Posted in FanFiction (semua umur)

You Hate Me? I Love You!

Title: You Hate Me? I Love You!

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Moon Gyuri
  • L.joe (Lee Byunghun)
  • Chunji (Lee Chanhee)

Genre : Romance, Friendship and School life

Length :Oneshoot

Rating : Teens 15+

Request from: ‏@MythaAprillia

Author note: Hi guys cuman mau ngomong ja please Check out my dongsaeng blog, disana belum banyak Fanfic tapi dia lagi bikin dia orangnya baik kok jadi gak usah takut buat nyapa dia link blog nya ada disini  —> http://lovexoelf.wordpress.com/

~You Hate me? I Love You!~

 

“Hey lihat Gyuri memotong rambutnya seperti mangkuk hahahaha.” Seorang anak lelaki berkata dan tertawa, semua anak kecil yang ada di taman langsung memberikan perhatian mereka kepada Gyuri dan juga ikut tertawa.

“Hahaha rambutnya kelihatan seperti mangkuk.” Anak-anak lain mulai mengejek.

Awalnya Gyuri hanya diam dan terus memainkan mainan pasirnya bersama adiknya Junhong yang masih kecil sekali tentu saja tidak mengerti, namun Junhong kecil kebingungan saat semua anak-anak ditaman mulai megerumuninya dan kakaknya.

“Pergi!” Gyuri mengusir sata dia melihat Junhong adiknya ketakutan.

Anak-anak tidak mendengarkan perintahnya mereka terus menertawakan gaya rambut Gyuri membuat Gyuri kesal,semua ini karena Lee Byunghun anak lelaki berandalan itu sellau saja menganggunya setiap dia berkunjung ketaman.

Byunghun hanya menyeringai saat dia melihat Gyuri di ejek anak lelaki itu hanya diam dan melipatkan tangannya,Gyuri yang kesal akhirnya berjalan kearah anak lelaki itu.

Anak lelaki itu menatap aneh kearah Gyuri dan akhirnya diapun bertanya pada Gyuri karena dia kebingungan.

“kenapa?apa kau akan menangis?” Tanya anak lelaki itu.

Tangan Gyuri mengepal dan diapun langsung menonjok anak lelaki itu sampai tersungkur ketanah, semua anak yang tertawa langsung berhenti saat dia melihat kejadian itu.

“YA! LEE BYUNGHUN!” Gyuri membentak membuat Byunghun yang tersungkur ditanah bengong menatap Gyuri.

“Jika kau mengolok-ngolok lagi rambutku aku yang akan mencukur semua rambutmu!” Gyuri berkata dia berlari dan langsung menangis, padahal Byunghunlah yang terluka namun anak lelaki itu hanya diam karena terlalu shock.

“Byunghun gwechana?” sepupunya Chanhee berjalan dan membantunya berdiri.

Nde,gwenchana.” Byunghun menjawab walaupun pipinya berdenyut sakit.

“Maafkan Gyuri, dia memang seperti itu..” Chanhee berkata dan Byunghun mengangguk.

Byunghun menyentuh dadanya entah kenapa jantungnya berdetak dengan kencang, ini pertamakalinya dia merasa gugup saat dia melirik kearah seorang gadis kecil.

“Gyuri..” Byunghun bergumam sambil menatap kearas sosok Gyuri yang berlari kearah mamahnya menangis.

~YouhatemeIloveyou~

“Moon Gyuri!”

Byunghun memanggil membuat seorang gadis yang memiliki rambut panjang melirik kearahnya, gadis itu sedang mengemut lolipopnya dan mengobrol bersama teman-temannya.

“Kau! Apa kau yang menyebarkan rumor kalau aku seorang playboy eoh?!” Tanya Byunghun sewot sambil mengebrak meja Gyuri dan Gyuri menyeringai melihat tingkah Byunghun.

“Lalu kenapa?kau memang playboy kan? Aku hanya menyelamatkan teman-temanku dari perlakuan buruk mu.” Gyuri berkata dan Byunghun mengepalkan tangannya.

“Kau beruntung kalau kau seorang wanita, jika tidak aku sudah…” Byunghun meremaskan tangannya didepan muka Gyuri, Gyuri memutar matanya dia sudah bosan dengan ancaman kosong Byunghun.

“huh? Apa yang akan kau lakukan? Aku takut sekali..” Gyuri mengolok-olok dan Byunghun menginjakan kakinya kelantai kelas dengan kesal dan keluar dari kelas Gyuri.

“Gyuri bukankah kau keterlaluan?” Chunji yang baru masuk kedalam kelas berkata saat dia melihat Byunghun yang marah tidak sengaja menyenggol bahunya.

“hm..aku tidak mengerti apa maksudmu?” Gyuri pura-pura bodoh, dia sudah biasa mendengar nasihat Chunji.

“Terserah,aku tak mau membuang-buang waktu untuk menasehatimu.” Chunji berkat dia duduk disamping Gyuri dan membaca buku teks inggrisnya.

Gyuri menghela nafasnya, dia sebenarnya tidak berniat untuk membuat Chunji marah seperti sekarang tapi bagaimanapun Chunji dan Byunghun adalah sepupu jadi normali bagi Chunji untuk membela Byunghun.

“Baiklah,aku akan meminta maaf padanya…” Gyuri berkata dan Chunji melirik kearah Gyuri tidak percaya.

“Kau sering mengatakan itu tapi kenyataannya kau pasti kembali bertengkar dengan Byunghun.” Chunji membalas dan dia membuka halaman buku teksnya lagi.

“T-tapi Chunji..” Gyuri mencoba memberi alasan namun Chunji menghela nafasnya membuat Gyuri mengurungkan niatnya.

“Jika kau benar-benar ingin minta maaf pada Byunghun berhentilah menganggunya.” Chunji berkata.

“Oh iya,apa kau masih marah karena Byunghun mengejek rambutmu saat kalian masih TK? Itu kejadian yang sudah lama sebaiknya kau melupakannya.” Chunji melanjutkan dan dia segera berdiri saat dia melihat Kim sonsaengnim datang.

Gyuri mengikuti dan memberi salam pada guru paruh bayanya itu, setelah itu bel sekolahpun berbunyi tanda pelajaran dimulai.

Gyuri menghela nafasnya saat dia melirik kearah Chunji, sahabat nya itu sepertinya masih marah karena dia bertengkar lagi dengan Byunghun sepupunya, Aisshh..Byunghun sepertinya memang harus di musnahkan dari bumi ini Gyuri tidak pernah bisa bertahan untuk tetap akur dengan Byunghun.

Byunghun itu seperti musuh yang khusus dibuat untuknya, Byunghun selalu menggodanya dan membuatnya marah sebenarnya Gyuri bmencoba untuk akur dengan Byunghun namun entah kenapa sepertinya mereka berdua selalu berhasil menemukan hal baru untuk di debatkan dan pertengkaranpun terjadi.

“Ya! Chunji..” Gyuri berbisik berharap Chunji mendengar.

Chunji mengacuhkan Gyuri dan terus menulis, Chunji bahkan tidak melirik kearah Gyuri padahal dia tahu sekali kalau Gyuri memanggilnya.

“CCChhhuuunnnjjjiii….” Gyuri memanggil sekali lagi, Chunji menghela nafasnya dan terus menulis.

“Ya..Lee Chanhee!!” Gyuri memanggi Chunji dengan nama aslinya dan Chunji akhirnya melirik.

“Apa?!” Dia bertanya dengan ketus.

“Apa kau marah?” Gyuri bertanya dengan puppy eye dan Chunji memutar matanya.

“Tidak Gyuri,sebaiknya kau cepat menulis pelajaran.” Chunji berkata dan dia kembali melanjutkan aktivitasnya mengacuhkan Gyuri yang sepertinya mulai merajuk.

Gyuri menyobekan kertas bukunya dan mengulung-gulungkannya dia dengan jahilnya akan melemparkannya kepada Chunji namun saat dia hendak melemparkan kertas itu sebuah kapur mendapat dikepalanya, Gyuri mengerang kesakitan dan Kim sonsaengnim mnatap kearahnya.

“Moon Gyuri..apa kau ingin belajar?” Kim sonsaengnim bertanya dengan geram dan Gyuri mengangguk.

“Lalu kenapa ka uterus menganggu temanmu, keluar dari kelas jika kau ingin menganggu temanmu.” Kim sonsaengnim marah dan Gyuripun menunduk.

“Sonsaengnim, tidak apa-apa aku juga menganggu Gyuri.” Chunji berkata mencoba mebela.

“Tidak Chunji,kali ini kau tidak akan membela Gyuri.” Kim sonsaengnim berkata.

“Gyuri,kau keluar dan pastikan kaki kanan dan tangan mu terangkat.” Kim sonsaengnim memerintah,bahkan tak ada murid lain yang berani membantah.

“Tapi sonsaengnim..” Gyuri mencoba membela dirinya sendiri namun Kim sonsaengnim menggelengkan kepalanya.

“Keluar Gyuri..jangan sampai aku memaksamu.” Kim sonsaengnim mengancam dan Gyuripun keluar dari kelas dengan ekspressi kesalnya.

Gyuri pura-pura meninju sosok Kim sonsaengnim dari luar jendela kelas saat guru paruh baya itu berbalik untuk menulis di papan tulis, Gyuri menghela nafasnya dan berjongkok didepan kelas.

Taklama dia menunggu diluar dia bisa mendnegar seorang guru lelaki memarahi muridnya, dan menjewernya.

“A-ampun sonsaengnim..aww sakit.” Suara murid lelaki itu tidak asing bagi Gyuri dia melirik dan melihat Byunghun di jewer oleh Choi sonsaengnim.

“Kau ini bisakah kau tidak mencari gara-gara?! Kau berdiri disini tunggu sampai pelajaranku selesai.” Choi sonsaengnim berkata dan diapun masuk kedalam kelas meninggalkan Byunghun yang kesal diluar kelas.

Gyuri tertawa saat dia melihat Byunghun mengusap telinganya yang merah karena jeweran Choi sonsaengnim, Gyuri menghela nafasnya sata dia melihat waktu maish menunjukan jam 9 pagi.

“Ya! Moon Gyuri..kenapa kau ada disini?” Byunghun bertanya saat dia melihat sosok Gyuri duduk disamping kelasnya.

“Bukan urusanmu.” Gyuri menjawab dengan ketus.

Byunghun mengutuk dalam hatinya, sepertinya salah jika dia menyapa gadis itu sebaiknya dia acuhkan saja biarkan saja dia menderita sendirian. Byunghun mengetik sebuah pesan teks kepada teman-teman berandalannya, dia mengatakan kalau dia ingin bolos dan jemput dia didepan gerbang sekolah.

Byunghunpun berdiri saat dia mendapatkan balasan dari pesan teksnya mengatakan kalau teman-temannya juga ikut bolos dan akan pergi bersamanya, Byunghun berjalan menjauh namun kelihtan nya Gyuri kebingungan.

“Kau mau kemana?” Tanya Gyuri.

“Bukan urusanmu.” Byunghun membalikan perkataan Gyuri dan dia bisa mendengar Gyuri mengerang kesal.

“YA! Lee Byunghun! Apa kau ingin dikeluarkan dari sekolah?! Kau mau kemana?!” Gyuri bertanya dia mengikuti Byunghun keluar dari gedung sekolah.

“Kau diam saja ok? Tak usah mengikutiku.” Byunghun berkata dan terus berjalan.

“Tapi bagaiamana kalau guru mu semakin marah?1 kau bisa di skors!” Gyuri berkata dan Byunghun tiba-tba saja berbalik membuat Gyuri membenturkan mukanya kedada Byunghun.

Gyuri mengerang kesakitan dan menyentuh hidung nya yang berdenyut sakit dan Byunghun menyeringai, dia membungkuk dihadapan wajah Gyuri membuat Gyuri sedikit menjauhkan mukanya karena hidung mereka hampir bersentuhan.

“Apa kau khawatir kepadaku?” Byunghun bertanya dan menatap kearah Gyuri penuh kecurigaan.

Gyuri yang tahu arti dari tatapan Byunghun hanya diam, dia memasang muka masamnya dia tidak tahu harus menjawab apa.

“T-tidak! Jangan GR!” Gyuri menjawab, dia bisa merasakan kedua pipinya memanas.

“Lalu kenapa kedua pipimu merah seperti itu?” Byunghun menggoda dan Gyuri memukul dada Byunghun.

“YA!pipiku tidak merah..kau bohong.” Gyuri mengelak namun Byunghun hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya.

“Terserah kau Gyuri..” Byunghun berkata dan berbalik menuju gerbang sekolah.

Gyuri melipatkan tangannya kesal, dia benci jika Byunghun sudah mulai menggodanya seperti itu tapi dia tidak bisa membiarkan Byunghun keluar dari sekolah bagaimanapun dia sepupu Chunji.

“Byunghun kau mau kemana?” Gyuri bertanya dan Byunghun hanya mengelambaikan tangannya kearah Gyuri.

Didepan gerbang sekolah sudah ada sebuah mobil yang menjemput Byunghun, dia masuk kedalam mobil itu dan membuka kaca mobil nya dan Byunghun memberikan  sebuah goodbye kiss pada Gyuri.

“YA! LEE BYUNGHUN!” Gyuri membentak dan mobil yang Byunghun tumpangipun mlesat pergi meninggalkan Gyuri yang kesal.

“Aishhh.,.jinja!” Gyuri mengutuk.

~YouhatemeIloveyou~

Gyuri terlentang diranjang nya memikirkan apa yang baru saja dia lakukan tadi siang? Apakah Byunghun benar?apakah dia khawatir pada lelaki itu? Mungkin tidak..dia hanya ingin mencoba menjadi teman yang baik.

Lagipula dia tidak berniat untuk berteman dengan anak berandalan itu, dia kenal Byunghun hanya karena dia sepupu Chunji sahabatnya.

Gyuri menghela nafasnya,entah kenapa dia tidak bisa berteman dengan byunghun? Sebenarnya Byunghun dan dia bisa menjadi teman baik jika mereka mencoba.

Gyuri sangat khawatir saat dia melihat ekspressi Chunji, Chunji kelihatan marah karena sekali lagi Gyuri mencari masalah dengan sepupunya Gyuri mencoba untuk baik kepada Byunghun namun entah kenapa Gyuri tidak bisa berhenti menganggu lelaki itu.

“Gyuri,apa kau akan makan malam?” ibunya masuk kedalam kamar dan Gyuri langsung bangun dari posisi terlentangnya.

“Nde,eomma aku akan turun sebentar lagi.” Gyuri berkata dan ibunyapun mengangguk.

Gyuri merapikan rambutnya sejenak lalu pergi kebawah bergabung bersama keluarganya untuk makan malam, dibawah sudah ada adiknya dan kakak lelaki nya yang sedang mengobrol dengan ayahnya mereka kelihatan sedang mengobrolkan sesuatu yang lucu.

“Hey Gyuri..” Kakak lelakinya Yongguk menyapanya, semenjak kakaknya pergi untuk berkuliah dia jarang sekali bertemu dengan kakaknya.

“Hey..bagaimana kabarmu?” Gyuri bertanya dan Yongguk tersenyum kearahnya.

“Aku baik-baik saja,bagaiamana sekolahmu?” Yongguk bertanya.

“biasa saja, sebentar lagi aku juga keluar dari rumah ini.” Gyuri berkata dan ibu Gyuri yang duduk disamping nya menyentuh bahunya.

“Oh Gyuri,kau tak usah sedih seperti itu.” Ibu Gyuri berkata dan Gyuri hanya memberikan senyum palsunya pada ibunya.

“Gyuri,apa kau sudah memilih jurusan untuk kuliahmu?” Ayah Gyuri bertanya.

“yup,aku akan mengambil jurusan psikologi.” Gyuri menjawab dan ayahnya kelihatannya setuju.

“Kalau begitu bagaimana kalau kau masuk ke universitasku saja?” Yongguk menawarkan.

“Ya, kakakmu pasti akan menjagamu disana.” Ayah Gyuri berkata.

“entahlah,Oppa aku tidak mau menganggumu.” Gyuri beralasan, padahal dia hanya ingin bebas dia sudah muak dengan pengawasan ibu dan ayahnya.

“Oh ayolah,kau adik ku aku tidak keberatan untuk menjagamu.” Yongguk berkata dia melingkarkan tangannya dibahu Gyuri sedangkan adiknya Junhong hanya tertawa.

“Iya Noona,bukanya kau selalu di ganggu oleh anak-anak berandalan?” Junhong berkata dan Gyuri mengangkat sendoknya bersiap memukul kepala adiknya itu.

“Benar kata Junhong, kau sebaiknya masuk universitas kakakmu saja Gyuri.” Ibunya mendukung dan Gyuri menghela nafasnya.

“Tapi eomma…” dia mengeluh.

“Tidak ada tapi-tapian..keputusan sudah dibuat.” Ibu Gyuri berkata dan Gyuri melipatkan tangannya.

“Oh ayolah adikku disana banyak sekali teman-teman yang baik loh..oh iya Byunghun juga bilang dia akan mendaftar ke universitas yang sama denganku.” Yongguk mengungkapkan dan mata Gyuri langsung melebar.

“MWO?”

“Iya,bukankah itu bagus?kalian bisa menjadi lebih dekat.” Yongguk berkata dan tersenyum dengan lugu seakan dia tidak tahu kalau adiknya itu adaah musuh bebuyutan dengan Byunghun.

“Eomma…aku tidak mau.” Gyuri memohon dengan puppy eye namun sayang sepertinya aegyo nya itu tidak mempan.

“Gyuri kau sudah besar,apa kau tidak malu menampilkan wajah seperti itu?” Ibu Gyuri berkata, memiliki 2 anak lelaki yang sering menggunakan aegyo untuk keuntungan sendiri tentu saja membuat Ibu Gyuri kebal.

“Eomma…kau tahukan aku tidak suka Byunghun?!” Gyuri mengeluh dan mengacak-ngacak nasi yang ada di mangkuknya.

“Karena itu kau harus baik padanya, cobalah mengenalnya tidak baik kalau kalian terus bertengkar.” Ayah Gyuri berkata dan Gyuripun hanya diam, sepertinya satu-satunya orang yang senang dengan keputusan orangtuanya hanyalah Junhong karena dia tersenyum.

Sepertinya remaja itu suka sekali melihat kakak perempuannya tersiksa, Gyuri yang melihat senyuman Junhong hanya menghela nfas dia mengutuk dalam hati semoga adiknya itu terkena sial selama sebulan berturut-turut.

~YouhatemeIloveyou~

 “Gyuri..” Chunji memanggil saat dia melihat sosok Gyuri masuk kedalam kelas, Gyuri sedikit terkejut dan tersenyum sepertinya Chunji sudah lupa kalau dia kemarin marah padanya.

“Chunji-ya.” Gyuri merespon.

“Aku sudah mendengar beritanya dari Yongguk Hyung.” Chunji berkata dan Gyuri mengerutkan keningnya.

“maksudmu?”

“Kau akan satu universitas dengan Byunghun! Aku senang sekali sat mendengarnya,apa kalian sudah baikan?” Tanya Chunji dan Gyuri hanya tersenyum canggung.

Gyuri bersumpah dia akan memanggang kakaknya saat dia pulang nanti.

“oh soal itu..” Gyuri belum sempat menyelesaikan kaliamat tiba-tiba saja pintu kelasnya terbuka secara paksa.

“MOON GYURI….” Suara geram itu sudah tidak asing lagi. Gyuri melirik kebelakang dan dia melihat Byunghun sudah berdiri diambang pintu dan menatap kearahnya dengan tajam.

“Oh Byunghu..hi..” Gyuri berkata mencoba untuk ramah.

“Kita harus bicara.” Byunghun berkata dan menarik Gyuri.

“Kyaa…tunggu!!” Gyuri menjerit namun Byunghun menyeret Gyuri menjauh dari Chunji, Chunji hanya tersenyum dan melambaikan tangannya kepada Gyuri.

“Hm..akhirnya mereka akrab juga.” Chunji berkata dan tersenyum.

Byunghun berhenti menari Gyuri saat mereka sudah ada di atap sekolah, Gyuri membenarkan seragamnya karena Byunghun menariknya.

“Kau juga aku masuk ke universitas Kyunghee?” Byunghun bertanya dan Gyuri mau tidak mau harus menganggukkan kepalanya.

“Kenapa?!”Byunghun membentak.

“Terserah aku dong! Lagipula Yongguk Oppa yang memaksaku masuk kesana.” Gyuri berkata dan melipatkan tangannya kesal.

Dia sendiri tidak mau masuk ke universitas itu tapi dia tidak bisa berbuat apa-apa karena orang tuanya sudah memutuskan kalau dia masuk kesana, jika dia menolak dia tidak akan masuk ke universitas lain karena orang tuanya lah yang membiayayai nya.

“Gyuri apa kau mengikutiku?” Byunghun bertanya curiga mata nya menyipit.

“Mwo?! Kamu yang mengikutiku kau tahukan aku kesana karena ada Yongguk Oppa.” Gyuri berkata dan Byunghun menghela nafasnya alasan Gyuri memang benar.

“Lalu kamu,kenapa kamu kenapa kau ingin masuk Kyunghee sepertinya kau yang mengikutiku!” Gyuri menuduh dan Byunghun mendengus.

“Yah! Sebaiknya kau jangan ke-GR ok?aku kesana karena aku mendapat beasiswa.” Byunghun berkata dengan bangganya, namun Gyuri malah tertawa.

“APA? Beasiswa,apa kau tidak salah dengar?” Gyuri meledek dan dia masih tertawa, memegang perutnya yang sakit karena tertawa.

“Ya! Begini-begini juga aku atlit tau! Kamu tahukan kalau tim futsal sekolah kita juara?” Byunghun bertanya dan Gyuripun berhenti tertawa, iya dia ingat kemarin senin semua orang bersorak bahagia saat kepala sekolah mengumumkan kalau tim futsal sekolah mereka menang.

“Oh kau benar..” Gyuri baru menyadari.

“Kau memang tidak pernah memperhatikan keadaan disekitarmu huh? Apa kau sangat tidak penting bagimu?!” Byunghun membentak, Gyuri menatap kearah Byunghun kebingungan.

“Jadi kau ingin aku memperhatikanmu?” Gyuri bertanya dan Byunghun mengacak-ngacak rambut seperti orang yang frustasi.

“Aku lelah berbicara denganmu,kenapa kau selalu lamban dalam hal apapun?!” Byunghun berkata dan Gyuri tersinggung dengan perkataan lamban Byunghun.

“Ya! Aku tidak lamban,kau yang berbelit-belit!” Gyuri membalas dan merekapun sekarang saling menatap dengan tatapan kebencian.

“Gyuri,Byunghun!” Mendengar nama mereka dipanggil kedua remaja itu melirik dan mendapat Chunji sudah berdiri didepan mereka.

“Ah..Chunji-ya!” Gyuri menyambut dan dia langsung melingkarkan tangannya dibahu Byunghun.

Byunghun kebingungan dia mencoba melepaskan tangan Gyuri namun Gyuri menariknya dengan keras sehingga dia tidak bisa melalukan apapun, Byunghun menghela nafasnya dan menurut saja tidak ada gunanya melawan.

“Kalian sedang berdiskusi apa?” Chunji bertanya.

“Huh?oh bukan apa-apa,kami hanya sedang mendiskusikan soal universitas iyakan Byunghunie?” Gyuri bertanya kearah Byunghun dan mengedipkan matanya pada Byunghun.

Byunghun kebingungan dan Gyuri mencubit bahunya menyuruhnya untuk mengikuti scenario yang dia buat.

“Oh..ya,ya aku sedang membahas itu.” Byunghun akhirnya mengerti dan menjawab.

“Begitu ya,hm..aku cemburu apa kalian tahu?” Chunji bertanya dan Byunghun juga Gyuri saling melirik.

“Tidak.” Mereka berdua menjawab berbarengan dan saling menatap saat mereka sadar.

“Omo..lihat kalian sudah kompak.” Chunji berkata dan dia melingkarkan tanganya di bahu Gyuri juga Byunghun.

“Aku juga aku mendaftar di universitas Kyunghee.” Chunji berkata dan dia menunjukan formulir pendaftarannya kepada Gyuri dan Byunghun.

“Yeah!!” Gyuri bersorak dan dia memeluk Chunji begitu juga Chunji sedangkan Byunghun hanya memutar matanya, bagus sekarang dia terjebak diantara dua orang berisik ini.

“Oh iya! Aku lupa,aku harus pergi keperpustakaan kalian lanjutkan saja mengobrol ok?” Chunji berkata dan diapun pergi meninglakan Gyuri dan Byunghun berdua.

“Oh bagus,sekarang aku terjebak dengan kalian.” Byunghun berkata dengan malas.

“Lalu kenapa?aku juga tidak mau kau masuk ke Universitas Kyunghee.” Gyuri menjawab dan diapun hendak pergi.

Byunghun menarik lengan Gyuri.

“Kau mau kemana?” Tanya Byunghun.

“Tentu saja kembali kekelas.” Gyuri menjawab dan Byunghunpun mengikuti Gyuri.

Sekolah masih cukup sepi mungkin karena murid yang lain sedang belajar namun sepertinya kelas Gyurilah yang bising karena ternyata Kim sonsaengnim tidak datang,Mungkin guru itu sedang sibuk dengan ujian yang akan datang.

Gyuri duduk di bangkunya dan teman sebangkunya Ji eun tersenyum kepadanya.

“Aku lihat kau datng berdua dengan Byunghun,apa kalian sudah baikan?” Tanya Ji eun dan Gyuri hanya mengangkat bahunya, kelasnya bising sekali membuat kepalanya sakit.

“Aku mau keperpustakaan jika ada guru beri tahu aku.” Gyuri berkata dan kembali keluar dari kelasnya, Ji eun mengangguk dia sudah terbiasa dengan sikap Gyuri gadis itu tidak suka tempat bising.

“ok,aku akan memberitahumu.” Ji eun menjawab sebelum Gyuri menghilang di balik pintu kelas.

Gyuri menghela nafasnya sebaiknya di ke perpustakaan saja lagipula disana dia bisa membaca buku atau tidur, Gyuri melangkah dengan senangnya menuju perpustakaan seperti biasa perpustakaan sepi sekali.

Gyuri dengan senangnya masuk, dia mencari sosok Chunji karena dia ingat kalau tadi Chunji bilang dia harus keperpustakaan.

Gyuri mengambil salah satu novel baru yang dia lihat di rak buku dia membukanya lalu berbalik lagi untuk mencari Chunji,Gyuri hendak memanggil Chunji saat dia melihat sosok Chunji namun tiba-tiba seorang gadis datang dan Chunji berbalik kearah gadis itu.

Gyuri bersembunyi dibalik Rak buk dan dia mengintip, Chunji kelihatan malu seklai saat gadis itu tersenyum mereka kelihatan mengobrol akrab dan akhirnya Chunji menyentuh kedua bahu gadis itu.

Gyuri awalnya tidak mengingat siapa gadis itu namun akhirnya dia mengenali gadis itu, gadis itu adalah Ah young, dia adalah sekertaris Club ekskul Chunji.

“Ah young-ah, saranghae..” Chunji berkata dia menunduk tidak menatap kearah Ah young, sedangkan Ah young hanya diam dia kelihatannya terkejut.

Gyuri meremas rak buku entah mengapa hatinya hancur sekali saat dia mendengar Chunji mengatakan kata-kata romantic itu pada Ah young, Ah young tersenyum tipis dia menyentuh tangan Chunji.

“Chanhee-ya…”Ah young berkata, dia menyentuh sisi wajah Chunji.

“Aku juga,aku juga menyukaimu.” Ah young menjawab dan Chunji langsung memeluk gadis itu.

Gyuri menunduk airmatanya mengancam untuk turun kapan saja, melihat adegan mesra yang ada didepannya membuat dada nya sakit dan dia tidak bisa bernafas.

Gyuri langsung berbalik dan keluar dari perpustakaan dia berlari menuju atap sekaloh namun saat dia baru keluar dari perpustakaan dia tidak sengaja menabrak Byunghun yang kelihatannya mencarinya.

“Gyuri..kau kenapa?” Tanya Byunghun saat dia melihat Gyuri menangis,Gyuri tidak menjawab dan mendorong Byunghun menjauh darinya.

Gyuri terus berlari keatap sekolah Byunghun hendak menyusul namun dia melihat Chunji dan Ah young keluar bersama dari perpustakaan, mereka kelihatan lebih mesra dari sebelumnya.

“Byunghun-ah apa yang kau lakukan berdiri disana?” Chunji bertanya aneh melihat Byunghun yang berdiri sambil menatap kearahnya dan Ah young.

“Bukan apa-apa..” Byunghun menjawab dan dia langsung berlari keatap sekolah.

“Kenapa dia?” Ah young bertanya dan Chunji hanya mengangkat bahunya kebingungan.

Byunghun membuka pintu  atap sekolah, dia bisa melihat Gyuri berdiri menatap kosong kearah langit cerah airmata masih membasahi kedua pipinya.

Byunghun ingin sekali mendekat dan bertanya pada gadis itu, namun dia ragu jadi dia hanya bisa diam dan menatap kearah Gyuri penuh kekhawatiran. Gyuri menangis dia meremas pagar atap sekolah, dia menyeka airmatanya sesekali dan menahan isak tangis.

“Gyuri..” Byunghun memanggil dan Gyuri langsung menyeka airmatanya.

“Mau apa kau kesini?!” Gyuri membentak dia berbalik untuk menyembunyikan airamatanya.

“Gyuri,kau kenapa?” Byunghun bertanya dan Gyuri hanay diam.

“Sejak kapankan peduli padaku?” Gyuri bertanya.

Byunghun tidak menjawab, gyuri benar, sejak kapaan dia peduli pada gadis itu? Bukankah mereka bermusuhan? Kenapa dia sekarang berubah menjadi manis pada gadis itu?

“aku hanya penasaran, tidak apa-apa jika kau tidak mau menjelaskan..” Byunghun berkata dan dia menyandar kepagar atap sekolah.

“Tapi aku penasaran..” Byunghun berkata dan melirik nakal kearah Gyuri.

“Apa kau menyukai Chunji?” Tanya Byunghun dan Gyuri langsung berbalik kearah Byunghun.

“Bukan urusanmu!” Gyuri berkata dengan ketus.

“Ok..aku hanya bertanya, habis kenapa juga kau menangis? Kalau bukan karena Chunji lalu kenapa?” Byunghun memancing Gyuri untuk mengatakan yang sebenarnya.

Gyuri hanya diam, airmatanya sekarang sudah kering Byunghun setidaknya tenang karena akhirnya Gyuri tidak menangis lagi,Byunghun ingin sekali menyentuh bahu gadis itu dan menghiburnya namun dia terlalu takut untuk melakukan itu.

“Sebaik nya kau tidak menangis lagi,kau kelihatan jelek kalau kau sedang menangis.” Byunghun berkata dan sebuah pukulanpun mendarat dilengan nya.

“AWW sakit..” Byunghun mengeluh dan menyentuh tangan.

“Dasar menyebalkan!” Gyuri berkata dan diapun pergi meninggalkan Byunghun, Byunghun tersenyum saat dia melihat punggung Gyuri akhirnya menghilang dibalik pintu.

~YouhatemeIloveyou~

Gyuri memainkan pulpen pink ksayangannya, dia lebih senang memperhatikan pulpen pink itu dari Kim sonsaengnim yang sedang mengoceh didepan kelas.

Sebenarnya lucu seklai cerita bagaiaman pulpen itu menjadi kesyaangannya, dia masih ingat saat SMP seseorang mengirimkannya pulpen pink itu dengan sebuah surat cinta namun sampai skearang dia belum tahu siapakah yang mengirimkan pulpen itu.

Tet …tet…tet…

Gyuri memasukan buku-bukunya saat bel pulang berdering, Chunji tiba-tiba saja sudah ada disampingnya dan tersenyum kearahnya.

“Gyuri bisakah kau pulang dengan Byunghun? Aku akan pulang dengan Ah young kau tidak apa-apakan?” Tanya Chunji, Gyuripun mengangguk dan tersenyum tipis.

“Ya tentu saja, aku akan pulang dengan Ji eun saja.” Gyuri berkata dan Chunjipun tersenyum.

“Terimakasih,besok kita akan pulang bersama.” Chunji berkata dan pergi meninggalkan Gyuri, Gyuri mengambil tas nya dan berdiri.

“Ada apa?tidak biasanya Chunji pulang dengan Ah young.” Ji eun berkata.

“Mereka sepertinya berpacaran.” Gyuri menjawab dan dia melirik kearah lorong sekolah, dia bis amelihat Chunji dan Ah young tertawa dan mengobrol keduanya kelihatan sangat bahagia.

“Oh begitu ya, Gyuri kau juga sebaiknya cepat mencari pacar.” Ji eun berkata dan Gyuripun mengelengkan kepalanya.

Mereka berdua berjalan menuju gerbang sekolah, namun Gyuri kaget saat dmelihat sosok Byunghun masih menunggunya di gerbang sekolah Byunghun kelihatan bosan namun dia tetap menunggu.

Gyuri dan Ji eun akhirnya melewati sosoknya dan Byunghun langsung tersenyum saat dia melihat sosok Ji eun dan Gyuri mendekat kearahnya.

“Hi..” Byunghun berkata dan Gyuri tidak membalas sapaan manis Byunghun.

“Gyuri..” Byunghun memanggil namun Gyuri tetap tidak mendengar, Byunghun langsung menarik lengan Gyuri.

“Apaan sih? Aku mau pulang.” Gyuri berkata dengan ketus, Ji eun yang berdiri disamping nya menatap kearah Byunghun dan Gyuri dengan kekhawatiran.

“Kenapa sih kamu marah-marah terus, aku cumin mau ngajak kamu pulang bareng.” Byunghun berkata sambil memasukan tangannya di kedua saku celana nya.

“Huh?apa aku gak salah denger? Sejak kapan kamu mau pulang sama aku?!” Gyuri bertanya dia langsung menarik Ji eun dan meninggalkan Byunghun.

Byunghun mengepalkan tangannya kesal, kenapa juga Gyuri harus keras kepala.

“Gyuri..aku cuman mau mastiin kamu pulang, Chunji nitipin kamu ke aku.” Byunghun mengungkapkan, mendengar nama Chunji disebut Gyuri akhirnya melirik.

“Chunji?”

Byunghun menghela nafasnya, Gyuri sepertinya benar-benar menyukai Chunji ekspressi nya selalu berubah jika dia sudah mendengar nama Chunji entah kenapa Byunghun menjadi sedikit iri.

“Ya,dia bilang dia gak bisa nganter kamu pulang soalnya Ah young pengen pulang bareng sama dia.” Byunghun menjawab dan Gyuripun akhirnya mengalah.

“Baiklah,ayo kita pulang.” Gyuri berkata dan Byunghunpun menyeringai, dia berjalan disamping Gyuri sedangkan Ji eun tersenyum,akhirnya mereka mencoba untuk mendekati satu sama lain.

Ji eun tersenyum saat dia memiliki ide, tepat saat dia melewati sebuah toko ji eun langsung berhenti begitu juga Gyuri dan Byunghun kedua remaja itu menatap kearah Ji eun.

“Oh iya, maafkan aku kalian pualng saja duluan aku ingat aku harus membeli sesuatu.” Ji eun berkata.

“Tapi Ji eun-ah..” Gyuri mencoba protes namun Ji eun langsung mendorong Byunghun dan Gyuri.

“pergilah,aku akan lama kalian pasti bosan menunggu.” Ji eun menjawab dan langsung masuk kedalam toko.

Gyuri dan Byunghunpun terpaksa pulang bersama,walaupun disepanjang jaan mereka tidak mengobrol atau mengatakan apapun tapi sesekali Byunghun melirik kearah Gyuri dan dia bisa membaca kalau gadis itu masih sedih apakah firasat nya benar?

Gyuri dan Chunji sudah bersahabat lama sekali dan ini bukan pertamakali nya Chunji memeliki pacar tapi kenapa untuk yang satu ini Gyuri terlihat sangat sedih dan kesepian, Byunghun ingin sekali bertanya banyak hal pada Gyuri namun dia menahannya.

Merekapun akhirnya sampai dirumah Gyuri, Gyuri hendak masuk kedalam rumahnya namun dia berbalik lagi dan menatap kearah Byunghun.

“Terimakasih,sudah mengantarkan aku pulang.” Gyuri berkata dan diapun masuk sebelum Byunghun bisa menjawab.

Byunghun tersenyum dan diapun akhirnya berbalik untuk pulang, belum pernah dalam hidupnya dia merasa senang sekali saat dia mendengar kalau Gyuri berterimakasih karena dia mengantarkan gadis itu pulang rasanya dia ingin berteriak mengatakan pada seluruh dunia bahwa dia bahagia.

Gyuri menutup pintu kamarnya dan menyimpan tasnya, dia membaringkan tubuhnya di ranjang empuknya entah kenapa dia tiba-tiba saja tersenyum.

Walaupun ingatan tentang Chunji dan Ah young membuat dia kembali cemberut, Gyuri bangkit dari ranjang nya dan mengambil sebuah foto yang ada disamping ranjang nya.

Foto itu sedikit kusam Gyuri mengusapnya dan tersenyum saat dia melihat ketiga anak yang tersenyum di foto itu, foto itu diambil saat mereka lulus sekolah dasar Chunji kelihatan bahagia sekali dia melingkarkan tangannya di bahu Gyuri sedangkan Gyuri hanya tersenyum manis menatap kearah kamera lalu disamping nya ada Byunghun yang cemberut.

Gyuri tersenyum saat dia mengingat kalau Byunghun tidak ingin di foto waktu itu itulah alasannya kenapa dia memasang muka masamnya, Byunghun kelihatan lucu meskipun dia cemberut.

“Gyuri..” seseorang membuka pintu kamarnya, Gyuri mendongak dan melirik kearah ambang pintu dia menemukan kakaknya Yongguk berdiri diambang pintu kamarnya.

“Hey, bisakah kita mengobrol sebentar?” Yongguk berkata dan Gyuri mengangguk.

“Nde Oppa,ada apa?” Tanya Gyuri.

Yongguk masuk kekamar Gyuri dan duduk disamping gadis itu.

“Aku hanya ingin mengatakan kalau aku tidak memaksamu,jika kau tidak ingin masuk ke universitas Kyunghee tidak apa-apa.” Yongguk berkata dan menyentuh bahu adiknya.

“Sebenarnya..” Gyuri memulai.

“Aku ingin mencoba masuk ke Kyunghee apalagi Chunji dan Byunghun akan kesanakan?” Gyuri mengungkapkan dan Yongguk tersenyum.

“Aku senang mendengar itu,jadi sepertinya tahun sekarang aku punya kau.” Yongguk berkata dan Gyuripun tersenyum canggung.

“Yup aku milikmu…” Gyuri berkata dan menggaruk kepalanya.

“Baiklah kalau begitu,aku tidak sabar bertemu denganmu di kampus adik kecilku.”  Yongguk berkata dan diapun mengacak-ngacak rambut Gyuri sebelum diapergi meninggalkan kamar adiknya.

“Ya ampun…apa yang aku katakan?!” Gyuri memekik dan menutup mukanya dengan bantal.

~YouhatemeIloveyou~

Gyuri bersiap-siap untuk berangkat kesekolahnya, dia memasngkan bando hitamnya dan merapikan seragamnya yang sedikit tidak rapih karena dia berlari dari lantai atas tadi. Seperti biasa adiknya Junhong terlihat berjalan juntai percis seperti zombie, Gyuri tertawa adiknya itu sepertinya tidak pernah terbiasa dengan rutinitas bangun pagi.

“Noona,apa kau akan berangkat?” Junhomng bertanya saat dia melihat kakaknya masih sibuk berdandan didepan kaca yang ada dilorong rumah mereka.

“Ya tentu saja, apa kau sudah bangun sekarang?” Gyuri bertanya dan dia melambaikan tanagnnya didepan wajah Junhong.

Junhong menepis tangan kakaknya itu da sudahbiasa menerima perkataan sarkastik itu dari kakaknya, dia sendiri tahu kalau dia terlihat seperti orang mabuk jika pagi hari dia hanay tidak suka bangun pagi dan alergi pada pagi hari dia harap dia bisa bangun langsung pada siang hari.

“Hahaha lucu sekali noona,sebaiknya kau berdandan pacarmu Chunji akan datang menjemputmu sebentar lagi..” Junhong meledek kembali dan Gyuri mengepalkan tangannya, entah kenapa ledekan itu terdengar lebih menyedihkan daripada lucu.

“dia bukan pacarku bodoh, dia pacar Ah young.” Gyuri berkata dan langsung pergi keluar dari rumah, Junhong terdiam kaget apakah yang dikatakan kakaknya itu benar?

Gyuri menghela nafasnya saat dia keluar dari rumahnya, dia tidak mengharapkan kalau Chunji akakn menjemputnya mengingat kalau sekarang sahabatnya itu terllau sibuk berpacaran dengan Ah young.

Dia berjalan sendirian menuju sekolah, sedikit sepi memang namun dia lebih suka sendirian daripada harus mendengar betapa bahagianya Chunji dengan Ah young.

Entah apa yang dia pikirkan namun setiap kali dia ingat kalau Chunji sekarang sudah berpacaran airmatanya selalu berhasil datang dan dia akan menangis seperti orang bodoh yang tidak bisa melakukan apapun, saat dia sampai disebuah game center dia melihat mesin mainan yang selalu mereka mainkan.

Biasanya dia dan Chunji pasti bertaruh  siapa yang menang, Chunji akan bertaruh untuk uang jajannya sedangkan Gyuri bertaruh untuk makan siang nya. Namun mengingat sekarang dia tidak bersama dengan Chunji lagi dia tidak tahu harus bagaiamana, dia berjalan meninggalkan game center itu dan tanpa dia sadari airmata nya langsung menetes.

Byunghun yang melihat Gyuri menangis, menghela nafasnya entah kenapa dadanya terasa sesak saat dia melihat gadis itu menangis.

Entah kenapa hari ini sekolah rasanya lama sekali dan membosankan Gyuri melirik kearah lapangan dan dia melihat kelas Byunghun sedang olah raga bahkan Gyuri bisa melihat Byunghun sedang berlari mengelilingi lapangan, dia berharap kalau kelasnya olah raga sekarang setidaknya dia tidak terjebak dengan ceramah bahasa jepang yang dia sendiri tidak mengerti.

Gyuri melirik kearah sampingnya dan dia bisa melihat Chunji, bahkan sekarang Chunji mulai menjauhi nya mungkin lebih tepatnya Gyuri menghilang setiap kali Ah young muncul dihadapannya.

Gyuri kembali melirik kearah jendela tidak memperhatikan apa yang Jaejoong sonsaengnim katakan guru bahasa jepang nya itu memang tampan, tapi tidak cukup tampan untuk menarik perhatian Gyuri dia lebih suka menatap kearah jendela.

Chunji melirik kearah Gyuri dan dia langsung tahu kalau sahabatnya itu sedang sedih, Chunji sedikit kecewa saat Gyuri mulai menjauhinya bahkan tadi pagi saat Chunji menjemput Gyuri untuk berangkat kesekolah ibunya bilang kalau Gyuri sudah berangkat duluan.

Chunji menuliskan sesuatu disebuah kertas dan melemparkan kertas itu kearah Gyuri, Gyuri yang merasakan sebuah gumpalan kertas membentur kepalanya langsung memungut kertas itu dan dia membukanya.

Kenapa kau berangkat kesekolah duluan?apa kau arah padaku?

Membaca tulisan itu Gyuri menatap kearah Chunji dan Chunji tersenyum kearahnya, Gyuri menuliskan balasannya dan melemparkan kembali kertas itu pada Chunji.

Tidak,aku hanya ingin pergi kesekolah sendirian
aku takut menganggu kau dengan Ah young.

Chunji yang membaca balasan itu menggelengkan kepalanya, dia dan Ah young pulang bersama sekali itu juga karena Ah young membutuhkan bantuannya untuk mengerjakan proposal Osis.

Apa kau marah karena kemarin aku pulang bersama dengan Ah young? Berita untukmu,aku hanya membantu dia mengerjakan proposal Osis.

Chunji membalas dan Gyuri membaca pesannya, Gyuri tidak membalas dan dia mengacuhkan Chunji.

Pulpen pink dengan kepala kelincinya tiba-tiba saja menjadi objek yang sangat menarik untuk dipandangi jika dia sudahbosan seperti ini, Gyuri memutar-mutar kepala kelinci di pulpennya dan tersenyum tipis setidaknya pulpennya itu berhasil membuatnya senang sesaat.

Gyuri menahan airmatanya dia tidak bisa menangis sekarang, dia harus kuat tanpa Gyuri sadari dari tadi Byunghun sudah menatapinya dari lapangan Byunghun tahu kalau gadis itu bosan dikelas Byunghun tersenyum dan diapun masuk kedalam gedung sekolah.

Bel istirahat sudah berbunyi dan Gyuri berjalan juntai untuk keluar dari kelasnya dia malas sekali untuk makan siang, mengingat sekarang mungkin Chunji dan Ah young akan duduk bersama membayangkannya saja sudah membuat dia muak.

“Gyuri..” Chunji memanggil dan Gyuri tersenyum sinis kepadanya.

“Oh sekarang kau mengenalku,kemana pacarmu yang sempurna?” Gyuri berkata dan Chunji memutar matanya.

“Oh ayolah,apa kau marah karena kemarin?” Chunji bertanya.

“Tidak tentu saja tidak,malah aku berterimakasih setidaknya aku bisa beristirahat dari ocehanmu.” Gyuri berkata dan pergi emninggalkan Chunji.

“Gyuri! Moon Gyuri!” Chunji memanggil dan berlari mengejarnya.

Chunji akhirnya menarik tangan Gyuri dan Gyuri berhenti berjalan.

“Kau mau kemana?” Chuni bertanya.

“Lepaskan,aku tidak mau berurusan denganmu sekarangok?kita mengobrol lain waktu.” Gyuri berkata namun Chunji bersih keras memegang tangannya.

“Tidak,aku ingin membahasnya..katakan padaku kenapa kau berubah?” Chunji memaksa, Gyuri melirik kesekitar nya mencari bantuan dan akhirnya dia bertemu dengan Byunghun yang kebetulan lewat.

“Aku tidak bisa aku harus pergi bersama Byunghun.” Gyuri berkata dan menarik Byunghun yang sedang mengobrol dengan teman-temannya.

“wow..kau mau menarikku kemana?!” Byunghun berteriak sata dia merasakan Gyuri menarik tangannya.

“Bukankah kita janji untuk makan siang Byunghun?” Gyuri bertanya dengan nada suara yang keras,bahkan Chunji yang berdiri cukup jauh dari merekapun mendengar apa yang Gyuri katakan.

Byunghun akhirnya menurut dan mengikuti Gyuri, Gyuri membuka pintu atap sekolah dengan kasar dan dia berlari kearah ujung atap dan berteriak keras seklai bahkan Byunghun menutu telingan nya.

“CHUNJI PABO!!!PABO!!” Gyuri berkata dan memukul-mukul pagar atap sekolahnya, tanpa dia sadari airmatanya langsung turun dan Gyuripun menangis.

Byunghun yang melihat Gyuri menangis berdiri disampingnya, Byunghunpun melingkarkan tangan di bahu Gyuri.

“Apa kau tidak malu?kau sudah besar..” Byunghun meledek dan Gyuri memukul dada Byunghun.

“Ok..ok..kau boleh memelukku.” Byunghun berkata dan diapun memeluk Gyuri yang menangis.

“Kau kenapa?kamu belakangan ini bertingkah aneh.” Byunghun berkata masih memeluk Gyuri.

“Hiks..hiks..aku hanya,aku kecewa pada Chunji.” Gyuri berkata dan dia melepaskan pelukannya dari Byunghun.

“Kecewa kenapa?apa kau menyukai dia?” Byunghun bertanya dan Gyuri menggelengkan kepalanya.

“Tidak,tidak bukan itu..” Gyuri berkata.

“Kau sebaiknya berhenti berbohong.” Byunghun berkata dan Gyuripun menghela nafasnya.

“Ok,ya mungkin..aku tidak yakin.” Gyuri berkata dan Byunghun tertawa, namun dibalik tawanya entah kenapa hatinya terasa berdenyut sakit.

“oh jadi kau menyukainya?” Byunghun bertanya dan Gyuri hanya diam.

“Mungkin,sedikit..” Gyuri menjawab.

“aha..maksudmu banyak?kau bahkan menangis saat kau melihat Ah young dan Chunji bersama.” Byunghun berkata dan dia baru sadar kalau dia mengatakan apa yang seharusnya menjadi rahasia dirinya sendiri.

“Kau melihat aku menangis?!” Gyuri membentak dan dia memukul-mukul lengan Byunghun, Byunghun mengerang kesakitan sampai akhirnya Gyuri berhenti dan dia menutup wajahnya karena malu.

“Oh ayolah, kau sangat menyukai nyakan? Semuanya jelas di wajahmu.” Byunghun berkata dan Gyuri mengangguk, dia mengakui kalau dia memang suka pada Chunji.

“Aku rasa kau harus mengatakannya pada Chunji.” Byunghun berkata dan Gyuri kelihatan kaget dengan pendapat Byunghun.

“T-tapi diakan sudah jadian dengan Ah young!” Byunghun berkata.

“Oh ayolah, dia akan meninggalkan Ah young mereka tidak terlalu cocok.” Byunghun berkata dan Gyuri mengangguk.

“Mungkin kau benar,tapi aku tidak ingin menghancurkan persahabatanku dengan dia.” Gyuri beralasan.

“Oh yang benar saja! Apa kau ingin terus menderita seperti ini?” Byunghun bertanya dan Gyuri menggelengkan kepalanya.

“Kalau begitu katakan yang sejujur nya,katakan kalau kau menyukai dia.”Byunghun memberi saran namun Gyuri malah mengerang dan mengusap wajahnya, perkataan itu memang mudah dikatakan namun susah sekali untuk dilakukan.

“Ayolah aku akan membantumu.” Byunghun berkata dan diapun mengangkat Gyuri memaksa Gyuri untuk menemui Chunji.

“GYYAAA turunkan aku!!” Gyuri memberontak.

~YouhatemeIloveyou~

“Aku sudah bilang tidak mau!” Gyuri bersembunyi dibalik tembok halaman belakang sekolah.

“Oh ayolah hanya lima menit,katakan bagaiamana perasaanmu dan kau bebas.” Byunghun berkata dan dia menarik tangan Gyuri.

“Tapi Byunghun,bagaimana kalau dia menolak?” Gyuri bertanya.

‘Tentu saja Chunji akan menolak dia sudah punya pacar.’

 Byunghun berpikir,dia hanya ingin semuanya jelas antara Gyuri dan Chunji dia hanya ingin menyadarkan Gyuri kalau Chunji tidak akan pernah menjadi miliknya. Byunghun mungkin kelihatan jahat namun inilah jalan satu-satunya, karena dia tidak bisa melihat Gyuri terus menangis dan menderita.

“Aku akan menyelamatkanmu.” Byunghun menjawab asal dan diapun mendorong Gyuri ke halaman belakang dimana Chunji sudah menunggu.

Gyuri tersenyum saat dia melihat Chunji berdiri dengan cemasnya, Chunji menghampiri Gyuri dan langsung memegang kedua bahua Gyuri.

“Aku minta maaf,aku seharusnya tidak pulang bersama dengan Ah young.” Chunji berkata dan Gyuri mengangguk.

“Ya aku tahu,tapi aku kesini bukan untuk mengatakan itu.” Gyuri berkata.

“Oh..jadi apa yang ingin kau katakan?” Tanya Chunji.

“Hm.. aku hanya ingin..kau tahu.” Gyuri mencoba merangkai kata-katanya, namun sepertinya otaknya menolak untuk bekerjasama dengannya.

“Aku tidak tahu,kenapa kau memanggilku kesini?” Chunji menjawab dan Gyuripun mengela nafasnya, percuma dengan basa-basi sebaiknya dia mengatakan yang sejujurnya.

“Well,kau dan Ah young sudah jadian kan?” Gyuri bertanya dan Chunji mengangguk.

“Ya tentu saja, dia sangat menyenangkan dan cantik.” Chunji berkata dan Gyuri bersumpah dia ingin muntah mendengarkan pujian itu.

“Ok..aku kesini bukan untuk membahas itu.” Gyuri mengungkapkan dan Chunji mengangguk.

“Ya ok..kalau begitu apa yang ingin kau bahas?” Tanya Chunji dan Gyuripun menarik nafasnya.

“Aku rasa..Chunji,aku rasa aku menyukaimu.” Gyuri berkata sambil menutup matanya, dia tidak bisa melihat bagaimana ekspressi Chunji.

“Apa?! Apa kau yakin Gyuri?” Tanya Chunji dia kelihatan senang.

“Hm..Byunghun mengatakannya padaku dan dia bilang sebaiknya aku mengungkapkan perasaaanku.” Gyuri berkata dia menunduk menatap kakinya.

“Oh Gyuri..aku,aku tidak tahu harus menjawab apa.” Chunji berkata dan Gyuri menhaan airmatanya dia tahu kalau Chunji akan menolaknya tidak mungkin dia menerimanya.

“Gyuri kenapa kau baru mengatakannya sekarang?jika kau mengatakan ini seminggu yang lalu mungkin kita usdah berpacaran.” Chunji mengungkapkan dan Gyuri menatap kearah Chunji.

Byunghun yang menguping langsung mengepalkan tanganya,ini bukanlah rencana yang dia susun kenapa Chunji mengatakan itu?! Bukankah seharusnya Chunji menolah GYuri secara kasar dan Gyuri langsung jatuh kedalam pelukannya?

“Gyuri kau gadis yang baik dan aku mengenal mu dari dulu,aku selalu berpikir kalau kita akan berpacaran suatu hari nanti tapi kau sepertinya hanay menyukaiku sebagai teman.” Chunji berkata dia kelihatan sedih, Gyuri terharu dengan ungkapan Chunji bahkan airmata sudah mulai berkumpul disudut matanya.

“Baiklah,sepertinya aku harus melepaskan Ah young.” Chunji berkata dan mata Byunghun melebar saat dia mendengar perkataan Chunji.

Tanpa pikir panjang Byunghun langsung berlari kearah Gyuri dan Chunji yang sedang mengobrol, bahkan dia memisahkan kedua remaja yang sedang mengobrol itu.

“Permisi.” Byunghun berkata dan dia langsung mencium Gyuri begitu saja, Chunji yang melihatnyapun kaget.

Gyuri yang merasakan bibir lembut Byunghun menyentuh bibirnya kaget, dia mencoba mendorong Byunghun namun Byunghun menarik tekuknya sehingga bibir mereka semakin bersentuhan dan beberapa menit kemudian diapun melepaskan ciumannya.

“Maaf Chunji,aku harus mencurinya dia milikku dari awal.” Byunghun berkata dan Chunji hanya menatap kearah Byunghun kaget.

Byunghun menarik Gyuri yang masih kaget dan berlari menuju atap sekolah mengabaikan bel sekolah yang menandakan kalau sekolah sudah selesai, semua murid keluar namun mereka malah masuk kembaliberlari keatap sekolah yang selalu sepi.

Byunghun menutup pintu atap sekolahnya dan melepaskan Gyuri dari gengamannya, Gyuri dan dirinya terengah-engah lelah karena berlari.

“Michiesso?!” Gyuri membentak.

“Kenapa kau menciumku didepannya?! Lalu apa maksudmu kalau aku milik kamu dari awal?!” Gyuri berkata dan Byunghunpun tersenyum.

“Kau ingat saat pertamakali aku dank au bertemu?” Byunghun bertanya dan Gyuri megangguk.

“Ya,kau membully ku waktu itu dan aku menonjok wajahmu.” Gyuri berkata dan Byunghun tersenyum.

“Ya,aku masih bisa merasakan kalau rahangku bengkok saat tinjumu menyentuh pipiku.” Byunghun bercanda dan Gyuri tertawa.

“Dari mulai saat itu aku menyukaimu,aku sering memperhatikanmu namun sepertinya kau membenciku.” Byunghun mengungkapkan.

“Kau ingat saat white day?akulah yang mengirimkan coklat dan pulpen pink.” Byunghun mengaku dan Gyuri kelihatan snagat kaget karena dia hanaymenatap kearah Byunghun dengan mulut yang terbuka lebar.

“Ok..tapi kenapa kau membullyku? Kau selalu mengerjaiku!”Gyuri berkata.

“Karena itu satu-satunya cara agar aku bisa mencuri perhatianmu! Kau selalu bersam Chunji.” Byunghun berkata dan Gyuripun mengangguk, Byunghun benar dia memang sellau menghabiskan waktunya dengan Chunji.

Byunghun mendekat dan memegang tangan Gyuri, dia menyentuh sisi wajah Gyuri dan menebenarkan poni gadis itu.

“Aku juga ingin mengungkapkan perasaanku, Moon Gyuri..Saranghae.” Byunghun berkata dan Gyuri tersenyum.

“Maukah kau menjadi pacarku?” Byunghun bertanya dan Gyuripun mengangguk.

“Baiklah,aku akan memberikanmu kesempatan untuk membuatku lupa pada Chunji.” Gyuri berkata dan merekapun berpelukan.

~YouhatemeIloveyou~

Byunghun dan Gyuri berjalan keluar dari gedung sekolah sambil bergandengan tangan, namun mereka kaget saat mereka berdua melihat Ah young dan Chunji menunggu mereka di gerbang utama sekolah mau tidak mau merekapun harus menghadapi Chunji dan pacarnya.

“Gyuri,mafakan aku..” Chunji berkata saat Gyuri dan Byunghun berpapasan dengan dia.

“Untuk apa Chunji,semuanya baik-baik saja.” Byunghun berkata dan dia memetik sebuah bunga yang ada dipinggir gerbang dan memberikanya pada Gyuri.

Gyuri tersenyum dan mencubit pipi Byunghun, Ah young dan Chunji yang melihat tingkah mereka semakin bingung. Semua orang tahu kalau Moon Gyuri dan Lee Byunghun membenci satu sama lain, tapi kenapa sekarang Byunghun malah dengan manisnya memberikan sebuah bunga pada Gyuri.

“Err tunggu,bukankah kalian membenci satu sama lain?” Ah young bertanya dan Gyuri juga Byunghun mengangguk dengan kompak.

“Lalu kenapa kalian sekarang mesra seperti ini?” Ah young bertanya lagi.

Namun keduanya hanya tersenyum dan mengangkat bahu mereka, Chunji dan Ah young saling melirik karena kebingungan.

“Oh iya, Gyuri,…apa yang aku katakana tadi sepertinya sukses.” Chunji berkata dan Gyuri mengerutkan keningnya.

“Maksudmu?” Gyuri bertanya.

“Aku bohong,soal melepaskan Ah young.” Chunji mengungkapkan dan Ah young memukul dada Chunji.

“Oh jadi kau akan melepaskanku demi Gyuri?!” Ah young bertanya.

“Tidak!tidak bukan begirtu sayang..” Chunji berkata dan Ah young merajuk.

“Aku melihat bayangan Chunji dari jendela kelas,dia kelihatan sangat marah sekali saat dia mendengar kalau Gyuri menyukaiku.” Chunji menjelaskan dan Ah young kelihatan semakin marah sedangkan Gyuri ingin menutup mukanya dengan kardus kalau bisa.

“Aku bilang dengarkan dulu..” Chunji berkata.

“Aku hanya ingin melihat bagaiaman reaksi Byunghun dan terimakasih padaku sekarang sepertinya dia sudah mengungkapkan perasaannya.” Chunji menjelaskan dan Ah youngpun tersenyum.

“Aww kau manis sekali.”Ah young berkata dan Chunji melingkarkan tangannya dibahu Ah young.

“aku tahu sayang,sebaiknya kau memberikanku hadiah..” Chunji berkata dan Ah young menginjak kaki Chunji membuat Chunji mengerang kesakitan sambil memegang kakinya.

“Aisshh dasar!” Ah young berkata dan berjalan menjauh, Chunji mengejar kekasihnya itu sedang Byunghun dan Gyuri hanya tertawa sambil menggelengkan kepala mereka.

~The end~

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “You Hate Me? I Love You!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s