Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 5~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE!!

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal
  • Kim Jongin
  • Jung Jessica

And other supportive cast..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG

“KIM JONGIN!”

Suara geram itu terdengar membuat jongin benar-benar ketakutan,di dunia ini dia hanya takut pada dua hal yaitu kedua orang tuanya dan perempuan yang bernama Jung Jessica. Jongin segera mengistirahatkan kepalanya di meja pura-pura tidur dan berharap Jessica segera pergi meninggalkan nya,namun sepertinya usahanya benar-benar sia-sia karena taklama setelah pintu kantornya dibuka dia bisa merasakan jeweran yang sangat keras di telinganya.

“aw..aw..noona,ampun!ampun!”jongin meronta-ronta.

“ampun katamu eoh?!apa kau sadar apa yang kau lakukan?!sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri eoh?”Jessica menarik telinga jongin.

“noona,mereka sendiri yang memaksaku untuk meniduri mereka! Aku tidak salah apa-apa!”jongin menjelaskan dan Jessica melepaskan tangan nya dari telinga jongin.

“benarkah?”Jessica kelihatannya percaya dengan apa yang jongin katakan,jongin menyeringai licik dia pikir ternyata mudah sekali menipu noona yang selama ini dia takuti.

“hahahaha..kau pikir aku percaya apa yang kau katakan?!”dengan sadisnya Jessica memukul kepala jongin.

“aish!itu memang benar noona,apa kau tidak lihat betapa tampan nya aku?”jongin mulai memasang tampang sok seksinya di hadapan Jessica.

“ck..kau sebaiknya sering mengaca.”Jessica berkata meremehkan.

“jongin-ah sebaiknya kau berhenti pergi keclub malam arraseo?kau tahukan gossip yang beredar tentangmu?”

Jongin yang sedang sibuk berkaca segera melirik kearah Jessica,ternyata sejak dari tadi jongin tidak mendengarkan ocehan Jessica.

“apa noona?aku tidak mendengarmu.”

Jessica yang kesal segera menarik kerah baju jongin,membuat jongin memekik percis seperti anak SD.

“dengar kim jongin,semua orang menganggap mu seorang playboy yang kejam dan tak berperasaan berbagai gossip negative beredar tentagmu dan kau bilang kau ingin mewarisi perusahaan besar ini?!”Jessica membentak.

“ah..arraseo..arraseo..”jongin berkata,dia melepaskan tangan Jessica dari kerah bajunya.

“nah..noona,kau kan sudah berdandan cantik seperti ini sebaiknya kau tenang dulu ok?”jongin mencoba menenangkan Jessica yang terlihat sangat marah bahkan asap sudah keluar dari hidung dan telinganya.

Jessica segera melepaskan tangan nya dari kerah baju jongin dan memutuskan untuk sedikit menenangkan dirinya,kepalanya bisa sakit jika dia terus-terusan berurusan dengan sepupunya ini walaupun mereka sangat dekat jongin tetap tidak mau menurut padanya.

Jessica menyayangi jongin,dia menganggap jongin sebagai adiknya sendiri karena krystal jarang sekali pulang ke korea dia jadi sedikit kesepian dan satu-satunya orang yang menemaninya adalah jongin.

“noona,sebenatra lagi aku beres bekerja kau mau makan di restoran baru yang ada di gangnam?”Tanya jongin menyadarkan Jessica dari lamunan nya.

“apa?kau mengajakku?”Jessica kelihatan kaget dan jongin mengangguk.

“iya,aku bosan harus pergi ke restoran itu dengan pacarku-pacarku yang berisik.”jongin berkata.

Sebenarnya ada berapa pacarmu jongin?!

“oh jadi kau mau membandingkan aku dengan wnaita-wanita murahan itu?tidak kim jongin,pergi saja sendiri!”Jessica memutuskan untuk meninggalkan jongin namun jongin mengejar Jessica.

“ayolah noona,sudah lamakan kita tidak makan bersama?”jongin tersenyum dan mengenggam tangan Jessica.

Jessica yang marahpun harus kalah saat dia melihat senyum jongin,Jessica sangat menyayangi sepupunya ini dia baru menyadarinya.

“baiklah,tapi jangan lama-lama ok?”

“ok!”

Jongin dan jessicapun berjalan menuju lantai bawah untuk pergi kerestoran,Selama perjalanan menuju restoran Jessica melamun. Dia memikirkan kenapa dia masih saja bertemu dengan jongin?apakah mereka di takdirkan untuk bersama?adik kecilnya yang dulu nakal ternyata masih nakal sampai sekarang.

Jessica tersenyum mengingat kenakalan-kenalan jongin saat dia masih kecil,bayangan jongin kecil memang selalu membuatnya tertawa namun Jessica sedikit kecewa dengan tumbuhnya jongin karena sekarang dia kehilangan adik kecilnya yang sekarang berubah menjadi lelaki playboy dan narsis sedunia.

“oh iya,noona apa kau dekat dengan kim haneul?kim haneul yang bekerja di perusahaan youngmin.”jongin bertanya dan Jessica segera melirik kearah jongin.

“haneul?tidak,kami hanya bertemu di pesta saja.”Jessica menjawab entah kenapa ada sedikit rasanya cemburu saat jongin menyebut nama wanita lain dihadapan nya.

“noona bagaimana kalau aku mengajak haneul juga?dia pasti akan senang kalau bertemu denganmu lagi.”jongin berkata dan sekarang dia tahu kenapa lelaki licik dan playboy ini mengajak nya makan bersama.

“mwo?oh..jadi ini alasanmu mengajak ku makan siang bersama?”Tanya Jessica dengan sinis.

“bukan begitu noona,hanya saja haneul itu sangat pemalu jadi dia suka ragu kalau aku ajak makan siang berdua.”jongin beralasan,lidahnya itu sepertinya sudah pintar untuk berbohong.

“oh begitu ya,baiklah ajak saja dia.”Jessica menyetujui.

“asa! Kita langsung saja kekantor nya.”jongin berseru dengan semangat,dia menancap gasnya dan mobil nyapun melaju lebih cepat.

Jessica tersenyum melihat jongin yang kelihatan sangat bahagia,sudah lama sekali jongin tidak tersenyum dan bersemangat seperti sekarang dihadapan nya apakah haneul memang bisa memberikan efek positif pada jongin?semoga saja iya..

Mobil jongin segera parker di tempat parker kantor perusahaan Jo yang cukup luas,jongin segera turun dan menghubungi haneul,dia bahkan tidka melirik kearah Jessica yang mengikutinya dari belakang.

“haneul-shi..aku sudah ada didepan kantor,kau pasti sudah beres bekerjakan?”Tanya jongin dengan cerianya ketelepon nya,Jessica mendekat penasaran dengan percakapan mereka.

“MWO? Jongin-shi sudah kubilang aku tak mau bertemu denganmu lagi ok?!sebaiknya kau pergi!”

Bentakan itu terdengar jelas oleh Jessica,Jessica tertawa ini sepertinya pertama kalinya jongin di tolak oleh seorang wanita biasanya wanita-wanita yang dekat dengan jongin sangat tergila-gila padanya. Namun mendengar reaksi haneul Jessica jadi sadar kalau ternyata sepupunya ini bukanlah tipe semua wanita di korea.

“tunggu haneul-shi jangan ditutup,aku membawa Jessica noona kau tahu diakan?yang tempo hari mengobrol denganmu.”jongin berkata.

“Jessica onnie?! Jinja?”haneul terdengar kaget.

“iya..ini bicaralah dengan dia.”jongin memberikan handphone nya pada Jessica,jessicapun mengambil handphone jongin.

“haneul-ah..sudah lama tidak bertemu.”Jessica menyapa dengan suara lembutnya.

“onnie? Iya..hm,bagaimana kabarmu?”haneul terdengar sangat canggung ditelepon dan Jessica tersenyum,wanita yang satu ini benar-benar beda dari wnaita lain yang biasa di kencani oleh jongin.

“baik haneul-ah,aku dan jongin ingin mengundang makan siang bersama apa kau mau ikut?”Jessica menawarkan.

“hm..eonni,tapi aku sedang sibuk apa eonni tidak keberatan untuk menunggu?”Tanya haneul dengan sopan nya.

Jongin yang mendengar pembicaraan Jessica dan haneul segera mengangguk memberi perintah agar Jessica menunggu untuk haneul,jessicapun mengangguk tanda mengerti.

“tidak apa-apa haneul-ah aku akan menunggu di lobby.”Jessica berkata dan menutup telepon nya setelah mengatakan kata perpisahan.

“apa kau setiap hari menunggu haneul pulang?”Tanya Jessica tiba-tiba saja menjadi penasaran.

“iya,aku suka menunggu di lobby atau mobil.”jongin menjawab.

“oh..apa kau tidak kesal?kau membuang waktumu bego.”Jessica menoyorkan kepala jongin.

“aish!noona akukan bosan dirumah daripada diam lebih aik menganggu orangkan?”jongin berkata dan jessicapun tertawa,apa yang dibicarakan jongin benar mereka orang kaya yang tidak usah bekerja jadi diam dirumah hanya akan membuat mereka bosan.

“tapi kalau aku setiap hari kerumahmu kau akan berhenti menganggu haneul?”Jessica bertanya membuat jongin cukup kaget,dia tidak menyangka Jessica akan bertanya tentang hal yang barusan.

“noona,kau sama saja seperti ibuku kau hanya akan membuatku bosan.”jongin berkata dan menjulurkan lidahnya.

“aish!dasar anak brandalan!”Jessica mengacak-ngacak rambut jongin dan mereka berdua tertawa.

“Jessica eonnie!”

Mendengar suara yang tidak asing jongin dan Jessica segera melirik dan melihat haneul yang terengah-engah,kelihatan nya dia berlari.

“haneul-ah!”jongin segera menghampiri haneul dan meninggalkan Jessica.

Jessica tersenyum melihat jongin yang begitu perhatian pada haneul,dia ingin bahagia untuk sepupunya itu lalu kenapa dia merasa sedikit cemburu saat melihat jongin mengusap wajah haneul dengan tissue karena wnaita itu berkeringat.

“noona! Apa kau akan diam disana?kau tidak akan menyapa haneul?”Tanya jongin membuat Jessica segera menghampiri kedua orang itu.

“eonni maaf,aku sudah membuat mu menunggu.”haneul segera membungkuk kearah Jessica dan Jessica tersenyum.

“tidak apa-apa,sebaiknya kita pergi yuk?nanti jam makan siangmu keburu habis.”Jessica mengajak dan haneulpun mengangguk.

Jongin dengan semangat nya membukakan pintu untuk haneul dan Jessica memilih untuk duduk dibelakang,setelah didalam mobil mereka bertiga sangat canggung sekali apalai tidak ada salah satu dari mereka yang mulai mengajak mengobrol sampai akhirnya jongin memutuskan untuk mengajak haneul mengobrol.

“haneul-ah,bagaimana pekerjaanmu?sibuk ya?”Tanya jongin dengan senyum lebarnya.

“hm..youngmin sajang-nim membuatku sibuk,dan sebagai tambahan nya kau selalu mengangguku.”haneul menjawab dengan malas.

“aw..haneul-ah akukan merindukan mu.”jongin berkata sedangkan haneul sepertinya tidak percaya sedikitpun pada kata-kata manis yang jongin lontarkan.

“oh iya eonnie,apa kau sibuk?”Tanya haneul melirik kearah Jessica yang duduk dibelakang.

“ah tidak,butik ku ada yang menjaga kok..”Jessica menjawab.

“oh jadi eonnie punya butik ya?memang butik eonnie apa namanya?” Tanya haneul.

“Seventeen forever.”Jessica menjawab dan haneul kelihatan kaget mendengar nama butik itu.

“omo..jadi butik terkenal itu milik eonnie?!”haneul kaget dan Jessica mengangguk,dia membuka tasnya dan memberikan haneul sebuah kartu nama dan voucher.

“ini alamat butik ku,kau bisa belanja disana aku akan kasih diskon special.”Jessica mengedipkan matanya dan haneul tersenyum.

“wah..terimakasih eonnie,kalau ada waktu aku akan kesana.”haneul berkata,jongin hanya mengelengkan kepalanya Jessica memang licik dalam keadaan seperti ini dia maish saja sempat promosi butik nya.

Sesampainya direstoran mereka bertiga segera turun dari mobil dengan jongin yang sok menjadi gentleman,dia membukakan pintu untuk haneul dan menarik kursi haneul agar haneul bisa duduk dengan nyaman.

Jessica berpikir,sepertinya enak sekali menjadi haneul karena jongin sangat perhatian seklai padanya bahkan jongin mau saja meniupkan sup panas yang akan dimakan oleh haneul walaupun haneul menolaknya dan sesekali mereka berdua bertengkar karena ulah jongin yang menurut haneul sangat konyol.

“haneul-ah kau suka sup nya?”Tanya jongin,dia tidak bisa berhenti bertanya pada haneul sedang makan.

“hm..”haneul menjawab dengan singkat.

“haneul-ah kalau nanti kau ingin makan disini telepon aku saja ok?”Tanya jongin dan haneul mengangguk,dia mulai kesal dan ingin memukul wajah jongin kalau bisa.

Jessica tanpa sadar memperhatikan tingkah jongin,tidak pernah jongin sebahagia ini dihadapan Jessica.walaupun merka sangat dekat dan saling menyayangi namun Jessica belum pernah melihat ekspressi yang jongin tunjukan pada haneul. Seakan-akan jongin yang dia lihat sekarang adalah orang asing yang tidak dia kenal, Dia tidak tahu siapa jongin yang duduk di depan nya sekarang..jongin ini bukanlah kim jongin yang dia kenal selama ini.

Jongin bilang haneul hanyalah game,namun melihat tingkahnya dia kelihatan seperti lelaki yang sedang jatuh cinta daripada seseorang yang sedang berakting atau main game.

“eonnie,kenapa kau diam saja?”

Suara haneul menyadarkan Jessica dari lamunan nya,melihat jongin yang sesekali menyentuh haneul membuat emosinya semain tidak stabil. Jessica hanya ingin merasa baikan namun dia tidak tahu bagaimana,ada suatu perasaan asing yang memenuhi benaknya sekarang dan dia tidak tahu perasaan apa itu.

“ani..aku baru ingat,kalau aku harus membereskan beberapa masalah dibutik sebaiknya aku pergi duluan.”Jessica berkata dan bangkit dari duduknya.

“tapi eonnie,supmu belum habis.”haneul berkata.

“tidak apa-apa,jongin jaga haneul ya?aku harus pergi.”Jessica berkata,entah kenapa hatinya terasa sedikit sakit saat dia melihat jongin kelihatan bahagia melihat dia pergi.

“iya noona tenang saja,aku antar sampai depan ok?”jongin hendak bangkit.

“tidak apa-apa,aku duluan haneul-ah hubungi aku lain kali ok?”Jessica berkata dan segera keluar meninggalkan haneul dan jongin yang kebingungan dengan tingkah aneh nya.

Jessica segera berlari keluar,dia tidak bisa menahan airmatanya lagi dia segera menyetop taksi dan naik kedalam. Dia menyuruh sang supir untuk membawanya ke COEX mall dimana butiknya berada,tanpa sadar airmata Jessica begitu saja mengalir membahasi pipinya.

Dia segera mengambil tissue dan menyeka nya,dia tidak mengerti kenapa dia harus seperti ini?! Apa dia cemburu?tidak mungkin..jongin hanyalah adik sepupu kecilnya yang dia sayangi.

Taklama di taksi dia mendengar nada dring telepon nya dan jessicapunmengaktikan telepon nya,dia melihat satu pesan baru dari sepupunya jongin.

Noona,terimakasih kau memang noona yang paling baik dan pengertian lain kali aku akan mengajakmu makan lagi ok? ^^v

“Jongin!pabo-ya!”Jessica memukul-mukul tasnya dan meremasnya,dia tidak mengerti kenapa airmata tidak bisa berhenti turun dari matanya.

Jongin dan haneul masih memakan sup mereka,haneul tidakmengerti kenapa Jessica pergi begitu saja meninggalkan mereka berdua. Haneul menjadi khawatir,apakah dia embuat Jessica pergi?apakah Jessica tidak menyukainya? Haneul mencoba mengulang-ngulang kejadian selama dia dan Jessica mengobrol dia kahwatir kalau dia bersikap tidak sopan dan Jessica mulai tidak menyukainya.

“jongin-shi,apa aku tadi tidak sopan pada Jessica oennie?”Tanya haneul dan jongin melirik kearah haneul.

“tentu saja tidak! Kau sangat sopan padanya.”jongin menjawab.

“tapi..jessica eonnie kelihatan nya tidak terlalu suka padaku.”haneul berkata dia benar-benar bingung dengan sikap Jessica.

“tenang saja,dia memang seperti itu..kau belum dekat saja dnegan Jessica dia biasanya susah untuk dekat dengan orang.”jongin berkata menenangkan haneul.

“aku harap begitu..”

“sudahlah jangan pikirkan dia,kau mau aku suapi?”tawar jongin membuat haneul mengangkat tangan nya ersiap untuk memukuk jongin.

“ampun!ampun!aku hanya bercanda.”jongin berkata dan tertawa.

“jongin-shi sebaiknya kau berhenti bersikap konyol,aku tahu kau bukan tipe lelaki yang gentleman.”haneul mengungkapkan.

“bagaimana kau tahu?kaukan baru mengenalku.”jongin menangggapi.

“semua orang tahu kau jongin-shi,banyak rumor yang beredar..sebaiknya kau berubah jika kau ingin perusahaan kim sukses.”haneul berkata,dan itu membuat jongin berpikir ternyata perkataan Jessica benar.

“haneul-shi,rumor apa saja yang beredar tentangku?”Tanya jongin.

“banyak,bahkan ada rumor kalau kau itu suka menghamili anak perempuan yang kaya.”

Mendnegar itu jongin hampir saja tersedak supnya.

“MWO?MICHIESSO?!”jongin memekik,membuat hampir sebagian pelanggan yang ada di restoran melirik kearahnya.

jeasounghamnida..jeasounghamnida..”jongin segera meminta maaf.

“kau yakin?darimana rumor itu kau dengar?”Tanya jongin mendekat kearah haneul sekan dia adalah detektif yang sedang mengintrogasi.

“semua orang dikantorku tahu,mungkin orang-orang dikantormu juga sudah tahu.”haneul berkata sambil memainkan sumpitnya.

“jongin-shi kau benar-benar dalam masalah besar jika rumor ini sampai ketelinga para pemegang saham.”haneul berkata.

“sial! Lalu apa kau tahu bagaimana cara menghentikan rumor-rumor itu?”tanya jongin,meminta solusi pada haneul.

“jongin-shi..rumor itu seperti rumput liar,kau harus membasminya dari akarnya.”haneul berkata dan perkataan haneul itu benar-benar membuat jongn berpikir.

~Krystal Pov~

Hyunseong..

Aku melirik kearah lelaki yang tidur disampingku,dia terlihat sangat tenang saat dia tidur. Kubelai rambut coklat nya dengan lembut dan kukecup pipinya,aku menyayangi lelaki yang satu ini tapi aku tidak tahu apakah aku bisa mencintainya lebih dari seseorang yang selama ini mengisi hatiku.

Aku bangun dari tidurku dan melirik kearah kamar mandi apartemenku,aku segera mencuci mukaku menyegarkan sekali rasanya saat air dingin menyentuh wajahku. Aku mendongak melihat bayanganku di cermin namun aku sangat terkejut saat melihat hyunseoung sudah berdiri dibelakangku.

“chagi,kau tidak bisa tidur lagi?”Tanya hyungseong,dia melingkarkan tangan nya dipingangku.

“tidak..aku hanya terbangun.”aku menjawab dan hyunseong mencium kepalaku.

“sebaiknya kau berhenti meminum obat tidur.”hyungseong pergi keluar dari kamar mandi.

Aku menghela nafas,shim hyunseong kau tak tahu betapa aku menderita. Kau tidak pernah merasakan apa yang aku rasakan,kau selalu saja mengatakan kalau aku harus berhenti meminum obat tidur yang biasa kuminum tapi kau tidak tahu kalau aku tidak meminumnya bayangan seram orang itu selalu datang menghantuiku.

Jo Youngmin..

Nama itu membuatku gemetaran,bukan gemetaran karena takut tapi gemetaran karena aku ingin memilikinya. Aku bodoh sekali! Kenapa aku memilih untuk pergi ke amerika daripada harus menikah dengan nya? Entah berapa kali aku menyalahkan diriku namun tetap saja aku tidak bisa memilikinya lagi.

Aku berjalan menuju dapur dan melihat hyunseong sedang memasak ramen,selama kami berdua di korea makanan sehari-hari kami adalah ramen dan kimchi. Aku berusaha untuk memasak namun aku selalu disibukan dengan jadwal latihan dan interview,aku bersyukur memiliki hyunseong disampingku namun aku tidak pernah bisa mencintainya lebih dari youngmin oppa.

“oppa,kau memasak ramen lagi?”tanyaku sambil duduk di kursi meja makan.

“iya,apa kau lapar?aku bisa memesan pizza.”hyunseong berkata dan aku menggelengkan kepalaku.

Bagaimana aku bisa lapar? Aku masih memikirkan tentang youngmin, aku bahagia..untuk sesaat aku bahagia saat youngmin melingkarkan tangannya ditubuhku lagi. Aku merasa aman dan nyaman saat aku mendengarkan detak jantung nya lagi,aku bahagia sata aku menyadari kalau kami bisa seperti dulu lagi dalam kurun waktu beberapa menit.

“bagaimana kalau kita makan diluar saja?”hyungseong mengusulkan dan aku mengelengkan lagi kepalaku.

Lelaki yang satu ini memang keras kepala,sudah kubilangkan aku tidak lapar?! Namun lelaki ini terus saja memaksaku. Aku benci..aku benci karena dia tahu aku dengan baik,lebih dari aku mengetahui diriku sendiri.

“krystal-ah tadi siang kau pergi kemana?”

Hyungseong membawa dua mangkuk ramun untukku dan untuknya,suara langkah kakinya terdengar saat dia sudah dekat denganku. Aku melirik kearahnya dan tersenyum tipis,haruskan aku mengatakan yang sejujurnya? Shim Hyunseong..aku masih mencintai youngmin.

“aku hanya jalan-jalan.”aku berbohong,lama-lama lidah ini mulai lihai dalam mengatakan kebohongan.

“begitu ya?aku dengar kau mengunjungi jo youngmin.”

Aku membeku saat dia mengatakan nama itu,darimana dia tahu soal youngmin?!apakah seseorang mengatakan nya pada hyunseong?

“D-darimana kau tahu?”aku bertanya,sial!suaraku terdengar panik.

“aku mengikutimu,kau bertingkah sangat aneh saat kau sampai di korea.”hyunseong mengungkapkan,dia masih santai memakan ramen nya.

“kau tidak marah?”aku bertanya,bukannya aku ingin dia marah namun cukup aneh bagi seorang pacar yang memergoki pacarnya menemui mantan kekasih nya.

“tidak,dia teman dekatmu saat kecilkan?aku mengerti.”hyunseong berkata dengan senyumnya.

Terkadang aku benci senyum itu,dia selalu menyembunyikan apa yang dia rasakan padaku dengan senyum palsu itu. Kapan kau akan terbuka padaku hyunseong? Oh aku lupa..akupun tidak pernah terbuka padamu jadi kau juga akan melakukan hal yang sama.

“krystal-ah..apa menurutmu kita sebaiknya menikah?”Tanya hyunseong membuatku kaget,bagaimana mungkin aku bisa menikah dengan perasaan yang membebaniku selama ini hyunseong.

“oppa..aku rasa sebaiknya kita menunggu.”aku menjawab dan melanjutkan memakan ramenku.

“kenapa?apa kau belum siap?”

Aku mengangguk,aku jauh dari siap hyunseong..aku masih mencintai lelaki itu. Lelaki yang menyakitiku dan mencintaiku sekaligus,dia adalah bayangan terbesar dalam hidupku yang selalu mengikutiku kemanapun aku pergi.

Dia adalah duri di dalam hatiku..

“apa kau yakin ingin menikah denganku?”pertanyaan itu meluncur begitu saja dari mulutku,apakah aku meragukan cinta seorang shim hyunseong?

“oh kau masih ragu tentang cintaku.”hyunseong mengerti.

“apa selama dua tahun bersamamu masih membuatmu ragu?”hyunseong menyentuh tanganku,tangan besar yang maskulin itu mampu menutup tangan kurus dan kecilku.

“apa yang kau inginkan krystal?”Tanya hyunseong,dia bisa membaca pikiranku dan aku benci itu.

“aku ingin break..”tanpa sadar perkataan itu keluar dari mulutku.

Hyunseong kelihatan kaget,dia melepaskan tanganku dan melirik kearah lain aku jelas bisa melihat airmata mengumpul disudut mata sipitnya. Aku bersalah hyunseong,bunuh saja aku..aku selalu membuat mu seperti ini menyakitimu kau pasti sangat membenciku sekarang iyakan?shim hyunseong katakan sesuatu!

“kenapa?kau mencintai youngmin?”hyunseong maish tenang walaupun suaranya gemetaran.

“ya,aku mencintainya.”aku menjawab dengan lurus.

“jadi itu alasan nya kenapa kau menunda-nunda lamaranku?”

“iya,aku mencintai jo youngmin oppa.APA KAU AKAN MARAH PADAKU?KAU AKAN MEMBENCIKU?”aku akhirnya meledak.

“apa maksudmu?!kau ingin aku begitu?”Tanya hyunseong masih mencoba untuk tenang.

“kau selalu seperti ini!apa kau ingin aku mati?!kau selalu menyembunyikan emosimu aku tahu kau marah!”aku bangkit dari dudukku dan membantingkan mangkuk yang berisi ramen.

“JUNG KRYSTAL!”

Akhirnya hyunseong kehabisan kesabaran nya,dia menarikku dengan kasar. Aku tahu dia pasti akan memukulku ayo pukullah..pukul aku oppa jadi aku tidak merasa bersalah karena sudah mencintai youngmin dan tidak bisa jujur padamu.

“sadar krystal!ada apa denganmu?”hyunseong oppa malah memelukku dengan erat,aku bisa merasakan detak jantung nya sangat cepat.

“kau..kau tidak apa-apakan?apa kau ingin kembali berkonsultasi dengan dokter Park?”hyunseong oppa menatapku.

Dia pikir aku gila?aku tidak butuh psikolog..persetan dengan obat-obat yang mereka berikan padaku! Semua obat itu tidka pernah bersahsil membuatku tenang dan bahagia obat-obat itu malah membuatku sekarat dan membusuk.

“kau pikir aku gila?!huh?oppa aku gila?!”aku membentak,entah kenapa satu-satunya emosi yang bisa membuatku tenang hanyalah marah.

“apa yang kau pikirkan krystal?aku tidak pernah menganggapmu begitu..aku mencintaimu.”hyunseong berkata,kata-kata manis itu selalu berhasil membuatku mual dan ingin muntah aku tidak mau kau mencintaiku hyunseong..aku ingin kebenaran.

“kau bohong!bohong!”aku memukul dadanya dan mencoba berontak.

“krystal!”hyunseong mencoba menyadarkanku namun pikiranku sudah tidak mematuhiku lagi,aku segera berlari keluar apartemen.

“JUNG KRYSTAL!”hyunseong mengejarku namun aku berlari dnegan cepat membuatnya kelelahan dan berhenti mengjarku.

Aku berjalan diantara kerumunan orang-orang diseoul,sebagian orang melirik kearahku dengan tatapan aneh namun aku tidak peduli aku terus berjalan dan akhirnya aku menemukan sebuah taksi aku memutuskan untuk pergi menaiki taksi. Entah kenapa satu-satunya nama yang bisa aku ingat hanyalah nama orang itu..nama lelaki yang kucintai,jo youngmin aku ingin bertemu dengan nya.

~Youngmin Pov~

“tuan!tuan!”suara jaesuk yang terdengar panik membuatku penasaran,aku melirik kearah jaesuk yang sudah berdiri di ambang pintu dengan terengah-engah.

“ada apa jaesuk?”tanyaku penasaran,dia kelihatan pucat dan panik.

“anu..eh nona krystal.”jaesuk berkata,namun dia terdengar gelagapan.

“ada apa?”

“nona krystal,ada di bawah dan dia kelihatan nya sakit.”jaesuk akhirnya mengungkapkan,aku kaget dan segera berlari kebawah dan melihat tubuh krystal yang sudah di bopong oleh kedua pelayanku.

“bawa dia kekamarku.”aku memerintah kepada kedua pelayan itu.

Dan kedua pelayan itu membawa tubuh krytal keruanganku,dia kelihata pucat sekali dia pasti kedinginan karena dia keluar pada malah hari.

“jaesuk telepon dokter Choi.”aku memerintah dan jaesuk mengangguk.

Aku segera menyelimuti tubuh krystal,aku benar-benar khawatir kenapa dia beraninya keluar malam-malam seperti ini?apa dia tidak takut kalau terjadi apa-apa padanya?!dasar wanita bodoh! Kau membuatku khawatir seperti ini.

“youngmin oppa..”krystal mengigau.

“krystal..”aku mendekta dan menyentuh tangan nya,tanganya benar-benar terasa sanagt dingin sekali.

“oppa..aku tidak mimpikan?”krystal berkata dengan suara seraknya,dia menggapai wajahku mencoba menyentuhnya.

“tidak krystal-ah..kenapa kau kesini sendirian?”tanyaku khawtair,kupengang tangan krystal yang ada disisi wajahku.

“oppa..aku tidak ingin menyesal.”krystal berkata.

“apa maksudmu?”

“aku ingin kita kembali…kembali seperti dulu.”krystal berkata dan tersenyum.

“krystal..”

Aku bahagia saat dia mengatakan kalau dia ingin kembali,namun aku tidak mengerti kenapa aku merasa ragu?apakah ada sesuatu yang menghalangiku?apakah aku benar-benar menginginkan semua ini?

“krystal-ah..bagaimana kalau kau istriahat dulu,kita bicarakan soal itu nnati setelah kau baikan.”aku berkata dan mengelus kening krystal.

Krystal tersenyum,dia menarik tanganku dan menciumnya aku jadi ingat..ini adalah kebiasaanku dan krystal saat kami masih berpacaran mencium tangan satu sama lain.aku tersenyum dan mencium tangan krystal kembali,aku tak bisa menahan semuanya..aku benar-benar mrindukan krystal lebih dari yang kukira.

Saat dokter choi datang aku membiarkan dokter choi untuk memeriksa keadaan krystal,aku sedikit khawatir karena krystal benar-benar terlihat tidak sehat apalagi tubuhnya sekarang terlihat lebih kurus. Krystal yang berbarng diranjangku terlihat sangat rapuh sekali,seakan sedikit hembusan angin bisa menjatuhkan nya kulitnya yang biasa bersinarpun terlihata sangat pucat sekarang.

Setelah selesai memeriksa krystal dokter choi mengajakku untuk keluar,dokter choi kelihatan nya sedikit khawatir aku bisa melihat dari ekspressi wajahnya.

“youngmin-shi..nona krystal bai-baik saja.”mendengar berita itu aku tersenyum lega.

“tapi..kejiwaan nya yang tidak sehat,nona krystal dalam keadaan depresi berat youngmin-shi saya juga tidak tahu apa sebabnya.”doketre choi melanjutkan membuat sneyumku hilang.

“sebaiknya anda membawa nona krystal ke dokter psikologi agar anda bisa tahu lebih banyak.”dokter choi menuturkan dan aku hanya bisa mengangguk.

“untuk saat ini jangan membuat dai stress ataupun tertekan,bawalah dia ketempat-tempa yang menyenangkan youngmin-shi.”dokter choi memberi saran dan akhirnya dia menuliskan sebuah resep.

“ini obat untuk panas tingginya,aku harap nona krystal bisa sembuh secepatnya.”dokter choi berkata dan aku mengambil resep dokter choi.

“terimakasih dokter,hati-hati dijalan.”

Dokter choi pergi dan aku menatap kearah resep yang dokter choi berikan padaku,aku masih tidak percaya selama ini krystal depresi?apakah senyum nya di panggung itu palsu?aku segera menghampiri krystal yang sudah tertdur pulas,aku menyentuh kepalanya dan mengelusnya entah kenapa,aku meras berbeda aku merasa aku mengelus kepala orang lain bukanlah krystal.

Aku memutuskan untuk pergi keruang kerjaku,aku tidak ingin menganggu krystal yang sedang nyenyak tidur. Malam itu rumahku benar-benar sangat sepi,kedua orang tuaku juga tidak pulang mungkin mereka masih sibuk mengurus cabang perusahaan di jepang.

Aku duduk dibangku ruang kerjaku,aku tidak bisa berhenti memikirkan krystal sebenarnya aku merasa sangat bersalah. Seharusnya aku lebih memperhatikan krystal dan memberikan nya kasih sayang seperti dulu,namun aku tidak bisa aku selalu merasa sakit hati saat mendengar kalau krystal berpacaran dengan hyunseong.

Namun krystal bilang dia ingin kembali padaku?apakah itu artinya dia sudah putus dengan hyunseong? Pertanyaan itu selalu menghantuiku,apakah benar krystal sudah berpisah dengan lelaki itu?

~Haneul Pov~

Aku melangkah dengan cepat kearah apartement,aku penasaran dan melirik kebelakang ternyata jongin masih mengikutiku. Aishh..sepertinya lelaki ini memang ingin membuatku gila! Aku segera membuang mukaku saat aku melihat jongin tersenyum padaku.

“haneul-shi,kau tidak akan mengobrol denganku?”Tanya jongin yang berdiri tepat dibelakangku mengikutiku seperti kucing.

“tidak! Bukankah aku sudah bilang kau sebaiknya tak uah menjemput atau mengantarku?!”aku berkata denga nada jutek.

“apa kau benar-benar membenciku?”Tanya jongin sekali lagi.

Aku memang tidak pernah bersikap manis pada jongin namun aku tidak membencinya,hanya saja dia itu orang yang aneh dan aku tidak tahu bagaimana cara menangani orang macam dia. Jongin bagaikan alien yang datang dari planet lain,dia sangat aggressive namun manis aku harus mengakuinya dia sanagt baik padaku.

“bukan seperti itu..aku,aku hanya ingin kau berhenti mengikutiku.”aku berkata dan jongin hanya diam dan menunduk menyembunyikan wajahnya.

“jongin-shi..”aku mendekat,aku sedikit merasa bersalah.

“maafkan aku ok?aku hanya saja…”aku kebingungan,sial! Kenapa juga aku harus bertemu dengan seseorang yang berkepribadian seperti alien macam kim jongin ini!

“tidak apa-apa,aku mengerti..”jongin akhirnya berhenti merajuk,dia tersenyum padaku dengan senyum tipisnya.

Senyum itu benar-benar membuatku merasa bersalah,apakah aku keterlaluan? Sebaiknya aku lebih manis padanya. Mungkin secangkir kopi atau teh bisa menghiburnya, kenapa kau terlalu baik kim haneul?! Sudahlah aku memang merasa bersalah.

“jongin-shi..bagaimana kalau kau mampair dulu keapartemenku?”aku mengajak,jongin yang sedihpun tiba-tiba terseyum dan bersemangat.

“ya! Aku mau..”jongin segera menyetujuinya dan sekarang aku mulai menyesali keputusanku.

Aku membuka pintu apartemenku dan membiarkan jongin masuk,jongin kelihatan nya sedang memperhatikan setiap inci apartemenku dan akhirnya aku menyuruhnya untuk duduk karena dia mulai seperti seorang polisi yang sedang menggeledah rumah tersangka daripada tamu.

“kau mau minum apa?”Tanyaku sambil menyimpan tasku di sofa.

“apa saja boleh.”jongin menjawab.

Aku segera pergi kedapur untuk menyeduh teh,sepertinya teh memang minuman yang sangat pas untuk cuaca dingin seperti sekarang. Aku menyajikan segelas teh untuk jongin dan jongin segera meminumnya.

“wah..teh buatan mu memang sanga enak.”jongin memuji.

Aku rasa pujian nya itu sangat picisan sekali,aku hanya menyeduh sebuah the anak berumur 5 tahun juga pasti bisa melakukan nya dengan baik. Namun aku memutuskan untuk bersikap manis dan hanya tersenyum saja,aku tak mau membuat dia sedih lagi dan membuat diriku semakin merasa bersalah.

“haneul-ah,bagaimana kalau kau pindah ke penthouse ku?aku punya penthouse yang sangat bagus kau pasti menyukainya.”jongin mengusulkan,apa dia sedang mencoba menyuapku?

“tidak jongin-shi,aku lebih suka tinggal disini.”aku menjawab dengan senyum yang dipaksakan.

“kenapa?apa kau pikir aku akan menyuapmu dan memaksamu untuk bekerja denganku jika aku memberikanmu sebuah penthouse?”

Waw…kim jongin bisakah kau berhenti mengintrogasiku?!

“bukan seperti itu jongin-shi..tapi kau terlalu baik dan aku tidak bisa menerima hadiah yang sangat mahal seperti penthouse.”aku menjawab,untung saja aku sedikit pintar dalam memilih kata-kata aku mengelus dadaku.

“baiklah,itu masuk akal.”jongin mengangguk tanda mengerti.

“kalau begitu bagaimana kalau kau jadi pacarku?kau akan menerima penthouse itukan?”Tanya jongin mendekat kearahku,oh tuhan tolong bunuh saja aku sekarang!

“jongin-shi ini sudah malam,sebaiknya kau pulang!”aku menariknya kepintu depan dan mendorongnya keluar dari apartemenku.

Jongin memilih untuk keras kepala dan berpegangan pada awing pintu membuatku susah untuk mendorong nya pergi,aku mendongak dan kaget saat melihat sosok kwangmin yang sudah berdiri di depan apartemenku tak jauh dariku dan jongin.

“haneul-shi..”kwangmin yang membawa sebuket bunga kaget dan segera menjatuhkannya,dia kelihatan sangat terluka melihatku dan jongin.

“maaf menganggu.”kwangmin berkata dan segera pergi meninggalkan aku dan jongin.

“Kwangmin-shi!”aku memanggil dan mengejarnya,namun sayang dia berlari terlalu cepat dan aku tidak bisa menyusulnya.

“omo..aku tidak tahu kalau kwangmin memiliki hubungan dengan mu juga.”jongin berkata,aku melirik kearah jongin dan menatapnya dengan tatap tajamku.

“kenapa kau menatapku seperti itu?kau sangat menyeramkan.”jongin berkata,aku mengangkat tanganku bersiap untuk menamparnya,aku mengayunkan tanganku dan hendak menamparnya namun jongin menarik tanganku membuat tubuh mendekat kearahnya.

Karena aku kehilangan keseimbanganku akupun merelakan tubuhku untuk jatuh menimpa tubuh jongin,jongin yang kuat mampu menahan nya namun dia juga ikut kehilangan keseimbangan nya membuat punggung nya membentur pintu apartemenku.

“aww..!!”jongin mengerang saat dia merasakan punggung nya sakit.

Posisi kami berdua sekarang sangat dekat,kedua tangan jongin ada di pingangku dan tanganku ada di dadanya. Kami berdua saling menatap untuk sesaat dan jongin sepertinya memanfaatkan kesempatan ini untuk menciumku karena dia mendekatkan wajahnya.

“kau pikir akan semudah itu?!”kudorong muka jongin menjauh dari mukaku.

“aww…waee?kau juga mau kan?”Tanya jongin.

“jongin-shi..aku benar-benar tidak punya perasaan padamu.”aku berkata dan membenarkan posisiku dan melirik kearah kemana tadi kwangmin berlari.

“kwangmin-shi..”

Tanpa sadar nama kwangmin keluar dari mulutku,jongin tersenyum sinis diapun membenarkan posisinya.

“sebaiknya aku pulang,tenang saja kwangmin hanya salah pahamkan?”jongin mulai berjalan menjauh.

“katakan pada kwangmin,sebaiknya dia berhati-hati.”jongin berkata dan dia juga ikut menghilang ditikungan lorong apartemenku.

Hari ini benar-benar hari yang melelahkan sekali,aku segera masuk ke apartemen dan membaringkan tubuhku diranjangku. Aku ingat sekali ekspressi kwangmin saat dia melihat aku dan jongin,aku benar-benar tidak bisa melupakan nya dia kelihatan begitu sedih danpatah hati.

Ini semua karena kim jongin!!! Aku harus balas dendam padanya,arghhh kwangmin-shi aku benar-benar minta maaf. Haruskah aku menghubunginya?tapi..aku tidak punya nomor ponselnya dan satu-satunya orang yang tahu nomor kwangmin hanyalah…JO YOUNGMIN!

Aku benar-benar bosan untuk berurusan dengan dia,ada sedikit rasa menyesal kenapa juga aku tidak meminta nomor ponselnya saja?! Arghh haneul pabo-ya! Aku terlalu malu untuk menanyakan dan aku selalu deg-degan setiap kali aku akan mengutarakan hal itu.

Aku mengambil handphoneku,walaupun aku harus berurusan dengan iblis itu tidak apa-apa aku harus minta maaf pada kwangmin dan menjelaskan segalanya. Aku tidak ingin dia salah paham dan berpikir kalau aku berpacaran dengan jongin,baiklah sebaiknya aku menghubungi youngmin sekarang.

Aku menunggu beberapa mnit untuk youngmin mengangkat teleponnya,aku sendiri sedikit gugup karena ini pertamakalinya aku menghubungi youngmin. Aku harap dia tidak dalam mood untuk menjahiliku dan langsung memberikanku nomor kwangmin,semoga saja dia lupa kalau dia suka menggodaku.

“ada apa?ini sudah malamkan?”

Suara itu…youngmin bahkan tidak mengatakan salam atau apapun,aish! Aku benar-benar menyesal sudah menelepon dia.

“sajang-nim..bolehkan aku minta nomor ponsel kwangmin-shi?”aku bertanya penuh harap,semoga saja..semoga saja dia berbaik hati dan meberikan nya langsung padaku.

“mwo?untuk apa?”

BAGUS! Seharusnya aku tidak bertanya pada youngmin.

“bukan apa-apa..aku hanya ingin menyapanya kau tahu.”aku menjawab sambil gelapan,oh tuhan aku benar-benar malu.

“oh..benarkah?bukannya kau dan kwangmin dekat?kenapa dia tidak memberikan nomornya padamu?”youngmin sepertinya berniat mengintrogasiku.

“soal itu..aku selalu malu untuk meminta nomor ponselnya,sajang-nim aku mohon berikan saja aku nomor teleponnya.”aku mendesak.

“aish! Kenapa semua wanita itu tidak sabaran?! Sebaiknya kau jelaskan padaku kenapa kau ingin nomornya.”

jeongmal..sajang-nim,aku hanya ingin menyapanya saja apa itu salah?!”aku mulai emosi.

“kau benar-benar mencurigakan jika kau mendesak seperti itu haneul-shi..”youngmin menggoda,aku yakin sekarang dia pasti tertawa terbahak-bahak dasar jo youngmin kau memang jahat!

“baiklah lupakan saja,aku tak mau berurusan denganmu.”aku berkata dan hendak menutup telepon namun aku mendengar youngmin memanggilku,akupun kembali mendekatkan handphoneku ketelingaku.

“ada apa lagi?”tanyaku malas.

“tak usah marah,aku akan mengirimkan nomornya.”youngmin sepertinya membujuk.

“baiklah,terimakasih sajang-nim.”aku berkata dengan nada lurus.

“selamat malam,tidur yang nyenyak.”

Mendengar youngmin berkata seperti itu aku sedikit kaget namun saat aku akan merespon youngmin sudah menutup teleponnya, aku tersenyum lebar ternyata youngmin sajang-nim tidak sepenuhnya jahat dia juga mempunyai sisi manis juga.

~Double Trouble~

Jongin yang baru sampai apartemennya segera masuk dan membantingkan pintunya sangat keras,dia kelihatan sangat marah tanpa ragu dia mengambil guci kecil yang ada di meja ruang tamunya dan membantingkannya kelantai membuat kaca dari guci itu berserakan dilantai apartemennya.

Dia melepaskan dasinya dan blazer coklatnya,dia mengusap wajahnya dengan frustasi dia tidak mengerti kenapa dia begitu marah. Jongin berjalan kearah kulkas dan mengambil satu kaleng bir dingin dan membukanya, dia meneguk bir itu dan menyimpannya di counter dapur dia menarik nafas dan mencoba untuk tenang.

“kwangmin juga?! Siapa sebenarnya kau Kim Hanuel?!”

Jongin terkejut saat mendengar handphonenya bergetar dan dia segera mengangkat teleponnya saat melihat nama Jessica muncul di layar handphonenya.

“YAH! Pabo..kau lupa kalau hari ini ada acara makan malam?!”

Jessica membentak di teleponnya dan jongin mengacak-ngacak rambutnya,bagimana dia lupa kalau hari ini ada cara makan malam dengan keluarganya. Dia terlalu malas untuk datang kerumahnya dan memutuskan untuk berbohong saja,dia pura-pura batuk.

“aku tidak enak badan noona.”jongin berbohong.

“mwo?sakit apa?bukankah tadi pagi kau baik-baik saja?”Tanya Jessica kaget.

“iya,entahlah ohok…ohok..ohok..aku merasa tidak enak badan.”jongin berpura-pura.

“baiklah,sebaiknya kau tidur dan beristirahat.”Jessica percaya.

“baiklah terimakasih noona,katakan pada eomma dan appa aku meminta maaf karena tidak bisa hadir.”

“ya,cepat sembuh arrseo?nanti aku menghubungimu lagi.”

Jessica menutup teleponnya dan jongin menghela nafasnya,sepertinya dia memang harus mendapatkan penghargaan Oscar karena telah berhasil berakting dan membuat Jessica percaya. Jongin pergi kekamarnya dan mengganti baju,hari ini dia lelah sekali karena dia harus mengikuti haneul.

Jongin merebahkan tubuhnya di ranjang super empuknya,pikirannya melayang entah kemana dia memejamkan matanya untuk sesaat. Wajah haneul masih terbayang dipikirannya dan bayangan itu terus berulang-ulang seperti roll film yang rusak,kim haneul benar-benar sudah menguasai kepalanya.

Dia tahu dia bodoh..seharusnya dia tidak terhasut oleh youngmin dan tantangannya,jongin sadar sekarang karena dia terlalu banyak menghabiskan waktu bersama haneul dan mencoba mengenal gadis itu dia mulai khawatir kalau dia bukan lagi sedang bermain game tapi benar-benar menyukai haneul.

“SIAL!”dia mengutuk dan memukul bantalnya.

~Kwangmin Pov~

Aku duduk di ayunan taman yang kebetulan dekat sekali dengan bangunan apartemenku,aku menghela nafas berat kenapa aku jadi seperti ini? Aku merasa linglung dan banyak melamun apakah karena kejadian tadi? Kenapa aku merasa cemburu sekali saat aku melihat jongin dan haneul sedang bercanda? Aish! Aku pasti kelihatan bodoh di depan haneul..

Aku mengayunkan ayunan yang aku duduki membuat tubuhku sedikit berayun kedepan dan kebelakang,aku mendongak melihat langit malam yang gelap gulita dan angin berhembus sepoi-sepoi.

Haneul-ah..kau pasti berpikir kalau aku ini sangat bodoh..

Merasakan getaran disaku celananku,aku segera mengodok sakuku dan mengambil handphoneku. Aku sangat kaget melihat nama haneul tertera di layar handphonenya,darimana dia tahu nomor ponselku?seingatku aku belum sempat bertukar nomor handphone denganya dan aku mendapatkan nomor haneul dari hyung,oke lebih tepat nya mencuri karena dia kukuh tidak ingin memberitahu nomor handphone haneul padaku.

“Y-yobuseyo..”aku mengangkat dengan ragu,aish..kenapa aku selalu gugup saat berbicara dengan haneul.

“youbuseyo..kwangmin-shi?”

Aku tersenyum saat aku mendengar suara manis haneul dari seberang telepon,suaranya terdengar lebih lembut di telepon membuatku semakin gugup.

“nde..nuguseyo?”aku berpura-pura tidka tahu,oke kalian bisa memarahiku karena aku berbohong tapi sumpah! Aku sangat gugup aku tidak tahu apa yang harus aku katakan.

“ini dengan kim haneul,tolongjangantutupteleponnya!”

Aku tertawa saat mendengar haneul berbicara dengan cepat,aku sendiri tidak tahu apa yang dia katakan dan aku lega saat aku mendnegar tawa renyah haneul dari seberang telepon. Oke kwangmin kau bisa melakukannya! Buatlah haneul menyukaimu jangan menyerah lagipula jongin tidak lebih tampan dariku.

“kwangmin-shi..”

Haneul memanggil membuatku berhenti tertawa.

“nde?ada apa haneul-shi?”tanyaku sebenarnya aku sedikit tidak nyaman dengan panggilan’shi’ yang aku dan haneul gunakan,haruskah aku menyarankan untuk mulai memanggil nama satu sama lain lebih akrab?

“tidak apa-apa,aku hanya khawatir saja..”haneul berkata.

“haneul-shi..kalau boleh,bisakah aku memanggilmu dengan sebutan haneul-ah?aku hanya tidak nyaman harus memanggil dengan nama formal dan aku kira..”aku menggigit bibirku.

“kita dekat.”aku menamatkan kalimatku.

“tentu saja kwangmin-shi..eh maksudku kwangmin-ah.”haneul menyetujui dan itu membuatku sedikit tenang,bayangan yang tadi aku lihat saat jongin dan haneul sedang berdekatan langsung hilang dari otakku.

“terimakasih haneul-ah..aku bahagia.”aku tersenyum seperti seorang yang idiot..ah jika ada orang lain yang melihatku bertingkah seperti ini aku pasti akan sangat malu,untung saja ini sudah malam jadi tidak ada orang yang datang ketaman.

“sama-sama kwangmin-ah,aku juga bahagia.”

Mendengar kata-kata itu aku semakin ingin tersenyum dan berjingkrak-jingkrak,aku benar-benar bahagia setidaknya aku selangkah lebih dekat dengan haneul. Aku terdiam sebentar dan entah kenapa aku sangat penasaran sebenarnya apa yang jongin lakukan di apartemen haneul tadi?

“haneul-ah..aku hanya bertanya.”

“bertanya soal apa?”

“sebenarnya..apa yang jongin lakukan di apartemenmu tadi?”

“oh! Tenang saja kwangmin-ah,jongin-shi hanya minum the dan kami mengobrol.”haneul menjelaskan,aku sedikit lega ternyata mereka tidak sedang berkencan.

“oh..apa kau dekat dengan dia?”tanyaku lagi.

“sama sekali tidak,dia tidak mau berhenti menganggu jadi aku mengusirnya.”haneul tertawa begitu juga aku.

“lain kali kau bisa menghubungiku,aku akan mengusirnya.”aku mengusulkan,sebaiknya aku beri jongin pelajaran jika aku bertemu dengan dia lagi.

“tidak apa-apa kwangmin-ah..aku masih bisa menanganinya.”

Aku sebenarnya masih cemburu,youngmin hyung dan jongin pasti sudah melihat bagaimana apartemen haneul sedangkan aku selalu tidak memiliki kesempatan.

“haneul-ah?”

“nde?”

“aku hanya berpikir..bolehkah aku mengunjungimu lain kali?aku selalu tidak punya kesempatan untuk mengobrol berdua denganmu.”aku beralasan.

“tentu saja kwangmi-ah,hubungi saja aku jika kau ingin berkunjung.”

“jinjja?baiklah..bagaimana kalau weekend nanti aku main?”

“boleh..”

~Youngmin Pov~

Selamat malam,tidur yang nyenyak?!

Aish! Perkataan macam apa itu?! Aku benar-benar mulai terdengar seperti kwangmin yang mencoba menggoda semua fangirlnya. Aku mengacak-ngacak rambutku,aku benar-benar bodoh kenapa juga aku harus mengatakan itu? Aku benar-benar terdengar seperti aku menyukainya dan peduli padanya.

Aku yakin haneul pasti tertawa saat aku mengatakan itu,aku ingin sekali meninju mulutku saat aku tidak sengaja berkata seperti itu. Aku bangkit dari dudukku dan pergi kekamarku aku masih bisa melihat krystal tidur dengan tenangnya,aku berbaring disampingnya dan menatap wajahnya yang tenang saat tertidur.

Sudah lama sekali aku tidak menatap wajah cantik ini,aku tersenyum saat aku menyadari kalau krystal mengingau. Dia memanggil namaku dan aku segera menariknya dalam pelukanku,aku tidak pernah tahu kalau aku akan kembali seperti ini bersama krystal aku bahagia namun entah kenapa sebagian dari diriku mengatakan kalau semua ini salah.

“youngmin..youngmin oppa..”krystal mengingau lagi dan aku mengelus kepalanya dengan lembut.

“oppa disini.”aku berbisik ketelinga krystal membuat krystal tersenyum.

Krytal melingkarkan tangannya di pinggangku dan dia membuka matanya,aku kira dia sedang tidur namun aku tersenyum saja.

“oppa,aku rindu moment-moment seperti ini.”krystal berkata.

“ya,aku juga.”aku menjawab.

Aku menatap kearah jendela kamarku,entah kenapa aku merasakan sesuatu yang hilang namun entah apa itu.bukankah seharusnya aku bahagia?krystal sudah kembali ketanganku namun entah mengapa kekosongan hatiku masih belum hilang juga?

~Double Trouble~

Jessica mengetuk pintu apartemen jongin berkali-kali namun tak ada sahutan dari sang pemilik apartemen,jessicapun memutuskan untuk menggunakan kunci cadangan yang jongin berikan padanya tahun lalu saat jongin baru saja membeli apartemen ini.

Alasan jongin memberikan kunci cadangan pada Jessica sangat simpel,dia hanya ingin Jessica memasak untuknya atau membereskan apartemennya dengan gratis. Yah..jongin sepertinya mulai kelihatan seperti anak Jessica daripada sepupu,namun Jessica yang baik hati tidak menolak dia merasa bertanggung jawab atas jongin atau yang lebih tepatnya kasihan.

Jongin mungkin tampan,kaya dan karismatik namun di balik itu semua dia hanya anak lelaki yang kesepian. Orang tua jongin terlalu sibuk untuk memperhatikan anak tunggal mereka dan jongin merasa terabaikan itulah alasannya kenapa jongin jarang sekali menghabiskan waktunya dengan keluarganya.

Jessica kaget melihat pecahan Gucci di ruang tamu jongin,dia mengambil blazer,dasi dan kemeja putih jongin yang berserakan dilantai. Kebiasaan buruk ini sepertinya tidak akan pernah hilang dari jongin terkadang Jessica kesal dan ingin memarahi jongin namun dia mengurungkan niatnya,ini sudah malam dan dia tidak ingin membuat keributan.

Jessica melangkah kearah kamar jongin dan melihat jongin tidur  di ranjang nya dengan nyenyak,Jessica tersenyum dan menyimpan pakaian yang dia bawa ke keranjang baju kotor yang ada di samping lemari jongin.

Jessica mendekat dan mengusap rambut jongin yang menutupi sebagian wajah tampannya, Jessica merasa takjub bagaimana seseorang bisa tetap tampan saat mereka tidur?

“jongin-ah..kau baik-baik saja?”Jessica bertanya,dia hanya iseng saja dia tahu kalau jongin tidak akan merespon karena dia tidur.

Jessica ingat saat mereka berdua masih kecil,karena krystal suka main kerumah youngmin dan kwangmin Jessica sering dirumah sendiri dan jongin yang saat itu masih sangat kecil sering dititipkan oleh kedua orangtuanya dirumah Jessica.

Dia masih ingat bagaimana lucunya jongin yang masih kecil,jongin begitu lugu dan pendiam saat dia masih kecil Jessica tidak pernah menyangka kalau jongin akan tumbuh menjadi seorang playboy seperti sekarang.

Menyakitkan kadang..jessica sangat menyayangi jongin sama seperti dia menyayangi krystal namun terkadang perlakuan jongin berhasil membuat hatinya terluka,apalagi jika jongin sudah mulai mempermainkan pacarnya atau yang lebih tepat boneka-bonekanya seakan mereka itu mainan dan jika bosan dia akan membuangnya.

Jessica sendiri berpikir sebenarnya apa yang membuat jongin seperti itu? Terlebih lagi dia sangat kecewa saat Jessica tahu kalau jongin dan youngmin saling membenci padahal merekakan sahabat saat mereka masih kecil.

Apakah dunia bisnis sekejam ini? Karena mereka memiliki bisnis masing-masing persahabatan mereka harus berubah menjadi persaingan dan permusuhan yang sangat sengit.

“jongin-ah..jaga dirimu baik-baik,kau sudah dewasa..kapan kau akan berubah eoh?”Jessica berkata,dia mengelus-elus lagi rambut jongin.

“haneul..”

Mata Jessica membulat saat dia mendengar nama haneul keluar dari mulut jongin,entah kenapa dadanya tiba-tiba sesak dan airmatanya memaksa untuk keluar.

Apakah kasih sayang yang aku berikan untukmu

tak cukup untuk membuat mu mencintaiku?

To Be Countinue..

Don’t forget the comment😀

Love,seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

4 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 5~

  1. Tmbh rumit ya kisahny..

    Kwangmin ma Jongin ska ma Haneul, Krystal pts ama Hyunseung trs balik ke Youngmin… Eh tnyt jessica suka ma jongin…

  2. Akhirnya…, sprtinya youngmin menyukai haneul. Jong in coba liat jessica menyukai mu

  3. aigoo..jongin jg suka sama haneul jg y..hmm..tp ttp aja kwangmin yg cocok buat haneul..hohoho..
    Tp aku kasian sama jessica yg cuma d anggap noona sama jongin..tp emang mereka saudara sepupu kn..makin rumit y..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s