Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 11~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : Teen’s 15+

Haneul sedang sibuk dengan semua dokumen yang harus dia bereskan,sedangkan youngmin sedang sibuk dengan berbagai meeting yang dia lakukan semenjak hubungannya dengan krystal tidak membaik youngmin bersiap-siap untuk mencari pembeli saham baru.

Usaha youngmin sangat efektif dan banyak sekali perusahaan-perusahaan yang tertarik untuk membeli saham perusahaannya,namun sebagai konsikuensi dari kesuksesan itu haneul dan youngmin menjadi jauh mereka jarang sekali berkomunikasi dan jika mereka bertemu youngmin selalu lelah dan ketiduran.

Haneul menatap kearah layar handphonenya,berdoa berharap kalau youngmin akan membalas pesan teksnya yang berisi tentang pertanyaan ‘dimana kau sekarang?’ namun lelaki itu sepertinya terlalu sibuk untuk membalas pesan teks haneul.

Saat haneul hendak menyimpan handphonenya kedalam tasnya tiba-tiba saja handphonenya bergetar,haneul dengan senangnya menghidupkan handphonenya namun dia kecewa saat dia melihat nama kwangminlah yang tertera dihandphonenya.

“kwangmin-ah..sudah lama kau tidak menghubungiku.”haneul mengangkat dengan nada suara yang ceria.

“haneul-ah..maaf aku tiba-tiba saja menghilang waktu terakhir kita bertemu.”kwangmin berkata,haneul mengigit bibirnya dia masih ingat dengan jelas ekspressi kwangmin saat dia melihat youngmin dan dirinya berpengangan tangan.

“tidak apa-apa,aku mengerti.”haneul berkata dengan canggung.

“aku lega jika kau mengerti,aku hanya ingin bertanya..apakah kau bisa menemuiku di café terdekat?”kwangmin berkata.

“ya tentu saja,tapi jam istirahat masih 10 menit lagi apa kau tidak keberatan untuk menunggu?”Tanya haneul.

“ya,tak masalah..aku akan menunggumu.”kwangmin berkata.

“baiklah,sampai nanti.”haneul berkata dan menutup telepon,haneul sedikit gugup sebenarnya apa yang akan kwangmin katakan padanya? Dia tidak bisa menerka-nerka.

Mendengar suara kwangmin lagi sedikit menganggu konsentrasinya untuk bekerja,haneul berhanti menulis dan memutuskan untuk berdiri dari duduknya dan pergi keluar dari kantornya lagipula jam istirahat sudah mulai sekarang.

Haneul turun kelantai bawah dia melihat youngmin dan minho sedang berbincang-bincang mereka kelihatan lebih akrab dari sebelumnya,saat haneul hendak menyapa youngmin dan minho tiba-tiba krystal muncul dari pintu utama.

“youngmin-ah..”panggil krystal dengan ceria.

Youngmin hanya tersenyum tipis kepada krystal dan tanpa ragu krystalpun melingkarkan tangannya dilengan youngmin,youngmin kelihatannya tidak keberatan dia membiarkan gadis itu bergelayut manja kepadanya.

Haneul yang melihat itu sangat sedih,dia bisa merasakan hatinya seperti ditusuk oleh ribuah jarum apalagi saat dia melihat youngmin cuek saja mengobrol dengan minho.

“haneul?”youngmin akhirnya menyadari keberadaan haneul yang tidak jauh darinya.

Haneul yang kepergok sedang memandangi youngmin langsung kaget dan membungkuk kearah youngmin menyembunyikan matanya yang sudah berkaca-kaca.

“selamat siang sajang-nim.”haneul menyapa dengan suara seraknya.

“haneul ini tidak seperti yang kau kira..”youngmin berkata.

“aku mengerti sajang-nim,maaf aku harus pergi.”haneul berkata dan pergi berlari sambil mengusap airmatanya.

“Hanuel!”youngmin memanggil namun haneul mengacuhkan panggilan youngmin,youngmin mencoba mengejar haneul namun krystal mencegahnya.

“youngmin-ah..kitakan ada meeting sebentar lagi.”krystal mengingatkan,youngmin yang akan mengejar haneul akhirnya harus mengalah dia mengikuti krystal dan minho yang berjalan menuju ruang meeting.

Haneul dilain tempat berlari dia berhenti saat dia sudah keluar dari kawasan kantor,dia menutup mulutnya menahan isakan tangisnya. Airmata sudah membahasi pipinya,entah kenapa sangat sakit sekali melihat krystal yang bermanja-manja pada youngmin.

Dan yang lebih menyakitkan youngmin membiarkan saja wanita itu melakukan apapun yang dia mau,bayangan tangan krystal yang mengengam lengan youngmin dengan mesranya benar-benar sangat menganggu.

Haneul menghela nafasnya dan segera menyeka airmatanya,dia harus terlihat baik-baik saja dia akan bertemu dengan kwangmin setidaknya dia harus menyambut lelaki itu dengan ceria. Haneul melanjutkan berjalan menuju café terdekat dan dia masuk kedalam café itu,dia langsung disambut oleh kwangmin.

“hi..lama tak bertemu.”kwangmin menyapa dan haneul tersenyum kearah kwangmin.

“kwangmin-ah,kau kemana saja?”Tanya haneul dan dia duduk didepan kwangmin.

“aku pergi syuting kejeju dan Australia.”kwangmin menjawab,dia mengambil sesuatu dari tas hitam yang dia bawa.

“ini film terbaruku,aku harap kau menontonnya dengan hyung.”kwangmin berkata dan memberikan sebuah kaset dvd dengan cover film aksi.

“kau bermain film seperti ini juga?”haneul bertanya dan kwangmin mengangguk.

“mungkin filmnya tidak sebagus film aksi barat,tapi untuk ceritanya cukup bagus.”kwangmin mengungkapkan.

“aku akan menontonnya nanti,kenapa kau tidak ikut saja?kita bisa menontonnya berdua.”haneul mengusulkan.

“tidak sebaiknya kau dan hyung yang menonton,lagipula aku tidak ingin diusir oleh dia nanti.”kwangmin tertawa dengan canggung.

“aku bilang hanya kita berdua..”haneul mengulangi perkataan nya kwangmin hendak menjawab namun sepertinya dia baru sadar dengan perkataan haneul.

“apa?kau ingin menontonnya berdua denganku?”kwangmin menunjuk dirinya sendiri.

“iya,kenapa tidak?aku bebas setelah pulang bekerja.”haneul berkata dan kwangmin mengangguk dengan semangat.

“baiklah,kalau begitu aku akan menjemputmu dikantor.”

“ok,apa sekarang kau sedang beristirahat?”haneul bertanya.

“ya begitulah,aku cukup lelah dengan syuting film itu.”kwangmin mengungkapkan.

“kau yakin kau tidak sakit?”haneul bertanya dan menarik kursinya kesamping kwangmin.

Haneul menyentuh dahi kwangmin,kwangmin benar-benar malu dia hanya menunduk membiarkan haneul menyentuh dahinya.

“oh tidak,kau tidak sakit.”haneul berkata nada suaranya kedengaran sangat lega.

“sudah kubilangkan?”kwangmin melepaskan tangan haneul dari dahinya dan diapun tersenyum.

Tanpa haneul dan kwangmin sadari,youngmin yang mengejar haneul melihat itu dia sangat kecewa walaupun youngmin tahu kalau haneul dan kwangmin berteman baik namun entah kenapa saat dia melihat tangan haneul menyentuh dahi kwangmin hatinya langsung terbakar oleh api cemburu.

Youngmin mengepalkan tangannya dan pergi meninggalkan haneul dan kwangmin yang kelihatan masih asyik mengobrol,youngmin berjalan dengan emosi yang meluap-luap apalagi saat dia melihat krystal mengikutinya.

“youngmin-ah kenapa kau tiba-tiba saja berlari?”Tanya krystal namun youngmin mengacuhkan krystal dan menabrak krystal dengan sengaja membuat krystal mundur,krystal menyentuh bahunya yang sakit dan menatap kearah sosok youngmin yang pergi tanpa melirik kembali kearahnya.

Karena penasaran krystal berjalan kedalam café dan melihat haneul sedang mengobrol dengan kwangmin dengan akrabnya,krystal tersenyum licik dan pergi keluar dari cafe itu.

~Double Trouble~

“aku harus kembali.”haneul berkata sambil melirik jam tangannya.

“oh..waktu istirahatmu sudah habis?”Tanya kwangmin dan haneul mengangguk.

“iya,aku harus kembali sebelum youngmin marah.”haneul berkata dan berdiri dari duduknya namun belum juga haneul melangkah kwangmin menarik lengannya.

“telepon aku jika kau sudah selesai.”kwangmin berkata dan haneul mengangguk.

Setelah berpisah dengan kwangmin haneul langsung pergi kembali kekantor namun saat dia hendak menaiki lift dia melihat krystal menunggunya.

“kim haneul,bisakah kita bicara sebentar?”krystal berkata,haneul yang tidak suka dengan nada bicara krystal mengacuhkan gadis itu.

“apa kau tidak dengar?”krystal mengikuti haneul yang terus berjalan menuju lift.

“aku masih harus bekerja,sebaiknya jangan ganggu aku.”haneul berkata membungkuk sopan kearah krystal lalu masuk kedalam lift.

Krystal mengepalkan tangannya kesal,berani sekali haneul mengacuhkannya,diapikir dia siapa? Kebencian krystal semakin membesar pada haneul.

Setelah beberapa menit berada dalam lift haneul keluar dan anehnya dia mendapati youngmin duduk dimejanya,dia kelihatan sedang memandang handphonenya mukanya terlihat sangat masam.

“kau sudah kembali?”Tanya youngmin dan dia berdiri dari kursi haneul.

“ya,aku terkejut kau peduli sekarang.”haneul berkata dengan nada dingin.

“dengar..yang tadi,aku hanya kasihan pada krsytal.”youngmin berkata.

“kasihan?kenapa?jujur saja jika kau masih mencintainya.”haneul berkata dan perkataan itu membuat youngmin marah.

“aku tidak mencintainya ok?kita bahas ini nanti.”youngmin berkata dan masuk kedalam ruangannya.

Haneul hanya berdiri ditempatnya,dia menatap kosong kearah pintu ruangan youngmin yang tertutup rapat. Baru kali ini dia merasakaan ketakutan yang dalam,dia takut kalau youngmin dan dirinya berakhir begitu saja dia sangat takut.

Haneul duduk ditempatnya dan mengusap fotonya dengan foto youngmin yang dia sembunyikan dilaci mejanya,dia masih ingat kencan-kencan romantisnya dengan youngmin betapa manisnya mereka berdua namun sekarang semuanya seperti mimpi.

Dilain tempat youngmin mencoba fokus pada pekerjaannya namun dia tidak pernah bisa,bayangan antara haneul dan kwangmin dicafe tadi terus saja menganggu pikirannya, youngmin benar-benar cemburu dia tidak suka jika haneul dekat dengan lelaki lain dia berhasil menjauh jongin dari haneul namun kwangmin?

Kwangmin dan haneul sangat dekat sebelumnya dan ini membuat youngmin kesusahan untuk memisahkan keduanya, youngmin mengerti jika haneul masih berinteraksi dengan kwangmin karena kwangmin adalah saudaranya namun melihat betapa haneul bahagia saat mengobrol dengan kwangmin hatinya berdenyut sakit.

Youngmin mengambil fotonya dengan foto haneul yang dia simpan disudut mejanya dan mengusapnya.

“kim haneul,kau membuatku gila..”youngmin berkata dan menghela nafasnya,tak pernah seumur hidupnya dia khawatir seperti ini karena seorang wanita.

Bahkan krystal tidak pernah membuatku cemburu pada kwangmin..

~Double Trouble~

Hani menghela nafasnya berjalan keluar dari kelasnya,anehnya dia sendirian hari ini karena semua temannya kelihatannya sibuk dengan aktivitas mereka hanya hanilah yang akan pulang kerumah dia tersenyum saat melihat jongin seperti biasanya menunggunya didepan sekolahnya.

“oppa,kau menunggu lagi?”Tanya hani dengan senangnya.

“ya,aku hanya ingin mengetahui bagaimana keadaan haneul.”jongin berkata dan memberikan sebuah milkshake kepada hani.

“aishh..aku bosan harus mengobrol soal eonni,dia baik-baik saja.”hani menjawab namun dia mengambil milkshake ditangan jongin.

“ayolah..aku benar-benar rindu kakakmu.”jongin berkata dan mengacak-ngacak rambut hani.

“oppa,kalau kau kangen haneul eonni kenapa kau tidak bertemu dengannya saja?”Tanya hani.

“dia tidak akan menyukainya,lagipula aku tidak bertemu dengan kuman yang selalu ada disampingnya.”jongin mengungkapkan dan hani tertawa.

“hahaha oppa,youngmin oppa bukan kuman dia hanya virus yang menempel ditubuh kakaku.”hani berkata dan sekarang bagian jongin yang tertawa.

“kau benar..apa kau mau jalan-jalan?kau bisa menceritakan tentang haneul diperjalanan.”jongin berkata dan hanipun mengangguk.

“baiklah..”hani berkata dan masuk kedalam mobil jongin,jonginpun masuk juga kedalam mobilnya tak menunggu lama jongin sudah menghidupkan mesin mobilnya dan mobil sedannyapun meluncur maju.

“TUNGGU!”

Tiba-tiba saja junhong datang secara dan menghalangi jalan mobil jongin,jongin menatap aneh kearah remaja lelaki yang ada didepannya. Junhong berjalan kesisi dimana hani duduk dan mengetuk pintu kaca mobil jongin,hani menghela nafasnya kesal dan menurunkan kaca mobil jongin.

“apa yang kau mau?”Tanya hani jutek.

“aku ingin kau turun dari mobil ini sekarang juga.”junhong memerintah dan membuka pintu mobil jongin.

“hey! Dia akan pergi bersamaku.”jongin berkata namun junhong menatap tajam kearahnya.

“oh maaf hyung-nim tapi hani milikku!”junhong berkata dan menarik hani keluar dari mobil jongin dengan kasar.

“YAH!junhong michiesso?!”hani membentak dan mencoba melepaskan tangan junhong yang mengenggamnya dengan keras.

Junhong membawa hani kebelakang sekolah mereka dan hani melepaskan tangan junhong dari lengannya,hani sangat kesal sekali dia berlari kearah junhong dan memukul dada junhong dengan keras sekali.

“KAU GILA?!”hani membentak,namun junhong tidak menjawab dia malah menarik hani kedalam pelukannya.

“kenapa kau tidak memilih aku?”junhong berkata,suaranya gemetaran.

“apa yang kau katakan?”Tanya hani.

“kau bohong soal jongin,dia bukan pacar kakakmu kan?”Tanya junhong masih memeluk hani dengan erat.

“aku tidak sengaja bertemu dengan kakakmu beberapa hari yang lalu dan aku melihat dia bersama lelaki lain bernama youngmin.”junhong menjelaskan dan melepaskan pelukannya.

“kau bohong padaku.”junhong menatap tajam kearah hani,hani menghela nafasnya.

“okay..kau benar aku berbohong padamu,jongin oppa sangat menyukai haneul eonni dan dia ingin aku membantunya.”hani berkata.

“kenapa kau harus berbohong?”Tanya junhong marah.

“karena..karena kau ingin kau berhenti mengangguku!”hani mengungkapkan dan pergi dari hadapan junhong,junhong menarik tangan hani.

“kau mau kemana?”Tanya junhong.

“kembali ke jongin oppa,dia pasti sangat kebingungan sekarang.”hani berkata.

“oh jadi kau memutuskan untuk bersamanya?”junhong bertanya dengan nada suara yang sedih.

“apa maksudmu?”hani mengerutkan keningnya tidak mengerti.

“kau menyukai jongin hyung,iyakan?”junhong mendekat kearah hani.

“tidak! Dia..dia sudah seperti kakakku ok?dia selalu menemaniku saat aku kesepian berbeda denganmu.”hani mendorong junhong menjauh darinya.

Junhong terdiam saat dia mendengar perkataan hani,apakah selama ini hani merasa kesepian?kenapa dia tidak pernah tahu?

“hani maafkan aku..aku sangat sibuk dengan aktivitas bandku dan sekolah,seharusnya aku memberikan perhatian yang lebih padamu.”junhong berkata dan hani menyeringai meremehkan.

“untuk apa?lagipula kita sudah putuskan?kau sebaiknya melupakan aku.”hani berkata,dia sudah bosan untuk mengingatkan junhong kalau mereka sudahbukan pasangan lagi.

“kenapa?kenapa kau selalu mengingatkanku itu?”junhong bertanya.

“karena aku ingin mengingatkan kau junhong,berhenti mengaturku dan mengangguku aku bisa dekat dengan lelaki manapun dan kencan dengan siapapun.”hani berbalik menyembunyikan matanya yang berkaca-kaca.

“oh..jadi begitu,kau ingin berkencan dengan lelaki lain?silahkan,lakukan apa yang kau mau!”junhong marah dan dia menyenggol bahu hani dengan kasarnya.

Hani mengigit bibirnya menahan airmatanya yang bisa tumpah kapan saja,saat junhong sudah menghilang ditikungan jalan hani langsung ambruk dia berjongkok dan menangis dengan histerisnya dia benci merasakan hal ini untuk kedua kalinya.

Rasanya hani kembali lagi kehari-hari dimana dia dan junhong pertama putus dan itu sangat menyakitkan sekali.

“apa kau mau menceritakannya?”

Tiba-tiba saja suara seorang lelaki terdengar,hani langsung mendongak dan melihat hyunseong berdiri dihadapannya dan menawarkannya sebuah tissue.

“hyunseong oppa?apa yang kau lakukan disini?”Tanya hani dan dia mengambil tissue yang hyunseong berikan.

“aku hanya kebetulan lewat,studio tari dimana aku berlatih tak jauh dari sini.”hyunseong menjelaskan.

“oh..”hani berkata dan menyeka airmatanya.

“kenapa?apa kau putus dengan pacarmu?”Tanya hyunseong dan hani menggelengkan kepalanya.

“dia bukan pacarku tapi mantan.”hani berkata dan hyunseong hanya mengangguk canggung.

“kau mau membicarakannya?aku punya banyak waktu luang.”hyunseong berkata dan hani menggelengkan kepalanya.

“mungkin lain kali oppa.”hani berkata dan berjalan meninggalkan hyunseong,entah kenapa hyunseong merasa khawatir sekali melihat hani mennagis seperti tadi.

Hyunseong mengikuti hani dan berjalan disampingnya tanpa mengatakan apapun,hani yang kebingungan menghentikan langkahnya begitu juga dengan hyunseong.

“kenapa kau mengikutiku?”Tanya hani dan hyunseong hanya tersenyum.

“aku akan mengantarmu pulang.”hyunseong berkata dan hani tersenyum.

“tak usah,rumahku tak begitu jauh dari sini lagipula jongin oppa menungguku.”hani berkata dan melirik kearah jongin yang berjalan menghampirinya.

“jongin?apa dia pacarmu?”Tanya hyunseong taklama kemudia dia melihat lelaki yang hani panggil jongin berdiri disampingnya.

“hani-ya gwenchana?aigoo..apa junhong menyakitimu?”Tanya jongin menangkup wajah hani mengabaikan hyunseong yang memandangi mereka seperti anak TK yang kebingungan.

“aku baik-baik saja oppa,hm..oppa kenalkan ini hyunseong oppa.”hani berkata dan jongin melirik kearah hyunseong yang sudah menyodorkan tangannya untuk bersalaman.

“hi,aku shim hyunseong.”hyunseong berkata dan tersenyum kearah jongin.

“kim jongin.”jongin menjabat tangan hyunseong.

“aku harus pulang,sepertinya hari ini eonnie akan pulang cepat.”hani berbohong,sbenarnya dia hanya ingin sendirian dulu.

“oh jadi kau tidak akan berjalan-jalan denganku?”jongin bertanya dengan kecewanya.

“maaf oppa mungkin lain kali.”hani berkata.

“kalau begitu aku antar kau pulang.”jongin menawarkan.

“tidak usah,bagaimana kalau kau bertemu dengan eonni nanti.”hani melarang dan jonginpun mengangguk.

“oh kau punya eonni?”Tanya hyunseong,dia kelihatan tertarik.

“iya,dia jauh lebih tua dariku mungkin hampir seumuran dengan jongin oppa.”hani mengungkapkan dan hyunseong bergumam oh.

“berapa umurmu jongin- shi?”Tanya hyunseong.

“25 tahun.”jongin berkata dan hyunseong mengangguk.

“oh eonnie mu lebih muda dariku.”hyunseong berkata.

“ya aku rasa begitu,aku harus pergi sampai bertemu nanti oppa.”hani tersenyum dan pergi meninggalkan hyunseong dan jongin.

~Double Trouble~

Waktu berjalan cepat jika kau sibuk,itulah yang dirasakan haneul sekarang dia terkejut sekali setelah melihat jam tangannya waktu sudah menunjukan jam 4 sore itu tandanya dia sudah bisa pulang.

Youngmin belum keluar dari ruangannya dia sepertinya memilih untuk menyendiri,haneul tidak ahu harus bagaimana dia tidak ingin meminta maaf karena semua ini bukan kesalahannya diapun memutuskan untuk meninggalkan sebuah note dimejanya dan pulang duluan.

Haneul membawa tasnya dan masuk kedalam lift,dia menunggu pintu lift terbuka beberapa menit kemudian pintu liftpun terbuka dia menghidupkan handphonenya dan menghubungi kwangmin.

Youngmin menutup dokumen yang dia tanda tangani lalu pergi keluar ruangannya karena dia sadar kalau waktu sudah sore dan ini waktunya haneul pulang, namun dia kaget saat melihat haneul tidak ada di mejanya.

Dia melihat sebuah teks kuning yang ada dimeja haneul,dia membaca teks itu dan sangat marah saat membacanya teks itu dan berlari keluar menuju loby. Namun sangat disayang saat youngmin akan mendekati haneul minho datang tiba-tiba, dan menghalangi pandangan youngmin kearah haneul.

“ayahmu menelepon dia bilang dia ingin mendiskusikan sesuatu denganmu.”minho berkata dan memberikan handphonenya pada youngmin.

“sekarang?bisakah kau bilang padanya untuk menunggu?”youngmin berkata dan mendorong handphone minho menjauh darinya.

“ini sangat penting tuan youngmin.”minho berkata dan youngminpun terpaksa mengangkat telepon itu dengan kesal.

“iya,abeoji ini aku.”youngmin berkata.

“youngmin-ah..aku ingin kau menghadiri acara makan malam dengan keluar jung,mereka mengundang dan berharap kalau kau bisa datang.”

“apa?aku sibuk abeoji..”youngmin beralasan,tatapannya masih tertuju pada haneul yang kelihatannya sedang menunggu seseorang.

“sibuk?apa yang akan kau lakukan?menghasut perusahaan lain untuk membeli saham?”ayah youngmin bertanya dan youngmin menghela nafasnya.

“abeoji,cepat atau lambat keluarga jung akan menghentikan kontrak mereka dengan kita.”youngmin beralasan dan dia bisa mendengar ayahnya menghela nafas berat.

“dengar youngmin,kau tidak mengerti…”ayah youngmin berkata namun youngmin tidak mendengarkan dia melihat haneul tersenyum pada seseorang dan melambaikan tangannya.

Tatapan youngmin langsung tertuju pada sosok kwangmin yang berjalan mendekat kearah haneul,tentu saja kwangmin langsung menyadari kalau kakaknya itu sedang berdiri dibelakang nya dan haneul namun dalam jarak yang jauh.

Kwangmin menyeringai dan tiba-tiba saja dia memeluk haneul,youngmin menggengam erat handphonenya dia sangat emosi saat melihat tangan kwangmin melingkar di pinggang haneul dengan mesranya.

Kwangmin tersenyum licik lalu dia mencium dahi haneul,haneul kaget dan kwangmin mengatakan sesuatu pada haneul lalu merekapun pergi meninggalkan gedung kantor berdua. Youngmin sudah tidak mendengarkan lagi obrolan ayahnya dan dia berlari mencoba menyusul haneul dan kwangmin,namun dia terlambat karena mobil kwangmin sudah melaju menjauh dari halaman parkir kantor.

Youngmin menghela nafasnya memandangi mobil kwangmin yang menjauh dari kantornya,dia tidak tahu kemana haneul dan kwangmin akan pergi namun dia benar-benar khwatir dia tidak ingin haneul dan kwangmin semakin dekat.

“youngmin!kenapa kau tiba-tiba saja berlari?”Tanya minho yang menyusulnya.

“tidak apa-apa,terimakasih atas teleponnya.”youngmin memberikan handphone minho pada pemiliknya dan pergi menuju mobilnya.

“youngmin!kau mau pergi kemana?”Tanya minho.

“pulang.”youngmin menjawab singkat dan langsung mengidupkan mesin mobilnya.

“oh iya…katakana pada ayahku,aku tidak akan datang keacara makan malam keluarga jung.”youngmin berkata dan minho berbalik marah kearah youngmin namun sayang mobil youngmin sudah meluncur menjauh dari bangunan kantor.

~Double Trouble~

Haneul menatap kearah jendela mobil dia lebih suka menatap kearah pemandangan dluar dari memandang kearah kwangmin,haneul masih terkejut dengan perlakuan mesra kwangmin tadi namun dia tidak bisa marah pada lelaki itu.

“oh iya,aku dengar karnaval di mall COEX apa kau mau melihatnya?”Tanya kwangmin,dia melirik kearah haneul yang melamun.

“karnaval?wah kelihatannya menarik.”haneul berkata dengan senyumnya,namun kwangmin tahu dia kelihatan sedih.

“kau kenapa?apa kau lelah?kita bisa langsung pulang saja.”kwangmin bertanya.

“tidak,baiklah kita pergi kekarnaval itu sudah lama sekali aku tidak pergi kekarnaval.”haneul tersenyum.

“tidak apa-apa,aku tahu kau lelah bagaimana kalau kita langsung menonton filnya saja? Kau mau menonton dimana?”Tanya kwangmin.

“hm..bagaimana kalau dirumahku saja?hani pasti ingin sekali menonton filmmu.”

“hani?oh adikmu yang masih SMA ya?”kwangmin mengkonfirmasi dan haneul mengangguk.

“iya,dia sangat menyukaimu bahkan aku menemukan banyak fotomu di handphonenya.”haneul mengungkapkan dan kwangmin hanya tersenyum.

“jadi rumor itu benar ya,donghyun hyung bilang hampir semua anak SMA menyukaiku.”kwangmin mengungkapkan dan haneul mengangguk.

“siapa yang tidak akan menyukaimu kwangmin-ah kau baik dan tampan.”haneul memuji dan kwangmin tiba-tiba saja berubah menjadi lelaki pemalu dia bahkan bisa meraskan pipinya memanas.

“omo..pipimu merah.”haneul berkata dan tertawa.

“habis,kau memujiku.”kwangmin berkata dan ikut tertawa.

Untuk sesaat haneul bisa melupakan youngmin dan tertawa dengan senangnya,dia harus mencoba menenangkan dirinya sendiri setidaknya dia melupakan memori yang menyakitkan yang dia lihat tadi siang.

Setelah sampai di COEX mall kwangmin dan haneul langsung berjalan menuju karnaval yang ada dilantai bawah mall,banyak sekali oranmg yang datang kebanyakan adalah pasangan dan keluarga kecil haneul bisa melihat anak kecil yang berlari-lari dikarnaval dengan senangnya bersama orang tua mereka.

Melihat wajah senang anak-anak yang bermain membuat haneul merasa relaks sampai akhirnya dia merasakan tangannya digenggam oleh kwangmin,haneul kaget dan langsung melepaskan tangannya dari kwangmin.

Kwangmin kelihatan kecewa namun dia tersenyum dan mengelus kepala haneul,dia tahu kalau sekarang haneul milik hyungnya dan kenyataan itu membuat kwangmin semakin kecewa.

“apa kau haus?”Tanya kwangmin saat mereka melewati stand cola-cola.

“nde..”haneul menjawab.

“sebentar,aku beli dulu ya?kau tunggu saja dikursi sana.”kwangmin menunjuk kearah kursi kosong yang ada didekat komedi putar.

Haneulpun duduk dan menghela nafasnya,dia melirik kearah sekitar dan menemukan sekumpulan anak remaja yang menunjuk kearahnya,mereka menatap haneul penuh dengan kebencian namun haneul tidak tahu kenapa alasannya.

Haneul melirik lagi kearah stand cola-cola dimana kwangmin membeli minum namun dia kaget saat melihat kwangmin dikerubuni oleh banyak orang,sebagian ada yang meminta tanda tangan dan sebagiannya lagi ada yang meminta untuk difoto.

Kwangmin kelihatan kewalahan namun akhirnya dia berhasil mengatasi situasi dan pergi kearah haneul dan memberikannya sebotol cola-cola.

“erm..sebaiknya kita skip saja karnaval ini,disini banyak sekali orang yang mengenalku.”kwangmin berkata dan haneulpun mengangguk.

“baiklah,tapi aku ingin sekali naik itu.”haneul berkata dan menunjuk kearah wahana mainan yang berbentuk seperti kora-kora.

“kau mau naik itu?”Tanya kwangmin,dia menelan ludahnya khawatir.

“iya,pasti sangat menyenangkan.”haneul berkata dan menarik kwangmin untuk mengantri.

Setelah membeli tiket haneul dan kwangmin mengantri dan merekapun menaiki wahana besar itu,kwangmin sudah mulai pucat pasi namun haneul tersenyum dan sangat bersemangat sudah lama sekali dia tidak menaiki wahana mainan seperti ini.

Saat wahana mulai berayun haneul mulai tegang dia bisa merasakan adrenalinnya meningkat begitu juga dengan kwangmin,namun kwangmin mencoba untuk santai dan akhirnya wahanapun berayun dengan cepatnya dan haneul menjerit lalu memeluk tangan kwangmin,kwangmin hanya tertawa melihat tingkah haneul.

Padahal haneullah yang ingin menaiki wahana menyeramkan ini tapi pada kahirnya dia sendiri yang ketakutan dia memeluk lengan kwangmin dan menyembyunyikan wajahnya didada kwangmin dan kwangmin memeluk bahu haneul melindungi gadis itu.

Setelah turun dari wahana itu mereka berdua tertawa,mentertawakan betapa bodohnya mereka bertingkah dan setelah itu kwangmin langsung pergi kestand foto dimana kamera otomatis menangkap moment mereka saat ada diwahana.

“lihat itu kau.”kwangmin menunjuk kearah foto haneul dan dirinya yang tersenyum ,tangan kwangmin melingkar dari bahu haneul.

“iya,aku terlihat sangat konyol.”haneul mentertawakan ekspressi takutnya.

“aku mau mencetak foto itu.”kwangmin berkata dan diapun membeli beberapa fotonya dengan haneul.

Setelah foto mereka dicetak kwangmin memberikan satu lembar fotonya kepada haneul dan satunya lagi untuk dirinya sendiri.

“aku ingin menyimpan kenang-kenangan ini.”kwangmin berkata dan haneul tersenyum.

“ayo kita pulang,sudah malam.”haneul mengajak.

~Double Trouble~

Haneul dan kwangmin berjalan menuju apartemen haneul,mereka masih megobrol dengan asyiknya bahkan mereka lupa waktu. Saat haneul sampai di apartemennya dia melihat sosok youngmin duduk didepan pintu apartemennya,dia kelihatan mengatuk namun dia menahannya.

“youngmin?”haneul memanggil,youngmin yang mengatuk langsung sadar saat dia melihat sosok haneul.

Youngmin langsung berdiri dan merapikan jasnya.

“haneul aku ing—“ sebelum dia menamatkan perkataan kalimatnya,matanya tertuju pada kwangmin yang berdiri disamping haneul.

“kwangmin,kau sudah pulang?”youngmin bertanya,dia berakting kalau dia tidak tahu adiknya itu sudah pulang kekorea.

“ya hyung..baru saja tadi pagi.”kwangmin menjawab.

“darimana kalian?apa yang kalian lakukan?”youngmin mulai mengintrogasi.

“kami hanya jalan-jalan.”haneul menjawab dan youngmin mengepalkan tangannya kesal.

Dia kesal karena dia menunggu hampir seharian untuk haneul karena dia khawatir,tapi haneul malah bersenang-sennag dengan kwangmin bahkan haneul tidak terlihat khawatir ataupun gelisah.

“oh jadi aku disini mengkhawatirkanmu,kau malah bersenang-senang dengan kwangmin?”youngmin bertanya penuh emosi.

“kau tak usah sok peduli padaku,kau hanya peduli pada krystalkan?”haneul membalas dan membuka pintu apartemen.

“oh sekarang kau akan kabur?”youngmin menarik tangan haneul degan kasar,kwangmin hendak memisahkan youngmin dan haneul namun dia mengurungkan niatnya.

“kau yang kabur dari kenyataan! Aku tahu kau masih mencintai krystal.”haneul membentak,suaranya terdengar gemetaran.

“apa maksudmu?aku sudah bilangkan kalau aku tidak mencitainya!”youngmin kembali membentak.

“bohong!kau tidak pernah mencintaiku.”

“kau yang tidak mencintaiku! Kau bisa berselingkuh sesukamu dengan kwangmin dan jongin!”youngmin menuduh dan tangan haneul langsung melayang kearah pipi youngmin.

“aku bukan wanita seperti itu,jo youngmin!”haneul membentak dan menangis dai membanting pintu apartemenya.

Youngmin menyentuh pipinya dan menghela nafsnya,dia seklai lagi menyakiti perasaan haneul.

“hyung sebaiknya kau pulang,ini semua salahku aku yang mengajaknya untuk berjalan-jalan.”kwangmin berkata dan menyentuh bahu kakaknya,namun youngmin menepis tangan kwangmin dengan kasar.

“jika kau sadar dengan kesalahanmu,pergilah menjauh darinya!”youngmin membentak dan pergi.

Haneul menangis dia tubuhnya ambruk kelantai dia memeluk kakinya,hani yang mendengar pertengkaran kakaknya dengan youngmin merasa kasihan dan datang mendekat kearah kakaknya.

“eonni,sabar ya..”hani berkata dan memeluk kakaknya yang menangis.

“aku kesal seklai hani..”haneul berkata dan memeluk kembali adiknya.

“dia akan meminta maaf kok..tenang saja.”hani mengelus-elus punggung kakaknya.

~Double Trouble~

Haneul dengan malasnya membuka pintu apartemenya saat dia mendengar suara bel pintunya berbunyi,dia kaget sekali saat mendapati jongin sudah berdiri dihadapannya dengan sebuket bunga ditangannya.

 

“hi..aku dengar kau sedang sedih.”jongin berkata dan haneul tersenyum.

“begitulah,kenapa kau tiba-tiba datang?”haneul menyandar keambang pintu.

“aku hanya ingin menghibur seorang putri yang bersedih.”jongin berkata.

“masuklah,kalau kau ingin bertemu dengan hani dia ada didalam.”haneul berkata dan jonginpun masuk kedalam apartemennya,dia melihat hani sedang asyik menonton tv.

“oppa kau sudah datang.”hani menyambut dan jngin menganggul lalu mengelus kepala hani seperti yang biasa dia lakukan.

“apa kalian akan diam saja weekend ini?”Tanya jongin.

“sepertinya begitu,aku lelah.”haneul berkata dan memijit pundaknya yang terasa sakit,walaupun dia mencoba untuk terlihat kuat didepan hani jongin tahu betapa lelah nya haneul.

Jongin berjalan kearah haneul dan menyentuh pundak haneul,haneul yang kaget melepaskan tangan jongin dari bahunya.

“apa yang kau lakukan?”Tanya haneul kaget,hani yang melihat reaksi kakaknya hanya bisa tertawa.

“aku hanya ingin membantumu kau bilang kau lelahkan?”Tanya jongin,dia melirik kearah hani seakan menyuruhnya untuk pergi dan hanipun mengangguk mengerti.

“eonni,aku mau pergi dulu kerumah teman ada tuga yang harus aku kerjakan.”hani berbohong dan keluar meninggalkan haneul.

“YA! Kim hani! Kau mau kemana?jangan lama-lama.”haneul berkata dan hani hanya menyahut seenak jidatnya dan pergi.

Haneul mengembungkan pipinya kesal dengan tingkah adiknya,dia tidak ingin ditinggalkan sendirian dengan jongin karena dia merasa canggung ada disekitar jongin.

“aku tidak akan memaksamu kok,tenang saja.”jongin tersenyum.

“oh iya,aku membawa beberapa kaset film dimobilku,jika kau mau kita bisa menontonya.”jongin berkata.

“boleh,aku suka film..kalau begitu aku menyiapkan popcorn nya.”haneul berkata dan jonginpun pergi untuk mengambil kaset film yang dia bawa.

Haneul menghela nafasnya saat melihat jongin keluar dari apartemennya,entah bagaimana dia bisa kabur dari situasi ini dia tidak ingin berada dalam keadaan canggung dengan jongin. Lalu bagaimana jika youngmin datang? Dia pasti akan marah sekali melihat jongin ada di apartemennya.

Urgghh ini semua pasti karena hani! Aku yakin sekali…

Hani yang sedang berjalan tiba-tiba saja bersin,dia tidak tahu kenapa dia tiba-tiba saja bersin seperti itu dia dengan malasnya berjalan menuju taman yang ada didekat gedung apartemenya dia memainkan ayunan disana sendirian.

Dia melirik kesamping dan melihat beberapa anak kecil sedang bermain bersama teman-temannya,anak kecil itu lucu sekali hani gemas dan ingin berlari lalu mencubit pipi tembem anak itu namun dia mengurungkan niatnya.

Anak kecil itu sedang bermain bola dan bola yang dia pegang jatuh dan memantul kearah jalan raya,anak kecil itu mencoba untuk menangkap bola itu dan tanpa sadar anak itu berjalan menuju jalan raya dan ada sebuah mobil yang hendak menabraknya.

hani yang melihat itu langsung berlari mencoba menyelamatkan anak kecil itu,beruntung baginya hani berhasil memeluk anak itu namun saat dia bersiap untuk tertabrak sepasang tangan menarik pinggangnya membuat dia berputar.

“HUWAAA…EOMMA..”anak kecil yang ada dipangkuan hani menangis.

“shut tenang kau baik-baik saja.”hani berkata dan tak lama kemudian seorang wanita muda menghampiri hani.

“ya tuhan!eunjo..maafkan eomma..”wanita itu langsung mengambil eunjo dari pangkuan hani dan menangis memeluk anaknya.

“terimakasih banyak..”wanita itu berkata pada hani.

“tidak apa-apa,lain kali berhati-hatilah.”han berkata,dia tidak menyadari orang yang tadi menariknya ada disampingnya.

“terimakasih untukmu ju—“ sebelum hani bisa menamatkan kalimatnya  dia kaget melihat sosok hyunseong.

“ya!apa kau gila?kau hampir saja memcelakakan dirimu sendiri dan anak itu!”hyunseong membentak.

Hani hanya bisa diam,wanita muda yang menggendong eunjo kelihatan kebingungan.

“sebaiknya aku tinggalkan kalian berdua,terimakasih banyak nak.”wanita itu berkta dan permisi meninggalkan hani dan hyunseong.

“aku benar-benar..akan mendapatkan serangan jantung.. jika kau sampai tertabrak mobil tadi!”hyunseong berkata dengan suara terengah-engahnya.

“maaf.”hani hanya bisa berkata seperti itu,dia sendiri masih shock dengan kejadian tadi.

“Jangan pernah melakukan sesuatu seperti itu lagi,arraseo?!”hyunseong memperingati dan hani hanya bisa mengangguk.

“lagipula apa yang kau lakukan ditaman sore-sore seperti ini?”Tanya hyunseong.

“aku hanya ingin menghirup udara segar.”hani menjawab.

“kau memang aneh,mana ada orang mencari udara segar sore-sore seperti ini.”hyunseong meledek dan hani memasang muka masamnya.

“aku hanya bosan dirumah.”hani beralasan. “ngomong-ngomong,kamu juga sedang apa disini?”hani balik bertanya.

“aku kebetulan lewat saja,aku mau menyapamu tapi kau tiba-tiba saja berlari.”hyunseong mengungkapkan.

“bagaimana keadaan krystal?”Tanya hani iseng,ekspressi hyunseong langsung berubah menjadi masam.

“dia baik-baik saja.”jawab hyunseong.

“kenapa ekspressimu seperti itu?”Tanya hani penasaran.

“aku hanya..”hyunseong ragu-ragu,dia tidak ingin membicarakan masalahnya dnegan krystal namun memendam semuanya sendiri benar-benar membuatnya gila.

“tak apa-apa kalau kau tak mau membahasnya.”hani selalu mengatakan itu pada hyunseong,hyunseong sudah bosan mendengar perkataan itu padahal hyunseong tahu sekali kalau hani ingin mendengar ceritanya.

“sebenarnya beberapa minggu ini aku sedang mempertimbangkan sesuatu.”hyunseong berkata dan melirik kearah hani.

“benarkah?kenapa?”Tanya hani penasaran.

“apa menurutmu sebaiknya aku melepaskan krystal saja?”Tanya hyunseong menatap lurus kearah hani.

“kenapa?aku kira kau mencintai dia.”hani kembali bertanya dan mereka melanjutkan untuk berjalan,entah kemana tujuan mereka yang jelas mereka terllau asyik untuk mengobrol daripada menyadari kemana mereka akan pergi.

“aku rasa aku sudah memaksa krystal,dan aku tidak mau dia menderita.”hyunseong mengungkapkan dan menghela nafasnya berat,ekspressi yang hyunseong tunjukan berhasil membuat hani bersimpati.

“hei…tidak salahkan jika kita berhuang untuk cinta?”hani menepuk pundak hyunseong.

“kasusku dengan krystal berbeda,rasanya akulah yang memaksanya karena dia jelas-jelas masih menyukai mantan kekasihnya.”hyunseong berkata dan mendongak kearah langit menahan airmatanya yang mengancam jatuh kapan saja.

Hani hanya bisa tersenyum tipis,hani mengerti bagaimana perasaan hyunseong apalagi setelah mendengar semua cerita yang lelaki malang itu sampaikan padanya rasa kagum dan simpati membuat hani semakin menyukai lelaki yang ada disamping nya ini.

“krystal beruntung memiliki pacar sepertimu oppa.”hani berkata dan hyunseong langsung melirik kearah hani,dia kelihatan kaget.

“mwo?kenapa kau tiba-tiba memujiku?”Tanya hyunseong kebingungan,hani bukanlah tipe orang yang gampang memuji.

“mendengar semua ceritamu membuatku semakin kagum padamu.”hani berkata dan tersenyum.

“andai saja aku punya seseorang sepertimu disampingku,aku mungkin akan lebih bahagia.”hani mengungkapkan dan hyunseong bisa melihat mata hani berkaca-kaca.

“kau konyol sekali!”hyunseong mengacak-ngacak rambut hani.

“kau tidak ingin seseorang sepertiku,aku tidak sebaik yang kau kira.”hyunseong tersenyum dan menjulurkan lidahnya pada hani,hani yang tersenyum membalas juluran lidah hyunseong juga mereka terlihat seperti anak TK yang sedang bertengkar sekarang.

“ngomong-ngomong kemana oppa mu yang satu lagi?”Tanya hyunseong menyindir.

“aish! Dia bukan oppaku,dia hanya seseorang yang suka pada kakakku.”hani mengungkapkan.

“oh kau menyukai dia ya?”hyunseong menggoda.

“aniyo…dia bukan tipeku.”hani membantah namun hyunseong masih menatap curiga pada hani dan itu membuat hani kesal dan memukul lengan hyunseong.

“ya oppa! Hentikan,aku benar-benar tidak menyukai jongin oppa.”hani berkata dan hyunseongpun mengangguk.

“ok..aku hanya bertanya saja.”

Tanpa mereka berdua sadari mereka berjalan menuju cafe dimana mereka pertama bertemu,masih segar dalam pikiran hani kalau beberapa bulan yang lalu hyunseong menabraknya disini.

“apa kau ingat tempat ini?”Tanya hani tersenyum lebar kearah hyunseong.

“ya,tempat ini adalah tempat dimana aku bertemu denganmu.”hyunseong mengungkapkan,hani bahagia kalau hyunseong masih ingat bagaimana mereka berdua bertemu.

“apa aku mau milkshake lagi?aku haus.”hyunseong menawarkan.

“apa boleh?”Tanya hani penuh dengan semangat.

“kenapa tidak.”hyunseong menarik hani masuk kedalam café.

“tenang saja aku yang traktir.”hyunseong mengedipkan matanya pada hani,hani hanya tertawa melihat tingkah konyol lelaki yang jauh lebih tua darinya itu.

Keadaan café cukup ramai namun kebanyakan customer memilih untuk diam dan menikmati makanan mereka daripada ngobrol,musik pop sistar – ma boy terdengar melantun dari speaker café dan tak menunggu lama hyunseong memesan dua milkshake dan mereka berduapun duduk dimeja kosong.

“oh iya! Minggu depan aku akan mengadakan pertunjukan ballet,aku ingin kau datang.”hyunseong berkata dan mengambl dua tiket acar balletnya lalu memberikannya pada hani.

“ya tuhan! Jadi kau penari ballet shim hyunseong?!”hani memekik saking kerasnya sebagian orang yang sedang memakan makanan nya melirik kearah hani.

Hyunseong tersenyum saat dia melihat hani langsung meminta maaf kepada semua orang dicafe lalu menutup mulutnya dengan malu.

“kenapa kau tidak pernah bilang?!”hani bertanya.

“kau tidak pernah bertanya.”hyunseong mengungkapkan masih tersenyum.

“aku akan datang,lagipula acaranya hari jumat kan?aku bisa datang dengan temanku.”hani berkata dan memasukan kedua tiket yang hyunseong berikan padanya.

“bagus,aku ingin kau menontonnya aku berlatih keras untuk acara itu.”hyunseong mengungkapkan dan hani mengangguk sambil memberikan gesture ok dengan tangannya.

“terimakasih,sudah lama sekali aku tidak mengundang seseorang keacara balletku.”hyunseong berkata.

“kenapa?apa orangtua mu tidak pernah datang?”Tanya hani.

“orangtuaku ada di amerika mereka terlalu sibuk untuk menonton balletku.”hyunseong menjawab dan saat itu seorang pelayan datang dan memberikan hani dan hyunseong dua milkshake yang dia pesan.

~Double Trouble~

Suara film action terdengar sangat keras keluar dari tv,jongin yang sangat menyukai film itu tentu saja dengan fokus nya menonton sedangkan haneul hanya memainkan jarinya dia terlalu canggung untuk menonton dia juga tidak bisa berhenti memikirkan youngmin.

Oh jo youngmin,betapa haneul membenci lelaki itu namun dia tidak bisa berhenti mencintainya Karena haneul adalah seorang yang bodoh. Berapa kalipun youngmin menyakitinya dia selalu saja mencintai lelaki itu,terkadang dia membenci hatinya karena dia selalu memilih youngmin.

“aku harus pergi..”

“jangan pergi..”

Mendnegar dialog didalam film itu haneul mendongak dan mencoba menonton,dia bisa melihat kedua kator berakting dengan baik,film action ini ternyata adalah film yang kwangmin bintangi dia tidak menyadarinya karena haneul terlalu sibuk dengan pikirannya tentang youngmin.

“kwangmin berakting sangat bagus difilm ini.”jongin memuji dan haneul hanya bisa mengangguk.

“iya aku setuju,aku juga menonton drama mingguannya.”haneul berkata dan jongin melirik kearah haneul.

“kalau aku jadi artis dan membintangi drama kau akan menontonnya?”Tanya jongin iseng dan haneul hanya tersenyum tipis.

“jangan mimpi!”haneul menoyorkan kepala jongin.

“aku benar-benar jealous,padahal aku menjadi artis saja akukan cukup tampan.”jongin berkata sambil memasang pose sok kerennya.

“jika kau artis kau akan punya banyak skandal,kau yakin bisa menanganinya mengingat kau tidak bisa melepaskan tanganmu dari wanita cantik.”haneul menyindir dan jongin hanya bisa manyun.

“tapikan itu normal..aku laki-laki dan mereka perempuan,pantaskan aku tertarik pada mereka.”jongin mengungkapkan.

“tapi kau tertarik pada semua wanita yang lewat dihadapanmu dan itu tidak bagus.”haneul beralasan.

“ck..baiklah aku mengurungkan niatku untuk jadi artis,aku takut seluruh wanita di korea jatuh cinta padaku.”jongin berkata dengan arogan nya membuat haneul memutar matanya,perkataan itu sudah haneul sangka akan keluar dari mulut jongin.

“terserah kau saja.”haneul menjawab seenak jidatnya dan kembali menonton.

Jongin sesekali mencuri pandang kearah haneul namun haneul terlalu sibuk dnegan filmnya dia tidak sadar kalau dari tadi jongin memperhatikannya,bahkan saat haneul melamun jongin menatapinya dia berpikir apakah yang haneul sedang pikirkan.

“apa kau sedang memikirkan youngmin?”Tanya jongin mebuat haneul melirik kearah jongin.

“tidak,kenapa kau bertanya seperti itu?”hanuel membantah,padahal dari tadia yang ada dipikiran haneul hanyalah youngmin.

“aku dengar kau sedang bertengkar dengan youngmin.”jongin mengungkapkan dan haneul hanya tersenyum tipis.

“aku tidak apa-apa,lagipula youngmin yang salah.”haneul berkata dan memasang wajah masamnya.

“apa yang terjadi?”jongin akhirnya menghadap kearah haneul mengabaikan film yang sedang mereka berdua tonton.

“dia hanya salah paham.”haneul menjawab dengan malas.

“salah paham?lalu kenapa kau tidak menjelaskan?”

“Karena dia juga tidak menjelaskan padaku apa yang sebenarnya terjadi anatara dia dan krystal!”haneul membentak,dia menghela nafasnya.

“krystal huh?jadi itu maslaah diantara kalian.”jongin mengangguk mengerti.

Jongin sebenarnya bimbang,apakah dia harus membantu haneul dan youngmin berbaikan atau tidak di satu sisi jongin ingin memonopoli haneul dan membuat haneul menjadi miliknya,namun di sisi lain dia sadar betul kalau haneul tidak bahagia bersamanya karena satu-satunya lelkai yang haneul cintai haylah youngmin.

“kau tahukan perusahaan jo dan perusahaan jung menjalin kerjasama??”Tanya jongin dan haneul melirik kearah jongin lalu menggelengkan kepalanya.

“ayah krystal membeli sebagian saham perusahaan jo,jika ayah krystal tahu kalau hubungan naka perempuan nya dengan youngmin berakhir maka hubungan kedua perusahaan jua akan berakhir.”jongin menjelaskan,haneul hanya bis amenunduk dan memainkan tangannya mendengar penjelasan jongin haneul semakin sedih.

“jangan buat youngmin semakin tertekan haneul,dia hanya butuh waktu untuk membangun kembali perusahaannya.”jongin berkata dan mengelus kepala haneul.

“tapi..aku tidak suka jika aku melihat krystal bermanja-manja kepada youngmin,aku benci.”haneul mengungkapkan dan kedua pipinya merah karena emosi matanya berkaca-kaca.

“kau lucu sekali.”jongin berkata dengan sneyum lemahnya,jongin iri sekali andai saja dia ada ditempat youngmin dia tidak akan membiarkan hanul seperti ini.

“sebaiknya kau mengobrol dengannya,kau mau aku menghubunginya?”jongin menawarkan dan haneul menggelengkan kepalanya.

“jangan keras kepala haneul,kau mau berbaikan dengan diakan?”Tanya jongin haneul hanya diam.

“baiklah aku akan memberikan waktu,jika kau masih belum berbaikan dengan youngmin aku yang akan memaksa kalian berdua untuk bertemu.”jongin mengancam,dan haneul mengangguk.

“terimakasih.”haneul berkata.

“sama-sama,kebahagiaanmu adalah kebahagiaanku juga jika kau sedih aku juga sedih.”jongin mengelus pipi haneul.

“jadi jangan bersedih lagi ok?kau membuatku sedih juga.”jongin berkata dan haneul mengangguk.

“kalau begitu bisakah aku melihat senyummu?”jongin meminta.

Haneul tersenyum,entah mengapa saat jongin melihat senyum haneul dia ikut bahagia dan tersenyum seperti seorang yang idiot.

“kim haneul aku heran kenapa kau lucu sekali.”jongin mencubit pipi haneul.

~DoubleTrouble~

Youngmin membaca bukunya dirumahnya sendirian,dia menikmati suasana sunyi yang menyelimutinya dia merasa lebih fokus dan serius jika dia membaca buku ditempat yang sepi namun entah kenapa tiba-tiba saja bayangan haneul datang menyapa pikirannya.

AISH!wanita itu..

Youngmin menutu bukunya,jika dia sudah ingat haneul dia tidak akan pernah bisa fokus apalagi serius. Dia melamun sesaat,dia tidakbisa membantah dia merindukan kekasihnya itu dia rindu kehangatan,canda tawa dan wajah kekasih nya.

Youngmin neon pabo,pabo!

Youngmin memukul-mukul kepalanya dengan bukunya tak pernah dalam sejarah hidupnya dia begitu stress seperti ini hanya gara-gara seorang wanita, namun dengan haneul sepertinya semuanya membuat dia stress dan tegang jika mereka bertengkar.

“apakah aku harus menghubunginya?”youngmin bergumam dan mengambil handphonenya.

Tak ada satupun pesan atau panggilan dari haneul sejak kemarin,youngmin masih emosi jadi dia berusaha menenangkan dirinya. Namun sepertinya dia gagal karena setiap kali dia menutup matanya dia selalu inga wajah haneul, dia mengetik nomor awal handphone haneul namun langsung menghapusnya.

“pengecut!”mendengar pangglan itu youngmin mendongak dan kaget melihat sosok bayanganhaneul dihadapan nya menatapnya dengan tajam.

“HUWAAA…”youngmin menutup wajahnya dengan buku yang dia pegang.

Youngmin menutu matanya berharap bayangan haneul menghilang,perlahan dia menurunkan buku yang dia pegang dan melirik kekanan dan kiri namun dia kaget saat melihat bayangan yang mirip haneul itu duduk disamping kirinya.

“kenapa kau tidak menghubungi dia?”Tanya bayangan itu.

“arggghh pergi!”youngmin berkata dan menutup mukanya dengan bukunya.

“kau tidak akan bisa melupakannya youngmin.”bayangan itu mengingatkan.

Youngmin menghela nafasnya dan menyimpan bukunya.

“lalu apa yang harus aku lakukan?”Tanya youngmin malas.

“telepon dia,katakan kalau kau menyesal dan kau ingin kembali padanya bodoh!”bayangan yang mirip haneul menjawab dan menghilang begitu saja.

“kalau aku bertemu dengan dia apa yang harus aku lakukan?”Tanya youngmin dia kelihatan kebingungan.

“hyung jangan bilang kau berbicara dengan teman imajinasimu agi?”tiba-tiba saja kwangmin datang mengagetkan youngmin.

“bisakah kau tidak muncul secara tiba-tiba seperti hantu?”Tanya youngmin memutar matanya kesal.

“maaf,kau kelihatan sedang kebingungan.”kwangmin duduk disamping youngmin.

“kau masih arah soal kemarin?”Tanya kwangmin.

“kelihatannya?”youngmin malah berbalik bertanya dan pura-pura kembali membaca bukunya,kwangmin tertawa.

“hyung apa kau sadar bukumu terbalik?”Tanya kwangmin dan youngmin langsung membalikan bukunya.

“apa mau mu?pergi sana! Aku mau membaca.”youngmin berkata danmendorongkwangmin menjauh darinya.

“oh ayolah hyung,aku dan haneul hanya berjalan-jalan.”kwangmin mencoba menjelaskan.

“oh ya?apa kau memegang tangannya? Atau mungkin kau juga memeluknya?”youngmin mulai naik pitam dan membanting buku yang dia pegang.

“hyung!haneul-ah tidak seperti itu,dia bahkan melepaskan genggamanku saat aku tidak sengaja menyentuh tangannya.”kwangmin mengungkapkan.

“kau mengengam tangannya?!”youngmin berdiri,dia marah sekali dan tangannya sudah mengepal siap meninju kwangmin kapan saja.

“hyung tenang dulu ok?sebaiknya kau bicara pada haneul secara baik-baik.”kwangmin memberi saran dan youngmin kembali duduk dikursinya.

“haneul sepertinya sedih,dia bertingkah aneh sekali kemarin apa kau bertengkar denan dia sebelumnya?”Tanya kwangmin.

“ya,aku bertengkar dengan dia.”youngmin mengakui.

“sudah kuduga! Apa yang kau lakukan sekarang?”kwangmin bertanya mengingat ini adalah pertengkaran kedua antara haneul dan kakaknya.

“dia tidak sengaja melihat aku dan krystal berdua.”mata kwangmin langsung melebar.

“HYUNG!”kwangmin memekik.

“kau sebaiknya menjauh dari krystal jika kau ingin bersama haneul.”kwangmin menyarankan.

“kau tidak tahu kondisinya,direktur jung mengancam abeoji.”youngmin mengungkapkan dan ekspressi kwangmin langsung berubah.

“apa yang terjadi?”

“kelihatannya direktur Jung menjalin hubungan kerjasama dengan perusahaan kita karena aku dan krystal.”youngmin bercerita.

“apa?tapi itu tidak professional.”

“tapi itu kenyataannya.”

Kwangmin hanya bisa diam sekarang dia mengerti posisinya kakaknya itu dan dia merasa bersalah mencoba merebut haneul dari kakaknya.

“hyung..sebaiknya kau jelaskan semua ini pada haneul.”kwangmin menyarankan.

“aku ingin sekali,tapi apakah dia bisa menerimanya?”youngmin bertanya dia menatap kearah handphonenya dimana foto haneul dengan setianya menghiasai wallpaper handphone itu.

“setidaknya dia tahu yang sebenarnya..”kwangmin berkata dan menepuk bahu youngmin.

“jika kau mencintainya kejar dia hyung,kau tak ingin kisah cintamu dengan haneul berakhir seperti kau dan krystalkan?”kwangmin bertanya dan youngmin mengangguk.

“aku tak akan mengulangi kesalahan itu lagi,aku tak akan melepaskan haneul.”

Ditengah hening yang menyelimuti kwangmin dan youngmin keduanya dikagetkan dengan ringtone handphone kwangmin yang terdengar snagat eras,kwangmin langsung menghidupkan handphonenya dan melihat nomor eunhye tertera di handphonenya.

“ne,noona ada apa?”kwangmin mengangkat teleponnya.

“kwangmin-ah,aku dengar kau sudah ulang dari Australia.”eunhye berkata dnegan nada bicara yang semangat.

“ya aku baru pulang kemarin.”kwangmin menjawab dan tersenyum.

“oh ya?bagus kalau begitu,bagaimana kalau kita berkumpul bersama staff drama lain?suzy-ah inginbertemu denganmu loh..”eunhye menggoda,taklama kemudia kwangmin bisa mendengar teriakan suzy yang mengatakan ‘tidak’ dengan keras dan suara tawa eunhye terdengar.

“bagaimana kwangmin-ah apa kau mau bergabung?”Tanya eunhye lagi.

“baiklah aku akan kesana,tunggu saja aku ok?”kwangmin berkata dan eunye memberitahu dimana dirinya dan suzy menunggu.

Kwangmin menutup teleponnya dan tersenyum,melihat senyum kwangmin youngmin jadi penasaran karena dia bisa merasakan kesenangan yang kwangmin rasakan.

“siapa yang meneleponmu?apakah kau berpacaran dengan seorang noona?”youngmin menyelidik.

“bukan! Tadi eunhye noona,dia bilang dia ingin berkumpul denganku dan staff drama yang lain.”kwangmin mengungkapkan.

“eunhye?yoon eunhye?”Tanya youngmin kaget,dia sangat menyukai yoon eunhye semenjak acting nya di coffee prince.

“ya,yoon eunhye..sampai jumpa hyung semoga kau berhasil berbaikan dengan haneul.”kwangmin berkata dan pergi meninggalkan youngmin yang kebingungan sendirian.

“ya!jo kwangmin!”panggil youngmin namun kwangmin mengacuhkan panggilan kakaknya itu.

~Double Trouble~

Film yang jongin dan haneul tonton akhirnya tamat dan jongin mengeliat melurus tubuhnya yang sedikit kaku,namun dia kaget sekali saat merasakan suatu yang berat jatuh kepundaknya dia melirik kearah pundaknya dan melihat haneul sudah tertidur.

Jongin tersenyum dan melingkarkan tangannya dipundak haneul,dia menyelipkan beberapa lembar rambut haneul yang menutupinya wajah gadis itu. Jongin semakin terkesima saja dengan kecantikan haneul yang semakin bersinar saat dia tertidur,haneul terlihat sangat polos dan tenang saat dia tidur.

Pandangan jongin langsung jatuh kearah bibir haneul yang sedikit terpisah,tangan jongin menyentuh bibir bawah haneul dan haneul mengerang lembut. Jongin langsung menghilangkan segala niat yang hendak dia lakukan diapun dengan pelannya menidurkan haneul di sofa,dia mengambl selimut kecil yang ada di kamar hani.

Setelah mengambil selimut itu dia melingkarkan selimut itu pada haneul,haneul tidak bereaksi dia masih diam dengan nyenyaknya tertidur pulas. Jongin tersenyum dan mengelus kepala haneul, jika haneul miliknya dia pasti sudah mencium wanita itu dari tadi namun dia harus menahan hasratnya.

“suatu hari nanti..haneul,suatu hari nanti kau akan jadi milikku.”jongin berkata.

 

To Be Continue..

Do’t Forget The Comment 🙂

ps: gimana reader? Jongin so sweet bangetkan? (-__^)

Iklan

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 11~

  1. huah jd haneul enk bgt ya di sukai bnyk pria…. haneul ma youngmin cptn baekan dnk… ini smw gr2 krystal… emg krystal gk bsa ya klo gk dkt2 ma youngmin… pengganggu hub org aj dh

  2. dsatu sisi aku seneng youngmin pacaran sama haneul..tp dsisi lain aku kasian dgn jongin..dia msh blm bisa ngelepasin haneul kaya krystal..aku jd sedih..huhuhu..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s