Posted in FanFiction NC 17+

Whispering Love [Chapter 1]

Whispering Love

Title:  Whispering Love

Author : AutumnBreeze @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

Cast : Seo Na Young [OC], Kim Myung Soo [INFINITE],Lee Ho Won [INFINITE], Kim Da Som [SISTAR]

Genre : Angst,Drama and Romance

Length : Chaptered

Rating:PG 17 – NC 17

Chapter: Teaser,Chapter 1,Chapter 2

One

~ Loyal Servant ~

Seorang lelaki yang memakai jas hitam yang rapih berjalan menulusuri koridor rumah yang panjang, dia tersenyum dan menunduk sekilas kearah pelayan-pelayan yang dia temui di koridor. Keadaan rumah mewah ini masih sama dalam ingatannya, dulu dia sering berlarian di koridor ini bersama anak pelayan lainnya.

Mengingat masa itu dia tiba-tiba saja merindukan seseorang yang sudah lama tidak dia temui.lelaki itu mempercepat langkahnya, kenapa lorong rumah ini terasa panjang sekali hari ini? Biasanya dia langsung sampai kedepan ruangan yang sedang dia tuju sekarang.

Lelaki itu menyentuh dadanya mencoba menenangkan jantungnya yang berdetak sangat cepat saat dia sampai didepan pintu ruangan yang dia tuju, tangannya sedikit berkeringat sehingga dia mengosoknya kesisi celana kain rapih yang dia kenakan.

Dengan tarikan nafas dia akhirnya mengetuk pintu ruangan itu. Taklama menunggu suara seorang wanita terdengar menyahut, lelaki itu membuka pintu dan menemukan sesosok wanita cantik sedang duduk disofa.

“Na Young Agasshi,sudah lama tidak bertemu.”

Wanita yang dia panggil Na Young melirik kearahnya, wanita itu menarik nafasnya terkejut saat dia melihat sosok lelaki itu. Saking terkejutnya Na Young menjatuhkan buku yang dia pegang kelantai namun ekspressi terkejut itu langsung berganti dengan senyum manis.

“Myung Soo-ya.” Panggil Na Young.

Myung Soo tersenyum mendengar namanya kembali disebut oleh Na Young, rasanya seperti mimpi melihat kembali sosok yang dia rindukan ada didepannya. Dia hendak mengatakan sesuatu tetapi Na Young sudah berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat membuat Myung Soo sedikit terkejut walaupun begitu dia memeluk kembali Na Young.

“Myung Soo-ya! Kenapa kau tidak bilang kalau kau akan pulang?” Na Young melepaskan pelukannya.

“Maaf Agasshi, aku terlalu sibuk dengan pekerjaan kemarin sehingga aku lupa untuk menghubungimu.” Jawab Myung Soo.

Setelah dia diangkat menjadi sekertaris pribadi ayah Na Young dia harus mengikuti kemanapun lelaki sukses itu pergi, Tahun kemarin mereka memutuskan untuk melanjutkan pembangunan mall di Beijing membuat Myung Soo terpaksa harus meninggalkan Korea untuk waktu yang lama.

Sebenarnya dulu dia tinggal dirumah ini juga namun semenjak dia bekerja dan memiliki uang sendiri dia memutuskan untuk pindah dan membeli apartemen membuat dia dan Na Young semakin jarang bertemu dia sebenarnya sedikit menyesal untuk membeli apartemen.

Niat nya membeli apartemen adalah agar ibunya tidak harus lagi bekerja, tetapi niatnya sepertinya gagal karena ibunya kukuh untuk bekerja disini walaupun dia sudah tua. Tiga tahun berlalu semenjak dia pergi ke Beijing namun setelah dia menginjakan kakinya kesini rasanya dia tidak pernah pergi, Na Young dan ibunya masih disini dan semuanya masih terasa sama rasanya waktu terhenti saat dia pergi.

“Apa ayahku juga pulang?” Na Young bertanya penasaran namun sayang Myung Soo harus menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa,aku tahu ayahku sibuk.”

Na Young tersenyum pahit,Myung Soo tahu wanita itu sedih. Na Young dan ayahnya memang jarang sekali bertemu, walaupun bertemu mereka hanya mengobrol sekitar sepuluh menit tidak lebih dari itu karena ayahnya selalu sibuk dengan telepon atau dokumen yang harus dia urus dan perhatikan.

Ayah Na Young mungkin pembisnis yang baik namun dia bukanlah ayah yang selalu memperhatikan keluarganya, walaupun begitu Myung Soo tahu ayah Na Young menyayangi anak perempuan satu-satunya lebih dari apapun didunia ini.

Agasshi bagaimana kalau kita pergi ke pantai? aku akan menyuruh pelayan untuk menyiapkan makan siang, kita bisa piknik disana.” Myung Soo mengajak,.

Setidaknya pergi piknik bersamanya bisa mengalihkan pikiran Na Young,Myung Soo berpikir dia tidak ingin melihat Na Young murung seperti sekarang. Apalagi dia baru saja pulang dari Beijing, setidaknya dia ingin melihat Na Young tersenyum dan bercanda gurau seperti biasanya.

“Baiklah, apa kita harus membawa kamera juga?”

Ajakan Myung Soo sepertinya masih ampuh karena sekarang Na Young tersenyum lebar dan berlari menuju lemarinya mungkin mencari kamera digital yang biasa dia bawa, Myung Soo mengangguk menjawab pertanyaan Na Young.

Na Young kelihatan kebingungan saat dia melihat laci lemarinya kosong, dia tidak menemukan kamera yang dia cari  melihat itu Myung Soo menggelengkan kepalanya. Apa Na Young lupa lagi dimana dia menyimpan kameranya? Itu sudah menjadi kebiasaan buruk Na Young dari dulu.

Agasshi apa kau lupa lagi dimana menyimpan kameramu?”

“Tidak, aku ingat dimana aku menyimpanya…”

Na Young masih sibuk mencari kameranya didalam lemari, Myung Soo akhirnya memutuskan untuk membantu mencarinya. Dia masih ingat terakhir kali dia menemukan kamera Na Young, akhirnya diapun membuka laci meja cermin yang ada disamping lemari.

Myung Soo tersenyum puas saat dia membuka laci itu dan menemukan kamera Na Young sepertinya Na Young tidak berubah dia masih lupa dimana dia menyimpan barang-barangnya.

“Apa kamera ini yang kau cari Agasshi?”

Melihat kamera birunya yang Myung Soo pegang Na Young langsung merebut kamera itu, Myung Soo menahan tawanya saat dia melihat kedua pipi Na Young memerah mungkin karena wanita itu malu.

“Apa kau diam-diam mengombrol dengan pelayan lain? Kenapa kau selalu tahu dimana aku menyimpan barang-barangku.” Na Young berkata.

“Aku hanya tau Anda dengan baik,Agasshi.”

Jawaban itu membuat Na Young semakin malu, perkataan Myung Soo mungkin benar mengingat mereka sudah tahu satu sama lain semenjak kecil. Myung Soo tahu bagaimana dia dan melewati banyak hal bersama, mulai dari sekolah dasar sampai sekarang.

Dia tidak percaya dengan begitu cepatnya waktu berlalu bersama Myung Soo, jika diingat-ingat mereka sudah tahu satu sama lain kurang lebih 20 tahun. Melihat Myung Soo dan berinteraksi dengan lelaki itu sudah jadi kebiasaan Na Young sehingga dia sedikit kesepian saat Myung Soo mulai bekerja untuk ayahnya dan menjadi seseorang yang sibuk.

Na Young masih ingat hari dimana dia dan Myung Soo datang kerumah ini, malam itu hujan turun deras sekali dan Na Young sedang berbaring dengan ibunya membaca cerita sebelum tidur sampai akhirnya ayahnya memanggil mereka untuk kebawah. Saat Na Young sampai kebawah dia menemukan Myung Soo dan ibunya basah kuyup, mungkin mereka terkena hujan.

Myung Soo saat itu terlihat sangat kurus dan pucat, Na Young yang saat itu masih berumur lima tahun hanya bisa mengintip dibalik tubuh ibunya. Na Young memberikan senyum manisnya saat tatapan dia dan Myung Soo bertemu, Myung Soo terlalu malu untuk membalas senyum Na Young waktu itu dan bersembunyi dibalik tubuh ibunya juga.

Setiap kali dia mengingat itu membuat Na Young ingin tersenyum, Myung Soo benar-benar lucu saat dia masih kecil. Tetapi Myung Soo kecil sekarang sudah berubah dan dia sekarang sudah tumbuh menjadi lelaki tampan seperti sekarang, dia bahkan tidak malu-malu lagi didepan Na Young.

Agasshi apakah kita akan berdiam disini seharian atau kau ingin ke pantai?”

Mendengar suara Myung Soo akhirnya Na Young sadar dari lamunannya dan berlari menyusulnya yang sudah berdiri diambang pintu.

“Iya, tunggu aku!”

*****

Suara ombak terdengar dan angin pantai saat itu berhembus dengan kencang membuat Na Young sedikit merinding, dia mengusapkan kedua tangannya karena dingin tetapi dia tetap berlarian dipinggir pantai seperti anak kecil. Myung Soo terpaksa harus membawa sepatu hak tinggi wanita itu dengan sabar, walaupun sebenarnya Myung Soo tidak terlalu keberatan.

Na Young memakinkan kakinya dipasir dan tertawa riang bak anak kecil yang baru saja menemukan pantai, dia akhirnya berhenti berjalan dan memandang kearah lautan yang luas. Cuaca tidak terlalu panas sore itu dan dia bisa melihat matahari mulai terbenam, merubah langit yang biru menjadi oranye.

“Myung Soo-ya, apa kau rindu padaku saat kau sedang di Beijing?”

Na Young melirik kearah Myung Soo yang berdiri disampingnya, lelaki itu hanya mengangkat kedua bahunya menggoda Na Young.

“Eii..harusnya aku tidak bertanya.” Na Young cemberut.

“Setiap hari.”

Mendengar perkataan Myung Soo, Na Young hanya bisa menatap kearah lelaki itu penuh tanya. Apa yang dia maksud dengan setiap hari?

“Aku rindu padamu setiap hari.” Myung Soo menjelaskan kembali membuat Na Young menunduk malu sambil menahan senyumnya.

Dia senang jika Myung Soo merasakan hal yang sama, dia tahu Myung Soo merindukannya menilai dari berapa banyak pesan teks dan telepon yang dia terima dari lelaki itu. Terkadang Myung Soo lupa dan menelepon dia saat tengah malam, walaupun begitu Na Young senang jika Myung Soo masih mengingat dia.

Na Young tidak memiliki banyak teman, mungkin karena wanita lain merasa terintimidasi dengan kecantikan dan kekayaannya oleh sebab itu selama 20 tahun ini hanya Myung Soo lah yang berhasil bertahan menjadi teman atau lebih tepat sahabatnya.

“Aku dengar anda lulus kuliah dengan nilai yang bagus agasshi? Kau baru saja lulus bulan kemarin apa aku benar?”

“Apa ibumu menceritakannya?”

“Ya, dia selalu menceritakan tentangmu jika aku menelepon. Sekarang aku bingung sebenarnya siapa anaknya aku atau Anda Agasshi.”

Sebelum Na Young menjawab perkataan Myung Soo tiba-tiba saja ombak yang besar datang, melihat ombak itu Myung Soo segera menarik Na Young sehingga wanita itu terdorong kebelakang. Myung Soo cukup cepat membalik posisi mereka sehingga punggung Myung Soo lah yang terkena ombak besar itu.

Na Young menjerit karena terkejut dan menutup matanya saat dia merasakan dorongan ombak itu, bahkan roknya sekarang basah juga. Myung Soo langsung melepaskan pelukannya saat ombak itu sudah berhenti menghantam mereka, dia khawatir jika Na Young terluka.

Agasshi apa Anda baik-baik saja?” Myung Soo bertanya, dia bisa melihat sebagian lengan Na Young basah begitu juga dengan rok nya.

“Tidak apa-apa, omo! Bajumu basah semua Myung Soo-ya.”

Myung Soo baru sadar jika bajunya basah, dia bisa merasakan kemeja putihnya menempel kekulitnya membuat dia tidak nyaman begitu juga dengan jas hitamnya. Myung Soo melepaskan jas nya yang sekarang basah kuyup, melihat kemeja putih Myung Soo yang basah juga membuat Na Young khawatir.

“Tidak apa-apa Agasshi, yang penting kau baik-baik saja.” Jawab Myung Soo, dia menyisir rambutnya basahnya dengan jemari putihnya.

“Sebaiknya kita membeli baju baru, aku tidak ingin kau masuk angin.”

Na Young menarik tangan Myung Soo, saat tangan mereka bersentuhan Myung Soo langsung menariknya dengan terkejut. Na Young menatap kearah Myung Soo sejenak, apakah dia tidak suka disentuh? Selama ini Myung Soo tidak pernah menolak sentuhannya sampai sekarang.

“Kenapa Myung Soo?”

Mendengar itu Myung Soo hanya menunduk dan menggelengkan kepalanya, dia bisa merasakan jantungnya berdetak dengan kencang. Entah kenapa belakangan ini dia selalu gugup didepan Na Young, dia memiliki emosi aneh ini setiap kali Na Young menyentuhnya.

“S-sebaiknya kita cepat membeli baju.”

Myung Soo melangkah mendahului Na Young membuat Na Young kebingungan, Lelaki itu bertingkah aneh sekali sekarang.

“Apa mungkin dia sudah punya pacar?” Na Young bergumam.

Na Young menyusul Myung Soo kedalam mobil, lelaki itu kelihatan gugup karena dia menjatuhkan kunci mobilnya beberapa kali sebelum akhirnya berhasil menghidupkan mobil sedannya. Supir Na Young pasti marah saat dia melihat kursi kulit mobil mewah ini basah karena mereka namun omelan supir Na Young tidak terlalu penting, dia sekarang mencoba menenangkan detak jantungnya.

“Myung Soo-ya, apa kau punya pacar?”

Mendengar pertanyaan itu Myung Soo sedikit terkejut, apa yang membuat nona nya itu berpikir jika dia punya kekasih? Dia terlalu sibuk mengurus pekerjaan sehingga dia tidak punya waktu banyak untuk bersosialisasi. Lagipula dia tidak tertarik dengan wanita-wanita yang dia temui karena dia tahu hatinya selalu ada di Korea, walaupun itu sebenarnya tidak mungkin.

“T-tidak Agasshi, aku terlalu sibuk untuk memikirkan pekerjaan.”

Myung Soo menjawab dengan gugup dan Na Young bisa melihat pipi nya bersemu merah membuat Na Young semakin penasaran apakah Myung Soo mengatakan yang sejujurnya atau tidak.

“Benarkah, kau tinggal di Beijing cukup lama…”

“Walaupun begitu aku bekerja disana Agasshi.”

Mendengar jawaban itu Na Young akhirnya menyerah, tidak ada gunanya mengintrogasi Myung Soo. Dia tidak akan mengatakan apapun padanya, sebaiknya dia bertanya pada Kim Ahjumma  nanti dia tahu ibu Myung Soo selalu jujur padanya apalagi jika dia membujuknya dan menunjukan wajah sedihnya.

Na Young sedikit kedinginan saat dia merasakan angin berhembus dari celah jendela mobil, melihat Na Young yang kedinginan Myung Soo langsung menutup jendela mobilnya dan menghidupkan pemanas yang ada di mobil. Melihat itu Na Young tersenyum kearah Myung Soo seakan wanita itu mengatakan terimakasih padanya, Myung Soo hanya mengangguk mengerti apa maksud dari senyuman Na Young.

“Bagaimana dengan Anda Agasshi? Aku sudah pergi cukup lama apa anda menemukan seseorang yang Anda sukai?”

Pertanyaan itu membuat Na Young berpikir tetapi akhirnya dia menggelengkan kepalanya, Na Young tidak memiliki tujuan untuk menikah sebelum dia jatuh cinta. Walaupun dia sedikit iri dengan teman sekelasnya yang sudah menikah, mereka terlihat sangat bahagia membuat Na Young berharap suatu hari nanti dialah yang akan menikah.

“Tidak, aku belum menemukan lelaki yang tepat.”

Agasshi pasti memiliki banyak lelaki yang ingin menikahi Anda.”

Na Young hanya mengangkat kedua bahunya dengan pernyataan itu, memang benar banyak lelaki yang menginginkannya namun sayang dia tidak pernah tertarik pada semua lelaki itu. Kebanyakan mereka hanyalah berandalan yang sombong karena harta orangtuanya, dia tidak suka sifat itu apalagi mereka terkadang meremehkan dan tidak sopan padanya.

Mengingat semua kencan butanya Na Young merinding, dia harap ibunya dan teman-temannya tidak akan memaksanya untuk datang keacara kencan buta lagi. Dia sudah muak dengan acara seperti itu, dia lebih suka bertemu langsung dengan lelaki yang akan menjadi calon suaminya.

“Aku dengar kau berkencan dengan Nam Woo Hyun dari perusahaan Neo Electric,apa itu benar?”

Na Young mengangguk, dia memang pernah berkencan dengan Woo Hyun namun seperti hubungannya yang lain mereka tidak bertahan lama. Dia dan Woo Hyun terlalu berbeda, Woo Hyun ingin segera menikah sedangkan dia lebih suka untuk menikmati kebebasan terlebih dahulu sebelum mantap menikah dan memiliki keluarga bersama Woo Hyun.

Sangat disayangkan memang, banyak orang yang mengatakan kalau mereka serasi mengingat mereka berdua sangat akrab sebelumnya tetapi karena hubungan mereka yang sekarang sudah kandas mereka tidak pernah bisa saling menyapa lagi.

“Aku sudah putus dengannya.”

Myung Soo melirik kearah Na Young terkejut dengan jawaban wanita itu, dia kira Na Young dan Woo Hyun akan menikah tetapi prediksinya ternyata salah.

“Kenapa? Bukankah kau bilang kau sangat menyukai dia? Aku masih ingat betapa bahagianya Anda saat Woo Hyun mengajak Anda kencan.”

Na Young menghela nafasnya dan menggelengkan kepalanya, dia tidak ingin membahas soal Woo Hyun apalagi soal hubungan percintaan nya. Ayahnya sudah mengomel tentang itu setiap hari mengatakan kalau dia harus segera menikah mengingat dia sudah memiliki umur yang cukup untuk menikah dan membangun keluarga.

“Myung Soo kau memang pintar menaburkan garam diatas luka.” Na Young menyindir dan Myung Soo hanya diam,seharusnya dia tidak mengatakan apapun tadi.

Wajah Na Young semakin suram saat dia mengingat itu semua, dia baru saja bisa melupakan Woo Hyun namun sekarang setelah Myung Soo mengungkitnya lagi Na Young bisa mengingat betapa sengsara dan sakitnya dia saat Woo Hyun memutuskan untuk berpisah dengannya.

“Jika kau akan mengintrogasiku soal itu sebaiknya kau turun.” Na Young mengancam dengan nada bercanda.

“B-baik Agasshi maaf,aku seharusnya bertanya.” Myung Soo panik dengan ancaman Na Young.

“Aku hanya bercanda Myung Soo,kau tak usah serius.” Na Young tertawa melihat wajah panik Myung Soo.

“Oh Anda bercanda hahaha..” Myung Soo tertawa dengan canggungnya.

*****

Agasshi!”

Myung Soo berlari dan segera melepaskan jasnya saat Na Young berjalan keluar dari toko baju, dia menutupi tubuh bagian belakang Na Young dengan jasnya. Dia langsung melotot kearah lelaki yang menatap kearah mereka seakan dia mengusir semua lelaki itu, Na Young yang melihat Myung Soo melotot segera melingkarkan tangannya dilengan lelaki itu.

Rok yang Na Young gunakan terlalu pendek dimata Myung Soo, dia merasa sangat khawatir jika angin berhembus kencang membuat rok pendek itu memperlihatkan paha Na Young. Tetapi Na Young kelihatan percaya diri, dia berjalan penuh dengan kepercayaan diri dan menyibakan rambut coklatnya membuat sebagian lelaki melirik kearahnya setiap dia berjalan.

“Myung Soo kau terlalu was-was.” Na Young berkata.

“Tapi Agasshi…” Myung Soo mencoba protes namun Na Young menggelengkan kepalanya, menandakan kalau nona muda itu tidak ingin mendengar alasan Myung Soo.

“Myung Soo-ya, apa kau ayahku?”

Myung Soo menggelengkan kepalanya mendengar pertanyaan itu, Na Young akhirnya menarik Myung Soo untuk melanjutkan perjalanan mereka. Myung Soo merasa canggung sekali saat dia merasakan dada Na Young menekan lengannya, Myung Soo mungkin akan baik-baik saja jika mereka berjalan seperti ini jika mereka masih kecil namun jika mereka harus berjalan seperti ini Myung Soo menjadi gugup.

Myung Soo mencoba melepaskan gengaman Na Young namun wanita itu malah menariknya lebih dekat, dia bisa melihat beberapa lelaki memandang kearahnya penuh dengan iri.

“Berjalanlah disampingku, setidaknya lelaki lain tidak berani menganggu jika aku bersamamu.” Na Young berbisik.

Myung Soo menghela nafasnya, seharusnya dia tahu kalau Na Young hanya memanfaatkannya agar lelaki lain tidak melirik kearahnya. Na Young berhenti saat dia melihat sebuah toko es krim, Nona muda itu langsung masuk kedalam toko itu dan menarik Myung Soo dengannya.

“Myung Soo-ya, aku ingin es krim vanilla dan green tea bisakah kau memesankannya untukku?”Na Young meminta setelah dia duduk.

“Baiklah, Agasshi.” Myung Soo menurut seperti biasanya.

Myung Soo pergi menuju kasir memesan dua es krim rasa vanilla dan green tea, dia tahu Na Young memesan green tea karena dia tahu jika Myung Soo suka rasa es krim itu. Kasir di toko itu segera memberikan es krim yang dia pesan dan Myung Soo membayarnya.

Myung Soo dengan riang nya berjalan menuju meja dimana tadi Na Young duduk namun saat dia berbalik senyum riangnya langsung pudar, dia bisa melihat sekumpulan lelaki menggoda Na Young dan wanita itu kelihatan mencoba mengusir sekumpulan lelaki itu.

Bahkan salah satu lelaki yang berdiri didepan Na Young dengan tidak sopannya mencolek dagu wanita itu, Myung Soo langsung emosi. Tidak ada yang berani menyentuh nona nya seperti itu, Na Young sendiri kelihatan marah dan menepis tangan lelaki yang menggodanya dengan kasar.

Karena tidak tahan lagi Myungsoo berjalan dengan langkah yang tegas menghampiri mereka, dia mendorong salah satu lelaki yang menghalangi pandangannya sehingga lelaki itu hampir terjatuh kelantai. Dengan senyum manisnya Myung Soo memberikan es krim yang sudah dia berikan pada Na Young.

Chagi,apa kau menunggu lama?” Tanya dia.

Myung Soo ingin sekali menampar dirinya sendiri saat dia mendengar kata Chagi yang keluar begitu saja dari mulutnya, apa dia sudah gila? dia sudah bersiap untuk diomeli Na Young nanti.

“Oh Oppa kau sudah membeli es krim nya?”

Myung Soo menghela nafasnya saat Na Young mengikuti sandiwaranya,dia kira Na Young hanya akan diam dan pergi. Myung Soo segera melingkarkan tangannya di bahu Na Young dan melotot dengan bengis kearah sekumpulan lelaki itu, Na Young dengan lugunya mengambil es krim yang Myung Soo bawa dan memakannya.

“Lainkali jangan menggoda pacar orang lain.” Myung Soo memberi peringatan pada sekumpulan lelaki itu.

Untung saja sekumpulan lelaki itu merasa malu dengan perbuatan mereka dan diam membiarkan Myung Soo dan Na Young berlalu, saat Myung Soo menutup pintu toko dia bisa mendengar tawa Na Young.

“Woah..kau terlihat keren tadi Myung Soo-ya, terimakasih sudah menyelamatkanku tadi.”  Ucap Na Young.

“Itu sudah tugasku Nona.” Jawab Myung Soo tersenyum dengan bangga.

Sebelum Myung Soo bisa mengatakan apapun lagi dia terkejut karena Na Young sudah menghilang dari sisinya, Myung Soo melirik kesekitarnya dan melihat Na Young sudah berlari kearah sebuah toko bunga.

“Oh lihat ada bunga!”

Myung Soo menghela nafasnya lega dia kira dia kehilagan Na Young tadi, Nona kecilnya ternyata tidak berubah juga dia masih lugu dan ceroboh seperti dulu.

Agasshi,jangan berlari! Bagaimana jika Anda jatuh?” Myung Soo berkata sambil berlari menyusul Na Young.

Na Young malah menjulurkan lidahnya pada Myung Soo membuat Myung Soo menahan tawanya, dia tidak mengerti bagaimana Na Young masih sama seperti terakhir kali dia bertemu dengan wanita itu.

Tiga tahun di Beijing terasa seperti mimpi buruk sekarang setelah dia kembali disisi Na Young, dia yakin besok dan seterusnya hidupnya akan lebih menyenangkan bersama Na Young dan keluarganya. Dia tidak bisa berbohong, dia sangat senang bisa kembali ke Korea dan beraktivitas seperti dulu lagi.

Saat Na Young sedang sibuk memilih bunga handphone Myung Soo berdering, dia mengambil handphonenya yang ada disaku celananya dan melihat satu pesan dari ayah Na Young Myung Soo membuka pesan itu dan membacanya.

Setelah membaca pesan itu Myung Soo mendongak dan menatap kearah Na Young penuh kekhawatiran, sepertinya apa yang dia harapkan tadi baru saja sirna karena pesan yang ayah Na Young kirimkan padanya.

To Be Continue

Myung Soo so sweet bangetkan? kekeke tell me all about it in the comment❤❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

3 thoughts on “Whispering Love [Chapter 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s