Posted in FanFiction NC 17+

Double Trouble ~Chapter 6~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

Author note:

hello reader’s apa kabar?? kalau seven sih baik-baik aja,kekeke..oh iya cuman mau nanya aja kalian suka cover yang baru gak? kalau enggak seven ganti lagi
reader’s aku cuman bingung setelah baca chapter ini menurut kalian haneul cocok sama kwangmin,youngmin atau jongin??silahkan tentukan pilihan kalian di box comment!! soalnya setelah chapter ini aku mau nenteuin dengan siapa haneul bakal pacaran oleh karena itu dukung ya karakter favorite kalian!! sebelumnya makasih udah baca dan komen saranghae reader’s <3<3<3

Haneul tersenyum saat dia membaca pesan teks dari kwangmin,kwangmin benar-benar lelaki yang paling manis yang pernah haneul kenal. Dia tidak pernah absen untuk mengiriminya pesan teks seperti ‘selamat pagi’ ataupun ‘kerjanya yang semangat ya’ semua pesan-pesan singkat yang manis itu berhasil membuatnya senyum-senyum sendiri seperti orang idiot.

Youngmin yang menyadari keanehan sekertarisnya itu mulai curiga,namun youngmin tidak bisa mengintrogasi haneul karena dia sendiri terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Youngmin baru saja selesai menandatangi sebuah proposal dan dia melirik kearah jam yang ada dikantornya dan tak terasa waktu sudah menunjukan jam 12 siang.

Perutnya sudah menjerit-jerit ingin diisi diapun dengan iseng mengambil ponselnya dan mengirim pesan kepada krystal untuk mengirmkannya bento makan siang,sudah lama sekali dia tidak makan berdua dengan krystal.

Youngmin keluar dari kantornya untuk menunggu krystal dan dia melihat haneul sibuk mengetik pesan teks dihandphonenya sambil cekikikan,youngmin melangkah kearah meja haneul dan mencoba mengintip layar ponsel gadis itu. Namun sayang karena youngmin ceroboh dia tidak sengaja jatuh dan membuat suara yang sangat gaduh karena lututnya membentur lantai keramik kantor.

Haneul yang sedang asik bertukar pesan dengan kwangmin segera melirik kebelakang saat dia mendengar suara youngmin yang jatuh,dia ingin tertawa saat melihat youngmin sudah tengkurap dilantai. Haneul segera menghampiri youngmin dan membantunya untuk berdiri meskipun dia sendiri masih ingin tertawa dia menahanya,youngmin segera berdiri dan berpura-pura baik-baik saja.

sajang-nim,kau baik-baik saja?”haneul bertanya.

“ya aku baik-baik saja,pura-pura saja kau tidak melihat kejadian tadi.”youngmin berkata dan segera pergi ke lift.

Setelah pintu lift terbuka  youngmin masuk dan segera memegang lututnya yang terasa sakit sekali.

“arghh sangat sakit!!!”dia mengerang sambil memegang lututnya yang berdenyut sakit.

“sial!gara-gara haneul aku jadi jatuh..”youngmin mengutuk.

Saat pintu lift terbuka dia keluar dan berjalan menuju lobby,dia tersenyum saat melihat krystal baru saja turun dari mobilnya dan berjalan masuk kekantor.

“krystal-ah!”youngmin memanggil.

krystal kelihatan mencari sosok youngmin dan akhirnya diapun menemukannya lalu berjalan kearah youngmin,mereka berdua berpelukan sesaat dan eunji yang melihat itu sedikit cemburu dia sebenarnya suka pada youngmin namun tak pernah miliki kesempatan untuk lebih dekat dengan youngmin.

“Oppa,kau pasti benar-benar lapar?”Tanya krystal.

“nde..makanan di kantin kantor ini bukan seleraku.”youngmin mengungkapkan.

Tak banyak bicara mereka segera pergi keruangan youngmin,sedangkan eunji segera mengambil handphonenya dan menghubungi nomor haneul.

“yobuseyo..”haneul mengangkat teleponnya.

“haneul! Sepertinya youngmin sajang-nim membawa seorang wanita keruangannya.. beritahu aku jika kau tahu siapa wanita itu!!” Eunji memerintah dia berbicara sangat cepat membuat haneul pusing.

“mwo?wanita?!”haneul terdengar sangat kaget.

“iya..kalau bisa kau mata-matai saja mereka.”eunji memberi saran.

“apa kau gila?!aku bisa dibunuh oleh youngmin sajang-nim!”haneul merespon dan eunji hanya tertawa.

“apa benar-benar penasaran,sebenarnya siapa wanita itu..”eunji mengetuk-ngetukan jarinya kemeja resepsionisnya.

“apa dia cantik?”Tanya haneul penasaran.

“lumayan..dia tinggi.”eunji menjawab.

Melihat youngmin dan krystal yang sudah datang keruangan youngmin haneul segera menutup teleponnya,dia berdiri dan segera menyapa kedua orang itu.

“selamat siang sajang-nim,nona krystal.”haneul menyapa.

“siang,haneul-ah…”krystal menyapa haneul dengan seringai jahatnya,dia kelihatannya senang saat haneul menunduk kearahnya.

“sepertinya kita akan sering bertemu disini haneul-ah.”krystal berkata sambil tersenyum namun haneul tahu sekali kalau senyum krystal itu palsu.

“aku rasa begitu nona,aku harap anda menikmati waktu anda disini.” Haneul membalas dan senyum palsunya juga,beruntung bagi kedua wanita itu youngmin itu menyadari ketegangan yang terjadi anatar mereka berdua.

“oppa,ayo kita makan bentonya sebaiknya kita tidak menganggu haneul.”krystal berkata dan mereka berduapun masuk keruangan youngmin,sekilas krystal menatap kearah haneul dan memberikan haneul tatapan yang meremehkan.

Haneul mencoba untuk bersabar dan hanya diam,namun saat sosok youngmin dan krystal menghilang haneul langsung melemparkan tinju palsu kearah kedua orang itu.

“AISH!pantas saja mereka berpacaran,mereka berdua sama-sama menyebalkan.”haneul mengutuk dan duduk lagi di kursinya.

Haneul tidak bisa melupakan tatapan meremehkan krystal,dia pikir dia sudah menang? Haneul berpikir dia benar-benar ingin membalaskan dendam nya krystal kelihatannya sudah sombong dia pikir dia sudah menang karena dia sudah dekat kembali bersama youngmin.

Tunggu saja jung krystal,perang yang sesungguhnya baru akan dimulai.

Haneul duduk lagi dikurisnya,entah mengapa dia tidak bisa fokus mungkin karena dia lelah dia melirik kearah tumpukan dokumen yang ada di mejanya  dia menatap sejenak kearah dokumen itu lalu tiba-tiba saja sebuah ide brilian datang,haneul menyeringai licik dan memutuskan untuk membuka-buka dokumen itu.

Youngmin tersenyum saat krystal menyuapinya,dia memang merasa seperti anak kecil namun dia tidak peduli dia merasa sangat bahagia jadi tidak ada penyesalan sedikitpun dalam benaknya.

Krystal seperti biasanya selalu memanjakan youngmin dan dia tidak keberatan dia menyukai tingkah youngmin yang terkadang manja namun sangat dewasa jika dibutuhkan,namun entah kenapa setiap kali youngmin tersenyum dan mengelus pipinya pikiran nya segera beralih kepada hyunseong.

Bayangan hyunseong yang menderita sekarang menghantui pikirannya sehingga tanpa sadar krystal mulai melamun dan youngmin menyentuh bahu krystal membuatnya tersentak kaget.

“apa yang sedang kau pikirkan?”Tanya youngmin.

“bukan apa-apa oppa,kau sudah kenyang?”Tanya krystal kepada youngmin,youngmin mengangguk dan krystalpun menyimpan bentonya dimeja yang ada dihadapan mereka.

“bagaimana pekerjaanmu hari ini?”Tanya krystal menyandar kebahu youngmin.

“sibuk dan membosankan.”youngmin menjawab.

Krystal tersenyum,youngmin masih saja konyol seperti dulu selama dia berinteraksi dengan youngmin dia tidak menemukan apapun yang berubah. Youngmin masih hangat,perhatian dan konyol seperti saat dulu,saat mereka masih bahagia dan tak mengenal penderitaan.

Youngmin mengelus kepala krystal,dia mencoba mencari-cari perasaan hangat yang biasa dia dapatkan saat dia dekat dengan krystal namun entah mengapa sekarang hubungan mereka terasa hambar dan dingin.

Walaupun tubuh keduanya dekat dan saling bersentuhan namun youngmin merasakan kalau krystal jauh darinya,dia tidak tahu bagaimana caranya untuk menarik kembali krystal kepangkuannya seutuhnya.

“apa kau masih memikirkan hyunseong?”youngmin tiba-tiba saja bertanya membuat krystal melirik kearah youngmin.

“tidak oppa,kita lupakan saja dia ok?”krystal berkata,dia mendekat kearah youngmin dan mengistirahatkan kepalanya kebahu youngmin lalu menutup matanya.

“lupakan dia,hapus dia dari pikiranmu.”youngmin berbisik,krystal mendongak membuat tatap mereka bertemu akhirnya keduanya mendekat hendak berciuman.

TOKTOKTOK!!

Suara ketukan pintu itu sangat keras membuat youngmin dan krystal hampir saja jatuh dari sofa karena kaget,youngmin menghela nafas kesal.

“masuk!”youngmin memerintah.

Haneul segera masuk keruangan youngmin sambil menenteng beberapa dokumen,krystal memutar matanya dia tahu kalau haneul ingin balas dendam padanya. Haneul menunduk kearah youngmin dengan hormat dan melirik sekilas kearah krystal yang sudah beringsut dibelakang youngmin,haneul ingin sekai tertawa ternyata rencana jahatnya sukses.

“maaf sajang-nim,aku memiliki beberapa pertanyaan soal dokumen ini.”haneul berkata.

“pertanyaan?bukankah kau sudah berpengalaman dalam pembukuan?”Tanya youngmin.

“tapi sajang-nim,aku benar-benar tidak mengerti.”haneul merajuk.

Melihat tingkah haneul krystal hanya berdecak kesal,dia tahu haneul hanya beralasan krystal melirik kearah haneul dan memberikannya tatapan tajam sedangkan haneul sepertinya pura-pura tidak menyadarinya dan fokus kepada youngmin.

“berikan dokumennya,coba kulihat.”youngmin berkata dan haneul memberikan dokumen-dokumen yang dia bawa pada youngmin.

“hm..ini memang sedikit rumit.”youngmin membaca dokumen-dokumen itu dan haneul tersenyum lebar,semuanya berjalan sesuai dengan rencananya.

“kau harus membuat grafik untuk laporan ini,masukan jumlah produk yang masuk dan keluar kau juga harus teliti..”

Penjelasan youngmin seakan hilang begitu saja dari telinga haneul saat dia menyadari krystal mulai naik pitam,haneul tersenyum dan mendekat kearah youngmin. Youngmin yang tidak menyadari kalau ada perang dingin diantara kekasihnya dan haneul cuek saja dan melanjutkan menjelaskan,haneul melihat youngmin menunjuk beberapa angka di dalam dokumennya.

“sajang-nim,bagaimana kalau kau mempraktekannya?aku sedikit bingung.”haneul meminta sambil menyentuh tangan youngmin.

Youngmin melirik kearah haneul,haneul kelihatan aneh sekali dia tidak biasanya menyentuh nya atau melakukan kontak fisik dengan youngmin namun sekarang sepertinya haneul ingin menyentuh setiap inci tubuhnya.

“kau tinggal masuk saja kefolder grafik dan kau akan menemukannya,ini cukup gampang kau tinggal bertanya jika kau masih bingung.”

Youngmin menggambarkan bagaimana cara membuat grafik dan haneul berpura-pura memperhatikan dan sesekali bertanya dimana posisi grafik yang baik padahal dia sudah menguasai soal grafik dia hanya ingin membuat krystal marah.

Krystal yang duduk dipinggir youngmin merasa kesal,dia membuang-buang waktunya dengan melihat haneul dan youngmin yang sedang membahas soal pekerjaan mereka. Krystal segera bangkit dari duduknya dengan kesal,youngmin yang sedang menjelaskanpun berhenti dan melirik kearah krystal.

“aku ada latihan dan interview,sebaiknya aku pergi dulu ini sudah siang oppa.”krystal berkata.

“baiklah aku akan mengantarmu.”youngmin menawarkan namun krystal terlalu kesal untuk menyutujuinya,dia kesal karena youngmin mengacuhkannya begitu saja saat haneul datang.

“tidak apa-apa,kalian lanjutkan saja bekerja.”krystal berkata dan segera keluar dari ruangan youngmin,haneul tersenyum puas dia berhasil membuat krystal marah.

“sajang-nim sepertinya aku mengerti sekarang,terimakasih atas penjelasannya.”haneul berkata dan menutup dokumen-dokumen yang terbuka.

“sama-sama lainkali jangan bertanay padaku saat krystal ada ok?”youngmin memperingat.

“kau atasanku,bukankah seharusnya kau membantuku?”haneul bertanay,dia sedikit kesal dengan reaksi youngmin.

“aku tahu tapi kau membuat krystal pergi,kau tahukan aku dan krytsal..”youngmin berkata namun dia terhenti di tengah jalan saat melihat haneul menatapnya dengan tajam,dia tidak menyangka sekertarisnya itu bisa seseram ini.

“oh begitu,aku kira kau professional youngmin-shi.”haneul berkata dengan nada suara yang mengejek lalu pegi membantingkan pintu ruangan youngmin.

“AISH!jinjaa..”youngmin mengutuk,dia benar-benar bingung sekarang sepertinya krystal harus jauh-jauh dari kantornya.

~Double Trouble ~

“siap…ACTION!” mendengar sang sutradara,kwangmin segera berlari menghampiri lawan mainnya yang sudah menunggu disebuh jembatan.

Kwangmin sedang syuting drama terbarunya dan didalam dramanya ini dia berperan sebagai orang ketiga didalam hubungan pemeran utamanya,dia sangat beruntung karena kali ini dia akan beradu akting dengan aktor and aktris yang berpengalaman seperti yoon eunhye dan yoon seungho.

“jadi ini keputusan terakhirmu?”kwangmin mulai berakting,dia menatap nanar kearah eunhye,lawan mainnya.

“maafkan aku jinwoon,kau lelaki yang baik.”eunhye menghentikan kalimatnya dan melepaskan kalung yang ada dilehernya, dan menarik tangan kwangmin lalu dia menyimpan kalung itu ditelapak tangan kwangmin.

“tapi aku tak bisa menerima ini.”

Kwangmin mengengam kalung itu dengan keras sedangkan eunhye berbalik meninggalkannya,entah mengapa tiba-tiba saja dia merasa sedih dan akhirnya menangis bahkan kru-kru yang melihat kwangmin menangis kaget.

“Jangan tinggalkan aku..”kwangmin berbisik namun eunhye tidak berbalik.

“CUT!”

Sang sutradara berseru dan semua kru segera melangkah mendekat kearah kwangmin dan eun hye,eunhye yang sudah professional kelihatan tertarik pada kwangmin karena dia menyadari bakat acting yang luar biasa.

“kwangmin-ah!”panggil eunhye membuat kwangmin melirik kearah eunhye.

“noona..”kwangmin tersenyum melihat eunhye yang mendekat kearahnya.

“aktingmu semakin bagus saja,kau pasti berlatih dirumah ya?”Tanya eunhye sambil mengacak-ngacak rambut dongsaengnya itu.

“nde noona,aku belum merasa cukup jadi aku sering latihan.”kwangmin menjawab dengan ceria.

“kwangmin-ah bagaimana kalau kita berlatih bersama-sama lain kali?”eunhye menawarkan dan tentu saja kwangmin mengangguk dengan semangat.

“nde noona..”

“aigoo kamu lucu sekali.”eunhye yang gemas mencubit pipi kwangmin,kwangmin sebenarnya sudah biasa dengan perilaku itu karena hampir semua kru noona yang pernah dia temui selalu saja berpikir kalau dia lucu atau menggemaskan.

Melihat semua kru beristirahat kwangmin dan eunhye memutuskan untuk melakukan yang sama,merekapun berpisah dan kwangmin pergi keruang gantinya dia segera mengaktifkan handphonenya dan mengetik pesan untuk haneul entah kenapa dia tidak bisa berhenti berkomunikasi dengan wanita yang satu itu.

Sebenarnya alasan kenapa kwangmin menangis saat melakukan adegan tadi adalah,dia membayangkan kalau eunhye itu adalah haneul. Dia tahu seharusnya dia tidak membayangkan seperti itu namun dia tidak bisa mengontrolnya,bayangan haneul begitu saja muncul dan kwangmin benar-benar takut jika suatu saat adegan yang dia lakoni itu menjadi nyata.

“apa aku benar-benar tidak ingin kehilangan dia?”

Kwangmin berpikir sejenak,dia dan haneul sudah sangat dekat beberapa bulan ini dan tak ada halangan apapun bagi mereka namun yang jelas kwangmin sudah mulai menyukai haneul dan itu masalah yang sangat besar karena kwangmin takut.

Dia mungkin tampan,kaya dan berbakat namun entah mengapa setiap kali dia melihat haneul dekat dengan youngmin ada perasaan yang membakar hatinya membuatnya ingin menjauhkan haneul dari youngmin.

“kwangmi-ah!”seorang coordi noona memanggil membuat kwangmin segera menyembunyikan handphonenya.

“nde noona waeyo??”Tanya kwangmin.

“kwangmin-ah ada seorang lelaki yang mencarimu.”coordi noona itu memberitahu.

“mwo?apa hyungku?”Tanya kwangmin namun sang coordi noona menggelengkan kepalanya.

“ani..namanya shim hyunseong.”coordi noona itu berkata.

“hyunseong?”kwangmin kebingungan,dia mencoba-coba mengingat dimana dia pernha menemui lelaki yang satu ini.

“sebaiknya kau temui dia,kasihan sekali dia kelihatan sangat menyedihkan dia sudah menunggumu selama 2 jam yang lalu.”coordi noona itu menuturkan dan kwangmin megangguk.

“nde noona..gomawo.”kwangmin berkata dan pergi untuk menemui lelaki yang bernama hyunseong itu.

Setelah berjalan selama beberapa menit dia bisa melihat seorang lelaki tinggi yang memakai jaket hitam dan celana jeans berdiri menunggunya,kwangmin langsung ingat hyunseong yang tadi corrdi noona maksud adalah kekasih krystal.

“kwangmin-shi..”hyunseong menyapa saat dia melihat sosok kwangmin sudah berdiri disampingnya.

“apa yang kau mau?”Tanya kwangmin dingin.

“maaf menganggu,tapi aku benar-benar tidak tahu harus bagaimana lagi..”hyunseong berkata,suara lelaki itu terdengar sedikit serak dan bergetar.

“apa yang terjadi hyunseong-shi?apa ada sesuatu yang buruk terjadi pada krystal?”aku bertanya dengan khawatir.

“tidak..hanya saja..”hyunseong ragu-ragu dia melirik kearah kwangmin penuh kekhawatiran.

“kau harus membantuku memisahkan youngmin dengan krystal.”hyunseong berkata dan rasanya matanya akan keluar dari tempatnya karena kaget.

“MWO?!”

~Double Trouble~

“JO KWANGMIN!!!”

Youngmin yang marah membalikan meja kantornya,saking marahnya wajah putihnya berubah menjadi merah dan asap keluar dari kedua lubang hidung dan telinganya.

Youngmin berjalan keluar dan membanting pintu kantornya dengan keras membuat haneul yang sedang sibuk mengetik hampir saja jatuh dari kursinya karena kaget, haneul bingung sebenarnya apa yang membuat bosnya itu kalap.

“Sajang-nim..bisakah kau tenang?!”Tanya haneul sedikit emosi.

Youngmin yang sedang mengamuk,melirik tajam kearah haneul dia menghampiri sekertarisnya dan menggebrak meja haneul.

“KAU! Apa kau bersekongkol dengan adikku?”tuduh youngmin membuat haneul menggelengkan kepalanya seketika.

“aniyo..apa yang kau bicarakan sajang-nim?”haneul benar-benat tidak tahu apa yang youngmin bicarakan.

“jangan belagak bodoh..aku tahu kau bekerja sama dengan diakan?”youngmin mendekat kearah haneul,haneul menjauhkan wajahnya beberapa centi.

“aku bersumpah..aku tidak tahu apa yang kau bicarakan.”haneul berkata dengan nada serius.

Youngmin mengerutkan keningnya,berarti semua itu adalah ide kwangmin sendiri youngmin berjalan kearah lift namun sebelum dia masuk dia mengakat kedua tangannya agar sejajar dengan matanya dan menunjuk kedua jarinya kearah haneul dan matanya sendiri.

im watching you!” youngmin berkata dan masuk kedalam lift.

Haneul merasa sebal dan pura-pura akan memukul youngmin,diapun kembali duduk dan melanjutkan pekerjaan.

~Youngmin Pov~

“Kemana anak sialan itu..”aku berjalan dengan cepat menuju mobil sedanku,aku benar-benar marah beraninya anak itu menghancurkan image manlyku hanya dalam satu postingan.

Aku akan benar-benar menghukumnya dan membuatnya jera,apakah ini cara balas dendamnya padaku karena aku mengecat kamarnya dengan warna pink dan hello kitty?! Kau benar-benar kotor sekali kwangmin..lihat saja nanti.

Aku menghidupkan mobilku dan menyetir kearah studio drama kwangmin,dengan kecepatan tinggi kupacu mobilku tak peduli beberapa pengendara mobil berteriak padaku untuk memperlambat laju mobilku.

Setelah beberapa menit aku sampai di studio drama kwangmin dan aku segera turun,aku mulai mencari sosok adikku ‘tersayang’ yang aku tunggu-tunggu namun aku tidak menemukannya juga.

“maaf..apakah kau tahu dimana ruang ganti jo kwangmin?”aku bertanya pada salah satu coordi yang lewat.

“oh anda tinggal pergi kesanan saja,disana adalah ruangan khusus para aktor.”sang coordi menunjuk kearah pintu yang ada di sudut set drama.

“oh terimakasih.”aku berterima kasih dan berjalan kearah pintu yang di tunjuk.

Aku berjalan menulusuri lorong yang cukup panjang,berbagai nama berjajara dipintu yang ada di sisi kanan dan kiriku,namun aku tidak kunjung menemukan nama kwangmin sampai akhirnya aku sampai diujung.

“ah..ini dia.”

Aku akhirnya menemukan ruangan kwangmin dan membuka pintunya,ternyata kosong kwangmin tidak ada diruang gantinya dan aku bisa melihat handphonenya tergeletak dimeja cerminnya.

“pantas saja tidak diangkat.”aku cemberut dan memutuskan untuk menunggunya saja.

Aku duduk disofa kecil yang ada diruangan kwangmin,sepertinya dia cukup menikmati kegiatannya sebagai aktor bagaimana tidak?semua fasilitas di studio ini sangat nyaman mulai dari ruang ganti pribadi sampai makanan cemilanpun ada.

Aku mengambil sebuah apel yang ada dimeja kecil kwangmin dan mengigitnya,aku juga cukup tampan haruskah aku terjun kedunia entertain juga? Nah..aku tidak bisa menyanyi ataupun menari apalagi akting.

“Hyung?”

Mendengar suara kwangmin aku melirik kebelakang dan menemukan adikku yang brengsek berdiri dengan kaget karena melihat sosokku,yah kau sebaiknya kaget karena sebentar lagi kau akan menerima semua amarahku.

“hi..kau pasti tahu alasanku kenapa aku kesini.”aku berkata dan melanjutkan memakan apelku.

“hyung..”kwangmin memanggil,dia kelihatan khwatir namun entah kenapa dia sangat aneh sekali.

“ada apa?kenapa kau menatapku seperti itu?”aku bertanya,tatapannya itu mulai mengangguku.

“apa kau kembali berpacaran dengan krystal?”kwangmin bertanya,aku lupa..seharusnya aku memberitahu kwangmin soal aku dan krystal.

“errr..soal itu..”aku menggaruk kepalaku.

“HYUNG! Michiesso?”bentak kwangmin, aish..suaranya benar-benar membuat telingaku sakit pantas saja dia menjad penyanyi suaranya sangat tinggi.

“WAE?! Kau tak usah membentak..AISH!”aku mengutuk kesal.

“hyung kau tahukan krystal sudah bertunangan dengan hyunseong?”Tanya kwangmin.

Aku sangat kaget mendengar pernyataan kwangmin,apel yang kupegang jatuh dari gengamanku. Aku merasa bodoh..kenapa aku lupa tentang hyunseong kenapa dia hanya bisa memikirkan dirinya dan krystal yang terjebak dalam masa lalu,seharusnya dari awal dia melupakan krystal saja.

molla?”Tanya kwangmin,dia mendekat kearahku aku terlalu shock untuk merespon.

hyung..jinjja molla?”kwangmin mengulang lagi pertanyaannya,aku hanya diam dan menunduk.

“kau tahu dari siapa?”tanyaku akhirnya.

“hyunseong datang kesini hyung,dia memohon padaku untuk memisahkanmu dengan krystal.”kwangmin mengungkapkan.

Aku memilih diam dan mengepalkan tanganku,emosi sudah menggunduk dalam benakku dan aku bisa meledak kapan saja. Airmata sudah mulai mengumpul disudut mataku,apakah selama ini krystal hanya memainkanku?

“hyung,sebaiknya kau mundur krystal hanya takut akan komitmen dia tidak mencintaimu.”kwangmin berkata dan menyentuh bahu kakaknya itu.

Aku benar-benar marah sekarang,bagaimana dia tahu kalau krystal tidak mencintaiku?dia bukanlah seorang pembaca pikiran atau semacamnya. Apakah dia memang tidak menyukai krystal? Aku bangkit dari dudukku.

Karena aku sangat kesal aku mengepal tanganku dan akhirnya kupukul wajah kwangmin membuatnya jatuh kelantai sambil mengerang kesakitan.

“itu untuk menyebarkan foto hello kitty dan teddy bearku.”aku berkata dengan geram dan berlari keluar membanting pintu ruang gantinya.

“AISH..hyung!”kwangmin memanggil namun aku tidak mendengarkan panggilannya.

Aku pergi menuju mobilku dan menutup pintunya,kupukul setir mobilku dengan keras aku hanya ingin menghilangkan semua emosi ini. Aku menghidupkan mesin mobilku dan memutuskan untuk meninggalkan studio,aku benar-benar tidak mood bekerja sebaiknya aku tidak kekantor.

Krystal..beraninya dia mempermainkanku seperti ini?! Aku mencintainya sampai saat ini aku masih mencintainya,kenapa kau jahat sekali krystal?! Apakah semua kasih sayang dan cinta yang kau berikan padaku hanyalah ilusi?!

Aku tidak mengeri apa yang kau inginkan..

Aku mengendarai mobilku menulusuri jalanan ramai di seoul,aku merasa sesak dan tak tenang sebaiknya aku pergi kesuatu tempat yang cukup sunyi dan tenang. Aku membelokan mobilku kearah sungai han sebaiknya aku beristirahat sejenak dan melupakan semua masalah dan kepenatan otakku ini.

Melihat pemandanga sungai han memang berhasil membuatku cukup tenang,aku duduk disalah satu bangku kosong yang ada disana. Walaupun disini cukup ramai aku masih menikmatinya melihat berbagai bunga yang mekar dimusim semi berhasil membat moodku sedikit baik,sebisa mungkin aku ingin melupakan semua hal tentang krystal aku sudah muak.

Aku mengaktifkan handphoneku dan melihat ada 2 pesan dari krystal dan kwangmin,pesan dari kwangmin berisi perminta maafan sedangkan pesan dari krystal hanya berisi pertanyaan dimanakah aku berada.

Aku hanya menunduk memandangi pesan singkat dari krystal,haruskan aku membalasnya?aku hanya ingin membuat semuanya jelas namun aku benar-benar bingung harus bagaimana aku memilih untuk mematikan handphoneku dan membuangnya ke sungai han.

Orang-orang yang melihat aku membuang handphoneku menatapku aneh,namun aku memutuskan untuk mengacuhkannya aku tidak peduli dengan apa yang mereka pikirkan.aku berjongkok mentaap handphoneku yang tenggelam dan tanpa terasa airmata sudah membasahi kedua pipiku,aku menangkup wajahku menutupi semua kelemahanku dari orang-orang yang ada ditaman itu.

~Haneul pov~

“whoammm..”

Aku menguap dan mengeliat,ini sudah sore namun si brengsek youngmin tidak datang kekantor juga pasti dia memutuskan untu bersenang-senang dengan krystal. Cih! Aku benci wanita itu,aku segera membereskan dokumen-dokumenku kedalam tempatnya namun sebelum aku pulang aku melihat minho oppa keluar dari lift.

“haneul-ah..kau sudah mau pulang?”Tanya minho padaku.

“nde oppa,ada apa?”tanyaku sambil menyeletingkan tas tanganku.

“oh..sebenarnya aku ingin bertanya,apa kau tahu kemana youngmin pergi?”Tanya minho padaku.

“aniyo..dia tidak bilang kemana dia akan pergi.”aku menjawab dan minho mengerutan keningnya,dia kelihatan khawatir.

“kau yakin?aku mencoba menghubungi ponselnya namun tidak terhubung.”minho mengungkapkan,aku sendiri tidak tahu kemana si brengsek itu pergi apalagi kau mingo oppa.

“apa kau mau menitip pesan?aku bisa menyampaikannya besok.”aku berkata dan memamerkan senyum ramahku.

“baiklah,tolong sampaikan padanya rapat dengan perusahaan liu dibatalkan.”minho berkata dan aku megangguk mengerti.

“aku akan menyampaikannya.”aku berkata dan minho oppa pun pamit untuk pulang duluan.

Aku menghela nafasku,sebenarnya sedikit aneh kenapa juga youngmin tidak mengaktifkan handphonenya? Aku berjalan menuju ruangan youngmin dan aku bis amelihat dokumen-dokumen yang masih berserakan dimejanya.

Aku segera membereskan dokumen-dokumen itu,namun tatapanku terhenti di foto figura yang ada disudut meja youngmin. Aku tersenyum melihat foto youngmin dan kwangmin,mereka benar-benar sangat lucu saat masih SMA berbeda jauh dengan sekarang aku memutuskan untuk pulang setelah selesai membereskan ruangan youngmin.

setelah selesai membereskan ruangan youngmin aku menutupnya dan pergi kelantai bawah,saat aku sampai disana aku mengobrol dulu dengan eunji sejenak semenjak aku bekerja disini eunji sudah menjadi teman dekatku.

“eh bagaimana dengan jongin-shi?apa dia masih mengejarmu?”eunji berkata sambil menangkup dagunya dengan kedua tangannya.

“aish..eunji-ya sebaiknya kita tidak membicarakan tentang playboy itu.”aku berkata dan cemberut.

Eunji tertawa dengan lepasnya,dia kelihatannya senang sekali melihat aku kesal dan eunji sekarang melingkarkan tangannya kebahuku.

“haneul-ah sepertinya hari ini kita harus pulang berdua.”eunji berkata dan mengeluarkan sebuah buket bunga mawar dan sebuah pesan.

Aku memandang buket bunga itu,aku sudah memiliki firasat buruk,jangan bilang kalau buket itu dari jongin karena aku sudah bosan harus membuang buket bunga ketong sampah lagi untuk kesekian kalinya.

“buket bunga ini dari jongin-shi,dia bilang dia tidak bisa menjemputmu karena sakit.”eunji berkata.

Bagus sekali! Sekarang aku harus membuang buket bunga itu karena rumahku sudah dipenuhi oleh mawar yang jongin kirim beberapa hari yang lalu,aku mengambil buket bunga itu dengan malasnya dan aku mengambil sebuah note yang ada di sela-sela buket bunga itu.

Haneul-shi..maafkan aku,aku harus absen mengantarmu hari ini aku benar-benar merasa tidak enak badan L tapi tenang saja aku akan menjemputmu lagi besok ok? Hati-hati dijalan dan jangan pulang sendirian (-__^)

Aku tidak bisa menyembunyikan senyumku,aku harus mengakui surat dari jongin sangat manis sekali aku segera menyembunyikan surat itu saat eunji melirik kearahku.

“sebaiknya kita pulang bersama ok?ini sudah malam.”eunji berkata dan aku mengangguk.

“eunji-ya..maaf ya sebelumnya aku tidak bis apulang bersamamu.”aku tersenyum dan menggandeng tangan eunji.

“tidak apa-apa,aku tahu.”eunji berkata dan kamipun pergi keluar dari kantor.

Setelah beberapa menit diperjalanan aku sampai di apartemenku dan aku memijat bajuku yang sangat pegal,bekerja di perusahaan yang besar memang berhasil menghabiskan seluruh energiku.

Aku membantingkan tubuhku keranjang sejenak,mengistirahatkan otot-ototku yang terasa sanagt pegal sekali. Aku berbalik kearah tas tanganku yang ku simpan di meja kecil dekat ranjang,aku sebenarnya sedikit khawatir pada youngmin haruskan aku menghubunginya? Aku segera mengambil tasku dan mengeluarkan handphonenku.

Aku menatap kosong kearah handphoneku,aku sedikit ragau namun akhirnya kuhubungi nomor youngmin. Aku menunggu beberapa saat namun ternayta nomor youngmin tidak aktif,aku memajukan bibirku kesal beraninya dia tidak mengangkat telepon dariku! Apakah dia sedang sibuk? Kenapa juga dia tidak mengatakan kenapa dia pergi dan kemana?!

AISH…rambutku bisa rontok kalau memikirkannya,aku segera pergi menuju kamar mandi untuk mandi sebenarnya aku juga sedikit khawatir pada jongin. Dia kelihatan nya benar-benar sakit sampai tidak bisa menjemputku, bukannya aku mulai manja dan ingin di jemput oleh dia tapi dia baik sekali padaku sangat tidak sopankan kalau kau tidka menanyakan kabar orang yang baik padamu?

Setelah selesai mandi aku segera mengambil handphoneku,aku sedikit ragu namun akhirnya aku mengetik pesan singkat untuk jongin.

Aku sudah menerima bungamu,terimakasih dan kau bilang kau sakit? Kau sakit apa?apa sekarang sudah baikan?

Aku memijit tombol kirim dan pesan teks ku sukses terkirim namun baru juga aku menunggu beberapa menit handphoneku sudah bergetar,aku dengan cepatnya mengambil handphoneku dan melihat satu pesan baru dari jongin.

Haneul-ah aku sakit demam,sepertinya aku terlalu banyak bekerja dan memikirkanmu :*

Aish..lelaki ini benar-benar ingin mendapatkan tonjokanku.

Oh begitu ya? Istirahat yang banyak saja,lain kali tak usah menjemputku.

Aku membalas pesan singkat jongin,aku segera pergi kedapur untuk menyiapkan makan malamku.

Kenapa kau jahat sekali padaku haneul-ah T.T akukan ingin memastikan kalau kau pulang dengan selamat dan baik-baik saja.

Membaca balasan pesan itu aku tertawa kecil,sebenarnya jongin memang lelaki yang baik namun entah kenapa selalu saja ada alasan kenapa aku tidak menyukainya.

Kau mengangguku dengan buket bungamu,kau tahu sudah berapa banyak buket bunga yang kuterima?bahkan jendela dan mejaku sudah penuh oleh bunga darimu!

Aku membalas pesan teks itu dan mulai menghangatkan air,sepertinya malam ini aku hanya bisa makan ramen.

Bunga mawar itu lambang cintaku padamu haneul-shi,bukankah itu bagus?bunga-bunga itu akan mengingatkanmu padaku iyakan?

Aku benar-benar muak mengobrol dengan jongin,sebaiknya dia sakit selama nya dan tidak pernah kembali lagi ke korea!

Bunga-bunga itu mengingatkanku untuk menonjokmu besok jongin-shi..

Aku tertawa jahat dan mengirimkan pesan itu pada jongin,untuk beberapa saat aku dan jongin bertukar pesan ternyata jongin cukup asik untuk diajak bercanda. Namun aku tidak akan pernah jatuh keperangkapnya dan jatuh cinta padanya,karena aku tahu dia hanya ingin mempermainkanku.

Aku melirik kearah jam dan waktu menunjukan jam sepuluh malam,karena kau mengantuk aku segera berpamitan pada jongin lewat sms dan tidur. Sebaiknya aku menyiapkan tubuhku untuk besok,aku tidak ingin mengantuk di kantor bisa-bisa youngmin membunuhku jika dia tahu aku tidur di kantor.

Tok..tok..tok..

Mendengar ketukan pintu aku langsung bangun,padahal aku baru saja akan tidur dengan kesalnya aku bangun lagi dan keluar dari kamarku.

“nuguseyo??”aku berteriak di balik pintu dan membuka pintu.

BRUKKK…

Tiba-tiba saja sebuah tubuh jatuh kehadapanku,aku panik dan sadar kalau tubuh yang jatuh itu adalah youngmin. Aku bisa melihat kedua pipinya merah dan aku bisa mencium bau alkohol keluar dari mulutnya, aishh..jadi dia pergi mabuk-mabukan? Pantas aja dia tidak mengangkat teleponnya.

sajang-nim..”aku membopong tubuh youngmin walaupun berat dan membawanya kesofa.

sajang-nim..gwenchana?”aku berkata menepuk-nepuk kedua pipi youngmin yang merah.

Youngmin hanya diam,dan tiba-tiba saja dia menangis dan memelukku. Aku bersumpah jika dia tidak mabuk aku sudah mendorongnya menjauh dan menamparnya dengan keras,namun aku merasa kasihan saat aku melihat dia menangis.

“hiks..hiks..tidak ada satu orangpun yang peduli padaku..”dia berkata ditengah tangisnya.

“apa yang kau katakan sajang-nim? Semua orang mengkhawatirkanmu saat kau menghilang.”aku berkata namun dia menggelengkan kepalanya seperti anak kecil.

“tidak ada seorangpun yang mencintaiku dengan tulus,haneul-ah..aku ingin mati saja.”dia berkata setengah ngaco mungkin karena dia mabuk berat.

“sajang-nim sebaiknya kau tidur,aku akan mengambil air putih dulu untuk mu.”aku segera bangkit dari dudukku namun youngmin menarikku.

“haneul-ah..jangan tinggalkan aku..” dia memohon dan aku bisa melihat jelas airmatanya mengalir membasahi pipi youngmin.

Aku benar-benar tidak kuat melihatnya seperti ini,sebenarnya apa yang terjadi?kenapa dia berubah menjadi seperti ini? Setahuku youngmin bukanlah tipe lelaki peminum yang biasa datang ke club malam,dia tipe yang serius dan konservatif.

“sajang-nim..”aku berkata.

“jangan panggil aku sajang-nim,aku membencinya! Panggil aku youngmin karena hari ini aku youngmin bukan sajang-nim.”youngmin berkata dan menunduk.

“youngmin-ah..apa yang terjadi?kenapa kau minum?”aku berkata dan duduk di sampingnya.

“aku lelah haneul-ah..hiks..hiks..aku hanya ingin bahagia.”dia mengungkapkan dengan suara gemetarannya,dia mungkin mabuk namun dia masih bisa berbicara dengan normal.

“youngmin-ah..jangan menangis,kau laki-laki.”aku berkata dan mengusap airmata yang membasahi pipinya.

“aku juga benci,aku benci menjadi diriku sendiri!”dia membentak dan menjenggut rambutnya dengan frustasi,aku segera menyentuh kedua tangannya mencegahnya untuk melukai dirinya sendiri.

“youngmin-ah!cukup..kau benar-benar mabuk.”aku balik membentak dan menarik tanagnya dari kepalanya.

“haneul-ah..bunuh aku..”youngmin berkata bibirnya gemetaran,aku benar-benar ingin menangis melihat keadaan youngmin yang seperti ini.

Aku benar-benar sadar,inilah kenapa alasan kwangmin selalu mengkhawatirkan hyungnya sekarang aku benar-benar mengerti bagaimana khawatirnya kwangmin. Youngmin benar-benar terluka secara psikologis, dia sangat rapuh dan rentan sedikit pukulan bisa membuat dia hancur berkeping-keping seperti ini.

Aku mungkin tidak tahu penyebab kenapa youngmin seperti ini namun aku kasihan melihatnya menangis dan menyiksa dirinya sendiri,aku menarik youngmin kedalam pelukanku dia menyembunyikan wajahnya didadaku dan aku bisa merasakan cairan hangat membasahi baju piyamaku.

“shut..semuanya akan baik-baik saja youngmin-ah,aku akan ada disisimu begitu juga kwangmin.”aku berkata mengelus kepala youngmin.

“haneul-ah..hiks..hiks..”dia menangis dan memelukku dengan erat,terkadang youngmin memang seperti anak kecil.

Untuk beberapa menit youngmin terus menangis,aku merasa khawatir dan sesekali kuelus kepalanya sampai akhirnya dia tertidur lelap dalam pelukanku. Aku segera melepaskan pelukanku dan mengambil selimut dan bantal ekstra.

Aku selimuti tubuh youngmin,dia kelihatan seperti malaikat saat dia sedang tidur namun sayang dibalik wajah tampanya dia tersiksa. Aku mengelus rambut youngmin untuk terakhir kalinya namun aku kaget saat youngmin memegang tanganku,dia tersenyum namun matanya masih tertutup.

“jangan pergi..”dia berbisik serak.

Aku tersenyum dan terus mengelus kepalanya,terkadang aku merasa kalau youngmin benar-benar tersiksa. Namun aku masih bingung,kenapa dia bisa seperti ini?apakah ada sesuatu yang buruk terjadi padanya?

Aku mengambil handphoneku dan kaget melihat kwangmin meneleponku berkali-kali,aku segera menelepon dia dan tak menunggu lama kwangmin segera mengangkatnya.

“Yo..buseyo..”kwangmin mengangkat teleponku sambil terengah-engah.

“kwangmin-ah..kau menguhubungiku,ada apa?”tanyaku sedikit gugup,entah kenapa setiap aku bericara dengannya jantungku tiba-tiba saja berdetak dengan kencang lalu tanganku selalu gemetaran.

“haneul-ah,apakah kau tahu dimana hyungku?dia tiba-tiba saja menghilang dan aku sangat khawatir.”kwangmin berkata.

“tenang saja kwangmin-ah,sajang-nim ada di apartemenku.”aku menjawab.

“MWO?!apa dia lakukan denganmu?”Tanya kwangmin penuh kecurigaan.

“bukan apa-apa,dia mabuk dan pdatang keapartemenku.”aku berterus terang dan aku bisa mendengar kwangmin menghela nafasnya dengan lega.

“bagus kalau begitu…aku benar-benar khawatir.”kwangmin mengungkapkan dan aku tersenyum,sepertinya kwangmin benar-benar menyayangi kakak kembarnya.

“kwangmin-ah..kalau boleh tahu,kenapa youngmin-ah jadi seperti ini?”aku bertanya,aku melirik kearah figure youngmin yang sudah terlelap tidur.

“ini semua karena krystal.”kwangmin menjawab,aku benar-benar marah sekarang beraninya wanita itu menyakiti youngmin?!

“mwo?apa yang terjadi?”aku mencoba mendapat informasi dari kwangmin.

“krystal sebenarnya sudah bertunangan dengan hyunseong,kedua orangtua mereka sudah membahas soal pernikahan mereka.”kwangmin menuturkan,saking kesalnya aku menggenggam handphoneku dengan erat menahan emosiku.

“sepertinya krystal kabur,dia mungkin hanya takut pada komitmen bukan karena dia mencintai hyung…aku juga tidak mengerti tapi aku punya firasat kalau krystal hanya ingin berlari dari kenyataan.”

Aku menutup mataku,malang sekali nasibmu youngmin-ah aku berjanji aku akan membalaskan semua sakit hatimu pada krystal.

“begitu ya,terimakasih atas informasinya…tenang saja youngmin-ah sudah tidur dia akan merasa baikan besok.”aku berkata.

“bagus kalau begitu,aku mohon maafkan hyung yang merepotkanmu aku benar-benar berterima kasih.”kwangmin berterimakasih dan aku hanya bisa mengangguk.

Setelah berpamitan akupun menutup telepon dan aku kembali melirik kearah youngmin yang sudah tertidur,Aku mengelus kepalanya sekilas dan akupun menghela nafasku.

Seharusnya kau tidak menderita seperti ini youngmin aku akan menjagamu aku berjanji.

~Youngmin Pov~

Sinar matahari membuat mataku sakit,aku membuka mataku perlahan namun tiba-tiba saja rasa sakit yang dahsyat menyerang kepalaku. Aku meringis sambil memegang kepalaku,aku melirik kesekitar namun aku tidak mengenali ruangan dimana aku berada sekarang.

Aku segera bangkit dari sofa dan harum masakan menggoda perutku yang lapar,aku melirik kearah dapur dan melihat haneul sedang memasak nasi goring dan sebuah sup.

“youngmin-ah..kau sudah bangun.”haneul tersenyum padaku saat dia menyadari kalau aku sudah bangun dan menatap kearahnya.

“bagaimana aku bisa disini?”aku berkata penuh dengan kebingungan sambil memegang kepalaku yang rasanya ditusuk-tusuk jarum.

“kau mabuk,aku sudah menyiapkan sup untukmu agar kau baikan.”haneul berkata dan menyajikan sup yang dia masak kedalam mangkuk kecil.

“benarkah?apa aku tidak mempermalukan diriku sendiri?”aku bertanya dengan polosnya,aku tahu jika aku mabuk aku selalu menangis dan berteriak-teriak tidak jelas.

“tidak tenang saja,kau hanya pingsan.”haneul melangkah kearahku,dia memberikanku mangkuk kecil yang berisi sup.

“makanlah,kau harus sehat jika kau mau bekerja.”haneul memamerkan senyum manisnya padaku,aku tidak bisa berhenti menatap kearah mata beningnya.

“terimakasih..”aku menjawab dan mulai memakan sup yang dia berikan padaku.

“lain kali jika kau punya masalah sebaiknya kau menceritakan nya padaku ok?jangan kau pendam sendiri.”haneul berkata dan pergi kedapur mungkin melanjutkan memasak.

Aku hanya menatap kosong kearah mangkuk yang berisi sup buatan haneul,bagaimana dia tahu kalau aku ada masalah?apakah aku tidak senagaja mengigau dan mengutuk krystal didalam tidurku?

Aku segera menghabiskan sup yang haneul buatkan untukku,setelah memakan sup panas itu akau sedikit meras abaikan namun aku masih pusing.

“aku sudah siap,sebaiknya kita pergi kekantor sekarang.”haneul berkata dan aku bisa melihat dia sudah menenteng blazer hitam yang kemarin kupakai.

“baiklah..”aku berkata dengan singkat dan hendak berjalan kearahnya,karena aku masih pusing tiba-tiba saja aku terpeleset dan hampir jatuh.

Haneul yang melihatnya segera membantuku namun berat badaku kelihatannya terlalu berat untuknya dan akhirnya kami berdua berakhir tergeletak dilantai dengan posisi aku diatasnya,mata haneul membulat dengan sempurna karena kaget begitu juga denganku bibirku dengan bibir haneul bahkan hampir bersentuhan.

Kami berdua hanya diam sesaat,entah kenapa aku merasakan jantung berdebar sangat kencang dan aku tidak bisa berkedip sedikitpun. Haneul segera mendorongku menjauh dan dia segera berdiri,aku yang masih kebingungang hanya diam dan akhirnya berdiri.

“youngmin-ah ini sudah siang sebaiknya kita pergi bekerja.”haneul dengan canggung nya berkata dan memberikan blazer hitamku lalu dia berlari keluar.

Aku hanya tersenyum tipis,dia ternyata lucu juga kalau sedang panik atau gugup. Aku segera berjalan mengikutinya keluar dari apartemennya,ternyata diluar masih pagi-pagi sekali aku bisa merasakan angin segar pagi hari menyambutku saat aku keluar dari apartemen haneul.

“wah..udara hari ini sangat segar.”aku bisa mendengar haneul berkata,dia mendongak kearah langit dan tersenyum.

“youngmin-ah..kau bisa merasakannyakan?”dia bertanya padaku,entah kenapa dia tiba-tiba saja sangat baik padaku bisanya dia selalu marah dan ketus padaku.

“ya,aku bisa merasakannya.”aku menjawab dan tersenyum tipis.

Haneul tersenyum dan menggandeng tangaku.

“ayolah..kenapa kau kelihatan lemah seperti itu? Bersemangatlah sedikit.”haneul berkata dan menarikku.

“kau membawa mobilkan?”haneul bertanya dan aku mengangguk.

“kau sudah baikan?kita bisa naik bus jika kau masih pusing.”haneul bertanya,dia bergelayut manja dilenganku mata besar coklatnya menatapku penuh harap.

“aku baik-baik saja,tenang..”aku berkata dan tersenyum.

Aku tidak pernah melihat sisi ini dari haneul,selama aku bekerja dengan nya dia selalu memperlihatkan sikap professional dan seriusnya aku tidak tahu kalau dia bisa selucu dan menggemaskan seperti sekarang.

“youngmin-ah..”

Mendnegar bagaimana dia memanggil namaku dengan nada yang berbeda berhasil emmbuatku sedikit gugup,nada suara haneul benar-benar berubah dia tidkamenggunakan nada suaranya yang kaku dan terdengar dewasa lagi melainkan nada suara yang manja dan lucu.

“apa?”aku bertanya sedikit ketus,aku sedikit curiga dengan perubahan sikap wanita yang satu ini.

“aish..ketus sekali,aku hanya ingin bertanya apakah kau mau kubuatkan bento?”haneul bertanya,tangannya masih mengandeng lenganku dengan manja.

“kalau kau tidak keberatan.”aku menjawab dengan malas.

“bagus kalau begitu,aku sudah menyiapkan bento untuk makan siang kita.”dengan cerianya haneul menunjukan bungkusan bento kearahku.

Setelah berbincang sesaat kami berdua akhirnya sampai dimobil dan pergi menuju kantor,sepanjang perjalanan pikiranku tak bis alepas dari krystal dan berbagai masalah yang harus kuhadapi.

“youngmin-ah,apa kau suka acara radio?bolehkan aku menghidupan radionya?”suara haneul menyadarkanku dari lamunanku.

“ya,hidupkan saja.”aku menjawab dengan asal.

Haneul kelihatannya tidak suka dengan reaksiku dan akhirnya menghidupkan radio takmenunggu lama lantunan music lembut dari lagu Wasurenaide-DBSK terdengar cukup menenangkanku,suara piano dan arasemen lainnya terdengar sangat harmonis dan menenangkan.

“wah aku sangat suka Dbsk.”haneul berkata dengan riangnya.

“mereka kerenkan?aku ingin sekali menonton konser mereka namun sayang mereka harus bubar…aku benar-benar kecewa.”haneul berceloteh namun aku tidak tertarik menanggapinya dan fokus menyetir.

“oh iya,youngmin-ah bagaimana kalau aku,kau dan kwangmin-ah berpiknik bersama akhir pekan ini?kalian tidak sibukkan?”haneul bertanya,aku sedikit curiga kenapa haneul memanggil kwangmin dengan panggilan akrab?apakah mereka sudha lebih dekat sekarang.

“aku punya wkatu luang tapi aku tidka tahu soal kwangmin.”aku menjawba dan mebelokan mobilku kearah kantor.

“oh iya,diakan artis..”haneul langsung cemberut.

“kita bahas itu nanti saja ok?kita harus bekerja.”aku berkata dan keluar dari mobil,aku segera berjalan masuk kedalam kantor tak mempedulian haneul yang mengjarku dibelakang.

Aku berjalan masuk kelobi dan seperti biasanya aku bertemu dengan dua resepsionis yang biasa berjaga didepan kantor.

“selamat pagi sajang-nim.”kedua resepsionis itu menyapuku dengan kompak.

“pagi.”aku menjawab singkat dan masuk kedalam lift aku menunggu haneul yang berlari menuju lift.

“kau lelet sekali.”aku berkata dengan kesal dan langsung memijit tombol menuju ruanganku.

“aish!sajang-nim..kau tahukan aku membawa beka bento untukmu?”dia berkata dengan nada mengejek.

~Double Trouble~

Jongin yang baru bangun segera bersiap-siap untuk pergi kekantor,walaupun dia sedikit merasa tidak enak badan dia harus pergi kekantor untuk mengurus semua keperluan perusahaannya dia merasa tidak tenang jika dia tidak tahu bagaimana perkembangan perusahaannya.

Setelah selesai bersiap-siap,jongin hendak keluar namun dia kaget saat melihat Jessica sudah menatapnya sambil berkacak pinggang.

“kau mau kemana?”Tanya Jessica.

“noona,aku harus bekerja.”jongin menjawab dan mengambil kunci mobilnya yang ada di counter dapurnya.

“mwo?kau masih sakitkan?”Tanya Jessica dia mendekat dan menyentuh dahi jongin.

“tidak apa-apa noona,aku benar-benar sudah sembuh.”jongin melepaskan tangan Jessica dari dahinya.

“jongin-ah sebaiknya kau beristirahat.”Jessica mengusulkan namun jongin yang keras kepala tentu saja menolak.

“tidak noona aku hanya ingin bekerja,aku juga akan pulang cepat kok..tenang saja ok?”jongin pergi meninggalkan Jessica.

Jessica hanya bisa memandangi sosok jongin,dia sangat khawatir apalagi kemarin jongin mendadak sakit demam tinggi dan mengigil. Apakah jongin bisa kuat bekerja seharian dengan kondisinya yang tidak sehat itu? Jessica memutuskan untuk mengikuti sepupunya itu tanpa sepengetahuan jongin.

Jessica berjalan dengan pelan tepat dibelakang jongin,dia sebenarnya sedikit menyesal menggunakan sepatu hak tingginya yang membuat suara lantang jika dia melangkah.jessica dengan pelannya melangkah mengikuti jongin,karena jongin memiliki insting yang kuat dia segera menoleh kebelakang dan Jessica segera bersembunyi.

Jongin melirik kearah kanan dan kirinya dan masuk kedalam mobilnya lalu pergi,Jessica yang melihat itu segera masuk kedalam mobilnya dan mengikuti kemana jongin pergi.

Ternyata jongin tidak berbohong dia benar-benar pergi kekantornya,Jessica menghela nafas lega sebaiknya dia tidak menganggu sepupunya itu saat bekerja.

Jongin yang sudah ada di kantor memutuskan utuk mulai bekerja,pikirannya mulai fokus pada dokumen-dokumen yang sekertarisnya berikan padanya sebenarnya sekertarisnya adalah sahabat dekatnya sendiri yaitu kyungsoo.

“aku dengar kau sedang dekat dengan sekertaris youngmin.”kyungsoo berkata sambil memberikan dokumen yang dia bawa pada jongin.

“kau pasti memiliki banyak waktu sehingga kau bisa mendengarkan gossip.”jongin meledeka dan mulai membuka dokumen laporan kyungsoo.

“oh tentu saja,aku selalu meluangkan waktu untuk menjaga image bosku.”kyungsoo mengungkapkan dengan seringai kecil di bibirnya.

“betapa beruntungnya aku memiliki sekertaris sepertimu kyungsoo-ya.”jongin berkata sambil mengedipkan matanya pada kyungsoo.

“YAH! Hentikan semua rumor tentangmu dan haneul sekarang juga.”kyungsoo marah dan mengebrak meja,kesabaran nya sudah habis.

“tidak baik bagim untuk marah-marah dipagi hari kyungsoo-ya.”jongin berkata dengan malas,dia sudah biasa menerima ceramah dan amukan orang-orang terdekatnya jadi dia cukup tenang dalam menghadapi konfrontasi.

“Jongin sajang-nim,aku tidak akan mengulangi perkataanku lagi tapi rumormu sangat berpengaruh dengan image perusahaa.”kyungsoo berkata setengah berbisik dan meyentuh bahu jongin.

“aku harap kau membuat keputusan yang benar.”

Setelah kyungsoo selesai berbicara dia keluar dari ruangan nya dan membanting pintu jongin,dia sudah kesal dengan semua rumor yang dia dengar kemarin-kemarin dari haneul dan sekarang dia malah dirumorkan lagi dengan haneul.

Jongin benar-benar harus mencari biang keladi semua rumor ini berasal,dia mengambil telepon nya dan menghubungi sebuah nomor.

“manager Kim,kumpulkan semua manager dan supervisor..aku ingin tahu siapa salah satu diantara mereka yang pantas mendapatkan kenaikan gaji.”jongin berbohong dan dengan kebohongan yang indah itu tentu saja manager kim menyutujui perintah jongin.

“baik sajang-nim.”dengan senangnya manager kim menyetujui.

Taklama menunggu jongin sudah berhadapan dengan lima orang supervisor diperusahaan nya,jongin menatap kearah kelimanya dengan tatapan curiga, jongin benar-benar harus memperingati semua pegawainya agar tidak bergosip dan menyebarkan rumor tentang dia lagi.

“senang sekali akhirnya aku bisa bertemu dengan kalian secara langsung.”jongin berkata dengan senyumnya,walaupun dia tersenyum dengan bersikap manis entah kenapa kelima supervisor itu merasakan atmosphere yang sangat gelap.

Jongin berdiri dari duduknya dan melingkarkan tangannya diantara kedua supervisor yang berdiri ditengah karena mereka berdua kelihatan yang paling gugup diantara supervisor lainnya.

“nah kalian sudah ada disinikan?apa kalian mengenal aku?”Tanya jongin dan kelima supervisor yang gugup itu mengangguk.

“bagus kalau begitu.”jongin melepaskan tangannya dan duduk dimeja nya mengahadap kearah supervisornya.

“aku hanya penasaran,belakangan ini aku mendengar banyakkk sekali rumor yang tidak benar tentangku…”saat dia mengatakan itu jongin menatap kearah kedua supervisor yang ada di tengah dan mereka benar-benar kelihatan panik karena jongin bisa melihat kedua sisi dahi mereka berkeringat.

“aku ingin kalian jujur,angkat tangan kalian jika kalian tahu darimana asal dan datangnya rumor itu jika tidak ada yang mengangkat tangan kalian semuanya aku pecat!”jongin mengancam dan tentu saja kedua supervisor yang ada ditengah langsung mengangkat tangan mereka dengan gemetaran.

“oh kau,siapa namamu?”jongin menunjuk kearah salah satu supervisor yang berkacamata.

“K-kang dongeun..”dia menjawab dengan gugup,jongin  menyeringai dan menarik kerah baju supervisor itu.

“DARIMANA RUMOR ITU BERASAL?!”jongin membentak membuat dongeun semakin gemetaran.

“A-anu..aku..aku diperintahkan oleh direktur song untuk M-menyebarkannya…”dongeun mengaku dan jongin melepaskan kerah baju dongeun.

“kalian berdua di pecat!”jongin berkata dan berlari keluar dari ruangannya penuh emosi.

“Jongin!kau mau kemana?!”Tanya kyungsoo yang baru saja keluar dari lift.

“aku akan menghentikan semua rumor itu.”jongin menjawab dan pergi kelantai atas.

“kemana?”Tanya kyungsoo hendak mengikuti jongin namun jongin mendorong kyungsoo keluar dari lift.

“bukan urusanmu!”dia menjawab dengan geram dan menutup pintu lift.

“YAH!KIM JONGIN!”kyungsoo membentak,sahabatnya itu benar-benar sangat keras kepala.

Setelah menunggu beberapa menit dia akhirnya sampai dilantai yang dia tuju,dengan langkah kaki yang cepat dia mendatanagi ruangan direktur song yang taklain adalah pamannya sendiri. Dari dulu jongin tahu kalau pamanya itu ingin merebut takhta kekuasaan perusahaan kim karena dia sangat serakah dan licik,namun direktur song sepertinya meremhkan kekuatan jongin dan dia sekarang akan membuktikan kekuasaan nya diperusahaan ini.

Sebelum jongin bisa menyentuh pintu ruangan direktur song,sekertarisnya mencegahnya namun jongin tidak peduli dan mendorong wanita itu sampai jatuh kelantai.

“song samchon!”jongin memanggil membuat lelaki paruh baya yang duduk dikursinya mberhenti menulis dan sedikit kaget melihat keponakannya yang menatapnya dengan tajam.

“omo..kau mengagetkanku jongin.”direktur song berkata dan mengacuhkan keponakannya itu,dari dulu dia sudah tidak suka dengan kelakuan keponakannya yang tidak sopan dan seenaknya saja itu.

“apa nama Kang dongeun familiar bagimu?”jongin bertanya dan seketika direktur song menghentikan tulisannya.

“siapa?aku tidak mengenalnya.”direktur song melanjutkan menulis.

“JANGAN BOHONG!”jongin membentak.

“BERANINYA KAU!”Direktur song ikut marah dan membentak.

Keduanya diam dan saling menatap tajam,jongin mengepalkan kedua tangannya menahan emosi yang meluap-luap begitu juga dengan direktur song.

“kau tahu?keberadaanmu hanya membuat kekacuan saja!tak ada seorangpun yang menyukaimu!” direktur song berkata.

“lihatlah siapa yang berbicara?bagaimana dengan kinerjamu yang sama sekali tidak ada kemajuan?!”jongin membalas.

“kau mungkin pewaris tunggal perusahaan ini,tapi kau tidak layak memimpin perusahaan ini.”

“dan kau kira kau layak?”jongin mengngkat halisnya,dia senang sekali memprovokasi lelaki tua yang ada dihadapannya itu.

“TUTUP MULUTMU! Apa orangtuamu tidkamengajrkanku sopan santun? Oh iya kau lupa..mereka terlalu sibuk untuk mengurusmu.”

Jongin mungkin bisa menahan jika pamannya itu meledek tentang dirinya namun membawa orangutan kedalam masalah mereka benar-bear berhasil memperkeruh maslah, jongin segera berjalan mendekati pamanya itu dan menarik kerah baju pamanya tanpa ragu ataupun takut.

“kau oleh meledekku seenak jidatmu! Tapi tidak dengan orangtuaku sebaiknya kau menarik perkataanmu sekarang juga!”

Direktur song menolak untuk menarik perkataannya dia tetap diam dan menatap kearah jongin penuh dengan amarah.

Jongin mengepalkan kedua tangannya dan bersiap untuk memukul pamanya itu dan direktur song mengeraskan rahangnya bersiap untuk merasakan pukulan keras jongin,namun pukulan itu tidak pernah datang dan direktur song membuka matanya dia kaget saat melihat jongin sudah berlinang airmata.

Jongin melepaskan kerah baju pamannya itu dan keluar berlari dari ruangannya,entah kenapa saat dia melihat airmata jongin sebagian kecil darinya merasa sangat bersalah.

“AISH! Anak berandalan itu!”direktur song berkata dan memukul mejanya.

Jongin berlari bersembunyi dari semua pegawainya,dia benci sisi lemahnya dia mungkin kuat secara fisik namun kelemahannya adalah orangtuannya. Selama dia hidup orangtuanya selalu menjadi kelemahannya karena dia tidak pernah tahu apa yang orangtuanya pikirkan,dia tidak pernah akrab dengan mereka namun entah kenapa jongin menyayangi mereka dan sangat sakit baginya jika dia mendengar orangtuanya di remehkan atau dicela seperti tadi.

“SIAL!”dia mengutuk dan menutup pintu ruangannya.

Dia segera menyeka airmatanya,dia tidak ingin seorangpun melihat betapa lemahnya dia dan dia membenci airmata yang sekarang tidak bisa berhenti jatuh membasahi pipinya.

“ya!kim jongin..”kyungsoo memanggil dengan kesal,mendengar suara kyungsoo jongin segera berbalik menyembunyikan wajahnya.

“ada apa kau kesini?!”jongin berkata walaupun kyungsoo tidak melihat wajahnya kyungsoo bisa menebak kalau jongin menangis karena suaranya serak.

“kau kenapa?apa kau sakit lagi?”Tanya kyungsoo penuh kekhawatiran.

“aku tidak apa-apa,kau tidak saja sebaiknya kau pergi.”jongin berkata,suaranya sudah kembali normal.

“ya kim jongin,kau tidak bisa membohongiku ada apa?”kyungsoo menarik bahu jongin dan memaksa jongin untuk melirik kearahnya.

Kyungsoo kaget saat melihat kalau jongin memang menangis,ini pertamakalinya kyungsoo melihat betapa lemahnya jongin. Selama kyungsoo mengenal jongin dia selalu kagum pada keberanian dan kekuatan jongin,dia selalu melawan jika ada orang yang meremhkannya dan selalu siap memukul siapapun yang berani membantahnya namun melihat jongin yang menangis seperti ini.

Kyungsoo ingat kalau jongin juga manusia,dia bukanlah robot yang selalu siap melindungi dan menahan semua pukulan yang dia terima.

“yah kim jongin,wae geurae?”Tanya kyungsoo.

opso..pergilah kau mengangguku,dan soal rumor yang beredar tenang saja semuanya akan berhenti.”jongin berkata dan menyeka airmatanya.

“jongin-ah..kau benar-benar seperti wanita! Kau menangis karena rumor itu?psh..aku kira kau jantan.”kyungsoo berkata,dia sekarang menunggu jongin marah dan mecekiknya.

“yah!beraninya kau!”jongin menarik kyungsoo dan jongin mengacak-ngacak rambut kyungsoo membuat kyungsoo tertawa sambil mengerang kesakitan.

“kau sebaiknya menarik perkataanmu.”jongin bercanda,dia tahu kyungsoo mengatakan itu karena dia ingin menghiburnya.

“ok..ok aku menarik semua perkataanku,hei bagaimana kalau kita pergi ke club malam ini?aku dengan banyak sekali wanita cantik yang datang.”kyungsoo mengusulkan namun dengan anehnya jongin segera mengelengkan kepalanya.

“aku tidak bisa,kau benar..aku lelah hidup menjadi seorang playboy aku rasa aku harus berhenti dan fokus pada satu wanita.”jongin berkata dan kyungsoo tidak bisa berhenti bersyukur pada tuhan,akhirnya moment yang dia tunggu-tunggu datang juga.

“omo..aku tidak salah dengar?bagus kalau begitu aku sangat bahagia.”kyungsoo berkata dan jongin hanya tersenyum.

“aku tahu sekarang,aku hanya ingin berubah dan menjadi kim jongin yang baru.”jongin menatap kearah jendela kyungsoo penuh dengan harap.

“tenang saja,aku akan membantumu.”kyungsoo menepuk bahu jongin penuh dengan kebanggan.

“dan aku rasa peraturan pertama yang harsu kau lakukan adalah,membuang semua bir yang ada di kulkasmu.”kyungsoo bercanda.

“ya..kau gila?”Tanya jongin dan kyungsoo tertawa.

“aku hanya bercanda,aku tahu kau menyukai bir mu lebih dari apapun.”kyungsoo menjawab.

“kau salah..mungkin aku akan berhenti minum,jika aku bisa.”jongin berkata dan kyungsoo mengangguk penuh perhatian.

~Double Trouble~

Siang menjelang dan waktu makan siang sudah datang,haneul yang sudah menyiapkan makan siangnya dengan senangnya mengetuk pintu youngmin.

sajang-nim..ini sudah waktunya makan siang..”haneul berkata dengan riangnya dan membuka pintu ruangan youngmin.

Haneul bisa melihat youngmin sedang tergelam dalam tumpukan dokumen-doukemen yang harus dia tanda tangani dan beberapa laporan dari berbagai divisi perusahaan,haneul tersenyum dan masuk begitu saja keruangan youngmin sambil meletakan kotak bentonya dihadapan youngmin membuat youngmin yang sedang membca dokumen mendonak kerahnya.

“bisakah kau mengetuk dulu sebelum masuk?”youngmin berkata dengan nada suara dinginnya.

“aku sudah mengetuk tapi kau tidak menyahut,inikan sudah siang sajang-nim sebaiknya kita makan dulu ok?”haneul menarik youngmin untuk berdiri.

“aish..aku sudah tidak selera makan,kau makan saja sendiri.”youngmin mencoba melepaskan tangan haneul.

“ah..wae?akukan kesepian kalau makan sendiri,kau tahukan aku membuat bento ini khusus untukmu?”haneul merajuk.

Youngmin bersumpah ingin tertawa saat melihat haneul merajuk,youngminpun berdiri dan menuruti keinginan haneul dia tidak ingin membuang waktunya dengan berdebat. Haneul kelihatan senang dan menyuruh nya untuk duduk di sofa yang berjarak tidak jauh dari mejanya,haneul dengan telatennya membuka kotak bentonya memamerkan hasil kreasinya.

“bagaimana youngmin-ah?kau suka?”haneul berkata,youngmin meneliti setiap detail bekal makan siang itu.

Bekal makan siang haneul memang sangat kreatif nasinya di bentuk menjadi bentuk hati dengan sisi kanan yang di penuhi sayuran dan disebelah kanan dengan daging ayam yang sudah dipotong-potong kecil.

Youngmin sebenarnya sedikit senang,dia merasa seperti anak kecil namun dia tidak bisa membantah kalau dia menyukai dekorasi makan siangnya.

“terimakasih,kau pasti repot sudah menyiapkan semua ini untukku.”youngmin berkata,dia tersenyum tipis menatap kearah makan siangnya.

“tidak apa-apa,aku senang kalau kau makan dengan lahap.”haneul berkata.

“ayo cepat dimakan.”haneul memrintah dan youngmin segera memakan makan siangnya,ternyata selain dekorasinya yang bagus makan siang haneul terasa sangat lezat sekali.

“bagaimana kau menyukainya?”Tanya haneul.

“hm..enak sekali.”youngmin berkata dan memakan makan siangnya.

Haneul sangat bahagia,melihat senyuman youngmin yang lebar dia benar-benar merasa semua usahanya untuk menyiapkan makan siang ini bukanlah apa-apa dibanding dengan senyum lebar youngmin.

“oh iya..aku juga sudah menghubungi kwangmin-ah,dia bilang dia juga punya waktu luang weekend ini jadi kita akan piknik bersama.”

Youngmin hanya menghela nafasnya,bagus..seharian dia harus berurusan dengan dua orang hyperaktif dan aneh seperti haneul dan kwangmin.

“menurutmu kita harus kemana?bagaimana kalau kita pergi kesungai han saja?atau kita bisa jalan-jalan ke insadong?”haneul kelihatan sangat bersemangat.

“sebelum kau merusak nafsu makanku,sebaiknya kau makan dulu makan siangmu dan kita akan membahas itu nanti.”youngmin berkata dan haneul mengangguk.

“oh iya..handphonemu kemana?aku sudah mencoba menghubungimu tapi handphonemu tidak aktif.”haneul bertanya lagi sambil melahap makan siangnya.

“aku membuangnya..”

“MWO?”haneul yang sedang memakan makas siangnya kaget dan tersedak,dia segera menepuk-nepuk dadanya.

“yah!kau kenapa,kau mau minum?”youngmin segera membuka tempat minum  berwarna hijau yang dibawa oleh haneul.

Haneul segera mengambil tempat minum itu dan meminum airnya,dia segera bernafas lega karena sekarang dia sudah tidak tersedak lagi.

“ya!michiesso?kenapa kau membuang handphonemu?”haneul bertanya dan memukul lengan youngmin.

“aku hanya ingin melupakan masa lalu yang ada di handphone itu.”youngmin berkata haneul mengerti dan diapun memutuskan untuk berhenti berbicara dan memakan makan siangnya.

Setelah selesai makan siang haneul dan youngmin memutuskan untuk kebali bekerja,haneul membereskan kotak bentonya.

“oh iya youngmin-ah besok kau mau apa?aku bisa menyiapkan makanan kesukaanmu.”haneul bertanya.

“aku tak punya makanan favorite,kau bisa masak apa saja.”youngmin menjawab acuh,haneul sebenarnya sedikit kecewa dengan perubahan sikap youngmin namun dia menyembunyikan kekecewaan nya dengan senyum lebar.

“baiklah,jangan salahkan aku jika besok aku membawa makanan yang tidak kau sukai.”haneul berkata dan keluar dari ruangan youngmin.

Namun belum juga dia sempat keluar langkahnya terhent,dia kaget melihat sosok yang ada dihadapannya.

“krystal?”haneul berkata.

“haneul..”krystal berkata dan mereka saling memandang sesaat.

~Double Trouble~

Krystal dan youngmin duduk disalah satu bangku café yang berjarak tidak jauh dari kantor youngmin,krystal tidak bisa berhenti memainkan kopi yang dia pesan dia tidak meminumnya namun dia terus mengaduknya.

“apa yang kau mau?”Tanya youngmin tak sedikitpun menatap kearahnya.

“youngmin-ah..aku ingin minta maaf.”krystal berkata sambil menunduk.

“untuk apa?kau tidak harus meminta maaf.”youngmin berkata dengan dinginnya.

“aku seharusnya memutuskan hyunseong aku tahu..”

“bukan itu yang membuatku marah!”youngmin membentak membuat krystal segera menutup mulutnya.

“aku hanya benci,aku benci kamu.”youngmin berkata dan hendak bangkit dari duduknya namun krystal segera menarik tangan youngmin menceghanya pergi.

“aku benar-benar ingin bersamamu yougmin-ah,aku mencintaimu.”

Youngmin menyeringai saat dia mendengar kata cinta keluar dari mulut krystal,dia sudah muak dengan ungkapan cinta palsu krystal.

“dulu juga kau mengatakan kau mencintaiku,tapi kau malah pergi keamerika dan sekarang..kau bilang kau emncintaiku tapi kenyataan nya kau hanyatakut iyakan?!”youngmin mengeluarkan semua kekesalannya,krystal gemetaran namun gengamannya pada tangan youngmin menguat.

“apa maksudmu aku takut?aku tidak mengerti..youngmin-ah aku benar-benar ingin bersamamu.”krystal berkata,airmata sudah mengumpul disudut matanya.

“jika kau ingin bersama-sama denganku,apakah kau akan menikah denganku jika kau melamarmu?”Tanya youngmin,dari sana krystal diam dia langsung melepaskan tangan youngmin.

“aku benarkan?kau hanya takut pada komitmen krystal,kau tidak mencintaiku kau hanya ingin kabur dari kenyataan kalau kau akan menikah dengan hyunseong.”youngmin menuturkan dan krystal hanya diam menangis di tempatnya.

“aku mohon,berhentilah mengusik hidupku ok?aku bahagia tanpamu dan kau juga.”youngmin berbalik dan pergi,namun belum juga dia melangkah jauh krystal meneriakan sebuah nama.

“Kim haneul..kau menyukai dia?”Tanya krystal dengan sebutan nama itu youngmin menghentikan langkahnya.

“kau harus berhati-hati dengan dia,dia merencankan sesuatu dengan jongin aku sering mendengar cerita eonni tentang bagaimana haneul dan jongin dekat.”krystal berkata dan mengepal kedua tangannya,dia merasa kesal sekali pada haneul.

“kau sudah di bohongi oleh dia,dia pengkhianat youngmin.”krystal mencoba mempengaruhi youngmin.

“dia sekertarisku,dan dia wanita yang baik-baik sebaiknya kau jaga mulutmu.”youngmin berkata dan pergi meninggalkan krystal.

Youngmin tertunduk dan masuk kedalam lift setelah dia sbeenarnya sedikit sedih dengan keputusannya untuk meninggalkan krystal,dia tahu kalau krystal memang mencintainya namun dia juga sangat tahu kalau krystal hanya takut pada komitmen.

Youngmin tidak bisa hidup terus didalam sebuah drama yang tidak berujung,dia ingin berhenti berlari dan berharap mungkin krystal bukanlah jodohnya oleh karena itu tuhan selalu menemukan jalan untuk memisahkan mereka berdua.

sajang-nim..”haneul memanggil saat dia melihat sosok youngmin keluar dari lift.

sajang-nim,gwenchana?bagaimana dengan krystal?”Tanya haneul,youngmin hanya menatap kearah haneul tanpa menjawab pertanyaan nya.

“ya!apa kau mendadak tuli?aku mengkhawatirkanmu pabo!”haneul marah,tanpa sepotng katapun tiba-tiba saja youngmin memeluk haneul.

“sajang-nim..”haneul berkata namun youngmin tidak berkata apapun.

“terimakasih sudah ada disini.”youngmin berkata dan haneul hanya bisa mengangguk walaupun kebingungan.

Don’t Forget the comment

Love,seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 6~

  1. Tnyt krystal cma tkut berkomitmen aj toh…

    Klo mnrt q ya eon, haneul ma youngmin aja… Entah knp q lbh suka haneul ma youngmin drpd ma kwangmin ato pun jongin… Mendingan jongin ma jessica aj eon…

  2. Lanjut thor. Akhirnyab ada skinship antta haneul dan youngmin. Buang ke laut kristalnya

  3. hehehe..aku ketawa mulu tiap bagian jongin-haneul..jongin emang tulus tp rayuanny itu gombal bgt..tp knp krystal takut sama komitmen..apa dia trauma?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s