Posted in FanFiction (semua umur)

Tomorrow ~Part 2~

Title: Tomorrow

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

No silent reader pelase..

Cast :

  • Lee Howon [INFINITE]
  • Ju Yeon mi / Jung Ahra [You/reader]
  • Jung Heechul [ZE:A]
  • Ju Suyoung [OC]

Genre :Romance,angst

Length :Twoshoot

Rating : Teens

Part 2

Heechul sudah menerima hasil tes nya,dia duduk di salah satu bangku yang ada di koridor rumah sakit. Tangan nya gemetaran sedikit dia sangat khawatir, perlahan dia membuka amplop coklat itu dan mulai membaca sehelai kertas keterangan yang ada di dalam nya.

Heechul menarik nafasnya kaget saat dia melihat hasil tes itu,di surat itu di nyatakan kalau dia positif menderita kanker otak stadium lanjut. Heechul tidak tahu harus berkata apa pada istrinya dia hanya bisa menangis sambil meremas kertas itu dia takut sekali,dia takut kalau dia tidak bisa bertahan hidup dan ada di sisi ahra.

[Ahra POV]

Aku membuka pintu rumah,sangat aneh sekali karena rumah masih gelap. Mungkin heechul oppa belum pulang,aku sedikit lega jadi aku tidak usah menjelaskan kemana aku pergi seharian.

Aku menyimpan kardus buku yang aku bawa dan beristirahat sejenak di sofa,entah kenapa aku menjadi teringat wajah lelaki yang tadi aku temui di seoul.

Siapa namanya? Aku lupa lagi..hm wonho?wooyoung? oh iya howon,aku baru ingat lagi sekarang. Dia sangat tampan dan gagah kalau saja aku tidak menikah mungkin aku sudah mengajaknya kencan.

Ah..tidak!tidak! aku cinta heechul oppa,bagaimanapun aku sudah menikah dengan heechul oppa aku tidak boleh tertarik pada lelaki lain. Aku mengacak-ngacak rambutku dan bangkit dari duduk ku.

Aku pergi kedapur dan menuangkan air kedalam gelas mug yang biasa aku gunakan,setelah selesai minum entah kenapa aku merasa perutku terasa sangat sakit.

“argh..”

Aku mengerang kesakitan,aku memang sering sakit perut tapi sakit perut ini lebih sakit dari biasanya bahkan lebih sakit dari kram yang biasa aku derita. Aku mencapai counter dapur untuk menahan tubuhku agar tidak ambruk kelantai,aku memegang perutku dengan kuat berharap sakitnya hilang.

Beberapa menit kemudian sakit di perutku hilang dan akupun bisa bernafas dengan normal lagi,belakangan ini perut sering sakit entah apa masalah nya mungkin hanya kram saja.

Aku memutuskan untuk memasak makan malam dan melupakan rasa sakit tadi,aku menyiapkan beberapa bahan makanan dan memulai memasak. Saat aku asyik memasak tiba-tiba handphoneku berbunyi.

Aku mengerutkan keningku melihat nomor asing yang tertera di handphoneku,akupun mengangkat telepon itu walaupun aku belum tahu siapa yang menelepon.

“yobuseyo..”

“ahra-shi?”

Mendengar suara lelaki itu aku langsung ingat pada howon.

“oh howon-shi..aku tidak menyangka anda akan segera menghubungi saya.”

Aku tersenyum canggung,entah kenapa setiap kali aku berbicara dengan lelaki satu ini aku selalu gugup dan jantungku berdetak tak karuan.

“maaf,apa aku menganggu?”Tanya howon.

“aniyo..aku sedang menunggu masakanku matang.”aku berkata sambil mengaduk-ngaduk sayur yang ada di wajan.

“oh begitu ya,hm..aku bisa mencium bau masakan nya sampai sini..pasti maskaanmu lezat.”kata howon sambil tertawa,tawanya itu entah mengapa sangat tidak asing bagiku.

“aku bukan ahli memasak,tapi belum pernah ada orang yang complain tentang masakanku.”

Entah kenapa aku merasa seperti gadis SMA jika aku berinteraksi dengan howon,aku memasukan beberapa potong daging sapi kedalam sayurku dan menutup wajan agar sayurnya matang.

“wah..bagaimana kalau lain kali kau main ke apartemenku dan memasakanku sesuatu.”howon berinisiatif.

Aku ingin sekali main ke apartemen howon tapi sayang,aku tidak di ijinkan untuk pergi ke seoulkan lagipula aku tidak ingin berbohong lagi pada heechul oppa. Saat aku hendak membalas perkataan howon aku mendengar suara pintu dibuka,aku panik aku tidak bisa membiarkan heechul oppa mendengarkanku sedang berbincang dengan lelaki lain nati biasa-biasa dia cemburu.

“howon-shi sudah dulu ya,aku hubungiku kau nanti.”aku berkata dengan cepat tanpa menunggu balasanya dan segera menutup sambungan telepon kami.

“oh ahra,kau sudah pulang?”Tanya heechul oppa padaku,dia kelihatan sangat lelah.

“ne oppa,kau mau makan?aku sudah siapkan makan malam.”aku bertanya sambil mengambil tas dan mantelnya.

“iya,aku akan mandi dulu lalu makan malam denganmu.”heechul oppa menjawab dengan senyum lemahnya.

Aku mengangguk dan menyiapkan sayur yang aku masak,aku memasukan sayur itu kedalam mangkuk besar dan aku mulai membersihkan meja makan untuk kami makan setelah selesai aku mengaktifkan handphoneku dan mendapatkan satu pesan dari howon.

Ahra-shi terimakasih atas perbincangan nya,selamat malam dan semoga tidur nyenyak ^^v

Aku tersenyum membaca pesan itu dan aku segera membalas pesan itu dengan simpel,ternyata howon memang lelaki yang baik aku senang bisa bertemu dengan dia andai saja aku bisa ke seoul sekali lagi aku tidak akan menyia-nyiakan waktu disana.

[Heechul POV]

Melihat ahra yang ceria aku semakin ragu untuk mengatakan berita buruk ini,aku meremas kertas keterangan itu dan membuang nya kedalam tong sampah semoga saja ahra tidak akan membaca kertas ini.

Aku pergi kekamar mandi dan mulai membasuh badanku,aku memikirkan banyak hal mulai dari masa depan sampai keinginan ku dan ahra untuk memiliki anak.

Apakah semua itu akan tercapai? Aku masih ingat. Ahra selalu mengatakan kalau dia ingin memiliki anak lelaki dan perempuan, dia selalu mengoceh tentang nama-nama bayi yang bagus untuk anak kita nanti.

“jika perempuan aku ingin menamakan dia haneul dan jika dia lelaki aku ingin menamakan dia Jinho.”

Aku tidak pernah bisa melupakan itu,aku bahagia menikahi ahra dan sungguh aku tidak menyesali setiap detik yang kuhabiskan dengan nya. Ahra adalah istri yang baik dia penurut dan perhatian aku tidak ingin memiliki wanita lain selain dia.

Namun aku masih merasa bersalah,aku..selama ini aku sudah menyembunyikan banyak sekali hal darinya dan termasuk tentang kesehatanku ini.

Tuhan apakah ini hukumanku karena telah membuat ahra menderita?apakah ini hukumanku karena aku telah menipunya selama ini? Aku mohon tuhan..aku hanya ingin di maafkan dan dicintai.

Keluar dari kamar mandi aku melihat sepasang pakaian sudah ahra siapkan untukku,aku memakai nya dan keluar dari kamar. Ahra tersenyum lebar saat melihat aku keluar dari kamar dia mendekat kearahku dan mencium pipiku.

“omo..suamiku memang tampan,aku baru ingat kalau aku sudah membelikan kemeja ini beberapa bulan yang lalu tapi oppa tidak sempat memakainya.”

Ahra,dia selalu memujiku dia selalu tahu bagaimana cara untuk membuatku senang aku benar-benar beruntung memiliki istri sebenarnya.

“benarkah,aku rasa warna biru memang cocok untukku.”aku berkata dan mencium dahi ahra.

“ayo makan oppa,nanti sayur nya dingin.”

Ahra menarikku menuju meja makan dan kamipun memakan makan malam kami, setelah selesai makan kami berdua mencuci piring. Keheningan menemani kami sampai akhirnya ahra memutuskan untuk menjahiliku dan mencipratkan air di tanagn nya ke mukaku dan akupun tertawa lalu membalasnya.

“ah! Oppa!” ahra memekik saat air yang kucipratkan menyentuh wajahnya.

Akhirny kami berduapun tertawa,setelah selesai merapikan alat makan aku dan hara duduk di sofa untuk menonton tv. Seperti biasa ahra menyandarkan kepalanya kedadaku dan aku pasti melingkarkan tanganku di pundak kecilnya,ahra kelihatan lelah mungkin tadi siang dia sangat sibuk.

Sesaat mataku fokus kearah tv menonton acara tv yang cukup menghiburku dan sesekali aku tertawa jika ada adegan lucu,setelah acara selesai aku memandang kearah ahra dan melihatnya sudah tertidur pulas.

Ku usap kepala ahra dengan lembut dan kucium pucuk kepalanya,aku masih merasa sangat bersalah karena aku tidak sempat mengatakan berita buruk tentang penyakitku padanya namun aku tidak ingin membebani nya lagi sudah cukup aku membebani nya aku hanya ingin dia bahagia.

“ahra-ya..mianhe..saranghae.”aku berkata,tak terasa airmataku menetes.

Aku segera mengangkat tubuh ahra dan membawanya kekamar lalu aku menyelimuti tubuh nya,aku membelai wajah itu dan memandanginya sesaat. Wajh ahra terlihat sangat tenang jika sedang tertidur,dia cantik sekali rasanya inginku kekanang wajah cantiknya selamanya..namun dengan otak yang rusak ini masihkah aku bisa mengingat nya?

Aku ingin tumbuh tua bersama hara,melihat anak dan cucu kami tumbuh dan besar.namun dengan penyakit jahat yang ada di tubuhku ini akankah aku bisa melihat anak atau cucuku?aku bahkan tidak yakin,dokter bilang kesempatanku untuk hidup hanya beberapa persen walaupun dengan operasi dan kemoterapi itu hanya akan memperpanjang beberapa bulan.

“Jung ahra..aku mencintaimu,sangat mencintai.”aku berkata lagi,namun tiba-tiba ahra bangun dan tertawa.

Aku tak bisa menolak,tawa hara memang sangat menular aku yang sedihpun akhirnya tersenyum tipis kearahnya.

“oppa,aku tahu..aku juga cinta sekali pada oppa.”ahra berkata dan untuk beberapa saat kami saling memandang.

“ahra,apa kau ingin ke seoul?”entah mengapa pertanyaan itu tiba-tiba saja meluncur dari mulutku.

“mwo?”

“jika kau mau ke seoul,aku ijinkan.tapi pulang nya jangan malam ya?”

Ahra tersenyum dan mengangguk.

“iya oppa,sekarang sudah malam sebaiknya kita tidur.”

Ahra bergeser memberiku tempat untuk tidur,aku berbaring di samping ahra dan memeluknya.

“ngomong-ngomong,aku juga cintaaa sekali padamu tuan jung.”ahra berkata sebelum tidur dan aku hanya bisa mengangguk.

Apakah kau masih akan mencintai setelah kau tahu semuanya ahra?aku berpikir..

Beberapa bulan kemudian..

[Howon POV]

Aku tersenyum pahit,melihat video yang kurekam saat kami mengunjungi COEX aquarium di dalam video itu aku masih bisa melihat yeonmi yang sangat ceria dan kelihatan nya dia senang. Aku tertawa saat aku melihat yeonmi meniru gerak ikan-ikan yang dia lihat dia terlihat begitu lucu dan cantik.

Suara yeonmi terdengar melantun di telingaku,aku berharap aku bisa mendengar suara itu sekali lagi. Jika aku bertemu dengan yeonmi aku ingin menyuruhnya untuk mengatakan kata ‘saranghae’ lagi padaku aku ingin mendengar omelan nya dan ejekan nya lagi.

Aku tidak sadar betapa aku merindukan gadis itu,aku ingin merasakan lagi hangat tubuhnya dan mencium bibir manisnya sekali lagi. Entah berapa lama lagi aku harus menunggu,satu-satunya jalan keluar dari rasa rinduku hanyalah memutar video-video ini dan menatap kearah album-album foto yang yeonmi koleksi.

Setiap kulihat wajah cantiknya entah kenapa dadaku terasa sangat sesak dan airmataku selalu mengancam untuk keluar,aku tidak ingin seperti ini aku hanya ingin yeonmi datang dan memaafkanku hanya itu saja.

Yeonmi-ya..jika kau dengar aku tolong kembalilah..apakah kau tahu aku selalu menunggumu?aku akan selalu menunggumu sampai kapanpun,aku tak akan melupakanmu apakah kau tahu setiap hari aku menangisimu seperti ini? seperti orang bodoh yang tidak tahu jalan keluar dari labirin cintamu?

“sampai kapan kau akan memandagi foto itu?”

Mendengar suara suyeong aku menoleh dan melihat sosok gadis itu sudah berdiri di belakangku sambil menenteng sebuah bungkusan.

“oh suyeong,sejak kapan kau disini?”tanyaku bangkit dari dudukku.

“sejak 5 menit yang lalu.”suyeong menjawab.

“duduklah biar aku bawakan minum.”aku berkata namun suyeong menggelengkan kepalanya.

“tak usah oppa,aku kesini hanya mengantarkan makanan ini. Eomma bilang sebaiknya kau melupakan eonni,eomma bilang dia rela dan sudah melepaskan eonni.”

“kau sudah mengatakan nya dari bulan kemarin suyeong.”aku mengingatkan nya.

“aku tahu,aku hanya ingin mengingatkan oppa saja.Dan ini sudah 3 tahun lebih oppa..sebaiknya kau lupakan dia juga.”

Suyeong dengan dingin nya berkata dan menyimpan bungkus makanan yang dia bawa di sampingku lalu pergi.

Dred..dred..dred..

Mendengar handphoneku bergetar aku melirik kearah handphoneku dan aku senang sekali saat melihat nama ahra tertera di handphoneku.

Howon-shi annyeoung..aku sedang ada di seoul,apakah kau punya waktu luang?

Membaca pesan singkat itu aku langsung mengambil jaket dan dompetku,lalu membalas pesan singkat itu.

Beberapa menit di perjalanan aku sampai di stasiun kereta KTX,aku melihat sosok ahra yang baru keluar dari kereta,dia kelihatan cantik seperti biasa namun penampilan nya hari ini lebih anggun dari sebelumnya karena dia menggunakan dress diatas lutut,mantel coklat dengan sepatu boots hitam yang cukup panjang.

Ahra tersenyum sata dia melihatku dan berjalan mendekat begitu juga denganku,aku terpesona dnegan penampilan nya hari ini.

“howon-shi..sudah lama tidak bertemu.”

Aku mengangguk entah kenapa tanganku secara otomatis menarik ahra menuju mobilku,ahra kelihatan kaget namun dia tidak menolak dan segera duduk didalam mobilku akupun masuk kedalam mobil dan menghidupkan mesin mobilku.

“kita akan kemana howon-shi?”Tanya ahra

“kita akan ke COEX aquarium,apa kau tahu?”

Aku bisa melihat ahra menggelengkan kepalanya.

“tidak,tapi aku penasaran.”

Aku bahagia mendengar apa yang dikatakan ahra,akupun mengarahkan mobilku menuju jalanan seoul yang ramai.

[Ahra POV]

Aku sangat terpesona dengan ikan-ikan yang ada di aquarium,aku menatapi ikan-ikan berbagai ukuran yang berseliweran berenang di hadapanku. Aku bisa melihat dari bayangan cermin aquarium kalau howon tersenyum,dia kelihatan dalam mood yang bagus hari ini karena dia tidak berhenti tersenyum.

Kami berdua mengobrol sesaat dan topik yang kami bicarakan selalu mengasyikan mulai dari jadwal syuting howon sampai comeback infinite,dia juga menanyakan padaku tentang kehidupanku namun entah mengapa topik soal heechul oppa tidak muncul juga diantara mulut kami.

Aku sudah mengenal howon beberapa bulan sekarang,aku baru tahu kalau dia ternyata lebih tua dariku dan dia memaksaku untuk memanggilnya oppa. Walaupun malu-malu aku mulai bisa memanggilnya oppa dan setiap kali aku memanggilnya oppa entah kenapa matanya selalu berubah menjadi berkaca-kaca.

Terkadang aku bertanya pada diriku sendiri,apakah ada sesuatu yang salah?ataukah aku mengingatkan nya pada seseorang?aku ingin seklai bertanya namun aku tidak berani,aku takut howon merasa risih dengan keingin tahuanku.

Setelah berjalan-jalan kami berdua masuk kedalam terowongan aquarium,di terowongan itu cukup sepi mungkin karena kebanyakan orang sedang berkumpul menonton acara atraksi lumba-lumba.

“oppa lihat! Itukan ikan nemo.”aku menunjuk kearah ikan-ikan kecil yang berwarna orange.

“iya,ikan itu lucu sekali ya?”

Aku suka sekali ikan itu,andai saja aku bisa membelinya aku ingin sekali memeliharanya.

“andai saja..”

Tanpa sadar apa yang kupikirkan keluar juga dari mulutku,aku segera menutup mulutku dnegan tanganku karena kaget. Sedangkan howon menatap kearahku dengan penuh Tanya,sepertinya dia penasaran dengan apa yang akan aku ucapkan.

“andai kenapa?apa kau ingin sesuatu?”

Aku menggelengkan kepalaku,aku tidak mungkin menrengek padanya dan mengatakan kalau aku ingin ikan-ikan kecil itu. Tapi kalau aku bersama heechul oppa mungkin aku akan melakukan nya.

“tidak bukan apa-apa.”

“katakan padaku,apa kau menginginkan sesuatu?jangan ragu..ayolah,akukan oppamu.”

Aku tertawa mendengar kata ‘oppa’ kelaur dari mulut howon,howon menyentuh kepalaku dan dia mengelus rambutku dengan lembut entah kenapa aku merasa sanagt tidka asing dengan sentuhan nya.

Saat aku hendak mengutarakan apa yang kuinginkan tiba-tiba saja kepalaku terasa sakit dan pusing,taklama kemudian akupun ambruk dan yang terakhir kulihat adalah wajah howon yang khawatir dan kaget.

“AHRA!AHRA!”aku bisa mendengar suara howon namun aku mulai kehilangan kesadaranku.

[Flashback]

“oppa!ayo cepat..aku melihat pertunjukan lumba-lumba.” yeonmi menarik tangan howon dan howon hanya menurut dan berjalan lebih cepat.

“wah oppa lihat lumba-lumbanya lucu sekali!!”

Ahra dengan senang nya memandangi ikan lumba-lumba yang sedang melakukan atraksi,howon tersenyum memperhatikan wajah yeonmi yang kelihatan ceria dan bahagia sudah lama sekali howon tidak mempehatikan wajah kekasihnya itu.

“hm..jadi kau tidak marah lagi?”Tanya howon sambil memegang tangan yeonmi.

Yeonmi melirik  kearah howon,dia lupa kalau 5 menit yang lalu dia marah pada howon.yeonmi akhirnya tersenyum dan mengandengan tangan howon dengan manjanya membuat howon mengacak-ngacak rambut yeonmi.

“hehehe.aku hanya bercanda oppa,aku gak bisa marah-marah lama sama kamu.”yeonmi berkata sambil menjulurkan lidahnya.

“kau puas sudah membuatku berlari-lari seperti tadi eoh?”Tanya howon dan yeonmi hanya mengangguk sambil tertawa.

“itu artinya oppa sayang padaku kan?aku bahagia..”yeonmi mengungkapkan,howon tersenyum dan memegang erat tangan yeonmi.

“kau ini,benar-benar menyebalkan.”howon mencubit hidung yeonmi dan merekapun kembali menonton atraksi.

~Tomorrow~

Yeonmi sedang sibuk mencuci piring namun tiba-tiba sepasang tangan memeluk pingangnya membuat nya sedikit kaget,dia menolah dan ternyata howonlah yang memeluknya. Yeonmi tersenyum dan mengelus kepala howon sedangkan howon mencium pucuk kepala yeonmi.

“aku lelah sekali..”howon mengeluh dan mengistirahatkan kepalanya di pundak yeonmi.

“ingin kubuatkan teh?”Tanya yeonmi.

Howon menggelengkan kepalanya.

“aku ingin kamu…”howon berbisik membuat yeonmi tertawa dan berbalik.

“byuntae!”yeonmi mengejek.

“ini semua salahmu,kenapa kau selalu sexy dan cantik di hadapanku?”howon bertanya dan menangkup wajah yeonmi di tangan nya.

“ck..kau pasti belajar rayuan itu dari woohyun oppa,iyakan?”

“hahaha..darimana kau tahu?”howon tertawa.

“aku melihat di majalah,kalian belakangan ini terlihat sangat dekat.” Yeonmi berkata dan melepaskan tangan howon dari wajahnya.

“dia teman yang baik,oh iya..ada sesuatu yang ingin kusampaikan.”howon mengungkapkan,ekspressinya berubah menjadi nervous dan ragu-ragu.

“ada apa oppa?”Tanya yeonmi penasaran.

“aku ingin kita pergi ketaman nasional seoul nanti malam,kau maukan?”

Yeonmi kelihatan curiga namun dia akhinya mengangguk,howon kelihatan senang dan pergi kekamar mereka untuk mandi. Yeonmi melanjutkan membersihkan piring sampai akhirnya dia mendengar handphone nya bergetar,yeonmi berlari dan mengaktifkan handphone nya dia kaget sekali melihat pesan singkat yang dia terima.

Howon berbohong padamu,dia pergi ke bar bersama membernya..aku tidak tahu apa yang dia lakukan tapi sepertinya mereka bersenang-senang dan mabuk.

Yeonmi duduk di sofanya sedang membaca majalahnya,taklama kemudian howon keluar dari kamar mereka dan tidur di pangkuan yeonmi.

“tadi malam bagaimana latihan nya?”yeonmi bertanya,dia penasaran dengan jawaban howon.

“oh..latihan nya lancar.”howon menjawab dengan singkat,kelihatan nya dia tidak ingin membahas soal latihan itu artinya howon memang berbohong padanya.

“begitu ya,apakah kalian pergi ke bar yang ada di gangnam?”

Yeonmi bisa melihat mata howon melebar sempurna,howon segera bangkit dan menatap kearah yeonmi. Yeonmi yang emosi segera bangkit dari sofa dan howon menarik tangan nya membuat yeonmi menatapa lurus kearahnya dengan tatapan benci.

“maafkan aku yeonmi-ya,sunggyu hyung memaksaku.”

“kau bohong padaku howon.”

Keduanya diam,entah mengapa yeonmi merasa sangat marah ,mungkin karena ini pertamakalinya howon berbohong padanya?howon biasanya jujur tentang banyak hal namun sekarang howon sudah berani berbohong padanya.

“yeonmi-ya kau tidak mengerti..ini semua berhubungan dengan hal yang ingin aku ungkapkan malam ini.”

“apa oppa?katakan padaku apa yang kau ingin katakan?kenapa kau menyembunyikan nya?..jangan bilang kau ingin putus denganku?”yeonmi bertanya.

Howon yang mendegar kata putus dari mulut yeonmi segera berlari dan memeluk yeonmi,dia memeluk gadis itu dengan erat.

“TIDAK!aku tidak pernah ingin putus denganmu..aku tidak mau.”howon berkata.

“kalau begitu katakan padaku oppa?jangan membuatku khawatir seperti ini.”

Yeonmi melepaskan pelukan howon dan menangkup wajah howon,howon menatap kearah yeonmi sesaat dia ragu apakah dia harus mengatakan nya disini atau kukuh untuk member tahu yeonmi di saat yang tepat.

“aku mohon yeonmi-ya tunggu sampaai malam ini,aku tidak ingin mengecewakanmu.”howon memohon sedangkan yeonmi marah dan pergi keluar dari apartemen.

[end of flashback]

“ahra-ya…?”

Mendengar namanya di panggil ahra melirik kesamping nya dan menemukan howon yang berdiri di samping nya dengan khawatir,howon memengang tangan ahra dan mengusap kepala ahra.

“sudah merasa baikan?”Tanya nya begitu lembut.

Ahra hanya mengangguk,dia masih bingung dengan mimpi yang baru saja dia dapatkan dan yang lebih aneh howon ada di dalam mimpi itu.

“aku kaget sekali,kau tiba-tiba saja pingsan.”howon mengungkapkan dan duduk di samping ahra.

“maaf sudah mengagetkanmu.”ahra berkata.

Ahra hendak bangkit dari tidurnya namun howon menahannya,howon menatap nanar kearah ahra dia seakan ingin mengatakan sesuatu namun dia menahan nya dan itu menganggu untuk ahra. Ahra menyentuh tangan howon yang mencengkram lengan nya dengan lembut seakan mengatakan kalau dia baik-baik saja,howonpun membiarkan ahra untuk bangun.

“ada apa howon-shi?kenapa kau terlihat sangat khawatir?aku bak-baik saja.”ahra memamerkan senyum tipisnya kearah howon.

“kau yakin kau baik-baik saja?”Tanya howon.

“ya,tentu saja..”ahra mengangguk.

“apa kau tidak mengingat apapun tentang aku?”

Ahra hanya diam,dia memang memiliki banyak mimpi tentang howon,namun ahra tidak tahu harus menjelaskan nya bagaimana. Ahra tidak ingin howon berpikir kalau dirinya adalah seorang wanita aneh dengan sebuah obsesi yang aneh pula.

“sku mendengar kau mengingau..”howon mengungkapkan.

“kau memanggil namaku berkali-kali,jadi aku pikir..mungkin saja kau mengingatku.”howon menjelaskan dengan canggung nya.

“entahlah howon-shi..aku,aku memiliki banyak mimpi denganmu dan itu aneh. Aku tidak mengerti kenapa kau sellau muncul di mimpiku padahal kita hanya mengnal satu sama lain selama beberapa bulan belakangan ini.”ahra akhirnya jujur,dia malu dan menunduk.

“ahra-shi..apa nama ju yeonmi tidak asing bagimu?”howon kembali bertanya.

Yeonmi..yeonmi..

Nama itu memang tidak asing,ahra mengingat kalau selama dalam mimpinya bersama howon,howon selalu memanggilnya dengan nama itu.

Tapi bagaimana howon bisa tahu?apakah mungkin ada sesuatu diantara mereka berdua?masa lalu ahra memang tidak jelas dia hanya di beritahu kalau dia di temukan di sebuah taman tergeletak pingsan dan heechulah yang berbaik hati untuk membawanya kerumah sakit.

“aku tahu siapa yeonmi,kau selalu memanggilku dengan nama itu jika aku sedang bermimpi.”ahra menjelaskan.

Howon hanya diam,apakah dia sudah menemukan yeonmi yang dia cari selama ini?ini semua bagaikan mimpi dan howon tidak percaya.

“benarkah?apa kau ingat?yeonmi-ya..ini aku howon,lee howon.”howon memegang kedua bahu ahra.

“kau bukan ahra tapi kau yeonmi,kau adalah ju yeonmi.”

“bagaimana bisa howon-shi?aku bahkan tidak tahu siapa yeonmi.”

Howon duduk di samping ahra dan menarik nafas,dia siap untuk menjelaskan semua yang terjadi dan dia berharap kalau ahra bisa menerima kenyataan yang akan dia dapatkan sekarang.

“ahra-ya,yeonmi adalah tunanganku. Kami akan menikah namun yeonmi menghilang beberapa bulan sebelum menikah..itu semua kesalahanku karena aku berbohong padanya.”

Ahra hanya diam,mendengarkan semua penjelasan dari howon membuatnya sedikit terguncang,apakah ini adalah akhir semua misteri tentang dirinya?apakah ini adalah jati dirinya yang sebenarnya?jadi dia adalah Ju yeonmi bukan Jung ahra.

“permisi,apa aku mengangu?”

Ditengah-tengah penjelasan howon seorang dokter masuk kedalam ruangan ahra,howon segera berdiri dan menghampiri sang dokter. Mereka berdua keluar dari ruangan ahra sedangkan howon hanya meemparkan senyum berharap ahra bersikap tenang.

“howon-shi..saya tidka tahu harus menyampaikan ini langsung atau tidak.”sang dokter memulai dia membuka-buka chart kesehatan ahra yang ada di dalam map biru di tangan nya.

“kami sudah memeriksa seluruh tubuh nona jung seperti yang anda perintahkan,dan dari hasil X-ray yang kami ambil saat nona jung pingsan sangat mengagetkan.”sang dokter mengungkapkan.

“ada apa dokter?katakan padaku apakah yeon— maksudku ahra,baik-baik saja?”

“saya khawatir tuan lee sepertinya nona jung mengidap kanker hati stadium lanjut.”sang dokter akhirnya mengungkapkan.

“APA?tapi..bagaimana bisa dok?”

“sepertinya nona jung sering kelelahan atau mengkonsumsi obat kimia yang terlalu berlebihan,banyak sekali faktor-faktor menyebab kanker hati tuan lee tapi saya sangat menyarankan untuk segera mencari donor. Karena saya khawatir jika virus kanker nya menyebar kebagian oragan yang lain dan penyembuhan nya akan semakin lama.”

Setelah mendengar berita buruk itu,lutut howon terasa lemas dia mengusap wajah nya dengan frustasi. Haruskah tuah sekejam ini?!di saat dia sudah menemukan kekasih nya yang hilang sekarang tuhan akan mengambilnya lagi?apa dosa yang telah howon perbuat sehingga tuhan sangat kejam padanya?

“baiklah dokter,terimakasih.”

Sang dokter mengangguk dan memberikan map biru yang dia pegang kepada howon,dalam map itu ada surat keterangan dan beberapa hasil X-ray ahra.

Howon masuk kedalam ruangan ahra dan menemukan ahra sudah bersiap-siap untuk pulang karena hari sudah sore dan dia harus segera pulang kalau tidak heechul pasti marah.

“howon-shi aku harus pulang ini su—“ sebelum ahra bisa menyelesaikan kalimatnya howon sudah mencium ahra duluan dan itu membuat ahra membungkap mulutnya.

Howon melepaskan ciuman nya dan memeluk ahra dengan erat,beberapa meni kemudian ahra bisa merasakan Sesuatu yang hangat di pundaknya sudah jelas sekali kalau howon pasti menangis.

“tidak,jangan pergi kemanapun kau yeonmiku,aku tidak akan membiarkanmu pergi!”

~Heechul House~

Aku sudah menunggu 3 jam! Kenamana ahra pergi?kenapa dia tidak pulang juga? Aku mendengar suara mesin mobil yang parker dihalaman rumahku dan melihat ahra turun dari sebuah mobil sedan bersama seorang lelaki.

Apakah dia berselingkuh?! Aku benar-benar akan marah jika iya,namun aku tidak ingin marah-marah dan bersikap tidak sopan. Sebaik nya aku menghampiri mereka dan menuntut penjelasan yang jelas dari keduanya.

“ahra-ya..”aku memanggil ahra dan ahra menoleh.

“oppa,kau sudah pulang.”ahra tersenyum,tak ada rasa takut sedikitpun di wajah nya itu berari dia tidak berselingkuh.

“siapa dia?”aku bertanya.

aku menatap kearah lelaki tinggi dan cukup tampan yang berdiri di samping ahra,dia kelihatan sangat tidak sennag saat melihatku entah kenapa aku bahkan bis amerasakan kebencian nya.

“oh dia lee howon,kami berdua bertemu di seoul..aku pingsan saat aku berjalan-jalan dan dialah yang menyelamatkanku.”

“apa kau pingsan?apa kau baik-baik saja?”aku menangkup wajah ahra dan menatapnya penuh dengan kekhawatiran.

“aku tidak apa-apa oppa,howon-shi kesini untuk menjelaskan sesuatu padamu.”ahra mengungkapkan dan aku mengangguk.

“silahkan masuk howon-shi,kita bicarakan semuanya di dalam.”aku berkata dengan ramah dia hanya menganguk,sungguh lelaki yang dingin.

Setelah kami berdua duduk,howon segera memulai pembicaraan sepertinya dia tidak mau buang-buang waktu denganku.

“aku kesini hanya ingin bertanya,ahra bialang kalau dia di temuka pingsan di sebuah taman dan tak sadarkan diri. Dia juga mengatakan kalau kau lah yang membawanya kerumah sakit apa itu benar?”

Aku mengangguk,semua itu memang benar..sebagian nya.

“apa yang terjadi sebelum kau menemukan nya?katakan yang sejujurnya.”

entah kenapa sata aku mendnegar perkataan itu intonasi howon terdengar seperti mengancam,aku memang berbohong semua itu. Selama ini aku membohongi semua orang dengan cerita palsu itu ini semua salahku namun aku tidak bisa jujur,aku terlau takut untuk kehilangan ahra.

“ya aku berkata jujur howon-shi.”aku menjawab,aku bisa melihat howon tidak senang dengan jawabanku.

“BOHONG!kau mengatakan padanya kalau kau adalah pacarnya iyakan?! Kenapa kau tidka melaporkan orang hilang?kenapa kau berbohong pada yeonmi?!”howon naik pitam,dia menarik kerah bajuku dan tinju nya sudah siap menyentuh wajahku.

“apa yang kau katakan?!aku tidkatahu siapa yeonmi..”aku mencoba mengelak.

“ahra itu yeonmi!dia adalah tunanganku yang hilang.”howon mengungkapkan dan tentu saja heechul gemetar,dia tidak menyangka kalau istrinya ahra adalah tunangan howon.

“tapi..tidak mungkin,kami sudah menikah dan..”heechul tak bisa melanjutkan kata-katanya dia terlalu shock.

“aku ingin kau menceraikan nya,apapun yang terjadi..kau harus membayar dosamu.”howon pergi meninggalkan heechul yang tertegun,dia belum bisa mencerna semua perkataan howon.

“oppa?kemana howon-shi pergi?”Tanya ahra yang melihat howon sudah naik kedalam mobilnya.

“dia punya urusan penting yang harus ditanagani.”heechul berbohong dan ahra hanya mengangguk.

“ahra,apa kau ingat siapa dirimu sebenarnya?”

Ahra menggelengkan kepalanya dengan sedih.

“aku akan membantumu mengingatnya.”heechul berkata.

Ahra dan heechul duduk di ruang tamu rumah kecil mereka,di depan mereka ada sebuah dompet dan tas kecil yang ahra tidak kenali. Heechul menyodorkan tas dan dompet itu kepada ahra.

“ini mungkin membantumu untuk mengingat siapa kau.”kata heechul.

Ahra membuka tas kecil berwarna abu-abu itu,di dalam tas itu hanya ada beberapa struk belanjaan dan sebuah note kecil. Di dalam tas itu juga ada sebuah novel dan alat-alat make up sederhana seperti lipgloss dan BB cream.

Ahra membaca struk yang ada di dalam tas itu ahra kaget,dalam struk itu di tunjukkan kalau dia memesan beberapa undangan dan kartu ucapan terimakasih. Struk yang lain berisi tentang harga gaun pengantin yang dia pesan dan alat-alat lain untk kebutuhan pesta.

“oppa…apakah ini benar milikku?”Tanya ahra dan heechul mengangguk.

Ahra membuka note kecil yang berwarna merah dan bergambar hello kitty,disana dia melihat tanggal 17 november di bulati dengan tanda hati ahra tidak mengerti apa maksudnya namun dia membuka-buka lagi note kecil itu,dia melihat sebuah catatan kecil di note itu pengatakan kalau dia memiliki janji dengan manager hotel Hilton yang ada di daerah gangnam.

“apakah aku seorang wedding organizer?kenapa aku memesan semua peralatan pernikahan ini?”ahra bertanya kebingungan namun heechul tidak menjawab.

Ahra membuka dompet yang tergeletak tepat di samping tasnya dan dia kaget saat melihat foto yang ada didalam dompet itu,foto itu adalah fotonya dengan howon,mereka berdua mesra sekali howon mencium pipi ahra sedangkan ahra tersenyum dengan manisnya.Ahra semakin bingung jadi semua yang di katakan howon benar adanya?dia memang ju yeonmi bukanlah jung ahra.

“aku tak mengerti..kenapa oppa berbohong padaku?”

Heechul bisa melihat airmata mulai mengumpul disudut mata ahra,ahra pasti merasa di khianati sekarang. Heechul menggapai tangan ahra namun ahra menepisnya dengan keras,dia menatap tajam kearah heechul dia benar-benar kecewa sekali pada suaminya itu.

“kenapa kau berbohong?!jawab aku!”

Mendengar desakan ahra heechul merasa tersudutkan,dia tahu dia salah namun dia tidak pernah menyesali apa yang sudah dia perbuat.

“aku mencintaimu ahra-ya…aku jatuh cinta padamu.”

“apa hubungan nya dengan semua ini?!”

“awalnya aku akan menagtakan yang sejujurnya dan membawamu pulang kembali ketempat asalamu,namun aku merasa bersalah saat itu..aku takut kau mengingat semuanya dan membenciku karena aku menyukaimu.”heechul menjelaskan,ahra hanya dia dan menatap kearah heechul.

“aku tahu aku berbohong padamu,aku salah..tolong maafkan aku. Aku memang pengecut aku seharusnya menghadapi semua masalah nya bukan nya membohongimu dan menyuapi mu dengan kebohonganku.”heechul tertunduk malu.

“aku kecewa padamu oppa..aku kira kau lelaki yang baik.”

Ahra bangkit dari duduknya dan berlari keluar dari rumah nya,heechul mencoba mengejar namun dia terlambat karena ahra sudah jauh dan menghilang di tikungan jalan.

Ahra menatap kearah kartu nama yang dia pegang,kartu nama itu adalah kartu nama howon.dia dengan ragu memasuki sebuah gedung apartemen yang menjulang tinggi di depan nya,saat dia masuk dia sudah di sambut dengan beberapa orang yang berlalu-lalang.

Ahra masuk kedalam lift dan menekan tombol angka 7,pintu liftpun tertutup secara otomatis dan membawanya kelantai tujuh dimana apartemen howon berada. Ahra berjalan dengan perlahan ragu antara harus menemui howon atau pulang saja,namun dia ingin menyakinkan dirinya..ahra ingintahu siapa jati dirinya yang sebenarnya karena pada keanyataan nya dia adalah ju yeonmi bukan jung ahra.

Ahra mendongak dan betapa kagetnya dia melihat sosok howon yang mencium seorang gadis muda,mata gadis itu tertutup seakan menikmati ciuman howon sedangkan howon mendorong gadisitu menjauh saat dia sadar akan keberadaan ahra.

“Yeonmi-ya!”panggil howon hendak mengejar ahra namun ahra segera berlari menjauh.

[Ahra/Yeonmi POV]

Aku berlari sekencang mungkin dan akhirnya berhenti di sebuah taman,aku tidak tahu jika howon masih mencariku atau tidak. Aku kesal sekali,bukankah dia tunanganku?lalu kenapa dia mencium gadis itu?dia bilang dia tidak ingin kehilanganku dan sekarang dia sudah mendapatkan wanita lain..aku benar-benar sudah di tipu oleh nya.

Aku duduk di salah satu bangku kosong taman itu,aku menyeka airmataku dan merenung sesaat. Namun taklama kemudian sebuah bayangan seseorang menghalangi sinar matahari dari pandanganku,aku mendongak dan melihat howon yang sudah menenteng dua eskrim vanilla di tangan nya.

“kau masih menangis?aigoo..sampai kapan kau akan menangis?”Tanya howon dan diapun duduk di sampingku.

“pergi..aku tidak ingin melihatmu.”dengan ketus,aku benar-benar tidak ingin melihat wajahya sekarang.

“maafkan aku yeonmi-ya..apa kau ingat?tadi itu suyeong,adik mu.”howon berkata.

“APA?beraninya kau mencium adikku!”

Aku mengangkat tanganku namun tangan howon lebih sigap menangkapnya,dia malah menarik ku sehingga tubuhku mendekat dan diapun menciumku. Aku kaget sekali,namun merasakan bibir hangat howon yang mencium bibirku aku sedikit menikmatinya,aku segera mendorong tubuh howon menjauh dan kamipun berhenti berciuman aku bisa mendengar beberapa orag berbisik di belakangku.

“dia yang memasak,aku selalu menolaknya karena aku tahu kamu pasti kembali.”howon tersenyum dan menangkup wajahku.

“ayo yeonmi-ya,kita pulang..pulang kerumahmu yang sebenarnya.”howon berkata dan akupun menurut.

Saat aku dan howon hendak berjalan menuju apartemen,tiba-tiba saja aku merasakan perut bagian  bawahku sakit.

“ARGH..”aku meneegrang menahan sakit yang luar biasa itu dan akhirnya pingsan.

“yeonmi-ya?!yeonmi-ya?”howon menepuk-nepuk wajahku,aku bisa merasakan nya namun aku tidak bisa merespon dan perlahan kesadarankupun hilang.

~Heechul House~

Heechul masih diam di sofanya,semalaman dia tidak bisa tidur. Dia tidak bisa berhenti memikirkan istrinya yang sekarang menghilang entah kemana,heechul mengambil figura foto yang ada diatas tv nya dia menatap foto itu dan mengusap kaca figuranya.

Tak terasa airmata mentes membasahi figura itu,dia begitu merindukan hari-hari indah bersama ahra namun sekarang hanya kekosonganlah yang dia hadapi.heechul melihat sebuah berkas yang di balut dengan map biru di counter dapurnya.

Heechul berjalan kearah dapur dan membuka map biru itu,dia membaca satu persatu berkas itu dan sangat terkejut melihat hasil nya karena ternyata istrinya selama ini mengidap penyakit kanker hati dan membutuhkan donor hati secepatnya.

Heechul segera menyambar handphone nya dan menelepon ahra,namun handphone nya masih tidak aktif dia tidak tahu kemana harus mencari ahra dia merasa benci pada dirinya sendiri. Dengan amarah yang meluap heechul membantingkan berkas itu kelantai sehingga berkas itu berserakan di lantai,tubuhnya ambuk di lantai dia menangis sejadi-jadinya dia benci jika dia tidak bisa melakukan apapun seperti ini.

Krining..krining..krining..

Mendnegar suara telepon nya berbunyi heechul segera mengangkatnya.

“yobuseyo?”

“heechul-shi,sebaiknya kau kerumah sakit seoul sekarang.”

Heechul yang mendnegar suara howon khawatir.

“apa yang terjadi?apakah ahra bersamamu?”

“ya ahra bersamaku,cepatlah kemari sebelum kau kehilangan dia.”

“apa maksudmu?”tangan heechul gemetaran dia benar-benar panik,apakah sesuatu terjadi pada istrinya?

“aku bilang cepat kemari!”howon segera menutup teleponya.

Heechul segera membawa jaket dan kunci mobil nya lalu berlari keluar menaiki mobilnya dan pergi ke seoul.

[Ahra/Yeonmi POV]

Aku membuka mataku dan aku sangat aget saat aku melihat sosok wanita paruh baya yang berdiri di sampingku,dia tersenyum dan menghampiriku sekilas wajahnya mirip denganku.

“yeonmi-ya..”panggil wanita itu.

“yeobo,panggilkan dokter sepertinya yeonmi sudah sadar.”wanita itu menyuruh suaminya yang berdiri di samping nya dan lelaki itu keluar memanggil dokter.

Aku tidak bisa menemukan howon dimanapun dan aku mulai panik,aku bahkan tidak tahu siapa mereka.

“yeonmi-ya..tenang saja,ini eomma..apa kau ingat?”Tanya wnaita itu.

Eomma?apakah benar dia ibuku?aku sudah lama tidak bertemu dengan ibuku,apakah lelaki yag tadi juga ayahku? Aku sangat bingung. Aku tidak tahu harus bereaksi seperti apa aku hanya mengangguk lemah,aku bisa melihat mata wanita itu berkaca-kaca dia kelihatan nya sangat terluka karena aku tidak dapat mengingatnya.

“yeonmi-ya..bertahanlah nak,para dokter akan menyelamatkanmu.”wanita itu berkata,aku tidak mengerti.

Aku melirik kearah sampingku,aku bisa merasakan sebuah alat menempel di dadaku masker oksigen bertengger manis di wajahku apakah aku selemah ini? Aku tidak mengerti kenapa aku merasa sangat lemah,seakan-akan semua tenaga yang ada di dalam tubuhku hilang.

Tak menunggu lama aku bisa melihat seorang dokter dan suster masuk keruanganku,dokter itu membuka mataku ebar dan menyoroti mataku dengan lampu senter kecil yang dia bawa. Dokter itu mengecheck tensi darahku dan sang suster kelihatan mencatat semua hasilnya,sang suster juga kelihatan mengecheck alat pendeteksi jantungku dan tabung oksigen.

Sang dokter menatap kearahku penuh iba,aku benci tatapan itu..aku menjadi ingat dimana pertamakali aku sadar. Aku masih orang pertama yang aku lihat adalah heechul oppa yang sangat khawatir,dia tersenyum canggung padaku dan bertanya apakah aku baik-baik saja.

Semua kenangan heechul oppa masih tertanam didalam otakku dnegan rapih,namun masalahnya aku tidak bisa mengingat suaranya sekarang. Entah kenapa aku tiba-tiba saja merindukan sentuhan hangat dan suara lembutnya,aku menatap kearah wanita yang mengaku sebagai eommaku.

Eommaku berdiri di sudut ruangan,airmatanya membasahi pipi mulusnya bibirnya gemetaran dan akhirnya datanglah sosok yang tidak asing bagiku,siapa lagi kalau bukan howon. Howon mendekat kearahku dan menggengam tanganku dengan erat,dia tersenyum tipis padaku namun senyumnya itu begitu palsu.

“hi…kau sudah siuman,apa kau sudah merasa baikan?”howon bertanya padaku sambil mengelus kepalaku dengan lembutm,sentuhan nya memang hangat namun tak sehangat sentuhan heechul oppa.

Aku mengangguk dan tersenyum lemah kearahnya,howon membalas senyumanku aku bis amelihat airmata mulai mengumpul di sudut mata howon. Aku tidak mengerti kenapa semua orang di sekitarku terlihat sedih dan murung?aku tidak akan matikan?

“howon-shi,saya ingin menyampaikan sesuatu.”sang dokter menyentuh bahu howon dan howonmengangguk.

“aku keluar dulu sebentar ya?aku akan kembali.”

Howon mengikuti langkah sang dokter dan aku menatap kosong kearah dua orang yang ada disisiku,eomma dan appaku aku bisa memprediksinya.

[Heechul POV]

Aku berlari memasuki rumah sakit setelah bertanya kepada suster,akhirnya aku menemukan kamar ahra. Aku hendak melangkah mendekat namun aku mendengar dokter sedang mengobrol serius dengan howon,aku bisa mendengar beberapa kali nama ‘yeonmi’ di sebutkan itu adalah nama asli ahra.

Aku mendengarkan penjelasan dokter itu dengan seksama,aku tidak ingin kehilagan sedikit detailpun. Aku harus tahu tentang keadaan istriku,ahra mungkin membenciku sekarang namun aku tidak akan pernah bisa membencinya.

“howon-shi..saya sangat khawatir sekali dengan keaadan yeonmi-shi.” Sang dokter mengungkapkan.

“lalu bagaimana dok?apa yang harus kami lakukan untuk menyelamatkan yeonmi?”Tanya howon.

“yeonmi-shi benar-benar membutuhkan sebuah donor hati howon-shi,sebaiknya anda mencarinya segera waktu yeonmi-shi tinggal sedikit lagi howon-shi. Saya tidak yakin kalau yeonmi-shi dapat bertahan lebih lama.”sang dokter menyampaikan berita buruk itu dan pergi.

Aku bisa melihat howon menyandar kearah tembok dan mengusap wajahnya frustasi,aku pun sama aku tidak tahu apa yang harus aku lakukan. Aku merasa bersalah pada ahra,jika aku tahu kalau ahra sedang sakit aku tidak akan mengungkapkan yang sebenarnya.

Aku memutuskan untuk melangkah mendekat kearah pintu ruangan ahra,tanganku ragu sekali untuk mengetuk pintu ruangan itu. Namun aku mengumpulkan tekadku dan mengetuk pintunya,seorang wanita paruh baya membuka pintu itu dan kelihatan bingung melihatku.

“ah anyyeoung haseyo,saya Jung Heechul..saya kesini untuk menjenguk yeonmi.”aku berkata dengan lancarnya,sedikit aneh bagiku untuk memanggil ahra dengan nama aslinya.

“oh..kau teman yeonmi?masuklah.”wanita itu dengan ramah mempersilahkan.

“ah ye..kamshamnida.”

Aku melangkahkan kaki masuk,aku sangat sedih sekali melihat keadaan ahra yang tergeletak kaku di ranjang rumah sakit.beberapa alat asing tertempel didadanya dan masker oksigen bertengger manis di wajah pucatnya,aku mendekat sekilas aku bisa melihat howon menatapku dengan tajam.

“eommonim,abeonim bagaimana kalau kita keluar dulu?disini terlalu banyak orang. Biarkan heechul-shi dan yeonmi berbincang sebentar.”howon berkata dan kedua orang yan dia panggil eommonim dan abeonim keluar dari ruangan ahra.

“oppa..”

Ahra memanggilku dengan suara seraknya,mendengar suara serak yang lemah itu membuatku ingin menangis entah kapan aku berubah menjadi cenggeng seperti ini.

“huh?ada apa ahra-ya?”aku merespon,suaraku terdengar bergetar ahra pasti sudah tahu kalau aku sekarang menahan airmataku.

“oppa,gwenchana..aku baik-baik saja.”

Aku ingin membentak dan mengatakan kalau dia tidak baik-baik saja,namun aku menahan nya dan mengangguk. Ahra-ya berhentilah bertiingkah kalau kau kuat,aku tahu kau pasti merasakan ribuan rasa sakit sekarang.

“aku..maafkan aku,seharusnya aku tidak berbohong padamu.”aku berkata sambil mengelus kepala ahra.

Ahra tersenyum dengan senangnya,dia terlihat cantik wlaaupun dia pucat sekali dan bibirnya yang biasa berwarna pink sekarang terlihat pucat dan kering.

“oppa,aku menantikan sentuhan itu dari tadi.”ahra mengungkapkan.

“kau suka jika aku mengelus kepalamu seperti ini?”tanyaku sambil mengelus-ngelus kepala ahra,ahra hanya mengangguk.

“oppa jangan pergi,temani aku disini ok?”

“aku akan disini,tenang saja.”

Aku berkata sambil tersenyum,aku duduk di samping nya dan mencium tangan ramping ahra. Aku bahagia dia masih memakai cincin pernikahan kami,cincin itu masih melingkar sejati di tangan nya.

“temani aku sampai aku tidur oppa.”

“hm..kau tak usah khawatir.”

Setelah menunggu setengah jam akhirnya ahra pulas tertidur,aku mencium kening nya dan keluar dari ruangan ahra.aku melihat howon menatapku,dia menenteng sebuah surat yang di bungkus oleh amplop putih besar.

“hatiku tidak cocok untuk di donorkan kepada yeonmi.”

Howon mengungkapkan.

“bagaimana kalau kau mencobanya?siapa tahu kau cocok.”

“kau tak usah menyuruhku,aku akan mendonorkan hatiku jika cocok.”aku berkata dnegan dingin dan pergi.

Aku harus memeriksakan hatiku,aku benar-benar ingin membantu ahra. Bagaimanapun caranya aku harus membayar semua dosaku padanya,aku pergi kearah laboraturium rumah sakit dan mulai mendaftar untuk pemeriksaan.

~Tomorrow~

“Bagaimana eommoni?apakah eommoni cocok?”Tanya howon.

Nyonya ju mengangguk,namun dia kelihatan tidak senang.

“dokter tidak mengijinkanku memberikan hatiku pada yeonmi,dokter bilang hatiku sudah tidak cukup sehat dan umurku sudah terlalu tua untuk mendonorkan hatiku. Dokter bilang dia kahawatir dengan kesehatanku.”

Howon mengangguk mengerti dia melirik kearah suyeong dan suyeong menggelengkan kepalanya sambil menunjukan hasil pemeriksaan nya pada howon,ayah yeonmi juga mendapatkan hasil negative karena hatinya tidak cocok.

“kemana lagi kita harus mencari?kenapa susah sekali untuk mencari hati yang cocok dengan yeonmi?”nyonya ju mulai menangis.

Howon menepuk-nepuk punggung wanita itu.

“eommoni,kita pasti akan menemukan nya..kita harus bersabar.”howon berkata.

Setelah menunggu beberapa menit seorang suster datang menghampiri howon,suster itu kelihatan cukup bahagia sepertinya suster itu akan menyampaikan berita baik bagi mereka,howon berharap.

“lee howon-shi?”panggil suster itu dan howon mengahmpiri suster itu.

“iya suster?”

“howon-shi,kami sudah menemukan pendonor untuk yeonmi-shi.”

Howon tersenyum bahagia.

“oh itu berita yang bagus suster.”howon berkata.

“ya,jadi saya harap sebelum operasi dilaksanakan kami ingin menunggu sampai kondisi yeonmi-shi baikan.”sang suster mengungkapkan dan dia membuka map kuning yang dia bawa.

“oh iya howon-shi,tolong tanda tangani berkas ini. Berkas ini adalah persetujuan operasi.”

“kalau boleh tahu..siapa yang emndonorkan hatinya untuk yeonmi suster?”howon bertanya sambil menandatangani berkas itu.

“oh maaf howon-shi,soal itu anda bisa bertanya pada dokter kami tidak di ijinkan untuk mebocorkan identitas pendonor.”suster itu menjawab dengan professional dan howon mengangguk.

Setelah howon selesai menandatangi berkas,suster itu segera pergi.howon menyampaikan berita baik yang dia terima kepada keluar yeonmi dan keluarga yeonmi terlihat sangat bahagia dan mereka menghela nafas lega.

Setelah menunggu beberapa menit heechul akhirnya datang,dia duduk di samping howon yang sedang menunggu diluar ruangan yeonmi.

“bagaimana apa kau cocok?”Tanya howon.

Heechul menggelengkan kepalanya,dia kelihatan kecewa.

“tidak saja,pihak rumah skait sudah menemukan hati yang cocok untuk yeonmi.”howon mengungkakan.

“Jinja?!aku lega sekali.”heechul mengungkapkan dan tersenyum.

~1 minggu kemudian..~

Yeonmi sekarang sudah kelihatan sehat,dia tersenyum saat melihat sosok heechul masuk keruangan nya. Heechul menenteng sebuh bungkusan dan akhirnya dia duduk dan menyimpin bungkusan itu di meja kecil dekat ranjang yeonmi.

“kau sudah bangun?”heechul bertanya dan mengusap kepala yeonmi.

“iya,entah kenapa aku ingin bangun pagi sekali.”yeonmi menjawab dan melirik kearah jam yang ada di depan nya,ternyata waktu menunjukan jam lima pagi.

“apa kau gugup karena hari ini kau akan dioperasi?”tanay heechul menyentuh tangan yeonmi.

“sedikit..tapi oppa akan menemanikukan?”Tanya yeonmi.

“tentu saja,oh iya..aku mendapat kiriman makanan dari sunhwa untuk mu.”heechul membuka bungkusan makanan yang dia bawa.

“wah..darimana sunhwa eonni tahu kalau aku sakit?”Tanya yeonmi.

“dia menanyakan kenapa kau tidak bekerja jadi aku jawab jujur saja kalau kamu sakit,sepertinya kwanghee dan sunhwa akan menjenguk nanti siang.”heechul menjawab.

“baiklah.”

Untuk sesaat heechul hanya diam dan menatap kearah yeonmi,beberapa hari belakangan ini heechul sudah berhenti memanggilnya ahra. Dia bilang nama yeonmi lebih indah di bandingkan ahra,heechul mengodok saku mantelnya dan memberikan yeonmi sepucuk surat yang di balut dengan amplop warna biru.

“ini,aku punya sesuatu untukmu.”

Yeonmi yang kebingungan mengambil amplop itu dan hendak membukanya namun heechul segera mencegahnya.

“buka saat kau selesai operasi ok?”heechul meminta.

“kenapa oppa?”

“aku mohon,buka saja saat kau sudah selesai operasi.”

“baiklah,jika kau meminta.”

Yeonmi menyimpan surat itu di laci meja,wajah yeonmi masih sangat pucat namun yeonmi kelihatan sudah berenergi dan ceria. Itu artinya istrnya itu sudah baikan heechul sangat senang sekali,walaupun dia harus pergi dari busan ke seoul yang berjarak cukup jauh setiap hari dia puas karena setiap kali dia melihat wajah ceria yeonmi rasa lelah nya hilang seketika.

“aku akan pergi keluar negeri,perusahaanku menyuruh untuk mengambil alih cabang yang ada di amerika.”heechul berkata dan yeonmi kelihatannya tidak senang mendengar itu.

“itu bagus oppa,tapi apakah kau yakin?”

“yeonmi-ya..semuanya akan baik-baik saja kau tak usah khawatir.”

Howon yang baru datang hendak menyapa yeonmi namun saat dia baru membuka pintu ruangan yeonmi dia melihat heechul dan yeonmi sedang mengobrol serius,howon tidak bisa mendengar apa yang mereka bicarakan,

Howon benci jika dia sudah melihat heechul danyeonmi sedekat ini,apalagi dia melihat heechul menyentuh tangan tunagan nya itu dan mengelus kepalanya dengan penuh kasih sayang. Howon tahu dipikiran yeonmi semua itu normal karena heechul adalah suaminya namun entah kenapa howon tak bisa melepaskan yeonmi,dia tidak akan pernah bisa.

“howon-shi?”

Tanpa sadar howon dari tadi diam di ambang pintu dan dan sepertnya heechul dan yeonmi menyadari keberadaan nya.

“oh maaf,apa aku menganggu?sebaiknya aku pergi saja.”

Howon segera menutup pintu mengacuhkan panggilan dari yeonmi,yeonmi kelihatan sangat khawatir dia hendak mengejar howon namun dia tidak bisa karena dia masih di infus.

“biar aku yang bicara dengan howon.”heechul berkat dan yeonmi hanya mengangguk.

[Howon POV]

SIAL!

Airmata ini,kenapa dia tidak pernah bisa ditahan. Aku menyeka airmataku yang dari tadi tidak bisa berhenti,aku duduk tertunduk di halaman belakang rumah sakit.

Beberapa pasien dan keluarga nya yang lewat menatapku dengan aneh namun aku tidak menghiraukan mereka,aku sudah lelah dengan penderitaan ini terkadang aku ingin seklai berlari dan melupakan semuanya dan memulai semuanya dari awal.

Namun kenapa?kenapa sangat susah bagiku untuk melupakan yeonmi? Tak peduli betapa kerasnya aku mencoba untuk melupakan yeonmi,bayangan yeonmi sepertinya selalu berhasil mengetuk pintu hatiku lagi dan membuatku jatuh cinta padanya berkali-kali.

“sebaiknya kau berhenti menangis.”suara heechul terdengar sangat dekat,aku mendongak dan melihat dia sudah menyodorkan tissue kearahku.

“pergilah..yeonmi lebih membutuhkanmu daripada aku.”aku berkata dengan dingin nya.

“sampai kapan kau akan seperti ini?sudah jelaskan yeonmi tunanganmu sekarang..dia bukan ahra,ahra istriku sudah meninggal.”

Heechul berkata dan duduk di sampingku,dia menerawang kearah langit seakan dia mencari sesuatu. Aku tidak mengerti dengan jalan pikiran heechul,sebenarnya apa yang dia pikirkan? Dia sellau menyembunyikan banyak hal dari semua orang dan aku yakin dia juga menyembunyikan sesuatu sekarang.

“kau bisa memiliki yeonmi,aku akan melepaskan nya.”heechul akhirnya melirik kearahku.

“aku yang salah,seharusnya aku mengatakan sejujurnya pada yeonmi jika kau tidak berbohong kalian pasti sudah menikah dan hidup bahagia.”heechul mengungkapkan.

“apa kau benar-benar akan mundur?kau akan menceraikan yeonmi?”tanyaku menyakinkan,apakh benar dia akan melepaskan yeonmi semudah itu?

“ya,aku sangat menyayangi yeonmi aku juga mencintainya..dia wanita dan istri yang baik hidup 3 tahun bersamanya membuatku menjadi pribadi yang lebih baik.”heechul tersenyum,dia kelihatan sangat menyedihkan.

“howon,aku mohon jaga dia baik-baik ok?karena aku tidak bisa lagi menjaga nya dan berada di samping nya.”

“apa maksudmu?”

“aku akan pergi..jauh sekali,aku mungkin akan melupakan yeonmi.”

Aku benar-benar tidak mengerti apa yang heechul ucapkan,namun ada bagian hatiku yang sanagt senang mendengar kalau dia akan menyerah.aku merasa seperti orang jahat yang menari diatas penderitaan orang lain namun aku memang menginginkan yeonmi,haruskah aku egois untuk yang satu ini?

“howon-shi berapa lama kalian berpacaran?apa sudah lama?”Tanya heechul.

“ne,kami sudah berpacaran lebih dari 4 tahun.”aku menjawab.

“wah..lama sekali,setidaknya aku tidak akan khawatir.kau pasti sudah tahu banyak tentang yeonmi kan? Kalian akan langgeng tenang saja.”heechul menepuk bahuku dan bangkit dari duduknya.

“aku harus pergi kerja,sebaiknya temani yeonmi..aku tahu kau seorang selebriti tapi aku mohon sisihkan lah waktu untuk yeonmi dia sangat suka untuk di perhatikan.”

Dengan kata-kata itu heechul menghilang masuk kedalam rumah sakit,howon bangkit dari duduknya dan anehnya cuaca hari ini sedikit mendung dan dingin mungkin karena hari ini adalah awal musim gugur.

Aku berjalan juntai menuju ruangan yeonmi,aku melihat dokter dan suster hendak membawa yeonmi keruang operasi.

Aku memberikan senyum kearah yeonmi,cukup sedih bagiku melihat yeonmi yang terlihat sangat rapuh berbaring di brankar dengan infus yang ada disisi. Aku mendampingi yeonmi di perjalanan menuju ruang operasi,aku bisa melihat keringat membasahi kening yeonmi,itu artinya dia snagat gugup.

Ku genggam tangan yeonmi dengan erat dan memberikan nya senyum tipis,orang tua yeonmi yang ada di seberangku tersenyum juga pada yeonmi. Setidaknya kami bisa memberi semangat pada yeonmi,aku ingin yeonmi segera sembuh dan kembali seperti dulu lagi.

Setelah yeonmi masuk kedalam ruang operasi aku dan keluarga yeonmi menunggu diluar,eommoni tidka bis aberhenti berdoa dari tadi begitupun abeonim. Abeonim berjalan mondar-mandir sesekali meusap rambut yang beruban nya dan melirik kearah pintu operasi suyeong yang baru datang segera duduk di sampingku.

“apakah eonni sudah masuk?”tanya suyeong.

“ya,dia sedang dioperasi di luar.”aku menjawab,aku masih sedikit kesal dengan perlakuan suyeong tempo hari yang sengaja menciumku saat dia melihat yeonmi.

“oppa masih marah padaku”Tanya suyeong.

“sebaiknya kita tidak membahas soal itu lagi,aku sudah memaafkanmu.”aku menjawab dan melirik kearah pintu ruang operasi.

Taklama akumelihat seorang suster menenteng sebuah kotak berwarna putih dan membawanya kedalam,namun aneh nya di saat yang bersamaan aku melihat 2 suster mengantarkan mayat keruang mayat.

Aku berjalan menghampiri dua suster itu.

“suster apakah ini orang yang mendonorkan hati untuk pasien yang ada di ruang operasi itu?”aku menunjuka kearah ruang operasi yeonmi.

“ya,tadi pagi dia sudah datang dia sepertinya tidak sabar ingin memberikan hatinya.”sang suster menjawab.

“bolehkah aku melihat wajahnya?aku hanya ingin berterimakasih..”howon berkata dan kedua suster itu mengangguk.

“tentu saja.”

Dengan ragunya kubuka kain putih yang menutupi wajah mayat itu,mataku melebar saatku lihat sosok yang tergeletak di brankar itu.

“Heechul?!”aku sangat kaget,aku tidakmenyangka..bukankah dia bilang kalau dia tidak cocok?

“maaf tuan tapi kami harus mengantar mayat ini secepatnya,keluarganya sudah menunggu.” Kedua suster itu berkata dan aku mengagguk.

Aku menyandar kearah tembok,kakiku terasa lemas sekali. Apakah ini semua yang di maksud heechul inilah alasa kenapa dia ingin aku menjaga yeonmi?

~Tomorrow~

Setelah menunggu beberapa jam,yeonmi mulai siuman dia sangat bahagia karena sosok pertama yang dia lihat adalah heechul.

“oppa,kau benar-benar menemaniku.”yeonmi berkata.

“tentu yeonmi-ya..aku sudah berjanjikan?”

Yeonmi mengangguk dan tersenyum,seperti biasa heechul mengelus kepala yeonmi dengan penuh kasih sayang.

“terimakasih kau sudah menjadi istri yang baik selama 3 tahun ini,aku sangat bahagia menjadi suamimu yeonmi-ya..jaga dirimu baik-baik ok?howon adalah lelaki yang baik..sebaiknya kau kembali padanya.”

Yeonmi tidak bisa berkata apapun,tenggorokan nya terasa sakit entah kenapa tiba-tiba dia ingin menangis.

“aku harus pergi,kau boleh membuka amplop biru yang kuberikan tadi pagi.”heechul tersenyum dan sosoknya mengilang begitu saja dari hadapan nya.

Setelah sosok heechul menghilang,dia mendengar suara pintu ruangan nya di buka dia melihat howon masuk kedalam ruangan nya. Howon kelihatan sangat berantakan wajahnya pucat dan sepertinya dia tidak tidur semalaman.

“yeonmiya?kau sudah bangun,sebentar aku panggilkan dokter.”

“tidak usah..”yeonmi berkata dengan suara seraknya,walaupun tenggoirokan nya sakit dia berusaha untuk tersenyum.

“tapi yeonmi-ya..”

“tidak usah,tadi heechul oppa sudah mengunjungiku.”yeonmi mengungkapkan.

“apa?”

Howon tidak percaya dengan apa yang dia dengar,bukankah heechul sudah meninggal?dia melihat sosok heechul yang sudah tergeletak kaku di brankar tadi. Dan dia yakin sekali sosok mayat yang dia lihat adalah heechul bukan orang lain.

“heechul oppa,tadi dia berkata kalau aku harus menjaga diriku dengan baik.”yeonmi melanjutkan.

“oh begitu ya.”

Howon tidak tahu bagaimana harus merespon,dia tidak mengerti kenapa yeonmi bisa bertemu dengan heechul?apakah tadi yeonmi bermimpi namun yeonmi sudah sadar saat howon datang keruangan nya.

“bisakah kau panggilkan heechul oppa untuk kembali?aku ingin mengobrol dengan nya.”pinta yeonmi.

Howon tidak tahu harus menjawab apa,tidak mungkin dia berbohong ataukah harus dia mengatakan yang sejujurnya?

“yeonmi-ya..kau tak bisa bertemu dengan heechul.”howon mendekat kearah yeonmi.

“kenapa?apakah dia sudah pergi keamerika??”Tanya yeonmi panik.

Howon menggelengkan kepalanya,howon tidak tahu harus menjawab apa yang jelas dia tidak ingin membuat yeonmi kaget dengan berita yang ingin dia sampaikan.

“yeonmi-ya..heechul sudah tidak ada disini,dia sudah pergi.”howon berkata membuat yeonmi semakin bingung.

“apa maksudmu oppa?”

“dia sudah pergi..”

“kemana?”

Howon diam,yeonmi segera bangkit dari tidurnya namun howon membantunya. Yeonmi memberontak dan ingin keluar untuk mencari heechul dan howon menahan nya,namun yeonmi berontak dan tetap berusaha untu bangkit dari ranjang nya.

“yeonmi-ya!tenang dulu..”howon berkata namun yeonmi semakin panik dan menangis.

“aku inginbertemu heechul oppa..”dia berkata dengan suara gemetaran nya.

“tenang dulu yeonmi-ya,kau baru sembuh..biarkan dokter memeriksa mu terlebih dahulu.”howon berkata dan yeonmipun akhirnya berhenti memberontak dan menurut.

Howon keluar dari ruangan yeonmi untuk memanggilkan dokter,sedangkan yeonmi mencoba mencapai laci meja kecil yang ada di samping ranjang nya. Dia mengambil amplop biru yang ada di dalam laci itu dan membukanya dia melihat selembar surat ada di dalam nya.

Dengan tidak sabar yeonmi membuka surat itu dia bisa melihat beberapa paragraf rapih tulisan heechul,dia bisa mengenalinya namun yang lebih seding beberapa bagian surat itu kelihat basah dan sudah mengering dan menjadi kerutan kecil.

Setelah membaca surat itu yeonmi menangis,taklama kemudian seorang dokter dan suster juga howon masuk keruangan nya,Howon yang khawatir segera mengampiri yeonmi.

“ada apa yeonmi-ya?”Tanya howon.

Yeonmi hanya diam dan memberikan surat heechul kepada howon,howon membacanya sekilas dan dia segera memeluk yeonmi yang sudah menangis.

Surat itu ternyata adalah surat perminta maafan sekaligus perpisahan heechul pada yeonmi,heechulah yang menyebabkan yeonmi hilang ingatan. Malam itu heechul mabuk karena dia baru saja putus dari kekasih nya dia mengendarai mobilnya ugal-ugalan dan tak sengaja menabrak yeonmi yang menyebrang.

Karena panik heechul segera membawa yeonmi kerumah sakit,karena sangat takut dia menyembunyikan semua identitas tentang yeonmi dan emngaku pada dokter kalau dia menemukan gadis itu sudah tergeletak tak sadarkan diri di taman.

“yeonmi-ya..mianhe,saranghae.”

Jung Heechul

The end

Don’t forget the comment🙂

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

10 thoughts on “Tomorrow ~Part 2~

  1. Onnie q lgsg komen part 1 ma part 2 ny di sini ya.. Hehe

    Kasian heechul crtny di sini… Dy rela donorin hatiny bwt yeonmi… Mnrt q jg yeonmi sbnrny udh mulai cinta ma heechul. Bktny dy lbh pngn ada heechul jd org prtm yg di liatny abs operasi drpd howon. Ato mgkn krn dy msh lupa ingtn???

    Ini the endny tmt smpai sini doank ya onnie? Gantung crtny.. Trs gmn nasibny yeonmi ma howon??? Di bkin lanjutanny ya eon… Di tunggu

    ^^

    1. hahaha iya maaf yah kalau ending nya gantung,kalau buat lanjutan nya gak tau mungkin bakal bikin tapi sekarang aku lagi sibuk bikin yang double trouble makasih udah baca🙂

  2. Aduhh, sedih banget ceritanya T.T aku suka ceritanya. Ngomong” tgl 17 november itu tanggal nikah mereka? *sebenernya 17 nov itu tgl ultah aku ehehe jadi aku seneng banget😀

  3. Ending nya gantung banget thor ^^V
    howon oppa gimana ? Apa ahra masih cinta ama howon ? Apa mereka bakalan sama2 lagi ?
    (Author : banyak tanya lu ! )
    #heheheh
    Thor, aku request FF twoshoot/oneshoot yg castnya Henry oppa dong… Trus cast yeojanya namanya Jihyun…🙂 boleh gk ? Boleh ya thor😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s