Posted in FanFiction (semua umur)

Black Butterfly ~part 1~

Title: Black Butterfly

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Jung Eunhee
  • Park Stephanie
  • Shin Riyeon
  • Kim Jongin/ Kai
  • Xi Luhan
  • Oh Sehun

Genre : Fantasy,angst and magic

Length : Twoshoot

Rating : Teens 15+

~Part 1~

Sebenernya ini request dari ‏@nadyarizky2 dan Sasqiasiwonest @Facebook karena tema kalian sama jadi aku gabungin aja semoga kalian suka,oh iya untuk part 2 nya sebentar lagi juga di publish kalian gak bakalan nunggu lama kok🙂
enjoy!

“Eunhee!” Seorang  wanita paruh baya berlari masuk menuju rumahnya, wanita itu terlihat sangat bahagia sekali padahal dia hanya membawa sebuah kertas selembaran.

Seorang gadis yang sedang mengepel lantai langsung berdiri dan tersenyum melihat sosok ibunya yang berlari kearahnya, ibunya itu langsung memberikan kertas yang dia bawa dan membiarkan Eunhee membacanya.

“Eomma! Aku bahagia sekali!” Eunhee berteriak saat dia selesai membaca selembaran itu dan dia memeluk ibunya.

“Pergilah untuk audisi itu, Eomma tahu kau sudah berlatih dengan rajin.” Ibu Eunhee berkata dan Eunhee mengangguk.

“tapi eomma aku tidak yakin,bisakah aku masuk kedalam kompetisi ini?” Tanya Eunhee, Eunhee adalah keturunan penyihir dia adalah salah satu penyihir muda yang berbakat dilingkungannya.

“Aku yakin Eunhee,kau selalu berhasil mempraktekan semua mantra-mantra yang aku ajarkan.” Ibu Eunhee berkata dan dia tersenyum.

“Entahlah Eomma,aku akan mempertimbangkan.” Eunhee menjawab dan ibunya hanya bisa mengelus punggung anaknya itu penuh simpati, dia tahu datang ke audisi penyihir bukanlah keputusan yang gampang.

Black Butterfly, itulah nama kelompok penyihir-peyihir berbakat yang ada di EXO planet semua remaja yang berusia tujuh belas tahun berlomba-lomba untuk mengikuti audisi yang mereka adakan setiap setahun sekali.

Dari ribuan yang mendaftar hanya lima orang yang akan terpilih dan mereka akan bertugas untuk menggantikan senior mereka untuk menjaga keamanan EXO planet, dalam audisi semua remaja itu di uji kesaktian mereka siapa yang berhasil bertahan di level terakhir audisi dialah yang akan terpilih.

Di EXO planet terbagi menjadi lima jenis penyihir, pertama ada penyihir ilmu putih mereka adalah pejabat-pejabat tinggi seperti raja,ratu dan gubernur sedangkan yang satu nya lagi adalah penyihir pekerja mereka hanya mempelajari mantra yang membantu dalam pekerjaan mereka.

Lalu selanjutnya adalah penyihir penjaga, merekalah yang menjaga keamanan EXO planet mereka mempelajari mantra pertahanan dan bela diri, keempat adalah penyihir yang bekerja di bidang kesenian mereka mempelajari berbagai tarian mistik untuk menghormati leluhur planet EXO mereka juga membuat musik untuk pertunjukan di istana.

Yang terakhir dan yang paling berbahaya adalah penyihir ilmu hitam, mereka sebenarnya sudah lama di musnahkan namun masih ada rumor mengatakan kalau mereka masih ada dan selalu mengawasi planet EXO sebagian orang mengatakan kalau penyihir ilmu hitam akan kembali jika kejahatan di planet EXO meningkat oleh sebab itulah Black Butterfly diciptakan.

“Eunhee! Apa kau akan mendaftar sebagai anggota black butterfly?” Tanya Stephanie, Stephanie kelihatan santai hari ini dia hanya memakai baju santainya dan jubah berwarna hitam rambut coklatnya tergerai panjang sebahu.

“Oh Stephanie,apa yang kau lakukan disini? Bukankah kau seharusnya bekerja?” Eunhee bertanya, Stephanie adalah teman masa kecilnya dia cukup beruntung karena dia berhasil terpilih sebagai anggota Black butterfly tahun lalu.

“Aku sedang libur,kau tahukan sebentar lagi posisiku digantikan.” Stephanie berkata.

“Oh iya aku lupa,setelah posisimu digantikan kau akan pergi kemana?” Tanya Eunhee dia menyimpan pel lantainya dan ember yang berisi air kotor ditempatnya.

“Aku ingin mengikuti tes untuk menjadi guardian.” Stephanie menjawab dan duduk dikursi rumah Eunhee.

Guardian adalah penjaga elit yang menjaga ratu dan raja di istana mereka biasanya akan dikirim untuk memimpin perang atau mengantarkan barang-barang penting, para guardian di latih secara khusus untuk mempelajari sihir perlindungan dan penyembuhan.

“Bagus,aku harap kau berhasil.” Eunhee berkata dengan senyum cerianya.

“Jadi..apa kau akan mengikuti audisi black butterfly?” Stephanie bertanya dan menopang kepalanya dengan kedua tangannya.

“Eh..entahlah,aku tidak yakin kalau aku siap.” Eunhee menjawab dan Stephanie tertawa.

“Oh ayolah Eunhee,aku melihatmu berlatih kau sudah siap.” Stephanie bertanya dan dia menyentuh bau Eunhee.

“Jangan menyia-nyiakan kesempatan ini.” Stephanie berkata dan diapun langsung menghilang dari hadapan Eunhee, dan Eunhee mendengus kebiasaan Stephanie selalu menghilang begitu saja dihadapannya apa dia mau pamer?

Eunhee menatap kearah kertas yang ada ditangannya disana tertulis kata-kata yang mengajak semua remaja di planet EXO untuk mengikuti audisi, Eunhee menghela nafasnya mungkin Stephanie benar dia sudah siap.

~BlackButterfly~

“Yang mulia..” Seorang tabib masuk kedalam kamar ratu Yuri dan menunduk tidak berani menatap kearah sosok sang ratu yang duduk diranjang, kelihatannya sang ratu sedang menidurkan seseorang.

“Tabib Cho,tolong kemarilah.” Sang ratu berkata dan tabib paruh baya itu langsung mendekat keranjang ratunya.

Tabib Cho bisa melihat pangeran Kai tertidur dipangkuan ibunya dengan lelap dan tenang,pangeran itu terlihat lebih tampan dan berkharisma saat dia tidur daripada saat dia bangun.

“Tolong,hilangkan tanda ini..” Yuri berkata dia mengangkat lengan baju Kai dan sang tabib bisa melihat sebuah tato yang bergambar kupu-kupu, tato itu menyebarkan tinta hitam pada kulit lengan sang pangeran membuat Yuri sangat khawatir.

“Maaf yang mulia,tapi saya tidak bisa menghilangkan tato itu..” Sang tabib menunduk penuh sesal dan Yuri menarik nafasnya dia ingin berteriak kesal namun dia menjaga emosinya.

“Apakah ada jalan lain untuk menghilangkan kutukan ini?” Yuri bertanya, matanya berkaca-kaca namun sang tabib hanya menggelengkan kepalanya.

“Maaf yang mulia,kami masih mencari jenis kutukan apa ini.” Tabib Cho menjawab dengan suara tenangnya, walaupun dia sendiri tidak yakin apakah dia bisa menemukan obat untuk kutukan pangeran mereka.

“Kenapa tabib? Kenapa dia harus mengutuk anakku?!” Yuri bertanya dan akhirnya sebutir airmata menetes dari mata Yuri, ini pertama kalinya tabib Cho melihat ekspressi diwajah ratunya itu.

Ratu Yuri adalah orang yang dingin jika dia ada didepan para tamu, dia bukanlah tipe yang suka berbicara dan berbaur dengan yang lainnya dia selalu setia mendampingi suaminya Raja Donghae di singgasana.

“Yang mulia..tolong jangan khawatir,saya berjanji bagaimanapun caranya saya akan mencari solusi.” Tabib Cho panik saat dia melihat ratunya menangis.

Yuri hanya diam dia menunduk dan akhirnya melirik kearah tabib Cho, Yuri tidak nyaman dengan keadaan ini dia baru saja menunjukan betapa lemahnya dia.

“Terimakasih tabib Cho,kau boleh pergi.” Yuri berkata dan tabib Cho menunduk dnegan hormat kearah ratunya lalu pergi dari kamarnya.

Yuri mengelus kepala Kai yang tertidur lelap dipangkuannya, Yuri masih menangis namun dia segera menyeka airmatanya saat dia merasakan Kai bergerak.

“Shutt..Eomma baik-baik saja,kau tidur ya?” Yuri berkata dan dia kembali mengelus-ngelus kepala Kai.

Kai apa yang harus Eomma lakukan?

~BlackButterfly~

 “Hahahah..hahaha..akhirnya kau merasakan penderitaan juga Yuri.” Seorang wanita tertawa saat dia melihat bayangan Yuri yang menangis di cermin ajaibnya.

Wanita itu menyeringai jahat dan menyentuh cermin ajaibnya seketika bayangan Yuripun menghilang dari cermin itu.

“Eomma..” Seorang gadis memanggil.

Wanita itu melirik dan melihat sosok anak gadis nya berdiri diambang pintu, rambut coklat gadis itu terlihat bersinar dibawah sinar matahari siang. Wajahnya bersih fitur wajahnya oriental dengan mata yang berkelopak ganda, berbeda dengan ibunya yang memiliki kulit pucat gadis itu terlihat lebih cantik dengan kulit coklatnya yang mulus.

“Riyeon..kemarilah sayang.” Wanita itu membuka tangannya lebar-lebar dan Riyeon berlari kearah ibunya dan memeluknya.

“Apa kau bermimpi lagi,sayang?” Tanya wanita itu dan Riyeon mengangguk.

“Aku melihat perang, perang yang sangat besar..” Riyeon mengungkapkan , dia masih gemetaran dan ketakutan sedangkan wanita itu tersenyum.

“Tak usah takut Riyeon,Eomma disini akan menjagamu kau akan menjadi seorang ratu sebentar lagi semua orang akan bersujud padamu.” Wanita itu berkata.

“Gain!” Seseorang memanggil wanita itu dan Gain melirik kearah sumber suara.

“Kita harus mengirimkan Riyeon sekarang.” Miryo kakaknya berkata dan Gain mengangguk.

“Tenang saja Eonni,aku akan mengurus semuanya kau hanya butuh duduk dan menikmati tehmu.” Gain berkata dan menyeringai.

“Cih! Kau pikir aku akan percaya padamu, Riyeon akan aku bawa ke kota highhaven kau diam saja dan mainkan boneka Voodo mu!” Miryo berkata.

“Riyeon sayang,kemarilah..” Miryo berkata dan Riyeon melirik kearah Gain.

“Eomma..” Riyeon berkata.

“Tidak apa-apa sayang, ikutilah bibimu dia tahu yang terbaik.” Gain berkata dan Riyeonpun menyambut uluran tangan Miryo.

“Aku dan Riyeon akan berangkat,kau sebaiknya menjaga rumah dengan baik sebelum aku kembali.” Miryo berkata dan dia memeluk Riyeon lalu menutupi tubuh gadis itu dengan jubah hitamnya.

See you soon,Sister..” Miryo berkata dan sebuah api berwarna biru mulai menyelimuti tubuh Miryo dan Riyeon dalam hitungan detik mereka menghilang.

Gain menghela nafasnya rasanya sepi saat dia sendirian dirumah, Gain menyentuh kalung liontinnya dan menggengamnya dengan erat.

“Kau akan membayar semuanya Donghae..” Gain berbisik.

~BlackButterfly~

Seperti yang Eunhee bayangkan semua orang sudah berkumpul di aula kota, mereka menunggu nama mereka dipanggil untuk audisi menjadi anggota Black Butterfly, Eunhee mengerang saat dia melihat namanya ada di urutan seratus besar.

“Tenang saja Eunhee,kau bisa menunggu.” Ibu Eunhee yang memutuskan untuk menemani putrinya berkata dan mereka berdua duduk diruang tunggu yang sudah disediakan aula untuk yang mengikuti audisi.

Eunhee mengehela nafasnya, dia masih beruntung namanya ada didalam seratus besar mengingat hampir seribu remaja lain yang mengikuti audisi ini.

Bagi yang ada di urutan seratus kebawah mereka pulang karena sudah jelas jadwal audisi mereka buka hari ini,sedang Eunhee harus diam karena dia ada diurutan ke lima puluh tangannya gemetaran sedikit saat dia mendengar kalau audisi udah sampi dinomor empat puluh lima.

Stephanie mengatakan kalau dia juga akan menjadi juri jadi Eunhee merasa sedikit tenang setidaknya ada seseorang yang akan mendukung nya didalam, Eunhee sudah melatih sihir pertahanan nya dan sihir bola apinya dia cukup percaya diri dengan kemampuannya dia hanay tinggal menunjukannya.

Waktu berputar cukup cepat sampai akhirnya namanya di panggil, Eunhee bisa melihat kontestan nomor empat puluh Sembilan menangis mungkin karena dia tidak lolos.

Eunhee tersenyum saat dia melihat lima juri yang di duduk dimaje yang ada dihadapannya, Eunhee membungkuk hormat kearah kelima juri dan salah satu juri yang duduk disamping Stephanie menyuruhnya untuk berdiri.

“Kenalkan siapa namamu gadis cantik?” seorang lelaki yang duduk tak jauh dari Stephanie berkata.

“Oh Luhan! Jangan menggoda dia!” Stephanie berkata dan Luhan tersenyum.

“Kau tak usah cemburu Stephanie, aku milikmu.” Luhan berkata dan mencolek dagu Stephanie ketiga juri lain mengerang kesal.

“EHM..maaf Luhan tapi kita sedang mencari kontestan untuk anggota baru,bisakah kalian berhenti bermesraan.” Lelaki yang duduk disamping luhan berkata, dia kelihatan tidak senang dengan interaksi Luhan dan Stephanie.

“Sehun, bisakah kau tidak menganggu?!” Luhan berkata dan melotot kearah Sehun.

“Ok teman-teman sebaiknya kita tidak bertengkar disini.” Seorang wanita cantik yang duduk disamping Sehun berkata.

“Terimakasih Sulli,kau mengingatkan mereka.” Lelaki tinggi yang duduk disebelah Sulli berkata.

“Sama-sama Chanyeol.” Sulli menjawab.

“Bisakah kita mulai audisinya?!” lelaki pirang yang disebelah Chanyeol mengerang kesal, dia kelihatannya tidak dalam mood yang bagus.

“Kita bisa memulainya jika kau berhenti mengeluh Kris..” Stephanie berkata dan Kris memutar matanya tidak peduli.

“Baiklah perkenalkan dirimu..” Sulli memerintah dan Eunhee mengangguk.

“Annyeoung haseyo, Jung Eunhee imnida aku datang dari kota Highhaven.” Eunhee mengenalkan dirinya dan Stephanie tersenyum.

“Baiklah Eunhee-shi,silahkan tunjukan kemampuanmu.” Stephanie berkata dan Eunhee mengangguk, dia memejamkan matanya.

Adustio rivulus conbustum!” Eunhee berseru.

Awalnya sebuah api mengerumuni Eunhee membuat Luhan menepukan tanganya namun Stephanie langsung mencegah Luhan untuk bertepuk tangan, Eunhee mengumpulkan api-api yang ada di sekelilingnya itu dan membuat bola yang sangat besar lalu dia melemparkannya keatas bangunan namun api itu langsung menghilang tidak menyentuh langit-langit gedung.

“Woo..sangat mengesankan!” Chanyeol berteriak sambil mengacungkan jempolnya, sedangkan Kris memijat keningnya dia lelah mendengar kata-kata itu dia mulai menyesal karena dia harus duduk disamping Chanyeol.

“Bisakah kau tunjukan sihir pertahananmu Eunhee?” Sulli bertanya dan dia berdiri dari mejanya.

“Tentu saja.” Eunhee menjawab

“Kalau begitu bisakah kau selamat dari seranganku!” Sulli berkata dan tiba-tiba kumpulan jarum yang sangat tajam melayang kearahnya.

Patrocinium!” Eunhee berkata dan sebuah tameng yang tebus pandang langsung melindunginya membuat jarum-jarum Sulli jatuh ketanah.

“Hm..menarik.” Sulli berkata dan Stephanie mengangguk penuh bangga, dia cukup percaya diri kalau temannya itu akan lulus tahun ini.

“Sepertinya kita sudah cukup mengetes kemampuan gadis ini.” Luhan berkata dan keempat temannya mengangguk setuju.

“Jadi bagaimana Kris apakah kau akan menerimanya sebagai calon anggota baru?” Luhan bertanya pada leader mereka dan Kris mengangguk.

“Selamat Eunhee-shi kau masuk 20 besar.” Kris berkata dan Eunhee tersenyum.

“Terimakasih semuanya!” Eunhee berseru dia sangat senang seklai, JIka Stephanie bukan juri dia pasti sudah berlari dan memeluk temannya itu.

“Selamat Eunhee-shi, kau bolah keluar sekarang.” Stephanie berakata dan Eunhee mengangguk lalu dia keluar.

Ibu Eunhee yang menunggu langsung berlari kearah putrinya, Eunhee tersenyum.

“Eomma,aku lulus!” Eunhee berkata dan ibunya langsung memeluk Eunhee mereka bersorak penuh kebahagiaan.

“Ayo kita pulang,kita akan merayakannya dengan ayahmu dan adikmu.” Ibu Eunhee berkata dan Eunhee mengangguk.

~BlackButterfly~

Miryo dan Riyeon sudah sampai dikota Highhaven, banyak sekali orang yang berkumpul di aula kota Miryo tahu kalau hari ini adalah hari audisi untuk anggota baru black butterfly.

“Riyeon ayo ikuti aku, mulai sekarang jangan pernah mengobrol dengan siapappun danjangan katakan kalau kau berasal dari desa katakana kalau kau berasal dari highhaven mengerti?” Miryo bertanya dan Riyeon mengangguk.

“Iya tante.” Riyeon berkata.

“Bagus, ingat itu jangan berbicara dengan orang asing..ikuti langkahku.” Miryo berkata dan Riyeon mengikuti bibinya itu dari belakang, dia menunduk menyembunyikan wajahnya.

DUGG..

Tiba-tiba saja seseorang menabrak Riyeon, Riyeon langsung terjatuh dan dia mengerang kesakitan saat dia merasakan sikutnya sakit.

“Ya ampun maaf,aku sedang buru-buru..” Seorang gadis langsung berjongkok didepannya, Riyeon menatap kearah gadis itu dan gadis itu tersenyum.

“Apa kau baik-baik saja?” Tanya gadis itu dan Riyeon langsung melirik kearah lain, dia bingung kenapa gadis itu baik sekali padanya padahalkan mereka hanya orang asing.

“Mari aku bantu berdiri.” Gadis itu berkata dan membantu Riyeon berdiri.

“Riyeon! Kau baik-baik saja?” Miryo yang melihat Riyeon menepuk-nepuk bajunya berkata.

“Iya tante,aku baik-baik saja.” Riyeon menjawab dan Miryo menatap kearah gadis yang berdiri didepan Riyeon.

“Kau apakan keponakanku?!” Miryo membentak, gadis yang berdiri didepan Riyeon kelihatan kaget namun dia mencoba tersenyum.

“Maaf nyonya, tapi saya tidak sengaja menabraknya seharusnya saya lebih hati-hati.” Gadis itu berkata.

“Eunhee!” Seorang wanita paruh baya memanggilnya dan Eunhee melirik kearah wanita itu.

“Eomma..”

“Sedang apa kau disini sendirian?” Tanya ibunya saat Eunhee melirik sosok Riyeon dan Miryo menghilang, Eunhee melirik kesekitarnya namun dia tidak menemukan sosok kedua wanita itu.

“Bukan apa-apa eomma.” Eunhee berkata dan dia berjalan mengikuti ibunya menuju rumah mereka.

Miryo menari Riyeon masuk kedalam aula, dia bisa melihat nama Riyeon ada di urutan ke Sembilan puluh delapan, Miryo tersenyum dia datang pada waktu yang tepat.

“Shin Riyeon!” panggil seorang pengawal yang mengawal ruangan audisi dan Miryo langsung menuntun keponakannya.

“Masuklah Riyeon, ingat apa perkataanku.” Miryo berkata dan Riyeon mengangguk dia berjalan masuk kedalam ruangan audisi.

Riyeon sedikit gugup dia belum pernah masuk kedalam audisi sendirian apalagi saat dia masuk lima pasang mata langsung melirik kearahnya, Riyeon membungkuk sopan kearah lima Juri yang kelihatan sudah lelah dan dia mencoba tersenyum.

“Silahkan perkenalkan namamu.” Sulli berkata, Sehun yang dengan malas menatap kearah kontestan melebarkan matanya.

Gadis dihadapannya itu berbeda, dia terlihat sedikit gugup namun bukan ekspressi gugupnya yang menarik perhatian Sehun namun wajah cantik gadis itu entah kenapa wajah gadis itu mengingatkannya pada seorang putri.

“Annyeoung haseyo..Shin Riyeon imnida.” Riyeon berkata dia bahkan tidak menatap kearah mata para juri dia terlalu gugup.

Sehun tersenyum saat dia mendengar suara manis gadis itu, dia menatap kearah Riyeon dan Chanyeol yang duduk disamping Sehun langsung sadar kalau temannya itu menyukai Riyeon.

“Riyeon,katakana pada kami kau berasal darimana?” Chanyeol bertanya.

“Em..aku..aku berasal dari sini.” Riyeon menjawab namun dia masih terlihat gugup.

“Tidak usah gugup,kau bisa menunjukan keahlianmu.” Sehun berkata dan semua juri menatap kearahnya, ini pertamakalinya Sehun mengajak seorang kontestan untuk mengobrol pada dari tadi seharian penyihir itu mengutuk dan mengatakan kalau dia ingin pulang.

well,well,well.. coba lihat siapa yang mencoba menjadi orang ramah.” Luhan menggoda dan Sehun memukul lengan Luhan.

“Luhan cukup,biarkan Riyeon menunjukan kemampuannya.” Stephanie berkata.

“Ayo Riyeon tunjukan kemampuanmu.” Stephanie memerintah dan Riyeon menggangguk.

“A-aku butuh seorang relawan.” Riyeon berkata dan kelima juri langsung tertarik, sebenarnya apa kekuatan gadis ini.

“Baiklah Sehun,bagaimana kalau kau membantu dia.” Luhan mengusulkan dan sepertinya juri lain setuju, Sehun mengerang kesal namun dia akhirnya berdiri dan berjalan menuju Riyeon.

Riyeon mendekat kearah Sehun, dia kelihatan ragu untuk menyentuh dahi Sehun namun akhirnya dia melakukannya. Jantung Sehun berdetak kencang saat dia merasakan tangan dingin Riyeon menyentuh dahinya, mata mereka berdua bertemu namun taklama kemudian mata Riyeon berubah menjadi warna hitam.

animus arbtrium!” Riyeon berkata dan Sehun langsung kehilangan kendali pada tubuhnya dan pikirannya.

“Kalian bisa memerintah dia apapun.” Riyeon berkata dan keempat juri kelihatannya senang.

“Hei Sehun! Garuk pantatmu!” Chanyeol berseru dan taklama kemudian Sehun menggaruk pantatnya padahal Sehun sama sekali tidak ingin menggaruk pantatnya.

Keempat juri tertawa histeris melihat tingkah Sehun.

“Sehun tampar wajahmu sendiri!” Kris berkata dan tentu saja Sehun langsung menampar wajahnya.

“Wow Riyeon darimana kau belajar sihir ini?” Sulli bertanya.

“Aku belajar dari bibiku.” Ucap Riyeon lalu dia menyentuh dahi Sehun kembali.

Revolso.” Riyeon berkata dan Sehun sadar, dia bahkan tidak ingat apa yang baru saja terjadi dia menemukan teman-temannya tiba-tiba saja tertawa terbahak-bahak dan pipinya terasa perih.

“Maaf, teman-temanmu lah yang menyuruhmu.” Riyeon berkata dan Sehun tersenyum.

“Tidak apa-apa,ngomong-ngomong dimana kau tinggal?” Tanya Sehun.

“Maaf untuk itu..” Riyeon melirik kearah lain.

“Lupakan seharusnya aku tidakbertanya, ini ambilah kau bisa menemuiku jika kau mau.” Sehun berkata dan dia memberikan selembar kartu nama kepada Riyeon.

“Aku harap kau datang.” Sehun berkata dan dia kembali duduk dibangku jurinya.

“Baiklah setelah melihat kemampuan Riyeon, bagaiaman keputusanmu Kris?” Stephanie bertanya.

“Selamat Riyeon-shi,kau masuk dua puluh besar.” Kris berkata Riyeon tersenyum dan dia membungkuk kearah para juri.

“Terimakasih banyak.” Riyeon berkata dan diapun diijinkan untuk keluar, saat dia keluar dari ruang audisi dia disambut oleh Miryo yang sudah menunggu dengan gugup.

“Bagaimana?” Tanya Miryo, Riyeon tersenyum dan berlari memeluk Miryo.

“Aku berhasil tante.” Riyeon berkata dan Miryo kelihatannya senang sekali.

“Bagus,kita bisa tinggal di villaku,ayo kita pulang hari sudah mulai gelap.” Miryo berkata dan Riyeon mengangguk.

Sebelum dia meninggalkan aula kota dia melirik kearah pintu ruangan audisi, dia tersenyum saat dia ingat kalau Sehun menyuruhnya untuk datang kerumahnya mungkin dia akan mampir jika dia sempat.

Riyeon melirik kearah kartu nama yang dia pegang, dia tersenyum saat dia melihat gambar bergerak Sehun di kartu nama itu dalam gambar itu sehun tersenyum dan mengedipkan matanya.

Riyeon memasukan kartu itu kesaku bajunya lalu berjalan mengikuti Miryo ysang sudah cukup jauh, dia tidak sabar untuk bertemu lagi dengan pemuda itu.

~BlackButterfly~

“Arggh!”

Suara erangan itu berasal dari kamar pangeran Kai, pengawal yang khawatir mengetuk pintu kamar pangerannya itu.

“Yang mulia..apakah anda baik-baik saja?” Tanya pengawal.

“Ya,aku baik-baik saja.” Kai menjawab dan pengawal itu kembali ketempatnya semula, belakangan ini dia sering sekali mendengar erangan atau desahan sakit sang pangeran membuat dia snagat khawatir.

Kai mencengkram tangannya, entah kenaa tangannya terasa sakit sekali dia bangun dari tempat tidurnya dan berjalan kekamar mandi. Dia menoba menhaan rasa sakitnya namun semakin dia menahan tangannya semakin berdenyut sakit, Kai melepaskan bajunya dan dia bisa melihat tatonya kembali menyebarkan tinta hitam di tangannya.

Kai mengehela nafasnya dia tidak tahu darimana dia mendaptkan tato ini namun tato ini adalah alasan kenapa dia menderita selama ini, dia selalu merasakan sakit yang dahsyat dan yang lebih berbahayanya dia bisa membunuh siapapun yang mencoba menolongnya.

“Aww..” Kai mengerang lagi saat dia merasakan tangannya berdenyut, Kai dudk dilantai dan mencengkran tangannya keringat dingin mulai membasahi dahinya.

Bibir Kai kering sekali bahkan hampir berwarna putih, wajahnya pucat dan urat- urat ditubuhnya muncul Kai mencoba untuk menahan sakit ini namun dia tidak bisa dia butuh bantuan hanya ibunyalah yang tahu bagaimana cara menyembuhkan sakit ini.

“Eomma..Eomma..” Kai memanggil dan mencoba untuk berdiri namun dia langsung pingsan dan kehilangan kesadarannya.

Mendengar suara benda terjatuh pengawal diluar kamar Kai khawatir diapun terpaksa harus masuk kedalam kamar Kai, dia snagat terkejut saat melihat pangerannya sudah tergeletak dilantai tidak sadarkan diri apalagi wajah Kai snagat pucat.

“Yang mulia! Yang mulia bangunlah..” pengawal itu berkata sambil menepuk-nepuk wjaah Kai, namun Kai tidak bergerak juga.

Pengawal itu hendak berdiri meminta bantuan namun Kai langsung menyentuh lengan pengawal itu.

“Yang mulia?” Tanya pengawal itu, entah kenapa pengawal itu merasa taku sekali karena pangerannya bertingkah aneh.

Kai membuka matanya namun matanya sekarang berwarna hitam lengam membuat pengawal itu terkejut, pengawal itu mencoba melepaskan gengaman Kai namun gengaman pemuda itu kuat sekali.

“Yang mulai saya mohon..saya mohon jangan sakiti saya..” pengawal itu meminta namun Kai hanya menyeringai.

ARGGGHHHH!!!

Jeritan tajam terdengar dari kamar Kai, Yuri yang sedang tertidur langsung membuka matanya dan berlari keluar dari kamarnya menuju kamar Kai bahkan dia mengacuhkan suaminya Donghae yang juga ikut terbangun.

Yuri berlari secepat mungkin dan dia bisa melihat pintu kamar Kai terbuka, Yuri berjalan kearah kamarnya namun dia berhenti saat dia melihat pemandangan yang menggerikan didepannya.

“Kai..” Yuri memanggil dan Kai langsung mendongak menatap kearah Yuri yag menatapnya dengan shock.

“Eomma..” Kai berkata, dia bisa merasakan sesuatu yang basah dimulutnya lalu dia menyekanya, dia terkut saat dia melihat darah ditangannya.

Kai melirik kepangkuannya dan dia melihat seorang pengawal tergeletak kaku tidak bernyawa, dilehernya ada bekas gigitan yang sangat dalam.

“Apa ya—“ Donghae yang menyusul kaget saat dia melihat Kai dan seorang pengawal dilantai, pengawal itu kelihatannya mati dan Kai bersimbah darah.

“Eomma..apa yang terjadi?” Kai berkata dia gemetaran, dia bahkan tidak mengerti bagaimana dia bisa ada dalam kondisi ini.

“Kai, sayang kemarilah!” Yuri berkata dia membuka kedua tangannya dan Kai berlari kearah Yuri dan memeluk ibunya.

Donghae melirik kearah Yuri dan Yuri mengangguk, ini sudah saat mereka harus mengunci Kai dia tidak boleh sampai keluar dari kerajaan.

~Sebulan kemudian..~

Pertarungan antara para kontestan sudah sangat memanas hari ini hanya ada sepuluh kontestan yang sudahberhasil lolos dan salah satunya adalah Eunhee, dia kelihatan sangat lelah saat dia kembali keruangan yang sudah di siapkan panitia untuknya.

Stephanie yang kebetulan sedang beristirahat berjalan kearah Eunhee dan menepuk bahu sahabatnya itu dengan prihatin dia bis amelihat luka di pipi dan ahi gadis itu, sikut dan lututnya juga berdarah namun tidak terlalu parah.

medeor vulneratio.” Stephanie mengucapkan mantranya dan semua luka Eunhee langsung sembuh, Eunhee tersenyum kearah Stephanie dan Stephanie memberikan Eunhee sebotol air.

“Minumlah kau masih harus melawan satu orang lagi.” Stephanie berkata dan Eunhee mengangguk.

“Ya aku tahu itu.” Eunhee berkata dan meminum air yang Stephanie berikan.

“Stephanie..” Eunhee memanggil dan Stephanie melirik kearah Eunhee.

“Ya?” Stephanie merespon.

“Menurutmu,aku akan masuk dalam kategori apa?” Tanya Eunhee.

Stephanie tersenyum, dia mengerti apa yang di rasakan oleh Eunhee tahun lalu di amerasakan perasaan yang sama di agugup bagaiman akalau dia tiak cocok dalam semua kategori dan dia tidak akan lolos? Stephanie tahu jelas perasaan itu.

“Tenang saja Eunhee, kau akan menemukan jati dirimu setelah kau lolos dari kompetisi ini.” Stephanie berkata dan dia menyentuh bahu Eunhee memberikan sahabatnya itu semangat.

“Kau tak usah khawatir, apapun yang terjadi itu yang terbaik untukmu.” Stephanie berkata dan dia keluar dari ruangan Eunhee.

Riyeon yang melihat keakraban Stephanie dan Eunhee meremaskan tangannya, bukankah itu curang? Seorang kontestan tidak boleh dekat dengan juri sedangkan Stephanie adalah juri Riyeon berjalan menuju ruangannya namun dia terkejut saat dia bertemu dengan Sehun.

“AH! Akhirnya aku menemukanmu.” Sehun berkata dan Riyeon tidak menjawab.

“Tak usah khawatir,aku tidak akan menganggumu.” Sehun berkata dan Riyeon tersenyum.

“Maaf Sehun-shi tapi kita tidak bisa mengobrol disini.” Riyeon berkata.

“Aku tahu,aku hanya ingin mengatakan kalau aku mendukungmu..aku berharap kau menang.” Sehun berkata dia menyentuh bahu Riyeon dan Riyeon menatap kearah Sehun dan tersenyum.

“Terimakasih.” Riyeon berkata dan dia langsung pergi saat dia melihat bibinya Miryo menatap tajam kearahnya.

Sehun melirik dan melihat Miryo memarahi Riyeon sedangkan gadis itu hanya menunduk penuh penyesalan Sehun tidak mengerti dari semenjak mereka bertemu tante Miryo seakan membenci semua orang yang dekat dengan sepupunya.

Stephanie berjalan menuju tempat istirahatnya namun seseorang menariknya membuat dia sangat terkejut, sebuah tangan membekam mulutnya Stephanie memukul tangan itu namun dia menghela nafas nya dnegan lega saat dia melihat kalau Luhan lah yang menariknya.

“Ya! Aku kira kau adalah penculik.” Stephanie berkata dan Luhan tersenyum.

“Maaf disini ramai sekali, sebaiknya kita jalan-jalan.” Luhan berkata dan dia menarik tangan Stpehanie, Stephanie tersenyum dan mengikuti Luhan.

“Menurutmu siapa yang akan menang?” Tnya Stephanie saat mereka berdua sudah keluar dari stadium kota yang sekarang penuh dengan orang, mereka datang ke stadium untuk melihat pertandingan anggota baru black butterfly.

“Entahlah kesepuluh kontestan sangat kuat.” Luhan menjawab, Luhan tersenyum dan menarik Stephanie kedalam pelukannya.

“bisakah kita tidak membicarakan itu untuk sekarang?” Luhanbertanya dan mencium bibir Stephanie sekilas.

“Ya,tentu saja.” Stephanie berkata dan Stephanie bisa merasakan kakinya terangkat menjauh dari tanah, Luhan selalu mengajaknya terbang jika mereka sedang berdua.

Stephanie ingat saat Luhan pertamakali belajar terbang pemuda itu sangat histeris dan Stephanielah yang menenangkannya, mulai dari itu hubungannya dan Luhan akhirnya berkembang dan sekarang mereka bersama dan bahagia.

“Apa kau ingat pertamkali kita bertemu?” Stephanie bertanya saat dia dan Luhan akhirnya duduk disalah satu pohon yang besar sekali.

“Ya,kau adalah gadis yang paling menyebalkan yang pernah aku temui.” Luhan berkata dan Stephanie tertawa, dia masih ingat kalau dulu Luhan adalah pemuda yang paling menyebalkan juga namun sekarang berbeda.

Stepahnie bahkan tidak bisa membayangkan sehari tanpa Luhan, dia akan merasakaan kesepian dan sedih.

“Maaf aku tidak bermaksud bersikap tidak baik padamu,saat itu aku tidak bisa percaya pada siapapun.” Stephanie berkata dan dia Luhan menyentuh tangannya.

“Tidak apa-apa,aku tidak menyalahkanmu.” Luhan berkata dan dia mencium tangan Stephanie.

“Aku sedikit khawatir Luhan.” Stephanie berkata.

“Kenapa lagi? Aku yakin Eunhee akan baik-baik saja.” Luhan berkata.

“Bukan itu,aku khawatir tentang pasukan yang akan di bentuk oleh Black butterfly aku mendengar dari Leeteuk sunbaenim kalau Black Butterfly akan membangun unit baru untuk pangeran Kai.” Stephanie mengungkapkan.

“Ya,aku mendengar nya juga dari Eunhyuk sunbaenim.” Luhan merespon.

“Apakah pangeran Kai dalam bahaya?” Tanya Stephanie namun Luhan mengangkat bahunya.

“Entahlah, mungkin saja..diakan pangeran banyak sekali orang yang ingin membunuhnya.” Luhan menjawab.

“Aku tahu itu tapi aku sedikit curiga, Leeteuk dan Eunhyuk Sonsaengnim kelihatannya menyembunyikan sesuatu dari kita.”  Stephanie menyentuh tangan Luhan dengan erat, Luhan menyentuh pipi Stephanie dia tahu kalau pacarnya itu terkadang suka berlebihan namun melihat ekspressi Stephanie Luhan menjadi khawatir juga.

“Apapun yang terjadi,aku akan melindungimu.” Luhan berkata.

“Aku juga,aku tidak akan membiarkan kau terluka.” Stepahnie memeluk Luhan, Luhan menghela nafasnya entah kenapa dia merasa lelah dengan semua rahasia ini dia harus tahu apa yang terjadi.

~BlackButterfly~

Gain menyentuh cermin ajaibnya lagi dan dia bisa melihat putrinya sedang berkelahi melawan seorang lelaki yang berambut coklat, Gain mengepalkan tangannya dia khawatir sekali saat dia melihat pipi anak perempuannya itu terluka.

“Tenang Gain..semuanya akan terbayarkan setelah dia menjadi ratu.” Kakaknya Narsha berkata dan Gain melirik kearah sosok wanita yang duduk di ruangan kerjanya.

“Apa yang kau lakukan disini?!” Gain membentak, dia tidak suka jika ada orang yang menganggunya.

“Aku hanya rindu pada adikku apa itu salah?” Narsha bertanya dan dia memainkan bola Kristal Gain.

“Jangan sentuh barang-barangku!” Gain berseru dan dia mengangkat tangannya membuat Narsha melayang dan membentur tembok.

“Ohok..ohok..” Narsha terbatuk-batuk dan Gain tersenyum.

“Kau tahu kalau kau bukan bandinganku.” Gain berkata dan dia berjalan kearah Narsha, dengan kasarnya Gain menarik rambut Narsha memaksa Narsha untuk menatap lurus kearah adiknya itu.

“Hahaha.kau pikir aku tidak tahu?” Narsha berkata dia meludahkan darah di mulutnya.

“Kau sebaiknya pergi Eonni,kau tidak diterima di keluarga ini lagi.” Gain berkata dia melepaskan gengaman nya dari rambut Narsha.

“Sebenarnya apa rencamu? Apa kau akan membuktikan kepada seluruh warga EXO? Kau tahu tidak akan ada orang yang mempercayai penyihir jahat sepertimu!” Narsha berkata.

“DIAM! Kau tidak tahu apapun!” Gain membentak dia menutup telinganya dia tidak mau mendengar pengaruh buruk dari Narsha.

“Gain, sadarlah! Rencana Miryo Eonni tidak akan berhasil.” Narsha berkata dia mendekat kearah Gain.

“Dengarkan aku..”Narsha menguncangkan tubuh Gain, Gain menatap kearah Narsha.

“Aku tahu jalan yang terbaik.” Narsha berkata dan Gain hanya diam, dia tidak tahu harus menjawab apa.

“Aku tahu bagaimana cara agar kau dan Riyeon menguasai EXO.” Narsha berkata.

~BlackButterfly~

Riyeon menutup matanya saat dia melihat sebuah bola api melayang kearahnya, dia sudah pasrah dia tidak bisa bergerak karena kakinya terluka.

Patrocinium!” Riyeon membuka matanya saat dia mendengar seseorang membaca mantra itu, dia terkejut saat dia melihat sosok Eunhee berdiri didepannya melindunginya dari bola api yang slaah satu kontestan buat.

“Ayo berdiri!” Eunhee berkata dan Riyeon mencoba berdiri namun kakinya terluka parah,dia tidak bisa berdiri.

“Ayo cepat!” Eunhee berseru dan dia berlari saat dia melihat bola api yang lainnya menyerangnya, gadis itu gesit sekali berbeda dengan Riyeon yang lebih mengandalkan kekuatan mantranya.

medeor vulneratio.” Riyeon menyihir kakinya dan seketika dia merasa baikan, dialangsung berdiri dan berlari dia mencoba menyerang semua kontestan yang lewat dan satu persatu akhirnya kalah dan tidak bangkit kembali.

Riyeon melirik kearah Eunhee, gadis itu masih berkelahi dengan seorang kontestan yang berbadan cukup besar dan Riyeon membantunya.

electrica excusso!!” Riyeon membaca mantra dan sebuah listrik langsung menyengat seorang kontestan yang mencoba mengalahkan Eunhee.

TET..TET..TET..

Bel berbunyi dengan kencang itu artinya pertandingan sudah selesai, Riyeon mendekat kearah Eunhee dan Eunhee tersenyum kearah gadis itu.

“Terimakasih sudah menyelamatkanku.” Eunhee berkata dan Riyeon mengangguk, tanpa kedua gadis itu sadari Miryo menatap tajam kearah mereka berdua Miryo tidak suka jika sepupunya itu dekat dengan Eunhee.

“Semuanya mari sambut lima anggota baru Black Butterfly!!” Suara Kris menggema saat dia mengumumkan kelima pemenang dan semua penonton bersorak penuh kebahagian seangkan kelima kontestan yang lolos membungkuk penuh hormat.

“perkenalkan diri kalian kepda semua warga EXO.” Kris berkata dan dia memberikan mic yang dia pegang kepada kelima kontestan.

“Annyeoung haseyo! Kim Junmyeon imnida!” Kontestan yang berdiri tak jauh dari eunhee mengenalkan dirinya, dia kelihatan sangat gugup dan dia juga kelihatannya akan menangis mungkin karena dia bangga telah memenangkan kompetisi ini.

“Anyyeoung haseyo! Zhang Yixing imnida!” Yixing yang berdiri disamping Junmyeon mengenalkan dirinya dan sekarang giliran Eunhee, saat Eunhee menyentuh mic dari tangan Yixing semua warga EXO berteriak dengan kencang.

“Annyeoung haseyo, Jung Eunhee imnida.” Eunhee mengenalkan dirinya dan dia memberikan mic kepada Riyeon.

“Annyeoung haseyo, Shin Riyeon imnida.” Riyeon membungkuk dan memberikan mic kepada seorang pemuda yang berdiri disampingnya.

“Annyeoung haseyo Do Kyungsoo imnida.” Kyungsoo membungkuk juga dan dia melambaikan tangannya.

Setelah itu kelima kontestan diperintahkan untuk beranti baju dan menemui raja, kelima kontestan terlihat sangat bahagia sekali dan mereka langsung pergi untuk bersiap-siap.

~BlackButterfly~

Kai sudah mendengar pengumumannya, mulai besok dia akan dijaga oleh lima anggota baru Black butterfly Kai tidak merespon sedikitpun dia tahu kenapa dia harus di jaga dia bukanlah manusia biasa lagi.

Kai berjalan kearah ruangan tengah rumahnya yang terletak sangat jauh diujung kerajaan, dia menatap kearah jendela besar yang ada di ruangan itu cuaca diluar sangat cerah Kai tidak suka dia tidak pernah suka sinar matahari.

Kai melirik kearah cermin besar yang terletak ditembok ruang tengah, dia benci wajah yang menatap nya balik dia benci harus ada didalam tubuh yang sakit ini dia ingin bebas.

Kai mengambil mangkuk yang ada dimeja ruang tengah dan melemparkannya kearah cermin itu, dia menatap tajam kearah cermin yang sekarang sudah hancur didepannya.

Donghae mengehela nafasnya saat dia mendengar kalau kompetisi anggota baru Black Butterfly sudah selesai dia sekarang tidak usah khawatir lagi, akhirnya akan ada lima prajurit terbaik yang akan menjaga anaknya Kai.

Pintu ruang singgasannya terbuka dan dia bisa melihat lima orang anggota baru black butterfly masuk, dua orang wanita dan tiga orang lelaki namun dia lebih terkejut saat dia melihat sosok gadis yang berdiri disamping gadis yang satunya lagi.

Fitur wajah gadis itu mengingatkannya pada kekasihnya, gadis itu bagaikan replica kedua bagi kekasihnya dan itu membuat Donghae terkejut namun dia mencoba untuk tenang.

“Yang mulia,ijinkan saya untuk memperkenalkan kelima anggota baru black butterfly.” Kris yang berdiri disamping kelima anggota baru berkata.

“tentu saja, silahkan perkenalkan diri kalian.” Donghae memerintah.

“Yang mulia,perkenalkan nama saya Kim Junmyeon.” Seorang lelaki yang berambut merah berkata, dia membungkuk kearah donghae.

“Saya Zhang Yixing yang mulia.” Yixing melanjutkan.

“Saya Jung Eunhee yang mulia.” Eunhee berkata sambil membungkuk.

Lalu mata Donghae menatap kearah Riyeon, Riyeon membungkuk dengan sopan kearah Donghae.

“Saya Shin Riyeon yang mulia.” Riyeon mengenalkan dirinya.

“Saya Do Kyungsoo yang mulia.” Kyungsoo mengakhiri perkenalan mereka dan akhirnya Donghae berdiri dari singgasananya.

Seorang pelayan langsung datang dan membungkuk kearah Donghae, Donghae melirik kearah bantal merah yang pelayannya pegang disana ada lima pin berbentuk kupu-kupu dan dia mengambil salah satu pin itu dan memasangkannya di dada Junmyeon.

Setelah Junmyeon Donghae mengambil pin yang lainnya  dan memasangkannya di dada Yixing dan Eunhee namun dia berhenti saat dia berdiri didepan Riyeon Donghae menatap sebentar kearah Riyeon.

“Riyeon darimana kau berasal?” Tanya Donghae.

“Aku berasal dari kota ini yang mulia.” Riyeon menjawab, mata coklatnya benar-benar mirip dnegan kekasih Donghae dan itu membuat Donghae ketakutan.

Donghae menarik tangan Riyeon dan membalikan tangan gadis itu, dia bisa melihat tato berbetuk bunga mawar dibwah telapak tanga gadis itu.

“Kau..apakau mengenal Gain?” Tanya Donghae namun Riyeon tetap diam tidak menjawab, dia kelihatan ketakutan Donghae berhenti menatap kearah Riyeon dan dia memasangkan pin kupu-kupu didada Riyeon dia melanjutkannya dnegan Kyungsoo lalu dia pergi begitu saja.

“Apa kau mengenal yang mulia?” Kyungsoo bertanya pada Riyeon namun Riyeon menggelengkan kepalanya.

~BlackButterfly~

“Mulai hari ini kalian akan bergiliran untuk menjaga pangeran Kai.” Leeteuk berkata.

“sebagian dari kalian akan bertuga di pos depan dengan Kris, yang jelas kau Junmyeon pergilah Kris akan membutuhkanmu.” Leetuek berkata dan Junmyeon mengangguk, dia terbang pergi menuju pos depan kerajaan.

“Kau dan kau.” Leeteuk menunjuk kearah Eunhee dan Riyeon.

“Kalian menjaga pangeran Kai, jika terjadi sesuatu yang ganjal hubungia aku atau Eunhyuk.” Leetuek berkata dan Eunhee juga Riyeon mengangguk.

“kalian berdua bisa mengikuti aku dan Eunhyuk.” Leetuek menari Kyungsoo dan Yixing, lalu mereka berempat pergi meninggalkan Riyeon dan Eunhee didepan sebuah rumah yang sangat mewah namun terlihat sangat tua.

“Oh bagus hari pertama bekerja kita harus menjadi bodyguard.” Riyeon mengeluh dan Eunhee tersenyum.

“Tidak apa-apa Riyeon lagipula kita menjaga seorang pangeran.” Eunhee berkata dia berjalan masuk kedalam rumah.

“Kau mau kemana?” Tanya Riyeon.

“Aku akan memperkenalkan diriku pada pangeran,kau ikut?” Tanya Eunhee,Riyeon menggelengkan kepalanya dia tidak terlalu suka untuk bertemu dnegan orang bau berbeda dengan Eunhee.

“Baiklah kalau begitu jaga pintu depan.” Eunhee berkata dan Riyeon mengangguk.

Eunhee berjalan masuk kedalam rumah dia bisa melihat beberapa perabot antic yang mewah, di dinding ruang tengah dia bisa melihat lukisan besar sang raja dan ratu juga pangeran Kai dia tidak pernah tahu bagaimana wajah pangeran Kai namun dilihat dari lukisan sepertinya dia cukup tampan.

“Siapa Kau?!” suara lelaki mengagetkan Eunhee, Eunhee berbalik dan dia melihat sosok lelaki yang tampan berdiri diujung tangga.

“Yang mulia..” Eunhee langsung menunduk.

“Kau pasti pengawal baru,kau anggota black butterfly?” Kai bertanya dan Eunhee mengangguk.

“Siapa namamu?” Kai bertanya.

“Jung Eunhee yang mulia.” Eunhee menjawab.

“Eunhee hah? Sebaiknya kau tidak masuk sembarangan kerumah ini tugasmu hanya menjaga pintu depan dan halaman belakang.” Kai menjelaskan.

“Maafkan saya yang mulia, saya hanya ingin bertemu dengan anda.” Eunhee berkata dan Kai menyeringai.

“Untuk apa? Kau pasti sudah tahu wajahku dari lukisan-lukisan yang beredar di pasar.” Kai berkata namun Eunhee menggelengkan kepalanya.

“Maaf yang mulia tapi semua lukisan itu tidak cocok dengan wajah yang mulia yang asli.” Eunhee menjawab dan Kai mengangkat halisnya tertarik.

“Maksudmu?”

“Maksud saya..maksud saya anda terlihat..terlihat lebih tampan dari semua lukisan yang beredar di pasar.” Eunhee berkata, kedua pipinya memanas dia bersyukur kalau dua maish menunduk mnyembunyikan wajahnya.

“hm..benarkah?” Kai berjalan kearah Eunhee dan dia menyentuh dagu Eunhee memaksa Eunhee menatap lurus kearah Kai.

“Iya yang mulia.” Eunhee menjawab.

Riyeon yang kesal menunggu dipintu depan menjadi sangat penasaran sebenarnya dia juga belum tahu bagaimana sosok pangeran Kai, Riyeon berjalan masuk kedalam rumah namun dia terkejut saat dia melihat Kai menyentuh dagu Eunhee dan bibir mereka sangat dekat sekali.

“Apa aku menganggu?” Riyeon bertanya dan Kai melirik kearah Riyeon matanya melebar saat dia melihat sosok gadis itu.

Entah kenapa tangannya langsung berdenyut sakit dan dia mencengkram tangannya, Eunhee yang melhta Kai kesakitan langsung menyentuh Kai.

“Yang mulia..apa anda baik-baik saja?” Tanya Eunhee namun Kai menepis tangan Eunhee dengan kasar.

“PERGI!KALIAN BERDUA PERGI!” Kai membentak membuat Riyeon dan Eunhee kebingungan.

“Yang mulia tapi..” Eunhee mencoba memprotes namun Kai mendoroong Eunhee.

“Pergi sebelum aku menghabisi kalian!” Kai berkata dan Riyeon langsung membantu Eunhee untuk berdiri.

“Ayo Eunhee.” Riyeon berkata dan dia langsung membawa temannya itu keluar dari rumah Kai.

Kai langsung berlari kekamarnya namun saat jaraknya dengan jarak Riyeon menjauh sakit dilengannya menghilang, dia melirik kearah gadis itu dan entah kenapa dia merasakan koneksi yang dalam dengan gadis itu.

Ada sesuatu yang Riyeon sembunyikan, atau dia dan Riyeon sepertinya memilki hubungan atau terkait dengan satu sama lain Kai bisa menebak itu apalagi saat dia melihat fitur wajah mereka hampir sama.

“Siapakah kau?” Kai bergumam.

~BlackButterfly~

“BRENGSEK!” Donghae membentak dia memukul meja mahony nya, dia mengepalkan tangannya dia ingat wajah gadis itu.

“Gain..dimana dia sekarang.” Donghae berkata dia berbalik untuk pergi keruang singgasananya namun dia terkejut saat dia menemukan seorang wnaita bersandar di pintu ruang bacanya.

“Kau mau kemana yang mulia?” Wanita itu bertanya dia membawa sebuah apel dan dia mengigit apel itu.

“Gain..apa maksudmu mengirimkan Riyeon kesini?!” Donghae bertanya dan Gain tertawa.

“Tentu saja untuk membuat dia sebagai ratu.” Gain menjawab dan dia menatap tajam kearah Donghae.

“Kau gila! Aku tidak akan membiarkan anakmu menjadi ratu!” Donghae berseru.

“Hahaha gila kau bilang? Kau yang gila! Anak lelakimu tidak pernah bisa menjadi raja.” Gain berkata dan Donghae mengepalkan tangannya.

“Itu karena kau yang mengutuknya!” Donghae membentak, Gain memutarkan matanya tidak peduli.

“Lalu? Itulah tujuanku mengutuk anakmu agar anakku menjadi ratu.” Gain berkata dia berjalan mendekat kearah Donghae, dia meletakan kedua tangannya dibahu Donghae dan berbisik dari belakang.

“Terima kenyataannya Donghae,anakku akan menang jika semua orang tahu betapa abnormalnya anakmu.” Gain berkata dan Donghae berbalik untuk menampar Gain, namun sayang wanita itu sudah menghilang.

Donghae bisa mendengar gema tawa Gain yang sangat menyeramkan, Donghae mengusap wajahnya dia tidak mengerti kenapa dia harus jatuh cinta pada wanita itu dulu.

~BlackButterfly~

Sebulan berlalu, dua bulan dan sekarang tiga bulan Eunhee hanya bisa memandangi Kai dari kejauhan, dia merasa khawatir saat di amleihat betapa sedihnya pangeran itu dia selalu duduk dihalaman belakang rumah memandang kosong kearah langit seakan dia sudah kehilangan semangat untuk hidup.

Eunhee tidak mengerti sebenarnya kenapa Kai dikurung disini? Apa sebenarnya yang membuat dia sangat berbahaya sehingga dia dikurung ditempat yang jauh disudut kerajaan karena setahu dia Kai terlihat seperti lelaki yang normal.

“Yang mulia..” Eunhee memanggil, seperti biasa dia akan mengajak pangeran itu mengobrol meskipun pangeran itu kelihatannya tidak tertarik untuk berbicara dengannya.

“Apakah kau merasa baikan? Aku dengar dari Eunhyuk sunbaenim kalau kemarin kau sakit.” Eunhee berkata, dia ingat kalau kemarin Eunhyuk mengatakan kalau dia sebaiknya tidak datang kerumah Kai dan menjaga pos depan bersama Riyeon.

“Iya aku merasa baikan.” Kai menjawab, Eunhee terkejut karena ini pertamakalinya Kai menjawab pertanyaan.

“Eunhee.” Kai memanggil dan dia melirik kearah Eunhee yang berdiri diambang pintu belakang.

“Ya? Yang mulia?” Tanya Eunhee.

“Terimakasih.” Kai berkata dia memalingkan padangannya.

“Untuk apa?” Eunhee berjalan dan mendekat kearah Kai.

“Terimakasih karena sudah menjagaku dan selalu berusaha menghiburku.” Kai berkata dan Eunhee tersenyum.

“Sama-sama yang mulia,itu sudah tugasku lagipula aku bosan harus menjaga rumah ini tanpa mengobrol apalagi hari ini Riyeon pergi bersama Sehun.” Eunhee berkata, dia ingat kalau tadi pagi Sehun sudah memohon-mohon padanya untuk meminjam Riyeon sepertinya kedua remaja itu akhirnya jadian juga.

“Sehun?Riyeon?” Kai bertanya dia kelihatan kebingungan.

“Oh iya, Riyeon adalah gadis yang waktu itu datang kesini dia sellau menjaga rumah ini bersamaku.” Eunhee berkata.

“Dan Sehun dia adalah anggota blackbutterfly, dia adalah sunbaenimku namun umur kami tidak beda jauh jadi dia mengijinkan aku memanggil namanya.” Eunhee menjelaskan sedangkan Kai hanya mengangguk.

“Aku kenal Sehun, dia putra jendral Oh aku sering bermain dengannya saat kecil.” Kai mengungkapkan, Eunhee senang saat dia mendengar Kai mulai terbuka padanya.

“Oh ya?kalian akrab?” Tanya Eunhee.

“Ya tentu saja, tapi aku tidak akrab lagi skearang karena ayahku melarangku untuk berhubungan dengan semua temanku.” Kai mengungkapkan, dia terlihat sangat sedih sekali dan Eunhee merasa kasihan.

“Hey kita bisa jadi teman? Tapi ini rahasia diantara kita.” Eunhee berbisik dan Kai tersenyum, Eunhee tidak tahu betapa tampannya Kai jika dia sedang tersenyum.

“Baiklah,kau temanku skearang Eunhee.” Kai berkata dan mereka berjabat tangan.

“Teman.” Eunhee berkata.

“Ya,teman.” Kai membalas dan mereka berdua tersenyum.

~BlackButterfly~

“Hahaha Oppa..hentikan!” Riyeon tertawa saat dia dikelitiki oleh Sehun, mereka sudah bermain-main ditaman istana cukup lama.

“Jika kau berhenti kabur dariku,aku akan berhenti.” Sehun berkata dan akhirnya Riyeon mengangguk, wajahnya sudah merah karena dia menahan tawanya.

“Ok..ok..oppa aku ,aku akanberhenti berlari.” Riyeon berkata dan Sehun akhirnya berhenti, Sehun menatapkearah Riyeon dan Riyeon tersenyum.

“Terimakasih sudah membawaku ketempat ini.” Riyeon berkata.

Sehun tida menjawab dia menari Riyeon dan taklama kemudian bibir mereka bersentuh, bibir Sehun terasa hangat dibibirnya, Riyeon sedikit terkejut namun dia diam membiarkan lelaki itu menciumnya.

Sehun yang sadar kalau dia sudah mencium Riyeon segera melepaskan ciumannya, dia ingin memukul keplaanya sendiri kenapa juga dia harus mencium Riyeon? Bagaimana jika Riyeon tidak merasakan hal yang sama dengannya?

“Riyeon..aku..” Sehun berkata namun Riyeon tersenyum.

“Tidak apa-apa Oppa,aku tahu..” Riyeon berkata, pipinya masih merah mungkin malu.

“Riyeon,maukah kau berkencan denganku?” Sehun bertanya dan mata Riyeon melebar.

“Huh?” Riyeon kelihatan kebingungan.

“Maksudku,maukah kau menjadi pacarku?” Sehun kembali bertanya dan Riyeon tersenyum.

“Ya,Oppa aku mau.” Riyeon menjawab dan Sehun memeluknya.

“Terimakasih.” Sehun berkata dan dia tersenyum.

Miryo yang melihat Sehun dan Riyeon berpelukan mengepalkan tangannya, Miryo tahu dari awal kalau Sehun akan memberikan pengaruh yang buruk untuk keponakannya dan berainya di amencium keponakannya itu?!

Miryo berbalik menuju rumahnya dengan emosi yang menggunduk cepat atau lambat dia harus menghancurkan kerajaan EXO dan penyihir ilmu hitam akan menguasai kerajaan ini.

Miryo membuka pintu villanya dan dia menemukan Gain dan Narsha sedang duduk diruang tengah villa, mereka berdua kelihatan tidak senang itu artinya mereka berdua sudah tahu masalah tentang Sehun dan Riyeon.

“Eonni ini sudah tiga bulan dan apa yang aku dapatkan? Riyeon berencan dengan seorang lelaki tengil?!” Gain membentak.

“Gain,aku bisa menjelaskan..” Miryo berkata.

“Eonni kau tidak mampu menjalankan misi kita.” Narsha berkata.

“DIAM KAU WANITA JALANG!” Miryo membentak dan Narsha menyeringai.

“Wanita jalang huh? Entah kenapa aku menerima panggilan itu belakangan ini.” Narsha menyindir dan dia meniup kukunya yang baru saja di cat.

“Cukup Eonni,aku tidak bisa menunggu lagi..aku harus menyuruh Riyeon untuk menyerang kerajaan dan kita akan memanggil seluruh penyihir ilmu hitam yang kita tahu.” Gain berkata.

“Strategi yang bagus, kebetulan minggu depan adalah bulan purnama semua kekuatan penyihir ilmu hitam sedang mencapai klimaks.” Narsha mengungkapkan dan Miryo menatap kearah Gain.

“Gain kau akan membahayakan anakmu sendiri,dia belum kuat!” Miryo mencoba memberi alasan.

“Lalu kapan Eonni?aku tidak bisa menunggu,aku sudah menunggu selama 18 belas tahun aku tidak ingin menunggu lagi.” Ucap Gain dan Miryo menghela nafasnya, Gain benar namun Riyeon belum siap untuk saat ini.

“Bagaimana kalau kita menyerang secara berurutan, masalah Riyeon biarkan dia keluar disaat-saat terakhir.”Miryo mengusulkan.

“Ide yang bagus Eonni,jadi sementara ini biarkan teman-teman kita mengacak-ngacak kota ini.” Gain berkata dan dia melirik kearah Narsha, Narsha mengangguk dan mereka berdua pergi menghilang dari villa Miryo.

Miryo menghela nafasnya, ini adalah awal dari semua perang yang Riyeon impikan dia hanya bisa berdoa kalau keponakannya itu akan selamat.

 To Be Countinue..

Don’t forget the comment😀

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

5 thoughts on “Black Butterfly ~part 1~

  1. eonn eonn.. ini ff terunik yg prnh aku bca .aku baca ff yg genre nya fantasy rata2 gk kaya ginii😀
    uwaa jinja .! neomu jjang eonn.!😀
    #loncatkepartslanjutnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s