Posted in FanFiction (semua umur)

You Are Mine!

Title: You Are Mine!

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!

Cast :

  • Kim Sunggyu
  • Song Yojin
  • Nam Woohyun

Genre : Romance

Length : Oneshoot

Rating : Teens 15+

Author note:

Sebelumnya Annyeoung chingu-deul!! ^^

Sebenarnya bikin Ff ini buat request nya annaps@y7mail.com hehehe makasih banyak yang udah request, oh iya bagi chingudeul yang mau request Ff kaya anna juga bisa, tingal isi komen dibawah isi dengan nama korea kamu dan siapa idola yang kalian pengen jadi castnya, semua genre bisa dari Romance sampai Horror🙂 tapi ingat aku cuman bikin Oneshoot!

You Are Mine!

“Dia melakukannya lagi..”

Sunggyu menatap tajam kearah tangan Yojin. Yang menyentuh tangan Woohyun mereka berdua tertawa dengan senangnya mengabaikan Sunggyu yang menyandar bosan kearah jendela Café.

“apa benar? Aku mungkin aku mengunjunginya lain kali.”

Sunggyu bisa mendengar potongan pembicaraan Yojin dengan Woohyun, entah apa yang mereka bicarakan namun mereka kelihatan senang sekali. Sunggyu bosan, ini sudah kedua kalinya dia di acuhkan oleh kedua dongsaengnya itu lalu dia dianggap apa sekarang?

“Oppa,kau kenapa?”

Sunggyu kaget saat dia merasakan tangan Yojin menyentuh bahunya, Sunggyu tersenyum kearah Yojin dan menggelengkan kepalanya.

“Tidak apa-apa, kau mengobrol saja dengan Woohyun.” Sunggyu berkata, dia merasa bodoh sekali karena sudah mengatakan itu padahal dia ingin sekali mengobrol dengan Yojin.

“Kau yakin? Kau kelihatan murung..” Yojin berkata dan menatap kearah Sunggyu penuh kekhawatiran.

Sunggyu menyentuh kepala Yojin dan mengelus kepala gadis itu dengan lembut dan tersenyum kearah nya.

“Aku baik-baik saja, Mungkin aku sedikit lelah..” Sunggyu berkata dan berdiri dari duduknya.

“Oppa mau kemana?”Tanya Yojin dia menari tangan Sunggyu mencegah dia untuk pergi.

“aku hanya ingin ke toilet,kau mau ikut juga?” Sunggyu bercanda dan Yojin tertawa.

“baiklah,jangan lama-lama ya?” Yojin berkata dan Sunggyu mengangguk lalu pergi, Woohyun yang duduk disamping Yojin menatap kearah Sunggyu penuh kecemburuan.

Yojin berbalik kearah Woohyun dan melihat betapa Cemburunya Woohyun namun Yojin mencubit pipi Woohyun membuat Woohyun sadar dari lamunannya, Yojin tersenyum dan mengobrol lagi dengan Woohyun.

Mereka berdua sedang asyik mengobrolkan tentang Jepang, Yojin berencana untuk pergi kejepang bulan depan dan dia menannyakan tempat apa saja yang wajib dia kunjungi saat dia di Jepang nanti.

“Yojin-ah..” Woohyun memanggil dan dia melirik kearah Woohyun.

“iya Oppa?”

“Kau menyukai aku atau Sunggyu Hyung?” Tiba-tiba saja Woohyun bertanya dan Yojin mengerutkan keningnya kebingungan.

“apa maksudmu?” Tanya Yojin dan Woohyun tersenyum lalu dia menggelengkan kepalanya.

“bukan apa-apa,lupakan saja.” Woohyun berkata , Yojin menatap aneh kearah Woohyun dia tahu kalau Woohyun menyembunyikan sesuatu darinya.

“jadi, apa kau ingin pergi ke gunung Fuji?” Woohyun menganti topik pembicaraan mereka dan Yojin mengangguk.

“Apakah disana indah?” Yojin bertanya dan Woohyun mengangguk.

“Kau bisa melihat berbagai bunga di gunung itu.” Woohyun mengungkapkan.

Sunggyu yang melihat Yojin dan Woohyun yang masih mengobrol akrab menghela nafasnya, dia bosan melihat Yojin dan Woohyun bermesraan didepannya. Namun jika dia meninggalkan Yojin dengan Woohyun dia taku kalau keduanya semakin dekat, Sunggyupun melangkah kearah meja Café dimana tadi dia duduk.

“apa kalian sudah beres mengobrol tentang Jepang? Aku bosan mendnegarkannya.” Sunggyu berkata dan kembali duduk, Yojin tersenyum.

“Sudah Oppa,kau tak usah khawatir.” Yojin menjawab dan Sunggyu kelhatan senang dengan jawaban Yojin.

“ah..akhirnya,aku bersumpah jika seseorang mengobrol tentang Jepang dihdapanku lagi aku akan menonjoknya.” Sunggyu berkata dan Yojin tertawa namun Woohyun kelihatan tidak senang dengan Candaan Sunggyu.

“omo! Aku harus pergi kekampus.” Yojin berkata melirik kearah jam tangannya.

“Aku antar!”

Woohyun dan Sunggyu berkata berbarengan membuat Yojin kaget, Yojin hanya dia menatap kearah kedua lelaki itu.

“tidak usah,kalian beristirahat saja ok? Bye!” Yojin berkata dan dia langsung pergi meninggalkan situasi yang canggung antara dia dan kedua Oppanya.

~YouAreMine~

Yojin menganga saat dia melihat cuaca beruba secara drastia, Yojin mengutuk terkadang dia benci karena dia selalu lupa membawa payung. Padahal ramalan cuaca hari ini mengatakan kalau hari ini akan cerah, cerah darimana?! Sekarang hujan sudah mengguyur kota seoul dan dia tidak mungkin pulang dalam keadaan seperti ini.

Yojin menghela nafasnya dan dia mengaktifkan handphonenya, dia kaget saat tiba-tiba saja handphonenya berdering dan nama Sunggyu tertera di layar handphonenya.

“nde oppa, ini aku.” Yojin mengangkat dan dia bisa mendengar suara Sunggyu.

“Yojn,kau dimana? Apa kau sudah pulang?” Sunggyu bertanya dengan suara khawatirnya.

“belum oppa,aku masih di kampus.” Yojin berkata.

“APA? Tunggu aku ok? jangan kemana-mana aku akan menjemputmu.” Sunggyu berkata dan dia langsung menutup teleponnya.

“aneh sekali..”Yojin bergumam.

DUARRRR…

Suara Guntur mengagetkan Yojin, Yojin langsung menutup telinganya dia merasakan kalau sesuatu yang buruk akan terjadi.Karena takut Yojinpun langsung berlari kedalam kampusnya lagi, dia tidak bisa menyaksikan betapa menyeramkannya keadaan diluar.

Saat Yojin kembali keadaan kampus sangat sepi tidak aneh ini sudah jam 6 sore tentu saja semua orang sudah pulang, melihat sambaran petir yang sangat menyeramkan Yojin langsung menutup matanya.

Yojin berlari masuk kedalam kampus dan dia memperhatikan sekitarnya dan ternyata keadaan sudah sepi, wajar sekali ini sudah jam 6 sore semua orang pasti sudah pulang sekarang.

Melihat petir yang menyambar Yojin menutup matanya dan segera berlari kekelas dan bersembunyi dibawah bangku dikelasnya, Yojin gemetaran dia takut seklai pada petir dan guntur yang sangat keras.

Sekali lagi suara guntur terdengar dan membuat jendela dikelas Yojin bergetar cukup keras dia ketakutan sekali, bahkan tubuh langsingnya gemetaran karena merasa sangat takut. Yojin menutup telinga dan matanya berharap dia tidak bisa mendengarkan apapun atau melihat betapa menyeramkannya petir menyambar, Yojin langsung membuka tasnya dan mengambil handphonenya.

Namun malang nya nasib Yojin tiba-tiba saja lampu dikelasnya mati dan kelasnyapun berubah semakin gelap, Yojin menjerit ketakutan saat dia mendnegar suara guntur yang sangat keras.

Tanpa pikir panjang Yojin menelepon nomor Sunggyu sekali lagi dan tidak menunggu lama lelaki itu mengangkat telepon Yojin.

“Nde Yojin …sebenatar lagi aku samapi.” Sunggyu berkata dia mempercepat laju mobilnya.

“O-oppa..ppali ,aku sangat takut.” Yojin berkata dengan suara gemetarannya, mendengar Yojin yang memelas Sunggyu semakin khawatir.

“tenang saja ok? Aku akan kesana sebentar lagi.”

“iya..” Yojin menjawab dengan lemah, Sunggyu bisa mendnegar isakan tangis Yojin.

“jangan tutup teeponnya..” Yojin meminta dengan manja dan Sunggyu tersenyum, ternyata tidak semua orang berubah.

Yojin masih sama seperti dulu, Song Yojin yang dia tahu selama ini masih seperti anak kecil dan manja namun Sunggyu menyukainya.

“Tunggu oppa ok? Oppa akan kesana sebentar lagi.” Sunggyu berkata dan Yojin mengangguk.

Setelah beberapa menit diperjalanan Sunggyu sampai dan dia langsung berlri menuju kelas Yojin, dia bisa melihat sosok Yojin bersembunyi dibawah meja dan menangis.

“Yojin-ah..” Sunggyu memanggil dan Yojin langsung berlari memeluk Sunggyu dengan erat, Sunggyu merasa kasihan melihat Yojin yang pucat pasi dia pasti sangat ketakutan.

“OPPA..aku takut sekali.” Yojin berkata dan menangis, Sunggyu mengelus kepala Yojin dan tersenyum.

“tenang saja ok? Oppa ada disini..” Sunggyu berkata dan Yojin melepaskan pelukannya.

“kenapa kau tidak memintaku untuk menjemputmu? Jika kau memintaku untuk menjemputmu mungkin kau tidak akan sendirian.” Sunggyu berkata menyeka airmata Yojin.

“habis…aku tidak mau menganggu oppa,apalagi tadi oppa kelihtaan sangat murung.” Yojin berkata dan Sunggyu mengelus kepala Yojin dengan lembut.

“bodoh..aku sudah bilangkan kalau aku tidak apa-apa? Kau tak usah khawatir.” Sunggyu berkata dan Yojin mengangguk.

“sebaiknya kita duduk.” Sunggyu menarik Yojin kebangku terdekat dan merekapun duduk berdampingan.

“badainya pasti akan lama sekali..” Yojin berkata dan melirik kearah jendela kelasnya.

“tidak apa-apa,aku bisa menghabiskan waktuku denganmu.” Sunggyu berkata dan Yojin memukul bahu Sunggyu.

“oppa! Jika badainya lama kita tidak bisa pulang.” Yojin mengeluh percis seperti anak kecil dan Sunggyu mencubit pipi Yojin.

“aigoo kenapa kau lucu sekali sih?” Sunggyu berkata dan Yojin menunduk malu, ini adalah pertama kalinya dia dan Sunggyu bisa dekat.

Sunggyu sangat baik padanya namun keduanya jarang sekali bertemu atau berinteraksi, namun karena Sunggyu sangat baik padanay Yojin mulai menyukai Sunggyu lebih dari lelaki yang lain.

Sebenarnya Yojin juga dekat dengan Woohyun,Hoya dan Sungyeol namun entah kenapa diantara lelaki itu Sunggyu lah yang selalu dia pikirkan. Yojin menyukai segalanya tentang lelaki yang ada disamping nya ini, dia suka jika Sunggyu tertawa, dia suka jika Sunggyu memainkan gitarnya dan menyanyi.

Bahkan Yojin suka saat Sunggyu kelihatan bingung, atau saat lelaki itu marah kepada dongsaeng nya karena dongsaengnya suka sekali menjahilinya. Tanpa Yojin sadari dia sudah menatapi Sunggyu dari tadi, Sunggyu tersenyum dan menggerakan tangannya kearah wjaah Yojin membuat Yojin sadar.

“kenapa kau menatapku seperti itu?” Sunggyu bertanya dan Yojin menggelengkan kepalanya karena malu.

“bukan apa-apa,aku hanya melamun.” Yojin berbohong.

“oh iya..kau akan kejepang ya minggu depan?” Sunggyu bertanya dan Yojin mengangguk.

“yah..aku pasti akan kesepian.” Sunggyu berkata dan Yojin tersenyum.

“aku hanya akan pergi sekitar satu minggu.” Yojin mengungkapkan.

“satu minggukan lama sekali…”Sunggyu mengeluh.

“Oppa,kau tidak akan mati karena aku meninggalkanmu selama seminggu.” Yojin berkata dan Sunggyu tertawa.

“kau benar,tapi aku akan menderita..” Sunggyu menjawab dan pipi Yojin memanas sata dia mendnegar kata-kata itu.

“omo..pipimu merah, apa kau sakit?” Tanya Sunggyu menyentuh dahi Yojin.

“aku baik-baik saja oppa.” Yojin berkata menyentuh lengan Sunggyu yang ada didahinya.

Mata Yojin dan Sunggyu bertemu, mereka tidak sadar kalau jarak mereka sangat deka sekali, Sunggyu tidak tahu apa yang merasukinya yang jelas Yojin terlihat cantik sekali saat ini. Mata coklat besarnya menatap kearah Sunggyu, bibir seksinya kelihatan lebih pink dari biasanya dan kulitnya terlihat bersinar.

“Yojin-ah..saranghae.” Sunggyu berkata dan Yojin kelihatannya kaget.

“apa?Oppa kau bercandakan?” Yojin berkata dan Sunggyu menggelengkan kepalanya.

“aku benar-benar mencintaimu Song Yojin.” Sunggyu berkata dan Yojin melepaskan tangannya dari tangan Sunggyu.

“apa kau sudah punya pacar?” Tanya Sunggyu khawatir tapi dia beruntung karena Yojin menggelengkan kepalanya.

“apa kau menyukai Woohyun?” sekali lagi Sunggyu bertanya, Yojin melirik kearah Sunggyu dan dia menggelengkan kepalanya juga.

“Oppa..aku menyukaimu juga.” Yojin berkata dan sunggyu kaget dengan ungkapan Yojin.

“benarkah?” Sunggyu meyakinkan dan Yojin mengangguk.

Sunggyu tersenyum dan dia menyentuh sisi wajah Yojin, Yojin menatapnya dengan mata coklat indahnya lagi dan jantung Sunggyu seketika berdetak lebih cepat. Sunggyu mendekat kearah Yojin dan Yojin yang merasakan nafas Sunggyu sudah menyentuh bibir bagian atasnya diapun menutup matanya, Yojin bisamerasakan bibir lembut sunggyu menyentuh bibirnya.

Yojin menarik nafasnya sata dia merasakan Sunggu menarik tekuknya agar mendekat kearah sunggyu, sunggyu menciumi bibir yojin meminta akses kepada yojin dan yojinpun memberikanya dengan sennag hati.

Yojin membuka mulutnya dan dia bisa meraskaan lidah sunggyu mauskkedalam mulutnya, mereka saling berebut dominasi dan sunggyu menang, setelah beberapa menit kahirnya sunggyu melepaskan ciumannya dan menyandarkan dahinya kedahi yojin.

“O-oppa..” yojin memanggil.

“aku bahagia sekali yojin.” Sunggyu berkata dan yojin tersenyum.

“aku juga.” Yojin berkata dan memeluk sunggyu.

“mulai hari ini kau milikku.” Sunggyu berkata dan memeluk erat Yojin.

“jangan biarkan lelaki lain menyentuhmu.” Sunggyu mengingatkan dan Yojin tersenyum.

~YouAreMine~

Yojin dan Sunggyu memasuki Café yang biasa mereka kunjungi bersama, dia melihat Woohyun dan Sungyeol sedang mengobrol sedangkan Hoya hanya dia mendengarkan.

“anneyoung..” Yojin berkata dan woohyun langsung menyapa kembali Yojin.

“Yojin-ah..kau sampai.” Woohyun berkata namun tatapannya menuju kearah tangan Yojin dan sunggyu.

“er..kalian bergandengan tangan,apakah kalian sekarang berkencan?” Tanya Hoya dan ekspressi woohyunlangsung berubah enjadi sedih.

“hehehe..iya, Yojin mengaku kalau dia suka padaku kemarin.” Sunggyu berkata dan Yojin memukul dada Sunggyu.

“bohong! Dia yang mengaku.” Yojin berkata dan Hoya tertawa elihat tingka kedua kekasih baru itu.

“Chukhae..semoga kalian awet.” Sungyeol berkata dan Sunggu juga Yojin tersenyum.

“Chukhae..” Woohyun berkata namun ekspressi nya sedikit murung.

“Nde..oppa.” Yojin berkata, walaupun dia menyadari kalau Woohyun kecewa karena dia menolak Woohyun dan menerima Sunggyu.

Sunggyu menyentuh bahu Woohyun dan dia membisikan sesuatu ketelinga Woohyun.

“jangan pernah sentuh dia lagi, dia milikku.” Sunggyu berbisik dan Woohyun menghela nafasnya.

“sebaiknya aku pergi, sampai ketemu lag Yojin-ah.” Woohyun berkata dan langsung pergi keluar dari Café.

“aneh sekali, padahal dia bilang tadi dia tidak sabar untuk bertemu denganmu.” Sungyeol berkata kepada Yojin.

“mungkin dia lelah, sebaiknya nanti aku hubungi dia.” Yojin berkata dan sunggyu mengeratkan gengaman tangannya di tangan Yojin.

“tidak usah,aku yang akan bicara padanya.” Sunggyu berkata menarik Yojin untuk duduk disampingnya dan mengusir Sungyeol agar dia duduk dengan Hoya.

“aish..hyung! aku tidak akan merebut Yojin kau tak usah mengusirku.” Sungyeol mengeluh dan Yojin tertawa.

~The End~

Don’t Forget The Comment!😀

Love, Seven94

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “You Are Mine!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s