Posted in FanFiction (semua umur)

Another World

Title: Another World

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Park Ae chan
  • Kim Myungsoo
  • Nam Woohyun
  • Park Jiyeon

Another supportive cast…

Genre : Romance,School life and Angst

Length :Oneshoot

Rating : Pg 15+

Request from : Park Ae chan on WordPress

Warning! Kissing scene!

Another World

NERD!” Seorang gadis melempar sebuah gelas kertas kearah Ae chan, Ae chan hanya menghela nafasnya dan melanjutkan aktivitas membacanya.

Panggilan itu sepertinya sudah melekat pada dirinya sejak sekolah dasar, entah kenapa sepertinya teman sekelas Ae chan suka sekali memanggilnya dengan ledekan itu.

Ae chan sudah biasa dengan ledekan pedas teman-temannya,apalagi jika dia bertemu dengan geng wanita paling cantik yang ada di sekolahnya atau lebih akrab di panggil The angel’s hahaha lucu sekalikan? Mereka di panggil seperti malaikat tapi kelakuan mereka jelas-jelas seperti iblis yang haus darah.

Mereka selalu mengadu dombakan lelaki yang menyukai mereka, mereka bahkan menjahili murid-murid yang berani melawan mereka. Bahkan tahun kemarin seorang murid baru langsung keluar dari sekolah karena berani membentak pada Ji yeon, yah Ji yeon adalah ketua The angel’s.

Dan yang lebih parahnya lagi Jiyeon adalah sepupunya, yah kalian pasti berpikir bagaiaman sepasang sepupu bisa sangat berbeda? Yang satu cantik,tinggi dan populer sedangkan yang satunya lagi culun,canggung dan jauh dari kata populer.

“Oh lihat, nona bermata empat sedang melamun lagi.” Eunjung yang melihat Ae chan melamun meledek, Ae chan membiarkan Eunjung mengejeknya dia sudah terbiasa lagipula dia tidak ingin membuang nafasnya untuk berdebat dengan gadis itu.

“Oh Eunjung biarkan saja, lagipula dia tidak punya teman pantas saja dia melamun sendirian.” Hyomin membalas dengan sindiran, Jiyeon menghela nafasnya.

“Sudahlah kalian sebaiknya diam,aku sedang pusing.” Jiyeon berkata dan dia membenarkan jepit rambutnya yang sedikit miring.

“Sebaiknya kita pergi ke kantin,aku belum sarapan.” Jiyeon berkatadan dia melirik sekilas kearah Ae chan dia menyeringai meremehkan dan pergi bersama kedua temannya Hyomin dan Eunjung.

Ae chan tidak mengerti bagaimana bisa ketiga gadis yang sombong dan kasar itu sangat populer sekali,bahkan sebagian besar lelaki yang ada disekolahnya ingin sekali mengencani salah satu dari mereka.

Mereka di perlakukan seperti selebriti dan orang penting padahal nilai ulangan mereka tidak pernah lebih besar dari Ae chan, selalu mengancam dan menyuruh Ae chan untuk mengerjakan semua tugas mereka.

Bukannya rasa terimakasih yang Ae chan terima malah sindiran dan ancaman lah yan dia dapatkan, terkadang jika dia cukup berani Ae chan akan menolak namun esoknya dia harus bersiap-siap menerima hukuman dari mereka.

Dipermalukan,dia caci maki atau di jahili sudah jadi makanan Ae chan sehari-hari, namun dia yakin suatu hari nanti ketiga gadis sombong itu akan menyesal.

Bel sekola sudah berbunyi dan itu membuat Ae chan sedikit senang, setidaknya dia bisa fokus pada pelajaran daripada melirik kearah teman kelasnya yang kelihatan tidak peduli padanya.

Semua murid langsung duduk saat dia melihat sosok Yunho sonsaengnim datang kedalam kelas,namun anehnya dia diikuti oleh seorang remaja lelaki yang cukup tampan karena teman-teman sekelasnya langsung menarik nafas penuh kagum sata dia melihat murid itu.

“Selamat pagi Yunho sonsaengnim..”semua murid berdiri dan memberi salam kepada Yunho sonsaengnim, setelah itu Yunho sonseangnim menyuruh semua murid untuk duduk.

“Selama pagi anak-anak,baiklah hari ini kalian mendapatkan teman baru silahkan Myungsoo kenalkan dirimu.” Yunho sonsaengnim menyentuh bahu Myungsoo dan Myungsoo mengangguk.

“Annyeoung haseyo,Kim Myungsoo imnida..bangapseumnida.” Myungsoo berkata dengan malasnya dan Yunho sonsaengnim menyuruhnya untuk duduk.

Setelah itupun pelajaran dimulai, Myungsoo duduk tidak jauh dari Ae chan membuat Ae chan  penasaran, Ae chan tersenyum kearah Myungsoo sata pandangan nya dan lelaki itu beretemu namun Myungsoo hanya diam dan langsung mengambil bukunya.

Ae chan langsung memukul kepalanya, apa yang dia pikirkan?! Mana mungkin lelkai setampan Myungsoo mau membalas senyuman dari gadis sepertinya?! Ae chan langsung menunduk malu dan memperhatikan Yunho sonsaengnim yang mulai menjelaskan pelajaran sosiologinya.

~AnotherWorld~

Jiyeon tidak bisa berhenti melirik kearah Myungsoo yang duduk disampingnya, Jiyeon bahkan tidak sadar kalau Hyomin sudah menyenggol sikutnya dari tadi.

“Jiyeon..Jiyeon!” Hyomin memanggil dan Jiyeonpun melirik kearah Hyomin.

“Ya?” dia merespon.

“Oh my god..kamu suka sama murid baru itu ya?” Hyomin bertanya dan Jiyeon hanya diam sambil menggaruk kepalanya.

“Hahaha ya ampun Jiyeon,kamu yakin?” Eunjung yang duduk didepan Jiyeon melirik kebelakang.

“Entahlah,dia menarik..” Jiyeon berkata dan tersenyum malu.

“Aisshh jinja,ice princess kita akhirnya jatuh cinta juga.” Eunjung berkata dan Hyomin tertawa.

“Baiklah,bagaimana kalau istirahat nanti kita ajak dia makan siang?” Hyomin mengusulkan dan Jiyeon mengangguk.

“Hahaha Jiyeon kamu kayak nya suka banget sama dia.” Eunjung berkata sat dia melihat kedua pipi Jiyeon memerah, Jiyeon melirik kearah Myungsoo.

Myungsoo sedang menulis namun dia langsung melirik kearah lain saat Jiyeon memandang kearahnya, Jiyeon mengikuti tatapan Myungsoo dan dia sangat marah saat dia melihat mata Myungsoo menatap kearah Ae chan yang duduk disudut kelas.

Setelah waktu menunjukan jam sebelas siang bel istirahatpun akhirnya berbunyi, semua murid bersorak dan keluar dari kelas mereka untuk makan siang sedang Eunjung, Hyomin dan Jiyeon berjalan kearah Myungsoo dengan penuh percaya diri.

“Hi,aku Eunjung.” Eunjung berkata dan duduk dimeja Myungsoo membuat Myungsoo menatap kearahnya.

“Oh hi Eunjung,bisakah kau turun dari mejaku? Kau menduduki bukuku.” Myungsoo berkata dan Eunjungpun langsung turun dari meja Myungsoo.

“Maaf..aku kira kau sudah memasukan bukumu.” Eunjung berkata canggung sedang Jiyeon dan Hyomin menahan tawa mereka.

“Tidak apa-apa.” Myungsoo berkata dan memasukan bukunya kedalam tas ranselnya.

“Oh iya,kau mau makan siangkan?” Tanya Hyomin dan dia menyentuh bahu Hyomin,sedang Jiyeon hanya berdiri dibelakang Hyomin dia terlalu malu untuk mendekati Myungsoo.

“iya.” Myungsoo menjawab singkat dan berdiri dari duduknya.

“Kalau begitu bagaimana kalau kua bergabung dengan kami?” Hyomin mengusulkan dan Myungsoo hanya menyeringai, Myungsoo tahu apa yang di inginkan ketiga gadis ini.

“Maaf tapi aku lebih suka makan siang sendirian.” Myungsoo berkata dan tersenyum tipis kearah ketiga gadis itu lalu pergi keluar dari kelas.

“Apa dia bilang?!” Eunjung berteriak kesal, murid baru itu sombong sekali dia adalah lelaki pertama yang menolak untuk makan siang bersama mereka.

“Okay..aku tidak menyangka dia lelaki yang menyebalkan.” Hyomin berkata.

“Siapa nama nya lagi?” Eunjung bertanya.

“Kim Myungsoo.” Jiyeon menjawab dan dia menghela nafas nya,sepertinya jika dia suka pada Myungsoo dia yang harus langsung mengajak Myungsoo untuk berkenalan.

“Kalian duluan saja,aku akan membujuk dia.” Jiyeon berkata dan dia berlari keluar menyusul Myungsoo yang entah pergi kemana.

Ae chan menghela nafasnya dengan senang, hari ini cuaca sangat cerah sekali Ae chan seperti biasa memakan makan siang nya sendirian dia membuka box makan siang nya dan tersenyum saat melihat nasi goreng hiasnya masih utuh.

“Hm..pasti enak.” Ae chan bergumam pada dirinya sendiri, namun dia kaget saat dia mendengar seseorang tertawa.

“Siapa disana?!” Ae chanberteriak dan sosok Myungsoopun muncul dari balik pintu atap sekolah.

“Kau?! Apa yang kau lakukan disini?” Ae chan bertanya dan Myungsoo tersenyum tipis, dia menghampiri Ae chan.

“Hanya ingin makan siang.” Myungsoo menjawab sambil menunjukan box makan siang nya juga.

“Wah..kau juga suka membawa bekal makan?” Ae chan berkata dan Myungsoo mengangguk.

“Yah..ibuku memaksaku untuk membawanya, aku tidak tahu kalau makan siang ini akan bermanfaat.” Myungsoo menjawab dan Ae chan tertawa, sangat tipikal sekali untuk remaja lelaki.

“Kau beruntung ibumu perhatian, Ibuku juga dan aku selalu bersyukur untuk itu.” A chan menjawab dan tersenyum membayang wajah ibunya, sampai sekarang ibunya selalu menjadi satu-satunya sahabat untuknya.

“Oh begitu ya? Well sepertinya aku juga beruntung.” Myungsoo menjawab.

“Bolehkah aku duduk disampingmu?” Myungsoo bertanya dan Ae chan mengangguk, dia menepuk lantai kosong disamping nya tanda persetujuan dari pertanyaan Myungsoo.

Myungsoo duduk dan membuka box makan siangnya, dia tersenyum saat dia melihat nasi goreng yang berbentuk beruang ini pertamakalinya dia melihatseseorang menghias makan siang nya terlihat sedikit kekanak-kanakan namun Myungsoo menyukainya.

“Wah ibumu pasti kreatif.” Myungsoo menebak dan Ae chan tersenyum.

“Oh tidak juga,aku yang menghiasnya.” Ae chan menjawab dan mulai melahap nasi gorengnya.

“Ngomong-ngomong siapa namamu?” Myungsoo bertanya dan Ae chan tersenyum.

“Oh iya aku lupa, Park Ae chan.” Ae chan memperkenalkan dirinya dan mengulurkan tangannya pada Myungsoo.

“Kim Myungsoo,kau sudah tahu.” Myungsoo berkata dan menjabat tangan Ae chan.

“hm..begitu ya,kau pasti pintar memasak?”

“Tidak juga,aku hanya belajar dari internet.” Ae chan menjawab dan Myungsoo mengangguk, mereka berdua memutuskan untuk memkaan makan siang nya daripada mengobrol.

Jiyeon yang mendengar percakapan Myungsoo dan Ae chan mengepalkan tanagnnya, berani sekali Ae chan mendekati Myungsoo? Apa dia tidak mengaca?

Jiyeon menghentakan kakinya kelantai dengan marah, dia benar-benar cemburu sekali saat melihat Myungsoo dengan bebasnya berbincang-bincang dengan Ae chan.

~AnotherWorld~

Ae chan membuka pintu rumahnya namun dia kaget saat melihat sepasang sepatu yang sangat familiar,tapi dia mencoba untuk tenang.

“Eomma aku pulang!” Ae chan berseru dan ibunya langsung menyambutnya dengan senyum lebar.

“Oh Ae chan kau sudah pulang?” Tanya ibunya yang maish menggunakan celemek, sepertinya ibunya sedang memasak.

“Eomma sedang masak?” Tanya Ae chan dan ibunya mengangguk.

“Iya, Jiyeon-ah juga datang untuk membantu.” Ibu Ae chan berkata dan Jiyeon langsung muncul dari belakang ibunya.

“Ae chan-ah annyeoung..” Jiyeon berkata dan melambaikan tanganya,senyum Ae chan langsung hilang saat dia melihat sosok Jiyeon.

“Oh annyeoung.” Ae chan berkata dan dia menunduk sekilas kearah Jiyeon, Jiyeong langsung mendekat kearah Ae chan dan menglingkarkan tangannya dengan Ae chan.

“Ae chan-ah,bagaiamana kalau kita masak berdua? Imo-ah kan sedang sibuk?” Jiyeon berkatadan ibu Ae chan mengangguk.

“Baiklah jika kalian ingin memasakberdua,aku akan pergi kekampus sekarang.” Ibu Ae chan berkata dan mengambil tasnya yang ada disofa.

“Hari ini Eomma akan pulang agak telat jika ayahmu pulang dari rumah sakit katakana Eomma akan pulang telat.” Ibu Ae chan berkata dan mencium Ae chan sekilas begitu juga Jiyeon.

“Sampai jumpa nanti Imo-ah..” Jiyeon berkata dan melambaikan tangannya, Ae chan mengehela nafasnya saat sosok ibunya menghilang masuk kedalam mobilnya.

“Ibumu masih bekerja sebagai dosen ya?” Jiyeon bertanya dan Ae chan mengangguk.

“Oh iya,kau pasti berpikir kenapa aku ada disini?” Jyeon bertanya dan dia melepaskan tangannya dari lengan Ae chan, dia menepuk-nepuk lengannya seakan lengan Ae chan kotor untuknya.

“Dengar ya?aku kesini bukan untuk memasak denganmu.” Jiyeon memulai dan Ae chan mengangguk.

“Kau mengobrol dengan Kim Myungsoo tadi siang,iyakan?” Jiyeong bertanya.

“Nde..” Ae chan menjawab.

“Jangan pernah dekati Myungsoo lagi, arraseo? Jika aku melihatmu dengan dia siap-siap saja semua orang disekolah akan membencimu.” Jiyeon mengancam dan tersenyum sinis.

“Nde..Jiyeon-ah.” Ae chan berkata, dia menahan tangisnya.

Jiyeong menepuk-nepuk pipi Ae chan dan tersenyum.

“Bagus sebaiknya kau menurut padaku,aku cukup baik padamu untuk memperingati kamu sebelum Eunjung dan Hyomin yang melakukannya karena mereka tidak akan ragu-ragu untuk menghancurkanmu.” Jiyeon berkata dan dia berbalik kedalam dapur untuk memasak.

Ae chan menghela nafasnya dan dia segera menyeka airmata yang tidak sengaja turun membahasi pipinya, perkataan Jiyeon benar-benar menyakiti hatinya bagaimana bisa seorang sepupu yang dulu dia kagumi jadi seperti ini?

~Flashback~

“Jiyeon-ah..” seorang gadis cilik berlari kearah sosok Jiyeong kecil yang berdiri diambang pintu bersama kedua orangtuanya.

“Ae chan-ah..” Jiyeong kecil tersenyum saat dia melihat sosok sepupunya berlari kearahnya dengan senangnya.

“Nah kalian main saja dulu ok? Eomma dan Appa akan pergi.” Ibu Jiyeon berkata dan mencium dahi Jiyeon.

“Nde eomma..” Jiyeong kecil menjawab dan Ae chan langsung menarik Jiyeong untuk bermain bersama dikamar nya.

Jiyeong dan Ae chan sudah terbiasa untuk bermianbersama, mereka suka denganboneka Barbie dan Ae chan mempunyai banyak boneka Barbie yang lucu dan cantik. Biasanya Jiyeong dan dirinya selalu bermain rumah-rumahan, dan Jiyeong selalu memainkan Barbie yang paling cantik dalam koleksinya.

Ae chan tidak pernah keberatan lagipula dia tidak membutuhkan Barbie yang paling cantik, yang dia butuhkan hanyalah teman bermain yaitu Jiyeon karena Jiyeong satu-satunya teman yang dia punya.

“Nde..Ae chan-ah..” Jiyeon memanggil dan Ae chan menatap kearah Jiyeon.

“Bagaimana kalau kita mengundang teman yang lain?aku bertemu dengan anak perempuan yang bernama Hyomin dia cantik sekali loh..” Jiyeong berkata dan menyisir boneka barbienya.

“Huh? Hyomin? Dia tinggal dimana?” Tanya Ae chan.

“Dia tinggal di perumahan sebelah,dia sangat baik padaku dia bilang aku dank au harus bergabung dengan groupnya.” Jiyeong menjelaskan dan Ae chan tersenyum.

“Dia kedengaran baik, tapi Jiyeon-ah bukankah kita sebaiknya berteman dengan semua orang?” Ae chan bertanya dan menggelengkan kepalanya.

“Sebaiknyakita berteman dengan mereka saja,lagipula anak-anak disekitar sini tidak menyenangkan seperti mereka.” Jiyeong menjawab dan Ae chan hanay menunduk, ide bermain dengan sekumpulan group menurutnya tidak baik karena ibunya selalu bilang untuk berteman dengan semua orang.

“Bagaimana Ae chan-ah?apa kau ikut denganku besok?” Jiyeong bertanya lagi dan Ae chan menggelengkan kepalanya.

“Maaf Jiyeon-ah tapi aku harus pergi kerumah sakit untuk diperiksa,ayahku bilang gigiku ada yang bolong.” Ae chan berbohong dan Jiyeong kelihatan kecewa.

“Baiklah,jika kau ingin bertemu dengan mereka aku akan mengajakmu.” Jiyeong berkata dan tersenyum saat dia selesai menyisir rambut barbienya.

“Bukankah Barbie cantik sekali? Dia seperti putri.” JIyeong berkata dan memamerkan boneka barbienya kepada Ae chan.

“Iya,dia sangat cantik.” Ae chan mengangguk dan tersenyum.

“Ae chan-ah kita sahabatkan?” Jiyeon tiba-tiba saja bertanya dan Ae chan menatap kearah Jiyeon.

“Ya,tentu saja Jiyeon-ah.” Ae chan mengangguk dan Jiyeong mengacungkan jari telunjuknya.

“Apa kau berjanji untuk tetap menjadi sahabatku sampai kita besar?” Tanya Jiyeon.

“Nde..kita selalu menjadi sahabat.” Ae chan berkata dan mengaitkan jari telunjuknya dengan Jiyeon.

~End of flashback~

“Aku pergi dulu,jangan lupa pesanku ok? Oh iya..aku masih punya tugas yang belum selesai bisakah kau mengerjakannya untukku?” Jiyeong berkata sambil mengeluarkan buku bahasa inggrisnya.

“Ini,kau pintar bahasa inggriskan? Sebaiknya kau manfaatkan otakmu itu untuk membantuku.” Jiyeon berkata dan menyodorkan bukunya pada Ae chan.

Ae chan hanya menatap kearah buku Jiyeon sesaat membuat Jiyeon menghela nafasnya.

“Kau sebaiknya mengambilnya!” Jiyeon membentak dan Ae chanpun segera mengambil buku inggris Jiyeon.

“Bagus,aku pulang bilang pada Imo-ah kalau aku mebantumu memasak.” Jiyeong berkata dan mengambil tasnya.

“Aku pulang dulu dan aku ingin tugasku selesai besok.” Jiyeong berkata dan pergi keluar dari rumah Ae chan.

Ae chan memeluk buku Jiyeon, dia sangat merindukan sahabatnya dia ingin semuanya kembali seperti semula namun dia tidak bisa melakukan apapun untuk mengembalikan waktu dia hanya bisa memandang Jiyeon dari kejauhan berharap sahabatnya itu kembali kepadanya.

~AnotherWorld~

“Ae chan!” Myungsoo memanggil namun Ae chan langsung berbelok kearah perpustakaan untuk menghindari lelaki itu, dia berpura-pura untuk membaca sebuah buku dan berharap sosok Myungsoo berlalu.

“Boo..” Ae chan bisa mendengar bisikan Myungsoo ditelinganya membuatnya kaget.

“Myungsoo..” Ae chan berkata dan Myungsoo tersenyum.

“Kenapa kau disini?bukannya seharusnya kau diatas makan siang?” Myungsoo bertanya dan Ae chan menggelengkan kepalanya.

“Sebaiknya kau menjauh dariku.” Ae chan berkata dan pergi meninggalkan Myungsoo.

Myungsoo mengerutkan keningnya tidak mengerti, respon Ae chan berbeda sekali dari kemarin apakah ada sesuatu yang terjadi?

“Ae chan! Tung—“ Myungsoo mencoba mengejar Ae chan namun sebuah tangan menyentuh dadanya membuat dia berhenti berlari menyusul Ae chan.

“Kau siapa?!” Myungsoo membentak kesal.

“Hi..aku Jiyeon.” Jiyeong berkata dan memamerkan senyumannya.

“Oh hi Jiyeong bisakah kau tidak menghalangi jalanku?” Myungsoo bertanya dan mendorong Jiyeong kesamping.

“Tunggu! Aku sepupu Ae chan.” Jiyeong berkata dan menarik lengan Myungsoo.

“Kau sepupunya?” Myungsoo bertanya dan Jiyeong mengangguk.

“Ya begitulah,aku tahu kenapa Ae chan kenapa Ae chan menghindarimu.” Jiyeong berkata dan dia tersenyum kearah Myungsoo.

“Baiklah,jelaskan padaku.” Myungsoo memerintah dan Jiyeong mengangguk.

“Aku akan menjelaskannya tapi tidak disini,aku belum makan siang bagaiamnaa kalu kita makan berdua di atap sekolah?” Jiyeon mengusulkan dan Myungsoopun dengan bodohnya menyetujuinya.

Jiyeon dan Myungsoopun pergi kelantai atas dan Hyomin juga Eunjung yang melihat itu langsung mengacungkan jempol mereka pada Jiyeong dan Jiyeong membalas sekilas dengan acungan jempol juga.

“Tidak aneh, Jiyeon memang pandai merayu..” Eunjung berkata.

“Yeah..dia itu kayak penyihir,bisa menyihir semua hati cowok.” Hyomin menjawab.

“Jadi apa penjelasanmu?” Myungsoo bertanya tidak ingin emmbuang-buang waktu dengan Jiyeon.

“Ae chan mempunyai penyakit bipolar.” Jiyeong berbohong dan Myungsoo menatap kearah Jiyeon tidak percaya.

“Bohong,dia terlihat normal.” Myungsoo berkata.

“Oh Myungsoo kau baru bertemu dengan dia kemarin,kau tidak tahu siapa dia jika kau tidak percaya kau bisa bertanya pada Hyomin dan Eunjung mereka adalah teman dekat Ae chan dulu.” Jiyeon melanjutkan kebohongannya, Myungsoo kelihatan sangat khawatir sekali dan itu semakin membuat Jiyeon marah pada Ae chan.

“Myungsoo,aku peduli padamu sbaik kau menjauhi Ae chan.” Jiyeong menyentuh lengan Myungsoo dan tersenyum kearahnya, Myungsoo hanya diam dan menghela nafasnya.

“Apa itu alasan kenapa dia selalu makan siang sendirian?” Myungsoo bertanya dan Jiyeong menggelengkan kepalanya.

“Aku,Eunjung dan Hyomin mencoba mendekati Ae chan tapi dia sepertinya menutup dirinya sendiri.” Jiyeon berbohong lagi.

“Oh begitu ya,terimakasih atas info nya.” Myungsoo menjawab singkat dan berdiri dari duduknya.

“Kau mau kemana?” Tanya Jiyeon.

“Aku akan kembali kekelas.” Myungsoo menjawab dan diapun pergi meninggalkan Jiyeon.

Jiyeong mengepalkan tangannya penuh emosi saat dia melihat Myungsoo pergi meninggalkannya, berani sekal lelaki itu memperlakukannya seperti seorang yang tidak penting!

Tanpa Jiyeong sadari seseorang menguping dari belakang pintu, lelaki itu menatap kearah Jiyeon penuh kekhawatiran dan saat jiyeong berjalan keluar lelaki itu langsung bersembunyi.

“Jiyeon-ah apa kau menyukai dia?” Lelaki itu bergumam dan tersenyum pahit.

~AnotherWorld~

“Oppa!” Eunjung dan Hyomin berseru bersamaan saat dia melihat Woohyun, senior mereka berjalan kearah kelas mereka.

“Oh Eunjung-ah, Hyomin-ah tidak biasa kalian cuman berdua.” Woohyun berkata dan unjung langsung melingkarkan tangannya dilengan Woohyun.

“Lupakan Jiyeon oppa dia sudah punya gebetan baru, Oppa bagaiamnaa kalau kau kencan denganku saja?” Eunjung berkata.

“Enak saja! Woohyun oppa milikku!” Hyomin berkata dan menarik lengan Woohyun.

“Ih..Gr oppa jelas-jelas suka padaku!” Eunjung membalas.

“Sudah cukup,kaliankan sudah besar..” Woohyun berkata dan mengacak-ngacak rambut Eunjung juga Hyomin.

“Aku harus pergi,au masih punyabanyak pekerjaan diruang osis.” Woohyun berkata dan pergi meninggalkan kedua gadis itu.

“Sampai jumpa Oppa,jangan lupa telepon aku.” Eunjung berkata dan Woohyun hanya tersenyum lalu menghilang ditikungan lorong kelas.

“Aish! Woohyun Oppa semakin tampan saja.” Hyomin berkata sambil menyentuh kedua pipinya.

“Iya, Jiyeon bodong sekali..kenapa juga dia putus dengan Woohyun oppa?” Eunjung berkata dan mereka berduapun masuk kedalam kelas.

~AnotherWorld~

“Ae chan!” Mendengar namanya dipanggil Ae chan melirik kebelakang dan dia melihat Myungsoo berlari kearahnya.

“Ae chan..aku memanggilmu dari tadi.” Myungsoo berkata sambil terengah-engah.

“Myungsoo..” Ae chan menatap kearah Myungsoo dan Myungsoo tersenyum.

“Ikut aku..” Myungsoo berkata dan dia menarik Ae chan, hari ini ada yang berbeda dari Myungsoo dia membawa sebuah tas gitar dipunggung nya.

“Kemana?aku harus pulangkalau tidak ibuku akan marah..” Ae chan berkata namun Myungsoo mengacuhka perkataan Ae chan.

Dia menarik Ae chan untuk pergi keparkiran sekolah, Myungsoo mengambil helmnya dan memberikannya pada Ae chan.

“Pakai ini.” Myungsoo berkata dan Ae chanpun memakai helm yang diberikan Myungsoo walaupun kebingungan dia tetap memakainya.

Myungsoo menaiki motornya dan menghidupkan mesinnya.

“Naiklah.” Myungsoo menyuruh dan Ae chanpun menurut dia naik keatas motor Myungsoo.

“Lebih baik kau pegangan.” Myungsoo berkata dan Ae chan menyentuh kedua sisi pinggang Myungsoo, myungsoo menyeringai dan dia langsung memajukan motornya sehingga Ae chan kaget dan memeluk pinggangnya dengan erat.

Motor Myungsoo melesat sangat cepat membelah jalanan diseoul yang cukup ramai, Ae chan sangat nervous baru kali ini dia bisa dekat dengan seorang lelaki seperti sekarang sedangkan Myungsoo tersenyum saat melihat ekspressi Ae chan dari kaca spionnya gadis itu kelihatan ketakutan.

Hangat tangan Ae chan membuat jantungnya berdetak lebih cepat, dia ingin sekali menyentuh tangan Ae chan namun dia harus menyetir taklama diperjalanan Myungsoo bisamerasakan kepala Ae chan menyandar kepungungnya.

Myungsoo mempercepat laju motornya lagi dan dia bisa merasakan pelukan tangan Ae chan semakin kencang dipinganggnya, dia ingin tertawa namun dia menahan nya dia tidak ingin kalau Ae chan menganggap dia menjahilinya.

Setelah beberapa menit diperjalanan Myungsoo menghentikan motornya disebuah padang rumput yang luas, Ae chan langsung turun dan emmbuka helmnya dia tersenyum dan membuka tangannya lebar-lebar merasakan angin yang berhembus cukup kencang sore itu.

“Bagaimana apa kau suka?” Myungsoo bertanya membuat Ae chan melirik kearah Myungsoo.

“Nde..terimakasih sudah mengantarkanku kesini.” Ae chan berkata dan Myungsoo tersenyum.

“Hey bagaiamana kalau kita berlari sampai pohon itu?” Myungsoo berkata dan menarik tangan Ae chan mereka berlari kearah sebuah pohon yang sangat besar ditengah-tengah padang rumput.

Keduanya tertawa dengan bahagia tidak menghiraukan tatapan aneh dari pengembala domba yang kebetulan lewat karena dia harus memberi makan dombanya, lelaki tua itu hanya menggelengkan kepalanya sambil bergumam.

Myungsoo dan Ae chan duduk dibawah pohon itu dan dia mengeluarkan gitarnya, Ae chan tiba-tiba saja merasa bahagia sekali sata Myungsoo mulai memetik gitarnya dia mulai bersenandung.

Ttaseuha-ge buneun hyanggiroun baram nae du bo-re seuchimyeon nan….

Myungsoo memulai dan Ae chan melebarkan matanya, Myungsoo menyanyikan lagi Juniel dia sangat menyukai Juniel tentu saja Ae chan hapal lirik berikutnya.

sarang-haet-deon geudae eol-ku-ri tteooreujyo Oh ~

Myungsoo tersenyum dan merekapun melanjutkan untuk menyanyi, dari momen itu Ae chan merasa kalau dia ada di dunia lain bersama Myungsoo. Dunia dimana dia tidak usah khawatir tentang Jiyeon dunia dimana hanya kebahagiaan lah yang menantinya dan Myungsoo adalah pasangannya, lelaki itu dengan lihainya akan memainkan gitarnya dan mendengarkannya melantunkan lagu kesukaan mereka.

~AnotherWorld~

“Arggh!” Jiyeon melemparkan bukunya dan tasnya kelantai kamarnya, dia masih kesal setelah mendengar kalau Myungsoo dan Ae chan pulang sekolah bersama sepertinya gadis itu harus diberi pelajaran.

“Jiyeon! Temanmu bernama Woohyun mencarimu.” Ibunya berteriak dari lantai bawah dan Jiyeong langsung menyeka airmatanya.

“Nde eomma,aku sedang dikamar mandi!” Jiyeon menjawab dan segera mencuci mukanya, dia kesal sekali ini pertamakalinya seorang lelaki menolaknya.

Selama sejarah hidupnya biasanya semua lelaki bertunduk padanya memberikannya apapun yang dia inginkan, tapi sekarang saat dia jatuh cinta pada satu lelaki,lelaki itu memutuskan untuk menjadi orang yang menyebalkan dan membuatnya sakit hati.

“Ae chan sialan!” Jiyeon berkata dan dia merobek sebuah foto yang menempel indah di cerminnya.

“Argghh!” Jiyeon mengerang kesal, dia benar-benar marah sekali jika bisa dia ingin merobek wajah Ae chan yang asli.

Jiyeong ingat kalau Woohyun menunggunya dibawah dia mencoba menenangkan diri dan mengganti bajunya, dia mengulaskan sedikit bedak kewajahnya dan pergi kelantai bawah dan dia bisa melihat Woohyun duduk dikursi ruang tamu rumahnya.

“Oppa? Mau apa kau kesini?” Jiyeon bertanya dan Woohyun berdiri lalu tersenyum.

“Err..bisakah kau duduk dulu.” Woohyun berkata dan Jiyeon mengangguk,dia duduk diseberang Woohyun.

“Aku kesini hanya untuk mengajakmu kesuatu acara.” Woohyun berkata.

“Apa kau ingat acara ballet yang ingin kau tonton?” Woohyun bertanya dan Jiyeon mengangguk.

Dia masih ingat sekali kalau dia ingin sekali menonton ballet Swanlake namun karena Woohyun terlalu sibuk dengan Osis nya segudang aktivitas organisasi lainnya mereka berdua tidak pernah sempat menonton acara itu, karena akhirnya hubungan mereka berdua kandas ditengah jalan.

“Aku punya tiket nya, dan aku berpikir jika kau..kau tahu pergi denganku?” Woohyun bertanya dan Jiyeong menghela nafasnya.

“Oppa,kitakan sudah putus bukankah lebih baik kalau kau pergi bersama pacarmu kalau tidak ajak Eunjung atau Hyomin mereka pasti akan senang sekali.” Jiyeon berkata dan Woohyun kelihatan snagat kecewa sekali.

“Tidak apa-apa,jika kau tidak mau mungkin aku sebaiknya memberikan tiketnya saja padamu.” Woohyun berkata dan menyodorkan 2 tiket konser ballet yang dia pegang pada Jiyeon.

“Tidak Oppa,aku tidak bisa menerima ini…” Jiyeon merasa tidak enak.

“Ambillah tak usah ragu, lagipula tiket ini tidak akan aku pakai.” Woohyun berkata dan Jiyeonpun akhirnya mengalah, dia sedikit merasa tidak enak namun dia akhirnya menerima tiket itu namun dia hanya mengambil satu tiket.

“Baiklah,aku akan mengambil satu sebaiknya kau juga datang.” Jiyeon berkata dan Woohyun tersenyum.

“Pasti,aku pasti datang..” Woohyun berkata dan tersenyum.

“Kau memang pintar membuat orang merasa bersalah.” Jiyeon berkata dan Woohyun hanya tersenyum lebar, terkadang dia bersyukur memiliki kemampuan seperti ini.

“Jiyeon-ah..apakah kau menyukai murid baru yang bernama Kim Myungsoo?” Woohyun tiba-tiba saja bertanya, ekspressinya terlihat begitu khawatir.

“Kenapa Oppa? Sebaiknya kau berhenti mencampuri urusanku.” Jiyeon berkata dan Woohyun mengangguk.

“Aku mengerti..aku tidak akan menanyakan tentang dia lagi.” Woohyun menjawab.

~AnotherWorld~

Sebulan berlalu Ae chan dan Myungsoo semakin dekat, mereka sering sekali mengunjungi padang rumput yang mereka kunjungi sebulan yang lalu seperti biasanya Myungsoo akan membawa gitarnya dan menyanyikan lagu yang sama.

“Apa kau mau ketempat rahasia kita lagi?” Myungsoo bertanya sata mereka berdua senang mengerjakan tugas matematika mereka.

“Myungso-ya,kita belum menyelesaikan tugas ini.” Ae chan berkata dan dia mengerjakan soal matematikanya lagi.

“Tapi aku bosan,kau dari tadi menghitung terus..aku tidak mengerti.” Myungsoo mengeluh ini sudah kesekian kalinya keluhan itu keluar dari mulut Myungsoo.

“Bagaimana kalau kau tidur saja?aku bangunkan jika aku selesai.” Ae chan berkata dan Myungsoo hanya memajukan bibirnya sambil menompang kepalanya dengan sebelah tangannya.

Ae chan benar-benar serius saat dia sedang belajar,dia bahkan mengacuhkan Myungsoo yang sedang mengoceh, padahal biasanya gadis itu mendengarkan apa yang dia katakan.

Jiyeon yang sedang mengobrol dengan Eunjung dan Hyomin melirik kearah kelas dan dia langsung marah saat dia melihat Ae chan dan Myungsoo belajar bersama, Bahkan Myungsoo duduk dekat sekali dengan gadis itu.

“Kalian pulang saja duluan,aku ada urusan lain.” Jiyeon berkata dan Eunjung juga Hyomin mengangguk.

Jiyeon berjalan kearah kelas dan membuka pintu kelas membuat Myungsoo dan Ae chan melirik kearahnya, Jiyeon tersenyum kearah kedua temannya itu.

“Sedang apa kalian berdua disini?” Jiyeon bertanya.

“Oh kami hanya mengerjakan tugas Jiyeon,kau tak usah khawatir.” Ae chan menjawab, dia ingat peringatan Jiyeon beberapa bulan yang lalu kalau dia harus menjauhi Myungsoo.

“Oh benarkah Ae chan? Aku juga belum mengerjakan tugasku.” Jiyeon berkata dan dia mebuka bukunya yang ada di tasnya.

“Bolehkah aku bergabung?” Tanya Jiyeon dan dia menarik kursi yang ada dibangku lain kebangku Ae chan.

“T-tentu saja.” Ae chan menjawab sedang Myungsoo memutar matanya, dia tidak tertarik untuk mengerjakan tugas dengan Jiyeon.

“Oh aku tahu cara mengerjakan tugas yang ini.” Jiyeon berkata sata dia melihat soal matematika yang belum Ae chan kerjakan.

“Biar aku kerjakan saja,kau bisa mengerjakn nomor terakhir.” Jiyeon berkata dan dia mulai menghitung.

Myungsoo hanya diam melihat kedua wanita didepannya sibuk dengan matematika dan mengacuhkan keberadaannya Jiyeon tersenyum sata dia melihat ekspressi bosan Myungsoo.

“Myungsoo-ya,aku haus bagaiman kalau kau mengantarkan aku membeli minum.” Jiyeong berkata sambil menyentuh leher berakting seakan dia benar-benar kehausan.

“Eh?tapi Ae chan..” Myungsoo mencari alasan.

Jiyeon menendang kaki Ae chan membuat Ae chan takut.

“Tidak apa-apa,kalian pergi saja aku sebentar lagi selesai.” Ae chan berkata dan Jiyeonpun tersenyum lalu dia berdiri.

“Ayo Myungsoo-ya..” Jiyeong berkata sambil menarik lengan Myungsoo.

Myungsoo melirik kearah Ae chan dan Ae chan menunduk menyembunyikan wajahnya, Myungsoopun menurut kepada Jiyeon dan mengantarkan gadis itu membeli minum di kantin atau lebih tepatnya vending machine yang ada di lorong dekat kantin.

Jiyeong memasukan sejumlah uang kedalam vending machine dan memilih pocari sweat, begitu juga dengan Myungsoo dia membeli dua botol membuat Jiyeon kebingungan.

“Untuk siapa satu lagi?” Jiyeon bertanya.

“Tentu saja untuk Ae chan,kau sepupunya tapi kau tidak pernah ingat padanya.” Myungsoo menyindir dan Jiyeon memajukan bibirnya, dia tidak suka jika Myungsoo sudah mulai menyindirnya.

“Apa kau begitu membenciku?” Jiyeon bertanya, dia mengepalkan tangannya menahan tangis yang mengancam keluar kapan saja.

“Jiyeon..” Myungsoo tidak bermaksud untuk membuat Jiyeon sedih dia hanya ingin Jiyeon berubah namun sepertinya Jiyeon salah mengartikan perlakuannya.

“Bukan seperti itu Jiyeon..” Myungsoo mencoba menjelaskan, dia menyentuh bahu Jiyeon dan Jiyeonpun menangis.

Ae chan yang sudah menunggu cukup lama bosan, dia berjalan keluar mencari sosok Jiyeon dan Myungsoo dia berjalan menulusuri lorong menuju kantin dan dia terkejut saat melihat Jiyeon dan Myungsoo sedang mengobrol.

Jiyeon kelihatan menangis dan Myungsoo menyentuh bahu Jiyeon, Jiyeon mendongak kearah Myungsoo menatap lelaki itu penuh kesedihan Myungsoo menyentuh pipi Jiyeon dan Jiyeong langsung memeluk Myungsoo.

Ae chna menarik nafasnya kecewa, entah kenapa hatinya sakit seklai saat dia melihat tangan Myungsoo memeluk kembali Jiyeon bahkan dia melihat Myungsoo mengelus kepala Jiyeon Jiyeon yang melihat Ae chan berdiri tak jauh dari mereka menyeringai.

Jiyeon berhasil memberikan pelajaran untuk Ae chan, dia harus tahu dimana tempatnya karena Myungsoo akan menjadi miliknya.

Ae chan bisa merasakan setetes airmata kabur dari matanya dan diapun berbalik untuk berlari, Myungsoo yang mendengar langkah kaki Ae chan berbalik dan melihat punggung Ae chan sudah menjauh.

“Ae chan!” Panggil Myungsoo namun Jiyeon menarik Myungsoo.

“Jika kau mengikuti dia itu artinya kau membenciku.” Jiyeon berkata dan Myungsoopun terpaksa harus diam, dia khawatir sekali saat melihat Ae chan berlari keluar dari gerbang sekolah.

Woohyun yang kebetulan masih ada disekolah untuk menyebarkan pamflet tentu saja terkejut melihat kejadian tadi, dia meremas pamflet yang dia pegang dan kembali kelantai atas menuju ruang Osis.

~AnotherWorld~

Masih pagi sekali Myungsoo sudah datang kesekolah, pikirannya masih ruwet apalagi saat dia mengingat kalau Ae chan pasti marah saat melihat dia dan Jiyeon berpelukan dia harus meminta maaf pada Ae chan.

Namun Myungsoo bingung juga,kenapa dia meminta maaf? Ae chan bukanlah pacarnya namun entah kenapa selama ini Myungsoo merasa kalau dia dan Ae chan memiliki hubungan yang khusus.

Apalagi mengingat momen-momen intim yang mereka lalui bersama seperti pulang bersama,bahkan Myungsoo pernah tertidur dipangkuan Ae chan lalu mereka juga selalu belajar bersama karena Myungsoo ingin belajar matematika pelajaran yang sampai sekarang tidak pernah dia kuasai ataukah dia hanya ingin menghabiskan waktu dengan Ae chan saja?

“Kim Myungsoo?” sebuah suara membuat Myungsoo kaget, dia berbalik dan melihat sosok Woohyun berdiri dibelakangnya.

“Ya? Siapa kau?” Tanya Myungsoo.

“Kau tidak tahu aku? Aku ketua Osis disekolahmu.” Woohyun menjawab dan Myungsoopun mengangguk.

“Oh sunbaenim,maaf..aku tidak mengenalmu.” Myungsoo berkata dan Woohyun mengendus.

“Tak usah bermain manis denganku,aku tidak ingin buang-buang waktu ok? Jauhi Jiyeon.” Woohyun berkata dan Myungsoo menyeringai.

“Tak usah khawatir,aku tidak tertarik padanya.” Myungsoo menjawab dan Woohyun mengepalkan tangannya.

“Dengar! Jika kau tidak tertarik padanya katakan padanya dia secara jelas! Kau sepertinya suka sekali mempermainkan hati Jiyeon!” Woohyun membentak dan dia menarik kerah baju Myungsoo.

“Sunbaenim..” Myungsoo mencoba melepaskan tangan Woohyun dari kerah bajunya.

“Kau pasti senang eoh? Bisa mempermainkan hati Jiyeon seperti itu? Dasar brengsek!” Woohyun meninju Myungsoo dan Myungsoopun jatuh ketanah denganbibir berdarah.

“Aishh!” Myungsoo emosi dan diapun langsung menonjok balik Woohyun dan hidung woohyunpun berdarah.

“Ya! Beraninya kau..dasar kurang ajar!” Woohyun berkata dan merekapun berkelahi dilapangan parkir, Jiyeon dan Eunjung yang kebetulan lewat langsung memisahkan kedua lelaki yang emosi itu.

Jiyeon menarik Woohyun sedangkan Eunjung menarik Myungsoo, Woohyun masih mencoba memukul Myungsoo namun Jiyeon menarik Woohyun menjauh dari Myungsoo dan akhirnya Woohyunpun mencoba tenang.

Myungsoo menyeka darah disudut bibirnya dan Jiyeon langsung mengambil tissue yang ada disaku bajunya,dia membantu Myungsoo menyeka darahnya namun Myungsoo mendorong Jiyeon menjauh.

“Jiyeon-ah..aku tidak membencimu ok? Tapi aku tidak tertarik padamu maaf aku menyukai Ae chan.” Myungsoo berkata dan dia menatap tajam kearah Woohyun, tangan Jiyeon gemetaran dan akhirnya tissue yang dia pegang jatuh ketanah.

Myungsoo menyenggol bahu Woohyun saat dia berjalan kekelas sedangkan Jiyeon ambruk ketanah dia menangis dan Eunjung langsung berlutut menyentuh bahu temannya penuh simpati ini pertamakalinya dia melihat Jiyeon menangis.

Woohyun menyentuh bahu Jiyeon namun Jiyeon menepis bahu Woohyun dengan kasar, dia menatap tajam kearah Woohyun.

“Apa yang kau katakana padanya?!” Jiyeon membentak dan Woohyun hanya diam.

“KENAPA?kenapa kau selalu mencampuri urusanku?!” Jiyeon membentak lagi, walaupun suara terdengar gemetaran.

“Karena aku peduli padamu Jiyeon! Aku masih mencintaimu!” Woohyun membalas dan Jiyeon berhenti menangis lalu menatap kearah Woohyun kebingungan.

“Selama ini..aku tidak bisa melepaskanmu kau selalu menghantuiku aku ingin kembali lagi seperti dulu,apa kau sudah lupa betapa indahnya,betapa bahagianya kita? Apakah hubungan kita tidak berharga bagimu sedikitpun?!”Woohyun mengungkapkan rasanya lega sekali saat dia berhasil mengungkapkan perasaannya.

“Oppa..” Jiyeon berkata dan Woohyun tersenyum tipis kearah Jiyeon.

“Jika kau tidak ingin kembali padaku tidak apa-apa,aku hanya ingin kau tahu kalau aku akan menunggumu.”

Jiyeon hanya diam, dia melirik kearah sosok Woohyun yang menjauh entah kenapa hatinya rasanya sakit sekali saat melihat Woohyun menjauh darinya seperti itu.

~AnotherWorld~

“Ae chan!” Myungsoo mencoba memanggil namun Ae chan mengacuhkan panggilan Myungsoo, dia terus berjalan menuju atap sekolah.

“Park Ae chan!” Myungsoo sekali lagi memanggil dan akhirnya Ae chan melirik kearah Myungsoo dengan kesal.

“Bisakah kau berhenti mengikutiku?! Aku ingin sendirian..” Ae chan berkata dan membuka pintu atap sekolah, namun Myungsoo mengacuhkan peringatan Myungsoo dan ikut masuk ke atapa sekolah.

“Ae chan dnegarkan dulu aku..” Myungsoo berkata dan dia mencoba menarik tangan Ae chan, Ae chan menepis tangannya dengan kasar.

Myungsoo kehabisan kesabaran dan akhrinya dia menarik bahu Ae chan membuat Ae chan berputar dan jatuh kedalam pelukannya, Mata Ae chan melebar saat dia sadar bibirnya dan bibir Myungsoo berjarak hanya 5 centi.

“Dengarkan aku dulu..aku mohon.” Myungsoo berkata dan Ae chanpun akhirnya mengalah dia melepaskan tangan Myungsoo dari pinganggnya.

“Baiklah apa yang ingin kau katakan?” Ae chan bertanya dan Myungsoo tersenyum.

“Aku da Jiyeon hanya teman tidak lebih, kemarin dia yang memaksa untuk memelukku aku kasihan karena dia menangis dia bilang kalau aku membenci padahal aku tidak emmbencinya.” Myungsoo menjelaskan.

“Aku tidak membenci Jiyeon karena ak tahu kalau dia sepupumu kan?aku tidak ingin membenci keluarga seseorang yang sangat aku sukai dan aku cintai.” Myungsoo berkata dan pipi Ae chan langsung memerah.

“Park Ae chan..aku snagat menyukaimu apakah kau tidak tahu? Kenapa kau selalu bertingkah bodoh didepanku padahal jelas-jelas aku sudah menunjukan kalau aku menyukaimu!” Myungsoo sekarang marah namun Ae chan tersenyum.

“Maaf aku tidak bermasud seperi itu..” Ae chan berkata dan Myungsoo tersenyum.

“Baiklah aku akan memaafkanmu tapi dengan satu syarat.” Myungsoo berkata dan Ae chan menatap kearah Myungsoo.

“Kau harus jadi pacarku.” Myungsoo berkata dan menarik Ae chan kedalam pelukannya.

“maukah aku jadi pacarku?” sekal lagi Myungsoo bertanya dan Ae chan mengangguk.

“Nde..” Ae chan berkata dan Myungso melepaskan pelukannya.

Myungsoo menyentuh dagu Ae chan danmendekat kearahnya, taklama kemudian bibir merekapun bertemu. Ae chan menyentuh pinggang Myungsoo dan Myungsoo menarik Ae chan dalam pelukannya kembali, merasakan bibir Ae chan yang lembu dan hangat membuat Myungsoo bahagia sekali, rasanya dia hanya ingin terus sperti ini dan waktu berhenti berputar.

~The End~

 Don’t forget the comment
Love,Seven94😀

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

7 thoughts on “Another World

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s