Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 12~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

Dengan semangatnya hani mengantri masuk kedalam gedung kesenian,dia sudah tidak sbaar untuk menonton pertunjukan hyunseong. Jihyun teman hani yang ikut juga sama senangnya, ji hyun adalah fans berat pertunjukan ballet dan dia sangat tahu siapa shim hyunseong itu.

Jihyun sangat senang saat hani menajaknya untuk menonton pertunjukan hyunseong,dia bahkan sudah membawa kamera digitalnya dia ingin sekali berfoto bersama idolanya itu.

Berbeda dengan jihyun yang ingin bertemu dengan idolanya,hani ingin bertemu dengan seseorang yang cukup special baginya.

Hyunseong bukanlah idola bagi hani,dia adalah lelaki normal biasa yang hani kenal dan entah kenapa setiap kali antrian bergerak jantung hani berdetak lebih cepat.

Dia tidak sabar namun dia juga takut untuk bertemu dengan hyunseong, entah sudah berapa kali hani membenarkan poninya berharap kalau rambutnya itu diam saat diterpa angin musim semi yang cukup kencang.

“kau pasti tidak sabar ya hani-ya?” jihyun bertanya,dia sendiri sama tidak sabarnya dengan hani.

“iya,aku ingin segera melihat hyunseong oppa.”hani berkata dan jihyun menyenggol bahu hani.

“aish..kau beruntung sekali bisa dekat dengan dia.”jihyun berkata dan hani hanya tersenyum.

“aku juga tidak habis pikir aku bisa bertemu dengan dia.” Hani mengungkapkan dan mereka berduapun tertawa.

“ah..aku gugup sekali.”hani berkata dan jihyun menggelengkan kepalanya.

“yang akan tampilkan hyunseong oppa,bukan kamu.” Jihyun meledek dan menjulurkan lidahnya pada teman sekelasnya itu.

“aku gugupa,bagaimana kalau hyunseong oppa nanti menatap kearahku?”hani bertanya.

“tersenyum saja ok?tak usah gugup,tunjukanlah pada dia kau ini wanita dewas.”jihyun menyemangati.

“ok..ok..aku akan berusaha untuk tersenyum semanis mungkin.”hani menjawab.

“coba kulihat senyummu?”jihyun meminta.

Hani melirik kesekitarnya dia malu jika seseorang memperhatikan dia saat dia berlatih untuk tersenyum dengan jihyun, dan akhirnya hanipun mencoba tersenyum lalu jihyun malah tertawa.

“ya! Apanya yang lucu?!”hani berdesis dan memukul lengan temanya.

“habis..senyummu aneh sekali dan kaku.”jihyun mengukapkan,hani hanya memutar matanya dia memang tidak memiliki senyum yang indah seperti kakaknya dia lebih terkesan kaku dan ceroboh.

“aku menyerah..hyunseong oppa tidak akan menyukaiku.”hani berkata dan meniup poninya dengan malas.

Setelah beberapa menit mengantri akhirnya hani dan jihyun masuk kedalam gedung kesenian dan duduk dikursi mereka,ternyata hyunseong memilihkan kursi paling depan untuh hani dan jihyun membuat hani semakin deg-degan saja dia pasti bisa melihat hyunseong dengan jelas dari kursi depan ini.

“selamat siang semua para hadirin!” dua orang host datang dari belakang panggung dan menyapa semua hadirin dengan meriahnya, semua hadirin bertepuk tangan hampir semua kursi distudio ditempati pantas saja aku merasa gerah.

“kalian semua pastis udah tidak sabar dengan tarian menakjubkan dari penari-penari kami iyakan?” salah satu host bertanya,dan semua penonton menjawab riuh.

“ok kalau begitu,apa kalian tahu siapakah penari-penari utama kami?”host yang satu lagi bertanya,hani bisa mendnegar nama hyunseong dan beberapa nama yang asing disebutkan namun yang paling menonjol adalah nama krystal.

“benar sekali para hadirin, penari utama kami adalah shim hyunseong dan jung krystal beri tepuk tangan yang meriah bagi mereka berdua!”kedua host berseru hampir berbarengan dan datanglah sosok hyunseong dengan seorang wanita cantik yang memakai kostum swan lake.

Dalam adegan pertama hyunseong kelihatan tertidur disinggasananya,hani sedikit kecewa karena hyunseong belum menyadari beradaannya namun dia sudah menutup matanya. Hani menunggu sambil memperhatikan adegan seorang penyihir jahat yang datang mengikuti krystal yang sedang menari dengan indahnya,hani tidak menyangkal kalau krystal adalah penari ballet yang bagus.

“wow..hyunseong oppa terlihat lebih tampan.”jihyun berbisik nakal dan hani hanya tersenyum malu.

“lihat!lihat!”jihyun menunjuk saat hyunseong terbangun dari tidurnya,dia mulai menari mendekati sekumpulan penari lainya yang menari dengan lihai.

Hani sangat iri,dia ingin sekali menjadi penari dipanggung itu menari bersama hyunseong kelihatannya sangat menyenangkan.

Adengan demi adegan di tampilkan,hani sedikit mengantuk namun ada beberapa bagian yang sedikit monoton namun jihyun yang antusias membangunkannya dari kantuknya. Saat dia melirik kearah panggung tatapannya dengan tatapn hyunseong tak sengaja bertemu dan hyunseong memberikannya senyum yang sangat manis.

Hani yang malu hanya bisa menunduk menyembunyikan wajah meronanya,lalu saat dia mendongak melihat kearah panging sosok hyunseong menghilang. Hani mencoba mencari-cari sosok hyunseong namun sosok hyunseong terhalangi oleh beberapa penari yang mengelilinginya.

Hani sedikit kecewa namun dia melanjutkan untuk menonton,setidaknya dia menikmati alur cerita yang disajikan. Namun entah mengaap saat hani melihat krystal melakukan kontak fisik dengan hyunseong hatinya terbakar,dia tidak suka bagaimana hyunseong melingkarkan tangannya di pinggang krystal.

Apalagi saat hani memperhatikan tatapan mata hyunseong keaarh krystal,tatapan lelaki itu memancarkan kekaguman dan cinta yang besar. Hani menghela nafasnya dan memilih untuk tidak melihat adegan itu, karena jika dia terus melihatnya hani sama saja mencoba membunuh dirinya sendiri dengan kecemburuan.

“oppa!”hani memanggil saat dia bertemu dengan hyunseong yang sedang berdiri didepan kamar gantinya,dia kelihatan baru saja selesai berbincang dengan seorang staff.

“hani-ya..kau datang.”hyunseong kelihatan sangat bahagia.

“iya tentu saja,oh iya kenalkan ini temanku jihyun.”hani memperkenalkan jihyun yang tersenyum kearah hyunseong.

“annyeounghaseyo jihyun-imnida.”jihyun memperkenalkan diri.

“aku fansmu,aku sering sekali menonton pertunjukanmu aku paling suka pertunjukanmu yang sleeping beauty.”jihyun mengungkapkan.

“terimakasih sudah mendukungku.”hyunseong berkata dan tersenyum.

“oh iya oppa,kau juga tadi menari sanga bagus sekali aku iri.”hani berkata dan hyunseong mengack-ngacak rambut hani.

“kau bisa saja?apa aku harus membayar dengan milkshake untuk pujian tadi?”hyunseong bercan dan hani juga jihyun tertawa.

“oppa,kau lucu.”hani memukul lengan hyunseong pelan.

Setelah berbincang beberapa menit,sosok krystal tiba-tiba sajamuncul dia sudah memakai baju casual dan rambut panjangnya diikat dengan rapih dia kelihatannya sedang menghubungi seseorang  namun ekspressi tidak terlihat senang.

Hyunseong yang melihat itu langsung berjalan mendekati krystal melupakan hani dan jihyun yang menunggunya,hani sedikit kecewa dengan perlakuan hyunseong namun dia bukan siapa-siapa hyunseong danhani tahu jelas kalau hyunseong sangat mencintai krystal.

Hani benci perasaan sakit yang dia rasakan sekarang,namun yang membuat hani menderita adalah karena dia tidak bisa marah pada siapapun selain dirinya sendiri.

~DoubleTrouble~

Haneul mengambil handphonenya yang tergeletak dimeja kerjanya,seharian ini dia sudah mengabaikan youngmin yang mencoba berbicara dengannya.

Haneul sangat senang sekali saat minho menyusul youngmin untuk menghadiri meeting dan youngminpun terpaksa harus meninggalkan haneul,haneul berterimakasih pada siapapun yang ingin mengadakan meeting dengan youngmin saat itu.

“yobuseyo..”haneul mengangkat,dia tidak mengenali nomer yang menghubungi handphonenya itu.

“ini aku krystal.”suara wanita yang diseberang telepon berkata,haneul sudah memiliki firasat yang buruk saat dia tahu siapa yang menguhubunginya.

“ada yang bisa kubantu?”Tanya haneul.

“temui aku direstoran nanti sore,kau tahu restoran yang kau dan jongin kunjungi waktu itu.”krystal berkata.

“darimana kau tahu?”

“Jessica eonni memberitahuku.”krystal berkata dan menutup telepon.

Haneul sedikit ragu namun dia akhirnya menuruti kemauan Jessica,setelah jam kerjanya selesai haneul langsung pergi keluar menaiki taksi tanpa menyadari kalau seseorang mengikutinya.

Haneul sedikit melamun didalam taksi,dia masih memikirkan masalahnya dengan youngmin dia sudah lelah untuk marah pada youngmin namun sepertinya youngmin belum juga menyadari apa kesalahanya.

Kwangmin bilang kalau hyungnya itu tidak baik dalam mengekspressikan perasaannya, haneul tahu itu namun dia hanya ingin youngmin mengatakan kata ‘maaf’ bukan bertanya padanya apa kesalahan yang sudah dia perbuat.

Hani merapikan rambutnya yang sedikit acak-acakan,ini sudah sore sebenarnya dia ingin istirahat namun krystal sepertinya tidak akan berhenti mengganggunya sebelum dia menuruti kemauan gadis itu.

Beberapa menit kemudian taksi berhenti didepan restoran yang dia dan jongin biasa kunjungi,haneul menghela nafasnya danturun dari taksi setelah membayar ongkosnya.

Taklama kemudian Krystal sudah duduk dihadapan Haneul,kedua wanita itu saling menatap penuh kebencian namun mereka memutuskan untuk diam dan meneguk teh yang sudah krystal pesan.

Keadaan restoran sore itu cukup sepi,jadi krystal dan haneul bisa mengobrol dengan leluasa tanpa takut orang lain menguping pembicaraan mereka. Krystal sesekali menatap kearah haneul yang diam dan memainkan jarinya dengan bosan,entah apa yang membuat youngmin menyukai wanita ini.

“kalau boleh tahu,apa yang kau inginkan?”haneul bertanya dan mencoba untuk tetap sopan walaupun dia sangat tidak menyukai wanita yang ada dihadapannya.

“aku minta kau mundur.”krystal menjawab singkat dan meneguk tehnya dengan snatai,seakan perkataan yang baru saja meninggalkan mulutnya itu adalah sesuatu yang gampang.

“apa maksudmu?kau ingin aku berpisah dengan youngmin?”haneul bertanay dan mengerutkan keningnya,krystal menyeringai penuh maksud.

“lalu apalagi yang aku inginkan?kau dan dia tidak pantas untuk bersama.”krystal berkata,perkataan yang keluar dari mulutnya itu benar-benr tajam dan menusuk.

“huh?itu lucu sekali krystal-shi,mengingat youngmin lebih menyukaiku daripada kamu.”haneul mengungkapkan dengan penuh percaya diri,dan krystal menggengam gelas tehnya dengan erat.

“jika kau tahu diri kau akan mundur.”krystal menjawab dan keadaan semakin intense saat haneul dan krystal saling melemparkan tatapan sinis kearah satu sama lain.

“kau yang tidak tahu diri kystal-shi,aku pacar youngmin sekarang dan kau hanyalah mantannya.”haneul berkata.

“kau mungkin pacarnya tapi aku cinta pertamanya.”krystal menjawab dan haneul hanya diam.

“lagipula wanita biasa-biasa sepertimu tidak pantas dengan youngmin,kau hanya wanita kampung yang bermimpi menjadi istri seorang lelaki kaya iyakan?”krystal berkata,membuat kesabaran haneul habis.

Dia mengambil cangkir tehnya dan menyiramkan teh hangat di gelas itu kearah krystal,membuat krystal menutup matanya.

“aku mungkin datang dari pedesaan dan aku mungkin bukanlah berasal dari keluarga kaya sepertimu krystal-shi,namun setidaknya aku tidak akan menghina orang yang ada dibawahku.” Haneul berkata dan mengambil tasnya lalu menyimpan sejumlah uang dimeja restoran.

“ini biaya untul laundrymu dan tehnya,terimakasih sebaiknya kau tak usah menghubungiku lagi.”haneul berkata dan berlari keluar dari restoran dengan berlinang airmata.

“maaf nona,apa anda butuh bantuan?”Tanya seorang pelayan yang membawa handuk kecil untuk krystal.

“terimakasih.”krystal mengambil handuk kecil yang pelayan itu berikan padanya.

Haneul berlari keluar dari restoran itu,dia berhenti disebuah taman yang sepi dia ingin berhenti menangis namun airmata terus saja jatuh dari matanya.

Saat haneul ingin melangkah lagi sebuah tangan menari lengannya,haneul berbalik dan kaget melihat sosok youngmin yang menatap kearahnya penuh kekhawatiran haneul kira youngmin menghadari sebuah meeting.

“apa yang kau lakukan disini?”Tanya haneul ketus dan mencoba melepaskan tangannya dari tangan youngmin.

“maafkan aku.”youngmin akhirnya berkata,mendengar kata-kata itu haneul hanya terdiam.

“aku yang salah,aku seharusnya tidak membiarkan krystal mendekatiku lagi.”youngmin berkata dia mengambil sesuatu dari jasnya.

“ini surat bukti pembelian keluarga kim,jongin membeli semua saham perusahaan jung.”youngmin berkata dan menunjukan surat pembuktian pembelian saham keluarga jung kepada haneul.

“aku mohon,kembalilah.”youngmin berkata dan perkataan itu membuat mata haneul berkca-kaca lagi.

“kenapa aku harus kembali?”haneul bertanya.

“karena aku membutuhkanmu,aku benci untuk hidup tanpamu.”youngmin mengungkapkan nada suaranya terdengar serius sekali namun ekspressinya menunjukan penderitaan yang mendalam.

Mata coklat youngmin menatap lurus kearah haneul,genggaman youngmin begitu kuat seakan mencegah haneul untuk pergi. Haneul melepaskan gengaman youngmin dan berjalan menjauh, haneul bisa mendengar derap langkah youngmin yang cepat dan dia memeluk haneul dari belakang dengan erat.

“aku mohon..”youngmin berkata berbisik,suaranya terdengar sangat menyedihkan.

“youngmin-ah..”haneul memanggil.

“aku janji,aku tidak akan berdekatan lagi dengan krystal.”youngmin berkata dan haneul melepaskan pelukan youngmin.

“aku mengerti.”haneul berkata dan youngmin tersenyum.

“apa itu artinya,kau kembali padaku?”Tanya youngmin dan haneul mengangguk.

“terimakasih.”youngmin berkata dan memeluk haneul.

“lainkali jika aku melakukan kesalahan katakan saja,aku bukanlah lelaki sensitive seperti kwangmin atau jongin.”youngmin berkata dan haneul mengangguk.

“aku minta maaf karena sudah keras kepala.”

“aku juga..”

Tanpa kedua orang itu sadari,jongin memperhatikan mereka dari jauh dan tersenyum saat dia melihat haneul dan youngmin kembali bersama. Walaupun jongin ingin menangis,dia bahagia saat dia melihat haneul tersenyum kembali.

“kau gila jongin,kau menghabiskan hampir seluruh uang tabunganmu hanya untuk membli saham di perusahaan jo?!”kyungsoo memekik kesal di telepon.

“oh diam kyungsoo! Kau tidak tahu apa rencanaku.”jongin menjawab.

“sebaiknya kau manfaatkan semua saham yang kau beli itu.”kyungsoo berkata.

“aku bukan amatiran kyungsoo,ini hanyalah langkah pertama dari rencanaku.”jongin berkata dan menutup teleponya.

Jongin menghidupkan mesin mobilnya dan langsung menyetir menuju rumahnya,melihat senyum haneul sudah membuat jongin senang setidaknya senyum wanita itu menyebuhkan luka hatinya yang menganga.

~Double Trouble~

“hi..kau sudah pulang.” Mendengar suara ceria itu jongin mendongak dan kaget melihat Jessica sudah ada didapur apartemenya.

“maaf aku masuk tiba-tiba,habis kau tidak mengangkat teleponmu.”Jessica mengungkapkan dan menyimpan semangkuk kimchi yang baru saja dia buat dimeja makan jongin.

“noona,tumben sekali kau berkunjung sore hari.”jongin berkata dan duduk dikursi meja makan dengan wajah lemasnya.

“kau kenapa?apa kau sakit?”Jessica menyentuh dahinya.

“aku hanya lelah.”jongin menjawab.

“aigoo..dongsaengku ini pasti rajin bekerja.”Jessica berkata dan memijat bahu jongin.

“hahaha noona,geli!”jongin berkata saat tangan Jessica menyentuh bahu jongin.

“geli kau bilang?”Jessica berkata dan mengelitikki jongin.

“hahahaha noona..ampun!”jongin berkata dan melepaskan tangan Jessica dari pundaknya.

“aku mandi dulu..badanku lengket semua.”jongin berkata Jessica mengangguk.

“ya sudah sana mandi.”Jessica berkata dan menepuk- nepuk pantat jongin.

“noona! Bisakah kau berhenti melakukan itu?aku sudah besar.”jongin mengeluh dan Jessica hanya tersenyum,untuk Jessica jongin selamanya adik sepupu kecilnya.

Setelah mandi jongin langsung duduk dikursi meja makan bergabung dengan Jessica yang sedang menyiapkan semangkuk nasi untuknya,terkadang jongin suka dengan perhatian yang Jessica berikan padanya setidaknya dia tahu kalau kakak sepupunya itu masih menyayanginya.

“noona,bagaimana keadaan krystal apa dia sudah sembuh?”jongin bertanya,mengingat kalau saudara sepupunya itu masuk rumah sakit beberapa pekan yang lalu.

“ya,dia sudah sehat lagi sekarang.”Jessica menjawab.

“aku lega dia tidak apa-apa,tapi aku khawatir dengan tingkahnya.”Jessica mengungkapkan,ekspressi kekhawatiran terpancar diwajah Jessica.

“noona,krystal akan baik-baik saja dia pasti akan menerima kenyataan suatu hari nanti.”jongin berkata menyentuh tangan Jessica.

“aku harap begitu,ngomong aku dengar kau membeli seluruh saham ayahku di perusahaan jo apa itu benar?”Tanya Jessica sambil menyimpan beberapa lauk pauk di mangkuk jongin dan jongin melahapnya.

“hm..beugiulah..”jongin menjawab dengan mulut penuh.

“jangan bicara dengan mulut penuh jongin!”Jessica memerintah.

aye aye..madam.”jongin menghormat kearah Jessica dan Jessica hanya tertawa sambil menggeleng-gelengkan kepalanya,jongin memang tidak akan pernah dewasa dimata Jessica.

“apakah kau membeli saham ayahku hanya untuk menyelamatkan hubungan haneul dan youngmin?”Jessica tiba-tiba bertanya,tebakan Jessica tepat sekali dan itu membuat jongin sedikit kaget.

“andwae..aku hanya ingin menguasai perusahaan itu,perusahaan kim sekrang sudah kuatkan?tidak ada salahnya memiliki saham diperusahaan lain.”jongin beralasan.

“jangan bohong jongin,aku tahu jika kau bohong.”Jessica berkaat dan memberikan tatapan tajamnya pada jongin,dia tahu kalau jongin paling benci diberikan tatapan tajamnya.

“aish…noona jinja!”jongin mengutuk.

“ok!ok! aku memang punya alasan lain selain itu.”jongin akhirnya mengaku.

“apa yang kau rencakan kim jongin?”Tanya Jessica matanya menyipit penuh kecurigaan.

“aku hanya ingin lebih dekat dengan haneul.”jongin menjawab.

“jongin,bukankah kau dan dia cukup dekat sekarang?”Tanya Jessica kesal,Jessica tidak suka jika jongin sudah membahas haneul akui saja jongin tidak professional jika dia membeli seluruh saham perusahaan jung hanya untuk haneul.

“noona sudah kubilangkan?alasan utamaku adalah yang pertama,alasan tentang haneul hanya kebetulan saja ok? Pernah dengar sekali mendayung satu dua pulau terlewati?”jongin bertanya dan Jessica memutar matanya.

“lalu kenapa harus perusahaan jo?masih banyak perusahaan lain yang berpotensialkan?”Tanya Jessica mengintrogasi.

“karena perusahaan jo adalah perusahaan besar,mereka akan mengangkat nama perusahaan kim lebih cepat dari perusahaan lain.”jongin memberi alasan.

Jessica diam dan melipat tangannya didepan dadanya,nafsu makannya hilang setelah dia bertengkar dengan jongin.

“noona makanlah,aku lelah ok?aku tidak mau bertengkar.”jongin berkata dan memakan makanannya.

“maaf,seharusnya aku tidak bertanya soal itu.”Jessica berkata dan memakan makanannya juga.

“tidak apa-apa,lupakan saja.”jongin menjawab malas.

Setelah beberapa menit makan dengan keheningan jongin dan jessicapun mencuci piring-piring kotor yang mereka gunakan,jongin membantu Jessica mengeringkan piring dan Jessica yang mencucinya sampai bersih.

Terkadang Jessica merasa kalau mereka itu sudah seperti pasangan baru menikah saja,minus dengan ciuman dan hal-hal intim lainnya.

“aku harus pulang,ini sudah malam.”Jessica berkata dan mengambil tasnya yang ada di sofa.

“aku antar pulang ok?”jongin mengambil kunci mobilnya namun Jessica mencegahnya.

“tidak usah.”Jessica berkata. “aku tahu kau sangat lelah.”

Jonginpun terpaksa mengangguk dan mengantarkan Jessica sampai pintu depan apartemennya.

“ingat,jaga dirimu baik-baik arasseo?”Jessica berpesan dan jongin mengangguk.

“jangan lupa makan,dan jangan terlalu kecapean.”Jessica berkata dan jongin mengangguk lagi.

“oh iya,kalau kau mau masakanku lagi telepon saja,aku akan memasak untukmu jangan lupa untuk membawa bajumu ke laundry juga aku sudah melihat keranjang baju kotormu hampir penuh.”Jessica mulai kedengaran seperti ibunya daripada kakak sepupunya.

“iya noona,kau terdengar seperti ibuku.”jongin berkata dan Jessica tersenyum,namun jongin tahu ada sedikit kesedihan dimata Jessica.

“jangan terlalu memikirkan haneul,dia pasti datang diwaktu yang tepat.”Jessica berkata dan mengelus lengan jongin.

Jongin tersenyum dan memeluk Jessica.

 

“terimakasih noona,kau selalu bisa aku andalkan.”jongin berkata masih memeluk Jessica.

Jessica tersenyum dan mengelus punggung jongin,andai saja dia tahu betapa besarnya cinta Jessica untuk dirinya mungkin kata terimakasih itu akan membuatnya bahagia.

“aku harus pulang,jaga dirimu baik-baik ok?”Jessica berkata dan berbalik pergi meninggalkan apartemen jongin.

Jessica melangkah namun entah kenapa dia ingin sekali berbalik dan sat dia berbalik kebelakang dia kecewa karena jongin sudah masuk keapartemenya,sebenarnya apa yang Jessica harapkan?

~Double Trouble~

“terimakasih sudah mengantarku oppa.”hani tersenyum kepada hyunseong saat mereka berdua sampai didepan gedung apartemen haneul.

“iya sama-sama,lain kali kita mengobrol lagi ok?”hyunseong berkata dan hanipun turun dari mobil hyunseong.

“aku akan menghubungimu nanti.”hani berkata dan mereka berduapun berpisah,hani berjalan masuk kedalam gedung apartemennya.

Hani masih bisa mengingat pertunjukan yang dia tonton tadi,rasa kecewa masih ada didalam hatinya dia masih mengingat bagaimana hyunseong khawatir tentang krystal. Bahkan saat hyunseong mengajaknya untuk berjalan-jalan sebentar di hongdae dia masih membicarakan krystal,hani mencoba untuk bersikap normal namun entah kenapa hatinya sakit saat dia mendengar betapa hyunseong masih menyayangi krystal.

Hani mungkin tidak akan pernah bisa bersaing dengan krystal,namun dia benci jika dia sudah mulai berharap. Hani tidak tahu apa yang membuat dia terus berharap kalau suatau hari nanti hyunseong akan melirik kearahnya dan sadar kalau hanilah yang dia butuhkan, hani menghela nafas dan kaget saat melihat sosok haneul.

Haneul kelihatan tidak senang,dia melipat tangannya didadanya matanya menatap kearah hani dengan tajam. Dari ekspressi itu hani tahu sekali kalau haneul marah.namun dia tidak tahu apa penyebabnya.

“eonni,kau sudah pulang.”hani berkata dan tersenyum kearah haneul.

“kau pulang dengan seorang lelaki?”Tanya haneul.

“oh tenang saja,dia hanya kenalanku namanya shim hyunseong.”hani mengungkapkan dan mata haneul melebar.

“shim hyunseong?penari ballet?”haneul bertanya dan hani mengangguk.

“jangan pernah dekati dia.”haneul membentak.

“kenapa?dia lelaki yang baik.”hani beralasan.

“kau tidak tahu siapa dia hani,dia tunangan krystal.”haneul mengungkapkan dan hani tahu jelas akan fakta itu.

“aku tahu itu eonni,kau tak usah memberitahuku.”hani berkata dan masuk kedalam apartemen.

“hani,dengarkan aku hyunseong berbahaya sebaiknya kau berhenti mendekati dia.”haneul mengingatkan dan hani hanya memutar matanya tidak mendengarkan nasihat kakaknya.

“eonni kau berlebihan,aku tahu hyunseong berhubungan dengan krystal kau tenang saja.”hani berkata dan masuk kekamarnya.

Walaupun hani kelihatannya baik-baik saja,haneul masih sangat khawatir dia tidak ingin sesuatu terjadi pada adiknya.

Haneul langsung menghubungi youngmin,dia harus tahu apa yang terjadi diantara adiknya dengan hyunseong hubungan mereka berdua sedikit mencurigakan.

“haneul-ah tumben sekali kau menghubungiku duluan.”youngmin dengan semangatnya mengangkat telepon haneul.

“youngmin-ah..apa kau tahu nomor telepon shim hyunseong?”Tanya haneul sedikit tidak sabar.

“ya tentu saja,memang kenapa?apa dia menganggumu?”nada suara youngmin berubah menjadi serius,youngmin memang sangat posesive kalau soal haneul.

“bukan seperti itu,aku hanya ingin berdiskusi dengannya tentang hani.”haneul mengungkapkan.

“ada apa dengan hani?apa hyunseong menganggu adikmu?”

“bukan seperti itu youngmin-ah,bisakah kau berhenti berpikiran negatif soal hyunseong?”haneul berkata dan dia bisa mendnegar tawa renyah youngmin dari seberang telepon.

“ok..ok..aku akan mengirimkan nomor kontaknya,sebaiknya kau tidak terlalu nyaman mengobrol dengannya.”youngmin bercanda dan haneul tersenyum malu.

“aish! Kamu tahukan hati aku itu hanya untuk kamu.”haneul berkata,dia bisa merasakan kedua pipinya memanas.

“ah…jinja?kalau begitu kemarilah aku ingin ciumanku cuu..”youngmin menggoda dan haneul memutar matanya,youngmin benar-benar terdengar seperti anak lelaki yang meminta permen pada ibunya.

“muachhh..”haneul mencium handphonenya,dia tidak percaya dia baru saja mencium handphonenya hanya untuk youngmin.

“baiklah,aku akan mengirimkan kontaknya.”youngmin berkata.

“ok kalau begitu.”haneulpun menutup teleponnya dan tersenyum saat melihat tanda bibir dilayar handphone Samsung touch screennya.

“youngmin-ah..kau benar-benar membuatku gila.”haneul tersenyum sendiri.

Tak menunggu lama haneul menerima kontak hyunseong dari youngmin,sebenarnya haneul sedikit ragu untuk menghubungi hyunseong,apa sebaiknya haneul menghubungi lelaki itu lain kali saja ya?

Haneulpun memutuskan untuk menghubungi hyunseong besok,dia menyimpan handphonenya dimeja cermin vanity nya dan pergi kedapur untuk menyiapkan makan malam untuk hani dan dirinya.

Selama makan malam,hani kelihatan murung dia hanya memainkan daging ayam goreng yang sudah haneul masakan untuknya. Hani meniup-niup poninya dan memainkan lagi makanannya,haneul mencoba bersabar namun melihat tingkah hani dia mulai emosi.

“bisakah kau makan dengan benar?”haneul bertanya,menahan emosinya.

“aku tidak lapar.”hani berkata.

“apa maksudmu kau tidak lapar?kau belum makan seharian iyakan?”haneul bertanya.

“hani-ya..ada apa?apa eomma menemuimu lagi?”tanya haneul penuh kekhawatiran, dan hani hanya menggelengkan kepalanya.

“eomma tidak datang menemuiku lagi,dia terlalu sibuk dnegan hidupnya sendiri.”hani berkata dan meneguk airnya.

“lalu kenapa kau kelihatan murung seperti itu? Ada apa?katakan padaku.”haneul berkata dan menyentuh bahu hani.

“bukan apa-apa eonni,mungkin aku hanya lelah.”hani berkata dan pergi kedalam kamarnya meninggalkan haneul sendirian dimeja makan.

Haneul tidak bisa berbuat apapun,hani memang dekat dengannya namun haneul tetap tidak bisa meruntuhkan tembok tinggi yang hani bangun untuk melindungi dirinya sendiri. Haneul terkadang benci jika hani sudah menyembunyikan emosinya seperti sekarang, haneul tahu hani pasti sedang memiliki masalah.

Haneulpun memutuskan untuk membereskan makanan yang ada dimeja makan dan pergi untuk tidur,mungkin besok hani akan mengatakan segalanya padanya.

~DoubleTrouble~

“aku melihat kau mengantarkan adikku kemarin sore.”haneul berkata dan meneguk sedikit kopi yang sudah dia pesan.

“kau benar haneul-shi.”hyunseong mengakui dan tersenyum kearah haneul.

“bukankah kau sudah bertunangan dengan krystal hyunseong-shi?”haneul bertanay dan menyimpan cangkir kopinya.

“ya itu juga benar.”hyunseong menjawab,entah kenapa dai merasa gugup sekali untuk bertemu dengan haneul.

“lalu kenapa kau mendekati adikku?”suara haneul terdengar sangat menyeramkan ditelinga hyunseong,haneul mungkin cantik namun melihat ekspressi nya sekarang haneul bisa menyaingi seorang iblis.

“anu..aku..aku hanya mengantar hani saja haneul-shi tidak lebih dari itu.”hyunseong menjawab dengan gugup membuat haneul semakin curiga.

“apa kau dekat dengan hani?”haneul bertanya sekali lagi,dia menyipitkan matanya penuh dengan kecurigaan.

“well,bisa dibilang begitu hani gadis yang baik kami mengobrol beberapa kali dia sangat lucu.”hyunseong mengungkapkan.

“apa kau menyukai adikku?”haneul semakin curiga dan haneul bisa melihat pipi hyunseong memerah.

“aniyo..kau tahukan aku bertunangan dengan krystal.”hyunseong menyangkal.

namun entah kenapa ungkapan itu terdengar salah,Hyunseong merasa kalau dia baru saja berbohong pada dirinya sendiri dan itu membuat hyunseong tidak nyaman.

“hyunseong-shi,aku mohon..jika kau ingin menikah dengan krystal jauhi adikku.”haneul berkata dia sendiri merasa menjadi orang yang jahat.

“aku tidak ingin hani terluka,aku tahu mengatakan ini terlambat tapi aku tidak ingin hani berharap.”haneul mengungkapkan dan hyunseong menunduk.

“aku menyukai adikmu haneul-shi,dia baik namun aku tidak mencintainya kau tenang saja.”hyunseong berkata,dia mengerti kalau haneul khawatir.

“hyunseong-shi,aku takut jika hani akan jatuh cinta padamu jadi aku mohon jaga jarakmu dengan hani.”haneul berkata dan hyunseong mengangguk.

“aku mengerti haneul-shi.”

Hyunseong mungkin tersneyum,namun hatinya mengatakan kalau semua ini salah entah kenapa saat dia menyutujui untuk menjaga jara dengan hani hyunseong menjadi khawatir.

“hani anak yang baik,dia..layak mendapatkan kebahagiaan.”haneul berkata dan menerawang kearah jendela café.

“semua orang layak mendapatkan kebahagiaan haneul-shi.”hyunseong menjawab.

“jadi,kapan pernikahan kalian akan dilangsungkan?”Tanya haneul.

“aku rasa pernikahan masih sangat jauh untukku dan krystal,kau tahu keadaannyakan haneul-shi?”hyunseong berkata dan haneul mengangguk.

“aku tahu,aku harap krystal bisa melihat siapakah yang benar-benar mencintainya.”haneul megungkapkan,mereka berdua mungkin tersenyum namun senyuman itu terasa pahit bagi mereka berdua.

Topik tentang krystal memang selalu berhasil membuatnya bersedih,walaupun begitu hyunseong hanya bisa memikirkan krystal dia mencintai wanita itu dan berharap suatu hari nanti krystal akan mencintainya juga.

“kau pasti sangat mencinta youngmin haneul-ah.”hyunseong berkata memecahkan hening antara mereka berdua,haneul tersenyum.

“aku rasa begitu.”haneul menjawab,melihat senyum lepas haneul hyunseong begitu iri dengan ingin krystal tersenyum seperti haneul jika wanita itu membicarakan tentangnya.

“aku harap kau dan youngmin segera bertunanga juga.”hyunseong berkata dan haneul mengangguk senyumnya belum juga meninggalkan wjaah cantiknya.

“aku harap begitu,tapi hubungan kami masih sangat baru aku rasa kami harus menunggu beberapa bulan lagi atau mungkin tahun.”haneul menjawab.

“kau benar,youngmin kelihatannya lelaki yang susah untuk di ikat.”hyunseong berkata sambil tersenyum penuh maksud.

“ya,banyak sekali wanita yang menginginkannya.”haneul menjawab sedikit kecewa.

“tenang saja haneul-shi,dia mencintaimu buktinya dia melepaskan krystal hanya untuk bersamamu.”hyunseong merespon.

“kau benar,aku rasa aku beruntung sekali memiliki dia.”haneul tersenyum.

Haneul tidak menyangka berbincang-bincang dengan hyunseong bisa memperbaiki moodnya,padahal tadi pagi dia merasa pusing dan mumet dia hanya ingin beristirahat namun setelah berbincang-bincang dengan hyunseong dia merasa senang dan tenang.

“aku mulai mengerti kenapa hani suka mengobrol denganmu.”haneul berkata.

“jinja?”hyunseong mengangkat halisnya.

“kau orang yang menyenangkan hyunseong-shi.”haneul menjawab dan mereka berduapun melanjutkan perbincangan mereka sambil meneguk kopi.

~Double Trouble~

“youngmin-ah..”haneul memanggil dan mengulurkan kepalanya dari balik pintu utama,dia melirik kesekeliling rumah minimalis youngmin namun dia tidak menemukan sosok kekasihnya itu.

Haneul memajukan bibirnya kesal dan akhirnya masuk kedalam rumah itu,semenjak youngmin pindah dari rumah utama haneul sering sekali datang kerumah cadangan youngmin.

gotcha!”tiba-tiba saja youngmin datang dan memeluk haneul dari belakang emmbuat haneul terkejut.

“ya! Kau mau aku kena seranagn jantung?!”haneul memukul lengan youngmin cukup keras dan youngmin hanya tersenyum.

“habis kau bertingka seperti maling,mengendap-endap seperti itu.”youngmin berkata dan mencium sisi wajah haneul dengan mesra.

“kenapa kau menyuruhku kesini?”Tanya haneul dan youngmin tersenyum,dia melepaskan pelukannya dan mengambil sebuah undangan yang ada dimejanya.

“aku diundang kepernikahan sepupuku di jeju,kau mau ikut?”young mengjak dan memberikan undangan putih yang ada ditanganya ketangan haneul.

“pesta penikahan?baiklah aku ikut.”haneul menerima ajakan youngmin.

“bagus kalau begitu,kau harus membeli gaun untuk kepesta pernikahan itu sebaiknya kita membelinya sekarang.”youngmin berkata dan menarik lengan haneul.

“tunggu! Aku punya gaun yang kemarin,aku bisa memakainya lagi.”haneul berkata dan youngmin mengelengkan kepalanya.

“kau harus terlihat cantik dengan gaun baru,aku yang akan memilihnya.”youngmin berkata dengan tegas dan aneul tidak bisa protes lagi,terkadang dia tidak suka dengan sikap bossy youngmin.

“oh iya,orang tuaku juga akan ada disana mereka pasti senang bertemu denganmu.”youngmin mengungkapkan dan haneul menjadi sedikit tegang.

“orangtuamu?”Tanya haneul dan youngmin mengangguk.

“ya,ayah dan ibuku akan menghadiri pesta pernikahannya juga jadi kau harus terlihat cantik dan mengangumkan.”youngmin berkata mencium bibir haneul sekilas.

Entah kenapa mendengar kalau dia akan bertemu dengan orang tua youngmin membuat haneul sedikit takut,dia masih bisa mengingat ekspressi dingin tuan jo saat mereka pertama bertemu.

Entah sudah berapa gaun yang haneul coba youngmin kelihatanya belum menemukan sebuah gaunpun yang cocok untuk haneul,haneul sudah mencoab sekitar 10 gaun berwarna putih namun youngmin terus menggelengkan kepalanya saat haneul memamerkan gaun yang dia kenakan.

Haneul mencoba bersabar dan membiarkan kekasihnya itu memilihkan gaun yang cocok untuknya,untuk kesekian kali youngmin memebrikan sebuah gaun untuk haneul coba.

Gaun putih yang satu ini cukup panjang dengan tali yang menggantung tipis dibagian leher,punggung seksi haneul terekpose namun tidak terlalu banyak,gaun itu memeluk tubuh haneul cukup ketat memamerkan lekuk tubuh haneul dengan baik.

Saat haneul melangkah keluar youngmin langsung terpesona dia bahkan tidak sadar kalau mulutnya terbuka menganga, haneul tersenyum dan berputar untuk memamerkan gaun itu.

“bagaimana youngmin-ah kau suka?”Tanya haneul menggoda dan youngmin mengangguk.

“aku ambil yang ini.”youngmin berkata kepada pelayan toko dan pelayan itu mengangguk.

“mari nona,saya akan menyiapkan gaun itu untuk anda.”sang pelayan berkata dan haneulpun menghilang lagi masuk kedalam kamar ganti.

Setelah menganti bajunya dan membayar gaunnya,youngmin dan haneul memutuskan untuk berjalan-jalan sejenak sambil bergandengan tangan. Haneul tersenyum dengan bahagianya dan melingkarkan tanganya dilengan youngmin, youngmin mengelus kepala haneul dan tersenyum dia suka jika haneul sudah bermanja-manja padanya.

“youngmin-ah,aku ingin beli itu.”haneul menunjuk kearah pedagang yang menjual permen kapas.

“yang benar saja,apa kau anak kecil berumur 5 tahun?”youngmin berkata dan haneul tersenyum.

“oppa~ belikan aku permen kapas,jebal~”haneul merubah suaranya seperti anak kecil dan youngmin tidak tahan ingin tertawa,haneul lucu sekali.

“arraseo..ayo kita beli permen kapasnya.”youngmin berkata dan dengan senangnya haneul mengikuti langkah youngmin.

Haneul dengan senangnya melahap permen kapasnya,mereka sekarang sedang duduk disisi sungai han dan hanya langit hitam seoul lah yang menemani mereka. Haneul mengistirahatkan kepalanya dipundak youngmin dan youngmin menglingkarkan tangannya dilengan haneul,youngmin menikmati kesunyian diantara mereka.

Air sungai han tenang sekali dan angin berhembus lembut membuat haneul seidikit mengigil dan mendekat kearah youngmin.

“youngmin-ah kau mau perms kapasnya?”haneul menawarkan dan youngmin mengelengkan kepalanya.

“kau habiskan saja,aku tidak suka permen kapas.”youngmin mengungkapkan,haneul lupa kalau pacarnya itu tidak terlalu suka makanan manis.

“kau harus mencobanya,ini enakloh.”haneul melahap permen kapas yang dia pegang dan mencoba memprovokasi youngmin.

“habiskan saja.”youngmin berkata dan haneulpun memasang muka masamnya lalu menghabiskan permen kapasnya sendirian.

Haneul baru saja menghabiskan permen kapasnya namun dia kaget sekali saat youngmin marik tekuknya membuat haneul menghadap kearah youngmin,bibir mereka berdua bertemu dan haneul bisa merasakan youngmin menjilat bibir bagian bawahnya dan sedikit mengemutnya.

 

Haneul membuka mulutnya membiarkan youngmin menjelajahi mulut hangatnya,untuk beberapa saat mereka terlibat dalam ciuman panas dan akhirnya youngmin melepaskan ciumannya.

“rasanya manis..”youngmin berbisik membuat haneul kebingungan.

“apanya yang manis?”Tanya haneul.

“kau dan permen kapas yang tadi.”youngmin menjawab.

Haneul bersumpah,youngmin akan membunuhnya suatu saat nanti dengan kata-kata manis yang selalu dia lontarkan.

“kau memang pintar merayu youngmin-ah.”haneul berkata.

Youngmin hanya membalas perkataan haneul dengan senyuman.

“kau membuatku pintar merayu..”youngmin menjawab.

~Double Trouble~

Hyunseong berbaring diranjangnya dan dia tidak bisa berhenti memikirkan hani, dia menatap kearah cincin pertunangannya dengan krytsal untuk pertama kalinya hyunseong  ragu dengan dirinya sendiri.

Dia mulai mempertanyakan segalanya,dia berpikir apakah dia sudah siap menikah? Apakah krystal akan kembali kepelukannya? Ataukah dia masih mencintai krystal? Pertanya itu memenuhi otaknya.

Mendengar perkataan haneul hyunseong sadar kalau hani hanyalah remaja,dia tidak bisa mencintai hani walaupun dia mengakui kalau gadis itu cukup menarik,hyunseong tersenyum jika dia sudah mengingat wajah hani.

Hyunseong suka bagaimana hani selalu menggodanya,hani tidak pernah malu untuk mengungkapkan kekagumannya pada hyunseong. Gadis itu juga pengertian dan pendengar yang baik,mengobrol dengan hani membuat hyunseong lega.

Terkadang senyum hani menghantui malam-malamnya,dia selalu ingat betapa manisnya hani jika gadis itu sedang tertawa.

Dia selalu ingat kalau hani tidak suka milkshakenya terlalu manis atau dingin, namun yang paling hyunseong ingat adalah ekspressi malu-malu hani saat tatapannya dan tatapan hani bertemu.

Hyunseongpun memutuskan mengambil handphonenya dan menghubungi krystal,menunggu beberapa menit akhirnya tunagannya itu mengangkat teleponnya.

“oppa,ada apa ini sudah malam.”krystal berkata dengan suara seraknya.

“krystal-ah maaf menganggu,tapi bisakah kita bertemu?”hyunseong bertanya.

“ya,kau ingin bertemu dimana?”Tanya krystal.

“mari bertemu di taman dekat rumahmu.”hyunseong berkata dan menutup teleponnya,dia menghela nafasnya dan mengambil mantelnya.

Setelah mengemudi beberapa menit hyunseong sampai ditaman yang dia maksud,dia bisa melihat krystal menunggunya sambil melamun.

“hi..”hyunseong menyapa dan krystal melirik kearah hyunseong dan memebrikannya senyum tipis.

“apa kau menunggu lama?”Tanya hyunseong.

“tidak.”krystal menjawab dengan singkat.

Entah kenapa dia dan krystal berubah menjadi canggung seperti ini,hyunseong merasa kalau krystal bukanlah krystal duluyang dia kenal.Krystal sudah berubah dan hyunseong tidak mengenalinya sekarang,rasanya dia sedang berbicara dengan orang asing saat tadi dia menyapa krystal.

“oppa..”krystal menjawab dan hyunseong sadar dari lamunannya.

“maaf aku sedikit melamun.”hyunseong berkata.

“tidak apa-apa,kenapa kau ingin aku datang kesini?”Tanya krystal.

“aku..”hyunseong berpikir sejenak.

“aku hanya ingin tahu sesuatu.”hyunsoeng mengungkapkan dan krystal menatap kearah hyunseong kebingungan.

“kau ingin tahu apa?”

Hyunseong menelan ludahnya,dia sedikit gugup dengan pertanyaan yang akan dilontarkan karena jawaban dari pertanyaan yang akan hyunseong lontarkan akan menentukan masa depannya dengan krystal.

“aku hanya ingin tahu,apakah kau mencintaiku?”hyunseong melirik kearah krystal,krystal kelihatannya kaget dengan pertanyaan hyunseong.

“aku bingung dengan hubungan kita krystal,sebenarnya apakah aku dimatamu?”hyunseong bertanya dan krystal menunduk.

“apa aku masih tunanganmu?ataukah kau sudah melupakan aku?”hyunseong mengajukan pertanyaan yang lain dan krystal hanya bisa diam.

“aku tahu seharusnya kau tidak menanyakan ini,mengingat kondisi mentalmu masih belum sembuh total.”hyunseong mengungkapkan.

“tapi aku butuh kepastian krystal,aku tdiak bisa terus diam dan menunggu untukmu.”hyunseong berkata dan dia bis amelihat airmata berkumpul disudut mata krystal.

“semua ini menyakitkan untukku krystal,aku dengan menyedihkannya berharap setiap hari kalau kau akan mncintaiku,setiap hari aku memohon pada tuhan agar hatimu luluh dan memilihku.”hyunseong mengungkapkan suaranyapun terdengar bergetar.

“aku mencintaimu krystal namun jika harus seperti ini aku lelah,aku juga manusia krystal aku butuh kasih sayang dan cinta.”hyunseong berkata,hyunseong bisa mendengar isakan tangis krystal.

“maafkan aku oppa.”krystal berkata,airmatanya menetes ke tangannya karena dia menunduk.

“kau pasti membenciku sekarang.”krystal berkata dan menyeka airmatanya.

“krystal…aku tidak membencimu,aku hanya butuh kau untuk memilih.”hyunseong menjawab dan menyentuh lengan krystal.

“apakah kau mencintaiku?”hyunseong sekali lagi bertanya.

Krystal hanya diam dan dia menggelengkan kepalanya,mendapatkan jawaban itu hyunseong sangat kecewa sekali sepertinya hubungannya dengan krystal tidak akan pernah membaik dan sebaiknya diakhiri.

“aku mengerti,jadi kau memutuskan untuk mengejar youngmin.”hyunseong berkata,krystal hanya diam dia tidak sanggup untuk menjawab.

“asal kau tahu krystal,youngmin dan haneul saling mencintai kau tidak akan pernah bisa memisahkan mereka.”hyunseong berkata dan dia melepaskan cincin pertunangannya dengan krystal.

“maaf krystal tapi aku harus melupakanmu.”hyunseong berkata dan melemparkan cicin pertunangannya didalam sungai kecil yang ada ditaman itu.

“kita sebaiknya tidak bertemu untuk beberapa bulan atau mungkin tahun.”hyunseong berkata dan meninggalkan krystal yang menangis sendirian.

Hyunseong menaiki mobilnya dan mengemudikan mobil dnegan kecepatan yang sangat tinggi, airmata tidak bisa berhenti membasahi pipinya dia benci untuk menangis namun entah kenapa airmatanya tidak bisa berhenti keluar.

“aku mencintaimu krystal,tapi kenapa?!”hyunseong berteriak dan memukul setirnya.

Emosinya meluap-luap dia merasa sedih,marah dan putus asa dan semua perasaan itu bercampur aduk didalam batinya membuat dia ingin meledak.

Ada sedikit perasaan menyesal yang hyunseong rasakan,dia menyesal karena dia jatuh cinta kepada seorang jung krystal.

Dan penyesalan itu akan menyiksanya dari dalam dan

perlahan akan menghancurkannya..

To Be Countinue..

Don’t forget the comment😀

Ps:

oh iya reader’s ada pengumuman sedikit dari seven..kalian jangan kecewa ya?

double trouble tinggal dua chapter lagi!!! yey..akhirnya FF panjang ini hampir selesai juga

apa kalian sabar nunggu buat dua chapter terakhir??

menurut kalian ending nya bakal gimana?

happy ending atau sad ending??

ayo tebak! komen aja dibawah ok😉

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

7 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 12~

  1. Mdh2n seh happy ending thor… youngmin ma haneul trs hyunseung ma hani n jessica ma kai… q lbh suka spt itu drpd hyunseung ato youngmin ama krystal…

    Di tunggu ya lanjutannya

  2. Aku berharap bakal happy ending. Klopun sad ending…. Q harap youngmin dan haneul mati saja berdua.

    Kyaaa klo kristal bebas… Dia bakal ganngu youngmin dengan leluansa donk. Duh… , atau ama suho za … Ya ne kristal biar ga lepas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s