Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 10~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

SPECIAL GUEST:

Jo In Sung as Youngmin and Kwangmin Father

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : Teens 16+

Sinar matahari membuat mata haneul sakit,dia mengerang dan berbalik kesamping lain menghindari sinar matahari itu. Dia bisa merasakan dada kekar youngmin menyentuh pipinya,haneul sekarang ingat dia bukan di seoul tapi di jeju,menghabiskan waktu bersama youngmin.

Tangan youngmin masih melingkar dipinggang haneul,haneul membuka matanya malas dan melihat youngmin masih tidur dengan nyenyak. Wajah youngmin semakin tampan saja jika dia sedang tenang,haneul menyentuh dagu youngmin menyentuh kulit mulus youngmin dan mengusap kedua mata youngmin.

Saat matanya jatuh kearah bibir merah youngmin,dia jadi ingat ciuman mereka saat kemarin malam haneul tanpa sadar menyentuh bibir youngmin sambil menggigit bibirnya namun dia kaget saat youngmin menggigit jarinya.

“ah..”haneul terkejut dan melenguh.

“sampai kapan kau akan memandangiku?”Tanya youngmin dan diapun membuka matanya.

“sampai aku bosan..”haneul menjulurkan lidahnya pada youngmin.

“hm..aku khawatir,karena biasanya wanita tidak bosan dengan wajahku.”youngmin berkata dan memeluk haneul,haneul tersenyum dan mengistirahatkan kepalanya didada youngmin.

“oh ya sudah,aku terpaksa harus tetap bersamamu selamanya.”haneul memeluk pinggang youngmin dan youngmin melingkarkan tangannya dibahu haneul.

“aku tidak mau pulang..”youngmin berkata dan menghela nafasnya.

“kenapa?kita tidak bisa tinggal disini,bagaimana dengan pekerjaanmu?”haneul berkata walaupun dia sendiri juga tidak ingin kembali ke seoul,dia sudah lelah dengan apartemen kecilnya dan suara gaduh yang selalu dia dengar karena gedung apartemennya terletak tidak jauh dari jalan raya.

“kau benar,sepertinya kau dan aku terjebak di kantor seoul.”youngmin berkata dan mengelus kepala haneul.

“lagipula aku suka seoul,walaupun bising aku suka pemandangan disana juga.”haneul berkata dan menutup matanya.

“kita harus kembali siang ini,lebih baik kita bersiap-siap.”youngmin berkata dan haneul mengerang kesal.

“lima menit lagi..”haneul berkata dan youngmin mengangguk.

“ok..lima menit lagi.”youngminpun memutuskan untuk menutup matanya juga,menghirup harum shampoo rambut haneul.

~Double Trouble~

“oh bagus sekali..sekarang dia juga mau mengacuhkanku?!”hani membanting handphonenya saat dia mendengarkan suara voice mail hp haneul,dari kemarin malam kakaknya itu tidak menganggkat teleponnya dan anehnya kakaknya itu tidak pulang semalaman.

“kemana dia?!”hani memukul-mukul bantal dikamarnya,setelah dia selesai membawa semua barangnya dari rumah nenek dan kakeknya hani langsung membereskan barang-barangnya.

Tingtong…tingtong..

Suara bel terdengar,hani langsung bangkit dari posisi tidurnya dan berlari kearah pintu apartemennya dan dia sudah bersiap-siap untuk memarahi kakaknya yang tidak pulang semalaman dan meninggalkan dia sendirian.

“EONNI!”hani membentak namun dia kaget saat melihat sosok junhong yang ada didepan pintunya.

“hani-ya..bukankah sehausnya kau memanggilku oppa?”junhong bertanya,junhong mengira kalau hani memanggilnya.

“apa?kenapa kau ada disini?”hani berkata,dia jelas tidak senang dengan kehadiran remaja lelaki itu.

“aku hanya ingin mengantarkan ini.”junhong memberikan hani kotak kecil dengan kue beras didalamnya.

“untuk apa ini?”hani bertanya penuh kebingungan.

“kemarinkan festival daeboreum,kau harus makan kue itu agar beruntung sepanjang tahun.”junhong menjelaskan dengan senyum lebarnya pada hani.

“aish..gak usah! Aku gak suka kue beras.”hani memberikan kembali sekotak kue yang junhong berikan padanya.

“tapi hani-ya..ibuku membuatkan kue ini special untukmu bahkan dia sengaja membuatkannya tadi pagi dia bilang kue ini tidak enak jika dimakan dingin.”junhong beralasan dan hanipun menghela nafasnya kesal.

Dia sedang tidak mood untuk berdebat dengan kecoa didepannya,hanipun mengambil lagi kotak kue yang junhong berikan untuknya.

“terimkasih junhong-ah aku sangat suka kue beras katakan pada ibumu aku benar-benar berterima kasih lain kali tak usah mengirimkan apapun,aku tak mau membuat ahjumma repot dan selamat tinggal jangan kembali lagi.”hani menarik pintu apartemen namun dengan sigapnya zelo memasukan sebelah kakinya sehingga hani tidak bisa menutup pintu.

“kau mau apalagi?!”hani bertanya.

“apa itu saja?akukan tamu,apa kau tidak akan menggundangku masuk?”junhong bertanya dan menaikan halisnya,hani mengertakan giginya kesal dan membuka pintu apartemenya.

“masuklah,tidak lebih dari lima menit.”hani berkata dan junhongpun mengangguk penuh semangat.

“yey! Ok tenang saja hani-ya aku hanya berkunjung sebentar.”junhong berkata dan langsung masuk kedalam apartemen haneul,dia membuka sapatu sneakers nya.

“lagipula inikan masih pagi,kenapa kau datang kesini?”hani bertanya dan menyimpan kotak kue beras yang junhong berikan padanya didapur.

“aku sedang jogging dan memutuskan untuk mengunjungimu.”junhong berkata dan duduk disofa dengan nyamanya.

“wah..apartemen haneul noona sangat nyaman,haneul noona pasti rajin membersihkannya ya?”junhong berkata dan memeluk bantal kecil yang ada disudut sofa.

“bukan urusanmu,lagipula eonni selalu marah kalau aku mengotori apartemennya kadang aku juga kesal dengan semua omelannya.”hani berkata dan membawa dua gelas air dan beberapa toples kue untuk junhong nikmati.

“haneul noona baik,aku suka dia.”junhong berkata dan menatap kearah foto haneul yang ada dimeja kecil dekat sofa.

“kalau begitu kenapa kau tidak jadian saja dengan dia?!”hani berkata dengan ketus dan menyimpan baki yang dia bawa dimeja.

“bukan suka seperti itu! Tapi suka dalam artian mengagumi kau tahu itu?!”junhong menjelaskan dan hani duduk disamping junhong sambil melipat tangannya.

“eonni memang cantikan?kenapa kau tidak goda saja dia dan tinggalkan aku sendirian.”hani menyindir dan junhong tertawa,hani yang sedang marah memang lucu sekali.

“aigoo..uri hani cemburu ya?aku hanya bercanda kok,kamu yang paling cantik untukku.”junhong berkata dan mencubit pipi hani,hani dengan juteknya menepis tangan junhong.

“hentikan! Aku bukan anak kecil.”hani berkata dan membuang mukanya.

“oh ayolah jangan bilang kau jealous pada kakakmu sendiri.”junhong menggoda.

“tentu saja tidak! Siapa juga yang cemburu,jangan GR ya.”hani menoyorkan kepala junhong dan junhong tersenyum.

“kalau begitu,kenapa kau cemberut seperti itu?ayo..ngaku.”junhong menggelitik pinggang hani,hani tertawa dan mencoba melepaskan tangan junhong dari pinggangnya.

“ahahaha junhong!geli!”hani memekik dan tertawa,hani membalas kelitikan junhong dan merekapun langsung berperang saling menggelitik.

Junhong berlari menjauh dari hani dan hani mengejar junhong,apartemen kecil haneulpun menjadi tempat bermain mereka sekarang. Junhong mencoba berlari kedapur namun hani berhasil menggelitikki junhong dan mereka berduapun terjatuh kelantai dengan posisi hani diatas junhong,hani tidak berhenti menggelitikki junhong membuat lelaki itu tertawa sambil menggeliat dia lantai menahan rasa gelinya.

“hahahaha hani-ya ampun!ampun!”junhong berkata dan hanipun menghentikan kelitikannya karena dia kasihan melihat wajah junhong yang sudah merah karena menahan tawa dan geli.

“lain kali jangan memprovokasiku!”hani berkata dan dia hendak berdiri dari atas junhong.

Junhong menyeringai dan menarik hani membuat hani terbaring dilantai dengan mata yang terbuka lebar dia kaget sekali,junhong langsung membalikan posisi dan dia sekarang ada tepat diatas hani.

“aku tidak memprovokasimu,aku hanya ingin bercanda denganmu.”junhong berkata,dia mendekatkan wajahnya pada hani.

Hani tidak tahu harus bagaimana dia langsung menutup matanya begitu saja,dia bisa merasakan bibir lembut junhong menyentuh bibirnya. Bibir junhong bergerak sesekali menyedot bibir bawah hani,hani hanya menututup bibirnya rapat-rapat tidak memberikan kesempatan pada junhong untuk menciumnya.

“apa kau tidak mengijinkanku menciummu?”junhong berkata setelah dia melepaskan ciumannya.

“ya!ber—“sebelum hani bisa menamatkan kalimatnya junhong mencium hani kembali,hani hanya bisa diam menikmati kecupan junhong yang lembut namun sangat mengairahkan.

“Hani..saranghae..”junhong akhirnya melepaskan ciuman mereka,hani yang mendengar kata ‘saranghae’ keluar dari mulut junhong hanya bisa diam,entah dia harus membalasnya atau kembali marah.

“junhong sebaiknya kau pulang,eonni akan pulang sebentar lagi aku tidak ingin dia salah sangka.”hani berkata dan mendorong junhong menjauh darinya.

Junhong kelihatannya kecewa namun dia menyembunyikan kekecewaannya itu dengan senyum lebar nya.

“baiklah,aku pulang..aku akan menghubungimu nanti.”junghong bangkit dan berdiri.

Hani hanya mengangguk dan mengantarkan junhong sampai pintu depan,junhong kelihatannya masih ingin bersama dengan hani namun melihat sikap hani yang masih dingin padanya membuatnya kecewa.

“hani-ya..aku ingin kita kembali,seperti dulu.”junhong berkata dan mengelus kepala hani,namun hani tidak menjawab.

“sebaiknya kau pulang,lupakan apa yang terjadi.”hani berkata dengan dinginnya dan menutup pintu.

Junhong hanya membatu menatap pintu yang ada didepannya,apakah hani benar-benar sudah menutup hatinya untuk dirinya? Apakah terlambat bagi mereka untuk saling mencintai lagi seperti dulu?

Junhong hanya tersenyum pahit dan berjalan meninggalkan apartemen hani,dia mencoba menghapus segala kesedihannya dia tidak ingin membuat ibunya khawatir.

Mendengar langkah kaki junhong yang menjauh hani hanya bisa menutup mulutnya menahan isak tangisnya,entah kenapa semua ini sangat menyakitkan bagi hani apakah dia masih menyukai junhong? Hani hanya ingin melupakan lelaki itu namun entah kenapa sepertinya kenangan-kenangan manis mereka tak pernah pergi dari otaknya.

Hani selalu ingat bagaimana hangatnya tangan junhong melingkar ditangannya,dia selalu ingat betapa manisnya kata-kata junhong dan yang paling membuatnya tersiksa adalah hani selalu ingat bagaimana lembut dan manisnya bibir junhong.

“aku benci kau choi junhong!”hani berkata dan menangis memeluk lututnya dibalik pintu,mendengar langkah kaki junhong yang semakin menjauh menyiksanya.

“aku pulangg…”taklama kemudian haneul datang,dia membuka pintu apartemennya membuat hani terjungkal kebelakang.

“Hani?kau kenapa?”Tanya haneul saat dia melihat hani yang menangis,hani segera menyeka airmatanya dan berdiri menyambut kedatangan kakaknya itu.

“Eonni?! Kau kemana saja?aku benar-benar kesepian tanpamu!”hani berkata dan memeluk haneul,haneul memeluk kembali hani dia sangat khawatir saat dia melihat hani menangis.

“hani ada apa?apa eomma datang dan marah lagi?”Tanya haneul dan da menyeka kedua pipi basah hani dengan tangannya.

“aniyo..aku hanya sedih..”hani berkata dia baru menyadari kalau seorang lelaki yang mirip dengan kwangmin berdiri disamping kakaknya,wajahnya mungkin mirip kwangmin namun rambutnya pirang dan dia memakai jas sama sekali bukan style kwangmin.

“jo kwangmin?!”hani menunjuk tidak yakin.

Lelaki itu tersenyum dan menggelengkan kepalanya membuat hani sedikit kecewa,padahal dia ingin sekali bertemu dengan idolanya itu.

“oh jadi kau siapa?”Tanya hani dan haneul menyentuh bahu hani.

“kenalkan ini jo youngmin,dia kakak kembar kwangmin.”haneul mengenalkan dan youngmin langsung mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

“hi aku youngmin,senang bisa bertemu denganmu hani.”youngmin tersenyum.

“senang bertemu denganmu juga,youngmin oppa.”hani berkata dan tersenyum juga.

“haaha sedikit aneh mendnegar seseorang memanggilku oppa.”youngmin tertawa begitupun haneil dan hani.

“well,mulai sekarang kau akan sering mendengar panggilan itu.”haneul berkata dan melingkarkan tangannya dilengan yougmin.

Hani yang melihat gelagat mesra haneul dan youngmin curiga,dia menarik tangan haneul agar menjauh dari youngmin lalu berbisik.

“jangan bilang eonni berpacaran dengan dia!”hani berkata dan haneul mengigit bibinya khawatir.

“hm..soal itu.”haneul berkata dan hani sudah tahu jawabannya.

“kau memilih dia dibandingkan jongin oppa?kenapa kau tega sekali eonni?”hani berdesis.

“hani,kau tidak tahu masalahnya sebaiknya kau tidak ikut campur.”haneul memperingati adiknya dan hani hanya bisa melipat tangannya kesal.

“terserah..eonni benar-benar berhasil menghancurkan hati jongin oppa kau tahu itu?”hani berkata dan masuk kedalam apartement tanpa berkata apapun.

“kenapa dengan dia?”Tanya youngmin,dia menyadari perubahan sikap hani padanya.

“bukan apa-apa,apa kau mau masuk dulu untuk minum teh?”haneul menawarkan.

“tidak usah,aku harus pulang masih ada beberapa hal yang harus aku urus.”youngmin berkata dan haneulpun mengangguk menegrti,pacarnya itu CEO sibuk dia tidak bisa bersantai dirumah seharian walaupun hari ini hari minggu.

“baiklah,telepon aku jika kau tidak sibuk.”haneul berkata dan youngmin mencium bibir haneul sekilas.

“kau tak usah mengingatkanku,aku pasti menelepon.”youngmin berkata dan pergi,haneul melambaikan tangannya dan tersenyum.

Setelah berpisah haneul segera masuk keapartementnya memanggil hani yang sepertinya menghilang kekamarnya.

“hani,kau sebaiknya tidak bersikap seperti itu pada youngmin.”haneul menasehati namun hani kelihatannya tidak peduli,dia hanya mengangguk dan pura-pura sibuk dengan PR yang harus dia kerjakan.

“kim hani!”haneul berkata dan menggembrak meja belajar hani,dia tidak suka jika dia sudah  diacuhkan oleh adiknya seperti tadi.

“iya eonni,aku mengerti bisakah kau keluar dan tidak menganggu belajarku?”hani berkata dan melanjutkan mengerjakan PR nya.

Haneul menghela nafasnya dan keluar dari kamar hani,terkadang hani selalu membuat emosinya naik.

~Double Trouble~

Jessica baru saja selesai bekerja di butiknya,butiknya hari ini sangat ramai sekali dan itu membuat Jessica kaget sekaligus senang sepertinya hampir wanita diseoul pergi berbelanja kebutiknya hari ini.

Dengan lemasnya Jessica membuka pintu apartemen nya yang dengan anehnya terbuka dan tidak terkunci,dia mengerutkan keningnya saat dia baru sadar kalau apartemennya tidak dikunci dia langsung melirik kesekitar takut kalau seseorang merampok apartemennya.

Namun dia lega sekali saat dia melihat isi apartemennya masih rapih namun ada satu sosok yang membuatnya kaget, jongin dia sedang ada didapur Jessica memasak sesuatu Jessica tidak yakin namun jongin memakai apron kuningnya sambil mengaduk-ngaduk sesuatu dipanci.

“noona,kau sudah pulang?”jongin berkata dengan senyum khasnya,Jessica tersenyu melihat betapa lucunya jongin dengan apron kuning nya.

“ya,apa yang kau lakukan disini?”Jessica bertanya,dia ingin tertawa terbahak-bahak melihat jongin memakai apron kuningnya.

“hm..aku hanya bosan,jadi aku memutuskan untuk memasak maukah kau membantuku?”jongin bertanya dan jessicapun mengangguk.

“tentu saja,aku tak mau memakan racun yang kau masak.”dan jonginpun tertawa canggung sambil menggaruk kepalanya.

“noona,aku belajar lagipula masakanku tidak begitu mematikan.”jongin membela dirinya.

“jongin,kau pernah memasukan gula saat kau memasak telur untukku waktu aku sakit.”Jessica mengingatkan insiden beberapa tahun yang lalu saat Jessica terkena demam dan jongin menawarkan untuk memasak untuknya.

“saat itu aku sedang melamun noona,bisakah kau lupakan kejadian itu?”jongin berkata dan pipinya bersemu merah,Jessica tertawa dan menepuk pantat jongin.

“hahaha aku tidak bisa melupakannya,aku suka menggodamu dengan kejadian itu.”Jessica berkata.

“Noona! Bisakah kau tidak menepuk pantatku?aku sudah besar..”jongin berdesis kadang dia malu jika Jessica melakukan itu.

“kau masih kecil dimataku jongin.”Jessica berkata dan mengambil sendok untuk mencicipi soup buatan jongin.

Jessica kaget saat dia mencicipi soup jongin,entah sejak kapan jongin bisa memasak seperti ini soupnya terasa enak dan bumbunya pas masakannya sopnya rasanya hampir sama dengan soup yang biasa Jessica buat.

“wow..apa kau belajar untuk memasak?sejak kapan?”Tanya Jessica dan jongin hanya tersenyum bangga.

“aku belajar untuk haneul,tapi sepertinya kemampuanku sia-sia.”jongin berkata dan mengaduk soup ayamnya lagi.

“kenapa?apa yang terjadi?”Jessica bertanya.

Saat jongin mengucapkan nama haneul jongin tidak tersenyum seperti idiot padahal kemarin-kemarin jongin bersemangat sekali menceritakan kalau dia akan membawa haneul kedanau favoritenya untuk mengungkapkan perasaan nya pada gadis itu.

“sepertinya haneul suka lelaki lain.”jongin menjawab dengan nada lemas,Jessica menghela nafasnya.

“aku sedih mendengar itu…tak apa-apa,sebaiknya kau mencari wanita lain kau tidak bisa memaksakan cintakan?”Jessica bertanya dan menepuk bahu jongin penuh simpati.

“ya aku rasa begitu,tapi aku benar-benar berharap haneul bisa bahagia..aku sangat kecewa tapi aku tidak ingin memaksanya.”jongin berkata dia menyembunyikan kesedihannya dibalik senyum lebarnya.

Jessica yang sudah mengenal jongin bertahun-tahun tentu saja tidak percaya dengan perkataan jongin dan senyum jongin,dia tahu seklai karakter sepupunya itu tidak mungkin jongin menyerah begitu saja apalagi inikan penolakan jongin yang pertama.

Jessica tahu jongin pasti sedih,jongin pasti ingin menangis dan marah karena itu sekarang dia bersikap aneh dia tiba-tiba saja mau masak dan datang ke apartemen Jessica.

“aku tahu kau sedih,kau bisa jujur padaku jongin.”Jessica berkata,Jessica bis amelihat airmata mulai berkumpul disudut mata jongin.

“apa yang kau katakan noona?aku tidak sedih,aku playboy noona mendapat penolakan dari satu wanita tidak masalah bagiku.”jongin berkata dan segera mengalihkan pandangannya,dia tidak ingin jessica melihat betapa sedihnya dia.

“kau bohong,aku tahu kau sangat menyukai haneul..aku sudah dengar dari kyungsoo.”Jessica mengungkapkan dan jongin hanya mendengus.

“kau dan kyungsoo memang tidak pernah bisa meninggalkan kehidupan pribadiku ya?kenapa kalian harus selalu memata-mataiku?!”jongin berkata dan tersenyum pahit.

“karena kami peduli padamu jongin aku,kyungsoo,suho,sehun kami menyayangimu.”Jessica berkata dan jongin berhenti mengaduk soupnya.

“jika kalian peduli padaku kenapa kalian selalu mengungkitnya?!aku tahu,tapi aku hanya ingin sendirian terkadang aku hanya ingin memecahkan masalahku sendiri! Ya tuhan noona aku bukan anak kecil!”jongin berkata dan melemparkan sendok yang dia pegang kelantai.

“jongin..”Jessica memanggil,jongin menatap nanar kearah Jessica airmatanya mengancam untuk tumpah.

“aku..aku hanya ingin sendirian.”jongin berkata dan mengusap rambutnya kesal.

“kenapa noona?!apa kekuranganku?apa aku kurang tampan?”jongin bertanya,Jessica hanay menunduk,menyedihkan baginya melihat jongin patah hati seperti ini.

“aku mau berubah untuknya,bahkan aku berhenti pergi keclub dan tidur bersama wanita-wanita murahan itu..aku bahkan memutuskan untuk berhenti minum alkohol tapi kenapa?”jongin meremas tangannya,emosinya meluap-luap.

“jongin,ini bukan tentang bagaimana dirimu tapi cinta itu tentang perasaan..”Jessica berkata.

“aku tahu,tapi..aku benar-benar kecewa dan marah aku kira dengan berubahnya aku haneul bisa menyadari betapa aku mencintainya namun dia..dia malah memilih si brengsek youngmin.” Air mata jongin akhirnya tumpah,dia segera menyeka airmatanya itu dan meleapskan apron kuning yang dia kenakan.

“sebaiknya aku pulang.”jongin berkata dan menyimpan apron kuning Jessica di counter dapur.

Jessica berlari menyusul jongin dan memeluk jongin dari belakang,jongin yang merasakan tangan Jessica melingkar dipinggangnya berhenti melangkah.

“jangan pergi,aku mengerti..aku tidak akan membahas soal haneul lagi.”Jessica berkata.

Jongin menghela nafasnya dan melepaskan tangan Jessica dari pinggangnya.

“noona,aku rasa aku harus pergi dari korea.”jongin mengungkapkan.

“kenapa?kau mau pergi kemana?”Tanya Jessica.

“aku akan pergi kejepang,aku rasa perusahaanku butuh cabang yang baru.”

“jongin-ah…jangan lari dari semua ini,kau harus menghadapinya.”Jessica memegang tangan jongin.

“aku akan ada disisimu apapun yang terjadi.”Jessica menatap kearah jongin,memaksakan sebuah senyuman dan jonginpun mengangguk.

“terimakasih noona,aku rasa aku bisa tinggal disini untuk sementara.”jongin tersenyum dan merekapun kembali memasak didapur,setidaknya dengan memasak jongin bisa melupakan haneul untuk sesaat.

~Beberapa bulan kemudian..~

Dengan bahagianya haneul berjalan menuju kantornya,entah kenapa hari ini dia sangat berbahagia dan tidak sabar untuk bertemu dengan youngmin. Haneul duduk dimejanya dan mengeluarkan beberapa dokumen yang harus dia kerjakan,dia menunggu youngmin untuk datang.

Dia sudah menyiapkan makan siang nya dengan youngmin,haneul tidak bisa berhenti tersenyum dia benar-benar merasa sebagai wanita yang paling bahagia didunia ini dan kebahagiaannya lengkap saat dia melihat sosok youngmin keluar dari lift.

Wajah youngmin langsung cerah saat dia melihat kekasihnya haneul sudah berkutat dengan pekerjaannya di mejanya,beruntung seklai kantornya sedang sepi hari ini jadi dia bisa sedikit bermesraan dengan sekertaris sekaligus kekasihnya itu.

“hm..apa yang pacarku lakukan pagi-pagi sekali?”youngmin berkata dan berdiri didepan meja haneul dengan tangannya yang dilipat didadanya.

“aku sedang bekerja sajang-nim, kau tidak melihatnya?”haneul menggoda dan tersenyum.

“bekerja ya?kalau begitu bisakah kau bekerja didalam kantorku saja?”youngmin mengedipkan matanya dan haneul hanya menggelengkan kepalanya.

“jika aku bekerja didalam kantormu aku takut kau tidak bisa fokus sajang-nim.”haneul berkata dan youngminpun tertawa.

“kau tahu aku haneul-ah..”youngmin berkata dan menarik dagu haneul untuk mencium bibir gadis itu.

“youngmin-ah..kita sedang dikantor..”haneul berkata mendorong youngmin menjauh darinya.

“lalu kenapa?tidak ada orang lainkan?”Tanya youngmin dia melirik kesekitarnya dan sepertinya kantornya benar-benar kosong.

“iya aku tahu..bagaimana kalau kita makan siang bersama?aku sudah menyiapkan bekal untukmu dan aku.”haneul berkata dan youngmin mengangguk.

“ingatkan aku saat jam makan siang tiba.”youngmin berkata sebelum dia mencuri lagi sebuh ciuman dari haneul.

“youngmin-ah!”haneul mengeluh dan youngmin hanya menyeringai lalu masuk kedalam kantornya.

Taklama setelah dia duduk di mejanya handphone haneul bergetar dan dia mendapatkan satu pesan dari youngmin.

Terimakasih atas ciuman paginya😉

aku akan merindukanmu :*

haneul menggelengkan kepalanya,youngmin benar-benar konyol dan kekanak-kanakan namun dia menyukai itu. Kata-kata manis youngmin selalu berhasil membuat nya tersenyum sepanjang hari,tidak pernah dalam hidupnya haneul tidak sabar agar waktu langsung menunjukan jam makan siang.

Setelah berkutat beberapa menit dengan pekerjaan nya haneul mendengar telepon nya berdering,haneul dengan sigapnya mengangkat telepon itu dengan nada professionalnya seperti biasa.

“bisakah aku berbicara dengan CEO jo youngmin?”suara seorang lelaki terdengar dari seberang telepon.

“iya tentu saja tuan,boleh saya tahu dengan siapa saya berbicara?”haneul bertanya.

“katakan ayahnya menelepon.”lelaki itu menjawab,haneul yang terkejut hanya membatu sesaat dan dia segera menghubungi kantor youngmin.

“iya,ada apa sayang?”youngmin mengangkat teleponya dengan mesra,haneul bersumpah dia ingin muntah saat dia mendengar kata sayang keluar dari mulut youngmin.

“sajang-nim,ayah anda ingin menghubungi anda apakah anda akan menerima panggilannya?”haneul berkata mencoba untuk professional.

“ayahku?baiklah sambungkan aku dengan dia.”youngmin bekata,haneul segera memberitahukan pada lelaki yang meneleponnya tadi dan menyambungkan panggilannya dengan telepon youngmin.

Haneul sedikit khawatir,suara ayah youngmin terdengar sangat dingin dan tegas entah kenapa haneul merasa sangat terintimidasi dengan suara lelaki itu. Namun haneul berpikir sebenarnya orang seperti apakah ayah youngmin itu?apakah dia juga tampan seperti youngmin?ataukah dia seorang yang tegas dan keras?

Haneul memutuskan untuk melupakan semua pertanyaan yang bisa membuat kepalanya meledak itu,dia kembali fokus kelembar kerjanya namun lagi-lagi pikiran tentang orang tua youngmin menghantuinya.

Mengingat youngmin berasal dari keluarga yang kaya raya berbeda sekali dengan dia,walaupun ayahnya memiliki bisnis sendiri yang cukup sukses tapi usaha ayahnya dibandingkan dengan perusahaan jo sangatlah jauh.

Ditengah lamunan nya haneul kaget saat youngmin tiba-tiba saja membuka pintu kantornya dengan keras.

“haneul-ah kumpulkan semua orang dan katakan president jo akan datang.”youngmin berkata,haneul hanya mengerutkan keningnya kebingungan.

~Haneul POV~

Entah apa yang terjadi,tapi semua orang kelihatan snagat sibuk setahuku hari ini adalah hari yang biasa lalu kenapa semua pegawai di perusahaan jo tiba-tba saja rebut seakan besok adalah hari kiamat.

“jasku sudah benarkan?dasiku tidak bengkok?”aku memutar mataku saat mendengar betapa youngmin cemasnya,diakan anak dari president jo lalu kenapa dia harus rebut seperti orang lain?

“kau sudah rapih youngmin-ah..kau tak usah khawatir.”aku berkata merapihkan jasnya sekali lagi dan dia tersenyum padaku.

“ayahku sudah lama tidak datang kesini,dia sibuk dengan cabang yang ada di thaiand dan shanghai jadi dia mempercayakan perusahaan jo yang ada di korea padaku,aku benar-benar gugup kau harap dia puas dengan kinerjaku.”youngmin berkata,ini pertamakalinya dia benar-benar jujur padaku dan aku senang.

Setelah kami berpacaran youngmin menjadi lebih terbuka padaku,dia selalu membahas hal-hal yang dia sukai dan tidak dia sukai. Dia juga sellau membahas soal keluarganya,bersama dengan dia membuatku meraskaan aku berhasil menemukan sebuah kunci taman yang indah yang selama ini selalu terkunci.

“kau CEO yang baik youngmin-ah,kau tak usah khawatir aku yakin ayahmu bahagia.”aku berkata dan menyentuh kedua sisi wajahnya.

“aku harap begitu,aku benar-benar gugup.”youngmin tertawa namun aku masih bisa melihat betapa gugupnya dia telapak tangan youngmin dingin dan menjadi putih.

“youngmin-ah…aku ada disini kau tak usah gugup.”aku berkata dan youngmin memelukku,aku bisa merasakan jantungnya berdetak snagat cepat.

“bisakah aku memelukmu sebentar?aku benar-benar gugup.”youngmin berkata,dia menyembunyikan wajahnya diceruk leherku.

Aku memeluknya dan mengelus-ngelus kepalanya,aku bisa merasakan nafas hangat youngmin menyentuh kulit leherku dan detak jantungnya langsung berubah sepertinya sekarang dia lebih rileks.

“sekarang keluarlah dan tunjukan betapa hebatnya kamu.”aku melepaskan pelukanku dan youngmin mengangguk dengan semangat.

Kami berdua keluar dari ruangan youngmin dan pergi menuju pintu depan kantor,aku bisa melihat semua pegawai sudah berjajar rapih dan mereka menatap kearahku dan youngmin yang baru datang.

Aku langsung bergabung dengan eunji dipaling ujung barisan sedangkan youngmin menunggu diambang pintu kantor,taklama menunggu aku bis amelihat sebuah sedan jagur masuk kehalaman kantor dan berhenti tepat didepan pintu utama satpam yang menunggu tentu saja langsung membukakan pintu mobil untuk ayah youngmin atau lebih tepatnya president jo.

Setelah pintu mobil sedan itu dibuka,seorang lelaki paruh aya keluar dari mobil dia kelihatan sangat berwibawa dan penu karisma postur tubuhnya yang tegap dan tinggi benar-benar membuat semua orang menyeganinya semua pegawai yang berdiri berjajar langsung menunduk hormat kearah president jo.

Aku sendiri sangat mengagumi president jo dia terlihat sangat tampan dan muda walaupun aku tahu sekali berapa usia lelaki yang ada dihadapanku itu,dia berjalan memasuki kantor lalu disambut oleh youngmin yang sangat gugup walaupun mereka anak dan ayah tapi aku bis amelihat aura keprofessionalan mereka.

President jo menjabat tangan youngmin dan menepuk bahu anak lelakinya itu dengan bangga dan sekertaris presiden jo yaitu minho langsung mengantarkan lelaki itu menuju ruangannya,saat presiden jo melewatiku aku langsung menunduk tatapan matanya memang sangat mengintimidasi.

Tatapanku dan tatapan president jo tak sengaja bertemu dan aku langsung menunduk malu,dia kelihatannya tidak senang dengan kehadiranku namun dia melanjutkan melangkah menuju lift bersama minho dan youngmin yang berjalan disampingnya.

Eunji langsung menyikutku membuatku meringis kesakitan,dia tersenyum dan aku hanya menggelengkan kepalaku.

“wow..itu adalah calon mertuamu,dia tampan walaupun sudah tua.”eunji memuji.

“ya! Itu ayah youngmin,jangan kau goda dia!”aku berbisik dan eunji hanya tertawa.

“dia bukan tipeku tenang saja.”eunji bercanda dan kami berduapun tertawa.

~Double Trouble~

“aku dengar kau putus dengan krystal.” President jo mengawali percakapan saat dia dan youngmin sampai diruangannya.

“abeoji,bukankah ini waktu yang tidak tepat untuk membahas itu?”younmin bertanya dan menghela nafasnya,dia tidak suka jika orangtuanya mulai ikut campur dalam urusan pribadinya.

“bagaimana aku tidak membahas soal ini?berita tentang putusnya kau dan krystal sudah menyebar keseluruh korea.” Presiden jo berkata dan duduk dikursi kulitnya yang besar.

“abeoji,aku rasa itu berlebihan.”youngmin menjawab dan president jo melemparkan sebuah majalah dimana krystallah yang menjadi cover majalah itu.

“krystal adalah penari internasional youngmin,media mengikutinya kemana-mana dan kau dengan cerobohnya memutuskan dia disebuah restoran?!” presiden jo kelihatan tidak senang dengan artikel yang ada di majalah itu.

“abeoji..aku mohon,jangan ikut campur dalam urusan pribadiku.”youngmin berkata dan mengambil majalah yang dilemparkan oleh presiden jo.

“ya,aku tahu kau ingin aku tidak mencampuri urusan pribadimu tapi kau adalah pewaris utama perusahaan ini dan krystal adalah anak dari pemegang saham terbesar diperusahaanmu apa kau ingat?”president jo bertanya dan youngmin hanya bisa menunduk menatap kearah majalah yang dia pegang.

“bagaimanapun caranya,perbaiki hubunganmu dengan krystal.”president jo memerintah,youngmin hendak memprotes namun presiden jo kelihatan sangat lelah diapun terpaksa menganggukan kepalanya.

“sekarang perusahaan ini milikmu youngmin,jangan hancurkan apa yang aku bangun selama bertahun-tahu dengan keringatku.”presiden jo berkata dan youngmin membungkuk dengan hormat kearah ayahnya.

“baik abeoji,aku akan menemui krystal nanti.”youngmin berkata dan pergi keluar dari ruangan presiden jo.

“dan youngmin..”president jo memanggil membuat youngmin berbalik kearah ayahnya itu.

“aku harap kau mempertimbangkan untuk kembali dengan krystal,kita tidak bisa kehilangan kontrak dengan perusahaan jung.”president jo berkata,youngmin menghela nafasnya dan mengangguk lalu keluar dari ruangan ayahnya itu.

Youngmin menutup rapat pintu kantor ayahnya dan diam beberapa saat diluar kantor megah itu,minho yang melihat perubahan ekspressi youngmin tahu kalau anak muda itu pasti sudah bertengkar lagi dengan ayahnya.

“apalagi sekarang?”minho bertanya dan tatapan youngmin langsung mengarah kearah lelaki yang bernama minho itu.

“bukan apa-apa,minho-shi terimakasih sudah menemani ayahku selama dia di shanghai.”youngmin tersenyum tipis.

Minho hanya mengangguk penuh perhatian,hubungan nya dengan youngmin memang selalu baik  namun mereka belum bisa dibilang dekat, youngmin seakan membangun tembok yang tinggi untuk minho dia seakan takut untuk meruntuhkan tembok itu padahal minho tahu betapa rapuhnya youngmin.

Minho yang sudah bekerja pada president jo selama bertahun-tahun tentu saja sangat kenal pada keluarga jo,dia dekat dengan kwangmin juga istri president jo namun dengan youngmin dia sedikit kesusahan.

“jika kau mau membahasnya tinggal hubungi aku,kau tak usah segan.”minho berkata dan melanjutkan pekerjaan nya yang kelihatannya masih menumpuk.

“iya,aku akan menghubungimu jika ada waktu.”youngmin berkata dan pergi menuju lift.

Minho menghela nafasnya dia sudah bosan dengan jawaban youngmin,dia bilang dia akan menghubunginya namun youngmin tidak pernah melakukan itu. Minho sebenarnya tidak memaksa youngmin untuk dekat dengannya,namun dia kahwati saat dia melihat pemuda itu kelihatan sangat murung.

Haneul yang sudah menunggu youngmin langsung berdiri saat dia melihat kekasihnya itu berjalan keluar dari lift,haneul langsung menyadari perubahan ekspressi wajah youngmin dia kelihatan murung.

“youngmin-ah bagaimana?”haneul bertanya dan youngmin tersenyum pada haneul.

“semuanya baik-baik saja,aku hanya lelah.”youngmin beralasan.

“kau mau akau bawakan kopi?”haneul yang khwatir menyentuh bahu youngmin.

“tidak usah,kau pasti lelahkan?bagaimana kalau kita pergi kesuatu tempat nanti sore?”youngmin berkata dan menangkup wajah haneul.

“iya,tentu saja.”haneul mengangguk dengan senangnya,melihat senyum haneul youngmin sedikit terhibur sebaiknya dia menyembunyikan masalahnya dari haneul.

“baiklah kalau begitu,aku harus bekerja dulu.”youngmin berkata dan masuk kedalam ruangannya.

Haneul hanya bisa memandangi kekasihnya itu dari kejauhan,dia sangat khawatir namun dia tidak mau menganggu youngmin mungkin kekasihnya itu hanya butuh waktu sendirian dan mempertimbangkan apa yang harus dia lakukan.

Haneul duduk dan menghidupkan handphonenya,aneh sekali selama beberapa minggu ini jongin tidak menghubunginya sama sekali apakah dia marah karena haneul tidak menerimanya?

Haneul menghela nafasnya dia merasa sedikit bersalah,seharusnya dia tidak usah menerima ajak jongin tempo hari jadi dia tidak akan merasa bersalah seperti seorang criminal.

Walaupun ragu haneul mengirimkan sebuah pesan teks pada jongin,dia hanya ingin memastikan kalau lelaki itu baik-baik saja karena dia menghilang begitu saja minggu ini setelah menungu beberapa menit haneul tidak kunjung mendapatkan balasan dan jujur saja haneul sedikit kecewa.

Padahal dulu jonginlah yang sering menghubunginya,bahkan waktu dulu sepertinya jongin tidak bisa meninggalkan nya sendirian. Tanpa haneul sadari sebenarnya dia merindukan sedikit kehadiran jongin,terkadang jika dia pulang dari kantor dia pasti akan mencari sosok tinggi jongin.

Jam makan siang sudah tiba dan seperti biasa haneul memakan makan siangnya diatap kantor bersama sang CEO, udara hari itu sangat sejuk angin yang jarang sekali datang tiba-tiba saja berhembus dengan sepoi-sepoi membuat haneul lebih rileks.

Dia melirik kearah youngmin yang sedang asyik melahap makan siangnya,haneul tersenyum dan memberikan sisa kimbap yang belum dia makan untuk youngmin.

“kau tidak makan?”youngmin bertanya.

“aku sudah kenyang.”haneul menjawab.

Youngmi sepertinya tidak senang dengan jawaban haneul,bagaimana dia bisa kenyang jika haneul hanya memakan beberapa buah kimbap.

“haneul kau harus makan banyak,pekerjaanmu lebih menguras tenaga daripada pekerjaanku.”youngmin berkata mengelus kepala haneul.

“aku akan makan lagi nanti,makan saja aku suka memperhatikanmu makan.”haneul memasang senyumnya,entah kenapa bayangan wajah youngmin yang murung tadi pagi masih menghantuinya.

“youngmin-ah..apakah kau benar-benar baik-baik saja?kau terlihat murung saat kau pulang dari kantor ayahmu tadi.”haneul bertanya dan youngmin berhenti memakan makan siangnya.

“aku baik-baik saja,kau tak usah khawatir ok?”youngmin menjawab.

Haneul menggangguk meskipun youngmin bilang seperti itu,haneul tetapa merasa khawatir dia merasa sesuatu tidak beres antara youngmin dan ayahnya sepertinya mereka bertengkar atau semacamnya.

“hey..ceritakan bagaimana ayahmu.”haneul berkata dan youngmin kelihtan kaget saat dia mendengar permintaan haneul.

“ayahku orang yang tegas dan disiplin.”youngmin memulai.

“dia jarang ada dirumah tapi dia tidak pernah melupakan keluarganya,aku sedikit canggung dengan ayahku tapi dia sangat baik padaku hanya saja kami selalu memiliki pendapat yang berbeda.”youngmin menjelaskan.

“apakah ayahmu tahu soal hubungan kita?”haneul bertanya lagi dan youngmin tersenyum manis kearah haneul.

“dia akan tahu sebentar lagi,tenang saja.”youngmin menjawab.

“aku harap begitu..”

~Double Trouble~

Hani dan teman-temannya baru saja keluar dari sekolah,hani yang berjalan bersama ketiga sahabatnya sedang asyik bercanda dan tertawa namun saat dia berjalan dia tidak sengaja melihat sosok yang tidak asing.

“apakah itu jongin oppa?”hani bertanya pada dirinya sendiri.

“siapa dia?” kyungmi teman hani bertanya,dia ikut memperhatikan lelaki yang sedang menunggu seseorang digerbang sekolah.

“JONGIN OPPA!”hani memanggil dan jongin yang sedang menyandar digerbang sekolah langsung melirik kebelakang.

“hani..”jongin tersenyum saat melihat sosok hani yang berlari kearahnya.

“oppa,kau kemana saja?kenapa kau tiba-tiba menghilang?”hani bertanya dan jongin hanya tersenyum lalu mengacak-ngacak rambut hani.

“anak kecil sepertimu memang selalu penasaran iyakan?aku sibuk.”jongin menjawab dan hani mengangguk.

“apa yang kau lakukan disini?”hani bertanya lagi dia melirik kesekelilingnya karena dia mengira kalau haneul juga ikut dengannya.

“aku ingin menjemputmu aku hanya ingin mengobrol.”jongin berkata.

“ngomong-ngomong darimana kau tahu sekolahku?”Tanya hani kebingungan seingatnya dia tidak pernah mengobrol soal dimana dia bersekolah.

“apa kau ingat saat kita bertemu?”jongin bertanya dan hani mengangguk.

“kau memakai seragam sekolahmukan? Jadi aku tahu dimana kau bersekolah.”jongin menjelaskan.

“oh..pantas saja.”

“sebaiknya kita mengobrol di starbuck saja ok?disini terlalu ramai.”jongin berkata dan hani menyetujui usul jongin.

Hani dengan senangnya naik kedalam mobil jongin,tanpa jongin dan hani sadari junhong melihat mereka berdua dan mengikuti kedua orang itu.

“bagaimana kabar eonnie mu?apakah dia baik-baik saja?”Tanya jongin saat dia menghidupkan mobilnya.

“ya eonnie baik-baik saja,dia kelihatan sibuk belakangan ini.”hani menjawab.

“oppa,apakah kau masih akrab dengan eonnie?”Tanya hani tiba-tiba,tubuh jongin langsung menegang saat dia mendengar pertanyaan hani.

“aku sibuk jadi aku belum sempat menghubungi eonniemu.”jongin berbohong,sebenarnya selama ini dia hanya menghindar dari haneul,terlalu sakit baginya memandangi haneul karena dia sadar wanita yang dia cintai itu tidak akan pernah menjadi miliknya.

“oh begitu ya,lalu kenapa oppa tidak menghubungiku?aku pikir kita berteman.”hani memasang muka masamnya dan jongin tertawa.

“maaf,aku benar-benar sangat sibuk.”jongin membelokan mobilnya.

“oh iya,bagaimana hubungan haneul dengan youngmin?mereka baik-baik sajakan?”jongin bertanya,sebenarnya dia hanya penasaran.

“ya,mereka semakin dekat bahkan bulan kemarin youngmin oppa membelikanku sebuah baju dan membelikan haneul eonni handphone untuk hadiah ulang tahunnya.”hani berkata dengan malas.

“kenapa nada bicaramu seperti itu?”Tanya jongin,bukankah seharusnya hani lebih ceria dan senang?

“youngmin oppa baik,hanya saja aku tidka terlalu suka dia.”hani mengungkapkan,dia dan jongin sudah sangat akrab jadi hani lebih terbuka pada jongin dibandingkan dengan youngmin.

“kenapa?apa dia kurang baik padamu?”jongin bertanya.

“bukan,dia sangat baik padaku..hanya saja dia membuatku merasa segan.”hani mengungkapkan sambil melirik kearah jendela mobil jongin.

“mungkin kau harus lebih terbuka padanya,youngmin bukanlah orang yang gampang untuk didekati.”jongin menyarankan dan hani menangguk.

“aku bingung,kenapa juga eonnie malah berpacaran dengan youngmin oppa.”hani bergumam.

“mereka saling mencintai,bukankah itu sudah jelas?”Tanya jongin.

“iya aku tahu..hanya saja aku tidak merasa kalau youngmin oppa dan eonnieku cocok.”

“anak kecil sepertimu tahu apa?”jongin menoyorkan kepala hani dan hani mencubit tangan jongin membuat jongin meringis.

“aku bukan anak kecil!”hani memekik dan meniup poninya kesal.

“tapi jujur,aku sedikit iri pada youngmin.”jongin berkata dan hani melirik kearah jongin,hani bisa melihat jelas betapa sedihnya jongin.

“dia beruntung bisa memiliki wanita yang dia cintai.”jongin melanjutkan dan hani hanya tersenyum pahit kearahnya.

“mungkin oppa hanya harus menunggu,kau juga akan menemukan wanita yang kau cintai suatu hari nanti.”hani berkata,dan entah mengapa saat dia mendengar pendapat hani dia teringat akan Jessica.

“ya aku harap begitu.”jongin menjawab.

~Double Trouble~

Youngmin menutup mata haneul,haneul tidak sabar untuk mengintip dia benar-benar penasaran sebenarnya kemankah youngmin akan membawanya. Haneul bisa merasakan angin menyentuh kulitnya dan udara terasa sedikit dingin diluar namun tangan youngmin membuatnya sedikit hangat,youngmin menyuruh haneul terus berjalan sampai akhirnya dia menyuruh wanita itu untuk berhenti.

“aku tidak kalau kau akan menyukainya..”youngmin berkata dan membuka mata haneul,mata haneul langsung melebar saat dia melihat sebuah bangunan yang sangat bagus didepannya.

“waw..youngmin-ah..rumah ini bagus sekali!”haneul memekik bahagia dia berlari kedepan dan menaiki tangga rumah itu.

“apa ini rumahmu?”haneul bertanya.

“bisa dibilang begitu,dulu aku suka berlibur disini.”youngmin menjelaskan dan dia membuka kunci rumahnya.

“silahkan masuk tuan putri..”youngmin berkata dan membungkuk percis seperti pelayan yang menyambut tuannya.

“terimakasih..”haneul tersenyum dengan senangnya dan masuk kedalam rumah indah youngmin,dia sangat terkesima dengan mewahnya rumah youngmin.

“wow..rumah ini besar sekali,apa kau tidak kesepian tinggal disini sendirian?”haneul bertanya dan youngmin memeluk haneul dari belakang.

“tentu saja tidak,kwangmin kadang datang kesini juga aku sudah lama tidak tinggal disini karena dirumah utama sepi.”youngmin menjelaskan.

“begitu ya,kamu punya terlalu banyak rumah youngmin-ah..”haneul meledek.

“well,aku hanya ingin punya tempat untuk menenangkan diri.”youngmin berkata.

“apa kau mau minum?”Tanya youngmin.

“boleh,aku sedikit haus.”haneul menyetujui.

“tunggu aku ok?aku akan kembali.”youngmin melepaskan pelukannya dari haneul mencium pipi kanan haneul.

Haneul berjalan menuju meja kecil yang ada diruang tv dan melihat banyak sekali foto yang berjajar dimeja itu,dia bisa menemukan foto youngmin dengan kwangmin namun ada satu foto yang mencuri perhatian haneul.

Haneul menemukan satu foto keluarga youngmin,haneul bisa melihat empat orang difoto itu dan dia hanya mengenali kwangmin dan ayahnya yang duduk dikursi dengan wajah ceria mereka perhatian haneul beralih kearah seorang wanita yang duduk disamping ayah youngmin dan kwangmin.

Wanita itu cantik sekali dia memakai gaun merah yang membuat kulit putihnya terlihat bersinar,rambut hitam wanita itu disanggul dengan rapih dia sangat cantik sekali.

“apakah ini ibu youngmin?”haneul bergumam.

Pandangannya beralih kearah sebuah foto lain,dia melihat lima orang anak kecil yang sangat lucu memakai gaun dan jas kecil mereka. Haneul langsung bisa mengenali youngmin yang saat itu masih kecil namun dia menyadari tangan youngmin menggengam tangan seorang gadis cilik disampingnya.

Mereka berdua terlihat sangat lucu dan serasi,haneul tahu kalau gadis kecil itu pastilah krystal sedangkan jongin kecil melingkarkan tangannya dipundak kwangmin tersenyum dengan lebar begitu juga Jessica dia kelihatan sangat muda dan berdiri disamping jongin dengan senyum simpulnya.

“itu adalah foto saat tanteku menikah di Canada.”youngmin tiba-tiba saja muncul dari belakang haneul membuat haneul kaget.

“kau dan krystal lucu sekali.”haneul memuji dan menyimpan foto iu ketempatnya.

“aku dan krystal hanya masa lalu haneul,kau masa depanku.”youngmin berkata,dia membawa sebuah botol wine dan gelasnya.

“kau mau kehalaman belakang?di halaman belakang lebih nyaman.”youngmin berkata dan membuka pintu kaca yang memisahkan antara ruang tv dan halaman belakang yang luas.

“tentu saja.”haneul menjawab dan mengikuti langkah youngmin.

Langit sudah berwarna orange dan itu tandanya sudah sore,haneul bisa melihat empat kursi putih dan sebuah sofa putih yang panjang ada dihadapannya. Youngmin menepuk tempat kosong disofa putih itu dan haneul langsung duduk disana,youngmin melingkarkan tangannya dibahu haneul dan haneul mengistirahatkan kepalanya dibahu youngmin.

“hm..disini nyaman sekali.”haneul bergumam dan mengelus dada youngmin.

“iya,kalau bisa aku ingin disini selamanya.”youngmin berkata sambil mencium pucuk kepala haneul.

“aku juga.”haneul berkata dan mereka terdiam untuk sesaat.

Walaupun sangat hening haneul dan youngmin menikmati waktu mereka bersama,youngmin sesekali mengelus kepala haneul sedangkan haneul menutup matanya menikmati sentuhan hangat youngmin.

“ngomong-ngomong bagaimana reaksi kwangmin saat kau memberitahu kalau kita berpacaran?”haneul bertanya dan ekspressi youngmin langsung berubah menjadi sedikit murung.

“dia marah,namun sepertinya dia mulai menerima kenyataan kalau kita saling mencintai.”youngmin mengungkapkan,haneul mengela nafasnya dia sendiri merasa sangat bersalah.

Apalagi setelah youngmin dan dirinya resmi berpacaran kwangmin tiba-tiba saja menghilang dari hadapan nya, kwangmin seakan ditelan bumi entah kemana lelaki itu pergi yang jelas haneul merasa sangat bersalah.

Kwangmin mungkin lelaki yang baik,namun haneul tidak merasakan perasaan cinta seperti dia mencintai youngmin Haneul merasa mereka lebih cocok menjadi adik dan kakak dibandingkan sepasang kekasih.

“aku harap begitu,aku tidak tahu harus bagaimana jika aku bertemu dengan kwangmin lagi.”haneul mengungkapkan.

“tenang saja,dia tidak akan melakukan apapun padamu.”youngmin tertawa begitu juga haneul.

“aku hanya merasa menjadi seorang yang jahat.”haneul memasang muka masamnya.

“hey…cinta itu kejam,jongin dan kwangmin sadar dengan konsikuensi jatuh cinta mereka bukan remaja lagi.”youngmin mencoba menghibur.

“aku tahu…aku hanya ingin meminta maaf pada kwangmin dan jongin.”haneul berkata.

“aku mengerti,kau minta maaf saja jika kau bertemu dengan mereka tapi jangan terlalu dekat ok?kau milikku.”youngmin mengeratkan pelukannya.

“kau posesive sekali,tenang saja jo youngmin..aku milikmu.”haneul mencubit pipi youngmin.

“3 bulan haneul,kita sudah berpacaran selama 3 bulan..waktu cepat sekali brjalan ya?”youngmin berkata dan haneul mengangguk.

“iya,aku harap kita bisa bertahan selamanya..”haneul berkata dan mendongak menatap wajah kekasihnya.

“aku mencintaimu kim haneul,kau adalah segalanya bagiku.”youngmin berkata dan mencium haneul.

“aku juga,jo youngmin.”haneul menjawab setelah youngmin melepaskan ciumannya.

Dred..dred..dred..

Mendnegar handphone youngmin bergetar keduanya melirik kearah handphone youngmin yan tergeletak dimeja,youngmin langsung menyambar handphonenya dia kaget melihat nama krystal tertera dilayar handphonenya.

“aku harus mengangkat dulu teleponnya.”youngmin berkata melepaskan pelukannya dan pergi menjauh dari haneul.

Haneul hanya bisa duduk melihat youngmin mengangkat teleponnya,ekspressinya kelihatan sangat tidak senang sata dia berbicara dia mengangguk beberapa kali dan akhirnya menutup teleponnya.

“haneul-ah aku ada urusan,aku antar kau pulang ok?”youngmin berkata.

“ok,ayo..”haneul berkata mengambil tasnya.

~ Double Trouble ~

Hani segera turun dari mobil jongin saat mobil jongin berhasil parkir didepan gedung apartemen kakanya,mereka berdua masih asyik mengobrol tentang berbagai hal mulai dari musik sampai pelajaran sekolah yang mereka tidak sukai dan mereka kompak menjawab matematika.

“hahaha..kau lucu sekali oppa.”hani tertawa saat jongin menceritakan kalau dia pernah hokum gara-gara mencontek dan dia harus berdiri didepan pintu kelasnya dengan tangan di telinga dan kaki yang sebelah diangkat.

“sampai sekarang,aku masih malu soal kejadian itu.”jongin mengungkapkan namun dia juga tertawa.

Setelah mereka berdua sampai didepan pintu apartemen haneul,mereka berdua terdiam hani tersenyum.

“terimakasih cappucinonya enak.”hani berkata.

“sama-sama,oh iya kalau lain kali aku ingin mengobrol bolehkan?”jongin bertanya dan hani mengangguk.

“tentu saja oppa,kau punya nomorkukan?hubungi saja aku.”hani berkata.

“ok,aku rasa kita harus berpisah.”jongin berkata dan hani mengangguk.

“ya aku rasa begitu,ini sudah sore.”hani melirik kearah langit yang sudah berwarna orange.

“jongin-shi?”

Mendengar namanya dipanggil jongin melirik dan melihat haneul dan youngmin yang berjalan sambil berpegangan tangan,jongin langsung mengalihkan pandangannya dia tidak memandang kearah haneul ataupun youngmin.

“eonnie,kau sudah pulang?”hani menyambut dan haneul mengangguk.

“iya,senang bisa bertemu denganmu lagi jongin-shi.”haneul berkata dan tersenyum pada jongin.

“ya,maaf aku harus pulang…ini sudah sore.”jongin berkata.

“lainkali mampirlah.”haneul berkata sedangkan youngmin memilih untuk diam disamping haneul menggengam tangan kekasih nya dengan erat.

“ya mungkin lain kali,hani-ya..sampai jumpa.”jongin berkata dan langsung berjalan menjauh dari haneul dan youngmin.

“aneh sekali..”haneul bergumam.

“haneul-ah ak juga harus pergi,sampai jumpa besok ok?hani-ya..rajin sekolah ya?”youngmin berkata dan mengacak-ngacak rambut hani.

“nde oppa,hati-hati dijalan.”hani berkata.

“jangan ngebut.”haneul mengingatkan.

“tenang saja,dasar cerewet.”youngmin mejulurkan lidahnya pada haneul dan haneul tertawa.

Youngminpun melepaskan genggaman tangannya dari haneul dan pulang,haneul menunggu youngmin sampai dia masuk kemobilnya dia bisa melihat dari kaca depan youngmin melambaikan tangannya dan haneulpun membalasnya.

“kau kelihatan sangat bahagia eonnie.”hani berkata dan haneul hanya tersenyum.

“kau tahu aku hani..”haneul berkata dan melingkarkan tangannya dibahu hani.

Ini tidak adil eonnie…kau tidak tahu bagaimana jongin oppa menderita,dialah yang sangat mencintaimu.

~Double Trouble~

Youngmin menghela nafasnya sebelum membuka pintu studio tari krystal,dia membuka pintu itu dan melihat wanita itu sedang berlatih untuk menari dengan tutu putihnya setelah keluar dari rumah saki krystal mulai menari lagi dan dia sekarang sedang sibuk dengan pentas tari terbarunya.

“apa aku menganggu?”youngmin bertanya dan krystal langsung berhenti menari saat dia melihat sosok youngmin.

“tidak,aku baru saja akan berhenti menari.”krystal berkata dan mengelap wajahnya yang berkeringat.

“ada apa?kenapa kau menghubungiku?”Tanya youngmin.

“paman bilang,kau akan meminta maaf padaku.”krystal berkata dan mematikan music klasik yang melantun lembut dari tape yang ada diatas piano hitam.

“ya,aku berniat untuk meminta maaf padamu tapi tidak hari ini.”youngmin mejawab.

“kenapa kau harus menunggu youngmin-ah,kau bisa memiliki sekarang..”krystal berkata dengan ada yang menggoda.

“krystal aku tidak punya waktu untuk bermain denganmu.”youngmin berkata dengan dingin.

“oh kau mau jual mahal sekarang?”krystal mengangkat halisnya dan youngmin memutar matanya.

“terserah,aku hanya ingin kita berteman saja ok?aku harus pergi..”youngmin berkata dan berbalik bermaksud keluar dari studio.

“tunggu!”krystal memerintah.

“apa itu caramu meminta maaf?youngmin-ah…apa kau membenciku?”krystal bertanya suaranya gemetaran.

“aku tidak membencimu krystal,tapi sebaiknya kau menjauh dari kehidupanku.”youngmin menjawab.

“kenapa?bukankah kau dulu mencintaiku?apa kau ingat semua kenangan yang kita punya..apa ka—“

“HENTIKAN!”youngmin membentak membuat krystal berhenti berbicara.

“kau selalu mengungkit masa lalu,ya mungkin kita punya banyak kenangan manis tapi kau merusaknya! Kau memilih kariermu daripada aku dan aku membencimu untuk itu, kau yang merusak semuanya krystal dan kau sendiri yang merusak hubungan kita dengan berpacaran dengan hyunseong!”

Krystal hanya diam mendengarkan perkataan youngmin,dia hanya menangis menatap kearah youngmin yang membentaknya dia bahkan tidak peduli lagi dengan apa yang youngmin katakan krystal berlari dan menarik wajah lelaki itu mendekat kearahnya bibir mereka bersentuhan untuk sesaat.

Youngmin yang kaget langsung mendorong krystal menjauh darinya,dia mengusap bibirnya dan menatap tajam kearah krystal.

“beraninya kau melakukan itu!”youngmin membentak.

“lalu kenapa?aku mencintaimu youngmin-ah..”krystal berkata.

“aku mencintai haneul.”youngmin berkata.

“apa?haneul?”krystal mengerutkan keningnya.

“ya,aku dan haneul akan menikah jadi jangan dekati aku lagi.”youngmin berbalik dan membuka pintu studio krystal.

“youngmin-ah..”krystal memanggil.

“kau akan menyesalinya,jangan menikah dengan haneul.”krystal berkata.

“kau yang akan menyesal krystal bukan aku.”youngmin berkata namun krystal menarik tangan youngmin.

“jika kau menikah dengan dia,aku akan memutuskan kontrak perusahaan jung dengan perusahaanmu.”krystal mengancam.

Youngmin menatap tajam kearah krystal dan melepaskan gengaman tangan krystal dari lengannya.

“aku tak menyangka kau bisa selicik itu,kau harus malu pada dirimu sendiri.”youngmin berkata dan pergi dari studio krystal.

Youngmin berjalan keluar dari studio tari namun tiba-tiba seseorang menariknya dari belakang dan memukulnya dengan keras,youngmin yang emosi langsung membalas pukulan itu namun dia terkejut saat melihat bahwa hyunseonglah yang memukulnya.

“hyunseong?”youngmin berkata.

“sebaiknya kau tidak melukai krystal lagi.”hyunseong berkata,youngmin bisa melihat sudut bibir hyunseong berdarah dia juga bisa merasakan rasa amis dilidahnya mungkin bibirnya juga berdarah.

“aku mohon…berpura-puralah untuk kembali padanya walaupun sebentar.”hyunseong berkata,youngmin bisa melihat airmata berkumpul disudut mata hyunseong dia kelihatan sangat menyedihkan.

“tak semudah itu,aku punya pacar.”

“aku tahu..tapi kesehatan krystal adalah yang terpenting.”hyunseong berkata.

“kau pasti sangat mencintai krystal iyakan hyunseong?”Tanya youngmin,dia merasa kasihan hyunseong kelihatan benar-benar putus asa.

“ya,aku hanya ingin dia bahagia..aku mohon hanya beberapa hari saja.”hyunseong memelas dan akhirnya airmatanyapun jatuh membasahi pipinya.

“kau yang harus menghiburnya krystal,lakukan apapun untuknya aku bukan apa yang dia inginkan.”youngmin berkata dan menyentuh bahu hyunseong.

“tapi dia selalu memanggilmu,dia selalu berbicara tentangmu aku bahkan..aku bahkan tidak kuat mendengarnya dia terdengar sangat senang saat dia membahasmu.”

“hyunseong,aku tidak yakin aku bisa kembali lagi seperti dulu bersama krystal.”youngmin  mengungkapkan.

“aku sudah melupakannya krystal,dia masa laluku dan haneul..aku mencintainya dan aku ingin memulai hidupku bersamanya.”youngmin berkata.

“walaupun dia harus memutuskan kontrak dengan perusahaanku aku tidak peduli,masih banyak perusahaan lain yang tertarik dengan saham diperusahaanku.”youngmin berkata dan hyunseong menghela nafasnya.

“apa yang harus aku lakukan?aku tidaktahu..selama ini aku hanya bisa diam dan mengikuti krystal aku tidak pernah mengerti apa yang dia inginkan.”hyunseong mengungkapkan.

“dia hanya butuh kasih sayang dan dukungan hyunseong,kau bisa melaluinya krystal akan menyadari betapa kau mencintainya suatu  saat nanti.”youngmin melepaskan gengaman tangannya dari bahu hyunseong.

“aku harus pergi,jika krystal benar-benar akan memutuskan kontrak aku harus mencari pembeli saham baru.”youngmin tersenyum dan pergi masuk kedalam mobilnya.

Krystal yang melihat dan mendnegar percakapan antara hyunseong dan youngmin marah,dia mengepalkan tangannya.

“kim haneul..kau harus mati.”krystal bergumam.

~Double Trouble~

Siang itu dingin sekali namun hyunseong memutuskan untuk duduk ditaman sambil meneguk kopi kalengnya,pikirannya melayang entah kemana. Percuma saja dia berlatih untuk menari jika pikirannya hanya tertuju pada krystal,dia mendongak menatap langit yang sangat cerah dan matahri bersinar terik.

Hyunseong mengamati sekitarnya dan menghela nafas berat,dia hanya menemukan beberapa orang yang sedang berjalan-jalan ditaman. Dia melihat sekumpulan anak SMA yang sedang asyik bermain dengan teman mereka,hyunseong kadang iri melihat betapa bebasnya anak-anak muda itu tertawa dan tersenyum.

“hi..kita bertemu lagi.”sebuah suara yang familiar membuat hyunseong mendongak,dia melihat seorang gadis yang memakai seragam SMA berdiri dihadapannya.

“kau ahjusshi yang waktu itu menabrakku dijalankan?”gadis itu bertanya.

“”siapa kau?”Tanya hyunseong.

“omo..kau sudah lupa ya?aku kim hani..gadis yang kau tabrak waktu itu kau menumpahkan milkshakeku.”hani menjelaskan dan hyunseong langsung mengangguk.

“oh iya..kau,aku tidak menyangka kita bertemu lagi.”hyunseong berkata.

Hani tersenyum dan duduk disamping hyunseong.

“senang aku bertemu denganmu lagi,sepertinya sekarang kau tidak menangis seperti waktu itu.”hani bercanda.

“bisakah kau lupakan bagian dimana aku menangis?”hyunseong berkata dan memalingkan wajahnya yang bersemu merah.

“hahaha tenang saja ahjusshi,anggap saja itu rahasia diantara kita ok?”hani berkata dengan nada lucunya.

“hm..kau anak SMA yang aneh.”hyunseong meledek dan hani tersenyum.

“kalau boleh tahu..kenapa kau menangis waktu itu?”hani bertanya penasaran dan hyunseong menghela nafasnya.

“aku hanya memiliki masalah..aku sudah menceritakannyakan?”hyunseongbertanya.

“iya tapi hanya intinya saja,aku ingin cerita yang lebih detail.”pinta hani.

“bukankah kau seharusnya pulang dan belajar?ini sudah siang.”hyunseong mencoba mengganti topik pembicaraan.

“hahaha ahjusshi,aku tidak usah menganti topik pembicaraan aku tidak memaksa ko.”hani berdiri dan hendak berpamitan.

“aku harus pergi…semoga kita bertemu lagi lain kali.”hani berkata namun saat hani hendak melangkah hyunseong menarik lengannya.

“baiklah..aku akan menceritakannya tapi tidak disini.”hyunseong berkata dan hanipun mengangguk setuju.

To Be Continue..

Don’t forget the comment❤

Ps: gimana reader’s apakah kalian suka dengan adegan romantisnya haneul smaa youngmin??kalau suka komen ya :D oh iya apa kalian udah add atau follow seven di twitter dan fb? cuman nanya aja,soalnya seven pengen deket dengan kalian kalau misalnya belum tinggal liat aja alamat fb and twitter seven diatas dan gak usah malu buat say hi atau nanya, seven gak sombong ko ^^v

oh iya lupa menurut kalian hubungan hyunseong dan krystal gimana?apakah mereka berdua harus putus?

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 10~

  1. huah q suka bgt ma adeganny haneul n youngmin… romantis, mdh2n aj appany youngmin stj youngmin ma haneul… krystal ma hyunseung jgn di bkin pts dnk min..

    di part ini gk ad kwangminny ya.? mdh2n jongin, kwangmin bsa cpt2 ngelupain haneul..

  2. Cih q benci dengan kristal. Pengen sih mereka putus…, tp klo putus entar kristal gangguin youngmin.jd q milih biarkan aja mereka. Klo perlu nikah skalian.
    Thor carikan pasangan juga donk untung Hani. Aku lupa klo junhong itu zelo, jd skg q dukung aja ko hani dengan zelo, tp q lbh suka dengan jongin. Klo emang ga sama jongin..gpp deh dgn zelo atau sehun..m hihihi

  3. youngmin-haneul sweet bgt..aku harap mereka awet sampe part akhir..^^
    tp hyunseong kasian..dia lebih menderita drpd krystal..kai jg sama..tp dia beruntung bnyk orang yg sayang dia..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s