Posted in FanFiction NC 17+

Never Meant To Be [Chapter 3]

Title: Never Meant To Be

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Cast :

  • Park Taeyoung
  • Park Yoochun
  • Kim Myungsoo
  • Han Jimin
  • Park Taejun

Genre :Romance,Angst and mystery

Length :Mini series

Rating : NC 17+

Taeyoung memijat dahinya yang sakit,dia membuka pintu apartemen nya yang sangat sepi karena yoochun belum pulang ini sudah jam 9 malam namun dia tidak juga menemukan sosok yoochun datang.

Taeyoung mengganti bajunya dan pergi ke dapur,dia menuangkan air kegelas dan meneguknya.

Belum juga taeyoung selesai meneguk airnya tiba-tiba dia mendengar suara tv di ruang tengahnya di hidupkan,taeyoung segera berbalik dan melihat tidak ada siapapun di dekat tv nya namun tv nya hidup.

“oppa?apa itu kau?”Tanya taeyoung.

Taeyoung berjalan kearah tv,aneh sekali tv nya hidup namun tak ada gambar di tv nya hanyalah gambar yang rusak yang ditampilkan tv itu taehee tidak yakin apa gambar itu dia mendekat dan tiba-tiba saja gambar itu menghilang dari layar tv.

Taeyoung segera mematikan tv nya dan pergi kekamarnya untuk tidur karena dia sudah lelah,namun saat dia hendak tidur dia mendengar suara langkah kaki yang mendekatinya dan seketika taeyoung berbalik namun dia tidak menemukan siapapun.

Taeyoung yang ketakutan segera masuk kekamarnya dan menutup pintu kamarnya,dia berjalan mundur kearah ranjangnya,taeyoung bisa merasakan sepasang tangan menyentuh bahunya dia berbalik dan menemukan seorang wanita dengan wajah menyeramkan mencoba menerkamnya.

“ARGGHH..”taeyoung menjerit histeris dia segera berlari keluar dari kamarnya sampai di menambrak sesosok lelaki.

“taeyoung?kau tidak apa?”ternyata orang yang dia tabrak adalah yoochun.

“oppa!tadi ada wanita yang mencoab mencengkramku aku takut sekali!”taeyoung berkata nafasnya terengah-engah.

“mana?”yoochun penasaran dia berjalan perlahan kearah kamar taeyoung namun.

“oppa hati-hati.”bisik taeyoung dan yoochun mengangguk.

Yoochun dengan pelan membuka pintu kamar taeyoung,namun dia tidak menemukan siapapun disana.

“tidak ada apa-apa,kau mungkin kecapean.”yoochun berkata dan mengelus keplaa taeyoung dengan lembut.

“aku melihat ya oppa..aku yakin sekali!”taeyoung berkata dia memeluk yoochun.

“tenang saja,aku ada disini aku tidak akan membiarkan siapapun menyakitimu.”yoochun memeluk taeyoung dengan erat.

“oppa,aku takut.”taeyoung berkata dengan manja.

“tenang,sebaiknya kita tidur.”

~NeverMeantToBe~

Taeyoung mengetuk-ngetukan pulpen nya kemeja,dia tidak bisa berhenti mengingat wajah menyeramkan wanita yang kemarin dia temui sangat menyeramkan.kemarin itu adalah pengalaman mistisnya yang pertama namun semua itu bagaikan mimpi,dia tidak tahu apa semua itu benar atau hanya imajinasinya.

Melirik kearah jam,waktu sudah menunjukan jam 3 sore anehnya myungsoo belum juga datang,taeyoung sudah gatal ingin menceritakan semua yang dia alami pada lelaki itu.ragu-ragu taeyoung menghidupkan handphone nya dan menghubungi nomor myungsoo.

Tut..tut..tut..

Nada tunggu itu membua taeyoung kesal namun dia sangat sennag saat mendengar suara myungsoo mengangkat telepon nya.

“soesangnim,ada apa?”Tanya myungsoo.

“myungsoo-shi,apa kau akan datang kerumah sakit untuk konsultasi lagi?”Tanya taeyoung dengan ragu,dia menggigit bibirnya menunggu jawaban dari myungsoo.

“hm..sepertinya iya,ada apa soesangnim?apakah ada yan ingin anda bicarakan?”lelaki itu bertanya.

“aku ingin membahas soal wanita itu..”

“baiklah aku akan kesana sekitar 1 setengah jam lagi,aku harus syuting dulu.”myungsoo berkata.

“baiklah,aku tunggu kedatanganmu.”

Myungsoo dan taeyoungpun menutup telepon nya secara bersamaan,dan taeyoung memutuskan untuk berjalan-jalan keluar karena dia merasa bosan.

Saat dia melangkahkan kakinya keluar dari rumah sakit dia melihat seorang lelaki yang mencurigakan memotret dirinya,taeyoung mneyangka kalau lelaki itu adalah seorang paparazzi.

Taeyoung yang merasa tidak nyaman dengan keberadaan lelaki itu dia berjalan keparkiran bawah tanah untuk bersembunyi,taeyoung melangkahkan kakinya pelan berharap kalau lelaki yang mencurigakan tadi tidak mengikutinya.

Mendengarkan langkah kaki yang mengikutinya taeyoung mempercepat langkahnya,dia berlari menuju lift yang ada di parkiran bawah tanah namun sayang belum juga dia sampai lelaki itu sudah berhasil menyentuh bahunya.

“LEPASKAN AKU!!!”taeyoung menjerit panik.

“taeyoung-ah..ini aku!”suara lelaki itu terdengar tidak asing.

Taeyoung membuka matanya dan melihat myungsoo berdiri didepannya dengan khawatir karena dia melihat wajah taeyoung sangat pucat.

“oh thank god it’s you…”

Taeyoung berkata dan memeluk myungsoo,myungsoo yang kaget memeluk kembali taeyoung entah kenapa jantungnya berdetak lebih cepat dari sebelum nya dia bisa mencium wangi shampo dari rambut taeyoung,mungkin wanita itu baru keramas.

“kau tidak apa-apa?kenapa kau berlari?”Tanya myungsoo.

“tidak apa-apa,aku hanya panik.”taeyoung menjawab.

Myungsoo ragu namun dia akhirnya mengelus kepala taeyoung menenangkan wanita itu sesaat dan akhirnya mereka berduapun berhenti berpelukan.

“kau yakin soesangnim?”Tanya myungsoo.

“ya,aku yakin..sebaiknya kita membahas soal masalahmu di ruanganku.”taeyoung berjalan menuju lift dan di ikuti oleh myungsoo.

~NeverMeantToBe~

“kau baik-baik saja?”

Ji min menyentuh bahu yoochun yang dari tadi melamun,dia melamun sambil memandangi handphone nya seperti biasanya…ji min mulai khawatir akhir-akhir ini yoochun kelihatan sangat aneh.

“ya,tentu saja.”yoochun menjawab.

“kau kelihatan aneh akhir-akhir ini,ada apa?”Tanya ji min.

“bukan apa-apa,aku hanya..lelah.”yoochun berbohong,sebenarnya dia masih khawatir dengan sasaeng fans yang menelepon nya tempo hari.

“kau yakin?kau tak usah berbohong yoochun aku kenal kau dengan baik..”

Yoochun menghela nafasnya,entah harus bagaimana lagi dia mengusir ji min.yoochun bukanlah orang yang suka membagi masalahnya dengan orang lain,dia lebih suka menyimpan nya sendiri dan menemukan solusinya sendiri juga.

“ya aku yakin.”yoochun menjawab dan pergi meninggalkan ji min.

Mendapat reaksi yang dingin dari yoochun ji min sedikit sakit hati,dia tidak bisa berbohong dia masih menginginkan cinta yoochun meskipun mreka sudah putus ji min masih mengharapkan yoochun dia ingin memiliki lelaki itu lagi seperti dulu.

Ji min menghidupkan handphone nya dan menghubungi nomor yang tidak asing lagi,dia tidak tahu harus meminta tolong pada siapa selain pada orang yang akan dia hubungi itu.

“yobuseyo?eonni ada apa?”

Suara wanita itu terdengar dari seberang telepon ji min.

“taeyoung-ah..sudah lama tidak bertemu,bolehkah kita bertemu?”ji min bertanya.

“oh bertemu?kapan?”

“bagaimana kalau sore nanti sepulang kau kerja?”ji min menawarkan.

“hm..baiklah,dimana kita akan bertemu?”taeyoung menyetujui.

“bagaimana kalau kita bertemu di taman dekat dengan studio KBS?kau bisa kesanakan?”Tanya ji min.

“oh tentu saja eonni,itu tidak jauh dari rumah sakit.”

“bagus kalau begitu,aku tunggu disana.”

Setelah selesai bercakap-cakap taeyoung dan ji min pun menutup telepon nya,ji min sedikit gugup ini adalah pertama kalinya lagi dia akan bertemu dengan taeyoung setelah dia putus dari yoochun.

“siapa yang menelepon soesangnim?”Tanya myungsoo saat taeyoung kembali duduk di sofa kembali.

“oh ji min,dia mantan kekasih yoochun oppa.”taeyoung mengungkapkan dan myungsoo mengangguk.

“jadi apa yang ingin kau bahas?”Tanya myungsoo.

“oh iya soal itu…aku melihat wanita itu myungsoo.”taeyoung mengatakan,ekspressinya berubah menjadi takut.

“apa?kau yakin soesangnim?”

“ya,dia..sangat menyeramkan.”taeyoung menjawab,suaranya sedikit bergetar mungkin karena dia takut.

“tenang saja soesangnim,kita akan menghadapinya berdua.”

Myungsoo menyentuh tangan taeyoung dengan kuat,seakan dia mengatakan kalau ‘aku akan melindungimu’ taeyoung merasa nyaman dengan kehangatan myungsoo dia merasa memilki seorang sahabat.

“terimakasih myungsoo-shi..”

Myungsoo tersenyum,senyum manis nya itu sedikit membuat taeyoung terpesona namun dia segera melupakan perasaan itu,dia memiliki yoochun dan hanyalah yoochun yang boleh bersama nya dan ada di hatinya.

“ngomong-ngomong kitakan sudah lama kenal,bagaimana kalau kita berhenti memanggil satu sama lain dengan formal?”myungsoo menyarankan.

“apa boleh?”Tanya taeyoung tidak yakin.

“tentu saja,bagaimana kalau aku memanggil mu taeyoung-ah?”

“ya boleh,tapi aku harus memanggil kau apa?”

“panggil saja aku myung atau myungsoo-yah terserah kita kan tidak memilki perbedaan umur yang jauh.”

Taeyoung tersenyum,dia lebih suka seperti ini dia juga sudah bosan dengan panggilan ‘soesangnim’ yang keluar dari mulut semua pasienya.

“baiklah,myungsoo-yah.”taeyoung memanggil dan entah kenapa dia bis amelihat pipi myungsoo berubah warna menjadi pink.

“myungsoo-yah kau tak apa-apa?”

“tidak,kau sangat lucu saat memanggilku seperti itu..”myungsoo menagku sambil malu-malu dan taeyoung hanya tertawa renyah.

“ngomong-ngomong taeyoung-ah,sekarangkan kita sudah lebih akrab..bagaimana dengan drama musikal yang aku tawarkan?kau mau menontonnya?”myungsoo membujuk lagi.

Taeyoung tersenyum,dia pikir tak ada salahnya untuk mengikuti keinginan myungsoo kasihan jugakan kalau dia terus-terusan di tolak.lagipula mereka pergi sebagai teman dekat tidak lebih dari itu,taeyoung pikir kenapa tidak?

“baiklah,kapan kau ingin menonton drama musikal itu?”Tanya taeyoung.

“YES!akhirnya kau mau.”myungsoo kelihatan sangat senang mendnegar perkataan taeyoung.

“bagaimana kalau sabtu sekarang?aku tidak ada schedule akhir pekan ini.”myungsoo menjawab dengan antusiasnya.

“baiklah,kita beretemu di gedung drama musikal nya.”taeyoung menyarankan.

Malam sudah datang,udara berubah menjadi dingin dan taeyoung masuk kedalam apartemen nya dia lelah sekali dan segera membuka mantelnya dan mengganti baju nya.kejadian kemarin masih meninggalkan trauma karena dia sangat ketakutan,dia selalu merasa paranoid setiap kali dia mendengar suara aneh.

Taeyoung memutuskan untuk diam di kamar dan membuka laptopnya lalu membuka internet,saat dia sedang browsing dia melihat video myungsoo entah kenapa dia jadi penasaran dengan video itu dan diapun mengklik link video myungsoo.

Taeyoung tersenyum,ternyata video yang dia lihat adala video single baru infinite group myungsoo taeyoung kebetulan sangat menyukai infinite jadi dia tahu jelas semua member infinite.

Myungsoo adalah visual dari infinite tentu saja dia mendapatkan sorotan wajah yang sering dari member lain,itu mungkin kelihatan nya tidak adil namun sebenarnya taeyoung menyukainya dia suka mulihat wajah myungsoo yang tersenyum atau malu-malu.

“jangan bilang kau suka salah satu member dari boyband ini.”

suara yoochun mengagetkan taeyoung,dia berbalik dan menemukan yoochun menunduk di samping nya.

“oppa!kau mengagetkanku.”taeyoung berkata dan yoochun tersenyum.

Yoochun mendekatkan wajahnya kearah wajah taeyoung dan mencium bibir wanita itu sekilas,entah mengapa taeyoung merasakan ada sesuatu yang berbeda dari ciuman yoochun.ciuman yoochun terasa lebih tegas dan mengikat.

“ada apa oppakau kelihatan aneh..”taeyoung bertanya saat mereka melepaskan ciuman mereka.

nothing..im just tired.”yoochun menjawab,apakah dia benar-benar kelihatan sedang gundah?yoochun bertanya pada dirinya sendiri.

“oh iya..tadi sore aku bertemu dengan ji min eonni.”

Taeyoung mengungkapkan dan menutup laptopnya untuk berbaring di sebelah yoochun,yoochun melingkarkan tangan nya di bahu taeyoung dia benar-benar tidak mood untuk membicarakan mantan nya itu.

“ada apa lagi dengan dia?”tanya yoochun.

“dia bilang kau kelihatan aneh belakangan ini,ceritakan oppa..ada apa?jangan membuat aku khawatir seperti ini.”

Taeyoung bangkit dari posisi berbaring nya menatap yoochun yang berbaring,yoochun melirik kearah lain tidak yakin apa yang harus dia katakan.dia tidak mau menakut-nakuti taeyoung dengan menceritakan kalau tempo hari ada seorang sasaeng fans yang menelepon nya dan meminta tebusan.

“taeyoung..janji padaku kau tidak akan takut.”yoochun memulai dan taeyoung mengangguk,walaupun dia sendiri tidak yakin.

“tempo hari..ada seseorang yang meneleponku.”yoochun menceritakan dan taeyoung mengangguk.

“dia bilang kalau dia tahu soal kita,tentang hubugan kita..dia mengancam untuk membocorkan nya kemedia.”

Tutur yoochun dengan sedih nya,dia mengengam tangan taeyoung erat andaikan taeyoung sekuat dirinya..dia tidka bis amenceritakan ini kepada taeyoung karena dia takut taeyoung menjadi paranoid.

“oh pantas saja..oppa,tadi siang aku melihat seorang lelaki yang mengikutiku.”taeyoung mengungkapkan.

“benarkah?apa dia menyakitimu?”suara yoochun terdengar sangat khawatir.

“tidak oppa,tenang saja dia hanya mengikutiku.”taeyoung menjawab.

“sebaiknya kau lebih berhati-hati sekrang,jangan pergi kemanapun sendirian.”yoochun mengingatkan dan taeyoung men gangguk mengeerti,dia sendiri takut untuk keluar rumah sekarang.

“tenang saja,oppa akan selalu melindungimu.”yoochun berkata memeluk taeyoung.

Taeyoung tersenyum dan merekapun berciuman,ciuman yoochun berawal lembut dan halus namun lama-kelamaan ciuman itu semakin dalam dan ganas.tanpa ragu yoohun menggigit bibir bawah taeyoung membuat taeyoung mendesah dalam sakit dan kenikmatan.

Tangan yoochun masuk kedalam kaos taeyoung menyentuh perut taeyoung,sedangkan taeyoung melingkarkan tangan nya di leher yoochun dan sesekali rambut nya menyisir rambut hitam yoochun.

Yoochun mendorong tubuh taeyoung agar dia berbaring,posisi nya sekarang ada diatas taeyoung dan masih sibuk menciumi wanita itu tanpa henti entah sudah berapa ratus kali mereka berciuman namun yoochun tetap saja merasa kalau ini adalah ciuman pertama mereka.

Ciuman taeyoung dan yoochun selalu hangat dan basah,nafsu sudah menguasai mereka berdua dan yoochun segera membuka celana taeyoung bersamaan dengan celana dalam nya.

“oppa..aku ingin kau,sekarang..”pinta taeyoung manja.

Yoochun mencium dahi,pipi dan bibir taeyoung dan untuk terakhir kalinya dia menggigit telinga kiri taeyoung dan membisikan kata-kata manis.

“kau akan mendapatkanya sebentar lagi..”goda yoochun membuat taeyoung mengerang kesal,dia tidak suka jika yoochun selalu menggodanya seperti ini.

Yoochun membuka kaosnya memamerkan bahu nya yang lebar dan tegap,tangan taeyoung segera menyentuh dada yoochun dengan seksinya menggelitik nya membuat hasrat yoochun semakin meningkat.

“kau mau aku goda juga?ayo oppa..goda aku lagi.”taeyoung menantang.

Tangan kecil ramping taeyoung dengan nakalnya membuka kancing celana jeans yoochun,yoochun yang memandangi kelakuan nakal taeyoung itu dia membiarkan taeyoung membuka celana nya sekaligus celana dalamnya dan berabring dengan santainya.

“kau menyukai inikan oppa?”

Tanya taeyoung dengan suara nakalnya,dia menjilat ujung kejantanan yoochun yang sudah menegang.yoochun yang merasakan sensasi hangat di bagian tubuh bawahnya mengerang nikmat,dia menyentuh kepala taeyoung dan menarik rambutnya pelan.

“arghh..”yoochun mengerang saat taeyoung menggoda kejantanan nya dengan menggigit lembut.

“taeyoung-ah..masukan..”yoochun memerintah.

Taeyoung menyeringai licik dan diapun memasukan kejantanan yoochun kedalam mulut hangat nya,dia dengan ahlinya memainkan dan menggoda kejantanan yoochun membuat yoochun melayang kelangit ke tujuh.

Suara basah keluar dari mulut taeyoung,sesekali dia mendongak melihat ekspressi yoochun yang sangat menggairahkan tak lupa tangan nya itu menyentuh kedua ‘twinball’ yoochun membuat yoochun semakin menggila.

“ah..yeah taeyoung-ah…”

Yoochun memanggil,taeyoung sangat menyukai suara yoochun saat mereka bercinta.karena suara lelaki itu akan berubah lebih serak dan dalam membuat jantung nya berdetak lebih cepat.

“taeyoung-ah..aku akan ‘keluar’!”yoochun berkata dan menarik kepala taeyoung menjauh dari kejantanan nya.

Taklama menunggu cairan putih segera keluar dari kejantanan yoochun,memuncrat kearah wjah taeyoung dan taeyoung menjilat cairan yoochun yang menempel di bibirnya,melihat itu berhasil membuat yoochun terangsang kembali taeyoung sekarang benar-benar sudah berubah menjadi rubah yang licik dan sexy.

Yoochun segera menarik tangan taeyoung membuat wanita itu berbaring,dengan kasarnya dia menciumi payudara taeyoung membuat taeyoung mendesah tidak jelas,tangan nya meremas payudara taeyoung sedangkan mulutnya mengemut dan menyedot puting payudara taeyoung.

“hm..oppa..ah,yeah disana..yeah..”

Taeyoung mendesah,tanganya menyetuh kepala yoochun dan meremas rambut yoochun dengan gemas,apalagi setiap kali yoochun menggigit lembut puting payudaranya.

Tangan yoochun sekarang menyentuh klitoris taeyoung membuat taeyoung menarik nafas kaget,tangan yoochun terasa sangat dingin saat menyentuh klitorisnya,yoochun mencium bibir taeyoung membungkam desahan-desahan sexy yang keluar dari mulut taeyoung.

Seraya lidah mereka bertautan yoochun memasukan satu jarinya kedalam lubang taeyoung,lubang taeyoung terasa sangat hangat dan lembut,dia bisa membayangkan bagaimana rasanya saat kejantanan nya tertanam dalam lubang sempit dan nikmat itu.

Setelah melepaskan tautan bibir mereka,taeyoung terengah – engah kedua pipinya berubah menjadi pink dan bibirnya dia gigit membuat bibir nya berwarna merah alami.

Yoochun sekarang memasukan jari kedua saat dia merasakan lubang taeyoung sudah melonggar,tangan nya yang satu lagi dia masukan kedalam mulut taeyoung dan taeyoung mengemutnya seakan jari itu permen.

“aish..taeyoung-ah kenapa kau sangat menggairahkan sekali?”yoochun bertanya.

Dia sendiri tidak mengerti kenapa wanita yang sekarang ada di bawah nya ini sangat cantik dan sexy sepertinya yang bisa dia pikirkan hanyalah taeyoung dan taeyoung.

“oppa..sudah cukup,masukan sekarang..aku ingin kamu.”taeyoung berkata di tengah desahan nya.

Mendengar itu yoochun segera mengarahkan kejantanan nya dan memasukan nya denga pelan,dia bisa merasakan tubuh taeyoung menegang mungkin karena sensasi aneh yang memasuki tubuhnya.

“ah..iya oppa,seperti ini.”taeyoung berkata dia mendongak menatap langit-langit,kenikmatan yang dia rasakan sangat susah untuk dia deskripsikan.

Yoochun mulai menggerakan pinggul nya dengan rythem yang lambat,dia sebisa mungkin ingin menikmati moment ini.

Taeyoung memeluk tubuh yoochun dengan erat,keringat sudah mulai membasahi badan mereka,namun yoochun tidak lelah dan terus bergerak membua taeyoung melayang kelangit ketujuh,merasakan kejantanan yoochun yang keluar masuk dari lubang nya mebuat nya buta dan kaku.

‘ah!ah! oppa disana…lebi..h cepat.”

Saat yoochun menemukan daerah sensitive taeyoung,yoochun segera mendorong kejantanan nya ke daerah itu berkali-kali membuat taeyoung berteriak dalam kenikmatan yang menjerumuskan.

“ah..taeyoung,kau nikmat sekali..ah..”

Yoochun meracau,dia tidak tahu apa yang dia katakan namun dia tahu jelas rasa nikmat yang sekarang sudah mengusai tubuh nya dia sekarang sudah tidak bisa ‘bermain’ secara manis lagi dan mulai mempercepat tempo.

Melihat wajah taeyoung yang sexy di bawahnya membuat yoochun menggila,dia mengangkat salah satu kaki taeyoung dan taeyoung menyentuh bokong yoochun mensupport tubuh lelaki itu.

“akh..oppa..”

Suara sexy itu terdengar lagi,taeyoung mendorong muka yoochun mendekat kearahnya dan yoochun mencium lagi bibir taeyoung dengan rakusnya,lidah mereka saling bertaut memperebutkan dominasi.

Yoochun mengubah posisi sekarang dia duduk dan taeyoung diatasnya,sekarang bagian taeyounglah yang bergerak keatas dan kebawah,sedangkan yoochun menonton melihat wanita itu menggila diatasnya.

“lebih cepat..taeyoung-ah..”yoochun meminta dan taeyoung menggerakan pinggulnya lebih cepat.

Yoochun memegang pingang taeyoung dia sudah merasakan kalau sebentar lagi dia akan mencapai klimaks,sedang taeyoung juga sama.

“oppa..aku..akan..keluar..”desah taeyoung dan akhirnya mereka berdua mencapai klimaks bersamaaan.

Meresa lelah taeyoung mengistirahatkan tubuhnya dalam pelukan yoochun,yoochun yang masih memiliki tenaga membaingkan taeyoung,dia mencium dahi taeyoung dan bibir taeyoung sesaat.

“terimakasih,kau sangat mengagumkan..”yoochun berbisik ketelinga taeyoung sebelum dia benar-benar tidur.

“sama-sama oppa.”taeyoung berkata dan tidur didalam pelukan yoochun.

~NeverMeantToBe~

“myungsoo..”

“myungsoo oppa…”

“saranghae,jebal..teonajima..”

“ARGGGHHH”

Myungsoo menjerit dan bangun dari tidurnya,suara wanita itu tetap menghantuinya. Myungsoo bangkit dari posisi tidurnya dan mengubur wajah nya kedalam kedua tangan besarnya.

Dia mengusap rambutnya frustasi,dia hanya ingin melupakan wanita itu namun kenapa wanita itu menghantuinya?apa salah dia?kenapa wnaita itu selalu mengikutinya kemanapun dia pergi?bahkan setelah dia pindah apartemen.

“sialan!”umpat myungsoo.

Melirik kearah meja kecil disamping nya dan mengmabil obat penenang yang ada disana,dia pergi kedapur hendak meminum segelas air.

Dengan malasnya myungsoo membuka kulkasnya,namun dia snagat kaget saat tiba-tiba sesuatu jatuh dari kulkasnya dan membentur kakinya.

“ARGGHHH!!”

Myungsoo berteriak saat dia menyadari kalau sebuah kepalalah yang jatuh dihadapan nya,saking kaget nya kakinya gemetaran dan dia terjatuh dia mencoba merangkak menjauh namun sebuah rambut mengikat kakinya.

“TOLONG!”

Myungsoo berteriak berharap seseorang menyelamatkan nya,rambut itu mengikat kaki myungsoo lebih erat membuat myungsoo tidak bisa berkutik.

“oppa,saranghae..”

“myungsoo oppa..saranghae.”

Mendengar suara itu myungsoo mendongak dan mendapati sesosok wanita dengan seragam SMA menatap nya,rambut sebahunya begitu familiar bagi myungsoo dia tahu kalau wanita itu adalah salah satu fangirlnya.

“kyunghee?apakah itu kau?”

Tanya myungsoo,kyunghee hanya tersenyum kearah myungsoo dia berjalan kearah myungsoo dan menatapi myungsoo yang di seret perlahan oleh rambut yang mengikat kakinya.

“kyunghee,tolong aku!hentikan semua ini!”myungsoo berkata dan menarik tangan kyunghee.

“oppa,saranghae.”kyunghee berkata.

Kata-kata itu mengingatkan nya pada kejadian beberapa bulan yang lalu.

[flashback]

Myungsoo baru saja selesai menyanyi,dia dan semua anggota mmebernya pergi menuju van mereka karena mereka harus segera pergi ke acara yang lain. Beberapa bulan ini infinite sangat sibuk karena mereka sedang naik daun.

Semua member infinite sudah naik ke van namun saat myungsoo akan masuk dia melihat seorang wanita,wanita itu tidk asing lagi dia adalah shin kyunghee,fans nomor satunya dia sangat bahagia saat dia melihat kyunghee dan berlari menghampirinya.

“kyunghee-ya,kenapa kau tidak datang ke backstage tadi?”Tanya myungsoo saat dia sudah berhadapan dengan gadis itu.

“oppa..maaf,tadi aku..tidak ingin menganggumu.”kyunghee berkata malu-malu.

Myungsoo tersenyum dan mengacak rambut kyunghee,dia sudah menganggap kyunghee sebagai adiknya sendiri walaupun mereka baru kenal beberapa bulan yang lalu myungsoo segera menyukainya karena dia selalu mendukung nya saat dia lelah atau mengeluh.

“tak usah malu,oh iya kenapa kau disini?apa kau tidak sekolah?jangan bilang kau bolos hanya untuk menonton kami tampil.”

Myungsoo mendekatkan wajahnya kearah kyunghee,kyunghee malu dan dia menggelengkan kepalanya.

“tidak oppa,aku kan sudah berjanji pada oppa untuk tidakbolos sekolah.”kyunghee tersenyum manis.

“bagus kalau begitu,kalau kam bolos aku akan sangat kecewa.”sahut myungsoo.

Kyunghee kelihatan lebih nervous dari biasanya,myungsoo bisa melihat kyunghee memainkan tangan nya berkali-kali tandanya dia memang nervous.

“ada apa kyunghee-ya?apa kau ingin mengatakan sesuatu?”Tanya myungsoo.

Kyunghee mengangguk,dia menggigit bibirnya nervous lalu dia mengeluarkan sepucuk surat dari saku seragam nya.

“oppa,aku hanya ingin bilang..”

Kyunghee tidak melanjutkan kalimatnya.

“mau bilang apa?apa itu surat untukku?”Tanya myungsoo namun saat dia hendak mengambil surat itu kyunghee menyembunyikan nya lagi.

“oppa..aku..aku..”

Kyunghee gelapan,sebenarnya myungsoo ingin tertawa melihat kyunghee yang nervous karena dia benar-benar kelihatan seperti anak SD.

“ada apa kyunghee?katakan saja!”myungsoo mendesak.

“oppa,anu..hm..oppa,saranghe!”

Kyunghee tiba-tiba berkata,myungsoo kaget mendengar perkataan kyunghee dia memang menyukai gadis itu namun tidak lebih dari adik perempuan.

“kyunghee-ya,apa kau yakin?”

Tanya myungsoo berharap gadis itu berubah pikiran,dia tidak bisa menerima cinta kyunghee karena dia tidak merasakan apa yang kyunghee rasakan,dia merasa bersalah oleh itu namun itulah kenyataan nya dia hanya menyukai kyunghee sebagai teman atau sahabat.

“aku sangat yakin oppa,itu sebabnya aku menulis surat ini..aku ingin kau tahu bagaimana perasaanku padamu..tapi aku hanya ingin kau tahu jika kau menerimaku.”kyunghee berkata dia menunduk malu.

Myungsoo hanya menunduk menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia tahu keadaan ini sangat canggung tapi bagaimanapun juga dia tidak bisa menerima cinta kyunghee ataupun menyakitinya dia dalam keadaan terjepit.

“oppa,jika kau menerima cintaku..aku mohon ambilah surat ini tapi jika tidak kau bisa membuang nya ke tong sampah.”

Kyunghee menyodorkan surat itu pada myungsoo,myungsoo mengambil surat itu. Surat itu di balut oleh amplop berwarna pink dengan gambar bunga di sudut nya kertasnya begitu harum myungsoo bisa mencium nya.

“kyunghee-ya,maafkan aku..aku snagat menyukai mu tapi,aku hanya menganggapmu sebagai adik.”myungsoo akhirnya mengungkapkan.

Kyunghee mendongak,myungsoo langsung bis amelihat airmata berkumpul di sudut mta gadis muda itu dia kelihatan nya benar-benar terluka.

“kyunghee-ya,kau adalah fans,teman,sahabat dan adik yang baik untuk ku..aku tidka mau merusak hungan antara kita.”myungsoo berkata menyentuh bahu kyunghee.

Kyunghee akhirnya menangis dengan kasar dia melepaskan tangan myungsoo dari bahunya.

“tapi oppa,aku mencintaimu..aku tidak bisa melihatmu sebagai teman,sahabat atau idol..aku mencintaimu.”kyunghee mengaku.

“kyunghee-ya,tolong mengerti posisiku..”myungsoo berkata.

Kyunghee yang sudah tidak tahan pun berlari meninggalkan myungsoo sambil berlinang airmata,myungsoo mengejar kyunghee namun kyunghee menghilang entah kemana.

“kyunghee-ya,mianhe..”

Myungsoo berbisik,berharap kyunghee mendnegarkan nya.

[end of flashback]

Mengingat apa yang terakhir terjadi diantara mereka berdua myungsoo sedih,dia mencoba mencapai wajah kyunghee namun dengan kasarnya kyunghee menggengam tangan myungsoo membuat myungsoo meringis kesakitan.

“kyunghee-ya sakit!”myungsoo mengerang.

“hahahaha..sakit?ini bukan apa-apa dibandingkan rasakit ku.”kyunghee membentak.

Tanpa sadar rambut yang menarik kaki myungsoo menghilang begitupun kepala yang keluar dari kulkas,kyunghee segera mencekik myungsoo kekutan gadis itu sangat luar biasa sedangkan myungsoo memukul-mukul tangan kyunghee berharap kyunghee melepaskan genggaman nya.

“kyung…akkhh hee..berhenti!”myungsoo dnegan susah payah berkata,dia sudah kehabisan nafas.

Myungsoo menatap kearah mata kyunghee,mata kyunghee bersinar merah menyala dia kelihatan nya sedang kerasukan oleh setan.

“kyunghee! Arrghh sadarlah!”myungsoo berkata.

“kau harus mati! Dasar lelaki berengsek!”kyunghee membentak dan melemparkan tubuh myungsoo ketembok.

Myungsoo berbaring di lantai tak berdaya,punggung nya terasa sangat sakit sekali karena membentur tembok dengan keras.

“kau tahu bagaimana menderitanya aku?”kyunghee melayang kearah myungsoo dan menjambak rambut myungsoo dengan kasar.

“kau lelaki brengsek!selama ini kau hanya memberikan harpan palsu padaku eoh?kau pasti sennag saat melihat aku tergila-gila padamu dan memuja mu bagaikan kau adalah seorang dewa.”tutur kyunghee,kyunghe yang sekarang ada di hadapan myungsoo berbeda seklai dengan kyunghee yang dulu dia kenal.

“kyunghee-ya,aku mohon hentikan..”myungsoo memelas.

Kyunghee mendengus dan menendang perut myungsoo seelah dia melepaskan jambakan nya,kyunghee lalu berjalan mondar-mandir di hadapan myungsoo dia kelihatan seperti orang stress dia menangis lalu beberapa detik kemudia dia tertawa.

“apa kau tahu?aku menjual jiwaku pada seorang iblis hanya untuk ini.”kyunghee berkata menunduk di hadapan myungsoo yang sudah babak belur.

“aku membencimu!!!sangat membencimu!!aku bahkan sudah menjadi anti-fans mu,tapi kenapa?!kenapa aku tidak bis aberhenti mencintaimu?katakan padaku?!”kyunghe menarik kerah baju myungsoo dan mengoncang-goncangkan tubuh lemas lelaki itu.

“kenapa?kim myungsoo?katakan padaku kenapa?!”kyunghee menangis,dia menutup kedua wajah nya dengan kedua tangan nya.

Myungsoo menghela nafasnya,dia menyentuh kepala kyunghee dan menarik kyunghee kedalam pelukan nya,walaupun gadis itu menyakitinya entah kenapa dia masih peduli pada gadis itu.

“kau fans nomor 1 ku kyunghee dan aku menyayangimu.”myungsoo berkata.

“tapi maaf aku sudah jatuh cinta pada wanita lain.”myungsoo melanjutkan.

Kyunghee tidak menjawab dia hanya menangis didalam pelukan myungsoo,ada sedikit rasa bersalah dalam diri myungsoo namun bagaimana lagi,dia tidak ingin berpura-pura untuk jatuh cinta pada kyunghee saat hatinya tetap memanggil nama seorang wanita.

Dan nama wanita itu adalah Park Taeyoung..

Taeyoung membuatkan secangkir kopi untuk yoochun,entah kenapa dia tiba-tiba ingat pada myungsoo dia pun berniat untuk menelepon pasienya itu setelah dia memberikan segelas kopi kepada yoochun.

Yoochun sdang menonton tv,memang terasa canggung saat kau menontontv dan melihat dirimu sendiri tampil di tv.

“oppa,ini kopinya.”taeyoung berkata memberikan secangkir kopi pada yoochun.

“terimakasih sayang.”yoochun berkata dan mencium pipi taeyoung.

Taeyoung tersenyum dan pergi membiarkan yoochun sibuk menonton bola,acara kesukaan nya tau lebih tepatnya cara yang kebanyakan lelaki sukai.

Taeyoung mengambil handphonenya dan mencari kontak myungsoo lalu menghubuginya,taeyoung berjalan kearah balkon kamarnya merasakan angin malam menyapa kulitnya sedikit dingin namun sejuk.

“taeyoung-ah,ada apa?”

Taklama menunggu myungsoo segera mengangkat telepon nya,dan taeyoung menghela nafas dia tidak lagi khawatir.

“tidak apa-apa,hanya ingin mengecheck keadaan mu saja myungsoo-ya.”taeyoung berkata dan menyandar kepagar balkon kamarnya.

“taeyoung-ya,kau tak usah khawtair lagi..sepertinya sekarang aku tidak akan di baying-bayangi oleh wanita menyeramkan itu lagi.”myungsoo berkata dengan cerianya.

“benarkah?apa kau sudah berhasil melupakan nya?”Tanya taeyoung senang.

“ya,ternyata selama ini aku di guna-gunai.”myungsoo mengungkapkan.

“yang benar?siapa yang berani melakukan itu?”taeyoung penasaran.

Myungsoo tersenyum.

“tak usah khawatir,yang jelas sekarang aku dan dirimu aman.”myungsoo menjawab.

“begitu ya,aku senang sekali jadi kau tidak akan butuh konsultasiku lagi?”

Myungsoo tersenyum lebar saat dia mendnegar pertanyaan itu keluar dari mulut taeyoung,entah mengapa myungsoo bisa mendengar nada kekecewaan dari cara taeyoung berbicara.

“entahlah,aku akan mengunjimu dan berkonsultasi jika kau mau.”myungsoo menawarkan.

“jika kau tidak butuh aku lagi tak apa-apa,aku tidak ingin kau membuang-buang uang mu untuk sesuatu yang tdiak penting,”taeyoung menjawab.

“apa yang kau bilang?berkonsultsi denganmu membuatku bahagia,dan menurutku kau adalah seseorang yang penting.”myungsoo mengungkapkan malu-malu.

“kau berpikir begitu?aku tersanjung sekali myungsoo-ya.”taeyoung tersenyum,myungsoo mungkin pasien satu-satunya yang bertingkah manis di hadapan taeyoung dan taeyoung menyukai itu.

Beberapa menit mereka berbincang dengan akrab sampai akhirnya taeyoung merasakan sepasang tangan memeluk nya dari belakang.

“kau menelepon siapa?”

Yoochun berbisik ketelinga taeyoung yang sebelah kiri,karena yang satunya lagi ibuk mendengarkan ocehan myungsoo di handphonenya.

“pasienku.”taeyoung menjawab singkat.

Yoochun mengangguk mengerti,sudah biasa bagi yoochun mendapati taeyoung berbincang dengan seorang pria karena taeyoung adalah psikolog jadi biasanya pasien-pasien nya menelepon nya untuk berkonsultasi dan tentu saja tidak semua pasien tayeoung itu adalah wanita.

“hm..baiklah,kalau begitu aku hubugi kau lagi.”taeyoung berkata dan menutup telepon nya.

Yoochun masih memeluk taeyoung dan sesekali dia mencium leher taeyoung,taeyoung tersenyum bahagia inilah alasan kenapa dia menyukai yoochun,yoochun sellau hangat dan penuh kasih sayang.

“taeyoung-ah,sebaiknya minggu depan kita pulang kerumah eomma bagaimana?”Tanya yoochun.

“baiklah,aku juga sudah merindukan eomma dan yoohwan oppa.”taeyoung menjawab.

Don’ forget the comment

love,seven94❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

One thought on “Never Meant To Be [Chapter 3]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s