Posted in FanFiction NC 17+

Let’s Not Fall In Love [Part 1]

Letsnotfallinlove

Title:  Let’s Not Fall In Love

Author : AutumnBrezee @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast : Jung Chan Young [OC], Kim Joon Myeon/Suho [EXO]

Genre : Romance

Warning: Daddykink!, Sugardaddy! Suho, Age Gap!

Length : Twoshoot

Rating:NC 17

Mengandung unsur seksual, anak dibawah umur dilarang membaca!

1

Things We Have

Joon Myeon tidak ingin mendengar celotehan ibunya tentang pernikahan lagi, dia hanya bisa diam disana dan menganggukan kepalanya seperti anak baik walaupun hatinya menjerit ingin segera menutup telepon itu. Kali ini ibunya ingin dia datang kesebuah kencan buta yang sudah ibunya itu atur, Joon Myeon menghela nafasnya tidak ingin mendengar detail apapun soal kencan butanya.

Belakangan ini ibu dan ayahnya kelihatan sangat bertekad untuk menikahkan anak sulungnya ini, padahal Joon Myeon baru berumur tiga puluh  tiga tahun. Dia tidak memiliki pikiran untuk menikah, dia tidak pernah bisa membayangkan hidupnya sebagai seorang ayah dan suami yang monoton.

Joon Myeon tidak suka itu, dia lebih baik bermain dengan teman-temannya dan tentu saja Chan Young. Memikirkan wanita itu membuat Joon Myeon merindukannya, Chan Young mungkin sekarang sedang sibuk kuliah mengingat dia sudah ada di semester enam sebentar lagi dia akan lulus dan mungkin melupakan Joon Myeon.

Chan Young jauh lebih muda darinya, jarak umur mereka dua belas tahun namun jarak umur itu tidak pernah menganggu hubungan mereka. Walaupun sebenarnya hubungan mereka bukanlah hubungan kekasih,mereka hanya tidur bersama untuk keuntungan masing-masing.

Setelah panggilan ibunya berakhir beberapa menit kemudian ponsel Joon Myeon bergetar lagi membuat dia mengambil ponsel hitam itu dan tersenyum saat melihat nama Chan Young muncul dilayar ponselnya, Joon Myeon menghela nafasnya dan segera mengangkat panggilan wanita itu.

“Aku baru saja akan meneleponmu.” Joon Myeon berkata.

Daddy! Aku rindu padamu,apa kau sibuk?”

Joon Myeon menahan tawanya, Chan Young selalu antusias jika mereka sedang mengobrol dan itu membuat Joon Myeon senang. Dia hanya ingin melupakan semua beban pekerjaannya dan orang yang selalu berhasil melakukan itu hanyalah Chan Young.

“Tidak, apa kau ingin bertemu?” Joon Myeon menawarkan.

“Tentu saja,kau ingin bertemu dimana?”

“Aku akan menjemputmu kekampus, kau diam saja disana ok?”

“Oke komandan!”

Joonmyeon segera berdiri dari duduknya dengan perasaan lega, mungkin hari ini dia bisa menghabiskan waktu dengan Chanyoung. Langkah Joonmyeon semakin cepat dia sudah merasa gerah berada di kantor ini,apalagi dia sudah muak melihat tumpukan dokumen tentang proyek pekerjaannya yang ada di meja sekertarisnya.

“Kyung Soo,aku akan keluar batalkan acara apapun yang harus aku datangi.” Joon Myeon berkata dengan malas.

“Baik Hoejang-nim.” Kyung Soo menjawab sambil menunduk kearahnya penuh hormat.

Joon Myeon hanya mengangguk dan masuk kedalam lift, setelah pintu lift tertutup dia melonggarkan dasinya dan mengusap rambut coklatnya yang serapi sehingga sekarang sedikit berantakan. Dia tidak peduli lagi bagaimana penampilannya sekarang lagipula saat pintu lift terbuka dia akan sampai di parkiran basement kantor.

Mobil Mercy abu-abunya bertengger paling depan mengingat dia adalah salah satu orang penting diperusahaannya. Tak menunggu lama mobil itu sudah melanju menuju universitas Seoul dimana Chan Young berkuliah.

Perjalanan ke kampus Chan Young sedikit membosankan namun itu terbayar saat dia melihat wajah cantik Chan Young menyapanya dari seberang parkiran. Wanita itu terlihat seksi sekali dengan celana jeans dan baju kaos putih ketatnya, kulit mulusnya terlihat bersinar dan rambut hitamnya tergerai indah.

Sebagaian lelaki melirik kearahnya saat wanita itu menyebrang, Joon Myeon tahu lelaki itu pasti tergoda dengan kecantikan Chan Young. Siapa yang tidak menyukainya? Lelaki yang normal pasti langsung menyukai Chan Young mengingat paras wanita itu begitu cantik bahkan tubuh glamor nya sangat menggoda.

“Hi Daddy…” Chan Young masuk kedalam mobil Joon Myeon dan mencium pipi lelaki itu sekilas membuat Joon Myeon tersenyum.

“Jangan panggil aku Daddy disini, aku Oppa mu disini.” Joon Myeon berbisik ketelinga Chan Young membuat wanita itu tertawa.

“Apakah kau sedikit terlalu tua untuk dipanggil Oppa?” Chan Young menggoda dan Joon Myeon menarik tekuk  Chan Young sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi, nafas Joon Myeon bahkan menyentuh bibir atas Chan Young.

“Apakah aku sekarang terlalu tua bagimu?”

Joon Myeon mencium leher Chan Young dan mengigit pelan daun telinga wanita itu membuat Chan Young tertawa geli. Dia memukul dada Joon Myeon mendorong lelaki itu menjauh darinya, Joon Myeon ikut tertawa saat dia melihat betapa merahnya pipi Chan Young.

“Kita bisa melakukan itu setelah sampai di apartemen mu.” Chan Young berkata dengan senyum liciknya.

Joon Myeon memasang muka terkejutnya seakan dia baru saja menang lotre, Joon Myeon akhirnya menghidupkan mesin mobilnya sehingga mobil mereka akhirnya meninggalkan halaman parkir kampus yang besar.

Selama hidupnya Joon Myeon dia tidak pernah menyetir secepat ini, dia bahkan dengan beraninya menyalip beberapa mobil yang ada didepannya. Dia tidak sabar ingin segera sampai di apartemen mewahnya, apalagi saat dia melihat Chan Young duduk disampingnya dengan manis.

Wanita itu bahkan menggodanya, tangan mulusnya menyentuh dan mengelus pahanya membuat Joon Myeon semakin resah. Chan Young masih menggit bibirnya dengan sensual, Joon Myeon hanya ingin melumat bibir manis itu dan melakukan hal-hal kotor bersama Chan Young setelahnya.

Hari ini dia tidak akan membiarkan Chan Young meninggalkan ranjang king sizenya, dia akan membuat wanita itu memohon padanya berkali-kali agar dia bercinta dengannya dan memukul pantat Chan Young karena sudah menggodanya saat dia sedang menyetir. Chan Young yang melihat betapa gelisah nya Joon Myeon terkikik, wanita itu akhirnya melepaskan tangannya dari paha Joon Myeon.

*****

Joon Myeon membanting pintu apartemennya saat mereka akhirnya sampai disana, Chan Young dengan tidak sabarnya memeluk Joon Myeon dan mencium lelaki itu dengan penuh hasrat. Ciuman mereka jauh dari ciuman manis, bibir mereka saling beradu memperebutkan dominasi begitu juga tangan Joon Myeon yang meraba-raba tubuh langsing Chan Young.

“Aku harus menghukummu, apakah kau tahu kenapa?” Joon Myeon melepaskan ciumannya yang membuat Chan Young susah bernafas.

“Karena aku menggodamu di mobil tadi?” Chan Young balik bertanya tidak yakin.

Joon Myeon menyeringai, dia tahu Chan Young selalu peka dalam hal-hal ini. Dia menuntun Chan Young menuju sofa abu-abu diruang tengah apartemen besarnya, dia duduk disofa itu dan membiarkan Chan Young setengah berbaring dipangkuannya. Joon Myeon membuka jeans biru tua Chan Young bersamaan dengan celana dalam wanita itu dan dia bisa mendengar Chan Young menahan tawanya.

Tangan Joon Myeon mengelus pantat Chan Young merasakan kulit mulus wanita itu lalu dia mengangkat tangannya dan memukul pantat Chan Young membuat Chan Young mengerang sekaligus melenguh nikmat, melihat reaksi itu Joon Myeon sekali lagi memukul pantat Chan Young dan kali ini Chan Young menutup mulutnya agar lenguhannya tidak terdengar.

“Apa kau menyesal sekarang? Apa aku harus memukulmu lagi?” Tanya Joon Myeon.

Chan Young menggelengkan kepalanya dia kelihatan cukup menyesal sehingga Joon Myeon memakaikan kembali jeans wanita itu lalu mencium kembali bibir Chan Young dengan lembut.

“Maafkan aku daddy,aku memang nakal.” Ungkap Chan Young.

Joon Myeon tidak menjawab, dia malah membopong tubuh Chan Young membuat Chan Young terkejut namun dia melingkarkan tangannya dileher Joon Myeon. Mereka berdua akhirnya sampai dikamar Joon Myeon yang rapih, Joon Myeon menidurkan Chan Young ditempat tidur dan melepaskan dasinya.

“Tanganmu.” Joon Myeon memerintah dengan nada suara yang tegas namun lembut.

Chan Young kelihatan tidak senang dengan perintah itu tetapi akhirnya dia menuruti keinginan Joon Myeon dan mengulurkan tangannya dengan rela. Dasi hitam Joon Myeon terlihat kontras di kulit putih Chan Young, lelaki itu mengikat dasi itu di pergelangan tangan Chan Young membuat wanita itu tidak bisa menggerakan tangannya sama sekali.

Joon Myeon mendorong tubuh Chan Young sehingga wanita itu berbaring diranjangnya, Dia tidak bisa menahan seringainya saat dia melihat Chan Young sudah mengantisipasi sentuhannya. Nafas wanita itu terdengar lebih cepat dan kedua pipinya semakin merah, Joon Myeon memasukan tangannya kedalam kaos Chan Young menyentuh perut mulus wanita itu.

“Ahh!”

Chan Young mendesah, sentuhan Joon Myeon terasa sangat panas dikulit dinginnya. Joon Myeon menunduk dan mencium leher Chan Young membuat Chan Young mengigit bibirnya menahan gejolak hasratnya. Dia bisa merasakan kewanitaannya mulai basah, apalagi saat tangan Joon Myeon mengelus kewanitaannya dengan tangannya menggoda Chan Young tanpa ampun.

“Joon Myeon…” Chan Young memanggil dengan refleks saat Joon Myeon memasukan tangannya kedalam jeans Chan Young.

Joon Myeon segera menghentikan sentuhannya dan menatap sejenak kearah Chan Young membuat wanita itu membuka matanya, Chan Young bahkan tidak sadar jika dia baru saja memanggil nama Joon Myeon seharusnya dia tidak pernah memanggil namanya seperti itu.

Chan Young hendak menanyakan kenapa Joon Myeon menghentikan sentuhannya namun lelaki itu segera turun dari ranjang pergi menuju lemarinya untuk mengambil satu dasi lagi membuat Chan Young penasaran. Ternyata Joon Myeon menggunakan dasi itu untuk menutup mata Chan Young membuat Chan Young sedikit panik, selama ini Joon Myeon tidak pernah menutup matanya saat mereka melakukan seks.

“Aku ingin menanyakan sesuatu padamu.” Joon Myeon berbisik ditelinga Chan Young, dia bisa merasakan Joon Myeon melepaskan jeans dan celana dalamnya begitu juga dengan baju dan bra putihnya.

“Apakah sopan untuk memanggil orang yang lebih tua darimu dengan menyebut nama mereka?” Suara Joon Myeon terdengar lebih rendah dan menggoda.

“T-tidak Daddy..” Chan Young menjawab terbata-bata.

Joon Myeon menjilat puting payudara Chan Young dengan menggoda, Chan Young langsung menarik nafasnya dan melengkungkan punggungnya. Joon Myeon dengan kasar menekan tubuh wanita itu agar dia diam, mungkin dia tidak berbicara apapun tapi Chan Young tahu perintah itu sangat jelas Joon Myeon sampaikan lewat sentuhan kasarnya.

Chan Young berhasil membuat Joon Myeon marah. Jari telunjuk Joon Myeon akhirnya menggoda klitoris Chan Young membuat Chan Young kehilangan akal sehatnya, satu-satunya yang dia ingat sekarang hanya Joon Myeon dan Joon Myeon. Tangan Chan Young meraba-raba menebak dimana wajah Joon Myeon dia suka sekali melihat betapa seriusnya lelaki itu saat dia sedang bercinta dengannya.

Daddy…aku mohon— akhhh!”

Dua jari Joon Myeon masuk kedalam kewanitaan Chan Young, dia bersumpah jika Joon Myeon terus mengerakan jarinya dia akan berorgasme sebentar lagi. Sial! Dia sudah lama tidak merasakan sentuhan Joon Myeon, karena lelaki itu terlalu sibuk dengan perusahaannya dia bahkan tidak pernah punya waktu di akhir pekan.

“Kau sudah basah karena aku, dasar anak nakal.” Joon Myeon memukul pantat Chan Young setelah membalikan tubuh Chan Young sehingga wanita itu membelakanginya.

Punggung Chan Young terlihat seksi sekali dari belakang, Joon Myeon bisa melihat tato bunga mawar dipundak sebelah kanan Chan Young dimana dia saat itu terlalu mabuk dan tidak sadar meminta seorang tattoo artist untuk mentatonya dia tidak bisa berhenti tertawa mengingat kejadian konyol itu tetapi dia tidak bisa membantah tato itu terlihat sangat cocok dengan Chan Young.

Bibir Joon Myeon mencium tato itu, sedangkan tangannya meraba lekuk tubuh langsung Chan Young. dia tidak mengerti bagaimana wanita ini selalu berhasil membuatnya terangsang dengan hanya lenguhan dan desahan, tubuh Chan Young terasa begitu cocok dengan tubuhnya.

Joon Myeon mengambil kondom yang ada dilaci meja kecil yang ada disamping ranjang, dia merobeknya lalu memasangkannya pada kejantannya. Dengan seringai yang jahat Joon Myeon menggesekan kejantannya itu pada kewanitaan Chan Young membuat Chan Young semakin gemetaran.

Daddy please…fuck me!” Chan Young meronta, dia bahkan dengan sukarela menggerakan pinggangnya membuat Joon Myeon mengerang penuh nafsu.

Joon Myeon akhirnya menarik rambut hitam Chan Young membuat wanita itu melirik kearahnya dan mencium bibir Chan Young dengan kasar dan kotor. Lidah mereka beradu dan Joon Myeon menang dia selalu mengambil kuasa setiap kali mereka berhubungan seks dan kali ini tidak berbeda.

“Aku harap kau siap…” Joon Myeon berkata.

Joon Myeon akhirnya memasukan kejantanannya kedalam kewanitaan Chan Young mengirimkan Chan Young kepuncak kenikmatan. Tangan Chan Young mencengkram seprai kasur dan Joon Myeon mendorong kejantanannya beberapa kali, suara lenguhan Chan Young terdengar memenuhi kamarnya dan Joon Myeon bersumpah itu semakin membuatnya terangsang.

Ritme Joon Myeon sangat ceroboh namun dia bisa memastikan jika Chan Young puas dengan ritmenya karena wanita itu mendesah dan menyuruhnya untuk mendorong kejantanannya lebih cepat. Joon Myeon melepaskan tangannya yang ada dirambut Chan Young dan membalikan posisi mereka, sekarang Chan Young lah yang mengambil alih.

Dengan penuh semangat Chan Young menggerakan pinggulnya dengan cepat dan Joon Myeon bisa merasakan orgasmenya akan datang. dia mencengkram pinggang Chan Young dengan erat dan Chan Young terus menggerakan pinggangnya membuat kenjantanan Joon Myeon berdenyut.

Tangan Joon Myeon menarik tekuk Chan Young mencium kembali wanita itu, ekspressi yang ditunjukan oleh Chan Young erotis sekali. Bibir wanita itu setengah terbuka mencoba mengatur pernafasannya, dadanya terlihat naik turun begitu juga dengan payudaranya Joon Myeon tidak bisa menahan lagi dan akhirnya dia mencapai orgasmenya.

Mereka berdua berhenti bergerak dan Joon Myeon membantu Chan Young untuk berbaring, dia melepaskan ikatan ditangan dan mata Chan Young. mereka berdua tersenyum bahagia dan berciuman sebelum akhirnya Joon Myeon berdiri membuang kondomnya dan masuk kekamar mandi.

*****

Chan Young dan Joon Myeon bertemu satu tahun yang lalu di acara tahun baru disebuah klub, saat itu mereka merayakan pesta tahun baru bersama teman mereka masing-masing. Seperti biasanya Sehun dan Jongin menemani Joon Myeon dan Chan Young ditemani oleh tantenya Hyu Na dan teman-temannya yang lain seperti Yuri dan Seul Gi.

Mereka menari dengan bahagianya menikmati pesta tahun baru yang sangat ramai, entah kenapa malam itu mereka merasa sangat bahagia. Sampai akhirnya sebuah tangan menyentuh bahu Chan Young dan saat itu sosok Joon Myeon terlihat tampan sekali dengan jaket kulit dan celana jeansnya.

Tubuh Chan Young terasa lengket mungkin karena dia berkeringat tadi, setiap kali dia mengingat pertemuan pertama dia dan Joon Myeon wanita itu tidak bisa berhenti tersenyum. Dia masih ingat bagaimana gugupnya Joon Myeon saat itu, sebelum dia bisa bangkit dari temput tidur Chan Young bisa merasakan bibir hangat Joon Myeon mencium pundaknya.

“Kau mau kemana?” Tanya Joon Myeon malas.

“Aku harus mandi, apa kau lapar? Aku bisa membuatkanmu nasi goreng.” Chan Young berdiri dari ranjang sambil mengambil kemeja putih Joon Myeon yang tergeletak di lantai.

“Tentu saja, nothing better than your fried rice.” Joon Myeon memuji.

Chan Young hanya menjulurkan lidahnya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanya, dia menemukan beberapa tanda ciuman Joon Myeon namun dia berterimakasih pada lelaki itu karena setidaknya dia tidak meninggalkan tanda di bagian tubuh yang jelas.

Joon Myeon memberikan kartu black card nya pada Chan Young setelah wanita itu selesai memasak, Chan Young tersenyum dan memasukan kartu itu kedalam dompetnya yang ada disofa.

“Apa kau sudah membayar uang kuliahmu semester ini?” Tanya Joon Myeon.

“Belum, aku bisa mentransfernya nanti.” Jawab Chan Young sambil membawa piring nasi goreng untuk dia sajikan pada Joon Myeon yang sudah duduk di kursi meja makan.

“Jangan sampai kau lupa lagi, aku tidak ingin kau mengambil cuti kuliah paksa seperti tahun lalu.” Joon Myeon mengingatkan.

Chan Young hanya menyeringai, walaupun Joon Myeon mengatakan itu dia tahu lelaki itu senang sekali untuk menghabiskan waktu enam bulan penuh bersamanya mengililingi dunia. Lagipula Joon Myeon punya uang banyak untuk dihabiskan mengingat bisnisnya yang sedang sukses saat ini.

“Kenapa kau menatapku seperti itu?apa ada sesuatu diwajahku?” Joon Myeon bertanya sambil menyentuh pipinya.

“Tidak, kau terlihat tampan hari ini.” Chan Young menjawab dan mencium pipi Joon Myeon sekilas. “Aku harus pergi, seperti yang kau katakan aku harus membayar uang kuliahku.” Chan Young pergi kekamar Joon Myeon untuk mengganti bajunya.

Setelah sosok Chan Young menghilang dari hadapannya ekspressi Joon Myeon langsung berubah, dia dan Chan Young sudah bersama cukup lama sebenarnya mereka tidak dalam hubungan percintaan mengingat Chan Young hanya ingin bantuan finansial dari Joon Myeon dan Joon Myeon bukanlah tipe lelaki yang bisa dibilang romantis atau pantas menjadi seorang pacar.

Dia tidak pernah ingin berkomitmen, komitmen adalah suatu hal yang sangat mengerikan bagi Joon Myeon. Dia hanya ingin mendapatkan kenikmatan dan Chan Young mampu memberikan itu padanya tanpa komitmen dan tentu saja sebagai imbalannya dia harus membantu kebutuhan material wanita itu semuanya terasa pas dan cocok untuk Joon Myeon.

Tapi entah kenapa belakangan ini sentuhan dan pelukan Chan Young membuat dia selalu merindukan wanita itu, walaupun dia sedang sibuk pikiran tentang wanita itu selalu berhasil melintas dibenaknya membuat dia takut. Dia tidak ingin jatuh cinta, dia tidak akan pernah bisa jatuh cinta.

*****

Ketakutan Joon Myeon semakin besar saat dia melihat sosok ibunya berjalan bersama seorang wanita cantik yang anggun, wanita itu berambut panjang lurus memiliki kulit putih yang mulus dan tubuh yang langsing siapapun yang melihat pasti akan terpesona namun entah kenapa Joon Myeon memiliki firasat yang buruk saat dia melihat betapa akrabnya ibunya mengobrol bersama wanita itu.

“Joon Myeon-ah!” Ibunya memanggil dari ujung lobi membuat Joon Myeon tidak bisa kabur.

Joon Myeon tersenyum kearah ibunya dan memeluk wanita paruh baya itu dia berharap jika dia menuruti kemauan ibunya, wanita itu akan segera pergi dan berhenti menganggu pekerjaannya.

“Joon Myeon-ah, kenalkan ini  Seo Hyun dia anak dari Seo Hoejang-nim pemilik rumah sakit Hwajung yang baru.” Ibunya menjelaskan, tangan ibunya menekan lengannya memberikan isyarat pada Joon Myeon jika Seo Hyun adalah partner kerja yang sangat menguntungkan.

“Senang bertemu dengan anda nona Seo.” Joon Myeon segera tersenyum dan mengulurkan tangannya.

Seo Hyun membalas senyuman Joon Myeon dan menjabat tangan lelaki itu, setelah itu Joon Myeon melepaskan jabatan tangan mereka dengan canggung. Joon Myeon bisa melihat pipi Seo Hyun sedikit bersemu merah mungkin karena malu, Joon Myeon tidak punya waktu untuk ini.

Eomma aku masih sibuk, sebaiknya kalian berjalan-jalan dulu.” Joon Myeon mencoba kabur namun ibunya cukup sigap dan menahan Joon Myeon.

“Tenang saja, kau bisa mengerjakan perkejaanmu besok aku sudah menelepon Kyung Soo tadi dia bilang jadwalmu tidak teralu banyak hari ini.” Ibunya mengungkapkan, dia bahkan mendorong Joon Myeon untuk berdiri disamping Seo Hyun.

Jika dia tidak berdiri didepan Seo Hyun sekarang dia mungkin sudah mengerang dan memutarkan matanya namun dia menahan keinginan itu, dia tahu ibunya sekarang sedang menjodohkan dia dengan Seo Hyun. Sayang sekali, dia harus menolak Seo Hyun dengan halus sekarang mengingat wanita itu partner kerja keluarganya.

“Kalian berjalan-jalan saja,aku harus mengurus beberapa hal disini.” Ibu Joon Myeon akhirnya pergi masuk kedalam lift bersama asistennya meninggalkan Joon Myeon dan Seo Hyun.

“Jadi…bagaimana kalau kita keluar saja? Kau pasti bosan berkeliling di kantor ini.” Joon Myeon memulai.

Seo Hyun hanya menganggukan kepalanya dan tersenyum malu, Joon Myeon abhkan merasa semakin tidak tega melihat betapa pemalu dan lembutnya Seo Hyun dia harus berhati-hati merangkai katanya saat dia akan menolak wanita itu. Dia tidak ingin hubungan keluarganya dengan keluarga Seohyun jelek hanya karena dia melukai hati Seohyun dan itu membuat Joon Myeon frustasi rasanya dia ingin mencengram kepalanya dan menjerit.

Dia tidak mengerti kenapa kedua orangtuanya tidak bisa meninggalkannya sendirian, dia tidak memiliki niatan untuk menikah dia sudah menggengam keputusannya itu semenjak dia diangkat sebagai CEO diperusahaan. Dia hanya berhenti percaya pada cinta lagipula cinta hanyalah reaksi biologis yang terjadi kepada dua individu dan tentu saja reaksi itu akan hilang dengan seiring waktu.

“Joon Myeon-shi?” Suara Seo Hyun yang lembut menyadarkan Joon Myeon dari lamunannya.

“Ya?”

“Apakah ini mobilmu?”

Seo Hyun menunjuk kearah mobil sedan hitam jelek yang ada didepannya ternyata tanpa sadar dia sudah berdiri disana beberapa detik. Joon Myeon menggelengkan kepalanya,mobilnya da diujung tempat parkiran, mobil Mercy abu-abu yang baru saja dia beli beberapa bulan yang lalu bersama Chan Young.

Joon Myeon akhirnya membuka pintu untuk wanita itu membiarkan Seo Hyun masuk, dia berdoa semoga saja Seohyun merasa bosan padanya dan memutuskan untuk tidak mengenal dia lebih jauh. Joon Myeon melirik sekilas kearah Seo Hyun yang duduk disampingnya, wanita itu tidak mengatakan apapun bagus dia akan membuat Seohyun bosan dan ingin segera pergi dari sisinya.

“Oh!” Seo Hyun tiba-tiba saja berseru saat mereka melewati sebuah galeri seni membuat Joon Myeon menghentikan laju mobilnya.

“Ada apa Seo Hyun-shi?” tanya Joon Myeon penuh kekhawatiran.

“Ada pameran lukisan di galeri itu, apakah kita bisa kesana dulu?” Seo Hyun meminta dan tentu saja Joon Myeon tidak bisa menolak.

Galeri seni cukup ramai saat mereka sampai disana, Joon Myeon tidak pernah mengerti seni dia hanya bisa menatap kosong kearah lukisan-lukisan yang ada di dinding sedangkan Seo Hyun kelihatan menikmati pameran lukisan di galeri ini karena dia langsung berbaur dengan sekelompok orang yang sedang memperhatikan sebuah lukisan abstrak.

Joon Myeon hanya berharap kencan ini segera berakhir, dia bahkan tidak bisa berhenti menguap saat dia mendengar seorang pelukis sedang menjelaskan arti lukisannya. Tanpa Joon Myeon sadari Seo Hyun memperhatikan tingkah laku lelaki itu, dia tersenyum melihat Joon Myeon yang berusaha keras untuk tidak mengantuk meskipun lelaki itu berkali-kali menutup mulutnya menahan dirinya untuk menguap.

“Apa yang kau lakukan disini daddy?” Sepasang tangan tiba-tiba saja melingkar dipinggangnya membuat Joon Myeon terkejut.

Joon Myeon melirik kebelakang dan dia melihat sosok Chan Young sudah berdiri didepannya, dia terlihat cantik dalam balutan dress putih selutut yang dia gunakan rambut pendeknyapun ditata rapih. Wanita itu hendak menciumnya namun Joon Myeon segera menarik Chan Young kesudut ruangan berharap Seo Hyun tidak melihat interaksinya dengan Chan Young tadi.

“Kenapa? Apa kau tidak ingin orang lain melihat kau bersamaku?” Chan Young bertanya dengan nada menggoda, kedua tangannya sekarang melingkar dipundak Joon Myeon.

“Tidak, bukan begitu sayang..aku sedang berkencan dengan anak partner bisnisku.” Ucap Joon Myeon malas.

“Apa?kencan?” Chan Young tertawa, dia kira Joon Myeon bukanlah tipe orang yang suka berkencan.

“Iya, ibuku memaksaku untuk pergi bersamanya kau tahu.” Joon Myeon mengeluh.

“Apa aku harus membantumu seperti saat itu? Pura-pura menjadi pacarmu?” Chan Young menawarkan sambil terkikik mengingat kejadian beberapa bulan yang lalu.

Joon Myeon memang sudah di jodohkan beberapa kali oleh ibunya, Chan Young bahkan harus berpura-pura menjadi pacar Joon Myeon dan melabrak dia saat dia berkencan dengan wanita yang ibunya jodohkan dengan dia. Mengingat kejadian-kejadian itu terkadang membuat Chan Young menggelengkan kepalanya, kalian akan terkejut dengan skenario apa saja yang sudah mereka buat hanya untuk mengusir satu wanita dari hidup Joon Myeon.

“Sebaiknya kau pergi sekarang, yang satu ini berbahaya.” Ungkap Joon Myeon membuat Chan Young penasaran.

“Kenapa? Apa kau menyukai dia?”

Mendengar pertanyaan itu Joon Myeon menghela nafasnya, tidak ada gunanya menjelaskan semuanya pada Chan Young toh wanita itu tidak akan mengerti. Dia hendak menjawab pertanyaan Chan Young namun sebuah tangan sudah menyentuh bahunya membuat Joon Myeon melirik, sosok Seo Hyun sudah ada dibelakanganya menatap kearah mereka penuh tanya.

“Joon Myeon-shi, siapa wanita itu?” Seo Hyun bertanya.

Chan Young ingin tertawa saat dia melihat wajah Joon Myeon yang sudah pucat, lelaki itu bahkan terbata-bata mencari alasan atau kebohongan yang tepat untuk menjelaskan keberadaan Chan Young yang sekarang berdiri disampingnya.

“Oh Annyeong Eonnie,aku Jung Chan Young adik tingkat Joon Myeon Oppa saat dia kuliah.”  Chan Young berbohong dengan lancar.

“Oh…senang bertemu denganmu.”

Seo Hyun kelihatan lega saat dia mendengar perkataan Chan Young, Chan Young mengulurkan tangannya dan Seo Hyun menjabat tangannya.

Eonnie,bagaimana kalau kita mencari lukisan yang bagus Joon Myeon tidak akan mengerti indahnya seni dia terlalu serius.”  Chan Young dengan akrabnya melingkarkan tangannya dilengan Seo Hyun membimbing wanita itu menuju jajaran lukisan lain.

Chan Young melirik kebelakang saat mereka berjalan dan menjulurkan lidahnya dengan jahil pada Joon Myeon. Joon Myeon menepuk dahinya, dia tidak tahu rencana jahat apa yang Chan Young sedang rencanakan saat ini namun melihat Chan Young yang gampang sekali akrab dengan Seo Hyun membuat dia sedikit lega.

Setidaknya Seo Hyun tidak akan mengeluh pada ibunya dan dia tidak akan dipaksa untuk bertemu dengan wanita itu lagi. Dia sudah bersiap-siap untuk menghukum Chan Young nanti setelah mereka sendirian belakangan ini wanita itu selalu berhasil menjahilinya.

*****

“Sampai jumpa lagi Eonnie!” Chan Young berseru dengan riangnya saat Seo Hyun dan Joon Myeon turun dari mobil.

Joon Myeon harus bersikap sesopan mungkin dihadapan Seo Hyun setidaknya sampai wanita itu bosan bertemu dengannya dan itu adalah keahlian Joon Myeon jadi dia tidak khawatir. Seperti yang Joon Myeon kira Seo Hyun tinggal disebuah gedung apartemen yang mewah, hampir sama dengan apartemennya bahkan dia melihat satpam apartemen disana menyapa Seo Hyun dengan hangat.

Seo Hyun hanya membalas sapaan itu dengan anggukan dan mereka akhirnya pergi menuju lift, Seo Hyun menekan tombol lantai paling atas. Entah kenapa Joon Myeon tidak terkejut, Seo Hyun pasti membeli pent house digedung ini Joon Myeon sudah memiliki ekspektasi itu.

Seo Hyun sama seperti wanita lain yang ibunya coba jodohkan dengan dia, mereka semua kaya dan cantik namun entah kenapa Joon Myeon tidak bisa menemukan sesuatu yang menarik pada mereka.

Pintu lift terbuka dan Seo Hyun melangkah keluar terlebih dahulu sampai akhirnya wanita itu berdiri didepan pintu yang bertuliskan 545.Anehnya wanita itu tidak langsung masuk, dia hanya berdiri dan akhirnya berbalik kearah Joon Myeon.

“Aku bersenang-senang hari ini, maaf aku membuatmu bosan.” Seo Hyun berkata dengan nada bicara yang lembut dan itu membuat Joon Myeon semakin gugup.

“Tidak apa-apa, masuklah.” Joon Myeon menjawab singkat berharap dia bisa kebawah dan menghukum Chan Young segera.

“Baiklah, terimakasih sudah mengantarkan aku…jika kau punya tempat yang ingin dikunjungi kau bisa menghubungiku.” Seo Hyun memberikan kartu nama nya pada Joon Myeon.

Joon Myeon mengangguk dan memasukan kartu nama itu kedalam sakunya, sosok Seo Hyun akhirnya masuk kedalam apartemennya dan Joon Myeon menghela nafas lega. Hari ini dia sudah bertekad untuk menghukum Chan Young sampai wanita itu tidak bisa berdiri untuk keesokan harinya.

Mobil Joon Myeon masih terparkir didepan gedung apartemen dan dia bisa melihat Chan Young menyandar pada mobilnya, Joon Myeon tahu jika disekitar parkiran sangat sepi sehingga dia berani berjalan kearah Chan Young dan menarik wanita itu mendekat kearahnya sehingga wajah mereka hanya berjarak beberapa centi.

“Jung Chan Young , I swear to god you will be the death of me.” Joon Myeon bergumam dan mencium Chan Young dengan penuh nafsu.

Chan Young bahkan tidak bisa menjawab itu dia hanya bisa membiarkan Joon Myeon mendominasi membiarkan lelaki itu memiliki kontrol penuh pada tubuhnya. Chan Young suka itu, dia suka bagaimana Joon Myeon mampu merebut semua kontrol tubuhnya dalam hitungan detik, lelaki itu selalu berhasil membuatnya lemah dan bertekuk lutut.

Ciuman mereka cukup lama namun akhirnya Joon Myeon membukakan pintu mobilnya dan mendorong Chan Young masuk, dia tahu Joon Myeon sudah tidak tahan lagi dia bisa menilai itu dari ereksi dicelana Joon Myeon.

 

To Be Continue

Don’t Forget The Comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s