apa yang terjadi, kedua orang itu memang tidak pandai menyembunyikan perasaan mereka.

“Nari,sebaiknya kita tidak membahas itu sekarang.” Ucap Jongin, padahal dia sendiri kelihatan sedikit penasaran dengan hubungan Sehun dan Eunji.

“J-jongin benar, ini bukan waktu yang tepat.” Sehun mendukung, dia kelihatan masih malu namun mencoba untuk memasang wajah tanpa ekspressinya.

*****

“Jendral! Aku mendapatkan berita jika Dokter Do ada di perbatasan.” Seorang dokter memberitahu, dia baru saja mendapatkan laporan jika lab di perbatasan diisi oleh Kyungsoo.

“Apa?! Sial! Seharusnya aku tahu dia akan mencoba kabur kesana.” Chanyeol mengutuk, dia melirik kearah Hongbin yang masih terikat dikursinya.

“Kau pasti tahu semua itu dari awal, itu sebabnya kau menyuruh prajuritku untuk menyelidiki rumah Kyungsoo.” Chanyeol menatap tajam kearah Hongbin.

Hongbin tidak menjawab, dia sudah cukup puas membuat prajurit Chanyeol kebingungan karena mereka tidak menemukan apapun dirumah Kyungsoo. Dia tidak akan mengatakan sepatah katapun pada Chanyeol tentang rencana Kyungsoo dan Nari, dia tahu jika Nari dan Kyungsoo berhasil kabur posisi Chanyeol akan terancam.

Dia sudah jengah dengan kekejaman Chanyeol yang memanipulasi para ilmuwan untuk membunuh para serigala, menanamkan pikiran-pikiran negatif tentang serigala pada manusia agar kedua bangsa berperang. Padahal tanpa ada doktrin Chanyeol manusia dan serigala bisa hidup dengan damai.

“Aku tahu rencana kotormu Park Chanyeol!” Hongbin menyeringai.

Melihat seringai senang Hongbin membuat Chanyeol marah dan memukul Hongbin dengan keras sehingga lelaki itu jatuh ketanah dengan bibir yang berdarah, Chanyeol menendang perut Hongbin beberapa kali sampai akhirnya dia puas saat melihat darah keluar dari mulut Hongbin.

“Masukan dia kepenjara, dia tidak berguna!” Chanyeol membentak, para prajurit akhirnya menggeser Hongbin menuju penjara.

“Perintahkan seluruh tentara di perbatasan untuk menangkap Dokter Do dan jangan biarkan dia kabur, aku ingin dia ditangkap hidup ataupun mati.” Chanyeol memberi perintah.

*****

Kyungsoo memberikan aba-aba pada Nari saat dia sudah berhasil merebut satu mobil patrol yang belum dimatikan, melihat itu Nari dan yang lainnya berjalan menuju Kyungsoo untuk naik kedalam mobil patrol itu. Akan tetapi ketika mereka hendak keluar dari lab tiba-tiba saja suara tembakan terdengar, mendengar itu Nari menutup telinganya dan terkejut saat melihat Kyungsoo mencengkram dadanya yang mengeluarkan darah.

“Dokter Do!” Nari memanggil panik.

Tubuh Kyungsoo ambruk karena tembakan itu namun dia berhasil bersembunyi dibelakang mobil, Sehun yang cukup gesit segera berlari kearah jajaran mobil patrol mendekat kearah Kyungsoo untuk menolongnya. Dia sendiri harus berhati-hati agar tidak tertembak lagi, satu peluru perak masuk kedalam tubuhnya riwayat dia akan tamat.

Jongin yang melihat sahabatnya mencoba melindungi Kyungsoo melirik kesekitarnya mencari sesuatu untuk mengalihkan perhatian para tentara, tetapi sialnya dia tidak menemukan apapun. Di tengah situasi darurat Jongin memiliki ide, dia akhirnya merubah wujudnya menjadi seekor serigala.

Melihat itu Nari panik dan mencegah sosok serigala Jongin untuk pergi, seakan mengerti isyarat Nari Jongin menatap lembut kearah pasangannya.

“Aku akan baik-baik saja, kau sebaiknya membawa Kyungsoo keluar dari sini aku akan menyusul.”

Entah apa yang baru saja terjadi, Nari bisa mendengar suara Jongin dalam pikirannya. Apakah ini yang disebut telepati? Mendengar itu Nari melepaskan genggamannya membiarkan Jongin pergi untuk menyerang para tentara. Dalam kekacauan itu Eunji menarik tangan sepupunya menuju mobil patrol dimana Sehun dan Kyungsoo sudah menunggu.

Nari tidak bisa berhenti memperhatikan sosok serigala Jongin yang berlari dengan gesit dan menyerang para tentara dengan mudahnya, Jongin terlihat sangat ganas sekali jika dia sedang berwujud serigala. Kyungsoo mengerang saat Sehun membalut dadanya dengan kain jas putih lab yang dia sobek, dia berharap pendarahan Kyungsoo segera berhenti jika tidak Dokter itu akan meninggal karena kehabisan darah.

“Dimana Jongin?” Tanya Sehun saat dia melihat Nari dan Eunji sudah duduk dikursi depan mobil patrol.

“Jongin akan menyusul kita.” Jawab Nari, dia menghidupkan mesin mobil patrol.

Kyungsoo dan Sehun segera masuk kedalam mobil, beberapa tembakan mengenai pintu mobil mereka membuat Nari menginjak gas dengan cepat membuat mobil patrol itu meluncur menabrak penghalang perbatasan. Beberapa tentara mencoba menghalangi jalan Nari namun Nari tidak peduli, dia menginjak gas mobil menabrak beberapa tentara yang mencoba menembak mobilnya.

Kaca belakang mobil patrol yang dikendarai mereka pecah, seorang sniper berhasil menembak mobil mereka membuat Nari panik, dia segera membelokan mobil patrol keluar dari jalan menuju semak belukar hutan.Walaupun mereka dihalangi oleh beberapa rintangan mereka berhasil kabur dengan mobil yang mereka kendarai.

To Be Continue

Thanks for reading and don’t forget the comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s