Posted in FanFiction (semua umur)

Girl Next Door

Title: Girl Next Door

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Sung Hyena
  • Lee Chanhee (Chunji,TeenTop)
  • Jung Daehyun (B.A.P)

Genre : Romance, Fluff And Comedy

Length :Oneshoot

Rating : Teens 15+

Author Note: Hello.verybody, seven mau mempersembahkan Ff oneshoot lagi makasih buat @Ayyu_Pertiwii karena udah request gak jamin Ff nya lucu tapi silahkan di baca aja, Enjoy..

~Girl Next Door~

~Chunji POV~

Masih segar didalam pikiranku saat aku pertama pindah kegedung apartemen ini,namun yang membuat hari itu sangat berkesan bukan karena aku harus mengangkat 30 dus lebih kelantai atas atau saat Byunghun mengerjai niel tapi karena pertemuanku yang aneh dengan seorang wanita.

13 november aku mengingat tanggalnya, wanita yang aku temui itu berlari dengan cepat seakan dia di kejar oleh setan atau semacamnya bahkan rambut panjang hitamnya harus berantakan karena dia mungkin lupa untuk menyisir.

“Ah..permisi!permisi!” Wanita itu berkata padaku saat aku mendekat kearahnya dengan dua dus besar di kedua tanganku.

Wanita itu sangat menyebalkan dia bahkan mendorongku sehingga aku jatuh dan dus yang aku bawapun menimpa tubuh kecilku,aku mengerang dan segera mengambil kedua dus besar yang berisi baju-bajuku.

“Aissshh dasar wanita menyebalkan.” Aku mengutuk dan langsung masuk kedalam apartemenku waktu itu.

Tak pernah aku mengira kalau dua hari setelah pertemuan pertama yang meninggalkan kesan buruk itu akan membuahkan sebuah pertemanan yang akrab antara aku dan Wanita itu, siapa yang menyangka kan? Kehidupan itu penuh misteri dan kejutan kau tidak akan tahu apa yang akan terjadi besok dan seterusnya.

“Oh kau jadi tetangga baruku?” Wanita itu bertanya saat kami berdua menghadiri acara rapat para penghuni di apartemen yang dia adakan oleh pemilik gedung apartemen Cho Kyuhyun.

“Nde,Lee Chanhee imnida.” Aku memperkenalkan diriku dan wanita itu tersenyum.

“Sung Hyena.” Wanita itu menjawab dan kami berdua saling berjabat tangan.

Mulai hari itu aku menyadari betapa menganggumkan nya Hyena, dia adalah editor utama di koran harian Korea dia sudah bekerja di berbagai perusahaan penerbitan dan tinggal di beberapa negara asing namun saat ini dia di tugaskan di korea.

Entah sejak kapan aku mulai menyukainya, namun setiap aku bangun pagi aku pasti langsung membuka jendelaku dan aku bisa melihat Hyena. Terimakasih kepada bangunan gedung apartemenku yang berbentul L besar aku bisa melihat Hyena langsung dari jendelaku, aku bahkan sudah tahu rutinitas sehari-hari wanita muda itu.

Seperti sekarang, hari ini adalah hari senin hari dimana dia akan sibuk dan dia akan bermalas-malasan untuk pergi ke kantor. Dia pasti akan memasak pancake sambil menonton Tv dia akan mengambil korannya yang ada di luar lalu dia akan pergi mandi, Aku harus menunggu sekitar 10 menit untuk melihatnya kembali datang sudah memakai baju kantor dan berdandan.

Hyena memiliki kebiasaan untuk meminum susu pada pagi hari itu bagus daripada dia suka kopi, kopi tidak terlalu baik untuk kesehatan setelah sarapan dia pasti akan membereskan apartemennya atau membawa baju-baju kotornya ke laundry.

Tepat pada pukul 8 dia akan keluar dari apartemennya, dan aku pasti langsung berlari keluar dari apartemenku berpura-pura untuk Joging dan akan menunggu didekat halte bus seperti biasanya.

Hari ini Hyena kelihatan sangat rapih bahkan rambutnya di ikat kebelakang tidak seperti biasanya, apakah dia akan pergi meeting?

Aku berhenti memperhatikan Hyena saat aku melihat Hyena mendekat kearahku,aku berpura-pura sudah berlari dan kecapean lalu berhenti didekatnya, Seperti biasa Hyena tersenyum kearah dan menyapaku.

“Ah Chunji oppa kau jogging lagi?” Hyena menyapaku denga senyum manisnya.

“Nde..apa kau buru-buru?” Aku bertanya dan Hyena menggelengkan kepalanya.

“Tidak,hari ini hari senin jadi aku pulang sore.” Hyena menjawab.

“Kalau begitu bagaimana kalau kita ke starbuck bersama-sama?” Aku menawarkan dan tentu saja Hyena akan menyetujuinya, dia selalu membeli minuman teh hijau yang ada di starbuck dia bilang teh hijau membantu nya untuk rileks dan berpikir jernih.

“Baiklah,ayo.” Hyena menyetujui dan aku dengan senang nya berjalan di sampingnya.

“Bagaimana pekerjaanmu?kapan comebackmu?” Tanya Hyena saat kami berdua berjalan menuju starbuck yang berjarak cukup jauh dari gedung apartemen kami.

“Mungkin beberapa bulan lagi,mereka masih membuat lagu-lagu nya.” Aku menjawab dan Hyena mengangguk.

“Pasti senang ya menjadi selebriti?kau pasti bertemu banyak orang terkenal.” Hyena berkata dan aku hanya tersenyum tipis,kau tidak tahu Hyena menjadi seorang idola itu butuh banyak pengorbanan dan tenaga.

“Oh iya,aku sudah membaca artikel tentang groupku di Koranmu.” Aku mengungkapkan dan Hyena kelihatan terkejut.

“Kau membacanya?” Mata Hyena melebar seketika dan dia kelihatan malu karena kedua pipinya memerah.

“Tenang..aku suka dengan detailnya,aku rasa kau adalah jurnalis yang bagus.” Chunji memuji dan Hyena tersenyum malu-malu.

“Baguslah kalau kau menyukainya.” Hyena berkata.

“Oh ya,apa hari ini kau akan mengikuti kelas memasak lagi?” Aku mencari topik pembicaraan, sebenarnya Aku dan Hyena akrab karena sering bertemu saat kami sama-sama mengikuti kelas memasak yang selalu diadakan oleh istri Kyuhyun ahjusshi seohyun ahjumma.

“Ehm..mungkin, minggu ini aku akan sedikit sibuk.” Hyena mengungkapkan dan dia mengodok saku celana nya saat dia merasakan handphone nya bergetar.

“Sebentar.” Hyena berkata dan Aku mengangguk.

“Oppa,waeyo?” Hyena mengangkat teleponnya.

Aku yang berdiri tidak jauh dari Hyena tentu saja bisa mendengar Hyena, Mataku langsung melebar saat dia mendengar kata ‘Oppa’ keluar dari mulut Hyena Aku semakin penasaran dan mendekat untuk menguping pembicaraan Hyena dan ‘Oppa’ nya itu.

“Nde, aku baik-baik saja oppa.” Hyena berkata sambil mengangguk.

Aku tidak bisa mendengar apa yang lawan bicara Hyena katakan aku mengerang dan mencoba mendekat lagi.

“Apa?tapi oppa..aku tahu tapi kau tak usah melakukan itu!” Hyena sekarang terdengar kesal.

Aku mengerutkan keningku, apakah oppa yang Hyena panggil adalah Oppa pacarnya? Kenapa Aku tidak tahu?! Apakah Aku kurang memperhatikan Hyena sehingga Aku tidak menyadari kalau seorang lelaki selalu datang mengunjungi Hyena?

“Tidak oppa,kau pergi saja ketempat lain bagaimana kalau tempat Himchan oppa?” Hyena berkata dan dia mengigit bibirnya cemas.

“MWO?terserah,aku mau bekerja sebaiknya kita bahas ini nanti.” Hyena berkata dan menutup teleponnya.

“Chunji oppa??” Hyena memanggil dan aku langsung melirik kearah Hyena dan menemukan wanita itu menatapku aneh,sial! Aku kepergok.

“Maaf..” Aku bergumam sambil menggaruk kepalaku yang tidak gatal, entah kenapa sekarang aku menjadi canggung.

“Tidak apa-apa,sebaiknya kau tidak menguping pembicaraan orang.” Hyena kelihatan kesal dan aku ingin sekali memukul kepalaku sendiri dan berteriak bodoh.

Aku dan Hyenapun melanjutkan berjalan, dia kelihatan cantik dengan blazer hitam dan baju formalnya saat aku mendekat aku bisa mencium parfum yang wangi bunga. Aku suka sekali saat aku menghirup harum parfum Hyena, entah kenapa wanginya selalu berhasil membuatku senang dan tenang.

Saat kami berjalan tiba-tiba saja seorang anak kecil yang biasa bermain ditaman mendorongku dan akupun kehilangan keseimbanganku Hyena mencoba membantuku namun dia tidak bisa menahan berat badanku, aku menutup mataku dan aku bisa merasakan lututku membentur tanah.

Aku membuka mataku dan kaget saat aku melihat Hyena ada di bawahku dan dia juga kelihatannya sama kagetnya denganku, bibir kami hampir bersentuhan namun beruntung karena aku masih bisa menahan tubuh dengan kedua tanganku.

“Ya ampun! Maaf Hyena.” Aku langsung sadar dan berdiri begitu juga dengan Hyena.

“Er…aku rasa aku tidak usah ke starbuck hari ini.” Hyena berkata dan dia langsung meninggalkanku.

“T-tapi Hyena kau me—“ sebelum Aku bisa menamatkan kalimatku Hyena langsung pergi menuju halte bus dan meninggalkanku yang menatap kosong kearahnya.

Oh bagus Lee Chanhee sekarang Hyena akan membencimu, Aku melirik kearah sekumpulan anak kecil yang tadi menabrakku dan aku mengirimkan mereka tatapan tajamku yang menyeramkan membuat salah satu anak kecil menangis.

“Aishh!” Aku mengutuk dan pergi masuk kedalam gedung apartemen, percuma menjelaskan semuanya sekarang sebaiknya aku menjelaskan nanti kalau Hyena masuk kekelas memasak Seohyun ahjumma.

~GirlNextDoor~

“Baik apa semua orang sudah datang?” Seohyun ahjumma bertanya saat dia masuk kedalam ruang rapat atau lebih tepatnya ruang serba guna yang ada di lantai bawah bangunan apartemen.

Aku menghela nafasku saat aku melirik kearah kursi kosong didepanku, padahal biasanya disana selalu ada Hyena duduk dengan manis terkadang aku tak bisa melepaskan pandanganku darinya karena dia terlalu cantik.

“Chanhee-shi?” seseorang memanggilku dan aku segera mendongak.

“apa yang sedang kau pikirkan?” Seohyun ahjumma bertanya dan aku menggelengkan kepalaku malu karena hampir semua orang yang ada diruangan menatap kearahku dengan aneh.

“Apa kau sedang memikirkan Hyena?” Niel yang berdiri disampingku berbisik membuatku memukul lengannya dan dia hanya meringis.

“Oh ayolah dia selalu memikirkan Hyena.” Byunghun yang berdiri disamping kiriku ikut menggoda dan aku hanya memutar mataku malas sepertinya hari ini kelas memasak akan snagat membosankan.

“Chanhee-ah ~”

Mendengar seseorang memanggilku lagi aku melirik kebelakang dengan menemukan Sunny noona berdiri dibelakangku dengan senyumnya, Byunghun langsung tertawa saat dia melihat kalau Sunny mencoba menggodaku dengan mengedipkan matanya beberapa kali padaku.

Ughh kenapa dia tidak bisa meninggalkanku sendirian?!

“ya noona?” aku bertanya dan Sunny noona langsung mendekat kearahku.

“hm..hari inikan kita akan memasak ikan bisakah kau memotong ikanku?” Sunny noona bertanya dengan suaranya yang di ceprengkan membuat telingaku tiba-tiba saja sakit.

“Chanhee sebaiknya kau bantu Sunny noona aku dan niel akan pergi, bye!” Byunghun berkata dan langsung kabur menarik Niel keluar dari kelas.

“Aishh dasar pengkhianat!” aku mengutuk dan Sunny noona masih menatap kearahku penuh harap.

“Baiklah,ayo noona kita potong ikan itu.” Aku berkata dengan senyum canggungku, hari ini aku akan berpura-pura kalau ikan yang Sunny noona pegang adalah Byunghun dan Niel.

~Chunji Pov end~

Byunghun dan Niel tertawa saat dia melihat ekspressi pucat Chanhee,mereka benar-benar puas karena sudah mengerjai Chanhee merekapun memutuskan untuk pergi ke apartemen mereka masing-masing dilantai atas.

Sebenarnya Niel dan Byunghun tidak ada niat untu ikut kelas memasak Seohyun ahjumma hanya saja Chanhee memaksa mereka untuk masuk, Byunghun mengatakan kalau dia tidak butuh pelajaran memasak karena semua pacarnya pasti rela memasak untuknya.

Sedangkan Niel mengatakan kalau dia bisa menggoda semua teman wanitanya dengan aegyo nya untuk memasak untuknya,bagi kedua bujangan itu hidup memang simple dan tidak terlalu rumit tidak seperti Chanhee.

Chanhee adalah tipe lelaki yang serius, agak susah bergaul dan sangat canggung di tengah-tengah wanita, Chanhee bilang dia lebih baik bekerja keras daripada harus hidup dari uang yang diberikan oleh wanita untuknya.

Cukup bodoh Niel dan Byunghun mengatakan namun sebenarnya mereka sedikit iri karena Chanhee masih memiliki harga diri lelaki yang tinggi, Niel dan Byunghun  berjalan kearah lift namun mereka curiga saat dia melihat seorang lelaki tampan berdiri didepan gedung apartemen mereka.

“Hyung..siapa lelaki itu?” Niel bertanya.

“Hm..molla,dia terlihat asing.” Byunghun berkata dan dia mencoba memperhatikan wajah lelaki itu.

Lelaki itu tinggi dengan rambut pirang yang keputihan di potong pendek dengan rapih, dia membawa koper berwarna kuning. Lelaki itu memakai jaket putih dan celana jeans yang cukup ketat memperlihatkan kaki berototnya, dia sedang memainkan handphonenya mungkin mengetik sebuah pesan.

Lelaki itu mungkin merasa seseorang memperhatikannya dan diapun melirik secara tiba-tiba kearah Byunghun dan Niel yang memandanginya dari tadi, Byunghun dan Niel yang kaget langsung jatuh saat dia melihat lelaki itu menatap tajam kearahnya.

Byunghun dan Niel langsung memencet tombol lift dan masuk, mereka bahkan tidak kuat melihat tatapan tajam lelaki itu karena dia sangat menyeramkan padahal wajah cukup tampan.

“hiii… M-menyeramkan!” Niel berkata dia gemetaran saat dia mengingat tatapan tajam lelaki yang tadi dia temui.

“Siapa ya dia?kenapa dia menunggu didepan pintu gedung..” Byunghun berpikir, dia menyentuh dagu berpose seperti patung-patung tua yang ada di Yunani.

“Mungkin dia tetangga baru kita.” Niel menebak dan Byunghun memukul kepala Niel dengan keras.

“Sok tahu!” Byunghun berkata namun mereka berpikir lagi sehingga keheningan menyelimuti mereka.

“Jangan bilang..” Byunghun tidak menamatkan kalimatnya.

“AAAAAAAKKKHHHH!!!” kedua pemuda itu berteriak histeris sambil memeluk satu sama lain, mereka berdua membayangkan kalau lelaki itu akan menjadi tetangga mereka dan mereka berdua harus menghadapinya setiap hari.

Daehyun yang mendengar sebuah jeritan langsung melirik kearah kanan dan kirinya namun dia tidak menemukan siapapun, Daehyun menghela nafasnya berdiri didepan gedung apartemen sendirian saja seperti ini sudah cukup canggung baginya.

Apalagi sepertinya dia mulai di curigai oleh penghuni apartemen itu karena dia tadi dia perhatikan seperti seorang kriminal oleh dua orang lelaki abal-abal yang tampang nya seperti anak SD yang kena penyakit epilepsi saat dia menatap kearah mereka.

Ditambah lagi sekarang sudah musim gugur udara di luar membuat dia hampir pingsan karena kedinginan, namun dia ragu untuk masuk apalagi setelah dia mendnegar jeritan mengerikan tadi dia merasa kalau gedung apartemen ini memiliki aura gelap yang menyeramkan.

Daehyun merasa risih juga karena sepertinya setiap wanita yang lewat kearahnya pasti memperhatikannya sambil tersenyum geli, Daehyun yang melamun kaget saat handphonenya tiba-tiba saja berdering membuatnya hampir menjatuh handphonenya.

Sh*bbal!” Daehyun mengutuk dan semua wanita yang berjalan melewatinya langsung menatap jijik kearahnya.

“YAH! Sung Hyena kau dimana?” Daehyun bertanya dan dia langsung membalikkan badannya bersembunyi dari tatapan sinis dari wanita yang tadi mendengar dia mengutuk kata kotor.

“Oppa,maaf aku sepetinya akan pulang terlambat ada rapat editor di kantorku bagaimana kalau kau masuk saja? Kau tahukan kode apartemenku?” Hyena berkata dia terdengar sangat kecewa.

“Baiklah,kapan kau pulang?” Daehyun bertanya dan dia melangkah masuk kedalam lobi gedung apartemen yang sepi.

“Hm..mungkin sekitar jam 5 sore.” Hyena menjawab dan Daehyun menghela nafasnya ini masih jam 2 siang itu artinya dia harus menunggu 3 jam.

“Baiklah,aku masuk duluan.”Daehyun berkata dan dia memijit tombol lift menunggu pintu lift untuk terbuka.

“Chanhee-ah~ tapi kenapa?apa kau tidak mau mencicipi makananku?” Tanya seorang wanita yang mengikuti seorang pemuda yang memakai kaos T-shirt berwarna hitam.

“Maaf Noona,aku benar-benar harus pergi.” Pemuda yang di panggil wanita itu Chanhee berkata dan langsung berdiri di samping Daehyun.

Saat pintu lift terbuka Daehyun dan Chanhee melangkah bersama membuat bahu mereka bersenggolan, Chanhee meminta maaf dan langsung menyuruh Daehyun untuk masuk duluan diapun memijit tombol lift nomor 5.

Chanhee mengerutkan keningnya, dia juga akan pergi kelantai lima tapi siapa dia? Wajahnya terlihat asing bagi Chanhee. Chanhee juga tidak pernah bertemu dengan lelaki yang satu ini, namun dilihat dari style nya lelaki ini cukup fashionable dan rapih.

“ehm..apa kau tinggal disini?” Chanhee mencoba membuat percakapan dan Daehyun melirik kearahnya, Chanhee langsung mundur saat dia melihat tatapan tajam Daehyun yang menyeramkan.

“Tidak,dan itu bukan urusanmu.” Daehyun menjawab singkat dan pintu liftpun terbuka, Daehyun keluar sambil menarik kopernya.

“Aish…kenapa sih dia marah-marah gak jelas kayak gitu?” Chanhee berkata dan dia pun berjalan kearah apartemennya namun dia kaget saat melihat Daehyun berjalan kearah apartemen Hyena.

Lelaki muda itu dengan santainya memasukan kode rumah Hyena dan masuk, Chanhee yang melihat itu langsung melebarkan matanya. Apa dia tidak sedang bermimpi? Kenapa lelaki itu tahu kode rumah Hyena? Apa jangan-jangan dia perampok?!

Chanhee langsung berjalan mendekat kearah pintu apartemen Hyena dia benar-benar penasaran siapa lelaki yang tadi dia temui itu?

Chanhee berpikir dan dia baru ingat kalau tadi pagi Hyena di telepon oleh seseorang yang Hyena panggil Oppa, apa jangan-jangan lelaki tadi adalah Oppa yang di maksud Hyena?

Chanheepun menghela nafasnya dia terlalu mengantuk untuk berpikir,sebaiknya dia tidur karena besok dia akan sibuk dan tak akan sempat mengamati Hyena ataupun lingkungan disekitarnya.

~Hyena Pov~

“Whoaamm..” Aku menguap saat aku turun dari bus, hari ini sangat melelahkan sekali apalagi sekarang aku harus berjalan beberapa blok menuju gedung apartemenku.

Aku berjalan juntai kearah apartemenku dan aku tersenyum saat aku melihat donghyun ahjusshi penjaga gerbang gedung apartemen membungkuk kearahku dan menyapaku, aku hanya ingin mandi lalu tidur saja.

Aku memijit tombol lift dan menunggu pintu lift terbuka, saat aku melirik kesampingku aku hampir terkena serangan jantung karena Sunny eonni tiba-tiba saja muncul dengan masker putih diwajahnya membuat dia mirip seperti kuntilanak. (emang ada kuntilanak di korea gitu?)

“Annyeoung Hyena-ah..” Sunny tersenyum tanpa dosan kearahku padahal dia hampir bikin aku pingsan tadi.

“E-eonni..apa yang kau lakukan malam-malam di lobi?” Tanyaku penasaran, apalagi Sunny eonni kelihatan memakai baju gaun malam seksinya apa dia tidak kedinginan? Inikan sudah mulai musim gugur.

“Aniyo..aku hanya lupa pisauku di ruang serba guna.” Sunny eonni mengacungkan pisau nya yang tajam kehadapanku membuatku mundur beberapa langkah karena takut.

“Oh..begitu ya.” Aku merespon seenak jidat, aku hanya ingin pulang kerumah.

Saat pintu lift terbuka aku dan Sunny eonnipun masuk kedalam lift,kami berdua tidak berbincang lagi setelah tadi. Aku lega karena aku tidak bisa memandangi wajah Sunny eonni yang di penuhi masker,setelah beberapa menit pintu lift terbuka aku pamitan dan keluar dari lift sedangkan Sunny eonni menekan nomor lantai yang lebih tinggi.

Aku mengetik password apartemenku dan masuk, saat aku masuk sudah ada sepasang sepatu sneaker menyapaku pasti itu sepatu Daehyun oppa. Aku masuk dan memanggil Daehyun oppa namun dia tidak menyahut, aku membuka pintu kamarku dan aku melihat dia sudah terbaring tidur diranjangku.

“Aisssh sekarang aku tidur dimana?!” Aku mengerang kesal.

“Oppa..”aku merengek dan duduk disamping sosok Daehyun oppa yang tertidur dengan nyamannya di kasurku,dasar oppa menyebalkan!

“Oppaa….” Aku menguncangkan tubuh Daehyun oppa dan dia malah menarik ku sehingga aku berbaring disampingnya.

“Berisik..” dia bergumam dan memelukku.

“AISHHH!!OPPA!!” aku berteriak dan menendang kaki Daehyun oppa membuat lelaki itu mengerang dan akhirnya bangun.

“Apa?kenapa sih kau selalu berisik?” Daehyun berkata dan mengucek matanya.

“Aku mau tidur kau tidur di sofa saja sana!” aku menendang bokongnya dan Daehyun oppa mengerang kesal, sepertinya dia masih mengantuk.

“hm..okay.” dia menjawab dengan suara seraknya.

Aku tersenyum dan pergi kekamar mandi untuk mandi, setelah selesai mandi aku mengganti bajuku dan menyisir rambut panjangku. Aku mengambil selimut dan bantal cadangan yang ku punya, aku mengintip keruang tamu dan melihat Daehyun oppa sudah terlelap tidur lagi.

“Aish..dasar tukang tidur.” Aku bergumam dan akupun menyelipkan bantal kebawah kepalanya dan menyelimutinya.

Kelihatannya Daehyun oppa lelah sekali dia bahkan tidak bereaksi saat aku mengangkat kepalanya dan menyelimutinya, aku menghela nafasku dan berjongkok disamping Daehyun oppa dia kelihatan tenang saat tidur.

Aku tersenyum sekilas dan kupengang hidung mancung Daehyun oppa, tanganku mengelus pipi mulusnya dan entah kenapa tanganku gatal sekali untuk menyentuh bibir merah Daehyun oppa.

“Selamat malam oppa.” Aku berbisik dan menyentuh pipi Daehyun oppa untuk terakhir kali lalu masuk kekamarku.

“Selamat malam juga,putriku..” Daehyun bergumam saat dia mendengar pintu kamar Hyena tertutup.

~GirlNextDoor~

Pagi-pagi sekali Chanhee sudah membuka jendelanya dia berharap kalau hari ini dia kembali bisa memperhatikan Hyena, namun matanya melebar saat dia melihat Daehyun membuka jendela apartemen Hyena dia kelihatan baru bangun tidur karena rambut nya sedikit acak-acakan dan dia memakai celana training juga kaos T-shirt abu-abu.

Chanhee langsung bersembunyi di samping tembok jendela nya, dia mencoba membuka tirai jendelanya sedikit dan mengintip lagi dia melihat Daehyun masuk kekamar mandi lalu Hyena keluar dengan baju formalnya.

Seperti biasa dia memasak pancake dan meminum susunya, dia bahkan menyiapkan sarapan untuk Daehyun. Entah kenapa saat dia melihat betapa senangnya Hyena saat dia menyiapkan sarapan untuk Daehyun, Hatinya bergemuruh sangat keras dia sangat marah bahkan dia mengepalkan tangannya.

“Siapa lelaki itu?!” Chanhee berkata dan diapun keluar dari apartemennya untuk Joging.

Chanhee berlari mengitari jogging track yang biasa dia lewati,dia masih marah dengan kehadiran lelaki yang tadi dia lihat di apartemen Hyena. Semua pertanyaan negative sudah mulai bermunculan di kepalanya, dia tidak bisa berhenti memikirkan hal-hal buruk yang mungkin saja terjadi.

Chanhee tersenyum saat dia melihat sosok Hyena keluar dari gedung apartemen dan seperti biasanya dia pasti akan berlari kesana dan menyapa Hyena, Hyena kelihatan kaget saat dia melihat Chanhee tiba-tiba saja berheni didepannya.

“Oh Chunji,selamat pagi.” Hyena berkata dan jantung berdetak lebih cepat saat dia melihat senyum Hyena yang manis.

“Selamat pagi.” Chanhee menjawab dan dia menghela nafasnya.

“Aku harus pergi, aku akan terlambat.” Hyena berkata namun sata dia melangkah bebeapa saat Chanhee langsung menarik tangan Hyena membuat Hyena melirik kearahnya.

“S-siapa lelaki yang ada di apartemenmu?” Chanhee bertanya dia terdenga sangat serius, bahkan dia menataplurus kearah Hyena membuat Hyena gugup selama mereka berteman dan berinteraksi Chanhee tidak pernah seserius ini.

“Er..eh dia Daehyun oppa, dia adala—“ sebeleum Hyena sempat menjawab dia melihat Daehyun keluar dari gedung apartemen.

Chanhee langsung melepaskan tangannya dari lengan Hyena.

“Hyena-ah,maaf lama tadi aku mencari kaos kakiku.” Daehyun berkata dan dia melingkarkan tangannya di bahu Hyena.

Daehyun melirik kearah Chanhee yang berdiri di depan Hyena dengan canggungnya, dia bahkan menatap tajam kearah tangan Daehyun yang melingkar di bahu Hyena.

“Oh siapa dia?apa dia temanmu?” Daehyun bertanya dan Hyena mengangguk.

“Kenalkan, ini Lee Chanhee namun aku dan teman-temannya memanggil dia Chunji.” Hyena mengenalkan dan Chanhee mengulurkan tangannya pada Daehyun.

“Senang bertemu denganmu.” Chanhee tersenyum, Daehyun menyambut uluran tangan Chanhee namun dia menggengamnya dengan kuat membuat Chanhee hampir berteriak karena sakit.

“Senang bertemu denganmu juga Chanhee,aku Jung Daehyun.” Daehyun berkata.

“Hyena,sebaiknya kau naik motorku saja aku antarkan kau ke kantor.” Daehyun berkata dan dia menarik Hyena menuju tempat parkir motor.

Hyena hanya tersenyum sekilas kearah Chanhee dan pergi bersama Daehyun, Chanhee hanya bisa memandangi Daehyun yang memasangkan helm motornya untuk Hyena. Chanhee kesal sekali dia mengepalkan tangannya kuat-kuat, dia bisa gila jika dia terus melihat Hyena dan Daehyun bermesraan.

Chanhee langsung berbalik dan msuk kedalam gedung apartemen dengan langkah kesal, Hyena yang melihat itu khawatir dia hendak mengikuti Chanhee namun Daehyun mencegahnya.

“Kau mau kemana?bukannya kau akan telat?” Daehyun bertanya dan Hyena menggelengkan kepalanya.

“Ayo pergi oppa.” Hyena berkata.

~GirlNextDoor~

“Jung Daehyun..” Byunghun berbisik kepada Niel saat Daehyun memperkenalkan dirinya didepan semua penghuni apartemen.

“Saya hanya akan bergabung kelas memasak ini jika sempat..mungkin hanya untuk beberapa minggu.” Daehyun berkata dan dia menunduk dengan hormat kepada semua penghuni apartemen yang mengikuti kelas memasak Seohyun ahjumma.

“Baiklah,semuanya ayo kita mulai pelajaran memasaknya.” Seohyun ahjumma berkata dan semua orang kembali ketempat dimana mereka memasak.

Hyena yang sekrang satu meja dengan Daehyun kelihatan sibuk memperhatikan instruksi dari seohyun ahjumma,hari ini masakan yang akan mereka buat adalah spaghetti dan sebagian orang sudah mulai lihat membuat adonan begitu juga dengan Hyena.

Chanhee tersenyum saat dia melihat Hyena yang sibuk membuat adonan untuk spaghetti nya bahkan wanita itu tidak menyadari kalau pipinya kotor terkena terigu,Chanhee ingin sekali berjalan kearah Hyena dan menyusut pipinya dengan tissue namun saat dia hendak mendekati Hyena Daehyun datang membuatnya mengurungkan niatnya.

Daehyun tersenyum kepada Hyena dan dia mengelap pipi Hyena dengan jempolnya, Hyena tersenyum bahkan Chanhee bisa membaca bibir Hyena yang mengatakn terimakasih kepada Daehyun semua ini benar-benar mulai membuat Chanhee kesal.

“Hyung..kau sedang apa?” Niel bertanya saat dia melihat Chanhee menatap tajam kearah Daehyun dan Hyena.

Byunghun menyenggol lengan Niel dan menunjuk kearah Hyena dan Daehyun yang sedang tertawa, Niel mengangguk-gangguk mengerti jelas sekali di wajah Chanhee kalau dia itu sangat cemburu.

“Hyung bagaimana kalau kita beri dia pelajaran?” Tanya Niel kepada Chanhee dan Byunghun, tentu saja si jahil Byunghun mengangguk antusias.

“Apa yang akan kalian lakukan?” tanya Chanhee.

“Lihat saja hyung..” Niel berkata dan dia langsung mengambil botol kecil yang berisi gula putih.

“Wah..Daehyun-shi,saos spaghetti mu kelihatan enak.” Niel berkata saat Daehyun memanaskan saos spaghettinya.

“Ini semua bukan apa-apa,apa kalian sudah selesai memasak spaghetti kalian?” Tanya Daehyun.

“Belum Daehyun-shi,omo apa itu!” Niel berseru dan menunjuk kearah jendela ruang serba guna, Daehyun melirik kearah jendela dan Niel langsung membubuhkan gula yang banyak kedalam panci saos spaghetti Daehyun.

“apa?mana?” Daehyun bertanya penasaran.

“Aishh.aku kira ada kapal terbang ternyata burung.” Niel berkata dan Daehyun menggelengkan kepalanya.

“Sebaiknya aku mulai memasak Daehyun-shi, semoga masakan mu enak..oh iya jangan lupa biarkan Hyena mencicipi nya.” Niel berbisik dan pergi.

Byunghun dan Chanhee yang melihat betapa jahilnya Niel langsung cekikikan seperti nenek-nenek sihir dan merekapun langsung melakukan tos dengan kompak,Sekarang bagian Byunghun dia mengambil botol kecil yang berisi garam.

Beruntung bagi Byunghun karena saat dia hendak mengahmpiri Daehyun semua orang berkumpul kedepan untuk membawa potongan daging untuk saos spaghetti mereka, Byunghunpun dengan lihat memasukan garam yang sangat banyak kedalam adonan spaghetti Daehyun.

Chanhee yang tergoda langsung mengambil botol cuka yang ada disampingnya, diapun langsung memasukan Cuka itu kedalam saos spaghetthi Daehyun dan dia menyeringai penuh kejahatan.

Setelah semua orang kembali ketempatnya sambil membawa beberapa potongan kecil daging mereka semua memasukan daging itu kedalam panci saos spaghetti mereka, Chanhee menyeringai saat dia melihat Daehyun tidak mencicipi dulu saos spaghettinya.

Daehyun langsung mencetak adonan spaghettinya dan setelah selesai dia mulai merebusnya, Niel,Chanhee dan Byunghun tidak sabar untuk melihat reaksi Hyena saat dia mencicipi spaghetti Daehyun.

“Hyena pasti akan membenci Daehyun..” Niel berbisik kepada kedua hyung nya dan chanhee juga Byunghun hanya mengangguk penuh dengan percaya diri.

Beberapa menit berlalu dan semua masakan sudah selesai Daehyun dengan bangganya membawa Sphaghettinya kepada Hyena dan Niel, Chanhee juga Byunghun langsung mendekati mereka berdua Chanhee juga membawa spaghettinya dia ingin Hyena mencicipinya.

“Hyena-ah cicipi spaghettiku!!” Chanhee berkata sedikit terlalu bersemangat membuat Hyena kaget.

“Chunji,kau tak usah membentak seperti itu.” Byunghun menoyorkan kepala Chunji dan Niel menggelengkan kepalanya melihat tingkah kedua hyungnya.

“wah kalian sedang apa berkumpul disini?!” Sunny yang tiba-tiba saja datang langsung mendorong Niel sehingga dia sekarang berdiri didekat Chanhee lalu Sunny menyimpan spaghettinya disamping piring spaghetti Daehyun.

“Noona,kami hanya ingin Hyena mencicipi spaghetti kami.” Byunghun menjawab dengan malas.

“Aigoo apa kalian tidak ingin aku saja yang mencobanya?” Tanya Sunny.

“Noona kau bukan orang penting, memang nya kau juri master chef!” Niel mencibir.

“Yah! Begini-begini aku pernah juara lomba memasak se Rt!” Sunny menjawab dengan bangganya.

Daehyun yang tidak suka keramaian yang Sunny dan dan ketiga trio bujangan didepannya menghela nafas.

“Hyena-ah sebaiknya kita pulang.” Daehyun berkata dan Hyena mengangguk.

Saat Daehyun melirik kebawah dia bingung yang mana spaghetti buatannya karena tampilan dan piring yang sama, Akhirnya Daehyunpun mengambil spaghetti yang ada di sebelah kirinya dan menarik Hyena untuk pergi bahkan keempat orang yang ribut tidak sadar kalau Daehyun dan Hyena sudah pulang.

“Omo..Hyena kemana?” Tanya Byunghun yang menyadari kalau Hyena dan Daehyun sudah pergi.

“Kalau kau tidak percaya cicipi Spaghettiku!” Akhirnya Sunny mengakhiri debatnya dengan Niel.

Niel yang merasa tertantang akhirnya mengambil garpu, Byunghun juga penasaran sedang Chanhee di paksa oleh Sunny untuk mencoba masakan seorang yang pernah menang lomba masak se Rt.

“Chanhee-ah..ayo cicipi yang banyak.” Sunny berkata dan dia menyuapi Chanhee, Chanhee yang tersudutkan akhirnya membuka mulutnya dan memakan spaghetti yang Sunny tawarkan.

Byunghun dan Nielpun sama mereka bertiga langsung melahap spaghetti Sunny namun taklama kemudian ekspressi mereka berubah dan merekpun langsung memuntahkan spaghetti yang mereka makan.

“Kyaaaa asinn!!!” Niel berkata sambil berlari mencari air putih.

“Yuucckss asam!” Chanhee dan Byunghun berkata hampir bersamaan merekapun mengikuti Niel untuk meminum air.

Sunny kebingungan,padahal saat dia mencicipi spaghettinya semuanya baik-baik saja Sunny mencoba mencicipi spagettinya lagi dan dia kaget saat dia merasakan spaghettinya berubah menajadi asin dan asam.

“Mungkin tertukar..” Sunny bergumam mengingat Daehyun Dan Hyena pulang duluan tadi.

Saat Chanhee sudah selesai menghilangkan rasa asam cuka yang dari tadi menempel di lidahnya dia berjalan dilorong sendirian, dia melirik kearah kanan dan kiri dia tidak menemukan siapapun.

Chanhee langsungberlari menuju pintu apartemen Hyena, dia mulai menguping awalnya tak ada suara yang Chanhee dengar namun dia mendengar suara tawa Hyena dan Daehyun. Entah apa yang mereka berdua lakukan namun Chanhee bisa mendengar Hyena menjerit sambil tertawa dan suara langkah kaki yang cepat, Tiba-tiba saja pintu apartemen Hyena terbuka dan Chanhee langsung berbalik pura-pura akan pergi ke apartemennya.

“Chunji oppa!” Hyena memanggil dan Chunji melirik kearah Hyena.

“Nde?” Chunji merespon penuh harap.

“Sedang apa kau di koridor?” Tanya Hyena kebingungan dan taklama kemudia Daehyun keluar dari mengacungkan ular mainan kepada Hyena membuat Hyena tertawa.

“OPPA! Hajima..” Hyena berkata dan tersenyum, melihat tawa Hyena membuat Chunji senang namun dia sedih karena Hyena tertawa bukan karena dia namun karena lelaki lain.

“Hahaha kau takut dengan ular bohongan seperti ini?” Daehyun berkata dan tertawa.

“Aku sebaiknya pergi saja.” Chunji berkata dan Hyena kelihatan sedih saat dia melihat Chanhee langsung pergi tidak menunggu jawabannya.

~GirlNextDoor~

Dua minggu ini Hyena merasa heran, Chanhee tiba-tiba saja berhenti jogging dan diapun berhenti pergi kekelas masak Seohyun ahjumma. Saat Hyena dan dia tidak sengaja bertemu Chanhee tidak menyapanya bahkan Chanhee sepertinya berakting kalau dia tidak tahu Hyena, Hyena merasa bingung sebenarnya kenapa lelaki itu bertingkah aneh?

Malam itu Hyena baru pulang dari kantor saat dia tidak sengaja bertemu dengen Niel dan Byunghun, Niel kelihatan baik-baik saja namun Byunghun seperti mabuk berat karena kedua pipinya merah dan dia berjalan sempoyongan.

“Hyena-ah!” Niel memanggil dan Hyena tersenyum kearah Niel.

“Hi..apa Byunghun oppa mabuk lagi?” Hyena bertanya dan Niel menggangguk.

“Hyena-ah..” Byunghun berjalan kearah Hyena semponyongan dan dia memeluk wanita itu, Hyena yang kaget langsung mendorong Byunghun.

“Aisshhh! Hyung dia Hyena bukan pacarmu!” Niel berkata dan mencoba mengontrol Byunghun.

“Hehehe oh iya..diakan pacar Chunji,iyakan?” Byunghun berkata dengan mabuknya dan tertawa.

“Hyena-ah..Chunji Saaaaangattt menyukaimu, dia bahkan selalu memperhatikanmu.” Byunghun dengan tidak malunya mengakui dan Niel langsung membungkam mulut Byunghun.

“Hyung..kau mabuk,ayo pulang.” Niel berkata dia tersenyum kearah Hyena dan langsung menarik hyungnya itu kedalam apartemennya.

“Hyena-ah.. Chunji mencintaimu!! Hahahaha.” Byunghun berteriak sambil tertawa, Hyena hanya menunduk.

Apakah yang byunhun oppa katakan benar?

Keesokan harinya, adalah hari minggu ini kesempatan Hyena untuk mengintrogasi Chanhee dia ingin tahu apa yang Byunghun katakan benar? Selain itu dia juga ingin mendnegar penjelasan Chanhee kenapa dia tidak masuk kekelas memasak Seohyun.

Waktu masih menunjukan jam 6 pagi namun Hyena sudah siap memakai celana training dan baju olahraganya, dia mengikat rambutnya kebelakang. Daehyun bahkan keheranan entah sejak kapan Hyena menjadi seorang yang suka jogging mengingat Hyena sering mengeluh padanya, tentang bagaimana dia benci untuk berlari.

“Hyena apa kau tidak membenturkan kepalamu kemarin?” Daehyun berkata dan Hyena memukul lengan Daehyun.

“Ya! Oppa,aku baik-baik saja lagipula udara hari ini cocok untuk jogging.” Hyena berkata dan diapun pamitan untuk pergi.

Daehyun tersenyum diapun memutusakn untuk mengintip Hyena dari jendela apartemennya, dia bisa melihat wanita itu berjalan kearah taman lalu dia mulai berlari mengitari jongging track yang ada di taman dekat gedung apartemennya.

“Dasar bodoh..” Daehyun bergumam dia mengistirahatkan kepalanya di kusenn jendela apartemen Hyena.

Chanhee yang kelelahan duduk disalah satu bangku taman, dia menegak air minumnya dan melepaskan earphone yang sudah hampir membuatnya tuli. Chanhee memandang kearah botol minumannya dan menghela nafasnya, ini sudah minggu kedua dia tidak bertemu dengan Hyena.

Chanhee merasa sangat sengsara, dia rindu tawa Hyena dia rindu memperhatikan Hyena dari jendela apartemennya dia rindu segala hal yang berhubungan dengan Hyena.

“Apa kau lelah?” seseorang bertanya dan Chanhee mendongak.

“Hyena?” Chanhee bertanya tidak percaya dengan pengelihatannya.

“Aku lelah sekali, Oppa bisa aku minta minummu?” Hyena bertanya dan dia langsung mengambil botol minum Chanhee.

Chanhee langsung menyentuh bibirnya saat Hyena meneguk minumannya, itu artinya dia dan Hyena sudah berciuman secara tidak sengaja.

“S-sedang kau disini?” Chanhee berkata dan Hyena hanya tersenyum.

“aku hanya mengecheck keadaan mu.” Hyena menjawab dan Chanhee mengangguk.

“Oppa, kenapa kau menghindariku?” Hyena tiba-tiba saja bertanya dan Chunji hanya diam tidak menjawab.

“apa kau membenciku?” Tanya Hyena dan Chanhee langsung menggelengkan kepalanya, bagaimana mungkin dia bisa membenci Hyena dia tergila-gila dengan wanita itu Chanhee tidak pernah bisa membayangkan kalau dia akan membenci Hyena.

“Tentu saja tidak! Aku hanya sibuk..” Chanhee beralasan.

“Bohong, walaupun kau sibuk kau selalu menyempatkan untuk menyapaku kalau kita bertemu.” Hyena mengungkapkan.

“Hyena..keadaannya berbeda sekarang.” Chanhee menjawab dan dia menatap kearah Hyena.

“Maksudmu?” Hyena bertanya kebingungan.

“Kau sudah bersama dengan Daehyunkan? Aku tidak ingin menganggu kalian berdua.” Chanhee berkata Hyena membuka ulutnya hendak mengatakan sesuatu namun Chanhee langsung berdiri.

“Aku harus pergi, aku masih punya banyak schedule hari ini.” Chanhee berkata dia menunduk kearah Hyena dan pergi meninggalkan Hyena yang masih kebingungan.

Hyena menghela nafasnya dan dia menatap kearah boto minuman yang masih dia pegang, mungkin dia bisa mengembalikannya besok hyena berpikir diapun berdiri dan melanjutkan joginggnya.

Byunghun menyikut lengan Niel saat dia melihat betapa murungnya Hyena, dia bahkan tidak tersenyum saat seohyun ahjumma membuat lelucon biasanya wanita itu ceria dan penuh dengan sneyuman.

“apa dia dan Chanhee berantem?” Tanya Niel dan bByunghun mengangkat bahunya, dia sendiri kebingungan.

“Hyung sih! Apakah kamu tahu kemarin malam kau berteriak kepada Hyena kalau Chunji hyung menyukainya.” Niel berkata dan Byunghun menghela nafasnya.

“aku mabuk! Bagaimana aku bisa tahu,kau juga kenapa kau tidak membungkam mulutku!” Byunghun menoyorkan kepala Niel.

“Habis..mulut hyung terlalu besar tanganku tidak bisa menutup semua mulutmu.” Niel berkata dan Byunghun memukul kepala Niel.

“Aisssh..apa kau menghinaku?!” Byunghun berkata.

“Ah..tidak hyung,ampun.” Niel berkata dan merekapun melanjutkan memasak.

“Tapi hyung,apakah kita hanya akan diam saja? Kasihankan Chanhee hyung setidaknya dia harus mengungkapkan perasaannya.” Niel berkata dan Byunghun mengangguk.

“Jika Chanhee tidak bisa melakukannya sendiri,kita harus campur tangan.” Byunghun berkata dan Niel mengangguk.

“Ah..hyung aku punya ide!” Niel berseru dan dia membisikan sesuatu ketelinga Byunghun dan Byunghun mengangguk.

“oke tapi kau yakin kau tidak akan menunggu lama?” Byunghun bertanya dan Niel menghela nafasnya.

“Hyung, kita hanya harus berdoa saja ok?!” Niel berkata.

Hyena beridri didepan lift, dia masih memandnagi tempat minum yang Chanhee tinggalkan padahal dia sengaja membawa tempat minum itu karena dia kira Chanhee akan datang ke kelas memasak Seohyun ahjumma tapi sepertinya dia salah.

Saat Hyena melirik kearah tempat memasak Chanhee dia tidak datang, walaupun Daehyun ada di sampingnya entah kenapa dia masih merasa kesepian dia merasa kalau sebagian dari dirinya hilang jika Chanhee tidak ada.

“Kau melamun lagi,ada apa?” Tanya Daehyun saat pintu lift terbuka.

“Bukan apa-apa, Oppa kau ke apartemen saja dulu aku akan menyusul nanti.” Hyena berkata dan Daehyunpun mengangguk.

“Baiklah, kau mau kemana?” Tanya Daehyun.

“Aku harus mengembalikan tempat minum ini pada Chanhee oppa.” Hyena berkata sambil mengacungkan tempat minum yang dari tadi dia bawa.

“begitu ya, baiklah aku tunggu kau.” Daehyun berkata dan dia masuk kedalam lift meninggalkan Hyena di lobi.

Hyena menghela nafasnya dia harus menunggu sampai Chanhee pulang, Hyena kecewa saat tadi dia bertanya pada Niel dan Byunghun. Byunghun bilang kalau Teen Top sedang tidak ada jadwal manggung oleh karena itu dia dan Niel sering bersantai, itu artinya Chanhee benar-benar menghindarinya.

Niel dan Byunghun yang mengintip dari ruang serba guna langsung sibuk mengirim pesan kepada Chanhee mengatakan kalau mereka ingin Chanhee datang ke atap gedung apartemen.

“Niel sebaiknya kau yang mengajaknya!” Byunghun berbisik.

“Tapi hyung kaukan yang sering mengobrol dengan Hyena!” Niel berkata dan Byunghunpun mengalah.

“baiklah.” Byunghun berkata dan dia berjalan menuju Hyena yang melamun didekat gerbang utama.

Niel yang mendapat balasan dari Chanhee tersenyum, sepertinya misi mereka akan berjalan dengan lancar.

“Tapi kenapa oppa?” Hyena bertanya saat dia ditarik oleh Byunhun untuk naik keatap apartemen.

“oh ayolah,aku ingin berdiskusi denganmu ok? Ini penting sekali.”Byunghun berkata dan membuka pintu yang menuju keatap apartemen.

Hyenapun terpaksa menurut dan dia duduk di lantai semen atap apartemen dengan ekspressi bosannya, Byunghun tersenyum dia tinggal menuju Chanhee untuk dtaang dan misinyapun berhasil.

Mendengar suara langkah kaki yang cepat Byunghun langsung membuka pintu dan dia melihat Chanhee yang berlari terengah-engah, pemuda itu langsung menghampiri byunghun dan menyentuh bahu Byunghun.

“Kau tidak apa-apa? Aisshh Niel bohong padaku.” Chanhee berkata masih terengah-engah, Byunghun mengerutkan keningnya.

“Memang apa yang Niel katakan padamu?” Byunghunbertanya.

“Oh..dia bilang kau akan bunuh diri dan meloncat dari atap apartemen.” Chanhee menjawab dengan santai.

“MWO?dasar..sebaiknya kau keatap aku akan menghabisi anak itu.” Byunghun berkata.

“Memang ada apa?” Chanhee bertanya dan dia di tarik kearah atap apartemen, dia kaget saat melihat sosok Hyena.

“Chanhee oppa..” Hyena memanggil dan Chanhee tersenyum canggung kearahnya.

“Hi..” Chanhee berkata dan Hyenapun mendekat kearah Chanhee namun Chanhee melangkah mundur.

“Oppa,kenapa?kenapa kau melakukan ini padaku?” Hyena bertanya, dia sadar sekali kalau Chanhee menjaga jarak dengannya.

“Sudah bilangkan? Sebaik nya kita tidak saling bertemu lagi, aku tidak in—“

“Oppa! Hentikan semua ini tidak ada hubungannya dengan Daehyun oppa ok?! Aku bertanya padamu kenapa kau seperti ini?” Hyena membentak, Chanhee kelihatan kaget karena ini pertama kalinya Hyena membentaknya.

“Karena aku selalu melihat kearahmu Hyena!” Chanhee menjawab.

“Apa? Jika kau selalu melihat kearahku kenapa? Aku tidak keberatan, aku hanya tidak suka caramu yang selalu menghindar setiap kali kita bertemu kenapa? Oppa apa sekarang aku menjijikan untukmu? Atau Karen sekarang aku tinggal dengan Daehyun op—“

Hyena berhenti berbicara saat Chanhee menarik tekuknya dan bibir merekapun bertemu, Hyena kaget namun dia langsung mengalah sata dia merasakan tangan chanhee melingkar di pinggangnya.

Hyena menutup matanya dan diapun melingkarkantangannya di bahu Chanhee, Jantung Hyena berdetak sangat kencang seklai bahkan tangannya berubah menjadi dingin skaing gugupnya namun dia senang karena orang yang dia cium sekarang adalah Chanhee.

Chanhee melepaskan ciumannya dan menatap beberapa menit kearah Hyena, Chanhee menyelipkan rambut Chanhee ketelinga wanita dan dia menghela nafasnya.

“aku mencintaimu..Sung Hyena, aku tidak bisa melihat kau dan Daehyun bermesraan aku tidak kuat jika aku terus melihatnya aku akan gila.” Chanhee mengungkapkan dan Hyena tersenyum.

“Oppa..Daehyun oppa hanyalah sahabatku aku sudah mengenal nya lama sekali oleh karena itu aku menginjinkannya untuk menumpang di aparemenku.” Hyena menjelaskan.

“Oh…jadi dia bukan pacarmu?” Chanhee bertanya dan Hyena menggelengkan kepalanya.

“Dia sudah seperti kakakku, dia akan pergi ke inggris besok jadi kau tak usah khawatir.” Hyena berkata dan Chanhee menghela nafasnya lega.

“Oh terimakasih tuhan,aku kira kau dan Daehyun berpacaran.” Chanhee berkata dan Hyena menangkup wajah Chanhee.

“Aku menunggumu untuk mengungkapkan perasaanmu bodoh..” Hyena berkata dan Chanhee tersenyum lalau memeluk Hyena.

“Maaf kau pasti menungguku lama sekali.” Chanhee bergumam namun Hyena tidak menjawab, dia hanya tersenyum dan memeluk kembali Chanhee.

“Tidak apa-apa Oppa, yang penting sekarang kau sudah mengatakannya.”

~GirlNextDoor~

Semua orang sibuk untuk menyiapkan pesta perpisahan Daehyun, Namun Chanhee cemas karena kekasihnya belum juga datang padahal waktu sudah menunjukan pukul 5 sore ini sudah waktunya wnaita itu pulang.

“Hyena-ah kemana ya?kok dia belum pulang..” Chanhee bergumam dan Niel yang mendengar gumaman Chanhee hanya tertawa.

“Aduh memang susah ya jadi orang yang kasmaran.” Niel menyindir dan Chanhee hanya tertawa mendengar sindiran dongsaengnya itu.

Saat semua dekorasi sudah selesai mereka semua duduk di meja yang sudah seohyun dan sunny siapkan, di meja itu banyak seklai bakan dan beberapa botol wine untuk perpisahan Daehyun.

Sedangkan Daehyun orang ayang akan pergi terlihat merajuk di sudut meja, dia benar-benar kelihatan sedih karena dia harus meninggalkan Hyena dan mungkin semua teman-teman yang ada di kelas memasak Seohyun ahjumma yang biasa dia temui.

“Annyeoung!!” Akhirnya suara Hyena terdengar masuk kedalam ruangan serba guna.

“Hyena-ah..” Sunny menyambut dan sebagian orang langsung menyambut dia juga kecuali Daehyun yang masih merajuk.

“Oppa..” Hyena melambai kearah Chanhee yang duduk tidak jauh dari Daehyun.

Daehyun berhenti merajuk sata dia mendengar suara Hyena dan tersenyum, namun dia mengerutkan keningnya karena Hyena duduk disamping Chanhee lalu chanhhe dengan mesranya melingkarkan tangannya di bahu Hyena dengan mesra mengistirahatkan kepalanya di bahu Chanhee.

“Apa kalian berpacaran sekarang?” Daehyun bertanya dan keduanya malah menjulurkan lidah mereka kearah Daehyun membuat Daehyun bingung.

“Baiklah semuanya sebaiknya kita bersulang untuk Daehyun.” Kyuhyun Ahjusshi yang berdiri diujung meja berkata sambil mengacungkan gelas yang berisi winenya.

Semua yang hadirpun mengikuti gesture kyuhyun ahjusshi dan semuanya salingbersulang, wlaaupun mlam itu cukup menyenangkan namun hati Daehyun erasa snagat berat apalagi sata dia melihat Chanhee mencubit pipi Hyena dengan gemasnya dan Hyena hanya tersenyum.

Merke berdua terlihat mesra sekali malam itu, bahkan Hyena hampir mengacuhkannya padahal dia ingin sekai di malam terakhirnya semua perhatian Hyena ada untuknya.

Setelah pesta selesai semua orang kembali ke apartemennya masing-masing, Daehyun masih murung saat dia dan Hyena sampai di apartemen. Daehyun mulai membereskan smeua barang-barang nya sedangkan Hyena hanya menatap kearah Daehyun, Hyena berpikir dia pasti akan merindukan sahabatnya itu saat dia pergi.

“Oppa,aku akan tinggal di inggris berapa tahun?” Tanya Hyena dan Daehyun tidak menjawab.

“Oppa..” Hyena memanggil namun Daehyun tidak menjawab juga.

“Daehyun oppa..” Hyena menyentuh bahu Daehyun yang sednag mengemasi barang-barangnya.

“Aku akan pergi ke bandara pagi-pagi sekali jadi sebaiknya kau tak usah mengantarku.” Daehyun berkata dan dia langsung berbarin di sofa lalu menyelimuti didirnya sendiri.

Hyena menghela nafasnya dan mengelus bahu Daehyun dnegan lembut.

“selamat malam oppa.” Hyena berkata namun Daehyun tidak menyahut dan Hyenapun masuk kedalam kamarnya dengan perasaan kecewa.

Daehyun menyeka airmatanya saat dia mendengar pintu kamar Hyena tertutup, dia tidak bisa menahaan airmatanya karena airmatanya selalu datang tidak peduli betapa kuat nya dia menahan.

~GirlNextDoor~

“Kenapa kau memanggilku kesini?” Chanhee bertanya kepada Daehyun yang berdiri didepan gedung apartemen sambil menenteng koper kuningnya.

“Aku hanya ingin mengatakan sesuatu padamu.” Daehyun berkata.

“Aku ingin kau menjaga Hyena.” Daehyun berkata dia menyentuh bahu Chanhee, Chanhee sedikit menegang karena ini pertama kali nya Daehyun menyentuhnya lagi setelah slaaman yang menyakitkan beberapa minggu yang lalu.

“Kau tahu? Hyena adalah cinta pertamaku.” Daehyun berkata dengan santainya dan mata Chanhee langsung melebar.

“Saat aku pertama kali bertemu dengannya, jantungku langsung berdetak kencang sekali setiap kali aku melihat dia tersenyum aku selalu ikut tersenyum saat dia sedih akupun ikut sedih.” Daehyun berkata dengan senyum pahitnya.

“Hyena selalu bilang padaku kalau aku seperti kakak lelaki yang selalu dia inginkan, dia selalu datang padaku jika ada masalah dan dia selalu memelukku saat dia menangis namun sepertinya sekarang aku tidak di butuhkan lagi.” Daehyun berkata.

“Aku mohon, berikan dia banyak perhatian dan kasih sayang.” Daehyun berkata dan Chanhee mengangguk.

“Hyena mungkin tidak kelihatan seperti wanita yang rapuh, namun dia rapuh Chanhee.. jika dia sedih tolong belikan dia es krim vanilla ok? Kalau kalian sedang bertengkar belikan dia bunga tulip putih dia tahu arti dari bunga itu.” Daehyun berpesan dan Chanhee mengangguk, dia sendiri iri dengan semua pengetahun Daehyun tentang kekasihnya.

“Aku rasa aku bisa pergi ke inggris dengan tenang sekarang.” Daehyun berkata dan diapun melangkah menuju parkiran.

“Aku harap kau dan Hyena bahagia.” Daehyun berkata saat dia hendak memakai helm nya tiba-tiba mereka berdua mendengar langkah kaki yang mendekat.

Chanhee dan Daehyun melirik kearah pintu utama dan dia melihat Hyena yang berlari masih menggunakan bahu piyama nya, Hyena kelihatan menangis dan dia langsung berlari memeluk Daehyun.

“Oppa..kenapa kau tidak membangunkanku?!” Hyena berkata masih menangis dalam pelukan Daehyun.

“Hyena-ah..aku harus pergi jangan menangis.” Daehyun berkata dia melepskan pelukan Hyena dan menyeka airmata wanita itu.

“T-tapi..kau akan pergi.” Hyena berkata dan dia menangis lagi.

“Aku akan mengubungimu, kau tak usah khawatir.” Daehyun berkata dan dia memaksakan untuk tersenyum walaupun matanya ikut berkaca-kacanya.

“Oppa…janji ya, kau akan menghubungiku?” Hyena mengacungkan jari kelingkingnya dan Daehyun tersenyum, lalu dia mengaitkan kelingkingnya ke jari kelingking Hyena.

“Aku janji,aku harus pergi sekarang.” Daehyun berkata dan dia memakai helmnya.

Chanhee berdiri disamping Hyena dan melingkar tanganya di bahu Hyena, sesekali dia mengusap lengan wanita itu. Hyena hanya menyandarkan kepalanya di bahu Chanhee dan menangis, Daehyun tersenyum dan akhirnya motornya pun menjauh dari bangunan apartemen dan menghilang di tikungan jalan.

“Aku akan merindukannya..” Hyena bergumam.

“Kalau begitu bagaimana kalau kita jalan-jalan saja? Aku tidak mau melihat pacarku sepanjang hari merajuk karena ‘Oppa’ nya pergi.” Chanhee menyindir dan tertawa.

“Oppa!” Hyena berkata dan tersenyum, setidaknya hari ini dia tidak akan menghabiskan hari-harinya sendiri karena ada Chanhee disisinya.

~The End~

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Girl Next Door

  1. Makasi ya eonni ;;)
    udah dibuatinn.. Hhehhe😀
    aku suka kok suka banget.. Apalagi sama chanhee dan daehyun.. Hhehe sebenarnya l.joe dan niel juga *maruk xD
    sekali lagi makasi yaa eonniii *bow

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s