Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 13~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : Teens 16+

Suzy berjalan kearah studio rekaman kwangmin,dia mendapat info kalau kwangmin akan merekam lagu barunya di studio JYP dan suzy tidak sabar untuk menyapa dan bersosialisasi dengan kwangmin.

Bisa kenal dengan kwangmin saja membuatnya merasa bermimpi apalagi kalau dia bisa sampai dekat dengan idolanya itu,suzy tersenyum dan menjulurkan kepalanya keambang pintu studio namun dia terkejut saat melihat kwangmin sedang melatih vokalnya.

Suaranya terdengar lembut walaupun lemah,namun suzy bisa melihat tangan kwangmin bergetar sedikit dan suaranya juga terdengar melemah entah apa yang terjadi namun suzy tahu kalau kwangmin menangis sambil menyanyi.

Ssaneulhage sigeun moksori geochin ni nunchori
Chadichan mae mareun ipsul
Hey baby say na eotteohge haeya hae eotteohge
Neo dora olsu issgessni

you make me cry
Naega saraganeun iyu
Jebal nal tteonajima
Just tell me why Nunmureul dakkajwo malhaejwo I’m so crazy
Sorichyeo bulleo keuge oechyeo bulleo
Ige kkeuti aniya neomu apa aiya
Bokbatchyeo bulleo jebal nareul beorijima baby

MBLAQ – Cry

Suzy ingin sekali menghampiri kwangmin dan menghiburnya namun dia tidak bisa,suzy juga sedih saat dia melhat kwangmin menangis.

“siapa disana?!”kwangmin tiba-tiba saja mendongak dan mendapati suzy menangis sambil menatapnya.

“euh..anu..maaf kwangmin-shi aku sebaiknya pergi.”suzy berkata dan langsung berlari,dia malu sekali sata kwangmin memergokinya.

Kwangmin menatap kearah ambang pintu dengan anehnya,sudah berapa lama suzy beridiri disana? Kwangmin langsung mengusapkan airmatanya.

“oh sial..dia menangis pasti karena melihatku menangis.”kwangmin berkata,dia sangat malu sekali jika suzy benar-benar melihatnya menangis.

Kwangmin mengutuk dan menusap wajahnya,entah kenapa dia ingat haneul jika dia menyanyikan lagu barunya itu dia selalu ingat momen-momen menyedihkannya. Namun yang paling menyakitkan adalah,saat kwangmin membiarkan dirinya benar-benar jatuh wanita itu berpaling pada kakaknya sendiri.

Kwangmin tidak pernah memaksakan kehendaknya,dia belajar untuk menerima dan melepaskan haneul walaupun sedikit susah. Haneul mungkin bukanlah tipe wanita yang populer atau sempurna seperti rekan-rekan artisnya yang memeliki segalanya, namun entah kenapa haneul meninggalkan kesan yang mendalam pada dirinya.

Senyum pahit terbentuk dibibir manis kwangmin saat dia mengenang masa lalunya dengan haneul,dia masih ingat setiap pagi dia pasti mengirimkan pesan manis kepada haneul dan memberikan wanita itu semangat namun sekarang sepertinya mendengar suara haneul saja terlalu menyakitkan.

Apalagi tadi malam youngmin mengumumkan bahwa haneul akan ikut dengannya kepesta pernikahan sepupu mereka di jeju,kwangmin tidak tahu apa dia harus datang dan bertemu dengan haneul atau tidak.

Ditempat lain suzy berlari keluar dari studio,dia malu sekali saat kwangmin memergokinya sedang menatap kearah kwangmin dan menangis. Andai saja suzy bisa mengulang waktu dia ingin megulang semuanya,entah harus bagaimna dia bereaksi saat dia bertemu dnegan kwnagmin nanti.

“suzy-ah!”tiba-tiba saja fei dan jia datang menghampirinya.

“eonni.”suzy menyapa dan tersenyum.

“kau kenapa?kau kelihatannya menangis.”jia bertanya dan suzy menggelengkan kepalannya.

“ani..aku hanya kelilipan.”suzy berbohong.

“apa yang kau lakukan diluar studio?disini panas..”fei mengipasi dirinya sendiri,cuaca di seoul belakangan ini sangat panas sekali.

“kalian masuk saja,aku hanya butuh udara segar sebelum rekaman.”suzy berkata dan menghela nafasnya.

“baiklah,jangan lama-lam ok?sebentar lagi kita akan mulai rekaman.”jia mengingatkan dan diapun masuk kedalam gedung diikuti oleh fei yang kepanasan.

Tanpa suzy sadari kwangmin berjalan kearahnya,dan kwangminpun menyentuh pundak suzy membuat suzy sedikit kaget. Namun suzy langsung gelagapan saat dia melihat kwangminlah yang menyentuh pundaknya,suzy bisa meraskan pipinya memanas.

“ah..kwangmin-shi..”suzy berkata dan menyembunyikan wajah merahnya.

“kau tak usah malu,dan panggil sjaa aku kwangmin.”kwangmin berkata dan duduk disamping suzy.

“kau melihat aku menangis tadi?”Tanya kwangmin dan suzy dengan sedihnya mengangguk.

“aish..aku malu sekali.”kwangmin berkata namun dia tersenyum.

“tidak apa-apa kwangmin-ah..lagipula kau juga manusiakan?”suzy menatap kearah kwangmin,kwangmin tersenyum namun pandangannya masih lurus menatap kakinya.

“hei..aku tahu kau mungkin sedih,tapi menangis seperti itu tidak akan membuatmu lega.”suzy menyentuh bahu kwangmin.

“kau bisa mengatakannya padaku,aku janji akan menutup mulutku.”suzy berkata dan pura-pura mengunci bibirnya.

“kau lucu suzy.”kwangmin tertawa melihat tingkah suzy.

“aku hanya tidak bisa melupakan seseorang.”kwangmin memulai dan mendongak menatap langit biru seoul.

“apa orang itu adalah kim haneul?”suzy menebak dan kwangmin terkejut.

“kau tahu haneul?”Tanya kwangmin.

“kau menceritakan tentang dia saat kita ada di festival,kau ingat?”suzy bertanya,dan kenangan tentang mereka pun langsung menyapa pikiran kwangmin.

“oh iya aku ingat,aku menceritakan soal haneul dan hyungku padamu saat kita dikincir anginkan?”kwangmin mencoba mengingat dan suzy mengangguk senang.

Suzy senang sekali saat kwangmin masih mengingat momen yang mereka berdua habiskan bersama,suzy tidak menyangka dia bisa dekat dengan idolanya seperti ini. Padahal dulu biasanya dia menatapi poster kwangmin dan terkadang mengajak poster itu mengobrol seperti orang gila,namun sekarang kwangmin asli ada disampingnya dan mengajaknya mengobrol.

“aku rasa aku harus melupakan haneul.”kwangmin bergumam.

“waeyo?”suzy bertanya.

“dia dan hyungku berhubungan sekarang,dan sepertinya mereka serius.”kwangmin mengungkapkan,ekspressinya menunjukan kesedihan yang mendalam meskipun bibirnya tersenyum.

“kwangmin-ah..”suzy memanggil.

“kau akan menemukan seseorang yang lebih baik dari haneul aku yakin.”suzy berkata dan tersenyum kearah kwangmin.

“yah..aku harap begitu.”kwangmin meniup poni rambutnya.

“kau pasti akan menemukannya,kau hanya perlu optimis.”suzy menyemangati.

Mendengar perkataan suzy kwangmin merasa sedikit baikan,walaupun hatinya masih sakit membayangkan haneul dan youngmin yang bermesraan didepannya.

“oh iya,apa kau punya waktu luang minggu depan?”Tanya kwangmin dan suzy mengangguk,belakangan ini suzy tidak memiliki jadwal.

“ya,aku tidak memiliki schedule selama sebulan.”suzy mengungkapkan.

“begitu ya,bagaimana kalau kau ikut aku ke jeju?”kwangmin menawarkan dan mata suzy langsung melebar kaget.

“K-kenapa?”suzy bertanya,dia takut kalau dia salah dengar.

“hm..sepupuku menikah minggu depan dan aku tidak ingin pergi sendirian,apa kau mau?”kwangmin bertanya dan suzy mengangguk penuh antusias.

“tentu saja.” Suzy menjawab dengan semangat dan kwangmin tertawa melihat ekspressi suzy,wanita yang ada dihadapannya ini memang lucu dan menggemaskan.

“ok kalau begitu,pakailah gaun putih dan berdandan yang cantik ok?”kwangmin mengedipkan matanya pada suzy dan suzy tersenyum malu.

“nde..kwangmin-ah.”suzy mengangguk dan memainkan tangannya karena gugup sekaligus malu.

“aku harus pergi,hubungi aku kalau kau butuh bantuan untuk memilih gaun.”kwangmin berkata dan masuk kedalam gedung JYP.

Suzy melirik kebelakang melihat punggung kwangmin yang menjauh darinya setelah kwangmin benar-benar menghilang dari penghelihatanya suzy berjingkrak-jingkrak kegirangan, dia bahkan tidak menyadari kwangmin mengintipnya dan tertawa melihat reaksi senang suzy.

Setidaknya dia membuat seseorang senang..

~Double Trouble~

Pesta pernikahan sepupu youngmin semakin dekat dan itu membuat haneul semakin gugup,dia belum pernah bertemu dnegan orang tua youngmin dan sepertinya bayangan untuk bertemu dengan orang tua kekasihnya itu menjadi tuntutan yang besar bagi haneul.

Haneul takut dengan berbagai hal,dia takut kalau orang tua youngmin tidak menerimanya karena dia bukan berasla dari keluarga kaya,dia juga takut jika ayah youngmin bersih keras menikahkan youngmin dengan krystal.

Berbagai scenario buruk menyerbu batinya dan haneul benci itu,terkadang dia ingin mengutuk dirinya sendiri karena tidak bisa berhenti memikirkan pertemuannya dengan orang tua youngmin.

Padahal kekasihnya itu sekarang sedang asyik menyantap makan malam dihadapannya,youngmin melirik kearah haneul yang sepertinya sedang memikirkan banyak hal dan berhenti memakan makanannya.

“kau memikirkan lagi soal orangtuaku kan?”youngmin bertanya membuat haneul sadar dari lamunannya.

“bukan..aku hanya mengingat apakah ada dokumen yang tertinggal dikantor.”haneul berbohong namun youngmin bisa membaca haneul seperti buku yang terbuka,dia tahu gadis itu cemas.

“tenang saja ok?orangtuaku bukanlah orangtua yang kuno dan pemaksa.”youngmin berkata dan megenggam tangan haneul.

“aku tahu,aku hanya sedikit gugup aku rasa?”haneul berkata dan tersenyum kearah youngmin.

“kau selalu gugup,berhentilah memikirkan orang tuaku mereka akan baik padamu tenang saja,aku sudah menghubungi ibuku kemarin dan dia tidak sabar untuk bertemu denganmu.”youngmin mengungkapkan,perkataan youngmin sedikit membuat haneul merasa baikan.

“aku harap begitu,jadi apa yang ibumu sukai?apa dia punya hobi?”haneul bertanya.

“ya..ibuku seorang sosialita,dia suka baju dan tas bermerk yah semacam itu aku tidak terlalu mengerti.”youngmin menjawab dengan malas.

“oh..apa dia suka menonton drama?”haneul bertanya dan youngmin mengangguk.

“ya drama korea,dia sangat suka drama keluarga namun kebanyak drama yang berhubungan dengan fashion.”

Haneul mengangguk,jadi ibu youngmin suka dengan fashion itu artinya dia harus menyiap segala topik pembicaraan tentang baju,tas ataupun perhiasan atau tren terbaru. Haneul sendiri tidak terlalu mengerti tentang fashion,dia bukanlah tipe wanita yang suka berbelanja banyak- banyak.

Satu-satunya merk baju yang haneul tahu hanya Gucci,haneul tidak pernah melihat merk baju yang dia gunakan karena dia pikir merk tidak terlalu penting yang terpenting adalah style dan design dan haneul mengutuk dirinya sendiri karena tidak pernah melakukan research tentang merk baju.

“ngomong-ngomong,aku tidak pernah melihat ibumu di rumah utama,sebenarnya dia tinggal dimana?”Tanya haneul penasaran.

“oh itu..orang tuaku bercerai.”youngmin menjawab pertanyaan haneul dengan acuh,seakan kata bercerai bukanlah hal yang aneh.

“maaf aku tidak bermaksud..”haneul berkata dan youngmin tersenyum untuk menenangkan gadis itu.

“tidak apa-apa,lagipula mereka sudah berpisah sangat lama.”youngmin melahap lagi makan malamnya.

“sebenarnya orang tuaku bercerai juga.”haneul menungkapkan dan youngmin berhenti memakan makanannya lagi,saat dia mendengar berita mengejutkan dari haneul.

“kau juga?”

“iya..mereka baru bercerai beberapa bulan yang lalu.”haneul mengungkapkan,berbeda dengan youngmin yang cuek haneul terdengar sangat sedih.

“aku benar-benar sedih mendengarnya haneul,aku tidak tahu..”youngmin berkata dan haneul menggengam tangan youngmin.

“tidak apa-apa,lagipula aku mencoba untuk melupakan fakta itu dan hidup dengan hani.”haneul menjawab dan youngmin mengelus pipi haneul.

“kau wanita yang kuat.”youngmin memuji dan haneul hanya bisa memberikan senyum manisnya pada youngmin.

“apakah itu alasannya hani tinggal bersamamu?”Tanya youngmin penasaran.

“ya,ibuku berubah setelah dia berpisah dengan ayahku.”haneul menceritakan,mimik wajahnya terlihat sangat menyedihkan.

“ibuku menyalahkan aku dan hani karena perceraian mereka,ibuku bahkan mengatakan kalau dia tidak mau melihatku lagi.”haneul berkata dan youngmin bisa melihat mata haneul berkaca-kaca.

“semua itu bukan salahmu haneul,ataupun hani ibumu hanya emosi saat dia mengatakan itu.”youngmin mencoba menghibur.

“aku tahu..tapi yang lebih menyakitkan ibuku mulai memukul dan menyiksa hani,itulah alasannya kenapa aku membawa hani ke apartemenku.”haneul berkata dan airmata sukses meluncur kepipi haneul.

Youngmin berdiri dari duduknya dan memeluk haneul dari samping,sangat menyakitkan bagi youngmin melihat kekasihnya menangis seperti sekarang dia benar-benar ingin membuat haneul bahagia juga hani,dia menyayangi adik kekasihnya itu walaupun mereka berdua tidak cukup dekat.

“shut..jangan menangis,kau kuat haneul aku yakin kau bisa melewati semua ini.”youngmin berkata dan mengelus kepala haneul.

“aku ada disini untukmu,kau tidak sendirian haneul..tidak peduli seberapa bencinya aku mengatakan ini tapi kwangmin dan jongin juga ada untukmu mereka juga akan membantumu.” Youngmin berkata dan haneul akhirnya tertawa saat mendengar perkataan youngmin.

“kau memang lelaki yang aneh jo youngmin!”haneul berkata dan youngmin berlutut dihadapan haneul yang masih cemberut.

“aish..jangan cemberut seperti itu,kau jelek kalau kau sedang marah.” Youngmin berkata dan mencubit pipi haneul.

“tidak apa-apa,walaupun aku jelek kau masih menyukaiku.”haneul mengungkapkan dan youngmin tersenyum.

“kau tahu aku.” Youngmin dan haneulpun tertawa,setelah mereka berhenti tertawa ada jeda sejenak diantara mereka.

“kim haneul..”youngmin memanggil.

“nde?”haneul merespon.

saranghae..”youngmin berkata,nada suaranya terdengar penuh dengan ketulusan.

nado saranghae..”haneul menjawab dan memeluk youngmin.

~Double Trouble~

Hyunseong berbaring disamping hani yang menatapnya penuh dengan kesedihan,setelah mengungkapkan kalau dia putus dengan krystal sepertinya hyunseong sedikit terpukul namun dia mencoba untuk kuat.

Seminggu sudah berlalu namun hyunseong masih merasa sedikit sedih,hani sudah mencoba berbagai cara untuk menghibur hyunseong namun sepertinya usahanya belum sukses seratus persen.

“oppa,jeongmal gwenchanayo?”Tanya hani,dan hyunseong hanya mengangguk lemah.

“aku merasa bebanku akhirnya hilang..”hyunseong berkata dan melirik kearah hani yang duduk disampingnya.

Hyunseong mengabaikan sebagian orang yang menatap kearahnya kearena dia berbaring dirumput taman umum.

“oppa,apa kau tidak menyesal?”Tanya hani,mengingat hyunseong dan krystal sudah bertunangan.

“untuk apa menyesal?lagipula dia tidak mencintaiku.”hyunseong mengungkapkan dan hani hanya menunduk memainkan botol minuman bersodanya.

“bagaimana sekolahmu?membosankan?”hyunseong menebak dan hani tersenyum.

“kau tahu jawabannya.”hani menjawab dan mendongak menatap kearah langit biru.

“langit disini indah sekali,aku ingin terbang kesana.”hyunseong berkata dan tersenyum,bersama dengan hani setidaknya bisa menghiburnya.

“kau konyol sekali oppa,manusia tidak bisa terbang.”hani menjulurkan lidahnya pada hyunseong dan hyunseong hanya tertawa.

“kalau manusia bisa terbang itu menakutkan hani.”hyunseong membalas.

“aku tahu..”hani mengangguk.

Hani berpikir sejenak dia tahu kalau hyunseong pasti masih sangat sedih dengan putusnya dia dan krystal,hani terkadang ingin membalaskan dendam hyunseong pada krystal. Hani juga beberapa waktu yang lalu tidak sengaja mendengar kalau kakaknya haneul bertengkar dengan youngmin karena krystal,sepertinnya wanita itu memang butuh sedikit pelajaran.

“oppa,apa kau tahu rumah krystal dimana?”Tanya hani dan hyunseong bangun dari posisi tidurnya.

“tentu saja,aku sering mengunjunginya.”hyunseong menjawab dan hani tersneyum penuh maksud.

“aku punya rencana.”hani berkata dan berbisik kepada hyunseong,dia mengungkapkan rencana kotornya.

“kau gila hani!”hyunseong berkata dan hani hanya tersenyum penuh maksud.

“ayolah oppa,lagipula dia pantas mendapatkan itu..”hani berkata dan hyunseong mulai mempertimbangkan ide gila hani.

“baiklah aku akan melakukannya,namun bukan karena kau tapi karena aku marah pada krystal.”hyunseong menjawab dan hani mengangguk.

“tenang saja,semua peralatan yang kau butuhkan ada ditanganku.”hani berkata dan berdiri dari duduknyan menarik hyunseong dengan tidak sabar.

“ayo oppa,kita harus cepat.”hani berkata dan berlari menuju gedung sekolahnya yang tidak jauh dari taman.

“sabar hani,kau ini memang gila..”hyunseong berkata,walaupun hani terlihat baik namun ternyata hani memiliki sisi liar juga.

Setelah berjalan beberapa menit mereka berdua sampai digudang sekolah hani dan hani bisa menemukan stik baseball tua yang cukup berat,hani memberikan salah satu stik baseball itu pada hyunseong lalu hani dan hyunseongpun keluar.

Hani diam diluar sekolah sebentar dan dia tersenyum saat melihat Junhong mengampirinya,Junhong membawa sebuah kantong plastic yang cukup berat hyunseong tidak tahu apa isi dari kantong plasti itu.

“hani-ya,kau yakin akan menggunakan ini?”Tanya Junhong sekali lagi.

“Junhong sebaiknya kau membantu daripada protes.”hani berkata dan Junhongpun mengangguk dengan semangat.

“jadi ahjusshi,dimana rumah wanita jalang itu?”Junhong bertanya pada hyunseong,hyunseong mendengus enak saja Junhong memanggilnya ahjusshi.

“kenalkan aku hyunseong,aku lebih suka kau memanggilku hyung daripada ahjusshi.” Hyunseong berkata dan Junhong tertawa.

“ok..hyung,terserah kau.”Junhong menjawab.

“kalau begitu mari beraksi!”hani berkata dengan semangat,Junhong mengambil tiga masker hitam untuk menutupi wajah mereka.

“ini pakailah,hanya untuk berjaga-jaga.”Junhong berkata dan memberikan ketiga masker itu pada hani dan hyunseong.

Hyunseong langsung memakai masker itu dengan mudahnya namun hani kelihatannya memiliki masalah dengan masker itu karena rambut panjangnya,Junhong dengan baiknya membantu hani untuk memasang masker itu dan mengangkat rambut hani sehingga rambut hani tidak terselip didalam masker.

“gomawo.”hani berkata dan Junhong tersenyum.

“sama-sama.”Junhong menjawab.

Melihat adegan mesra itu entah kenapa dada hyunseong langsung bergemuruh,dia tidak suka melihat keakraban Junhong dan hani.

“aku akan menyiapkan mobilku kalian tunggu disini saja.”hyunseong berkata mencoba menghapus ingatan nya tenatng hani dan dan junhong.

“cepat ya oppa.”hani berkata dan hyunseong mengacungkan jempolnya.

Hyunseong berleri kearah mobilnya dan menghidupkan mesin mobil sedannya,dia menyetir kearah hani dan junhong lalu kedua remaja itupun naik kedalam mobil hyunseong.

“mari kita beri jung krystal sebauh pelajaran!”hani berteriak dan junhong berteriak riuh,hyunseong hanya tersenyum melihat tingkah kedua remaja itu, bersama hani dia merasa menjadi muda kembali.

“yeah ayo kita beri dia pelajaran.”hyunseong berkata dan menancap gasnya dengan kecepatan tinggi.

Beberapa menit berlalu akhirnya hyunseong,hani dan junhong samapai didepan rumah pribadi krystal.

“wow..rumahnya bagus.”junhong berkata dia bahkan tidak sadar kalau mulutnya terbuka lebar.

“krystal tinggal sendiri disini jadi kita tidak usah khawatir kalau seseorang akan datang.”hyunseong berkata.

“menunduk!”tiba-tiba saja hani berteriak dan hyunseong dan junhongpun menunduk.

“ada apa hani?”junhong berbisik dari bangku belakang.

“krystal baru saja keluar tadi..sepertinya dia naik mobil dengan seseorang.”hani memberitahu,hani mengintip lagi dan dia melihat krystal menyambut hangat seseorang yang membuka pintu mobil Rush – Toyota hitamnya.

“siapa orang itu?”hani bertanya tidak mengenali seorang lelaki yang turun dari mobil Rush itu karena hani hanya bisa melihat punggungnya.

“itu..kalau tidak salah itu youngmin?”hyunseong mencoba menebak.

Saat lelaki yang diperhatikan oleh hani berbalik hani kaget sekali,ternyata tebakan hyunseong benar lelaki yang sedang turn dari mobil Rush itu adalah youngmin dia kelihatan mengobrol dengan krystal.

Hani bertanya-tanya sebenarnya kenapa youngmin pergi bersama krystal? Apakah mereka kembali bersama dan youngmin memutuskan untuk meninggalkan kakaknya?

“ini sangat mencurigakan sekali..”junhong berbisik dari bangku belakang.

“kenapa pacar kakakmu menemui krystal?”junhong bertanya dan hani hanya mengelengkan kepalanya.

Ekspressi youngmin kelihatan tidak senang sesekali dia menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan mengetuk-ngetukan kakinya ketanah, sedangkan krystal terus sjaa berceloteh dan menunjukan sebuah foto dalam majalah yang dia pegang.

“apa mereka memutuskan untuk membeli gaun?”junhong bertanya lagi saat dia melihat cover majalah krystal adalah majalah tentang pernikahan dan serba-serbinya.

“Kurang ajar! Apakah dia mengkhianati kakakmu hani-ya?”hyunseong bertanay dan hani kebingungan,dia juga tidak menyangka akan menemukan youngmin dalam situasi yang seperti ini.

“shut..mereka akan pergi.”hani berkata saat dia melihat krystal dan youngmin menaiki mobil Rush youngmin.

Beberapa menit kemudian mobil youngminpun meluncur meninggalkan rumah krystal,hani dan junhong langsung turun hyunseong sedikit ragu namun dia mengikuti kedua remaja itu dari belakang.

Junhong menendang pagar rumah krystal dengan kerasnya membuat pagar itu bengkok dan rusak,hani tersenyum dengan brutalnya dia menginjak-nginjak bunga-bunga yang ada disamping kanan dan kiri halaman rumah krystal.

Hyunseong yang melihat kedua remaja itu menggila sedikit ngeri,namun dia bergabung juga mereka hyunseong berjalan kehalaman belakang krystal dia mengingat kalau dihalaman belakang itu ada sebuah pintu belakang.

Hyunseong tersenyta benar walaupun pintu belakang rumah krystal dikunci pintu itu berbuat dari kaca dan hyunseongpun memukulkan stick baseball yang dia bawa dan memukul pintu kaca itu sampai akhirnya semua kaca dipintu itu pecah dan hyunseong bisa masuk kedalam rumah krystal dengan bebasnya.

Hyunseong membukakan pintu depan untu hani dan junhong,lalu kedua remaja itu masuk kedalam rumah dan mulai mengacak-ngacak semua perabotan yang ada didalam ruangann itu.

Junhong menyeringai saat dia melihat kalau cat rumah krystal didominasi oleh warna putih atau krem,dia membayangkan kalau semua tembok rumah krystal adalah sebuah kanvas kosong yang harus dia isi.

“oh yeah! Aku akan menghias tembok krystal dengan bagus.”junhong berkata dia mengeluarkan beberapa botol pilok dengan berbagai warna dan hani langsung mengambil sebuah botol pilok yang berwarna merah.

Hani langsung membuka pilok itu dan menyemprot tembok putih rumah krystal dengan pilok dan sekarang tembok putih bersih krystal bernoda merah, hani menuliskan kata-kata kotor yang dia tahu dia tembok itu sedangkan junhong menuliskan kata-kata kotor yang dia tahu dengan graffiti setidaknya dia lebih kreatif.

Hyunseong penasaran dan pergi kekemar krystal dan dia menemukan foto youngmin dan krystal dimeja cermin krystal,hyunseong yang emosi langsung membantingkan foto itu kelantai dan dia mengacak-ngacak meja cermin krystal.

Setelah itu hyunseong menemukan kamera digital krystal yang ada dilaci meja kecil yang ada disamping ranjang krystal,saat hyunseong menghidupkan kamera itu hani berjalan masuk kedalam kamar krystal dan mencoret-coret foto krystal.

“oppa lihat!”hani berkata dan hyunseong tertawa sata melihat foto krystal yang cantik berubah menjadi foto seorang bajak laut dnegan gigi nya yang ompong dan topi besarnya.

“aku memang berbakat dalam menghancurkan foto orang lain.”hani berkata,pandangan hani langsung beralih kearah foto digital yang hyunseong pegang.

“oppa berikan kamera itu padaku.”hani berkata dan diapun merebut kamarea kecil yanga da ditanagn hyunseong.

Hani menyeringai penuh maksud dan menyuruh hyunseong untuk mendekat,hyunseong kebingungan dan diapun menuruti keinginan hani. Hani mengangkat kamera itu sehingga membidik wajahnya dan wajah hyunseong,hani mendekat dan mencium hyunseong dengan seksinya hyunseong kaget namun dia menikmati ciuman hani.

Hani mengemut bibir bawah hyunseong dan melenguh penuh nikmat,suara hani benar-benar sensual dan hyunseong memutuskan untuk mengikuti permainan hani.

Hyunsoeng melingkarkan tangannya kepinggang hani dan menciumnya kembali,tangan hyunseong menyentuh sisi wajah hani dan dia menatap penuh kepuasan kearah kamera yang merekam aksi kotor mereka.

Setelah beberapa menit hani melepaskan ciumannya dan memutar kembali video itu dia cukup puas dengan video yang dia rekam dan akhirnya dia mencari sebuah kabel connector dilaci meja krystal,setelah hani menemukanya hani menghubungkan kamera digital itu dengan tv krystal.

“biarkan wanita jalang itu menonton pertunjukan kita oppa.”hani berkata dan pergi keluar dari kamar krystal.

“junhong! Ayo kita pergi.”hani berkata dan hyunseong mengikuti langkah hani keluar dari rumah krystal.

Ketiga orang itu seang sekali setelah mereka berhasil mengobrak-abrik rumah krystal,dengan hati-hatinya mereka naik lagi kedalam mobil hyunseong dan hyunseongpun menyetir mobilnya menjauh dari rumah krystal.

Dia hanya harus menunggu mantan tunangannya itu untuk meneleponnya dan mungkin menuntutnya karena dia menghancurkan sebagian besar rumahnya,walaupun mereka sudah sukses menjalankan misi mereka hani kelihatan tidak terlalu senang.

“hani kau kenapa?bukankah kau seharusnya senang?”Tanya junhong.

“aku senang..hanya saja..”hani tidak melanjutkan perkataan nya dan pikirannya langsung melayang kepada kakaknya yang ada dirumah.

Setengah jam diperjalanan akhirnya hyunseong dan hani smapai didepan gedung apartemen hani,hyunseong dan hani sudah mengantar junhong kembali kerumahnya sbekum hyunseong mengantar hani pulang sekarang mereka berdua didalam mobil.

Sejak ciuman mereka tadi entah kenapa hani menjadi merasa canggung pada hyunseong,terkadan dia mengutuk pada dirinya sendiri karena sudah beraninya mencium hyunseong begitu saja.

“hm..ngomong-ngomong..”hyunseong memulai percakapan.

“ya?”hani melirik kearah hyunseong.

“soal ciuman yang tadi..”hyunseong berkata menggaduk kepalanya yang tidak gatal.

“maaf oppa seharusnya aku tidak memaksamu seperti itu..”hani berkata dan pipinya langsung memerah karena malu.

“bukan begitu,aku sebenarnya menyukainya juga..maksudku,aku menyukaimu.”hyunseong membenarkan kalimatnya,dia sangat gugup seklai smapai dia tidak bisa berbicara dengan benar.

“apa?” hani kurang mengerti dengan perkataan hyunseong yang rumit.

“setelah aku menghabiskan waktu bersama denganmu aku sadar akan satu hal hani-ya..”hyunseong berkata,matanya menatap lurus kearah hani.

“aku rasa aku mencintaimu.”hyunseong melanjutkan dan hani kelihatan sangat kaget sekali,hyunseong mulai merasa khawatir saat dia tak kunjung mendapatkan jawabanya juga diapun memutuskan untuk tertawa agar Susana tidak canggung.

“aku hanya bercanda..lupakan saja apa yang ku katakan tadi.”hyunseong berkata namun hani malah menariknya kedalam sebuah ciuman lagi.

“aku juga menyukaimu oppa.”hani berkata dan hyunseong yang masih kaget hanya mengangguk,dia merasa kalau tadi dia bermimpi.

“apa ini artinya kita berpacaran sekarang?”hyunseong bertanya dan hani tersenyum penuh arti.

“jika kau memaksa baiklah,aku akan menjadi pacarmu.”hani menjawab dan mengedipkan matanya.

“sampai jumpa nanti,namjachingu.”hani mencium bibir hyunseong sekilas dan keluar dari mobil hyunseong menuju apartemen kakaknya.

Hani dengan senang berjalan menuju apartemen namun sosok seorang lelaki yang tidak dia sukai sekarang berdiri didepan apartemen kakaknya dnegan mesranya mengobrol dengan kakaknya haneul tanpa menunjukan rasa bersalah.

“hani..kau sudah pulang.”haneul menyambut adiknya dan youngmin berbalik untuk menatapnya.

“hi adik ipar,kenapa mukamu kusut seperti itu?”youngmin bertanay dan hani hanya mengacuhkan perkataan youngmin.

“apa kau tidak akan menjelaskan apapun padaku atau eonni?”hani bertanya dan youngmin mengerutkan keningnya tidak mengerti apa yang hani katakan.

“maksudmu?”

“jangan belagak bodoh.”

“HANI!”haneul membentak,dia tidak suka jika hani sudah mulai tidak sopan pada youngmin ataupun orang lain.

“eonni,aku membelamu disini! Aku melihat youngmin oppa sedang memilih gaun bersama dnegan krystal.”hani mengungkapkan dan mata haneul melebar.

“apa itu benar?”Tanya haneul.

“haneul aku bisa menjelaskan.”youngmin berkata dan haneul menghela nafasnya.

“jelaskan!”haneul memerintah dan youngmin menghela nafasnya.

“sepupuku membutuhkan gaun ketiga untuk resepsionisnya nanti dijeju dan dia lupa untuk memesan gaunnya oleh karena itu dia menyuruhku dan krystal untuk memmilihkan gaun ketiganya.”youngmin menjelaskan dan dia mengeluarkan handphonenya lalu menunjukan pesan sepupunya kepada haneul.

“jika kau tidak percaya kau bisa baca pesannya.”youngmin berkata dan haneul membaca pesan yang youngmin tunjukan.

“kau beruntung kau punya bukti.”haneul berkata.

“tidak apa-apa hani,sepertinya kau hanya salah paham.”haneul berkata namun hani masih tidak bergeming dia masih marah kepada youngmin karena youngmin masih berinteraksi dengan krystal.

“terserah,aku pusing aku mau tidur.”hani berkata dan masuk kedalam apartemen.

Haneul dan youngmin hanya bisa menatap kearah punggung hani yang menghilang dibalik pintu,youngmin menghela nafasnya sepertinya membuat hani untuk menyukainya adalah sesuatu yang susah.

“tenang saja youngmin-ah…hani memang sedikit keras.”haneul berkata mengelus bahu kekasihnya itu dengan lembut.

“aku rasa begitu,apa kau sudah mengemasi barang-barangmu untuk dijeju?”Tanya youngmin dan haneul mengangguk.

“jam berapa kita akan pergi?”haneul balik bertanya.

“pagi,mungkin sekitar jam 7.”jawab youngmin.

“kau juga harus bersiap-siap youngmin-ah.”haneul menyarankan dan merapikan jas abu-abu yang youngmin kenakan.

“kau tak usah khawatir..aku sudah menyiapkan segalanya.”youngmin berkata dan mendekat kearah haneul.

“aku tinggal menyeretmu besok pagi kebandara dan semuanya beres.”youngmin berkata.

“apa kau benar-benar akan menyeretku?”haneul bertanya dengan suara yang terdengar sedikit terluka.

“aku bohong,aku akan menggendongmu bagaimana?”youngmin menawarkan dan haneul tersenyum lalu memukul lengan youngmin pelan.

“kau ini konyol sekali youngmin-ah..”haneul berkata dan youngmin mendekat kearah haneul.

“aku serius haneul,jika kau mengubah pikiranmu di waktu-waktu terakhir dan memutuskan untuk tidak pergi aku akan menyeretmu kebandara..”youngmin berbisik ketelinga haneul dan haneul tersenyum.

“tenang saja,aku tidak akan merubah pikiranku.”haneul berkata,dan youngmin mencuri sebuah ciuman dari haneul saat haneul hendak mengatakan sesuatu.

“hm..”haneul berguman ditengah ciumannya dengan youngmin namun youngmin tidak juga melepaskan ciumannya dari haneul dia malah menari haneul mendekat kearahnya,tangan youngmin melingkar dipinggang haneul membuat haneul melingkarkan tangannya dileher youngmin.

“aku akan menjemputmu pagi-pagi sekali jadi sebaiknya kau bersiap-siap sekarang.”youngmin berkata setelah dia melepaskan ciumannya.

“baiklah,kau juga sebaiknya pulang ini sudah sore.”youngminpun melepaskan pelukannya dari haneul pergi kearah lift apartemen.

Haneul melihat sosok youngmin yang berjalan kearah mobilnya dari lantai atas,youngmin melambaikan tangannya pada haneul sebelum dia masuk kedalam mobilnya dan pergi.

Haneul menghela nafasnya dan tersenyum,dia tidak pernah sebahagia ini semuanya terasa sangat sempurna sekali. Hubungan nya dengan youngmin berjalan dengan baik dan besok dia akan bertemu dengan orang tua youngmin, haneul sedikit gugup namun saat dia mengingat kata-kata youngmin dia menjadi sedikit tenang.

~Double Trouble~

“wahh..akhirnya kita sampai juga.”haneul berkata saat mereka akhirnya sampai di villa youngmin yang ada dijeju.

Setelah berjam-jam duduk dikursi pesawat terbang dan mobil haneul akhirnya bisa berdiri dan menghirup udara segar,dia membuka pintu villa dan meletakkan tas koper kecilnya disusul oleh youngmin yang sama lelahnya dengan dia.

“ah..akhirnya kita sampai.”youngmin berkata dan duduk disamping haneul.

“disini udaranya segar sekali.”haneul berkata dan berdiri membukakan pintu belakang yang menghubungkan villa dengan halaman belakang.

“wah youngmin-ah lihat! Ada pelangi.”haneul berkata menunjuk kearah pelangi yang terlukis dilangit.

“indah sekali iyakan?”youngmin bertanya dia sudah sering melihat pelangi namun entah kenapa saat dia melihat pelangi dengan haneul,dia sangat senang.

“iya..aku benar-benar ingin tinggal disini.”haneul berkata dan tersenyum.

“bagaimana kalau natal tahun ini kita habiskan disini saja?”Tanya youngmin dan haneul tersenyum.

“aku setuju,tapi aku rasa untuk natal hani juga harus ikut.”dan youngmin mengangguk,dia jadi ingat tentang sikap hani kepadanya.

“apa kau yakin hani tidak akan menolak?”Tanya youngmin khawatir,mengingat hubungannya dengan hani tidak terlalu dekat.

“aku harap begitu,lagipula dia akan sendirian kalau kita memutuskan untuk merayakan natal disini.”haneul menjawab dan mendekat kearah youngmin.

“aku tahu,aku hanya sedikit khawatir.”youngmin berkata dan menatap kearah pelangi yang ada diluar villa mereka.

“tenang saja,hani akan luluh.” Haneul menangkup wajah youngmin dan youngmin tersenyum.

“aku harap begitu,aku mengerti kenapa dia tidak menyukaiku.”youngmin mengungkapkan dan haneul memasang muka masamnya.

“oh ayolah youngmin,hani hanyalah remaja dia menyukaimu dia hanya sedikit canggung disekitarmu, dia suka memujimu.”haneul berkata mengingat kalau adiknya itu pernah mengungkapkan kalau dia cemburu dengan perlakuan youngmin yang begitu mesra pada haneul.

“dia hanya takut kalau kau merebut kakak perempuannya saja.”haneul berkata.

“benarkah?bagus kalau begitu,aku masih punya kesempatan untuk dekat dengan hani.”youngmin mengungkapkan dan haneul mencubit pipi youngmin.

“aish..kau seperti anak kecil saja.”haneul berkata dan tertawa.

“sebenarnya aku sedikit iri dengan jongin.”youngmin berkata.

“kenapa?jangan bilang karena dia dekat dengan hani.”haneul menebak dan tebakannya benar sekali.

“itukan artinya dia memiliki nilai plus dimata keluargamu,sedangkan aku..bahkan hani pernah melihat kita bertengkar.”youngmin menghela nafasnya,dia kelihatan sangat putus asa.

“youngmin-ah kau tahukan aku mencintaimu?”haneul berkata dan menangkup wajah youngmin lagi.

“kau mencintaiku?”youngmin mengangkat halisnya menggoda.

“tentu saja! Kalau tidak aku tidak akan ada disini dan bertemu dengan orangtuamu.”haneul tersenyum dan memeluk youngmin.

“semuanya akan baik-baik saja.”haneul berkata dan youngmin mencium leher haneul dan memeluknya dengan erat.

Ditengah kemesraan mereka handphone haneul bergetar dan haneul langsung menghidupkan teleponnya,dia melihat nomor kwangmin tertera dihandphonenya.

“nde kwangmin-ah..”haneul mengangkat,youngmin menatap kearah haneul dan melihat gadis itu mengangguk.

“iya aku sudah samapi,apa kau mau menginap di villa juga?”Tanya haneul ketelepon.

“oh benarkah?baiklah..aku akan menunggumu.”haneul kelihatan senang dan akhirnya menutu teleponnya.

“apa yang curut itu katakan?”Tanya youngmin malas.

“youngmin-ah! Kwangmin kan adikmu sebaiknya kau baik padanya.”haneul memukul lengan youngmin pelan.

“dia bilang dia akan menginap di villa ini juga dengan suzy.”haneul mengungkapkan.

“siapa suzy?”Tanya youngmin,dia belum pernah mendengar nama suzy keluar dari mulut adiknya.

“oh sepertinya dia pacar barunya kwangmin-ah.”haneul menjawab.

“kau tidak cemburu?”Tanya youngmin dan haneul tertawa sambil menggelengkan kepalanya.

“untuk apa?aku punya kau.”haneul menjawab dan mencium youngmin.

“kau benar..”youngmin berkata dan mengangkat haneul membuat haneul memekik dan tertawa.

~Double Trouble~

Jongin mengemasi baju-bajunya dan beberapa peralatannya,dia memutuskan untuk pergi menghadiri pesta pernikahan ji hoon,sepupu youngmin dia merasa beruntung sekali saat dia menerima undangan karena dia tahu kalau haneul juga aka nada disana.

Setelah selesai berkemas dia langsung berlari keluar kamarnya mengambil kunci mobilnya namun langkahnya terhenti saat dia melihat Jessica sudah berdiri didepan pintu apartemennya, dia kelihatan marah sekali.

“kau akan pergi ke jeju?”Tanya Jessica dingin,jongin benar-benar merasa takut melihat ekspressi Jessica.

“eh anu..noona,aku hanya ..”jongin kehabisan alasan dia akhirnya menyimpan kembali kopernya.

“ok aku tidak akan pergi ke jeju.”jongin mengalah dan duduk disofanya.

“pergilah..kau pasti ingin bertemu dengan haneulkan?”Jessica berkata dan tersenyum,walaupun hatinya sedikit kecewa.

“jinja?aku kira kau akan melarangku.”jongin berkata dan tersenyum.

“aku bukan mamah mu iyakan jongin?lagipula aku dnegar orangtuamu juga akan datan kepesta itu.”Jessica berkata.

“benarkah?darimana kau tahu?”jongin sedikit kaget mendengar perkataan Jessica,dia sendiri sudah lama tidak bertemu dengan orangtuanya yang sibuk dijepang.

“ya,sekertaris ayahmu meneleponku dan memintaku untuk datang bersamamu.”Jessica menjawab.

“kau juga akan ikut?!”jongin bahagia sekali mendengar perkataan Jessica diapun memeluk Jessica dan Jessica tersenyum.

“noona jinjja?kau tidak bercandakan?”Tanya jongin dan Jessica mengelengkan kepalanya.

“tentu saja tidak,sebaiknya kita pergi sekarang sebelum terlambat.”Jessica berkata dan menarik jongin.

“aaa..noona tunggu,koperku.”jongin kembali kedalam apartemennya dan mengambil kopernya,untung saja dia tidak lupa.

“mari kita pergi ke jeju!”jongin berkata dan menarik Jessica.

Jessica hanya tersenyum,terkadang jongin bisa bertingkah seperti anak kecil dan Jessica menyukainya.jessica mengacak-ngacak rambut jongin, jongin tersenyum dan mencium dahi Jessica entah kenapa jongin merasa senang saat dia mencium dahi Jessica.

~Double Trouble~

“KWANGMIN-AH!!!            “ haneul berteriak saat dia melihat kwangmin masuk kedalam halaman villa keluarga jo,haneul langsung memeluk kwangmin dan kwangmin berputar membuat haneul tersenyum penuh kebahagiaan.

“apa kau menunggu lama?”Tanya kwangmin dan haneul menggelengkan kepalanya.

“tidak youngmin menemaniku.”haneul berkata dan dia bisa merasakan sebuah tangan melingkar dipinggangnya.

“hi bro..”youngmin menyapa dan kwangmin tersenyum.

“hyung..”kwangmin memeluk youngmin sekilas.

Mata haneul langsung tertuju kearah sosok suzy yang bersembunyi dibalik punggung kwangmin,dia kelihatannya malu.

“oh kau pasti suzy.”haneul berkata dan suzy tersenyum.

“annyeoung haseyo,suzy imnida.”suzy memperkenalkan dirinya dan tersenyum kearah youngmin dan haneul.

“hi,senang bertemu dneganmu.”haneul berkata dan memeluk suzy,suzy sedikit kaget namun dia memeluk haneul kembali.

“hi..senang bertemu denganmu juga.”youngmin berkata dan mereka berdua berjabat tangan.

“kalau begitu ayo masuk,aku sudah menyiapkan kimbap untuk kalian.”haneul berkata dan suzy mengangguk,dia senang sekali kalau haneul menyambutnya dengan baik.

Haneul melingkarkan tangannya dilengan youngmin dan mereka bergandengan tangan masuk kedalam villa,suzy menyadari kalau mata kwangmin menatap tajam kearah tangan haneul dan youngmin.

Suzy menghela nafasnya,kelihatannya kwangmin benar-benar belum bisa melupakan haneul bahkan sepertinya saat di studio kwangmin menangisi haneul. Suzy ingin sekali menghibur kwangmin namun dia tidak tahu harus bagaimana,haruskah dia bertindak bodoh agar kwangmin tersenyum.

Tanpa suzy sadari dia tiba-tiba saja tersandung oleh bebatuan koral yang tertanam dijalan setapak villa.

“aww..”suzy mengerang saat badanya terjatuh dengan kasarnya ketanah.

Kwangmin yang melihat itu segera menghampiri suzy dan membantu suzy utuk berdiri,haneul dan youngmin yang melihat langsung menghampiri suzy juga.

“omo..suzy-ah kau tidak apa-apa?”Tanya haneul dan suzy mengangguk,pipinya memerah karena malu.

“hhmppt..”youngmin yang melihat tingkah suzy menahan tawanya,suzy terlihat lucu kalau sedang malu.

“youngmin-ah..”haneul menyikut lengan youngmin.

“kau tidak apa-apa?mana yang sakit?”Tanya kwangmin yang sangat khawatir,dia melihat siku suzy terluka dan juga lututnya.

“omo..sikutmu terluka.”kwangmin berkata dan meniup-niup siku suzy yang berdarah.

Haneul tersenyum melihat betapa perhatiannya kwangmin,sedangkan suzy menunduk malu dia senang sekali karena kwangmin menyentuh lengannya.

“ayo kita obati.”kwangmin berkata dan mereka berduapun asuk kedalam villa mengacuhkan youngmin dan haneul.

“haneul sepertinya dia sudah lupa padamu.”youngmin berkata dan haneul tertawa.

“yang benar saja,dari pertama dia sudah melupakanku.”haneul menjawab dan tersenyum kearah kwangmin.

Youngmin melingkarkan tangannya dibahu haneul dan tertawa.

“bagus kalau begitu,jadi kau hanya untukku aku hanya harus menyingkirkan jongin.”youngmin berkata dan haneul memukul dada youngmin.

“kau gila..jongin tidak akan merebut aku dari kamu jo youngmin.”haneul berkata dan mereka berduapun masuk kedalam villa.

~DoubleTrouble~

sebuah mobil berhenti didepan villa keluarga jo pada malam hari dan sosok Jessica dan jongin keluar dari mobil, mereka menatap penuh kebahagiaan kearah villa keluarga jo namun yang paling membuat jongin bahagia adalah dia melihat haneul.

Jongin langsung mengambil kopernya dan membantu Jessica,jongin membukakan pagar villa dan mereka berdua berjalan menuju villa.

“Jongin-ah?”haneul bertanya,dia merasa bermimpi melihat jongin datang kejeju.

“haneul-ah.”jongin berkata dan mendekat kearah haneul,mereka bingung harus berpelukan atau hanya bersalaman.

Akhirnya keduanya tersenyum dengan canggung dan bersalaman,Jessica yang berdiri dibelakang jongin langsung memeluk haneul dengan karab jongin iri sekali karena Jessica bisa memeluk haneul dengan bebas tanpa menerima pelototan dari kwangmin dan youngmin yang berdiri dibelakang haneul.

“haneul-ah kapan kau sampai?”tanay Jessica.

“tadi pagi,kwangmin dan suzy sampai tadi siang.”haneul menjawab dan Jessica melirik kearah kwangmin dan suzy yang kelihatannya sibuk dengan panggangan yang mereka siapkan.

“oh suzy ya,apa dia pacar baru kwangmin?”tanya Jessica dan haneul mengangkat bahunya.

“saat aku tanyakan mereka membantah secara kompak,sepertinya mereka masih dalam pendekatan.”haneul menjawab dan Jessica mengangguk.

“apa kalian sedang mengadakan barbeque party?”Tanya jongin antusias.

“ya,kami akan memanggang daging yang kwangmin dan youngmin beli.”haneul berkata.

“kalau begitu bisakah aku membantu?”jongin berkata tapi Jessica melarang jongin.

“kau ganti baju dulu kalau mau membantu.”Jessica menyuruh dan jongin langsung menurut dan masuk kedalam villa untuk mengganti bajunya.

“eonni,sebaiknya eonni juga ganti baju aku akan memanggil kalian nanti.”haneul berkata dia sibuk memotong daging yang ada dimeja kayu.

“ya tentu saja,aku akan kesini dengan jongin.”Jessica menyutujui dan masuk kedalam villa.

“sial! Ternyata dia datang.”youngmin berkata sambil membawa pisau besar untuk memotong daging,dia kelihatan seperti tukang jagal sekarang namun dengan wajah yang lebih tampan dan tubuh yang lebih slim.

“youngmin-ah dia tidak akan menganggu.”haneul berkata dan melanjutkan memotong daging sapi.

“lebih baik begitu,kalau misalnya dia menganggu kita aku akan memotong ‘barang’nya dengan pisau ini.”youngmin berkata dan haneul tertawa terbahak-bahak.

“dasar tukang jagal aneh..”haneul bergumam dan youngmin melingkarkan tanganya dipingang haneul.

Kwangmin yang mendengar tawa haneul melirik kearah kakaknya dan haneul yang sedang memotong daging,hatinya sedikit sakit saat dia melihat tangan youngmin dengan mesranya melingkar dipingang haneul.

Seharusnya akulah yang memeluknya seperti itu

Youngmin membisikan sesuatu ketelinga haneul dan haneul tersenyum,haneul mencium youngmin saat youngmin membantunya memotong daging.

Seharusnya akulah yang merasakan bibir itu

Youngmin tersenyum dan dengan jahilnya dia mencoba menyentuh haneul dengan tangan bau amisnya,haneul tertawa dan menjauhkan tangan youngmin dari wajahnya lalu haneul menjulurkan lidahnya kearah youngmin.

Seharusnya akulah yang membuat dia tertawa

“kwangmin-ah.”

Mendengar namanya dipanggil kwangmin melirik kearah suzy dan suzy kelihatannya tahu akalau dia dari tadi memperhatikan haneul dan youngmin.

“apa kau mau mencoba dagingnya?”suzy memotong salah satu daging yang sudah matang dan menyodorkan nya pada kwangmin.

Kwangmin tersenyum dan memakan daging itu.

“hm..aku rasa dagingnya sudah matang.”kwangmin berkata dan tersenyum kearah  suzy dan suzy membalas senyum kwangmin.

“kau mau juga?”kwangmin memotong salah satu daging yang sudah matang juga, kwangmin memberikannya pada suzy.

“terimakasih..”suzy berkata dan memakan daging yang kwangmin berikan padanya,walaupun kedua masih malu-malu haneul dan youngmin menyadari kedekatan suzy dan kwangmin.

“haneul-ah!”jongin memanggil haneul dengan cerianya dan mendekat kearah haneul,youngmin yang melihat jongin mendekat langsung memangganti posisi sehingga jongin dan dirinya berdiri disamping sedangkan haneul berdiri disamping Jessica.

“aku mau membantu haneul.”jongin berkata namun youngmin tersenyum dan memberikan jongin sepotong daging.

“jika kau membantu sebaiknya tidak dekat-dekat dengan haneul.”youngmin berkata dengan senyum palsunya namun matanya melotot kearah jongin.

“tapi..”jongin mencoba protes.

“bagaimana kalau kita membantu saja kwangmin dan suzy.”youngmin berkata menarik jongin menjauh dari meja.

“haneul-ah..”jongin memanggil namun youngmin menyeret jongin,seperti jongin adalah seorang anak kecil.

Haneul hanya mengelengkan kepalanya,youngmin dan jongin kelihatan berdebat namun youngmin berhasil membuat jongin membantu kwangmin dan suzy.

“jongin sepertinya belum bisa melupakanmu.”Jessica berkata dan haneul hanya tersenyum.

“entahlah, aku sedikit kesal dengan kenyataan itu.”haneul mengungkapkan.

“kenapa?bukankah kau seharusnya senang?”Jessica bertanya namun haneul menggelengkan kepalanya.

“apakah sudah jelas eonnie? Jongin tidak akan mendapatakanku.” Haneul berkata dan Jessica menundukkan kepalanya,dia sedikit senang dengan perkataan haneul namun dia juga sedih karena jongin pasti sangat terluka jika dia mendengar perkataan haneul.

“kau pasti sangat mencintai youngmin,iyakan?”Tanya Jessica dan haneul tersenyum pipinya memerah sekaligus,jawaban haneul snagat jelas sekali.

“ya begitulah eonnie,aku bahagia bersama youngmin.”haneul berkata dan Jessica tersenyum,dia sedikit iri dengan kebahagiaan haneul.

“aku hanya ingin jongin juga bahagia,aku ingin dia berubah dan mendapatkan wanita yang akan mencintainya dengan tulus,aku juga ingin dia berhenti pergi keclub aku ingin dia berkeluarga dan menjadi lelaki yang bertanggung jawab.”haneul melanjutkan dan Jessica sangat kagum dengan apa yang haneul baru saja katakan.

Jessica sekarang mengerti kenapa jongin sangat tergila-gila oleh haneul,haneul adalah orang yang tulus dan baik hati. Jarang sekali ada orang yang mendoakan kebahagiaan untuk oranglain,karena mereka sibuk berdoa untuk kehidupan dirinya sendiri.

“kau wanita yang baik haneul-ah.” Jessica memuji dan haneul hanya tersenyum.

“terimakasih eonnie,kau juga.” Haneul berkata.

“jongin sering menceritakan tentang kau.” Haneul mengungkapkan.

“oh ya?apa saja yang dia ceritakan?” Jessica mengangkat halisnya tertarik.

“hm..coba kuingat-ingat,dia bilang kau cerewet dan bossy dia juga bilang kalau kau sangat menyeramkan.”haneul berkata dan Jessica tertawa.

“tapi dia bilang kalau kau sangat baik dan bisa diandalkan,dia juga mengatakan kalau dia merasa beruntung memiliki seseorangsepertimu disisinya.”haneul melanjutkan dan senyum Jessica menghilang,dia begitu terharu mendengar perkataan haneul.

Apakah jongin menganggap dia seperti itu? Jessica sangat bahagia diapun melirik kearah jongin yang dia tendang oleh youngmin karena membakar dagingnya hingga gosong, Jessica dan haneul hanya menggelengkan kepala mereka saat melihat kedua orang itu bertengkar percis seperti kucing dan anjing.

“terkadang aku tidak percaya kalau mereka dulu adalah sahabat sejati..” Jessica bergumam mengingat masa kecil mereka.

Setelah setengah jam dengan penuh perjuangan akhirnya mereka berhasil memangang semua daging,Jessica dan haneul sedang menyiapkan beberapa piring di meja kayu yang panjang dihalaman belakang sedangkan suzy dan kwangmin membawa daging yang sudah matang kemeja.

Jongin dan youngmin anteng memasak walaupun jongin masih menerima beberapa omelan dari youngmin, youngmin memang bisa menjadi bossy kalau sudah soal masak.

“akhhh..aku lelah.”kwangmin berkata dan duduk disalah satu bangku panjang didepan meja.

“kau istirahat saja kwangmin-ah,aku akan membawa daging yang terakhir.”suzy berkata dan tersenyum,kwangmin mengangguk.

“minumlah kau pasti cape.” Haneul berkata memberikan kwangmin segelas air,kwangmin tersenyum dan mengambil gelas yang haneul pegang.

“terimakasih.”kwangmin menjawab dan langsung meneguk air yang ada didalam gelas itu sampai habis.

“jadi..bagaimana hubunganmu dengan suzy?”haneul berkata dengan jahil dan kwangmin hampir menyemburkan air yang ada dimulutnya.

“ohok..ohok..”kwangmin tersedak dan haneul mengelus punggung kwangmin sambil tertawa,kwangmin sepertinya benar-benar menyukai suzy.

“andwae..kami hanya teman,aku bersumpah!”kwangmin berkata sambil mengacungkan kedua jarinya.

“terserah,aku tahu kau menyukainya.”haneul berkata sambil tersenyum,taklama kemudian jongin dan youngmin datang.

“hi cantik,kau sedang apa?”Tanya youngmin mencium haneul sekilas,membuat jongin dan kwangmin langsung terbakar oleh api cemburu.

“aku hanya sedang berbincang dengan kwangmin.”haneul menjawab.

“ayo kita makan,daging nya sudah mulai dingin.”Jessica berseru sambil membawa beberapa sisia daging yang baru saja dipanggang.

Dan malam itu semuanya memakan daging pangang dengan lahap,suzy dan kwangmin memilih untuk mengobrol sambil makan mungkin mereka berdua mencoba untuk lebih dekat sedangkan Jessica sibuk mengurus bayi besarnya jongin yang sellau berhasil menodai bacanya dengan kecap.

Youngmin dan haneul saling menyuapi dan tertawa melihat ekspressi keempat orang yang melihat kemesraan mereka dan merekapun memutuskan untuk berhenti menunjukan kemesraan mereka.

“aish..kalau kalian mau bermesraan sebaiknya didalam saja!”jongin berkata,jelas sekali kalau dia iri.

~Double Trouble~

Haneul membuka matanya ini sudah jam 3 malam namun dia tidak bisa tidur,meskipun tangan youngmin dengan mesranya memeluknya membuatnya merasa hangat namun dia tetap tidak bisa tidur. Haneul memutuskan untuk bangun dan mengambil jaketnya,dengan pelan dia berjalan keluar darikamar nya.

Haneul mengambil segelas air dari dapur namunmatanya menangkap bayangan seorang lelaki yang sedang berdiri diluar, lelaki itu mendongak menatap kearah langit hitam yang ditaburi oleh bintang malam.

Tersenyum haneul berjalan keluar dan memperhatikan lelaki itu,merasa ada kehadiran manusia lain lelaki itu berbalik dan tersenyum saat melihat haneul berdiri diambang pintu menatap kearahnya.

“hei..kau belum tidur?”Tanya jongin kepada haneul dan haneul menggelengkan kepalanya.

“kau juga,kenapa?”Tanya haneul dan dia berjalan lalu duduk disamping jongin.

“aku hanya merasa tidak nyaman, disini udaranya sedikit panas kalau malam hari.”jongin berkata sambil menarik nafas merasakan angin malam menyentuh kulit wajahnya.

“sama,aku juga merasa tidak nyaman.”haneul menjawab dan meniup poni panjangnya.

“oh ayolah..didalam kamarmu ada youngmin.”jongin berkata sambil menaik halisnya penuh maksud.

“ya! Byuntae..”haneul menjulurkan lidahnya pada jongin.

“oh ayolah..kau pasti sudah melakukannya dengan youngminkan?”Tanya jongin penasaran dan pipi haneul langsung memerah,haneul memukul lengan jongin berkali-kali membuat jongin tertawa.

“TENTU SAJA TIDAK!”haneul menjawab.

“benarkah?tapi kalian terlihat nyaman dengan satu sama lain.”jongin berkomentar namun haneul menggelengkan kepalanya.

“kami mungkin banyak melakukan skinship tapi aku dan youngmin memutuskan untuk menunggu hal ‘itu’ sampai kami menikah.”haneul mengungkapkan dan jongin tersenyum tipis,sebenarnya dia ingin menangis saat mendengarkan perkataan haneul.

“jadi sepertinya aku tidak punya kesempatan..”jongin berkata dia menahan airmatanya yang mengancam untuk turun.

Haneul yang melihat ekspressi jongin yang menyedihkan menarik keplaanya jongin untuk bersandar dibahunya,haneul memeluk jongin dan mengelus punggung jongin dia bisa mendengar suara tangis jongin yang lemah.

“maafkan aku jongin..”haneul berkata dan memeluk jongin,jongin hanya menangis ini adalah pertamakalinya jongin menangisi seorang wanita dan itu mebuatnya merasa sangat aneh.

“aku..aku memalukan sekali.”jongin berkata namun haneul tidak melepaskan pelukannya.

“tidak apa-apa menangislah,jangan menahannya aku tahu kau ingin menangis.” Haneul berkata dan dia bisa merasakan tangan jongin memeluk pinggangnya dan dia menangis.

Haneul merasa menjadi orang yang jahat karean sudah membuat jongin menangis,dia tidak tahu harus berbuat apa namun dia merasa sangat bersalah. Jongin melepaskan pelukannya dari haneul namun haneul menyadari kalau wajah mereka hanya berjarak beberapa centi, haneul meras anervous saat dia bisa merasakan nafas jongin menyentuh bibir atasnya.

“maafkan aku..”jongin berkata dan tiba-tiba saja bibir jongin sudah menyentuh bibir haneul,haneul sangat kaget sekali namun dia akhirnya menutup matanya.

Jongin mendekat kearah haneul dan dia membuka mulutnya membuat haneul sedikit kaget,kehangatan bibir jongin terasa nyaman namun dia merasa bersalah.

Haneul mendorong tubuh jongin namun jongin menarik tekuk haneul membuat haneul tidak bisa berbuat apapun, airmata turun dari mata kiri haneul begitu juga dengan jongin mereka berdua menangis dalam ciuman mereka.

Jongin melepaskan ciumannya dan menatap nanar kearah haneul,matanya masih berkaca-kaca dia merasa bersalah namun inilah satu-satunya cara agar dia bisa mengekspressikan rasa cintanya pada haneul.

“aku akan menunggumu..”jongin berkata setengah berbisik.

“sampai kapanpun..aku mencintaimu.”jongin menatap lurus kearah haneul,airmata haneul langsungturun membasahi pipinya.

“aku mohon..kembalilah padaku jika kau memutuskan untuk berpisah dnegan youngmin.”jongin menyentuh lengan haneul dan haneul mengangguk, bagaimana dia bisa menolak permohonan tulus itu?

To Be Countinue..

Don’t Forget the comment😀

PS:

gimana reader’s?? kalian suka chapter ini gak?? ketiga pasangan lagi pada mesra-mesraan di villa itu,oh iya jika sebagian dari kalian berpikir-pikir kenapa jessica dan jongin menginap di villa yang sama soalnya orangtua jongin nyuruh jessica dan jongin buat nginep disana gak aku ceritain sih pas nyuruhnya soalnya terlalu bertele-tele.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 13~

  1. chigu harus tanggung jawab udah bikin aku nangis & penasaran T_T # hehehe
    ditunggu lanjutannya chigu , tpi jangan lama2 ya udah penasaran tingkat akut ni🙂

    gomawo ^^

  2. mdh2n seh emg spt itu trs ya…. q suka liatny. tnp ada pengganggu spt krystal noh….

    jgn lama2 y min lnjtnny pnsrn neh gmn haneul ktm ma ortuny jo twins…

  3. huwaaa..hiks..hiks.. Aku sedih..kasian jongin..dia lebih milih nunggu haneul..part ini bnyk yg romantis tp d akhir sedih bgt..huhuhu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s