Posted in FanFiction NC 17+

Great Ambition – Chapter 2

Title: The Great Ambition

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

Jo Eunmi [OC],Oh Sehun [EXO],Oh Jiyoung [OC],Lee Howon [INFINITE]

Kim Yura [Girls day], Jung Hyojung [Tale of two siblings],Wu Zhongren/Kai [EXO]

Wu Yifan [EXO], Wu Hanbyul/Hyojin [Tale of two siblings],Kim Joonmyeon [EXO]

Genre : Melodrama,Horror and Romance

Length : Chaptered

Rating : PG 17+ – NC 17

<< Previous Chapter

Next Chapter >>

2

Lost

 

Jiyoung menatap kearah langit yang gelap, dia sudah terjebak dalam dunia ini lebih dari 3 tahun dan dia mulai muak dia mencoba mengajak semua orang yang melewat kearahnya untuk berkomunikasi bahkan dia mencoba untuk mengajak Hyojin sahabat masa kecilnya untuk berbicara namun Hyojin tidak merespon dia malah ketakutan.

Jiyoung berdiri dari duduknya tak ada satupun manusia yang bisa melihatnya, yang bisa melihatnya hanyalah binatang seperti anjing dan kucing. Karena kedua mahluk itu selalu menggonggong dan mengeong saat dia mendekat, dia tidak bisa merasakan lelah ataupun lapar lagi dia bisa pergi kemanapun dengan mudah.

Kakinya tidak lagi menyentuh tanah yang segar dan subur, walaupun malam kelihatannya dingin Jiyoung tidak bisa merasakannya. Dia menangis dan terus menangis menyesali keputusannya yang sangat bodoh, dia marah setiap kali dia mengingat jika Sehunlah penyebab semua ini.

Sehunlah yang membuatnya gila dan Sehunlah yang membuat dia akhirnya memutuskan untuk mengakhiri dirinya, Sehun..Sehun.. nama itu terus terngiang ditelinganya.

“Argggghhhh!!!” Jiyoung menjerit bahkan tidak ada seorangpun yang mendengarkan jeritannya,dia terjebak dalam dunia ini dan tak ada yang bisa menyelamatkannya.

Jiyoung melirik kearah samping kanannya dan dia bisa melihat begitu banyak orang yang berjalan didepannya, ini sudah malam namun Seoul masih ramai seperti siang hari. Dia bisa melihat seorang gadis berlari keluar dari sebuah gedung, Gadis itu cantik sekali dengan balutan baju formalnya namun sepertinya dia benar-benar terburu-buru.

Jiyoung melirik kearah gedung dimana gadis itu baru saja keluar, diatas gedung itu tertulis ‘DAEGUK’ yang cukup besar Jiyoung menyimpulkan kalau gadis itu adalah pegawai diperusahaan Sehun.

Taklama setelah gadis itu keluar  dia bisa melihat sosok Sehun keluar, dia kelihatan sangat lelah dan mengantuk. Sehun mengancingkan mantelnya mungkin karena udara dingin, sebuah mobil sedan silver berhenti didepannya dan Sehun naik kedalam mobil itu tanpa menunggu lama Jiyoung langsung mengikutinya.

Jiyoung menembus masuk kedalam mobil dan duduk dibangku belakang mobil, dia menatap kearah punggung Sehun. Sehun mengusap rambutnya, lelaki itu mengambil bungkus rokok yang ada di dashboard dan mulai merokok sesekali dia melirik kearah jendela mobil namun dia memutuskan untuk fokus menyetir.

“Sehun..”

  Sehun langsung berhenti merokok saat dia mendengar panggilan itu, dia melirik kearah kanan dan kirinya namun dia tidak menemukan apapun. Sehun kembali merokok dan mengacuhkan panggilan Jiyoung, Jiyoung menatap sedih kearah Sehun dia harap dia bisa menyentuhnya untuk sekali saja.

Jiyoung mencapai kearah pundak Sehun dia mencoba untuk menyentuh pundak Sehun tapi sayang tangannya malah menembus pundak Sehun, Sehun langsung menginjak rem mobilnya saat tangan Jiyoung menembus pundaknya Sehun kelihatan ketakutan namun dia langsung menghidupkan radio mungkin mencoba mengalihkan perhatiannya.

“Sehun, ini aku..Jiyoung..”

“Tidak! Kau sudah mati..berhenti mengangguku!” Sehun membentak, lelaki itu menutup telinganya.” Sehun sekarang benar-benar ketakutan, tangannya menjadi pucat dan gemetaran.

Jiyoung menatap kearah Sehun dengan sedih, dia benar-benar terluka dengan perkataan Sehun apakah Sehun sudah melupakannya? Apakah Sehun sudah tidak mencintainya lagi? Jika Jiyoung bisa menangis airmatanya sudah menetes namun sayang dia tidak bisa lagi menangis sekarang.

Sehun melirik kearah kaca spionnya dan dia terkejut setengah mati saat dia melihat sosok Jiyoung duduk dibangku belakang mobilnya, tak menunggu lama dia langsung menjerit dan keluar dari mobilnya tanpa dia sadari sebuah mobil mendekat kearahnya dia hampir tertabrak dan langsung terjatuh karena shock saat mendengar klakson mobil.

“YA! Apa kau gila?! Kau mau mati?!” Supir yang ada didalam mobil itu menghardik, dia mengutuk dan Sehun hanya bisa menunduk lalu meminta maaf.

Mobil itu lalu meninggalkannya, dia masih terengah-engah karena terkejut dia melirik kembali kearah bangku belakang mobilnya. Sehun menghela nafas lega saat dia tidak melihat siapapun ada dibangku belakang mobilnya, dia berjalan masuk kedalam mobilnya dan menghidupkan lagi mesin.

“Sial! Ada apa denganku belakangan ini?” Sehun bergumam sambil mengusap rambutnya.

*****

“Eonni!” Hyojung memanggil saat dia melihat Yifan dan Hyojin keluar dari bandara.

“Hyojung-ah.” Hyojin menyapa dan memeluk adiknya, Hyojung menyuruh pak Hwangjun untuk membawa semua koper Hyojin dan Yifan.

“Kemana Zhongren? Apa kau kesini sendirian?” Yifan bertanya masih melirik kesekitar mencari sosok adiknya.

“Iya, Zhongren Oppa sibuk dia harus syuting.” Hyojung menjelaskan, dia terdengar sedikit sedih.

“Oh Hyojung, tidak apa-apa…dia mulai sibuk sekarang kau harus mengerti.” Hyojin menyentuh pundak Hyojung.

“Aku tahu Eonni, lagipula aku bukan anak kecil.” Hyojung berkata dan dia tersenyum.

“Ayo masuklah, aku sudah menyiapkan makan siang untuk kalian dirumah.” Hyojung membuka pintu mobil.

“Kau memasak?” Tanya Hyojin terdengar kaget.

“Tidak, tapi aku menyiapkannya untukmu Eonni dan kau juga Oppa.” Ucap Hyojung, Yifan tersenyum dan mengelus kepala Hyojung.

“Kau masih lucu seperti dulu,kau tahu itu?” Yifan memuji dan Hyojung hanya tersenyum dan membiarkan kedua kakaknya masuk kedalam mobil.

“Jadi..bagaimana bulan madu kalian?” Tanya Hyojung dan dia melirik kebelakang, karena dia duduk dibangku depan bersama pak Hwangjun.

“Menyenangkan, aku membeli banyak hadiah untukmu.” Hyojin menjawab.

“Bagaimana keadaan perusahaan? Apa semuanya baik-baik saja?” Yifan bergabung dalam percakapan.

“Tenang saja, semuanya baik-baik saja Oppa.” Hyojung menjawab, dia tahu Yifan sedikit khawatir dengan keadaan perusahaan karena harga saham mereka turun bulan kemarin.

“Bagaimana dengan Daeguk? Apa Sehun sudah membukanya?” Yifan melirik kearah Hyojung.

“Ya, dia sudah merekrut beberapa pegawai juga.” Hyojung menjawab singkat, dia melirik kearah jendela mobil dan dia tersenyum saat dia melihat iklan billboard karena didalam iklan itu ada Zhongren.

“Wah..Zhongren benar-benar terkenal sekarang.” Hyojin berkata, dia melirik kearah berbagai iklan yang dia lihat di jalan dan hampir semuanya menampilkan wajah Zhongren.

“Dia bermain drama sekarang, aku selalu menontonnya.” Hyojung mengungkapkan, namun nada suaranya terdengar tidak senang sama sekali.

“Apa kau cemburu?” Tanya Hyojin sambil mengangkat alisnya, menggoda adiknya memang selalu menyenangkan.

“Apa? Tidak..apa yang kau katakan Eonni..” Hyojung menunduk menyembunyikan pipinya yang merah.

“Ah..pasti menyenangkan bisa bermain drama dengan aktris yang cantik.” Yifan bergumam, Hyojin yang mendengar itu marah dan memukul lengan Yifan.

“Ow..itu sakit yeobo.” Yifan mengelus lengannya.

“Apa aku masih kurang untukmu?!” Hyojin marah dan Yifan tersenyum.

“Aku hanya bercanda..” Yifan mendekat dan melingkarkan tangannya dibahu Hyojin, Hyojin masih cemberut namun dia segera tersenyum saat Yifan mencium pipinya.

“Eww bisakah kalian tidak bermesraan dihadapanku?” Hyojung mengeluh dari depan membuat pak Hwangjun yang menyetir tertawa.

Hyojin melirik kedepan hendak mengatakan sesuatu namun dia sangat terkejut saat dia melihat seorang wanita berdiri didepan mobil, sosok wanita itu jelas sekali memakai baju putih dengan rambut yang panjang namun wanita itu menunduk membuat Hyojin tidak bisa melihat wajahnya.

“AWAS!” Hyojin menjerit saat mobil hendak menabrak wanita itu.

Pak Hwangjun yang terkejut langsung mengerem mobil, dia tidak mengerti kenapa Hyojin menjerit karena dia tidak menemukan apapun yang aneh. Hyojung melirik kebelakang dan dia bisa melihat Hyojin menutup mata dan telinganya kakaknya itu terlihat sangat ketakutan bahkan tangannya gemetaran, Yifan mencoba menyentuh Hyojin.

“Hanbyul-ah..ada apa? Apa kau melihat sesuatu?” Yifan bertanya denan nada lembut, dia menyentuh tangan Hyojin yang gemetaran.

“Aku..tadi aku melihat wanita berdiri didepan mobil kita.” Hyojin mengungkapkan, dia menunjuk kearah depan.

“Hanbyul tidak ada siapapun didepan mobil kita.” Yifan berkata namun Hyojin menggelengkan kepalanya.

“Tidak..tadi aku yakin.” Hyojin melirik kesekitarnya namun dia tidak menemukan siapapun yang tertabrak oleh mobil dan itu membuat dia kebingungan.

“Aku bersumpah! Tadi aku melihat seseorang ada didepan mobil kita..” Hyojin bersikeras, Yifan menghela nafasnya.

“Kau mungkin kelelahan…tidurlah.” Yifan berkata sambil memberikan senyum lembutnya pada Hyojin.

“Kau tidak percaya padaku?” Tanya Hyojin, dia kelihatan terluka namun Yifan hanya bisa diam bagaimana dia bisa percaya jika dia tidak melihat apapun.

“Hanbyul, sudah cukup..tidurlah.” Yifan menarik Hyojin kedalam pelukannya, Hyojin tidak bisa memprotes sehingga dia memutuskan untuk diam dia menyembunyikan wajahnya didalam pelukan Yifan dia sendiri tidak mengerti, jelas-jelas dia melihat seorang wanita tadi lalu kemana wanita itu pergi?

Hyojung menatap khawatir kearah Yifan dan Yifan hanya menggelengkan kepalanya, istrinya itu sudah bertingkah aneh semenjak kemarin. Yifan benar-benar khawatir, dia mengelus punggung Hyojin dan pak Hwangjun kembali menghidupkan mesin mobil mereka hanya ingin segera sampai kerumah.

*****

“Kau tidak bisa mengambil alih perusahaan Joonmyeon, kau lemah!” Taehyun membentak, Joonmyeon kecil hanya bisa menunduk tidak berani menatap kearah ayahnya yang murka.

“Kau seharusnya melawan! Apa kau akan membiarkan orang lain menghinamu seperti itu?!” Ayahnya membentak, Joonmyeon masih menunduk takut dan airmatanya menetes kelantai.

“Apa kau mendengar ucapanku Kim Joonmyeon?!” Taehyun membentak.

“N-nde..abeoji.” Joonmyeon kecil menjawab dengan suaranya yang gemetaran.

“Apa kau menangis Kim Joonmyeon?” Tanya Taehyun dia mendekat.

“Tidak abeoji.”

“Jangan bohong!”

Mendengar bentakan itu Joonmyeon langsung menyeka airmatanya dan menggelengkan kepalanya, Taehyun mendekat dan meremas dagu Joonmyeon dengan kasar. Joonmyeon terpaksa harus menatap kearah ayahnya itu penuh dengan ketakutan, tangannya gemetaran dan matanya masih bengkak karena menangis.

“Kau menangis? Memalukan sekali! Kau lelaki Joonmyeon! Lelaki!” Taehyun berkata dia melepaskan dagu Joonmyeon dan menghela nafasnya.

“Jangan kembali sebelum kau berhasil menyelesaikan masalahmu, jika perlu berkelahilah buat temanmu yang meledekmu menarik semua perkataannya.” Taehyun menyuruh.

“Tapi abeoji…eomma bi—“

“Persetan dengan perkataan ibumu! Dia hanya wanita tidak tahu diri yang gila uang! Sekarang pergilah dan ambil kembali harga dirimu.” Taehyun berbalik menatap anaknya yang menunduk.

“Baiklah abeoji, aku pergi..” Joonmyeon menunduk dan keluar dari ruangan ayahnya.

~~*****~~

   Joonmyeon tersenyum pahit mengenang masa lalunya, dia menyentuh meja kerja ayahnya yang masih bersih dan rapih tak ada sedikitpun yang berubah dari meja itu semenjak ayahnya meninggal ruang kerja ayahnya terasa hampa dan sepi.

Joonmyeon melirik kearah bingkai foto dirinya yang ada dimeja ayahnya, dia tersenyum pahit bahkan ayahnya masih menyimpan foto dia. Apakah ayahnya itu menatap kearah fotonya saat dia bekerja? Pertanyaan itu muncul dipikirannya, Joonmyeon berjalan kearah rak buku ayahnya dan menyentuh berbagai buku tentang ekonomi yang berjajar rapih sesuai alphabet.

Buku-buku itu sedikit berdebu namun Joonmyeon tidak  peduli, dia mengambil salah satu buku tentang teori ekonomi yang sering ayahnya baca. Dia membuka buku itu namun tiba-tiba saja sebuah foto jatuh dari buku itu membuat Joonmyeon terkejut dia membungkuk dan mengambil foto yang jatuh itu.

Foto itu adalah foto seorang wanita dengan bayi laki-laki ditangannya, Joonmyeon tentu saja mengenali wajah wanita itu bagaimana dia bisa melupakan wajah wanita yang menggantikan posisi ibunya dengan mudah. Wanita yang selama ini dengan mudahnya mengatakan kalau Joonmyeon harus memanggilnya dengan panggilan ‘Eomma’ cih! Joonmyeon lebih baik tidak memiliki ibu daripada harus memanggil wanita itu dengan sebutan ‘Eomma’.

Joonmyeon meremas foto itu kuat-kuat lalu dia menyobeknya sehingga foto itu hancur, dia membuangnya kedalam tong sampah entah kenapa setiap kali dia melihat wajah wanita itu dia pasti marah. Joonmyeon menendang meja kerja ayahnya dia ingin sekali menjerit, mengeluarkan semua amarah yang dia pendam selama ini.

“Kau tidak akan bisa melupakannya Tuan Joonmyeon.”

Sebuah suara mengagetkannya dan dia menatap kearah sosok Zitao yang ada diambang pintu kantor ayahnya, dia terkejut mendapati lelaki itu sudah sampai dikantor ayahnya.

“Kau sudah datang..” Joonmyeon berkata, dia merapikan rambutnya yang sedikit berantakan dia sedikit malu karena Zitao melihat sisi emosionalnya.

“Tuanku memanggilku, aku tidak bisa bersantai-santai.” Zitao menjawab dan Joonmyeon menyeringai.

“Oh iya soal adikmu, tenang saja aku sudah mengamankan dia bukankah kau sebaiknya membawa dia pulang ke Cina? dia tidak bisa terus ada di Jerman.” Joonmyeon berkata dia berjalan menuju sofa yang ada dikantor ayahnya dan duduk.

“Terimakasih tapi Cina terlalu bahaya untuk dia tuan, kenapa kau memanggilku? Apa kau butuh sesuatu?” Tanya Zitao, dia menatap kearah Joonmyeon yang kelihatan resah.

“Tak usah berterimakasih…aku tidak butuh itu, aku hanya ingin kau melakukan sesuatu yang kecil untukku sekarang.” Joonmyeon melirik kearah Zitao, dia menyeringai kearah Zitao penuh dengan misteri.

“Kau tahu Oh Sehun?” Joonmyeon bertanya dan Zitao mengangguk, tentu saja dia tahu Oh Sehun anak itu selalu ada disekitar Hyojung dan Hyojin.

“Aku ingin kau mencari informasi tentang dia, oh jangan lupa bawa juga laporan tentang Daeguk aku ingin informasinya sedetail mungkin.” Joonmyeon menyuruh dan Zitao mengangguk.

“Soal Zhongren…bagaimana dengan dia?” Tanya Joonmyeon suaranya terdengar ragu-ragu, seakan dia malu untuk bertanya soal Zhongren.

“Dia bermain dalam drama baru, dia juga mendapatkan kontrak untuk berbagai iklan sepertinya Zhongren benar-benar akan bersinar tahun ini.” Zitao mengungkapkan, Joonmyeon kelihatan tidak senang dengan berita yang Zitao bawa namun dia mencoba untuk menyembunyikan ekspressinya.

“Bagus kalau begitu, tetap awasi dia jika ada aktivitas yang mencurigakan laporkan padaku aku dengar hari ini Yifan dan istrinya Hanbyul akan pulang dari Jeju.” Ucap Joonmyeon.

“Sebaiknya kau awasi Sehun untuk malam ini, aku akan bersama Zhongren jadi kau tak usah mengikutinya.” Ucap Joonmyeon dan Zitao mengangguk.

“Baik tuan.” Zitao menurut.

“Kau boleh pergi.” Joonmyeon memberikan isyarat pada Zitao agar keluar, Zitao berbalik hendak pergi.

“Zitao..” Joonmyeon tiba-tiba saja memanggil lagi, Zitao berbalik dan menatap kearah Joonmyeon.

“Kenapa kau melakukan semua ini? Hanya untuk melindungi adikmu? Apa sebenarnya yang adikmu berikan padamu sehingga kau rela menjadi budak suruhanku?” Joonmyeon bertanya, Zitao tersenyum mendengar pertanyaan itu.

“Karena aku menyayanginya Tuan, karena dia adalah keluargaku satu-satunya.” Zitao menjawab dan Joonmyeon tertawa mendengar jawaban Zitao, Zitao menatap kebingungan.

Mwo? Karena kalian keluarga?” Joonmyeon bertanya seakan jawaban Zitao adalah jawaban paling konyol yang pernah dia dengar.

“Apa itu salah tuan?” Tanya Zitao, bukankah jawabannya adalah jawaban yang sangat normal semua orang akan melakukan hal yang sama untuk seorang keluargakan? Karena keluarga harus saling menyayangi dan melindungi setidaknya itu yang orang tua Zitao ajarkan.

“Kau tidak salah Zitao, kau beruntung memiliki keluarga seperti adikmu…setidaknya dia tidak akan mengkhianatimu.” Joonmyeon menjawab, dia melirik kearah jam tangan yang ada ditangan kirinya.

“Ini sudah sore, aku harus bersiap-siap.” Joonmyeon berdiri dari duduknya dan berjalan kearah Zitao.

“Aku harap adikmu benar-benar menyayangimu juga Zitao, kau tidak pernah tahu hati manusia.” Joonmyeon berbisik sebelum dia keluar dari ruangan ayahnya.

*******

“Hyung!” Zhongren memanggil penuh dengan antusias saat dia melihat sosok Yifan turun dari mobil sedan.

“Zhongren-ah..kau ada dirumah?” Yifan terdengar terkejut saat dia menemukan sosok adiknya ada dirumah, Zhongren mendekat dan memeluk Yifan sekilas.

“Ya, syutingku ditunda sampai minggu depan.” Zhongren mengungkapkan, dia melihat Hyojin turun dari mobil dan menyambut kakak iparnya itu.

“Noona, apa kabar? Bagaimana bulan madunya?” Tanya Zhongren dan Hyojin hanya tersenyum, wanita itu terlihat lemah.

“Noona kau baik-baik saja?” tanya Zhongren khawatir, apalagi wajah Hyojin terlihat sangat pucat.

“Ya,aku baik-baik saja Zhongren-ah aku akan beristirahat.” Hyojin berjalan dia bahkan hampir terjatuh namun dia beruntung saat Hyojung datang dan membantunya untuk berjalan.

“Ada apa dengan Hanbyul noona?” Tanya Zhongren dia melirik sekilas kearah Hyojin dan Hyojung yang berjalan kedalam rumah.

“Hanbyul sepertinya sakit, kondisinya lemah semenjak kami sampai di Jeju.” Yifan memberitahu, Zhongren hanya bisa mengangguk penuh simpati.

“Tenang saja Hyung, dia sudah ada dirumah sekarang aku yakin Hanbyul noona akan baik-baik saja.” Zhongren menghibur, Yifan hanya tersenyum tipis.

“Oh iya, aku melihat dramamu saat kami di Jeju.” Yifan mengungkapkan saat mereka berdua berjalan masuk kedalam rumah.

“Bagaimana Hyung? Aku kerenkan?” Tanya Zhongren dengan senyum nakalnya, Yifan hanya memutar matanya sangat tipikal sekali dari Zhongren untuk bertingkah seperti itu.

“Sekarang kau sombong, masih banyak artis yang lebih keren darimu.” Yifan mengacak-ngacak rambut Zhongren lalu pergi menuju lantai dua.

Zhongren tersenyum sambil menatap kearah sosok kakaknya yang pergi kekamar Hyojin menyusul istrinya yang kelihatan tidak sehat, senyum Zhongren menghilang saat dia menunduk entah kenapa belakangan ini dia merasa sedikit kesepian meskipun banyak sekali orang yang ada disampingnya dia merasa sendirian.

“Tuan Zhongren, apa anda baik-baik saja?” Tanya Pak Hwangjun khawatir saat dia melihat Zhongren melamun.

“Ya, aku baik-baik saja.” Zhongren tersenyum dan masuk kedalam rumah, dia menaiki tangga dan kebetulan saat dia sampai Hyojung baru keluar dari kamar Hyojin.

“Bagaimana keadaannya?” Tanya Zhongren, Hyojung hanya mengangkat bahunya dia kelihatan khawatir.

“Aku tidak tahu, Eonni lemah sekali dia seperti ketakutan tapi aku tidak tahu apa yang dia takutkan.” Hyojung menjawab dia terdengar sedih, Zhongren mendekat dan memeluk Hyojung.

“Semuanya akan baik-baik saja, mungkin noona hanya kelelahan.” Zhongren menghibur, dia melepaskan pelukannya dan menyelipkan poni Hyojung kesisi telinganya.

“Aku harap begitu, Yifan oppa bilang eonni sudah bertingkah aneh semenjak kemarin.” Hyojung mengungkapkan.

Hyojung berjalan kearah kamarnya sambil bergandengan bersama Zhongren, Zhongren sendiri khawatir dengan keadaan Hyojin namun dia tidak bisa berbuat apapun. Dia hanya bisa berharap kalau kakak iparnya itu baik-baik saja, Yifan dan Hyojin baru menikah dan Zhongren hanya ingin mereka berdua bahagia setelah apa yang terjadi diantara mereka dan betapa mereka menderita sebelumnya.

Zhongren hanya ingin kedua kakaknya bahagia, tersenyum dan menjalani hidup yang normal seperti pasangan suami istri biasanya. Tanpa Zhongren sadari mereka sudah ada dikamar Hyojung dan Hyojung melepaskan jaket coklat yang dia gunakan, Zhongren baru sadar kalau rambut Hyojung sekarang lebih panjang.

Zhongren menyeringai dan dia berjalan memeluk pacarnya itu dari belakang, Hyojung sedikit terkejut namun dia menyandar kearah Zhongren saat dia merasakan tangan Zhongren melingkar dipinggangnya.

“Rambutmu sudah panjang, apa kau mau memotongnya lagi?” Tanya Zhongren iseng.

“Apa kau ingin aku memotongnya?” Hyojung bertanya kembali, Zhongren tidak menjawab dia malah mencium leher Hyojung membuat Hyojung tertawa.

“Walaupun kau terlihat seksi dengan rambut pendek, aku ingin melihat kau dengan rambut panjang seperti Hyojin noona kau pasti mirip sekali dengan dia.” Zhongren mengungkapkan dan Hyojung hanya tertawa.

“Kau pasti menyukai Hyojin eonni? Kenapa kau selalu membandingkan dia dengan aku?” Tanya Hyojung dan Zhongren segera menggelengkan kepalanya.

“Bukan begitu Hyojung-ah, kau cantik dan aku menyukaimu aku hanya suka melihat kalian..walaupun kalian tidak terlalu dekat tapi aku bisa melihat kau dan Hyojin noona saling menyayangi.” Zhongren menjelaskan dan dia memeluk Hyojung lebih erat, dia bisa mendengar Hyojung menghela nafasnya.

“Benarkah? Kau berpikir seperti itu? Kau dan Yifan oppa dekat juga..kalian selalu membantu satu sama lain, Yifan Oppa juga kelihatannya sangat menyayangimu.” Ucap Hyojung. Dia hanya bisa membalas pendapat itu dengan senyum tipis.

“Walaupun begitu, kami tidak memiliki darah yang sama Hyojung berbeda sekali dengan kau dan Hyojin noona.” Zhongren membalas, Hyojung berbalik dan dia menangkup wajah Zhongren.

“Hey..menjadi keluarga itu bukan berarti kita harus memiliki darah yang sama Oppa, tapi bagaimana cara kita memperlakukan orang itu, kedua orangtuaku dan orang tuamu tidak memiliki darah yang samakan? Tapi mereka keluarga karena mereka mencintai dan menyayangi satu sama lain.” Ungkap Hyojung dan Zhongren tersenyum bangga, dia bersumpah Hyojung terkadang lebih dewasa darinya walaupun umur mereka memiliki perbedaan yang cukup jauh.

“Aku mengerti, jadi..apa kau keluargaku?” Zhongren mengangkat alisnya menunggu jawaban, Hyojung kelihatan malu-malu namun dia mengangguk.

“Tentu saja aku keluargamu Oppa.” Hyojung menjawab, Zhongren tersenyum bahagia lalu mendekat untuk mencium kekasihnya itu.

Zhongren menyentuh pipi Hyojung, Hyojung melingkarkan tangannya dipinggang Zhongren membuat Zhongren mendekat kearah Hyojung dan Hyojung bisa merasakan kalau Zhongren terangsang sekarang. Hyojung melepaskan ciuman mereka dan mendorong Zhongren sehingga Zhongren duduk diranjangnya menatap kearahnya penuh nafsu, Hyojung bersumpah jantungnya berdetak sangat kencang saat dia sadar jika kedua mata Zhongren terfokus padanya.

Hyojung menyeringai kearah Zhongren dan dia mulai membuka kancing bajunya dengan perlahan, Zhongren menggigit bibirnya tidak sabar dia hanya ingin menarik Hyojung dan bercinta dengan kekasihnya itu sampai matahari terbenam. Hyojung membuka kancing bajunya dengan pelan sangat pelan hampir membuat Zhongren gila,Zhongren menyukai itu dia suka menunggu dan membiarkan Hyojung menunjukan keseksiannya.

Hyojung akhirnya berhasil membuka semua kancing bajunya, Zhongren langsung menarik lengan Hyojung sehingga Hyojung mengangkangi pahanya. Zhongren mencium Hyojung penuh dengan hasrat dan gairah dia bahkan tidak ragu untuk mengigit bibir bawah Hyojung, Hyojung mendesah dan mencium kembali bibirnya dengan hasrat yang sama.

Zhongren membuka kancing celana Hyojung membuat Hyojung melepaskan ciuman mereka karena Hyojung membantu dia untuk membuka bajunya, terimakasih pada tuhan karena dia memakai baju kaos sehingga Hyojung bisa membuka bajunya dengan cepat dan mereka bisa bercumbu lagi.

“Berapa menit lagi kau akan membuatku menunggu?” Zhongren bertanya ditengah cumbuan nya.

Hyojung tidak menjawab dan melemparkan kaos Zhongren kesudut ruangan, Zhongren menyeringai saat dia melihat betapa merahnya pipi Hyojung gadis itu pasi malu sekarang. Zhongren tidak peduli dia menarik tangan Hyojung membuat tangan gadis itu menyentuh absnya, Hyojung tersenyum dan kembali mencumbu kekasihnya itu.

Hyojung bisa merasakan sesuatu menyentuh pahanya dan dia melirik kebawah, dia bisa melihat jika Zhongren benar-benar terangsang. Tangannya tidak malu lagi untuk menyentuh bagian pribadi Zhongren membuat Zhongren menarik nafasnya terkejut saat dia merasakan tangan Hyojung menyentuh kejantanannya yang masih tertutupi celana jeansnya, Hyojung menyeringai saat dia melihat Zhongren menikmati sentuhannya.

“Kau menyukai itu? Aku..menyentuh ‘milik’ mu?” Tanya Hyojung nakal, Zhongren membuka matanya saat dia mendengar kata-kata kotor itu.

“Hyojung, apa kau baru saja menggodaku ?” Zhongren bertanya sedikit terkejut.

“Apa kau tidak menyukainya?” Tanya Hyojung kembali sedikit terdengar khawatir, Zhongren tertawa melihat ekspressi malu-malu Hyojung.

“Tidak aku menyukainya, kau sudah dewasa sekarang…kau bebas mengatakan apapun yang kau mau.” Ucap Zhongren lelaki itu mencium kembali Hyojung.

Hyojung tidak mengatakan apapun lagi dia terlalu sibuk menikmati cumbuan Zhongren yang sangat menggairahkan rasanya seluruh tubuhnya sudah terbakar oleh api hasrat birahi, Zhongren mencium leher Hyojung dan terus turun menuju payudaranya membuat Hyojung memeluk Zhongren lebih erat dia melengkungkan punggungnya membuat Zhongren memiliki akses yang luas untuk menciumi dadanya.

Tangan Zhongren menyentuh payudara Hyojung dan memainkannya seakan payudara Hyojung adalah mainan kesukaannya, dia meremas puting Hyojung membuat Hyojung melenguh tanpa malu. Hyojung tidak pernah tahu kalau dia bisa membuat suara seperti itu sampai sekarang, Zhongren mengulum puting nya yang satu lagi dan itu membuat Hyojung mengigit bibirnya menahan lenguhannya.

Dia tidak ingin jika Yifan dan Hyojin yang ada di kamar samping mendengar dia dan Zhongren, Zhongren melepaskan mulutnya dari payudara Hyojung kemudian tangan nakalnya masuk kedalam celana dalam Hyojung menggoda klitoris Hyojung.

“Ah! Oppa..” Hyojung mendesah namun dia segera menutup mulutnya.

“Shuttt..Hyojin noona dan Yifan hyung akan mendengarmu.” Zhongren berbisik dan mengigit lembut daun telinga Hyojung.

“N-nde..” Hyojung menurut dan dia menutup mulutnya rapat-rapat.

Zhongren menggoda klitorisnya dengan pelan namun itu malah membuat Hyojung semakin menderita dia hanya ingin membaringkan Zhongren dan bercinta dengan kekasihnya itu sepuasnya, namun dia tahu Zhongren tak akan mengijinkan itu karena Zhongren lebih suka menggoda Hyojung terlebih dahulu seperti ini.

“O-oppa..bisakah kau berhenti..aku..ah!” Hyojung tidak menamatkan kalimatnya saat Zhongren memasukan dua jarinya kedalam kewanitaannya.

“Apa Hyojung?aku tidak mendengarmu dengan jelas.” Zhongren menggoda.

“A-aku bilang..akh..ya disana!” Hyojung menyuruh saat dia merasakan jari Zhongren menyentuh area sensitivenya.

“Disini?” Zhongren menggerakan lagi jarinya kearah daerah sensitive itu membuat Hyojung menggangguk dan mendesah penuh nikmat.

Zhongren tahu jika Hyojung sudah tidak sabar dan tubuh Hyojung sudah siap untuknya, dia sendiri sudah tidak bisa menahannya lagi sehingga dia membalikan posisi dan menidurkan Hyojung diranjang. Dia menciumi gadis itu dan menarik celana jeans Hyojung sampai celana itu lepas dari pemiliknya, dia lalu membuka celananya juga.

“Kau siap?” Tanya Zhongren sambil mengelus pipi Hyojung, Hyojung mengangguk walaupun wanita itu kelihatan sedikit malu.

Zhongren mencium Hyojung mengalihkan perhatin Hyojung agar dia tidak terlalu fokus pada kegiatan bercinta mereka, dia tahu Hyojung selalu gugup setiap kali dia akan bercinta dengannya oleh sebab itu Zhongren ingin menunggu sampai kekasihnya itu lebih tenang dan menikmati ‘permainan’ mereka.

Mata Hyojung melebar saat dia merasakan kejantanan Zhongren masuk, dia mencengkram lengan Zhongren dan menutup matanya rasanya masih tetap asing. Setiap kali Zhongren menggerakkan pinggulnya Hyojung merasakan sensasi yang sangat nikmat, dia membuka matanya dan melihat wajah Zhongren yang serius.

Dia tidak tahu jika Zhongren bisa seserius ini saat mereka bercinta, Hyojung menggerakan pinggangnya juga mengikuti ritme yang Zhongren buat. Suara kulit mereka yang bergesekan sangat erotis sekali, Hyojung melingkarkan kakinya membuat kejantanan Zhongren tertanam lebih dalam didalam kewanitaannya.

Hyojung menikmati gerakan Zhongren dia memeluk Zhongren dengan erat sambil mengelenguh membuat Zhongren semakin terangsang, gerakan pinggul Zhongren semakin cepat bahkan ranjang Hyojung mulai bergerak mengikuti gerakan Zhongren.

Hyojung melirik kearah lemari cerminnya dan matanya melebar saat dia melihat sesosok wanita berdiri disampingnya, Hyojung benar-benar terkejut dia mengedipkan matanya namun akhirnya sosok wanita yang tadi lihat sudah menghilang.

“Hyojung-ah..” Panggil Zhongren setengah mendesah.

“Oppa..” Hyojung memanggil Zhongren lagi, dia memejamkan matanya mencoba fokus kembali dengan aktivitasnya.

Sebenarnya apa dia berhalusinasi? Kenapa sosok wanita itu begitu nyata dia yakin sosok wanita tadi berdiri disamping mereka dan menatap tajam kearahnya. Hyojung sedikit ketakutan namun dia mencoba tenang, dia tidak ingin menghancurkan waktu intimnya bersama Zhongren.

******

 Eunmi berterimakasih pada supir taksi dan membayar, dia melirik kearah gedung studio yang ada didepannya dia tidak yakin dia sebaiknya datang kesana atau tidak. Tapi Howon menyuruhnya untuk datang dan dia tidak bisa mengatakan tidak pada Howon, apalagi lelaki itu sudah memohon kepadanya.

Dengan langkah malas dia berjalan mendekat masuk kedalam gedung artistik milik Howon, dia terkejut saat dia melihat mobil Sehun berhenti didepan gedung Howon juga. Dia bisa melihat atasannya itu baru mematikan mesin mobilnya dan melepaskan sabuk pengamannya, dia keluar dari mobilnya sehingga tatapan dia dan Eunmi bertemu.

“Hwajang-nim, annyeoung haseyo..” Eunmi menyapa, Sehun tersenyum kearah Eunmi sekilas lalu ia masuk kedalam studio tidak mengatakan apapun pada Eunmi.

Eunmi hanya menatap kearah Sehun, apakah Sehun tidak mengenalinya? Tentu saja tidak dia hanya pegawai biasa tidak mungkin orang sesibuk Sehun mengenalnya. Dia membuka pintu studio dan berjalan masuk mencari sosok Howon, dia bisa mendengar suara Howon dari ujung ruangan lorong gedung.

Eunmi mengikuti suara itu dan berjalan masuk kedalam ruangan dimana dia mendengar suara Howon, ternyata Howon sedang melakukan pemotretan seorang model wanita berpose didepannya dan Howon kelihatan sangat fokus mengambil angle yang bagus untuk model itu.

“Apakah anda nona Jo Eunmi?” Salah seorang coordi yang menghampirinya bertanya, Eunmi mengangguk dan coordi itu tersenyum.

“Oh duduklah, aku sudah menyiapkan make up dan pakaianmu.” Coordi itu tiba-tiba saja berkata, Eunmi menatap kearah coordi itu kebingungan.

“Tunggu tapi aku kesini hanya untuk menemui Howon-shi saja.” Eunmi megungkapkan.

“Tenang saja semuanya sudah dia atur, sebaiknya kita segera mengganti bajumu.” Coordi itu menarik Eunmi menuju ruang ganti, Eunmi mencoba protes namun usahanya sia-sia karena saat dia masuk kedalam ruang ganti ada tiga orang coordi lagi yang bersiap-siap untuk mendandaninya.

Eunmi menyerah, akhirnya dia memakai gaun yang sudah disiapkan para coordi dan membiarkan mereka merias wajahnya sesuai apa yang sudah Howon perintahkan. Walaupun sebenarnya dia gugup namun dia mencoba untuk terlihat percaya diri, beberapa menit berlalu dia akhirnya selesai menggunakan make up dan baju gaun yang ternyata sangat indah sekali. Gaun yang dia gunakan berwarna hitam dan memeluk tubuhnya dengan pas memperlihatkan lekuk tubuhnya yang indah, sepatu yang dia kenakan juga tidak kalah cantik dia menyukainya dan berharap kalau menyimpan sepatu itu namun dia tahu sepatu itu pasti dari sponsor dan dia harus mengembalikannya.

“Eunmi..” Sebuah suara memanggilnya, dia melirik kebelakang dan meihat Howon berdiri dibelakangnya masih membawa kamera.

“Howon-shi.” Eunmi tersenyum.

“Wow..kau terlihat cantik.” Howon memuji, Eunmi tersenyum malu.

Eunmi melirik kebelakang Howon dan dia bisa melihat model cantik yang tadi berpose berjalan kearahnya, model itu tersenyum lalu dia duduk dimeja rias disamping Eunmi.

“Yura-ya, terimakasih sudah menerima tawaranku untuk menjadi model.” Howon berkata dan Yura mengangguk.

“Sama-sama, bagaimana aku bisa menolak tawaran fotografer sepertimu Howon-shi.” Yura menjawab, dia melepaskan anting besar yang dia gunakan lalu seorang coordi datang dan mulai merapikan rambut Yura.

“Eunmi sekarang giliranmu, ayo..” Howon memutar kursi Eunmi, Eunmi terkejut dan hanya menatap kearah Howon.

“Apa?tapi aku..”

“Ayolah, tak usah khwatir aku akan membingbingmu.” Howon tersenyum dan membuka tangannya mengajak Eunmi.

Eunmi menyambut tangan Howon dan dia berjalan, dia melirik kearah Yura sebentar dan Yura tersenyum kearahnya lalu melambaikan tangannya. Eunmi mengikuti Howon dan Howon menyuruhnya duduk disebuah kursi,Eunmi mengangguk an mneurut untuk duduk dikursi itu meskipun dia masih kebingungan.

“Konsepku untuk saat ini adalah vampir, kau cukup cantik untuk menjadi vampir apa kau setuju?” Tanya Howon, dia masih mengotak-atik kameranya.

“Vampir? Ya mungkin, aku bisa.” Eunmi menjawab dengan ragu, Howon melirik kearah Eunmi dan keheningan menyelimuti mereka sebentar membuat Eunmi merasa canggung.

“Howon-shi?” Panggil Eunmi dia tidak mengerti kenapa Howon menatapnya.

“Kau benar-benar cantik kau tahu itu?” Howon memuji membuat Eunmi tersipu malu, Howon tiba-tiba saja memotret Eunmi membuat Eunmi terkejut.

“Kenapa kau tidak mengatakan apapun? Aku tidak berpose..” Eunmi berkata.

“Wajahmu lucu saat kau malu.” Howon menjawab.

Sebelum dia bisa memotret Eunmi lagi mereka berdua mendengar pintu studio terbuka dan sosok Sehun berdiri diambang pintu, dia berhenti dan menatap kearah Eunmi juga Howon. Tatapan Sehun bertemu dengan Eunmi, entah kenapa Eunmi merasa sangat gugup saat Sehun menatap kearahnya dengan mata tajamnya.

“Maaf,aku mencari Kim Yura apa dia ada?” Tanya Sehun.

“Oh dia ada diruang ganti.” Howon menunjuk kearah ruang ganti yang berada dibelakang studio, Sehun berterimakasih lalu pergi masuk kedalam ruang studio.

“Kenapa dia mencari Yura..” Eunmi bergumam.

“Kau mengenal dia?” Howon melirik kearah Eunmi dan Eunmi mengangguk.

“Ya, dia atasanku.” Eunmi menjawab.

“Benarkah? Dia kelihatan masih muda..” Howon bergumam.

******

“Noona..tuan Oh Sehun datang untuk menjemputmu.” Managernya  berbisik ketelinga saat dia baru saja selesai mengganti bajunya dan membersihkan make upnya.

“Katakan padanya sebaiknya dia pergi.” Yura menjawab ketus, dia tidak ingin bertemu dengan Sehun untuk sekarang dia masih marah.

“Tapi Noona dia masih kukuh untuk menunggumu.” Managernya membalas, Yura menghela nafasnya.

“Baiklah aku akan menemuinya diluar, katakan padanya untuk menunggu.” Yura menyuruh dan managernya mengangguk menurut.

Yura memasukan handphonenya dan beberapa alat kecantikannya yang dia bawa kedalam tasnya, dia menunduk menatap kearah tasnya entah kenapa dia merasa ada sesuatu yang salah. Semenjak dia tiba di Korea banyak sekali kejadian aneh yang dia alami, dia erasa seseorang mengikutinya dan memperhatikan setiap gerak-geriknya.

Yura menyentuh belakang lehernya, hawa dingin menyentuh kulitnya dan itu membuat Yura ketakutan dia langsung berlari keluar dari ruang ganti.Seorang wanita dengan baju putih dan rambut hitam menatap tajam kearah sosok Yura, wajah wanita itu pucat sekali dan kulitnya putih pucat wanita itu menyeringai masih menatap kearah punggung Yura yang menjauh lalu menghilang seperti tertiup angin.

Dengan langkah yang cepat Yura berjalan menulusuri lorong studio, dia hanya ingin cepat pulang karena dia lelah dan merasa takut. Dia membuka pintu gedung studio dan dia bisa melihat Sehun berdiri tak jauh darinya menyandar pada mobil sedannya, dia langsung berdiri tegak saat dia melihat sosok Yura.

“Yura-ya..” Sehun memanggil.

Yura berjalan kearah Sehun walaupun dia masih marah pada Sehun dia merasa kasihan saat melihat Sehun, lelaki itu kelihatan berantakan sekali dia kelihatan pucat juga Yura bisa melihat

“Yura,aku mohon maafkan aku…aku akan membuang semua foto Jiyoung noona jika kau mau.” Sehun menarik tangan Yura, Yura tidak menjawab dia hanya memeluk Sehun membuat Sehun terkejut.

Taklama kemudian Sehun memeluk kembali Yura dia menghela nafasnya lega karena Yura memeluknya, dia pikir Yura akan menamparnya dan pergi. Sehun mengelus kepala Yura, dia tersenyum tipis karena dia lega Yura sudah kembali kedalam pelukannya padahal tadi malam gadis itu tidak mengangkat dan membalas pesan singkatnya membuat dia khawatir setengah mati.

Yura melepaskan pelukannya, dia menatap kearah Sehun dan tersenyum lalu dia menangkup wajah Sehun. Sehun menyentuh tangan Yura, entah kenapa tangan gadis itu terasa dingin sekali dipipinya.

“Apa kau masih mencintai Jiyoung eonni?” Tanya Yura, suaranya terdengar putus asa.

Sehun tidak ingin menjawab pertanyaan itu, ia takut dengan jawaban yang akan dia ucapkan dia takut untuk menyadari kenyataan yang pahit. Sehun tidak ingin mendengar lagi nama wanita itu karena dia mencoba menghapus wanita itu dari hidupnya, mendengar nama Jiyoung disebut selalu berhasil mengembalikan ribuan kenangan manis yang dia dan Jiyoung miliki.

“Jangan sebut nama wanita itu lagi..”Sehun berbisik, Yura melepaskan tangannya dari pipi Sehun lalu berbalik penuh dengan amarah.

“Kau tidak pernah menjawabnya! Kenapa? Kau masih mencintai dia?!” Yura marah, dia melotot kearah Sehun.

“Yura-ya..”

“Kau tidak mengerti bagaimana perasaanku! Apa kau tahu rasanya menjadi aku?! Setiap malam aku berpikir..apakah aku satu-satunya didalam hatimu? Ataukah kau masih memikirkan Jiyoung eonni? Aku..aku benci itu!” Yura menangis, airmatanya langsung menetes.

“Yura, sebaiknya kita pergi dari sini.” Sehun menarik tangan Yura, Yura menepis tangan Sehun dengan kasar.

“Aku sudah muak Sehun, 2 tahun! Aku mencoba menahannya selama dua tahun…jika kau tidak bisa melupkan Jiyoung eonni lepaskan aku.” Yura berkata, dia berbalik menuju mobil van yang sudah menunggunya.

Sehun panik saat dia melihat Yura menjauh dia mengejar Yura dan memeluk Yura dari belakang, Yura menghentikan langkahnya dia bisa merasakan nafas hangat Sehun menyentuh lehernya.

“Jangan pergi..aku mohon.” Sehun berkata, suaranya gemetaran dan itu mengingat Yura pada Sehun yang dia temui 3 tahun yang lalu.

Sehun yang lemah dan rapuh, Sehun yang tersesat didalam lautan kehidupan dan tak bisa menemukan jalannya dia bagaikan mayat hidup yang terus berjalan tanpa arah tidak tahu apa yang harus dia lakukan atau tujuan yang harus dia capai dia hanya hidup melewati setiap hari sampai dia berhenti bernafas.

“Sehun hentikan,aku tidak bisa seperti ini..” Yura berkata.

“Aku berjanji,aku akan melupakan Jiyoung noona tapi aku mohon..jangan tinggalkan aku seperti ini.” Ucap Sehun, dia menguatkan pelukannya.

“Sehun..” Yura menyentuh tangan Sehun, walaupun pelukan Sehun kuat dia bisa merasakan tangan Sehun gemetaran.

“Jangan tinggalkan aku…” Sehun berkata dan Yura hanya diam, dia tahu Sehun panik.

*****

“Terimakasih sudah mengundangku makan malam.” Joonmyeon berkata, dia tersenyum kearah Zhongren yang membukakan pintu rumah untuknya.

“Sama-sama Hyung,aku senang kau datang.” Zhongren berkata dia mempersilahkan Joonmyeon untuk masuk, Joonmyeon melepaskan mantelnya dan menggantungkannya ditempat mantel.

“Ayo hyung, Yifan hyung dan Hanbyul noona sudah menunggu.” Zhongren menunjukan jalan menuju ruang makan keluarga Jung.

Joonmyeon melirik kesekitarnya ternyata rumah keluarga Jung tidak kalah mewahnya dengan rumah keluarganya, dia bisa melihat beberapa barang antik dan lukisan-lukisan klasik menggantung didinding rumah. Lampu krystal yang besar menyinari ruang tengah rumah keluarga Jung, lalu dia bisa melihat foto keluarga Jung yang cukup besar di pajang diruang tengah rumah mereka.

Joonmyeon mengikuti langkah Zhongren, dia tertinggal karena dia terlalu sibuk mengamati interior rumah keluarga Jung. Zhongren membuka pintu ruang makan dan Joonmyeon bisa melihat Yifan dan Hanbyul sudah duduk dimeja, matanya melirik kesekitarnya mencari sosok Hyojung namun  dia tidak bisa menemukannya.

“Hyung? Duduklah..” Zhongren menyuruh, suara Zhongren mengejutkan Joonmyeon dan dia langsung mengangguk duduk disamping Zhongren.

“Joonmyoen-shi terimakasih sudah menyempatkan untuk datang kesini.” Yifan berkata dan Joonmyeon tersenyum.

“Sama-sama,lagipula aku ingin bertemu dengan Zhongren juga.” Joonmyeon menepuk bahu Zhongren, Zhongren tersenyum bahagia.

“Oh iya, kemana Hyojung?” Tanya Joonmyeon, dia ingin sekali memukul mulutnya karena sudah bertanya tentang Hyojung seharusnya dia tetap diam dia tidak ingin terlihat segala ingin tahu.

“Oh Hyojung masih bersiap-siap, dia akan turun sebentar lagi.” Zhongren memberitahu, Joonmyeon hanya bisa mengangguk.

Joonmyeon melirik kearah Hyojin yang duduk bersama Yifan, wanita itu kelihatan sedang melamun namun dia hanya memainkan makanannya dengan garpunya. Yifan sesekali menyuruhnya untuk makan, Hyojin hanya tersenyum tipis kearah suaminya itu lalu melirik kearah Joonmyeon.

“Joonmyeon-shi..” Hyojin memanggil,lalu Joonmyeon melirik tersenyum kearahnya.

“Ya Hanbyul-shi?” Tanya Joonmyeon.

“Bagaimana keadaan ibumu? Aku dengar ibumu sakit.” Hyojin bertanya, mendengar pertanyaan itu Joonmyeon langsung mencengkram sendok yang dia pegang.

“Ibuku? Dia baik-baik saja sekarang.” Joonmyeon menjawab dengan senyum ramahnya.

“Oh bagus kalau begitu, aku sedih saat aku mendengar kematian ayahmu…dia lelaki yang baik.” Hyojin berceloteh, Yifan menatap kearah Hyojin kebingungan.

Setahu Yifan Hyojin tidak pernah mengenal ayah Joonmyeon ditambah lagi Joonmyeon dan Hyojin baru berinteraksi sekarang meskipun beberapa tahun yang lalu mereka sempat mengenal satu sama lain mereka tidak pernah bersosialisasi, Joonmyeon menunduk walaupun senyumnya berubah menjadi sedikit kelas Hyojin melanjutkan perkataannya.

“Sayang dia harus pergi begitu cepat, padahal dia masih sehat terakhir kali aku melihatnya bukankah dia menyuruhmu untuk mencari Zhongren?” Hyojin berkata, Zhongren berhenti makan saat dia mendengar perkataan Hyojin.

“Zhongren-ah..apa kau tahu itu? Ayahmu mencarimu.” Hyojin berkata, dia menatap kearah Zhongren yang terkejut namun aneh sekali mata wanita itu terlihat kosong sekali.

“Ya,kau benar Hanbyul-shi ayahku menyuruhku untuk mencari Zhongren tapi Hanbyul-shi bukankah ini bukan waktu yang tepat untuk membahas itu?” Joonmyeon bertanya, dia hanya ingin menutup pembicaraan tentang ayahnya dan Zhongren.

“Kenapa Joonmyeon-shi? Apa kau takut?apa kau menyembunyikan sesuatu dari semua orang?katakan padaku..katakan pada semua orang! Dasar kau pembohong brengsek!” Hyojin marah, Joonmyeon bersumpah dia melihat mata Hyojin berubah menjadi merah dan hawa di sekitar mereka tiba-tiba saja menjadi dingin.

Yeobo, sudah cukup!” Yifan membentak, dia menyentuh tangan Hyojin.

“Jangan panggil aku seperti itu!” Hyojin tiba-tiba saja membentak dan angin bertiup kencang sekali membuka semua jendela diruang makan lalu tiba-tiba saja Hyojin pingsan.

“Hanbyul!” Yifan menahan tubuh Hyojin yang hampir jatuh kelantai.

Zhongren dan Joonmyeon membatu masih terkejut dengan apa yang terjadi, Hyojung yang baru sampai diruang makan juga terkejut karena dia melihat kakaknya pingsan.

“Apa yang terjadi?” Tanya Hyojung, dia melirik kearah kanan dan kirinya.

“Hyojung-ah,bisakah kau menemani Joonmyeon-shi terlebih dahulu? Aku akan membawa kakakmu kekamar.” Yifan berkata, dia mengangkat tubuh Hyojin dengan mudah dan berjalan keluar dari ruang makan.

Hyojung khawatir namun dia berjalan lalu duduk didepan Zhongren dan Joonmyeon, dia melirik kearah kedua lelaki yang ada dihadapannya itu. Joonmyeon terlihat pucat sekali dan tangannya gemetaran, sedangkan Zhongren terlihat sangat shock dia hanya menatap kosong kearah sendok yang ada dihadapannya.

“Apa kalian menyukai makan malamnya?” Hyojung bertanya memecahkan hening.

“Ya,tentu saja Hyojung-shi.” Joonmyeon menjawab namun jawaban dan ekspressinya tidak serasi.

“Joonmyeon-shi, apa kau baik-baik saja?” Hyojung menatap khawatir kearah Joonmyoen, Joonmyeon mengangguk dan dia melanjutkan memakan supnya.

“Oppa..” Hyojung melirik kearah Zhongren, Zhongren tersenyum tipis kearah Hyojung dan melanjutkan makan malamnya.

Hyojung hanya bisa menunduk sedih, dia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi kenapa acara makan malam yang seharusnya penuh canda tawa dan kesenangan ini berubah menjadi acara yang hambar dan canggung. Hyojung kehilangan selera makannya apalagi dia hanya bisa makan dengan Zhongren dan Joonmyeon, dia ingin Yifan dan kakaknya Hyojin ada disini juga.

Yifan menidurkan Hyojin ditempat tidur mereka, dia melepaskan jepit rambut Hyojin dan menyelimuti istrinya itu. Hyojin kelihatan pucat sekali dan itu membuat Yifan sangat khawatir, suhu tubuh Hyojin juga dingin dia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi?kenapa istrinya tiba-tiba saja marah seperti tadi?

Yifan menyentuh tangan Hyojin, dia mencium tangan kurus istrinya itu dan mengosoknya agar tangan Hyojin lebih hangat namun usahanya gagal karena tangan Hyojin tetap dingin.

“Hyojin-ah..kau kenapa? Jangan membuatku khawatir seperti ini.” Yifan bergumam.

Dibalik kaca kamar Hyojin sesosok wanita menatap tajam kearah Yifan, wanita itu menatap Yifan penuh dengan dendam dan kebencian.

“Siapa kau?” mendengar suara itu wanita yang ada dibalik kaca kamar Hyojin melirik kebelakangnya, dia menemukan sosok Jiyoung berdiri dibelakangnya Jiyoung kelihatantidak sennag dengan kehadiran wanita itu.

“Kenapa kau mengganggu temanku dan keluarganya?” Tanya Jiyoung.

“Bukan urusanmu,aku harus menyelamatkan putraku..dia dalam bahaya.” Wanita itu menjawab dengan ketus.

“Huh?menyelamatkan putramu? Kau merasuki tubuh sahabatku kau wanita jalang!” Jiyoung marah.

“Oh…wanita itu sahabatmu? Maaf, aku tidak tahu.” Wanita itu menjawab.

“Kau siapa?kenapa kau menganggu Hyojin dan keluarganya?” Jiyoung bertanya penasaran.

“Aku..aku ibu Zhongren, namaku Boyoung.”

Mendengar itu Jiyoung menatap kearah Boyoung terkejut, dia tidak menyangka dia bisa bertemu dengan ibu Zhongren.walaupun dia tidak terlalu mengenal Zhongren dia tahu Zhongren dari cerita Sehun, Sehun mengatakan kalau Zhongren lah yang merebut Hyojung darinya.

“Oh..kenapa kau ada disini?” Tanya Jiyoung.

“Aku tersesat…sama sepertimu.” Jawabnya.

To Be Continue..

Don’t Forget The Comment🙂

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

23 thoughts on “Great Ambition – Chapter 2

  1. omooo,,itu part akhirnya percakapan antar roh yahh hhohohoo,,merinding disco,,hhahahaa
    jadi siapa kira” yg liatin hyojung sama zhongren lagi “main”??ibunya zhongren atau jiyoung????huwaaaaa,,,
    itu hyojin kerasukan ibunya zhongren??kasian juga yaahh hyojin,,aku masi blom ngerti,,junmyeon sama zhongren beda ibu yahh apa gmn??terus foto perempuan itu siapa?haaiihhh penasarannn,,,

    konflikny udah mulai kliatan,,tpi partnya eunmi sama howon masi sedikit thor,,tolong d bykin lgi buat kedepannya hehee,,
    keep writing thor,,aku selalu nunggu kisah selanjutnyaaa,,😀

  2. waaa seruuu mistis2 gimanaaa gituu wkwk
    dan kaget juga kok Ada NC nyempil ditengah2 tnpa di protect wkwkwk…
    duuh penasaran nih kok alm,ibunya zhongren marah yaa ama yifan??
    ditunggu next chapnyaaa ^^

  3. Seruuu bngt thor,serem jg iya…tp msh serasa baca tale of two siblings,peran eun mi msh dikit..
    Next ya thor

  4. nah loh ada nc nya😀 haha
    keren thor, mistis mistis gimana gitu.
    dan ternyata ibu nya zhongren juga gentayangan, kirain cuma jinyoung yang gentayangan.

    sebelumnya mian ya thor kalo di chapter 1 gak komen, sebenernya sih aku udah komen tapi pas mau di kirim keluar kata-kata kalo komen aku itu udah pernah di kirim, kirain udah kekirim, eh pas kemaren buka lagi yang chap 1 nya ternyata komen nya gak ada -.-
    oke segitu aja curcol dari aku ya thor, semoga author memaklumi😀
    next chapter di tunggu~

  5. Kagak komen di part 1 tp langsung komen di part ini ga apa2 khan?!

    Aduh itu jiyoung gntayangan dimana2 yaa~
    kasian sehun hidupnya kyak.nya kacau bget… Itu ibunya zhongren knapa tiba2 nongol nyusupin si hyojin?? Apa yg terjadi sebenernya di keluarga zhongren sih??

    Wktu di tale of two sibling kagak bisa baca bagian NC.nya zhongren ama hyojung tpi disini kbayar dah kagak pke pw jga hahahahaw #smirk makasih makasih!!! Tapi kasian jga hyojung msa lagi ‘itu’an ama zhongren di lihatin hantu sih

  6. thorr, ini bener² seruu sumpahh ^,^v
    bikin merinding gilaa..
    bukan castnya aja yg pada takut, aku yg baca juga ikut takut lebih tepatnya merinding² gituu *alay😀
    setiap jiyoung keluar, beneran ngefeel thor.
    next next~

  7. ini genre hantu2 yg sukses bikin merinding tapi terharu.
    kasian mamanya zhongren, udah tersesat berapa taun yaa?😛
    nah tuh, jiyoung punya temen sekarang, gak gangguin hyojin, kesian hyojin :p

    Dari kalimat “…dia tahu Zhongren dari cerita Sehun, Sehun mengatakan kalau Zhongren lah yang merebut Hyojung darinya.” Berarti jiyoung tau si sehun sebenernya suka sm hyojung dong :O

    keep writing kak seven :))

    1. yup tentu aja dong, tapikan Sehun dari pertama cuman suka sebagai teman aja karena hatinya hanya untuk Jiyoung kekeke😀 makasih atas dukungannya😀

  8. Wow ada 2 hantu.
    Jiyoung lepaskanlah sehun…, aku ingin sehun bersama wanita yang sederhana, maksud ku mungkin bawahan sehun.

  9. Kasihan hyojin unnie…
    Tpi bnr bner kreeenn.. Horrornya kerasa bgt thorr…
    Aigoo ,pdhal baru aja Hyojin and yfan bahagia..
    Btw,, Sehun rromatis sama yura kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s