Posted in FanFiction NC 17+

Let’s Not Fall In Love [Part 2]

Letsnotfallinlove

Title:  Let’s Not Fall In Love

Author : AutumnBrezee @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast : Jung Chan Young [OC], Kim Joon Myeon/Suho [EXO]

Genre : Romance

Warning: Daddykink!, Sugardaddy! Suho, Age Gap!

Length : Twoshoot

Rating:NC 17

BACA WARNING SEBELUM MEMBACA LEBIH LANJUT!

2

Punishment

Thank god it’s Friday, Joon Myeon berpikir seperti itu saat dia mengangkat Chan Young menuju kamarnya. Mereka sudah berciuman sejak mereka masuk kedalam lift dan berpisah sebentar sebelum akhirnya berciuman lagi saat Joon Myeon berhasil menutup pintu apartemennya, Chan Young bahkan tidak ragu lagi melingkarkan kakinya dipinggang Joon Myeon saat mereka sampai dikamar Joon Myeon dan dia sudah berbaring kembali diranjang besar dan empuk kamar Joon Myeon.

Chan Young tidak tahu kapan Joon Myeon melepaskan celana dalam dan sepatunya namun sekarang jari lelaki itu sudah menggoda kewanitaannya, Chan Young mengigit bibirnya saat dia melihat Joon Myeon tanpa ragunya mulai menjilat klitorisnya dan Chan Young bersumpah Joon Myeon baru saja merebut nafasnya untuk sesaat.

Kaki Chan Young dibuka lebar oleh kedua tangan Joon Myeon, dengan jahatnya dia menggoda kewanitaan Chan Young dengan lidah seksinya. Sesekali jarinya masuk kedalam kewanitaan Chan Young mencari titik lemah wanita itu.

Tangan Chan Young langsung menyentuh kepala Joon Myeon, tangannya mencengkram rambut hitam Joon Myeon menahan hasrat yang hampir meledak dibenaknya. Dalam pikirannya sekarang hanyalah ada rasa sensasi nikmat yang Joon Myeon berikan padanya, Nafas Chan Young terputus-putus dan tidak bisa berpikir jernih lagi sekarang apalagi saat Joon Myeon menggodanya seperti ini.

Joon Myeon berhenti menjilati kewanitaan Chan Young membuat Chan Young mengerang kecewa karena dia hampir saja mencapai puncak. Dia bisa melihat seringai jahat Joon Myeon menghiasai bibirnya yang sekarang merah, Joon Myeon mencium lagi Chan Young memaksa wanita itu merasakan cairannya sendiri dari mulut Joon Myeon.

Dasi Joon Myeon sudah menutupi matanya sekarang dan Chan Young sudah telanjang sambil berbaring diranjang Joon Myeon. Jantungnya berdetak sangat cepat sekali, mengantisipasi apapun yang akan Joon Myeon lakukan padanya saat dia mendengar langkah kaki Joon Myeon menjauh.

Dia sudah menunggu beberapa menit diranjang Joon Myeon membuat dia sedikit gugup karena Joon Myeon tidak kunjung datang, dia bilang dia ingin mengambil sesuatu tetapi lelaki itu tidak kunjung kembali juga. Jika Joon Myeon akan meninggalkan dia dalam keadaan seperti ini, itu adalah lelucon yang sangat kejam karena dia sudah basah dan siap untuk bercinta dengan Joon Myeon.

Chan Young tiba-tiba saja merasakan sesuatu cair yang menetes pada kulitnya membuat dia menarik nafasnya terkejut, cairan itu turun kebawah dari dadanya sampai perutnya dan taklama kemudian Chan Young bisa merasakan lidah Joon Myeon menyentuh kulitnya membuat Chan Young melengkungkan punggungnya tetapi kedua tangan Joon Myeon menahannya.

“Kau suka itu?” Joon Myeon bertanya dengan suara rendahnya.

Daddy..please..” Chan Young memohon.

Joon Myeon senang melihat betapa lemahnya Chan Young pada godaannya, Joon Myeon kembali meminum wine yang dia bawa dan mencium Chan Young membiarkan wanita itu mencicipi wine yang dia minum. Chan Young menjilat bibirnya dengan seksi merasakan rasa manis wine dari bibir Joon Myeon,kedua tangan Chan Young tak bisa bergerak karena tangan Joon Myeon menggengamnya dengan erat. Padahal dia ingin sekali menyentuh rambut Joon Myeon dan wajah lelaki itu, memperhatikan wajah tampannya selalu berhasil membuat Chan Young senang.

Mulut hangat Joon Myeon akhirnya mengulum puting payudara Chan Young, Chan Young sedikit terkejut dan menarik nafasnya. Dia bisa gila jika Joon Myeon terus mempermainkan tubuhnya seperti ini, dia hanya ingin Joon Myeon bercinta dengannya seperti biasanya namun malam ini kelihatannya Joon Myeon sangat bersemangat untuk menggodanya.

Yang paling Chan Young benci dari Joon Myeon adalah, lelaki itu tahu dimana tempat-tempat special Chan Young. Dia tahu titik mana yang selalu berhasil membuat Chan Young melenguh atau bahkan memohon, Joon Myeon tahu tubuh Chan Young seperti map yang biasa dia baca setiap hari.

Joon Myeon mengambil kondom miliknya, dia merobek bungkus silver kondom itu dan memasangkan kondom itu pada kejantanannya. Dia tidak sabar untuk bercinta dengan Chan Young malam ini, tanpa memberi peringatan Joon Myeon langsung memasukan kejantanannya membuat Chan Young terkejut.

Chan Young membuka mulutnya terkejut namun saat dia merasakan tubuh hangat Joon Myeon mendekat, dia langsung memeluknya dan membiarkan kejantanan Joon Myeon mempenetrasi kewanitaannya. Berbeda dengan kemarin kali ini ritme Joon Myeon lebih lambat namun kejantannanya benar-benar tertanam dalam didalam tubuh Chan Young.

Suara gesekan kulit mereka terdengar sangat erotis, mereka tidak mengatakan apapun hanya menikmatinya momen mereka bersama. Joon Myeon cukup baik untuk melepaskan penutup mata yang Chan Young kenakan  sehingga mereka bisa menatap kearah satu sama lain.

Joon Myeon tidak pernah bosan mencium Chan Young seakan mencium Chan Young adalah sebuah kebiasaan yang tidak pernah bisa dia hilangkan. Terkadang jika dia tidak bertemu dengan Chan Young karena pekerjaannya atau kesibukan kuliah Chan Young dia akan memikirkan sensasi bibir Chan Young membuat dia selalu merindukan wanita itu.

Merasakan kehangatan Chan Young sekarang membuatnya senang, dia bisa melihat wanita itu tersenyum kearahnya dan menciumi lehernya saat Joon Myeon sibuk mendorong kejantanannya keluar dan masuk dari kewanitaan Chan Young. mereka tidak pernah seintim ini sebelumnya, dia selalu menganggap sex sebagai permainan dan Chan Young kelihatannya tidak keberatan dengan itu.

Wanita itu selalu menurut dengan apa yang Joon Myeon inginkan, membiarkan dia mengambil segala kontrol yang ada. Dan entah mengapa itu membuat Joon Myeon memiliki emosi yang aneh, hatinya terasa hangat dan penuh dengan rasa kelembutan padahal sebelumnya dia belum pernah merasakan emosi itu pada seorang wanita kecuali ibunya.

“Jung Chan Young…” Joon Myeon memanggil nama Chan Young membuat Chan Young terkejut.

Selama mereka bercinta Joon Myeon jarang sekali memanggil namanya, mendengar namanya dipanggil oleh suara serak seksi Joon Myeon membuat Chan Young semakin terangsang. Apalagi Joon Myeon menatap kearahnya dengan pandangan tajamnya yang emmbuat Chan Young merasa terintimidasi.

“Ya?” Chan Young menjawab dengan suara lembutnya.

Joon Myeon tidak sempat melanjutkan apa yang ingin dia katakan karena dia bisa merasakan jika dia sebentar lagi akan mencapai puncak. Joon Myeon mempercepat ritmenya membuat Chan Young melenguh dengan keras.

Saranghae!”

Joon Myeon mengatakan itu saat dia akhirnya mencapai orgasmenya, dia merasa puas dan orgasmenya sehingga tubuhnya ambruk diatas Chan Young dan Chan Young memeluk tubuhnya masih mabuk dengan orgasmenya sendiri. Untuk beberapa menit mereka terdiam disana, masih terengah-engah.

Joon Myeon bisa merasakan tangan Chan Young mengelus-elus kepalanya dan itu terasa nyaman sekali. Joon Myeon sadar apa yang dia katakan tadi saat dia berorgasme, dia segera bangun dari posisi itu dan mengambil celananya yang ada dibawah ranjang.

Kamar mandi rumahnya tidak pernah terasa nyaman seperti sekarang, dia masih mengingat jika dia baru saja mengatakan jika dia mencintai Chan Young. Joon Myeon segera menggelengkan kepalanya membuat air dari shower memuncat kedinding kaca disekitarnya, dia sudah gila…mengatakan hal seperti cinta saat mereka sedang berhubungan sex.

“Tidak mungkin…” Joon Myeon bergumam,menolak mengakui jika dia baru saja mengungkapkan perasaan cinta pada Chan Young.

Dia tidak bisa jatuh cinta, cinta hanyalah hal konyol dia sudah tidak percaya cinta semenjak dia SMA. Cinta hanya akan membuat dia lemah, dia lebih suka kehidupannya sekarang bersama Chan Young dan dia tidak ingin berubah apapun tentang itu.

Jung Chan Young terlalu sempurna untuk kehidupannya

Setelah dia selesai mandi Joon Myeon memutuskan untuk duduk dikursi gantung yang ada di balkoni apartemennya, dia hanya menatap kosong kearah pemandangan kota Seoul yang ada dihadapannya sambil meneguk winenya. Dia bisa mendengar pintu balkoninya dibuka, dia bahkan tidak melirik kerena dia tahu siapa yang akan muncul.

Chan Young, wanita itu menuangkan wine ke gelas yang ada disamping botol wine dan duduk disamping Joon Myeon. Seperti biasa Chan Young menarik lengan Joon Myeon agar lelaki itu melingkarkan tangannya dibahu Chan Young, Joon Myeon bisa merasakan kepala Chan Young dipundaknya dan dia mencium pucuk kepala Chan Young seperti biasanya.

Joon Myeon tidak pernah merasa senyaman ini dengan siapapun dan sebagain dari Joon Myeon menjerit ketakutan karena dia tahu seharusnya dia tidak merasakan nyaman seperti ini dengan Chan Young, dia tidak seharusnya ingin memeluk dan mencium Chan Young seakan Chan Young adalah kekasihnya.

“Chan Young-ah, apa kau akan marah jika aku berkencan dengan Seo Hyun?” Joon Myeon memecahkan hening antara mereka.

Chan Young tidak langsung menjawab dan itu membuat Joon Myeon mengalihkan pandangannya kearah Chan Young, dia bisa melihat ekspressi terkejut dari wajah Chan Young namun dia akhirnya merubah ekspressinya itu menjadi datar.

“Apa kau menyukai dia?” Chan Young balik bertanya.

Joon Myeon belum bisa memutuskan itu, dia belum pernah membuka hatinya pada wanita lain dan kata ‘suka’ terasa terlalu dalam baginya. Dia baru saja bertemu dengan Seo Hyun, wanita itu mungkin sedikit kaku dan canggung namun Joon Myeon tidak keberatan dengan keberadaanmya Seo Hyun terasa seperti teman baru bagi Joon Myeon.

“Bisa dibilang begitu, kau tidak akan marahkan? Aku masih bisa membelikanmu apapun yang kau mau.” Ucap Joon Myeon.

Chan Young hanya terdiam, dia menatap lurus kearah Joon Myeon tanpa berkedip dan entah kenapa untuk sesaat Joon Myeon merasa seperti seorang pacar yang baru saja tertangkap selingkuh.

“Lakukan apapun yang kau mau,lagipula kita tidak harus berkomitmenkan? Selama kau membayar uang kuliahku dan membelikanku banyak hal aku tidak peduli.”

Chan Young mencium bibirnya lalu kembali menyandarkan kepalanya dibahu lebar Joon Myeon sambil menghela nafasnya. Entah kenapa Joon Myeon merasa kecewa saat dia mendengar apa yang Chan Young katakan, apakah dia berharap jawaban yang berbeda? Joon Myeon sendiri tidak mengerti.

*****

Waktu berjalan dengan cepat, Joon Myeon merasa seluruh tubuhnya remuk. Semenjak kemarin senin dia sudah sibuk dengan promosi produk baru perusahaannya, ayahnya mendorong dia untuk memperluas pasar produk mereka keluar negeri dan itu membuat Joon Myeon harus bertemu beberapa klien baru dan kebanyakan mereka berasal dari Eropa membuat dia terpaksa harus pergi kebeberapa negara asing.

Waktu dua minggu terlewat begitu saja dan Joon Myeon senang karena sekarang dia sudah kembali di Seoul, saat dia duduk diranjangnya entah kenapa dia merindukan sekali Chan Young. Ini sudah hampir 2 bulan dia tidak bertemu dengan Chan Young karena dia sangat sibuk dengan pekerjaannya, Joon Myeon akhirnya menghidupkan ponselnya dan menghubungi nomor Chan Young.

Dia menunggu beberapa saat namun Chan Young tidak kunjung mengangkat panggilannya. Joon Myeon sedikit kecewa, biasanya Chan Young tidak pernah membiarkan panggilannya tidak terjawab apalagi masuk ke voice mail.

“Hey baby girlit’s Daddy, aku merindukanmu bisakah kau menghubungiku saat kau tidak sibuk?” Joon Myeon meninggalkan voice mail untuk Chan Young dan menutup teleponnya.

Joon Myeon menatap kosong kearah jendela kamarnya sampai akhirnya dia terkejut karena ponselnya bergetar, dia langsung mengambil ponselnya tanpa melihat caller id karena dia tahu jika Chan Young-lah yang akan mengubunginya.

“Chan Young-ah,kau dimana?” Joon Myeon bertanya.

“Maaf Joon Myeon-shi, tapi ini aku..” Mendengar suara Seo Hyun membuat Joon Myeon sedikit kecewa.

“oh Seo Hyun-shi maaf,aku kira kau Chan Young..”Joon Myeon meminta maaf.

“Tidak apa-apa, aku punya dua tiket untuk menonton musikal tapi aku tidak punya teman untuk kesana…”Seo Hyun berkata, Joon Myeon bisa menebak apa maksud perkataan Seo Hyun.

“Oh..baiklah kita bisa menontonya bersama, jika kau mau.”

“Benarkah? Baiklah,aku akan mengirimkan alamat gedung teaternya.”

Seo Hyun terdengar seperti anak kecil yang sangat antusias, Joon Myeon menutup teleponnya setelah mereka sepakat untuk bertemu digedung teater itu malam ini. Dia tidak mengerti kenapa Chan Young tidak mengangkat teleponnya, padahal dia ingin seklai bertemu dengan wanita itu.

Joon Myeon membuka lemarinya dan mengganti bajunya, saat dia mencari bajunya dia menemukan sebuah jaket kuning yang familiar. Dia menarik jaket itu dan mencium harumnya, dia bisa menebak jika jaket kuning itu milik Chan Young mungkin dia harus membawa jaket itu dan menemui Chan Young di apartemennya.

Setelah Joon Myeon selesai mengganti bajunya dia memasukan jaket kuning Chan Young kedalam bungkusan kecil yang ada dilaci lemarinya lalu menggambil kunci mobilnya. Perjalanan menuju gedung apartemen Seo Hyun tidak terlalu lama, dia bisa melihat wanita itu menunggunya.

Seo Hyun terlihat cantik sekali dengan gaun pinknya dan rambutnya kali ini dia ikat kebelakang memamerkan leher putihnya yang halus, wangi bunga tercium dari tubuh Seo Hyun Joon Myeon tidak tahu parfum apa yang wanita itu gunakan namun dari wanginya dia tahu parfum itu pasti mahal.

“Aku dengar kau kemarin baru pulang dari Itali?” Seo Hyun memulai percakapan.

“Ya, abeoji ingin aku mempromosikan produk baru perusahaan disana.” Joon Myeon bercerita.

“Saingan di Eropa pasti berat, kau harus bersaing dengan produk-produk kelas dunia.”

“Aku cukup percaya diri dengan produk perusahaanku.” Joon Myeon membalas dengan senyum manisnya.

Seo Hyun yang melihat itu entah kenapa merasa malu, Joon Myeon tidak pernah tersenyum kepadanya seperti itu. Dia dan Joon Myeon sering berkencan beberapa minggu ini bahkan sebelum Joon Myeon pergi ke Itali mereka menonton film di bioskop bersama, walaupun Seo Hyun kecewa karena Joon Myeon tidak mengatakan apapun saat dia akan pergi.

Dia tahu Joon Myeon pergi ke Itali dari ibu Joon Myeon,Nyonya Kim kelihatan sangat setuju sekali dengan hubungan mereka. Bahkan wanita paruh baya itu memberi tahukan segala hal tentang Joon Myeon padanya, Seo Hyun sekarang tahu makan kesukaan Joon Myeon sampai ukuran sepatu lelaki itu.

“Joon Myeon-shi,karena aku pikir kita sudah cukup dekat apakah kita bisa bicara lebih nyama?” Seo Hyun bertanya dengan gugup, wanita itu memainkan jarinya yang berkeringat karena mengantisipasi jawaban Joon Myeon.

“Ya, tentu saja bukankah kita teman?” Joon Myeon menyetujui.

“Baiklah,Joon Myeon-ah.” Seo Hyun memanggil namanya dengan santai sekarang, Joon Myeon tersenyum ternyata Seo Hyun bisa terlihat lucu juga.

Gedung teater yang Seo Hyun bicarakan terlihat sangat besar sekali dan banyak sekali orang yang mengantri untuk masuk, Joon Myeon bisa melihat Seo Hyun bersemangat menarik dia untuk segera masuk kegedung karena ternyata mereka sudah telat 5 menit.

Mereka berdua tertawa karena sekarang mereka harus berlari seperti anak SD yang telat masuk kelas, Joon Myeon saat itu dengan tidak sadarnya menggengam tangan Seo Hyun membuat wanita itu terkejut namun pada akhirnya dia menggengam tangan Joon Myeon kembali dan berlari lebih cepat karena mereka bisa melihat penjaga karcis yang hendak menutup pintu ruangan teater mereka.

Tanpa Joon Myeon dan Seo Hyun sadari sosok Chan Young baru saja turun dari sebuah mobil sport merah. Gadis itu memakai jeans dan jaket coklatnya. Seorang lelaki yang tinggi dan tampan turun bersamanya dan menggandeng tangan wanita itu dengan santai membuat Chan Young tersenyum.

Oppa,apa kita akan telat?” Chan Young bertanya saat dia melihat penjaga tiket sudah menutup pintu teater.

“Tenang saja, temanku yang berperan di musikal ini dia memberikan kita tiket VIP.” Lelaki itu menjawab dengan santai.

Chan Young akhirnya mengangguk dan berjalan menuju gedung teater untuk menonton acara musikal yang sama dengan Joon Myeon. Saat dia hendak melangkah masuk entah kenapa langkahnya terhenti, ponsel didalam tasnya berdering dan Chan Young menerima sebuah pesan suara dari Joon Myeon.

Chan Young ingin sekali mendengar pesan suara itu namun dia sedang berkencan dengan lelaki lain sehingga dia memutuskan untuk tidak membuka pesan suara itu, dia mengikuti langkah lelaki yang ada didepannya dan masuk kedalam teater.

Teater musikal yang mereka tonton biasa-biasa saja menurut Joon Myeon namun dia harus pura-pura tersenyum saat dia mendengar pujian Seo Hyun tentang aktor yang memainkan peran utama dalam teater musikal tadi, Seo Hyun mengatakan jika dia mengenal Jongin aktor yang tadi mereka tonton.

Joon Myeon tidak tahu aktor mana yang Seo Hyun bicarakan karena dia sempat tertidur tadi, dia cukup beruntung karena Seo Hyun tidak melihatnya. Mereka berdua memutuskan untuk makan direstoran yang cukup dekat dengan gedung teater sehingga mereka tidak masuk kedalam mobil dan berjalan, selama perjalanan Seo Hyun ternyata cukup banyak bicara juga setelah mengenalnya cukup jauh.

Dia suka mengungkapkan pendapat-pendapatnya tentang seni dan musik, Seo Hyun pernah mengatakan jika dia ingin masuk kejurusan musik saat kuliah namun karena dia anak tunggal dia dipaksa untuk masuk jurusan ekonomi agar dia mampu melanjutkan usaha ayahnya.

Joon Myeon mengerti sekali bagaimana perasaan itu, dia sendiri seorang anak tunggal dan dia dipaksa untuk masuk kejurusan bisnis oleh ayahnya. Joon Myeon awalnya menolak namun melihat bagaimana putus asanya ayahnya Joon Myeon mengalah dan menjalani kehidupan yang sekarang dia jalani.

Seo Hyun dan dia memiliki banyak kesamaan sebenarnya, mereka sama-sama tidak suka makanan pedas dan sama-sama tidak suka tempat yang ramai. Joon Myeon tidak pernah merasa setenang ini saat berjalan bersama seorang wanita, dia seorang workaholic dia selalu menemukan hal yang lebih baik dilakukan daripada berkencan itu sebabnya dia lebih memilih untuk berhubungan dengan Chan Young.

Dengan Chan Young dia tidak usah menghabiskan banyak waktu, mereka berdua tahu niat apa yang mereka punya dan hubungan mereka sudah jelas. Segelanya begitu mudah seperti air yang mengalir, sedangkan bersama Seo Hyun semuanya terasa meragukan dan tidak jelas.

“Oh! Chan Young-ah!”

Mendengar nama Chan Young membuat Joon Myeon terkejut dia mengikuti arah pandangan Seo Hyun dan menemukan sosok Chan Young bersama seorang lelaki yang sedang menyandar pada mobil sport merah yang ada disampingnya. Lelaki itu memiliki perawakan yang tinggi dengan mata sipit dan hidung yang mancung, lelaki itu terlihat seperti model dari cara berpakaiannya.

“Oh Eonnie..” Chan Young menyahut.

Wajah Chanyoung terlihat sangat terkejut apalagi Seo Hyun malah mendekat kearah mereka sambil menarik lengan Seo Hyun. Joon Myeon ingin sekali marah pada Chan Young karena ternyata wanita itu berkencan dengan pria lain dan tidak membalas semua pesan teks dan panggilannya, saat Joon Myeon dan Seo Hyun sudah ada didepannya Chan Young dan Seo Hyun langsung berpelukan.

“Aku tidak menyangka kau akan menonton musikal ini, apa kau penggemar Kim Jongin juga?” Seo Hyun bertanya dan Chan Young hanya tersenyum canggung.

“Sebenarnya aku yang penggemar Jongin,perkenalkan Oh Se Hun.”

Lelaki yang ada disamping Chan Young dengan beraninya memperkenalkan diri pada Seo Hyun, entah kenapa saat dia melihat betaap dekatnya Se Hun dan Seo Hyun berhadapan Joon Myeon merasa marah. Dia langsung berdiri disamping Seo Hyun dan menarik wanita itu menjauh dari Se Hun dan melepaskan genggaman tangan Se Hun dari tangan Seo Hyun, dia bahkan tidak melirik sedikitpun kearah Chan Young yang terkejut dengan reaksi Joon Myeon.

“Kim Joon Myeon.” Joon Myeon memperkenalkan dirinya.

Se Hun kelihatan kesal dia langsung melepaskan genggaman tangan Joon Myeon dan melingkarkan tangannya dipundak Chan Young seakan memamerkan wanita itu pada Joon Myeon. Melihat itu hati Joon Myeon langsung bergejolak dengan api kecemburuan, dia ingin sekali memukul Se Hun tepat diwajah tampannya yang sombong.

“Chan Young-ah,apa kau tahu ahjusshi ini?” Se Hun menatapi Joon Myeon dari ujung kepala sampai kaki.

Oppa!” Chan Young memukul dada Se Hun.

Sunbae senang bertemu denganmu disini.” Chan Young tersenyum kearah Joon Myeon seakan mereka jarang bertemu dan itu membuat Joon Myeon semakin kesal.

“Iya, aku juga senang bertemu dengan mu Jung Chan Young-shi.” Balasan Joon Myeon dipenuhi oleh sarkasme.

Seo Hyun bisa merasakan atmosphere yang tegang antara Chan Young dan Joon Myeon, dia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi antara mereka. Apakah mereka bertengkar? Tapi terakhir kali mereka bertemu Joon Myeon dan Chan Young terlihat sangat akrab sekali seperti sepasang adik dan kakak.

“Chan Young-ah, apa dia pacarmu?” Seo Hyun bertanya mencoba mencairkan suasana namun kelihatannya dia malah membuat keadaan semakin canggung.

“Iya tentu saja, aku pacar Chan Young.” Se Hun tiba-tiba saja menjawab karena Chan Young hanya diam sambil menunduk entah kenapa wanita itu terlihat sedikit murung.

“Oh begitu ya,apa kalian sedang kencan?”

“Ya, Chan Young-ah bilang kalau dia ingin bermain setelah ujian selesai.” Se Hun melirik kearah Chan Young dengan senyum yang manis, Chan Young hanya membalas dengan anggukan.

“Aku dan Joon Myeon akan makan direstoran diseberang sana, bagaimana kalau kita makan bersama?” Seo Hyun mengusulkan.

“Tidak usah, kita pulang saja Seo Hyun-ah.”

Joon Myeon segera menarik Seo Hyun kembali menuju mobilnya meninggalkan Se Hun dan Chan Young. Chan Young kelihatan ingin memanggil Joon Myeon namun wanita itu segera membatalkan niatnya, Seo Hyun hanya bisa tersenyum canggung kearah Chan Young dan Se Hun seakan dia meminta maaf atas sikap tidak sopan Joon Myeon.

“Apa-apaan tadi, dasar ahjusshi tidak tahu  sopan santun.” Se Hun kelihatan kesal. “Chan Young-ah apa dia benar-benar sunbae mu?” Se Hun bertanya penasaran namun Chan Young hanya menggelengkan kepalanya.

“Bukan,dia klien yang aku ceritakan.” Chan Young menjawab membuat Se Hun menggangukan kepalanya, sekarang dia mengerti kenapa sikap Chan Young langsung berubah saat Joon Myeon datang.

“Malam ini kau milikku Chan Young-ah, kau tahu itukan?” Se Hun mendekat kearah Chan Young dan mencoba mencium bibir wanita itu.

“Hentikan,aku harus pulang..”

Mendengar itu Se Hun menghela nafasnya, dia akhirnya membukakan pintu mobilnya untuk Chan Young. bagaimanapun dia tidak bisa memaksa  Chan Young, setelah Chan Young masuk dia melirik kearah mobil Joon Myeon yang diparkirkan tidak jauh dari mobilnya.

*****

Seo Hyun tidak mengerti bagaimana dia bisa berakhir di apartemen Joon Myeon, lelaki itu sekarang membawa dua gelas wine dan menyimpannya dimeja ruang tengah apartemennya. Seo Hyun melirik kesekitar, apartemen Joon Myeon cukup besar walaupun jika dibandingkan ukuran penthouse dia yang lebih besar namun entah kenapa Seo Hyun merasa nyaman di apartemen Joon Myeon.

Dinding apartemen Joon Myeon berwarna krem dan sebagain lagi coklat tua, furniture dalam apartemen Joon Myeon didominasi oleh warna gelap seperti hitam atau abu-abu. Seo Hyun berdiri dari duduknya dan berdiri didepan jendela besar diruang tengah apartemen Joon Myeon, jika soal pemandangan kelihatannya apartemen Joon Myeon menang.

Dia bisa melihat betapa sibuknya kota Seoul dari jendela apartemen Joon Myeon, dia benar-benar menyukai pemandangan didepannya. Tiba-tiba saja sepasang tangan melingkar dipinggang nya membuat Seo Hyun terkejut, nafas hangat Joon Myeon menyentuh kulit lehernya dan Seo Hyun bisa merasakan sebuah kecupan hangat dipundaknya.

“Seo Hyun-ah…” Joon Myeon memanggil, mendengar namanya disebut dnegan suara seksi Joon Myeon membuat bulu kuduknya berdiri.

“Joon Myeon-ah, kenapa?” Seo Hyun bertanya, dia bisa merasakan kecupan lagi ditelinganya sekarang.

“Aku ingin kau malam ini.”

Mendengar itu Seo Hyun menarik nafasnya terkejut, dia juga menginginkan Joon Myeon. Dia menginginkan Joon Myeon dari pertama kali mereka bertemu, dia hanya ingin mencium Joon Myeon dengan penuh hasrat dan bercinta dengannya semalaman tanpa henti sampai suara mereka serak dan tubuh mereka basa karena keringat dan cairan yang lainnya.

Seo Hyun berbalik dan Joon Myeon mendorong tubuh wanita itu sehingga Seo Hyun terjebak antara jendela dan tubuh Joon Myeon, mereka saling bertatapan untuk beberapa saat sampai akhirnya Seo Hyun memberanikan diri untuk mencium Joon Myeon dengan basah dan penuh hasrat, lidah mereka bertautan memperebutkan dominasi.

Tangan Joon Myeon bergerak menjelajahi setiap lekuk tubuh Seo Hyun membuat wanita itu melenguh dalam ciumannya, Seo Hyun hanya ingin merobek baju Joon Myeon dan menariknya kekamar. Namun pikirannya segera teralihkan saat dia merasakan Joon Myeon melepaskan ciuman panas mereka.

Seo Hyun membuka matanya dan dia bisa melihat Joon Myeon duduk kembali dikursi, dia mengusap wajahnya dan meneguk segelas wine sampai habis. Entah kenapa Joon Myeon terlihat seperti orang frustasi dibandingkan terangsang.

“Joon Myeon-ah..”

“Maaf Seo Hyun,aku tidak bisa…aku..”

Mendengar itu Seo Hyun kecewa, dia ingin menangis namun dia menahannya. Dia harus mempertahankan harga dirinya, Seo Hyun kecewa sekali dia kira Joon Myeon dan dia benar-benar memiliki koneksi dan dia berharap jika hubungan mereka bisa lebih serius namun melihat reaksi ini dari Joon Myeon membuat Seo Hyun putus asa.

“Apa aku kurang cantik untukmu? Aku kira kau menyukaiku juga..” Seo Hyu berkata sambil menunduk.

“Tidak Seo Hyun bukan begitu, kau sangat cantik hanya saja..aku,aku memikirkan wanita lain.” Joon Myeon berterus terang.

“Wanita lain?”

Joon Myeon mengangguk, bahkan saat dia mencium Seo Hyun wajah yang muncul dipikirannya adalah Chan Young. Dia baru saja membayangkan Chan Young saat dia menyentuh Soo Hyun, dia tidak berbohong jika dia lebih menyukai Chan Young dibandingkan Seo Hyun.

“Apa kau menyukai seseorang? Siapa?” Seo Hyun akhirnya duduk disamping Joon Myeon.

“Entahlah, hanya saja belakangan ini aku selalu memikirkannya.”

Mendengar itu kekecewaan Seo Hyun semakin besar, Joon Myeon jelas-jelas jatuh cinta pada wanita itu jika dia terus memikirkan wanita itu. Seo Hyun langsung terbakar oleh cemburu, dia berdiri dan mengambil tasnya membuat Joon Myeon terkejut, dia langsung menarik tangan Seo Hyun mencegah wanita itu untuk pergi.

“Kau mau kema—“ sebelum Joon Myeon bisa menamatkan kalimatnya Seo Hyun sudah menampar lelaki itu dengan keras.

“Jika kau mencintai wanita itu pergilah padanya dan jangan pernah muncul dikehidupanku lagi.” Seo Hyun tidak dapat menahan airmatanya dan akhirnya berlari keluar dari apartemen Joon Myeon.

Joon Myeon mengerang kesal, dia meremas kepalanya frustasi. Dia bodoh sekali! Seharusnya dia tidak usah jujur pada Seo Hyun, melihat reaksi Seo Hyun dia bisa meramalkan jika ayahnya pasti langsung mencabut semua investasi nya diperusahaan dia. Joon Myeon seharusnya diam, merasa kesal dia mengambil gelas wine dan membantingkannya kelantai membuat gelas itu pecah berkeping-keping.

“Jika kau mencintai wanita itu pergilah padanya dan jangan pernah muncul dikehidupanku lagi.”

Perkataan Seo Hyun terngiang-ngiang kembali dipikirannya, Seo Hyun benar. Jika dia mencintai Chan Young, dia harus datang padanya karena sekarang dia yakin jika dia hanya menginginkan satu wanita dalam kehidupannya.

*****

Toktoktok..toktoktok…

Suara ketukan itu sangat menganggu sekali, Chan Young langsung bangun dari posisi tidurnya. Dia melirik kearah jam disamping nya dan waktu menunjukan jam 11 malam. Siapa yang datang jam 11 malam? Apa dia harus berhati-hati? Chan Young merasa dia sedang ada didalam film horror sekarang.

Chan Young akhirnya bangun dari ranjangnya dan membuka pintu apartemennya, dia terkejut saat melihat sosok Joon Myeon berdiri didepannya. Joon Myeon kelihatan berantakan sekali, kemeja putihnya sudah tidak teratur begitu juga dengan rambut coklatnya yang berantakan.

Oppa?apa yang kau lakukan disini?” Chan Young kebingungan.

“Apa kau tahu aku mengelilingi kota Seoul untuk menemukan apartemenmu?!”

Chan Young baru ingat jika selama hubungan mereka berlangsung dia tidak pernah mengatakan apapun soal tempat tinggalnya pada Joon Myeon, dia sendiri tidak tahu bagaimana Joon Myeon bisa tahu dimana dia tinggal.

“Aku harus menanyakan pada temanku seul gi,untung aku tidak menghapus nomor teleponnya dari kontak ponselku.” Akhirnya pertanyaan Chan Young terjawab juga.

“Aneh sekali kau tiba-tiba saja  mencariku, padahal tadi kau tidak ingin makan bersamaku.” Chan Young mengeluh dan Joon Myeon hanya tersenyum karena dia merasa konyol.

“Apa lelaki yang tadi bersamamu benar-benar pacarmu?” Joon Myeon bertanya penasaran.

“Bukan, dia klienku sama seperti kau Oppa.” Chan Young menjawab dan entah kenapa hati Joon Myeon langsung menciut.

“Apa…apa kau tidur dengan dia?”

Joon Myeon ingin menampar dirinya sendiri, bagaimana dia begitu lancangnya bertanya soal itu. Dia tahu Chan Young sangat bagus dalam menjaga kerahasiaan kliennya, dia seharusnya sadar bahwa selama ini Chan Young tidak hanya tidur dengannya.lagipula semua ini adalah bisnis bagi Chan Young, bukanlah sesuatu yang intim Joon Myeon tahu itu dari awal.

“Tidak, aku tidak bisa…” Chan Young menjawab dengan sedih.

Mendengar itu Joon Myeon senang, dia langsung menarik Chan Young dalam pelukannya membuat wanita itu terkejut. Joon Myeon memeluk erat Chan Young seakan wanita itu akan menghilang jika dia melepaskannya, Chan Young yang kebingungan hanya bisa membalas pelukan lelaki itu sampai akhirnya Joon Myeon melepaskan pelukannya.

“Chan Young-ah berhenti mencari klien lagi, aku ingin menjadi satu-satunya klienmu.”

Chan Young tertawa mendengar itu, entah kenapa perkataan Joon Myeon terdengar seperti lamaran pernikahan dibandingkan kosumen yang sedang menuntut servis yang lebih baik. Chan Young menggelengkan kepalanya, jika dia hanya menerima Joon Myeon sebagai klien satu-satunya Chan Young takut jika dia tidak bisa menghapus emosi aneh yang sering dia rasakan saat dia bersama Joon Myeon.

Selama ini dia menolak ide tentang hubungan romantis dengan Joon Myeon, untuk beberapa kali Chan Young harus mengingatkan dirinya bahwa hubungan dia dan Joo Myeon hanyalah hubungan berdasarkan sex bukan cinta atau semacamnya. Mereka berdua kebetulan mampu memenuhi keinginan masing-masing, itulah yang membuat hubungan dia dan Joon Myeon berlangsung lama.

Karena mereka tidak melibatkan emosi mereka, semuanya tentang bisnis dan kenikmatan. Mereka berdua sudah membuat penjanjian sebelum mereka berhubungan. Joon Myeon ingin sex dan dia ingin uang, itu yang selalu Chan Young ingat-ingat saat dia mulai merasakan perasaan hangat didadanya saat Joon Myeon memeluknya dan menciumnya.

“Aku tidak bisa Oppa,kau berkencan dengan Seo Hyun eonnie kan? Kenapa kau masih ingin bertemu denganku?”

“Aku tidak berkencan dengan Seo Hyun, aku hanya…aku hanya bingung.” Joon Myeon mencoba menjelaskan dirinya namun Chan Young kelihatan kebingungan.

“Aku..saat kita bersama, aku punya perasaan yang aneh..aku merasa sangat bahagia dan nyaman bersamamu rasanya aku tidak bisa membayangkan hidupku tanpamu Chan Young-ah, aku mencoba namun semuanya sia-sia.. kau seperti pecahan puzzle terakhir dalam hidupku dan aku ingin melengkapi puzzleku.  aku ingin kau bersamaku sebagai kekasih bukan partner bisnis lagi.” Ungkap Joon Myeon, dia sendiri terkejut dengan perkataannya.

Oppa..”

“Aku kira aku bisa menghindari perasaan itu dengan berkencan dengan Seo Hyun, tapi kelihatannya aku salah…aku bahkan tidak bisa menghilangkan wajahmu dari pikiranku.”

Joon Myeon ingin memukul dirinya sendiri, sekarang dia terdengar seperti murid SMA yang  pertamakali menyatakan cintanya. Dia tidak pernah merasa begitu konyol dan rapuh seperti saat ini sepanjang hidupnya, dia tipe lelaki yang tenang dan berwibawa namun sekarang image nya itu hancur didepan Chan Young.

Mendengar itu Chan Young hanya terdiam, memalingkan wajahnya dari Joon Myeon membuat Joon Myeon khawatir. Apakah dia akan menolak pernyataan cintanya? Joon Myeon merasa bodoh, seharusnya dia mencoba memperbaiki hubungan mereka terlebih dahulu sebelum secara impulsif mengungkapkan cintanya pada ChanYoung seperti ini.

Joon Myeon hendak membuka mulutnya untuk meralat semua perkataannya tadi namun Chan Young sudah menariknya kedalam apartement, wanita itu mengunci pintu apartemennya dan menuntun Joon Myeon masuk kedalam kamarnya membuat lelaki itu kebingungan.

Chan Young mendudukan Joon Myeon diranjangnya dan wanita itu duduk dipaha Joon Myeon membuat lelaki itu tidak bisa kabur, Joon Myeon mendongak menatap kearah wajah Chan Young. mereka tidak mengatakan apapun, hanya saling menyentuh menikmati keberadaan satu sama lain hidung mereka bersentuhan membuat nafas hangat Joon Myeon menyentuh bibir Chan Young.

“Apa kau yakin kau menginginkan aku?” Chan Young bertanya.

“Ya,aku sangat yakin.”

Dengan jawaban itu Chan Young membiarkan Joon Myeon mencium bibirnya, dengan pasrahnya dia membiarkan Joon Myeon membalikan posisi mereka. Chan Young sekarang terbaring diranjangnya dan Joon Myeon mulai menciumi dada dan lehernya dengan sensual, sentuhan lidah Joon Myeon dikulitnya berhasil membuat Chan Young kehilangan akal sehatnya.

Tangan Joon Myeon sibuk membuka ikat pinggang celananya, dia melemparkan ikat pinggang itu dan mulai menarik celana piyama yang Chan Young gunakan. Tangannya tidak sabar untuk segera menjelajahi tubuh Chan Young. Tubuh Chan Young seperti heroin bagi Joon Myeon, dia tidak pernah puas apalagi setiap kali dia menciumi kulit Chan Young membuat wanita itu melenguh dengan seksinya membuat kejantanannya ikut terangsang juga.

Chan Young menarik Joon Myeon untuk menciumnya kembali, tangannya sibuk membuka kancing kemeja Joon Myeon setelah berhasil dia langsung melepaskan kemeja itu dan melemparkannya kesudut ruangan.

Setelah Joon Myeon puas mencium bibir Chan Young ciuman lelaki itu terus kebawah menuju kewanitaan Chan Young. saat dia merasakan jari Joon Myeon menggoda klitorisnya Chan Young mengangkat pinggulnya namun Joon Myeon dapat menahannya membuat Chan Young tetap terbaring.

Nafas Chan Young tiba-tiba saja terasa sesak setiap kali dia menahan lenguhannya, JoonMyeon benar-benar tahu dimana semua titik kelemahannya. Jari-jari Joon Myeonmengelus paha dalamnya sebelum akhirnya Joon Myeon menunduk.

Chan Young bisa merasakan sensasi hangat lidah Joon Myeon didaerah kewanitaannya dan dia menutup matanya menikmati sensasi lidah Joon Myeon. Joon Myeon dengan ahlinya menggoda kewanitaan Chan Young dengan lidahnya membuat Chan Young semakin frustasi,, dia hanay ingin Joon Myeon dipelukannya segera dan memasukan kejantanannya kedalam tubuhnya menyatukan mereka.

Joon Myeon mendongak keatas dan melihat ekspressi erotis Chan Young, Joon Myeon menyeringai. Dia puas sekali saat dia melihat Chan Young mengigit bibirnya setiap kali dia menjilat kewanitaan Chan Young, dia memasukan jari telunjuknya kedalam kewanitaan Chan Young mencari titik sensitif wanita itu.

“Ah!Oppa…” lenguh Chan Young.

Tangan Chan Young menarik rambut Joon Myeon saat Joon Myeon menemukan titik lemahnya, mendengar lenguhan Chan Young yang semakin keras Joon Myeon kembali menyentuh titik lemah Chan Young membuat wanita itu mengigit bibirnya untuk menahan lenguhannya yang sudah ada diujung mulutnya dia tidak akan membiarkan Joon Myeon tahu betapa dia menginginkan Joon Myeon malam ini.

Joon Myeon memasukan dua jarinya kedalam kewanitaan Chan Young sambil menjilati klitoris wanita itu, Joon Myeon tahu Chan Young sudah mencapai klimaksnya karena kewanitaan Chan Young berdenyut dibawah sentuhannya.

Karena tidak tahan lagi Joon Myeon berhenti menjilati kewanitaan Joon Myeon dan melepaskan celana dalamnya, dia mengarahkan kejantananya pada kewanitaan Chan Young dan mendorongnya sehingga kejantanannya sekarang sudah mempenetrasi kewanitaan Chan Young.

Merasakan kejantanan Joon Myeon didalamnya Chan Young menarik nafasnya terkejut, dia tidak pernah merasa terangsang seperti ini. Kedua tangan Chan Young melingkar dibahu Joon Myeon dan wanita itu menarik Joon Myeon kebawah mencium kembali bibir Joon Myeon dengan penuh hasrat bahkan dia mengigit lembut bibir bawah Joon Myeon.

Saking terangsangnya Joon Myeon bahkan lupa untuk menggunakan kondomnya, dia tidak peduli dan langsung mendorong kejantananya masuk lebih dalam mempenetrasi kewanitaan Chan Young lebih dalam. saat Joon Myeon menggerakan pinggangnya Chan Young mencengkram lengan Joon Myeon, Joon Myeon menyeringai dia mengerti kenapa Chan Young mencengkram lengannya karena wanita itu ingin ritme yang lebih cepat.

Joon Myeon menggerakan pinggangnya dengan lambat membuat Chan Young mengerang kesal, Joon Myeon bahkan bisa melihat kekesalan itu dari wajah cantik Chan Young. Joon Myeon hanya tersenyum dan mencium Chan Young sehingga wanita itu tenggelam dalam cumbuannya. Joon Myeon mendorong lagi pinggangnya membuat kejantanannya masuk lebih dalam pada kewanitaanya Chan Young.

Mereka tidak pernah bercinta seperti ini, pelan dan penuh emosi. Sentuhan lembut Joon Myeon terasa nyaman bagi Chan Young, mungkin bercinta seperti ini dari waktu ke waktu tidak jelek, dia juga mulai bosan dengan segala game yang selalu mereka lakukan. Malam ini dia hanya ingin memeluk Joon Myeon dan bercinta dengan lelaki itu seperti sepasang kekasih di film drama dewasa yang sering dia tonton.

Bosan dengan posisi mereka Chan Young membalikan posisi,sekarang dia ada dipangkuan Joon Myeon mengatur ritme bercinta mereka. Tangan Joon Myeon menyentuh bokong Chan Young dan sesekali menepuknya membuat Chan Young tertawa, mereka merasa sangat konyol sekali sekarang. Joon Myeon menatap serius kearah Chan Young saat mereka bercinta, memperhatikan kedua mata coklat Chan Young danbibirnya yang merah karena terlalu lama berciuman.

Tangan Joon Myeon menyentuh wajah Chan Young membuat wanita itu merasa malu dan memutuskan untuk memeluk Joon Myeon dengan erat menciumi bahu lelaki itu sambil menggerakan pinggangnya. Kedua tangan kekar Joon Myeon memeluknya juga, mereka sekarang menjadi satu…bukan hanya tubuh mereka saja namun hati mereka juga.

Joon Myeon mengubah ritme bercinta mereka lebih cepat, Joon Myeon bisa merasakan klimaksnya akan datang dan akhirnya mendorong kejantananya penuh dengan semangat mengejar orgasmenya. Chan Young melenguh saat Joon Myeon mempercepat gerakan pinggangnya dan mencakar punggung Joon Myeon saat dia merasakan lelaki itu mempercepat gerakan pinggangnya.

Mereka berdua berbaring kembali dan dengan beberapa dorongan Joon Myeon akhirnya mencapai klimaksnya dengan melenguhkan nama Chan Young dengan suara rendahnya yang sangat seksi. Tubuh mereka sekarang lengket karena keringat namun mereka puas, setelah selama ini menahan emosi cinta mereka sekarang mereka bisa mengungkapkannya sebanyak yang mereka mau.

Joon Myeon masih terengah-engah diatas Chan Young dan akhirnya tubuhnya ambruk diatas ChanYoung, wanita itu tersenyum puas dan mengelus-elus kepala Joon Myeon. Mereka masih lelah dari aktivitas bercinta mereka, sehingga mereka hanya terdiam disana sambil mencoba mengumpulkan nafas mereka.

“Chan Young-ah,aku mencintaimu.” Joon Myeon tiba-tiba saja berkata setelah mereka berbaring diranjang selimut menutupi tubuh telanjang mereka.

Chan Young yang mendengar itu hanya tersenyum dan menyandarkan kepalanya didada Joon Myeon, tanpa dia sadari airmatanya mengalir membasahi dada Joon Myeon. Merasakan cairan hangat didadanya Joon Myeon bangun dan melihat Chan Young menangis, dia segera menyeka airmata Chan Young dan memeluk gadis itu dengan erat.

“Kenapa kau menangis?” Joon Myeon bertanya kebingungan.

“Aku juga mencintaimu Oppa,kau tidak tahu berapa lama aku harus menunggu untuk mengungkapkan perasaanku.” Ungkap Chan Young,wanita itu masih menangis namun sekarang dia tersenyum karena Joon Myeon mencium dahinya.

“Bodoh…kenapa kau tidak mengungkapkannya?” Joon Myeon mengelus pipi Chan Young.

“Aku tahu kau tidak pernah ingin berkomitmen, itu sebabnya aku tidak pernah mengatakan apapun soal perasaanku.”

Joon Myeon termenung saat dia mendengar itu, dia mungkin sudah menyakiti banyak wanita yang mencintainya seperti dia menyakiti Chan Young. Joon Myeon tersenyum lemah dan mencium bibir Chan Young dengan manis, dia bukanlah Joon Myeon yang dulu sekarang karena saat dia dia yakin jika dia mencintai wanita yang ada dihadapannya sekarang.

“Maaf aku hanya belum yakin saat itu tapi sekarang aku yakin, aku mencintaimu Jung Chan Young.”

Chan Young tersenyum lebar dan mencium Joon Myeon sekilas sebelum akhirnya mereka berdua berbaring kembali diranjang ChanYoung. Mungkin kisah cinta mereka tidaklah seromantis sebuah drama korea namun mereka merasa beruntung untuk memiliki satu sama lain, lagipula takdir terkadang lucu.

Siapa sangka seorang Kim Joon Myeon bisa jatuh cinta pada seorang Jung Chan Young? jika Joon Myeon mengingat masa lalunya terkadang dia ingin memukul dirinya sendiri karena dia cukup bodoh untuk menyangkal semua perasaanya pada Jung Chan Young.

 

The End

Don’t Forget The Comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “Let’s Not Fall In Love [Part 2]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s