Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 8~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

~Haneul Pov~

Aku melangkah menuju apartemenku bersama kwangmin,mataku masih bengkak dan aku masih kelihatan pucat namun aku merasa baikan setidaknya bebanku sudah terangkat sedikit. Aku tidak ingin membuat hani khawatir,dia sendiri memiliki banyak masalah aku tidak ingin menambah masalahnya.

“terimakasih sudah mengantarkanku.”aku berkata dan tersenyum.

“sama-sama,hubungi aku jika kau membutuhkanku.”kwangmin berkata dan menyentuh pipiku,aku mengangguk dan hendak membuka pintu apartemenku.

Namun belum juga sempat aku memutar kenop pintu apartemenku tangan kwangmin menarik lenganku,tubuhku yang lemah langsung membentur dada bidangnya kami berdua saling menatap.

Kwangmin mendekat kearahku,aku bisa merasakan jantungku berdetak cepat sekali bahkan jantungku sepertinya bisa meledak kapan saja. Nafas hangat kwangmin berhasil menyentuh bibirku itu artinya dia dekat sekali dan akupun menutup mataku dan bibirku menahan segala kegugupan yang aku rasakan bahkan aku bis amerasakan tangan dan kakiku gemetaran.

Aku bisa merasakan tangan manlynya menyentuh salah satu sisi wajahku,dan bibirku kami hampir bersentuhan.

DUKKK

Tiba-tiba pintu apartemenku terbuka dan pintunya membentur kepalaku cukup keras membuatku meringis kesakitan,kwangmin yang kaget segera melepaskan tangannya dariku dan kamipun berpisah.

Aku melirik belakang dan seseorang langsung menutup kembali pintu apartemenku,aku sangat sebal pasti yang tadi membuka pintu adalah hani tidak salah lagi.

“maaf,seharusnya aku tidak seperti itu.”kwangmin berkata dan menggaruk kepalanya malu-malu.

“tidak apa-apa.”aku berkata dengan canggung dan menunduk menatap kakiku dan kaki kwangmin.

“aku sangat menyukaimu haneul-ah,maukah kau menjadi pacarku?”Tanya kwangmin dia tersenyum dan menyentuh tanganku.

Aku hendak menjawab namun entah kenapa sepertinya ada sesuatu yang mengganjal dihatiku,aku tidak mengerti namun aku mulai ragu dengan perasaanku pada kwangmin. Aku hanya diam dan menunduk,kwangmin kelihatannya sangat kecewa namun dia sepertinya mengerti dengan situasiku.

“aku tahu kita baru kenal beberapa bulan,tidak apa-apa aku ingin mengenalmu lebih jauh.”kwangmin berkata.

Aku hanya bisa mengangguk,aku sebenarnya sangat senang mendengar kalau kwangmin ingin mengenalku lebih jauh.

“ini sudah sore,aku harus pergi.”kwangmin berkata dan aku mengangguk.

“hati-hati dijalan.”kataku dan kwangmin melambaikan tangannya dari kejauhan dan menghilang ditikungan jalan.

Aku menutup pintuku dan hampir saja pingsan saat aku melihat hani menungguku diruangan tamu sambil menekuk lututnya diatas kursi dia benar-benar menakutkan karena rambut panjangnya tergerai menutupi sebagian wajahnya.

“eonni…”hani memanggil dengan suara seramnya,aku hanya bisa menelan ludahku.

“ya?”aku merespon.

“apa yang tadi aku lihat adalah jo kwangmin?”Tanya hani penuh dengan kecurigaan.

Aku hanya mengangguk,walaupun hani masih kecil dia bisa seram sekali.hani mengehela nafasnya dan berdiri dari duduknya.

“eonni jeongmal?sebenarnya siapa pacarmu?”Tanya hani,dimulai berakting seperti seorang detektif yang mengintrogasi seorang tersangka.

“aku tidak punya pacar…”aku melirik kearah lain menghindari tatapan tajam hani.

“oh ayolah!aku sudah besar eonni aku 16 tahun! Kenapa kau selalu merahasiakan kehidupan cintamu?”hani mengeluh dan mengacak-ngacak rambutnya percis seperti orang yang stress.

“okay!okay! berhenti mengacak-ngacak rambutmu.”aku memegang kedua tangan hani.

“kita bisa membahas soal itu nanti,apakah eomma sudah menelepon?”aku bertanya dan dengan sedihnya hani menggelengkan kepalanya.

Aku menghela nafasku dan mengelus kepala adikku satu-satunya itu,pasti tidak menyenangkan hanya tinggal bersama kakek dan nenek.

“eonni,aku ingin tinggal disini..”hani berkata dan duduk disofa ruang tengah apartemenku.

“kau gila?eomma pasti marah sebaiknya kau kembali.”aku berkata dan pergi kekamarku,aku bisa mendengar langkah kaki hani mengikutiku.

“untuk apa?eomma tidak peduli padaku.”hani merajuk dia memajukan bibirnya dan memasang muka masam.

“HANI! Eomma peduli padamu,kau saja yang tidak peduli padanya.”aku membentak,hani hanya diam dan menunduk.

SIAL! Seharusnya aku tidak membentak,aku segera berjalan kearahnya dan menarik dia kedalam pelukanku.

“maaf eonni tidak bermaksud membentak.”aku mengelus kepala hani,hani hanya diam dan menanngis.

“eonni..hiks..hiks..aku tidak kuat hidup dengan eomma.”hani menangis dan memelukku dengan erat,hatiku terasa teriris saat melihat adik kecilku menangis seperti ini.

“shut..hani, kau harus kuat.”aku mengelus kepala hani dan aku melepaskan pelukanku,ku hapus airmata nya dan kucium dahinya.

“adikku,kau kuat aku yakin kau bisa melewati semua ini..jika eomma lemah kau harus menemaninya.”aku tersenyum dan hanipun berhenti menangis.

“lalu kenapa eonni tidak tinggal bersama eomma dan aku?”hani bertanya.

Kau tidak akan mengerti Hani..

“eonni tidak bisa hani,eomma tidak suka kalau eonni datang kerumah.”aku berkata dan hani hanya diam,dia mungkin sudah bosan mendengar alasan yang aku berikan.

“Kim hani,kau adalah gadis yang kuat bertahan selama setahun lagi ok?setelah kau lulus SMA kau bisa tinggal disini.”aku mencoba menghiburnya namun dia tidak menjawab apapun dan pergi keluar dari kamarku.

Aku menghela nafasku dan melirik kearah jendela yang ada dikamarku,aku masih merasa bersalah karena aku meninggalkan hani dengan eomma. Namun aku tidak bisa melakukan apapun saat itu aku masih muda dan aku tidak yakin aku bisa menghidupi orang lain,aku membaringkan badanku diranjang.

“tuhan..tolong aku.”

~Double Trouble~

Hani berlari keluar dari apartemen dan airmatanya tidak bisa berhenti keluar dari matanya,dia berlari dan terus berlari berharap dia bisa melupakan semua kekesalannya. Dia marah dan kecewa pada kakaknya,ini adalah sekian kalinya kakaknya beralasan untuk menunda kepindahannya.

Hani sudah muak dengan kehidupannya,dia hanya ingin memulai segalanya dari awal. Dia tidak kuat dengan amarah ibunya yang selalu meledak-ledak menyalahkan semua kesalahan ayahnya kepadanya,hani yang lelah berhenti dan berjalan menuju taman.

Ditaman dia mendapati sebuah ayunan dan dia duduk disalah satu ayunan itu,dia mengayun-ngayunkan ayunannya dengan malas.

“apa yang kau lakukan disini?”

Suara seorang lelaki mengejutkan hani dia mendongak dan mendapati jongin menunduk menatapnya,hani segera memalingkan wajahnya dia benar-benar tidak ingin berbicara pada siapapun sekarang.

“seharusnya aku yang bertanya seperti itu.”hani segera menyeka airmatanya.

“seperti biasa,aku ingin menganggu kakakmu.”jongin menjawab dengan senyum nya lalu duduk disamping hani.

“kau memang suka sekali menganggu kakaku ya?sebaiknya kau menyerah,dia sudah jatuh cinta pada lelaki lain.”hani berkata dengan nada dinginnya.

MWO?NUGU?”jongin langsung berdiri dari duduknya terkejut.

“Jo kwangmin,kau tahu dia?diakan artis yang sedang naik daun.”hani menjawab dan mengaunkan ayunannya.

“kwangmin?! Sial!seharusnya aku tidak mengijinkan mereka pulang..”jongin mengacak-ngacak rambutnya frustasi.

Hani yang melihat jongin frustasi hanya terseyum tipis,seandainya dia memiliki orang yang bisa menganggunya juga seperti jongin mungkin akan menyenangkan. Hani terkadang merasa sangat iri pada kakaknya,haneul mungkin tidak secantik dirinya namun sepertinya orang-orang disekitarnya lebih menyukai kakaknya daripada dirinya.

“sebaiknya kau cepat pergi,eonni mungkin sudah menunggumu.”hani mengusir jongin.

“tidak apa-apa,biarkan dia menunggu.”jongin berkata dan mengacak-ngacak rambut hani.

“ada apa?kau kelihatan sangat sedih?”jongin bertanya dan hani lagi-lagi menyembunyikan wajahnya dengan menunduk.

Jongin benar-benar mengerti apa yang dirasakan hani,dia sendiri selalu menyembuntikan kesedihannya dari orang lain.

“kau lebih baik mengatakannya padaku,aku kakakmu jugakan?”jongin menggoda dan hani mendengus meremehkan.

“kenapa kau yakin?kakakku kan belum tentu akan menikah denganmu.”hani meledek.

Jongin mengangkat bahunya.

“aku bisa meminta bantuanmu untuk memaksanya.”jongin bercanda dan hani memukul bahu jongin.

“aww..sakit tahu!”jongin mengeluh dan mencubit pipi hani.

“ahjusshi,kau sangat menyukai kakakku ya?”Tanya hani penasaran.

“bisa dibilang begitu.”jongin menjawab secara singkat,dia menatap kearah kakinya,entah sejak kapan dia lebih tertarik memperhatikan kakinya daripada hani yang sedang menatapnya.

“sebaiknya kau segera mengatakannya pada kakakku.”hani berkata dan menata serius kearah jongin.

“apa kau setuju jika aku berpacaran dengan kakakmu?”jongin mengangkat halisnya penuh dengan kebahagiaan namun belum sempat hani menjawab seseorang memanggil namanya.

“HANI?!”seorang remaja lelaki yang memakai seragam sekolah kelihatan kaget saat dia melihat hani dan jongin sedang mengobrol.

“sial!”hani mengutuk dan segerea menarik tangan jongin.

“siapa dia?”Tanya jongin,dia bisa mendengar remaja lelaki itu berlari kearahnya dan menarik bahunya dengan kasar membuat jongin hampir terjungkal kebelakang.

“YA!kamu siapa?!beraninya kau menggoda pacarku!”remaja lelaki itu berterik dengan keras.

“Junhong!hentikan,sudah aku bilang kita putuskan?”hani membentak namun lelaki yang di panggil junhong itu malah  menarik tangan hani.

“aku tidak ingin putus!”junhong berkata.

Jongin yang melihat hani panik dan mencoba melepaskan gengaman junhong khawatir,jongin segera melepaskan tangan junhong dari hani dan hani langsung bersembunyi dibalik punggung jongin.

“YA!kau siapa?beraninya kau mengganggu adikku!”jongin membentak dan tatapan junhong yang tajam langsung berganti menjadi tatapan bingung.

“mwo?adikmu?aku rasa hani tidak punya seorang kakak lelaki.”junhong berkata sambil mendengus,jongin benar-benar tidak suka sikap anak remaja yang ada dihadapannya itu.

“bukankah aku bilang aku kakaknya?apa kau tidak percaya?”jongin mengangkat kerah baju junhong.

“apa kau suami haneul noona?”dia malah balik bertanya,mendengarkan prediksi itu pipi jongin langsung merah.

Jika dia tidak sedang berkelahi dengan junhong dia mungkin akan terawa dan senyum mesem-mesem namun dia menahan hasratnya itu dan memasang muka serius dan berwibawa.

“kalau iya kenapa?kau masih mau menganggu adik iparku?!”jongin mengancam dan junhong langsung bersujud dihadapan jongin.

“AMPUN HYUNG-NIM!”junhong meminta ampun dan jongin tertawa dengan puasnya,hani yang melihat kedua orang gila yang berinteraksi itu hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.

Benar-benar yang tua dengan yang muda gilanya sama..

“hyung..aku benar-benar tidak tahu,jinjja!mollayo!”junhong berkata penuh dengan penyesalan.

“sudah tidak apa-apa,sebaiknya kau pergi sana jangan ganggu adikku ok?”jongin mengancam namun junhong malah memasang muka masam.

“aaa..wae hyung-nim?aku ingin menghabiskan waktu dengan hani.”junhong meminta atau lebih tepatnya memelas.

“tidak bisa! Kau akan menganggunya,sebaiknya kau cepat pergi sebelum aku melarangmu untuk bertemu dengan hani.”jongin mengancam.

“ok..ok..aku menyerah.”junhong berdiri dari sujudnya dan merapikan lagi baju seragamnya.

“hani-ya,aku harap kita bisa bicara besok disekolah.”jonghun berkata dan mencoba menyentuh hani namun jongin segera menepis tangan junhong membuat lelaki itu mengerang kesal.

“tidak boleh menyentuh! Hush!hush! cepat sana pergi.”jongin mengusir jonghun percis seperi dia mengusir seekor anjing.

“anyyeoung haseyo hyung-nim.”junhong menunduk penuh hormat dan pergi sebelum melambaikan tangannya kearah hani dan hani hanya membalasnya dengan putaran matanya.

“anak yang pintar,siapa dia?”Tanya jongin.

Hani ingin muntah mendengar pujian jongin,junhong mungkin berbakat dalam musikal namun dia jauh dari yang namanya pintar.

“terserah..dia hanya kuman yang selalu mengikutiku.”hani berkata dengan cuek,entah kenapa nada bicara hani mengingatkan jongin pada haneul.

“oh begitu ya,tapi dia kelihatannya sangat menyukaimu.”jongin berkata dan hani hanya diam dia tidak ingin membahas soal mantan kekasihnya itu.

~Double Trouble~

Tingtong…

Mendengar suara bel apartemennya berbunyi haneul segera berlari dan membuka pintu apartemennya,namun matanya melebar saat dia melihat sosok yang tidak asing baginya berdiri dihadapannya.

“sajang-nim?”Tanya haneul tidak percaya dengan pengelihatannya.

“hi..A-aku hanya ingin minta maaf soal tadi.”youngmin terbata-bata dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal dengan canggung.

Haneul hanya diam dan menunduk,ia tidak tahu harus memaafkan youngmin atau tidak sebagian hatinya menjerit iya namun ego nya benar-benar melarangnya untuk menyerah pada iblis ganteng yang satu ini.

“aku mohon..aku,aku hanya marah aku sangat marah padamu dan wanita-wanita itu aku bingung dan..”youngmin menggigit bibirnya dan memberikan sebuah teddy bear dan setangkai bunga mawar pada haneul.

Haneul yang kebingungan menatap kearah teddy bear itu tanpa menerimanya,dia bisa melihat jahitan kata ‘im sorry’ dihati yang teddy bear itu pegang.

“aku benar-benar minta maaf,aku tahu aku kasar tadi tapi itu semua karena aku emosi dan khawatir sama kamu.”youngmin mengungkapkan,haneul bahkan bisa melihat kedua pipi youngmin memerah.

Lucu sekali!

“apa kau akan memaafkanku?”youngmin bertanya,tangannya masih menyoddorkan boneka teddy bear putih yang dia bawa.

“apa kau benar-benar terluka?aku bodoh,aku tahu seharusnya aku tidak mengatakan kata-kata itu,kau boleh memukulku menamparku apalah..terserah yang penting kau memaafkan aku.”youngmin menunduk sedih.

Haneul merasa kasihan melihat betapa sengsaranya youngmin,namun dia ingin memberikan lelaki itu sedikit pelajaran agar dia tidak mengulangi kelakuannya itu pada wanita lain selain dirinya. Haneul hanya dia menyilangkan tangannya begitupun youngmin,dia tidak tahu harus berapa kali dia mengatakan kata maaf dia sendiri tidak mengerti tidak pernah seumur hidupnya dia minta maaf pada seseorang yang dibawahnya atau lebih tepatnya pada seorang pegawai.

“please..aku benar-benar minta maaf.”sekali lagi youngmin memelas.

Haneul akhirnya luluh dan tersenyum dia dan berjalan keluar dari apartemen nya dan memeluk youngmin dengan erat,dia sangat bahagia saat youngmin meminta maaf padanya setidaknya youngmin masih menganggapnya sebagai seseorang yang berarti.

Youngmin yang kaget hanya bisa diam lalu taklama kemudia youngmin memeluk kembali haneul,dia senang sekali dan tersenyum dengan lebarnya. Entah kenapa pelukan haneul terasa begitu hangat dan membuat hatinya berdetak lebih kencang dari biasanya,haneul merapatkan kepalanya di ceruk leher youngmin dan tersenyum.

“aku juga minta maaf.”haneul berkata.

“tidak apa-apa,aku tahu kau tidak bersalah.”youngmin berkata.

BRUGG..

Mendengar sesuatu yang jatuh haneul segera melepaskan pelukannya dari youngmin,dia bisa melihat hani dan jongin berdiri membantu ditempat mereka. Hani kelihatannya kaget namun jongin dia sangat marah sampai dia menjatuhkan es krim yang dia beli untuk haneul,haneul membuka mulutnya hendak menjelaskan namun jongin segera berbalik pergi.

“JONGIN-SHI!”haneul memanggil.

Jongin kelihatan sangat terluka dan dia tidak menoleh saat haneul memanggilnya, hani kelihatan kesal juga pada kakaknya dan dia memutuskan untuk mengejar jongin.

“kenapa jongin tahu apartemenmu?”Tanya youngmin penasaran.

“dia mengikutiku.”haneul menjawab.

Hani mengejar jongin yang sudah membuka pintu mobilnya hendak pergi meninggalkan apartemen haneul namun hani segera mencegahnya dengan menarik lengan pemuda itu,jongin dia dan melirik kearah hani penuh Tanya.

“jangan pergi.”hani berkata menatap lurus kearah jongin.

“untuk apa aku tetap disini?kakakmu sudah menemukan seseorang yang dia butuhkan.”jongin berkata dan melepaskan gengaman hani dengan kasar.

Hani hanya bisa diam,dia tidak punya alasan untuk menahan jongin dia hanya bisa merelakan lelaki itu menaiki mobilnya dan pergi.

“AISH!” hani mengutuk dengan kesal dan meniup poninya.

Youngmin dan haneul hanya diam saling memandang,sangat canggung rasanya jika mereka berdua berdiam-diaman seperti ini. Haneul mencoba mencari topic pembicaraan namun dia sepertinya tiba-tiba berubah menjadi idiot dan tidak bisa menemukan sepatah katapun untuk dikatakan,taklama menunggu hani langsung muncul dan dia kelihatan tidak senang.

“Eonni,masuk denganku sekarang!”dia memerintah mengacuhkan youngmin yang kelihatan kaget mendnegar hani memanggil haneul dengan sbeutan eonni.

“aaa..hani tunggu,sajang-nim sebaiknya kau pulang aku akan menghubungimu nanti.”haneul berkata dan youngmin mengangguk kebingungan.

Hani menarik haneul dengan keras membuat haneul hampir jatuh namun dia berhasil menjaga keseimbangannya,haneul melepaskan genggaman tangan hani dan menyentuh pergeleangan tangannya yang sakit.

“kamu kenapa sih?”haneul berkata dengan nada kesal.

“Eonni! Apa kau tahu bagaimana perasaan jongin oppa?!”hani menyembur marah.

“mwo?ada apa dengan dia?”Tanya haneul.

“dia cemburu,apa kau tahu?! Eonni kenapa kau bodoh sekali?! Kau tahukan jongin menyukaimu tapi kau masih saja berdekatan dengan lelaki la—“ sebelum hani bisa menapatkan perkataannya dia kaget saat melihat darah menetes dari tangan haneul.

“eonni,kau berdarah..”hani segera menyentuh tangan haneul dan haneul meringis kesakitan.

“maafkan aku eonni aku tidak tahu..”hani berkata dengan penuh penyesalan.

“tidak apa-apa,aku..aku hanya..”haneul terdiam dan dia akhirnya duduk di sofa membiarkan tangannya berdarah.

Hani segera mengambil kotak obat yang ada di dupet dapur dan segera membersihkan luka haneul,haneul hanya diam membiarkan adiknya membersihkan lukanya dan membalut lukanya dengan plester.

“eonni,tanganmu kenapa?”Tanya hani,nada suaranya terdengar sangat sedih.

“aku tidak apa-apa,hanya terluka sedikit.”haneul berkata.

“Tapi! Kenapa sampai berdarah?eonni apakah lelaki tadi menyakitimu?”Tanya hani dan haneul menggelengkan kepalanya.

“bukan,dia bosku.”haneul menjawab dan hani mengangguk.

“bosmu?lalu kenapa kau memeluknya?”hani bertanya penuh penasaran,setahu dia pegawai dan seorang bos tidaklah sedekat itu bahkan harus berpelukan segala.

“dia hanya meminta maaf padaku.”haneul menjelaskan dan menatap boneka teddy bear putih yang dia pegang.

Mata haneul melebar saat dia melihat boneka teddy bear itu terkena noda darah tangannya.

omo! Bonekanya kotor,otthokaji?” dengan paniknya haneul mencoba membersihkan noda darahd ari teddy bear kecil itu namun usahanya sia-sia.

“eonni,apakah kau menyukai bos mu?”hani bertanya dan haneul seketika menghentikan aktivitasnya.

Dia berpikir sejenak mempertimbangkan segala yang mungkin dia rasakan untuk atasannya itu,youngmin mungkin bisa menjadi seseorang yang sangat menyebalkan untuk haneul dia leras kepala,kasar dan arrogan namun dibalik semua itu dia memiliki satu sisi yang lembut,lemah dan penyayang.

“apakah aku menyukainya?”haneul bertanya pada dirinya sendiri membuat hani binggung.

~Double Trouble~

Jongin hanya diam di sofa apartemennya memasang muka masam dan sesekali dia melirik kearah sosok Jessica yang sedang sibuk membuatkan sepupunya itu pudding,Jessica sendiri keheranan saat jongin meneleponnya dan memintanya untuk membuatkan pudding.

Awalanya Jessica pikir pendengaranya sudah rusak namun ternyata tidak,saat dia datang keapartemen pemuda itu dia sudah menemukan bubuk pudding instant dan bahan-bahan lain untuk melengkapi resep pudding.

“jongin-ah,diaman kau membeli semua bahan ini?”Jessica bertanya dan jongin hanya diam meneguk kopi kaleng yang dia beli dan anteng menonton tv.

Jessica menghela nafasnya,kebiasaan jongin memang tidak berubah dia masih saja cuek dan suka menyuruh-nyuruh. Jessica memutuskan untuk melanjutkan memasak dan mengacuhkan pemuda itu, toh nanti juga kalau dia butuh dia akan kembali lagi dan bertanya padanya.

Setelah berkutat di dapur sendirian Jessica selesai membuat pudding dan dia memasukan cairan pudding pada cetakan yang sudah jongin sediakan, setelah selesai Jessica memasukannya pada kulkas dan menunggu pudding itu memadat.

“jongin-ah..”Jessica memanggil namun pemuda itu tidak menyahut juga.

“JONGIN-AH!”Jessica memanggil dengan kesal dan dia berjalan kehadapan jongin dan berkacak pinggang dihadapan lelaki itu.

wae geurae? Kamu kenapa?kamu kelihatan aneh sekali.”Jessica berkata.

“noona,aku tidak apa-apa.”jongin menjawab dengan malas,Jessica yang sudah megenal jongin sangat lama tentu saja tidak percaya dengan perkataan itu.

“kau sedang sedih aku tahu itu jongin.”Jessica berkata dan menatap tajam kearah lelaki yang duduk dihadapannya itu dengan penuh keseriusan.

“aku..aku rasa aku harus berhenti mengejar haneul.”jongin akhirnya mengungkapkan.

dia tidak ingin membuat Jessica terus bertanya padanya sepanjang hari atau yang lebih buruknya memata-matainya,kakak sepupunya itu memang memiliki kebiasaan buruk untuk ikut campur dalam kehidupan pribadi orang-orang yang dicintainya.

Jongin mengerti kalau Jessica melakukan semua itu karena gadis itu peduli pada oang-orang yang ada disekitarnya atau orang-orang yang dia sayangi,namun terkadang kelakuannya itu sangat menganggu dan membuat jongin kesal.

“kenapa?aku kira kau sangat menyukai haneul.”Jessica berkata namun jongin hanya diam,dia hanya menghela nafas dan meniup poni nya.

“aku rasa dia tidak menyukaiku.”jongin menjawab dan meneguk kopi kalengnya.

“mwo?kau yakin?”Jessica bertanay tidak percaya,ini pasti sangat menyakitkan bagi jongin karena penolakan haneul pastilah penolakan nya yang pertama karena setahu Jessica semua wanita yang pernah dekat dengan jongin selalu berakhir menaksir sepupunya yang tampan itu.

“kau yakin?sebaiknya jangan berasumsi dulu sebelum ada bukti.”Jessica berkata,sebenarnya dia ingin memukul kepalanya sendiri sudah berkata seperti itu.

Bukankah Jessica ingin jongin mengakhiri semuanya dengan haneul?lalu kenapa dia mengatakan kalau seakan-akan dirinya ingin jongin dan haneul bersama? Sangat bodoh sekali,Jessica berpikir namun dia mencoba menjaga poker facenya di hadapan jongin yang kelihatan sedang mempertimbangkan perkataan Jessica.

“kau benar noona,sebaiknya aku bertanya dulu pada haneul soal itu.”jongin menyentuh dagunya dan berpikir.

“sebaiknya aku mengungkapkan perasaanku pada haneul,siapa tahu saja dia hanya malu padaku selama ini.”jongin berkata dan mukanya otomatis kembali cerah,Jessica sangat iri pada haneul yang bisa membawa efek yang sangat besar bagi sepupunya itu.

“bagus kalau begitu,aku rasa pudding nya sudah mengental aku akan memotong nya untukmu.”Jessica berkata dan berdiri dari duduknya namun jongin menarik tangan Jessica.

“tunggu!”jongin berkata.

“bisakah kau membantuku noona?”Tanya jongin dengan penuh harap,Jessica menghela nafasnya dan duduk.

“kau mau apa?”Tanya Jessica malas.

“bantu aku latihan untuk mengungkapkan perasaanku pada haneul ok?”jongin memelas.

“apa?kamukan playboy! Kenapa aku harus latihan denganmu?lakukan saja seperti yang biasa kau lakukan pada wanita-wanita yang biasa kau kencani.”Jessica berkata dan jongin memasang muka masamnya.

“noona,haneul beda! Dia bukan wanita murahan yang bisa dibeli dengan kencan semalam,uang dan barang-barang mahal.”jongin mengungkapkan.

“aish!”Jessica mengutuk dan akhirnya diapun duduk.

“baiklah,coba aku ingin dengar semua curahan hatimu.”Jessica berkata dan melipat tangannya malas,dia sebenarnya sedikit penasaran dengan ungkapan cinta sepupunya itu.

“baiklah,dengarkan baik-baik ok?kalau ada kaliamat yang aneh atau apapun yang janggal katakan padaku ok?”jongin berubah menjadi antusias dan Jessica hanya mengangguk malas.

“ehm..”jongin berdehem dia membenarkan posisi jessica membuat wanita itu menghadap kearahnya sehingga jongin menatap lurus kearah mata Jessica.

“Haneul-ah,aku tahu kita baru kenal beberapa bulan saja dan pertemuan kita meruapakan pertemuan yang tidak terlalu baik.”jongin mengawali dan Jessica mengangguk.

“awalnya aku tidak pernah ada niat untuk jatuh cinta padamu,aku jujur disini.”jongin mengigit bibir bawahnya dan kembali menatap kearah Jessica.

“tapi aku bersumpah haneul-ah,aku jatuh cinta padamu..aku tidak mengerti juga kenapa semua ini sangat aneh sekali bagiku.”jongin menghela nafas mencoba berpikir.

“aku juga tidak mengerti kenapa wajahmu selalu muncul di dalam tidurku,aku selalu memikirkanmu selama 24 jam,aku selalu khawatir jika aku tidak bertemu denganmu atau tidak menghubungimu,aku akan kehilangan dan merasa rindu jika aku tidak bertemu denganmu atau membuatmu marah.” Jongin tersenyum begitu juga dengan Jessica,entah kenapa mendengar semua pengakuan jongin membuat Jessica menjadi nervous.

“aku hanya ingin kau menjadi pacarku,maukah kau menjadi pacarku?aku tahu aku mungkin bukan pacar yang baik karena kau tahu masa laluku tapi haneul-ah..aku benar-benar ingin berubah dan aku harap kau bisa membantuku untuk berubah.”jongin mengungkapkan.

Jessica begitu terharu mendengar pengakuan jongin dia benar-benar berharap kalau dialah yang jongin inginkan bukan haneul,tanpa sadar Jessica yang terbawa oleh emosi menarik wajah jongin mendekat kearahnya dan bibir mereka berdua bertemu.

Bibir Jessica terasa manis seperti rasa pudding yang tadi jongin beli,mungkin karena gadis itu mencicipi pudding itu terlebih dahulu. Jongin yang kaget segera mendorong Jessica dia sudah berjanji pada dirinya sendiri tidak akan mengkhianati haneul,jongin menyentuh kedua sisi lengan Jessica dan mendorong kakak sepupunya itu menjauh darinya.

Jessica yang kaget juga hanya diam untuk beberapa menit mereka berdua menatap kearah satu sama lain sampai akhirnya jongin melepaskan tangannya dari Jessica.

“noona,kita tidak bisa melakukan itu..aku mencintai haneul.”jongin berkata dan mendengar pengakuan itu hati Jessica sangat hancur.

“oh..begitu ya,aku tahu.”Jessica berkata dan menunduk,dia menyesal sudah mencium jongin.

“ini sudah malam,aku harus pulang.”Jessica berkata dan segera mengambil tasnya yang ada disofa jongin.

Jongin hanya mengangguk dan melihat sosok Jessica menghilang dibalik pintu apartemennya,jongin menarik rambutnya kesal dia tidak mengerti kenapa dia membiarkan Jessica menciumnya.

Jessica berlari menjauh sejauh mungkin dari apartemen jongin,dia tidak bisa menhaan airmatanya lagi dia begitu kecewa dan benci pada dirinya sendiri. Dia merasa sangat bodoh,sudah jelas sekali kalau jongin hanya mencintai haneul lalu kenapa dia harus mencium jongin? Dia benar-benar tidak tahu harus bagaimana menghadapi jongin jika mereka bertemu lagi.

~Double Trouble~

Pagi menyongsong dan haneul sudah siap untuk bekerja,dia tidak memiliki masalah untuk bangun sangat pagi karena itu sudah menjadi kebiasaannya. Haneul tersenyum pada lee ahjumma saat dia bertemu dengan wanita lanjut usia itu dibawah gedung apartemennya, hani yang harus pergi kesekolahpun mengikuti kakaknya dari belakang dia sibuk membenarkan seragamnya yang sedikit kusut.

“hani kau terlihat rapih.”haneul menyindir adiknya yang tidak bisa berhenti berkaca.

“eonni! Aku harus terlihat cantik ok?aku harus menjaga penampilanku.”hani berkata dengan juteknya dan haneul hanya memutarkan matanya.

Saat mereka sampai dibawah mereka bisa melihat sesosok remaja yang memakai seragam sekolah SMA yang sama dengan hani menunggu dibawah,dia langusng berdiri saat melihat sepasang adik-kakak itu berjalan kearahnya.

“noona,annyeong haseyo.”remaja itu menyapa kepada haneul,haneul tidak mengenali remaja itu namun hani mengenalnya.

“apa yang kau lakukan disini?!”hani membentak dengan kasar.

“hani-ya..aku kesini untuk menjemputmu.”junhong berkata dengan senyum manisnya,haneul tersenyum dia mengerti kalau lelaki yang ada didepannya adalah pacar adiknya.

“oh kau pasti pacarnya hani.”haneul berasumsi dan adiknya yang berdiri sisamping langsung menyikut kakak nya dengan kasar.

“eonni! Dia bukan siapa-siapa.”hani berkata dan berjalan menuju halte bus duluan.

“hani-ya..”junhong menyusul gadis itu dan haneul hanya tertawa saat melihat adiknya mendorong junhong menjauh namun junhong mencoba menggandeng tangan adiknya.

Melihat keduanya terkadang mengingatkanku pada jongin dan aku…

Haneul berjalan menuju halte menyusul adiknya dan junhong,haneul memutuskan untuk memisahkan kedua sejoli itu.

Setelah turun dari bus haneul langsung berlari menuju kantornya,dia hapir telat untung saja saat dia sampai di kantor bosnya youngmin belum datang saat dia hendak duduk sosok youngminpun datang.

“kau telat.”youngmin berkata seakan dia tahu kalau tadi haneul berlari dari halte kekantor.

“darimana kau tahu?!”haneul memekik kaget namun dengan misterius nya youngmin hanya menunjuk kearah kepalanya,sangat misterius.

Haneul duduk dengan kesalnya dimejanya,dia mengambil jadwal youngmin dan kaget melihat nama jongin yang ada dijadwal itu. Haneul baru ingat kalau sekertaris jongin,yang ternyata adalah seorang lelaki yang bernama kyungsoo meneleponnya kemarin dia juga baru tahu kalau sekertaris jongin adalah sahabat jongin juga.

Haneul sebenarnya sedikit terkejut saat dia menerima telepon dari sekertaris jongin yang bernama kyungsoo itu,dan yang lebih membuat haneul terkejut jongin kelihatannya mempertimbangkan untuk mengadakan kerja sama dengan youngmin.

Haneul yang masih sibuk akhirnya memutuskan untuk melanjutkan pekerjaannya,dia mengaktifkan handphonenya dan mengecheck handphonenya yang bordering. Matanya melebar saat dia melihat isi pesan singkat yang sampai di handphonenya,ternyata pesan singkat yang dia terima adalah pesan singkat dari kyungsoo yang mengatakan kalau mereka (kyungsoo+ jongin) sudah sampai di kantor  youngmin.

“kim haneul?”

Mendengar namanya di panggil haneul langsung berdiri,dia kaget sekali mendapati sosok kyungsoo dan jongin yang sudah berdiri dihadapannya.

“ya,saya kim haneul.”haneul berkata dan kyungsoo yang berdiri disamping jongin tersenyum.

“senang bertemu denganmu lagi haneul-ah.”kyungsoo berkata dengan senyum manisnya yang sangat menggoda.

Haneul tersenyum dan jongin benar-benar tidak suka dengan cara kyungsoo yang terlalu ‘ramah’ terhadapa haneul,dia bahkan menarik tangan haneul untuk diciumnya benar-benar tidak penting.

“OK! kita kesini untuk meeting.”jongin mengingatkan dan memisahkan kyungsoo dan haneul.

“oh jongin,kau terlalu serius lagi pula kau dan youngmin saja yang akan mengadakan meetingkan?”kyungsoo berkata dan berbalik kepada haneul.

Jongin mengerang kesal dan memutuskan untuk diam dan membiarkan sekertarisnya itu berbicara pada haneul.

Setelah berbincang beberapa menit haneul mengantarkan jongin keruangan youngmin dan youngmin kelihatan kaget juga.

“apa yang kau lakukan disini?”youngmin langsung berdiri dari tempat duduknya.

“aku ingin membahas sesuatu.”jongin berkata dan kyungsoo juga haneul langsung keluar dari ruangan youngmin taklupa mereka menutup pintunya dengan rapat.

“jadi apa yang membuat tuan kim jongin datang kekantorku secara mendadak?”youngmin bertanya dengan penuh nada sarkastik.

“aku kesini untuk menawarkanmu sesuatu…”jongin berkata,matanya benar-benar menyiratkan penuh maksud.

Youngmin menyeringai licik,melihat sikap jongin yang berubah secara drastic terhadapnya tentu saja sangat aneh. Youngmin sudah bisa membaca gelagat seorang kim jongin, apalagi jika dia ingat-ingat mereka pernah bersahabat dan dekat dengan satu sama lain.

“apa tawaranmu tuan kim,aku sangat tertarik.”youngmin duduk menyandar kemejanya dan melipat tangannya didepan dadanya.

“hanya hal yang simple,kau bahkan tidak akan memperdulikannya.”jongin menjawab melirik kearah jendela besar di kantor youngmin.

“kantormu cukup nyaman,apakah haneul yang mendesainya?”jongin berbasa-basi.

“tidak penting siapa yang mendesainya,aku lebih tertarik dengan tawaranmu.”youngmin berkata dan jongin berbalik menatap youngmin lurus.

“aku akan bergabung dengan corporation mu.”jongin berkata,mendengar keputusan itu youngmin tersenyum dengan puas.

“namun dengan satu syarat..”jongin berkata dan senyum youngmin hilang.

“apa syaratnya?”youngmin bertanya dan sekarang bagian jongin yang tersenyum puas.

“apakah kau begitu menginginkan perusahaanku?”kongin bertanya dan mengangkat sebelah halisnya,youngmin mendengus meremehkan.

“aku hanya tertarik untuk menjadi bosmu.”youngmin menjawab dan melirik kearah jam rollex yang ada di pergelangan tangannya.

“oh..egomu cukup besar,apa kau yakin kau bisa memimpin perusahaanku dengan baik?”Tanya jongin,pertanyaan itu benar-benar meremehkan kemampuan youngmin yang sudah dia buktikan selama bekerja sebagai CEO di perusahaan keluarganya.

“apa kau tidak melihat betapa suksesnya perusahaanku?”youngmin sedikit pamer,sebenarnya youngmin tidak suka pamaer soal perusahaan nya dia lebih suka pamer badannya.

“aku suka kepercayaan dirimu youngmin-shi,karena kau sangat percaya diriku kau pasti tidak akan keberatan untuk meneruti syara-syaratku.”jongin memancing.

“apa yang kau inginkan kim jongin?”youngmin bertanya,dia mulai kehabisan kesabaran.

“aku hanya ingin sekertarismu.”jongin akhirnya mengungkapkan,youngmin tidak menyangka dengan permintaan jongin namun dia menyembunyikan exspressi terkejutnya.

“kenapa kau menginginkan haneul?”

“bukan urusanmu youngmin-shi.”jongin menjawab.

“sekarang urusanku,haneul masih sekertarisku sekarang.”youngmin bersih keras,dia jelas sekali bis amelihat jongin menghela nafasnya.

“dengarkan aku youngmin-shi,aku tidak akan menawarkan tawaran ini untuk kedua kalinya.”jongin mengancam dan youngmin mengangkat bahunya tidak peduli.

“terserah padamu tuan kim,saya tidak memaksa lagipula perusahaan saya baik-baik saja tanpa perusahaan anda.”youngmin mengungkapkan,padahal didalam hatinya dia menjerit-jerit kepada jongin untuk menyerahkan perusahaan jongin pada dirinya.

“hm..sangat menarik,apakah kau mulai menyukai haneul?”jongin berjalan mendekat kearah youngmin.

“apa?hahaha kau lucu sekali tuan kim jongin aku sama sekali ti—“ sebelum youngmin bisa melanjutkan kalimatnya jongin sudah ada dihadapannya menatap lurus kearah mata coklatnya yang besar.

“kau berbohong.”jongin berkata dan menyentuh sudut mata youngmin.

“apa?kau bukan seorang cenayang yang bisa membaca pikiran orang lain!”youngmin memekik marah.

“aku pernah bersahabat denganmu youngmin,aku tahu segalanya..aku tahu kalau kau berbohong sudut matamu akan berdenyut.”jongin berkata.

Youngmin hanya bisa menatap kearah jongin,dia tidak percaya ‘mantan’ sahabatnya itu masih mengingat jelas detail-detail tentangnya.

“apa yang terjadi jongin?kenapa kita berhenti bersahabat?”youngmin bertanya dan jongin mengangkat bahunya.

“aku juga tidak mengerti,apakah kau tahu  alasanya?”jongin malah berbalik bertanya.

“aku juga tidak tahu apa alasannya,apakah mungkin karena aku pergi ke amerika?”youngmin bertanya dan jongin kelihatan sedang berpikir.

Nah..dude,kita hanya sibuk dengan kehidupan masing-masing.”jongin menepuk bahu youngmin.

“aku pikir begitu,jadi apa alasanmu menginginkan sekertarisku?”youngmin kembali ketopik awal dan jongin memukul dahinya mencoba berpikir.

“apakah aku harus benar-benar harus menjawab pertanyaan itu?”jongin kesal.

“ya tentu saja,dia sekertarisku sekarang.”youngmin mengungkapkan dengan nada tegas.

“aku belum yakin kenapa.”jongin menjawab dan youngmin menatap temannya itu dengan penuh kebingungan.

what?like.. seriously dude?!” youngmin menatap jongin dengan tatapan yang meragukan.

“entahlah youngmin,awalnya aku hanya ingin merebut haneul darimu.”jongin menjelaskan dan youngmin tertawa,sahabatnya itu memang mudah di provokasi.

“tapi,saat aku mengenalnya aku mulai tertarik pada wanita ini..awalnya aku pikir ini hanya perasaan sesaat namun semakin aku mendekatinya semakin aku menyukainya.”jongin melanjutkan dan youngmin hanya bisa mendengarkan penjelasan sahabatnya itu.

Dia sendiri sedang merenung,dia menyukai moment-moment yang dia lewati bersama haneul dia suka betapa hangat dan perhatian nya haneul. Dia masih mengingat sentuhan wanita itu,dia bahkan masih merasakan hangat nya pelukan haneul yang dia terima kemarin dan dia tidak ingin kehilangan perasaan itu.

“kau belum yakinkan?lalu kenapa kau mau sekertarisku kau mau kemanakan kyungsoo?”youngmin bertanya dan jongin menghela nafas.

“aku akan menaikan jabatannya,dia bisa menjadi manager atau semacamnya.”jongin menjawab dengan santainya.

“kau tahu,jika kau ingin menjadi pemimpin yang baik kau harus memperjekan seseorang dengan professional bukan karena alasan emosional seperti sekarang.”youngmin berkata dengan nada seriusnya dan jonginlah sekarang yang tertawa.

okay..kau kedengaran seperti kakekku,tapi serius bro kamu mempekerjakan haneul karena hanya alasan professional?”Tanya jongin,youngmin mengutuk dalam dirinya sendiri dia benci bagaimana jongin dengan mudahnya membaca gelagat dirinya.

oh come on! Dia cantik..pasti ada sesuatu yang kau rencanakan.”jongin mencoba mendapatkan lebih banyak informasi.

well..dia menarik! Dan aku pikir dia sanggup untuk menjadi sekertarisku dia bekerja dengan baik dan aku puas.”youngmin menjawab dan berharap sudut matanya tidak berdenyut kali ini.

“alasan yang cukup bagus,jika itu alasanmu aku bisa memberikan kyungsoo padamu dia cekatan dan lebih professional dari haneul.”jongin beralasan dan young menggelengkan kepalanya.

“aku tidak tertarik padanya terimakasih.”youngmin merespon,jongin sudah tahu kalau youngmin akan menolaknya.

“oh kalau begitu aku bisa mencarikanmu sekertaris yang baru,kau tahu..wanita usia sekitar 20 sampai 25,rambut coklat yang panjang dan kulit putih mulus dengan ukuran dada yang..ehm..”jongin mengarahkan tangannya kedadanya mengisyaratkan sesuatu yang besar.

“Jongin! Kau menjijikan.”youngmin membentak malu.

“oh ayolah! Semua orang tahu itu tipemu!”jongin merespon.

Memang benar kebanyakan mantan sekertaris youngmin adalah wanita muda yang memiliki penampilan fisik yang baik dan ukuran dada yang bisa dibilang cukup besar, dan sepertinya haneul sajalah yang berbeda dari semua sekertaris yang pernah bekerja dengan youngmin.

“kau tahu?aku berubah lagipula sekertaris-sekertaris yang sexy itu tidak ada gunanya untukku mereka bodoh dan tidak professional haneul berbeda.”youngmin menjawab dan jongin hanya mengangguk-anggukan kepalanya.

“kau yakin tidak akan menyesal?”jongin bertanya mengangkat halisnya.

“haneul lebih berharga dari seorang sekertaris yang memiliki..kau tahu!”youngmin berkata.

“ok..ok..jadi kau tidak akan memberikan haneul padaku?”jongin bertanya dan youngmin mengangguk mantap.

“baiklah,jika kau tidak akan memberikan haneul secara halus aku akan merebutnya dengan kasar.”

“oh coba saja kalau bisa!”youngmin menantang.

Dan seketika kedua sahabat itu saling memandang dan kalian bisa melihat aliran listrik keluar dari kedua mata mereka.

Tok..tok..tok..

Suara ketukan pintu terdengar dan pintu terbuka,haneul langsung masuk sambil membawa dokumen yang harus youngmin tanda tangani.

“sajang-nim,ini adalah dokumen-dokumen yang harus anda tanda tangani.”haneul berkata dengan nada manisnya.

Youngmin tersenyum dan membiarkan haneul menyimpan tumpukan dokumen yang dia bawa,sedangkan jongin tidak bisa berhenti menatapi pujaan hatinya itu.

“Jongin-shi..senang bertemu dengan anda.”haneul tersenyum pada jongin,jongin sbeenarnya maish marah soal haneul yang memeluk youngmin diapun pura-pura cuek padahal didalam hatinya jongin sudah berjingkrak-jingkrak kegirangan Karen aini pertama kalinya haneul menyapanya.

“hm..senang bertemu denganmu juga.”jongin menjawab dengan nada acuh.

“saya permisi dulu,apa kalian ingin minuman?”haneul menawarkan.

“teh saja sudah cukup.”youngmin berkata dan haneul mengangguk lalu keluar dari kantor youngmin.

Setelah haneul keluar jongin menunduk dan senyum-senyum sendiri percis seperti orang gila,youngmin hanya menggelengkan kepalanya sepertinya jongin benar-benar sudah jatuh cinta pada haneul.

Haruskah aku mengalah dan memberikan haneul pada jongin?

“apakah kau mencintai haneul?”Tanya youngmin kepada jongin,nada suara terdengar sangat serius dan itu sedikit membuat jongin terintimidasi.

“aku tidak tahu youngmin,tapi aku ingin melindungi dan menyayangi wanita itu..”jongin menjawab sambil menerawang kearah pintu kantor youngmin.

“jika kau memberikan dia padamu apa kamu akan menjaganya?”

“pasti.”jongin menjawab dengan yakin.

~Double Trouble~

Suzy berlari kebalik tembok,dia memperhatikan kwangmin yang sedang menghapal scenarionya dia bisa melihat mulut kwangmin yang komat-kamit percis seperti dukun yang sedang membaca mantra.

Suzy tersenyum dengan genit memandangi bibir merah kwangmin,dia mengigit bibirnya sendiri sudah lama sekali suzy ingin mendekati kwangmin namun sepertinya kwangmin sama sekali tidak menyadari keberadaan suzy.

“suzy-ah..”tiba-tiba seseorang menepuk bahu suzy.

Suzy yang kaget segera berbalik dan menemukan seniornya eunhye menatapnya dengan aneh.

“ah eonni,apa yang kau lakukan disini?”Tanya suzy menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“aku hanya ingin berjalan-jalan,kenapa kau memandangi kwangmin?”Tanya eunhye penuh kecurigaan dan suzy hanya tersenyum.

“eh..?anu..aku hanya ingin bertanya soal adegan yang akan kami lakukan tapi sepertinya kwangmin-ah sedang sibuk.”suzy berbohong padahal dia hanya ingin menatapi wajah aktor muda itu.

“oh begitu,jika kau bertanya dekati saja dia jangan mengintipnya seperti ini.”eunhye berkata dan suzy hanya bisa tersenyum canggung.

“ayo aku antarkan kau,aku tahu kau pasti malu.”eunhye berkata dan menarik tangan suzy.

“tidak usah eonni!aku bisa bertanya sendirian!”suzy mencoba menolak namun tarikan lengan eunhye benar-benar kuat dia tidka bisa kabur.

“kwangmin-ah!”eunhye memanggil dan seketika kwangminpun mendongak berhenti membaca scenarionya.

“ah noona,kau sudah datang?”kwangmin menyapa dengan hangat.

“iya,aku baru sampai oh iya apa kau sudah bertemu dengan suzy?”Tanya eunhye dan mendorong suzy untuk berdiri didepannya.

“dia akan bermain sebagai kyunghee didrama kita.”eunhye memberikan informasi.

“oh..sennag bertemu denganmu.”kwangmin menyapa dan suzy hanya bisa memandang kwangmin penuh dengan kekaguman,tanpa sadar dia tidak berkedip dan terus memandang kwangmin.

“EHM!”eunhye berdehem dan suzypun sadar dari lamunannya.

“senang bertemu denganmu juga.”suzy membalas dengan malu-malu.

“aku harap kita bisa bekerja sama dengan baik.”kwangmin mengulurkan tangannya untuk bersalaman.

Suzy menjabat tangan kwangmin dengan malu-malu dan setelah beberapa menit bersalaman merekapun melepaskan jabatan tangan mereka.

“aku harus pergi,aku harus mengganti bajuku kalian berdua mengobrolah.”eunhye berkata menepuk bahu suzy dan pergi meninggalkan suzy yang canggung dengan kwangmin.

“jadi..apakah kau sudah lama bermain drama?”Tanya kwangmin iseng.

“iya,ini dramaku yang kelima.”suzy menjawab,dia tidka percaya kalau sekarang dia sedang mengobrol dengan idolanya jo kwangmin.

“hm..aku sebenarnya sangat menyukai lagu-lagumu kwangmin-shi.”suzy mengungkapkan dan kwangmin tersenyum.

“apakah kau seorang fans?tapi tunggu..wajahmu cukup familiar apakah kau penyanyi juga?”Tanya kwangmin mendekat kearah wajah suzy.

Suzy segera berbalik menyembunyikan wajahnya,dia benar-benar malu dia bisa merasakan pipinya memanas pasti sekarang pipinya sudah semerah tomat.

“hm..sebenarnya,aku sudah menjadi fansmu dari dulu dan aku berharap kalau kita bisa lebih dekat dan mungkin menjadi teman,aku benat-benar akan senang jika kau meu menjadi temanku kwangmin-shi..kwangmin-shi.maukah menjadi te—“ sebelum suzy menyelesaikan perkataan nya dia berbalik dan tidak menemukan kwangmin ada dibelakangnya lagi.

Suzy marah sekali dan mencari-cari sosok kwangmin,ternyata kwangmin sudah berjalan menghampiri seorang wnaita yang memakai baju kantor.

Suzy mencoba mengingat wanita itu,entah kenapa wajah wanita itu terasa familiar bagi suzy dia pernah melihat wajah wanita itu namun entah dimana. Suzy mencoba meningat-ingat dan dia baru ingat,wanita itu dia temui di acara amal sekolah shinhwa dia adalah wanita yang bersama kwangmin waktu itu.

Suzy mencoba mendekat dan menguping percakapan mereka,mereka berdu aterlihat snagat akrab bahkan kwangmin sesekali menyentuh kepala wnaita itu dan wanita itu akan tertawa dengan renyahnya.

“apa kau jauh-jauh datang kesini untuk mengantarkan ini haneul-ah?”Tanya kwangmin,dia memeluk bekal makan siang yang haneul buatkan untuknya.

“iya,aku pikir kau harus banyak makan kwangmin-ah apalagi dramamu sukses kan?”Tanya haneul.

“terimakasih banyak.”kwangmin berkata dengan senyum manis.

Suzy yang melihat adegan itu tentu saja jealous,dia mengepalkan tangannya dia bertekad untuk mencari tahu siapakah wanita yang dekat dengan kwangmin itu dia harus tahu karena dia fans nomor 1 jo kwangmin.

“suzy-ah!”tiba-tiba seseorang menepuk bahunya lagi.

“YAH! BISAKAH KALIAN BERHENTI MEMBUATKU SERAGAN JATUNG?!”suzy meledak dia sudah di kagetkan oleh dua orang hari ini dan dia sedang dalam mood yang jelek.

“Ma-maaf..”

Ternyata orang yang menepuk bahu suzy merupakan seorang staf yang sangat menyukai suzy dan hendak meminta tanda tangan gadis manis itu, suzy yang kesal hanya berjalan melangkah menjauh sambil komat-kamit mengutuk.

“haneul-ah bagaimana kau duduk saja disini dulu?jam makan siangmu belum habiskan?”Tanya kwangmin dia menaik sebuah bangku untuk haneul duduki.

“apakah boleh?aku tidak ingin menganggu kerjamu kwangmin-ah.”haneul bertanya dan kwangmin mengelengkan kepalanya.

“tidak apa-apa duduk saja,lagipula aku juga sedang istirahat.”kwangmin berkata dan diapun duduk disamping haneul.

“bagaimana kabar hyung?apakah dia baik-baik saja”Tanya kwangmin.

“dia baik-baik saja tenang saja kwangmin-ah.”haneul berkata sambil membuka bekal makan siangnya dan kwangmin.

“aku tenang sekarang,apakah krystal masih menghubungi hyungku?”Tanya kwangmin sekali lagi, dia mengambil gimbap dengan sumpitnya.

“tidak,aku tidak tahu kemana wanita itu pergi.”jawab haneul acuh.

“kau masih membenci kystal?”Tanya kwangmin dan haneul hanay tersenyum canggung.

“aku tidak membenci dia kwangmin-ah,aku hanya tidak menyukai dia.”haneul meyangkal dan kwangmin hanya mengangguk menikmati makan siangnya.

Setelah memakan makanan siang mereka haneul dan kwangmin mengobrol,namun ditengah obrolan mereka handphone haneul bergetar.

“yobuseyo..”haneul mengangkat telepon nya.

“APA?”haneul kelihatan kaget,kwagmin yang mendengarnya menjadi ikut khawatir.

“baik songsaengnim saya akan kesana,iya secepatnya.”haneul berkata dan menutup teleponnya.

“ada apa?”Tanya kwangmin khwatir.

“adikku hani,dia terlibat perkelahian.”haneul menjawab dan segera mengambil tasnya.

“kau punya adik?”Tanya kwangmin,dia kelihatan kebingungan.

“ah iya,aku belum sempat menceritakannya,sebaiknya aku aku pergi mereka sudah menungguku.”haneul berkata namun kwangmin berdiri.

“aku akan antar kau.”kwangmin menawarkan.

“tapi kau harus syuting.”haneul berkata.

“tidak apa-apa,giliranku masih lama.”kwangmin berkata,sebenarnya haneul tidak ingin merepotkan kwangmin namun dia akhirnya menyetujuinya.

Haneul dan kwangmin langsung naik kemobil kwangmin,tanpa mereka sadari suzy mengikuti mereka dari belakang.

Suzy sebenarnya sangat penasaran sekali kemana mereka berdua akan pergi,sudah banyak sekali bayangan-banyangan yang tidak diinginkan oleh suzy bermain dalam pikirannya dia benar-benar cemburu.

Namun suzy sangat bingung saat dia melihat mobil kwangmin memasuki sebuah SMA dan diapun langsung berhenti dan memakirkan mobilnya diluar SMA itu. Suzy langsung memakai kacamatanya dan topinya dia berjalan dengan pelan kearah SMA itu dan mengintip,dia bisa melihat haneul turun dari mobil kwangmin begitu juga dengan kwangmin.

Banyak sekali anak SMA yang melihat kwangmin,mereka mulai menjerit-jerit dan menunjuk kearah sosok kwangmin yang berjalan kekantor kepala sekolah bersama haneul yang kelihatan sangat cemas.

Suzy semakin sebal dia mengepalkan tangannya dan mencoba masuk namun seorang satpam mencegahnya untuk masuk.

“maaf nona,anda kelihatan mencurigakan apa yang ingin anda lakukan disini?”Tanya satpam itu dan suzy mengerang dengan kesal.

Dia membuka kacamatnya dan tentu saja satpam itu mengenali suzy.

“SU-SUZY?!apa yang anda lakukan disini?”Tanya satpam itu.

“bukan urusanmu!”jawab suzy dan berlari mengikuti haneul dan kwangmin.

Haneul yang cemas segera membuka pintu kantor kepala sekolah,dia bisa melihat hani dan seorang siswa perempuan duduk dengan kepala sekolah yang berdiri dihadapan mereka.

“selamat siang sonsaengnim.”haneul menyapa begitu juga dengan kwangmin.

Sang kepala sekolah berbalik kearah haneul dan kaget saat melihat kwangmin yang berdiri disamping haneul.

“JO KWANGMIN?!”sang kepala sekolah kelihatan kaget begitu juga dengan dua orang guru BK yang menemaninya.

“ah annyeoung haseyo sonsaengnim,ternyata kau mengenaliku.”kwangmin berkata dan tersenyum.

“tentu saja..siapa yang tidak mengenalimu jaman sekarang.”kepala sekolah itu berkata dia berbalik kearah dua guru bk yang ada dibelakangnya memberi isyarat untuk membawa kursi dan makanan untuk kwangmin.

Kedua guru BK itu mengangguk dan segera keluar dari ruangan kepala sekolah,namun taklama kemudia seornag guru datang agi dan membawakan kursi untuk kwangmin dan haneul.

“silahkan duduk.”sang kepala sekolah berkata sedangkan hani hanya memutar matanya kesal.

“tidak usah repot-repot sonsaengnim.”haneul berkata dan tersenyum.

“ah..ini bukan apa-apa,haneul-shi saya kesini memanggil anda untuk membahas masalah hani.”kepala sekolah itu berkata.

“apa yang terjadi sonsaengnim?”haneul bertanya.

“sepertinya hani dan jihee memiliki masalah dan mereka berkelahi.”kepala sekolah menjelaskan,haneul melirik kearah adiknya itu dan melihat kalau hani dan jihee duduk bersebrangan jauh mereka kelihatan membenci satu sama lain.

“oh begitu,memang apa masalahnya?”Tanya haneul.

“sepertinya jihee menyindir hani dan hani kelihatannya hilang control dan menyerang jihee,saat aku bertanya kenapa hani melakukan itu hani tidak mau angkat bicara oleh karena itu kami memanggil anda mungkin anda bisa membujuk hani untuk mengatakannya.”sang kepala sekolah mengungkapkan dan haneul melirik penuh kekhawatiran pada hani.

“hani kau kenapa?apa ada masalah yang ingin kau bicarakan padaku?”Tanya haneul dan hani hanya diam melipatkan tangannya lalu meniup poninya.

Jihee yang duduk disebalah hani kelihatan sama bosannya dengan hani,dia memainkan kukunya dan tidak memperhatikan perbincangan antara haneul dan sang kepala sekolah.

“hani biasanya murid yang baik,nilainya juga diatas rata-rata namun sepertinya belakangan ini dia berubah entah apa yang terjadi tapi saya mohon haneul-shi sebaiknya anda lebih memperhatikan adik anda ini.”

“Kang sonsaengnim,saya sudah mencoba untuk berbicara padanya namun hani sepertinya tidak pernah mau mengungkapkan perasaannya.”haneul mengungkapkan dengan sedih.

“saya mengerti haneul-shi,tapi jika keadaan terus seperti ini saya khawatir akan membahayakan masa depan hani.”kang soesangnim berkata dan haneul mengangguk mengerti.

“saya akan mencoba membujuknya.”haneul mengungkapkan.

“bagus.”kang sonsaengnim berkata.

“baiklah hani,jihee kalian harus berbaikan.”kepala sekolah kang berkata hani dan jiheepun bersalaman dengan malas lalu berpisah lagi.

“sebaiknya kau pulang dulu hani,tenangkan dulu pikiranmu.”kang soesangnim berkata dan menepuk bahu hani.

“nde..sonsaengnim.”hani menjawab dengan malas dan hanipun keluar dari ruangan kepala sekolah tanpa menunggu haneul dan kwangmin memutuskan untuk mengikutinya.

“haneul-shi,aku tahu keadaan keluargamu sedang tidak baik..tapi sayang sekalikan kalau prestasi hani harus hancur karena masalah itu,sebaiknya and amembawa hani ketempat yang tenang dan lebih mendukung.”kang soesangnim mengungkapkan dan haneul hanya bisa mengangguk.

“baiklah,sekali lai terimakasih kang soesangnim dan saya minta maaf dengan kelakuan adik saya.”

“tenang saja haneul-shi saya akan memperhatikan gerak-gerik hani.”kang soesangnim menepuk bahu haneul dan haneulpun keluar dari ruang kepala sekolah.

Haneul menghela nafasnya berat,dia berjalan menuju adiknya yang duduk menunduk dibangku kosong yang ada didekat ruangan kepala sekolah.

“kau kenapa hani?kenapa kau tidka pernah mengatakan apapun padaku?”Tanya haneul namun hani hanya diam.

“kau tahukan kau bisa mengatakan papaun padaku,apa kau marah karena aku menyuruhmu pulang?”Tanya haneul sekali lagi hani tidak menjawab.

“haneul-ah,sudahlah biarkan dia merenung dulu.”kwangmin berkata menyentuh bahu haneul.

“tapi kwangmin-ah..ini sudah keterlaluan.”haneul berbisik.

“dia masih remaja,dia belum tahu bagaimana cara mengatasi masalahnya biarkan saja dia untuk merenung dulu.”kwangmin meminta dan haneul mengangguk.

“hani-ya..kau belum pernah bertemu dengankukan?kenalakan aku jo kwangmin.”kwangmin mengulurkan tangannya pada hani.

“semua orang sudha tahu kau,kau tak usah sok manis padaku.”hani berkata dan berjalan kelaur dari gedung sekolah sambil menenteng kantongnya.

“KIM HANI!”haneul marah namun kwangmin menahan haneul.

“sudahlah,biarkan saja.”kwangmin berkata dan merekapun menyusul hani yang sudah berjalan keluar.

Namun saat hani berjalan keluar seorang wanita tidak sengaja menabraknya,wanita itu kelihatan sangat naeh karena dia memakai kacamata,topi dan jaket yang panjang padahal cuaca sangat panas sekali.

“omo..joesounghamnida..”wanita itu berkata dan menunduk kearah hani.

“hati-hati dong kalau jalan!”hani menghardik dengan kasar.

Wanita itu hanya menunduk,dia sangat kaget saat melihat haneul dan kwangmin menghampirinya dia segera angkat kaki.

“suzy?!”tiba-tiba saja wanita itu diam membeku saat namanya dipanggil oleh kwangmin,suzy mulai panik dia bersumpah dia ingin menghilang saja dari hadapan kwangmin,haneul dna hani.

“ah..annyeoung!”suzy berkata dengan nada suara cerianya.

“apa yang kau lakukan disini?”Tanya kwangmin.

“oh..hm..A-aku hanya..”suzy terbata-bata,dia melihat disekelilingnya mencari alasan kenapa dia harus ada di SMA publik seperti ini.

“aku hanya mengunjungi sepupuku.”suzy berbohong.

“oh begitu ya..”kwangmin berkata dan percaya saja dengan perkataan suzy.

“apa kau mau kembali ke tempat syuting?”Tanya kwangmin.

“mwo?oh tidak,aku akan mengunjungi sepupuku dulu kalian silahkan duluan saja.”suzy berkata dan langsung menghilang menghilang diantara murid-murid yang berlalu-lalang.

“aneh sekali..”kwangmin berkata dan haneul hanya menggelengkan kepalanya.

“sebaiknya kita pulang.”haneul berkata.

~Double Trouble~

Youngmin tidak mengerti,bagaiman bisa dia sekarang sudah ada disebuah restoran duduk satu meja lagi bersama krystal. Dia tidak tahu apa yang ingin krystal ungkapkan namun kelihatannya gadis itu maish rapuh,wajahnya masih pucat dan lingkaran hitam terlihat dibawah matanya.

“aku membatalkan pernikahanku dengan hyunseong.”krystal berkata,youngmin melirik kearah jari krystal dan tidak menemukan cincin yang biasa melingkari jari manis gadis itu.

“kenapa?kau takut menikah dnegannya?”Tanya youngmin dingin,krysal emnahan sekuat tenaga airmatanya.

“kenapa kau begini youngmin-ah?kemana youngmin yang dulu aku tahu?”Tanya krystal,dia benar-benar merindukan youngmin yang baik dan lembut bukan youngmin yang sekarang.

Jo youngmin yang sekarang sangat dingin dan kasar dia bahkan tidak tega meninggalkan krystal menangis di café beberapa yang lalu,youngmin yang sekarang begitu berbeda dan itu membuat hati krystal sangat sakit.

“kau yang membuatku berbeda,kau puaskan sudah memainkan hatiku?”Tanya youngmin dingin.

“YOUNGMIN-AH!”krystal meninggikan nada suaranya.

“ada apa denganmu?apakah kau benar-benar membenciku?kau marah padaku?”Tanya krystal dan sekarang airmatanya bercucuran membasahi pipinya.

“aku tahu aku salah,oleh karena itu aku ingin memperbaikinya aku..aku bodoh seharusnya aku tidak putus denganmu.”krystal berkata dan meraih tangan youngmin.

“krystal cukup,aku tidak ingin berurusan denganmu lagi ok?aku..aku sudah melepaskanmu.”youngmin berkata dan krystal menggelengkan kepalanya.

“tidak,tidak..jangan lepaskan aku.”krystal memohon,dia kelihatan sangat menyedihkan.

“krystal kita ada ditempat publik jangan membuatku malu.”youngmin berbisik ketika dia melihat orang-orang disekitarnya menatap kearah dirinya dan krystal.

“aku tidak peduli..youngmin-ah,kembali padaku.”krystal berkata dan menarik tangan youngmin.

“krystal aku tidak bisa ok?”youngmin bersih keras dan mencoba melepaskan tangan krystal dari tangannya namun wnaita itu malah menggengam tanganya lebih erat.

“tidak,aku tidak akan melepaskanmu bagaimanapun caranya aku akan kembali padamu.”krystal berkata.

“krystal!kau mencintai hyunseong bukan aku.”youngmin menjawab dan krystal menggelengkan kepalanya.

“aku tidka pernah mencintai dia! Dia hanya pelampiasanku,aku tidak pernah bisa melupakanmu youngmin-ah.”krystal mengaku,mendnegar pengakuan krystal youngmin diam.

Ternyata selama ini bukan hanya dia saja yang terluka,apakah krystal juga merasakan sakit yang dia rasakan?apakah krystal juga tidak bisa tidur jika dia mengingat masa lalu mereka?haruskan youngmin kembali padanya pertanyaan itu mulai memenuhi pikiran nya.

Namun mengingat segalanya,youngmin sadar akan sesuatu dia mengingat hubungan mereka beberapa minggu yang lalu krystal dan dirinya sudah kehilangan cinta mereka setidaknya cinta youngminlah yang hilang.

“aku tidak mencintaimu lagi krystal.”youngmin berkata dan melepaskan tangan krystal,dia berdiri dari duduknya.

Krystal menangis,mendengar pengakuan youngmin benar-benar mengiris hatinya dia sudah membatalkan segalanya dnegan hyunseong dan youngmin memutuskan untuk tidak menerimanya,krystal benar-benar tertekan dia hanya ingin memiliki youngmin kembali tidkalebih dari itu.

Krystal mengambil pisau saku yang dia bawa dari tasnya.

“YOUNGMIN!” krystal memanggil dan youngmin berbalik memandang kearah krystal.

Krystal mengacungkan pisau yang dia bawa dan mengarangkannya kelehernya.

“jika kau tidak kembali padaku,aku akan menusukan pisau ini keleherku.”krystal mengancam,youngmin terkejut.

“krystal apa kau gila?lepaskan pisau itu!”youngmin memerintah dan krystal menggelengkan kepalanya.

“aku lebih baik mati tanpamu youngmin-ah..aku mohon kembalilah padaku.”krystal berkata dan dia mendekatkan pisau itu kelehernya.

“Jung krystal!jangan coba-coba untuk menusukkan pisau itu!”youngmin berkata.

“kau tidak mencintaikukan?lalu kenapa kau maish peduli padaku?biarkan aku mati saja!”krystal tidak ragu lagi dan mengayunkan pisau yang dia pegang kearah lehernya namun tiba-tiba saja seorang lelaki menepis pisau yang krystal bawa sehingga jatuh dan menampar wanita itu.

“SADAR KRYSTAL!”lelaki itu membentak.

“H-hyunseong oppa?”krystal bertanya dan akhirnya tubuh wanita itu ambruk dipangkuan hyunseong.

Setelah mengantarkan krystal kerumah sakit youngmin duduk dibangku dekat ruangan dimana krystal dirawat,dia merasa gerah dan melepaskan blazer abu-abu yang dia kenakan dan melepaskan dasinya juga.

Youngmin mencoba menghubungi sekertarisnya dan sperti biasa haneul langsung mengangkat teleponnya.

“sajang-nim,anda dimana?”Tanya haneul.

“haneul-ah,aku ada dirumah sakit.”youngmin berkata dnegan mals.

“apa?kenapa?apakah kau tidak apa-apa?”Tanya haneul khawatir.

“apakah lukamu yang kemarin masih sakit?ataukah berdarah lagi?”haneul mulai kedengaran panik.

“aku tidak apa-apa haneul,kau tak usah khawatir krystal pingsan dan aku membawanya kerumah sakit.”youngmin menjelaskan.

“oh begitu ya,aku harap krystal cepat baikan.”haneul berkata.

“aku harap begitu,hubungi aku jika ada apa-apa aku akan segera kembali.”youngmin berkata.

“baik sajang-nim.”haneul berkata dan menutup teleponnya berbarengan dengan youngmin.

“mau kopi?”Tanya hyunseong yang sudah berdiri dihadapannya dengan gelas plastic ditangannya.

“thank’s.”youngmin menjawab.

Hyunseong mengangguk dan duduk disamping youngmin,sebenarnya sedikit canggung untuk duduk disamping tunangan mantan kekasihnya itu,atau lebih tepatnya dia duduk di samping mantan tunangan mantan kekasihnya okay..itu sangat membingungkan.

“aku sudah mendengar semuanya.”hyunseong mengungkapkan.

“maksudmu?”youngmin mngerutkan keningnya.

“krystal lebih mencintaimu daripada aku.”hyunseong berkata dan dia menunduk menatapi gelas kopinya.

“hey..itu tidak benar,dia mencintaimu namun dia belum menyadarinya.”youngmin mencoba menghibur.

“aku..aku hanya tidak mengerti,kenapa krystal seperti ini.”hyunseong berkata,suaranya terdengar serak mungkin dia menahan airmatanya.

“pasti ada alasannya,tenang saja aku akan melepaskan krystal dia lebih baik bersamamu.”youngmin menepuk bahu hyunseong.

“aku hanya penasaran,sebenarnya sejak kapan kalian berpacaran dan apa yang menyebabkan kalian putus?”Tanya hyunseong.

“ceritanya panjang sekali,yang jelas kami berbagi banyak hal bersama.”youngmin mengungkapkan.

“apakah krystal cinta pertamamu?”Tanya hyunseong.

Youngmin termenung sejenak entah kenapa kata ‘cinta pertama’ benar-benar menusuk lubuknya,semua kenangan yang dia dan krystal punya langsung datang menghampirinya dia mulai mengingat semua masa-masa indahnya dengan krystal.

“ya,dia cinta pertamaku.”youngmin berkata.

“pasti sangat sulit untuk melupakannyakan?”hyunseong berkata dan youngmin mengangguk.

“tapi sepertinya aku siap,aku rasa aku sudah tidka mencintainya lagi awalnya aku kira cintaku pada krystal tidak akan pernah pudar tapi sepertinya tidak.”youngmin tersenyum tipis.

“bagaimana kau tahu kau sudah tidak mencintai krystal?”Tanya hyunseong.

“hambar,saat aku bersama krystal segalanya hambar…aku tidka merasakan apapun lagi untuknya.”youngmin mengungkapkan.

“sejak kapan kau merasakan itu?”hyunseong bertanya lagi.

“entahlah sejak..”youngmin mencoba mengingat-ngingat.

Entah kenapa tiba-tiba saja muncul wajah ahneul dipikiran,dia mengingat moment saat dia disuapi oleh haneul dan hampir tersedak,dia juga ingat saat haneul memeluknya kemarin dia ingat semua moment-moment yang dia lewati dengan haneul dan itu membuatnya tersenyum.

“aku rasa sejak haneul datang.”youngmin berkata.

“kau menyukai gadis itu ya?”Tanya hyunseong mengangkat halisnya.

“entahlah..dia hanya menarik, tapi dia juga menyebalkan dan cerewet.”youngmin berkata dan hyunseongpun tertawa.

To Be Continue

Don’t forget the comment

love,seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 8~

  1. Mkin menarik aj neh crtny..

    Haneul kira2 ma sapa ya? Pngnny seh ma youngmin, tp klo emg akhirny ma kwangmin gpp jg dh.. Hehehe

  2. Gomawo thor…., kau telah membiarkan youngmin jatih cinta dengan haneul. Biarkan juga jongin bersama hani juga…yah

  3. makin lama ff ini semakin bagus..aku suka..^^
    Tiap baca bagian jongin tanpa jesicca selalu bikin ketawa..tingkahny itu lucu..hehehe..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s