Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 9~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : Teens 16+

“haneul aku mencintaimu.”jongin mnatap lurus kearah kaca yang ada didepannya,dia sedang berlatih untuk mengungkapkan perasaannya pada haneul,entah sudah berapa jam dia menatap wajahnya dikaca itu.

“haneul,aku akan menjagamu dan mencintaimu selamanya.”seklai lagi dia berkata,dia benar-benar ingin muntah mendengar perkataan nya sendiri.

“haneul kau miliku dan aku milikmu,kau tak usah takut apapun.”sekali lagi jongin berlatih namun dia malah terdengar seperti seorang psikopat daripada lelaki yang sedang jatuh cinta.

“ok..aku harap kau tidak mengatakan hal-hal itu kepada haneul.”kyungsoo tiba-tiba saja muncul dan jongin langsung menyembunyikan kacanya dilaci mejanya.

“kyungsoo,apakah kau tidak pernah belajar mengetuk pintu dulu sebelum masuk?”jongin menyindir dan kyungsoo mengangkat bahunya.

“aku sudah mengetuk berkali-kali,dan sepertinya kau terlalu sibuk dengan kacamu dan tidak menjawab.”kyungsoo berkata.

“apa yang kau mau?”Tanya jongin malas.

“hanya ingin tahu apakah tawaranmu diterima oleh youngmin.”kyungsoo menjawab dan duduk dihadapan jongin.

“dia menolaknya.”jongin berkata.

“kenapa?apa yang terjadi?”kyungsoo bertanya dan dia kelihatan sangat kaget dengan jawaban jongin,kyungsoo kira youngmin sudah memburu perusahaan jongin cukup lama.

“dia menolak untuk memberikan haneul padaku.”jongin berkata dan menghela nafasnya,pertengkaran untuk memperebutkan haneul memang sudah sangat alot bagi youngmin dan jongin.

“jongin,apa kau benar-benar ingin haneul menjadi sekertarismu?apakah kau pikir itu tidak terlalu keterlaluan?kalian masih bisa pacaran tanpa dia menjadi sekertarismu.”kyungsoo memberi pendapatnya.

“kau tidak mengerti kyungsoo,aku bukan lelaki yang rela jika wanita yang aku cintai menghabiskan waktu dengan lelaki lain.”jongin mengungkapkan.

“okay..kau terdengar seperti psikopat jongin,kau hanya akan membuat haneul ketakutan atau mungkin inilah alasan kenapa haneul ingin jauh darimu?”kyungsoo bertanya penuh kecurigaan.

“apa maksudmu?aku bukan psikopat! Aku hanya ingin haneul ada disampingku dan mendampingiku.”jongin menjelaskan.

“oh benarkah?katakan sudah berapa banyak bunga yang kau kirimkan padanya?”Tanya kyungsoo.

“hm..well,aku mengirimkannya hanya untuk mengungkapkan perasaanku.”jongin menjawab.

“ya tuhan! Jangan katakan kalau kau mengirim bunga pada haneul setiap hari.”kyungsoo memikik dan melemparkan jongin tatapan jijiknya.

“what?enggak bukan kayak gitu..ok aku emang ngirim beberapa bunga buat haneul tapi enggak setiap hari!”jongin berkata sambil mengingat berapa buket bunga yang dia pernah kirimkan untuk haneul.

“okay,apa kau mengikuti dia?kau pasti membanjiri dia dengan telepon dan sms iyakan?”kyungsoo menebak,jongin hanya diam dia benar-benar tidka tahu darimana kyungsoo mengetahui segala gerak-geriknya.

“jawab aku kim jongin!”kyungsoo mendesak.

“hm..aku mengikutinya karena aku khawatir dan aku mengiriminya pesan dan kadang menelepon dia karena aku merindukan dia ok?kau puas?”jongin menjawab.

“kim jongin..kau benar-benar kelihatan seperti stalker kau tahu itu? Sebaiknya berikan dia waktu dan urang untuk bernafas geez…you’re scaring her!”kyungsoo berkata.

“fine! Aku akan menjauh dari dia,tidak tunggu itu kedengarannya salah..aku akan menjaga jarak dengannya, itu lebih baik.”jongin berkata dan kyungsoo hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“itu bukan cara yang tepat untuk mendapat wanita jongin,aku tahu selama hidupmu kau tidak pernah repot soal urusan wanita tapi untuk yang satu ini sepertinya aku harus mengajarimu.”kyungsoo mengungkapkan dan jongin mendengus meremehkan.

“hahaha ya lucu sekali,aku harus belajar dari seorang kyungsoo yang tidak pernah berani untuk memutuskan pacar monsternya.”jongin meledek dan kyungsoo memutar matanya.

“sooyoung bukan monster ok?dia hanya menerapkan disiplin dan aku suka itu.”kyungsoo memberi alasan.

“terserah,aku tahu kau takut padanya.”jongin tertawa.

“YAH! Aku mau membantumu dan ini yang aku dapatkan?!”kyungsoo kesal.

“ok,ok..kau punya rencana apa?”Tanya jongin.

“aku punya banyak rencana,kau cukup menurutiku saja dan aku yakin haneul akan menyukaimu dan bertekuk lutut padamu.”kyungsoo berkata mengoyangkan halisnya.

“ok aku percaya padamu Do kyungsoo.”jongin menyetujui.

“baiklah step pertama berikan handphonemu padaku.”kyungsoo mengadahkan tangannya pada jongin.

“untuk apa?”Tanya jongin.

“berikan saja!”kyungsoo mendesak dan jonginpun memberikan handphonenya pada kyungsoo dengan ragu-ragu.

Saat kyungsoo mengaktifkan handphone jongin dia langsung disapa oleh foto selca haneul,kyungsoo langsung mengganti gambar wallpaper handphone jongin dan mengirimkan nomor haneul kehandphone lalu menghapus nomor haneul dari kontak jongin.

“ini,untuk beberapa hari ini kau tak boleh menghubungi haneul.”kyungsoo berkata.

“kenapa?”jongin bertanya penuh kebingungan.

“kita lihat apa haneul merindukanmu atau tidak ok? Jika haneul menghubungimu jangan balas dan aku sudah menghapus kontak haneul.”kyungsoo berkata dan berdiri dari duduknya.

“apa?!kenapa kau menghapus nomor haneul?!”jongin marah.

“karena jika aku tidak menghapusnya kau akan menghunbungi dia.”kyungsoo memberi alasan dan pergi.

“oh bagus sekali!”jongin berkata penuh dengan nada sarkastik.

“sekarang aku tidak bisa menghubungi haneul..”jongin memasang muka masamnya.

~Double Trouble~

Youngmin berdiri disamping krystal yang terbaring lemah diranjang rumah sakit,mukanya pucat sekali dan nafasnya terdengar sangat lemah. Youngmin masih memikirkan penjelasan dokter mengenai keadaan krystal,dokter bilang krystal dalam keadaan yang kritis dia mengalami depresi berat.

Mendengar penjelasan dokter itu membuat youngmin merasa kasihan pada krystal, dokter menyarankan padanya untuk selalu ada disamping krystal sampai wanita itu baikan.

Youngmin sebenarnya keberatan apalagi saat dia melihat expressi hyunseong, dia bis amelihat jelas kalau lelaki itu sangat terluka saat dokter mengatakan kalau krystal hanya membutuhkan youngmin untuk sembuh.

“krystal-ah..apa yang harus aku lakukan?”youngmin bergumam,dia benar-benar tidak bisa menerima situasi ini.

Jessica kakak krystal datang keruangan dan dia sedih sekali melihat adiknya terbaring lemah diranjang rumah sakit,Jessica melirik kesamping dan menemukan youngmin yang duduk disamping adiknya.

“youngmin-ah?”Jessica cukup kaget melihat sosok youngmin.

“noona?kau sudah datang..duduklah.”youngmin berkata dan berdiri dari duduknya.

“tidak usah,apakah krystal sudah sadar?”Tanya Jessica.

“belum noona,dokter bilang dia mengalami shock berat.”youngmin menjelaskan,Jessica hanya bisa menunduk sedih dia tidak tahu apa yang terjadi.

“apa yang terjadi youngmin-ah?”Tanya Jessica dan youngmin menghela nafasnya dia harus menjelaskan segalanya pada Jessica.

“hm..krystal menghubungiku,dia bilang dia ingin bertemu denganku. Aku menurut dan mendatanginya direstoran dekat kantorku,kami berbincang-bincang dan krystal mengancamku.”youngmin bercerita.

“mengancam apa?”Jessica bertanya.

“dia bilang kalau aku tidak kembali padanya dia akan membunuh dirinya sendiri.”youngmin melanjutkan dia dia bis amendnegra Jessica menarik nafasnya kaget.

“krystal melakukan itu?”Tanya Jessica dan youngmin hanya mengangguk lemah.

“maafkan aku youngmin-ah..aku benar-benar malu.”Jessica berkata.

“tak usah noona,aku mengerti lagipula dokter menyarankanku untuk berada disamping krystal sampai krystal sembuh.”youngmin berkata dan melirik kearah krystal.

“bagaimana dengan hyunseong?”Tanya Jessica lagi.

“hyunseong-shi ada diluar di kelihatannya tidak suka dengan keberadaanku.”youngmin mengungkapkan.

“begitu ya,terimakasih youngmin-ah..terimakasih sudah bersedia ada disisi adikku.”Jessica berkata,youngmin bisa melihat jelas kalau airmata Jessica mulai mengumpul disudut matanya.

“noona,aku dan krystal mungkin sudah putus tapi dia temankukan?”youngmin berkata dan Jessica mengangguk lalu menangis.

Youngmin hanya bisa melihat Jessica menangis penuh dengan iba,dia menepuk bahu gadis itu memberikan simpatinya. Sebagian dari youngmin merasa bersalah juga,namun dia benar-benar tidak ingin bersama krystal lagi dia sudah tidak mencintai wanita itu.

Atau apakah karena dia takut di sakiti lagi?

“youngmin-ah..aku tidak pernah tahu kalau krystal masih menyukaimu,dia tidak pernah jujur padaku awalanya aku percaya karena dia membawa hyunseong pulang dan mengatakan kalau mereka ingin menikah.”Jessica berkata sambil mearih tangan krystal.

“dari sana aku percaya,namun aku bodoh sekali…seharusnya aku menyadari kalau krystal masih mencintaimu.”Jessica berkata.

“aku tahu noona,aku juga tidak tahu kalau dia masih mencintaiku tapi..”youngmin tidak melanjutkan kalimatnya.

“tapi..maaf noona aku tidak bisa bersama krystal,aku sudah tidak mencintai dia.”youngmin mengungkapkan dan Jessica dengan sedihnya mengangguk.

“aku mengerti youngmin-ah..kau pasti sangat terluka saat krystal meninggalkanmu dan memilih kariernya.”Jessica mengungkapkan dan youngmin mengangguk.

“maafkan aku noona,tapi aku rasa krystal lebih baik bersama hyunseong.”youngmin berpendapat.

“aku rasa juga begitu, hyunseong sangat mencintai adikku.”Jessica tersenyum pahit dan membenarkan poni adiknya.

“iya noona kau benar,maaf aku tidak bisa mencinta krystal seperti dulu..”youngmin berkata dan Jessica menyentuh bahunya.

“tidak apa-apa,aku mengerti lagipula cinta itu tidak bisa dipaksakan.”Jessica tersenyum.

“ngomong-ngomong siapa wanita beruntung yang sudah mencuri hatimu?”Tanya Jessica lagi,dia benar-benar akan memata-matai wanita itu jika dia tahu.

“bukan siapa-siapa,dia hanya wanita biasa yang aku sukai.”youngmin menjawab dan Jessica kelihatan kecewa karena dia tidka mendapatkan jawaban yang dia inginkan.

~Double Trouble~

“yobuseyo..”haneul mengangkat teleponya dengan malas,dia benar-benar sangat ngantuk haneul melirik kearah jam dan waktu sudah menunjukan jam 10 malam siapa juga yang akan menghubunginya malam-malam seperti ini?!

“haneul-ah..bisakah kau menemui di taman terdekat?”Tanya suara di seberang telepon,haneul mengenali suara itu dan suara itu milik Jo youngmin  bos paling menyebalkan yang pernah dia temui seumur hidupnya.

“sajang-nim..ini sudah malam.”haneul mengeluh dan mengucek matanya.

“YA! Kau mau aku potong gaji mu?! Cepatlah kemari aku kedinginan.”youngmin memerintah,haneulpun mau tidak mau harus bangun dan menemui bosnya.

Setelah mencuci mukanya dan mengganti baju,haneul langsung keluar dari apartemenya dan dia bisa melihat youngmin duduk disalah satu ayunan yang ada di taman dekat gedung apartemennya,lelaki itu menunduk dan sesekali meniup kedua tangannya yang kedinginan.

“ada apa?”haneul langsung keinti pembicaraan,karena dia benar-benar ngantuk dia bahkan tidak kuat ingin menutup kedua matanya.

“aku hanya ingin memastikan saja.”youngmin berkata dan melirik kearah haneul yang duduk di ayunan sebelahnya.

“apa kau single?”youngmin bertanya dan entah kenapa mendengar pertanyaan youngmin rasa kantuk haneul langsung hilang.

“kenapa kau bertanya soal itu sajang-nim?”Tanya haneul kembali.

“aku hanya ingin bertanya,jawablah cepat! Atau kau ingin aku beku kedinginan disini?”youngmin menatap kearah haneul penuh dengan keseriusan.

Haneul sendiri berpikir sebenarnya apa maksud youngmin menanyakan pertanyaan itu? Bukankah dia bisa menunggu sampai besok? Kenapa dia harus repot-repot datang ketaman sendirian kedinginan pula.

“iya aku single,lalu kenapa?”haneul menjawab dengan nada acuh, dia melirik kearah lelaki yang duduk disampingnya.

Haneul bisa melihat jelas youngmin tersenyum dengan lebar,saking lebarnya haneul mulai curiga kalau bosnya itu adalah seorang bipolar. Youngmin terkadang membuat haneul kebingungan,baru saja beberapa menit yang lalu youngmin marah-marah dan sekarang dia tersenyum bahagia percis seperti anak kecil yang diberi hadiah natal oleh orang tuanya.

“bagus kalau begitu,kau sebaiknya single.”youngmin berkata dan mengacak-ngacak rambut haneul.

“kenapa?kehidupan pribadiku yang urusanku sajang-nim!”haneul memekik kesal.

well,aku melarangmu untuk berkencan terutama dengan kwangmin!”youngmin berkata dan haneul hanya bisa meniup poninya kesal dan menyilangkan tangannya didadanya.

“kenapa?kau bukan ayahku kau tidak bisa mengatur-ngaturku.”haneul berkata dengan nada kesal dan berdiri hendak pulang keapartemennya.

“hey kim haneul!”youngmin memanggil dan haneulpun melirik kearah youngmin.

Haneul kaget saat tanganya tiba-tiba ditarik oleh youngmin,haneul tidak sadar kalau bibir mereka berdua bersetuhan atau lebih tepatnya bibir youngmin mencium bibir haneul.

Haneul sangat kaget namun merasakan hangat bibir youngmin haneul akhirnya luluh,dia memejamkan matanya dan menikmati sensasi asing dibibirnya. Youngmin menarik tubuh haneul mendekat dan dengan posesivenya dia melingkar kedua tangannya dipingang haneul,haneul menyentuh rambut youngmin dan menarik tekuk youngmin membuat ciuman mereka semakin panas.

Gif not mine!

“haneul..sarang—“ youngmin berkata namun sayang sekali belum juga dia sempat menamatkan kalimatnya sebuah truk lewat dan membunyikan klakson nya sangat keras membuat haneul tidak bisa mendengar apa yang youngmin katakan.

“mwo?”haneul mencoba mendengar apa yang youngmin katakan.

“aku tidak akan mengulanginya lagi.”youngmin berkata dengan kesal,truk itu benar-benar berhasil menghancurkan moment nya dengan haneul.

“tapi..”haneul mencoba protes.

“kita bahas soal ini besok ok?sebaiknya aku antar kau pulang.”youngmin menarik tangan haneul menuju gedung apartemen.

Haneul benar-benar bingung sebenarnya apa yang terjadi?apa dia masih mengingau?ataukah semua ini hanya mimpi? Haneul langsung mencubit tangannya dan dia merasakan sakit yang luar biasa itu tanda nya ini semua nyata.

Haneul hendak mengatakan sesuatu namun mereka sudah sampai di depan apartemennya,youngmin membukakan pintu apartemen untuk haneul dan menyandar di ambang pintu.

“ingat!jangan dekat-dekat dengan kwangmin apalagi jongin.”youngmin berkata sambil mencolek hidung haneul lalu pergi.

Haneul hanya bisa diam melihat punggung youngmin yang menghilang ditukungan jalan,haneul tidak bisa berbohong dia benar-benar bahagia dan diapun tersenyum terus memandangi sosok youngmin.

“eonni..”

Seseorang memanggil dan haneul berbalik dia kaget sekali saat melihat hani yang bangun dengan rambut panjang yang menutupi wajahnya.

“YAH! Kim hani?kau mau membuatku serangan jantung?!”haneul berkata dan mengutuk lalu pergi kekamarnya untuk tidur.

“ih..dasar nenek sihir!”hani meledek dan mengunci kembali pintu apartemen mereka.

~Double Trouble~

“Haneul-ah..”panggil jongin,namun haneul sama sekali tidak memperdulikan panggilan pemuda tampan itu.

“haneul…haneul..haneul..”sekali lagi jongin memanggil membuat haneul kesal.

“apa?!”haneul bertanya sedikit membentak.

“please..bisakah kau keluar denganku?lima menit saja..”jongin berlutut dihadapan haneul,dia benar-benar seperti pengemis yang meminta sepeser uang untuk mengisi perutnya.

“ok..aku keluar denganmu,tapi tidak sekarang karena aku harus bekerja.”haneul menjawab dan langsung mengalihkan perhatiannya pada kertas-kertas dokumen yang harus dia kerjakan.

“tapi itu terlalu lama..”jongin mengeluh dan memasang muka masamnya.

“ya terserah,kau yang membutuhkan aku.”haneul menjawab namun matanya masih memandangi dokumen yang harus dia kerjakan.

Youngmin yang baru selesai menandatangi dokumen-dokumennya langsung kelaur dari ruangannya dan kesal saat melihat jongin masih mengobrol dengan haneul.

“bukankah kau orang sibuk jongin?kenapa kau masih dikantorku?”Tanya youngmin kesal.

“aku hanya ingin mengajak haneul untuk makan siang bersama.”jongin berkata dan tersenyum kearah haneul.

“hahaha lucu,semua itu tidak akan terjadi karena haneul akan makan siang bersamaku.”youngmin berkata dan menarik jongin menjauh dari meja haneul.

“arghhh tidak!tidak! aku ingin makan siang bersama haneul..”jongin protes namun youngmin tidak mendengarkan jongin.

Youngmin memencet tombol lift dan liftpun langsung terbuka,dia mendorong jongin kedalam lift itu dan langsung melambaikan tangannya kearah jongin menyuruh jongin untuk pulang karena dia menganggu kinerja pegawainya.

“pulanglah..kau menganggu sekertarisku.”youngmin memerintah.

“we..dasar kakek-kakek tukang marah!”jongin meledek dan menjulurkan lidahnya pada jongin.

Youngmin yang marah mengangkat tangannya hendak memuku jongin namun jongin langsung menutup pintu lift dan menghilang dari hadapan youngmin dan haneul.

“aish..dasar!”youngmin mengutuk dan pergi kemeja haneul.

“jika dia datang lagi hubungi aku,aku akan mengusirnya lagi.”youngmin berkata dengan dingin,walaupun perkataan nya sangat manis tapi ekspressi begitu pahit.

“nde..sajang-nim.”haneul berkata,dia malu sekali bahkan haneul tidak bisa menatap youngmin.

Sebenarnya haneul ingin sekali bertanya soal ciuman mereka yang kemarin namun dia tidak memiliki keberanian,haneul berpikir kalau kemarin dirinya dan youngmin hanya terbawa suasana. Sebenarnya haneul sudah merasa cemas dari kemarin malam,dibalik senyum lebarnya kemarin dia sendiri berpikir jika youngmin mencium nya bukankah itu berarti dia sudah berpacaran dengan youngmin?

Haneul segera mengeleng-gelengkan kepalanya seperti orang yang kesurupan dan langsung memukul-mukul pipinya.

“tidak!tidak! haneul..jangan berharap nanti kau sakit hati!”haneul berkata dan melanjutkan pekerjaan nya yang masih banyak.

Youngmin duduk dimejanya,dia melirik kearah jendela besar dikantornya melihat pemandangan di luar sedikit membuatnya tenang. Youngmin menghela nafas dan tersenyum saat bayangan dia dan haneul berciuman kembali menyapa pikirannya, youngmin tidak bisa menyangkal lagi dia benar-benar menyukai haneul.

Tanpa youngmin sadari dia sudah jatuh cinta pada gadis cerewet itu,walaupun mungkin haneul kelihatan sedikit kebingungan dengan siatuasi antara dirinya dan youngmin namun youngmin senang. Dia belum berani mengungkapkan perasaan,dia belum berani menungkapkan perasaan nya karena dia belum yakin.

Sebagian kecil dari dirinya takut,takut kalau dia hanya ingin melupakan krystal dan memanfaatkan haneul. Dia benar-benar tidak ingin memanfaatkan haneul jika dia jatuh cinta,dia ingin benar-benar jatuh cinta karena dia berpendapat kalau cinta itu bukanlah sebuah permainan.

Mendengar handphonenya bergetar youngmin langsung mengambil handphonenya yang tergeletak dimejanya,dia melihat caller id yang muncul dilayar handphonenya dan sebuah nomor asing tertera dilayar handphonenya dengan jelas.

saat youngmin mengangkat teleponnya dia mendengar suara krystal.

“youngmin-ah ini aku krystal.”

“krystal-ah..”

“youngmin-ah,bisakah kau datang kerumah sakit sekarang?”Tanya krystal,suaranya masih terdengar lemah sekali.

“krystal-ah..aku sedang bekerja sekarang,mungkin nanti sore?”

“baiklah,kalau bisa secepatnya ok?”

“iya,aku akan kesana setelah aku beres bekerja.”

youngmin menatap kosong kearah layar handphonenya yang baru,dia berpikir dari siapa krystal mendapatkan nomornya?

~Double Trouble~

“terimakasih kwangmin-ah.”krystal berkata dan memberikan handphone kwangmin pada pemiliknya.

“sama-sama,aku sangat kaget saat mendengar kau masuk rumah sakit Jessica noona benar-benar khawatir saat dia bercerita padaku.”kwangmin berkata dan menyimpan karangan bunga yang dia bawa ke vas bunga yang ada di meja kecil di samping ranjang krystal.

“eonni selalu khawatir soal aku.”krystal berkata.

“hei..kau kelihatan sedih,ada apa?”Tanya kwangmin,dia menyelipkan rambut krystal ketelinga gadis itu.

“aku hanya..apa benar youngmin-ah sudah punya pacar baru?”Tanya krystal,matanya berkaca-kaca.

“krystal-ah..”kwangmin menarik tangan krystal,dia begitu sedih melihat sahabatnya seperti ini dia bahkan tidak mengenali krystal yang dulu ceria dan menyenangkan.

“aku tahu kau mencinta hyung,tapi bukankah kalian sudah terlalu lama berpisah? Aku rasa kau harus melepaskan hyung untuk saat ini.”kwangmin menasihati.

“aku..aku mencintai dia kwangmin,tapi kenapa dia harus begitu?apakah dia melupakan semua yang pernah kami jalani?”krystal menangis,dia merasa begitu bodoh dan menyedihkan.

“apa kau tahu?hyung menangisimu setiap hari.”kwangmin berkata,krystal mendongak dan menatap lurus kearah kwangmin yang duduk dihadapanya.

“lalu kenapa?kenapa dia tidak mau embali padaku?aku mencintainya…aku ingin kembali bersamanya.”krystal menarik baju kwangmin.

“krystal-ah..kau melukainya,dia sudah cukup menderita selama bertahun-tahun dia tidak bisa melepaskanmu.”kwangmin menyentuh tangan krystal.

“ini sudah saat nya dia untuk melepaskanmu.”kwangmin berkata dan krystal langsung melepaskan tangannya dari baju kwangmin.

“semua karena wanita itukan?”Tanya krystal.

“siapa?maksudmu haneul?”

Krystal hanya diam,dia menghela nafasnya lalu menyeka airmatanya.

“kim haneul,dia merebut youngmin dariku.”krystal berkata dan mengepalkan tangannya penuh kebencian.

“apa yang kau katakan krystal-ah..youngmin dan haneul tidak berpacaran,lagipula mereka tidak dekat.”kwangmin mencoba memberi alasan,sebenarnya dia sendiri takut dengan kenyataan yang krystal katakan.

“kau tidak tahu kwangmin! Mereka mungkin tidak dekat,tapi apakah kamu tahu kalau haneul memiliki rasa pada youngmin?”krystal mencoba menghasut.

“krystal-ah..kau lelah,sebaiknya tidur ok?kau baru saja sadar.”kwangmin berkata,dia tahu krystal pasti sangat marah atas penolakan kakaknya namun menyalahkan haneul bukanlah hal yang masuk akal bagi kwangmin.

“kwangmin-ah..aku mohon..tolong aku.”krystal menarik tangan kwangmin.

“aku tak bisa menerima semua ini,aku butuh youngmin.”krystal berkata dengan mata yang berkaca-kaca.

“kau akan baik-baik saja tanpa hyung krystal-ah,kau punya aku,hyunseong dan Jessica noona.”kwangmin menyentuh kedua sisi wajah krystal.

“lalu kenapa?kenapa hatiku sakit setiap kali aku sadar kalau youngmin tidak akan pernah bisa mencintaiku lagi?”krystal berkata dan memukul-mukul dadanya.

“krystal!”kwangmin menyentuh kedua tangan krystal.

“kau hanya merasa bersalah ok?kau meninggalkan youngmin hyung dan kau ingin membenarkan kesalahanmu itu,apakah kau akan menerima lamaran youngmin hyung jika dia ingin menikah denganmu?”

Krystal hanya diam,dia tidak tahu harus menjawab apa mungkin dia memang takut akan komitmen tapi dia yakin kalau dia masih mencintai youngmin.

“mengalahlah,youngmin-hyung mengalah saat kau berkata kalau kau akan pergi keluar negeri untuk belajar ballet.”kwangmin berkata.

“biarkan dia untuk bahagia krystal-ah dia hanya butuh waktu untuk mempertimbangkan segalanya.”

Krystal mengangguk,dia mempertimbangkan apa yang kwangmin katakana dia benar karena krystal tidak bisa terus memaksa youngmin. Krystal hanya harus bersabar pada waktunya youngmin pasti akan kembali padanya,krystal yakin itu karena krystal adalah cinta pertama youngmin dan kenangan mereka tidak akan pernah pudar diingatan youngmin.

“kau tidur saja ok?aku akan membangunkanmu jika hyung datang.”

Krystal menurut dan berbaring lagi diranjangnya,kwangmin menyelimuti krystal dan mengelus kepala wanita itu tak menunggu lama krystalpun menutup matanya.

“jangan tinggalkan aku sendirian.”krystal bergumam sebelum dia benar-benar tertidur.

“tenang saja aku disini.”kwangmin berkata dan memengang tangan krystal.

Beberapa menit berlalu kwangmin yakin kalau krystal sudah tidur,dia tersenyum pahit kearah wnaita yang sedang tidur diranjangnya dengan tenang. Krystal terlihat lebih cantik jika dia sedang tertidur,mendengar pintu dibuka dia melihat sosok hyunseong masuk kedalam ruangan krystal.

“apakah dia sudah baikan?”Tanya hyunseong.

Kwangmin mengangguk dia melepaskan tangannya dari tangan krystal dan berdiri.

“aku harus pergi,aku masih punya beberapa pemotretan jika krystal bertanya katakan saja aku pergi untuk pemotertan ok?”kwangmin berkata dan hyunseong mengangguk.

“ok,terimakasih sudah menjaga krystal untukku.”hyunseong berkata dan kwangmin mengangguk.

“sama-sama,dia sahabatku.”kwangmin berkata dan keluar dari ruangan krystal.

~Double Trouble~

Haneul baru keluar dari kantornya,waktu tak terasa berjalan begitu cepat dan ini sudah sore saat haneul berjalan kelaur dia melihat jongin sudah menunggunya dia kelihatan bosan dan sesekali meneguk cola-cola yang dia beli dari vending machine yang ada di toko swalayan.

Haneul mengehela nafasnya sepertinya lelaki itu tidak akan berhenti mengikutinya jika dia tidak menuruti keinginannya,haneulpun berjalan menghampiri jongin dan menepuk punggung jongin membuat lelaki itu melirik kearahnya.

“kau maish disini?sebaiknya kau pulang.”haneul berkata dan berjalan menuju halte bus.

“haneul-ah sudah kubilangkan aku akan menunggu,ayo masuklah.”jongin menarik tangan haneul dan memaksa wanita itu untuk masuk kedalam mobilnya.

“kita akan kemana?”Tanya haneul saat jongin sudah duduk di kursi pengemudi.

“kita akan pergi ketempat yang indah sekali.”jongin menjawab dan menghidupkan mesin mobilnya.

“awas ya kalau macam-macam!”haneul mengancam dan jongin langsung mengangkat jempolnya.

“tenang saja,akukan bukan penjahat.”jongin berkata mengacak-ngacak rambut haneul membuat haneul semakin BT.

Tak menunggu lama mobil sedang jongin langsung melesat meninggalkan bangunan kantor,sebenarnya haneul sendiri tidak mood untuk jalan-jalan dia lelah dan ingin beristirahat haneul melirik kearah pemandangan diluar jendela jongin dan pemandangan itu malah membuatnya semakin mengantuk.

Haneul mencoba melawan rasa kantuknya,namun sepertinya sia-sia karena akhirnya haneul menutup matanya dan diapun langsung tertidur. Jongin yang melirik kearah haneul tersenyum,wanita itu pasti sangat mengantuk jongin membenarkan posisi kepala haneul dan mengelus pipi wanita itu.

“tidur yang nyenyak surgaku.”jongin berkata dan melanjutkan untuk menyetir.

~Haneul Pov~

Aku membuka mataku perlahan dan mengucek mataku dan sadar kalau aku sudah tertidur dimobil jongin,di luar gelap sekali itu tandanya aku sudah ketiduran lama sekali aku melirik kesampingku namun aku tidak menemukan jongin.

“jongin-shi?”aku memanggil namun tak ada yang menyahut.

Aku turun dari mobil dan melihat jongin sedang berdiri menghadap kearah danau yang besar sekali,dia mendongak menatap langit yang dipenuhi oleh bintang. Aku tidka tahu dimana aku sekarang namun melihat pemandangan yang indah ini aku benar-benar tidak peduli,aku berjalan menghampirinya dan ikut mendongak menatap langit yang bertaburan dengan bintang.

“bagaimana kau suka pemandangannya?”jongin bertanya dan melirik kearahku,aku hanya bisa tersenyum.

“ya,aku menyukainya terimakasih sudah membawaku kesini.”aku tersenyum kearah jongin,namun jongin kelihatan snagat kaget saat melihat senyumku.

“omo…kau tersenyum!”jongin memekik dan aku memukul bahu jongin.

“kau ini aneh sekali,akukan hanya tersenyum apanya yang special sampai kamu memekik seperti itu.”aku berkata dan jongin melingkarkan tangannya di bahuku.

“ini pertamakalinya kau tersenyum padaku.”jongin berkata aku hanya bisa memutar mataku,terkadang jongin suka berlebihan.

“ngomong-ngomong kenapa kamu mengajakku kemari?”aku bertanya dan jongin hanya diam dan tersenyum,sangat mencurigakan jangan-jangan dia mau menculikku.

“ya!jawab aku.”aku menyikut pinggangnya membuat dia meringis kesakitan.

“aish..haneul-ah bisakah kau berhenti melakukan itu?”jongin berkata dan menyentuh pinggangnya yang aku sikut.

“habis kamu gak jawab pertanyaan aku.”aku cemberut.

“aku kesini karena aku ingin mengatakan sesuatu.”jongin berkata,aku hanya bisa menatap kearahnya penuh Tanya.

“jangan bilang kalau kau sekarat dan sebentar lagi meninggal.”aku bercanda dan jongin tertawa.

“hahaha bukan,aku sehat kau tak usah khawatir.”jongin berkata dan mengelus kepalaku,aku hanya diam sebenarnya suasana disini romantis sekali aku sedikit gugup saat aku sadar tangan jongin berada disisi wajahku.

“aku hanya ingin mengungkapkan sesuatu yang selama ini sudah aku sembunyikan darimu.”jongin melanjutkan,jari nya mengelus pipiku dengan lembut tatapan matanya berubah penuh dengan kasih sayang.

“ada apa?kau bisa mengungkapkannya dikantor tadi.”aku berkata dan jongin menggelengkan kepalanya.

“jika aku mengungkapkannya di kantor tidak akan special dong..”jongin berkata.

“baiklah apa yang akan kau katakan? Ini sudah malam aku khawatir kalau hani belum makan malam.”aku mengungkapkan dan jongin mengangguk mantap.

“aku sudah berlatih berkali-kali jadi tidak akan memakan waktu lama kok.”jongin berkata dan berdehem,dia menyentuh kedua sisi bahuku dan menatapku dalam-dalam.

“kim haneul,aku tahu kita berdua baru bertemu beberapa bulan yang lalu dan aku belum mengenalmu dengan jauh. Tapi haneul-ah aku benar-benar ingin mengenalmu dan dekat denganmu,aku ingin selalu ada dihatimu dan mengisi hari-harimu.”jongin berkata,kata-kata yang sangat puitis aku sedikit teharu.

“aku mungkin bukanlah lelaki baik yang selalu kau dambakan dan kau mungkin ragu karena aku adalah seorang playboy,tapi haneul-ah aku bersumpah aku akan berubah dan aku ingin kau membantuku untuk berubah oleh karena itu maukah kau menjadi pacarku?”jongin bertanya,aku benar-benar terkejut.

Aku takut kalau aku salah dengar,tapi aku bisa dengan jelas mendengar kalau jongin memintaku untuk menjadi pacarnya. Permainan ini terlalu jauh,dia pikir dengan memiliki ku dia akan memenangkan game yang dia mainkan dengan youngmin? Keterlaluan!

Aku mengangkat tanganku dan menampar jongin dengan keras,aku benar-benar benci pada orang kaya yang semena-mena. Dia pikir aku akan lupa dengan perkataan nya dipesta waktu itu? Dia bilang kalau aku mainan baru youngmin.

“apa ini game yang kau dan youngmin taruhkan?”aku bertanya dan jongin kelihatan kebingungan.

“apa maksudmu haneul-ah?”Tanya jongin dia menyentuh pipinya yang berdenyut sakit.

“kau membuat taruhan dengan youngminkan?kau bilang aku mainan youngmin yang baru.”aku berkata dan airmata mulai berkumpul disudut mataku.

“kami hanya bercanda! Aku tidak pernah memiliki niat untuk mempermainkanmu haneul.”jongin berkata,namun entah mengapa aku masih tidka percaya dengan apa yang dia katakan.

“bagaimana aku bisa percaya pada playboy yang mungkin sudah meniduri sebagian besar wanita diseoul?!”aku membentak dan segera berlari meninggalkan jongin.

“haneul-ah..kau mau kemana?!”aku bisa mendengar jongin berteriak.

Aku tidak mendengarnya dan terus berjalan menjauh darinya,aku berlari dan terus berlari aku bahkan tidak tahu aku akan pergi kemana yang jelas aku hanya ingin sendirian dan menangis kenapa aku harus terlibat dalam semua ini?

Kenapa mereka tega sekali mempermainkan perasaanku?kemarin youngmin dan sekarang jongin?sebenarnya apa yang mereka mau dariku?bukankah mereka sudah puas dengan menyiksaku seperti ini?

Aku berlari dipinggir jalanan,aku berhenti karena lelah dan aku menyeka airmataku dengan tanganku aku tidka tahu kenapa aku emosional seperti ini. Taklama diam aku bis amendengar klakson mobil dan aku melihat mobil jongin mendekat kearahku,setelah berhenti didepanku jongin segera turun dan melepaskan blazernya lalu melingkarkannya kebahuku.

“aku tahu kau mungkin tidak percaya dengan apa yang aku katakan,sebaiknya kita pulang ok?ini sudah malam aku tidak ingin hani khawatir.”jongin berkata,nada suara lembut walaupun aku tahu dia pasti kecewa.

“jongin-ah..”aku memanggil dan jongin hanya tersenyum.

“tidak apa-apa,aku tahu.”jongin berkata dan membukakan pintu mobilnya untukku,aku hanya bisa menurut dan duduk dibangku penumpang dengan seribu emosi yang membuatku bingung.

Aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi,aku bingung dengan semua perlakuan jongin,kwangmin dan youngmin mereka bertiga begitu baik padaku namun entah mengapa semakin mereka baik semakin aku bingung dengan perasaanku.

“maaf aku tidak bermaksud menamparmu.”aku berkata dan jongin tersenyum.

“tidak apa-apa,sebagai playboy aku sering menerima tamparan dari wanita.”jongin bercanda dan aku hanya bisa tersenyum pahit.

“lagipula,aku berharap kalau tamparan darimu adalah yang terakhir.”jongin melanjutkan dan aku melirik kearah jongin,jongin terdengar sangat sedih.

“haneul-ah..apakah kau menolakku karena aku seorang playboy?”jongin bertanya dan melirik kearahku sekilas.

Aku hanya diam,bagaiamana aku bisa menjawab pertanyaan itu? Jongin memang baik tapi entah kenapa membayangkan aku bersama dia membuatku cemas,aku bukanlah wanita yang cantik apalagi kaya sedangkan jongin dia hampir sempurna.

Pekerjaan yang mapan,keluarga yang terkenal dan mungkin kehidupan sosial yang mewah juga. Aku merasa aku tidak pantas untuk seseorang seperti jongin,dia terlalu baik bagiku ataukah aku hanya menghindari nya?

“bukan,aku hanya…aku merasa tidak pantas untukmu.”aku berkata sambil enunduk,saking gugupnya aku hanya bisa memainkan jariku berharap aku bisa tenang.

“kenapa?bukankah jika kita saling menyukai semua hal itu tidak penting?”jongin bertanya lagi.

“aku hanya,aku sedang menunggu seseorang.”aku berkata,entah darimana perkataan itu muncul dan darimana aku mendapatkannya aku benar-benar ingin memukul kepalaku sekarang.

“menunggu?apa kau bilang kau sedang jatuh cinta pada seseorang?”jongin kedengaran sangat penasaran.

“hm..aku tidak yakin,hanya saja aku ingin menunggu dia sampai dia datang padaku dan mengungkapkan perasaannya padaku.”aku berkata,haneul apa yang kaulakukan?! Sudah hentikan..kau sebaiknya tidak menceritakan apapun pada jongin.

“hm..apa orang itu youngmin?”jongin menebak dan entah bagimana dia menebak dengan jawaban yang benar.

“apa yang kau katakan?aku dan youngmin hanya teman biasa.”aku berbohong lagi.

“sudahlah..aku tahu,kau sangat menyukainyakan?”jongin menggoda dan aku hanya mengelengkan kepalaku,tersenyum sedikit aku sedikit lega dengan bagaimana jongin bereaksi dia tidak marah.

“mungkin iya..tapi aku tidak yakin,lagipula dia menyukai krystal.”aku menjawab dan jongin mengangguk.

“kalau begitu kenapa kau tidak mengungkapkannya?kau tahu agar kau dan dia lebih dekat.”jongin membelokan mobilnya.

“tidak,aku lebih nyaman seperti ini lagipula youngmin tidak mungkin menyukaiku.”aku berkata dengan pipiku yang bersemu merah.

“hahaha..dia gila jika dia tidak menyukaimu haneul-ah.”jongin menjawab,aku sedikit tidak percaya dengan apa yang dia katakan.

“percayalah padaku,dia menyukaimu sebanyak aku menyukaimu.”jongin mengungkapkan dan tak terasa aku dan jongin sudah sampai digedung apartemenku.

Jongin mematikan mesin mobilnya dan dia melirik kearahku,aku hanya diam dan menunduk aku ingin mengatakan sesuatu namun aku bingung. Haruskah aku meminta maaf atau berterimakasih? Aku benar-benar bingung,aku kaget sekali saat tangan jongin menyentuh daguku.

Aku melirik kearahnya dan dia mendekat membuat bibir kami bersentuhan,aku mencoba mendorong nya namun jongin menyentuh tanganku. Dia melumat bibir bawahku dan menarikku lebih dekat,tangannya melingakar dipinggangku dan taklama kemudian dia melepaskan ciumannya.

Gif not mine!

“itu hadiah untukku karena aku sudah mengantarkanmu kedanau yang indah tadi.”jongin berkata setelah melepaskan ciumannya.

“maafkan aku,dan terimakasih sudah mengantarku.”aku berkata dan segera turun dari mobil jongin.

“jika kau butuh bantuan telepon aku saja ok?”jongin berkata dan mobilnyapun melesat pergi meninggalkan gedung apartemenku.

Aku hanya bisa memandangi mobil jongin yang menjauh dari gedung apartemenku,aku sedikit merasa bersalah. Apakah aku sudah menyakiti perasaan nya?apakah dia akan baik-baik saja?

Aku berjalan juntai menuju apartemenku dan aku sangat kaget saat melihat pintu apartemenku terbuka lebar,aku bisa melihat apartemenku berantakan sekali aku snagat cemas dan langsung masuk aku melihat hani yang menangis disudut ruangan.

“EONNI!”hani berlari kearahku dan memelukku.

“apa yang terjadi?”aku bertanya pada hani.

“hiks..eomma tadi dia datang..”hani berkata ditengah tangisnya,aku segera menangkup wajah hani dan aku bis amelihat pipi dan bibir hani berdarah.

“apa yang terjadi?apa eomma memukulmu?”tanyaku,aku menyeka darah yang ada disudut bibir hani.

“eomma..hiks..hiks dia memukulku dan dia bilang dia akan membunuhku.”hani berkata dan memelukku lagi dengan erat,tangan hani gemetaran dan dingin.

“aigoo..otthoke?ayo duduk aku obati lukamu.”aku berkata dan menyuruh hani untuk duduk disofa.

Aku membenarkan kursi diruang tamuku dan beberapa majalah yang terlempar dari meja juga vas yang pecah,aku segera mengambil kotak obat dan mulai mengobati luka hani. Saat aku melihat hani seperti ini aku menjadi sangat khawatir,sepertinya sudah saatnya bagiku untuk membawa hani.

Keadaan eomma semakin parah,aku sangat khawatir dengan keadaan hani namun menitipkan hani pada appa juga bukanlah solusi yang baik. Appa sudah menikah lagi dan dia sudah punya keluarga dia sendiri aku tidak ingin menganggu kebahagiaan mereka,setelah aku selesai mengobati luka hani aku duduk disampingnya.

“besok bawa saja semua pakaianmu dari rumah nenek dan kakek,katakan pada mereka kau akan pindah bersamaku arraseo?”aku berkata dan hani mengangguk.

“maaf eonni.”aku berkata dan memeluk hani,aku mengelus kepalany dan dia hanya bisa menangis.

~Double Trouble~

“youngmin-ah..bagaimana kalau besok kita main ketaman yang biasa kita lewati saat kita masih SMA?”krystal meminta dengan suara lucunya.

“baiklah kita kesana setelah kau keluar dari rumah sakit ok?tapi sebelum itu habiskan dulu buburmu.”youngmin berkata dan krystal mengangguk.

Youngmin menyuapi krystal dengan bubur yang baru saja dia beli,krystal kelihatan senang sekali setiap youngmin berkunjung dan kesehatannya langsung membaik dengan drastis. Jessica sesekali menengok namun kakaknya itu sedang sibuk menyiapkan fashion show yang akan dia gelar disebuah mall dikawasan seoul, sedangkan hyunseong dia selalu mampir sata dia sudah selesai berlatih menarik namun kystal masih mengacuhkannya.

Hyunseong yang sore itu baru pulang dari latihan rutinnya hendak membuka pintu krystal,namun mendengar percakapan krystal dengan youngmin hyunseong mengurungkan niatnya.

“oh iya,aku juga ingin nonton dibioskop juga youngmin-ah.”krystal mengusulkan youngmin hanya bisa mengangguk dan menyuapi krystal membiarkan gadis itu berceloteh.

“emm..bubur ini enak,kamu membelinya di ahjumma yang biasa kita datangi ya?”krystal bertanya.

“iya,aku senang kau masih ingat.”youngmin berkata dan krystal tersenyum.

“lainkali kita juga harus kesana,lagipula ahjumma itu pasti masih mengenali kita iyakan?”krystal bertanay dengan antusias namun youngmin hanya tersenyum tipis dan mengelus kepala krystal.

“lebih baik kita bicarakan soal itu nanti,kau harus makan dulu.”youngmin berkata memberikan suapan lagi untuk krystal dan gadis itu dengan senangnya melahapnya.

Hyunseong hanya mengepal tangannya penuh dengan emosi,dia begitu iri..krystal tidak pernah sesenang itu disekitarnya sata ada youngmin senyum krystal tidak pernah meninggalkan wajahnya.

Cara krystal menatap youngmin benar-benar intim dan mesra,sesuatu yang hyunseong tak pernah bisa rasakan. Melihat youngmin dan krystal yang bermesraan hyunseong menutup kembali pintu ruangan krystal dan berlari keluar dari rumah sakit,terlalu sakit baginya melihat krystal bermesraan dengan lelaki lain.

Hyunseong berlari keluar dari rumah sakit dia berlari dan terus berlari,entah kemana dia akan pergi yang jelas dia ingin melupakan semua rasa sakitnya dan kembali merasa baikan.

DUGG..

Tiba-tiba saja dia menabrak seseorang,hyunseong terpeleset dan membuat tubuhnya jatuh kearah orang yang dia tabrak dan mereka berduapun jatuh ketanah dengan bunyi yang keras. Masih untung bagi hyunseong karena dia masih bisa menahan berat badanya dengan tangannya,karena jika tidak dia pasti sudah mencium gadis yang ada dibawahnya.

Gadis itu kelihatan kaget juga,mata bulatnya menatap kearah hyunseong dengan tajam hidung mereka bahkan hampir bersentuhan.

“Hani-ya..gwencahana?”Tanya teman-teman hani yang ada disekelilingnya.

Hyunseong yang sadar segera berdiri dari hani dan hani hanya bisa bangun sambil memegang kepalanya yang sakit,hyunseong membantu hani untuk berdiri dan hani kelihatan marah sekali saat dia melihat kalau milkshake yang dia beli tumpah gara-gara hyunseong.

“ya! Bisakah kau berhati-hati kalau berjalan?!”hani berteriak.

“maafkan aku..”hyunseong menunduk,dia tidak sadar kalau airmata sudah turun dari matanya membasahi pipinya,hani yang melihat hyunseong menangis kaget.

“omo..apa kau tidak apa-apa?aku tidak marah kok..”hani berkata menyentuh bahu hyunseong,teman-teman hani semakin bingung dengan tingkah hyunseong.

“ah..aku tidak apa-apa,sekali lagi maaf.”hyunseong memberikan selembar uang kepada hani namun hani tidak menerimanya.

“jika kau ingin meminta maaf,kau harus membelikanku milkshake.”hani berkata dan menarik lengan hyunseong,hyunseong yang kebingungan akhirnya menurut saja.

“jadi kenapa kau menangis?”Tanya hani saat mereka sampai didalam café yang baru saja hani kunjungi,hyunseong langsung memesan sebuah milkshake.

“bukan urusanmu,bisakah kau memesan milkshake saja dan membiarkanku pergi?”hyunseong bertanya.

well,aku penasaran.”hani berkata.

“bukankah tidak sopan untuk memata-matai kehidupan orang lain aggashi?”hyunseong memutar matanya tidak sabar.

“kau juga tidak sopan,tiba-tiba saja menabrakku begitu saja matamu dimana?”Tanya hani dan hyunseongpun menghela nafasnya,dia benar-benar harus sabar menghadapi remaja yang ada didepannya ini.

“jika aku mengatakannya padamu kau akan berhenti mengangguku?”Tanya hyunseong dan hanipun mengangguk mantap.

“aku rasa,aku harus putus dengan tunanganku.”hyunseong mengungkapkan,hani menarik nafasnya kaget.

“maafkan aku..seharusnya aku tidak bertanya.”hani berkata dan hyunseong hanya tersenyum.

“kau sudah tahu sekarang aku harus pergi.”hyunseong berkata dan mengambil sebuah milkshake yang sudah dia pesan.

“milkshakenya sudah datang,ini uang untuk membayarnya.”hyunseong memberikan sejumlah uang pada hani.

“hey! Siapa namamu?”hani memanggil saat hyunseong hendak keluar dari café.

“Shim hyunseong.”dia menjawab dan pergi.

Hani tersenyum,entah kenapa nama shim hyunseong terasa begitu familiar tapi dia berpikir dimanakah dia pernah mendengar nama itu?

“yah! Kim hani! Kenapa kau tiba-tiba saja menghilang seperti tadi?!”salah satu teman hani menegur namun hani hanya tersenyum.

“maaf tadi aku hanya penasaran.”hani berkata dan meneguk milkshake barunya.

“hani-ya..sepertinya stalkermu sudah datang..”salah satu eman hani berkata dan menunjuk kearah jendela café.

“WHOOAAHH..”hani kaget sekali saat melihat junhong menatap kearahnya lurus dari jendela kaca café percis seorang penguntit.

“YA! Michiesso?!”hani memukul kaca jendela café itu dan junhong hanya tersenyum sambil mengacungkan peace signnya.

~Double Trouble~

Haneul meniup poninya bosan, ini sudah sore tapi youngmin belum juga kembali keruangannya terkadang dia membenci pekerjaannya saking bencinya dia akhirnya memutuskan untuk membereskan mejanya dan pulang duluan.

“kau mau kemana?”Tanya youngmin sata haneul baru saja memasukan dokumen-dokumennya kelaci meja kantornya.

“pulang,lagipula kau lama sekali.”haneul menjawab,dia masih malu soal ciuman mereka yang kemarin jadi haneul hanya menunduk menyembunyikan wajahnya.

“enak saja,kau tahu syarat menjadi sekertarisku?”youngmin emndekat sehingga wajahnya dan wajah haneul hanay berjarak beberapa centi,haneul bisa merasakan pipinya panas.

“hm..apa?”haneul bertanya.

“kau harus selalu menunggu untuk bosmu.”youngmin menjawab dan tersenyum.

“baiklah,sajang-nim..aku ingin pulang bolehkah aku pulang?”haneul bertanya dengan nada malas,dia terlalu lelah untuk melawan.

“tidak,sebelum kau ikut denganku.”youngmin berkata dan menarik tangan haneul.

“sajang-nim,kita mau pergi kemana?”Tanya haneul.

“ketempat yang jauh..”youngmin menjawab.

“apa?tapi..aku harus menghubungi hani.”haneul berkata dan melepaskan tangan youngmin dari pergelangan tangannya.

“hani?siapa hani?”youngmin bertanya.

“oh iya! Kau belum bertemu hani? Dia adikku.”haneul menjelaskan dan youngmin hanya mengangguk.

“oh jadi kau punya adik,berapa umurnya?”Tanya youngmin.

“16 tahun.”haneul menjawab sambil mengambil handphone dari saku roknya.

“masih muda,jadi umurmu dan adikmu terpaut jauh?”

“ya,sebenarnya orangtuaku tidak merencanakan punya adik lagi namun dia tiba-tiba saja datang.”haneul berkata dan tersenyum begitu juga youngmin,youngmin menyandar ketembok dekat lift menunggu haneul menelepon adiknya.

“hallo?hani-ya..aku akan pulang terlambat.”haneul berkata,dia mengangguk-ngangguk sepertinya mendengarkan adiknya berbicara.

“iya..ok..nanti aku hubungi lagi iya bye.”haneul menutup teleponnya.

“sebaiknya kita cepat pergi,nanti kita ketinggalan pesawat.”youngmin berkata dan mata haneul langsung membulat.

“apa?pesawat?memang kita mau kemana?”Tanya haneul dan youngmin hanya tersenyum penuh maksud.

“kau akan menyukainya.”youngmin berkata dan membukakan pintu mobilnya untuk haneul,sebagian pegawai yang melihat itu menarik nafasnya dengan kaget.

Youngmin dikenal sebagai orang yang dingin dan cuek,dia tidak pernah membalas salam para pegawainya apalagi membantu.

Namun melihat youngmin yang dengan senang hatinya membukakan pintu mobilnya untuk haneul membuat sebagian pegawai shock dan terkejut,bahkan eunji yang hendak pulang bersama teman-temannya harus berhenti dulu melihat haneul yang masuk kedalam mobil youngmin.

“Youngmin-ah..aku benar-benar tidak bisa pergi lama-lama,adikku pasti khawatir.”haneul berkata saat mereka sudah ada didalam mobil.

“tenang saja,anggap saja ini hadia weekend dariku.”youngmin berkata dan menghidupkan mesin mobilnya,mobil sedannyapun langsung melesat pergi meninggalkan gedung kantor.

“oh iya youngmin-ah..aku dengar krystal masuk rumah sakit,kenapa?”haneul melirik kearah youngmin,ekspressi youngmin langsung menegang saat dia mennegar nama ‘krystal’ keluar dari mulut haneul.

“oh..dia hanya sakit.”youngmin menjawab singkat,dia tidak mau menjelaskan detailnya.

“begitu ya,aku mungkin tidak akrab dengan krystal tapi aku ingin menjenguknya.”haneul mengungkapkan dan youngmin mengangguk.

“baiklah,aku akan mengantarkanmu menjenguk dia nanti.”youngmin tersenyum dan mengacak-ngacak rambut haneul.

Haneul yang malu hanya menunduk,entah sejak kapan dia menjadi pemalu didepan youngmin semenjak ciuman nya dengan youngmin sedikit sentuhan dari youngmin selalu berhasil membuatnya gugup dan salah tingkah.

“ngomong-ngomong bagaimana hubunganmu dengan jongin?kalian tidak berpacarankan?”youngmin bertanya,suaranya terdengar sangat mengintimidasi seakan dia meminta jawab yang cepat dari haneul.

“tidak..lagipula aku tidak tertarik padanya.”haneul menjawab dan melirik kearah pemandangan diluar jendela mobil.

Youngmin malah tersenyum lebar mendengar jawaban haneul,dia meraih tangan haneul dan menggengamnya dengan erat. Haneul melirik kearah tanganya dan tangan youngmin yang saling berpegangan lalu dia menatap kearah youngmin, youngmin menatapnya penuh dengan keseriusan namun dalam mata itu haneul menemukan sesuatu,sesuatu yang tidak pernah dia sangka akan dia temukan dalam mata youngmin.

Dalam mata youngmin tersirat rasa cinta..

Selama ini haneul tidak pernah bisa berpikir kalau lelaki arrogan yang dingin dan ambisius seperti youngmin pernah jatuh cinta,namun melihat mata youngmin yang bersinar dan menatap kearahnya haneul percaya kalau semua orang bisa jatuh cinta.

Dan bodohnya Haneul memilih jatuh cinta pada pria arrogan dan menyebalkan yang bernama jo youngmin,kim haneul cinta benar-benar sudah membuatmu bodoh.

Setelah beberapa menit diperjalanan youngmin dan ahneul langsung berlari masuk kedalam bandara,dan yang paling membuat haneul bahagia adalah saat youngmin memegang tangannya dengan mesra mereka hampir terlambat saat mereka sampai dibandara namun beruntung mereka cukup cepat untuk langsung naik kepesawat walaupun seorang pramugari yang menjaga terminal keberangkatan domestic memarahi mereka.

Mereka terlalu bahagia untuk mendengar celotehan atau lebih tepatnya teguran primaguri itu,mereka berdua hanya menganggu lalu tertawa saat mereka masuk kedalam pesawat.

“apakah ini penerbangan pertamamu?”Tanya youngmin dan ahneul menggelengkan kepalanya.

“aku pernah naik pesawat terbang saat masih kecil,aku dan orangtuaku biasa berlibur dijepang.” Aku menjawab dan youngmin mengangguk.

“bagus kalau begitu,jadi aku tak usah menenangkanmu jika kau panik saat pesawat lepas landas.” Youngmin bercanda dan haneul memukul pelan bahu youngmin.

“aku hanya bercanda..”youngmin menyentuh dagu haneul dan mengegrakannya kekanan dan kekiri membuat haneul cemberut.

“aku memang jarang naik pesawat terbang,aku yakin kau pasti sering?aku dengar dari kwangmin kalian selalu berlibur keluar negeri untuk natal.”haneul mengungkapkan.

“kalau begitu kau ikut denganku natal tahun ini,bagaimana?”youngmin menawarkan dan haneul tersenyum lalu mengangguk.

“iya aku ikut.”haneul melingkarkan tangannya dilengan youngmin dan menyandarkan kepalanya dibahu lebar youngmin.

Youngmin hanya tersenyum dan mencium pucuk kepala haneul,dia suka kehangatan yang haneul berikannya padanya. Bersama haneul selalu berhasil membuatnya merasa dibutuhkan dan diinginkan,berbeda saat dia bersama krystal.

“tidurlah,kau pasti lelah..aku akan membangunkanmu jika kita sampai.”youngmin berbisik dan haneul mengangguk lalu menutup matanya.

Setelah beberapa jam dipenerbangan youngmin dan haneul sampai dijeju,mereka langsung keluar dari bandara dan youngmin membawa mobilnya yang usdah diparkirkan di bandara sepertinya youngmin memiliki segala hal disemua tempat.

“apa ini mobilmu?”Tanya haneul.

“ya,aku dan ibuku sering berlibur ke jeju kami juga punya villa kecil disini.”youngmin mengungkapkan.

“sebaiknya kita pergi ke festival Daeboreum pasti sangat menyenangkan.”youngmin mengusulkan dia memberikan selembaran yang tadi dia ambil dibandara.

“wah..ternyata warga disini juga merayakan Daeboreum?!”haneul kelihatan kaget,mengingat festival itu biasanya dirayakan di seoul.

“walaupun tak akan seramai di seoul kita harus mencoba datang,aku dengar mereka merayakannya secara besar-besaran.””youngmin berpendapat dan haneul mengangguk.

“aku juga penasaran.”haneul membalas dan mereka berduapun masuk kedalam mobil youngmin.

Saat haneul dan youngmin sampai di jeju waktu sudah sore dan matahari sudah mulai terbenam membuat langit menjadi orange,haneul menghela nafasnya bahagia saat dia melihat pemandangan diluar mobil yang sangat indah.

“kita beruntung sekali datang saat sunset,kau mau kepantai dulu?”youngmin menawarkan dan haneul mengangguk dengan antusias.

“aku sudah lama tidak kepantai,terakhir aku kepantai saat aku..”

Haneul menghentikan perkataan nya saat sebuah kenangan masa lalunya yang indah menyapa pikirannya,masih teringat jelas dipikirannya saat kedua orang tuanya masih bahagia bersama dan mereka memutuskan untuk pergi kepantai untuk berlibur.

Youngmin yang melihat ekspressi haneul yang sedih langsung menggati topik.

“pantai di jeju indah sekali,aku lebih suka pantai disini daripada di seoul.”youngmin mencoba mengalihkan topik namun haneul kelihatanya masih memikirkan masa lalunya.

“ya,aku rasa begitu.”haneul membalas,nada bicaranya terdengar sedih.

Youngmin memarkirkan mobilnya didepan sebuah pantai yang sepi,haneul langsung turun dan melepaskan highheelnya haneul kelihatan sanagt senang sekali. Dia berlari-lari ditepi pantai dan berputar-putar percis seperti anak kecil yang kegirangan,youngmin memilih untuk melepaskan blazernya dan membuka kancing lengan baju kemejanya.

“haneul-ah..tunggu aku!”young berseru dan haneul memberi isyarat pada youngmin untuk mendekat.

Youngmin langsung berlari dan mengangkat tubuh haneul tinggi-tinggi,haneul hanya bisa tertawa penuh bahagia dan memeluk youngmin.

“aku sudah lama ingin berlibur kejeju.”youngmin berkata saat mereka berdua berjalan menulusuri pesisir pantai.

“kenapa kau tidak datang kesini dengan krystal?”haneul bertanya,sebenarnya youngmin tidak suka jika haneul sudah membahas soal krystal.

“bisakah kita tidak menyebutkan nama wanita itu? Dia tidak suka jeju dia bilang jeju hanyalah pulau tropis yang panas.”youngmin menjawab.

“oh ok..itu terakhir kalinya aku akan menyebutkan nama krystal.”haneul berkata dan youngmin melingkarkan tangannya disisi bahu haneul.

Dred..Dred..dred..

Ditengah-tengah kemesraan mereka youngmin mendnegar handphone haneul bergetar,haneul langsung mengeluarkan handphonenya dari saku roknya dan kaget saat melihat nama kwangmin muncul dilayar handphonenya.

“angkat saja.”youngmin berkata,walaupun dia sebenarnya keberatan.

Haneulpun melangkah agak jauh dari youngmin dan mengangkat teleponnya.

“nde kwangmin-ah..ada apa?”haneul mengangkat teleponya.

“haneul-ah..aku hanya penasaran,kau tahukan malam ini ada festival Daeboreum apa kau akan merayakannya?” kwangmin bertanya dengan penuh antusias.

“oh soal itu..ya aku merayakannya.”haneul menjawab sambil memainkan tangannya karena gugup.

“sebenarnya aku sudah mau mengajakmu dari jauh hari,tapi aku baru sempat mengajakmu sekarang..apakah kau mau pergi kefestival Daeboreum bersamaku?”

Haneul mengigit bibirnya,entah alasan apa yang harus dia katakan pada kwangmin dia tidak ingin membuat kwangmin kecewa namun dia sudah dijeju bersama youngmin. Haneul melirik kearah youngmin yang anteng menunggunya selesai menelepon,haneul tersenyum dan youngminpun membalas sneyum manis gadis itu.

“maaf kwangmin-ah..sepertinya aku tidak bisa.”haneul menolak.

“oh apa kau sibuk?”kwangmin bertanya.

“bukan,sepertinya aku akan menghabiskan waktu dengan Hani untuk festival Daeboreum.”haneul berbohong namun saat kwangmin akan mengatakan sesuatu handphone haneul langsung direbut oleh youngmin.

“kau mengangguku saja,haneul dan aku akan pergi ke festival Daeboreum oh iya ngomong-ngomong aku mengambil tiket penerbanganmu yang ada dilaci kamarmu anggap saja itu balasan untuk memposting foto-foto memalukanku di website fansku.”youngmin berkata.

“MWO?HYUNGGG!!!”youngmin dan haneul bisa mendengar jeritan kwangmin dan youngminpun segera menutup telepon.

“dia berisik sekali.”youngmin berkata sambil mengusap telinganya.

“hahaha kau jahat sekali youngmin-ah.”haneul berkata dan mereka berduapun tertawa.

~Double Trouble~

“SIAL!” kwangmin mengutuk,dia benar-benar marah sekali beraninya youngmin menculik haneul kejeju apalagi kakaknya itu kejeju dengan mencuri tiket penerbangan yang sudah dia pesan jauh-jauh hari untuk liburan musim panasnya.

Kwangmin melirik kearah kerumunan orang-orang yang sudah berdatangan untuk merayakan festival Daeboreum atau disebut juga sebagai festival bulan purnama,banyak sekali orang-orang yang datang namun kebanyakan hanya pasangan kekasih.

Kwangmin juga melihat beberapa group remaja dan keluar kecil yang datang,namun dirinya hanya sendirian dan kesepian dia sudah membunuh youngmin dalam pikirannya ratusan kali. Dia memang menyayangi kakak kembarnya itu namun dia benar-benar marah pada kakaknya sekarang,kwangminpun dengan kesalnya berdiri dan menghela nafas.

Sepertinya festival Daeboreum tahun ini dia harus merayakannya sendirian,setidaknya dia punya staff dramanya yang juga ikut merayakan festival itu.

“Kwangmin-ah..!!”mendengar seseorang memanggilnya kwangmin melirik kearah sumber suara,dia tersenyum sata melihat eunhye dan suzy datang mendekatinya.

“ah noona,suzy.”kwangmin menyapa.

“kwangmin-ah..kau sendirian?kemana pacarmu yang sering mengantarkanmu makan siang?”Tanya eunhye menggoda.

“noona dia bukan pacarku,kami hanya dekat.”kwangmin menjawab,namun pipinya bersemu merah.

“aish..aku tahu,aku tahu.”eunhye menyikut lengan kwangmin dan tersenyum genit.

“oh iya,suzy juga sendiri bagaimana kalau kalian pergi kefestival berdua saja?”eunhye menarik suzy yang berdiri disampingnya.

“tapi eonni..”suzy mencoba protes namun eunhye langsung menutup mulut suzy.

“shuttt..sudah kalian pergi sana! Aku juga mau jalan-jalan,bye!”eunhye berkata dan mengedipkan matanya kearah kwangmin.

“euh..daripada kita diam,kamu mau beli permen kapas disana?”kwangmin menunjuk kearah stall permen kapas yang berdiri tak jauh dari mereka.

“tentu saja.”suzy berkata dan tersenyum.

Mereka berdua berjalan dengan canggungnya,suzy sangat senang sekali dia bisa menghabiskan waktu dengan kwangmin meskipun kelihatannya kwangmin kecewa karena suatu hal.

Setelah mereka berdua membeli permen kapas mereka berjalan melewati berbagai stall makanan dan game,mata suzy langsung berseri-seri saat dia melihat sebuah bonek panda yang lucu.

“waw..boneka itu lucu.”suzy tanpa sadar berkata dan kwangmin mencari-cari boneka yanga dimaksud oleh suzy.

“yang mana?”Tanya kwangmin.

“itu..boneka panda yang besar.”suzy menunjuk kearah boneka panda yang besar yang ada di stall permainan menembak bebek.

“kau mau mencoba memainkannya?”Tanya kwangmin dan suzy mengangguk.

Kwangminpun menarik lengan suzy menuju stall permainan tembak bebek,suzy yang sadar kalau tangannya digengam oleh kwangmin langsung menunduk malau pipinya pasti sudah merah sekarang.

Kwangmin langsung mengambil pistol air yang sudah disediakan di stall itu dan mulai menembak bebek yang keluar,suzy hanya bisa menyemangati disamping kwangmin. Kwangmin kelihatannya cukup lihai dalam permainan menembak, dia selalu berhasil menjatuhkan bebek yang datang dan dia kelihatan sudah terbiasa memainkan permainan ini yang mungkin bagi sebagian orang cukup sulit.

Tuit..Tuit..Tuit..

Suara alarm terdengar saat kwangmin berhasil mencetak skor yang tinggi,suzy langsung bersorak begitu juga dengan kwangmin tanpa sadar mereka langsung memeluk satu sama lain.

“yayy!!! Kau hebat sekali kwangmin-shi.”suzy bersorak dan melepaskan pelukannya.

“yeah..aku sering berlatih.”kwangmin berkata,dia belum sadar kalau tangannya masih melingkar dipinggang suzy.

“hm..kwangmin-shi..”suzy berkata dan kwangmin langsung sadar akan situasinya,kwangminpun langsung melepaskan tanagnya dari pinggang suzy.

“maaf.”kwnagmin berkata dan menggaruk kepalanya canggung.

“tidak apa-apa.”suzy berkata malu-malu.

“ini hadiahnya tuan.”penjaga stall permainan memberikan kwangmin boneka panda yang suzy inginkan.

“terimakasih ahjusshi.”kwangmin berkata dan diapun memberikan boneka panda itu pada suzy.

“untukmu,aku tidak suka boneka.”kwangmin berkata dan suzypun mengangguk sambil memeluk boneka panda itu.

“terimakasih kwangmin-shi.”suzy tersenyum begitu juga kwangmin.

“sama-sama,apa kau ingin naik kincir itu?”kwangmin menunjuk kearah kincir yang besar,banyak sekali orang yang mengantri untuk menaiki kincir itu.

“ayo..”suzy menyetujui.

~Double Trouble~

“Hahahaha..”suara haneul terdengar saat mereka baru saja masuk kevilla.

“aku tidak tahu kalau malam ini akan hujan.”youngmin berkata,dan masuk mengitu haneul.

Haneul dan youngmin basah kuyup bahkan boneka baru yang youngmin belikan untuk haneul ikut basah kuyup juga,permen kapas yang youngmin bawa rusak juga dan sekarang permen itu menempel ditangannya membuat tanganya sangat lengket.

“iya,mungkin sekarang sudah mulai musim hujan.”haneul berkata dan menyimpan tas juga bonekanya dikursi yang ada diruang tengah villa youngmin.

“ughhh..bajuku basa semuanya,apa kau mau mengganti bajumu?”Tanya youngmin,dia membuka blazer hitamnya dan menyimpannya dilengan sofa.

“aku mau,tapi aku tidak membawa baju ganti.”haneul cemberut.

“disini juga dingin..”haneul memeluk kedua sisi lengannya sedikit mengigil.

Youngmin tersenyum dan mendekat kearah haneul,seketika haneul bisa merasakan hangat tubuh youngmin temperature tubuh youngmin memang selalu hangat dan haneul menyukai itu.

Youngmin memeluk tubuh haneul erat,dan haneul memeluk youngmin kembali mereka tidka peduli dengan tubuh mereka yang basah yang jelas mereka senang. Youngmin melepaskan pelukannya dan membenakan poni haneul yang menutup sebelah wajah cantiknya,entah sejak kapan haneul terlihat begitu cantik baginya.

“Kim haneul..Saranghae..”youngmin berkata dan haneul tersenyum.

“Nado saranghae.”haneul menjawab.

Youngmin mendekatkan wajahnya mendekat kearah haneul,dia menutup matanya begitu juga haneul tak menunggu lama bibir mereka bertemu dan rasa hangatpun langsung bisa mereka berdua rasakan.

Youngmin menyentuh kedua sisi wajah haneul dan menariknya agar haneul lebih dekat kearahnya,sedangkan tangan haneul masih melingkar dipinggang youngmin ciuman mereka lembut namun penuh dengan hasrat.

To Be Continue..

Don’t Forget the comment😀

Love,Seven94

Kekeke gimana adegan kissu nya?kalian suka gak?ada gif nya loh..jadi kalian bisa negbanyangin lebih jelas *author yadong*
apa kalian suka dengan gifnya? kalau kalain suka komen ya😀

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 9~

  1. Yeah tnyt haneul ma youngmin sama2 slg suka… Mdh2n mrk pcrn… Emg mendingan haneul daripada ma krystal…

    Kwangmin udh qm ngalah aj ya biarkan haneul ma youngmin…

  2. akhirny pemenang hati haneul adalah youngmin..kyaaa..youngmin so sweet..tp aku jg kasian sama hyunseong..dia g d anggap sama krystal..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s