Posted in FanFiction (semua umur)

Tomorrow [Part 1]

Title: Tomorrow

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

No Silent Reader’s Please!

Cast :

  • Lee Howon [INFINITE]
  • Ju Yeon mi / Jung Ahra [You/reader]
  • Jung Heechul [ZE:A]
  • Ju Suyoung [OC]

Genre :Romance,angst

Length :Twoshoot

Rating : Teens

~Part 1~

“hari ini akan lebih baik dari hari yang lalu.”

“oppa,kau percaya itukan?”

“tentu saja cerewet,kamu yang selalu mengingatkanku.”

“terimakasih sudah mempercayaiku.”

“aku selalu mempercayaimu.”

“aku cinta kamu oppa..”

“aku lebih cinta kamu cerewet.”

Howon membuka matanya,suara manis gadis itu masih tergiang-ngiang di telinganya.howon mengucek matanya sebelum dia melirik kearah jendela apartemen nya yang masih di tutupi tirai.

Jam alarm menunjukan jam 7 tepat,howon mematikan alarm dan pergi kekamar mandi untuk mandi dan memulai harinya. Setelah mandi seperti biasa dia memasak pancake untuk 2 orang namun saat dia sudah selesai masak dan pergi kekamarnya dia kecewa.

Sosok wanita itu tidak lagi ada di ranjang nya,howon…dia benci perasaan ini perasaan bersalah dan kesepian yang selalu menghantuinya membuatnya tidak bisa melupakan wajah manis wanita itu.

“yeon mi-ya..?” Howon memanggil namun dia menutup kembali pintu kamarnya karena tak ada sahutan yang biasa di terima.

Dia menatap kearah 2 piring pancake,dia tidak bisa menghentikan kebiasaan ini,kebiasaan ini sudah mendarah daging baginya sama dengan gadis itu.

Ju yeonmi,seorang gadis yang manis dan perhatian berhasil membuat hati howon berdetak lebih cepat setiap kali dia melihat senyum nya. Dia mungkin bukanlah gadis paling cantik namun dia bagaikan narkoba, sekali kau mencoba kau akan ketagihan dan howon adalah salah satu pecandu nya.Dia merasakan seluruh tubuhnya sakit jika yeonmi tak ada di samping nya seperti 3 tahun belakangan ini.

Handphone howon berdering,dia mengaktifkan handphone nya menemukan satu pesan dari Suyeoung adik yeonmi.

oppa..aku sudah mendapatkan berita tentang eonni,mereka bilang kesempatan eonni untuk hidup sangat tipis.

Howon mengusap wajahnya frustasi,dia tidak ingin kecewa lagi pencarianya selama 3 tahun ini benar-benar tak menghasilkan apapun. Entah kemana lagi dia harus mencari yeonmi dunia ini bulat dan kau tak akan menemukan seseorang di ujung dunia karena dunia ini tak berujung sama dengan cinta nya pada yeonmi.

Terimakasih sudah membantu suyeoung,sebaiknya kau beristirahat.

Howon mengirimkan pesan teks itu pada suyeoung,dia memakai mantel hitamnya dan keluar dari apartemen nya. Howon menghirup udara musim gugur,dia masih ingat kalau yeonmi sangat menyukai musim gugur dan ingatan itu membuat dadanya semakin sesak karena setiap langkah yang dia bawa selalu berhasil mengingatkan nya pada yeonmi seakan wanita itu berjalan di samping nya sekarang.

Seorang gadis cilik tak sengaja menabrak howon dan howon membantu gadis itu berdiri sambil tersenyum.

“hati-hati jalannya.”howon berkata dengan senyum manis namun palsunya.

“ah maafkan aku paman..”anak kecil itu menunduk sopan kearah howon.

“tidak apa-apa..lain kali hati-hati.”howon menjawab dan anak gadis itupun berjalan menuju ibunya yang menunggu sambil tersenyum.

“apa kau percaya?jika kita benar-benar jodoh cincin yang ada di kelingkingmu akan cocok di jari tengahku.”

Tanpa sadar howon tersenyum saat dia teringat perkataan yeon mi,dia masih ingat kalau wanita itu percaya tentang mitos-mitos seperti itu,yeonmi memang sedikit naïf namun dia tidak bodoh dia hanya suka hidup di dalam dunianya sendiri.

Howon melirik kearah cincin yang melingkar di jari kelingking nya,dia mencium cincin itu dia tidak ingin kehilangan cincin itu seperti dia kehilangan pemiliknya.

[flashback]

Yeonmi melemparkan bantal yang ada di sofanya,gadis itu kelihatan sangat marah bahkan lingkaran hitam terlihat jelas ada di bawah matanya menandakan kalau wanita itu belum tidur dengan nyenyak beberapa hari belakangan.

“kenapa kau pulang?!bukankah kau sibuk latihan dan bersenang-senang dengan member mu huh?! Apa yang kau mau dariku sekarang?”yeonmi membentak.

“yeonmi-ya..dengarkan aku dulu.” Howon mencoba meraih tangan yeonmi namun yeonmi mendorong tangan howon menjauh.

“jangan sentuh aku! Aku benci kau Lee howon!”yeon mi menangis.

“yeonmi-ya..aku tahu kau khawatir tapi aku benar-benar tidak punya waktu untuk menghubungimu..managerku ingin aku serius latihan untuk comeback infinite.”howon mencoba menjelaskan.

“aku mengerti! Kau artis aku tahu..tapi kenapa?!kenapa?! setiap kali aku mencoba untuk mengerti kau seakan memanfaatkan kesempatan itu untuk membohongiku?!”yeon mi berkata suara nya terdengar serak karena menangis.

“apa yang kau katakan?!”howon bertanya.

“ini! Kalian pergi ke karaoke kan?mabuk-mabukan dan bersenang-senang sedangkan aku dirumah tak bisa tidur menunggu kamu pulang..”yeonmi melemparkan handphone nya pada howon.

Howon mengambil handphone yeon mi dan kaget melihat fotonya dengan sunggyu yang menyanyi di karaoke dan mereka benar-benar kelihatan sangat mabuk.

“yeonmi aku bisa menjelaskan nya..”howon meminta namun yeon mi malah tersenyum sinis.

“mau kau jelaskan apalagi?kita putus oppa!”

Mendengar kata putus yang keluar dari mulut yeonmi howon panik. Dia mencoba mengejar yeon mi yang sudah berlari jauh keluar dari apartemen nya namun terlambat dia kehilangan sosok itu, namun dia tidak menyangka akan kehilangan sosok itu selamanya.

[end of flashback]

Airmata terus menetes membasahi tangan howon dia tidak tahu sejak kapan dia menjadi cengeng seperti ini,setiap kali dia mengingat pertengkaran itu dia menyesalinya. Beribu-ribu kali dia mengingat wajah yeonmi dalam otaknya namun bayangan wanita itu itu semakin kabur setiap harinya.

~Heechul House~

“aku pulang..”seorang perempuan dengan riang nya berkata dan segera melepaskan sepatu hak tingginya.

“yeobo,kau sudah pulang?”

Seorang lelaki tinggi menjulurkan kepalanya dari ruang kerjanya,dia kelihatan senang melihat sosok perempuan itu pulang.

“iya..oh tuhan,aku lelah sekali.”wanita itu segera duduk di sofa ruang tengah rumah minimalis mereka.

“wah pasti banyak sekali buku yang terjual.”lelaki tinggi itu berkata dan duduk di samping wanita itu.

“ya lumayan..oppa,kau sudah makan siang?”Tanya wanita itu.

“belum Ahra, bagaimana dengan mu?”

“sudah tadi di toko dengan pegawai lain.”Ahra menjawab memberikan senyum lelah pada suaminya Jung Heechul.

“begitu ya,kau kelihatan lelah sekali tak apa-apa nanti aku yang memasak.”heechul tersenyum manis kearah istrinya dan mencium dahi ahra.

“kau yakin oppa?tidak apa-apa,aku yang memasak.”

“tidak,kau tiduran saja..jangan terlalu lelah,kitakan sudah merencanakan untuk program anak.”heechul berkata dan mengedipkan matanya dia melangkah kedapur bermaksud membawakan air putih untuk istrinya.

“oh iya,aku lupa..oppa bagaimana kalau nanti liburan kita pergi ke seoul?”

Langkah heechul berhenti saat dia mendengar kata seoul keluar dari mulut istrinya itu,entah mengapa dia merasakan keringat dingin keluar dari dahinya dan angan nya bergemuruh seperti ombak.

“TIDAK!”heechul dengan kasar membentak membuat Ahra kaget.

“oppa..kau tak usah membentak,jika kau tak mau kita tak usah kesana aku hanya bertanya.” Ahra berkata dia kebingungan kenapa seoul sepertinya menjadi topik yang sangat sensitif untuk suaminya itu.

“maaf,aku hanya..di seoul banyak sekali kenangan yang buruk untukku dan aku hanya tidak ingin mengenangnya lagi.”

Wajah heechul kelihatan pucat dia menyentuh dahinya, Ahra yang khawatir segera menghampiri heechul dan memeluk suaminya.

“tidak apa-apa oppa.” Ahra berkata dan menangkup wajah heechul dalam kedua tangan nya.

“ahra jika kau ingin tak apa-apa…”heechul berkata tidak yakin.

Ahra menggelengkan kepalanya dan mengelus pipi heechul dengan lembut.

“tak usah,kita ke jeju saja bagaimana?”

“baiklah,aku akan memesan tiketnya minggu depan.”heecul berkata,dia kelihatan lebih tenang dari sebelumnya.

Ahra tersenyum dan mengangguk,heechul mendekat dan mencium bibir ahra dengan lembut dan memeluk wanita itu dengan erat.

“jangan pernah mengatakan kata seoul lagi..aku takut.”heechul berkata dan ahra mengangguk.

Jung heechul lelaki yang berumur 27 tahun itu sudah menikah dengan ahra selama 2 tahun,tak lama bagi mereka untuk berpacaran dan segera memutuskan untuk menikah. Heechul dan ahra sekarang sedang menantikan seorang momongan karena mereka sudah merasa cukup secara financial untuk membesarkan seorang anak dan merekapun sudah siap mental untuk menjadi orang tua.

Heechul memasak sedangkan ahra memilih untuk tidur di kamar setelah dia selesai mengganti baju.

[Ahra POV]

“tutup telepon nya.”

Suara lelaki itu tidak asing di telingaku,aku menatap kearah lelaki tinggi yang memiliki fitur wajah yang tajam dan tegas itu. Dia tersenyum sangat manis padaku membuatku terpaksa ingin membalas senyum itu.

“kau sedang menelepon siapa?”

Suara lelaki itu dengan lembutnya menyapa gendang telingaku,aku sendiri tidak tahu dengan siapa yang berbicara yang kudengar hanyalah ocehan seorang wanita di seberang telepon.

“eonni..kau dimana?”

Tanya suara yang ada di seberang telepon membuatku mengernyitkan dahiku.

“dirumah oppa..”

Entah bagaimana mulutku bisa bergerak sendiri,aku bahkan tidak punya pikiran untuk menjawab pertanyaan wanita yang ada di telepon.

“oh begitu ya,sampaikan salamku padanya..aku harus pergi beri tahu aku jika kalian sudah mencetak undangan nya.”

Taklama kemudian wanita itu menutup telepon nya dan aku melirik kearah lelaki yang ada di hadapanku. Tangan kekar lelaki itu menyentuh sisi wajahku dan menciumi pipiku dengan mesra anehnya tanganku tidak bergerak untuk mendorongnya malah menyentuh tangan nya dengan lembut.

“aku ingin kita menikah di bulan November,kau suka musim gugurkan?”

Lelaki itu menatapku dan aku hanya mengangguk,bagaimana dia tahu kalau aku menyukai musim gugur?aku bahkan tidak tahu dia.

“kau ingin gaun pernikahanmu berwarna apa?coklat atau putih?”lelaki itu bertanya lagi.

“putih atau coklat tidak masalah,asalkan aku menikah denganmu oppa.” Mulutku lagi-lagi bergerak tanpa seijinku mengluarkan kata-kata yang manis untuk lelaki itu.

“baiklah,kau mengundang berapa orang?”

“sekitar 500 orang,aku tidak ingin terlalu banyak tamu..”

Aku tidak mengerti,kenapa percakapan ini sangat familiar untuk ku padahal aku tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi anatara aku dan lelaki ini dan yang jelas ini bukanlah memori tentang pernikahanku dan heechul oppa.

“baiklah,aku juga tidak mau ribet.”

Lelaki itu mencium dahiku lagi aku kebingungan karena aku sama sekali tidak bisa menolak setiap sentuhan lelaki ini,bahkan saat lelaki ini melingkarkan tangan nya di pingangku mulut sialan ku ini malah tersenyum lebar seakan aku bahagia.

[Ahra POV end]

“ahra..ahra..”

Merasakan tubuhnya di guncangkan ahra bangun dan mengucek matanya,dia melihat heechul yang tersenyum kearahnya.

“ini sudah waktunya makan malam,ayo kita makan dulu.”heechul berkata menatap penuh kasih sayang pada Ahra,setiap kali heechul memandangnya seperti itu membuat ahra merasa kalau ini pertamakalinya dia jatuh cinta pada suaminya itu.

“iya,aku gosok gigi dan cuci muka dulu.”ahra tersenyum dan bangun pergi menuju kamar mandi.

Ahra membasuh mukanya dan mulai menyikat giginya,dia memandang kearah kaca yang ada di hadapan nya entah kenapa mimpi-mimpi nya belakangan ini selalu melibatkan wajah lelaki itu,dia tidak takut jika lelaki itu adalah suaminya jung heechul namun masalahnya ini lelaki lain.

Lelaki itu sepertinya sangat berarti bagi dirinya karena dia tidak berhenti memimpikan nya dan seakan-akan lelaki itu memanggilnya untuk menemuinya.

“siapa lelaki itu?” ahra bertanya pada dirinya sendiri setelah dia selesai berkumur.

Dia memutuskan untuk melupakan lelaki itu dan akhirnya dia berjalan ke ruang makan,ahra tersenyum saat melihat heechul sudah menyiapkan makan malam untuknya sedangkan heechul sudah duluan makan sambil menonton tv.

Ruang makan dan ruang tengah rumah mereka memang tak terpisah jauh kadang mereka biasanya menonton berita sambil makan malam.

“maaf aku makan duluan,tadi kau lama.”heechul berkata.

“tak apa-apa.”ahra menjawab dan duduk di samping heechul mulai memakan makan malam nya masih melamun.

Heechul yang awalnya anteng menonton berita khawatir melihat istrinya yang kelihatan tidak nafsu makan,belakangan ini heechul sering melihat ahra bengong dan melamun. Mungkinkah istrinya itu mulai jenuh padanya?ataukah istrinya sedang sakit heechul tidak tahu.

“apa kau baik-baik saja yeobo?”Tanya heechul menyentuh dahi ahra.

“huh?ya..aku baik-baik saja.”ahra menjawab dan heechul melepaskan tangan nya dari dahi ahra dia lega karena istrinya ternyata sehat.

“kau melamun terus,ada apa?apa ada masalah di toko?”Tanya heechul,dia sangat perhatian sekali pada istrinya dia memang suami yang baik.

“aku baik-baik saja.”

Ahra melirik kearah tv dan dia kaget sekali saat melihat iklan tentang boyband baru yang merencakan comeback mereka,mata ahra tak bisa berhenti mengikuti seorang anggota boyband itu yang ternyata bernama ‘lee howon’ dia kenal sekali pada wajah lelaki itu namun otaknya seakan menolak untuk memberitahu informasi tentang howon yang dia ingat.

[Howon POV]

Aku berdiri lagi di tempat ini,entah sudah berapa ratus kali atau bahkan ribu. Aku menatap kearah lautan yang cukup tenang  disini biasanya aku di temani oleh wanitaku yeonmi,namun sekarang aku tidak tahu dimana dia berada aku merasa sangat sedih dan putus asa haruskah aku menyerah?

Tiga tahun berlalu,apakah dia baik-baik saja?bagaimana dnegan penyakit alerginya?apa dia sudah sembuh?pertanyaan ini benar-benar menyiksaku karena aku tidak bisa menjawab semua itu.

Aku ingin mengulang waktu jika aku bisa,aku benar-benar menyesal telah bertengkar dengan nya.

“howon oppa..”

Mendengar namaku di panggil aku melirik kearah sumber suara sambil berdoa kalau orang yang memanggilku adalah yeonmi. Sayang ..sepertinya tuhan tidak mengijinkanku bertemu dengan yeonmi.

“ suyeong?apa yang kau lakukan disini?”Tanyaku heran melihat suyeong yang berdiri di sampingku.

Wajah itu..wajah yang cantik,namun begitu menyakitkan bagiku setiap kali aku menatapnya karena wajah itu benar-benar mirip dengan yeonmi. Sepertinya suyeonglah yang membuat bayangan yeonmi semakin kuat di hati dan pikiranku,aku merasa bersalah dan selalu ingin mennagis setiap aku melihat atau bertemu dengan nya.

“sampai kapan oppa akan menunggu eonni?”Tanya suyeoung.

Aku tidak menjawab,aku juga tidak tahu sampai kapan aku akan menunggu yeonmi dan tenggelam dalam masa lalunya.

“sampai kapanpun aku akan menunggunya.”howon menjawab.

“bagaimana jika eonni tidak kembali?oppa,kau tahukan hidup akan terus berjalan..tidak berhenti di suatu momen kan?”suyeoung bertanya,dia duduk di sampingku dan menyentuh bahu ku.

“aku tahu,oppa sangat mencintai eonni..tapi bagaimana jika eonni benar-benar meninggal seperti apa yang di katakan para polisi?”suyeoung bertanya,entah sudah berapa ribu kali pertanyaan itu keluar dari mulutnya.

“jangan pernah berkata seperti itu suyeong-ah,aku yakin dia pasti masih ada dan mencari kita.”aku mendongak menatap langit mendung,cuaca hari ini sepertinya cocok sekali dengan suasana hatiku.

“oppa,apa kau tidak lelah?menunggu seperti ini..”

Aku tersenyum dan menggelengkan kepalaku,aku menyentuh kepala suyeong dan mengelus rambut suyeong.

Sentuhan itu seakan mengatakan kalau suyeong tak usah khawatir,namun tetap saja suyeong merasa khawatir belakangan ini howon terlihat semakin menyedihkan ini semua karena..yeonmi namun suyeong tak mau menyalahkan kakak satu-satunya.

“oppa,bagaimana kalau kau mencari pengganti eonni?”

Aku menggelengkan kepalaku tidak setuju,aku sendiri tidak yakin apakah aku bisa membuka hatiku untuk wanita lain selain yeonmi.

“bagaimana denganku?aku mirip dengan eonnikan?”

Aku bangkit dari dudukku,aku tidak suka ini. Apa yang suyeong pikirkan?ini smeua gila..aku tidak bisa mencintai suyeong seperti aku mencintai yeonmi. Dia memang cantik,baik dan menyenangkan namun dia berbeda dengan yeonmiku..dia hanya adik kecil bagiku tidak lebih.

“maaf suyeong-ah..aku tidak bisa.”

“kenapa?bukankah kau ingin mencari seseorang yang mirip dengan eonni?”suyeong ikut berdiri.

“tapi bukan kau suyeong-ah,maaf tapi aku hanya mengangapmu sebagai adik.”

Aku tidak mengerti kenapa suyeong menjadi seperti ini,apakah karena kami menghabiskan waktu yang banyak. Aku tidak bisa menyangkal suyeong memang mirip dnegan yeonmi tapi akankah aku bisa menghapus yeonmi dari kehidupanku jika aku bersamanya?

“oppa,eomma dan appaku sudah bilang kalau mereka merelakan kepergian yeonmi eonni dan kau juga harus begitu oppa,ini sudah 3 tahun.”

Aku hanya diam,suyeong benar ini sudah 3 tahun dan wajar bagiku untuk melupakan yeonmi namun kenapa?kenapa aku begitu susah unuk melupakan wanita itu? Apakah karena aku benar-benar mencintainya? Ataukah karena aku hanya merasa bersalah?semua pertanyaan itu mulai memenuhi kepalaku.

“oppa,aku berikan waktu selama 2 minggu,jika kau tak menemukan eonni. Kau harus melupakan nya..aku tidak ingin kau terperangkap di masa lalu oppa.”suyeong berkata.

Aku mengangguk,benar apa yang dikatakan suyeong seharusnya aku melepaskan yeonmi. Sepertinya 2 minggu ini akan aku gunakan untuk melupakan nya,jika kami memang tidak jodoh kami tidak akan bertemu.

“aku pergi dulu,aku harus kuliah.”suyeong menunduk sekilas kearahku dan pergi begitu saja.

Aku hanya diam dan berdiri melihat punggung suyeong menghilang di belokan jalan,aku menghela nafas,apakah salah bagiku untuk melupakan my yeonmi-ya?

[Ahra POV]

Aku dengan sibuknya merapikan buku-buku di rak buku,ini sudah menjadi pekerjaanku selama 3 tahun dan aku menyukainya. Pemilik toko buku dimana aku bekerja adalah kenalan heechul namanya kwanghee dan adalah lelaki yang baik dan tampan namun sayang..kadang dia terlalu baik padaku.

“ahra-ya..apa kau sudah beres membereskan bukunya?”kwanghee berbisik ketelinga membuatku terkejut dan menjatuhkan buku-buku yang kupegang.

“Omo! Kau tidak apa-apa?”Tanya kwanghee segera membantuku memungut buku-buku yang jatuh kelantai.

“tidak apa-apa oppa,maaf aku kaget tadi.”aku berkata.

Inilah yang aku sebut terlalu ‘baik’ aku mengerti dia mungkin memang suka menjahiliku namun terkadang aku merasa dia terlalu berlebihan,bahkan heechul oppa sering marah kalau dia melihat kwanghee sudah dekat-dekat denganku.

“tidak apa-apa,lainkali minta bantuan saja padaku jika kau kelelahan.”kwanghee akhirnya berdiri dan membantuku membereskan buku-buku di rak.

“oppa,tidak apa-apa inikan pekerjaanku.”aku mencoba mencegah kwanghee untuk membantuku,aku merasa tidak enak dia selalu membayarku dengan baik tapi aku merasa pekerjaanku snagat ringan di toko buku ini.

“tidak apa-apa,aku bosan jika aku hanya duduk dan memperhatikan pelanggan.”kwanghee berkata dengan senyum lebarnya.

Aku tersenyum,kwanghee memang orang yang baik. Pantas saja sunhwa eonni sangat menyukainya.

“oh iya,aku dengar dari heechul katanya kalian sedang ikut program untuk mendapatkan anak ya?”kwanghee berkata dan aku hanya bisa tertawa canggung dan menganguk.

Heechul oppa sepertinya tidak bisa menyembunyikan satu halpun dari kwanghee oppa,dia pasti selalu memberitahu kwanghee oppa tentang apapun. Aku tidak menyalahkan nya karena mereka memang dekat sekali seperti kakak dan adik.

“iya..”

“kau sebaiknya tidak bekerja terlalu keras,kau tahukan heechul sangat ingin punya anak?”

Kwanghee akhirnya selesai merapikan buku dan menghadap kearahku,perhatian nya sepertinya tertuju padaku. Walaupun canggung aku mencoba berakting tenang dan pura-pura sibuk dengan buku yang kupegang.

“iya aku tahu oppa,nanti saat liburan musim panas aku berencana untuk pergi ke jeju.”

“itu bagus! Aku harap kalian segera mendapatkan momongan.”kwanghee menyetuh bahuku dan pergi menuju meja kasir karena dia melihat ada pelanggan yang ingin membeli buku.

Setelah merapikan buku,aku merasakan handphoneku bergetar dan aku melihat 1 pesan baru dari sunhwa eonni.

“ahra bisakah kau mengambil kiriman buku baru di seoul?aku tidak bisa membawanya karena adik ku tiba-tiba saja sakit,aku mohon jangan bilang pada kwanghee oppa soal ini karena dia akan khawatir.”

Aku ragu,haruskah aku pergi ke seoul?tapi heechul oppa akan marah jika tahu kalau aku pergi ke seoul dia sangat tidak suka kalau aku sudah membicarakan soal seoul dan keingin tahuan ku tentang kota terbesar di korea itu.

Tapi jika aku tidak mengambil buku itu siapa yang akan?aku terpaksa harus meminta ijin pada kwanghee oppa dan mungkin berbohong padanya.

“oppa,aku ada urusan aku janji akan pulang lagi.”aku berlari sambil mengambil jaket coklatku tanpa menunggu jawaban dari kwanghee.

“hati-hati di jalan!”

Aku bisa mendnegar suara kwanghee dari kejauhan,dia benar-benar mengkhawatirkanku sepertinya. Ingatkan aku untuk berterimakasih padanya saat aku pulang nanti,dia bagaikana malaikat bagiku saat ini.

Aku segera pergi menuju stasiun kereta yang d sebut KTX kereta itu bisa membawaku ke seoul selama 2 jam,perjalanan cukup lama sebaiknya aku mengatakan pada heechul oppa kalau aku akan pulang sore.

Setelah membeli tiket,aku menunggu keretaku datang sambil mengirimkan pesan teks pada heechul oppa. Aku tidak ingin membuat nya khawatir dan mencari-cariku.

Setelah menunggu beberapa menit kereta baru sampai dan aku masuk kedalam kereta,di dalam kereta di putar sebuah lagu yang tidak asing bagiku dan mungkin sebagian orang yang ada di kereta.

Lagu yang di putar adalah lagu INFINITE – Can you smile,aku sering mendengar lagu itu di radio.Walaupun sebenarnya aku tidak tahu siapa saja anggota group infinite yang kutahu hanyalah mereka sedang naik daun dan semua orang membicarakan nya.

Aneh sekali,saat aku mendnegar lagu itu tiba-tiba saja mulutku ikut bersenandung dan yang lebih anehnya lagi aku hapal setiap lirik yang di ucapkan dalam lagu itu padahal tak pernah aku mencoba untuk menghapal lagu itu.

“eonni,kau suka lagu ini juga?”

Tiba-tiba seorang gadis SMA bertanya padaku,aku hanya tersenyum dan mengangguk. Aku memang suka lagu nya namun tidak sampai titik dimana aku mau menghapalnya, Aku rasa yang tadi hanya kebetulan saja.

“ya,aku suka.”aku menjawab.

“eonni,apa eonni inspirite juga?”

Mendengar kata inspirite rasanya sangat tidak asing,aku menggelengkan kepalaku tidak tahu apa arti kata itu.

“itu nama fandom nya infinite eonni,apa kau tahu anggota-anggotanya?”anak SMA itu kelihatan sangat bersemangat menjelaskan tentang group ini.

“tidak maaf,bisakah kau beritahu aku?”

Anak SMA itu dengan sennag nya mengangguk dan merogoh saku rok pendek nya dan memperlihatkan handphone nya padaku.

“ini anggota-anggota infinite eonni.”dia menjelaskan.

Yang aku lihat adalah tujuh lelaki tampan yang berjajar menggunakan jas hitam,aku tidak mengenal wajah-wajah itu namun ada satu wajah yang sangat familiar bagiku dan aku menunjuk nya.

“apa kau tahu siapa dia?”aku bertanya,wajah itu begitu menonjol seakan aku sering sekali melihat wajah itu namun aku tidaktahu siapa dia.

“oh dia lee howon,dia adalah rapper sekaligus dancer..dia tampankan eonni?”Tanya anak SMA itu.

“ya,dia juga terlihat sangat familiar bagiku.”

“oh janga bilang,eoni mengenalnya?”

“entahlah..aku merasa aku mengenalnya.”

~ Seoul ~

Howon berjalan sendirian di jalanan,dia sudah bosan terus-terus duduk di apartemen nya dan menonton tv.

Karena beberapa bulan ini infinite sedang dalam break howon memutuskan untuk berjalan-jalan,dia tersenyum saat melihat beberapa foto infinite terpampang di jalanan mulai dari iklan produk pakaian samapai makanan howon bisa melihat wajah nya sendiri dan wajah para anggota groupnya.

‘benar apa yang manager hyung katakana,ternyata infinite benar-benar sedang naik daun’

Howon berpikir dan tersenyum sendiri,walaupun dia sudah memakai topi dan kacamata entah kenapa orang-orang sepertinya berhasil mengenalinya.

Walaupun begitu howon cukup senang,jarang sekalikan kalau dia berjalan keluar dan semua orang mengenalinya ini saat nya untuk menikmati ketenaran yang sudah dia capai dengan susah payah.

BRUKKK..

Tiba-tiba saja seseorang menabraknya dengan keras,howon hendak marah namun dia tertegun kaget melihat wajah seseorang yang menabraknya itu.

“ah ahjusshi,jeasounghamnida..”wanita itu segera meminta maaf dan memungut buku-bukunya yang berjatuhan.

Masih bingung howon membantu wanita itu,dia sendiri tidak yakin apakah ini hanya halusinasi atau kenyataan karena wanita yang ada di hadapannya sekarang mirip sekali dengan yeonminya.

Dengan tangan gemetaran howon memungut buku-buku wanita itu dan setelah selesai memberikan nya,wanita itu tersenyum dnegan manis.

Saking manisnya howon lupa kalau sekarang kacamatanya sudah lepas dan orang-orang mulai berbisik sambil menunjuk-nunjuk kearahnya.

“omo..ahjusshi?kau tidak apa-apa?”Tanya wanita itu sekali lagi.

“gwenchana…bagaimana dnegan mu?”Tanya howon.

“ne..aku baik-baik saja,maaf aku buru-buru.”wanita itu berkata namun sebelum wanita itu pergi meninggalkan howon,howon menarik lengan nya.

“bisakah aku membantumu?kau kelihatan kesusahan.”

Howon melirik kearah 2 dus buku yang wanita itu bawa,memang benar dia sangat kesusahan dengan senang hatinya wanita itu mengangguk.

“terimakasih ahjusshi,kau sangat baik.”

“jangan panggil aku ahjusshi,panggil aku howon.”

Mata wanita itu melebar seketika saat mendengar nama howon meluncur dari mulut nya,howon sedikit kaget namun dia juga bngung dengan reaksi yang di berikan wanita yang beridri di hadapan nya itu.

“oh..aku ahra.”

Suara itu..howon benar-benar mengenal suara itu,suara itu suara yeonmi bukanlah suara ahra dia seharusnya bernama yeonmi bukan ahra.

“ahra?kau yakin namamu bukan yeonmi?”Tanya howon tidak percaya.

“tentu saja,aku tidak tahu siapa yeonmi.”ahra berkata.

“baiklah,mari..sepertinya karetamu sebentar lagi datang.”

Howon dan ahra membawa buku itu dan mereka berdua masuk kedalam stasiun kereta bersama-sama,ahra kelihatan nya ingin menanyakan sesuatu pada howon namun wanita itu ragu-ragu.

Sesekali howon memperhatikan ahra,bagaimanapun howon memperhatikan wanita itu dia benar-benar mirip dengan yeonmi. Howon tidak mengerti kenapa wanita itu muncul di kehidupan nya sekarang? Apakah ini rencana tuhan?

Howon menyadari kalau dari tadi ahra juga mencuri-curi padang kearah wajahnya,dia tersenyum. Bukankah itu bagus?artinya hara tertarik padanya.

“apa yang ingin kau tanyakan?”Tanya howon membuat ahra melirik kearahnya.

“huh?”

“dari tadi kau memandangiku,apa kau ingin mengatakan sesuatu?”

Ahra menunduk,howon bisa melihat pipi wanita itu merona. Percis seperti yeonmi,howon bergumam dalam hati entah kenapa segala hal tentang ahra membuatnya mengingat yeonmi mungkinkah yeonmi memiliki suadara kembar atau semacamnya? Kemiripan yeonmi dengan ahra bisa mencapai 99% howon yakin itu.

“kau mengingatkan ku pada seseorang.”

Ahra memulai,entah kenapa jantung howon berdetak sangat kencang saat dia mendnegar apa yang dikatakan ahra. Mungkinkah ada orang lain disana yang mirip dnegan nya?

“siapa?”

“entahlah..aku rasa aku mengenalmu dari suatu tempat namun aku tidak bisa mengingatnya.” Ahra menjaelaskan.

Howon tertegun diam,dia berharapa kalau ahra yang dia temui ini adalah yeonmi. Betapa indahnya itu jika nyata,howon ingin sekali mencium,memeluk dan bercinta dengan yeonmi seperti dulu lagi memadu kasih bersama.

“hahaha..kau pasti berpikir kalau aku aneh.”ahra tertawa canggung dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“tidak! Sama sekali tidak..kau juga mengingatkanku pada seseorang,kau benar-benar mirip dengan nya.”howon mengungkapkan.

“kalau boleh tahu..siapa?”

Sayang sekali sebelum howon bisa menjawab kereta ahra sudah datang,howon sangat kecewa sekali namun ini bisa menjadi kesempatan nya untuk lebih denkat dengan ahra.

“berikan handphonemu.”howon berkata.

Ahra kelihatan bingung dan memberikan handphone nya pada howon,howon mengaktifkan handphone nya dan dia sangat kaget saat melihat wallpaper handphone ahra.

Sebuah foto pernikahan,ahra yang memakai gaun putih panjang dengan rambut coklatnya yang di gelung dengan rapih terlihat sangat bahagia memeluk lelaki yang ada di samping nya. Lelaki itu tampan dan tinggi,senyum nya terlihat dingin namun tatapan matanya begitu hangat.

Howon ragu,apakah harus dia memberikan nomornya pada ahra?ataukah dia sebaiknya membiarkan ahra hidup bahagia bersama suaminya? Howon bergelut dengan batin nya. Otaknya mengatakan kalau dia harus melepaskan ahra karena dia sudah menikah namun hatinya menjerit untuk menjadi lebih dekat dengan ahra.

“howon-shi?aku harus segera berangkat.”

Suara ahra mengingatkan nya dan howonpun dengan cepat mengetik nomornya di handphone ahra dan menyimpan nya di bawah nama howon.

“hubungi aku,aku ingin mengenalmu.”howon berkata dan memberikan ahra handphone nya kembali.

“hm..terimakasih atas bantuan nya.”ahra tersenyum dan masuk kedalam kereta.

Howon melambaikan tangan nya kepada ahra dan ahra membalasnya,taklama kemudia kereta ahra akhirnya berjalan meninggalkan stasiun.

Entah mengapa berat sekai bagi howon untuk melepaskan ahra,dia merasa seakan sebagian nyawanya pergi bersama sosok wanita itu. Dia berpikir akankah mungkin ahra yang dia temui itu adalah yeonmi yang dia cari?

“mungkin besok,besok aku akan mengenal mu lebih baik dan mungkin..besok akan lebih baik dari hari ini. Benarkan yeonmi? Itulah yang selalu kau percaya,yeonmi-ya aku percaya besok akan lebih baik.”

To be countinue..

Don’t forget the comment 🙂

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “Tomorrow [Part 1]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s