Posted in FanFiction (semua umur)

Black Butterfly ~Part 2~

Title: Black Butterfly

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Jung Eunhee
  • Park Stephanie
  • Shin Riyeon
  • Kim Jongin/ Kai
  • Xi Luhan
  • Oh Sehun

Genre : Fantasy,angst and magic

Length : Oneshoot

Rating : Teens 15+

~Part 2~

Eunhee seperti biasa mengunjungi Kai dirumahnya pemuda itu kelihatannya sedang berlatih berdansa lagi, karena dia bisa mendengar suara music klasik terdengar diruangan tengah.

Kai dengan lincah menari mengikuti irama music yang tenang walaupun dia berdansa tanpa patner namun kelihatannya dia sudah terbiasa dan menguasai gerakannya, Eunhee menyandar ketembok dan memperhatikan Kai dengan teliti.

Saat Kai berbalik dia kelihatan kaget menemukan Eunhee sudah berdiri tak jauh disampingnya, Kai tersenyum dan dia menghentikan musiknya.

“Hi..kau sudah datang.” Kai menyapa dan Eunhee tersenyum.

“Kau berlatih lagi?” Eunhee bertanya dan Kai mengerutkan keningnya.

“Darimana kau tahu aku suka berlatih waltz?” Jongin bertanya.

“Aku sudah disini selama 3 bulan Yang mulia,aku tahu semua kebiasaanmu.” Eunhee berkata.

“Benarkah?kau memang tidak punya pekerjaan lain selain memperhatikanku eh?” Tanya Jongin dan Eunhee tersenyum.

“Jangan GR! Bagaimana aku tidak memperhatikanmu aku hanya di ijinkan untuk menjaga rumah ini dan isinya mau tidak mau aku harus.” Eunhee menjawab.

“Kalau begitu, bisakah kau membuat dirimu berguna dan membantuku berlatih?” Jongin berkata dia mengulurkan tangannya kepada Eunhee, Eunhee tersenyum dan dia menerima uluran tangan Kai.

“Tapi yang mulia,aku tidak pernah berdansa.” Eunhee berkata.

“Tidak apa-apa,ikuti saja langkahku.” Jongin berkata dia mulai bergerak dengan pelan, Eunhee sedikit gugup dan dia tidak sengaja menginjak kaki Kai.

“Ya ampun! Yang mulia maaf.” Eunhee berkata namun Kai hanya tertawa.

“Tidak apa-apa,ayo lanjutkan..” Kai berkata dia membingbing langkah Eunhee, awalnya Eunhee sangat kaku namun lambat laun tubuhnya mulai lemas dan dia mengikuti irama bersama Kai.

“Lihat kau sudah menguasai dasarnya sekarang.” Kai berkata dia memutarkan tubuh Eunhee dan Eunhee berputar lalu dia meletakan kembali tangannya di bahu Jongin.

“Kau ingin mencobanya dengan musik?” Jongin bertanya.

Eunhee menganggu meskipun dia sendiri tidak yakin Jongin melirik kearah pemutar musik yang ada di sudut ruangan dan dengan jentikan jarinya music mulai terdengar, Jongin membungkuk kearah Eunhee begitu juga Eunhee lalu mereka mulai berdansa.

Musik yang mengiringi mereka bertempo sedikit cepat namun masih lembut, suara piano dan biola yang bersatu membuat nada yang indah tersengar memenuhi ruang tengah dan Jongin juga Eunhee tenggelam dalam irama music itu.

Mereka menggerakan tubuh mereka mengikuti irama, Kai melingkarkan tangannya di pingang Eunhee tanpa ragu dia memutar tubuh gadis itu beberapa kali sampai akhirnya musikpun berhenti sesaat.

Lalu music kembali bermain namun kali ini temponya sangat lambat dan lebih tertuu pada romantic, Eunhee sedikit gugup bahkan dia bisa merasakan jantung berdetak sangat kencang dan tangannya mulai berkeringat.

Kai mendekatkan wajahnya dan Eunhee bisa merasakn dahinya dan dahi Kai bersentuhan, Kai memejamkan matanya dan Eunhee menghela nafasnya dia merasa begitu nyaman dalam pelukan Kai dan dia ingin menghabiskan waktunya dengan lelaki itu lebih lama.

~BlackButterfly~

“Arghh!!tolong!tolong!” Jeritan itu terdengar sangat menyeramkan, Eunhee bangun dari tidurnya dan dia berlari keluar dia kejutkan oleh sebuah monster api yang berjalan dan melalulantahkan kota indah Highhaven.

Semua orang berebut berlari kesana kemari, dia bisa melihat Leetuk dan Eunhyuk sedang menangani monster itu namun sepertnya mereka kewalahan.

“Eunhee bersiap-siap,aku menunggumu di post utama!” dia mendengar Stephanie berteriak, gadis itu sudah terbang di angkasa bersama Luhan dan pergi menuju pos utama.

Eunhee berlari kerumahnya dan mengganti bajunya dia melirik kearah ibu dan adiknya yang bersembunyi, merke berdua terlihat snagat khawatir lalu ayahnya datang dia kelihatnnya membawa sebuah pedang.

“Pergilah nak,selamatkan kerajaan ini.” Ayah Eunhee berkata dna Eunhee mengangguk.

“Iya ayah,aku akan menyelamatkan kerajaan ini.” Eunhee berkata dia melirik kearah ibunya dan adiknya yang menangis.

“Aku akan kembali eomma, Jiyun jangan menangis kau kuat.” Eunhee berkata dan adik perempuannya itu mengangguk.

Eunhee berlari keluar setelah dia mengganti bajunya, dia terbang keangkasa mengikuti Stephanie dan Luhan keadaan kota sudah kacau sekali dan dia khawatir jika monster ini tidak berhenti menyerang bisa-bisa monster ini menyerang kerajaan.

“Apa yang terjadi?” Eunhee bertanya pada Stephanie dan Luhan.

“Sepertinya penyihir ilmu hitam sudah kembali,mereka ingin merebut takhta raja kita.” Luhan menjelaskan.

“Aku harus membantu yang lain, kalian sebaiknya mengamankan Ratu dan Raja juga pangeran Kai.” Luhan berkata dia terbang dan pergi menuju monster yang menggila dihadapan mereka.

“Aku akan pergi ke istana utama, kau sebaiknya menjemput pangeran Kai dan mengamankannya bawa dia keruang bawah tanah yang ada di sudut kerajaan kita akan bertemu disana.” Stephanie berkata dan Eunhee mengangguk mereka berpisah.

Eunhee segera berlari saat dia sudah sampai didepan rumah Kai, dia sanagt terkejut saat dia melihat Kai sudah disekap oleh seorang wanita.

“Emm…Em…” Kai mencoba memperingati Eunhee namun mulutnya ditutup oleh sebuah kain.

“Hello..kau pasti bodyguard pangeran ini.” Wanita itu berkata dia meletakan kedua tangannya dibahu Kai.

“Siapa kau?! Beraninya kau menyekap pangeran Kai!” Eunhee membentak dan wanita itu tertawa terbahak-bahak, Eunhee tidak mengerti kenapa wanita itu tertawa dia tidak menemukan sesuatu yang lucu.

“Pangeran huh? Oh jadi lelaki abnormal ini seorang pangeran?” Wanita bertanya, dia mengeluarkan pisau dari saku celananya pisau itu dia dekatkan kearah pipi Kai mmbuat Kai melotot kearah pisau itu.

“Hentikan!” Eunhee membentak.

“Kenapa?apa kau takut wajah tampan pangeran mu ini terluka?” Wanita itu bertanya dia menempelkan pisau yang dia pegang dipipi Kai.

“Kita lihat sampai mana kau bisa melindungi dia!” Wanita itu berkata dan dia mengangkat pisaunya tinggi – tinggi.

Displodo!” Eunhee membaca mantra dan dari tangannya keluar bola api yang sangat besar, bola api itu mengarah kepada wanita yang menyekap Kai dan wanita itu langsung melayang membentur tembok rumah Kai.

Eunhee langsung berlari kearah Kai dan melepaskan ikatan tangan Kai, Kai yang melihat wanita yang menyekapnya muncul di belakang Eunhee langsung mendorong Eunhee dan Eunhee jantuh kelantai wanita itu hanya berhasil menusuk kursi yang tadi Kai duduki.

Kai membuka kain yang menutup mulutnya, dia mengambil pedang yang ada didinding rumahnya, dia menyerang wanita itunamun wanita itu gesit Eunhee berdiri dan dia membaca mantra lagi namun wanita itu bisa menghindari dari mantra Eunhee.

“Yang mulia!” Eunhee memanggil saat Kai berhasil menyerang wanita itu, Kai berhasil melukai tangan Wanita itu dan wanita itu mengerang kesakitan.

“Sebaiknya kita pergi sekarang!” Eunhee berkata dan menarik tangan Kai dan mereka berdua keluar dari rumah Kai menuju tempat persembunyian.

Wanita yang terluka itu tertawa, dan seketika luka ditangannya menghilang wanita itu berpikir kalau Kai dan Eunhee lucu sekali mereka benar-benar salah memilih untuk pergi kepersembunyian bawah tanah.

“Tante..kenapa kau melakukan ini?” Tanya Riyeon yang tiba-tiba saja muncul dihadapan wanita itu.

“Aku ingin kau menguasai kerajaan ini.” Wanita itu menjawab.

“Tante Narsha,aku tidak ingin menjadi ratu.” Riyeon berkata.

“Apa maksudmu?! Kau harus menjadi ratu.” Narsha membentak.

“Aku tidak mau tante, semua ini membuatku gila! Aku tidak ingin menghancurkan EXO aku suka berada disini aku ingin menjadi bagian dari EXO!” Riyeon berkata dan Narsha memutarkan matanya, dia harus membujuk remaja ini lagi.

“Dengar Riyeon,apakah kau ingin bersama dengan Sehun?” Narsha bertanya dan mata Riyeon melebar.

“Darimana kau tahu..” Riyeon berkata.

“Aku tahu segalanya, dengarkan aku..jika kau tidak menghancurkan EXO kau dan Sehun tidak akan pernah bersama.” Narsha mempengaruhi.

“Kau tahukan Sehun berasal dari keluarga jendral, ayahnya tidak akan mengijinkan gadis sepertimu berkencan dengan putranya.” Narsha berkata dia menatap kearah Riyeon dan di abisa melihat kalau gadis itu mulai bimbang, terkadang dia bersyukur pada tuhan karena tuhan memberikan dia kaan yang cepat dan lidah yang tajam.

“Tapi tante..” Riyeon mencoba membantah namun Narsha menutup mulut Riyeon.

“Cukup Riyeon,jika kau mundur dari perang ini ibumu akan marah.” Narsha berkata dan dia menghilang dari hadapan keponakannya itu.

Riyeon menghela nafasnya, dia tidak bisa bergabung dengan teman-teman black butterfly nya bagaimana dia bisa? Dia lah alasan kenapa semua kekacauan ini terjadi dia tidak selicik atau sepintar ibunya dia selalu merasa bersalah dan yang jelas dia tidak pernah menginginkan semua ini terjadi.

“Riyeon! Apa yang kau lakukan disini?!” suara Sehun mengagetkannya.

“Oppa..”

“Pergilah, ikuti Eunhee dan Kai mereka akan pergi keruang bawah tanah untuk perlindungan.” Sehun mengungkapkan, mata Riyeon melebar.

“Ruang bawah tanah?! Jangan biarkan mereka kesana!” Riyeon berkata dan dia langsung terbang menuju ruang bawah tanah, Sehun yang kebingungan langsung mengikuti Riyeon dia tidak bisa membiarkan kekasihnya itu berperang sendiri.

~BlackButterfly~

“Stephanie awas!” Luhan berteriak saat dia melihat Stephanie mencoba menghalangi beberapa kelompok manusia yang disembur oleh api monster.

Dikota sekarang kacau sekali, banyak sekali monster-monster menyeramkan datang dan menghancurkan sebagian besar bangunan dikota, semua anggota black butterfly sudah dikerahkan namun sepertinya situasi masih sama.

Para monster sepertinya semakin banyak apalagi saat Luhan melirik kelangit, bulan purnama masih terlihat jelas itu artinya kekuatan para penyihir ilmu hitam sedang ada di puncaknya, Stephanie yang melihat Luhan melamun segera mendorong kekasihnya itu saat dia melihat salah satu monster mencoba melukainya.

“LUHAN AWAS!” Stephanie menjerit dan tubuhnya langsung melayang membentur salah satu tembok bangunan karena pukulan monster itu, Luhan yang melihat Stephanie pingsan langsung emosi.

Exterminati excisus!” Luhan membaca mantra dan seketika monster kecil yang mencoba membunuh Stephanie hancur lebur.

“Stephanie!” Luhan berlari kearah Stephanie yang tergeletak kaku ditanah, kepalanya berdarah dan dia kehilangan kesadarannya.

“Stephanie..” Luhan menguncangkan tubuh Stephanie namun Stephanie tidak bergerak juga, Luhan menyentuh dada Stephanie, Luhan tidak bisa merasakan detak jantung gadis itu.

Luhan panik sesaat dia tidak tahu harus bagaimana, apakah dia kaan kehilangan kekasihnya itu? Apa yang akan dia lalukan jika Stephanie meninggalkannya ditengah kekacauan Luhan mengingat sesuatu dan diapun mulai membaca mantra.

Sanando omnes vulnere, removere omnis dolor convérterit vitae.” Luhan membaca, dia bersyukur kalau dia masih ingat mantra pengobatan yang gurunya ajarkan, dia tidak menyangka mantra itu akan dia gunakan untuk menyelamatkan Stephanie,kekasihnya.

Dari tangannya keluar cahaya putih yang menyilaukan, Stephanie akhirnya menarik nafasnya dan dia mulai membuka matanya Luhan tersenyum dan Stephanie mencoba menyentuh pipi Luhan.

“Luhan..kau baik-baik saja?” Stephanie tersenyum.

“Bodoh! Aku hampir saja kehilanganmu! Jangan pernah melakukan itu lagi..aku tidak membayangkan kalau aku akan kehilanganmu.” Luhanberkata dia bahkan meneteskan airmatanya tanpa sadar, Stephanie tersenyum dia tidak pernah melihat Luhan begitu rapuh seperti ini.

“Ayo sebaiknya kita mengecheck Eunhee dan pangeran Kai.” Luhan berkata.

“Kua sudah mengantarkan Raja Donghae dan Ratu Yuri keruang bawah tanahkan?” Tanya Luhan dan Stephanie mengangguk.

~BlackButterfly~

“Lihatlah Riyeon,mereka pasanag yang serasi bukan?” Gain bertanya, dia melirik kearah Donghae dan Yuri yang diikat dikursi mereka.

Donghae mencoba melepaskan dirinya dari kursi dan berontak sedangkan Yuri hanya diam dan menangis tangannya terasa peih karena Gain mengikat tangannya terlalu kencang, Gain tersenyum dan menyentuh dagu Yuri.

“Oh..sangat mengharukan Ratu Yuri yang dingin menangis seperti ini, cup cup cup..sebenatr lagi putra kalian akan bergabung.” Gain berkata dan Donghae mengerang dengan kesal.

“Kenapa Donghae? Kau kelihatan terkejut?” Gain berkata dia duduk dipangkuan Donghae dan menyentuh dagu lelaki itu.

“Dulu kau suka sekali kalau aku mencumbumu,bagaiaman dengan sekarang?” Gain berkata dia mencium pipi Donghae dan sekarang Yurilah yang mengerang.

“Lepaskan mereka!” Kai membentak saat dia baru sampai diruang bawah tanah, dia sanagt marah saat dia melihat ayah dan ibunya di sekap.

“Oh hello..Kai kau datang tepat waktu, oh iya kenalkan aku ibu tirimu.” Gain berkata dan Kai melirik kearah Donghae.

“Ayah apa maksud semua ini?” Kai bertanya dan hanya hanya diam.

Gain menyeringai, dia melepaskan kain yang menutupi mulut Donghae.

“Katakan semuanya Yang mulia, bukankah ini waktunya semua orang tahu betapa busuknya hatimu.” Berkata dan Donghae melotot kearah Gain.

“Ayo cepat katakan!” Gain memerintah.

“Ayah aku butuh penjelasan!” Kai berkata, Eunhee yang berdiri disamping Kai mencoba menenangkan Kai dengan menyentuh lengannya.

“Kai..semua ini hanya salah paham.” Donghae berkata dan Gian tertawa.

“Hahahaha..apa kau bilang? Huh? Salah paham?” Gain berkata dia langsung menarik rambut Yuri dengan kasar dan dia menghunuskan pisau tajam kearah leher Yuri.

“Katakan yang sebenarnya Donghae,atau apa aku harus memanggilmu dengan panggilan Yeobo?” Gain berkata dan Donghae mengepalkan tangannya.

“Kau bohong paddaku Gain! Kau bilang kau bukan penyihir!” Donghae membentak dan Gain hanya diam, dia masihmenghubuskan pisaunya kelehar Yuri.

“Aku bialng jelaskan!” Gain mendesak.

“Ayah apa benar yang dia katakan?” Kai bertanya dan Donghae menghela nafas.

“Dia benar.” Donghae berkata.

“Apa?beraninya kau!” Kai hendak mendekat namun Eunhee mencegah pangeran itu untuk mendekat lebih jauh.

“Kau dengar Kai,ayahmu ini bukanlah raja yang bijaksana yang di agung-agungkan oleh rakyatnya.” Gain tersenyum saat dia melihat ekspressi Kai.

“Apa kau tahu? Kau juga punya seorang adik perempuan?” Gain kembali bertanya dan Kai kelihatan bingung sekali.

“Oh sepertinya kedua orangtuamu berlagak bodoh, Kau punya seorang adik perempuan Kai dan dia ada disini.” Gian berkata.

“Anakku kemarilah, tunjukan dirimu.” Gain memanggil, akhirnya sesosok gadis masuk kedalam ruangan dia memakai jubah hitam yang meneymbunyikan wajahnya Kai ataupun Eunhee tidak bisa menebak siapa gadis itu.

“kemarilah..” Gain berkata dan sosok gadis itu akhirnya berdiri disamping Gain, Gain membuka jubah hitam itu dan wjaah gadis itupun langsung bisa terlihat.

“RIYEON?!” Eunhee berseru saat dia melihat Riyeon, Riyeon menatap kearah Eunhee penuh sesal dia tidak bisa menerima ekspresi Eunhee yang kelihatannya merasa dikhianati.

“Riyeon? Bagaimana…kenapa kau melakukan ini?!” Eunhee berkata dan Riyeon hanya diam.

“Kau pasti kagetkan Kai?” Gain menatap kearah Kai dan Kai hanya diam, dia melirik kearah lain.

“Kemarilah Kai,aku tidak akan menyakitimu.” Gain berkata dia membuka tangannya.

“Yang mulia! Jangan..” Eunhee berkata dan dia menggelengkan kepalanya.

“Kai apa kau ingin bebas? Kau tidak ingin terjebak didalam rumah tua itu lagikan? Lihat kau.kau normal dan tak ada yang akan mencegahmu untuk berlari bebas.” Gainberkata dan dia menatap kearah Kai dengan senyuman yang lembut.

Riyeon mengepalkan tangannya, dia tidak sanggup lagi semua kebohongan ini menghancurkannya dari dalam dia bukanlah tipe orang yang sama dengan keluarganya dia tidak jahat ataupun licik.

“Riyeon hentikan!” Seseorang masuk kedalam ruang bawah tanah dan Riyeon mendongak, dia melihat sosok Sehun,Luhan dan Stephanie berdiri tak jauh darinya.

“Riyeon kau akan menghancurkan planet EXO.” Stephanie berkata.

“Iya Riyeon,kau akan membahayakan semua orang..aku mohon hentikan semua ini.” Luhan mengungkapkan, dia menatap kearah gadis itu penuh iba.

“Sunbaenim..Sehun Oppa..” Riyeon ingin sekali berlari kearah mereka namun Gianmenarik lengan Riyeon.

“Siapa kalian?!” Gain membentak.

“Kami pasukan Black butterfly.” Luhan menjawab.

“Pasukan eh? Coba aku lihat sampai mana keterampilan kalian.” Gain berkata dan dia menepukan tangannya.

Miryo dan Narsha langsung muncul dan mereka langsung menyerang Sehun dan Luhan, Stephanie yang langsung membantu kedua temannya.

“Jangan!” Riyeon berteriak saat dia melihat Narsha melukai Sehun.

“Kau lihat,itulah yang terjadi jika kau membantahku sekarang panggil Kai kesini.” Gain membentak dan Riyeonpun terpaksa menurut kepada ibunya.

Riyeon mengangkat tangannya dan tato yang ada ditangannya bercahaya, Kai yang melihat itu langsung terhipnotis matanya berubah menjadi hitam dan dia melangkah mendekat kearah Riyeon.

“Yang mulia tidak!” Eunhee mencoba mencegah Kai, namun Kai dengan kasarnya melepaskan gengaman Eunhee membuat Eunhee jatuh ketanah.

“Ynag mulai dengarkan aku!” Eunhee berteriak dan dia memeluk kaki Kai.

“Arghh!!” Kai mengerang saat dia mendengar suara Eunhee.

“Yang mulia dengarkan aku, kau harus melawannya kau bisa!” Eunhee menyemangati namun Riyeon mengeluarkan kekuatan yang lebih besar membuat Kai terhipnotis lagi dan dia dengan kasarnya menendang Eunhee.

“Yang mulia!” Eunhee sekali lagi mencoba mencegah namun dia gagal, Gain langsungmembangun sebuah tameng tembus pandang emmbuat Eunhee tidak bisa mendekat lebih jauh Kai berjalan dan berdiri disamping Gain.

“Baca mantranya dan biarkan, monster yang ada dalam tubuhnya bebas.” Gain berkata kearah Riyeon, Riyeon kelihatan ragu.

“Riyeon jangan lakukan itu! Aku mohon!” Sehun berteriak ditengah perkelahiannya dengan Narsha.

Narsha yang melihat itu langsung menendang Sehun dan Sehun terjatuh ketanah dengan bibir dan tangan yang terluka, Narsha mematahkan tulang tangan Sehun membuat Sehun mengerang kesakitan namun dia mencoba melawan.

let the beast out from this body, let the darkness take over the body and show how magnificent it is.” Riyeon membaca mantra dan seketika Kai langsung pingsan, Riyeon menunggu sesaat sampai akhirnya Kai kembali bangkit.

“Serang dia Kai.” Gain berkata dan dia menunjuk kearah Eunhee yang menatap kearahnya.

Mata Kai sekarang berwarna merah, taring yang tajam terlihat menghiasai giginya sekarang dia menggeram percis seperti serigala dan dia berlari kearah Eunhee. Eunhee yang kaget langsung berlari namun terlambat Kai menarik Eunhee membuatnya menghadap kearah Kai, Gain yang melihat adegan tragis itu hanya tersenyum.

“Bagus Riyeon,kau melakukan tugasmu dengan baik.” Gain berkata.

Donghae dan Yuri yang melihat kekacauan didepannya merasa putus asa, mereka tidak bisa berbuat apapun karena Gain mengikat tubuh mereka.

“Dan sekarang hukuman untuk kalian.” Gain berkata dia mengangkat tangannya dan tibata-tiaba sjaa tanah dibawah kaki mereka terbelah.

“Emm…” Yuri mengerang ketakutan saat dia melihat apai yang panas ada di bawah mereka.

“Hahaha..bagaimana Donghae?” Gain bertanya dan Donghae menatap tajam kearah Gain.

“Eomma sudah cukup!” Riyeon berkata namun ibunya itu malah mendorong Riyeon sehinggga Riyeon jatuh.

“Ini adalah momen yang aku tunggu,kalian akan menderita!” Gain berkata dan tertawa, api yang ada dibawah kaki mereka langsung naik keatas hampir menyentuh gaunYuri dan celana Donghae.

“Eomma aku mohon!” Riyeon berkata.

Eunhee mencoba melepaskan cekikan Kai di lehernya, dia mencoba mengatakan sesuatu namun dia tidak bisa bernafas Stephanie yang melihat temannya dalam bahaya langsung membaca mantra bola api dan tubuh Kai langsung melayang membentur tanah.

Eunhee terjatuh dia terbatu-batuk dan mencoba menghirup udara, Stephanie langsung membantu Eunhee berdiri.

Kai yang terjatuh berdiri kembali dia menatap tajam kearah Stephanie dan dia berlari sambil mengeluarkan cakar dari tanagnnya, Stephanie meloncat dan menghindari cakaran Kai.

“Yang mulia!” Eunhee berkata. “ Aku mohon dnegarkan aku,aku tahu kau bisa melawan pengaruh jahat yang aa di tubuhmu!” Eunhee berkata dan Kai melirik kearah Eunhee dia dengan kejamnya mencoba mencakar Eunhee namun Eunhee langsung menghindar.

“Yang mulia, apa kau ingat kita teman!” Eunhee berseru dan Kai langsung menyerang Eunhee lagi.

“Kai! Ini aku Jung Eunhee!” Eunhee berteriak dan Kai langsung berhenti menyerangnya, Riyeon yang melihat reaksi Kai terhadapan Eunhee tersenyum.

“Kai..apa kau mengingatku?” Eunhee mencoba mendekat.

Kai tidak bergemin dia hanay diam sambil mengangkat cakarnya, dia kelihatannya mencoba mengingat sesuatu namun dia tidak bisa mengingat apa yang ingin dia ingat semuanya terlalu membingungkan bagi Kai.

“Hey kita bisa jadi teman? Tapi ini rahasia diantara kita.” Eunhee berbisik dan Kai tersenyum, Eunhee tidak tahu betapa tampannya Kai jika dia sedang tersenyum.

“Baiklah,kau temanku sekarang Eunhee.” Kai berkata dan mereka berjabat tangan.

“Teman.” Eunhee berkata.

“Ya,teman.” Kai membalas dan mereka berdua tersenyum.

Suara itu bisa Kai dengar, dia menutup telinganya dan dia mundur beberapa langkah saat dia melihat sosok Eunhee mendekat kearahnya.

“Kai..ini aku.” Eunhee berbisik.

“Tapi yang mulia,aku tidak pernah berdansa.” Eunhee berkata.

“Tidak apa-apa,ikuti saja langkahku.” Jongin berkata dia mulai bergerak dengan pelan, Eunhee sedikit gugup dan dia tidak sengaja menginjak kaki Kai.

“Ya ampun! Yang mulia maaf.” Eunhee berkata namun Kai hanya tertawa.

“Tidak apa-apa,ayo lanjutkan..” Kai berkata dia membingbing langkah Eunhee, awalnya Eunhee sangat kaku namun lambat laun tubuhnya mulai lemas dan dia mengikuti irama bersama Kai.

Kai menatap kearah Eunhee dia mencoba mengingat wajah gadis itu, semua flashback yang dia lihat tadi mengingatkannya pada temannya..teman yang selalu ada bersamanya disaat dia kesepian.

“Eunhee.” Kai memanggil dan sekarang matanya tidak berwarna merah lagi.

“Riyeon!” Gain membentak menyuruh anaknya untuk mempengaruhi lagi Kai namun Riyeon menggelengkan kepalanya.

“Cukup Eomma,aku tidak bisa seperti ini!” Riyeon berkata.

“Jangan sia-siakan kesempatan kita! Apa kau ingin bersama Sehun?” Gain bertanya, Riyeon melriik kearah Sehun yang sudah pingsan dilantai dan dia melirik kearah Luhan dan Stephanie yang sedang berkelahi dengan kedua bibinya.

“CUKUP!” Riyeon membentak dan seketika Narsha juga Miryo menghentikan perkelahian mereka dan menatap kearah keponakannya.

“Aku lelah,aku tidak peduli aku tidak pernah ingin menjadi ratu!” Riyeon berkata.

“Riyeon kau ditakdirkan untuk menjadi ratu!” Narsha berkata mencoba mempengaruhi namun Miryo hanya diam.

“Kalian yang menginginkan menjadi ratu,aku hanya boneka bagi kalian iyakan?” Riyeonbertanya dan Miryo mengepalkan tangannya.

“Tante Miryo, apa menurut tante pendapatku benar?” Riyeon bertanya dan Miryo hanay menatap resah kearah Riyeon.

Riyeon berjalan kearah Sehun dan dia membiarkan Sehun tidur dipangkuannya, dia menyentuh pipi Sehun dan Sehun membuka matanya.

“Oppa,maafkan aku.” Riyeon berkata dan Sehun tersenyum lemah.

“Kau tidak salah.” Sehun berkata.

medeor vulneratio.” Riyeon membacamantra dan seluruh luka Sehun menghilang, Sehun merasa baikan dan dia bangkit berdiri bersama Riyeon.

“Aku mohon Gain-shi,jika kau menyayangi Riyeon biarkan dia memilih jalan yang tepat untuk dirinya sendiri.” Sehun berkata dan Gain melirik kearah lain, Sehun mungkin benar haruskah dia membiarkan putrinya bebas?

“Apakah itu yang kau mau?” Tanya Gain.

“Iya Eomma,aku tidak ingin menjadi ratu..aku tidak ingin hidup mewah yang aku inginkan hanyalah kebebasan.” Riyeon berkata dan Sehun tersenyum kearah Riyeon, Sehun memegang tangan Riyeon dengan erat danRiyeon bersembunyi dibalik punggung Sehun.

“Aku mohon Gain-shi, Riyeon bukanlah wanita yang obsesif seperti mu dia hanya butuh kebebasan dan kebahagiaan.” Sehun berkata dan Gain menghela nafasnya.

“Kau benar.” Gain berkata dia menutup kembali tanah yang ada dibawah Donghae dan Yuri, secara otomatis ikatan ditubuh mereka berdua langsung lepas Yuri dan Donghae langsung berlari menjauh dari Gain.

“Eonni! Gain! Kalian tidak bisa melakukan ini! Kalian ingin menghancurkan EXO kan? Gain apa kau lupa bagaiamana Donghae mengusirmu dari kerajaan?!” Narsha memprovokasi, Miryo langsung menutup mulut Narsha dan menarik wanita itu, lalu sosok kedua wanita itu menghilang.

Donghae melirik kearah Yuri dan Yuri mengangguk, dia mengerti di saat seperti ini Gain membutuhkan penjelasan dan mungkin saja mereka berdua bisa kembali berbaikan bagaimanapun Donghae dan Gain pernah menikah dan mereka berdua memiliki seorang anak.

“Gain aku tidak mengusirmu dari istana,ayahku lah yang mengusirmu.” Donghae berkata dan Gain melirik kearah Donghae.

“Benarkah? Lalu kenapa kau tidak membelaku?” Tanya Gain.

“Karena dia mengancam akan membunuh Riyeon, aku lebih baik dibenci olehmu daripada aku harus melihat anakku sendiri menderita.” Donghae berkata dan Gain menahan tangisnya.

“Aku mencintaimu Gain,aku tidak pernah bermaksud untuk membuatmu menderita namun ayahku selalu mencari cara untuk mencegahku agar beretmu denganmu atau Riyeon.” Donghae menjelaskan.

Riyeon melirik kearah Sehun dan Sehun mengangguk, Eunhee yang tersenyum kearah Kai dan mendorong Kai untuk mendekat kearah Gain dan Donghae.

“Jadi kau mengusirku bukan karena aku seorang penyihir ilmu hitam?” Gain bertanya dan menatap kearah Donghae.

“Sama sekali tidak, sebagai penyihir kalian memiliki derajat yang sama hanya saja kalian memilih jalan yang lebih gelap lagipula kalian terlahir dengan sihir itu bukan? Kalian tidak punya pilihan lain.” Donghae berkata dan tersenyum.

“Maafkan aku Gain,kau bisa kembali jika kau mau.” Donghae berkata dan Gain tersenyum.

Yuri berjalan kearah Donghae, dia menarik tangan Donghae dan tanagn Gain lalu dia menyatukan kedua tanagn mereka.

“Aku tidak pernah keberatan untuk menerimamu lagi Gain.” Yuri berkata dan Gain mengangguk.

“Apa kau yakin?” Gain bertanya.

“Ya,aku selalu yakin.” Donghae menjawab dan dia memeluk Gain dan Yuripun ikut bergabung, Riyeon juga Kai berlari dan langsung memeluk ketiga orang itu.

Stephanie menangis sedangkan Eunhee kelihatannya bisa menahan airmatanya karea dia tersenyum lebar, Sehun dan Luhan saling bergandengan begitu juga Stephanie dan Eunhee.

~BlackButterfly~

Riyeon langsung menyuruh semua monster panggilannya untuk pergi, dia sedikit sedih saat melihat keadaan kota yang cukup hancur beberapa bagunan kesukaannya juga terlihat hancur apalagi aula kota.

“Tidak apa-apa,semua warga pasti akan membantu membangun kembali kota ini.” Sehun berkata dan Riyeon mengangguk.

Kai dan Donghae sedang mengobrol keliahtannya mereka sudah berbaikan dan Yui tersenyum, Gain hanya dia disamping Donghae mendengarkan celotehan Kai dia merasa cukup bahagia dengan semua ini.

Eunhee berbalik untuk pulang, dia sanat khawatir pada keadaan keluarganya dia berharap kalau keluarganya baik-baik saja.

“Eunhee!” Kai memanggil dan Eunhee berhenti melangkah, Eunhee tiba-tiba saja bisa merasakan sepasang tangan melihat di bahunya memeluknya dari belakang.

“Yang mulia..” Eunhee memanggil.

“Jangan panggil aku seperti itu, Panggil aku Kai.” Kaiberkata dan Eunhee tersenyum.

“Kai..”

“Kau akan pergi kemana?” Tanya Kai.

“Aku harus mencari keluargaku, Kai.” Eunhee berkata dan Kai menyentuh pipi Eunhee.

“Terimakasih.” Dia berkata dan Eunhee mengangguk.

“Sama-sama.” Eunhee menjawab.

Kai tersenyum dan dia menarik Eunhee lalu tanpa ragu dia menciumnya, Eunhee terkejut dia mengedipkan matanya beberapa kali sampai akhirnya diapun menutup matanya menikmati sensai hangat dibibirnya.

Jantungnya berdetak kencang sekali saat dia sadar kalau Kai menciumnya,beberapa menitkemudian Kai melepaskan ciumannya.

“Kemablilah padaku,jika kau sudah menemukan keluargamu.” Kai berkata dan Eunhee mengangguk.

Donghae dan Yuri yang melihat Kai dan Eunhee hanya tersenyum sambil menggelengkan kepala mereka.

~BlackButterfly~

Eunhee berdiri dipesisir pantai, dia menghirup udara segar yang ada di pantai rambut panjangnya tertiup oleh angin yang cukup besar namun dia tidak mempedulikannya dia suka berada di pesisir pantai membuatnya sedikit tenang.

“Apa yang kau lakukan disini sendirian?” Tanya Kai.

Eunhee berbalik dan mendapati sosok kekasihnya itu berdiri dibelakangnya, Kai tersenyum kearah Eunhee dan Eunhee membalas senyuman manis itu.

“Kau tidak bergabung dengan yang lain? Luhan dan Stephanie kelihatannya  bersenang-senang di pesta pernikahan mereka.” Kai berkata dan dia mengajak kekasihnya itu duduk dipasir putih pantai.

“Aku senang untuk mereka, akhirnya mereka menikah juga.” Eunhee berkata dan Kai melingkarkan tangan kanannya dibahu Eunhee.

“Apa kau ingin menikah juga?” Jongin bertanya dan Eunhee tertawa.

“Entahlah, apa pangeran disampingku ini sudah siap?” Eunhee menyindir dan Jongin mencium pucuk kepala Eunhee.

“Kenapa tidak?aku yakin aku akan menjadi suami yang baik.” Kai dengan percaya dirinya berkata.

Eunhee memukul dada Kai pelan dan mereka berdua tertawa, Ditengah tawa mereka Kai mengodok saku jasnya dia akhirnya menemukan kotak kecil berawarna hitam yang sudah dia simpan dari tadi dikantong jasnya.

“Jung Eunhee..” Kai memanggil dan Eunhee melirik kearah Kai, Eunhee menariknafasnya terkejut saat dia melihat kotakhitam kecil yang Jongin pegang.

“Jung Eunhee maukah kau menikah denganku?” Kai bertanya dan Eunhee tersenyum, dia menutup mulutnya dan akhirnya menangis.

“Eunhee jawab aku..apa kau mau menikah denganku,menjadi istriku?” Kai bertanya lagi dan Eunhee mengangguk.

“Ya,aku akan menjadi istrimu Kai.” Eunhee menjawab dan Kai memasangkan cincinnya dijari manis Eunhee.

Kai mendekat dan mencium bibir Eunhee sekilas dan Eunhee memeluk Kai.

“SELAMAT!!” Tiba-tiba saja semua orang muncul dari belakang mereka, Eunhee terlhat terkejut dan akhirnya mereka berdua berdiri.

“Selamat ya Eunhee.” Stephanie yang masih menggunakan gaun pengantinya memeluk sahabatnya itu, Luhan memeluk Kai juga lalu datang Sehun dan Riyeon.

Donghae dan Yuri juga kelihatan ada dan mereka memberi selamat kepada Eunhee dan Kai, sedangkan Gain hanya tersenyum dan memeluk Kai juga Eunhee dia terlihat cantik dalam gaun hitamnya.

Ibu Eunhee dan Ayahnya juga ternyata ada dan mereka langsung membuka minuman champage untuk merayakan momen bahagia putri mereka, dan  seklaigus untuk memberi selamat kepada Stephanie dan Luhan yang baru menikah.

“Untuk masa depan yang cerah!” Donghae berkata dan semua orang meminum minumannya dan tertawa, untuk saat ini semuanya terlihat begitu sempurna.

Riyeon dan Sehun tersenyum saat mereka melihat Kai dan Eunhee kembali berciuman saat semua orang menggoda mereka, mungkin Sehun juga harus melamar Riyeon namun mengingat umur mereka masih muda Sehun harus mengurungkan niatnya.

~The end~

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Black Butterfly ~Part 2~

  1. Yes… Ada momen hunhan couple. Aku suka… Itu. Kai dan eunhee chukkai. Hohoho uri maknae sehun ternyata juga pengen kyan hyungnya luhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s