Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 14/ The end~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

Haneul merapikan jas youngmin dan tersenyum kearahnya,youngmin mencium dahi haneul sebagi tanda terimakasihnya karena sudah membantunya merapikan jasnya.

“aku sudah tidak sabar..”youngmin berkata dan haneul tersenyum,haneul juga sudah tidak sabar untuk segera bertemu dengan orangtua youngmin walaupun dia sedikit gugup.

“aku siapkan mobil dulu ok?kau berdandan saja dulu.”youngmin berkata dan menyambar kunci mobilnya yang ada dimeja cermin.

“ok..”haneul menjawab singkat dan dia membenarkan bando putih yang bertengger manis dikepalanya.

Haneul membubuhkan sedikit blush on kepipinya dan dia mengoleskan sedikit lipgloss diatas lipstick pink pucatnya lalu dia tersenyum, haneul harus terlihat fresh dan cantik dihadapan orangtua youngmin.

Setelah merapikan gaun putihnya haneul berjalan keluar dan saat dia melangkah keruang tengah dia bertemu dengan jongin, haneul tersenyum kearah jongin lalu pergi keluar dari villa jongin hanya menatap kearah punggung haneul.

Setelah kejadian tadi malam haneul seakan menghindarinya,apakah dia takut? Jongin hendak mengikuti haneul namun Jessica menarik tangannya.

“jongin-ah dasimu bengkok.”Jessica berkata dan membenarkan dasinya.

“kau kenapa?dari tadi aku lihat kau melamun.”Jessica berkata.

“tidak apa-apa noona,aku hanya sedikit mengantuk.”jongin menjawab,dia tidak terbiasa harus bangun pagi-pagi sekali seperti sekarang.

“aish..kau begadang lagi iyakan?kwangmin mengatakan kalau kau menghilang tadi malam.” Jessica ingat saat kwangmin menanyakan keberadaan jongin padanya tadi saat sarapan.

“aku tidak bisa tidur noona,kau tahu akukan?”jongin berkata dan keluar mengikuti haneul,Jessica hanya menghela nafasnya sepupunya itu kadang bisa sangat keras kepala.

Taklama menunggu semua orang masuk kedalam mobil rush youngmin,dan mereka pergi menuju gedung pesta dimana sepupu kwangmin dan youngmin menikah. Haneul semakin gugup namun dia mencoba melupakan fakta kalau dia akan bertemu dengan orang tua youngmin,dia memilih untuk berbincang dengan suzy dan Jessica.

Selama diperjalanan jongin yang duduk disamping Jessica hanya tidur,sudah jelas sekali pemuda itu memang tidak terbiasa bangun pagi. Sedangkan Jessica masih asyik bercengkrama dengan haneul dan suzy.

Kwangmin dan youngmin yang duduk didepan mulai merasa bosan,kwangmin memutuskan untuk mendengarkan lagu sedangkan youngmin fokus menyetir. Walaupun dia fokus menyetir sesekali dia melirik kearah kaca spion melihat bayangan haneul yang sedang tertawa dengan suzy,haneul kelihatan cantik sekali sepertinya dia memang berdandan khusus untuk orangtuanya.

“hyung jika kau terus menatap kearah spion kau akan menabrak sesuatu..”kwangmin menyindir dan youngmin langsung pura-pura menyetir dengan serius.

Suzy dan Jessica yang mendengar sindiran kwangmin tertawa dan melirik kearah haneul yang wajahnya sudah merah padam, haneul hanya tersenyum dan suzypun tertawa melihat ekspressi haneul begitu juga Jessica.

“youngmin-ah jika kau ingin menatapi haneul sebaiknya nanti setelah sampai.”Jessica meledek dan sekarang bagian kwangmin dan suzy yang tertawa.

Jongin yang mendengar kegaduhan teman-temannya itu mengerang kesal,dia hanya ingin tidur namun yang membuat dia kesal adalah semua temannya sepertinya menggoda youngmin dan haneul membuatnya cemburu.

Beberapa menit berlalu dan merekapun sampai ditempat pesta,mereka bisa melihat para tamu sudah datang dan mulai memenuhi gedung. Pengantin lelaki kelihatan sedang menyambut semua tamu dan dia memakai jas formal dengan dasi kupu-kupu dilehernya, sepupu youngmin kelihatan sangat senang sekali saat dia melihat youngmin berjalan kearahnya.

“Youngmin-ah!” ji hoon melambaikan tangannya kearah youngmin.

“hyung!”youngmin membalas mereka berpelukan sesaat dan tersenyum.

“senang akhirnya aku mendapatkan undangan pernikahanmu hyung.”youngmin berkata dan ji hoon tersenyum.

“ya aku rasa aku sudah tua dan butuh seseorang untuk mengurusku.” Ji hoon bercanda dan youngminpun tertawa.

Setelah menyapa youngmin ji hoon menyapa kwangmin yang sama senangnya dan jongin yang kelihatan masih menggantuk.

“jongin-ah..kau masih menggantuk?”Tanya ji hoon, jongin sudah besar sekarang padahal terakhir mereka bertemu saat jongin masih berumur 10 tahun.

“nde hyung..”jongin menjawab dengan malas.

“aishh.. setidaknya bersemangatlah ini pernikahanku.”ji hoon berkata dan jongin mengangguk sambil menghormat kearah lelaki yang lebih tua yang berdiri dihadapannya itu.

“oh iya hyung,kenalkan ini haneul..pacarku.”youngmin berkata menarik haneul kesampingnya,haneul tersenyum.

“oh senang bertemu denganmu haneul-ah.”ji hoon berkata.

“senang bertemu denganmu juga,oppa.”haneul berkata dan ji hoon tersenyum.

“youngmin-ah kau beruntung sekali punya pacar cantik seperti haneul.” Ji hoon memuji dan youngmin hanya tersenyum dan melingkarkan tangannya dibahu haneul.

“sebaiknya kau cepat melamarnya sebelum terlambat..”ji hoon berbisik ketelinga youngmin dan youngmin mengangguk.

“tenang saja hyung..”haneul hanya bisa melirik kearah kedua lelaki yang sedang saling berbisik itu, dia penasaran sebenarnya apa yang mereka bicarakan.

“apa yang dia katakan?”haneul berbisik saat dia melihat ji hoon menarik Jessica dan suzy kedalam gedung begitu juga jongin dan kwangmin.

“dia hanya bilang kau cantik haneul..kau tak usah khawatir.” Youngmin berkata dan mereka berduapun mengikuti ji hoon masuk kedalam gedung.

Semua tamu terlihat sangat sibuk dengan aktivitas mereka masih-masih haneul bisa melihat pengantin wanita yang sedang berbincang dan berfoto dengan teman-temannya, dia sebenarnya mencoba mencari sosok ayah youngmin didalam gedung namun dia tidak menemukannya.

“eomma!” tiba-tiba saja haneul mendengar youngmin memanggil dan seorang wanita paruh baya yang menggenakan gaun ungu tua melambai kearah youngmin.

Wanita itu kelihatan sangat elegan dan mewah,kalung berlian bertengger dilehernya dan beberapa gelang emas melingkar dipergelangan tangannya sebuah cincin mutiara yang menghiasi jari-jari lentiknya.

“omo..anak lelakiku,kau sangat tampan.” Wanita itu berkata saat youngmin menghampirinya dan mata wanita itu langsung mengarah kearah haneul yang tangannya di tarik oleh youngmin.

Wanita itu tersenyum dan haneul langsung membalas senyuman wanita itu, wanita itu memiliki rambut hitam yang panjang dan ikal mata sipitnya menatap kearah haneul seakan dia sedang memperhatikan penampilan gadis itu.

“eomma,kenalkan ini haneul..gadis yang aku ceritakan tempo hari.”youngmin berkata dan haneul segera membungkuk hormat kearah wanita yang dipanggil oleh youngmin eomma.

“anneyoung haseyo,kim haneul imnida.”haneul mengenalkan dirinya dan ibu youngmin tersenyum kearahnya.

“senang akhirnya bertemu denganmu kim haneul.” Ibu youngmin berkata dan tersenyum.

“aku juga nyonya Jo.”haneul berkata dan tersenyum.

“oh jangan panggil aku nyonya,panggil saja aku eommonim.” Ibu youngmin berkata dan menyentuh bahu haneul,sentuhan simpel itu membuat haneul sedikit terkejut.

“aku dengar kau bekerja diperusahaan anakku ini.” Ibu youngmin menatap kearah youngmin.

“nde eommonim,aku bekerja sebagai sekertaris youngmin.” Haneul menjawab dan ibu youngmin menyeringai penuh maksud.

“oh office romance ya? Well,kau beruntung haneul karena kita sama.” Ibu haneul berkata dan haneul tersenyum senang.

Haneul sedikit terkejut jadi kisah cintanya dengan ayah dan ibu youngmin sama? Haneul sedikit senang setidaknya mereka memiliki kesamaan yang intim.

“kau lulusan mana?”Tanya ibu youngmin.

“seoul university eommonim.”haneul menjawab,nada suaranya masih terdengar kaku.

“oh..bagus sekali,apakah kau memiliki banyak pengalaman dalam bekerja?”sekali lagi pertanyaan yang menengangkan ibu youngmin lontarkan.

“aniyo eommonim,aku hanya memiliki beberapa pengalaman bekerja sebagai kasir and sekertaris.” Haneul menjawab dan ibu youngmin mengangguk.

“bagaimana dengan orangtuamu,apakah mereka masih ada?”Tanya ibu youngmin lagi.

“orangtuaku sudah bercerai eommonim.”haneul menjawab sedikit sedih, dan senyum yang ada diwajah ibu youngmin langsung menghilang.

“maaf aku tidak bermaksud..”

“tidak apa-apa eommonim, lagipula semuanya baik-baik saja.”haneul menjawab dan ibu youngmin mengangguk, sekarang ibu youngmin tahu kenapa anak lelakinya itu sangat bersimpati pada haneul.

Mereka berbagi kesakitan yang sama dan penderitaan yang sama

“kau tinggal dengan siapa sekarang? Apa kau punya saudara?” Ibu youngmin melanjutkan interviewnya,youngmin hanya tersenyum dan menggengam tangan haneul saat dia melihat haneul sedikit tegang.

“aku tinggal sendiri eommonim,iya aku punya satu adik perempuan.”haneul menjawab seramah mungkin.

“kalian berdua memiliki kesamaan yang banyak..” ibu youngmin bergumam dan tersenyum, sepertinya soulmate itu memang ada contoh nyatanya ada dihadapannya sekarang.

Haneul dan youngmin tersenyum saat melihat ibu youngmin menatap kearah mereka penuh kekaguman, haneul bisa bernafas lega karena sepertnya ibu youngmin menerimanya dengan baik dan mungkin ibu youngmin juga memiliki latar belakang yang tidak jauh dengan dirinya.

“jadi bagaimana eomma?apa kau menyukai haneul?”youngmin bertanya dan dia melingkarkan tangannya dipundak haneul.

she’s lovely, kalian aku restui.” Ibu youngmin berkata dan haneul tersenyum dengan lebar,dia sangat bahagia.

come here..give momy a hug!”ibu youngmin berkata dan membuka tangannya,tanpa disuruh haneul memeluk ibu youngmin dan tersenyum.

Taklama berpelukan tiba-tiba handphone ibu youngmin bergetar dan dia langsung mengangkat teleponnya, haneul bisa mendengar percakapan ibu youngmin ternyata dia fasih sekali dalam berbahasa jepang dan inggris.

darling..momy have to go, telepon eomma kalau kau sudah pulang ke seoul jangan lupa, cepat berikan cincin yang eomma berikan padamu.” Ibu youngmin berbisik dan youngmin mengangguk penuh semangat.

“tenang saja eomma,semuanya akan berjalan lancar.”youngmin mengedipkan matanya pada ibunya.

“kemana eommonim akan pergi?”Tanya haneul.

“bisnis.”youngmin menjawab dan haneul mengangguk.

“oh iya,apa kau mau cake?aku akan membawakannya untukmu.”youngmin berkata dan mencium haneul sekilas lalu pergi.

“sepertinya ibu youngmin menyukaimu.” Jongin tiba-tiba saja muncul dari belakang haneul.

“ya,begitulah..aku senang.”haneul tersenyum.

“selamat,aku rasa aku tinggal menunggu undangan pernikahan.”jongin bercanda dan haneul hanya menunduk menatap lantai,dia tidak bisa melirik kearah jongin dia takut menangis lagi seperti tadi malam.

“terimakasih,apa Jessica eonni bersamamu?”Tanya haneul namun jongin menggelengkan kepalanya.

“entahlah dia menghilang bersama suzy dan kwangmin.” Jongin menjawab dan mengangkat bahunya.

Namun saat haneul hendak berbicara tiba-tiba saja seorang MC naik kepanggung dan menyapa semua tamu yang sedang asyik berbincang.

“SELAMAT SIANG SEMUANYA!” seorang Mc lelaki manyapa para tamu undangan dan sekarang semua perhatian para tamu tertuju padanya.

“bagaimana apa kalian menikmati makanannya?”Tanya sang MC.

“karena kita sudah cukup memakan makanan bagaimana untuk sedikit olahraga dengan  berdansa?” sanga mc mengumumkan dan smeua tamu bersorak.

Tak menunggu lama sebuah musik klasik terdengar melantun dan semua tamu mulai berpasangan dan menari dilantai dansa,termasuk kedua pengantin yang dengan mesranya berdansa ditengah-tengah para tamu.

may I have this dance?” jongin berkata mengulurkan tangannya pada haneul sambil setengah membungkuk.

Haneul tersenyum dan menyambut tangan jongin,mereka berjalan ketengah lantai dansa dan mulai berdansa,jongin melingkarkan tangannya dipinggang haneul dan haneul menyimpan tangannya di bahu jongin.

Mereka mulai bergerak mengikuti ritme lagu yang slow dan romantis,jongin tersenyum sambil menatap kearah haneul. Haneul balik tersenyum dan dia kaget saat jongin mendekatkan dahinya kedahi haneul, jongin yang sadar kalau haneul tengang menyeringai.

“tenang saja..aku tidak akan menciummu.”jongin menggoda dan ahneul memeluk dada jongin.

“ya! Berhenti mengatakan itu!”haneul berkata dan mereka terus berdansa,mereka berputar beberapa kali dan menikmati mati alunan musik yang lembut. Setelah beberapa menit dansa music berbuah menjadi lebih cepat dan semua orang berputar mengganti panter mereka, haneul berputar berpisah dari jongin dan sekarang dia berdansa dengan kwangmin.

“kwangmin-ah! Kau kemana saja?”Tanya haneul kwangmin hanya tersenyum penuh misteri dan melirik kearah suzy yang sekrang berdansa dengan jongin.

“kau sembunyi bersama dia?”haneul bertanya dengan tatapan mencurigakannya.

“tidak juga Jessica eonni melihat kami.”kwangmin menjawab dan akhirnya dia berputar dan sekarang dia berdansa dengan youngmin.

“hi sayang..”youngmin berkata dan mencium haneul,haneul tersenyum dan berdansa dengan youngmin.

“mana cakenya?”Tanya haneul dan youngmin menunjuk kearah meja buffet.

“aku tidak sempat mengambilnya karena Jessica noona menarikku untuk berdansa.” Youngmin berkata dan haneul mengangguk penuh pengertian.

“kau cantik sekali malam ini..”youngmin berkata dan dia membenarkan poni haneul.

“kau juga tampan sekali.”haneul kembali memuji dan dengan mesranya haneul memeluk youngmin,mereka berdansa mengikuti music yang sudah kembali slow dan romantis.

Tanpa mereka berdua sadari jongin menatap kearah mereka berdua penuh kesedihan, Jessica yang menyadari itu segera berputar dan berganti patner, suzypun dengan senangnya bertukar panter dengan Jessica karean dia ingin berdansa dengan kwangmin.

“kau masih ngantuk?”Jessica bertanya dan jongin tersenyum tipis lalu menggelengkan kepalanya,kesedihan benar-benar muncul di sorot matanya.

“kau tidak bosan memandang kearah haneul?”Jessica bertanya.

“oh ayolah noona aku tidak memandangi siapapun.” Jongin berbohong dan merekapun melanjutkan untuk berdansa.

~DoubleTrouble~

“apa kau begitu membenciku?” krystal bertanya,dia menatap kearah hyunseong yang duduk dihadapannya.

“apa salah jika aku membencimu?” hyunseong balik bertanya,suaranya terdengar sangat dingin dan sarkastik.

“siapa gadis yang kau cium divideo ini?”Tanya krystal melemparkan sebuah kaset.

“pacar baruku.” Hyunseong menjawab dengan simpel dan tangan krystal mengepal kesal.

“kau tahu kau merusak rumahku,aku bisa melaporkanmu kepolisi.”krystal berkata namun hyunseong kelihatannya tidak takut sama sekali.

“laporkan saja.”hyunseong menjawab dengan simpel dan keluar dari restoran dimana dia dan krystal mengobrol.

“Oppa!” Krystal memanggil namun hyunseong mengacuhkannya.

Krystal menghela nafasnya,apakah ini cara hyunseong membalas dendam? Krystal menatap nanar kearah punggung hyunseong yang menjauh.

Dia melirik kearah handphonenya yang berbunyi dan melihat nama Jessica tertera dihandphonenya, krystal dengan cepat mengangkat telepon dari kakaknya itu.

“eonni,bagaimana?! Apa tante jo membenci haneul?”Tanya krystal.

“krystal..maafkan aku.” Jessica berkata dan krystal tidak percaya dengan jawaban kakaknya,airmatanya langsung bercucuran sepertinya dia memang tidak memiliki pilihan lain.

“krystal-ah..sebaiknya kau melupakan youngmin.”Jessica berkata namun krystal langsung menutup teleponnya dan pergi dari restoran.

Krystal yang baru sampai dirumahnya langsung menendang pintunya kesal,dia membawa semua foto-foto youngmin dan semua kenangan yang mereka punya termasuk foto masa kecil mereka.

Dia menghidupkan perapiannya dan seketika api langsung menyapanya,krystal sedikit ragu untuk melemparkan album yang dia pegang.

Krystal menangis dan langsung melemparkan album yang dia pegang dan api membakarnya habis,krystal menatap penuh kebencian kearah album yang terbakar itu. Kemarahan sudah menguasai batinnya,dia hanya ingin menghabisi haneul karena menurut dia haneullah yang menyebabkan semua penderitaannya.

“tunggu saja Kim haneul aku akan menghancurkan hidupmu….”krystal berkata dan menatap kearah foto yang dia pegang.

Foto yang dia pegang adalah foto youngmin dan haneul,krystal menemukan foto itu dari website pribadi youngmin kelihatannya lelaki itu sangat ingin memamerkan kekasihnya.

Krystal langsung melemparkan foto mesra youngmin dan haneul kedalam perapian dan foto itupun hangus terbakar.

~ 1 tahun kemudian.. ~

“apa kau sudah keluar dari kantor?” youngmin bertanya sambil membawa 2 cup cappuccino kesukaan haneul.

“aku baru keluar sayang,sebentar lagi aku kesana.” Haneul berkata dan tersenyum,youngmin terkadang bisa tidak sabaran.

Hari ini adalah hari jadi mereka yang kedua tahun dan youngmin mengatakan kalau dia akan memberikan surprise untuknya namun sebelum surprise, youngmin menyuruh haneul pergi kesebuah café untuk minum kopi dengannya.

“cepatlah..aku merindukanmu.”youngmin merajuk dan haneul tertawa.

“sebentar lagi aku kesana,aku sudah didepan kantor kau tunggu saja ok?”haneul berkata dan menutup teleponnya, haneul membereskan dokumennya dan mengambil tasnya.

Dia berjalan menuju lift dan liftpun langsung menyambutnya,setelah beberapa menit berjalan haneul berjalan menuju café dekat kantornya dimana youngmin sudah menunggu. Jalanan saat itu cukup sepi jadi haneul memutuskan untuk sedikit bersantai, sampai akhirnya dia sampai di perempatan jalan.

Dia menunggu didekat lampu merah,dia menunggu lampu berubah menadi hijau dengan santainya dia menunggu mobil-mobil melintas didepannya. Matanya haneul menangkap sosok youngmin yang membawa 2cup cappuccino diseberangnya, haneul tersenyum dan melambai kearah pacarnya itu.

Haneul melirik kearah lampu lalu lintas yang ada disampingnya dan melihat tanda berubah menjadi hijau, haneul berjalan santai menyebrang kearah youngmin namun tiba-tiba saja dia mendengar mesin mobil mendekat.

Youngmin yang melihat itu segera menjatuhkan dua cup cappucinonya dan berlari kearah haneul mencegah wanita itu tertabrak oleh mobil ngebut yang mengarah kearah haneul, haneul yang kaget hanya bisa diam saat dia didorong oleh youngmin tubuhnya berputar dan jatuh keaspal taklama kemudian dia mendengar suara rem mobil yang memekakakan telinga dan suara seseorang menjerit.

Entah apa yang sudah terjadi haneul merasa pusing dan diapun mulai kehilangan kesadarannya, haneul bisa melihat tubuh youngmin tergeletak tak jauh dari tubuhnya dan kepalanya bersimbah darah haneul mencoba mencapai youngmin namun dia kehilangan kesadarannya.

~DoubleTrouble~

“Hey..hey..” haneul bisa merasakan tangan seseorang menyentuh bahunya dan menguncang-guncangkannya.

Haneul membuka matanya dan bisa melihat youngmin yang tersenyum,dia kelihatan tampan sekali dengan jas hitam putihnya. Rambut pirangnya disisir rapih dan dia kelihatan sangat gagah sekali, haneul bangkit dari tidurnya dan menatap kearah youngmin.

“youngmin,kau sudah berganti baju?” haneul bertanya dan youngmin tersenyum kearahnya.

“kau juga.” Dia berkata dan haneul melirik kearah baju yang dia kenakan.

Bajunya berwarna putih dan panjang percis seperti gaun pengantin namun lebih simpel, hiasan berwarna silver terlihat di bagian pingangnya dan tali kecil ada dikedua sisi bahu haneul.

“kau cantik sekali.”youngmin berkata mengelus pipi haneul,haneul hanya menatap kearah youngmin dan tersenyum.

“kau tampan..”haneul berkata dan mereka berduapun berciuman,namun ada satu hal yang sangat ganjal,bibir youngmin terasa sangat dingin.

“youngmin kau tidak apa-apa?”haneul berkata dan menyentuh kedua sisi wajah youngmin.

“aku baik-baik saja,tak usah khawatir.” Youngmin berkata dan tersenyum.

Walaupun youngmin kelihatan bahagia dan tersenyum sekarang,haneul masih merasa khawatir dan dia memeluk youngmin. Youngmin sedikit kaget namun dia memeluk haneul kembali, haneul benar-benar khawatir saat dia merasakan tempatur tubuh youngmin snagat dingin.

“kau tak boleh berbohong,apa kau benar-benar baik-baik saja?”Tanya haneul dan dia bisa merasakan youngmin mengangguk.

“aku tidak bohong haneul..”youngmin berkata dan diapun berdiri, haneul mengikuti youngmin yang berjalan.

Ternyata mereka sedang ada diladang alang-alang yang tinggi,pemandangannya sangat indah sekali dan angin berhembus membuat haneul semakin bahagia.

“kenapa kita ada disini youngmin-ah?”Tanya haneul dan youngmin tersenyum.

“aku hanya ingin mengajakmu jalan-jalan,kau ingatkan kalau aku akan memberimu surprise?”Tanya youngmin dan haneul mengangguk.

“kalau begitu ayo..”haneul berkata menarik tangan youngmin.

Youngmin mengikuti haneul yang berjalan dengan bahagianya mereka menulusuri lading ilalang itu dnegan cerianya,terkada youngmin dengan jahilnya mengangkat tubuh haneul dan berputar membuat wanita itu tertawa dengan riangnya.

Setelah beberapa menit menulusuri ladang haneul dan youngmin sampai disebuah bukit yang tinggi, dan haneul tersenyum dengan bahagianya.

“youngmin-ah darimana kau tahu tempat ini?”Tanya haneul,dia masih kagum dengan keindahan yang dia lihat.

“seseorang memberitahuku.”youngmin menjawab dan haneul membuka tangannya lalu menghirup udara segar.

Rambut coklatnya berterbangan karena angin meniupnya,sinar matahari sangat terang namun tidak panas dan haneul tersenyum penuh kebahagiaan. Youngmin yang menatap haneul dari samping kagum sekali dengan pemandangan yang dia lihat, haneul terlihat seperti malaikat saat dia senang dan menutup matanya.

“malaikat…”youngmin bergumam dan haneul membuka matanya.

“apa yang kau katakan?” Tanya haneul dan youngmin menggelengkan kepalanya.

“bukan apa-apa,bagaimana kau menyukai surpriseku?”Tanya youngmin dan haneul mengangguk dengan antusias.

“aku menyukainya,terimakasih youngmin.”haneul mendekat dan mereka berpegangan tangan.

“haneul..aku harus pergi.”youngmin berkata dan haneul mengerutkan keningnya.

“kemana?”Tanya haneul menatap aneh kearah youngmin.

“aku suatu tempat,kau tak usah tahu.”youngmin menyentuh sisi wajah haneul.

“kemana?apa kau mau kabur? Aku ikut..”haneul berkata dan youngmin tertawa dengan tebakan yang haneul sebutkan.

“aku tidak kabur haneul..aku hanya harus pergi dank au tidak bisa ikut denganku.” Youngmin berkata, dia bisa melihat mata haneul berkaca-kaca.

“kenapa?kenapa?aku tidak bisa ikut..”haneul bertanya.

“karena waktumu masih panjang haneul,dan waktuku sudah habis.”youngmin mengungkapkan dan haneul semakin bingung.

“maksudmu?”haneul bertanya,airmata mengancam untuk turun dari matanya.

“kita sudah memiliki dunia yang berbeda sekarang.”youngmin berkata dan haneul menggelengkan kepalanya tidak percaya.

“tidak mungkin…apa yang terjadi?”Tanya haneul dan airmatanyaoun sekarang sukses membahasi pipinya.

“maafkan aku..”youngmin berkata.

“tidak! Kau jahat! Apa yang kau lakukan?! Kenapa kau harus pergi?!” haneul berkata mendorong youngmin menajuh darinya, youngmin hanya bisa menatap nanar kearah haneul.

“ini takdir haneul..”youngmin beralasan dan mencoba mendekat kearah haneul.

“kau jahat! Ini bukan takdir..kau yang tidak mencintaiku!”haneul berkata dan memukul young, youngmin hanya bisa menunduk menatap haneul yang menangis.

“maafkan aku..”youngmin berkata dan memeluk haneul.

“kenapa youngmin-ah??apa kau tidak mencintaiku?”Tanya haneul menangis histeris, youngmin sendiri sangat sedih namun dia tidak bisa menangis dia ingin kekasihnya kuat untuknya.

“ini hanya perpisahan haneul..kau masih memiliki masa depan.” Youngmin berkata dan tersenyum,haneul mengelengkan kepalanya.

“tidak..aku ingin bersammu youngmin-ah..”haneul berkata namun youngmin menggelengkan kepalanya.

“aku tidak bisa haneul,maafkan aku..”

Haneul hanya diam dan menatap kearah youngmin,airmatanya tidak bisa berhenti mengalir dari pipinya. Dia bertanya kepada tuhan,kenapa tuhan harus memisahkan dirinya dengan youngmin? Apakah cinta mereka tidak berharga bagi tuhan?

“maafkan aku..aku mohon jangan menangis.” Youngmin berkata dan menyeka airmatanya, namun airmata baru langsung membasahi pipinya.

“aku ingin kau menikah,memiliki anak dan bahagia.”youngmin mengungkapkan namun mendnegar itu haneul semakin sedih,bagaiamana dia bisa menikah dnegan lelaki lain jika lelaki yang satu-satunya dia cintai akan meninggalkannya?

“jadilah wanita yang bahagia dan baik, besarkan dan didik anak-anakmu dengan baik jadikanlah mereka anak-anak yang dewasa dan pintar.”youngmin berkata dan tersenyum, senyum itu terlihat sangat menyedihkan dimata haneul.

“aku harus pergi..”youngmin berkata namun haneul mengelengkan kepalanya dan mengenggam tangan youngmin erat.

“tidak..aku mohon,jangan.”haneul berkata dia terdengar seperti pengemis yang menyedihkan.

“haneul-ah..jangan membuat perpisahan ini semakin berat.”youngmin berkata namun haneul kembali menangis.

“aku tidak bisa hidup tanpamu..”haneul berkata dan menarik lengan youngmin, youngmin menghela nafasnya berat dia sendiri kesusahan untuk menahan tangisnya.

“kau bisa haneul,kau tak usah takut.”youngmin berkata dan menangkup wajah haneul.

Youngmin menyeka kembali airmata haneul dan dia mendekat kearah haneul,dia mencium bibir haneul dengan lembut dan tiba-tiba saja tubuh youngmin semakin memudar diterpa angin haneul mencoba menangkapnya namun hanyalah debu yang dia genggam.

Youngmin sudah menghilang,meninggalkannya…

~DoubleTrouble~

Tut..tut..tut..

Suara pendeteksi jantung haneul berbunyi membuat jongin dan kwangmin semakin resah,mereka berdua adalah orang pertama yang rumah sakit hubungi saat haneul dan youngmin dilarikan kerumah sakit.

Kwangmin duduk disudut ruangan haneul menunduk menatap lantai,matanya sembab dan nafasnya terdengar lemah. Begitu juga jongin yang duduk disamping haneul memegang tangan haneul seakan dia memberikan semangat untuk wanita itu agar tetap hidup, jongin sesekali melirik kearah deteksi jantung haneul.

Haneul sudah tidak sadarkan diri selama lima jam dan ini sudah malam namun kedua lelaki itu tidak bosan menunggu, Jessica dan suzy keluar untuk menjemput hani yang baru pulang sekolah.

Mereka dengar hani pingsan saat dia tahu kalau kakaknya haneul mengalami kecelakaan dan terluka parah, junhong dan hyunseong teman hani datang tadi sore mengantar sebuket bunga.

“apa dia sudah sadar?” tiba-tiba saja sosok hani masuk kedalam ruangan haneul.

“belum..”kwangmin menjawab dan menatap kearah hani yang membawa sebuah tas, mungkin isinya baju ganti untuk haneul.

“eonni,cepatlah bangun.”hani berkata menyentuh kaki haneul, airmata hani langsung menetes saat dia melihat muka pucat kakaknya.

Kwangmin yang melihat hani menangis memeluknya, hani langsung menangis didalam pelukan kwangmin dan jongin yang menyaksikannya ikut sedih juga.

“shuttt hani-ya jika kau menangis, haneul akan semakin khawatir.” Kwangmin berkata namun hani malah menangis lebih keras.

“aku ingin eonniku kembali..hiks..hiks..hiks.. kenapa semua ini terjadi?”hani bertanya dan kwangmin mengelus punggung hani.

“aku kira..eonni akan bahagia..”hani berkata dan kwangmin hanya bisa mengelus kepala hani, dia tahu kalau hani sangat rapuh dan lemah.

“haneul-ah..aku mohon bangunlah..”jongin bergumam dan mencium lengan dingin haneul,airmatanya menetes dan meresap kekulit haneul.

Jessica dan suzy yang meyaksikan adegan itu sedih juga, suzy menitikkan airmatanya begitu juga Jessica siapa sangka kehidupan haneul bisa berubah drastis seperti ini?

“Jung krystal tersangka dari kejadian tabrak lari sudah di tangkap kalau pihak polisi, penari ballet internasional itu menyerahkan dirinya tadi siang kekantor kepolisian seoul..”

Mendengar berita di tv hani,kwangmin dan jongin menatap kearah tv kecil diruangan haneul mereka tidak percaya ternyata semua ini ulah krystal. Jessica yang mendengarnya sangat kaget juga, dia tidak menyagka adiknya tega sekali melakukan semua ini apakah Jessica tidak cukup memperhatikan adiknya itu?

Jessica langsung berlari keluar dari ruangan haneul,sepertinya dia menghubungi kedua orangtuanya dan mengurus kasus adiknya.

“semua ini karena wanita jalang itu!” hani membentak dan mengepalkan tangannya.

“aku akan menghabisinya!” hani berkata dan hendak keluar namun kwangmin mencegahnya.

“hani-ya! Kekerasan bukanlah solusi..kita tunggu saja haneul sampai sadar ok?” kwangmin berkata dan hani akhirnya tenang.

“kwangmin-ah..orang tuamu sudah datang.” Suzy mengumumkan saat hani dan kwangmin selesai berbicara.

“aku akan menemui mereka,hani sebaiknya kau tidak meninggalkan ruangan ini.” Kwangmin berkata dan pergi keluar dari ruangan haneul.

Suzy menatap khawatir kearah kwangmin yang menyambut kedua orangtuanya yang kelihatan sangat panik sekali, kwangmin mencoba menjelaskan keadaan kakaknya dan haneul namun saat dia menyampaikannya ibunya langsung menangis.

“tidak! Youngmin-ah..youngmin-ah!” ibu kwangmin berkata, kwangmin hanya bisa memeluk ibunya.

Berbeda dengan ibunya yang menangis ayah kwangmin hanya bersandar ketembok,dia terlihat sangat terpukul sekali dengan berita yang kwangmin sampaikan. Untuk pertama kalinya dalam hidup kwangmin dia melihat ayahnya menitikan airmata, walaupun ayahnya menutup wajah saat dia menangis namun kwangmin tahu ayahnya sedih juga.

“kalian bisa menjenguknya,tanyakan saja pada suster.”kwangmin berkata, ibu dan ayahnya mengangguk dan pergi untuk menjenguk youngmin.

Suzy yang melihat betapa tenangnya kwangmin cukup kagum,kwangmin sangat kuat sekali saat dia mendapatkan berita menyedihkan tentang kakaknya dan haneul. Dia tidak histeris ataupun menangis terus menerus, dia hanya menitikan airmata saat dia melihat keadaan youngmin yang memprihatinkan.

“kau tidak apa-apa kwangmin-ah?”suzy bertanya dan kwangmin mengangguk dan tersenyum tipis kearah suzy.

“kau tak usah khawatir.” Kwangmin berkata dan masuk lagi keruangan haneul.

Beberapa jam berlalu dan smeua orang merasa ngantuk,mereka memutuskan untuk pulang namun jongin tidak. Dia ingin ada disamping haneul sampai gadis itu siuman, bahkan sangat Jessica mengajaknya pulang jongin mengabaikannya.

Waktu sudah menunjukan jam 11 malam dan jongin mulai kehlangan semangat untuk menunggu haneul, jongin melepaskan tangannya dari tangan haneul namun tiba-tiba sjaa tangan haneul bergerak.

“haneul-ah!” jongin memanggil, haneul kelihatannya mencoba membuka matanya namun dia kesusahan.

Jongin langsung memencet bel darurat dan seorang dokter juga suster datang keruangan haneul, sang dokter langsung melepaskan alat bantu bernafas haneul dan haneul membuka matanya dia mulai siuman.

“nona kim,apakah anda bisa melihat saya?”Tanya sang dokter dan haneul mengangguk,sang dokter melakukan beberapa pemeriksaan pada haneul.

Jongin tersenyum dengan lega saat melihat haneul siuma kembali,dia pikir haneul tidak akan pernah bangun lagi. Setelah selesai diperiksa haneul diberi minum oleh sang suster dan alat pendeteksi jantungnya dilepaskan, jongin mengela nafas dia tidak usah mendenar suara menyeramkan yang pendeteksi itu keluarkan sekarang.

Dokter mengatakan kalau keadaan haneul sudah kembali stabil namun dia membutuhkan banyak istirahat dan makan, jongin berterimakasih kepada sanga dokter dan masuk kemabali kedalam ruangan haneul.

Haneul duduk diranjangnya menatap kosong kearah jendela ruangannya,dia kelihatan seperti boneka sekarang namun dengan wajah yang pucat dan rambut yang sedikit berantakan.

“haneul-ah..kau ingat siapa aku?”Tanya jongin kearah haneul dan haneul mengangguk lemah.

“haneul-ah..tenang saja,semuanya baik-baik saja.”jongin berkata mengelus rambut haneul dan ahneul tersenyum tipis.

“tidurlah kau pasti mengantuk.”jongin membaringkan haneul dan ahneu menurut, jonginmenarik selimut haneul sampai dada haneul namun haneul menggengam tangan jongin.

“youngmin..bagaimana keadaannya?”Tanya haneul dengan suara seraknya.

“haneul-ah..kau bisa melihat dia besok.”jongin berkata dan haneul dengan berat hati menurut lalu menutup matanya,dia takut sekali untuk menyambut hari esok.

~DoubleTrouble~

Pagi-pagi sekali hani sudah datang keruangan haneul dia sangat senang sekali saat mendapat pesan dari jonin kalau kakanya itu sudah sadar.

“eonni..”hani memanggil saat melihat haneul sedang duduk dan disuapi oleh jongin.

“hani-ya..”haneul tersenyum dan hani langsung memeluk kakaknya itu.

“eonni,aku khawatir sekali.”hani berkata dan tersenyum,dia mencoba untuk bersikap normal.

“kau tak usah khawatir hani-ya..”haneul berkata dan memamerkan senyum lemahnya, mata hani berkaca-kaca saat dia mendengar suara serak haneul.

“jongin-ah kau janji padaku untuk membawaku keruangan youngmin.”haneul berkata.

Hani dan jongin yang mendengar permintaan itu langsung menegang,dia tidak tahu harus menjawab apa namun jongin berpikir tidak ada gunannya dia menyembunyikan semuanya dari haneul cepat atau lamabt dia akan mengetahuinya.

“aku akan mengantarmu nanti.”jongin berkata,hani menggengam tangan jongin dan melotot kearahnya.

“tidak apa-apa hani,ini sudah saatnya.”jongin berkata,melihat hani dan jongin yang bertingkah aneh haneul semakin curiga.

Setelah selesai makan jongin dan hani membantu haneul duduk dikursi roda,kakinya masih sakit karena terdapat luka yang besar sepertinya kakinya membentur aspal sanga keras. Jongin mendorong kursi roda haneul dengan pelan dia tidak tahu harus mengatakan apa, begitu juga dengan hani.

Setelah beberapa menit berjalan mereka bertiga samapi didepan sebuah ruangan,kebutulan saat haneul dan jongin juga hani sampai seorang suster baru keluar dari ruangan itu.

“apa yang kalian lakukan disini?”Tanya sang suster.

“kami ingin menjenguk salah satu kerabat.” Jongin berkata dan wajah sang suster langsung berubah menjadi sedih.

“silahkan,saya menunggu diluar.”sang suster berkata.

Entah kenapa haneul merasa sangat gugup saat jongin membuka ruangan itu haneul sadar kalau dia sekarang ada diruang mayat, ternyata semua mimpi haneul benar semuanya bukanlah imajinasi dan halusinasi.

“jongin-ah..kenapa kita disini?”Tanya haneul,matanya berkaca-kaca, hani menutup matanya dia tidak berani untuk melihat reaksi kakaknya sata dia melihat semuanya.

“haneul-ah..youngmin sudah pergi,ketempat yang lebih baik.”jongin menjelaskan, haneul menatap kearah sesosok mayat yang ada dihadapannya mayat itu ditutupi oleh sebuah kain putih sehingga haneul tidak bisa melihat wajah mayat itu.

Jongin menghela nafasnya dan membukakan kain itu untuk haneul,haneul menangis saat dia melihat wajah pucat youngmin. Bibir pink youngmin kini berubah menjadi putih begitu juga dengan matanya, haneul mencoba menggapai wajah youngmin dan menyentuhnya dengan tangan bergetarnya.

“youngmin-ah..”haneul memanggil namun youngmin tetap diam ditempatnya, airmata haneul turun dari wajahnya.

“YOUNGMIN-AH!!!”haneul berteriak dan mengguncang-guncangkan tubuh youngmin,hani yang melihat kakaknya menangis ikut mennagis juga.

“youngmin-ah..jangan tinggalkan aku..aku mohon.”haneul berkata memeluk jasad youngmin, haneul menangis dan jongin mencoba untuk menarik haneul.

“haneul..youngmin sudah pergi,kau harus merelakannya.”jongin berkata dan menangkup wajah haneul dan dia menyeka airmata haneul.

“relakan dia haneul..agar dia bisa beristirahat dengan tenang.”jongin berkata namun haneul tidak menjawab dan terus menangis, jongin yang tidak tega langsung memeluk haneul.

“apapun yang terjadi aku akan selalu ada disampingmu.”jongin berkata dan memeluk haneul dengan erat.

~DoubleTrouble~

Hari-hari berlalu dan haneul sudah kembali sehat,orangutan youngmin tidak menyalahkan siapapun atas kematian youngmin walaupun dengan kepergian youngmin perusahaan akan masih tetap berjalan dengan normal.

Kwangmin yang sepertinya sudah lelah menjalani kehidupan idolnya memutuskan untuk menangani perusahaan ayahnya, hari ini adalah pemakaman youngmin tubuh youngmin sudah dikebumikan tadi siang dan sekarang semua orang sudah mulai pulang dari rumah duuka kecuali haneul.

Haneul hanya diam memandangi foto youngmin,dia tidak menangis dia hanya diam tidak ada seorangpun yang mengerti kenapa haneul seperti itu.saat jongin atau kwangmin memanggilnya gadis itu tidak menyahut, apalagi saat hani mengajak haneul pulang kakaknya itu malah mengacuhkannya.

“youngmin-ah..” haneul memanggil dan mengusap foto youngmin yang sedang tersenyum ceria kearahnya.

“haneul..” seseorang memanggilnya dan haneul melirik,dia melihat ibu youngmin hyeko berdiri dibelakangnya.

“eommonim..”haneul berkata dan hyeko tersenyum kearah haneul,dia merasa kasihan sekali melihat haneul yang pucat pasi.

“aku ingin menyampaikan sesuatu tapi aku ingin kau berhenti menangis.”hyeko berkata dan menyelipkan poni panjang haneul ketelinga gadis itu.

“ada apa eommonim?”haneul bertanya.

“ikut aku..”hyeko menarik lengan haneul menggantar gadis itu kekamar youngmin,saat haneul masuk kedalam kamar youngmin seketika dia bisa mencium aroma tubuh youngmin.

Hyeko mengambil sesuatu dari laci meja youngmin,dia tersenyum menatap kearah kotak cincin berwarna putih yang sepertinya ternodai oleh noda darah karena jelas sekali terlihat diatas kotak kecil itu bekas jari youngmin.

“dia ingin memberikan ini padamu sebelum dia meninggal.”hyeko berkata dan memberikan kotak cincin itu pada haneul.

Haneul menatap kearah kotak cincin itu dengan matanya yang berkaca-kaca,dia membuka kotak kecil itu dan menangis saat dia melihat sebuah cincin berlian yang indah ada didalam kotak itu.

“dia mengatakan padaku kalau dia ingin melamarmu.” Hyeko mengungkapkan dan haneul hanya menatap kearah cincin yang dia pegang sambil berlinang airmata.

“itu adalah cincin pemberianku, aku mengatakan padanya kalau aku ingin menantuku untuk memakai cincin itu.” Hyeko berkata dengan suara gemetarnya.

“eommonim..”haneul berkata dan hyeko tersenyum tapi dia menangis.

“youngmin sangat mencintaimu haneul,dia mengatakan padaku kalau kau adalah satu-satunya wanita yang mampu membuatnya merasakan cinta.” Hyeko mengatakan, haneul menelan ludahnya dia menahan tangisnya.

“pakailah,setidaknya untuk hari ini.”hyeko menyuruh dan haneul mengangguk.

Haneul memasangkan cincin berlian itu dijari manisnya untuk sesaat haneul menatapnya,dia sedikit terkejut karena ukurannya sangat pas sekali dijarinya.

“omo..yeoppoda.”hyeko memuji dan haneul tersenyum tipis.

“terimakasih eommonim..”haneul berkata, hyeko yang menangis langsung memeluk haneul dia merasa bersalah karena putranya tidak bisa menikahi wanita yang mengagumkan ini.

“sama-sama,haneul.”hyeko menjawab dengan suara gemetarnya.

~DoubleTrouble~

Haneul membereskan semua barang-barangnya dan memasukannya kedalam box yang dia simpan disampingnya, jongin membantu haneul mengemasi semua barang-barang haneul dan kwangmin hanya menyaksikan dengan tatapan sedih.

“apa kau yakin akan berhenti?” Tanya kwangmin dan haneul mengangguk yakin.

“maaf kwangmin-ah..tapi aku tidak bisa disini lagi ditempat ini semua kenangan tentang youngmin akan menghantuiku.”haneul menjawab dengan senyum lemahnya,kwangmin mengangguk penuh pengertian.

“baiklah,aku rasa kau sebaiknya menghindar dari semua kenangan youngmin hyung.”kwangmin berkata.

“terimakasih sudah mengerti.”haneul berkata dan dia melirik kearah bingkai foto yang ada disudut mejanya.

Haneul menatap kearah foto itu sesaat,foto itu adalah foto yang diambil di pulau jeju saat mereka pertama jadian. Haneul tersenyum menatap kearah foto youngmin dan dirinya, youngmin kelihatan sangat senang sekali dalam foto itu.

“haneul,ayo kita pergi.”jongin berkata dan menyentuh bahu haneul.

“nde..kwangmin-ah sampai bertemu lagi.”haneul berkata dan memeluk kwangmin sekilas,kwangmin menahan airmatanya dan memeluk haneul dengan erat.

“hubungi aku jika kau butuh apapun,aku selalu siap membantumu.”kwangmin berbisik dan haneul mengangguk.

Haneul melepaskan pelukannya dari kwangmin dan tersenyum, haneul mencubit pipi kwangmin dan dia tidak tahan ingin menangis saat dia melihat wajah kwangmin. Wajah kwangmin mirip sekali dengan youngmin, dan itu membuat haneul semakin susah untuk menatap kearah kwangmin.

“sampai jumpa lagi.”haneul berkata dan pergi bersama jongin yang sudah membawa box nya,perpisahan memang selalu menyakitkan namun perpisahan adalah sesuatu yang tidak pernah bisa manusia hindari.

Jongin dan haneul masuk kedalam mobil sedan jongin,haneul menangis saat dia menatap kearah bangunan kantor. Jongin hanya bisa menatap penuh simpati dia mengerti pasti snagat menyakitkan untuk melupakan semua yang pernah dia alami bersama youngmin, jongin menggapai tangan haneul dan menggengamnya dengan erat.

Aku akan melindungimu haneul..kau tak usah khawatir.

~Double Trouble~

Haneul memberikan surat yang dia baru selesai tulis kepada hani,hani hanya bisa menatap sedih kearah kakaknya itu. Hani sudah dewasa sekarang dia sudah lulus SMA dan berkuliah di Busan, hyunseong memutuskan untuk mengajak hani tinggal di apartemen nya dan terpaka hani harus meninggalkan kakaknya.

Apartemennya yang dulu sekarang sudah kosong dan sebagian perabotan nya di bungkus oleh plastik, haneul tidak tahu kapan dia akan kembali yang jelas dia tidak akan kembali di waktu yang dekat.

Hani yang memberikan surat haneul kepada lee ahjumma yang menangis sata melihat haneul membawa kopernya,wanita lanjut usia itu pasti akan merindukan haneul karena mereka sudah akrab.

“haneul-ah..jaga dirimu baik-baik nde? Di negara asing banyak orang yang jahat.” Lee ahjumma berkata dan ahneul mengangguk.

“tenang saja ahjumma,semuanya akan baik-baik saja.”haneul berkata.

“aku harus pergi ahjumma,terimakasih selama ini kau sudah baik padaku.” Haneul berkata dan lee ahjumma tersenyum.

“tak usah berterimakasih..jika kau ingin berterimaksih kunjungilah aku kapan-kapan.” Lee ahjumma berkata dan haneul tersenyum.

“jika aku kembali aku pasti akan mengunjungimu.”haneul berkata.

Haneul dan ahnipun berjalan menuju parkiran mobil dimana hyunseong sudah menunggu mereka, hyunseong membantu haneul menaikan koper coklat besarnya dan merkeapun naik kedalam mobil.

“jangan katakan apapun pada kwangmin ataupun jongin ok?”haneul berkata saat mereka didalam mobil dan hani mengangguk.

“iya eonni, kau tak usah khawatir akan kuusahakan.” Hani berkata.

Belum lama mobil hyunseong melaju menuju bandara,mobil jonginn parker di halaman depan gedung apartemen haneul dan dia tersenyum saat dia meliha lee ahjumma sedang menyapu halaman rumahnya.

“ahjumma,selamat pagi.” Jongin menyapa.

“ah..jongin-ah,apa kau kesini mau bertemu haneul?”Tanya lee ahjumma dan jongin mengangguk,semenjak kematian youngmin lelaki itu sering sekali emngunjungi haneul sehingga dia dan lee ahjumma menjadi akrab.

“nde ahjumma,apa haneul ada dirumah?”Tanya jongin namun wjah wanita tua itu berubah menjadi sedih.

“dia tidak tinggal disini lagi.”lee ahjumma menjawab dan mata jongin melebar.

“apa maksudmu ahjumma?”Tanya jongin kaget.

“dia menitipkan surat ini untukmu.” Lee ahjumma berkata dan dia memberikan jongin sepucuk surat.

Jongin mengambil surat itu dan membacanya dengan cepat,dia bisa melihat tulisan tangan haneul dia langsung meremas surat itu saat dia selesai membacanya.

“ahjumma,katakan padaku kemana haneul pergi?”jongin berkata dan lee ahjumma menunjuk kearah jalanan.

Jongin segera naik kedalam mobilnya dan mencoba menyusul haneul,dia tidak tahu harus pergi kemana namun dia yakin kalau haneul pasti ada dibandara.

Maafkan aku jongin,aku harus pergi ketempat yang jauh dimana aku tidak bisa mengingat youngmin ataupun semua kenangan yang ada ditempat ini semua ini terlalu menyakitkan dan maafkan aku karena aku egois…

Kim Haneul.

~Double Trouble~

“Jaga dirimu baik-baik eonni.”hani berkata dan memeluk haneul.

“*hyeongsu,jaga dirimu baik-baik.”

*hyeongsu adalah panggilan orang korea untuk kakak ipar perempuan, hyunseong menganggap haneul sebagai kakak ipar karena dia berencana untuk menikahi hani.

“hahaha kau lucu,bukankah aku yang searusnya memanggilmu oppa.” Aneul berkata namun hyunseong menggelengkan kepalanya.

“tidak apa-apa,kau membuatku merasa lebih muda.”hyunseong bercanda dan hani memukul dada hyunseong.

“ya! Kau ini tidak sadar umur,lihat keriput diwajahmu..kakakku lebih muda darimu.”hani meledek dan hyunseong menjulurkan lidahnya kearah hani dan hani membalasnya dengan perlakuan yang sama.

Terkadang haneul bingung sebenarnya hani dan hyunseong itu berpacaran atau bermusushan? Mereka sering sekali bertengkar namun tetap harmonis.

“sudah cukup,aku harus pergi pesawatku sebentar lagi lepas landas.” Haneul berkata dan masuk kedalam antrian para penumpang pesawat.

Ditempat lain jongin berlari masuk kedalam bandara,dia mencari-cari sosok haneul atau siapapunyang bisa dia kenali namun hasilnya nihil. Apalagi bandara saat itu sangat ramai membuat jongin semakin susah mencari haneul, sampai akhirnya dia melihat hani yang sedang menatap kearah antrian para penumpang pesawat.

“HANI-YA!” Jongin memanggil dan hani melirik kearah jongin yang berlari kearahnya.

“oppa,kenapa kau disini?”Tanya hani kebingungan.

“haneul,dimana dia sekarang?” jongin berkata namun hani hanya diam.

“hani aku mohon,katakana diamana haneul sekarang.”jongin menguncangkan tubuh hani,hyunseong yang melihat itu mendorong jongin dengan kasar.

“kau akan melukainya bodoh!”hyunseong berkata dan jongin menghela nafasnya.

“apa kau tahu dimana haneul?”Tanya jongin namun hyunseong ikut menutup mulutnya.

“kenapa kalian membiarkan dia pergi?! Kenapa huh?!”jongin emosi namun hani dan hyunseong tidak menjawab.

“dia membutuhkan waktu untuk sendiri jongin, sebaiknya kau berhenti memanjakannya haneul dia tidak butuh itu.”hyunseong berkata dan hani mengangguk.

“eonni bilang dia hanay butuh waktu untuk melupakan youngmin oppa, kau sangat baik oppa tapi yang eonni butuhkan sekarang bukanlah kau.” Hani berkata dan jongin hanya diam dia menatap nanar kearah hani.

“aku janji aku akan mengatakan keman eonni pergi jika eonni sudah menenangkan perasaan nya oppa,aku janji.”hani berkata dan jongin hanya diam tidak merespon.

“jangan paksakan perasaanmu pada haneul jongin,dia hanya butuh untuk bernafas.”hyunseong berkata dan menyentuh bahu jongin penuh simpati.

“kau benar,akulah yang egois selama ini.” Jongin berkata dan dia melirik kearah jendela kaca bandara,dia melihat sebuah pesawat terbang meninggalkan bandara.

Selamat jalan haneul-ah,aku akan menunggumu.. sampai kapanpun.

~Double Trouble~

“Helen,this is new year!let’s go to the party!”
“helen, ini tahu baru! Ayo kita pergi kepesta!”

salah satu teman kerja haneul yang bernama Kelly berkata,gadis pirang itu menatap kearah haneul yang masih menatap kearah layar komputernya mengerjakan pekerjaannya.

“No Kelly,you know im not in the mood.”
“tidak,Kelly kau tahu aku tidak mood.”

Haneul menjawab dan melanjutkan mengetik, kellyhanya menghela nafasnya kesal kenapa juga dia harus pnuta sahabat yang workaholic seperti haneul.

“im so jealous..all the people come to the new year party..”
“aku cemburu..semua orang pergi kepesta tahun baru.”

Kelly murung dan menatap penuh harapan kearah haneul,haneul menghela nafasnya dan mensave dokumen yang baru saja dia selesaikan.

“baiklah aku kita pergi.”haneul berkata dan Kelly tersenyum penuh kebahagiaan.

“yey..terimakasih haneul.”Kelly berkata dan kellypun menarik haneul keluar dari kantor dia snagat bersemangat sekali.

Saat mereka keluar dari kantor Kelly dan haneul melihat banyak sekali orang yang berjalan-jalan, tahun baru ini pasti akan sangat meriah sekali.

Kelly menarik haneul kearah kerumunan orang yang kelihatannya melihat parade tahun baru namun haneul merasa pusing saat dia melihat banyak sekali oang yang berkumpul,walaupun menyenangkan namun haneul tidak terlalu suka untuk berpesta.

Setelah melihat paarde Kelly memutuskan untuk berbelanja,mereka bertemu dengan teman-teman yang lainnya dan berbalanja berbagai hal haneul juga trrgoda untuk membeli beberapa baju dan sepatu.

Saat haneul dan Kelly asyik mengobrol sudut mata haneul tidak sengaja menangkap sosok seorang lelaki yang berdiri menatap keaah haneul, haneul mencoba melihat wjah lelaki itu namun lelaki itu langsung pergi.

Haneul menjadi sedikit paranoid amun dia memutuskan untuk melupakan sosok lelaki itu,dia tertawa saat mendengar teman-temannya menceritakan tentang pengalaman lucunya.

Setelah selesai berbbelanja haneul merasa lelah dan dia memutuskan untuk pulang duluan,Kelly ternyata gaga lagi untuk mengajak haneul pergi kepesta.

Haneul yang pulang sendirian berjalan menuju apartemennya,dia sedikit takut saat dia mengingat kalau tadi ada seseorang lelaki yang menatapnya dengan aneh.

“Haneul-ah..”

Seseorang memanggilnya,sudah lama sekali orang memanggil nama koreanya. Haneul menoleh dan dia kaget sekali saat melihat sosok lelaki yang ada dibelakangnya, haneul tidak percaya bahkan dia menjautuhkan belanjaan nya.

“J-jongin-ah..”haneul bergumam dan jongin tersenyum.

“apakah 2 tahun sudah cukup?”jongin bertanya dan tersenyum kearah haneul.

Haneul tersenyum dan airmatanya langsung mengalir membasahi pipinya, jongin benar-benar menunggu untuknya lelaki itu benar-benar datang kembali untuk menjemputnya haneul yakin itu.

Haneul berlari dan langsung memeluk jongin, jongin langsung memeluk haneul kembali mereka berdua tersenyum dan menangis.

“haneul-ah..aku merindukanmu.” Jongin berkata dan haneul memeluk leher jongin dnegan erat.

“maafkan aku..”haneul berbisik dan jongin mengangguk.

Haneul melepaskan pelukannya dan tersenyum,salju mulai turun membuat haneul dan jongin sedikit merinding namun mereka mencoba menghangatkan satu sama lain. Haneul menangkup wajah jongin dan begitupun sebaliknya, jongin tersenyum dan mendekat kearah haneul untuk mencium bibir gadis itu.

Jongin mencium  bibir haneul dnegan lembut, bibirnya yang semula dingin terasa hangat saat bersentuhan dengan bibir haneul. Haneul melingkarkan tangannya di leher jongin dan menariknya lebih dekat, jongin terseyum dalam ciuman mereka dia sangat bahagia.

Setelah beberapa menit berciuman,jongin melepaskan ciumannya. Nafas lembut haneul menyentuh bibir bawahnya yang sedikit basah dia menatap haneul penuh dengan kekaguman, wanita itu masih cantik seperti terakhir dia mengingatnya.

Jongin mengodok saku mantel hitamnya dan dia langsung berlutut dihadapan haneul,haneul menarik nafasnya kaget namun jongin tersenyum penuh dengan percaya diri.

Jongin membuka kotak kecil yang dia bawa,memamerkan cincin berlian yang sangat indah sekali.

“Kim Haneul,maukah kau menikah denganmu?”jongin melamar,haneul menutup mulutnya dan menangis.

“ya,aku akan menikahimu.”haneul mengangguk dan jongin bangkit lalu memeluk haneul dan manecium gadis itu dengan mesra.

Jongin menarik tangan kanan haneul lalu melepaskan cincin youngmin dari jari gadis itu, jongin menatap kearah haneul saat dia jongin hendak mengganti cincin itu dan haneul mengangguk.

“tidak apa-apa,youngmin adalah masa laluku…kaulah masa depanku.”haneul berkata dan jongin tersenyum.

Jongin melemparkan cincin youngmin entah kemana dan memasangkan cincinnya ke jari haneul lalu menciumnya.

“kita harus kembali kekorea…hani dan hyunseong bilang mereka merindukanmu.” Jongin berkata dan melingkarkan tangannya dibahu haneul.

“bearkah?apa mereka baik-baik saja?”Tanya haneul dan jongin mengangguk.

“hani memaksaku untuk melamarmu dan dia mengancam akan membunuhku jika aku tidak kembali kekorea bersamamu.” Jongin mengungkapkan dan haneul memasang muka masamnya.

“oh jadi kau melamarku karena hani memaksamu?!”haneul bertanya an jongin tersenyum.

“tentu tidak bodoh..aku mencintaimu kau tahu itu.”jogin berkata dan haneul tersenyum,jongin menarik kepala haneul dan mencium pucuk kepala wanita itu.

“aku mencintaimu lebih dari apapun, dan aku akan selalu ada disisimu seperti yang aku janjikan.” Jongin berkata.

“terimakasih sudah menungguku jongin-ah..” haneul berkata dan jongin mengangguk.

Kenyataan nya kim jongin selalu mendapatkan apa yang dia inginkan…

Jongin and haneul at the wedding EXTRA:

~THE END~

Don’t forget the comment🙂

PS:

KYAAAA..akhirnya beres juga di FF sorry yah kalau kalian sedikit kecewa dengan ending nya soalnya aku kasihan banget sama jongin jadi aku bikin endingnya kayak gini deh😥 sedih banget pas youngmin mati bahkan author sendiri nangis sambil nulis..

Aku juga mau ngucapin terimakasih sama reader’s yang setia ngikutin double trouble sampai kahir dan reader’s baru juga makasih udah baca dan komen guy’s kalian yang membuat aku semakin semangat dalam berkarya dan menyelesaikan FF ini🙂

aku juga mau ngucapin terimakasih yang khusus buat antiabsa sama trisna yang setia ngikutin FF aku makasih banget kalian emang daebakk!! (^__^)d

oh iya readers setelah FF ini selesai aku mau bikin FF yang baru tapi masih bingung karena banyak banget request yang berbeda ada yang minta lanjutin In love with the devil sama ada yang minta FF B1A4 juga makanya bingung nih kalau gitu bantu aku ya reader’s🙂 semakin banyak vote semakin cepet aku publish cerita baru jadi janagn lupa vote!! link ada dibawah..

CLICK ME!!VOTE HERE!!

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

9 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 14/ The end~

  1. Huah eon endingny bnr2 gk terduga…. Q pkr bkl ma youngmin eh nyatanya ma jongin…

    Q ampe nangis eon pas baca yg youngmin n haneul di taman itu… bnr2 sedih bacany….

  2. mianhe chigu aku baru bca😦

    ahhh aku nangis lagi deh bca ceritanya🙂 , pantesan chigu bilang suprise🙂
    sempet kecewa juga tpi yah sudahlah kan hidup dan pasangan gak ada yg tahu🙂
    chigu blh request after story nya ga ? penasaran liat mereka punya anak ^^ pliss * sambil bwa golok wkwkwkwk , juskid^^
    the last gomawo chigu ^^

    1. hahaha aduh kalau soal after story kayaknya gak bisa deh gimana kalau bayangin sendiri aja? *ditimpuk sepatu
      maaf yah abisnya aku lagi sibuk sekarang jadi mungkin aku juga hiatus buat beberapa minggu
      makasih udah baca dan komen🙂

  3. huwaaa..sampe nulis komen ini aku g bisa berhenti nangis..aku g nyangka youngmin bakal berakhir tragis..sedih bgt..tp aku ttp bahagia jongin bisa bersama haneul..cuman masih sedih g da youngmin,.hiks..hiks..
    Ff ini keren bgt..daebak.. :”)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s