Posted in FanFiction (semua umur)

Double Trouble ~Chapter 2~

Title: Double Trouble

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Cast :

  • Jo Kwangmin
  • Kim Haneul
  • Jo Youngmin
  • Jung Krystal

and another supportive character..

Genre : Romance,drama and comedy

Length :Chaptered

Rating : PG/Teens

~Haneul Pov~

Jam tujuh tepat,aku sudah ada disini tapi kemana si brengsek itu?seperti kemarin eunjilah yang mengantarku keruangan youngmin namun lelaki itu belum juga muncul dihadapanku padahal ini sudah jam setengah 8 apa aku tidak salah dengar?

Aku melirik kearah jam dan waktu sepertinya memutuskan untuk berjalan sangat lambat,aku mengetuk-ngetukan kakiku kelantai dengan kesal,aku benar-benar BOSAN!

Karena bosan aku berjalan kearah meja youngmin,pada awalnya aku hanya penasaran untuk mengintip dokumen youngmin namun aku melihat sebuah foto yang sangat menarik yaitu foto seorang wanita dengan kwangmin dan youngmin di samping kanan dan kirinya.

“beruntungnya..”aku bergumam tanpa sadar.

Aku bisa melihat kwangmin dan youngmin yang masih menggunakan seragam SMA mereka,ternyata dari dulu sampai sekarang youngmin masih sama. Masih dingin dan tak berekspressi sedangkan kwangmin kelihatan nya sangat ceria dan penuh senyuman,dari pose nya saja sudah berhasil membuatku ingin tertawa dia memang lucu sekali.

Aku memperhatikan sosok wanita yang ada di foto itu,dia cantik sekali apakah dia adalah pacar youngmin?atau kwangmin aku bisa melihat tangan kwangmin melingkar di bahu gadis itu sedangkan youngmin sepertinya menjaga jarak entah kenapa.

“bukankah tidak sopan jika kau menyentuh barang orang lain tanpa izin?”

Mendengar suara itu aku kaget dan tanpa sadar figura yang kupegang jatuh kelantai dan kacanya pecah,aku segera memungut figura itu cepat-cepat namun jariku tergores oleh pecahan kaca yang ada di sudut figura.

“AWW..”aku mengerang.

Youngmin yang mendengar eranganku segera mendekat dan dia bisa melihat jari telunjukku yang berdarah.

“kau ini ceroboh sekali!kamukan bukan anak SD lagi.”youngmin memarahiku dia menarik ku dan menyuruhku duduk.

Aku yang kebingungan hanya diam walaupun jariku sakit aku menahan nya dan taklama kemudian youngmin kembali membawa kotak obat,entah dimana dia menyimpan nya. Youngmin mengeluarkan obat merah dan plester untukku dia membersihkan lukaku dengan alkohol dengan hati-hati aku tidak menyangka ternyata youngmin mau membantuku.

“aww sakit.”aku mengeluh saat youngmin menekan lukaku terlalu keras.

“tak usah protes! Kau yang melukai tanganmu sakit sedikit wajar.”dia menjawab dengan dingin nya,perlakuan dan kata-katanya sangat tidak cocok.

Aku hanya diam tidak mood untuk bertengkar dengan iblis di hadapanku ini,aku hanya memandanginya yang sedang sibuk membersihkan lukaku dan akhirnya membubuhkan obat merah lalu memasangkan plesternya.

“kau sebaiknya lebih hati-hati.”youngmin mengingatkan dan menyimpan kotak obatnya kembali ketempatnya.

Dia berjalan kearah telepon dan menghubungi ruang OB untuk membersihkan pecahan kaca yang berserakan dilantai,aku masih merasa bersalah seharusnya aku tidak menyentuh barang-barang youngmin apalagi sampai merusaknya.

“maaf..”aku bergumam pelan.

Youngmin yang berdiri cukup jauh dariku kelihatan nya tidak mendengar.

“apa?”

Aku menghela nafas,sepertinya dia memang benar-benar budeg.

“aku bilang..maaf.”aku mengulang perkataanku,masih sangat pelan.

“sebaiknya kau berhenti malu-malu dan katakan apa yang kau ingin katakan dengan lantang!”youngmin membentak,aku mengembungkan pipi kesal.

~Youngmin Pov~

Aku melihat haneul mengembungkan pipinya kesal,apakah dia mau marah padaku?namun dia malah tidak mengatakan apapun dia hanya diam tak mengomel ataupun mengatakan apapun.

Aku tidak bisa berbohong dia terlihat lucu dengan ekspressi itu,aku mendekat kearahnya menatap nya lurus sedangkan dia malah membuang mukanya. Lucu sekali,dia benar-benar mirip seperti anak kecil yang sedang merajuk tanpa sadar sudut bibirku terangkat dan aku tersenyum.

Aku tersenyum?aku bisa merasakan bibirku melebar,apa aku benar-benar tersenyum?setelah beberapa tahun ini aku akhirnya bisa merasakan senyuman yang tulus tidak di paksakan. Haneul memang wanita yang luar biasa dia mampu mengembalikan moodku yang sedang buruk menjadi lebih baik.

“haneul-shi…bisakah kau mengulang perkataanmu lagi?”aku meminta dengan suara yang lebih lembut.

“aku minta maaf karena sudah menyentuh barang-barangmu tanpa seizinmu.”haneul berkata.

Aku mengangguk,dia akhirnya mengatakan apa yang ingin dia ungkapkan seharusnya dia lebih terbuka dan percaya diri dia sepertinya banyak menahan potensi yang bisa dia capai.

“apa ini pekerjaan pertamamu sebagai sekertaris?”Tanyaku dan haneul mengangguk.

“kau harus banyak belajar,sebaiknya kau temui tuan choi minho dia adalah sekertaris ayahku tenang saja dia orang yang baik kau bisa menemuinya di lantai atas bilang saja kau di kirim olehku.”aku memberikan perintah.

“baik tuan jo.”haneul berdiri dari duduknya dan pergi melewatiku dengan ekspressi yang dingin.

“haneul..”aku memanggil dan haneul menoleh kearahku.

Aku sebenarnya ragu untuk mengatakan ini,namun aku benar-benar ingin berterimakasih kepadanya dia benar-benar sudah membantuku dalam membangun emosiku kembali apakah memperkejakan dia memang sesuatu yang benar?

“terimakasih.”akhirnya aku berkata.

Haneul kelihatan kaget dia hanya diam dengan mulut yang sedikit menganga,aku mengelengkan kepalaku.

“apa mulutmu tidak terasa kering?”tanyaku dan haneul segera menutup mulutnya lalu pergi dari ruanganku.

“dasar wanita aneh..”

~Kwangmin Pov~

“iya bagus sekali kwangmin!”sang photographer memujiku lagi dan lagi.

Aku bosan,hanya berpose dan memasang wajah sangar kedepan kamera aku sudah mendapat pujian.oh iya aku lupa aku kan superstar semua orang menyukaiku tidak peduli apa yang aku lakukan,aku berpose sekali lagi dan para model wanita yang menemaniku tidak bisa berhenti menyentuh tubuhku.

Bukannya aku tidak menikmati tapi terkadang mereka sedikit mengangguku,apalagi tangan-tangan model itu menyentuh bagian pahaku jika tidak dada. Aku benar-benar akan marah pada managerku karena sudah menyetujui pemotretan ini.

Setelah selesai aku segera pergi menuju ruang ganti tanpa berbincang-bincang ataupun mengecheck hasil pemotretanku,aku benar-benar lelah dan ingin marah kepada managerku yang sekarang entah dimana keberadaan nya.

“oh kau sudah selesai?”

Mendengar suara donghyun hyung aku segera memberikan nya tatapan sinis,dia sepertinya sudah kebal dengan tatapanku itu. Donghyun hyung hanya tersenyum dan memberikan sebuah botol minuman berenergi unttukku,aku menangkapnya dengan malas aku bisa melihat dia membuka sebuah Koran dengan berita headline tentang diriku.

“sepertinya seseorang kemarin terjebak.”

Donghyun hyung berkata dia melirik kearahku masih berpura-pura bodoh,sudah jelas akulah yang ada di headline news itu. Aku tahu sekarang jadi donghyun hyung melakukan ini semua karena dia ingin menghukumku karena aku keluar tanpa seizin nya, terkadang aku benci menjadi idola..semua kehidupanku harus diatur oleh semua orang yang ada di sekitarku kapan aku memiliki kebebasan? Aku hanya lelaki yang ingin bebas.

“ini hukumanmu karena kau tidak meminta ijin untuk keluar.”

Aku benar,aku sudah bosan dengan semua peraturan ini aku hanya mengangguk sambil meminum minuman yang donghyun hyung belikan untuk ku.

“kau masih punya 2 schedule lagi sebaiknya kau cepat ganti baju.”donghyun hyung keluar dari kamar gantiku.

Aku menghela nafas aku melirik kearah cermin yang ada di hadapanku,aku bisa melihat bayanganku yang cukup aneh..aku merasa kalau wajah yang aku lihat di depan cermin sekarang bukanlah diriku.

Wajahku di hiasi dengan make up yang tebal,eyeshadow dan eyeliner menghiasai mataku membuat mataku menjadi lebih tajam dengan aksesoris yang melingkar di leher dan tanganku. Kenapa aku merasa begitu palsu?

Aku merasa aku bukan jo kwangmin yang dulu,kenapa aku merasa begitu aneh?bukankah ini dunia yang kupilih?dunia yang penuh dengan kepalsuan dan hura-hura. Apakah ini sebenarnya yang kuinginkan?belakangan ini aku sudah lelah menjadi idol,apakah aku harus berhenti?

Setelah selesai mengganti baju aku keluar menuju mobil vanku yang ada di luar,baru juga aku melangkah keluar semua orang yang ada di luar studio mengerubungiku mereka memang menjaga jarak denganku namun aku merasa terganggung dengan jeritan dan panggilan mereka.

Gadis SMA yang sering sekali aku temui arggh.. aku bosan mendengar jeritan mereka!

“kwangmin kesini!”

“kwangmin lihat aku!!”

“kwangmin oppa aku mencintaimu!”

Ya..ya aku tahu kalian mencintaiku dan aku berterimakasih atas semua cinta yang kalian berikan tapi kalian tidak usah mengatakan nya kepadaku setiap hari! Aku sudah mulai muak mendengarnya aku mengangguk dan melambaikan tanganku kearah gadis-gadis itu dengan senyum lebar palsuku.

Aku segera naik ke mobil vanku dan aku langsung di sambut dengan wajah donghyun hyung yang kelihatan tidak bahagia,apalagi?dia akan marah-marah lagi padaku?

“kwangmin bisa kau jelaskan apa ini?”donghyun melemparkan Koran yang tadi dia baca kepadaku.

Aku dengan malasnya membuka Koran itu dan melihat foto diriku dan haneul yang terpampang sangat besar dikoran itu. Tulisan berwarna merah terlihat jelas disana tulisan itu berkata ‘skandal superstar jo kwangmin dengan seorang pegawai toko buku?’ aku segera meremas Koran itu.

“bisa kau jelaskan jo kwangmin?apa kau berpacaran dengan gadis itu?”

Aku mengigit bibirku,aku tidak ingin haneul terlibat dalam permasalahan ini dia tidak tahu apapun,apalagi dia hanya berniat baik untuk menolongku aish..kwangmin pabo ya! Kenapa juga kau harus memeluknya.

“aku harus bertemu dengan haneul sekarang juga.”aku berkata.

“siapa haneul?gadis yang kau peluk?”donghyun hyung bertanya dan aku mengangguk.

“tidak bisa,kau akan membahayakan dia sebaiknya aku yang menemuinya.”donghyun hyung menolak permintaanku.

“tapi hyung..”

“cukup kwangmin,kau sudah membahayakan dia dengan skandal ini jika kau mau dia aman menjauhlah dari gadis yang bernama haneul ini.”

Menjauh dari haneul?apakah aku bisa?aku ingin dekat dengannya bukan untuk membahayakan nya..

~haneul Pov~

Aish!! Aku benci kalau sudah bertemu dengan youngmin,lalu kenapa aku masih datang juga ke perusahaan ini? Oh iya aku lupa..aku benar-benar membutuhkan uang untuk membiayayai kehidupan sehari-hariku dan sekarang aku harus mencari seorang yang bernama choi minho?

Oh tuhan aku bahkan belum tahu dimana orang itu berada,aku berjalan menuju lift. pintu lift terbuka,aku bisa melihat sesosok lelaki jangkung dengan setelan jas yang sangat rapih potongan rambut yang pendek dan kelihatan nya sedang mengotak-atik handphonenya.

Aku melirik penasaran..oh orang ini pasti sangat sibuk sekali dia bahkan tak melirik kearahku saat aku masuk,aku segera memencet tombol lantai paling atas dan pintu liftpun tertutup.

“kau pasti kim haneul.”tiba-tiba saja lelaki itu berkata dan aku mengangguk,apa lelaki ini seorang cenayang?kenapa dia bisa tahu namaku.

“ne..nuguseyo?”aku bertanya keheranan.

“aku choi minho..senang bertemu denganmu.”

Minho tersenyum dan menjabat tanganku,aku menghela nafas ternyata dia lebih baik dari youngmin,setidaknya aku bisa belajar dengan tenang bersamanya. Aku tersenyum dan minho melepaskan tangan nya dari tanganku,dia kelihatan nya tipe lelaki gentleman.

“oh iya..kau pasti belum tahu jadwal youngminkan?sebaiknya kau menyalin nya diruanganku.”minho mengusulkan dan aku hanya menurut.

Setelah pintu lift terbuka minho keluar lebih dulu dan aku mengikutinya dari belakang,minho membuka laci mejanya yang berjarak tak jauh dari sebuah ruangan yang berpintu double dan aku bisa melihat minho megeluarkan sebuah berkas yang di balut dengan map merah.

“ini semua jadwal youngmin untuk beberapa bulan kedepan,sebaiknya kau mulai menyalinnya kedalam buku jurnalmu.”minho menyarankan.

Aku segera mengambil map itu dan membukanya,aku bisa melihat deretan meeting-meeting yang harus youngmin datangi dan beberapa pesta juga. Namun ada satu yang sangat menonjol dari daftar itu yaitu acara ballet yang berjudul black swan.

“hm..minho-shi,apa kau yakin ini jadwal youngmin-shi?”aku bertanya ragu-ragu.

“ya tentu saja,apa ada yang salah?”

“apa kau yakin youngmin-shi suka menonton pertunjukan ballet?”tanyaku dan minho kelihatan nya mengerti alasanku mengapa aku bertanya.

“oh..itu youngmin-shi sendiri yang menyuruhku untuk mencari tiket setiap pertunjukan ballet yang di bintangi penari bernama krystal.”minho menjelaskan.

“benarkah?aku tidak menyangka..”aku masih keheranan.

“sudahlah sebaiknya kau cepat pergi,dia tidak suka jika sekertarisnya berlama-lama disini.”minho berkata dan aku mengangguk.

“terimakasih minho-shi,aku pergi dulu.”aku membungkuk kearah minho dan minho hanya memberikan senyuman padaku.

Aku segera pergi menuju kantor youngmin,aku duduk di sebuah meja yang berjarak tak jauh dari pintu ruangan youngmin. Aku duduk disana dan menghidupkan komputer yang ada di mejaku.

Tak ada yang harus kukerjakan aku duduk dan segera membuka buku jurnalku,aku mulai mencatat jadwal-jadwal youngmin yang ternyata sangat padat. Sepertinya kehidupan nya dipenuhi oleh meeting,pesta dan acara sosial lainnya.

Krining..krining..

Mendengar suara telepon berbunyi aku segera mengangkat telepon dengan suara yang professional dan tentu saja tegas.

“selamat siang,dengan perusahaan jo inc ada yang bisa saya bantu?”

“keruanganku sekarang,dan jangan lupa bawa juga jadwalku.”

Mendengar perintah itu aku segera menghela nafas aku benar-benar malas untuk bertemu dengan youngmin apalagi harus berbicara dengan nya.

nde algeseumnida sajang-nim…”aku menjawab dan menutup telepon.

Aku segera mengambil map merah yang diberikan minho dan masuk kedalam ruangan youngmin, Aku mengetuk pintu ruangan youngmin,dan aku bisa mendengar suara sahutan youngmin yang menyuruhku masuk,aku cukup kaget saat aku melihat keadaan youngmin.

aku bisa melihat youngmin yang hanya memakai kemeja putih dia tidak menggunakan blazernya dan rambutnyapun terlihat acak-acakan.Dengan santainya dia membaca dokumen-dokumen yang menumpuk di mejanya,dia menupangkan kakinya kemeja dan sesekali mengigit ujung pulpen yang dia pegang di tangan kirinya dan tangan kanan nya menompang dokumen yang dia baca.

“permisi…”aku berkata dan youngmin segera melirik kearahku yang sudah berdiri di ambang pintu.

“masuklah,aku ingin mendengar jadwalku untuk besok.”dia menyuruhku.

Aku mengangguk dan segera masuk keruangan youngmin sesudah menutup pintu kantornya terlebih dahulu,aku membuka map dan mulai membaca satu persatu jadwalnya meskipun dia kelihatan tak memperhatikan dia bisa menangkap semua perkataan ku karena dia selalu meminta untuk mengulurkan waktu beberapa menit pada jadwal meetingnya.

“dan yang terakhir,anda harus menghadiri konser black swan.”aku menutup pidato panjangku dan youngmin tiba-tiba saja menjatuhkan pulpen yang dia pegang.

“mwo?kau yakin acara itu besok?”youngmin bertanya,dia kelihatan benar-benar kaget.

“ya,jika anda tidak percaya silahkan lihat.”aku memperlihatkan jadwalnya pada youngmin.

Youngmin hanya menatap kosong kearah kertas jadwalnya dan diapun memberikan lagi kertas itu padaku, ekspressinya kelihatan berubah dia kelihatan gelisah dan khawatir aku tidak mengerti…apa ada yang salah dengan pertunjukan black swan ini?

“baiklah,ingatkan aku setelah aku selesai meeting dengan tuan kim jongin.”youngmin memerintah.

“nde sajangnim..”

“kau boleh keluar.”

Youngmin dengan dinginya berkata dan akupun keluar dari ruangannya,aku jadi penasaran dengan pertunjukan black swan ini. Aku segera duduk di kursiku dan mulai membuka website google untuk mencari pertunjukan blackswan,aku segera menemukan beberapa website yang memuat tentang info black swan.

Ternyata sudah banyak sekali orang asing yang menarikan ballet ini,dan aku sangat tertarik untuk menontonnya juga aku melihat pemeran-pemeran dalam pertunjukan itu dan aku bisa menemukan nama jung krystal di dalam castnya.

“jung krystal??”

Aku mencoba mengingat-ngingat nama itu,oh iya! Minho-shi yang mengatakan nya padaku seperti nya  jung krystal inilah yang youngmin sangat sukai,aku mengklick nama krystal dan munculah gambar seorang wanita cantik di memakai custom black swan leangkap dengan makeup yang tebal.

“apakah ini tipe wanita yang youngmin sukai?”aku bertanya dan memperhatikan gambar itu,yah krystal memang cantik namun dengan kostum dan dandanan seperti itu dia terlihat menyeramkan.

Sekilas aku melihat profil tentang wanita muda itu,ternyata umurnya tidak jauh dariku aku semakin penasaran dan membaca biografi singkat tentang nya di web itu. Setelah beberapa menit membaca biografi itu aku tahu kalau beberapa tahun yang lalu krystal meninggalkan korea untuk kuliah di prancis dan dia adalah anak dari pengusaha kaya tuan jung.

Aku segera menutup web itu dan kembali menyalin semua jadwal youngmin,sebaiknya aku menanyakan semua tentang krystal pada youngmin langsung aku tidak ingin bermain sebagai detektif dan menyelidiki segalanya sendirian.

~Kwangmin Pov~

Aku bosan..

Rasanya perkataan itu sering sekali menghantui pikiranku,aku bosan untuk diam di apartemenku yang besar dan dipenuhi dengan fasilitas yang lengkap namun aku bosan..mendengar teleponku berbunyi aku segera mengambil handphoneku.

Aku bisa melihat nama yang tertera di handphoneku,aku sangat kaget dan segera mengangkat telepon itu dengan semangatnya.

“krystal?apa sekarang kau di korea?”tanyaku dengan senangnya.

“ne kwangmin-ah aku baru sampai kemarin.”suara di seberang telepon terdengar sangat senang.

“krystal-ah kenapa kau tidak bilang?aku merasa bersalah tak menjemputmu di bandara.”aku mengungkapkan dan aku bisa mendengar suara krystal tertawa renyah.

“kwangmin-ah tidak apa-apa,aku kan sudah selamat dan sampai sekarang.”

“oh iya,aku sudah membeli tiket untuk pertunjukan ballet mu aku juga memberikan satu tiket pada youngmin hyung.”aku menjelaskan.

Krystal hanya diam saja,aku tahu hubungan youngmin hyung dengan krystal tidak sebaik yang dulu. Entah sejak kapan mereka menjadi jauh dan seakan-akan tidak mengenal satu sama lain padahal dulu mereka akrab sekali,aku sudah beberapa kali mencoba menyatukan mereka lagi namun kelihatannya usahaku sia-sia karena kedua pihak sepertinya tidak peduli.

“oh begitu ya,sampaikan salamku pada youngmin-ah.”krystal merespon akhirnya.

“iya,tenang saja aku akan menyampaikan nya.”aku menjawab dengan nada ceria.

“baiklah,aku harus latihan dulu kwangmin-ah jangan lupa untuk datang besok.”

“iya tenang saja,bye..”

Kami berdua menutup telepon secara bersamaan,aku menghela nafas sejenak. Aku mencari kontak youngmin hyung dan mencoba menghubunginya mengingatkan dia untuk datang di acara pertunjukan black swan krystal namun dia tidak juga mengangkat telepon nya.

Aku mengambil jaket dan kacamataku persetan dengan omongan donghyun hyung,aku ingin keluar sesuai dengan keinginanku. Baru juga aku membuka pintu apartemenku sosok donghyun hyung sudah ada,aku menarik nafas kaget karena di terlihat sangat menyeramkan sekali jika sedang marah.

“kau mau keluar pangeran?”Tanya donghyun hyung dengan suara geramnya.

“a..ani..tadi aku mendengar suara langkah kakimu jadi aku ingin membukakan pintu.”

Donghyun hyung mengangkat halisnya tidak percaya,dia menarik jaket dan kacamata hitamku dari tanganku dan menyimpan nya di counter dapur yang tidak jauh berada dari pintu masuk apartemenku.

“apa kau lupa?sudah kubilangkan kau harus keluar dengan ijinku.”donghyun hyung berkata,aku sudah bosan mendengarnya.

“aku tahu hyung..tapi aku bukan anak kecil lagi yang harus menunggu persetujuan orang tuanya untuk keluar.”aku mengeluh.

“kwangmin! Apakah kau tahu betapa berbahayanya jika kau pergi sendirian?kau itu terkenal semua orang tahu kau dan banyak juga orang-orang yang jahat yang mau menculikmu.”donghyun hyung kelihatan marah.

“aku tahu hyung..aku tahu tapi aku juga ingin kebebasan dari dulu hidupku selalu diatur olehmu.”

“baiklah,kau mau pergi kemana?”donghyun hyung akhirnya mengalah.

“kekantor youngmin hyung.”aku menjawab singkat.

“untuk bertemu dengan gadis itu?”

Aku mengernyitkan dahiku,aku tidak mengerti apa yang di katakanadonghyun hyung. Apakah youngmin hyung menerima haneul untuk menjadi pegawainya?aku sangat senang sekali namun aku harus menyembunyikan kesenangan ini dari donghyun hyung kalau tidak dia tidak akan mengijinkanku pergi.

“aku hanya ingin bertemu dengan youngmin hyung,haneul bukan siapa-siapa aku hyung.”

“kau yakin?kau kelihatan nya bahagia saat aku menyebutkan nama haneul.”

Sial!donghyun hyung terlalu tahu semua hal tentangku dia sudah mengenalku luar dan dalam. Aku benci dia seperti penggendali boneka siapapun bisa tunduk padanya,namun aku harus lebih pintar dan berhati-hati dalam menjaga emosiku aku tak akan membiarkan dia memisahkanku dengan haneul lebih jauh.

“ayolah hyung..haneul hanyalah 1 dari seribu gadis yang ku kencani.”aku berkata dengan percaya diri,seberapa dekat aku dengan donghyun hyung aku tidak pernah mengatakan soal wanita yang dekat denganku atau kencan jadi dia mungkin tidak tahu.

mwo?yah! seikiya!kau berani berkencan?!”donhyun hyung menjewer telingaku dan aku mengaduh kesakitan,tangan besar nya itu memang kuat!

“yah!!ya!..aw..sakit hyung..”aku meronta-ronta.

“berapa banyak?katakan padaku! Apa kalian membuat sex tape?”donghyun hyung meracau,dia memang sudah gila! Aku tidak mungkin berani membuat sex tape.

“apa?sex tape? Hyung jinja! Tentu saja tidak!”aku menjawab dengan emosi.

Donghyun melonggarkan jeweran nya.

“katakan  padaku!berapa banyak gadis yang kau kencani sekarang?”

opso! Aku hanya berbohong..”aku akhirnya mengaku tak ingin merasakan sakitnya jeweran donghyun hyung lagi.

“mwo?kau berani berbohong sekarang?”donghyun hyung menarik telingaku lebih keras,aku mencoba memukul-mukul tangan donghyun hyung sambil meronta.

“awww iya hyung maafkan aku!!”

Donghyun hyung akhirnya melepaskan jeweran nya dan aku segera menjauh dari donghyun hyung,aku khawatir telingaku akan copot jika donghyun hyung menjewerku lagi.

“sebaiknya kau mengatakan semuanya padaku kwangmin,jika kau ingin berkencan kau tinggal bertanya lagi pula kau sudah besar, sekarang aku rasa sudah waktunya kau merasakan cinta.”

Mendengar perkataan itu aku sedikit lega,yah setidaknya aku bisa bebas sekarang aku bukanlah remaja yang berumur 17 tahun lagi aku sudah besar sekarang dan aku menginginkan seorang pacar.

“benarkah hyung?kau tidak bohong?”aku bertanya dengan mata yang berbinar-binar.

“ya,pergilah carilah pacar yang baik.”donghyun hyung kelihatan serius.

Aku melompat dengan senangnya dan memeluk donghyun hyung sambil berputar-putar dan tertawa,donghyun hyung kaget dan mencoba berontak namun aku memeluknya dengan erat sampai akhirnya dia mendorongku mejauh namun aku masih senang aku tidak peduli dengan apapun.

“yah!jangan peluk aku seperti itu lagi!”donghyun membentak dan aku hanya tersenyum.

“sudah sana pergi!”

Donghyun hyung menyuruh tentu saja aku semangat, Aku mengambil jaket dan kacamataku lalu pergi keluar apartemen.

“Jangan lupa kabarkan padaku siapa pacarmu dan bagaimana kencan kalian.”donghyun hyung bereriak saat aku sudah berlari keluar apartemen.

Aku berbalik dan sekilas memberikan acungan jempol padanya dan menghilang di balik tikungan lorong apartemen,aku menaiki lift dan memakai jaketku aku menyisir rambutku dengan tanganku sekilas membayangkan kalau aku akan bertemu dengan haneul aku sudah sangat bahagia.

~DoubleTrouble~

Donghyun yang masih berdiri di apartemen kwangmin segera berlari keluar menyusul kwangmin,dia menungu lift untuk datang namun lift tak kunjung juga datang diapun memutuskan untuk berlari menuruni tangga darurat.

Dengan langkah yang besar dia menuruni tangga,keringat sudah memenuhi tubuhnya namun dia tidak peduli,akhirnya dia sampai di lobi apartemen dan kaget saat melihat kwangmin yang sedang berjalan dengan santainya keluar dari apartemen dia segera bersembunyi di balik pintu tangga darurat.

Dia segera keluar saat dia melihat kwangmin mengendarai motor nya,donghyun segera menelepon supir pribadi kwangmin dan taklama kemudian mobilnya datang dan donghyunpun masuk.

“ikuti kwangmin cepat!”donghyun memerintah dan sang supir mengangguk.

Mobil sedan silver yang di gunakan donghyun segera meluncur mengikuti motor kwangmin,donghyun dengan tidak sabarnya menunggu di belakang dia mencari-cari topi dan kacamata yang dia simpan di mobil kwangmin berjaga-jaga jika kwangmin lupa kacamata dan topinya.

Akhirnya dia menemukan kacamata dan topinya,dia segera menggunakan nya. Donghyun kembali memperhatikan jalan dan melihat motor kwangmin berbelok menuju jalan dimana perusahaan ayahnya berada.

“ternyata benar dia hanya ingin bertemu dengan youngmin.”donghyun berkata.

“donghyun –shi apa kita masih harus mengikutinya?”Tanya sang supir.

“iya ikuti dia.”donghyun memerintah.

Beberapa menit mengikuti kwangmin akhirnya kwangmin berhenti di perusahaan jo,dan segera masuk kedalam gedung. Donghyun yang penasaran mengikuti kwangmin dari belakang dan dia bisa melihat kwangmin dengan akrabnya mengobrol dengan dua resepsionis perusahaan jo. Kelihatan nya kedua resepsionis itu sudah terbiasa dengan kedatangan kwangmin,itu tanda nya kwangmin sering kesini.

Donghyun tidak bisa berhenti berspekulasi,dia menunggu di balik orang-orang yang berlalu-lalang masuk. Kedalam kantor,Karena tidak ingin di curigai donghyun berpura-pura duduk di kursi lobby kantor sambil membaca Koran,dia tetap memandang kearah kwangmin dan dia melihat kwangmin menaiki lift setelah kwangmin menghilang masuk kedalam lift donghyun segera berlari kearah 2 resepsionis yang berbincang dengan kwangmin.

“kemana kwangmin pergi?!”donghyun berkata sedikit memaksa.

“hm..siapa anda tuan?”Tanya salah satu resepsionis yang bernama jung eunji,donghyun bisa tahu karena dia melirik kearah name tag yang eunji gunakan.

“aku manager kwangmin,cepat katakan padaku dia pergi kemana?”Tanya donghyun tidak sabaran.

“tuan kwangmin pergi keruangan tuan youngmin,anda bisa menemui nya di lantai 20.”eunji menjawab.

Secepat kilat donghyun berlari kearah lift dan menyerobot masuk membuat sebagian orang mengeluh karena terdorong olehnya,beruntung bagi donghyun dia tidak peduli sama sekali dengan keadaan di sekitarnya pikiran nya fokus pada kwangmin.

Saat dia sudah sampai di lantai 20 dia bisa melihat kwangmin dengan seorang gadis sedang mengobrol, gadis itu kelihatan biasa-biasa saja namun dia memang cantik rambut sebahunya di sisir rapih  dan dia kelihatan menggunakan sebuah bando sangat childish..donghyun berpikir.

“jadi kau mau ikut denganku?”

Sepotong pembicaraan antara gadis itu dengan kwangmin tak sengaja terdengar oleh donghyun,donghyun bersembunyi di balik tembok pemisah antara lorong kantor dengan ruangan tunggu kantor youngmin.

“tapi kwangmin-shi bagaimana dengan sajang-nim?aku takut dia tidak setuju.”gadis itu berkata,ekspressinya kelihatan khawatir.

“tenang saja,aku yang akan berbicara ok?”kwangmin mencubit pipi gadis itu dan gadis itu tersenyum.

‘yah! Seikiya!kau terlalu dekat!!!’

Donghyun mengutuk dalam hatinya,kwangmin benar-benar tidak sadar dengan lingkungan disekitarnya padahal mata para pegawai yang lewat tertuju padanya dengan gadis asing itu.

“hush!hush apa yang kalian lihat?! pergi sana!”donghyun mengusir setiap pegawai yang melirik kearah kwangmin dan haneul yang sedang mengobrol.

~Haneul Pov~

“ayolah..makan siang bersamaku?”

Ajakan itu begitu menggoda,aku ingin sekali ikut dengan kwangmin-shi tapi mengingat aku bekerja dengan seorang iblis bernama jo youngmin aku harus menolak ajakan itu dengan sangat berat hati.

“kwangmin-shi aku masih bekerja.”aku memberi alasan dan dia mulai memelas.

“ayolah..aku akan bicara pada hyung,kau tenang saja ok?”kwangmin berkata.

“aku ingin sekali kwangmin-shi tapi aku tidak bisa,bagaimana kalau lain kali saja?”aku mencoba beralasan,kwangmin memang lelaki yang cukup keras kepala.

“Haneul! hubungi choi minho-shi dan memberikan berkas ini.”

Tiba-tiba saja youngmin keluar dari ruangannya dan melihat aku dan kwangmin yang sedang mengobrol,ekspressinya berubah menjadi lebih gelap dan dia melipat kedua tangan nya di dadanya dia kelihatan kesal.

“bisakah kau tidak menganggu pegawaiku?jika kau tak ada urusan penting sebaiknya kau pulang.”youngmin berkata.

“hyung~”kwangmin memelas.

“aku hanya ingin mengajak haneul-shi makan siang.”kwangmin mengungkapkan tujuan nya datang kesini.

“tak bisa,ajak dia setelah dia pulang bekerja.”youngmin menjawab tanpa berpikir.

“hyung jangan buat aku membahas soal krystal.”ancam kwangmin dan youngmin segera menutup mulut kwangmin dengan kedua tangan nya.

“yah!jangan katakan nama itu disini!”youngmin membentak membuatku semakin penasaran,kenapa youngmin tidak ingin membahas soal krystal di hadapanku?

“emmm!!!”kwangmin mencoba berbicara namun mulutnya masih di bekam oleh youngmin.

sajang-nim kau akan membunuh kwangmin-shi jika kau menutup mulutnya seperti itu.”aku mencoba melerai perkelahian antara youngmin dan kwangmin.

BLETAKKK

Tiba-tiba saja sebuahsepatu melayang kearah kepala youngmin,membuat youngmin jatuh kelantai terkapar menyentuh kepalanya yang berdenyut sakit sedangkan kwangmin mangap-mangap mencari udara.

Haneul yang kaget melirik kesekitarnya namun dia tidak menemukan siapapun yang memiliki kemungkinan untuk melempar sepatu,melihat youngmin yang kesakitan dan mengerang haneul segera membantunya untuk berdiri.

“sial! Siapa yang berani melemparkan sepatunya padaku?!”youngmin membentak membuat pegawai yang sedang berlalu-lalang di lorong melirik kearahnya.

Kwangmin yang sudah bisa bernafas secara normal lagi memungut sepatu yang membentur kepala kakaknya itu,entah kenapa dia merasa sangat kenal sekali dengan sepatu yang dia pegang itu dia merasa sering kali melihat nya.

“kwangmin-shi?apa kau tahu siapa yang memiliki sepatu itu?”Tanyaku pada kwangmin yang kelihatan nya sedang asik memperhatikan sepatu yang ada di tangannya.

“ani..tapi aku merasa kenal dengan sepatu ini.”kwangmin menggaruk-garuk kepalanya.

~DoubleTrouble~

Ini bukanlah makan siang yang aku inginkan!

Aku menatap sinis kearah youngmin yang duduk di sampingku dengan kompressan es di kepalanya,dia mengeluh sakit beberapa kali aku sudah bosan mendengarnya. Aku duduk di samping nya dengan malas dan sesekali mencuri pandang kearah kwangmin yang duduk di depanku,sesekali kami bertukar senyuman namun si iblis youngmin selalu berhasil mengalihkan momen indahku dengan kwangmin.

“aww..sakit aku rasa aku harus kerumah sakit.”

Kwangmin dan aku kompak memutar mata kami,bukankah terlalu berlebihan untuk pergi kerumah sakit hanya karena benjol sedikit dikepala? Aku yakin 2 jam saja benjol itu akan hilang.

“hm..haneul-shi.”aku mendengar kwangmin memanggilku.

“nde?”aku merespon secepatnya dan aku bisa mendengar youngmin mendengus.

“sebenarnya tujuanku kesini untuk mengajakmu.”kwangmin berterus terang dan aku bisa mendengar youngmin berdehem.

“hyung..bisakah kau diam?aku sedang berbincang dengan haneul.”kwangmin akhirnya hilang kesabaran nya.

“pemarah..”youngmin bergumam namun kwangmin memutuskan untuk mengabaikan ejekan kakaknya.

Youngmin yang sudah memesan ice tea segera meminum minuman nya,dia sudah kehausan karena tidak berhenti mengeluh sepanjang jalan mereka menuju café.

“aku ingin kau hadir di pertunjukan black swan.”kwangmin mengungkapkan dan aku sedikit kaget begitu mendengar apa yang dia katakan,dan yang lebih serunya lagi youngmin menyemburkan minuman nya kemuka kwangmin karena kaget juga.

“MWO?”youngmin membentak,kwangmin yang merasa jijik segera mengambil tissue yang ada di meja.

Dengan sabarnya dia mengelap wajahnya,akupun membantu mengelap bajunya yang terkena semburan youngmin namun youngmin malah menarik ku dan memaksaku untuk duduk kembali.

“tidak bisa.”youngmin menolak.

“hyung..aku mengajak haneul bukan kau.”kwangmin menegaskan dan youngmin melirik kearahku.

“jika kau ingin selamat sebaiknya jangan ikut.”youngmin mengancam,aku ingin sekali menendang nya jauh keujung dunia.

Jo youngmin bisakah kau tinggalkan aku dan kwangmin berdua?!

Aku segera melirik kearah kwangmin,aku penasaran apa yang akan dia lakukan jika aku menerima tawaran nya.

“dengan senang hati kwangmin-shi.”aku berkata dengan senyum manisku.

“bagus kalau begitu,aku jemput kau ok?”

“YA! Kalian tidak bisa!kalau begitu aku tidak akan datang.”

Youngmin merajuk dan kami berdua benar-benar mengacuhkan keberadaan youngmin dan terus mengobrol,sesekali iblis itu harus di beri pelajaran.

~Youngmin Pov~

Aku masuk kedalam rumahku yang besar dan sepi,aku melihat pelayanku baru saja beres membereskan ruangan tamu.

“selamat sore youngmin-shi.”pelayan itu menyapaku.

Aku hanya mengangguk sekilas dan pergi kekamarku untuk mengganti bajuku,aku sudah gatal memakai jas Armani ini. Pakaian jas bukanlah style ku aku selalu merasa tidak nyaman dan gatal namun ibuku dan ayahku memaksaku untuk memakai baju macam ini.

Aku segera melepaskan dasiku yang rasanya sudah mencekikku dari tadi pagi,aku membuka blazer dan kemeja putihku.

Belum juga aku beristirahat handphoneku sudah berbunyi,aku segera mengangkat telepon itu tanpa melihat caller id nya.

“yobuseyo.”aku menjawab dengan singkat.

“youngmin-ah.”

Mendengar suara wanita itu aku membeku sesaat,sudah berapa tahun aku tidak mendengar suara itu?apakah dia masih mengingat wajahku?kenapa dia harus menghubungiku sekarang?kenapa tidak dari dulu?

“krystal.”

“youngmin-ah..sudah lama tidak bertemu,bagaimana kabarmu?”suara gadis itu masih sama seperti dulu,lembut dan anggun.

“baik,bagaimana denganmu?”aku menjawab,percakapan ini bagaikan mimpi bagiku..apakah semua ini nyata?

“baik juga,youngmin-ah apa kau sudah tahu soal pertunjukan ku?”

“ah..iya kwangmin memberi tahuku.”

Aku berbohong lagi..anak setan itu tidak pernah mengatakan apapun tentang pertunjukanmu kystal,dia terlalu sibuk memperhatikan haneul. Krystal apakah kau tahu?aku masih mencintaimu seperti dulu?aku ingin kau kembali..

“bagus kalau begitu,kau datangkan?”

“tentu.”

Sejak kapan aku tidak datang ke pertunjukan mu krystal?apakah kau menyadari kehadiranku di setiap pertunjukan mu?aku selalu datang…selalu.

“baiklah..aku benar-benar menunggu kedatanganmu loh hyunseong ingin kenal denganmu.”krystal dengan cerianya berkata.

“oh begitu ya,sampaikan salamku padanya.”

“ne,youngmin-ah aku benar-benar menunggu kedatanganmu.”krystal berkata,nada suara nya terdengar sangat serius.

“aku akan datang tak usah khawatir.”

“aku menunggu mu,aku harus latihan dulu aku akan menghubungimu nanti.”krystal berkata dan menutup telepon nya.

Aku melepaskan handphoneku dari telingaku,dan memandang foto wallpaper handphoneku. Kenapa hatiku sakit sekali setiap kali aku memandang kearah foto wajah krystal,krystal kenapa aku masih mencintaimu?aku mohon jawab aku..

Sore itu aku memutuskan untuk berjalan-jalan di taman belakang rumahku,dulu di taman ini aku dan krystal sering mengobrol. Rumah ku yang terlalu besar hanya untuk 4 orang ini rasanya menjadi lebih indah setiap kystal datang kesini,ada aura yang special yang krystal punya dia selalu berhasil membuat orang di sekitarnya senang begitu juga denganku.

“youngmin-ah kalau aku sudah lulus SMA aku ingin mengambil jurusan seni tari klassik.”

Aku kaget mendengar suara krystal,aku melirik kesampingku dan menemukan krystal sudah duduk di sampingku,dia mendekat dan menyandarkan kepalanya ke bahuku. Dia tersenyum lalu menyentuh tanganku dia memainkan jari-jariku seperti biasanya,entah mengapa aku selalu ingin tersenyum jika dia sudah mulai manja seperti ini.

“kalau kau sudah lulus,kau mau kemana?”

Aku terdiam termenung,haruskah aku menjawab nya?krystal kau tak usah tahu kemana aku akan pergi yang jelas aku akan mengikutimu kemanapun kau pergi,aku tidak akan melepaskanmu aku akan mengengammu.

“kemanapun kau pergi,aku akan ikut.”

Suara tawa renyah krystal terdengar,dia berhenti menyandarkan kepalanya dari bahuku membuat aku melirik kearahnya.

“kau benar-benar gombal! Aku tahu kau akan mengambil jurusan bisnis management kan?”

Aku hanya tersenyum tipis,andai aku bisa menari seindah tarianmu krystal aku akan menari bersamamu selamanya.

“tak apa-apa,yang penting kita satu kampus ok?jadi kita tidak terpisah jauh.”

Aku mengedipkan mataku namun saat aku membuka nya kembali semua bayangan krystal hilang,sekarang tinggalah aku sendiri duduk di kursi taman yang sudah kusam di temani oleh gugurnya dedaunan musim gugur dan dingin nya angin sore.

“aku mencintaimu jung krystal.”

Tak terasa airmata menetes dari kedua mataku,aku menyentuh sisi kursi dimana krystal selalu duduk,aku mendongak menatap langit yang sudah berwarna orange. Aku benci untuk menangis dan yang paling aku benci adalah..kenyataan kalau aku tidak bisa melupakan krystal setelah bertahun-tahun berlalu.

The place where my two eyes finally rest..

Where I put the presents I didn’t throw away and everything else I have of you
Cause you were my sun, the moon
You were my everything and everything in my room seems to miss you If I get tired of looking for you and forget,Our hidden memories still linger cause you’re still in my room

Shinee –  In my room

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Double Trouble ~Chapter 2~

  1. Nasib jdi idol ya, gk bsa bebas. Itu managerny kwangmin gk percayaan amt ya ampe iktn kwangmin sgl… Tp sapa ya yg timpukin Youngmin pke sptu? Pst Donghyun kn, managerny Kwangmin???

    Youngmin msh ska ma krystal yd haneul ma Kwangmin aj. Kykny Kwangmin udh mulai suka dh ma haneul…

    Di tunggu ya lnjtnny

  2. astaga..manager kwangmin terlalu posesif..sampe ngikutin k kantor youngmin..pake nimpuk youngmin pula yg notabene kakak kwangmin..parah..hehehe..
    Aku penasaran knp krystal n youngmin g dkt kaya dlu lg..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s