Posted in FanFiction NC 17+

Never Meant To Be Chapter 5/The end

 

Title: Never Meant To Be

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Cast :

  • Park Taeyoung
  • Park Yoochun
  • Kim Myungsoo
  • Han Jimin
  • Park Taejun

Genre :Romance,Angst and mystery

Length :Mini series

Rating : NC 17+


Yoochun membuka matanya perlahan,dia merasakan sinar matahari menusuk matanya dia segera bangun dan sadar kalau dia sekarang bukan dibar. Yoochun melirik kearah tubuh seseorang yang tidur disampingnya dan semuanya mulai terasa nyata dia tidak bermimpi,dia membuka selimut yang menutupi badanya dan terkejut saat dia mendapati kalau dirinya telanjang.

“yoochun-ah..kau sudah bangun?”Tanya sosok seorang wanita yang ternyata adalah han jimin,mantan kekasihnya.

“jimin?apa yang kau lakukan disini?!”yoochun terkejut dan segera mengambil pakaian yang berserakan dibawah ranjang.

“kau lupa?kau meminta maaf padaku tadi malam.”ji min tersenyum penuh kebahagiaan.

Yoochun mencoba mengingat sebenarnya apa yang terjadi tadi malam,namun sepertinya otaknya memutuskan untuk melupakan memori itu dan meninggalkan yoochun dengan seribu pertanyaan dan kebingungan.

“yoochun-ah..aku senang kau jujur padaku.” Ji min berkata dan mengambil jubah baju mandinya.

“yoochun-ah,seperti skandal yang menimpamu itu palsukan?”Tanya ji min dan yoochun hanay bisa diam,dia duduk di ujung ranjang ji min dan mencoba berpikir.

Ji min yang melihat yoochun tertekan memeluknya dari belakang,dia mengelus kepala yoochun.

“tenang saja,semuanya akan baik-baik saja aku akan ada disisimu.”ji min berkata namun yoochun tidak merespon.

“ngomong-ngomong siapa wanita yang ada difoto itu?apa dia hanya wanita pelampiasan untukmu?”Tanya ji min,mendengar itu yoochun marah dan berdiri.

“bukan urusanmu.”yoochun menjawab dan pergi dari apartemen ji min.

“kenapa dengan dia?”ji min bertanya pada dirinya sendiri,yoochun benar-benar aneh sekali pagi ini,padahal saat tadi malam dia memohon pada ji min untuk tidak meninggalkannya.

Yoochun segera pergi menuju apartemennya namun saat dia baru keluar dari apartemen ji min dia sudah disambut oleh beberapa orang paparazzi yang mencoba memontret wajahnya,yoochun yang kesal langsung menutupi wajahnya dan menaiki mobilnya.

Walaupun kepalanya masih pusing dia mencoba untuk mengendarai mobilnya,setelah beberapa menit di perjalanan yoochun segera berlari masuk kedalam gedung apartemenya dia takut kalau paparazzi yang lain datang dan mencoba memontretnya.

Yoochun yang sudah sampai didepan apartemen taeyoung hanya diam,dia masih takut dia takut kalau wanita itu belum pulang dan dia harus sendiri lagi di apartemen yang sudah mereka tingali bersama beberapa tahun yang lalu.

Yoochun menghela nafasnya dan berdoa kalau wanita itu pulang kerumah dan mengatakan kalau dia akan kembali kepelukannya,yoochun membuka pintu apartemen dia mencoba mencari sosok ataupun perubahan yang terjadi namun apartemennya masih seperti terakhir dia meninggalkannya.

Tak ada tanda-tanda kalau taeyoung pulang,yoochun melirik kearah dapur kecil apartemen taeyoung dia masih bisa membayangkan kalau kekasih nya itu sedang menyeduh teh atau kopi di dapur itu.

Namun yang sekarang dia lihat hanya dapur yang kosong,dia berjalan kearah kamar taeyoung berharap dia menemukan tubuh wanita itu terbaring lelap tidur dikamarnya namun dia harus kecewa karena hanyalah kekosongan yang menyambutnya.

Yoochun sekarang sadar taeyoung benar-benar meninggalkannya,kekasihnya itu memutuskan untukmelupakan semua kenangan indah mereka dan menghialng begitu saja. Yoochun hanya bisa tertunduk,airmatanya menetes membasahi kedua pipinya dia tidak tahu harus bagaimana lagi dia merasa begitu tak berdaya.

“Taeyoung-ah…jebal..dorawa..” yoochun menangis dan tubuhnya ambruk kelantai,dia memeluk lututnya menahan isakan tangisnya.

~Never Meant To Be~

“taeyoung sonsaengnim!”seorang suster berlari kearah taeyoung tergesa-gesa.

“ada apa suster nam?”Tanya taeyoung kebingungan,suster yang berdiri didepannya itu memberikan taeyoung sebuah majalah tabloid dengan gambar yoochun dan ji min yang menjadi covernya.

“apakah kau tahu yoochun-shi di gosipkan kembali lagi bersama han ji min?”Tanya suster nam.

Taeyoung yang mendengar berita itu langsung merebut tabloid suster nam,dia membaca sebuah artikel panjang yang dipenuhi dengan fakta-fakta palsu yang taeyoung yakini. Didalam artikel itu disebutkan kalau foto-foto skandal yoochun adalah foto yoochun bersam ji min yang sedang berkencan,taeyoung benar-benar marah dia memegang tabloid itu dengan kencang dan memeberikan lagi pada suster nam.

“sonsaengnim kau maua kemana?”Tanya suster nam yang melihat taeyoung keluar dari rumah sakit.

Taeyoung langsung menaiki salah satu taxi yang ada diluar rumah sakit dan menyuruh supir itu untuk mengantarkannya keapartemen nya yang dulu,taeyoung kesal sekali apakah yoochun dengan begitu mudahnya menganti posisinya dengan ji min?! taeyoung benar-benar kesal.

Setelah sang supir taxi menghentikan mobilnya taeyoung langsung membayar dan berlari masuk kedalam gedung apartemen,resepsionis apartemen yang biasa taeyoung temui membungkuk kearahnya dengan sopan dan menyapanya namun taeyoung benar-benar tidak mood untuk beramah tamah.

Taeyoung langsung menaiki lift menuju lantai dimana apartemennya berada,dia berlari menuju apartemenya dan setelah dia menemukan nya dia langsung membuka apartemennya dengan kasar.

“Yoochun oppa!oppa! eodiso?!”taeyoung berteriak berharap dia menemukan sosok yoochun.

Namun dia tidak mendapatkan sahutan juga,apartemennya masih bersih percis seperti saat terakhir dia meninggalkannya.

“yoochun oppa?”taeyoung memanggil dengan lembut kali ini,dia membuka pintu kamar nya dan melihat sosok yoochun berbaring di tempat tidur.

Taeyoung menghela nafasnya,dia sendiri tidak tahu kenapa dia harus marah-marah saat dia melihat artikel di tabloid itu. Kenyataannya dia dan yoochun sudah putuskan? Lalu kenapa dia harus marah dan memaksa yoochun untuk putus dengan ji min? semua yang yoochun bukan urusannya lagi sekarang.

“taeyoung-ah?”

Taeyoung kaget mendengar suara yoochun yang kelihatannya terbangun oleh suaranya panggilannya, taeyoung segera menutup pintu dan hendak keluar namun dia mendengar langkah kaki yoochun mendekat kearahnya dengan cepat dan taklama kemudian dia merasakan kedua tangan yoochun memeluk pinggangnya.

“taeyoung-ah..ini benar-benar kamu?”Tanya yoochun lembut ketelinga taeyoung.

“oppa..”taeyoung memanggil dan mencoba melepaskan tangan yoochun dari pingangnya.

“tidak! Jangan pergi lagi..aku mohon.”yoochun meminta,dia memeluk taeyoung dengan erat.

“oppa lepaskan,ji min eonni bisa datang kapan saja.”taeyoung berkata dan melepaskan kedua tangan yoochun dari pingangnya.

“apa yang kau katakan?”yoochun kelihatan bingung.

“jadi selama ini benar,kau masih mencintai ji min eonnikan?!”Tanya taeyoung,dia kelihatan sangat terluka dan yoochun bis amelihat airmata taeyoung berkumpul di sudut matanya.

“taeyoung-ah..semua rumour itu palsu! Aku bahkan tidak mencintai ji min..dia hanya mantanku!”yoochun menjelaskan namun taeyoung tidak mendengarkan.

“kau tak usah berbohong oppa,sekarang aku sudah tahu.”taeyoung berkata dan berbalik menuju pintu namun sebelum dia bisa melangkah yoochun menarik tangannya dengan kasar.

what are you talking about?! I love YOU..not her!”yoochun membentak.
“apa yang kau katakan?! Aku mencintaimu.. bukan dia!”

“then..why did I found news about you and ji min together?!” taeyoung bertanya.
“lalu..kenapa aku menemukan berita tentang kau dan ji min?!”

“sudah kubilangkan?! Semua itu bullshit..taeyoung-ah sebaiknya kau kembali ok? Kita katakan pada publik kalau kita berpacaran.”yoochun membujuk namun taeyoung menolak dan mendorong yoochun menjauh.

“lupakan tentang kita!”taeyoung emosi segera menjauh dari yoochun dan yoochun mencoba meraih tangan taeyoung.

“aku tidak bisa melupakanmu! Aku sangat menintaimu taeyoung-ah!”yoochun berkata dan mendorong tubuh taeyoung ketembok terdekat menghimpit tubuh kecil taeyoung diantara tembok dan tubuh nya.

“kau tak pernah mencintaiku..aku hanya pelampiasanmu!”taeyoung memukul dada yoochun dan airmata mulai membasahi pipinya.

“aku mencintai mu taeyoung-ah..apa yang kau inginkan?apapun akan aku kabulkan..”yoochun berkata dan menyentuh kedua sisi wajah taeyoung.

Taeyoung hanya menatap lelaki dihadapanya lurus,bibirnya gemetaran menahan tangis dan amarahnya.

“aku ingin kau menjauh dariku!”bentak taeyoung dan dia mencoba untuk kabur namun yoochun menyentuh bahunya membuat punggung taeyoung membentur tembok dingin apartemennya.

“kau milikku taeyoung,tak ada yang akan merebutmu dariku..kau milikku.”yoochun berkata memeluk taeyoung dengan erat.

“aku milik myungsoo.”taeyoung berkata membuat yoochun melepaskan pelukannya,dia menatap aneh kearah taeyoung.

“apa maksudmu?myungsoo?penyanyi amatiran itu?!”yoochun bertanya,dia ingat pertemuannya dengan myungsoo di aquarium coex beberapa bulan yang lalu.

“ya..setidaknya dia mencintaiku..”taeyoung menjawab,yoochun mengepalkan tanganya kesal amarah langsung membakar hatinya.

Tanpa dia sadari tangannya sudah melayang menampar pipi taeyoung,taeyoung langsung tersungkur ketanah dengan bibir yang berdarah. Yoochun menangis dia sangat marah namun sedih,yoochun segera berlutut dihadapan taeyoung yang menangis menyentuh bibirnya yang berdarah.

“beraninya kau! Kau tidur dengan dia juga?!”Tanya yoochun dan dia menjambak rambut taeyoung dengan kasar.

“bukan urusanmu!!”taeyoung berkata dengan terengah-engah,dia bisa merasakan kepalanya sakit karena yoochun menarik rambutnya dengan kasar.

“wanita jalang!”yoochun membentak matanya sudah digelapkan oleh nafsu dan amarah yang menggebu-gebu.

“brengsek!beraninya kau memanggilku seperti itu!”taeyoung memukul pipi yoochun membuat yoochun melepaskan jambakan rambutnya dari taeyoung.

Taeyoung yang melihat yoochun mengaduh langsung mencoba kabur namun tangan yoochun menarik kakinya membuat wanita itu jatuh kelantai dengan kasar,yoochun langsung menarik kaki taeyoung mendekat kearahnya dan wanita itu mencoba berontak.

“beraninya kau tidur dengan myungsoo,apa saja yang kau lakukan dengan dia eoh?!”yoochun membentak dan mencoba melepaskan celana jeans yang taeyoung kenakan.

“bukan urusanmu! Lepaskan aku park yoochun!”taeyoung membentak tidak kalah keras.

“dimana sopan santunmu?!”yoochun menyentuh rahang taeyoung dengan kasar,taeyoung langsung menangis saat dia merasakan gengaman kuat yoochun rasanya rahang nya akan hancur jika yoochun terus menggenggamnya lebih kuat.

“apa aku harus memotong bibirmu juga?!”yoochun berkata dan taeyoung langsung berontak dia benar-benar ketakutan sekarang.

“oppa..hajima!”taeyoung berkata dengan suara gemetarannya.

Mendengar kata oppa keluar dari mulut yoochun dia langsung sadar,dia sudah menyakiti wanita yang dia cintai dia tidak percaya semua ini. Yoochun bisa melihat dengan jelas bibir taeyoung terluka bahkan pipi taeyoung bengkak ,yoochun langsung mencium pipi taeyoung dan bibir taeyoung lalu memeluknya.

“maafkan oppa…aku..aku tidak sadar.”yoochun berkata sambil terengah-engah.

“oppa..neomu appo..”taeyoung menangis dan yoochun mengusap punggung wanita itu berharap tangis taeyoung berhenti.

“mianhe taeyoung-ah..mianhe..”yoochun berkata dan melepskan pelukannya.

Dia memandnag kearah wajah taeyoung,dia menyentuh bibir taeyoung yang terluka dan pipi taeyoung yang bengkak, yoochun bahkan menemukan luka dipergelangan tangan taeyoung. Taeyoung tidak berhenti menangis dia merasakan rahang dan pipinya berdenyut sakit sekali,yoochun langsung berlari mengambil kotak obat untuk taeyoung.

Taklama kemudian yoochun kembali,dia mengeluarkan beberapa plester dan obat merah untuk mengobati luka di pergelangan taeyoung.

“maafkan aku..seharusnya aku tidak memukulmu.”yoochun berkata dan taeyoung hanya diam,taeyoung menatap kearah yoochun dan dia melihat sudut bibir yoochun juga berdarah dan memar karena pukulannya tadi.

“oppa,kau juga terluka…”taeyoung berkata menyentuh sudut bibir yoochun.

“tidak apa-apa,kau lebih penting..”yoochun berkata tersenyum pahit kearah taeyoung.

~Never Meant To Be~

Taeyoung menutup pintu apartemen myungsoo,dia masih merasakan sakit yang luar biasa setelah pertengkarannya dengan yoochun tadi dia bahkan harus berbohong dan berkata kalau dia terjatuh dari tangga kepada teman-temannya dia rumah sakit.

“chagi,kau sudah pulang?”myungsoo langsung datang menyambut kepulangannya.

“ya,aku baru sampai.”taeyoung berkata dengan lemas,myungsoo yang menyadari luka-luka yang dialami taeyoung langsung mendekat.

“omo..kau kenapa taeyoung-ah?tanya myungsoo penuh kekhawatiran.

“aku jatuh dari tangga.”taeyoung berbohong lagi.

“bagaimana bisa?kau memang ceroboh sekali.”myungsoo berkata dan mencium dahi taeyoung dengan mesra.

“aku hanya terburu-buru.”taeyoung berkata dan melepaskan mantelnya lalu duduk disofa bersama myungsoo.

“oh iya,aku sudah memesan pizza tadi aku benar-benar lapar jadi aku makan malam tanpamu tidak apa-apakan?”Tanya myungsoo dengan manja.

“tidak apa-apa,aku juga sudah makan dengan dokter yang lain tadi.”taeyoung berkata dan mengelus kepala myungsoo.

“hey..kenapa kau murung?apa ada masalah di rumah sakit?”Tanya myungsoo,dia benar-benar kelihatan khawatir.

“tidak apa-apa,aku hanya lelah.”taeyoung berkata dan dia melirik kearah jam yang sudah menunjukan jam 9 malam.

“ini sudah malam,sebaiknya kau tidur.”myungsoo menyarankan.

“temani aku tidur.”pintu taeyoung dengan manja dan myungsoo mengangguk senang.

Setelah mencuci muka dan sikat gigi taeyoung langsung berbaring diranjangnya,myungsoo langsung tidur disampingnya dan menarik tubuh taeyoung kedalam pelukannya.taeyoung memeluk tubuh myungsoo dengan erat,saking eratnya taeyoung bisa mendengar detak jantung myungsoo.

“tidurlah..besok kau harus bekerja.”myungsoo berkata dan mengelus rambut coklat panjang taeyoung.

“hm..myungsoo-ya,aku hanya ingin bertanya.”taeyoung memulai.

“apakah kau mencintaiku?”Tanya taeyoung mendongak menatap myungsoo.

Myungsoo tersenyum dan mengelus pipi taeyoung,tatapan myungsoo begitu tajam namun penuh dengan kehangatan dan kasih sayang. Tatapan myungsoo mungkin membuat sebagian orang terintimidasi namun bagi taeyoung tatapan myungsoo penuh dengan kekaguman dan kasih sayang, taeyoung tersenyum  dan mencium bibir myungsoo sekilas.

“aku mencintaimu dan menyayangimu taeyoung-ah..kau tak usah takut,aku selalu menjagamu dan ada disisimu.”myungsoo berkata.

“aku bahagia mendengarnya.”taeyoung menjawab dan diapun menutup matanya untuk tidur.

~Never Meant To Be~

“aku ingin melupakan dia.”yoochun berkata dan yoohwan terlihat menghela nafas lega,dia sedih saat mendengar hubungan yoochun dan taeyoung berakhir namun dia juga tidak bisa terus membiarkan kakanya larut dalam kisah cinta terlarangnya.

“kenapa hyung?apa yang terjadi?”Tanya yoohwan.

“taeyoung sudah menemukan penggantiku.”yoochun menjawab,dia mengusap kepalanya sekarang rambut-rambutnya berubah menjadi lebih pendek.

“oh jadi ini alasanmu mencukur semua rambutmu?”Tanya yoohwan.

“ya,aku mungkin akan kembali ke amerika.”yoochun menjawab dan meneguk kopi yang sudah di sediakan oleh pelayan café sejak lima menit yang lalu.

“hyung..percuma,kemanapun kau pergi bayangan taeyoung akan menghantuimu.”yoohwan berkata dan yoochun mengela nafasnya berat.

“lalu apa yang harus aku lakukan?”yoochun terdengar sangat kebingungan,dia masih merasa bersalah karena memukul taeyoung.

“lepaskanlah dia,biarkan dia bahagia dengan lelaki baru mungkin ini sudah saat nya kalian mencari pasangan baru.”yoohwan selalu terdengar lebih dewasa dari yoochun,meskipun dia lebih muda tapi dia kelihatannya lebih berpengalaman dari yoochun.

“kau pikir aku bisa melakukan itu?aku sangat mencintainya yoohwan..”yoochun terlihat sangat lemas dan pucat.

“hyung aku tahu ini berat,tapi ini adalah hal yang terbaik eomma tidak akan pernah menyutujui hubunganmu dengan taeyoung.”yoohwan menepuk bahu kakaknya itu penuh dengan simpati.

“kau akan menemukan perempuan yang tepat hyung,suatu saat nanti kau akan bertemu dengannya.”yoohwan berkata dan yoochun hanya bisa mengangguk.

Yoochun berpikir kapakankah dia akan menemukan wanita yang tepat untuknya,banyak sekali wanita yang ingin bersamanya namun tak ada satupun yang mampu membuatnya senang seperti taeyoung.

“hyung aku harus pergi,aku masih punya pemotretan.”yoohwan berkata dan berdiri dari duduknya.

“terimakasih sudah mendengarkanku.”yoochun berkata dan merekapun berpelukan sekilas lalu yoohwan pergi.

Yoochun memutuskan untuk diam sesaat di café itu,dia sebenarnya tidak punya tujuan apalagi sekrang dia sedang dalam Break setelah dramanya yang terbaru selesai dan sukses management yoochun memberikan hadiah break selama 3 bulan.

Kemanakah seorang park yoochun harus pergi selama 3 bulan? Tanpa taeyoung hidupnya begitu kosong dan hampa,andai saja mereka belum berpisah mungkin yoochun bisa mengajak taeyoung berlibur keluar negeri atau kemanapun mengikuti keinginan gadis itu.

Ditengah runtutan lamunannya yoochun bisa melihat sebuah mobil sedan parkir dihalaman café dan yang membuat dia kaget adalah sosok yang ada didalam mobil itu, didalam mobil itu ada taeyoung dan myungsoo walaupun myungsoo menyamar yoochun bisa mengenalinya dengan jelas.

Yoochun mengutuk dan langsung bersembunyi dibangku paling sudut dia membawa majalah yang ada dimejanya dan pura-pura membaca, yoochun bisa melihat myungsoo membukakan pintu untuk taeyoung dan taeyoung tersenyum dengan manisnya kearah pemuda itu senyum yang yoochun rindukan.

Taklama kemudian seorang pelayan datang melayani myungsoo dan taeyoung.

“kau mau pesan apa sayang?”Tanya myungsoo kepada taeyoung.

“aku hanya ingin lemon tea saja.”taeyoung berkata,yoochun tersenyum dia mlai ingat semua kenangan-kenangan kencan dia dengan taeyoung.

Yoochun masih ingat minuman favorite taeyoung adalah lemon tea dan makanan kesukaannya adalah steak, taeyoung selalu memesan kedua menu itu kemanapun mereka berkencan kecuali saat mereka iseng untuk pergi kerestoran tradisional atau  restoran makan china.

“aku pesan satu lemon tea dan cappuccino saja.”myungsoo berkata dan pelayan itu langsung pergi mengambil pesanan myungsoo dan taeyoung.

“bagaimana pekerjaanmu hari ini?”myungsoo bertanya dan meraih tangan taeyoung,taeyoung mengelus lengan myungsoo.

“biasa saja.”taeyoung menjawab nada suaranya terdengar bosan.

“apa lukamu masih sakit?”myungsoo menyentuh sudut bibir taeyoung dan taeyoung meringis kesakitan.

Yoochun langsung mengepalkan tangannya,dia ingat lagi kejadian terburuk yang pernah dia lakukan pada taeyoung dia tidak percaya dia sudah memukul taeyoung beberapa hari yang lalu. Yoochun tidak percaya dia beraninya menyakiti taeyoung,dia ingin memukul dirinya sendiri dia bodoh sekali membiarkan emosi menguasainya.

“sedikit.”taeyoung menjawab.

“aigoo kau sebaiknya berhati-hati saat menuruni tangga.”myungsoo berkata.

Walaupun suara myungsoo terdengar sayup-sayup yoochun bisa mendengar perkataan myungsoo dengan jelas,dia benar-benar merasa bersalah karena membuat taeyoung berbohong.

“iya myungsoo-ya kau tak usah khawatir.”taeyoung mengelus wajah myungsoo dan myungsoo mencium tangan taeyoung.

“jangan pernah jatuh lagi ditangga ok? Aku tidak mengijinkanmu menyakiti dirimu sendiri dan wajah cantikmu.”

“myungsoo-ya kau berlebihan,aku tidak ceroboh sepertimu.”taeyoung berkata dan mereka berduapun tertawa.

Entah mengapa hati yoochun langsung terbakar oleh api cemburu saat dia melihat taeyoung tertawa dengan lepas.Setelah mengamati kemesraan taeyoung dan myungsoo akhirnya yoochun memutuskan untuk pulang,dia tidak bisa melihat mantan kekasihnya dengan lelaki lain bersenang-senang sedangkan dia sendiri bersedih.

Saat yoochun hendak naik kemobilnya taeyoung melirik kearah sosok yoochun,dia bis amelihat yoochun kelihatan sangat pucat dan dia kelihatanya marah. Taeyoung sangat khawatir dia ingin menyapa yoochun namun dia tidak ingin membuat yoochun sakit hati,dia tahu kalau yoochun masih menginginkannya.

“chagi kau sedang melihat apa?”Tanya myungsoo.

“bukan apa-apa,myungsoo-ya bisakah kau mengantarkanku keapartemenku yang dulu?sepertinya aku meninggalkan beberapa bajuku disana.”taeyoung meminta.

“tentu saja.”myungsoo berkata dan mengangguk.

Hari ini terasa begitu panjang dan membosankan bagi yoochun,dia hanya diam diapartemennya dan sebisa munkin menghindari ji min dia tidak ingin ada rumor lain tentang dirinya dan mantan kekasihnya itu.

Dia masih ingat percakapan nya dengan taeyoung,taeyoung marah karena dia melihat rumor yang ada di tabloid. Sbeenarnya yoochun sedikit bahagia saat dia melihat betapa cemburunya taeyoung,namun hatinya langsung hancur saat taeyoung mengungkapkan kalau dia sudah bersama dengan myungsoo.

Yoochun memandang bosan kearah tv nya dia sudah menonton smeua fil favoritenya,namun dia masih saja merindukan taeyoung. Dia rindu saat taeyoung bermanja-manja padanya,dia rindu saat taeyoung tertawa jika ada adegan lucu yang lucu dan yang paling utama dia merindukan aroma tubuh wanita itu dia rindu kecupan dan pelukan hangat taeyoung.

Yoochun mematikan tvnya dia tidak akan pernah fokus lagi jika taeyoung sudah datang kepikirannya,melirik kearah jam dia melihat waktu menunjukan jam lima sore dan lagi-lagi dia ingat kalau biasanya taeyoung pulang dari rumah sakit pada sore hari.

Clik..

Tiba-tiba dia mendengar pintu apartement nya dibuka,sosok taeyoung langsung masuk kedalam apartemen dia kelihatan membuka kopernya.

“taeyoung?”Tanya yoochun,dia menggosok matanya taku kalau sosok didepannya tidak nyata.

“oppa,aku hanya akan mengambil sisa bajuku yang ada dilemari dan beberapa buku.”taeyoung berkata dan langsung masuk kekamar nya yang dulu dia tinggali.

“apa kau benar-benar akan pergi?”yoochun bertanya dan taeyoung mengangguk.

“apa kau tidka akan berjuang untuk cintakita?apa selama bertahun-tahun bersamaku tidak memuaskanmu?”yoochun bertanya,dia menatap nanar kearah yoochun.

“oppa! Kita seharusnya tidak pernah bercinta dari awal..kau kakakku walaupun tidak sedarah orang lain melihat kita seperti itu!”taeyoung berkata dan memasukan buku-bukunya yang ada dirak buku.

“aku tidak peduli dengan omongan orang!”yoochun berpendapat.

“itu untukmu oppa,bagaimana denganku?aku malu oppa aku malu pada eomma dia kelihatan sangat marah saat dia tahu hubungan kita.”taeyoung berkata,dia menahan airmatanya.

Yoochun melangkah mendekat kearah taeyoung dan menarik lengan wanita itu,taeyoung kaget segera menarik tangannya dari yoochun dia kelihatan snagat ketakutan dia takut kalau yoochun akan memukulnya lagi.

Mata taeyoung benar-benar memancarkan ketakutan yang mendalam dan itu emmbuat yoochun semakin kecewa pada dirinya sendiri,dia benar-benar ingin memutar waktu jika dia mampu dia ingin membuat taeyoung lupa dengan semua kejadian kemarin.

“apa kau bahagia dengan myungsoo?”yoochun bertanya suaranya terdengar serak karena dia menahan airmatanya.

“oppa..”taeyoung berkata dan diam,dia sendiri tidak yakin apakah dia bahagia dengan myungsoo.

“kau masih mencintaikukan?”yoochun bertanay dan tangannya menyentuh sisi wajah taeyoung.

“kau pikir aku bisa melupakanmu?”taeyoung bertanya dan tak membuang waktu lama yoochun langsung mencium taeyoung.

Yoochun mendorong taeyoung kearah rak buku membuat punggung gadis itu membentur rak buku,namun taeyoung tidak peduli dia sibuk mengecup bibir yoochun begitupun sebaliknya. Tangan yoochun menyentuh dada taeyoung membuat taeyoung melenguh penuh nikmat,lenguhan taeyoung benar-benar berhasil membuat yoochun terangsang.

“taeyoung-ah..jangan pergi.”yoochun berkata dan mencium leher taeyoung,dia meninggalkan beberapa kissmark dileher mulus taeyoung.

Tangan yoochun menyentuh paha taeyoung dan dia mencoba membuka kaos taeyoung,taeyoung menurut dan membuka bajunya dan melemparkan nya kesudut ruangan yoochun mengangkat kaki taeyoung membuat kedua kemaluan mereka bergesekan dengan tidak sengaja.

Taeyoung bisa merasakan kejantan yoochun sudah berdiri membuat celana yoochun melihatan sempit baginya,taeyoung langsung membuka kemeja biru yang yoochun kenakan memamerkan tubuh bagian atas yoochun.

Yoochun membuka bra taeyoung memakerkan kedua payudara kencangnya,tak membuang waktu yoochun langsung menciumi payudara taeyoung dengan ganasnya,taeyoung hanya bisa menikmati perlakuan kotor yoochun dan tangannya menggengam erat bahu yoochun menahan segala emosi yang dia rasakan sekarang.

Merasakan tangan besar yoochun yang menjelajahi tubuhnya taeyoung semakin terangsang,dia kaget saat dia merasakan tangan yoochun masuk kedalam celana dalamnya dan lelaki itu menyentuh klitoris nya membuatnya menggila.

“akhh..oppa hen..tikan.”Taeyoung berkata sambil terengah-engah,tangan yoochun terasa dingin menyentuh lubangnya yang panas.

“kau menyukainyakan?”yoochun berbisik ketelinga taeyoung dan mencium daun telinga taeyoung.

Yoochun membuka sleting celana jeans taeyoung dan melorotkannya bersamaan dengan celana dalamnya,taeyoungpun melakukan hal yang sama setelah mereka bertelanjang bulat mereka masuk kekamar yang dulu mereka tempati kenangan langsung menyapa pikiran taeyoung saat dia kembali berbaring diranjangnya.

“kau ingat setiap malam kita bercinta disini?”yoochun berkata dan dia memasukan jarinya kelubang taeyoung membuat taeyoung meremas rambut yoochun.

“aku..tidak pernah lupa.”taeyoung menjawab.

“berhenti menggodaku..”taeyoung mengeluh saat yoochun memasukan jarinya lagi.

“sejak kapan kau tidak sabaran seperti ini?”yoochun menggoda dan taeyoung menarik yoochun kedalam ciuman yang panas dan basah.

Saat yoochun hendak melepaskan ciumannya taeyoung mengigit bibir bawah yoochun dengan seksinya,yoochun kaget apakah dia belajar itu dari myungsoo? Mengingat kalau taeyoung pasti sudah tidur dengan myungsoo.

Mengingat hal itu dia yoochun sangat marah,dia melebarkan kaki taeyoung dan tanpa rasa kasihan sedikitpun yoochun langsung mendorong kejantanannya masuk kedalam lubang taeyoung taeyoung kaget langsung mengeliat kesakitan dan yoochun bisa melihat airmata mengalir dari mata taeyoung.

Yoochun tidak peduli dia mendorong kejantanannya dalam ritme yang sangat cepat bahkan dia bisa mendengar ranjang mereka berderit mengikuti gerakan yoochun,taeyoung mencium lagi yoochun mencoba untuk mengalihkan rasa sakit dan tangan yoochun menggengam dada taeyoung membuat taeyoung semakin terangsang.

Taeyoung berpikir,apakah dia sudah melupakan myungsoo?apakah dengan berhubungan dengan yoochun lagi itu tandanya dia kembali kepelukan matan kekasihnya itu? Sepertinya semua akal sehat taeyoung hilang saat yoochun mulai menyentuhnya seperti sekarang.

Tubuh mereka bersatu dan saling menyentuh,namun rasanya jiwa mereka tidak ada disatu tempat taeyoung tidak bisa merasakan rasa cinta yang biasa yoochun berikan padanya yang dia rasakan hanyalah murni nafsu birahi yang kotor.

“apakah kau mencintai myungsoo?”yoochun bertanya dan mendorong kejantanannya lebih dalam,taeyoung hanya bisa diam mengigit bibirnya kenikmatan yang yoochun berikan membuatnya buta.

Taeyoung membalikan posisi dan dia sekarang ada diatas yoochun,yoochun memandangi tubuh taeyoung penuh dengan nafsu dan kerinduan dia benar-benar merindukan tubuh taeyoung dari sana yoochun sadar kalau dia kecanduan,kecanduan dengan tubuh taeyoung yang begitu indah baginya.

Taeyoung membalikan posisi dan sekarang dia ada di atas,dia menggerakan pinggangnya membuat kejantanan yoochun keluar dan masuk dari kewanitaannya,setiap gesekan nya membuat taeyoung merasakan nikmat yang luar biasa. Yoochun bangkit dan membantu taeyoung untuk menggerakan pinggangnya dan taeyoung memeluk tubuh yoochun.

Yoochun menciumi leher taeyoung dan sesekali taeyoung isa merasakan kalau yoochun menyedot kulit lehernya,keringat membuat tubuh mereka berdua bersinar diterpa oleh cahaya sinar matahari sore.

Dorongan yoochun semakin cepat dan taklama kemudian taeyoung bisa merasakan yoochun menumpahkan cairan cintanya didalam kewanitaannya dan itu membuat taeyoung mencapai klimaksnya entah kenapa sepertinya ini adalah sex yang paling menggairahkan dari semua sex yang pernah mereka lakukan.

Taeyoung memeluk erat tubuh yoochun mereka berdua terengah-engah setelah aktivitas bercinta mereka, yoochun berbaring dan menidurkan taeyoung disampingnya wanita itu kelihatan sangat lelah yoochun bisa melihat keringat membasahi dahi taeyoung.

“jangan tinggalkan aku taeyoung-ah..”yoochun berkata dan mencium bahu taeyoung sebelum dia tertidur.

~Never meant to be~

“taeyoung-ah..”yoochun bangun dan mengucek matanya,dia tidak menemukan siapapun diranjangnya hanya dia sendiri bertelanjang bulat.

“taeyoung?”yoochun mencari dia melihat sebuah teks yang ada di meja samping ranjangnya.

Jangan cari aku,kita sudah berpisah lupakan aku..

   Taeyoung

Membaca tulisan itu yoochun segera meremasnya dan melemparkan kertas itu kesudut ruangan,taeyoung benar-benar akan meninggalkannya dan yoochun merasa sangat tertekan terkadang yoochun berpikir kenapa taeyoung bersikap sangat keras kepala.

Mendengar handphonenya berdering dia melihat nama ji min tertera dilayar handphonenya,yoochun segera mengangkatnya.

“yobuseyo..”yoochun berkata.

“yoochun-ah ini aku..”ji min berkata dar seberang telepon.

“ya ada apa?”Tanya yoochun bertanya.

“aku hanya ingin bertanya..”ji min mengungkapkan namun usaranya terdengar sangat ragu-ragu.

“ya Tanya saja,ada apa?”yoochun menjadi sedikit penasaran.

“aku bertemu dengan ibumu tadi,dan dia berkata kalau kau dan taeyoung…kalau kau dan taeyoung memiliki hubungan khusus.”ji min terdengar sangat shock saat dia menerima fakta itu,dia bahkan tidak bisa menahan airmatanya.

“ya,aku mencintai taeyoung.”yoochun mengakui.

“yoochun-ah! Taeyoung adikmu! Bagaimana kau mencintai adikmu seperti itu?ini semua tidak benar..” ji min langsung kehilangan kontrol emosinya.

“lalu apa yang akan kau lakukan?melaporkan semuanya pada publik? Aku tidak peduli.”yoochun berkata,dia benar-benar sudah dibutakan oleh cintanya pada taeyoung karena untuk saat ini semuanya tidak penting kecuali taeyoung.

“yoochun! Aku bukan orang seperti itu,aku akan membantumu.”ji min berkata dia menghela nafasnya,entah kenapa dia masih saja peduli pada mantan pacarnya ini.

“ kau tak usah repot-repot ji min,lagi pula lambat laun semua orang akan tahu.”yoochun berkata dan menutup teleponnya tanpa mendengarkan penjelasan ji min.

[flashback]

Taeyoung masih berkutat dengan bukunya,wanita itu terlihat sedang belajar untuk ujian tenga semester kuliahnya. Yoochun yang sedang bermain game tidak bisa fokus melihat betapa seriusnya taeyoung membaca buku,sebenarnya dia sedikit tidak enak taeyoung sedang belajar dan dia masih malah bermain game.

Yoochunpun memutuskan untuk mematikan tv dan playstasionnya,taeyoung yang mendengar itu langsung berbalik kearah yoochun dan menatap yoochun penuh Tanya.

“kenapa kau matikan tv nya oppa?”Tanya taeyoung.

“kau sedang belajar,sebaiknya aku tidur aku tidak mau menganggumu.”yoochun berkata dan taeyoung mengangguk.

“baiklah,terimakasih atas pengertiannya.”taeyoung tersenyum,yoochun bisa merasakan kalau pipinya memanas saat dia melihat senyum manis taeyoung.

Taeyoung mungkin adiknya dan dia menyayangi adiknya itu,namun entah kenapa belakangan ini perasaan sayang dan cinta seorang kakak yang yoochun punya untuk taeyoung berubah.

Entah kenapa jantungnya selalu berdetak saat dia dan taeyoung dekat, lalu yoochun selalu merasa malu jika taeyoung mneyentuhnya atau berdekatan dengan yoochun merasa rasa sayangnya berubah dari rasa syanag seorang kakak kerasa sayang seorang lelaki pada wanita.

“taeyoung-ah bisakah kau bangunkan aku pagi-pagi sekali?aku harus emnghapal scenarioku.”yoochun berkata dan taeyoung mengangguk.

“baiklah,jika kau butuh bantuanku untuk latihan tinggal katakan saja ok oppa?”

Yoochun tersenyum dan mengangguk lalu dia pergi meninggalkan taeyoung yang sedang belajar.

[end of flashback]

Yoochun menjenggut rambutnya,dia benar-benar tidak mengerti kenapa taeyoung harus pergi meninggalkannya?padahal mereka kuat,yoochun yakin mereka bisa melewati semuanya bersama.

Yoochun mengambil foto dirinya dan taeyoung yang ada disamping ranjangnya,yoochun mengenggam foto itu lalu membantingkannya ketembok membuat figura foto itu hancur dan kacanya pecah berkeping-keping.

~NeverMeantToBe~

Taeyoung yang baru sampai diapartemen myungsoo langsung mengambil kopernya dan memasukan semua baju-bajunya kedalam koper, myungsoo yang melihat itu tentu saja kaget dan mencoba mencegah taeyoung.

“kau mau kemana?”Tanya myungsoo,taeyoung mengigit bibirnya dan melemparkan bajunya.

“aku harus pergi.”taeyoung berkata.

“kemana?bagaimana pekerjaanmu?”Tanya myungsoo dan taeyoung hanya bisa menatap kearah myungsoo penuh kekhawatiran,myungsoo yang kebingungan juga hanya bisa melakukan hal yang sama.

“myungsoo-ya..mianhe..”taeyoung berkata dan airmatanya langsung bercucuran.

Myungsoo yang melihat taeyoung menangis langsung menarik taeyoung dalam pelukan,dia benar-benar khawatir,taeyoung belakangan ini bertingkah sangat aneh sekali dan myungsoo mulai curiga.

“kau kenapa?”Tanya myungsoo sambil mengusap punggung taeyoung.

“myungsoo-ya..aku takut,aku..aku ingin pergi dari seoul.”taeyoung berkata dan memeluk kembali myungsoo.

“kenapa?apa seseorang mengancammu?”Tanya myungsoo dia melepaskan pelukannya dan mengusap airmata yang ada dipipi taeyoung.

“apa fansku mengirimkan surat ancaman mati lagi?”Tanya myungsoo,mengingat kalau beberapa hari yang lalu fansnya mengirimkan beberapa surat ancaman mati untuk taeyoung.

“bukan itu myungsoo-ya,aku harus pergi disini..aku tidak bisa tinggal lagi disini.”taeyoung berkata dan myungsoo kelihatan sangat kecewa.

“ada apa?kenapa kau bertingkah aneh beberapa minggu ini?”Tanya myungsoo,taeyoung hanya bisa diam,dia tidak tahu harus menjawab apa,apakah dia harus jujur saja pada myungsoo?

“jika,aku mengatakan yang sejujurnya apa kau akan membenciku?”taeyoung bertanya,myungsoo mengelengkan kepalanya.

“aku mencintaimu taeyoung-ah..katakan saja padaku,apa yang terjadi.”myungsoo menangkup wajah taeyoung,matanya memancarkan begitu banyak cinta dan kasih sayang.

“aku..aku dulu pernah berpacaran dengan yoochun oppa.”taeyoung akhirnya mengungkapkan,myungsoo terdengar sangat terkejut.

“apa?aku kira dia kakakmu.”myungsoo bertanya,masih bingung dengan stuasi yang dihadapinya.

“dia bukan kakak kandungku,dia hanyalah kakak angkatku.”taeyoung menjelaskan dan myungsoo mengangguk.

“tapi bagaimana?bukankah itu sedikit aneh..”myungsoo bertanya.

“ya hubungan kami memang aneh itulah kenapa kau mengakhirinya.”taeyoung menjawab.

“taeyoung-ah..kau benar-benar membuatku khawatir,aku tidak membencimu sungguh.”myungsoo berkata dan tersenyum kearah taeyoung.

“kau sudah berpisah dengan diakan?itu masa lalu dank au sekarang bersamaku.”myungsoo mencubit pipi taeyoung.

“berhentilah cemberut,aku tidak suka jika kau memasang muka masam seperti itu.”myungsoo menggoda dan taeyoungpun tersenyum.

“terimakasih..terimakasih karena kau tidak membenciku.”taeyoung berkata dan mencoba tersenyum.

“aku yang harus berterimakasih,terimakasih kau memutuskan untuk bersamaku.”myungsoo tersenyum.

“jadi..apakah kau akan pindah?”Tanya myungsoo.

Taeyoung kelihatan berpikir dan akhirnya dia menggelengkan kepalanya dan menyimpan kembali koper yang dia bawa.

“gadis baik..sekarang aku harus menghukummu.”myungsoo berkata dan mendorong taeyoung keranjangnya,taeyoung memekik dan tertawa.

“akhh..myungsoo-ya!geli hhahahaha…”suara tawa taeyoung terdengar namun myungsoo malah mengelitiki taeyoung mengabaikan keluhan gadis itu.

“kau membuatku sangat khawatir..”myungsoo berkata dan berhenti mengelitiki kekasihnya itu.

“maaf,aku hanya takut kalau kau akan membenciku jika aku mengatakan yang sejujurnya.”taeyoung berkata dan memeluk myungsoo dari samping.

Myungsoo melingkarkan tangannya dibahu taeyoung dan mencium pucuk kepala taeyoung dengan lembut.

“kau tak usah takut taeyoung-ah,aku mencintaimu apa adanya itu artinya aku mencintai masa lalumu juga..masa lalumu lah yang membuatmu seperti sekarang dan masa lalu adalah sesuatu yang tak usah di sesali karena semuanya sudah terjadi.”myungsooo berkata dan taeyoung merasa terharu dengan perkataan myungsoo.

“aku beruntung bertemu denganmu.”taeyoung berkata menghela nafasnya dengan lega.

“kau salah,aku yang beruntung bertemu denganmu.” Myungsoo mencubit hidung taeyoung dan taeyoung memukul tangan myungsoo.

“appo!”taeyoung mengeluh dan myungsoo hanya tertawa.

“oh iya,aku mengundurkan diri dari rumah sakit.”taeyoung berkata dan bangkit dari posisi tidurnya untuk mengambil surat pengunduran dirinya.

“kenapa?”Tanya myungsoo pensaran.

“aku harus menghindari yoochun oppa sebisa mungkin,kau mengertikan?”Tanya taeyoung mengelus pipi myungsoo.

“aku mengerti,lagipula aku juga bosan dnegan suasana rumah sakit itu.”myungsoo berkata dan mencium tangan taeyoung yang ada dipipi kanannya.

“aku mungkin akan mencari pekerjaan yang dekat dari sini.”taeyoung mengungkapkan.

“kenapa?apa kau tidak bisa jauh dariku?iyakan?”myungsoo mengangkat halisnya.

“jangan GR!”taeyoung menjulurkan lidahnya pada myungsoo.

“tak usah malu,aku tahu kau tidak bisa jauh-jauh dariku.”myungsoo menarik tekuk taeyoung mebuat taeyoung mendekat dan mencium bibir myungsoo sekilas.

“baiklah aku mengalah,karena kau sangat keras kepala aku tidak mau menyakiti egomu tuan kim myungsoo.”taeyoung mencubit hidung myungsoo.

“aigoo..kau lucu sekali nona park taeyoung.”myungsoo mengacak-ngacak rambut taeyoung.

“lain kali aku harus menculikmu dari rumah sakit.”myungsoo mengungkapkan dan taeyoungpun hanya tertawa.

“jika kau berani lakukan saja,dan bersiap-siaplah babak belur wajah tampanmu itu akan hancur lebur.”taeyoung berbaring lagi disamping myungsoo.

~NeverMeantToBe~

Taeyoung menyodorkan surat pengunduran dirinya pada direktur rumah sakit han,direktur rumah sakit han merasa sangat kecewa melihat surat itu. Taeyoung adalah salah satu dari jajaran dokter yang bagus dan kehilangan taeyoung sama saja dengan kehilangan harta berharga,walaupun dengan berat hati direktur rumah sakit han harus menerima keputusan yang taeyoung buat.

“kau akan pergi kemana setelah keluar dari rumah sakit ini?”Tanya direktur han.

“aku akan mencari rumah sakit lain mungkin,atau aku bisa membangun klinikku sendiri sajang-nim.”taeyoung menjawab dengan mantap.

“semua dokter lain akan sedih jika mendengar berita ini,terutama taejun.”direktur han mengingatkan namun taeyoung sudah mantap,dia tidak akan mengubah keputusannya.

“aku tahu sajang-nim,tapi dia sudah besar dia sudah bisa menerima kenyataan.”taeyoung berkata dan membungkuk kearah direktur han.

“terimakasih untuk semuanya direktur han,aku harap kita bertemu lagi suatu saat nanti.”taeyoung berkata,dia tidak bisa menyangkal berpisah dengan rumah sakit yang selama bertahun-tahun menjadi saksi bisu kariernya sangat menyedihkan.

“sampai jumpa lagi,park taeyoung-shi semoga kita bisa bekerjasama lagi dilain waktu.”taeyoung mengangguk dan tersenyum.

Setelah berpisah dengan direktur han taeyoung langsung pergi keruangannya,dia mulai mengemasi semua barang-barang yang harus dia bawa mulai dari foto sampai data-datang penting tentang pasiennya asistennya sunyoung juga sangat sedih sata mendnegar taeyoung berhenti bekerja dirumah sakit seoul.

“sonsaengnim,kau akan pergi kemana setelah ini?”Tanya sunyoung dan taeyoung hanya tersenyum.

“tenang saja,aku akan baik-baik saja.”taeyoung mengelus punggung sunyoung.

“baiklah,aku harap kau menemukan pekerjaan yang baru dengan cepat.”sunyoung tersenyum walaupun dia bersedih.

Tok..tok..tok..

Suara ketukan pintu terdengar dan taeyoungpun membuka pintu ruangannya dan disambut oleh taejun yang kelihatan sangat marah sekali.

“kau tidak bilang kau akan megundurkan diri.”taejun berkata dengan geram.

“oppa..maaf aku snagatburu-buru dan aku lupa untuk mengatakannya padamu.”taeyoung tersneyum penuh rasa bersalah.

“yang benar saja? Kau ini kenapa?aneh sekali tiba-tiba saja keluar dari rumah sakit.”taejun berkata dia melirik kearah box yang sudah ada di ruangan taeyoung.

“aku hanya ingin mengganti suasana,lagipula myungsoo menyetujui keputusanku.”taeyoung menjawab dan mengalihkan box yang menghalanginya dan taejun.

“myungsoo?”taejun bertanya.

“oh iya,dia pacar baruku.”taeyoung menjawab dantaejun semakin marah.

“kau tidak mengatakan kalau kau punya pacar baru juga.”taejun melipatkan tangannya kesal.

“oppa,aku benar-benar sibuk dan kau juga kan?aku tidak mau menganggumu dengan celotehanku.”taeyoung beralasan dan taejun memutarkan matanya.

“terserah..yang jelas kau berhutang padaku makan malam.”taejun mengncam dan taeyoung mengangguk sambil tersenyum,terkadang taejun bisa bertingkah seperti anak kecil.

“iya oppa,setelah aku selesai membungkus semua ini kita makan malam.”taeyoung menyutujui.

Taejun tersenyum dan memperhatikan taeyoung yang sibuk mebereskan barang-barang,taejunpun memutuskan untuk membantu karena kelihatannya taeyoung kewalahan dengan semua box nya.

“terimakasih oppa.”taeyoung berkata dan taejun hanya mengangguk riang,dia tidak keberatan untuk membantu taeyoung lagipula dia sudah menganggap taeyoung seperti adiknya sendiri.

Setelah selesai membereskan ruangan taeyoung dan taejun langsung pergi kedaerah gangnam untuk mencari restoran,walaupun sudah gelap taeyoung dan taejun masih asyik berjalan-jalan terkadang taeyoung rindu akan kehadiran taejun dia sudah seperti kakaknya sendiri.

“oppa,bagaimana kalau kita makan disini saja?”Tanya taeyoung menunjuk kearah kedai mie ramen.

“ramen?apa kau tidak bosan?”Tanya taejun,dia tahu sekali kalau taeyoung sangat suka mie ramen.

“tidak,akukan suka mie ramen.”taeyoung mengungkapkan,mereka berduapun masuk ke kedai mie ramen itu.

Taejun hanya bisa menggelengkan kepalanya dan tersenyum saat melihat betapa semangatnya taeyoung menyantap mie ramen,sudah lama sekali dia tidak makan malam bersama juniornya itu karena mereka berdua sibuk.

Mengingat ini adalah perpisahan nya dengan taeyoung membuat taejun sedikit sedih,terkadang dia ingin memukul dirinya sendiri karena bersikap kekanak-kanakan. Taeyoung hanya pindah bekerja bukan pergi pindah keluar negeri,namun entah kenapa dia sangat sedih sekali.

“hm..sepertinya aku akan makan dikantin sendirian lagi.”taejun berkata dan memakan mie ramennya dengan malas.

“aish oppa,jangan begitu..masih banyak suster lain yang mau menemanimu.”taeyoung menggoda,mengingat taejun sangat populer dikalangan para suster karena ketampanan dan kekayaannya.

“mereka menemaniku karena ingin sesuatu,berbeda dengan kau.”taejun mengedipkan matanya menggoda kearah taeyoung dan taeyoung hanya menggelengkan kepalanya, taejun memang tidak pernah berubah.

“ngomong-ngomong siapa pacar barumu?”taejun melirik kearah taeyoung,taeyoung berhenti menyantap mie ramenya dan menyuruh taejun untuk mendekat.

“kim myungsoo.”taeyoung berbisik dan taejun sangat kaget mendengar nama itu keluar dari mulut taeyoung.

“okay..aku tahu kau sangat suka boyband infinite,tapi ini tidak lucu taeyoung.”taejun kelihatan tidak percaya.

“jika kau tidak percaya aku bisa membawanya besok untuk bertemu denganmu.”taeyoung berkata dan taejun mengangguk setuju.

“baiklah,sebaiknya kau tidak berbohong karena mungkin aku akan membawa kamera untuk mengambil selca dengannya.”taejun berkata dan taeyoung tertawa sambil menganggukan kepalanya.

“aku tidak akanbohong,dia sedang tidak ada kerjaan sekarang karena dia sedang menunggu comeback.”taeyoung mengungkapkan.

“oh iya,album baru infinite benar-benar bagus.”puji taejun.

“aku tahu..dan tema nya sangat lucu sekali,aku bahkan tertawa saat aku melihat custom myungsoo.”taeyoung menanggapi.

“aku tidak senagaja melihat video klip mereka yang baru dikantin,mereka sangat kreatif.”taejun memuji lagi dan akhirnya dia selesai dengan mie ramennya.

~NeverMeantToBe~

Yoochun benar-benar marah sekali saat dia tahu kalau taeyoung mengundurkan diri dari rumah sakit,namun yang paling membuat nya kesal adalah kenyataan kalau pihak rumah sakit menutup-nutupi keberadaan taeyoung darinya.

Yoochun menendang ban mobilnya dengan keras,dia membuang selembar kertas yang dia terima dari resepsionis rumah sakit tentang keterangan taeyoung.

Mereka bilang taeyoung hanya meninggalkan alamat emailnya saja untuk dihubungi,jika alamat email yoochunpun sudah punya itu dan dia sudah membanjiri akun email taeyoung dengan seribu pesan.

Dia hanya ingin bertemu dengan taeyoung sekali lagi,kenapa taeyoung harus bersikap seperti ini? Menghapus segala yang mereka punya hanya karena publik tidak akan menyukai hubungan mereka.

Yoochun mencoba menghubungi taeyoung namun nomor taeyoung sudah tidak aktif,dia langsung menelepon managernya.

“hyung bisakah kau mencari tahu dimana kim myungsoo tinggal?”yoochun bertanya dengan nada suara yang sedikit memelas.

“oh yoochun,ada apa?kim myungsoo yang mana?” manager yoochun.

“kim myungsoo,dia anggota sebuah boyband baru..nama nya kalau tidak salah infinite.”yoochun menebak,dia masih ingat kalau taeyoung sangat suka boyband itu.

“oh kim myungsoo itu..tentu saja,memang kau mau apa?”Tanya manager yoochun,sangat aneh sekali baginya karena yoochun biasanya tidak mencari seseorang apalagi seorang artis yang masih dibilang baru.

“aku hanya ingin menyapanya,kirimkan alamatnya setelah kau menemukannya.”yoochun berkata dan meneutup teleponnya.

“aku akan mengejarmu taeyoung,kau tidak bisa lari dariku.”yoochun berkata dan masuk kedalam mobilnya.

~NeverMeantToBe~

Taeyoung yang lelah langsung membuka pintu apartemen,apartemenya sudah terang seperti biasa dan dia melihat sepatu myungsoo diluar itu artinya myungsoo sedang ada dirumah. Namun anehnya saat ateyoung masuk apartemenya begitu sepi,taeyoung melepaskan mantel coklatnya dan menggantung nya digantungan.

“myungsoo-ya?”taeyoung memanggil namun dia tidak mendapat respon.

“myungsoo-ya,apa kau sudah pulang?”taeyoung sekali lagi memanggil,namun masih tidak ada sahutan.

Taeyoung memasang muka masamnya,mungkin dia hanya berimajinasi sata melihat sepatu myungsoo karena ternyata myungsoo tidak ada. Taeyoung menarik nafasnya kaget saat tiba-tiba sepasang tangan memeluknya dari belakang,dia mengenali tangan yang melingkar dipinggangnya.

“myungsoo-ya…”taeyoung memanggil,taeyoung bisa merasakan hangat nafas myungsoo menyentuh lehernya.

“hmmm?kau darimana saja?”Tanya myungsoo,dia menciumi leher taeyoung dengan lembut.

“aku pergi makan malam dulu,aku hanya ingin mengucapkan perpisahan pada temanku yang ada dirumah sakit.”taeyoung mengungkapkan dan myungsoo mengangguk.

“hm..begitu ya,apa kau tahu aku kesepian harus menunggumu dirumah.”myungsoo berkata dan taeyoung tersenyum.

“myungsoo-ya,kau selalu sibuk kemarin-kemarin sekarang kautahu rasanya menjadi aku.”taeyoung berkata dan berbalik kearah myungsoo.

“iya aku tahu,tapi aku tidak bisa melakukan apapun itu semuakan pekerjaanku.”myungsoo berkata dan memajukan bibirnya.

“aigoo..pacarku ini lucu sekali.”taeyoung menggoda dan melingkarkan tanganya dileher myungsoo,tangan lentiknya memainkan rambut myungsoo dengan lembut.

“aku merindukanmu taeyoung..”myungsoo berbisik danmencium bibir taeyoung,tangannya menarik taeyoung untuk mendekat kearahnya.

Taeyoung tersenyum ditengah ciuman mereka membuat myungsoo melepaskan ciumannya.

“apanya yang lucu?”dia bertanya.

“kamu..”taeyoung berkata dan mencium myungsoo kembali.

Ciuman mereka yang awalnya lembut semakin memanas,myungsoo menjilat bibir bawah taeyoung dan taeyoung yang mengerti sinyal myungsoo langsung membuka mulutnya dan membiarkan lidah myungsoo menjelajahi mulut hangatnya.

Tangan taeyoung tak bisa diam,dia mulai membuka kancing baju kemeja putih yang myungsoo kenakan,begitu juga dengan tangan myungsoo yang menyusup masuk kedalam kaos taeyoung.

“akhh..”taeyoung melenguh saat tangan manly myungsoo berhasil menyentuh dadanya yang masih terbalut bra renda merahnya.

“kau sensitive sekali hari ini..”myungsoo menggoda dan mengigit lembut telinga taeyoung membuat taeyoung tertawa.

“kau yang tidak sbaaran hari ini..”taeyoung membalas dan mencium kembali bibir myungsoo namun singkat, dia bisa melihat myungsoo memajukan bibirnya kecewa.

“hanya itu saja?”Tanya myungsoo dia menarik tekuk taeyoung untuk menciumnya kembali lebih lama dan basah,taeyoung melingkarkan tangannya dipinggang myungsoo dan myungsoo menarik sebelah kaki taeyoung membuat kemaluan mereka bergesek tidak sengaja.

“kau tidak bisa menunggu lagi..”myungsoo berkata setengah berbisik.

“kalau begitu tunggu apalagi?”taeyoung menarik lengan myungsoo menuju kamar mereka berdua.

Taeyoung mendorong myungsoo keranjang,dan myungsoo tersenyum nakal saat melihat taeyoung mulai membuka kaosnya dengan pelan matanya tidak lepas dari sosok seksi yang ada dihadapannya.

“kau suka pertunjukannya?”taeyoung bertanya dan melemparkan kaos blusnya kesudut ruangan memamerkan bra merahnya.

“oh kau tidak tahu taeyoung..”myungsoo berkata menyetuh pinggang taeyoung mencoba melepaskan jeans taeyoung yang terpasang dipanggang taeyoung dengan ketat memamerkan garis pinggul taeyoung.

“eits..tunggu dulu tuan kim myungsoo,kau harus bersabar.”taeyoung berkata melepaskan tangan myungsoo dari pinggangnya.

Myungsoo kelihatan kecewa namun dia memutuskan untuk menuruti permainan kekasihnya itu, taeyoung mulai membuka kancing celana jeansnya dengan sangat pelan membuat myungsoo kesal namun dia menahan hasratnya.

Tatapan myungsoo fokus pada tangan taeyoung yang ada dikancing celana jeansnya,lalu tangan taeyoung membuka resleting dan menampilkan celana dalam taeyoung yang berwarna merah juga.

“kau nakal sekali myungsoo,kau pasti berpikir hal-hal yang kotor sekarang.”taeyoung menggoda dan myungsoo mengigit bibirnya gemas.

“kau ada dihadapanku setengah telanjang,bagaimana aku tidak berpikiran kotor nona park?”myungsoo membalas godaan taeyoung.

Taeyoung menyeringai dan melepaskan celana jeansnya,tanganya menyentuh penggait bra dan mencoba melepaskan bra yang dia pakai namun sebelum melepaskan branya taeyoung berlurut didepan myungsoo.

“kau suka pemandangan ini tuan kim?”taeyoung akhirnya melepaskan branya,myungsoo mengangguk matanya tidak lepas dari payudara taeyoung yang sekarang telanjang.

“lebih dari apapun..”myungsoo menjawab denganpolos dan taeyoung memberikan lelaki itu ciuman yang manis dan singkat,tangan nakan taeyoung menjelajahi dada bidang myungsoo.

Taeyoung duduk dipangkuan myungsoo,Dan dia akhirnya berhasil membuka kancing-kancing baju myungsoo dan melepaskan kemeja putih myungsoo dari badan myungsoo,melihat tubuh seksi myungsoo taeyoung semakin terangsang dia mencium bahu myungsoo terus keatas menuju leher lelaki itu.

Taeyoung bisa mendengar lengungan ‘oohh..’ dan ‘ah..’ keluar dari mulut myungsoo dengan seksinya,myungssoo biasanya tidak mengeluarkan sedikitpun suara saat mereka bercinta.

I’ll make you feel good,myungsoo.”taeyoung berbisik dan tanganya menyentuh dan sedikit meremas kejantanan myungsoo yang masih terbalut celana.

Dalam hitungan menit taeyoung sudah melepaskan myungsoo dari celananya dan dia bisa melihat kejantanan myungsoo berdiri dengan bangganya.

“sepertiny adikmu sudah tidak sabar..”taeyoung berkata dan melirik kearah myungsoo,kedua pipi myungsoo sudah memerah karena menahan hasratnya.

“sepertinya aku harus mengajaknya ‘bermain’.”taeyoung berkata dan dia langsung menerima lenguhan dari myungsoo saat tanganynya melingkar dikejantanan myungsoo.

Taeyoung menjilat sedikit ujung kejantanan myungsoo,myungsoo langsung melenguh dan menyentuh kepala taeyoung. Taeyoung menyeringai dan menjilati kejantanan myungsoo percis seperti dia menjilat lollipop yang lezat,setiap jilatan yang taeyoung berikan memberikan efek yang luar biasa bagi myungsoo.

“arghh taeyoung-ah..”myungsoo memanggil,dia merasa terbang kelangit ketujuh saat dia merasakan hangatnya mulut taeyoung disekitar kejantanannya.

Taeyoung mulai bergerak maju dan mundur mambuat myungsoo semakin menggila tak pernah dia merasakan sensasi yang asing ini,taeyoung kelihatannya sudah tidak canggung lagi dalam memberikan ‘blowjob’ dengan lihainya dia menjilat dan menyedot kejantanan myungsoo dengan mulutnya.

“taeyoung-ah..”myungsoo memangggil lagi,sekarang tangan nya menyentuh kepala taeyoung dan meremas sedikit rambut wanita itu.

Mulut kecil yang biasa myungsoo kagumi sekarang terlihat tidak terlalu kecil,mata nakal taeyoung terkadang menatap kearah myungsoo membuatnya sedikit gugup namun kegugupannya itu hilang saat gelombang klimaks menghentaknya.

“aaaaRRRGGHH..”myungsoo mengerang dan mengeluarkan cairannya dimulut taeyoung.

“wow..”myungsoo berkata.

“itu bukan apa-apa myungsoo.”taeyoung berkata dan menyeka sudut bibirnya,sebagian cairannya ternyata membasahi dada taeyoung.

“kau sedikit kotor,biarku bersihka.”myungsoo menarik taeyoung untuk berbaring diranjang,tangan myungsoo dengan nakalnya masuk kedalam celana dalam taeyoung.

“kau sangat basah taeyoung-ah.”myungsoo bebisik dan taeyoung hanya mengigit bibirnya menahan lenguhan yang menggoda untuk keluar.

“kau pasti sangat menyukaiku sampai kau seperti ini..”myungsoo berkata dan memasukan jari telunjuk kedalam kewanitaan taeyoung,menggoda taeyoung.

“akkhh..myungsoo—ya..”taeyoung melenguh penuh nikmat,rasanya bagian tubuh bawahnya sudah tidak sabar untuk myungsoo sentuh.

“sentuh aku myungsoo-ya..”myungsoo menyeringai mendengar permintaan kekasihnya itu,tentu saja myungsoo akan menyentuh taeyoung dengan berbagai cara.

“perintahmu adalah tugas bagiku,tuan putri.”myungsoo berkata dan mencium ujung kaki taeyoung dengan seksinya.

Ciuman myungsoo terus naik keatas menuju paha bagian dalam taeyoung,myungsoo meninggalkan beberapa kissmark dipaha bagian dalam taeyoung dan akhirnya dia melepaskan celana dalam taeyoung.

Myungsoo tersenyum dan memainkan klitoris taeyoung membuat kekasihnya itu mengerang dan meremas seprei kuat-kuat.melihat ekspressi itu myungsoo semakin senang,dia memasukan kedua jarinya dan taeyoung melengkungkan punggungnya menahan rasa nikmat yang membentur tubunya secara tiba-tiba.

“kau menyukainya?”Tanya myungsoo menciumi dada taeyoung dan sekali lagi dia mendorong  jarinya masuk lebih jauh kedalam kewanitaan taeyoung,taeyoung tidak berdaya dia hanyabisa melenguh penuh nikmat.

“cukup myungsoo-ya,aku ingin kau…”taeyoung berkata,dan myungsoo langsung mengambil bungkusan silver kecil yang ada dilaci meja sebelah ranjangnya.

“aku tidak akan ‘masuk’ tanpa ini.”myungsoo berkata dan menyobekan bungkus kondom yang dia bawa.

Taeyoung merebut kondom yang myungsoo pegang dan tanpa ragu dia memasangkannya pada kejantanan myungsoo,taeyoung tersenyum nakal dan mencium myungsoo yang masih terkejut.

Taeyoung mencengkram punggung myungsoo saat dia merasakan benda asing memasuki kewanitaannya,awalnya sedikit sakit mungkin karena dia tegang dan myungsoo sadar akan hal itu.

“tenang saja sayang..aku disini.”myungsoo menyibakkan poni panjang taeyoung dan mencium dahi taeyoung dengan mesra.

Mendengar perkataan itu taeyoung mencoba relaks dan myungsoopun mendorong kejantanan nya lebih jauh masuk kedalam kewanitaan taeyoung,setelah myungsoo berhasil ‘masuk’ myungsoo bis amendnegra taeyoung mengerang.

“akh..oppa..”taeyoung melenguh dan mencengkram tangan myungsoo.

Myungsoo tersenyum dan mulai bergerak dengan ritme yang lambat,melihat taeyoung yang menikmati setiap jesekan kejantanannya membuat myungsoo semakin menikmati hubungan ini,ada sesuatu didalam diri taeyoung membuat myungsoo jatuh cinta pada wanita itu.

Myungsoo menyukai setiap gesture kecil yang selalu taeyoung lakukan seperti mengigit bibirnya saat dia sedang bingung atau terangsang.

“akhh..oppa..lebih cepat.”mendnegar perkataan taeyoung myungsoo sedikit terkejut,kenapa dia memanggil myungsoo oppa? Taeyoung tidak pernah memanggilnya oppa.

Myungsoo memutuskan untuk melupakan perkataan taeyoung dan menarik pinggang taeyoung agar mereka semakin dekat,taeyoung menciu bibir myungsoo dengan ganasnya terkadang dia menggigit bibir bawah myungsoo membuat myungsoo tersenyum dan melupakan perkataan ‘oppa’ yang tak sengaja keluar dari mulut taeyoung.

Taeyoung membalikkan posisi dan sekarang dia diatas mengangkangi myungsoo,myungsoo memeluk pinggang taeyoung membantu taeyoung untuk bergerak dengan ritme yang cepat. Taeyoung memeluk tubuh myungsoo dengan erat,beberapa dorongan dan akhirnya mereka berduapun mencapai klimaks.

“aaakkhhh..”keduanya mengerang dengan nikmat,myungsoo menghentikan gerakan pinggulnya namun taeyoung masih memeluk erat myungsoo dan mencium bahu myungsoo dengan mesranya.

Myungsoo membaringkan taeyoung yang kelihatan sangat lelah,dia mencium bibir taeyoung dan menatap kearah wanita itu penuh cinta.

“tidurlah,kau pasti lelah.”myungsoo berkata dan taeyoung mengangguk.

“peluk aku,disini dingin.”taeyoung bermanja-manja dan memeluk myungsoo,myungsoo tertawa dan menyelimuti taeyoung dan dirinya lalu memeluk wanita itu.

“selamat malam tuan putri.”myungsoo berkata dan mencium dahi myungsoo.

“selamat malam juga pangeranku.”taeyoung tersenyum dan menutup matanya,mala mini adalah malam yang sangat menyenangkan sekaligus melelahkan bagi mereka berdua.

~NeverMeantToBe~

Tingtong..tintong..

Mendengar suara bel apartemenya berbunyi myungsoo mengerang,dia berpikir siapa juga yang datang pagi-pagi sekali dan menganggu waktunya dengan taeyoung? Myungsoo tersenyum saat melihat taeyoung masih tidur disampingnya telanjang.

Myungsoo meraih celananya yang ada dibawah ranjang dan kaos putihnya yang ada disudut kamar,dia mengancingkan kemejanya dan membuka pintu apartemenya dengan malas.

“kim myungsoo?”

Myungsoo langsung tidak mengantuk lagi saat dia melihat ssok yoochun berdiri didepannya,myungsoo berpikir sebenarnya apa yang kakak angkat sekaligus makntan kekasih taeyoung lakuka di apartemenya.

“ya,apa yang bisa aku bantu?”myungsoo bertanya,dia merasa bodoh sekali saat dia melontarkan pertanyaan itu,dia seperti pegawai bank yang sedang melayani seorang nasabah.

“apakah taeyoung ada disini?”Tanya yoochun dan myungsoo langsung membatu,apa yang yoochun inginkan.

“ya,dia disini tapi dia masih tidur.”myungsoo menjawab,melihat dari rambut myungsoo yang berantakan dan kemeja putih yang hanya dikancingkan sebagian yoochun tahu aktivitas apa yang baru myungsoo lakukan.

Yoochun ingin marah,membentak dan kalau bisa memukul myungsoo karena dia sudah menyentuh taeyoung namun dia tidak bisa,dia harus menjaga citra baiknya dan berpura-pura sebagai kakak angkat yang baik.

“oh begitu ya,aku hanya khawatir.”yoochun berbohong.

“aku mengerti yoochun-shi,taeyoung memang keluar dari pekerjaannya mendadak.”myungsoo menanggapi.

“ya,aku hanya ingin tahu di mana dia berada dan apakah dia baik-baik saja.”yoochun mengungkapkan dan myungsoo mengangguk mengerti.

“tenang saja yoochun-shi,dia baik-baik saja.”myungsoo menjawab,dia sendiri menjadi sangat was-was dengn keberadaan yoochun,mengingat kalau taeyoung bercerita kalau mereka berdua pernah berkencan.

“jika dia sedang tidur,bisakah kau menyampaikan pesanku?”yoochun meminta dan myungsoo mengangguk.

“tentu saja,katakan.”myungsoo menerima.

“katakan padanya aku mengkhawatirkannya dan hubungi aku secepatnya jika dia sudah bangun.”yoochun menyampaikan.

“baiklah aku akan menyampaikannya.”myungsoo mengangguk.

“bagus kalau begitu,aku harus pergi terimakasih sebelumnya.”yoochunpun pergi.

“tunggu..”myungsoo memanggil dan yoochun membalikan badannya menatap kearah myungsoo.

“kau sebaiknya tidak mencari dia lagi,dia baik-baik saja karena aku akan menjaganya kau tak usah khawatir lagi.”myungsoo berkata dan emosi yoochun langsung naik namun sayangnya dia tidak bisa berkelahi dengan myungsoo sekarang.

“aku harap begitu,karena jika tidak aku tidak ragu untuk menyingkirkanmu.”yoochun berkata dan pergi masuk kedalam lift apartemen.

“myungsoo-ya,tadi siapa?”tiba-tiba saja taeyoung datang dan melingkarkan tangannya dipinggang myungsoo.

“kakakmu tadi mencarimu.”myungsoo mengungkapkan dan berbalik kearah taeyoung.

“kakakku?”taeyoung kebingungan.

“ya,yoochun-shi tadi datang dan dia menyuruhmu untuk menghubunginya.”myungsoo menyampaikan pesan yoochun.

“oh begitu ya..sebaiknya kita makan sarapan saja.”taeyoung langsung mengganti topic dan pergi kedapur,myungsoo baru menyadari kalau taeyoung memakai piyama malamnya yang pendek.

“kau seksi sekali dengan piyama itu,apa kau mau ronde kedua?”myungsoo menggoda dan taeyoung tersenyum.

“mungkin lainkali tuan kim.”taeyoung menjawab dan mulai memasak pancake untuk myungsoo.

Tanpa mereka berdua sadari seseorang mengamati mereka dari jendela apartemen lain,orang itu menyeringai dan memutar teropong nya agar menampilkan bayangan taeyoung dan myungsoo yang sedang memakan sarapannya.

Orang itu kelihatan kaget saat melihat myungsoo mencium bibir taeyoung dengan mesra dan wanita itu tersenyum malu sambil memberikan pancake yang baru saja dia masak kepada myungsoo.

“hm..sangat menarik.”orang itu bergumam dan mengambil gambarnya untuk memotret moment mesra taeyoung dan myungsoo.

“kau akan hancur park taeyoung.”orang itu berkata dan tersenyum jahat kearah gambar-gambar yang baru saja dia ambil.

 ~NeverMeantToBe~

Yoochun baru saja menyelesaikan syuting nya disebuh reality show yang cukup terkenal,dia memutuskan untuk kembali bekerja dan fokus kembali. Dia tidak ingin terkubur dalam masa lalunya dengan taeyoung, yoochun memang lelah dengan aktivitas syuting yang dia jalani namun dengan lelah yang dia rasakan dia bisa melupakan taeyoung.

Siang itu dia duduk dimobil vannya dengan pikiran yang melayang kepada taeyoung,yoochun melamun lagi dan managernya mulai khawatir dengan keadaan yoochun yang sering melamun belakangan ini.

“kau kenapa yoochun,belakangan ini kaukurang fokus?”Tanya manager hyung.

“oh hyung,aku baik-baik saja hanya lelah.”yoochun berkata dan magaernyapun mengangguk,dia tidak ingin menganggu artisnya yang memang kelihatan lelah itu.

Saat mobil van yoochun melewati jalanan shinsadong yoochun menagkap sosok taeyoung yang sedang berdiri dilampu merah hendak menyembrang,yoochun segera menyeuruh supir untuk berhenti.

“pak supir berhenti disini!!”yoochun memerintah dan saat mobil sudah berhenti yoochun langsung turun,beruntung baginya dia masih ingat penyamarannya.

Yoochun menggenakan jaket dan topi taklupa kacamatanya,dia segera mengahampiri sosok taeyoung yang kelihatannya sedang mencari sesuatu ditasnya.

“taeyoung-ah..”panggil yoochun,taeyoung mendongak dan kaget melihat sosok yoochun.

“apa yang kau lakukan disini?”Tanya taeyoung,masih kaget melihat sosok yoochun yang berdiri didepannya.

“kita harus bicara.”yoochun berkata dan menyentuh lengan taeyoung,taeyoung menghela nafasnya kesal.

“untuk apa oppa?sudah jelaskan kita berpisah.”taeyoung berkata dan pergi sambil melepaskan tangan yoochun dari lengannya.

“kau mau kemana?”Tanya yoochun menarik bahu taeyoung.

“bukan urusanmu!”taeyoung membentak.

Yoochun hendak mengatakan sesuatu namun dia melihat sosok myungsoo muncul dari toko yang ada dibelakang taeyoung,myungsoo yang melihat yoochun dan taeyoung berbicara langsung menghampiri mereka berdua.

Yoochun segera melepaskan tanganya dari bahu taeyoung,taeyoung melirik kebelakang dan mendapati myungsoo mendekat kearahnya dan mencium dahi taeyoung dengan mesra. Dia melotot kearah yoochun seakan dia mengatakan ‘jangan sentuh dia’ kearah yoochun,yoochun hanya menghela nafasnya dan mengepalkan tangannya kesal.

“yoochin-shi,aku tidak menyangka kita akan bertemu disini.”myungsoo berkata dengan nada ramahnya,namun taeyoung tahu myungsoo tidak senang harus brtemu dengan yoochun.

“ya,aku juga.”yoochun menjawab malas.

“apa ada yang ingin kau diskusikan dengan pacarku?”myungsoo bertanya dan memengang tangan taeyoung dengan erat,taeyoung hanya diam dan bersembunyi dibalik punggung myungsoo.

“ya dan aku ingin kau berhenti ikut campur dengan urusanku dan taeyoung.”yoochun menjawab geram.

“dia pacarku sekarang yoochun-shi,urusan dia urusanku juga.”myungsoo membela dan taeyoung menggengam erat tangan myungsoo,myungsoo tahu kalau pacarnya itu ketakutan.

“taeyoung-ah aku hana butuh lima menit.”yoochun berkata dan mencoba menyentuh taeyoung namun myungsoo menepis lengan yoochun.

“maaf yoochun-shi tapi taeyoung sepertinya tidak dalam keadaan yang baik,aku harus membawanya pulang.”myungsoo beralasan.

Yoochun menatap tajam kearah myungsoo dan mengacuhkan perkataan lelaki itu.

“taeyoung-ah kenapa kau seperti ini?aku hanya ingin berbicara denganmu..”yoochun berkata atau lebih tepatnya memelas.

“oppa,tidak ada yang harus kita bahas.”taeyoung menjawab dan menyembunyikan wajahnya dibalik punggung myungsoo.

“kau sudah dengarkan?”myungsoo berkata.

“taeyoung-ah..apa kau seperti ini karena kejadian kemarin?aku mohon maafkanku aku,aku tidak bermaksud seperti itu..”yoochun berkata namun taeyoung tidak mendengar,mata taeyoung sudah berkca-kaca airmatanya bisa turun kapan saja.

“bukan oppa,sebaiknya kau pergi..”taeyoung berkata.

“taeyoung-ah kita pergi.”myungsoo berkata dan melingkarkn tangannya kebahu tayeoung dan pergi meninggalkan yoochun hanya membatu.

Hatinya sakit sekali saat dia mendengar apa yang taeyoung katakan,apakah dia benar-benar sudah kehilangan cinta taeyoung? Apakah semua kenangan yang mereka berdua buat sudah taeyoung lupakan?

Kemana cintamu pergi taeyoung?

[flashback]

“Taeyoung-ah..”yoochun memanggil dan menjulurkan kepalanya masuk kedalam kamar taeyoung,taeyoung yang sedang sibuk mengerjakan tugasnya melirik kearah yoochun.

“nde oppa?waeyo?”Tanya taeyoung dia langsung menutup buku yang dia baca.

“hm..aku butuh bantuan.”yoochun berkata dan mengancungkan skrip drama yang dia pegang.

“oh tentu saja.”taeyoung berkata dan mengambil skrip drama yang yoochun berikan pada padanya.

“hm..jadi aku harus menjadi siapa kali ini?”Tanya taeyoung,dia sudah biasa membantu kakaknya untuk menghapal skrip dramanya,taeyoung sebenarnya suka berakting juga namun dia tidak memiliki niat untu terjun kedunia entertainment seperti kedua kakak angkatnya.

“untuk sekarang kau bisa berakting sebagai minji.”yoochun berkata.

Taeyoung tersenyum,ini pertama kalinya yoochun mengijinkan taeyoung untuk menjadi pemeran utama wanita.

“kenapa?biasanya kau menyuruhku untuk berakting menjadi ibumu.”taeyoung meledek dan yoochun hanya tertawa.

“aku hanya gugup dengan adegan yang satu ini,karena aku sudah terbiasa berlatih denganmu mungkin aku tidak akan gugup.”yoochun beralasan dan taeyoungpun mengangguk.

“baiklah..”taeyoung membaca skrip yang ada ditangannya,ternyata adegan yang akan yoochun dan dirinya lakukan adalah adegan dimana karakter yoochun akan menyatakan perasaan nya pada minji.

“oppa!aku tidak menyangka minji dan junghyun akan berakhir bersama.”taeyoung berkata penuh semangat,dia ternyata menonton drama terbaru yoochun juga.

“kau menonto dramaku?”yoochun bertanya penuh semangat.

“iya tentu saja,aku suka dramamu.”taeyoung menjawab.

“bagus kalau begitu,setidaknya kau bisa menghayati karakter minji.”yoochun berkata dan taeyoung mengangguk.

“sebaiknya kita mulai saja.”taeyoung mengusulkan dan yoochun mengangguk,ekspressinya berubah menjadi serius sekarang.

Taeyoung kaget sekali saat tiba-tiba yoochun menarik lengannya dengan membuat tubuhnya membentur dada yoochun,taeyoung tahu perlakuan yang yoochun lakukan hanyalah acting semata namun entah kenapa dia menjadi gugup.

“minji-ya..jangan pergi.”yoochun memulai,dia menatap kearah taeyoung penuh dengan keseriusan.

“op..pa..”taeyoung memanggil,dia merasa tidak nyaman dengan posisi mereka berdua.

Tangan yoochun melingkar dipinggang taeyoung dengan erat,dada mereka bersentuh dan taeyoung bisa merasakan detak jantung yoochun yang sangat cepat.

Apakah dia juga gugup?

“minji-ya..kau,kau tidak tahu bagaiamna perasaanku padamukan?”Tanya yoochun,dia menyentuh wajah taeyoung dan taeyoung melirik kearah lain,dia membaca skrip yang ada ditangannya dan dia sadar kalau yoochun salah membaca linenya.

“oppa seharusnya ka—“ belum sempat taeyoung berbicara,bibirnya dengan bibir yoochun sudah bertemu.

Taeyoung kaget sekali,namun yoochun mencium bibirnya dengan mesra,yoochun segera melepaskan ciuman nya saat dia sadar siapa yang dia cium.

Taeyoung masih kaget dan mentaap kearah yoochun penuh Tanya,yoochun hendak menjelaskan namun taeyoung menarik lagi yoochun dan menciumnya lagi.

Taeyoung melingkarkan tangannya dileher yoochun dan yoochun menarik tubuh taeyoung agar mendekat kearahnya,yoochun menyentuh dagu taeyoung membuat taeyoung membuaka mulutnya dan lidah yoochunpun masuk kedalam mulut hangat taeyoung.

Tangan yoochun mengangkat tubuh taeyoung sehingga taeyoung di gendongnya,mereka terlalu asyik memenuhi hasrat mereka daripada sadar akan keadaan disekitarnya.

Setelah beberapa menit taeyoung dan yoochun melepaskan ciuman mereka,yoochun menyentuh wajah taeyoung dan tersenyum.

“aku mencintaimu taeyoung.”kata-kata itu keluar begitu saja dari mulut yoochun dan taeyoungpun tersenyum.

“aku juga oppa.”

[end of flashback]

Kenagan manis itu masih segar yoochun ingat,dia mengelus foto taeyoung yang ada dilayar handphonenya,entah kenapa dia tidak bisa menghapus segalanya tentang taeyoung. Sepertinya segala usaha yang dia lakukan sia-sia,saat yoochun menutup matanya satu-satunya sosok yang muncul hanyalah taeyoung.

Yoochun menyeka airmatanya dan menatap kearah langit gelap seoul,ini sudah malam namun yoochun tidak mau pulang.

Pulang kembali keapartemen yang dia dan taeyoung sudah tinggali hampir selama 2 tahun sama saja dengan menyiksa dirinya sendiri,kenangan taeyoung terkumpul disana apartemen itu adalah saksi bisu percintaan dirinya dan taeyoung.

Tanpa taeyoung malam ini terasa dingin sekali,yoochun menghela nafasnya dan uap keluar dari mulutnya membuktikan kalau malam ini benar-benar dingin.

Biasanya jika dia diam diluar terlalu lama taeyoung akan menghubunginya dan memaksanya untuk pulang,jika dia lupa memakai mantelnya taeyoung akan marah namun sekarang hanya sepi yang dia punya.

“sampai kapan kau akan duduk disini?”

Suara ji min mengagetkan yoochun,yoochun hanya memberikan jimin senyum tipis dan kembal menatap kearah handphonenya.

“taeyoung tidak akan kembali yoochun.”ji min berkata,yoochun hanya diamdan menghela nafasnya.

“aku tahu.”jawaban singkat itu terdengar benar-benar dingin.

“sebaiknya kau pulang,ini sudah malam.”ji min berkata.

“kau pulang duluan saja.”yoochun berkata dan ji min menghela nafasnya.

“sampai kapan kau akan ada disini?”Tanya jimin namun yoochun tidak menjawab,keheningan yang yoochun berikan membuat ji min kesal dan akhirnya meninggalkannya sendirian.

~NeverMeantToBe~

Taeyoung sedang berjalan buru-buru,dia tidak sadar kalau sekarang sudah jam Sembilan malam dan dia terlambat untuk pulang,dia baru pulang dari sebuah interview yang mencari psikolog dan taeyoung senang sekali karena dia terpilih.

Dengan senyum lebarnya dia berjalan sesekali dia mentapa kearah cv yang di pengang,namun dia merasakan kehadiran seseorang dibelakangnya,taeyoung melirik kebelakang namun dia tidak menemukan siapapun.

Taeyoung yang paranoid segera mempercepat langkahnya dan lagi-lagi dia mendengar langkah yang mengikutinya,taeyoungpun berlari dan dia sangat panik saat sebuah tangan menyentuh bahunya.

“ARGGHH….”taeyoung berteriak dan orang itu menutup mulut taeyoung,taeyoung mencoba memberontak namun dia mulai kehilangan kesadarannya.

“bawa dia kemobil van.”perintah seseorang wanita pada lelaki yang membius taeyoung,lelaki kekar itu mengangguk dan mengangkat tubuh taeyoung masuk kedalam van.

“hanya tinggal satu lagi.”wanita itu berkata dan mengikuti langkah lelaki yang embawa taeyoung masuk kedalam van hitam yang mereka berdua kendarai.

Ditempat lain yoochun yang sedang melamun kaget sekali menerima panggilan dari sebuh nomor yang asing,yoochun tidak tahu siapa yang menghubunginy anamun diapun mengangkat telepon itu.

“yobuseyo..”yoochun mengangkat.

“sudahlama tidak mendengar kabarmu park yoochun.”suara seorang lelaki terdengar dari seberang teleponnya.

“siapa kau?”yoochun bertanya dengan geram.

“aku hanya ingin menyampaikan sebuah pesan dari kekasihmu.”lelaki itu berkata dan taklama kemudian yoochun bisa mendengar suara taeyoung yang lemah.

“oppa..tolong aku.”taeyoung berkata,suaranya terdengar sangat lemah dan sepertinya dia menangis.

“taeyoung-ah! Kau dimana?”yoochun langsung berdiri.

“oppa,aku takut sekali.”taeyoung mengungkapkan.

“taeyoung-ah..bertahanlah,aku akan kesana.”yoochun berkata.

“sebaiknya kau kemari jika kau ingin pacarmu ini selamat,temui aku di gedung tua dekat studio KBS dan sebaiknya kau tidak menelepon polisi atau nyawa kekasihmu ini melayang.” Lelaki itu mengancam.

“OPPA!JANGAN KESINI!”yoochun bisa mendengar jeritan taeyoung dari belakang namun lelaki itu sepertinya langsung menutup teleponnya.

Yoochun segera berlari menuju mobilnya tidak memikirkan apapun,yang ada dipikirannya sekarang hanyalah nyawa taeyoung. Yoochun menghidupkan mesin mobilnya dan menyetir menuju studio KBS.

Myungsoo merasa khawatir sekali sata dia melriik kearah jam dinding,ini sudah steengah sepuluh malam namun taeyoung tak kunjung puang juga. Myungsoo mencoba menghubungi nomor taeyoung namun handphone taeyoung tidak aktif,myungsoo akhirnya membawa mantel nya dan berlari keluar untuk mencari taeyoung.

Myungsoo yang berjalan sendirian mencari-cari taeyoung kaget sekali saat dia menemukan handphone taeyoung tergeletak dipinggir jalan begitu saja,jalanan sanga sepi karena sudah malam namun myungsoo tidak peduli dia berlari mencari sosok kekasihnya itu.

Merasa putus asa myungsoo memutuskan untuk melapor kepada polisi akan hilanganya taeyoung,myungsoo menunggu dengan cemas saat petugas dikantor polisi mengetik laporan myungsoo.

Semua hal yang myungsoo ketahui tentang taeyoung diasampai epada petugas itu, myungsoo juga memberikan foto taeyoung yang dia bawa dan berharap petugas polisi berhasil menemukan kekasihnya itu.

“aku tahu kau sangat khawatir myungsoo-shi,tapi kau harus pulang dan beristirahat kami akan menghubungi anda jika kami berhasil melacak keberadaan nona taeyoung.”seorang petugas polisi yang bertugas berkata pada myungsoo.

“terimakasih,saya mohon hubungi saya jika kalian menemukan taeyoung.”myungso berkata dan keluar dari kantor polisi sebelum membukuk sopan bertermakasih pada petugas itu.

Myungsoo berjalan dan menatap kearah handphone taeyoung yang mati,baterainya hanay tinggal 10% lagi dia benar-benar khawatir,namun disaat kekhawatirnanya melanda dia ingat kepada yoochun.

Tadi siang yoochun menemui taeyoung dan itu membuat myungsoo semakin curiga dia mengaktifkan handphone taeyoung dan mencari nomor yoochun, taklama menunggu yoochun segera mengangkat teleponnya.

“diamana kau menyembunyikan taeyoung?!”tiba-tiba saja yoochun bertanya kepada myungsoo.

“apa maksudmu?ini aku myungsoo.”myungsoo berkata.

“myungsoo?kenapa kau tahu nomerku?”yoochun bertanya kebingungan.

“tidak penting,dimana taeyoung berada sekarang?”myungsoo balik bertanya.

“seseorang menculiknya,kau harus membawa polisi kegedung tua dekat KBS studio,pastikan jangan sampai seorangpun tahu.”yoochun memerintah.

“apa?diculik?tapi bagaimana bisa..”myungsoo terkejut mendengar penjelsan yoochun.

“akan aku ceritakan nanti,yang jelas sekarang bawalah polisi kesana dan ingat jangan sampai seorangpun tahu karena nyawa taeyoung taruhannya.”yoochun berkata dan menutup teleponnya.

Myungsoo langsung berlari lagi kedalam kantor polisi dan menyampaikan apa yang abrau sjaa dia ketahui.

~NeverMeantToBe~

“ck..sayang sekali.” Ji min berkata dan mencengkram dagu taeyoung dengan kasar.

“kau anak yang baik taeyoung,tapi kau sudah keterlaluan.”ji min berkata dan melepaskan dagu taeyoung dengan kasar.

“eonni..kenapa kau melakukan ini?”taeyoung bertanya dan mencoba melepaskan dirinya dari ikatan tali yang sangat kuat di sekitar lengannya.

“kau harus diberi pelajaran,dasar pelacur kotor!”ji min menampar taeyoung dengan keras,taeyoung bisa merasakan sudut bibirnya berdarah.

“beraninya kau merebut yoochun dariku.”ji min berkata dan menjambak rambut taeyoung,taeyoung hanya bisa menahan sakit yang dia rasakan dengan mengerang.

“kau juga tidur dengan myungsoo?! Aku tidak percayaini..”ji min berkata dan melepaskan genggaman nya dari rambut taeyoung.

“bos! Yoochun sudah datang.”seorang lelaki kekar yang tiba-tiba saja masuk kedalam ruangan berkata.

“bagus,bawa dia kemari.” Ji min berkata dan menyeringai dengan jahatnya.

“sekarang aku ingin tahu apa yang yoochun akan lakukan untukmu.”ji min berkata dan taeyoung hanya bisa menangis,dia merasa sangat tidak berdaya.

“taeyoung-ah!”yoochun berteriak dan hendak menyelamatkan taeyoung namuan dua lelaki yang mendampingi ji min menahan yoochun menjauhkan nya dari tahanan mereka.

“hello yoochun,aku tidak menyangka kau akan datang.” Ji min berkata dan melipat tangannya didadanya.

“ji min? jadi kau yang menculik taeyoung?”yoochun menatap kearah ji min tidak percaya,ji min yang dia tahu benar-benar berubah.

“iya,aku yang menculiknya yoochun apa kau baru menyadarinya?”Tanya ji min.

“lepaskan dia ji min,jangan seret dia kedalam masalah kita.”yoochun meminta namun ji min malah menyeringai.

“masalah kita? Oh ayolah yoochun,dialah masalahnya!”ji min menunjuk kearah taeyoung yang menunduk dan menangis.

“apa maksudmu?aku meninggalkanmu bukan karena dia!”yoochun membentak.

“lalu karena apa?!”ji min kembali membentak.

“aku meninggalkanmu karena kau yang meninggalkanku,kau terlihat seperti tidak mencintaiku kau sibuk dengan aktor lain bercanda dan minum sedangkan kau mengacuhkan aku!”yoochun menjelaskan dan ji min menatap dingin kearah yoochun.

“bohong..”ji min berkata.

“semua ini karena wanita jalang ini!”ji min mengacungkan pisau lipat yang dia bawa kearah leher taeyoung,taeyoung menarik nafasnya kaget saat dia melihat ujung pisau yang ji min pegang hampir menyentuh lehernya.

“JI MIN!”yoochun berteriak.

“jangan sakiti dia.”yoochun memelas dan ji min semakin kesal,dia benci betapa yoochun peduli pada taeyoung dia benar-benar iri.

“bagaimana jika aku mengungkapkan semua kebusukan gadis ini,apa kau masih mencintainya?”Tanya ji min.

“apa maksudmu.”yoochun bertanya,ji min mengambil sesuatu dari tas kecil yang dia impan dimeja yang ada disudut ruangan.

Ji min kelihatannya mengambil beberapa lebar foto dan melemparkannya kearah yoochun,membuat foto – foto itu melayang diudara dan sebagian jatuh kelantai.

Yoochun menangkap salah satu foto yang ji min lemparkan padanya dan foto itu adalah foto myungsoo yang sedang mencium taeyoung dengan mesra.

“dia sudah tidur dengan myungsoo,dia sudah melupakanmu yoochun!”ji min berteriak.

“apa kau tidak menyadarinya?aku mencintaimu! Aku tidak akan bisa melupakanmu seperti taeyoung melupakanmu.” Ji min membentak.

Yoochun hanya diam dan meremas foto yang dia pegang .

“aku tidak peduli,selama taeyoung masih mencintaiku aku mencintai dia juga.”yoochun berkata dan menatap kearah taeyoung,taeyoung membalas menatap kearah yochun dan yoochun bisa melihat airmata mengalir membasahi pipi taeyoung.

“taeyoung mungkin bukanlah wanita paling cantik,dia mungkin ceroboh dan kekanak-kanakan,tapi aku mencintai dia lebih dari wanita manapun.”yoochun berkata dan tersenyum kearah taeyoung.

Taeyoung tidak mengatakan apapun dia hanya menangis,dia tidak tahu harus menjawab apap dia sangat terharu dengan perkataan yoochun,namun dia tidak bisa kembali kepelukan yoochun karena dia mencintai myungsoo.

“habisi dia..”ji min berbisik dan kedua lelaki kekar yang ada disisi ji min langsung melangkah kearah yoochun.

Kedua lelaki itu memukul wajah yoochun sampai yoochun terjatuh kelantai.

“OPPPA!!”taeyoung berteriak dan mencoba melepaskan tali yang mengikat tubuhnya kekursi.

“HENTIKAN!AKU MOHON!”taeyoung menjerit histeris saat dia melihat kedua lelaki kekar suruhan ji min menendang dan memukul tubuh yoochun.

“diam!kau yang membuat yoochun seperti itu!”ji min membentak.

“aku mohon…hentikan,aku akan melakukan apapun,aku mohon hentikan!”taeyoung memohon dan menangis sata dia melihat yoochun sudah babak belur.

“hentikan!”ji min berkata dan kedua lelaki yang memukuli yoochunpun berhenti.

“kau mau melakukan apapun?kalau begitu bunuh dia.”ji min memberikan pisaunya pada taeyoung.

Taeyoung hanya diam dan menatap kearah pisau yang ji min pegang, ji min menghela nafasnya dan melepaskan tali yang mengikat taeyoung.

“ayo cepat,bunuh dia atau kau ingin aku yang membunuhnya?”ji min berkata dia mengeluarkan pistol yang dia bawa dan mengacungkannya kearah yoochun.

“TIDAK!”taeyoung berkata.

“aku yang akan membunuhnya.”taeyoung berkata dan dia bisa merasakan tangannya gemetaran dengan hebat.

“ayo cepat!”ji min mendorong tubuh taeyoung,taeyoung menangis dan berjalan kearah yoochun yang sudah setengah sadar karena dipukuli.

Kedua tangan yoochun ditompang oleh kedua lelaki kekar suruhan ji min,yoochun tersenyum kearah taeyoung setidaknya dia akan mati ditangan wanita yang dia cintai.

“tidak apa-apa taeyoung,lakukanlah.”yoochun berkata dengan pasrahnya.

“oppa..maafkan aku.”taeyoung berkata dan dia megangkat pisaunya tinggi-tinggi.

Namun saat taeyoung hendak menusukan pisau itu suara tembakan terdengar dan salah satu lelaki suruhan ji min langsung jatuh ambruk begitupun lelaki yang satunya lagi. Ji min yang panik langsung menembak kearah taeyoung dan yoochun yang melihat itu langsung membalikan posisi dan memeluk taeyoung.

DOORRR

Suara pistol terdengar memekakan telinga,taeyoung kaget dia hanya membatu membiarkan yoochun memeluknya,airmata taeyoung menetes saat dia merasakan cairan hangat menempus bajunya.

“ANGKAT TANGAN!” tiba-tiba saja semua polisi langsung datang dan menyergap ji min.

“oppa..”taeyoung memanggil namun tubuh yoochun langsung ambruk dan dia bisa melihat dada yoochun tertembak.

“OPPA!OPPA..”taeyoung berkata dan menguncang-guncangkan tubuh yoochun.

“taeyoung-ah..”yoochun memanggil dan taeyoung memeluk tubuh yoochun.

“oppa bertahanlah,kau pasti selamat..”taeyoung berkata dan airmatanya berlinang jatuh kepipi yoochun.

“dengarkan aku..”yoochun berkata dengan susah payah,taeyoung mengangguk.

Yoochun tersenyum dan menyentuh pipi taeyoung.

“aku sangat mencintaimu..”yoochun berkata dan taeyoung mencium tangan yoochun yang ada dipipinya.

“iya oppa,aku tahu.”taeyoung berkata.

“aku juga sangat mencintaimu.”taeyoung membalas dan yoochun tersenyum,yoochun menghembuskan nafas terakhirnya dan menutup matanya tangannya yang ada dipipi taeyoung langsung jatuh.

“oppa?yoochun oppa?”taeyoung menguncangkan tubuh yoochun,namun yoochun tidak merespon,taeyoung bisa merasakan tangan yoochun mendingin.

“OPPPAAA!!”taeyoung menangis dan memeluk yoochun dengan erat,dia tidak peduli dengan darah yang membasahi bajunya dia terus memeluk tubuh yoochun.

“taeyoung-ah..”myungsoo menyentuh bahu taeyoung namun taeyoung tak merespon dan terus memeluk tubuh yoochun dan dia menangis dengan histeris.

“maafkan aku oppa,aku snagat bodoh….oppa aku mencintaimu.”taeyoung berkata.

“aku mohon,kembalilah!”taeyoung berkata sambil menangis dan mencium dahi yoochun.

Myungsoo yang melihat adegan itu hanya bisa diam,dia mengerti betapa menyakitkannya kehilangan seseorang yang kau pernah cintai.

“maafkan aku oppa..”

Epilogue..

“Yoochun-ah,jangan berlari cepat-cepat!”taeyoung berteriak kepada seorang anak lelaki yang lincah berlari untuk membeli es krim.

“tapi eomma kalau aku tidak berlari aku tidak akan kebagian!”yoochun mengeluh dan akhirnya diapun sampai dikedai es krim.

“tenang saja sayang,es krim disini banyak semuanya pasti kebagian.”taeyoung berkata dan menggendong anak lelaki manjanya itu.

“kau mau rasa apa?”Tanya taeyoung.

“coklat!”yoochun menjawab dengan penuh antusias,bahkan pelayan kedai es krim yang melayani mereka tersenyum.

“omo..anakmu lucu sekali nyonya.”puji pelayan es krim itu.

“iya,selain lucu dia juga nakal.”taeyoung berkata dan yoochun kecil hanya tersenyum sambil menujuk-nunjuk kearah es krim.

“aku pesan 2 eskrim coklat dan satu es krim vanilla.”taeyoung memesan.

“slahkan tunggu nyonya,kami akan mengantarkan nya.”pelayan itu berkata dan membuat pesanan taeyoung.

Taeyoung dan yoochun duduk disalah satu bangku kosong kedai es krim itu,dan tak lama kemudian myungsoo datang dan menghampiri taeyoung dan yoochun.

“asih yoochun-ah..apa kau tidak bosan dengan es krim?nanti gigimu bolong loh..”myungsoo berkata dan mengelus kepala anak lelaki nya itu.

“appa,aku sudah lama tidak makan es krim.”yoochun kecil mengeluh dan melipatkan tanganya,jika dia marah dia mirip sekali dnegan ibunya.

“omo…jangan marah nanti appa tidak akan membelikanmu es krim lagi kalau kau marah.”myungsoo mengancam dan yoochun tersenyum lagi.

“aku tidak marah kok appa,tolong belikan aku eskrim yang banyak..”yoochun menarik lengan kemeja putih myungsoo,dengan aegyo nya.

“aigoo anakku ini memang pintar merayu.”myungsoo berkata.

“iya sama sepertimu.”taeyoung bergabung dalam percakapan dan myungsoopun tersneyum.

“bukankah kebalikannya?”myungsoo bertanya dan mencium taeyoung.

“ewww..menjijikan!”yoochun berkata dan menutup matanya.

“yeobo berhenti menciumku didepan yoochun!”taeyoung berkata dan myungsoo tersenyum.

“opps aku lupa.”dia berkata.

Taklama kemudian eskrim pesanan taeyoung datang dan kedua lelaki yang ada dihadapannya langsung memakan eskrim yang baru sampai itu,yoochun dan myungsoo memang sangat mirip keduanya suka eskrim rasa coklat hanya taeyounglah yang menyukai vanilla.

“apa hari ini kita akan mengunjungi yoochun abeoji lagi?”yoochun kecil bertanya membuat taeyoung dan myungsoo menghentikan aktivitas mereka.

“apa kau mau?”myungsoo bertanya pada anak lelaki itu.

“nde,eomma..ceriatakan lagi tentang yoochun abeoji kau tidak melanjutkan ceritamu kemarin malam.”yoochun kecil mengeluh.

“nanti eomma ceritakan lagi.”taeyoung berkata dan mengelus kepala yoochun dengan lembut.

“oh iya,aku juga mendengar halmeoni berbicara tentang yoochun abeoji,dia bilang kalau yoochun abeoji itu aktor terkenal ya?aku juga ingin jadi aktor..”yoochun yang amasih lugu itu berkata dan tersenyum memamerkan gigi rapihnya kepada myungsoo dan taeyoung.

“oh jadi kau tidak mau seperti appa?appa juga terkenal loh..”myungsoo menggoda.

“aku juga ingin seperti appa,tapi aku tidak bisa bermain gitar.”yoochun kecil menjawab dengan polosnya.

“kalau begitu appa,akan ajarkan kau nanti ok?”myungsoo dan yoochunpun melakukan high five taeyoung hanya tersenyum melihat interaksi yang lucu antara putranya dengan suaminya.

“jika kau ingin mengunjungi makam yoochun abeoji,sebaiknya kau habiskan es krimnya.”taeyoung berkata dan yoochun kecil mengangguk penuh dengan semangat.

Setelah yoochun menghabiskan eskrimnya taeyoung dan myungsoo membawanya kepemakaman umum,tayeoung membawa sebuket bunga lily putih sedangkan myungsoo menggendong yoochun kecil yang tidak bisa berhenti berceloteh tentang yoochun abeoji yang dia tahu.

“yoochun abeoji juga bermain banyak film ya eomma?eomma bagaimana kalau nanti kita menonton filmnya?”yoochun kecil bertanya dan ateyoung mengangguk.

Setelah mereka bertiga sampai didepan makan yoochun, myungsoo membiarkan yoochun kecil itu berjalan menyentuh batu nisan yoochun abeojinya.

“abeoji,kita memiliki nama yang sama dan aku sangat bangga memiliki nama yang sama denganmu.”yoochun kecil berkata dan menyentuh foto yoochun.

“eomma,yoochun abeoji keren sekali.”yoochun kecil berkata dan taeyoung mengangguk.

“dia juga sangat baik.”taeyoung menambahkan.

“eomma,kalau boleh tahu kenapa kau menamaiku yoochun?”yoochun bertanya dan ateyoung mengelus kepala yoochun dengan lembut,airmatanya mengancam untuk turun kapan saja namun dia tidak bisa menangis dihadapan anak lelakinya itu.

“karena aku ingin kau tumbuh menjadi lelaki yang baik seperti dia,aku ingin kau tumbuh menjadi seorang yang sukses dan bekerja keras.”taeyoung mengungkapkan.

“eomma..aku janji,jika aku sudah besar aku akan sukses seperti yoochun abeoji.”yoochun memeluk taeyoung dan taeyoung akhirnya menangis.

“terimakasih yoochun-ah..”tayeoung memeluk anak laki-laki nya itu dan tersenyum kearah foto yoochun.

“aku harap permintaan mu itu terwujud.”

I never regret to loved you

I never forget our memories

I always know you have special place in my heart but oppa..

we are just never meant to be..

The End

Don’t forget the comment😀

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Never Meant To Be Chapter 5/The end

  1. hiks,, nyesek cingu
    knp yoochun meninggal ny dlm kondisi hati ny mcie ma taeyoung,,,,hwaaaaaa,,,
    knp dy g bs nglupain taeyoung n nganggep dy adik ny hiks,,,

    y ok lh tp ini yg bikin akhir critany menariks
    hwaaaa tp aq g relaaaaaaaaa,,, #maksa
    balikin taeyoung ke yoochun hiks,,,

    hehehe,,, but cingu ff mu bnr2 kereeeeen

  2. huwaaaa,,,,
    Ending gak terduGa Bgt_
    Meski sedih tapi q ttp tersEnyum_soalnya nama YooChun sampai kapan pun gak Hilang,,,

    #Reader baru

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s