Posted in FanFiction (semua umur)

My Teacher,My Love

Title: My Teacher, My Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Shin Riyeon
  • Choi Siwon
  • Xi Luhan
  • Kim Myungsoo
  • Choi Sulli

Genre : Romance, School life and angst

Length : Oneshoot

Rating : Teens 15+

Request from: @sasqia407

My Teacher,My Love

“Riyeon!!” panggil seorang lelaki yang tampan dan tinggi.

dia memakai cardigan abu-abu nya dan menenteng beberapa buku pelajarannya dia kelihatan terburu-buru menyusul seorang gadis yang sedang berjalan sendirian,gadis itu kelihatannya tidak mendengar panggilan lelaki itu karena dia terus berjalan melewati gerbang kampus mereka.

“SHIN RIYEON!!” akhirnya lelaki itu berteriak membuat sebagian orang yang ada di halaman kampus melirik kearah nya.

Shin Riyeon pun akhirnya melirik kearah lelaki itu, lagi-lagi Riyeon berjalan dengan headset nya pantas saja dia tidak mendengar.

“Luhan..kau telat.” Riyeon berkata dengan nada lurusnya, tak ada ekspressi di wajah gadis itu.

“maaf, aku mencoba memanggilmu dari tadi tapi kau tidak mendengar.” Luhan menjelaskan dan dia berjalan di samping Riyeon.

gadis itu kembali memasangkan headset nya dan mengacuhkan Luhan, kebiasaan mereka memang seperti itu entah kenapa Riyeon kelihatannya tidak terlalu menyukai kontak sosial dengan siapapun.

gadis itu selalu sibuk sendiri, mengetik di handphonenya atau melamun sambil mendengarkan musik pop yang biasa dia dengarkan.

“apa yang kau dengarkan sekarang?” Luhan bertanya dan menyandar mendekat kearah Riyeon.

“alexandra burke,bad boy.” Riyeon menjawab walaupun singkat, Luhan menganggap jawaban Riyeon cukup detail.

“kau juga mendengarkan musik pop barat?” Luhan bertanya dan Riyeon hanya mengangguk, dia sepertinya tidak berminat untuk berbincang dengan Luhan atau mungkin dengan siapapun.

“aku harus ke kelas..sampai jumpa nanti.” Riyeon berkata saat dia melihat sosok Sulli yang berdiri beberapa meter dari mereka.

“baiklah..sms aku nanti jika kau sudah keluar.” aku berkata dan Riyeon mengangguk.

dia kelihatan buru-buru saat dia melihat Sulli mendekat kearahnya, Luhan tersenyum pada Sulli saat gadis itu menyapanya.

“kenapa Riyeon..apa dia marah padaku?” Sulli bertanya dan Luhan hanya mengangkat bahunya tidak ada yang tahu pikiran gadis itu, Shin Riyeon dia terlalu aneh dan tertutup bahkan Luhan yang sudah berteman dengan gadis itu selama 3 tahun masih belum bisa mengenali sosok Riyeon seutuh nya.

“entahlah..kau tahu dia.” Luhan berkata dan Sulli hanya menatap sedih kearah punggung Riyeon yang menjauh masuk kedalam kelas ekonomi bisnis.

“Luhan apakah kau tahu siapa Kim Myungsoo?” Sulli tiba-tiba saja bertanya dan Luhan menggelengkan kepalanya nama itu asing baginya.

“tidak,memang kenapa?” Luhan bertanya penasaran.

“aku rasa dia ada hubungan nya dengan berubah nya Riyeon.” Sulli berkata dan Luhan hanya diam menatap kakinya, mengingat masa lalu bukanlah hal yang Luhan sukai karena dia selalu terjebak dalam masa lalu indah dan kenyataan yang pahit.

“mungkin..kau tahukan kita berdua sudah berpisah dengan Riyeon selama 3 tahun kita tidak tahu apa yang 3 tahun yang lalu.” Luhan mengungkapkan dan Sulli menghela nafas nya.

“aku merindukan Riyeon yang dulu..” Sulli bergumam.

“aku juga.” Luhan berkata, dia merindukan temannya itu sangat merindukannya.

Shin Riyeon 3 tahun yang lalu adalah Shin Riyeon yang bahagia, dia terkadang bertingkah konyol dan mengganggu teman-temannya namun teman-temannya tidak keberatan mereka senang melihat senyum lebar yang selalu menghiasi wajah cantiknya.

Jika 3 tahun yang lalu seseorang bertemu dengan Riyeon mungkin mereka akan mengatakan bahwa dia adalah gadis ceria yang lucu, Riyeon selalu ramah dan menolong temannya jika dia di butuhkan.

warna favorite nya adalah orange karena dia mengatakan kalau orange adalah warna yang ceria, lagu favoritenya adalah snsd- gee semua orang tahu itu.

Riyeon suka sekali berjalan-jalan bersama teman-temannya dan bercengkrama dengan mereka atau kadang-kadang tertawa terbahak-bahak sampai airmata keluar dari matanya, dia adalah definisi dari ceria karena dimana ada Riyeon disana pasti ada gelak tawa.

Riyeon selalu tahu bagaimana membuat temannya yang sesih kembali tertawa, atau bagaimana cara memotivasi temannya yang putus asa dia selalu bisa menjadi sandaran bahu yang baik.

itulah yang membuat Luhan jatuh cinta pada gadis itu, itulah alasan kenapa selama ini Luhan tidak bisa melupakan gadis itu Luhan selalu mengingat wajah tersenyum Riyeon saat dia menutup matanya sebelum tidur atau saat dia sendiri dan melamun gadis itu selalu berhasil masuk kedalam alam bawah sadar nya.

beberapa bulan yang lalu Luhan baru pulang dari cina, dia memutuskan untuk melanjutkan studinya di korea dan mempelajari musik modern disana karena dia ingin menjadi musisi.

dia ingat wajah Riyeon saat dia mendengarkan musik, dia ingin membuat musik agar gadis itu mendengarkan musiknya juga dia ingin melihat exspressi senang itu kembali di wajah Riyeon.

Luhan dan Sulli akhirnya berpisah dan Luhan masuk kedalam kelasnya, dengan pikiran tentang Riyeon yang selalu menghantuinya kemanapun dan apapun yang dia lakukan wajah gadis itu selalu muncul di dalam otaknya.

“annyeong haseyo, Kim Myungsoo imnida.” lelaki yang berambut coklat dan sedikit acak-acakan itu berkata dan dia membungkuk kearah teman-teman sekelasnya.

“mulai hari ini,Myungsoo akan bergabung dengan kalian.” professor Choi Siwon yang berdiri di samping nya berkata, sebagian mahasiswa wanita tersenyum penuh kebahagiaan sedangkan mahasiswa lelaki mengerang, karena mereka mendapatkan saingan yang baru.

“baiklah Myungsoo..kau bisa duduk disana.” professor siwon menunjuk kearah kursi yang ada di sudut ruangan, di samping kursi nya duduklah seorang gadis.

Myungsoo mengangguk dan berjalan kearah kursinya, setelah duduk di melirik kesamping nya dan dia tersenyum kearah gadis yang duduk di samping nya.

“senang bertemu lagi denganmu Riyeon.” dia berkata dan Riyeon memalingkan pandangannya kearah jendela kelas, dia tidak punya waktu untuk meladeni omong kosong Myungsoo.

“kau masih seperti di SMA dingin dan anti sosial.” Myungsoo berkata dia mengeluarkan bukunya dan dia bisa melihat Riyeon menggengam pulpennya dengan erat menandakan kalau dia marah.

“Riyeon-ah aku hanya bercanda..kau tak usah menganggapnya.” Myungsoo berkata dan Riyeon menatap tajam kearahnya.

“baik anak-anak silahkan buka buku teori ekonomi kalian halaman 87.” professor Siwonpun berkata dan semua mahasiswa menurut.

mata professor Siwon melirik kearah Riyeon sejenak, dia kelihatan khawatir saat dia melihat wajah Riyeon lebih kelam dari biasanya.

~MyTeacherMyLove~

mendengar gelak tawa temannya Sunjong dan Dongwoo Riyeon tersenyum sedikit setidaknya suara tawa kedua pemuda itu membuat dia ikut senang juga, sunjong yang melihat sudut bibir Riyeon terangkat langsung menyikut lengan Dongwoo.

“omo..omo..ice princess kita akhirnya tersenyum, apa leluconku lucu tuan putri?” Dongwoo bertanya dan Riyeon menatap lurus kearah dongwoo, tatapan nya dingin sekali membuat dongwoo layu bersembunyi di balik punggung Luhan.

“aish..dongwoo berhenti menggoda Riyeon, kau tahukan dia tidak suka di goda.” Luhan berkata dan Dongwoo mengangguk.

“oh ayolah Riyeon kau tak usah memasang muka masam seperti itu.” Sulli berkata dan melingkarkan tangannya pada bahu Riyeon.

“aku harus pergi, kalian habiskan saja makan siang kalian.” Riyeon berkata dan berjalan menjauh dari kumpulan teman-temannya.

Luhan yang melihat Riyeon menjauh hanya bisa menatap sedih kearah punggung gadis itu, dia rindu tawa dan lelucon Riyeon dia rindu dengan kehangatan Riyeon.

hatinya sekarang bagaikan gurun yang gersang dan dia membutuhkan air untuk membuatnya subur kembali, namun hujannya sekarang bahkan tidak menetes kembali.

“nona Shin..” seseorang memangilnya membuat Riyeon melirik kearah sumber suara, dia mendapati professor Siwon berdiri dibelakang nya sambil menenteng buku yang tebal.

Riyeon langsung melepaskan headset nya dan tersenyum kearah professor, Riyeon mungkin terlihat dingin di sekitar orang lain namun jika mereka berdua sedang sendirian Riyeon langsung berubah menjadi gadis yang manis.

“professor Choi, annyeong haseyo.” Riyeon menyapa dan Siwon tersenyum, dia sudah terbiasa menemukan Riyeon di belakang kampus memakan makan siang nya sendirian.

“kau sendiri lagi?” Siwon bertanya, dia duduk disamping Riyeon dan Riyeon mengangguk.

“professor juga sendiri, apa kau sudah makan siang?” Riyeon berkata dan dia memberikan sepotong roti bagel nya pada Siwon.

“aku bawa bekal, kau tak usah membelikanku roti bagel lagi.” Siwon berkata, sebuah memori memalukan langsung dia kenang.

siang itu Siwon duduk di belakang kampus, dia memilih untuk membaca buku nya sendirian karena ruangan dosen sangat bising sekali membuat nya tidak konsentrasi, dia kira dia sendirian dan dia membiarkan perutnya kelaparan dan mulai mengeluarkan suara yang tidak enak di dengar.

namun dia terkejut saat dia mendengar seseorang tertawa, dan dia mendapati Riyeon yang sedang mendengarkan music tak jauh darinya. Riyeon kebetulan sedang membawa roti bagel dan dia memberikannya pada Siwon waktu itu dari sanalah mereka mulai akrab.

“kenapa kau tidak bergabung dengan teman-temanmu?” Siwon bertanya dan dia melirik kearah gadis yang ada di sampingnya.

“mereka terlalu bising..” Riyeon berkata dan Siwon hanya menatap sedih kearah gadis itu, entah apa yang membuat Siwon sedih yang jelas dia prihatin melihat Riyeon yang mengisolasi dirinya sendiri dari dunia luar.

“apakah aku mengganggumu? Aku bisa pindah..” Siwon berkata namun Riyeon menarik lengan kemeja Siwon dan tersenyum.

“tidak apa-apa,jika tidak ada soesangnim aku kesepian.” Riyeon berkata dan siwon tersenyum, dia mengacak-ngacak rambut Riyeon dan Riyeon hanya tersenyum sambil meminum susu kotak strawberrynya.

Myungsoo yang melihat Riyeon dan Siwon bercengkrama akrab mengepalakan tangannya, dia tidak mengerti kenapa Riyeon harus ketus padanya dan bersikap begitu manis pada Siwon apakah dia tidak layak mendapatkan keramahan Riyeon?

Myungsoo berjalan meninggalkan jendela dia kelihatan marah bahkan dia tidak sengaja menyenggol bahu Luhan yang berdiri tak jauh darinya, Luhan yang melihat Myungsoo marah penasaran dia mendekat kearah jendela dan dia melihat Riyeon sedang mengobrol dengan professor Choi Siwon.

“Riyeon..” Luhan bergumam saat dia melihat Riyeon tersenyum kearah Siwon yang kelihatannya sedang membicarakan sesuatu.

~MyTeacherMyLove~

“Kau darimana?” Luhan bertanya saat Riyeon berjalan bersamanya setelah pulang kuliah, Riyeon menatap kosong kearah Luhan dan dia menghela nafasnya.

“aku pergi makan siang,kau tak usah khawatir.” Riyeon menjawab dan dia melanjutkan berjalan menuju halte bus, Luhan menarik lengan Riyeon membuat Riyeon terkejut.

“em….apa kau dekat dengan professor Choi?” Luhan bertanya dan Riyeon hanya diam, dia melepaskan tangan luhan dari lengannya.

“sebaiknya kau tidak membahas itu.” Riyeon berkata dan dia berbalik.

Luhan merasa sedih saat dia mendapatkan jawaban dingin dari sahabat nya Riyeon, apakah Riyeon sekarang sudah melupakan dia? Dulu Riyeon selalu menceritakan apapun kepadanya mereka selalu berbagi namun sekarang sepertinya Riyeon mengasingkannya.

Riyeon kelihatannya mengunci dirinya sendiri, Luhan tidak bisa membaca apapun yang di pikirkan Riyeon yang sekarang semuanya begitu berbeda dan Luhan kebingungan dia tidak mengerti sebenarnya apa yang terjadi pada sahabat nya itu.

“apa kau akan pulang?” Riyeon bertanya saat Luhan akhirnya sadar dari lamunannya.

“ya tunggu aku..” Luhan berkata dan mereka langsung naik kedalam bus saat bus mereka akhirnya sampai.

Saat di busy Riyeon tidak berkata apapu dia mendengar mp 3 nya lagi dan mungkin dia tertidur karena kepalanya menyandar kejendela, Luhan hanya bisa memandangi sosok Riyeon dia tersenyum saat melihat Riyeon tersadar lagi dari tidurnya karena bus berbelok membuat kepalanya membentur kaca jendela cukup keras.

Riyeon kelihatan kesal dan diapun kembali bangun, Luhan ingin sekali mengobrol dengannya namun dia tahu Riyeon tidak akan menjawabnya.

“Kau boleh tidur dipundakku.” Luhan berkata dan Riyeon melirik kaget kearah Luhan.

“Apa?” Riyeon bertanya dan Luhan tersenyum, diamenarik kepala Riyeon agar bersandar I bahunya, Riyeon sedikit gugup namun dia akhirnya menurut.

“Tidurlah,aku bangunkan jika kita sudah sampai.” Luhan berkata dan dia menggengam tangan Riyeon, Riyeon mengangguk dan menutup matanya.

Luhan tersenyum sedikit setidaknya rasa rindunya pada Riyeon terbayarkan, walaupun Riyeon berubah namun cintanya pada sahabatnya itu tidak pernah berbah masih kuat seperti dulu.

~MyTeacherMyLove~

“Siwon Oppa..” Yoona menyentuh lengan Siwon saat dia sadar kalau temannya itu sedang melamun.

“Nde?” Siwon menjawab dan Yoona kelihatan kesal karena Siwon pasti tidak memperhatikan apa yang dia bicarakan lagi.

“Kau pasti memikirkan anak itu lagi?” Yoona bertanya dan Siwon langsung menggelengkan kepalanya.

“Tidak, aku hanya sedang mengingat materi kuliahku.” Siwon berbohong dan tersenyum kearah Yoona, Yoona menghela nafasnya dan berdiri dari duduknya karena dia harus mengajar sekarang.

“Ingat Siwon-ah..mengencani murid itu dilarang di universitas ini.” Yoona berkata dan keluar dari ruang dosen.

Siwon hanya diam, dia menghela nafasnya entah kenapa belakangan ini dia tidak bisa menyembunyikan perasaannya pada Riyeon. Siwon bukanlah tipe lelaki yang mudah jatuh cinta namun dengan Riyeon, semuanya berbeda dia langsung menyukai gadis itu setelah mereka mengobrol.

Siwon mengambil tasnya dan pergi keluar dari ruang dosen, dia sudah mengajar tadi pagi jadi dia tidak ada kegiatan lagi di kampus.

Siwon tersenyum saat dia melihat mahasiswa membungkuk kearahnya hormat, siwon cukup terkenal di kampus karena dia masih muda dan tampan.

“Sudah mau pulang?”

Mendengar suara itu Siwon melirik dan mendapati Riyeon menyandari di tembok dekat mading kampus, dia masih menggunakan headsetnya.

“Ya,apa kau juga harus pulang?” Siwon bertanya dan Riyeon menggelengkan kepalanya.

“Aku menunggu Luhan dan Sulli.” Riyeon menjawab dengan cuek, Siwon mengangguk dia tahu Luhan dan Sulli kedua remaja itu teman dekat Riyeon.

“Baiklah,hati-hati di jalan.” Siwon berkata dia hendak menyentuh kepa Riyeon namun dia mengurungkan niatnya, dia tahu kalau Riyeon tidak suka jika Siwon bersikap perhatian padanya didepan umum.

“Aku pulang..” Siwon berkata dan langsung pergi keluar dari kampus.

Riyeon menatap kearah punggung Siwon,entah kenapa dia merasa sangat kecewa saat Siwon mengurungkan niatnya untuk menyentuh kepalanya. Riyeon menghela nafas sebenarnya dia juga rindu dengan sentuhan lembut Siwon, apalagi sekarang kuliah siwon dipindahkan menjadi pagi hari jadi mereka tidak bisa makan siang bersama.

“Riyeon,kebetulan kita bertemu disini.” Suara seorang lelaki mengagetkan Riyeon, Riyeon melirik dan mendapati Myungsoo berdiri didepannya.

“Mau apa kau?” Riyeon bertanya dan memutar matanya.

“Aku hanya menyapa,apa salah kalau aku menyapa teman lama?” Myungsoo berkata, Riyeon bisa melihat lelaki itu menenteng gitarnya Riyeon masih ingat kalau dulu dia dan Myungsoo sering bernyanyi bersama.

“Kita bukan teman lagi sekarang, jadi sebaiknya kau berhenti mengangguku.” Riyeon berkata dia berjalan keluar menuju parkiran kampus.

“Riyeon!Riyeon tunggu..” Myungsoo memanggil namun Riyeon mengacuhkan panggilan Myungsoo.

Siwon yang sedang membuka kunci mobilnya melirik kebelakang saat dia mendengar nama Riyeon dipanggil,dia bisa melihat Riyeon berjalan menjauh dari Myungsoo sedangkan Myungsoo mencoba menyentuh lengan Riyeon.

“Tinggalkan aku!” Riyeon membentak namun akhirnya Myungsoo berhasil menarik lengan Riyeon membuat Riyeon berhenti melangkah, Riyeon kaget dan menatap kearah Myungsoo dengan mata lebarnya.

“Bisakah kau mendengarkanku sebentar saja?” Myungsoo marah dan Riyeon berontak mencoba melepaskan genggaman Myungsoo.

“Lepaskan! Aku tidak inginberurusan lagi denganmu!” Riyeon berkata dan masih kesusahan untuk melepaskan tangan Myungsoo.

Siwon yang melihat itu langsung khawatir, dia berjalan kearah Riyeon dan melepaskan tangan Myungsoo dari Riyeon dengan paksa.

“Apa yang kau inginkan darinya?” Siwon bertanya membuat Myungsoo kaget, Myungsoo hanya diam dan akhirnya dia pergi meninggalkan Riyeon dengan Siwon.

“Kau tidak apa-apa?” Tanya Siwon, Riyeon hanya diam dan menyentuh lengannya.

“Apa lenganmu sakit?” Siwon bertanya lagi lalu dia menyentuh lengan Riyeon dengan lembut, Riyeon hanya diam dan tersenyum tipis.

“Sebaiknya kau menjauh dari Myungsoo,dia kelihatannya bukan anak yang baik-baik.” Siwon memperingati dan Riyeon mengangguk.

“Aku harus pergi, hati-hati lain kali.” Siwon berkata dan dia berbalik untuk pergi, namun siwon berhenti berjalan saat dia merasakan tarikan kecil di ujung baju kemejanya.

“J-Jangan pergi..” Riyeon bergumam,suara hampir terdengar seperti bisikan namun cukup jelas untuk siwon dengar.

“Kalau begitu ikut denganku.” Siwon berkata dia tersenyum kepada Riyeon dan Siwonpun membukakan pintu mobilnya untuk Riyeon.

Luhan yang melihat itu meremas buku yang dia bawa, dia benci kenapa dia harus selalu terlambat untuk menolong Riyeon? Dia menyesal karena dia tidak langsung berlari dan menyelamatkan Riyeon tadi.

“Choi siwon..sebenanya apa tujuanmu?” Luhan bergumam, dia menatap tajam kearah mobil Siwon yang sudah meluncur meninggalkan parkiran kampus entah kemana.

Riyeon memainkan jarinya dengan gugup entah kenapa dari tadi jantung nya berdetak snagat kencang, apalagi saat dia melihat kalau Siwon sekarang ada disisinya menyentir dengan tenang entah kemana dia akan pergi.

“apa kau suka makanan Thailand?” Siwon tiba-tiba saja bertanya dan Riyeon sadar dari lamunannya.

“Aku tidak pernah mencobanya..” Riyeon menjawab.

“Hm..begitu ya, aku takut kau tidak suka bagaimana kalau kita pergi membeli pizza saja?” Siwon mengusulkan dan Riyeon mengangguk.

“hm..aku sudah lama tidak makan pizza,aku selalu merasa kesepian jika kau makan pizza sendirian.” Siwon mengungkapkan, dia mencoba untuk mencari topik pembicaraan.

“aku juga…aku biasanya memakan pizza dengan Luhan dan Sulli.” Riyeon menjawab.

“Kau pasti dekat dengan Luhan dan Sulli ya?aku sering melihatmu berjalan dengan mereka.”

“Ya,mereka sahabatku dari kecil.” Riyeon menjawab,dia melirik kearah jendela mobil,matanya melebar saat dia melihat sesuatu.

“Sosaengnim bisakah kau berhenti disini?” Riyeon bertanya dan Siwon menghentikan laju mobilnya, Riyeon kelihatan senang sekali dia berlari keluar dari berjalan kearah gedung konser yang kebetulan mereka lewati.

“Avril! Ah..kenapa aku tidak tahu dia akan mengadakan konser disini?” Riyeon bergumam dan Siwon yang mendengar gumaman Riyeon tersenyum.

Dia baru tahu kalau Riyeon menyukai Avril lavigne, mungkin Siwon bisa membeli tiket konser untuk Riyeon nanti.

“Kau suka Avril?” Siwon bertanya dan Riyeon mengangguk.

“Aku suka dia semenjak albumnya yang berjudul the best damn thing.” Riyeon mengungkapkan dia menatap lurus kearah poster konser Avril dengan penuh kekaguman.

“Aku ingin sekali pergi kekonsernya,tapi aku tidak tahu kalau aku punya waktu dan membeli tiketnya.” Riyeon sedikit sedih sekarang, Siwon menghela nafasnya.

“Bagaimana kalau aku mebelikanmu tiket konser?” Siwon menawarkan dan Riyeon kelihatannya senang.

“Tapi aku tidak menerimanya Soensaengnim,tiket konserkan mahal sekali..” Ucap Riyeon,dia kelihatan sedih.

“Tidak udah khawatir,kau bisa membayarnya dengan membelikanku roti bagel setiap hari.” Siwon berkata dan Riyeon mengangguk.

“Benarkah?terimakasih Soensaengnim.” Riyeon berkata dia tersenyum, Siwon suka seklai jika dia melihat Riyeon tersenyum cerah seperti itu.

~MyTeacherMyLove~

Riyeon membuka pintu rumahnya dan melepaskan sepatunya, dia merasa aneh kenapa semua lampu rumahnya sudah dihidupkan? Padahal diakan baru pulang sedangkan kedua orangtuanya sedang pergi keluar negeri untuk bekerja.

“Kau baru pulang.” Luhan berkata, dia duduk di kursi ruang tengah rumah Riyeon sambil melipatkan tangannya.

“Maaf tadi aku jalan-jalan dulu sebentar,aku tidak tahu kau akan datang kerumahku.” Ucap Riyeon,dia langsung masuk kekamarnya mengacuhkan Luhan yang kelihatan marah.

“Kau pergi dengan professor Siwon,kemana kalian pergi?” Luhan bertanya, dia mulai kedengaran seperti seorang pacar yang cemburu.

“Bukan urusanmu.” Riyeon berkata dan membuka jaketnya lalu berjalan kekamar mandi.

“Kau ini kenapa sih? Kau selalu seperti itu..apa kau marah padaku?” Luhan bertanya, dia merasa kalau hubungannya dengan Riyeon berubah dia merasa kalau mereka bukanlah lagi sahabat.

“Luhan..aku lelah ok?aku ingin tidur.” Riyeon berkata dia keluar dari kamar mandi.

“Apa kau dan Siwon Soensaengnim berkencan?” Luhan bertanya dan Riyeon kelihatan marah.

“Tidak luhan! aku dan dia hanya dekat, setidaknya dia membiarkanku tidur saat aku lelah.” Riyeon berkata dan berbaring diranjangnya membelakangi Luhan.

Luhan hanya diam dan menghela nafasnya, dia sebenarnya hanya khawatir pada sahabatnya dia juga sebenarnya cemburu pada siwon. Karena Siwon sudah merebut sahabatnya dari sisinya sekarang Riyeon lebih dekat dengan Siwon dibandingkan dengannya, bahkan hanya Siwonlah yang sering melihat senyum Riyeon yang sudah lama tidak dia lihat.

Luhan tidak mengerti kenapa Riyeon menjauhkan dirinya sendiri dari Luha,padahal mereka sudah bersahabat lama sekali tapi sekarang dia merasa kalau Riyeon dan dirinya hanyalah orang asing yang saling mengenal.

Tidak ada kata curhat lagi yang selalu mereka lakukan saat dulu, Luhan bahkan tidak tahu siapa lelaki yang Riyeon sukai atau apakah makanan favort terbaru Riyeon atau mungkin barang yang diinginkan Riyeon untuk natal tahun ini.

“Maafkan aku…tidurlah,aku akan datang lagi besok.” Luhan berkata dan dia menutup pintu kamar Riyeon.

Tanpa Luhan sadari Riyeon mengusap airmatanya, entah mengapa dia merasa sedih karena Luhan hanya mengatakan itu Luhan sudah berubah sekarang. Luhan tidak pernah menanyakan bagaimana kabarnya hari ini, dia malah menuduh Riyeon berkencan dengan Siwon dan marah-marah.

Myungsoo memainkan gitarnya, dia melirik kesekitar kamarnya yang sepi dia bahkan bia mendnegar suara jam dinding berdenting lemah. Myungsoo mengodok saku celananya, dia menatap kearah dua tiket konser avril yang hendak dia berikan pada Riyeon tadi siang, Myungsoo meremas tiket konser itu dan melemparnya.

“Aisssh! Riyeon kenapa kau snagat keras kepala?!” Myungsoo membentak, Myungsoo menyenth dahinya rasanya kepalanya akan pecah jika dia terus memikirkan Riyeon.

[Flashback]

Myungsoo tersenyum saat dia melihat Riyeon memakan es krimnya, Riyeon bahkan tidak menyadari kalau dari tadi Myungsoo menatapinya Riyeon pasti sangat menyukai es krim yang dia belikan untuknya.

“Myungsoo-ya…” Riyeon memanggil dan Myungsoo sadar dari lamunannya.

“Nde?” Myungsoo menjawab.

Riyeon mendekat dan diapun mencium pipi Myungsoo sebentar, Myungsoo kelihatan kaget dan dia menyentuh pipi kanannya lalu tersenyum malu-malu.

“Terimakasih sudah membelikanku es krim.” Riyeon berkata dengan senyum lebarnya, pipi Myungsoo langsung memerah.

“Sama-sama,aku hanya kebetulan lewat saja..” Myungsoo berkata dan dia menggapai tangan Riyeon untuk dia genggam.

Riyeon menggengam tangan Myungsoo juga mereka sudah biasa menggengam tangan satu sama lain, kebiasaan itu sudah mereka lakukan semenjak mereka jadian dan sampai sekarangpun mereka masih melakukannya.

“Aku dengar kau akan mengikuti audisi band?” Riyeon memulai.

“Ya,aku harap aku bisa menjadi guitarist mereka band ini bagus sekali.” Myungsoo berkata dan Riyeon menggangguk penuh pengertian.

“Aku selalu mendoakan mu..” Riyeon berkata dan Myungsoo tersenyu, tangannya menyelipkan poni Riyeon ketelinga gadis itu.

“Aku dengar Sumin memanggilmu lagi..” Myungsoo berkata dan mata Riyeon melebar, dia langsung melepaskan genggaman tanagnnya dari Myungsoo.

“Kali ini..apa yang dia katakan?” Myungsoo bertanya dan Ekspressi Riyeon langsung berubah menjadi takut dan khawatir.

“Bukan apa-apa Sumin Eonni hanya bertanya bagaimana kabarmu.” Riyeon menjawab namun Myungsoo tidak percaya.

“Jangan bohong padaku.” Kata Myungsoo dia menyentuh pergelangan tangan Riyeon, dia bisa melihat bekas cakaran yang dalam di kulit pergelangan tangan Riyeon.

“Dia melukaimu lagi?” Myungsoo mengangkat lengan baju Riyeon dan dia melihat memar yang banyak dan cakaran lainnya.

Myungsoo marah seklai, beraninya mereka menyakiti kekasihnya mereka harus diberi pelajaran Myungsoo menarik Riyeon dan memeluknya dengan erat. Riyeon menangis sata Myungsoo memeluknya, Riyeon melingkarkan tangannya di leher Myungsoo dan menangis di ceruk lehernya.

“M-maafkan aku..aku tidak berani mengatakan nya padamu.” Riyeon berkata ditengah tangis dan Myungsoo menghela nafasnya.

“Lainkali katakan padaku yang sejujurnya,aku akan memberikan mereka pelajaran.” Myungsoo berkata dan dia melepaskan pelukannya.

Myungsoo memberikan senyuman lemahnya pada Riyeon, dia menghapus airmata Riyeon dnegan kedua jempolnya.

“Apapun yang terjadi,aku akan melindungimu.” Myungsoo berkata dan diapun menarik riyeon untuk mencium gadis itu.

Riyeon menutup matanya dan membiarkan Myungsoo mencium bibirnya dengan lembut namun tegas, Tangan Riyeon menyentuh dada Myungsoo dan merekapun melepaskan ciuman mereka setelah beberapa menit lalu tersenyum bahagia.

[end of flashback]

~MyTeacherMyLove~

“Soensaengnim!” Riyeon memanggil saat dia melihat Siwon sedang duduk di taman belakang kampus, seperti biasa gurunya itu sedang membaca buku teori ekonomi yang sangat tebal, entah kappa Siwon bisa menyelesaikan buku itu.

“Riyeon,kau cepat.” Siwon berkata dan Riyeon tersenyum, Riyeon memberikan Siwon roti bagelnya.

“Thank’s.” Siwon berkata dan dia mengodok saku kemejanya lalu memberika 2 tiket konser avril lavigne pada Riyeon.

“Kenapa dua?” Riyeon bertanya kebingungan.

“Oh ayolah..jangan bilang kau akan datang ke konser itu sendirian.” Siwon berkata dan melahap roti bagelnya.

“Kau benar soesangnim,tapi.. aku harus pergi dengan siapa?”Riyeon berpiir, nama luhan dan Sulli langsung muncul dikepalanya namun dia langsung menggelengkan kepalanya.

Pertama karena Luhan dan dia kemarin bertengkar dan Luhan belum meminta maaf padanya sampai hari ini,kedua Sulli tidak suka musik Avril dia lebih suka band-band seperti simple plan atau Nickleback.

“Soesangnim,bagamana kalau kau ikut denganku?” Riyeon menawarkan dan Siwon hampir saja tersedak roti yang sedang dia kunyah.

“MWO? Tidak..aku tidak suka konser.” Siwon berkata dan Riyeon memajukan bibirnya.

“Ah.,,soesangnim,jebal!” Riyeon memohon pada siwon sambil memasang puppy eye nya yang paling lucu berharap kalau Siwon akan luluh.

“Tidak Riyeon,bagaimana kalau ada mahasiswa lain yang melihatku?” Siwon bertanya.

“Tinggal pakai kacamata dan topi saja,aku akan membawanya untuk.” Riyeon berkata dan Siwonpun kalah, dia menghele nafasnya.

“Baiklah,aku ikut denganmu.” Siwon berkata dan Riyeon tersenyum lebar.

“Asa! Kalau begitu besok kita bertemu di gedung konser saja ok?” Riyeon mengusulkan dan Siwon menggelengkan kepalanya.

“Tidak,aku jemput kau berbahaya untuk sorang gadis datang ke gedung konser sendirian.” Siwon berkata dan Riyeon mengangguk.

Riyeon melirik kearah jam tangannya dan dia sudah telat untuk kelas siangnya,dia berdiri dan siwon melirik kearahnya.

“Kau mau kemana?” Tanya Siwon.

“Aku harus pergi ke kelas.” Riyeon berkata dan pergi.

Riyeon berjalan sendirian di koridor kampus, tidak ada banyak mahasiswa yang ada di koridor mungkin mereka sudah selesai menghadiri kelas pagi dan pulang. Riyeon sangat tidak suka kelas siang karena dia akan merasa malas dan emngantuk, tapi bagaimana lagi professor Song lebih suka mengajar pada siang hari jadi mau tidak mau dia harus menurutinya juga.

Saat Riyeon menaiki tangga untuk kelantai dua dia di cegat oleh Myungsoo, Myungsoo memalangkan kakinya ditembok tangga sehingga Riyeon tidak bisa lewat.

“Kau mau apa?” Tanya Riyeon malas, dia tidak punya waku untuk berurusan dengan Myungsoo.

“Kemarin aku mau memberikanmu hadiah tapi kau malah marah-marah, sebaiknya dengarkan dulu aku.” Myungsoo berkata, dia mengodok saku jeansnya dan menunjukan dua tiket konser pada Riyeon.

“Maukah kau datang kekonser Avril denganku?” Tanya Myungsoo dan Riyeon menepis tangan Myungsoo.

“Oh maaf aku sudah punya tiketnya,jadi tolong tak usah datang repot-repot menawarkannya padaku.” Riyeon berkata dan berjalan menjauh dari Myungsoo.

Myungsoo menarik lengan Riyeon.

“Dari siapa?kau akan pergi dengan siapa?” Tanya Myungsoo.

“Bukan urusanmu,lepaskan aku…aku harus pergi kekelas.” Riyeon berkata.

Myungsoo hanya diam, dia menatap kearah Riyeon dan Riyeon bisa melihat airmata mengumpul di sudut mata Myungsoo.

Argghh sial! Aku pasti sudah terlalu kasar…

“Myungsoo..maafkan aku ok?aku tidak bisa berurusan dneganmu lagi.” Riyeon berkata dan dia dengan lembut melepaskan tangannya dari tangan Myungsoo.

“K-kenapa?apa kau membenciku sekarang?” Myungsoo bertanya, suaranya gemetaran.

“Myungsoo! Aku tidak pernah membencimu,tapi semua ini terlalu berat untukku..aku mohon jangan berikan aku kesulitan.” Riyeon berkata.

“Kitakan sudah bukan muris SMA lagi,kenapa kau masih takut? Mereka tidak akan pernah menyakitimu lagi.” Myungsoo mengungkapkan.

“Myungsoo..bukan itu masalahnya.” Riyeon mengungkapkan dan Myungsoo menatap kearah Riyeon.

“Lalu apa?” Myungsoo bertanya,dia menelan ludahnya tenggorokannya terasa sakit karena dia menahan tangisnya.

“Aku tidak ingin terus terjebak dalam masa lalu.” Riyeon memulai.

“Kau adalah masa laluku Myungsoo,kau memiliki banyak kenangan denganku yang bisa memberi efek yang besar untuk kehidupanku.” Riyeon melanjutkan dia menghela nafasnya dan menahan airmatanya,bibirnya gemetaran ia tidak tahu kalau dia sanggup melanjutkan perkataannya.

Siwon yang baru saja selesai membaca bukunya pergi kelantai dua dia hendak mengambil tasnya dan pergi mengajar untuk kelas lain, namun dia berhenti berjalan saat dia melihat Myungsoo dan Riyeon sedang berbicara.

Myungsoo hanya diam menatap kearah Riyeon namun Siwon tidak bisa melihat wajah Riyeon karena Riyeon membelakanginya, Siwon sangat khawatir saat dia melihat Riyeon berurusan dengan Myungsoo lagi megingat tempo hari Riyeon kelihatannya tidak senang sata bertemu pemuda itu.

Siwon memutuskan untuk menguping,dia tahu perbuatannya salah namun dia snagat penasaran. Sebenarnya apa hubungan Myungsoo dengan Riyeon? Dia ingin tahu.

“Kita tidak bisa seperti dulu lagi Myungsoo-ya,aku mohon sebaiknya kita lupakan semuanya.” Riyeon berkata, dia menyeka airmatanya dan Myungsoo masih diam tidak berkutik dia tidak percaya dengan apa yang Riyeon katakan.

“Maafkan aku,aku tidak bisa menerima cintamu..kau terlalu baik untukku.” Riyeon berkata.

“Apa aku tidak punya kesempatan?” Myungsoo berkata dia menarik Riyeon, namun Riyeon menolak.

“Aku mohon Myungsoo-ya, jangan buat semuanya semakin berat untuk kita berdua.” Riyeon berkata namun Myungsoo menggengam kuat lengan Riyeon.

“Kenapa? Apa kau tidak mencintaiku lagi? Aku tahu kau masih menyukaiku kan?aku tahu itu Riyeon..kau bohong.” Myungsoo berkata namun Riyeon hanya diam, dia mencoba melepaskan gengaman Myungsoo namun Myungsoo terlalu kuat.

Siwon yang melihat itu langsung berjalan kearah Myungsoo dan Riyeon, dia langsung memisahkan kedua remaja itu dan menghalangi Riyeon dari Myungsoo.

“JANGAN IKUT CAMPUR!” Myungsoo membentak dan Siwon tetap diam di tempatnya,melindungi Riyeon dari Myungsoo yang mengamuk.

“Kau sedang emosi Myungsoo,sebaiknya kau pergi dan tenangkan pikiran mu.”Siwon berkata.

“Ini semua bukan urusanmu,kenapa kau peduli?! Pergilah,bukankah kau masih punya pekerjaanyang lebih penting?!” Myungsoo membentak.

“Riyeon juga penting bagiku,aku harus melindunginya.” Siwon berkata, dan Riyeon menunduk bersembunyi dipunggung Siwon.

“Oh..aku tahu sekarang,kau menyukai Riyeon,iyakan?” Myungsoo bertanya,dia menarik kerah kemeja Siwon.

“Myungsoo,bukankah tidak sopan untuk memeprlakukan Dosenmu sepertinya ini?aku bisa melaporkanmu.” Siwon mengancam namun Myungsoo menyeringai.

“Laporkan saja,aku tidak takut.” Myungsoo menantang, Siwon sudah mengepalkan tangannya hendak memukul Myungsoo namun dia merasakan tangan Riyeon menyentuh kepalan tangannya.

“Soensaengnim,sebaiknya kita pergi.” Riyeon berkata dan melihat Riyeon yang menangis, Siwonpun mengangguk.

“Sebaiknya kau jangan berdekatan dengan Riyeon.” Siwon berkata dan Myungsoo hanya diam.

Siwon dan Riyonpun pergi meninggalkan Myungsoo namun saat Riyeon hendak masuk kedalam kelasnya Siwon menarik Riyeon untuk keluar bersamanya, Riyueon kebingungan namun dia menurut juga.

~MyTeacherMyLove~

Siwon menghentikan mobilnya disebuah danau yang yang sepi, Siwon turun dari mobilnya dan berjalan menuju sisi danau dia menghela nafasnya mencoba menenangkan dirinya sendiri.

Dia ingin sekali menanyakan seribu pertanyaan pada Riyeon namun dia tidak bisa, dia hanya bisa menahannya membiarkan pertanyaan itu terkumpul dibatinnya.

“Kau tidak pernah mengatakan kalau Myungsoo mantan pacarmu.” Siwon berkata.

“Kau tidak pernah menanyakannya padaku sonsaengnim.” Riyeon menjawab dan dia mendekat kearah Siwon.

“Bukankah kita dekat?” Siwon bertanya dan menatap kearah Riyeon, Riyeong mengangguk.

“Sebenarnya,aku siapa untukmu?” Siwon bertanya,bagi Siwon Riyeon adalah seseorang yang snagat penting karena hanya gadis itulah yang selalu menemaninya.

Siwon bukanlah tipe orang yang mudah didekati,bahkan dia tidak memiliki banyak teman mungkin banyak orang yang mendekatinya dan ingin menjadi temannya namun Siwon sangat pemilih jika berkaitan dengan orang yang dia akan ajak bersosialisasi.

Namun entah kenapa saat Riyeon datang, Siwon bahkan tidak berpikir dua kali dengan mudahnya dia mengijinkan Riyeon untuk dtaang di kehidupannya membiarkan gadis itu tahu segala hal tentang nya bahkan hobinya.

‘Sonsaengnim,maafkan aku..jangan marah padaku aku mohon..” Riyeon berkata dia menarik ujung jas Siwon dan meremasnya, Siwon tidak bisa menahan senyumnya.

Riyeon selalu seperti itu, dia pasti menarik ujung baju Siwon saat dia membutuhkan Siwon entah darimana kebiasaan itu datang namun Siwon nyaman dengan gesture itu.

“Riyeon…aku bertanya sekali lagi,seiapakah aku untuk mu?” Siwon berbalik dan menatap kearah Riyeon.

“K-kau..kau sangat penting bagiku,Sonsaengnim kau selalu ada disaat aku bersedih dan saat aku senang.” Riyeon memulai.

“Tapi aku takut..” Riyeon berkata dan Siwon menyentuh bahu Riyeon.

“Takut kenapa?” Taya Siwon.

“Aku takut jika perasaanku padamu lebih dari sekedar murid biasa.” Riyeon berkata dan dia menunduk menyembunyikan pipinya yang merah.

Siwon tersenyum, Riyeon lucu sekali saat dia kebingungan.

“Apa aku menyukaiku?” Siwon menebak dan Riyeon hanya diam.

Siwon menyentuh kedua sisi wajah Riyeon dan mengangkat wajah Riyeon sehingga mereka saling menatap.

“Aku menyukaimu Shin Riyeon,apakah kau menyukaiku juga?” Siwon bertanya dan mata Riyeon melebar.

“S-sonsaengnim..” Riyeon kelihatan kaget.

“Apa kau menyukaiku?” Siwon bertanya lagi dan Riyeonpun tersenyum lalu mengangguk.

“Nde..sangat menyukai mu.” Riyeon berkata dan Siwon tersenyum lalau memeluk Riyeon.

“Terimakasih Riyeon..” Siwon berkata dan dia melepaskan pelukannya.

Siwon mendekat kearah Riyeon, Riyeon menutup matanya membiarkan bibir mereka bertemu saat Riyeon merasakan sensasi hangat menyentuh bibirnya dia melingkarkan tangannya di leher Siwon.

Siwon menarik Riyeon mendekat dan bibir merekapun bertautan dalam ritme yang lembut namun penuh dengan hasrat, Riyeon tidak bisa berhenti tersenyum dalam ciuman mereka dia terlalu bahagia untuk meresapi perasaannya sekarang.

Siwon melepaskan ciumannya dan ikut tersenyum, dia menyeka airmata Riyeon dan mengelus pipi Riyeon dengan lembut.

“Lain kali jika kau bertemu dengan Myungsoo,katakan padanya kalau kau milikku sekarang.” Siwon berkata dan Riyeon mengangguk.

~The end~

 Don’Forget the comment 😀

Love,Seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

11 thoughts on “My Teacher,My Love

  1. Aaa~~ keren thor >.<
    pas baca aja senyum-senyum gaje saia xD
    bayangin kalo ntuh beneran~
    KEREN abis dahh ^^b

    gomapta udah dibuatin ;^)

      1. Iya thor, boleh kali sequel *kedip*
        trus, tambahin biar cinta segitiganya lebih kerasa, aura persaingan gitu xD

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s