Posted in FanFiction (semua umur)

Why Don’t You Love Me?

Title: Why Don’t You Love Me

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Park Ae Chan
  • Chunji [Teen top]
  • L.Joe ( Lee Byunghun)
  • Song Naeun

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : Teens 15+

Author note: another request dari Park Ae chan, makasih udah request dan aku harap kamu suka sama FF nya maaf yah kalau pendek soalnya aku gak terlalu tahu Teen top jadi belum bisa meresapi (?)

~Why Dont You Love Me?~

 

“Aku putus dengan Byunghun.”

Chunji menghela nafasnya, bagus mereka putus dan chunji yakin kalau besok mereka akan berbaikan lagi dan melupakan semuanya.

“Ya,ya..aku bosan mendengarnya.” Chunji berkata sambil memainkan handphonenya mengacuhkan Ae chan yang cemberut didepannya.

“Kau sahabat yang menyebalkan!” Ae chan berkata dan merebut handphone Chunji dari tangan lelaki itu.

“Ya! Kembalikan handphoneku!” Chunji berkata dan Ae chan menyembunyikan handphone Chunji dibelakang tubuhnya.

“Apa kau lebih sayang handphonemu dari pada aku?!” Ae chan bertanya dan Chunji menghela nafasnya, dia sedang malas bermain dengan Ae chan.

“Tentu saja aku sayang kau, kau sahabatku Ae chan.” Chunji berkata dan gadis itu akhirnya memberikan kembali handphone Chunji.

“Andai saja Byunghun mengatakan itu padaku..” Ae chan berkata dan dia duduk disamping Chunji sambil memeluk kakinya, matanya benar-benar memancarkan kesedihan yang mendalam.

“Dia akan kembali Ae chan kau tak usah khawatir, kau tahu dia.” Chunji berkata dan melanjutkan memainkan handphonenya.

“Bagaimana jika tidak? Bagaimana jika dia memutuskan untuk mengakhiri semuanya?” Ae chan berkata dan Chunji melirik keara Ae chan.

“Aku yang akan menggantikan Byunghun..tenang saja.” Chunji berkata dan Ae chan menatap kearah Chunji kebingungan.

“Er..maksudku akan akan mencarikanmu pacar baru.” Chunji mengoreksi perkataannya dan Ae chan mengangguk.

“Aku sangat menyukai Byunghun,aku tidak ingin berpisah dengan dia.” Ae chan berkata dan meniup poninya.

“Kau sebaiknya berhenti memujanya seperti dia itu superstar, dia sudah cukup angkuh karena fansnya.” Chunji berkata dan Ae chan menoyorkan kepala Chunji.

“Kau hanya iri..” Ae chan berkata dan Chunji hanya mengutuk sambil memainkan handphonenya.

Ae chan yang kesal akhirnya menutup layar handphone Chunji dnegan tanaganya, dan Chunji mencoba menyingkirkan tangan Ae chan dari layar handphonenya.

“Kau sedang main apa?” Tanya Ae chan mendekat kearah Chunji, entah kenapa saat Chunji mencium harum shampoo Ae chan dia langsung gugup dan segera mematikan handphonenya.

“Bukan apa-apa,aku harus kembali ke asrama.” Chunji berkata mengambil tas selendang hitamnya.

“Tapikan kau baru kesini 15 menit yang lalu.” Ae chan cemberut, bahkan dia belum sempat menonton film bersama dengan Chunji seperti biasanya.

“Aku lupa kalau aku harus latihan, aku janji besok kita menonton filmnya bersama.” Chunji berkata dan Ae chanpun mengantarkan Chunji sampai pintu depan apartemennya.

“Sampai jumpa besok, nanti aku telepon.” Chunji berkata dan mengacak-ngacak rambut Ae chan, Ae chan marah namun Chunji tidak mendnegar keluhan Ae chan karena dia sudah pergi.

“Aishhh..dasar Chunji pabo!” Ae chan berkata dan merapikan lagi rambutnya yang acak-acakan.

Chunji sedang asyik berjalan menuju asramanya, dia menghela nfasnya saat dia ingat saat Ae chan mendekat kearahnya dan dia bisa mencium harum rambut Ae chan. Chunji tidak mengerti kenapa, tapi setiap dia dekat dengan Ae chan jantungnya selalu berdetak lebih dari normal.

Chunji memutuskan untuk menghidupkan Mp3 nya dan memutar beberapa lagu hip hop yang biasa dia dengarkan, matanya tidak terlalu memperhatikan jalan dan dia langsung menaiki bus tujuannya.

Menghela nafas Chunji menyandar kejendela bus, bus hari ini udara cukup dingin dia memeluk jaketnya lebih erat ketubuhnya. Chunji melamun untuk sesaat memikir dirinya dan Ae chan, sebenarnya mereka itu apa sekarang?

Label sahabat yang sudah mereka sandang selama 2 tahun sepertinya mulai berubah, Chunji memang menyayangi Ae chan sebagai sahabatnya namun belakangan ini Chunji sering melihat Ae chan sebagai wanita bukan sahabat nya.

Chunji selalu merasa gugup saat Ae chan mendekat kearahnya, atau dia akan lupa perkataannya jika pandangannya dengan pandangan Ae chan bertemu. Chunji mulai melihat Ae chan sebagai wanita seutuhnya bukan sahabat lucunya yang terkadang menyebalkan lagi,dia melihat Ae chan sebagai subjek cinta dan itu snagat salah di mata Chunji.

Sahabat tetaplah sahabat jangan sampai ada perasaan lain selain itu, namun dia sendiri melanggar peraturan itu dia rasa ada sesuatu yang menganjal dihatinya namun entah apa itu.

Chunji hanya ingin kejelasan namun sepertinya semua terlalu rumit untuk di uraikan, dia dan Ae chan sudah lama bersahabat namun dia tidak pernah merasakan perasaan ini sampai sekarang.

Tanpa Chunji sadari bus sudah berhenti di tempat yang dia tuju, Chunjipun turun dan berjalan menuju asramanya dengan santai namun Chunji langsug berhenti saat dia melihat Byunghun sedang berbicara pada seorang wanita.

“kau mau kemana?” Byunghun bertanya dan Chunji langsung bersembunyi di gang kecil yang ada di sebelah gedung asrama mereka.

“kau masih mencintai diakan? Sebaiknya lepaskan aku!” Wanita cantik itu berkata, wanita itu memakai kacamata dan rambutnya di ikat dengan rapih kebelakang membuat Chunji tidak bisa mengenalinya.

“apa maksudmu? Aku dan dia sudah putus ok?”

Mendengar kata putus Chunji ingat kalau Byunghun dan Ae chan baru putus, tidak salah lagi mereka berdua sedang membicarakan sahabatnya Park Ae chan.

“Tapi kau masih mencintainya kan? Kau tidak pernah melupakan dia,kau hanya peduli pada dia.” Wanita itu berkata dan Byunghun langsung menarik wanita itu kedalam pelukannya, wanita itu hanya diam namun airmata masih berlinang dari matanya.

“kau yang aku cintai, aku dan Ae chan hanya masa lalu..aku sudah melupakan dia.” Byunghun berkata dan mereka berduapun berpelukan.

Chunji marah sekali saat dia melihat Byunghun dan wanita itu bereplukan, dia bilang kalau Ae chan dan dirinya masa lalu?! Kurang ajar sekali, padahal sahabatnya itu sekarang bersedih karena mereka berdua baru putus.

Setelah beberapa menit berlalu Byunghun dan pacar barunya itu masuk kedalam mobil Byunghun berlalu entah kemana, Chunji menatap tajam kearah mobil byunghun dia masih marah sekali.

“Tunggu saja pembalasanku Byunghun.” Chunji berbisik geram.

~WhyDon’tYouLoveMe~

“Kau kenapa sih?!” Ae chan bertanya dan dia berdiri di depan motor Chunji dengan ekspressi malasnya, entah kenapa tiba-tiba sahabatnya ini mengajaknya ‘kencan’ kedaerah Apgujeong secara mendadak dan dia juga kelihatan sangat buru-buru.

“Chunji aku lelah,kenapa kau mema—“ sebelum Ae chan bisa menamatkan kalimatnya Chunji langsung memasangkan helm hitam yang dia bawa.

“Cerewet..” Chunji berkata dan menjulurkan lidahnya pada Ae chan.

“Sebaiknya kita kesana sekarang,kau tahukan Apgujeong kalau siang suka ramai.” Chunji berkata dan Ae chan akhirnya mengalah dan naik ke motor sport Chunji.

“pegangan yang kuat nanti kau terpental.” Chunji meledek dan Ae chan menoyorkan kepala Chunji.

“Kau yang harus berpegangan erat, badan cekingmu bisa terbang kapan saja.” Ae chan balik meledek,mereka sudah biasa saling meledek.

Tanpa menunggu lagi Chunji langsung menghidupkan mesin motornya dan motornyapun melesat dengan cepat membelah jalan Kota Seoul yang cukup ramai, Ae chan yang tidak biasa mengendarai motor cepat-cepat tentu saja takut dan dia langsung melingkarkan tangannya di pingang Chunji.

“Jangan cepat-cepat!” Ae chan beretriak namun Chunji malah menyeringai dan mempercepat laju motor sehingga Ae chan memeluk pingangnya dengan erat.

Entah kenapa saat Chunji senang sekali saat dia merasakan kedua tangan Ae chan memeluknya erat seperti itu, dia merasa sangat di butuhkan dan di inginkan oleh sahabatnya karena Ae chan memeluknya sangat erat seakan semua kehidupan gadis itu ada di tangannya.

Sedangkan Ae chan yang ketakutan menutup matanya dia menyandarkan kepalanya di punggung Chunji, dia bahkan tidak berani melihat pemandangan yang ada dihadapannya.

Setelah 20 menit penyiksaan akhirnya Chunji dan Ae chanpun sampai di sebuah Café,Ae chan segera turun dari motor Chunji dan melepaskan Helmnya dia menatap sekilas kearah bangunan Café yang ada dihadapannya.

“ayo masuk, kau pasti sudah lapar.” Chunji berkata dan menarik lengan Ae chan dan Ae chanpun akhirnya menurut.

Saat Chunji dan Ae chan masuk Ae chan di kejutkan dengan kehadiran Byunghun dan seorang wanita yang duduk di sudut ruangan mereka mesra sekali, Ae chan langsung menundukan kepalanya dia tidak ingin Byunghun melihat mata nya yang berkca-kaca.

“kenapa kau menunduk,ayo kita hampiri mereka.” Chunji berkata dan Ae chan mencegah Chunji untuk melangkah.

“apa ini yang kau bilang kencan? Menunjukan Byunghun dengan pacar barunya?” Ae chan bertanya dengan suara lemahnya yang hampir terdengar seperti bisikan.

“Ae chan..ini sudah waktunya kau melepaskan Byunghun.” Chunji berkata dan Ae chan menunduk dia tidak tahu harus bagaimana.

“Ae chan..tenang saja, ada akukan? Kita buktikan pada dia kalau kau tidak membutuhkan dia.” Chunji berkata.

Ae chan menatap kearah shabatnya itu tidak yakin, dia masih mencintai Byunghun dia tidak yakin kalau dia sudah bisa melupakan lelaki itu.

“Ae chan!” mendengar suara Byunghun memanggilnya Ae chn langsung mendongak.

“Byunghun..” Ae chan merespon dan dia bis amelihat Byunghun menggandeng pacar barunya dengan bangga.

“Hi..aku sudah mendengarnya,kau bersama Chunji sekarang ya?” Byunghun bertanya dan Ae chan kelihatan kaget dia hendak mengatakan sesuatu namun Chunji mendahuluinya.

“Iyakan Chagi? Byunghun kita serasikan?” Chunji berkata dan menarik Ae chan kesamping lalu dia mencium pipi Ae chan dengan mesra.

“Iya kalian serasi..” Byunghun berkata namun nada suaranya terdengar sedikit kesal, Byunghun melirik kearah Ae chan yang masih kebingungan.

“Aku harap kalian bahagia.” Byunghun berkata dan tersenyum, namun Ae chan bisa melihat kalau senyum Byunghun palsu.

“kenalkan ini pacar baruku, namanya Naeun.” Byunghun memperkenalkan Naeun yang dari tadi sudah berdiri di sampingnya.

“Hi aku naeun,aku mendengar banyak tentangmu dari Byunghun.” Naeun berkata dan melingkarkan tangannya di lengan Byunghun dengan mesra.

“Benarkah? Bagus kalau begitu..” Ae chan berkata dan menatap kearah Byunghun yang menunduk.

“Aku rasa aku dan Naeun dan aku harus pergi, aku tidak mau menggangku kencan kalian.” Byunghun berkata dan berjalan keluar dari Café bersama Naeun.

“Kenapa kau mengatakan kalau kita berpacaran?!” Ae chan membentak dan melepaskan tangan Chunji dari pundaknya.

“Aku hanya ingin balas dendam padanya, kau tahu? Dia berselingkuh darimu dengan wanita tadi.” Chunji berkata dan Ae chan kelihatan sangat kaget semuanya terlalu mendadak baginya.

“dia dan wanita itu sudah berselingkuh dari dulu,aku baru tahu dari niel dia sering memergoki Byunghun dengan Naeun.” Chunji menjelaskan, dan airmatapun langsung turun dari mata Ae chan wanita itu akhirnya menangis.

“Ae chan..” Chunji berkata dan menarik tangan Ae chan.

“Jangan menangisi bajingan itu, kenapa kau tidak pernah melihat kearahku?” Chunji bertanya dan Ae chan menatap bingung kearah Chunji.

“Dasar bodoh, dari dulu kau mengejar-ngejar dia dan tidak melihat aku yang ada disampingmu?” Chunji bertanya, dia menyeka airmata Ae chan dan tersenyum manis kearah gadis itu.

“Mulai sekarang aku ingin kau hanya melihatku,jangan melihat kearah lain karena hanya aku yang mencintaimu dan akan menjagamu.” Chunji berkata dan memeluk Ae chan dengan erat.

Ae chan menangis dan memeluk kembali Chunji, Chunji bisa merasakan Ae chan mengangguk didalam pelukannya.

“Pabo..” Chunji berbisik dan mencium pucuk kepala Ae chan.

“kau juga bodoh!” Ae chan berkata dan Chunji hanya tersenyum.

“kita berdua bodoh..” Chunji berkata dan melepaskan pelukannya lalu mencium Ae chan dibibirny dengan manisnya mengabaikan tatapan sebagian orang yang ada di café itu.

Ae chan menutup matanya merasakan ciuman manis Chunji, dia tidak peduli dengan semua tatapan yang mereka dapatkan.

“Ayo pulang, aku sudah menyewa Dvd film yang kau mau.” Chunji berkata dan Ae chan tersenyum.

Mereka berdua keluar dari café sambil bergandnegan tangan, Ae chan mungkin kehilangan Byunghun namun dia mendapat seseorang yang lebih berharga dari Byunhun.

My bestfriend, I love you..

Ae chan berpikir sata Chunji memasangkan lagi helm untuknya, Chunji dengan hati-hatinya memasangkan helm itu dan membenarkan poni Ae chan. Mereka berdua naik ke motor Chunji dan taklama kemudian motor Chunjipun meninggalkan parkiran Café, siang itu Ae chan tidak bisa berhenti tersenyum.

The end..

Iklan

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

5 thoughts on “Why Don’t You Love Me?

  1. Annyeong eon. Ini aku dahlia ;D
    fanfic nya keren unn, feel nya dapet banget. Terhura(?) aku bacanya kkkk.
    (kalo mau bales, lewat mention aja unn) kekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s