Posted in FanFiction NC 17+

Evocative Seduction [Part 1]

Evocative Seduction

Title:  Evocative Seduction

Author : AutumnBrezee@ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

Kim Jongin/Kai [EXO]. Zhang Nari [OC], Jung Sena [OC], Wu Yifan/Kris, Zhang Yixing [EXO], Jung Eunji [Apink],Oh Sehun [EXO], Do Kyungsoo [EXO], Park Chanyeol [EXO]and other supporting cast..

Genre : Fantasy,Wolf AU! And romance

Length : 5 Chapter

Rating:PG 17 –NC17

Bagi kalian yang belum familiar dengan konsep werewolf atau Wolf AU! Sebelum,tolong baca dulu all you need to know about evocative seduction

1

The Research

Kenangan tentang kedua orang tuanya sangat kabur bagi Nari, dia hampir tidak mengingat bagaimana suara dan wajah ibunya. Begitupula dengan sosok ayahnya, dia hanya bisa mengingat jika mereka sering bermain bersama dan ayahnya itu memiliki kedua tangan yang kuat karena dia selalu mengangkat tubuh kecilnya tinggi-tinggi membuat Nari percaya jika suatu hari dia bisa mencapai awan dilangit.

Masa kecil Nari tidaklah bahagia namun tidak juga menyedihkan seperti karakter-karakter di melodrama yang biasa dia tonton, setelah kedua orangtuanya meninggal Nari harus tinggal bersama paman dan bibinya. Paman dan bibinya sangatlah baik, Nari bisa merasakan ketulusan kasih sayang mereka setiap kali paman dan bibinya memeluknya walaupun dia tumbuh tanpa kedua orangtuanya Nari tidak pernah merasa kekurangan.

Nari mengabiskan bertahun-tahun waktunya untuk mempelajari tentang biologi dan ilmu kedokteran, berbeda dengan sepupunya Eunji yang lebih suka mempelajari seni. Terimakasih pada kenalan orangtuanya yang sudah lama meninggal Nari sudah bekerja di Laboratorium Nasional cukup lama, semenjak dia lulus dari Universitas sampai sekarang.

Umurnya sudah 25 tahun sekarang namun dia belum tertarik untuk menikah meskipun semua orang mengatakan jika Lee Hongbin rekan kerjanya tergila-gila padanya, Nari hanya menggelengkan kepalanya saat dia mengingat godaan Seulgi sahabatnya tempo hari. Mereka saat itu sedang minum-minum di bar dan Seulgi kelihatan sangat mabuk saat dia mengatakan itu.

Nari menatap kearah layar komputernya menampilkan sebuah video yang sudah dia putar berkali-kali, hari ini dia harus mempelajari kembali materi yang dosennya Dokter Do Kyungsoo ajarkan padanya saat dia masih menjadi mahasiswa. Dia tidak menyangka jika dia hari ini cukup beruntung untuk menjadi asisten Dokter Do, kali ini dia benar-benar akan menyentuh seorang serigala dan membedahnya. Hal itu sudah menjadi mimpi Nari semenjak dia pertakamakali bekerja di laboratorium ini.

Dokter Do Kyungsoo sudah meneliti tentang anatomi serigala cukup lama, dosennya itu menghabiskan banyak waktu untuk meneliti bagaimana mekanisme tubuh serigala bekerja. Seperti apa yang membuat seorang serigala begitu kuat dan cepat semua itu dia pelajari selama lebih dari dua belas tahun, semua studinya sangat bermanfaat bagi bangsa manusia karena akhirnya manusia bisa menciptakan senjata yang ampuh untuk melawan kaum serigala atau pengetahuan tentang bagaimana cara selamat dari serangan seorang serigala.

Nari menemukan jika bangsa serigala sangatlah menarik, meskipun manusia dan serigala bermusuhan cukup lama dan mereka masih berperang dengan satu sama lain akan tetapi Nari tidak bisa menyangkal jika dia tertarik dengan spesies ganas itu. Ganas mungkin hanya pendapat pribadi Nari mengingat kedua orangtuanya meninggal karena serangan serigala.

“Aku ingin mengatakan ini dari dulu sebenarnya, kedua orangtuamu bekerja di laboratorium ini bersamaku sampai mereka meninggal.”

Kyungsoo mengungkapkan setelah mereka selesai membedah tubuh seorang serigala, Kyungsoo selalu memulai percakapan pada momen yang tidak tepat. Nari tidak keberatan, dia sudah bekerja dengan dosennya itu selama lima tahun, dia tidak kaget dengan sikap aneh dosennya itu.

“Aku tahu itu Dokter, tanteku menceritakannya beberapa tahun yang lalu.” Jawab Nari dingin, dia membersihkan alat-alat yang Kyungsoo gunakan dengan air alkohol.

“Aku benci untuk mengingat masa lalu tapi kau benar-benar mirip dengan ibumu.” Kyungsoo lalu pergi keluar dari ruangan operasi setelah dia berkomentar.

Nari bahkan tidak terkejut saat dia mendengar itu, dia punya banyak foto ibu dan ayahnya dan dia sendiri mengakui jika dia adalah replika dari ibunya. Satu-satunya yang membedakan dia dan ibunya hanyalah rambut hitam dan bibir tipisnya, dia mendapatkan itu dari ayahnya. Mata Nari melirik kearah mayat seorang serigala yang ada dimeja operasi, entah kenapa dia merasa sedikit simpati pada mayat serigala itu padahal mahluk itu mungkin sudah membunuh banyak tentara manusia.Nari mengambil kain putih yang ada dilaci meja dan berniat menutup mayat serigala itu, dia tidak ingin menatap kearah mata coklat serigala itu lebih lama.

Saat Nari hendak menutup mayat serigala itu sebelum sesuatu mencuri perhatiannya, dileher serigala itu melingkar sebuah kalung. Kalung yang serigala itu kenakan bukanlah sesuatu yang mewah hanya kalung kain dengan bandul batu giok hijau, dia menarik kalung itu dan tiba-tiba saja mayat serigala yang ada dimeja operasi itu berubah wujud menjadi seorang manusia.

Sosok serigala yang tadi dia bedah adalah seorang wanita, entah kenapa Nari tiba-tiba merasa mual dan dia bisa merasakan kakinya melemah sehingga dia ambruk kelantai. Dia dan Kyungsoo baru saja membunuh seorang wanita, dia baru saja mengacak-ngacak tubuh seorang wanita…mungkin inilah alasan kenapa dia menemukan banyak sekali kesamaan organ tubuh yang manusia miliki dengan serigala itu saat mereka membedahnya.

*****

Nari kembali terbangun dari tidurnya, hujan diluar sangatlah berisik dia bisa mendengar suara air hujan yang tertiup angin membentur kaca jendela kamarnya. Nari menyeka dahinya, dia kembali memimpikan mimpi buruk yang sudah mengahantuinya sejak dia masih kecil. Dia mengingat bulu putih dan mata merah yang mengejarnya namun kakinya seakan membeku tidak bisa berlari dri monster itu.

Tangannya menyentuh kalung kupu-kupu yang melingkar dilehernya, dia tidak pernah melepaskan kalung itu karena kalung itu adalah satu-satunya peninggalan dari ibunya. Nari lalu menangis, setiap dia bermimpi buruk entah kenapa dia selalu berakhir dengan rasa rindu yang sangat besar sekali pada kedua orangtuanya. Dia selalu berharap jika soosk ibunya atau ayahnya akan muncul dan memeluknya hangat seperti keluarga normal biasanya.

Eomma…” Nari berbisik, dia bahkan tidak bisa menahan airmatanya.

Pintu kamarnya terbuka beberapa menit kemudian dan dia bisa melihat sosok Eunji masuk kedalam kamarnya, sepupunya itu kaget saat melihat Nari menangis namun dia tidak mengatakan apapun. Dia hanya duduk diranjang Nari sambil memengang tangan wanita itu dengan erat, mereka sudah hidup bersama selama dua puluh tahun lebih. Eunji tahu setiap kebiasaan Nari termasuk tentang mimpi buruknya. Menemukan Nari menangis dan berkeringat tengah malam bukan lagi hal yang asing bagi Eunji.

“Aku dengar kau berteriak  Eonnie, aku terkejut dan langsung berlari kesini.” Eunji mengungkapkan.

“Aku melihat semuanya Eunji-ya,bagaimana kedua orangtuaku meninggal.” Nari berkata, tangan wanita itu masih gemetaran.

Eonnie, semuanya akan baik-baik saja…kau aman disini bersamaku.”

Perkataan Eunji cukup membuat dia tenang, dia tersenyum lemah dan membiarkan Eunji memeluknya. Entah kenapa mimpi buruk itu tidak juga hilang,padahal kedua orangtua Nari sudah meninggal dua puluh tahun yang lalu namun rasa takut dan kesedihan yang dia rasakan sepertinya belum juga mengilang menghantui setiap langkah yang dia ambil.

*****

“Argggh!”

Mendengar erangan itu Yifan segera membuka matanya dan dia bisa melihat Sena istrinya memegang kepalanya, melihat itu Yifan segara bangun dari posisi tidurnya dan menyentuh kepala istrinya dengan lembut membuat wanita itu melirik kearah suaminya. Mata Sena terlihat berkaca-kaca,apakah istrinya itu akan menangis? Yifan sangat khawatir sekali apalagi istrinya memiliki tubuh yang lemah.

“Yifan,aku bisa melihatnya…anakku, dia menangis.” Sena mengungkapkan, kening Yifan seketika berkerut.

“Kau masih bisa melihat anakmu?” tangan Yifan menarik kedua tangan Sena dari kepala wanita itu agar dia berhenti menggengam kepalanya.

“Ya, aku harus kembali Yifan..aku tidak bisa meninggalkan Nari.” Sena segera turun dari ranjangnya namun Yifan segera mencegahnya.

“Apa kau gila?! Mereka akan membunuhmu jika kau masuk kedaerah manusia lagi.” Yifan membentak, dia bahkan tidak sadar jika matanya sekarang berubah menjadi merah menandakan amarahnya.

Sena segera terdiam saat dia melihat mata merah menyala Yifan, membuat wanita itu sadar dimana tempatnya. Yifan adalah seorang alpha dan dia hanya seorang omega yang beruntung karena Yifan memutuskan untuk memilihnya sebagai pasangan hidup, seorang omega tidak seharusnya membuat seorang alpha marah atau membantah perintahnya apalagi membuat seorang alpha marah padamu. Melihat Sena yang menunduk ketakutan membuat Yifan langsung merasa menyesal, dia seharusnya lebih sensitif pada perasaan istrinya itu Yifan mencoba menenangkan dirinya lalu menghela nafasnya.

“Maaf,aku tidak bermaksud untuk membentak…aku hanya khawatir.” Yifan memaksakan senyum agar Sena berhenti menunduk dan kembali menatapnya.

Yifan menyentuh dagu Sena membuat wanita itu menatap kearah mata coklatnya namun Sena tetap menunduk tidak berani menatap kearahnya, Sena takut jika dia akan tenggelam dalam pelukan Yifan lagi karena dia sedang marah pada suaminya itu. Namun karena statusnya yang seorang omega Sena tidak mampu mengungkapkan kemarahannya dengan lantang, dia tidak ingin melewati garis yang sudah diciptakan oleh para serigala beribu-ribu tahun lamanya bagaimanapun dia selalu memiliki kedudukan yang lebih rendah dari seorang alpha walaupun dia seorang Ratu.

Dalam keadaan seperti ini dibandingkan dengan suami istri mereka sekarang terlihat seperti seorang Raja dan rakyat biasa, Yifan ingin sekali menghilangkan status alpha yang dia sandang namun itu tidak mungkin mengingat darah yang mengalir didalam tubuhnya lah yang membuat dia seorang alpha. Terkadang dia benci harus mewarisi tempramen ayahnya, namun pada dasarnya hampir seluruh alpha memiliki sifat itu mereka sangat teritorial dan protektif.

“Lihat aku, keadaan perang saat ini sangat buruk…menyusul anakmu didaerah manusia bukanlah ide yang bagus. Tapi aku janji jika kita memiliki kesempatan aku akan menjemput Nari seperti yang kau inginkan.” Yifan mencoba menghibur namun Sena hanya terdiam membisu membuat Yifan merasa sesak.

Sena memutuskan untuk menghirup udara segar diluar, dia turun dari ranjang sambil mengikat rambut panjangnya. Yifan bahkan tidak mampu melarang istrinya itu untuk pergi, dia tahu Sena membutuhkan waktu sendirian. Sena melingkarkan selendang putih yang ada disamping ranjangnya disekitar tubuhnya, sebelum dia berbalik untuk mencium pipi Yifan sekilas lalu keluar dari kamar megah mereka menuju lorong kastil besar tempat tinggal mereka.

Dia bisa melihat beberapa penjaga berjaga dipinggir pintu kamar mereka menunduk hormat kearah Sena saat mereka melihat sosok ratu mereka keluar dari kamar, melihat itu Sena hanya tersenyum tipis dan melanjutkan berjalan menulusuri lorong kastil menuju tangga kastil yang membawanya kelantai bawah. Lorong kerajaan sangat sepi, biasanya dia melihat beberapa pelayan membereskan beberapa kamar namun hari ini dia hanya ditemani oleh keheningan sampai akhirnya dia menatap kearah jendela lorong dan melihat bulan sabit yang yang setengahnya ditutupi oleh awan hitam malam.

Dengan perlahan Sena menuruni tangga, dia masih mengingat suara tangis anak perempuannya dan itu membuat dia merasa gundah satu-satunya cara dia merasa tenang adalah memeluk anak lelakinya Sehun.Saat dia sampai dilantai bawah dia tidak menemukan sosok putranya dimanapun membuat dia sedikit khawatir, Sena memutuskan untuk pergi kehalaman belakang kastil dan dia bisa menemukan dua sosok lelaki sedang berlatih pedang dengan sengitnya. Dia bisa melihat kedua sosok lelaki itu tidak ragu-ragu untuk menyerang satu sama lain sampai akhirnya salah satu dari mereka terjatuh ketanah dan lawannya menghunuskan pedangnya sehingga dia tidak bisa bangun kembali.

“Mama!” lelaki yang menghunuskan pedangnya berseru saat dia melihat sosok Sena mendekat kearahnya.

“Sehun, bukankah ini terlalu malam untuk berlatih pedang?” Sena bertanya.

“Ma, aku dan Jongin hanya bermain-main kami tidak sedang berlatih.” Sehun berbohong, dia melingkarkan tangannya dipundak ibunya dan mencium dahi Sena.

“Yang mulia.”

Kim Jongin putra Jendral Kim sekaligus teman masa kecil Sehun segera menyapa dan menunduk kearahnya setelah dia berdiri dari posisinya. Lelaki itu terlihat kusut mungkin sudah kalah beberapa kali dari duel pedangnya dengan Sehun.

“Tuan Kim aku sangat menghargai loyalitasmu pada anakku, tapi jangan ikuti semua permintaannya seperti pelayan. Aku tidak ingin dia berubah menjadi anak yang manja.” Sena berkata dan mencubit pipi Sehun membuat lelaki itu mengerang kesakitan.

“Maafkan saya Yang mulia, kejadian ini tidak akan terulang lagi.” Jongin berjanji.

Diam-diam dia mengutuk bujukan manis Sehun yang berjanji untuk memberikan salah satu pedangnya jika Jongin berhasil mengalahkan dia. Dia seharusnya lebih tahu jika Sehun sudah menjuarai setiap duel pedang yang ada di kerajaan, kesempatan dia untuk menang sangatlah kecil.

“Apa kalian sudah makan malam? Makanlah bersama kami tuan Kim,aku tahu rumahmu cukup jauh dari kastil.” Sena mengundang dan itu membuat Jongin tersenyum bahagia, kesempatan untuk makan bersama ratunya sangatlah jarang dan sekarang dia mendapat kesempatan itu dengan mudah.

“Saya merasa tersanjung Yang mulia, terimakasih atas kebaikan hati anda untuk mengajak saya makan malam.”

Sena hanya mengangguk, dia melingkarkan tangannya dilengan putra satu-satunya dan mengajak kedua lelaki itu untuk makan diruang makan kastil yang sangat besar. Seperti biasanya pelayan sibuk menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga, Jongin terkejut dengan banyak nya makanan yang pelayan kastil sajikan untuk mereka. Jongin berasal dari keluarga kaya namun keluarga mereka tidak akan menyajikan makanan-makanan mewah seperti ini setiap hari.

“Tuan Kim aku dengar kau akan pergi kemedan perang beberapa minggu lagi.” Sena memulai percakapan ditengah makan malam mereka.

“Benar Yang mulia, saya akan pergi kemedan perang untuk membantu ayah saya.” Jongin menjawab dengan tegas.

Entah kenapa Sehun malah tertawa mendengar nada bicara Jongin, Jongin yang melihat itu segera menginjak kaki Sehun membuat pangeran itu mengerang kesakitan namun masih tertawa. Sena hanya menggelengkan kepalanya, Sehun dan Jongin tumbuh bersama tidak aneh jika mereka sangat dekat sekali seperti sekarang bahkan sebelum Sehun bisa merubah tubuhnya menjadi sosok manusia mereka sudah bermain bersama.

Jongin mungkin lebih tua dari Sehun tetapi lelaki itu memperlakukan Sehun seperti bagaimana dia memperlakukan temannya membuat Sehun merasa lebih nyaman karena dia sudah muak dengan perlakuan oranglain disekitarnya yang memperlakukan dia sebagai seorang pangeran yang harus ditakuti dan dirawat dengan perhatian yang penuh. Terkdang dia butuh teman untuk berkelahi dan Jongin adalah partner yang paling cocok untuk itu, dia tidak pernah keberatan untuk menyerang kembali Sehun atau bahkan menghunuskan pedangnya kearah Sehun.

“Apa kalian akan menyelesaikan makan malam tanpaku?”

Mendengar suara Yifan mereka bertiga segera mengalihkan pandangan mereka dan Jongin segera berdiri membungkuk hormat kearah sosok Yifan yang berdiri diujung meja makan, Sehun hanya memutar matanya saat ayahnya datang menepuk pundak Jongin menyuruh Jongin untuk duduk kembali. Ayahnya itu kelihatan lebih senang melihat Jongin dibandingkan melihat anak lelakinya sendiri membuat Sehun sedikit cemburu, dia sekarang memajukan bibirnya percis seperti anak kecil yang merajuk.

Yifan dan Sehun cukup dekat saat Sehun masih kecil, pangeran itu masih ingat jika dulu ayahnya selalu membacakan cerita sebelum tidur dan menyanyikan lagu nina bobo untuknya. Dia masih ingat betapa hangat pelukan ayahnya dan bagaiaman sentuhan lembut ayahnya saat dia menangis karena terjatuh. Namun setelah dia mencapai umur 20 tahun semua itu berubah, ayahnya mulai bersikap tegas kearahnya bahkan dia sudah jarang berbincang lagi dengan Sehun.

“Sehun, jaga sopan santunmu.” Sena mengingatkan.

“Selamat malam Pa.” Sehun menyapa dan menunduk sekilas.

“Selamat malam Sehun, cukup aneh menemukanmu makan malam diruang makan seperti orang normal.” Yifan berkata dengan sarkasme lalu dia duduk dikursi paling ujung disamping Sena.

Sehun memang jarang sekali makan malam bersama mereka, dia selalu menghabiskan waktunya bersama Jongin atau makan malam diruang baca yang ada di samping kamarnya. Semenjak pangeran itu mengijak usia dua puluh tahun entah kenapa Yifan merasakan jarak anatara mereka semakin besar seakan mereka hidup didalam dunia yang berbeda. Padahal dulu anak laki-lakinya itu selalu mengikuti dia kemanapun seperti anak anjing yang lucu.

“Sehun baru saja selesai berlatih dengan Jongin,kemampuan pedangnya kelihatannya meningkat.” Sena memuji sambil mengelus kepala anak lelakinya itu penuh kasih sayang.

“Tentu saja kemampuannya meningkat, dia memiliki darah Alpha mengalir di urat nadinya.” Yifan berkomentar.

Sehun menahan erangan kesalnya Sehun tidak mau membicarakan soal darah Alpha dengan ayahnya, Dia bosan mendengar ekspektasi tinggi ayahnya yang hanya membuat dia merasa terbebani. Terkadang Sehun hanya ingin kabur dan meninggalkan jabatannya sebagai seorang Pangeran bangsa serigala, dia lebih tertarik untuk menjelajahi dunia daripada mengatur sebuah kerajaan seperti yang dilakukan ayahnya.

“Bisakah kita tidak berbicara dan memakan makan malam kita dengan tenang?” Sehun membalas dan memakan daging sapinya.

Sena melirik kearah Yifan seakan meminta Yifan untuk tidak membahas lebih jauh soal apapun yang ingin dia katakan, Yifan mengangguk mengerti sinyal yang istrinya kirimkan. Mereka berempat memakan makan malam mereka dengan tenang sampai akhirnya seorang pelayan datang keruang makan.

“Maaf Yang mulia karena saya sudah menganggu makan malam Anda, tapi Jendral Kim ingin bertemu dengan anda.” Pelayan itu berkata dari nada bicaranya kelihatannya Jendral Kim membawa berita buruk.

“Suruh dia menunggu diruang bacaku,aku akan kesana.” Yifan memberi perintah, pelayan itu segera mengangguk dan pergi menyampaikan perintah Yifan pada Jendral Kim.

“Maaf Yang mulia, apa aku boleh ikut? Ayahku…aku takut jika sesuatu terjadi.”  Jongin meminta ijin saat Yifan hendak pergi.

“Baiklah, kau ikut denganku…Sehun apa kau akan diam saja?” Yifan melirik kearah putranya yang masih memakan makan malamnya.

“Aku akan kesana ayah.” Sehun menjawab malas.

Yifan dan Jongin segera bergegas pergi menuju ruang baca sedangkan Sehun memilih untuk diam sebentar dimeja dan meminum segelas air putih yang ada disampingnya.

“Pergilah, kau seorang Pangeran Sehun kau harus tahu soal peperangan yang bangsa kita hadapi.”  Sena memegang tangan Sehun memberikan anaknya semangat.

“Ma, aku tahu itu kau tak usah mengingatkannya.” Sehun mencium pipi Sena dan pergi mengikuti langkah ayahnya dan Jongin.

Entah kenapa saat dia melihat punggung Sehun menjauh darinya Sena merasakan kekhawatiran yang sangat besar, dia juga ingin tahu apa yang terjadi. Entah kenapa sekarang makan malamnya terasa sangat hambar, Sena berhenti memakan makan malamnya dan pergi menuju kamarnya dan perasaan khawatir membebani kedua pundaknya.

*****

“Kereta yang kemarin tentara kita serang bukanlah kereta pasukan serigala.” Kyungsoo menjawab saat Nari menanyakan kenapa serigala yang kemarin mereka bedah berubah menjadi sosok seorang wanita.

“Apa dia hanya serigala biasa? Apa aku benar?” Nari bertanya, tangannya terasa dingin kerena gugup, jika dugaannya benar dia dan Kyungsoo benar-benar sudah membunuh seseorang yang tidak bersalah.

Apalagi Nari-lah yang menyuntikan suntikan mati pada serigala itu, Kyungsoo hanya menghela nafasnya. Dia sendiri tidak tahu apa-apa sampai Nari mengatakan jika serigala yang mereka bedah adalah seorang wanita, Kyungsoo mengepalkan tangannya kesal dia tahu perlakuan mereka salah seharusnya mereka berkonsultasi dulu pada tentara yang menangkap serigala itu.

“Dia mungkin sangat ketakutan itu sebabnya dia tidak mau merubah wujudnya, Dokter Do kita sudah membunuh orang yang tidak bersalah.” Nari berbisik, kenyataan yang mereka hadapi sekarang sangatlah mengerikan.

“Ini hanya salah paham Nari, kau terlalu berlebihan lagipula sekarang kita mengetahui senjata apa yang cocok untuk membunuh mereka.” Kyungsoo berkata, menolak untuk mengakui jika dia sudah membunuh seorang serigala yang tidak berdosa.

Walaupun wanita yang kemarin mereka bedah adalah seorang serigala Nari tetap mengakui jika wanita itu adalah individu, bagaimanapun bangsa serigala memiliki wujud yang sama dengannya satu-satunya yang membedakan mereka hanyalah bangsa serigala mampu merubah wujud mereka menjadi serigala.

Nari hanya terdiam, dia ingat tujuan utama kenapa dia bekerja di laboratorium negara. Karena dia ingin menghancurkan bangsa serigala, dia ingin membalas dendam kedua orangtuanya yang meninggal karena bangsa serigala tapi kenapa setelah dia membunuh seorang serigala kemarin hatinya terasa tidak tenang? Bayangan serigala yang mereka bunuh terus muncul dibenaknya.

Jika bayangan serigala yang mereka bunuh muncul rasanya Nari ingin muntah, benaknya langsung dipenuhi oleh rasa bersalah dan penyesalan. Seharusnya dia puas, dia sudah membunuh mahluk yang juga membunuh kedua orangtuanya, lalu kenapa sekarang Nari malah merasa berdosa?

“Kita ilmuwan Nari bukan pendeta kau tidak usah merasa bersalah, apa yang kita lakukan kemarin hanya semata-mata demi pengetahuan dan teknologi kau mengerti?”

Entah kenapa Nari tidak terkejut dengan ucapan Kyungsoo, dia tidak pernah mengungkapkan perasaan dia yang sesungguhnya padahal Nari sendiri bisa melihat tangan Kyungsoo gemetar. Dia memiliki perasaan berdosa sama sepertinya,  mereka berdua hanya dalam penyangkalan sekarang.

Nari mengangguk jika Kyungsoo mencari pembenaran maka dia juga akan membenarkan perlakuannya, dia menyimpan dokumen laporan yang sudah dia buat tentang organ tubuh serigala yang kemarin mereka bedah dimeja Kyungsoo. Jika balas dendamnya pada bangsa serigala harus memakan korban dia harus merelakannya, lagipula serigala yang membunuh kedua orangtuanya juga tidak memberikan kesempatan dan belas kasih pada kedua orangtuanya.

Nari menutup pintu kantor Kyungsoo, dia berjalan kearah kantornya sebelum dia bertemu dengan Lee Hongbin rekan kerjanya. Hongbin tersenyum manis kearahnya, dia bertingkah aneh sekali hari ini seakan dia sangat bahagia sekali membuat Nari sedikit penasaran.

“Kau terlihat bahagia sekali hari ini,ada apa?” Nari bertanya saat mereka bertukar sapa dilorong laboratorium  saat jam istirahat.

“Aku dengar tentara kita berhasil menangkap seorang serigala, dia Alpha dari pasukan serigala yang tentara kita tangkap kemarin dan aku tidak sabar ingin melihatnya.” Hongbin menyampaikan.

“Seorang Alpha?”

“Ya aku mendengar dari Leeteuk sunbae-nim jika ukuran serigala itu besar sekali dan bulunya berwarna abu-abu. Aku pernah membaca disebuah buku tentang bangsa serigala jika semakin cerah bulu serigala itu artinya semakin besar kemungkinan jika dia keturunan bangsawan.”

“Benarkah? Aneh sekali…biasanya serigala Alpha tidak gampang untuk ditangkap.” Nari bergumam mengingat sekumpulan serigala pasti melindungi pimpinan mereka itulah alasan kenapa seorang Alpha lebih susah untuk ditangkap.

Mendengar berita itu Nari segera berlari menuju lab dimana serigala yang Lee Hongbin katakan dikurung. Ternyata Hongbin tidak berbohong, dia bisa melihat seekor serigala abu-abu yang sangat besar didalam sebuah kandang perak yang besar. Serigala itu kelihatan cemas dan menggeram kearah para ilmuwan yang sedang mengobservasinya.

Nari menuruni tangga lab berniat untuk melihat serigala itu dari dekat, langkah Nari terhenti saat pandangannya dan pandangan serigala itu bertemu. Seluruh tubuhnya terasa beku dan jantungnya berdebar sangat keras, mata merah serigala itu menatapnya lurus dan sebuah sensasi aneh menjulur keseluruh tubuhnya seakan tubuhnya itu disetrum oleh listrik.

Serigala abu itu tiba-tiba saja merubah wujudnya menjadi seorang lelaki tampan dengan rambut coklat, lelaki itu memiliki kulit coklat yang mulus dan tubuh yang tinggi. Melihat itu semua ilmuwan terkejut, ini pertamakalinya bangsa serigala mau menunjukan sosok manusia mereka di laboratorium. Biasanya mereka keras kepala dan terdiam dalam wujud serigala mereka walaupun mereka tersiksa bahkan sebagian hampir mati.

Lelaki itu kelihatan panik juga karena dia tiba-tiba saja berubah menjadi wujud manusianya, lelaki itu menatap kembali kearahnya seakan dia ingin mengatakan sesuatu. Dia mendekat kearah jeruji yang mengurungnya namun jarinya terbakar saat dia menyentuh jeruji perak kandangnya.

Nari yang terkejut dan panik melihat itu  segera berbalik dan berlari menjauh dari serigala yang dia lihat tadi, semua ini terlalu mengejutkan bagi dirinya dan dia tidak bisa menghadapinya sekarang kejadian itu susah sekali untuk dia cerna segalanya terasa asing bagi Nari dan dia kebingungan.

Tanpa Nari ketahui Kyungsoo melihat kejadian itu, dia masih mendengar namanya dipanggil oleh para ilmuwan yang ada di laboratorium bawah. Kyungsoo sedikit khawatir dengan reaksi yang Nari tunjukan pada serigala abu yang baru saja mereka tangkap, entah kenapa rekasi Nari terasa tidak aneh bagi Kyungsoo namun dia tidak mengingat dimana dia melihat reaksi itu.

*****

Sena menjatuhkan gelas yang dipegang sehingga gelas itu pecah berkeping-keping kelantai melukai kakinya, melihat pecahan gelas yang menancap pada kakinya Sena terkejut namun dia tidak panik karena pelayan yang mendengar suara gelas pecah segera mendatanginya dan membereskan pecahan gelas itu.

“Yang mulia! Anda terluka.” Ungkap salah satu pelayan wanita.

Sena hanya terdiam menatap kosong kearah kakinya yang berdarah, entah kenapa perasaannya tidak enak dari sejak tadi pagi. Pikirannya terus melayang pada sosok putranya dan Jongin, setelah perdebatan yang panjang Yifan memutuskan untuk mengirim Sehun dan Jongin kedaerah manusia untuk menyelamatkan anak sulung jendral Kim atau lebih tepatnya kakak perempuan Jongin yang ternyata disekap oleh bangsa manusia kemarin malam.

Keputusan yang Yifan ambil sangatlah berat untuk Sena terima, dia tidak bisa membayangkan kehilangan anak lelaki satu-satunya. Dia berusaha untuk membujuk suaminya agar tidak mengirimkan Sehun ke medan perang namun suaminya itu terlalu keras kepala untuk mendengar bujukannya, lagipula Sehun tidak keberatan juga karena dia terlihat bersemangat.Yifan mengatakan jika Sehun harus keluar dari kerajaan untuk belajar bagaimana cara memimpin dan memecahkan masalah, dia terlalu dimanjakan dengan kemewahan istana dan statusnya. Mendengar alasan itu Sena akhirnya mengalah, membiarkan suaminya mengirim Sehun dan Jongin kemedan perang.

Kemarin subuh Sena bangun untuk mengantarkan anak lelakinya sampai perbatasan, dia mencoba untuk tidak menangis namun airmata tetap meluncur membasahi pipinya saat dia melepaskan pelukannya dari Sehun, Pangeran muda itu menghapus airmatanya dan pergi dengan sebuah janji jika dia akan kembali secepat mungkin. Walaupun dengan janji itu Sena tetap merasa gelisah, dia khawatir jika sesuatu yang sangat buruk akan terjadi pada Sehun karena jika Sehun tidak kembali padanya dia bersumpah dia akan pergi kedaerah manusia dan mencari anak lelakinya.

“Bersihkan saja pecahan kacanya,aku akan mengobati kakiku sendiri.” Sena berdiri dari duduknya.

Pecahan kaca yang menancap dikakinya tidak terasa sakit saat pikirannya melayang kearah anak lelakinya yang entah sedang apa sekarang, berita terakhir yang dia dengar tentang Sehun hanyalah dimana keberadaan Pangeran muda itu bukan kondisinya. Dia cukup lega saat dia mendengar jika Sehun dan Jongin berhasil memasuki perbatasan daerah manusia dengan selamat, dia melirik kearah Yifan saat itu dan melihat suaminya sama leganya dengan dia.

Sena akhirnya sampai dikamarnya lalu dia pergi menuju kamar mandi mewahnya dan mencabut pecahan kaca yang menancap dikakinya, dia membuang kaca itu dan menyiram lukanya dengan air.Bangsa serigala memiliki kemampuan untuk menyembuhkan diri dengan cepat selama luka mereka tidak disebabkan oleh perak atau senjata yang dilumuri oleh wolfsbane. Wolfsbane adalah sebuah bunga biru yang sangat berbahaya bagi bangsa serigala karena bunga itu sangat beracun bagi mereka, mereka cukup beruntung karena manusia belum menemukan pengetahuan tentang bunga ini sehingga bangsa serigala masih bisa selamat dari serangan senjata canggih manusia.

Suara pintu kamar mandi yang dibuka mengejutkan Sena sehingga wanita itu berbalik dan dia bisa melihat sosok Yifan dibelakangnya, lelaki itu terengah-engah mungkin berlari dari ruangan singgasananya dimana dia biasanya berada. Yifan mendekat kearah Sena dan melirik kearah kaki Sena yang sekarang sudah sembuh total.

“Aku merasakannya, ada apa dengan kakimu? Apa kau terluka?” Yifan bertanya khawatir, dia menangkup wajah Sena.

“Tidak apa-apa,aku ceroboh sudah menjatuhkan gelas minumanku dan pecahan kacanya melukai kakiku.” Sena menjelaskan mencoba menenangkan suaminya yang kelihatan panik.

“Kau membuatku ketakutan! Aku kira sesuatu yang buruk terjadi padamu!” Yifan mendekatkan dahinya pada dahi Sena sehingga dahi mereka bersentuhan.

“Tenang saja,aku akan aman disini bersamamu.” Sena bergumam.

Sebagai pasangan Yifan dan Sena mampu merasakan emosi satu sama lain dan terkadang mereka bisa berkomunikasi lewat pikiran mereka, itulah hebatnya bangsa serigala. Mereka memiliki ikatan yang kuat dengan pasangan mereka itulah kenapa pasangan serigala jarang sekali berpisah karena mereka berbagi banyak hal ketika mereka memutuskan untuk menjadi pasangan hidup.

Menjadi pasangan bagi bangsa serigala adalah hal yang sangat sakral dan suci, karena jika mereka memutuskan untuk menjadi pasangan bukan tubuh mereka saja yang menjadi satu tapi jiwa dan pikiran mereka juga. Pasangan serigala biasanya menghabiskan seluruh waktu hidup mereka bersama karena mereka tidak akan bertahan jika mereka harus berpisah jauh dari belahan jiwa mereka, itulah kenapa Yifan tidak pernah bisa jauh dari Sena karena Sena adalah belahan jiwanya yang selama ini dia cari-cari.

“Yifan, apakah anak kita akan baik-baik saja di daerah manusia? Aku khawatir sekali.” Sena mengungkapkan.

“Sehun akan baik-baik saja, dia bukan anak kecil. Jongin ada disampingnya aku percaya Jongin lebih hati-hati dari Sehun, sebaiknya kita berharap yang terbaik untuk anak kita.” Yifan menjawab.

Walaupun dia mengatakan itu Yifan masih bisa merasakan kegundahan istrinya, dia akhirnya memeluk Sena dan mengelus punggung istrinya beberapa kali berharap rasa gundah istrinya itu pergi walaupun untuk sesaat. Yifan bisa merasakan Sena menyandarkan kepalanya didadanya setidaknya Sena lebih tenang sebelum Yifan datang tadi, dia tidak punya pilihan lain selain mempercayai Yifan.

“Apa kau tahu kenapa Sehun ingin mengikuti Jongin ke perbatasan?” Tanya Yifan sambil melepaskan pelukannya.

“Kenapa?”

“Dia mengatakan padaku jika dia ingin bertemu dengan kakak perempuannya.”

Mata Sena melebar dia tidak menyangka jika Sehun sangat baik untuk menjemput anak perempuannya yang masih ada di daerah manusia, Sena tersenyum tipis . Sehun benar-benar mirip seperti ayahnya Yifan, walaupun Yifan dan Sehun sering bertengkar tapi Sena tahu sebenarnya mereka memiliki sifat dan kebiasaan yang sama.

“Sehun benar-benar mirip denganmu.” Sena tersenyum sambil mengelus rambut suaminya dengan lembut. “Kalian berdua sama-sama impulsif ,keras kepala dan terlalu baik hati.” Ungkap Sena dan itu membuat Yifan tersenyum rasanya senang mendapatkan pengakuan itu dari oranglain.

“Dia darah dagingku juga Sena, apa yang kau harapkan?”

Sena menggelengkan kepalanya mendengar ucapan itu, Yifan senang saat dia merasakan kegundahan istrinya menghilang untuk sesaat.

“Ayo kita pergi ke danau suci, mari kita berdoa untuk keselamatan anak kita dan Jongin.” Yifan mengajak dan Sena menganggukan kepalanya setuju.

*****

“Sial!” Sehun bergumam saat dia merasakan luka dilengannya tidak kunjung sembuh juga, dia menarik kain yang membalut tangannya lebih kencang berharap perdarahan dilengannya berhenti.

Dia menyandar ketembok gedung tua dimana dia bersembunyi dari kumpulan tentara manusia yang mencarinya, berkat bantuan Jongin dia berhasil masuk kedalam daerah manusia. Namun dengan luka parah dilengan dan pinggangnya dia tidak yakin jika dia bisa selamat dari penyerbuan tentara manusia apalagi Jongin sudah tertangkap sekarang membuat dia semakin susah untuk bersembunyi. Dia cukup beruntung bisa bersembunyi dari pasukan tentara yang masih mencarinya, tentara manusia ternyata lebih gigih dari yang dia sangka. Sehun tidak tahu sudah berapa kilometer dia berlari, sekarang dia sudah berada disebuah kota yang ramai bukan lagi hutan belantara atau pedesaan sepi.

Tas ransel yang Sehun bawa terasa sangat berat saat dia sudah merasa lelah sehingga dia melepaskan tas itu dari pundaknya.Sehun sudah bersembunyi cukup lama, dia tidak tahu jika kota di daerah manusia bisa seramai yang dia lihat sekarang. Sehun bisa melihat orang berlalu-lalang dijalanan dan kendaraan bermotor sesekali melewati jalannya membuat dia sedikit terkejut, Sehun menarik jubahnya lebih dekat ketubuhnya dan menundukkan kepalanya berharap tidak seorangpun menyadari keberadaannya.

Dengan kaki yang gemetaran Sehun mencoba berjalan dan menyeret tas ranselnya, dia tidak tahu kemana lagi dia harus mencari Jongin apalagi sekarang aroma tubuh serigala itu sudah tidak bisa lagi dia cium. Tubuh Sehun semakin melemah setiap kali dia melangkah sampai akhirnya dia tidak mampu lagi berjalan dan terjatuh, Sehun mencoba minta tolong namun niatnya dia urungkan saat dia merasakan sepasang tangan menyentuh bahunya.

“Apa kau baik-baik saja?” Sehun mendongak kemudian dia melihat sesosok wanita dengan paras cantik berjongkok didepannya.

“T-tolong..” Sehun berkata dengan suara seraknya sampai akhirnya dia kehilangan kesadarannya.

Sehun perlahan membuka matanya, dia menemukan dirinya disebuah ruangan yang memiliki cat pink dan beberapa boneka binatang tergeletak disampingnya. Dia lega karena dia tidak berada disebuah rumah sakit atau semacamnya, dia bisa melihat tas ranselnya ada dikursi dekat ranjang yang dia tiduri. Lengan kanannya masih sakit akan tetapi dia bisa merasakan lukanya perlahan-lahan sembuh terutama luka di pinggangnya. Senjata perak yang digunakan oleh tentara manusia ternyata cukup ampuh untuk melemahkannya, dia harus lebih berhati-hati lain kali Sehun mengingat itu. Pintu ruangan dimana dia tertidur tiba-tiba saja terbuka dan sesosok wanita muncul dari balik pintu membawa sebuah nampan yang berisi satu mangkuk bubur nasi dan segelas air putih.

“Oh…kau sudah sadar.” Wanita itu kelihatan senang saat Sehun bangun dari posisi tidurnya.

“Kau tidak usah bangun luka di pinggangmu akan terbuka, kau beruntung sekali sepupuku seorang dokter.”

“Dokter?”

Sehun membuka selimut yang menutupi bagian bawah tubuhnya, dia melihat celananya sudah diganti begitu juga dengan bajunya. Perban putih membalut bagian pinggang juga lengan kanannya, dia ingat jika salah satu tentara manusia berhasil menembaknya dan mengepung Jongin.

“Aku harus menyelamatkan temanku!” Sehun mencoba turun dari ranjangnya namun dia mengerang saat dia merasakan perih yang luar biasa dipinggangnya.

“Sudah kubilang, tidurlah.” Wanita itu membantu Sehun untuk duduk diranjangnya kembali.

“Siapa kau? Kenapa kau membantuku?”

Sehun menatap penuh curiga kearah wanita yang sekarang duduk didepannya, wanita itu hanya tersenyum nanti mengaduk bubur yang dia bawa. Wangi bubur nasi yang wanita itu bawa sangat menggoda, Sehun sudah lama tidak memakan makanan yang layak karena selama perjalanan nya dia dan Jongin hanya mampu memakan roti keras yang koki kerajaan bekali untuk mereka.

“Aku Jung Eunji, aku menemukanmu di jalan dan pingsan. Jika aku boleh tahu, siapa namamu?”

“Aku Sehun, maaf sudah merepotkanmu kau tidak usah menolongku.” Sehun berkata.

Perut Sehun tiba-tiba saja berbunyi menandakan jika lelaki itu lapar, pipinya langsung memanas saat dia mendengar itu. Bunyi perutnya cukup keras dan dia yakin Eunji mendengarnya namun wanita itu tidak mengatakan apapun, dia hanya menawarkan bubur yang sudah dia aduk untuk Sehun.

“Tangan kananmu terluka, tidak apa-apa jika aku menyuapimu?” Eunji meminta ijin dan Sehun mengangguk.

Tangan Eunji menawarkan sesendok bubur pada Sehun dan Sehun memakannya, Sehun tidak pernah merasakan masakan manusia namun dia menemukan selera makanan bangsa manusia dan serigala tidak jauh berbeda. Eunji tersenyum saat dia menemukan sedikit noda kecap diujung bibir Sehun, Eunji akhirnya membersihkan noda itu dengan jempolnya.

Saat ujung jempol Eunji menyentuh kulit Sehun tiba-tiba saja Eunji merasa sesuatu menyengatnya sehingga dia menarik kembali tangannya, Sehun merasakan nya juga bahkan matanya langsung berubah menjadi merah menandakan jika dia sudah menemukan pasangannya. Eunji menatap kearahnya terkejut, mata wanita itu membulat dengan sempurna tidak percaya dengan apa yang baru saja dia lihat.

Sehun segera menutup matanya namun aroma tubuh Eunji yang sangat menggoda membuat dia susah untuk mengontrol tubuhnya, Serigala dalam dirinya meraung-raung untuk memeluk Eunji dan menjadikan Eunji pasangannya. Sehun mengepalkan tangannya, dia seharusnya meminta ayahnya untuk mengajari bagaimana cara mengontrol serigalanya lebih baik.

“Eunji kau sebaiknya pergi.” Sehun mencengkram selimutnya melawan insting serigalanya.

“Tapi Sehun..”

“Sekarang!” Bentak Sehun, bahkan suaranya tiba-tiba saja berubah menjadi lebih dalam dan menyeramkan.

Mendengar betapa marahnya Sehun, Eunji segera berdiri dari duduknya dan keluar dari kamarnya. Dia bisa merasakan jantungnya berdebar sangat kencang sekali, tangan dan kakinya gemetaran saat dia mengingat mata merah Sehun. Dia tidak mengerti kenapa lelaki itu bersikap seperti itu namun dia tahu sekarang jika Sehun bukanlah manusia biasa seperti yang dia kira.

Eunji berjalan menuju kamar sepupunya saat dia hendak membuka pintu kamar sepupunya sosok Nari tiba-tiba saja muncul membuka pintu kamarnya, sepupunya itu kelihatan panik dan menarik Eunji masuk kedalam kamarnya setelah dia melirik kearah lorong rumahnya.

Eonnie,ada apa?” Tanya Eunji penasaran.

“Kau sebaiknya berhati-hati saat kau bersama lelaki yang kemarin kau bawa bersamamu.” Ucap Nari dengan suara pelannya.

“Aku sudah meniliti darah nya, struktur DNA dia bukanlah struktur DNA manusia.” Ungkap Nari.

“Tunggu,kau mengambil sampel darah Sehun?!” Eunji terdengar terkejut, dia kira Nari hanya mengobati luka Sehun saja saat dia membawa pemuda itu keruangan praktek Nari yang ada dilantai bawah rumah mereka.

“Oh jadi namanya Sehun? Aku terpaksa harus mengambilnya, dia kehilangan banyak darah Eunji aku kira dia membutuhkan donor tapi ternyata dia bisa menyembuhkan dirinya sendiri jika kau tidak percaya buka perban nya besok.” Nari berkata.

Eunji hanya terdiam, dia menghela nafasnya. Dia tahu Sehun bukanlah manusia biasa tidak dengan mata merah menyalanya dan suara dia yang menyeramkan, Eunji menyentuh tangannya mengingat sensasi menyengat saat dia menyentuh kulit hangat Sehun. Nari dan dia khawatir sekali saat mereka mengukur suhu tubuh Sehun karena suhu tubuh lelaki itu sangat tinggi bagi seorang manusia, tetapi setelah mereka tahu Sehun bukan manusia mereka tidak terlalu khawatir.

Seorang serigala biasanya memang memiliki suhu tubuh yang lebih tinggi dari manusia, pengetahuan manusia belum menemukan alasan kenapa itu terjadi namun beberapa ahli sejarah menyimpulkan jika alasan kenapa serigala memiliki suhu tubuh yang tinggi karena mereka hidup didaerah yang dingin.

“Dia bilang dia harus menyelamatkan temannya, apa ada serigala baru di lab?” Eunji bertanya dan Nari mengangguk, sekarang giliran Nari yang menghela nafasnya.

“Ada apa Eonnie ? kenapa kau terlihat khawatir seperti itu.” Eunji menyentuh lengan sepupunya.

Nari mengigit bibirnya, dia tidak tahu jika dia harus menyampaikan sesuatu yang baru saja dia dapatkan tentang serigala yang tadi pagi dia temui.

“Aku…aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi, tapi aku kira aku sudah menemukan pasanganku.” Nari mengungkapkan.

Eunji hanya terdiam, seingat dia sepupunya itu tidak mengencani siapapun dia akan sangat marah jika Nari ternyata berkencan diam-diam tanpa mengatakan apapun padanya.

“Apa kau mengencani Lee Hongbin? Rekan kerjamu di laboratorium ?” Tanya Eunji tidak yakin.

“Bukan! Aku tidak suka Hongbin…maksudku sebagai pasangan.” Nari menjelaskan.

“Lalu siapa? Jangan bilang Do Kyungsoo! Dia jauh lebih tua darimu tapi aku mengerti dia penuh dengan karisma.” Eunji tertawa dan Nari hanya menggelengkan kepalanya.

“Dokter Kyungsoo lebih pantas menjadi pamanku dari pada pasangan.” Balas Nari.

“Lalu siapa?” Eunji bertanya tidak sabar.

Nari hanya diam, dia mengambil buku tentang serigala yang dia pinjam dari perpustakaan laboratorium. Dia membuka beberapa halaman dari buku itu dan menunjukannya pada Eunji, Eunji mengambil buku itu dan membaca halaman yang Nari tunjukan padanya, awalnya Eunji membaca dengan tenang sambil menatap konyol kearah Nari.

Beberapa alinea Eunji baca kemudian matanya melebar terkejut, tangannya-pun gemetaran karena gugup bahkan dia menjatuhkan buku yang dia baca. Dia menatap sesaat kearah Nari dan Nari mengangguk sedih dia sendiri takut jika apa yang dia baca adalah kenyataan.

“Kau pasti bercanda…” Ucap Eunji penuh ketakutan.

*****

“Aku harus bertemu dengannya!” Jongin membentak.

Kyungsoo hanya duduk didepannya, sebuah pulpen dan buku catatan dia pegang. Jongin adalah satu-satunya bangsa serigala yang bisa dia interogasi mengingat kebanyakan serigala lainnya keras kepala untuk diam dalam wujud serigala mereka, semenjak dia melihat Sena serigala muda ini tidak berubah menjadi wujud serigala kembali membuat Kyungsoo dan beberapa peniliti kebingungan.

“Aku hanya bertanya siapa namamu, apa itu sangat susah untuk dijawab.” Ucap Kyungsoo.

“Namaku tidak penting, aku kesini untuk mencari Kim Yura dia kakakku.” Jongin berkata.

“Baiklah,aku akan menemukan kakakmu tapi kau harus mengatakan siapa namamu.” Kyungsoo mendekat kearah Jongin.

Dia tahu Jongin merasa tidak nyaman, apalagi kamera dari setiap sudut ruangan merekam setiap gerak-geriknya. Serigala itu melirik kesekitarnya dan menatap lurus kearah kaca tembus pandang yang ada dibelakang Kyungsoo, dia bisa melihat tiga sosok manusia dari kaca tembus pandang itu.

“Apapun yang akan kalian lakukan padaku, aku ingin kalian membebaskan kakak perempuanku dia tidak bersalah.” Jongin mendekat kearah Kyungsoo namun borgol ditangannya mencegah dia untuk lebih dekat dengan Kyungsoo dan borgol perak itu mulai membakar kulitnya.

“Aku mengerti kau takut, tapi aku akan membantumu ok? Katakan siapa namamu setelah itu kita akan membahas kakak perempuanmu.” Bujuk Kyungsoo, dia bisa melihat Jongin mulai luluh dengan bujukannya karena Serigala itu akhirnya diam.

“Kai, namaku Kai bisakah kau menemukan kakakku?” Ucap Jongin, dia tidak akan pernah mengungkapkan siapa namanya karena jika dia mengatakan siapa namanya Kyungsoo akan tahu siapa dia.

“Kai, apakah kau bisa mendeskripsikan bagaimana wajah kakakmu?”

Jongin mengangguk, tentu saja dia bisa dia bahkan masih ingat pakaian yang kakaknya gunakan sebelum dia pergi untuk mengunjungi tunangannya di medan perang. Jongin masih merasa menyesal, seharusnya dia melarang kepergian kakak perempuannya saat dia mengatakan jika dia ingin melihat tunangan nya yang sedang berperang.

“Dia memiliki rambut panjang yang hitam, kulit putih pucat dia juga menggunakan gaun putih dan kalung giok hijau.”

Mendengar deskripsi Jongin membuat Kyungsoo sedikit panik, dia tahu wanita yang memiliki deskripsi yang Jongin ucapkan dan itu membuat tangannya gemetaran. Jongin yang melihat ekspressi panik Kyungsoo berhenti berbicara.

“Apa kau tahu dia? Dimana Yura berada?!”

Kyungsoo tidak menjawab, dia malah berdiri dari duduknya meninggalkan Jongin dengan seribu pertanyaan. Serigala itu berkali-kali memanggil Kyungsoo namun borgol ditangannya mulai terasa panas karena membakar kulitnya, Jongin akhirnya menyerah dan berhenti memanggil Kyungsoo.

Sonsaeng-nim kenapa anda keluar?” Lee Hongbin muridnya menghampirinya dengan ekspressi khawatir.

“Tidak sekarang Hongbin.” Kyungsoo pergi meninggalkan Hongbin kebingungan.

Kyungsoo berjalan menuju ruangannya, pikirannya masih melayang mengingat dekripsi kakak perempuan Jongin. Untuk pertamakalinya dia merasa takut untuk benar, dia memiliki tebakan siapakah kakak Jongin dan kali ini Kyungsoo bersumpah dia ingin tebakan salah.

Saat dia sampai didepan pintu kantornya dia melihat sosok lelaki menunggunya, Kyungsoo mengenali sosok lelaki itu. Park Chanyeol, dia adalah Jendral tentara pasukan manusia, selain seorang Jnedral Chanyeol juga teman masa kecil Kyungsoo yang sudah lama tidak dia temui.

“Do Kyungsoo,lama tidak bertemu.” Chanyeol kelihatan senang karena dia tersenyum.

Kyungsoo tidak pernah suka dengan kunjungan Chanyeol karena itu artinya Jendral itu akan menanyakan banyak hal. Dia tidak suka di interview apalagi jika orang yang akan menginterviewnya adalah Chanyeol, dia selalu tahu bagaimana membuat Kyungsoo tidak bisa berkata apa-apa ataupun berbohong membuat dia merasa bodoh.

Kyungsoo juga tidak lupa jika kemarin dia mendapatkan serigala yang dia bedah dari Chanyeol, tentara yang mengantarkan serigala itu mengatakan jika serigala yang mereka adalah hadiah dari Chanyeol untuknya. Dia cukup yakin jika Chanyeol sengaja memberikan serigala itu pada Kyungsoo agar Kyungsoo membunuhnya.

“Apa yang kau inginkan? Setelah kau mengirimkan serigala itu..aku seharusnya tahu kau hanya Jendral berdarah dingin! Aku membunuh warga sipil bukan tentara!” Kyungsoo marah.

“Oh itu sangat buruk Kyungsoo,kau salah paham..aku mengira jika serigala itu tentara juga. Kau tidak bisa menyalahkanku mereka semua terlihat sama untuk ku.” Chanyeol bertingkah seakan dia merasa bersalah.

“Kau gila! Enyahlah dari hadapanku aku tidak punya waktu untuk menghiburmu!” Bentak Kyungsoo dia sengaja menyenggol bahu Chanyeol dengan kasar.

“Kyungsoo!” Chanyeol memanggil membuat Kyungsoo berhenti melangkah dan melirik kearah sosok Jendral itu.

“Kau harus ingat, laboratorium ini masih ada karena aku.”

“Aku harap saat kau mati kau masuk neraka.” Balas Kyungsoo, dokter itu kelihatan sangat marah namun Chanyeol hanya tertawa.

“Jika aku masuk ke neraka, aku akan menyeretmu juga Do Kyungsoo.” Gumam Chanyeol, dia menyeringai licik.

Kyungsoo mengunci pintu kantornya, dia segera mengambil file yang Nari berikan padanya. Dia membuka file itu dan membantingkannya saat dia menemukan jika semua deskripsi Jongin cocok dengan serigala yang kemarin dia dan Nari bedah, dia dan Nari sudah membunuh kakak Jongin serigala itu pasti akan marah.

Dia akhirnya mengambil whiski yang ada dilemarinya dan menuangkan minuman beralkohol itu kegelas yang ada dimejanya, dia meneguknya sekaligus berharap jika dia bisa menghilangkan rasa gundahnya dengan alkohol. Dia mengusap wajahnya, dia masih merasa bersalah dengan kenyataan kalau dia sudah membunuh kakak Jongin.

Kyungsoo membuka laci mejanya dan mengambil sebuah foto yang sudah dia sembunyikan cukup lama, dalam foto itu ada sosok tiga orang yang sedang tersenyum senang. Seorang wanita dan lelaki berdiri disamping sosoknya yang jauh lebih muda, kedua orang itu menggunakan jas putih yang sama dengannya.

Mereka kelihatan bahagia, lelaki yang disamping kanannya melingkarkan tangannya dipundak Kyungsoo sedangkan wanita dikiri tersenyum manis kearah kamera.Terkadang Kyungsoo berharap jika dia bisa membalikan waktu sehingga dia bisa menghabiskan waktu yang banyak dengan kedua sahabatnya itu.

Kyungsoo rindu canda tawa kedua sahabatnya, pelukan hangat sahabatnya dan kata-kata penyemangat yang selalu dia dengar dari kedua sahabatnya. Rasanya jika bisa dia ingin mengikuti langkah kedua sahabatnya itu, dia sudah muak dengan peperangan dan penelitian yang sudah dia geluti selama hampir setengah hidupnya.

“Sena,Yixing…aku rindu kalian.” Gumam Kyungsoo menahan airmatanya.

To Be Continue…

Thank you for reading  (^_^)

Don’t forget the comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s