Posted in FanFiction NC 17+

Fake [Part 1]

Title:  Fake!

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Ask Fm: http://ask.fm/Seven941

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

Cho Kyuhyun [Super Junior], Go Hyunri [OC], Seo Johyun/Seohyun [SNSD], Choi Siwon [Super Junior]
Lee Hongbin[VIXX]

Genre : Romance,Marriage life,Comedy and Drama

Length : Undecided

Rating:PG 17

Part

1

 

“Editor  Cho sudah datang!” Seorang pegawai lelaki berseru.

“Siapkan semua layout buku terbaru!” Titahnya.

“Kopi dan rotinya jangan lupa!”

Semua pegawai sibuk untuk menyiapkan kantor pimpinan editor mereka, sebagian pegawai lelaki merapikan dasi dan jas mereka. Sedangkan pegawai wanita membenarkan make up mereka berharap jika hari ini mereka mendapat perhatian dari pimpinan editor mereka yang sangat tampan itu, sekertaris Kyuhyun yang bernama Lee Hongbin sudah berdiri tegak didepan pintu kantor Kyuhyun.

Taklama menunggu sosok pimpinan editor yang sudah mereka tunggu datang,seperti biasa dia dikawal oleh beberapa anak buahnya dan supirnya. Dia terlihat gagah dan rapih dengan balutan jas coklat dan celana katunnya. rambut coklatnya disir rapih walaupun dia tidak tersenyum tetap saja wajah tampannya mampu membuat sebagian pegawai wanita tergila-gila padanya.

Dia masuk menulusuri koridor kantornya melewati beberapa meja pegawainya, dia tersenyum puas melihat semua pegawainya rapih dan bekerja keras sampai akhirnya dia berhadapan dengan Hongbin sekertaris pribadinya.

“Hari ini buku penulis Jung Taeri sudah beres.” Ucap Hongbin, dia memberikan skrip mentah buku penulis itu pada Kyuhyun.

“Bagus, aku kira dia lupa lagi deadline.” Jawab Kyuhyun malas, jika Taeri bukan penulis terkenal mungkin dia sudah memarahi penulis itu.

“Kali ini penulis Jung Taeri membuat cerita melodrama lagi.” Hongbin mengikuti langkah bosnya.

“Lagi? Apa wanita itu tidak depresi? Dia selalu membuat cerita yang sedih.” Kyuhyun berkata walaupun matanya fokus pada skrip Taeri.

“Tidak sunbae-nim, aku cukup yakin Taeri baik-baik saja.” Hongbin menjawab dengan senyum lebarnya.

“Baiklah, bagaimana pemasaran bukunya bulan kemarin?” Kyuhyun bertanya lagi, dia masih membaca skrip Taeri dan akhirnya dia duduk dikursi empuknya.

“Penjualan cukup bagus sunbae-nim anda tak usah khawatir.”

“Berikan laporannya padaku nanti, sebaiknya kau minta dia merubah genre tulisannya sebelum aku muntah karena muak.” Kyuhyun berkata dengan senyum manisnya, benar-benar tidak cocok dengan perkataan tajamnya.

“Baik sunbae-nim, saya akan membuat laporannya.” Hongbin segera keluar dari kantor Kyuhyun, lelaki itu menghela nafasnya lega karena hari ini dia tidak dimarahi oleh Kyuhyun.

Kyuhyun bisa dibilang seorang perfeksionis, itulah kenapa dia menjadi Pimpinan editor dalam waktu singkat. Dia hanya bekerja diperusahaan penerbitan Diamond sekitar tiga tahun dan dengan cepatnya dia berhasil merebut jabatan yang semua orang inginkan, semuanya terimakasih pada kerja keras dan dedikasinya yang tinggi.

Banyak orang yang menyangka kalau dia menggunakan koneksi kedua orangtuanya namun pada kenyataannya mereka hanya iri pada apa yang dia miliki, dia bekerja keras dengan keringat dan darahnya sendiri tanpa bantuan sedikitpun dari kedua orangtuanya yang bisa disebut kaya raya itu.

Lagipula kedua orangtuanya tidak pernah mendukungnya untuk bekerja dibidang sastra, walaupun pada umur yang muda Kyuhyun sudah menunjukkan bakatnya dengan memenangkan berbagai kontes puisi dan cerpen. Dia selalu bersemangat untuk menunjukan piala yang dia dapatkan pada ayahnya namun pada akhirnya dia hanya mendapatkan gelengan kepala dari ayahnya dan senyum tipis yang tidak bersemangat dari ibunya.

Kedua orangtuanya lebih suka jika dia menjadi dokter atau pengacara, Kyuhyun benci dua profesi itu. Menjadi dokter dan pengacara memang profesi yang bagus namun Kyuhyun yakin dia akan bosan menjalani kedua pekerjaan itu.

Telepon dikantor Kyuhyun berdering memecahkan lamunan lelaki itu, dia melirik kearah telepon yang ada disampingnya. Saat dia hendak mengangkat telepon itu matanya menangkap foto seorang wanita dan dirinya yang ada dimeja kantornya, dia lupa kalau fotonya dengan Seohyun masih dia pajang.

Yobuseyo..” Kyuhyun mengangkat teleponnya malas.

“Kyuhyun-ah ini eomma.”

Mendengar suara ibunya mata Kyuhyun langsung melebar.

“Ah..eomma, ada apa? Kenapa kau menelepon kantorku?” Kyuhyun keheranan, biasanya ibunya itu menelepon ponselnya.

“Ponselmu tidak aktif Kyuhyun-ah.” Jawab ibunya.

“Oh ya?” dia mengodok saku jasnya dan ternyata benar, ponselnya sepertinya habis baterai.

“Maaf,aku lupa untuk mengisi baterainya kemarin.”

“Tidak apa-apa, eomma tahu kau sibuk.”

Perkataan ibunya benar sekali, kemarin dia harus menunggu layout untuk buku terbaru yang akan diliris minggu depan. Dia juga harus bertemu dengan klien dari luar negeri, karena ternyata banyak sekali perusahaan percetakan yang ingin mencetak ulang buku perusahaannya dan menerjemahkannya pada bahasa mereka karena belakangan ini sepertinya dunia diguncang oleh demam Kpop atau K-drama itu artinya novel merekapun akan laris manis diluar negeri.

“Maaf eomma, kau benar… apa kau butuh sesuatu?” Tanya Kyuhyun, dia mengusap wajahnya lelah.

“Ya, Kyuhyun-ah hari ini Seohyun kembali dari Jepang apa kau tidak akan menjemputnya? Ibunya mengajak eomma untuk datang kebandara.”

Mendengar itu Kyuhyun menghela nafasnya, dia tidak punya waktu untuk datang untuk menjemput Seohyun apalagi dia sedang sibuk seperti ini.

“Maaf eomma aku tidak bisa, katakan saja pada Seohyun perminta maafanku dan katakan juga pada Seo imo-ah kalau aku akan segera mengunjungi Seohyun setelah aku selesai bekerja.” Jawabnya.

“Baiklah kalau begitu, jangan lupa jaga kesehatanmu dan jangan lupa jangan bekerja terlalu keras kau butuh istirahat juga Kyuhyun-ah.”

Nde eomma arraso, aku harus bekerja dulu bye..” Kyuhyun langsung menutup teleponnya, dia tidak ingin mendengar omelan ibunya yang bisa berlangsung berjam-jam.

*****

“Kyuhyun sunbae-nim mungkin tampan tapi aku rasa dia gay.” Seolbi rekan kerjanya berbisik.

Mwo? Jinjja? Tidak mungkin, Kyuhyun sunbae-nim terlalu tampan untuk jadi gay..”  Ahra membalas bisikan Solbi, dia terlihat sangat kecewa sekali.

“Iya, Aku belum pernah melihat dia berkencan atau melihat wanita yang dekat dengan dia lalu belum pernah ada rumor tentang dia berkencan juga…aku jadi penasaran.” Seolbi mengungkapkan.

“Ini masih pagi, apa kalian tidak bisa berhenti bergosip?” Hyunri bertanya dengan ketus, dia terlalu sibuk untuk mengedit buku terbaru dari penulisnya sehingga dia tidak punya waktu untuk bergosip seperti kedua rekan kerjanya.

“Hyunri-ya, apa kau tidak pernah melihat Kyuhyun sunbae-nim? Dia tampankan? Apa kau pikir dia gay?” Seolbi menatap kearah Hyunri menunggu jawaban wanita itu.

“Aku tidak tahu, kau tidak bisa menilai seseorang dari penampilan luar saja.” Jawabnya.

“Seperti yang aku kira, Hyunri tidak pernah peduli pada lelaki lain selain oppanya.” Ledek Ahra.

Hyunri yang mendengar itu hanya tersenyum dan mengangkat bahunya, benar sekali semejak dia berkencan dengan Siwon dia tidak terlalu peduli pada lelaki lain dia benar-benar sudah jatuh cinta pada lelaki itu.

“Ngomong-ngomong kamu dan Siwon oppa sudah berkencan lama sekali apa kalian tidak akan menikah?” Tanya Seolbi mengingat kalau Hyunri sudah berkencan selama tiga tahun lebih bersama Siwon.

“Siwon oppa masih sibuk dengan pekerjaan, dia bilang dia akan melamarku setelah dia mendapatkan promosi.” Ucap Hyunri dengan riang membuat Seolbi dan Ahra semakin iri padanya.

“Kapan aku bisa punya pacar seperti Siwon?” Ahra melamun sambil menatap kearah jendela kantor.

“Kau akan mendapatkan pacar setelah kau berhenti mengharapkan Kyuhyun sunbae-nim!” Hyunri berdiri dari duduknya lalu memukul kepala Ahra dengan buku yang dia bawa membuat Ahra mengelus kepalanya.

Yak! itu sakit…” Ahra berkata namun Seolbi malah tertawa.

*****

Kyuhyun melirik kearah jam dinding kantornya dan waktu tidak terasa sudah menunjukan jam lima sore, dia melirik kearah jendela kantornya dan dia bisa melihat sebagian editor lain sudah mulai pergi untuk pulang dia hanya bisa melihat beberapa editor yang masih mengerjakan pekerjaan mereka.

Kyuhyun akhirnya berdiri dari duduknya dan mengambil jasnya yang dia gantungkan, Hongbin yang mendengar pintu Kyuhyun terbuka akhirnya berdiri dari duduknya.

“Katakan pada Jung Taeri untuk mengulang chapter 4 dan 7 aku tidak suka adegannya terlalu banyak kekerasan dan bahasanya terlalu kasar aku khawatir bukunya tidak dijinkan untuk terbit.” Ucap Kyuhyun pada Hongbin.

“Tapi sunbae-nim…”

“Aku akan membujuk bagian percetakan untuk mengundurkan deadlinenya, oh ya soal layout bukunya kirimkan saja lewat email hari ini aku ada acara keluarga.” Kyuhyun memberi intruksi.

“Baiklah Sunbae-nim,hati-hati dijalan.” Hongbin menunduk hormat, Kyuhyun hanya mengangguk dan pergi meninggalkan kantor.

Saat Kyuhyun hendak masuk kedalam lift tiba-tiba saja sesosok wanita menabraknya, Kyuhyun bisa merasakan cairan hangat menyentuh dada bagian atasnya. Dari aromanya dia tahu kalau cairan itu adalah kopi, wanita yang menabraknya langsung panik saat dia melihat kemeja putih Kyuhyun sekarang kotor.

Omo! Jeasounghamnida..aku tidak melihatmu sunbae-nim,jeasounghamnida!” Wanita itu mengeluarkan tissue dari sakunya dan segera mengelap kemeja Kyuhyun, Kyuhyun menyentuh tangan wanita dengan kesal.

Wanita itu berhenti mengelap kemeja Kyuhyun dan tatapan mereka bertemu,entah kenapa saat pandangan mereka bertemu jantung Kyuhyun berdetak sangat cepat sekali. Dia tidak pernah melihat mata coklat yang indah seperti mata wanita yang satu ini, matanya menatap kearah bibir wanita itu lalu menuju pada hidung dan kembali pada matanya.

Sunbae-nim?”

“Kau..apa kau editor baru?” Kyuhyun bertanya, wanita itu mengangguk.

Nde, Go Hyunri imnida aku baru bekerja disini beberapa bulan yang lalu anda tidak sempat bertemu denganku karena anda sedang pergi ke luar negeri waktu itu” Hyunri memperkenalkan dirinya dan membungkuk kearah Kyuhyun.

“Oh Hyunri..” Kyuhyun berkata masih menatap kearah wajah Hyunri yang berdiri didepannya membuat Hyunri merasa tidak nyaman.

“Apa ada sesuatu diwajahku Sunbae-nim?” Tanya Hyunri, dia menyentuh kedua pipinya yang memanas dia tidak pernah ditatap oleh lelaki seperti ini sebelumnya.

Mendengar suara Hyunri Kyuhyun langsung sadar dari lamunannya, dia menatap kearah lain menyembunyikan wajahnya karena malu. Bagaimana bisa dia menatap Hyunri begitu saja? Wanita itu pasti menyangka kalau dia aneh atau yang lebih buruk cabul.

“Tidak apa-apa, aku harus pergi…sebaiknya kau membayar biaya laundry kemejaku!” Ujar Kyuhyun, dia masuk kedalam lift dan memencet tombol lantai basement.

Nde, jeasounghamnida..” Hyunri meminta maaf kembali dan membungkuk kearah Kyuhyun sampai akhirnya pintu lift tertutup.

Aishh menyebalkan sekali, sekarang aku harus membeli kopi baru.” Hyunri mengeluh, dia mengusap tangannya yang sekarang terasa lengket.

Saat dia mengelap tangannya entah kenapa bagian tangannya yang dipegang oleh Kyuhyun terasa sangat panas sekali, dia ingat kalau tadi Kyuhyun menyentuh tangannya dengan erat dan tanpa alasan yang jelas Hyunri masih merasakan jantungnya berdetak cepat.

*****

“Kyuhyun oppa!”

Mendengar panggilan itu Kyuhyun tersenyum, dia terkejut saat dia disambut oleh Seohyun yang berlari kearahnya dan memeluknya dengan erat. Kyuhyun tersenyum dan memeluk kembali Seohyun, kedua orangtua mereka tersenyum melihat betapa akrabnya anak mereka.

“Seohyunnie, aku senang kau kembali.” Kyuhyun berkata, Seohyun melepaskan pelukannya dan tersenyum.

“Iya aku juga oppa, di Jepang sangat membosankan tanpamu…” Seohyun berkata.

“Maaf aku tidak bisa ikut, aku harus mengurus beberapa buku.” Ucap Kyuhyun, dia mengelus kepala Seohyun penuh dengan kasih sayang.

“Tidak apa-apa oppa aku tahu kau sibuk, lagipula aku punya Siwon oppa sekarang.” Ungkap Seohyun, mendengar nama Siwon senyum Kyuhyun hilang.

“Oh..bagus kalau begitu.” Ucapnya setengah hati.

Nde, kami juga sudah memutuskan untuk menikah tahun ini.” Seohyun mengumumkan membuat Kyuhyun terkejut setengah mati.

“M-menikah?”

“Ya, apa imo-ah tidak mengatakannya padamu?”

Kyuhyun melirik kearah ibunya yang sedang asik mengobrol dengan orangtua Seohyun, dia akhirnya tersenyum tipis dan menggelengkan kepalanya. Walaupun hatinya hancur sekarang dia tidak bisa terlihat sangat kecewa didepan Seohyun, semua ini salahnya karena dia tidak pernah berani mengungkapkan perasaanya pada Seohyun.

“Mungkin eomma lupa, selamat aku harap kau dan Siwon bahagia.”

Seohyun hanya tersenyum polos, wanita itu bahkan tidak tahu bagaimana perasaannya sekarang. Kyuhyun hanya ingin berlari sekarang dan menjerit, dia tidak ingin ada disini jika dia bisa dia ingin kabur.

“Ah! Aku baru ingat kalau hari ini aku harus mengurus layout buku yang baru.” Kyuhyun memberi alasan membuat Seohyun kecewa.

“Tapi oppa kau baru datang…”

“Maaf,aku akan menghubungimu nanti ok? Aku benar-benar sibuk sekarang.” Ucap Kyuhyun, padahal dia hanya ingin menghindar dari situasi ini.

“Kyuhyun-ah kenapa kau mau pulang? Siwon sebentar lagi akan datang dia pasti ingin bertemu dengan kakak kesayangan Seohyun.” Ibu Seohyun yang mendengar percakapan Seohyun dan Kyuhyun berkata.

“Benar Kyuhyun, kau baru saja sampai, apa kau tidak ingin merayakan pertunangan Seohyun dan Siwon?” Ibunya melirik kearah Kyuhyun.

“Tidak… bukan seperti itu, aku ingin sekali merayakannya Seohyunnie tapi aku benar-benar harus menyelesaikan buku ini.” Ucap Kyuhyun, dia menyentuh bahu Seohyun yang sudah cemberut sambil menatap tajam kearahnya.

“Tapi oppa, aku hanya minta satu jam saja…”

“Maaf,kau tahu betapa ketatnya perusahaanku iyakan?”

Seohyun yang berat hatinya akhirnya mengangguk, dia tahu sekali bagaimana ketatnya penerbitan buku di perusahaan Kyuhyun dan dia tidak bisa membantah kenyataan itu.

“Iya yeobo, sebaiknya kau tidak menganggu pekerjaan Kyuhyun dia sudah sangat sukses sekarang.” Ayah Seohyun berkata.

“Pergilah, aku tahu kau punya tanggung jawab yang besar.” Ayah Seohyun cukup baik hati untuk mengerti keadaan.

“Terimakasih Seo samchon, aku harus pergi sekarang maafkan aku Seohyunnie.” Kyuhyun tersenyum walaupun sebenarnya dia ingin menangis, dia mengelus pipi Seohyun untuk yang terakhir kalinya dan pergi keluar dari rumah keluarga Seo.

Seohyun yang kecewa hanya bisa menyentuh pipinya dan menatap kearah sosok Kyuhyun yang menjauh.

Setelah dia menghidupkan mesin mobilnya cepat-cepat dia menginjak gas mobilnya dan pergi meninggalkan halam rumah keluarga Seo. Dia tidak bisa menahan lagi airmatanya saat mobilnya memasuki jalan raya, dia langsung memukul setirnya dengan keras membuat tangannya merah dan mungkin memar tapi dia tidak peduli.

Hatinya terasa lebih sakit dibandingkan tangannya, dia menginjak lebih dalam gas mobilnya sehingga mobilnya melesat begitu cepat membelah jalanan Seoul. Dia tidak punya tujuan yang jelas dia hanya ingin menghilangkan rasa sakit di dadanya, dia hanya ingin melupakan kenyataan pahit tentang Seohyun malam ini.

*****

Hyunri tersenyum saat dia melihat sosok Siwon sudah menunggunya di café, dia berjalan pelan-pelan dari belakang Siwon dan akhirnya dia menutup mata kekasihnya itu sambil tertawa jahil. Siwon yang terkejut menyentuh tangan Hyunri dan tersenyum juga sata dia mengenali tangan siapa itu.

“Hyunri-ya..” panggilnya lembut.

Annyeoung oppa.” Hyunri akhirnay duduk didepan Siwon membuat Siwon tersenyum melihat tingkah lucu kekasihnya.

“Kau beruntung aku tahu tanganmu, jika tidak aku mungkin sudah melukaimu tadi.” Ucapnya,dia menarik tangan Hyunri dan mencium tangan wanita itu dengan mesra.

“Aku cukup yakin kau tahu tanganku.” Jawab Hyunri, dia tersenyum.

“Bagaimana Jepang? Apa disana sedang musim semi?” Tanya Hyunri.

“Ya, tapi tidak terlalu indah untukku.” Ungkap Siwon sedikit murung.

“Kenapa? Apa kau terkena alergi?” Hyunri menyentuh pipi Siwon, Siwon tersenyum dan menggelengkan kepalanya.

“Bukan seperti itu..karena kau tidak ada disampingku.” Ucapnya membuat Hyunri memutar matanya, kekasihnya yang satu ini memang pintar mengombal.

Oppa,kau bisa saja…”

“Aku serius, menonton bunga sakura mekar sendirian sangat membosankan.” Keluhnya, dia meneguk kopi yang sudah dia pesan.

“Wah, apa kau mengambil foto saat di Jepang? Aku ingin melihat bunga sakuranya.” Pinta Hyunri, Siwon mengangguk dan memberikan ponsel Samsungnya pada Hyunri.

“Aku mengambil banyak foto untukmu.” Siwon mengungkapkan, dia menunjukan beberapa foto pohon bunga sakura dan foto dirinya sendiri berdiri dibawah pohon bunga berwarna pink itu.

“Wah..oppa indah sekali, aku ingin sekali pergi ke Jepang.” Ucap Hyunri sambil menatap penuh harap pada layar ponsel Siwon.

Siwon hanya mengangguk, dia mengelus kepala Hyunri.

“Aku harus ke toilet dulu,sebentar lagi aku kembali.” Siwon berkata, dia berdiri dari duduknya dan meninggalkan Hyunri sendirian.

Hyunri mengangguk dan menatap kearah foto-foto yang Siwon ambil, ternyata Jepang lebih indah dari yang teman-temannya deskripsikan apalagi negara itu bersih sekali. Hyunri tersenyum saat dia melihat pose-pose lucu Siwon, dia juga bisa meliht beberapa foto unik seperti foto tokyo tower dan foto kereta listrik di Jepang.

Saat Hyunri sedang asik menatap foto-foto Siwon tiba-tiba saja seseorang menelepon Siwon, caller ID yang muncul adalah Seohyun, Hyunri mengira kalau Seohyun adalah teman lelaki Siwon memutuskan untuk mengagkat telepon itu

Oppa! kau dimana? Kau bilang kau ingin bertemu dengan orangtuaku? bukankah kita harus berdiskusi soal gaun pengantin dan undangan pernikahan kita dengan mereka?”

Mendengar perkataan itu mata Hyunri langsung melebar, tangannya gemetaran masih tidak percaya dengan apa yang dia dengar.

Oppa? oppa? apa kau mendengarku?”

“Hyunri-ya siapa yang menelepon?”

Sosok Siwon sudah kembali dari toilet, Hyunri yang marah meremas ponsel Siwon dan menutup telepon.

“Siapa Seohyun?”

Mendengar nama itu Siwon langsung panik, apakah tadi Seohyun yang menghubunginya?

“S-seohyun? Dia hanya teman..” Jawab Siwon berbohong.

“Oh..teman yang ingin kau nikahi? Lalu bagaimana denganku? Aku sudah tiga tahun bersamamu apa kau tidak mau menikahi aku?!”

“Hyunri, aku bisa menjelaskan.” Ucap Siwon dia mencoba menyentuh Hyunri namun Hyunri menepis sentuhan Siwon dengan kasar.

“Jelaskan sekarang!” Bentak Hyunri.

“A-aku di jodohkan Hyunri, aku tidak suka wanita itu semua ini hanya ide orangtuaku…kau tahu aku lebih mencintaimu.” Siwon berkata namun Hyunri hanya mendengus, dia tidak percaya sedikitpun dengan alasan payah Siwon.

Hyunri membantingkan ponsel Siwon kelantai membuat Siwon hampir saja menjerit saat dia melihat ponselnya hancur berkeping-keping dilantai Café.

Yak! kenapa kau membanting ponselku?!” Siwon membentak.

Airmata Hyunri langsung menetes saat dia mendengar bentakan Siwon, bahkan Siwon lebih peduli pada Ponselnya dibandingkan hatinya yang hancur sekarang. Hyunri langsung menampar Siwon dengan keras sehingga dipipi lelaki itu muncul tanda merah tangannya, Hyunri langsung mengambil tasnya dan menyeka airmatanya.

“Kita putus dan jangan muncul lagi didepanku!” Bentak Hyunri, dia berlari keluar dari café.

“Hyunri!”

Hyunri bisa mendengar panggilan Siwon namun dia mengacuhkan panggilan itu dan terus berlari menjauh dari café,jiak dia biasa dia ingin menghilang dari dunia ini an menghapus lelaki yang bernama Choi Siwon yang sudah mengisi hidupnya selama 3 tahun.

*****

Entah apa yang membawa Kyuhyun kesini, dia hanya ingin bersenang-senang sekarang walaupun seumur hidupnya dia belum pernah datang ketempat seperti ini. Dia membuka pintu club malam dan langsung disambut oleh dentuman musik yang bisa membuat telinganya tuli,namun dia tidak peduli sekarang.

Didalam klub malam ramai sekali, banyak orang yang sedang menari dilantai dansa mereka berteriak dan menari begitu lincah. Kyuhyun langsung menghindari dari kerumunan orang yang sedang menari dan pergi menuju bar, dia duduk disalah satu kursi bar dan memesan satu botol beer.

Bartender langsung memberikan Kyuhyun satu botol beer dingin dan Kyuhyun membayarnya,dia meminum beernya dan meringis saat dia merasakan pahitnya minuman itu.

Kyuhyun mengusap rambutnya dan meneguk kembali minumannya, dia mengacuhkan beberapa tatapan dari wanita yang ada diseberangnya. Kyuhyun tahu mereka pasti ingin menganggunya, dia kembali meminum beernya namun kali ini sampai habis.

Dia kembali memesan minumannya, kali ini dia tidak langsung meneguknya karena dia mulai merasa pusing. Kyuhyun bukanlah peminum yang handal. Dia jarang sekali minum alkohol sehingga satu botol beerpun bisa membuatnya mabuk, dia mencengkram botol beernya dan menutup matanya sekilas.

“Satu gelas vodka!” Seorang perempuan berkata tepat disamping Kyuhyun, Kyuhyun melirik dan dia terkejut saat dia melihat sosok Hyunri.

“Kamu!” Kyuhyun menunjuk kearah Hyunri.

“Ah! Sunbae-nim!” Hyunri berseru membuat sebagian orang di klub menatap kearah mereka.

“Shuttt biakah kau tidak berisik?” Kyuhyun berkata.

“Maaf, sunbae-nim apa yang anda lakukan disini?” Tanya Hyunri, aneh sekali untuk menemukan Kyuhyun yang serius datang ketempan klub seperti ini.

“Bukan urusanmu, sebaiknya kau cepat mengambil minumanmu dan pergi dari hadapanku.” Ucap Kyuhyun dingin, dia kembali meneguk beernya.

Sunbae-nim,aku minta maaf soal bajumu aku akan mencucinya jika kau mau.” Hyunri berkata, dia terdengar benar-benar menyesal.

“Tidak apa-apa, kau tak usah khawatir..aku bisa mencucinya sendiri.” Timpal Kyuhyun, dia melirik kearah Hyunri yang duduk disampingnya sekarang.

Wanita itu terlihat berantakan sekali, dia bisa melihat mata Hyunri merah dan make up wanita itu jauh dari rapih bahkan sebagian eyeliner dan masakaranya luntur. Hyunri menyeka airmatanya yang menetes melihat Hyunri menangis Kyuhyun merasa sedikit bersalah.

“Kau kenapa? Kalau kau ingin menangis sebaiknya kau pulang.”

Hyunri yang mendengar itu hanya menggelengkan kepaanya, suaranya tertahan oleh tangisnya. Setelah menunggu beberapa menit minuman vodkanya milik Hyunri datang, wanita itu langsung meneguk minuman beralkohol itu dan meringis kepahitan.

Kyuhyun yang melihat itu ingin tertawa namun dia menahannya sehingga hanya ujung bibirnya saja yang terangkat, Hyunri terlihat seperti orang yang bodoh sekarang.

“Aku lupa kalau vodka rasanya seperti itu…” Ungkap wanita itu polos.

“Jika kau tidak bisa minum alkohol kenapa kau tidak pesan milkshake saja?” Ejek Kyuhyun, Hyunri memajukan bibirnya kesal.

“Kau tidak membuat keadaan membaik Sunbae-nim.” Ucap Hyunri.

“Aku bukan penghibur laramu, jangan berharap aku akan membuatmu tersenyum apalagi tertawa.” Timpal Kyuhyun.

“Aku tahu itu…”

Hyunri kembali memesan minuman yang lain namun kali ini bukan vodka, Kyuhyun melirik kembali kearah Hyunri dan dia bisa melihat Hyunri kembali menangis wanita itu benar-benar terlihat jelek saat menangis.

Yak! berhentilah menangis, kau jelek saat menangis.”

Kyuhyun mengambil tissue yang ada disudut meja bar, dia menyeka airmata Hyunri membuat noda eyeliner dan maskara yang ada dipipi Hyunri bersih. Hyunri terlihat lebih cantik sekarang, setidaknya dia tidak terlihat seperti rakun yang disiram air sekarang. Hyunri terkejut saat Kyuhyun menyeka airmatanya dengan tissue, sakingterkejutnya airmatanya langsungberhenti mengalir dan dia menunduk malu.

“Ck..wanita, aku tidak mengerti kenapa mereka sangat cenggeng.”

Sunbae-nim,kau tidak tahu apa yang aku alami..lagipula kau tidak pantas menilai semua wanita dari penilaianmu padaku.”

Kyuhyun hanya mendengus tidak peduli mendengar itu, dia meminum beernya.

“Kau juga tidak tahu apa yang baru saja aku alami.” Balas Kyuhyun.

Hyunri hanya menatap kearah Kyuhyun, sepertinya Kyuhyun memang sedang sedih ekspressi lelaki itu beda dari biasanya.

Sunbae-nim..”

“Aku baik-baik saja, kau tak usah khawatir.”

Kyuhyun tersenyum tipis kearah Hyunri, Hyunri berbalik menuju minumannya dan meminumnya kali ini Hyunri memesan satu gelas cocktail.

“Kalau begitu, mari kita hapus kesedihan kita malam ini.” Hyunri mengacungkan gelas cocktailnya mengajak Kyuhyun untuk melakukan cheers dengannya.

“Ya..ya..terserah.” Kyuhyun menurut dan melakukan cheers dengan Hyunri.

Entah sudahberapa gelas yang Kyuhyun dan Hyunri minum namun mereka cukup yakin kalau sekarang mereka benar-benar mabuk, mereka bahkan turun kelantai dansa untuk menari bersama orang lain yang tidak mereka kenal. Tubuh mereka bergesakan dengan tubuh yang lain namun mereka merasa bahagia, ingatan tentang Siwon dan Seohyun langsung hilang dari otak mereka.

Setelah waktu menunjukan jam satu pagi Kyuhyun dan Hyunri memutuskan untuk keluar dari klub malam, mereka berjalan semponyongan menulusuri tempat parkir klub yang sepi. Mereka tertawa sambil menompang tubuh satu sama lain, Kyuhyun menyandar pada mobilnya yang diparkirkan tidak jauh dari klub malam.

“Sebentar….aku harus menelepon seseorang…” Ucap Kyuhyun sedikit tidak jelas karena dia mabuk.

“Ok…” Hyunri mengangguk, dia sendiri sangat mabuk dia tidak tahu kapan mereka keluar dari klub.

Kyuhyun mengerang sat panggilannya tidak diangkat, dia mengehela nafasnya dan memutuskan untuk memanggil taksi. Setelah memanggil taksi, Kyuhyun dan Hyunri duduk di trotoar jalanan percis seperti pengamen jalanan.

“Sunbae-nim,sebenarnya apa alasanmu pergi ke kub malam ini?” Tanya Hyunri,walaupun mabuk dia masih bisa berbicara normal.

“Oh aku? Ini semua karena Seo Joohyun.” Jawabnya, Kyuhyun tertawa tapi pada akhirnya dia menangis.

“Joohyun? Apa dia kekasihmu?” Hyunri bertanya.

“Bukan, dia teman masa kecilku..kami tumbuh bersama dan aku sangat menyukai dia.” Entah sejak kapan Kyuhyun bisa terbuak seperti ini namun Hyunri menyukainya.

“Lalu kenapa kau tidak menyatakan cintamu? Aku cukup yakin dia mungkin menyukaimu juga.” Ucap Hyunri namun Kyuhyun malah menggelengkan kepalanya.

“Dia lebih menyukai orang lain, orangtuanya menjodohkan dia dengan pengusaha kaya yang tampan.” Ungkap kyuhyun.

“Oh begitu  ya…”

“Bagaimana denganmu? Lelaki mana yang membuat menangis seperti anak kecil?” Tanya Kyuhyun dan Hyunri tersenyum.

“Aku tidak menangis seperti anak kecil!” Bantah Hyunri. “Nama dia Siwon, aku dan dia sudah berkencan selama 3 tahun..dan tadi sore aku baru tahu kalau dia selingkuh.” Hyunri menjelaskan, airmatanya kembali menetes.

“Brengsek, sepertinya kau harus memberi pelajaran padanya.” Kyuhyun memberi usul.

“Aku mengahancurkan ponselnya dan menamparnya didepan umum, apa itu cukup?”

Kyuhyun akhirnya tertawa saat dia mendengar itu, Hyunri ikut tertawa juga mengingat betapa konyol dan kenak-kanakannya dia. Namun setidaknya dia puas sekali saat melihat ekspressi terkejut Siwon, dia sendiri tidak menyangka kalau dia cukup berani penampar lelaki itu.

“Kau mungkin pendek tapi kau pemberani Hyunri.” Puji Kyuhyun, Hyunri hanya menyeringai dan memukul lengan Kyuhyun.

Yak! Siapa yang kau panggil pendek?!” Ucapnya membuat keduanya tertawa.

*****

Sinar matahari terasa sangat silau menyinari matanya, Kyuhyun mengerang dia masih ingin tidur karena dia tidur sangat malam sekali kemarin. Dia berbalik kearah kanannya menghindari sinar matahri dari jendela kamarnya, namun saat dia menarik gulingnya untuk dia peluk dia merasakan sesuatu yang aneh.

Dia merasa menyentuh sesuatu yang lembut seperti rambut, Kyuhyun yang penasaran terus meraba-raba kebawah dan dia merasakan tangannya menyentuh sebuah hidung. Kyuhyun yang terkejut membuka matanya.

“ARRRGGGGHHHHH!!!” Kyuhyun langsung menjerit saat dia menemukan Hyunri ada di ranjangnya masih tertidur lelap. Dia bahkan terjatuh dari ranjangnya, sedangkan Hyunri kelihatannya mendadak menjadi tuli karena wanita itu masih anteng tertidur diranjangnya.

Kyuhyun melirik kearah sekitarnya dia menghela nafasnya lega karena sepertinya mereka berakhir di apartemennya bukan dirumah Hyunri. Kyuhyun akhirnya berdiri dan menguncangkan tubuh Hyunri yang masih tidur diranjangnya, Kyuhyun melihat bahu telanjang Hyunri dan dia panik karena sepertinya wanita itu tidak menggunakan apapun dibalik selimut putih yang membalut tubuhnya.

Kyuhyun menatap kearah tubuh bagian bawahnya dia ternyata hanay memakai boxernya saja, matanya langsung melebar. Tidak mungkin! Tidak bisa..dia tidak boleh terlibat dalam hubungan seperti ini dengan Hyunri, dia pegawai barunya apa kata pimpinannya jika beliau tahu kalau dia tidur dengan bawahannya?!

Yak! Go Hyunri! Bangun!” Kyuhyun panik.

“Hmmm…aku masih ngantuk.” Keluh Hyunri.

Aiiissh! Jinjja! Ini sudah jam sembilan pagi!” Kyuhyun berkata, Hyunri yang mendengar itu langsung bangun dari posisi tidurnya.

Kyuhyun langsung berbalik saat dia melihat Hyunri hanya menggunakan bra dan underwearnya, selama hidupnya baru kali ini dia melihat seorang wanita yang hanya menggunakan bra dalam kehidupan nyata. Dia bisa merasakan jantungnya berdetak sangat kencang, kedua pipinya terasa memanas karena malu.

“Hyunri-shi sebaiknya kau memakai bajumu.” Kyuhyun menyuruh, dia juga sibuk mencari celana dan kemeja.

Belum sempat mereka mencari baju seseorang sudah membuka pintu kamar Kyuhyun, Kyuhyun yang panik hanya bisa meloncat kembali keranjang mencoba menutupi tubuhnya dengan bedcover begitu juga dengan Hyunri.

“Kyuhyun-ah eomma mem—“

Sosok ibu Kyuhyun langsung terdiam saat dia melihat anak laki-lakinya ada diranjang bersama seorang wanita yang setengah telanjang, Ibu Kyuhyun kaget sekali bahkan dia menjatuhkan soup yang dia bawa.

“Apa-apaan ini?!” Akhirnya ibu Kyuhyun berkata.

Eomma aku bisa menjelaskan…” Kyuhyun berkata.

Yak! Dasar kau anak berandalan! Kau berani tidur dengan wanita dibelakangku eoh?!” Ibu Kyuhyun marah, dia langsung memukul anak lelakinya itu.

Eomma!ini tidak seperti yang kau sangka!” Ucap Kyuhyun mencoba membela dirinya sendiri, Hyunri yang melihat Kyuhyun dipukuli dengan ibunya hanya bisa menyembunyikan wajahnya dibalik selimut karena malu.

To Be Countinue…

Don’t forget the comment❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

9 thoughts on “Fake [Part 1]

  1. kyyaaaaa,,,scene d endingnya kocak bgt,,,kebayang paniknya kek apa tuh kyuhyun,,,,tpi knp hyunri nya malah diem aza,,,apa dia blom sadar apa gmn???hadeuuhhh dasaaarrr ada” aza,,,

    mreka senasib,,,korban perasaan dri seowon couple hhahaa,,
    kira” gmn yah kelanjutannya????
    pasti bakalan seru niiihh
    penasaraaan author seven,,,d tunggu part selanjutnyaaa😀

  2. Aaaaak kak seven😀 aku udah lamaaa pake banget ga buka wp kak seven😦 baru bisa bukaaa TT
    udah ada ff baru lagi. Aku ketinggalan jauh banget😦
    yg ff lain aja belum aku baca😦

    aku baca yg ini dulu ya kaak😀
    semangat terus kak😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s