Posted in FanFiction (semua umur)

Last Memories

Last Memories cover_副本

Title:  Last Memories

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Ask fm: http://ask.fm/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast : Kim Sung Gyu [INFINITE], Yoon Yeon Hee [OC], Kim Myung Soo [INFINITE]

Genre : Angst,Drama

Length : Oneshoot

Rating:PG 17

Summary: Yeon Hee hanya ingin mengingat apa yang hampir hilang dari Sung Gyu dan Myung Soo datang untuk menolongnya.

1

The Last Memory…

Para reporter sudah ribut untuk menyambut seorang wanita yang baru saja sampai dibandara, namun wanita yang mereka tunggu malah mengabaikan mereka. wanita itu menggunakan mantel coklat, jeans dan kaca mata hitam dia juga memakai topi mungkin mencoba menyembunyikan identitasnya. Walaupun begitu beberapa reporter mengenalinya dan mulai mengambil foto wanita itu,bertanya beberapa hal pada wanita misterius itu namun wanita itu menolak menjawab pertanyaan itu karena dia kelihatan kesal saat dia melihat para reporter.

Dia hanya ingin menghilang dari kerubungan para reporter itu pergi menuju rumah pribadinya yang cukup jauh dari bandara. Dia sudah jengah membayangkan perjalanan nya menuju rumah itu, namun dia lebih jengah dengan pertanyaan-pertanyaan dan cahaya kamera para reporter yang masih ada disekitarnya.

Dua orang satpam yang cukup baik melindunginya dari kerumunan dan membantunya naik kedalam taksi yang sudah menunggu didepan bandara. Setelah masuk kedalam taksi wanita itu segera melepaskan kacamata dan topinya,bahkan kedua hal itu tidak dapat menyembunyikan identitasnya.

“Apa penerbangan anda lancar nyonya Kim?” tanya sang supir taksi, walaupun dia tidak ingin berbasa-basi dia memaksakan senyuman dan mengangguk.

Ternyata sekarang dia sudah cukup populer sehingga semua orang tahu siapa dia, entah apa yang terjadi namun Yeon Hee merasa mual. Apakah dia populer karena berita tentang Sung Gyu? Bahkan berita tentang Sung Gyu sudah usang namun tetap saja ada beberapa reporter yang masih menggali dalam tentang Sung Gyu.

Setelah dia mengatakan ingin pergi kemana sang supir langsung mengantarkannya, mobil taksi biru yang dia tumpangi langsung diserbu oleh beberapa reporter yang baru sampai dibandara. Senyum terulas diwajahnya saat dia melihat betapa kecewanya reporter-reporter itu saat melihat mobil taksinya melaju menjauh.

Ahjusshi,lain kali jangan panggil aku nyonya Kim..aku bukan istrinya lagi.” Wanita itu berkata membuat sang supir taksi mengangguk.

“Maafkan saya nyonya Yoon Yeon Hee.” Ucapnya dan Yeon Hee mengangguk.

Perjalanan menuju rumahnya cukup lama dan dia lelah, dia langsung membayar supir taksi itu dan menyuruhnya pulang walaupun supir taksi itu menawarkan untuk membantunya memasukan koper-kopernya kedalam rumah. Yeon Hee menolaknya dengan halus lalu masuk kedalam rumahnya yang sudah lama kosong.

Dia ingat kemarin malam dia sudah menelepon ahjumma yang sudah lama dia kenal untuk membersihkan rumahnya. Didalam rumahnya masih terpajang  foto dirinya dan mantan suaminya masih tersenyum dan terlihat mesra, Yeon Hee menghela nafasnya dia rindu moment dimana dia dan Sung Gyu masih bisa tertawa bersama.

Yeon Hee memutuskan untuk mengganti bajunya setelah dia selesai mengeluarkan pakian-pakaiannya yang ada di koper ke lemari. Rumah ini biasanya terasa nyaman dan hangat meskipun hanya ada dia dan Sung Gyu namun sekarang entah kenapa rasanya kosong sekali.

“Yeon Hee-ya..”

Yeon Hee mengingat suara itu, suara yang selalu dia dengar setiap pagi setelah dia bangun tidur memanggilnya dengan lembut dan terkadang penuh dengan semangat. Hidup bersama dan berbagi banyak hal dengan Sung Gyu membuat Yeon Hee bahagia, dia masih ingat setiap detail kehidupan yang dia jalani bersama Sung Gyu bagaikan episode drama kesukaaannya yang selalu membuat dia tersenyum dan menangis.

“Apa kau merindukanku?”

Hangat tangan Sung Gyu masih bisa dia rasakan, bagaimana dia memeluknya penuh kehangatan dan ciuman manisnya yang begitu memabukan. Yeon Hee menemukan dirinya menangis saat dia ingat betapa dia merindukan sosok Kim Sung Gyu…lelaki yang dulu dia cintai kerinduan ini akan membuat Yeon Hee gila.

Yeon Hee membuka tirai yang menutup jendela yang menghadap kearah halaman belakang rumahnya, dia akhirnya membuka pintu belakangnya dan berjalan menuju pantai yang tidak jauh dari belakang rumahnya. Dia sedikit terkejut menemukan sosok familiar yang sedang berjalan-jalan di pantai sendirian sambil memandang kearah matahari yang mulai terbenam.

Sosok tampan itu akhirnya menyadari keberadaan Yeon Hee saat wanita itu melangkah mendekat kearahnya. Lelaki itu adalah Kim Myung Soo, tetangga mereka. Yeon Hee tidak terlalu mengenal Myung Soo tetapi dulu suaminya sering mengobrol dengan Myung Soo, dia ingat Sung Gyu mengajak Yeon Hee untuk bergabung dengan mereka saat dia dan Myung Soo pergi untuk mendaki gunung.

“Yeon Hee-shi,aku kira kau tidak akan kembali lagi ke Jeju.” Ucap lelaki itu saat mereka akhirnya cukup dekat untuk mengobrol.

“Aku merubah pikiranku.”

“Aku mendengar beritanya,maaf aku tidak bisa datang kepemakamannya.”

Yeon Hee mengangguk kecil,dia tidak ingin membahas apapun soal pemakaman. Dia tidak ingin terlihat lemah didepan Myung Soo, sudah cukup dengan airmatanya dia lelah terus menangisi kepergian suaminya.

“Kau tak usah bersedih Yeon Hee-shi, dia tidak benar-benar meninggalkanmu.” Myung Soo berkata membuat Yeon Hee melirik kearahnya terkejut.

“Apa maksudmu?”

“Dia ada disampingmu setiap saat,kenangan yang kalian punya tidak mudah untuk hilang.” Myung Soo menyentuh bahu Yeon Hee penuh simpati.

“Oh..mungkin,aku dan dia memiliki banyak kenangan.” Yeon Hee menarik cardigan abunya lebih erat memeluk tubuh langsingnya.

“Sebenarnya aku punya firasat kau akan kembali kesini, tapi aku tetap terkejut saat melihatmu.” Myung Soo mengungkapkan dengan senyum manisnya, Yeon Hee membalas senyuman itu.

“Aku tahu,aku hanya ingin mengingat kenangan manis kami sebelum kembali pada kehidupan normalku.” Yeon Hee berkata, dia berjongkok dan memainkan pasir yang ada dibawahnya.

“Aku mengerti Yeon Hee-shi, jika kau ingin tahu tempat kesukaan Sung Gyu Hyeong aku tidak keberatan menjadi guide mu.” Myung Soo menawarkan, dia mengedipkan matanya membuat Yeon Hee tersenyum kecil sedikit terhibur dengan perlakuan genit Myung Soo.

“Baiklah,aku akan menemuimu jika aku butuh bantuan.” Yeon Hee menyetujui.

*****

Yeon Hee berjalan di trotoar jalan sambil menenteng belanjaannya, dia memutuskan untuk membeli beberapa bahan makanan untuk dia masak. Hari ini entah kenapa dia ingin sekali makan udang, mungkin karena dia ada dipesisir pantai. Dia tersenyum sejenak mengingat jika Sung Gyu pasti senang sekali setiap kali dia memasak udang karena udang salah satu makanan kesukaannya.

Hari masih pagi namun banyak sekali orang yang sudah berlalu-lalang dijalanan, dia bahkan disapa oleh beberapa ibu-ibu yang mengenalnya. Inilah salah satu hal yang membuat dia nyaman di Jeju semua orang begitu ramah dan tidak banyak bicara Berbeda sekali dengan dimana dia tinggal, pertanyaan dan tatapan kecurigaanlah yang selalu dia dapatkan saat dia berada di Seoul.

“Yeon Hee-shi!”

Mendengar panggilan itu Yeon Hee melirik kebelakang dan menemukan sosok Myung Soo yang sedang menaiki sepedanya. Dia menghentikan langkahnya dan menyapa Myung Soo, lelaki itu mendekat kearahnya masih terengah-engah mungkin lelah karena sudah mengayuh sepedanya.

“Myung Soo-shi, apa yang kau lakukan disini? Ini masih sangat pagi.”

“Aku membantu ahjumma di restoran sebelah untuk mengantarkan sayuran.” Myung Soo menjawab.

“Oh kau baik sekali,aku akan memasak udang sekarang apa kau mau?” Yeon Hee menawarkan dan Myung Soo mengangguk antusias.

“Naiklah,aku akan memberikanmu tumpangan.”

Myung Soo langsung mengambil kantong kresek bening yang Yeon Hee tenteng dan menyimpannya di keranjang sepedanya. Walaupun ragu Yeon Hee akhirnya naik kebelakang sepeda Myung Soo, awalnya dia bingung harus memegang apa sampai akhirnya Myung Soo menyuruhnya untuk memegang pinggangnya.

“Berpegangan yang kuat Yeon Hee-shi,kau tidak ingin jatuhkan?”

Belum sempat Yeon Hee menjawab Myung Soo sudah mengayuh sepedanya dengan cepat membuat Yeon Hee terkejut dan memegang erat pinggang Myungsoo. Dia bisa mendengar tawa Myung Soo mungkin membuat dia terkejut seperti itu menyenangkan bagi Myung Soo, dia sedikit kesal namun akhirnya ikut tersenyum dan memukul punggung Myung Soo pelan.

“Maaf,aku kira kau sudah siap.” Myung Soo berkata namun Yeon Hee tidak menjawab.

Sepeda Myung Soo melaju cukup cepat, dia bisa melihat jajaran pohon bunga cherry blossom yang sudah mekar dan mulai gugur sehingga bunga-bunga dipohon itu rontok saat terkena angin kencang.

“Bunganya cantik sekalikan Yeon Hee-ya?”

Dia ingat saat dia pertamakali datang kepulau ini adalah saat dia dan Sung Gyu berbulan madu, Yeon Hee menutup matanya mengingat kenangan itu. Dia ingat saat itu dia gugup sekali karena dia takut Sung Gyu menjatuhkannya dari sepeda, dia ingat Sung Gyu menyentuh tangannya dengan lembut melewati jalanan ini dengan laju sepeda yang pelan.

Oppa , bunganya memang sangat cantik.” Tanpa sadar dia bergumam, dia menyandarkan kepalanya pada punggung Myung Soo membayangkan jika Myung Soo adalah Sung Gyu lelaki yang dia rindukan saat ini.

Dia ingin sekali memutar waktu, merasakan kembali kebahagiaan bersama suaminya untuk sesaat. Seperti dulu, berbagi kebahagiaan dan kesedihan bersama. Yeon Hee membuka matanya dan kenyataan langsung datang mengerubunginya, lelaki yang bersamanya bukanlah Sung Gyu suaminya tetapi Myung Soo tetangga mereka yang cuku baik memberikan tumpangan padanya.

Yeon Hee langsung menyimpan bahan-bahan makanan yang dia beli kedapur, dia memakai apron hitam yang disimpan dalam laci kabinet dapurnya. Myung Soo kelihatan tidak sabar untuk membantunya memasak karena lelaki itu sudah mulai mencuci sayuran yang tadi Yeon Hee beli, Yeon Hee mendidihkan air untuk merebus udang dia tersenyum saat melihat betapa seriusnya Myung Soo saat dia mencuci sayuran.

“Apa kau akan terus menatapi sayuran itu?” Yeon Hee bertanya membuat Myung Soo melirik kearahnya.

“Aku sebenarnya tidak tahu cara memasak jadi sepertinya aku tidak akan membantu banyak.” Myung Soo menggaruk kepalanya canggung, Yeon Hee menggelengkan kepalanya lalu merebut sayuran yang ada ditangan Myung Soo.

“Kau tunggu saja, aku akan memanggilmu jika makanan sudah matang.” Yeon Hee berkata namun Myung Soo menggelengkan kepalanya tidak setuju.

“Tidak aku ingin membantumu,aku juga ingin belajar masak.” Myung Soo bersikeras untuk membantunya membuat Yeon Hee sedikit simpati pada lelaki itu.

“Baiklah,kau potong saja sayuran ini seperti ini.”

Yeon Hee memberikan contoh bagaimana cara memotong wortel dan beberapa sayuran lainnya. Myung Soo kelihatannya belajar dengan cepat karena dia sekarang sudah mulai memotong sayuran itu dengan lancar walaupun potongannya tidak serapih hasil potongan Yeon Hee, sesekali Yeon Hee mengintip kearah Myung Soo penasaran jika lelaki itu sudah selesai memotong sayurannya atau belum.

Yeon Hee lupa dimana dia meletak garam dan bumbu lainnya untuk masakannya, dia akhirnya mencari bumbu-bumbu itu di kabinet atas namun sayang dia kurang tinggi untuk mencapai kabinet itu sehingga dia harus berjingjit. Dia sudah melompat beberapa kali namun dia masih belum bisa mencapainya sampai akhirnya seseorang membukakan kabinet itu untuknya.

“Apa yang ingin kau ambil Yeon Hee-shi?” Tanya Myungsoo, Yeon Hee tanpa sadar langsung melirik kebelakang dan dia menemukan wajah Myung Soo yang berjarak dekat sekali dengan wajahnya.

Hidung mereka bahkan hampir bersentuhan, Yeon Hee terkejut dan segera berbalik kembali sebelum mengatakan jika dia ingin mengambil garam. Myung Soo mungkin melihat betapa merahnya pipi Yeon Hee karena lelaki itu tertawa sambil mengambilkan sebungkus garam yang ada dikabinet itu lalu memberikannya pada Yeon Hee.

“Apa kau butuh yang lain?” Myung Soo bertanya namun Yeon Hee segera menggelengkan kepalanya, dia terlalu gugup untuk mengatakan apapun pada Myung Soo.

Jantungnya bahkan berdetak sangat cepat dia meremas garam yang ada ditangannya bahkan tangannya gemetaran. Dia tidak pernah merasa segugup dan canggung seperti sekarang, dia menghela nafasnya sebelum akhirnya dia mulai memasak kembali.

Memasak hidangan seafood memang memakan waktu cukup lama namun Yeon Hee cukup puas dengan masakannya saat dia memandangi meja makannya, semua makanannya sudah selesai dan dia tidak sabar untuk segera memakannya.

“Myung Soo-shi,apa kau sudah lapar? Ayo kita makan.” Yeon Hee memanggil Myung Soo yang masih membersihkan dapur.

“Baiklah,aku akan menyusul.” Myung Soo menjawab.

Yeon Hee kembali kemeja makan,dia mulai menyusun piring dan gelas untuk mereka berdua gunakan nanti. Setelah memasak hatinya terasa tenang sekarang, walaupun dia masih merindukan Sung Gyu, dia berharap jika sekarang Sung Gyu ada bersamanya dan memakan masakannya.

“Darimana kau tahu aku suka udang?”

Bibir Yeon Hee kembali tersenyum mengingat ekspressi terkejut Sung Gyu saat dia memasak udang untuknya saat mereka berbulan madu disini. Dia ingat bagaimana Sung Gyu memeluknya erat berterimakasih karena telah memasakkan makanan kesukaaannya, saat itu Yeon Hee puas dengan masakananya karena Sung Gyu memakan habis semua makanannya.

Walaupun dulu dia ragu jika dia adalah istri yang baik tapi sekarang dia cukup yakin, dia membuat Sung Gyu bahagia setidaknya sampai detik akhir sebelum Sung Gyu pergi meninggalkan dia selamanya. Yeon Hee terkadang berharap jika dia bisa meramal masa depan, dengan begitu dia bisa menyelamatkan Sung Gyu.

Dia membenci bagaimana Sung Gyu meninggal, semuanya begitu mendadak bahkan dia tidak mengatakan sedikitpun perpisahan untuknya. Hanya sepucuk surat yang bertulisan perminta maafan Sung Gyu yang tersisa dari suaminya itu, dia benci itu..dia bahkan tidak sanggup mengatakan betapa dia mencintai suaminya.

Sebuah tangan menyentuh lengannya dan itu membuat Yeon Hee melirik kearah sampingnya. Myung Soo duduk disampingnya, menunduk menatap kearah meja makan dia kelihatan sedang memikirkan sesuatu membuat Yeon Hee penasaran.

“Yeon Hee-shi, apakah aku boleh tahu apa alasanmu untuk pulang kemari?”

Mendengar pertanyaan itu Yeon Hee sedikit terkejut, dia kira Myung Soo akan menanyakan hal yang lain seperti apa penyebab Sung Gyu bunuh diri? Pertanyaan yang biasa dia terima dari semua orang disekitarnya saat dia masih di Seoul.

“Aku..aku hanya ingin mengingat dia untuk yang terakhir kali.” Yeon Hee menjawab walaupun dia ingin menangis dia menahannya.

“Oh…apa kau ingin segera melupakannya? Maksudku Sung Gyu Hyeong.” Myung Soo kembali bertanya.

“Apa yang harus aku lakukan Myung Soo-shi? Semuanya terasa salah bagiku.” Jawab Yeon Hee, dia mengambil piring yang ada disampingnya mencoba mengubah topik.

“Sung Gyu Hyeong  menghubungiku sebelum dia meninggal.”

Mata Yeon Hee melebar saat dia mendengar itu, dia langsung menjatuhkan piring yang dia pegang dan airmata mulai mengalir membasahi pipinya. Dia merasa dicurangi, bagaimana mungkin Sung Gyu menghubungi Myung Soo sebelum dia meninggal dan tidak mengatakan apapun padanya.

“Yeon Hee-shi..” Myung Soo menyentuh pipi Yeon Hee yang sekarang menangis.

“Bagimana..bagaimana mungkin dia menghubungi mu?! Dia tidak mengatakan apapun padaku! Dia bahkan tidak menjelaskannya!” Yeon Hee membentak membuat Myung Soo tersentak kaget.

“Yeon Hee-shi dengarkan penjelasanku..”

“Aku tidak bisa menerima ini! Kenapa dia begitu kejam padaku Myung Soo-ya? Kenapa?!”

Myung Soo langsung memeluk Yeon Hee, wanita itu terlihat begitu rapuh walaupun dia marah. Begitu lemah dan menyedihkan Yeon Hee yang dia tahu tidak seperti ini, Myung Soo masih ingat betapa cerianya Yeon Hee sebelum Sung Gyu meninggal. Myung Soo memeluk Yeon Hee dengan erat, dia tahu betapa sakitnya kehilangan seseorang yang dicintai apalagi dengan kematian Sung Gyu yang tidak wajar tentu saja banyak pertanyaan yang muncul.

“Kenapa Myung Soo-shi? Apa dia membenciku sehingga dia tidak ingin mengatakan kenapa dia memilih untuk mengakhiri hidupnya?”

Myung Soo segera menggelengkan kepalanya saat dia mendengar pertanyaan itu. Pertanyaan itu bodoh sekali, Sung Gyu sangat mencintai istrinya bahkan saat detik-detik terakhir sebelum dia menembakan peluru dalam pistol itu, dia masih sempat mengatakan jika dia mencintai Yoon Yeon Hee.

“Maafkan aku Yeon Hee-ya,aku hanya seorang pecundang..”

Kenangan terakhir yang Yeon Hee ingat adalah pertengkaran, Yeon Hee ingin berpisah dari Sung Gyu. Dia lelah dengan semua kesibukan Sung Gyu, mereka perlahan berubah dari kekasih menjadi orang asing yang hidup dalam satu rumah Yeon Hee masih mencintai Sung Gyu namun keadaan memaksanya untuk berpisah dengan suaminya itu.

Sung Gyu marah sekali saat dia melihat surat perceraian yang dia ajukan oleh Yeon Hee saat mereka sedang makan malam. Yeon Hee tidak bisa lupa bagaimana tatapan Sung Gyu berubah menjadi sangat sayu dan airmata mulai mengumpul disudut matanya, Yeon Hee merasa bersalah namun ini adalah jalan satu-satunya.

Demi kebaikan mereka, karena Yeon Hee juga tahu Sung Gyu sudah tidak bahagia dalam pernikahan mereka. Dia tidak ingin menjadi rantai yang mengikat Sung Gyu untuk mencapai kesuksesan, dia ingin melihat Sung Gyu bahagia walaupun itu berarti mereka harus berpisah.

“Sung Gyu Hyeong meninggalkan sesuatu untukmu.” Myung Soo berkata setelah dia melepaskan pelukannya.

Myung Soo mengambil sesuatu dari saku jaket yang dia kenakan dan dia mengeluarkan sebuah kaset  lalu memberikannya pada Yeon Hee.

“Dia sudah merekam semua pesan terakhirnya untukmu,aku harap setelah ini kau akan lebih tenang.”

Yeon Hee mengambil kaset itu dan segera berlari kearah ruang tengah rumah, dia ingat jika dulu dia membeli sebuah dvd player untuk acara menonton bersama dengan Sung Gyu. Dia tersenyum lega saat dia menemukan dvd player yang dia beli masih ada Yeon Hee segera menghidupkan dvd player itu dan memasukan kaset itu.

Dia menunggu taklama sampai akhirnya muncul wajah Sung Gyu di televisinya membuat Yeon Hee tersenyum dia menyentuh wajah Sung Gyu yang ada dilayar televisi.Sung Gyu terlihat sangat pucat sekali rambut coklat mudanya berantakan, dia terlihat tidak sehat dan itu membuat Yeon Hee mengingat keadaan Sung Gyu dirumah sakit.

“Yeon Hee-ya saat kau menonton video ini aku mungkin sudah tidak ada disampingmu.”

Sung Gyu memulai, dia menatap kearah kamera sesaat sebelum akhirnya dia memalingkan mukanya. Dia kelihatan gelisah beberapa kali dia menyentuh kepalanya mungkin berpikir akan mengatakan apa.

“Yeon Hee-ya, aku tahu kita mulai menjauh dari satu sama lain aku menghabiskan banyak waktuku di studio dibandingkan denganmu.” Sung Gyu menghela nafasnya, dia kesusahan untuk menahan airmata yang mengancam jatuh.

“Aku..aku hanya ingin minta maaf karena aku yang terlalu sibuk kita tidak bisa seperti dulu lagi bahkan kita tidak pernah lagi pergi berkencan seperti dulu, aku merasa bersalah padamu Yeon Hee-ya apa aku suami yang tidak baik? Apa kau membenciku?”

Sung Gyu kembali menatap kearah kamera,akhirnya airmata yang dia tahan mengalir membasahi pipinya. Melihat Sung Gyu menangis Yeon Hee merasa sedih, dia merasa bersalah karena dia tidak sempat mengataka bahwa Sung Gyu adalah suami yang baik setidaknya mereka bahagia sebelum ini.

“Yeon Hee-ya,aku mohon jangan tinggalkan aku. Aku tahu kau ingin bercerai denganku seorang pengacara menghubungiku kemarin, aku tahu semuanya tidak akan kembali seperti dulu namun aku akan mencoba untuk memperbaiki semuanya apakah aku tidak layak untuk kesempatan kedua? Aku sangat menyukaimu Yeon Hee-ya.”

Yeon Hee menangis tangannya gemetar mendengar semua pengakuan Sung Gyu, bagaimana bodohnya dia. Ingin sekali dia memukul dirinya sendiri, bagaimana dia tidak menyadari cinta Sung Gyu yang sangat besar untuknya? Dia begitu egois tetap bersikeras untuk bercerai meskipun Sung Gyu mencoba memperbaiki hubungan mereka.

“Karena aku mencintaimu Yeon Hee-ya aku akan menandatangani surat perceraian itu tapi..”

Sung Gyu tidak melanjutkan perkataanya, tenggorokannya kering menahan tangis perihnya. Bagaimana dia bisa melepaskan wanita yang sudah menghiasi hidupnya selama lima tahun belakangan ini? Bagaimana dia bisa melepaskan wanita yang sangat dia cintai?dia tergila-gila oleh sosok Yeon Hee.

“Yeon Hee-ya, aku tidak bohong saat aku mengatakan jika aku tidak bisa hidup tanpamu.”

Sung Gyu mengambil sesuatu dari lantai dibawahnya, Yeon Hee tidak bisa melihat apa itu namun kelihatannya Sung Gyu mengambil sesuatu yang terbuat dari besi. Saat dia kembali kehadapan kamera mata Yeon Hee terkejut melihat pistol sudah ada digengaman Sung Gyu.

“Tidak..oppa jangan lakukan itu..” Yeon Hee berbisik.

“Selamat tinggal Yeon Hee-ya, aku mencintaimu…sangat mencintaimu.”

DORRR!!

“TIDAAK!”

Yeon Hee menjerit dan layar televisi langsung menghitam,video Sung Gyu telah berakhir begitu juga dengan nyawanya. Myung Soo yang melihat Yeon Hee menangis histeris langsung memeluk wanita itu, dia sedikit menyesal harus memutarkan video itu didepan Yeon Hee namun itu adalah pesan terakhir Sung Gyu untuknya.

“Kapan?kapan kau menerima video ini?” Yeon Hee bertanya ditengah tangisnya.

“Pihak kepolisian mengirimkannya padaku karena Sung Gyu Hyeong meminjam handicam miliku, pihak kepolisian mengirimkan handicam ini karena aku menghubungi mereka. Aku tidak ingin merepotkanmu jadi aku menyuruh mereka untuk mengirimkannya lewat pos.” Myung Soo menjelaskan.

“Apa kau tahu Sung Gyu oppa akan bunuh diri?” Yeon Hee bertanya sedih.

“Dia mengatakan dia ingin membuat video untukmu, aku akhirnya memberikan hadicamnya lalu saat dia meneleponku malam itu dia mengatakan untuk menyampaikan videonya setelah dia pergi.” Myung Soo menceritakan.

“Awalnya aku kira dia akan pergi berlibur sendirian, tapi aku salah.”

Myung Soo menunduk penuh kesedihan, Yeon Heepun sama. Mereka akhirnya hanya diam dalam keheningan mencoba menyerap apa saja yang sudah terjadi, bagaimana mereka bisa berakhir seperti ini. Bagaimana Sung Gyu bisa dengan teganya meninggalkan dia begitu saja?

Kim Sung Gyu penyanyi terkenal Korea Selatan bunuh diri pada umur 25 tahun.

~3 tahun kemudian…~

Angin sore berhembus cukup kencang namun Yeon Hee tidak kedinginan sedikitpun meskipun dia hanya menggunkan sweater merahnya. Laut erlihat cukup tenang sore itu dan itu membuat dia sedikit lebih relax, sudah lama sekali dia tidak mengunjungi pulau Jeju dan dia sedikit merindukan suara deburan ombak pantai dan beberapa ahjumma  yang selalu ramah padanya saat dia berbelanja di pasar tadi pagi.

“Yeon Hee-ya!”

Mendengar namanya dipanggil Yeon Hee melirik kebelakang, dia menemukan sosok lelaki yang dia cintai berjalan kearahnya. Lelaki itu membawa sebuah jaket, dia kelihatan panik saat Yeon Hee dengan jahilnya berlari menjauhinya.

“Kau sedang hamil! Jangan berlari!” Lelaki itu berteriak namun Yeon Hee malah tertawa.

“Kejar aku!” Yeon Hee membalas teriakan lelaki itu dan berlari lebih jauh.

Lelaki itu akhirnya berlari lebih cepat membuat Yeon Hee tertawa dan akhirnya kedua tangan lelaki itu melingkar dipinggang Yeon Hee mencegah wanita itu untuk melarikan diri. Yeon Hee akhirnya menyerah dan berbalik untuk menatap kearah lelaki itu, lelaki itu tersenyum kearahnya dan mencium bibirnya manis.

“Myung Soo-ya, kau tak usah panik seperti itu..aku baik-baik saja.” Yeon Hee berkata dan Myung Soo segera menggelengkan kepalanya.

“Tidak, ini kehamilan pertamamu…dokter bilang kita harus berhati-hati.”

Myung Soo segera memakaikan jaket yang dia bawa untuk istrinya,penuh kelembutan dan ketetilian seperti seorang ayah memperlakukan anak perempuannya.

“Myung Soo-ya, jika anak ini sudah lahir kau menamakannya siapa?” Yeon Hee bertanya dan mereka mulai berjalan bersama dipantai sambil menikmati matahari terbenam.

“Hm..kalau perempuan aku ingin menamakan dia Eun Byul, tapi jika dia lelaki aku tahu harus menamakan siapa..” Myung Soo berpikir sejenak.

Sebenarnya Yeon Hee punya satu nama namun dia tidak yakin jika Myung Soo akan setuju menamai anak mereka dengan nama itu.

“Kenapa kau cemberut seperti itu?apa kau tidak suka dengan nama Eun Byul?”

Yeon Hee segera menggelengkan kepalanya, dia menyukai nama Eun Byul nama itu sangat cantik.

“Aku hanya berpikir..jika anak kita laki-laki bolehkah kita menamainya Sung Gyu?” Yeon Hee melirik kearah Myung Soo penasaran dengan ekspressi lelaki itu.

“Sung Gyu? Jika kau mau tidak apa-apa, aku suka nama Sung Gyu.” Myung Soo tersenyum dan mencium dahi Yeon Hee.

“Kau yakin?”

“Tentu saja, kenapa tidak? Sung Gyu nama yang bagus.”

Yeon Hee tersenyum dan menggengam tangan Myung Soo lebih erat, dia beruntng sekali memiliki Myung Soo disampingnya. Dia tidak bisa membayangkan hidupnya tanpa Myung Soo sekarang, dialah yang selalu berhasil membuatnya bahagia.

“Myung Soo-ya, Saranghae…” Yeon Hee berkata sambil menganyunkan tangan Myung Soo kedepan dan kebelakang membuat Myung Soo tersenyum.

Nado,saranghae.” Myung Soo menjawab.

Mereka akhirnya melanjutkan jalan-jalan mereka menulusuri pantai yang cukup sepi sore itu, mereka tidak sabar untuk segera bertemu dengan jabang bayi yang ada dalam kandungan Yeon Hee.

The End

Thank You For Reading

Don’t Forget The Comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

9 thoughts on “Last Memories

  1. cukup mencengangkan banget ternyata perpisahan yg terjadi karena ternyata Sunggyu bunuh diri….
    Oalah…

    Dan akhirnya Yeonhee sama Myungsoo, wahhh fantastik banget ceritanya😀

    suka suka ^^
    oya kak masi ditunggu ni FF But He’s Gay!_nya,
    lgi seru2nya dan aku suka FF itu😀
    dinantikan post chapther terbarunya yaa ^o^

  2. Nyesek bayanginnya pas sunggyu bunuh diri. Apa lagi di depan handicam nyala.
    Yeonhee akhirnya sama myungsoo dan punya anak namanya sunggyu.

    Happy ending😀

    Oh iya.. eonni. Aku ngikutin ff but he’s gay. Tapi terhenti di part 5
    Aku minta password yang part 6 hehehe….
    Abis gemes banget ama Taekwoon😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s