Posted in FanFiction NC 17+

Never Meant To Be ~Chapter 4~

Title: Never Meant To Be

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Cast :

  • Park Taeyoung
  • Park Yoochun
  • Kim Myungsoo
  • Han Jimin
  • Park Taejun

Genre :Romance,Angst and mystery

Length :Mini series

Rating : NC 17+

Author Note:

sebeleumnya maaf ya soalnya jarang update cerita ini soalnya seven lagi sibuk banget sama fanfic yang double trouble kalau misalnya kalian penasaran kalian bisa liat FF nya di blog pribadi seven,terus seven juga mau mengucapkan makasih banget sama semua komen-komen yang readers berikan seven bener-bener seneng ngebacanya.

please give me more support and love

thank you so much guy’s🙂

Semua orang heboh,melihat berita di tv dan Koran bahkan internet nama park yoochun menjadi topic nomor satu di google,ternyata semua orang yang heboh itu sedang membaca artikel tentang park yoochun dan pacar nya.

“yoochun oppa..kenapa dia berkencan?!”salah satu siswi SMA mengerang kesal karena dia kecewa melihat artikel yang dia baca di majalah.

Dari tadi pagi acara infotainment sudah mengabarkan penemuan foto itu,kantor management yoochun sudah ditelepon oleh beberapa majalah dan Koran terkenal mengenai berita itu namun yoochun sendiri menghindari mengomentari tentang berita skandalnya.

Taeyoung segera mematikan tv nya,dia duduk dengan shock melihat foto-foto intimnya dengan yoochun tersebar dimana-mana walaupun muka nya tidak terlihat taeyoung masih panik karena kemungkinan orang-orang akan mencarinya.

“sebaiknya kau berhenti menonton tv.”

Mendengar suara yang familiar taeyoung mendongak dan menatap kearah yoochun dengan mata berkaca-kaca,yoochun mengerti taeyoung ketakutan dia berjalan kearah taeyoung dan memeluk bahu gadis itu.

“semuanya akan baik-baik saja,mereka juga pasti bosan jika ada skandal lain yang muncul.”yoochun berkata.

“tapi oppa..bagaimana dnegan karir mu?”Tanya taeyoung khawatir.

“tenang saja,lagipula sekarang aku sudah punya bisnis sampingan menjadi entertainer bukanlah penghasilan utamaku lagi.”yoochun menenangkan dan taeyoung mengangguk.

“bagaimana dengan eomma?”

Mendengar pertanyaan taeyoung hati yoochun sakit,dia lupa dengan semua keluarganya dia lupa tentang ibunya dan yoohwa. Yoochun pasti akan menghadapi masalah yang besar jika salah satu dari mereka tahu tentang hubungan nya dengan taeyoung.

“dia tidak akan tahu,semua orang tidak akan tahu.”yoochun memeluk taeyoung dengan kuat.

Untuk hari ini dia boleh egois dan berbohong pada taeyoung,dia tidak tahu harus apa yang jelas dia tidak ingin kehilangan taeyoung dan melepaskan wanita itu dari genggaman nya.

Krining..krining..krining..

Mendnegar suara telepon taeyoung segera mengangkat telepon sedangkan yoochun duduk di sofa menunggu.

“yeoboseyo?”taeyoung mengangkat telepon nya.

“ah ne..eomma,geurae?baiklah aku akan menemuimu nanti.”taeyoung mengangguk.

Yoochun yang mendengar sebutan ‘eomma’ yang keluar dari mulut taeyoung dia segera tahu siapa yang menghubungi kekasih nya itu.

Setelah beberapa menit taeyoung menutup telepon nya.

“oppa,aku harus kerestoran yang ada di bawah eomma bilang dia menungguku disana.”taeyoung berkata mengambil tasnya dan jaketnya Karena di luar cukup dingin karena sedang musim hujan.

“iya,hati-hati di jalan.”yoochun berkata mencium taeyoung sejenak dan membiarkan wanita itu pergi.

~NeverMeantToBe~

Melihat sosok yang dia panggil ‘eomma’ taeyoung tersenyum dia menghampiri wanita paruh baya itu dan duduk di depan nya.

“ada apa eomma?”Tanya taeyoung,dia sedikit khawatir mengingat suara eommanya kedengaran sangat kaku di telepon.

“taeyoung-ah..bagaimana pekerjaanmu?”Tanya nyonya park,suaranya dingin sekali begitu juga dengan isyarat tubuhnya.

“baik-baik saja,eomma kenapa pergi kesini?padahal aku saja yang kerumah.”taeyoung berkata.

“aku tidak ingin pelacur sepertimu ada di rumahku!”bentak nyonya park membuat taeyoung kaget,eommanya tidak pernah sekasar ini padanya.

mwo?eomma..wae geuraeyo??” taeyoung bertanya dia tidak mengerti kenapa nyonya park menjadi kasar padanya.

“bisakah kau jelaskan ini taeyoung?”nyonya park memberikan sebuah amplop coklat pada taeyoung.

Tangan taeyoung gemetaran,dia tidak ingin membuka amplop itu dia sangat takut sekali namun dia akhirnya membuka amplop itu dan kaget saat dia melihat fotonya dengan yoochun yang sedang berciuman. Foto itu jelas sekali memperlihatkan wajah yoochun dan taeyoung,taeyoung gelapan dia tidak mengerti kenapa foto itu bisa sampai di tangan nyonya park.

“eomma..”taeyoung mencoba menjelaskan.

“jadi semua foto itu benar?!kau tidur dengan kakak angkatmu?!”nyonya park bertanya,taeyoung bisa melihat airmata di sudut mata nyonya park mulai mengumpul.

“eomma..aku bisa jelaskan!”taeyoung berkata namun nyonya park memalingkan pandangan nya,dia tidak mampu menahan rasa sedihnya.

“eomma..aku mohon maafkan aku..”taeyoung berkata dia meremas amplop coklat itu.

“kau mengecewakanku taeyoung,kenapa harus yoochun?!kenapa tidak orang lain? Masih bayak lelaki yang menginginkan mu?katakan padaku kenapa harus yoochun!!”nyonya park menguncang-guncang tubuh taeyoung,taeyoung tidak bisa menjawab dan menangis.

“sudah cukup!jika kau ingin aku maafkan,tinggalkan yoochun dan lupakan dia.”nyonya park segera berdiri dan meninggalkan taeyoung yang tertegun.

Taeyoung menangis dan meremas amplop itu,dia bangkit dari bangku itu pergi meninggalkan restoran itu dia begitu malu dengan tatapan orang-orang yang memandang nya.

Sesampainya di apartemen taeyoung di sambut oleh yoochun,yoochun yang melihat ekspressi taeyoung kebingungan.

“ada apa chagi?kau kelihatan pucat?”Tanya yoochun.

Taeyoung menatap kearah yoochun dan memberikan amplop coklat yang dia bawa kepada kekasih nya itu,tanpa mengatakan apapuntaeyoung masuk kekamarnya.

Yoochun menatap amplop coklat yang ada di tangan nya dan segera membuka nya,dia kaget sekali melihat isi amplop itu. Amplop itu ternyata berisi foto-foto mesranya dengan taeyoung,bahkan ada salah satu foto dimana yoochun sedang mencium taeyoung dan taeyoung kelihatan nya bahagia dan tersenyum.

“taeyoung-ah!”yoochun membuka kamar taeyoung dan melihat taeyoung sedang mengemasi barang-barang nya.

“kau mau kemana?”Tanya yoochun lembut,dia tidak ingin membentak dan membuat wanita itu kaget.

“aku mau pergi..”taeyoung menjawab singkat dan dingin.

“kemana?”

“kemana saja!aku tidak ingin ada di korea!”taeyoung membentak.

“oh jadi kau ingin kabur dari semua ini?!”yoochun akhirnya kehilangan kesabaran.

“ya!apa kau tahu betapa malunya aku saat eomma melemparkan foto itu padaku?tanganku dan kaki ku gemetaran dan hatiku benar-benar sakit mendengar ejekan ibumu!”taeyoung berkata dan melanjutkan mengemasi bajunya.

“taeyoung-ah..kita pasti menemukan solusinya,berhenti mengemasi barang-barangmu.”

yoochun menghentikan aktivitas taeyoung dengan menarik tangan wanita itu,taeyoung memberontak dan mencoba melepaskan gengaman yoochun namun dia gagal karena yoochun menggengam tangan nya sangat kuat.

“apakah kau yakin kau bisa hidup tanpaku?”

Mendnegar pertanyaan itu taeyoung membeku,benar apa yang dikatan yoochun. Apakah dia sudah siap hidup tanpa yoochun?apakah dia bisa melupakan lelaki yang sudah mengisi hatinya begitu lama itu?akankah dia rela jika yoochun menjadi milik wanita lain? Pertanyaan itu benar-benar menyiksa batin taeyoung.

“aku bisa.”taeyoung berkata,dia jelas-jelas berbohong.

Taeyoung dengan kasarnya melepaskan gengaman yoochun dan keluar dari apartemen nya,mendnegar jawab taeyoung yoochun sangat shock.

Taeyoung berlari menuju lift,dia menangis. Dia merasa kecewa karena yoochun tidak mengejarnya taeyoung merasa apa yang dia erbuat memang bodoh namun dia tidak bisa hidup di bawah beban yang mungkin akan mereka hadapi.

Karier yoochun akan hancur dan begitupun karir nya sebagai psikolog,taeyoung menunduk entah kemana dia akan pergi hari ini yang jelas dia hanya punya satu nama di pikiran nya.

Yoochun duduk di sofa menonton semua berita di televisi,handphone nya sudah bergetar beberapa kali mungkin ratusan kali entahlah yoochun tidak peduli.

Yoochun mengaktifkan handphone nya dan melihat berbagai pesan yang masuk,semua pesan kebanyakan dari managernya,junsu dan jaejoong kelihatan nya mereka sangat khawatir. Yoochun tidak menyangka dia juga mendapatkan pean dari yoohwan dan tentu saja mamanya,penasaran yoochun membuka pesan dari ibunya.

Aku ingin bicara,datang kerumah sekarang!

Membaca pesan itu,yoochun sudah bisa membayangkan bagaimana pertengkaran nya dan ibunya akan dimulai.

Yoochun bukanlah anak remaja lagi,sepertinya dia harus mempertanggung jawabkan apa yang sudah dia perbuat. Yoochun memang salah dia tahu itu,tapi mencinta taeyoung..dia tidak pernha menyesalinya sedikitpun dia mencintai gadis itu dengan sepenuh hati dan tak akan membiarkan gadis itu lari kemanapun.

Mendengar suara bel pintunya berbunyi myungsoo membuka pintunya,dia tersenyum saat melihat sosok taeyoung didepan nya.

“ah taeyoung soesangnim,ada apa?”Tanya myungsoo,sungguh aneh baginya mendapati taeyoung ada di depan pintu apartemen nya.

“bisakah aku masuk?”Tanya taeyoung tersenyum.

“tentu.”

Myungsoo membantu taeyoung membawa kopernya,myungsoo sendiri bingung kenapa taeyoung membawa koper.

Setelah duduk dan membawakan taeyoung teh,myungsoo menyentuh tangan taeyoung yang sedikit gemetaran.

“ada apa soesangnim?katakan padaku.”Tanya myungsoo dengan lembut,suara nya berhasil menenangkan batin taeyoung.

“aku hanya..aku ingin bertanya..”taeyoung bicara dengan gugup.

“ada apa soesangnim?kau tak usah ragu padaku.”myungsoo menenangkan dan taeyoung mengangguk.

“bisakah aku menginap disini untuk hari ini?”Tanya taeyoung,dia mengigit bibirnya menunggu respon dari myungsoo.

Myungsoo tersenyum dan mengangguk,walaupun mungkin akan sedikit canggung namun myungsoo ingin sekali menghabiskan waktu bersama taeyoung. Dia sangat senang karena akhirnya tuhan emmberikan kesempatan untuknya agar lebih dekat dengan taeyoung.

“tentu saja,kenapa tidak?kau bisa tinggal disini sampai kapanpun..pintu partemenku selalu terbuka untukmu.”myungsoo menjawab dan taeyoung sangat terharu dengan jawaban myungsoo.

“terimakasih banyak,aku tidak tahu harus bagaimana jika kau mengatakan tidak.”taeyoung mengungkapkan dan memeluk myungsoo dengan erat.

“tidak apa-apa soesangnim,aku hanya ingin menolong..kau banyak menolongku dulu sekarang bagianku untuk menolongmu.”

Taeyoung melepaskan pelukan nya,dia menatap kearah myungsoo dan tersenyum.

“aku beruntung sekali mengenalmu.”taeyoung berkata.

“oh..ayolah,aku yang beruntung bertemu denganmu.”

Mereka berdua tertawa,myungsoo melirik kearah jam dan ternyata jam sudah menunjukkan jam 07 malam.

“oh sudah jam 7,apa kau mau makan malam?aku hanya punya kimchi dan sedikit sisa teobeokki semalam.”myungsoo mengungkapkan sambil menggaruk kepala nya yang tidak gatal,taeyoung mengerti hidup sendirian memang tidak mengenakan apalagi kalau kau seorang pria single.

“tidak apa-apa,aku akan belanja kau tunggu saja disini ok?”

Taeyoung bangkit dari duduknya,namun myungsoo mencegah taeyoung untuk pergi dengan menarik lengan nya.

“tidak apa-apa soesangnim,kaukan tamuku..aku saja.”

“tidak apa-apa,kau diam saja anggap saja ini traktiran dariku ok?”

Taeyoung tersenyum dan pergi keluar,setelah taeyoung keluar myungsoo melompat-lompat bahagia saking bahagianya dia hampir menjatuhkan lampu hias yang ada di samping sofanya. Dia tidak sabar untuk menghabiskan waktu bersama taeyoung.

~NeverMeantToBe~

“DASAR ANAK KURANG AJAR!”

Nyonya park membentak,dia tidak ragu lagi dan menampar yoochun dengan keras.

“kau gila?!dia adikmu! Kau tidur dengan dia?jawab aku!”nyonya park berteriak dan yoohwan yang menyaksikan pertengkaran kakaknya dengan ibunya memisahkan keduanya.

“eomma,tenang dulu..ingat tekanan darahmu.”yoohwan berkata dan nyonya park duduk kembali di kursi ruang tamu mereka.

“aku kira selama ini kalian hanya akrab..aku tidak percaya ini.”nyonya park memijat kening nya.

“eomma,aku mencintai taeyoung.”yoochun berkata dan mata nyonya park melebar.

“beraninya kau!aku tidak setuju.”nyonya park marah sekali,taeyoung memang anak yang baik namun di mata public mereka menyangka kalau taeyoung adalah adik yoochun.

“eomma..aku mohon.”yoochun sekarang sudah bersujud di depan ibunya.

“aku mohon eomma..aku sangat mencinta taeyoung,aku tidak bisa hidup tanpa nya..”yoochun menitikkan airmatanya.

“hyung..sebaiknya kita pergi dulu,biarkan eomma mempertimbangkan nya.”yoohwan berkata dan menarik kakaknya itu menjauh dari ibunya.

Yoochun menurut dan pergi keluar dari ruang tamu,yoohwan merasa kasihan pada kakaknya namun dia tidak tahu bagaimana cara menolong kakanya karena bagaimanapun apa yang yoochun dan taeyoung lakukan adalah kesalahan.

Yoochun dan yoohwan pergi kekamar yoochun,kamar itu masih rapih dan percis seperti saat terakhir yoochun meninggalkan kamar itu.

“hyung..aku tidak menyangka…”yoohwan memulai percakapan antara mereka.

“kau akan mencaciku juga?kau akan membenciku?”Tanya yoochun,yoohwan memang kecewa pada kakanya itu namun dia tidak mungkin bisa membenci kakak yang sangat dia sayangi dan kagumi.

“hyung..bukan seperti itu,aku hanya kaget. Aku kira kau dan taeyoung hanya akrab saja aku tidak pernah tahu kalau kalian meliki hubungan khusus.”yoohwan berkata dan duduk di ranjang kakanya.

“aku juga tidak menyangka akan jatuh cinta padanya.”yoochun menunduk.

“apakah dia mencintaimu juga hyung?”Tanya yoohwan penasaran.

“tentu saja bodoh! Jika cintaku hanya bertepuk sebelah tangan kami tidak akan berhubungan.”yoochun berkata menjitak kepala yoohwan dan yoohwan mengerang kesakitan.

aish hyung! jeongmal!

Yoohwan dan yoochun tersenyum,walaupun yoochun masih sedih setidaknya yoohwan ada disisinya untuk menghiburnya.

“apa kau setuju dengan hubunganku dengan taeyoung?”Tanya yoochun.

“tentu saja hyung,lagipula tak ada hubungan darah diantara kaliankan? Eomma hanya belum bisa menerimanya saja karena dia menganggap kalau taeyoung anaknya sendiri.”

Mendnegra penjelasan yoohwan,yoochun merasa sedikit tenang setidaknya ada orang yang mendukungnya.

“taeyoung wanita yang baik hyung..sebaiknya kau cepat mengikatnya kalau tidak dia akan di curi.”yoohwan menggoda kakaknya dan yoochun hanya bisa tersenyum pahit.

Yoochun sendiri tidak tahu kemana dia harus mencari taeyoung,wanita itu menghilang dan nomor handphone nya tidak aktif.

~NeverMeantToBe~

“hahahaha…kau sangat lucu myungsoo-shi,aku tidak percaya woohyun-shi berani melakukan itu.”taeyoung tertawa.

“kau belum tahu bagaimana woohyun di kehidupan nyata,sepertinya dia akan menggoda apapun yang bergerak.”

Myungsoo dan taeyoung tertawa dengan keras mendengar lelucon myungsoo,beberapa jam yang lalu mereka sudah selesai makan malam dan sekarang mereka ada di balkon apartemen myungsoo mengobrol sambil meminum teh hangat buatan taeyoung.

“hei..bagaimana kalau besok aku mengenalkanmu pada para member? Kebetulan kami sedang berlibur jadi kami tidak punya schedule besok.”myungsoo mengusulkan dan taeyoung senang sekali.

“tentu saja,aku akan senang sekali..dan mungkin gugup.”taeyoung tertawa.

“tenang saja,aku akan menemanimu kau tak usah gugup soesangnim.”myungsoo tersenyum,entah mengapa senyum myungsoo terlihat begitu menarik bagi taeyoung malam ini.

“terimakasih kau sangat baik sekali myungsoo-shi.”

“sama-sama soesangnim.”

Taeyoung tersenyum lebar,entah mengapa myungsoo tidak bisa berhenti memanggilnya ‘soesangnim’ padahal sudah jelas kalau myungsoo tidak berada di rumah sakit ataupun tidak dalam terapinya.

“myungsoo-shi,kau boleh memanggilku taeyoung di luar rumah sakit.”taeyoung berkata.

“benarkah?tidak apa-apa?”

Taeyoung mengangguk.

“lagipula,aku tidak nyaman setiap kali kau memanggilku dengan sebutan soesangnim. Aku seakan sedang mengobrol dengan pasienku.”

“baiklah,aku akan memanggilmu taeyoung-ah..dan kau juga boleh memanggilku myungsoo atau myung-ah entahlah apapun boleh.”

“baiklah myungsoo-ya,aku mengerti.”

Untuk sesaat ada kesunyian diantara mereka,taeyoung mendongak dan menatap kearah langit seoul yang gelap.

“kalau boleh aku bertanya,kenapa kau datang kemari?apa yang terjadi dengan apartementmu?”Tanya myungsoo dan taeyoung menunduk,dia kembali ingat pertengkaran nya dengan yoochun.

“aku hanya..ingin menghindar dari masa lalu.”taeyoung menjawab dan myungsoo mengangguk.

“aku juga pernah mengalami itu,kau tenang saja aku akan membuatmu melupakan masa lalumu dengan cepat.”myungsoo menyentuh bahu taeyoung.

Taeyoung melirik kearah myungsoo,mereka saling menatap sesaat sampai akhirnya myungsoo mendekat kearah taeyoung. Taeyoung tidak mengerti dia hanya diam sampai bibir myungsoo menyentuh bibirnya.

Taeyoung tidak menolak dia malah mencium kembali myungsoo,taeyoung tidak bisa berbohong kalau dia memang tertarik pada myungsoo hanya saja saat itu dia masih bersama yoochun.

Tangan myungsoo menyentuh dagu taeyoung membuat taeyoung membuka mulutnya dan myungsoo dengan senangnya memasukan lidahnya kedalam mulut taeyoung. Taeyoung meletakan tangan nya dikedua sisi wajah myungsoo menarik myungsoo agar menciumnya lebih dalam.

Suara decakan ciuman mereka terdengar dan mengalun bagaikan musik erotis yang membangunkan hasrat mereka,myungsoo mendorong tubuh taeyoung sehingga dia sekarang berbaring di lantai keramik yang cukup dingin.

Lidah mereka berperang memperebutkan dominasi,sekarang myungsoo ada diatas taeyoung dan tangan nakalnya mengelus paha bagian dalam taeyoung namun dia segera sadar dan menghentikan ciuman mereka.

“maaf..aku tidak ingin…”myungsoo berkata.

“tidak apa-apa myungsoo-ya.”

Nafsu sudah menguasai akal sehat mereka dan merekapun melanjutkan berciuman,myungsoo mencium bibir taeyoung dengan lembut namun sangat posesive seakan myungsoo mengatakan kalau taeyoung adalah miliknya dan tak ada lelaki lain yang boleh menyentuhnya.

“taeyoung-ah..apa kau yakin?”

Sekali lagi myungsoo bertanya disaat dia melepaskan ciuman panasnya dengan taeyoung,taeyoung mengangguk dia tidak bisa berpikir jernih lagi.

“taeyoung-ah,aku menyukaimu.”

Mendengar pengakuan itu taeyoung kaget,dia tidak segera menjawab karena myungsoo langsung menciumnya dan mengangkatnya menuju kamar tidur myungsoo.

Myungsoo membaringkan taeyoung diranjang king sizenya,kamar myungsoo cukup besar untuk seorang dan taeyoung bisa melihat interiornya benar-benar minimalis.

“apa kau suka kamarku?”Tanya myungsoo,sambil menciumi leher taeyoung.

“ya,apartemenmu nyaman..ah..myungsoo-ya…”

Taeyoung mengelenguh saat tangan myungsoo menyentuh payudaranya,myungsoo membuka kaosnya dan melemparkan nya kesembarang tempat membuat taeyoung bisa melihat absnya dengan jelas.

Tubuh myungsoo begitu indah,mulai dari bahu lebar dan tangan nya yang kekar. Taeyoung tidak mengerti kenapa dia tidak pernah menyadari betapa tampan myungsoo,apakah karena dia mencintai yoochun?

Taeyoung menarik myungsoo untuk menciumnya kembali,rasa nya sangat manis. Setiap kali bibir mereka bertemu entah kenapa wajah yoochun selalu muncul di otaknya. Taeyoung mencoba untuk melupakan yoochun dan menikmati seiap momen nya dengan myungsoo,lebih masuk akal baginya untuk memilih myungsoo.

Tangan nakal myungsoo mulai membuka kaos taeyoung dan taeyoungpun membantu myungsoo membuka kaosnya,bra hitam yang taeyoung kenakan terlihat sangat seksi membalut payudaranya dan tanpa sadar myungsoo hanya memandang kearah payudara taeyoung tanpa menyentuhnya.

“apa kau ingin menyentuhnya?”Tanya taeyoung sambil meraih tangan myungsoo.

“hm..jika kau mengijinkan..”myungsoo berubah menjadi malu-malu,taeyoung hanya tersenyum dan meletakan tangan myungsoo di dadanya.

“bagaimana?kau menyukainya?”

Taeyoung suka sekali ekspressi yang di tunjukan oleh myungsoo sekarang,pipi myungsoo memerah dan itu sangat lucu sekali.

“kenapa kau tertawa,apa yang lucu?”Tanya myungsoo.

Taeyoung menggelengkan kepalanya.

“tidak,bukan apa-apa..apa ini pertama kalinya kau melakukan hal yang seperti ini?”Tanya taeyoung penasaran.

Myungsoo melirik kearah jendela di kamarnya,dia cukup malu untuk mengakui kalau dia memang masih perjaka dan tak pernah melakukan hal sejauh sex dengan mantan-mantan nya namun dia ingin melakukan nya dengan taeyoung karena dia tahu kalau dia mencintai taeyoung lebih dari apapun.

“myungsoo-ya..jika kau tidak yakin,aku tidak apa-apa.”taeyoung berkata namun myungsoo memengang kedua tangan taeyoung.

“aku ingin melakukan nya denganmu,aku..aku tidak mengerti kenapa aku sangat menyukaimu aku tahu kita hanya baru bertemu beberapa bulan yang lalu tapi…”

Myungsoo menatap lurus kearah taeyoung,taeyoung begitu terharu mendengar apa yang myungsoo ungkapkan. Myungsoo biasanya tidak berbicara serius dan selalu bercanda namun sekarang kelihatan myungsoo sangat serius.

“aku pikir,aku sudah jatuh cinta. Aku tahu kau mungin berpikir aku naïve atau semacamnya tapi setiap malam wajahmu selalu datang dipikiranku,aku tidak bisa menghapus tawamu,senyummu bahkan aku selalu ingin berada di sampingmu.”

Taeyoung menggengam tangan myungsoo,sudah lama sekali dia tidak mendengar pujian itu. Taeyoung dan yoochun sudah berhubungan lama jadi mereka sudah jarang sekali mengungkapkan cinta seperti yang myungsoo lakukan karena mereka sudah tahu kalau mereka saling mencintai.Namun apakah benar kalau yoochun dan taeyoung saling mencintai? Sekarang taeyoung meragukan pendapat itu.

“myungsoo-ya..aku tidak pernah berpikir kalau kau menyukaiku.”taeyoung mengungkapkan.

“mungkin karena aku tidak pernah mengatakanya,tapi sekarang aku akan jujur.”myungsoo menangkup wajah taeyoung dan mencium bibir taeyoung singkat.

“aku mencintaimu Park taeyoung..maukah kau menjadi pacarku?”

Pacar myungsoo?taeyoung tidak yakin..hubungan nya dengan yoochun saja belum benar-benar berakhir namun jika dia menolak myungsoo akan curiga.

“myungsoo-ya..aku memiliki masa lalu yang jelek dan aku tidak sebaik yang kau kira,apa kau yakin ingin bersamaku??”

Taeyoung menatap kearah myungsoo,dia tidak bisa melihat apapun selain cinta dimata myungsoo. Sepertinya lelaki itu benar-benar menyukainya.

“taeyoung-ah,masa lalu hanya masa lalu dan aku juga tidak sebaik apa yang kau kira. Aku memiliki bayak kekurangan dan kau juga. tapi aku pikir kekurangan kitalah yang membuat kita sempurna.”

Taeyoung begitu senang dia mencium myungsoo,dan myungsoo kelihatan kaget. Taeyoung kagum dengan pemikiran dewasa myungsoo sepertinya selama ini myungsoolah yang dia cari bukan yoochun.

“baiklah..aku akan menjadi pacarmu,kim myungsoo.”

Bergelut dengan nafsu yang begitu besar myungsoo,mengangkat tubuh taeyoung dan melepaskan celana wanita itu seketika. Taeyoung melingkarkan tangan nya di leher myungsoo membuat hidung mereka bersentuhan,taeyoung bisa merasakan nafas myungsoo terasa panas menyerap kepori-pori kulitnya.

Myungsoo dengan tidak sabar membuka celana nya sendiri yang di bantu oleh taeyoung,tangan taeyoung sudah terampil dlaam hal itu mengingat dia sudah sering melakukan sex dengan yoochun keadaan yang dia hadapi sekarang tidak aneh lagi baginya.

Taeyoung bisa lebih bebas dalam mengexplore tubuh myungsoo,dia tidak ragu untuk mencium bibir lelaki itu dan mengecup wajah myungsoo. Tangan kekar myungsoo bergerilya di tubuh ramping taeyoung,sentuhan myungsoo terasa sangat panas di kulit dingin taeyoung.

Karena tidak sabar myungsoo segera membaringkan taeyoung dan mencium taeyoung lagi,myungsoo tidak pernah bosan merasakan bibir taeyoung yang begitu manis di mulutnya. Melihat taeyoung yang sudah di kuasai oleh nafsunya membuat myungsoo semakin bergairah.

“apa kau siap taeyoung-ah?”Tanya myungsoo sambil tersenyum  nakal.

“aku selalu siap untukmu.”

Merasakan benda asing memasuki tubuhnya taeyoung mengerang,dia menyentuh bahu myungsoo dengan kuat dan myungsoo dengan pelan nya mendorong kejantanan nya yang akhirnya amsuk kedalam kewanitaan taeyoung sepenuhnya.

“bergeraklah myungsoo-ya..aku ingin kau.”

Taeyoung berbisik ketelinga myungsoo dan myungsoo yang tergoda tentu saja mulai menggerakan pinggulnya membuat kejantanan nya keluar masuk dari lubang taeyoung. Taeyoung memeluk tubuh myungsoo erat,merasakan kehangatan tubuh myungsoo sedikit menghiburnya.

“ah..myung..soo..ahh..lebih cepat.”

Mendengar perintah itu myungsoo semakin bernafsu,dia mengangkat pinggul taeyoung agar kejantanan nya masuk lebih kedalam kewanitaan taeyoung.

Suara kulit mereka yang bergesekan terdengar sangat erotis,sesekali myungsoo mencium taeyoung membuat desahan-desahan taeyoung terggelam dalam ciuman mereka. Tangan besar myungsoo menjelajagi setiap lekuk tubuh taeyoung,dia mencium dan menjilat payudara taeyoung membuat taeyoung menggelinjang.

“argh..taeyoung-ah..”

Dengan sekali hentakan akhirnya myungsoo mengeluarkan cairan cintanya didalam tubuh taeyoung,keduanya terengah-engah dan myungsoo mencium taeyoung untuk yang terakhir kalinya.

“terimakasih taeyoung-ah.”

~NeverMeantToBe~

Pagi sudah menjemput dan myungsoo sadar dari tidurnya,dia melirik kearah samping nya dan dia tidak menemukan taeyoung. Myungsoo mengambil celana boxernya dan celana jeans nya dia berjalan kearah dapur karena dia mendengar seseorang sedang masak.

Mata myungsoo melebar saat dia melihat taeyoung sedang memasak dan hanya menggunakan baju kemeja putihnya yang kelihatan sangat besar di tubuh taeyoung.myungsoo berjalan pelan dari belakang taeyoung dan dia melingkarkan tangan nya di pinggang taeyoung membuat taeyoung kaget.

“myungsoo-ya..kau sudah bangun?”Tanya taeyoung dia mematikan api kompor gas myungsoo.

“ne,apa yang sedang kau masak?”

“aku memasak nasi goreng kimchi,apa kau suka?kebetulan aku menemukan sisa kimchi di kulkas.”taeyoung menjawab.

“kau tak keberatankan?”Tanya taeyoung lagi dan myungsoo tersenyum.

“tidak,kebetulan aku juga sudah lapar.”myungsoo menjawab dan mencium pipi taeyoung.

Mereka berdua memakan sarapan bersama dan saat mereka berdua selesai taeyoung kaget saat melihat jam karena waktu sudah menunjukan jam 8 pagi.

“ya tuhan!aku akan terlambat,myungsoo-ya bisakah kau mencuci semua ini sendiri?aku benar-benar harus pergi.”taeyoung berkata dan myungsoo mengangguk.

Taeyoungpun berlari kekamar mandi dan segera bersiap-siap untuk bekerja,setelah selesai taeyoung segera pergi namun saat dia hendak membuka pintu apartemen myungsoo menarik tangan taeyoung dan mencium nya sekilas membuat taeyoung sangat malu.

“hati-hati di jalan,maaf aku tidak bisa mengantarmu.”myungsoo berkata dan tersenyum.

Taeyoung mengangguk dan pergi keluar,sesampainya di rumah sakt dia di kagetkan dengan sosok yoochun yang sudah cukup lama menunggunya. Taeyoung mencoba untuk pura-pura tidak melihat yoochun namun yoochun mendekatinya dan menarik tangan nya,taeyoung berontak dan akhirnya yoochun melepaskan genggaman nya.

“apa yang kau inginkan?”Tanya taeyoung sengit.

“aku ingin kau kembali.”yoochun berkata.

“aku tidak bisa oppa,sudah kubilangkan?aku tidak mau hubunganku berlanjut..kau tahukan eomma pasti akan marah.”taeyoung menjelaskan dan hendak pergi,namun yoochun menarik tangan taeyoung.

“kau akan menyerah begitu saja?”

Taeyoung dia mendengar perkataan yoochun,hubungan mereka selama bertahun-tahun haruskah kandas begitu saja? Namun taeyoung tidak kuat dngan segala tekanan yang publik akan berikan kepadanya. Dia tidak bisa membayangkan bagaimana orang akan memandangnya,dia juga akan merasa bersalah jika karir yoochun hancu karenahubungan mereka.

“oppa,aku dan kau…kita tidak bisa bersama,kau tahukan bagaimana reaksi eomma?lalu jikakita tetap bersama kapan kau akan menikahi?aku ingin menikah oppa dan aku ingin punya keluarga.”

“kalau begtu mari kita menikah.”yoochun mengusulkan dan menatap penuh dengan keseriusan kearah taeyoung.

“kau pikir segampang itu?! Oppa lihat situasi di sekitar kita..”taeyoung berkata.

“aku tidak peduli.”

“kau tidak peduli,tapi aku peduli.”

Taeyoung melepaskan tangan yoochun dari lengan nya dan berbalik pergi,namun yoochun memeluknya dari belakang mencegahnya untuk pergi. Taeyoung merasa sedih,dia juga masih mencintai yoochun namun dengan keadaan mereka bisakah mereka bersama?

“lupakan aku oppa,kita bukan jodoh..”

“taeyoung-ah!”yoochun memanggil saat taeyoung berlari masuk kedalam rumah sakit.

~NeverMeantToBe~

Yoochun meneguk segelas whisky nya dia tidak mengerti kenapa taeyoung berubah menjadi seperti itu,apakah karena dia tidak bisa membahagiakan nya? Selama ini yoochun menyangka kalau taeyoung bahagia dengan nya ,apakah selama ini dia buta?

Dia sudah muak mendengar semua pemberitaan tentang skandalnya dengan taeyoung,dia merasa kesepian dan depresi dia masih tidak percaya kalau taeyoung begitu saja pergi darinya dia tidak ingin hubungan nya dengan taeyong harus berakhir seperti ini.

Yoochun melirik kearah handphonenya yang tidak berhenti berdering,dia sekarang sedang ada di club entah sudah berapa gelas whisky yang dia minum namun dia tidak juga bisa menghilangkan bayangan taeyoung dari otaknya.

“cukup yoochun.”suara seorang wanita mengagetkannya,dia melirik kearah sumber suara dan melihat jimin menatapku.

“kau sudah mabuk,sebaiknya kita pulang..”

Jimin menarik tangan yoochun namun yoochun mendorong jimin menjauh,jimin menatap nanar kearah yoochun dia sebentar lagi akan menangis.

“PERGI! Bisakah kau meninggalkanku sendirian?!”yoochun membentak dan berdiri dari duduknya,dia berjalan semponyongan dan jimin segera membantunya.

“yoochun-ah,hentikan..”jimin berkata dan yoochun malah mendorong lagi wanita itu.

Yoochun yang sudah mabuk berat segera pingsan,jimin yang kaget segera mengangkat tubuh yoochun dan meminta bantuan kepada ahjumma pemilik kedai untuk mengangkat tubuh yoochun.

Taeyoung yang sedang memasak tidak sengaja menyenggol gelas yang ada di counter dapurnya,dia sangat kaget sekali dan taklama kemudia myungsoo yang sedang berada dikamarnya muncul.

“taeyoung-ah ada apa?”Tanya myungsoo khawatir.

“tidak apa-apa.”taeyoung segera menjawab dan memungut pecahan kaca yang ada dilantai,myungsoo yang melihatnya langsug membantu taeyoung.

Taeyoung sedikit melamun entah kenapa dia ingat kepada yoochun,dia segera membuang pecahan kaca itu ketong sampah dan menyandar di counter dapur. Myungsoo yang khawatir segera menghampiri taeyoung dan memeriksa apakah tangan taeyoung terluka atau tidak.

“tenang saja myungsoo-ya,aku baik-baik saja.”taeyoung berkata dan myungsoo tersenyum.

“aku tahu,aku hanay khawatir.”myungsoo menangkup muka taeyoung.

“lain kali hati-hati ok?”myungsoo mengingatkan dan mencium bibir taeyoung sekilas.

“iya,sebaiknya kau lanjutkan pekerjaanmu.”taeyoung berkata namun myungsoo menggelengkan kepalanya.

“aku punya kau sekarang,aku bosan menemani gitarku terus.”myungsoo tertawa begitupun taeyoung.

To Be Continue..

Don’t Forget The comment🙂

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s