Posted in FanFiction NC 17+

Double Trouble ~Chapter 7~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

Sore sudah datang dan itu artinya sudah waktunya bagi semua pegawai perusahaan jo untuk pulang,mereka bersemangat sekali dalam merapikan meja mereka dan keluar dari gedung perusahaan yang menjulang tinggi keluar dari bangunan itu sama saja dengan keluar dari neraka.

Haneul memijat bahunya yang cukup sakit,dia membereskan mejanya yang cukup berantakan dengan pekerjaannya.

“haneul-ah..”haneul yang mendengar namanya di panggil melihat eunji sudah berdiri didepannya.

“eunji-ya..sedang apa disini?”Tanya haneul kebingungan.

“aku ingin pulang bersama lagi, jika kau bisa.”eunji berkata dan haneul mengangguk antusias.

“tentu saja,sebentar ya..”haneul dengan epat membereskan mejanya.

“haneul,kau belum pulang?”

mendengar suara maskulin itu haneul menoleh kearah ruangan youngmin dan melihat pemilik ruangan itu bersandar di ambang pintu.

“sajang-nim annyeoung haseyo..”eunji segera menyapa dan youngmin hanya mengangguk.

“belum sajang-nim,aku mau pulang bersama eunji sekarang.”haneul menjawab.

“bagus kalau begitu,kalau begitu kita keluar bersama.”youngmin berkata dan haneul tersenyum menyetujui,eunji yang mendengar itu sangat bahagia ini adalah kesempatannya untuk lebih dekat dengan youngmin.

Mereka bertiga keluar dari gedung kantor,mata haneul langsung melebar sata dia melihat sosok yang tidak asing sedang menunggunya.

“Kwangmin-ah!”haneul segera memangggil dan berlari kearah kwangmin,kwangmin yang sudah menunggu begitu senang melihat sosok haneul.

Youngmin langsung berhenti melangkah saat dia melihat kwangmin,dia hanya diam dan eunji yang berjalan disampingnyapun sama.

“sajang-nim?”eunji memanggil namun youngmin hanya diam,dia menatap kearah haneul dan kwangmin yang sedang mengobrol.

“haneul-ah,kau sudah pulang?bagaimana pekerjaanmu?”Tanya kwangmin dengan senyum manisnya.

“biasa saja tidak yang aneh,apa yang kau lakukan disini?”haneul bertanya,dia tidak bisa berhenti menatap kearah kwangmin dan mengacuhkan youngmin dan eunji yang ada dibelakang.

“aku menunggumu,apa hyung masih marah padaku?”Tanya kwangmin berbisik.

“entahlah kwangmin-ah,bagaimana kalau kau bertanya padanya.”haneul mengusulkan.

“ANI! Hyungku sangat menyeramkan kalau marah..”kwangmin berkata.

“ayolah..tenang saja ada aku kok..”haneul segera menarik tangan kwangmin dan berjalan kearah youngmin.

Youngmin yang kaget melihat kwangmin dan haneul mendekat segera memalingkan wajahnya,berpua-pura mencari mobilnya.

“youngmin-ah..”haneul akhirnya memanggil membuat youngmin melirik kearahnya.

Eunji kaget saat mendengar haneul beraninya memanggil youngmin dengan namanya,eunji sedikit cemburu dia juga ingin dekat dengan kwangmin dan youngmin seperti haneul namun dia tidak akan pernah bisa.

“bagaimana kalau kalian pulang bersama ok?aku harus mengantar eunji jadi kalian pulang berdua saja bye!”haneul berkata dan segera menarik eunji yang kebingungan.

“ya!kim haneul!”youngmin memanggil namun haneul hanya melirik dan melambaikan tangannya menjauh dari youngmin dan kwangmin.

“hyung..”kwangmin memulai.

“apa?”youngmin merespon dengan nada suara ketus.

Tanpa keduanya tahu haneul dan eunji bersembunyi dan mengamati kedua pria itu berintraksi,eunji sebenarnya tidak mengerti apa yang sedang terjadi dan dia menepuk bahu haneul.

“haneul-ah sebenarnya kenapa dengan mereka berdua?”Tanya eunji.

“kwangmin dan youngmin berkelahi kemarin,jadi aku ingin membuat mereka baikan.”haneul menjelaskan dan eunji mengangguk.

“begitu ya..sayang sekali,merekakan sangat dekat sekali kenapa harus berkelahi?”eunji bertanya dan haneul hanya mengangguk.

Untuk beberapa menit kwangmin dan youngmin hanya diam,mereka bahkan tidak saling bertegur sapa ataupun melirik kearah satu sama lain keduanya benar-benar dalam atmosphere yang gelap.

“aku hanya ingin minta maaf hyung..”kwangmin mengungkapkan sambil menunduk.

“untuk apa?sebaiknya kita lupakan saja kejadian yang kemarin kau benar…”youngmin berkata,dia mendongak kearah langit yang sudah berubah orange.

“apa maksudmu hyung?”kwangmin kebingungan.

“aku sudah putus dengan krystal,kau pasti senang iyakan?”Tanya youngmin.kwangmin menahan senyum nya dan berusaha untuk terlihat sedih.

“tidak hyung…aku sedih.”kwangmin berkata dan menyentuh bahu kakaknya.

bullshit!”youngmin berkata dan mereka berduapun tertawa.

Melihat kwangmin dan youngmin yang akrab kembali haneul tersenyum bahagia,dia berbalik kearah halte bus begitu juga dengan eunji.

“senangnya mereka bisa berbaikan.”eunji berkata.

“iya,aku merasa lega sekarang..”haneul menjawab dan merekapun menaiki bus saat sebuah bus berhenti dihalte.

Sepanjang perjalanan haneul memandang kosong kearah jendela,entah apa yang diapikirkan namun dia sedikit khawatir. Haneul segera mengaktifkan ponselnya dan melihat tidak ada satupun pesan yang sampai,dia segera mematikan lagi handphonenya.

“dia kemana ya?”haneul bergumam.

“siapa haneul-ah?”Tanya eunji dan haneul segera menggelengkan kepalanya.

“ani,bukan siapa-siapa.”

~Double Trouble~

Jongin memarkirkan mobilnya didepan gedung apartemen haneul,sudah menjadi kebiasaannya untuk datang pada sore hari bahkan lee ahjumma sudah akrab dengan nya terkadang jika mereka bertemu mereka selalu bertegur sapa namun aneh sekali hari ini dia tidak menemukan wanita lanjut usia itu membereskan halaman rumahnya.

Jongin berjalan kearah apartemen haneul namun dia kebingungan saat dia melihat seorang anak gadis duduk didepan apartemen haneul,gadis itu berambut pendek dan menggunakan seragam SMA.

Gadis itu berjongkok dan memeluk lututnya,gadis itu menyeka airmatanya sesekali jongin bisa melihat gadis itu pasti sedang menangis. Karena penasaran jongin segera menghampiri gadis itu dan berjongkok didepannya,mendengar langkah kaki jongin gadis itu segera mendongak dan kaget saat mendapati jongin sudah ada didepannya.

“ya!ahjusshi..kau mau membuatku jantungan?!”gadis itu membentak dan jongin hanya tertawa kecil.

“aish..kau anak kecil sebaiknya punya sopan santun,lagipula apa yang kau lakukan disini?”Tanya jongin penasaran,dia memandangi gadis itu dari ujung rambut sampai ujung kaki.

“A-aku ingin bertemu dengan eonniku.”jawab gadis itu malu-malu.

“memang eonni mu siapa?”jongin bertanya lagi.

“bukan urusanmu ahjusshi!”gadis itu menjawab dan jongin hanya menyeringai.

“kau benar-benar miri dengan dia..”jongin bergumam membuat gadis itu mendongak.

“mwo?kau tahu eonniku?”Tanya gadis itu.

“ya,kakakmu itu kim haneulkan?”jongin meyakinkan dan gadis itu mengangguk.

“iya,bagaimana kau tahu?”Tanya gadis itu dan jongin hanya tersenyum.

“kalian berdua mirip.”jongin menjawab,dia berdiri.

“kenapa kau menunggunya disini?kau tidak menghubunginya?”Tanya jongin dan gadis itu hanya mengelengkan kepalanya,dia menunduk lagi dan menyembuntikan wajahnya.

“ngomong-ngomong siapa namamu?”Tanya jongin lagi,bagaimanapun gadis menyebalkan yang ada disamping nya ini adalah adik gadis yang dia sukai jadi dia harus baik padanya.

“Kim Hani.”gadis itu menjawab dengan singkat.

“hani?nama yang bagus,aku jongin.”jongin memperkenalkan namanya namun sepertinya hani sama sekali tidak peduli,benar-benar mirip seperti kakaknya.

“Hani?!”

Mendengar namanya dipanggil hani segera menoleh dan berlari kearah haneul,hani segera memeluk kakaknya yang lebih tinggi darinya itu dan menangis.

“eonni!”dia menangis didalam pelukan kakaknya.

“hani?kenapa kamu ada disini.”haneul berkata dan melepskan pelukannya lalu menangkup wajah adiknya.

“eonni..aku benci eomma.”hani menangis dan memeluk haneul lagi.

“shut..jangan menangis,kau sudah besar.”haneul berkata dan mengelus kepala adiknya,jongin yang melihat betapa keibuannya haneul semakin tertarik pada wanita itu.

Jongin yang menunggu disamping pintu haneul hanya bisa menatap kedua adik kakak itu dan akhirnya hanipun berhenti menangis,hanul menuntun adiknya keapartemennya namun cukup kaget melihat jongin yang sudah menunggu.

“jongin-shi..apa yang kau lakukan disini?”Tanya haneul.

“erm..sebenarnya aku hanya ingin mengobrol,tapi tidak apa-apa mungkin lain kali saja.”jongin berkata.

“baiklah.”haneul mengangguk.

“eonni siapa dia?”Tanya hani.

“hanya teman.”haneul menjawab dengan canggung,jonginpun sama sangat canggung baginya untuk hanya berdiri ditempatnya dan menatap kearah dua wanita yang ada dihadapannya.

“baiklah aku pulang..”jongin berkata.

Jongin melangkah menjauh dari hanuel dan hani namun tiba-tiba saja dia merasakan sebuh tangan menarik lengannya,dia melirik dan melihat hanilah yang menarik tangannya.

“aku tahu kau juga ingin bertemu dengan kakakku,sebaiknya kau juga masuk.”hani berkata dengan dinginnya dan diapun masuk kedalam apartemen haneul meninggalkan kakaknya dengan jongin.

“eh?apa boleh?”Tanya jongin sedikit terkejut.

“masuklah,maaf hani sedikit tidak sopan dia tidak suka bersosialisasi.”haneul berkata dan membukakan pintu apartemennya untuk jongin.

“tidak apa-apa,aku sudah biaa dengan sikap seperti itu”jongin berkata dan mengedipkan matanya pada haneul membuat haneul memukul bahu jongin.

“ya!beraninya kau bertingkah genit dihadapan adikku.”haneul berkata dan jongin hanya tertawa.

Jonginpun duduk di sofa ruang tengah apartemen haneul dan disebelahnya duduklah hani yang masih cemberut,dia sudah tidak menangis namun dia juga tidak tersenyum.

“hei..jangan merajuk,bagaimana kalau aku belikan es krim?”bujuk jongin namun hani tidak membalas.

“jongin-shi sebaiknya kau idak terlalu baik padanya,nanti jadi kebiasaan.”haneul berkata dan menyeduhkan dua cangkir teh untuk kedua tamunya.

“oh iya,umurmu berapa hani?”jongin bertanya.

“enam belas.”hani menjawab dengan singkat.

Jongin mengangguk,ternyata umur haneul dengan adiknya terpaut sangat jauh,jongin tersenyum saat melihat haneul menyajikan the untuknya.

“terimakasih yeobo..”jongin bercanda dan haneul mengangkat bakinya membuat jongin melindungi dirinya karena takut kena pukul.

“hmmpttt.”

Mendengar suara itu haneul dan jongin melirik kearah hani,tanpa mereka sadari hani sudah tertawa melihat tingkah kakaknya dan jongin yang lucu.

“aish..kau memang suka melihat orang menderita eoh?”Tanya jongin dan haninya malah tertawa lebih kencang.

“hahahaha…A..ni kalian..memang lucu.”hani berkata sambil tertawa.

Haneul tersenyum sambil menatap kearah hani yang tertawa lepas,tatapan itu tatapan yang penuh sayang dan kehangatan jongin benar-benar sangat iri pada hani yang memiliki kakak yang penyayang seperti haneul.

Terkadang sikap haneul yang dia tunjukan pada hani mengingatkan nya pada Jessica, walaupun Jessica bukanlah kakak kandungnya namun mereka berdua sangat dekat dan saling menyayangi.

“hm..kalian memang adik kakak,bahkan tertawapun mirip.”tanpa sadar jongin bergumam pada dirinya sendiri.

“oh iya,ahjusshi darimana kau kenal kakaku?”Tanya hani membuat jongin sadar dari lamunannya.

“kami berdua bertemu dipesta.”jongin menjawab dan hani mengangguk.

“oh iya,aku masih punya pudding apa kalian mau?”haneul yang sedang berkutat di dapur bertanya.

“eonni aku mau!”hani menjawab dengan antusias,gadis kecil itu pasti sangat menyukai pudding jongin berpikir.

“sebentar nya.”haneul menyahut dan taklama kemudian dia keluar membuat beberapa potong pudding diatas sebuah piring.

Hani yang melihat itu segera menghampiri kakaknya dan membantu kakaknya membawa baki,hani segera menyajikan pudding itu untuk jongin,haneul dan dirinya sendiri. Haneul yang bangga hanya bisa tersenyum dan mengelus kepala adik perempuannya itu lalu duduk disamping jongin.

“kau suka pudding?”Tanya jongin dan haneul mengangguk.

“makanlah,aku harap kau juga suka.”haneul berkata,dia kelihatan lebih ramah disekitar adiknya berbeda dengan haneul yang ketus dan selalu mengusirnya.

“kau kelihatannya kakak yang baik.”jongin berkomentar dan haneul hanya memutar matanya.

“tidak juga,kami sering bertengkar saat masih kecil.”haneul menjawab dan jongin hanya mengangguk.

“kau beruntung memiliki adik,aku selalu menginginkannya tapi sepertinya kedua orang tuaku terlalu sibuk untuk memberikanku seorang adik.”jongin menuturkan,haneul melirik kearah jongin dan dia tidak pernah melihat betapa rapuhnya jongin.

Jongin mungkin kelihatan manly dan kuat namun melihat nya menatap kearah hani penuh dengan kekaguman membuat haneul sedikit tersentuh,dia kira selama ini jongin hanyalah playboy yang arrogan dan egois namun ternyata haneul belum benar-bena tahu siapa sosok jongin yang sebenarnya.

“hei..tak usah bersedih,kau bisa mengunjungi hani kapan saja jika kau mau..anggap saja dia adikmu.”haneul berkata dan jongin tersenyum.

“jadi..jika hani adikku berarti kau istriku dong?”jongin berkata sambil melingkarkan tangannya di bahu haneul.

YA! Jugule?”haneul mengancam sambil mengangkat tangannya tinggi bersiap memukul jongin.

“aaaa..ampun,ok..ok aku hanya bercanda.”jongin berkata.

“eonni sudahlah..kasihankan jongin ahjusshi, diakan datang kesini untu bertamu bukan untuk dipukuli.”hani berkata.

“ya!bisakah kau berhenti memanggilku ahjusshi?”Tanya jongin dan hani hanya memutar matanya tak peduli.

~Double Trouble~

Malam sudah tiba dan youngmin seperti biasa menghabisakan waktunya di halaman belakang rumah mewahnya,makan malam dengan keluarganya sudah berubah menjadi tradisi yang alot dan tak menyenangkan.

Ayah nya yang dulu bersemangat menceritakan pengalaman masa mudanya kini diam membisu,dia hanya peduli dengan prospek perusahaan dan betapa suksesnya youngmin mengtaur perusahaan yang dia dirikan saat masih muda.

Ibunya sendiri tidak pernah datang lagi keruang makan,semenjak bercerai dari ayahnya ibunya itu menghilang seakaan ditelan bumi. Tidak aneh lagipula dia sudah terbiasa hidup sendiri keberadaan orangtuanya hanyalah sanggahan kalau dia bukan yatim piatu, youngmin merasa sedikit sepi semenjak kwangmin lebih sibuk dengan pekerjaannya terkadang dia merasa hanya hidup sebatang kara.

Walaupun angin malam cukup dingin dia tidak mengurungkan niatnya untuk diam dan merenung di bangku halaman belakang,dia mendongak menatap angit malam yang hitam dan mengela nafas dia terkadang menikmati kesendirian nya walaupun dia merasa kesepian.

“kau mau melamun lagi?”

Sebuah suara mengalihkan perhatiannya,youngmin melirik kesampingnya dan kaget melihat sosok haneul duduk disampingnya begitu saja.

“WAAAA…”youngmin menjerit dan menjauh bahkan dia hampir jatuh dari bangkunya.

“kau memang pengecut jo youngmin.”sosok yang mirip haneul itu berkata.

Youngmin masih tidak percaya,dia mengucek matanya berkali-kali namun sosok itu tidak hilang juga.

“apa yang kau lakukan disini?!kaukan seharusnya dirumahmu?!”youngmin bertanya sosok itu menghilang dan tiba-tiba saja muncul disampingnya.

“jika kau menyukaiku kenapa kau tidak pernah jujur?”Tanya sosok itu sambil menunjuk kearah dirinya sendiri.

“kau..kau bukan haneul!”youngmin histeris sambil menunjuk kearah sosok yang mirip haneul.

“ck..banyak omong,apa kau tahu?gadis ini banyak yang suka..sebaiknya kau segera merebut dia.”sosok itu berkata dengan percaya dirinya.

Youngmin yang ketakutan segera mengedip-ngedipkan matanya dan memukul pipinya takut kalau dia sedang bermimpi,merasakan pukulan keras dipipinya young mengerang kesakitan itu tandanya dia memang sadar 100% dan kesadrannya ini membuatnya sangat ketakutan.

“percuma bodoh! Aku hidup disini.” Sosok yang mirip haneul itu memegang kepala youngmin dan megeleng-gelengkan kepalanya sedangkan sang empu hanya bisa mengangga menatap sosok itu seperti seorang yang idiot.

“sebenarnya kau siapa?”Tanya youngmin.

“aku bayanganmu,dan aku akan menghantuimu sebelum kau bisa bebas.”sosok yang mirip haneul itu berkata.

“apa maksudmu?”youngmin mengerutkan keningnya penuh heran.

“aish..bodoh sekali,sebaiknya kau secepatnya mendekati haneul jika kau suka dia.”bayangan itu berkata,youngmin mencoba menyentuh sosok haneul itu namun tangannya sukses menembus tubuh haneul.

“aku tidak nyata,jadi kau tidak akan pernha bisa menyentuhku.”bayangan itu berkata.

“begitukah?apa ini tandanya aku sudah gila?”youngmin panik.

“mwo?hahahahaha…”bayangan itu tertawa,youngmin sendiri merasa canggung kenapa juga bayangan yang dia ciptakan itu harus berwujud seperti haneul?! Dia sendiri tidak mengerti.

“siapa bilang kau gila?kau tidak gila tidak saja,kau haya sedikit berhalusinasi.”bayangan itu berkata dan youngmin hanya bisa diam,entah kenapa bayangan yang ada dihadapannya itu begitu nyata.

“sangat menyenangkan bisa keluar dari dalam otakmu itu,disana sangat sempit.”bayangan itu berkata dan memandang kearah youngmin.

Youngmin hanya diam,dia sendiri tidak mengerti kenapa dia menjadi seperti ini apakah dia mulai menciptakan imaginary friend seperti saat dia masih kecil? Namun dia tidak pernah merasa senyata ini wujud bayangan yang dia ciptakan begitu sempurna dan mirip sekali seperti haneul,bahkan suaranyapun kecuali tingkah lakunya saja yang berbeda karena dia yakin haneul tidak akan duduk bersila dihadapannya seperti bayangan yang dihadapan nya lakukan.

“apa kau yakin kau bayangan?aku rasa kau terlalu nyata..”youngmin berkata dan mencoba menyentuh pundak sosok yang mirip haneul yang sedang duduk dihadapannya,namun lagi-lagi tangannya sukses menembus tubuh sosok itu.

“dengarkan aku,tidak peduli aku bayangan atau apapun yang jelas aku adalah hati nuranimu.”bayangan itu berkata.

“lalu apa yang kau mau?bisakah kau tinggalkan aku sendiri?!”youngmin membentak kesal,sudah cukup baginya untuk hidup normal dia tidak ingin memiliki teman bayangan atau berimajinasi apalagi berhalusinasi.

“aku mencoba mengingatkanmu bodoh! Wanita ini diam-diam sudah mulai sering hinggap di pikiranmu kan?”Tanya bayangan itu,mau tak mau youngmin mengangguk.

Memang benar,semenjak kepergian krystal hanel selalu berhasil datang kepikirannya dia selalu mengingat senyum haneul dan bagaimana haneul memanggil namanya dengan manja. Young terkadang mengutuk dirinya sendiri karena sering kepergok tersenyum sendirian saat memikirkan gadis itu,dia sendiri tidak mengerti kenapa belakangan ini dia sering seperti itu.

“kau menyukai diakan?dia lah yang menemanimu saat kau sedih dan dialah yang bisa menerimamu apa adanya.”byangan itu bertanya dan memnatap lurus kearah youngmin,youngmin yang merasa terintimidasi segera menyembunyikan mukanya dengan berpaling.

“B-bukan seperti itu..hanya saja,aku tahu kalau kwangmin menyukai dia.”youngmin menjawab,dia bisa merasakan pipinya memanas entah sejak kapan dia bertingkah seperti gadis SMA yang sedang jatuh cinta.

“lalu apa masalahnya?! Keputusan ada ditangan haneulkan bukan ditangan kwangmin.”bayangan itu berkata.

“aku tahu,tapi aku tidak ingin menyakiti kwangmin.”youngmin mengungkapkan.

Dude! Kau memilih untuk menyakiti dirimu sendiri?kau memang pengecut!”bayangan itu berkata dan youngmin segera melemparkan tatapan mautnya kearah bayangan itu.

“ok..ok..aku hanya bercanda.”bayangan itu tersenyum takut dan langsung menghilang dari hadapan youngmin.

“Aish..kim haneul,kau membuatku gila!”youngmin mengacak-ngacak rambutnya.

~Haneul Pov~

Hari ini kantor cukup ramai,entah apa yang terjadi namun dari tadi pagi aku belum sempat duduk dan harus mengantar tuan jo youngmin yang terhormat keberbagai acara mulai dari acara social sampai meeting dengan para pengusaha.

“kau kelihatan sangat rapih hari ini.”pujian itu terdengar saat aku berjalan disamping youngmin menuju ruang meeting.

“benarkah?apa kau bilang aku tidak rapih kemarin?”aku bertanya dan youngmin menyeringai.

“kemarin kau terlihat seperti anak kecil,oh tunggu..kau memang selalu seperti anak kecil.”youngmin berkata,aku bersumpah aku menendangnya keneraka jika aku bisa.

“cukup dengan obrolan nya tuan jo,bukankah kau harus masuk keruang meeting?”aku membukakan pintu ruang meeting kantor jo yang cukup modern dan youngminpun segera masuk.

“maaf sudah membuat anda semua menunggu.”youngmin berkata,sebagian dari pemegang saham lelaki yang sudah datang menunjukan wajah yang tidak senang berbeda dengan pemegang saham wanita yang kelihatan sangat senang melihat sosok youngmin.

“Sangat tipikal….”

“baik,hari ini saya akan mempresentasikan produk baru yang akan perusahaan jo luncurkan..”youngmin memulai,dia kelihatan sudah tidak canggung lagi untuk berbicara didepan umum.

Aku memperhatikan orang-orang yang sedang memperhatikan youngmin mempresentasikan produknya,sebagian dari mereka mulai mengangguk-angguk mengerti sedangkan para pemegang saham wanita hanya tersenyum sambil menatap kearah youngmin bukan tulisannya atau presentasi yang sedang di tayangkan di white bor.

Terkadang aku berpikir,kenapa juga banyak sekali orang yang menyukai youngmin?apakah youngmin setampan itu? Aku tidak pernah berpikir seperti itu.

Walaupun muka kwangmin dan youngmin hampir sama entah kenapa aku bisa langsung membedakan mereka bedua,mereka mungkin kembar namun sifat mereka sangat bertolak belakang.

Kwangmin lebih manis dan lucu sedangkan youngmin…kau bisa membandingkan dia dengan seorang iblis mereka berdua hanya memiliki perbedaan ras dan dunia,aku memalingkan pandanganku kejendela dan melamun untuk sesaat. Sebenarnya aku ingin sekali bertemu dengan kwangmin,dia selalu berhasil membuat moodku baik dia bagikan hujan untuk tanah gersang bagiku.

“nona kim?”

Mendengar seseorang memanggilku aku segera mencari sumber suara itu,aku melirik kearah youngmin dan kelihatan nya youngmin tidak senang.

“apa yang anda pikirkan?”Tanya youngmin yang sudah berkacak pinggang di hadapanku ia kelihatan tidak senang.

“ah bukan apa-apa,saya hanya sedang mengingat sesuatu.”aku segera berbohong dan panik karena aku melihat semua mata para pemegang saham menatap kearahku.

“sebaiknya anda fokus.”youngmin mengingatkan dan aku segera mengangguk.

Aish..dsar iblis menyebal! Akukan hanya memikirkan tentang kwangmin ,kenapa dia bisa tahu aku melamun? Apakah dia bisa membaca pikiranku?

Setelah selesai mengadakan meeting youngmin segera membungkuk dengan hormat dan keluar dari ruang meeting,aku segera mengikutinya dan melihat jadwal kalau dia harus menghadiri acara social di sebuah sekolah elite dikawasan seoul.

“sajang-nim,apakah anda akan menghadiri acara amal di sekolah shinhwa?”tanyaku pada youngmin,youngmin kelihatan kaget dan segera berbalik.

“aku diundang?”Tanya youngmin,dia kelihatannya tidak senang dengan jadwal berikutnya.

“ya sajang-nim kau bisa melihat undangannya nanti.”aku berkata.

“tidak usah,kita pergi jam berapa acara dimulai?”Tanya youngmin.

“sekitar dua jam lagi sajang-nim.”aku menjawab dengan mantap.

“bagus,hubungi kwangmin.”youngmin memerintah,aku segera mengaktifkan handphoneku dan dengan senangnya aku menghubungi kwangmin.

Ah..senangnya,akhirnya aku bisa mengobrol dengan dia walaupun sesaat saat aku berbalik aku sangat kaget melihat youngmin yang menatap kearahku penuh kecurigaan seakan aku adalah seorang pencuri atau semacamnya.

“wee..”aku menjulurkan lidahku padanya.

Youngmin mendengus dengan kesal dan melanjutkan berjalan menuju ruangannya,setelah menunggu beberapa menit akhirnya aku bisa mendengar kwangmin mengangkat teleponku.

“haneul-ah..ada apa?”Tanya kwangmin.

“kwangmin-ah,apa kau akan datang keacara amal SMA shinhwa?sajang-nim menyuruhku untuk menghubungimu.”aku berkata sambil tersenyum,kami berdua berhenti sejenak karena lift sedang penuh.

Youngmin yang memperhatikanku memutar matanya dan mengetuk-ngetukan kakinya tidak sabar.

“ya,tentu saja aku selalu menghadirinya apa kau akan datang kesana juga?”Tanya kwangmin penasaran.

Aku sangat bahagia sekali dia bertanya seperti itu,aku tersenyum malu ingin sekali aku mengatakan iya aku menatap kearah youngmin dan youngmin malah merebut handphoneku dari tanganku.

“byebye..kwangmin,sekertarisku sedang bekerja sebaiknya kau tidak menganggunya.”youngmin berkata dan segera menutup telepon.

“sebaiknya kau jauh-jauh dari adikku.”youngmin berkata dan kami berdua segera masuk sata pintu lift terbuka.

“wae?kami berteman baik.”aku berkata dan tersenyum saat aku melihat satu pesan datang dari kwangmin.

“dengar ya?adik aku itu playboy,kau akan menyesal jika kau berkencan dengannya.”youngmin mengungkapkan,namun aku tidak percaya sedikitpun dengan pendapat youngmin.

“kau hanya cemburu iyakan?”tanyaku menatap kearahnya penuh kecurigaan.

“mwo?aku?cemburu?yang benar saja..”youngmin menyeringai sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

“lalu kenapa kau selalu saja membuatku menjauh dai kwangmin?”aku mencoba mengintrogasi namun youngmin malah tidak menjawab,dan sialnya pintu lift segera terbuka dan dia kabur dari hadapanku.

“YA! Kenapa kau tidak menjawab?!”aku bertanya dan youngmin malah mengacuhkanku,dasar lelaki aneh.

Dengan kesalnya aku melangkah keluar dari lift menuju mejaku,aku segera membuka pesan yang datang dari kwangmin entah kenapa hatiku berdetak begitu kencang. Aku emmbuka pesan itu dan tersenyum,ah..andai saja kwangmin adalah bosku aku pasti semangat untuk bekerja.

“haneul-ah..aku tidak sabar untuk bertemu denganmu

kabari aku jika kau sampai di shinhwa ^^”

memandang pesan itu aku tidak bisa berhenti tersenyum,aku bisa membayangkan semua adegan romantis yang akan terjadi. Aku rasa aku benar-benar akan gila kalau sudah memikirkan kwangmin,aku tersenyum dan segera memukul-mukul kepalaku berusaha untuk fokus lagi bekerja.

~Youngmin Pov~

“apa kau cemburu?!” aku meniru suara haneul,aku segera menutup pintu kantorku dan menyandar kepintu itu.

“aku bodoh sekali!”aku memukul kepalaku.

Kenapa aku bersikap seperti itu?

Aku menghela nafasku,hari ini sepertinya akan menjadi hari paling buruk dalam hidup selain hari kemarin dan hari kemarinnya lagi lalu hari kemarinnya..aish! sudahlah hidupku memang tidak terlalu menyenangkan.

Aku segera duduk di mejaku, dan menatap kearah jendela sebenarnya kenapa sekolah mewah itu selalu mengadakan acara amal?! Apa mereka mencoba mencuri uang dariku?!

Sedikit melamun aku segera melebarkan mataku sata aku sadar dan ingat akan sesuatu yang buruk,Aku segera mengaktifkan handphoneku dan menghubungi sebuah nomor.

“youngmin-ah?”suara wanita terdengar dari seberang telepon.

“Jessica noona,aku hanya ingin bertanya apa jongin akan datang keacara amal sekolah shinhwa?”aku bertanya dengan nervousnya.

“ah geurae..aku lupa untuk mengatakannya pada jongin,terimakasih youngmin-ah kau sudah mengingatkan.”Jessica berkata,aku segera memukul meja kesal.

Aku benar-benar sudah menggali kuburanku sendiri…

“hm..noona,lupakan saja sampai jumpa di acara nanti.”aku berkata dan segera menutup teleponku dengan kesal.

Arghh bodoh!bodoh! kalau aku tahu aku tidak akan menanyakan nya pada Jessica noona tadi!,aku mengacak-ngacak rambutku frustasi.

Setelah menunggu selama dua jam aku memutuskan untuk segera berangkat,haneul yang sudah bersiap-siap dengan semangatnya mengikutiku. Aku yakin,dia pasti sudah janjian dengan kwangmin aish..hari ini memang hari tersial untukku.

“kenapa kau rapih sekali?”aku bertanya pura-pura bodoh.

“oh,aku hanya ingin etrlihat lebih rapih saja akukan sekertarismu sajang-nim.”haneul menjawab dengan senyum polosnya.

Cih! Aku tahu haneul kau mau bertemu dengan kwangmin,aku memutar mataku kesal dan segera pergi menuju parkiran,kami berdua masuk kedalam lift dan aku bis amelihat haneul tersenyum sendiri. Dasar wanita aneh,aku sendiri tidak tahu kenapa aku menerimanya sebagai sekertarisku,apakah aku sadar saat aku memilih dia sebagai sekertarisku?

Membuatku berpikir,kenapa juga aku mau menerima wanita kikuk seperti haneul? Bukan biasanya tipe-tipe sekertarisku yang memiliki wajah yang sangat cantik dan badannya yang hm…bisa dibilang seksi tapi melihat haneul?

Dia kelihatan seperti adikku daripada sekertaris,aku sendiri tidak mengerti aku segera melirik kearah lain saat haneul menyadari aku memandanginya.

“apa yang kau lihat?”haneul berkata dan segera menutupi dadanya dengan kedua tangannya.

“ck..bahkan ‘itu’ mu tidak besar.”aku berkata.

“mwo?yah!byuntae!”haneul menendang kakiku,merasakan sakit yang luar biasa aku segera memeluk kakiku yang berdenyut sakit.

“YA!MICHIESSO?!!”aku membentak dan mengelus-ngelus kakiku.

Haneul memutuskan untuk mengacuhkanku dan berjalan keluar dari lift,aku hanya bisa menatap punggungnya yang menjauh.

“Ya! Kim haneul kau harus bertanggung jawab!”aku berteriak dan haneul mengacuhkanku.

[Shinwa academy 14:00 pm]

Beberapa menit di perjalanan haneul dan youngmin sampai di shinhwa academy,haneul yang baru pertamakali masuk ke kawasan sekolah elit itu tentu  saja terkagum – kagum. Dia tidak bisa berhenti menatapi bangunan-bangunan tinggi dan mewah shinwa,dia bahkan tidak sadar kalau dari tadi dia tidak berkedip.

“sajang-nim,dulu kau sekolah disini?”haneul bertanya,dia masih tidak berpaling dari jendela mobil.

“ya,kenapa apa kau tidak percaya?”Tanya youngmin.

“bukan,aku sangat kagum sekali..kau beruntung bisa bersekolah disini.”haneul mengungkapkan.

“sebaiknya kau bersikap normal ok?kau adalah sekertarisku sekarang.”youngmin mengingatkan.

“mwo?aku normal..apa ada yang salah denganku?”haneul bertanya memperhatikan baju yang dia pakai dan make up nya.

“bukan itu maksudku,pakaianmu normal hanya saja..kau terkadang..”youngmin berpikir mencoba mencari kata yang tepat.

“terlihat aneh..”youngmin melanjutkan dan haneul hanya bisa menatap aneh kearah lelaki muda itu,sebenarnya haneul juga tidak tahu apa yang youngmin maksud dengan aneh.

“dengar,aku tahu kau wanita yang baik,cantik—“ sebelum youngmin berhasil menamatkan kalimatnya haneul memotongnya.

“cantik?”haneul bertanya dan kedua pipinya memerah.

“well yeah,dengarkan aku..aku hanya minta jangan bersosialisasi dengan siapapun jika kau sendirian.”youngmin memperingati.

“oke sajang-nim,kau tak usah takut aku akan menjadi gadis yang baik.”haneul menjawab sambil menghormat kearah youngmin.

“bagus kalau begitu,ingat!bersikap normal.”youngmin sekali lagi berkata sebelum mobilnya berhenti tepat didepan aula sekolah shinhwa yang sangat mewah.

Youngmin segera turun begitu juga dengan haneul,karena haneul sangat grogi dia tidak sadar kalau sepatu haknya terselip kesisi jok mobil sedan youngmin membuatnya langsung jatuh ketanah.

“aouchhh..”haneul mengaduh dan segera berdiri saat dia melihat youngmin melotot kearahnya,haneul segera merapikan rambutnya dan berjalan seakan kalau tadi dia tidak terjatuh.

Mereka berdua menandatangani buku tamu yang dijaga oleh dua orang gadis yang memakai seragam sekolah,kelihatannya dua gadis itu adalah pengurus OSIS acara ini. Salah satu gadis langsung berbisik saat dia melihat sosok youngmin,kelihatannya youngmin memang sangat populer diantara para murid shinhwa.

Setelah selesai mendatangi buku tamu haneul dan youngmin diberikan sebuah tanda terimakasih yang merupakan gantungan kunci yang bergambar malaikat kecil sangat lucu sekali,kedua gadis itu dengan malu-malunya memberikan tanda terimakasih itu sedangkan youngmin hanya menerimanya dengan acuh.

Youngmin segera membuka pintu aula dan dia langsung disambut dengan orang-orang yang berlalu-lalang dihadapannya,mereka kelihatan sangat sibuk berbincang atau hanya berjalan-jalan memandangi interior aula yang sangat bagus dan klassik.

“Youngmin-ah!”suara seorang wanita terdengar memanggil dan youngmin juga haneul mencari sumber suara itu.

“jo youngmin!aku disini..”suara itu sekali lagi terdengar dan youngmin tersenyum saat melihat Jessica berjalan kearahnya.

“noona!”youngmin berseru dan mereka berpelukan sekilas.

“haneul-ah..”Jessica tersenyum saat melihat sosok haneul berdiri dengan canggung dibelakang youngmin.

“eonni,senang bertemu denganmu lagi.”haneul berkata dan Jessica mengangguk,haneul melirik kesekitar dan tak menemukan sosok yang dia tunggu.

“kau mencari siapa?”youngmin berbisik ketelinga haneul.

“tidak,aku tidak mencari siapa-siapa.”haneul menjawab.

Haneul akhirnya diam dan memutuskan untuk mengikuti youngmin yang sibuk menyapa semua teman-teman lamanya semasa SMA,youngmin kelihatannya sangat populer karena banyak sekali orang yang menyapanya.

Youngmin mendapat banyak perhatian dari para alumni dan yang paling mencolok adalah seorang wanita yang berdiri disudut ruangan,wanita itu memakai gaun warna hitam dan rambutnya di sanggul.

“krystal?”haneul berkata,dia tidak bisa melihat dengan jelas wajah krystal karena dia berdiri sangat jauh.

“youngmin-ah,kenapa kau tidak datang dengan krystal?”pertanyaan polos itu keluar dari mulut Jessica.

“tidak noona,aku sedang tidak mood untu k berurusan dengannya.”youngmin menjawab dan tersenyum canggung.

“oh begitu,pantas saja dia datang sendiri.”Jessica merespon dan melirik kearah krystal yang berdiri disudut ruangan sendirian,youngmin merasa kasihan dia tidak pernah melihat krystal sesedih itu.

Haneul sendiri merasa kasihan,dia mungkin tidak terlalu menyukai krystal namun dia masih memiliki hati dan dia tidak tega melihat gadis itu bersedih sendirian.

“sajang-nim bagaimana kalau kau menyapanya?”haneul menarik lengan baju youngmin.

“aku tidak yakin..”youngmin bekata.

“tidak apa-apa sajang-nim,sapa saja dia tidak akan menjauh.”haneul menyarankan.

Youngmin menatap kearah haneul sesaat dan tersenyum,youngmin sebenarnya sangat kagum dengan kemurahan hati haneul. Padahal krystal sudah sangat ketus dan kasar kepada haneul,namun gadis itu kelihatannya tidak menunjukan kebencian yang mendalam seperti yang krystal lakukan pada haneul.

“apa kau yakin?”Tanya youngmin meyakinkan,sebenarnya dia juga tidak mau meningalkan sekertarisnya yang kikuk itu sendirian.

“tidak apa-apa sajang-nim,kau tenang saja disinikan ada Jessica eonni.”haneul tersenyum dan jessicapun sama.

“baiklah,aku pergi dulu..jaga haneul baik-baik noona.”youngmin berpesan sebelum pergi untuk menyapa krystal.

“haneul-ah kau baik sekali.”Jessica berkata dan haneul menggelengkan kepalanya.

“tadi bukan apa-apa.”haneul menjawab dan taklama kemudian tiba-tiba saja sepasang tangan menutup matanya.

“arghh siapa ya?”haneul berkata dan menyentuh kedua tangan manly yang menutup matanya.

Haneul tersenyum walaupun dia tidak tahu siapa yang menutup matanya dia berharap kalau orang itu adalah kwangmin.

“coba tebak siapa aku?”sebuah suara lelaki terdengar berbisik ketelinganya,dia tidak bisa mengenali suara itu.

“siapa ya?”haneul mencoba berpikir dan akhirnya lelaki itu melepaskan tangannya dari mata haneul,haneul segera berbalik dan kecewa saat melihat sosok lelaki yang ada dibelakangnya.

“jongin-shi,kau sudah datang.”haneul berkata dengan malas.

“haneul-ah..berhenti memanggilku seperti itu.”jongin merengek.

Sebagian orang yang ada di aula melirik kearah haneul dan jongin,mungkin mereka merasa aneh melihat jongin yang populer harus bersosialisasi dengan gadis aneh.

“jongin-shi semua orang memperhatikan kita sebiaknya kau pergi..”haneul berbisik dan mendorong jongin menjauh.

Jessica yang melihat tingkah konyol jongin dan haneul tersenyum,keduanya kelihatan sangat konyol jika sedang berinteraksi namun entah mengapa Jessica merasa sangat cemburu saat jongin menyentuh tangan haneul.

“haneul-ah aku mau mengenalkanmu pada teman-temanku ayo!”jongin mengajak dan menyentuh tangan haneul,haneul yang malu hanya bisa menunduk.

Jessica juga sama dia menunduk dan mengepalkan tangannya,ingin seklai dia berlari dan melepaskan gengaman tangan jongin dari tangan haneul namun dia tidak bisa. Terkadang Jessica benci menjadi orang yang baik,dia hanya bisa menatap pungung haneul dan jongin yang berlari menuju kerumunan teman-teman jongin.

“hi guy’s! Kenalin ini haneul,kim haneul.”jongin menyapa ketiga temannya yang sedang asyik berbincang.

Ketiga lelaki itu sangat tampan dan tinggi,mereka memakai jas yang rapih. Haneul yang terkagum-kagum hanya bisa menatap kearah ketiga lelaki itu dan segera membungkuk menyapa pria-pria tampan itu.

annyeoung haseyo,kim haneul imnida.”haneul berkata dan keempat lelaki itu tersenyum.

“annyeoung haneul-ah,aku sehun.”lelaki yang berambut pirang menyapa kepada haneul,walaupun dia kelihatan dingin namun sebenarnya dia lucu sekali.

“annyeoung,aku kyungsoo.”lelaki yang cukup pendek diantara ketiga pria itu mengenalkan dirinya.

Lalu lelaki paling ujung yang memakai kacamata melirik kearah haneul dan tersenyum,seyumnya begitu manis hampir membuat haneul pingsan.

“hi,aku suho.”lelaki itu mengulurkan tangannya dan haneul dengan ragu segera menjabat tangan suho.

“aku haneul.”haneul berkata,namun tatapan haneul tidak juga lepas dari wajah suho.

Haneul yang malu segera melepaskan jabatan tangannya namun suho menahanya membuat haneul kaget,dia menatap kearah suho lagi dan mencoba melepaskan gengaman tangan suho. Jongin yang melihat itu segera memisahkan haneul dan suho karena dia sendiri terbakar oleh api cemburu,jongin segera mendorong suho menjauh dari haneul.

“aku tahu haneul memang tipemu tapi dia milikku.”jongin berkata dengan tegasnya dan melingkarkan tangannya dibahu haneul.

“huh?milikmu?bahkan aku yakin haneul-shi tidak menyukaimu iyakan haneul-shi?”Tanya suho berbisik ketelinga haneul.

“ah..anu..hm…”haneul tiba-tiba saja menjadi canggung dan kikuk,dia ingin sekali memukul kepalanya sendiri.

“mwo?kenapa kau yakin sekali?belum  ada wanita yang menolakku ok?haneul milikku!”jongin langsung menarik kerah baju suho dan suho hanya mendengus meremehkan,dia melepaskan tangan jongin dari kerah bajunya.

“kau belum berubah juga kim jongin.”suho berkata.

Jongin menatap tajam kearah suho begitupun sebaliknya,mereka mungkin bersahabat namun perkelahian tidak pernah berhenti diantara mereka. Kyungsoo yang merasakan ketegangan antara jongin dan suho segera menengahi,dia mendorong suho menjauh dari jongin.

“sudah,sudah kitakan sedang dalam acara amal sebaiknya kita bersikap baik.”kyungsoo berkata.

Haneul sedikit tidak nyaman dengan ketegangan antara jongin dan suho,haneul langsung mendekat kearah jongin dan mengelus dada jongin membuat jongin yang awalnya keras mengalah.

Jongin melirik kearah haneul,haneul memberikan tatapan yang tajam pada jongin emnandakan kalau dia marah sehingga akhirnya jongin mengalah.

“maaf seharusnya aku tidak seperti tadi.”jongin berkata pada haneul.

“tidak apa-apa jongin-ah,sebaiknya kita pergi menyapa yang lain.”haneul berkata dan jongin mengangguk.

“ayo,sebaiknya kita pergi dari sini.”jongin berkata dan melirik kearah suho penuh dengan kecurigaan.

“suho-ah kenapa kau selalu membuat jongin marah?kau tahukan dia mudah emosi?”kyungsoo memarahi sahabatnya.

“aku hanya ingin mengetestnya,sepertinya dia memang berubah.”suho berkata,memperhatikan tingkah jongin yang sangat posesive dan over protektif terhadap haneul.

“benarkah kau pikir begitu?”Tanya kyungsoo,diapun ikut menatap kearah jongin dan haneul yang sedang mengorol.

“ya,dia tidak pernah posesif pada seorang wanita tapi dengan haneul dia seperti seekor anjing yang takut kalau tuannya berpaling darinya.”suho mengungkapkan dan kyungsoo tersenyum saat dia melihat jongin dipukul oleh haneul,jongin hanya tersenyum dan menarik haneul kedalam pelukannya.

“kau benar,jongin sepertinya sangat menyukai haneul.”kyungsoo berkata.

“sudah,sudah..”sehun yang ditinggalkan sendiri bergabung dan melingkarkan tangannya di kedua bahu temannya itu.

“jongin memang menyukai haneul,tapi apakah kalian tahu kalau haneul menyukainya juga?”Tanya sehun.

“entahlah,aku harap dia bahagia.”suho berkata dan ketiga lelaki itu tertawa.

“lagipula dia harus banyak belajar,dia terlalu keenakan dengan semua wanita yang sudah dia tiduri.”sehun berkata dan kyungsoo mengangguk setuju begitu pula suho.

“jongin-ah!”

“jongin-ah!”

Suara-suara wanita yang memanggil jongin sangatlah menganggu,haneul bisa melihat sekumpulan wanita menghampiri dirinya dan jongin. Wanita-wanita itu begitu cantik membuat haneul sediki minder,mereka terlihat berdandan sangat glamour pastilah wanita-wanita yang mendekati jongin itu adalah wanita-wanita kaya atau setidaknya anak dari seorang yang kaya.

Sekumpulan wanita itu langsung mengerumuni jongin,dua dari sekumpulan wanita itu langsung melingkarkan tangan mereka di lengan jongin.

“jongin-ah aku sangat merindukanmu,kau kemana saja?”Tanya salah satu gadis yang memakai gaun berwarna ungu.

“soji,aku sedang tidak ada waktu ok?”jongin menjawab dengan kesal dan melepaskan tangan soji dari lengannya.

“jongin-ah,kau kenapa sih?sekarang kau jarang sekali main ke club!”seru salah satu wanita dalam kumpulan.

Haneul membuka mulutnya kaget dengan semua pertanyaan wanita-wanita itu,sepertinya semua hal yang haneul prediksi untuk jongin benar-benar nyata. haneul melipat tangannya kesal,karena penasaran dia melirik kearah youngmin dan krystal.

Ekspressi haneul langsung berubah saat dia melihat youngmin dan krystal kembali akrab,haneul merasa sedikit lega namun entah kenapa dadanya sesak. Dia melihat krystal menarik lengan youngmin menuju sebuah pintu yang mengarah ketaman belakang aula,haneul hendak menyusul namun dia mengurungkan niatnya saat dia melihat kwangmin masuk keruangan aula.

“Haneul-ah!”kwangmin melambaikan tangannya pada haneul,haneul tersenyum dan langsung membalas gesture lelaki itu.

“kwangmin-ah,kau sudah lama disini?”kwangmin bertanya.

“tidak aku baru sampai.”haneul menjawab.

Kwangmin melirik kesekitarnya kelihatannya dia mencari seseorang.

“kemana hyung?”Tanya kwangmin.

“oh sajang-nim sedang mengobrol dengan seseorang.”haneul menjawab dengan canggung,kwangmin hanya mengangguk lagipula dia tidak terlalu ingin tahu dimana kakaknya itu berada.

“apa kau menikmati pestanya?”Tanya kwangmin penuh perhatian,haneul tidak tahu harus menjawab apa sebenarnya dia tidak terlalu suka keramaian apalagi pesta penggalangan dana yang mewah seperti ini.

“ya begitulah,orang-orang disini pasti kaya semua ya?mereka terlihat sangat berkelas cantik dan tampan juga.”haneul mengungkapkan,kwangmin hanya menatap kearah haneul dia bisa membaca gadis itu sangat tidak nyaman dengan keadaan disekitarnya.

“apa kau merasa pesta ini membosankan?bagaimana kalau kita berkeliling sekolah saja?”kwangmin menawarkan.

“apa tidak apa-apa?bagaimana kalau sajang-nim mencariku?”haneul bertanya.

“tenang saja,aku akan menghubunginya.”kwangmin berkata dan segera menarik haneul keluar dari gedung aula.

Mereka berjalan menuju pintu yang mengarah ketaman belakang gedung aula dimana krystal dan youngmin mengobrol,jantung haneul berdetak dengan kencang itu artinya dia akan bertemu dengan youngmin dan haneul.

Saat mereka berdua berjalan keluar tidak sengaja haneul melihat youngmin dan krystal,entah mengapa melihat youngmin dan krystal selalu berhasil membuat haneul tertegun dan berpikir apakah mereka akan kembali bersama?

Haneul tak bisa melepaskan tatapannya dari youngmin dan krystal,dia bisa melihat krystal dan youngmin mengobrol akrab sampai tiba-tiba krystal memeluk youngmin. Saat haneul melihat itu haneul langsung berhenti melangkah,dia bisa melihat krystal tersenyum licik kearahnya.

“haneul-ah?”kwangmin memanggil dan haneul segera mengalihkan pandangannya pada kwangmin.

“kwangmin-ah,sebaiknya kita pergi kesana.”haneul segera menggandeng tangan kwangmin dan pergi kearah yang lain.

“apa kau mau mengunjungi kelasku?aku punya banyak sekali kenangan disini.”kwangmin mengungkapkan.

“wah..sekolah disini pasti sangat menyenangkan.”haneul berkata da kwangmin mengangguk.

“cukup menyenangkan,aku biasa bermain tennis disana.”kwangmin menunjuk kearah lapangan tennis yang cukup besar yang ada dibelakang gedung kelas.

“waw..lapangan tennis ini sebesar lapangan tennis di kartun prince tennis!!”haneul berseru dan berlari mendekat kearah lapangan itu.

Kwangmin hanya tersenyum dan mengikuti langkah haneul,dia dia tertawa saat melihat haneul membuka tangannya dan berputar-putar dia percis seperti anak SD yang sedang bermain.

Hari itu walaupun cuaca cukup panas namun angin bertiup sangat kencang,melihat haneul yang berlari-lari sambil berputar-putar membuat kwangmin senang wajah haneul terlihat sangat cerah.

“kwangmin-ah!! Aku senang sekali.”haneul berkata.

“bagus kalau begitu,disini panas sebaiknya kita kekelas saja.”kwangmin menarik tangan haneul dan menggengamnya erat,haneul hanya bisa tertunduk malu namun diam-diam dia sangat senang sekali.

Haneul dan kwangmin memasuki gedung kelas dan ternyata gedung kelas dan aula tidak kalah mewahnya,haneul melihat berbagai poster yang tertempel dimading dan dia tersenyum saat melihat poster kwangmin di mading sekolah.

“oh kwangmin-ah!lihat,kau ada disalah satu poster sekolah.”haneul menunjuk penuh antusias.

“wah?benarkah?aku tidak pernah tahu..”kwangmin melihat posternya yang tertempel rapih di mading.

Tanpa mereka berdua sadari seseorang memperhatikan mereka,seorang wanita cantik berambut hitam yang berdiri dibelakang mereka menatap tajam kearah haneul. Dia mencengkram tembok yang dia pegang dan sepertinya api mulai keluar dari kepalanya dia siap meledak kapan saja,matanya melebar saat dia melihat kwangmin meletakan tangannya di pinggang haneul.

“Siapa wanita itu?!”wanita itu berbisik.

“suzy! Kau kemana saja?” taeyeon yang mencari-cari adik kelasnya itu bertanya,padahal dia harus segera menyanyi.

“eonni,maaf aku akan segera ke aula.”suzy berkata dan taeyeonpun mengangguk.

“cepatlah kesana,semua fansmu sudah menggila.”taeyeon menyuruh dan suzy segera berlar.

“terimakasih atas infonya eonni.”suzypun menghilang dibalik tikungan jalan menuju aula,taeyeon yang penasaran dengan apa yang di intip suzy segera mengntip namun dia tidak menemukan siapapun.

“aneh sekali..”taeyeon menggaruk kepalanya,adik kelasnya suzy memang terkenal dengan keanehan nya.

Haneul dan kwangmin sudah sampai disebuah kelas,kelas itu bersih dan sangat luas dekorasi dikelas itu cukup bagus karena haneul bisa melihat berbagai foto murid-murid,bendera korea dan beberapa organigram yang tertempel di tembok.

“ah..dulu aku duduk disini.”kwangmin berkata dan duduk di sebuah bangku yang paling ujung dekat dengan jendela,kwangmin melirik kearah lapangan tenis yang terlihat dari jendela kelasnya.

“sudah lama sekali aku tidak duduk disini.”kwangmin meletakan kepalanya dimeja dan memejamkan matanya.

Haneul masih sibuk memperhatikan gambar-gambar yang ada di tembok,tanpa haneul sadari tiba-tiba kwangmin berjalan kearahnya dan melingkarkan tangannya di bahu gadis itu memeluk nya dari belakang.

“aku merindukanmu haneul-ah.”kwangmin berkata dan lelaki itu bisa mencium harum shampoo dari rambut haneul,haneul menyentuh lengan kwangmin yang melingkar di dibahunya dia juga merindukan kwangmin.

“kau tahu?aku sangat iri pada youngmin hyung,dia bisa menghabiskan waktu seharian denganmu sedangkan aku tidak.”kwangmin mengeluh dan haneul hanya bisa diam,dia sendiri tidak bisa menghabiskan waktu bersama kwangmin karena kwangmin sangat sibuk.

“kwangmin-ah,kau tak usah iri setidaknya kita akrabkan?hubunganku dengan youngmin-ah sangat tidak baik sekarang.”haneul mengungkapkan.

“apa hyungku menganggumu?”kwangmin bertanya dan mengangkat sbeelah halisnya.

“bukan begitu,dia hanya suka menggodaku.”haneul menjawab dan berbalik kearah kwangmin.

“walaupun kita jarang bertemu,aku selalu memikirkanmu jadi jangan khawatir ok?”haneul menyentuh wajah kwangmin dan kwangmin menyentuh lengan haneul.

“jangan terlalu dekat dengan hyungku ok?”kwangmin tiba-tiba saja meminta,haneul hanya diam.

Kenapa kwangmin tidak ingin aku dekat dengan youngmin?

“kwangmin-ah tidak usah khawatir.”haneul menenangkan kwangmin,entah mengapa dia bisa melihat kekhawatiran yang helas terpampang di wajah kwangmin.

“ngomonmg-ngomong,apa youngmin-ah akan kembali bersama krystal?”haneul bertanya dan kwangmin menggelengkan kepalanya.

“entahlah,mereka sudah bersama sangat lama jadi aku rasa ikatan antara mereka sedikit susah untuk diputuskan.”kwangmin mengungkapkan,haneul mengangguk mengerti.

“aku tahu,sepertinya youngmin-ah juga sangat menyukai krystal.”haneul berpendapat,dia melepaskan tangannya dari wajah kwangmin dan berjalan menuju jendela menatap kearah lapangan tennis yang sangat luas.

“aku rasa… mereka memang jodoh.”haneul melanjutkan dan kwangmin hanya diam,entah mengapa kwangmin bisa merasakan kekecewaan yang mendalam dari nada bicara haneul.

“haneul-ah apa kau menyukai hyungku?”

Drap..drap..drap..

Suara langkah kaki mengagetkan kwangmin dan haneul,tak lama kemudian pintu kelas terbuka dan jongin yang marah menatap kearah kwangmin dan haneul.

“kemana saja kamu?aku mencarimu kemana-mana.”jongin bertanya dan dia melemparkan tatapan tajam kearah kwangmin yang mendengus kesal.

“aku hanya berjalan-jalan.”haneul menjawab,dia juga kelihatan tidak senang dengan kehadiran jongin.

“sebaiknya kita kembali,penggalangan dananya akan dimulai.”jongin menarik tangan haneul,kwangmin langsung naik darah saat dia melihat jongin dengan beraninya menyentuh tangan gadisnya,mungkin kwangmin bukanlah pacar haneul namun dia sangat menyukai gadis itu.

“lepaskan tanganmu dari haneul!”kwangmin membentak.

“apa yang akan kau lakukan kwangmin-ah?kau akan memukulku?”jongin memprovokasi.

“jangan membuatku!”kwangmin mengancam dan menarik kerah baju jongin.

Haneul menghela nafasnya dan segera memisahkan kedua pria yang sedang naik darah itu menjauh dari satu sama lain,entah mengapa jika haneul berada bersama kwangmin,youngmin dan jongin dia merasa seperti dikelilingi oleh tiga harimau yang siap menerkam satu sama lain sampai mati.

“haneul-ah mundur,kita harus menyelesaikan masalah ini secara jantan.”kwangmin berkata mendorong haneul menjauh.

“hah?jantan?kau yakin tidak akan lari pada hyungmu dan menangis?”ledek jongin.

“Tutup mulutmu kim jongin!kau yang akan berlari menangis pada noonamu!”kwangmin balik meledek.

Haneul bersumpah jika dia membawa pistol dia akan menembak dirinya sendiri,situasi ini membuatnya semakin stress.

“HENTIKAN! Kalian berdua sangat kekanak-kanakan sekali!”haneul berkata dan mencoba memisahkan jongin dan kwangmin yang kelihatannya sudah siap membunuh satu sama lain.

“haneul-ah sebaiknya kau diam dan lihat siapa yang jantan diantara kami.”jongin membuka blazer hitam yang dipakainya sedangkan kwangmin membuka jaketnya dan melemparkannya kesudut kelas.

“kau akan tamat jo kwangmin!”jongin mengancam dan melipatkan kemeja putihnya sampai sikutnya.

“sebelum kau berbicara seperti itu kenapa kau tidak mengaca dulu?”kwangmin membalas dengan tenang.

Jongin mengangkat tangannya begitu juga dengan kwangmin,wajah mereka kelihatan sangat serius sekali dan haneul hanya bisa menonton dengan jantung yang berdetak kencang berharap jongin dan kwangmin tidak saling menyakiti.

“Kertas,gunting,batu!”keduanya berseru dan menunjukan jari mereka,kwangmin mengeluarkan gunting sedangkan jongin mengeluarkan kertas.

“SIAL!kwangmin-ah bagaimana kau bisa selalu menang!”jongin mengutuk dan kwangmin hanya tersenyum puas.

Haneul yang awalnya stress semakin stress dia ingin sekali memukul wajah kedua lelaki yang ada didepannya,haneul kira mereka akan melakukan duel atau semacamnya.

“kalin berdua sebaiknya kembali ke TK.”haneul meledek dan segera keluar dari kelas membanting pintu kesal.

“Haneul-ah jangan pergi!”jongin dan kwangmin berkata bersamaan dengan ekspressi yang berlebihan.

“ini semua gara kau!”kwangmin menyalahkan jongin.

“kau yang mengawalinya!”jongin tidak mau kalah.

“ERRRRGGGHH”

Keduanya mengerang kesal dan menatap tajam kearah satu sama lain,bahkan aliran listrik bisa terlihat dari sorot mata kedua lelaki yang penuh emosi itu.

Haneul berjalan sendirian menuju kegedung aula lagi,dia sudah capek harus berurusan dengan dua lelaki kekanak-kanakan dia bisa merasakan kepalanya sakit setiap kali dia mendengar celotehan kedua lelaki itu.

“hei kau!”

Saat haneul berjalan dia melihat ketiga wanita yang tadi mengerumuni jongin berdiri dibelakangnya,haneul mengenali salah satu wanita yang memakai gaun ungu yang dipanggil soji oleh jongin.

“kau wanita yang tadi bersama jongin-ah iyakan?”Tanya soji kepada haneul dan haneul mengangguk.

“siapa namamu?”Tanya soji dengan nada yang tidak sopan,haneul benar-benar tidak menyukai sifat wanita itu.

“bukan urusanmu,kenapa kau ingin tahu?”haneul bertanya sambil melipat tangannya.

“ya!kau sombong sekali,sebaiknya kau menjauh dari jongin-ah dia milik kami.”ketiga wanita itu berkata dan haneul memutar matanya.

“tenang saja,lagipula kalian bisa memilikinya aku tidak peduli.”haneul berkata namun perempuan yang bernama soji menarik tangan haneul dengan kasar.

“dengar!sebaiknya kau jaga sikapmu sebelum aku benar-benar menghancurkanmu.”soji mengancam.

Mereka bertiga menarik haneul masuk kedalam Wc wanita yang berada tidak jauh dari gedung aula,youngmin yang baru beres mengobrol dengan krystal tidak sengaja melihat sosok haneul yang dia tarik paksa oleh soji dan geng nya khawatir.

“krystal kau duluan saja masuk ok?aku akan menyusul.”youngmin berkata kepada krystal yang berdiri disampingnya.

“kau mau kemana?”Tanya krystal.

“ke toilet.”youngmin berkata dan berjalan menuju toilet sedangkan krystal menurut dan masuk ke aula.

Soji dan geng nya membantingkan pintu wc wanita,haneul soji dorong menuju tembok terdekat dia menatap haneul penuh dengan amarah sedangkan haneul mencoba melepaskan cengkraman tangan soji yang mulai terasa sakit.

“LEPASKAN!”haneul membentak dan mendorong soji,namun soji cukup kuat untuk mendorong haneul membuat punggung gadis itu terbentur ketembok dengan keras.

“kau juga sebaiknya menjauh dari kwangmin dan youngmin,kau bukan siapa-siapa disini!”soji menjambak rambut haneul membuat haneul mengerang kesakitan,soji yang melihat haneul kesakitan tersenyum puas.

“dasar wanita jalang! Kau sudah tidur dengan jongin juga?”Tanya soji.

“aku bukan wanita murahan sepertimu!”haneul berkata dan soji yang marah segera melirik kearah temannya,temannya mengangguk dan membawa sebuah silet yang ada di kotak jahit kecil yang dia keluarkan dari tas kecilnya.

“sekali lagi kau bicara seperti itu,aku akan memotong lidahmu!”soji mengancam dan mengacungkan silet yang tajam kearah wajah haneul.

Haneul yang ketakutan segera mundur dia mulai panik dan mencoba kabur namun kedua teman soji menahan tangannya.

“sepertinya putri kecil ini takut dengan benda tajam,apakah kau penasaran bagaimana rasanya silet ini memotong kulitmu?”Tanya soji sambil menatap kearah haneul penuh dengan kebencian.

“hentikan!aku akan melaporkanmu pada polisi!”haneul mengancam dan soj tertawa.

“kau tidak akan berani,lagipula aku tidak yakin kalau kau masih punya waktu untuk melapor kepolisi.”soji berkata dan mulai mendekatkan silet itu kepipi haneul.

Haneul yang takut hanya bisa pasrah dan menutup matanya,namun setelah beberapa menit dia tidak merasakan silet itu menyentuh wajahnya. Dia membuka matanya dan sangat terkejut saat melihat sebuah tangan meremas silet yang dia pegang oleh soji,soji yang kaget segera melepaskan silet itu dan melirik kearah orang yang berdiri dibelakangnya.

“youngmin-ah?!”soji kaget dan segera menjauh dari haneul.

“beraninya kalian menyakiti sekertarisku.”youngmin berkata dengan geram.

“Y-youngmin-ah kau salah paham aku hanya..”soji beralasan namun youngmin tidak mau mendengar dan menarik haneul menjauh dari ketiga wanita yang menurutnya membahayakan.

“aku pikir wanita seperti kalian tidak akan urakan seperti ini.”youngmin melingkarkan tangannya dipingang haneul.

“kalian akan mendapat balasannya,tunggu saja sampai pimpinan acara mendengar semua ini.”youngmin mengancam dan pergi bersama haneul.

“youngmin-ah!aku mohon rahasiakan semua ini!”soji bersujud dihadapan youngmin,dia menangis dan mengepalkan tangannya.

“aku berjanji,semua ini tidak akan terulang lagi.”soji berkata dengan suara gemetarnya.

“sebaiknya begitu,jangan pernah menyentuh sekertarisku lagi arraseo?!”youngmin bertanya,dan soji mengangguk begitu juga dengan kedua temannya yang kaget.

Youngmin membawa haneul keluar dari wc wajahnya sangat merah mungkin karena marah berbeda sekali dengan wajah haneul yang sangat pucat.

“kau tidak apa-apa?”Tanya youngmin melirik kearah haneul,haneul tidak menjawab dan menggelengkan kepalanya.

Walaupun haneul tidak mengatakan apapun pada youngmin,youngmin bisa melihat bekas cakaran yang dalam di pergelangan tangan haneul dan kedua sisi leher haneul. Bahkan youngmin bisa melihat darah segar keluar dari luka itu,youngmin sendiri tidak menyadari kalau da juga terluka karena darah mentes dari telapak tangannya.

“omo!sajang-nim, kau terluka.”haneul berkata dan segera menarik tangan youngmin.

“aish..sial,sebaiknya kita pergi ke Uks.”youngmin berkata,haneul yang melihat darah yang terus keluar dari tangan youngmin merasa sangat khawatir dia semakin pucat karena dia sangat tidak suka darah.

Youngmin berjalan sambil memegang tangannya yang terasa mati rasa,dia mengerang sesekali setelah berjalan cukup jauh haneul dan youngmin bisa melihat jongin dan kwangmin berjalan keluar dari gedung kelas.

Melihat keadaan kami berdua yang acak-acakan jongin dan kwangmin segera berlari kearah kami,kwangmin langsung berlari kearah haneul dan menangkup wajahnya.

“haneul-ah ada apa?kenapa lehermu berdarah?”Tanya kwangmin yang khawatir.

“youngmin kau berdarah!”jongin memekik melihat darah keluar dari tangan youngmin.

“ya,tadi aku tidak segaja melukai tanganku.”youngmin berkata.

“ sebaiknya kalian berdua cepat ke UKS.”jongin mengusulkan.

~ Haneul Pov~

“APA?! Soji berani menyakiti haneul?”jongin marah setelah dia mendengar cerita youngmin,aku hanya bisa menunduk melihat kwangmin yang sangat telaten membersihkan luka dipergelangan tanganku.

“shuttt jangan berisik!”dokter yang berjaga di UKS memarahi dan jongin segera menunduk meminta maaf.

“beraninya dia..aku akan menghancurkan wanita kegatalan itu.”jongin memukul telapak tangannya.

“tenang jongin,kau sebaiknya tidak menyakitinya dia sudah meminta maaf.”youngmin berkata dan meringis saat dokter UKS mengoleskan kapas yang berisi alkohol kelukanya.

“tapi aku tidak terima,seharusnya aku mengejarmu tadi haneul-ah.”jongin berkata menatap kearahku penuh dengan penyesalan.

“tidak apa-apa,yang pentingkan sekarang semuanya baik-baik saja.”aku berkata menenangkan jongin.

“baik-baik saja?dia melukai kulitmu haneul-ah,kurang ajar sekali dia!”jongin berkata dan kwangmin hanya bisa menggelengkan kepalanya,tidak aneh semua perkataan itu keluar dari jongin yang pemarah.

“haneul-ah lain kali hati-hati ok? Sebaiknya kau tidak mencari masalah dengan orang-orang disekitar sini mereka bisa berbahaya.”kwangmin menasehati dan mengelus pipiku dengan lembut.

Aku suka sekali cara dia menghiburku,dia tidak terlalu over seperti jongin atau hanya diam saja seperti youngmin. Aku mengangguk dan kwangmin mengelus kepalaku,dia membalutkan plester diluka bekas cakaranku dan mencium tanganku dengan lembut.

“sayang sekali,tangan ini harus terluka.”kwangmin berkata dan aku hanya bisa tersenyum malu,perkataan kwangmin sangat manis sekali.

“kwangmin sebaiknya kau berhenti mencuri-curi kesempatan sebelum aku melemparkan kursi ini.”jongin yang cemburu bersiap melemparkan kursi lipat yang ada disebelahnya.

“aish!bisakah kau tidak mengangguku dan haneul?!”kwangmin mengerang kesal dan berdiri sedangkan youngmin hanya memutar matanya.

“bisakah kalian berhenti berdebat?akulah yang terluka parah disini.”youngmin berkata dan dia segera berdiri saat dokter UKS sudah beres membalut lukanya dengan perban.

“lagipula ini semua salah dia sendiri,aku yakin haneul pasti melawan mereka makanya mereka sampai nekad juga.”youngmin menambahkan.

“HYUNG!”kwangmin membentak hendak berdiri,aku mencegah kwangmin aku bisa merasakan airmata mengumpul dipelupuk mataku.

“kwangmin-ah gwenchana..youngmin sajang-nim benar,aku yang salah.”aku berkata dengan suara gemetaranku,jongin yang melihatku akan menangis melotot kearah youngmin.

“sebaiknya kau tutup mulutmu itu youngmin.”jongin berkata.

“benarkan?dia mengakuinya dia yang salah,sudahlah kalian tidak usah memperdulikan dia.”youngmin yang kesal segera keluar dari UKS dan membantingkan pintu.

Jongin menghela nafasnya kesal untung saja dia masih bisa menahan emosinya.

Kata-kata youngmin sangat menyakitkan sekali,aku tidak pernah tahu seseorang bisa sekejam itu aku hanya menunduk memainkan jariku. Aku ingin sekali menangis namun aku tidak ingin kelihatan lemah didepan kwangmin ataupun jongin,aku menelan ludahku dan menahan airmata yang hampir saja jatuh dengan mendongak.

Kwangmin hanya menatapku,aku benci tatapan nya yang penuh dengan penyesalan aku tidak menyukainya sama sekali. Aku melirik kearah jongin dan aku tersenyum kearahnya,dia memaksakan senyum dan berjalan kearahku.

“maafkan aku,seharusnya aku tidak membawamu bertemu dengan wanita-wanita jalang itu.”jongin berkata dan menggelengkan kepalaku.

“tidak apa-apa,sebaiknya aku pulang.”aku bangkit dari dudukku.

“aku antar.”kwangmin menawarkan dan aku mengangguk setuju.

Selama perjalanan menuju rumah aku hanya bisa diam,aku sebenarnya masih shock dengan kejadian yang baru saja menimpaku beberapa menit yang lalu. Rasa perih lukaku sudah hilang sekarang namun perih dihatiku belum juga hilang,aku masih sakit hati dengan semua perkataan para gadis itu.

“dasar wanita jalang! Kau sudah tidur dengan jongin juga?”

Pertanyaan itu terulang-ulang di otakku seperti kaset yang rusak,entah kenapa setiap kali aku engingat pertanyaan itu hatiku sangat sakit,itu berarti ketia wanita yang tadi mencoba menyakitiku sudah pernah tidur dengan jongin?

“lagipula ini semua salah dia sendiri,aku yakin haneul pasti melawan mereka makanya mereka sampai nekad juga.”

Lagi-lagi perkataan youngmin mendatanagi pikiranku,perkataan itu tajam dan menyakitkan,aku benar-benar sedih mendengar youngmin mengatakan itu padaku. Aku pikir selama ini dia peduli padaku namun sepertinya perkiraanku salah,dia hanya peduli pada krystal.

Aku benar-benar kesal,aku bersumpah aku tidak akan pernah mendekati jongin dan youngmin lagi! Aku melirik kearah jendela mobil kwangmin,aku kaget saat aku melihat airmata sudah turun begitu saja membasahi pipiku.

“haneul-ah?”panggil kwangmin,dia menyentuh bahuku.

“nde?maaf..aku kelilipan.”aku berbohong,aku benar-benar tidak ingin terlihat lemah didepan kwangmin.

“haneul-ah!”kwangmin memanggil lagi,dia menyentuh rahangku memaksa aku untuk menatap kearahnya.

“kau tak usah berbohong,aku tahu kau sedih.”kwangmin berkata,dia juga kelihatan sangat sedih sekali namun aku tidak tahu apa alasannya.

“jika kau seperti ini,aku juga sedih..jika kau ingin menangis menangislah tidak akan ada yang menilaimu.”kwangmin berkata,aku hanya diam dan menatap kearah kwangmin.

Aku menghela nafasku dan akhirnya airmata mulai datang dan membasahi pipiku,kwangmin segera menarikku kedalam pelukanya. Dia mengelus kepalaku dan menepuk-nepuk punggungku,aku tidak bisa berbuat apapun dan hanya menangis dan menangis,aku merasa sangat tidak berguna dan lemah.

Aku benci perasaan ini,kenapa aku harus selemah ini?aku benci untuk menangis didepan orang lain namun dengan kwangmin,dia bagaikan kakak laki-laki yang selalu aku inginkan dia memelukku saat aku sedih sedikitnya aku terhibur.

“jangan takut untuk menangis didepanku haneul,aku akan selalu menjagamu dan tidak akan pernah membiarkanku bersedih.”kwangmin berbisik ketelingaku.

Aku mengangguk dan memeluk kwangmin lebih erat,andai saja kwangmin yang menyelamatkanku mungkin aku tidak akan seperti ini.

Don’t forget the comment😀

love,seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 7~

  1. Ish ktny youngmin suka ma haneul, tp ngony kok kasar bgt seh… Perhatian dkit kek ke haneul… Gmn haneul mw suka cba ma youngmin…

    Haneul mst hati2 neh kykny, bnyk yg gk suka ma dy gara2 dkt ma jongin kwangmin ma youngmin neh

  2. youngmin cemburukah ? sampai ngomong kasar kayak gitu x_x

    haneulnya sama kwangmin aja >,<
    hehe..#peace

    jongin nya sama aku wkwkwkwk #abaikan

    critanya makin lama makin seru d(^.^)b
    lanjut~♥

  3. Sebagai exotic seharusnya aku dukung kai, tp krna alur cerita ini q tetap dukung youngmin. Oya.., q ingin jongin dengan jessica eonni atau dongsaeng haneul

  4. youngmin marah kaya lagi cemburu haneul dperhatiin sama kwangmin n jongin..hehe..
    Haneul hebat dsukain 3 pria sekaligus..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s