Posted in FanFiction NC 17+

Never Meant To Be [Chapter 2]

Title: Never Meant To Be

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

Cast :

  • Park Taeyoung
  • Park Yoochun
  • Kim Myungsoo
  • Han Jimin
  • Park Taejun

Genre :Romance,Angst and mystery

Length :Mini series

Rating : NC 17+

Taeyoung memakan sarapan nya sambil melamun dia masih mengingat kalau tadi malam myungsoo mengatakan kalau dia melihat sosok nya di tusuk oleh seorang lelaki dari belakang,taeyoung mengakui dia tidak bisa tidur dan terus memikirkan nya.

Yoochun yang sedang memakan sarapan nya juga menyadari perubahan kekasih nya itu,yoochun memengang tangan taeyoung membuat taeyoungsadar dari lamunan nya.

“ada apa chagi?kau kelihatan nya melamun terus?”Tanya yoochun.

Taeyoung menyungingkan senyum tipis nya dan menggelengkan kepalanya.

“ani bukan apa-apa oppa.”taeyoung mengelengkan kepalanya dan melanjutkan memakan sarapan nya.

“kau kelihatan aneh dari tadi pagi,ada apa?kau tidak sakit.”yoochun khawatir dan memegang dahi taeyoung.

Taeyoung tertawa dan melepaskan tangan yoochun dari dahinya.

“oppa,aku baik-baik saja tidak usah khawatir.”taeyoung menenagkan pacar nya sekaligus kakak angkat nya itu.

“baiklah,oh iya aku akan pulang cepat hari ini manager ku bilang interview aku di cancel menjadi minggu depan.”yoochun menyampaikan berita bahagia itu dengan antusias.

“oh jinja?baiklah aku akan pulang cepat juga.”taeyoung merespon.

“bagaimana kalau kita kencan?”

Taeyoung tersenyum bahagia dan mengangguk.

“aku ingin pergi ke aquarium,aku ingin melihat ikan hiu.”taeyoung berkata dan yoochun mengangguk merekapun menghabiskan sarapan mereka.

Seperti biasa yoochun mengantarkan taeyoung sampai rumah sakit,taeyoung mencium bibir yoochun sekilas dan pergi kedalam rumah sakit dengan seringai kecil di bibirnya bersama dengan yoochun memang membuat nya menjadi wanita yang sangat bahagia.

Saat dia sampai di ruangan nya,taejun sudah menunggu nya dia kelihatan ingin mengatakan sesuatu.

“sunbaenim,apa yang kau lakukan di sini?”Tanya taeyoung,tidak biasa baginya menumukan taejun di sekitar ruangan nya.

“aku ingin bertanya sesuatu padamu,apa boleh aku masuk?”Tanya taejun dengan senyum ramah nya.

“tentu saja sunbaenim,silahkan masuk.”taeyoung mempersilahkan taejun untuk masuk.

Taejun duduk di salah satu kursi yang ada di kantor taehee,kantor taehee bisa di bilang nyaman karena lebih terlihat seperti ruang tamu di bandingkan kantor mungkin karena tempat ini digunakan untuk konsultasi.

“wah kantormu nyaman sekali taeyoung.”taejun memuji dan taeyoung tersenyum.

“terimakasih sunbaenim,apa yang ingin kau tanyakan?”taeyoung akhirnya bergabung dengan taejun duduk di sofa.

Taejun kelihatan nya ragu,namun akhirnya dia mengumpulkan keberanian nya untuk bertanya pada taeyoung sedangkan taeyoung sepertinya tidak sabar untuk mendengar pertanyaan taejun.

“sebenarnya apa hubungan mu dengan park yoochun?”Tanya taejun.

Taeyoung tersenyum dan menjawab.

“tentu saja adik dan kakak sunbaenim,apa kau tidak tahu?”Tanya taeyoung mengangkat halisnya.

“bukanya begitu taeyoung..sebenarnya..”taejun menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia sendiri merasa canggung harus bertanya soal ini,namun dia tidak bisa menyalahkan dirinya yang memiliki sifat penasaran.

“sebenarnya…kemarin aku melihat mu dengan yoochun-shi,berciuman.”taejun mengatakan dan mata taeyoung melebar jantung nya berdetak lebih cepat dia tidak tahu harus menjawab apa.

“hm..itu hanya bercanda sunbaenim,dia menantangku da—“

“tak usah berbohong padaku taeyoung.”

Taejun menatap kearah taeyoung,dia tahu sekali taeyoung dia bukanlah orang yang gampang di provokasi tak mungkin dia mengalah begitu saja.

“sunbaenim..”taeyoung berkata,matanya berkaca-kaca.

Taejun merasa kasihan juga,dia tidak ingin menambah beban junior nya itu tapi dia membutuhkan kejujuran karena dia takut dia tidak bisa melindungi taeyoung jika sesuatu terjadi padanya.

“katakan padaku yang sejujurnya,apa kau berkencan dengan yoochun-shi?”Tanya taejun.

Taeyoung tidak menjawab dia hanya menganggukan kepalanya,taejun tidak bisa percaya ini namun inilah kenyataan dia harus menerima.

“sunbaenim aku..”taeyoung tak bisa mengatakan apapun lidah nya mnjadi kelu,dia berharap bis akabur dari masalah ini namun dia tidak menemukan jalan keluar.

“aku mengerti sekarang,kau tak usah khawatir aku tidak akan mengatakan nya pada siapapun.”taejun menepuk bahu taeyoung dan berdiri dari duduk nya.

“sunbaenim..tolong jangan benci padaku.”taeyoung berkata dia memegang tangan taejun yang masih memegang bahunya.

“tenang saja,aku tahu itu salah…tapi kalian bukan adik dan kakak kandungkan?aku mengerti.”taejun berkata dan taeyoung begitu lega dia memeluk taejun dan berbisik ucapan terimakasih berkali-kali.

~nevermeanttobe~

Ji min tak bisa berhenti menatapi yoochun,belakangan ini yoochun aneh sekali dia sering tersenyum sendirian sambil menatap layar handphone nya tak ada yang mengerti namun tidak ada juga yang peduli,yang penting yoochun masih bisa bekerja dan mengingat setiap line nya dia setiap adegan dan itu yang penting bagi semua orang.

Ji min berjalan kearah yoochun dan duduk di samping yoochun yang masih tersenyum bahagia menatapi layar handphone nya dan entah apa yang sedang dia lihat.

“apa kau sedang bertukar pesan dengan pacar barumu?”Tanya ji min bercanda dan yoochun melirik kearah nya.

“ah ani,aku hanya sedang bermain game.”yoochun berbohong dan mematikan handphone nya.

“belakangan ini kau terlihat bahagia?ada apa?”Tanya ji min mendekat kearah yoochun.

Yoochun kelihatan nya tidak telalu menyukai nya namun dia tidak menolak,ji min dan dia adalah teman dekat.

“tidak apa-apa,aku hanya sedang di dalam mood yang baik.”yoochun menjawab acuh.

“oh begitu yah..oh iya aku dengan ada acara di pusat kota,aku penasaran kau mau menonton?”Tanya ji min.

Yoochun mengelengkan kepalanya.

“maaf,aku ada janji.”yoochun menolak dan ji min kelihatan kecewa.

“oh begitu yah,dengan siapa?”Tanya ji min lagi penasaran.

Yoochun kelihatan nya kesal,dia tidak mood untuk menjawab semua pertanyaan ji min yang sangat menggagu baginya dia juga tidak ingin ramah dan berakting sekaan tak ada sesuatu terja diantara mereka dia hanya ingin memiliki jarak,bagaimanapun smeua kru drama ini tahu kalau ji min adalah mantan pacar nya dan dia tidak ingin ada rumor diantara mereka.

“taeyoung,dia bilang dia ingin melihat ikan di aquarium.”

Ji min tersenyum saat dia mendengar nama taeyoung di sebut,cih..dia pikir taeyoung dan yoochun hanyalah adik dan kakak namun dia tidak tahu sisi gelap dari hubungan mereka bahkan mereka bercinta setiap malam seperti kelinci.

“oh taeyoung adikmu?wah kau kakak yang baik sekali,sampaikan salamku padanya.”ji min berkata dan memutuskan untuk pergi.

Yoochun menyeringai jahat,dia tidak sudi menyampaikan salam apapun dari ji min untuk taeyoung lagipula taeyoung sepertinya tidak akan senang jika dia mengungkit soal ji min.

“apa yang dia lakukan sekarang yah?”Tanya yoochun dia tersenyum memikirkan taeyoung.

[Flashback]

Pagi itu yoochun baru bangun namun dia sudah mendengar suara ibunya memanggil nya dan yoohwan,yoochun yang sedang bermalas-malasan pun terpaksa harus keluar dari kamar nya karena jika tidak ibunya tidak akan berhenti memanggil nya.

Yoochun turun kebawah namun dia kaget melihat sosok seorang gadis muda yang membawa sebuah koper hitam,gadis itu tersenyum saat melihat yoochun dan yoohwa segera mendahului nya untuk menyambut gadis itu.

Untuk beberapa saat yoochun tidak bisa berkedip,dia terpesona dengan kecantikan gadis  wajah manis itu tersenyum juga saat melihat yoohwan menyambut nya dia dengan senang nya menjabat tangan yoohwa tanpa sadar kalau yoochun memandangi nya.

“yoochun!”panggil ibunya sekali lagi menyadarkan yoochun dari lamunan nya.

Yoochun yang mendengar nama nya di panggil segera turun kebawah,dia sebenarnya ingin menyambut gadis itu juga namun dia tidak tahu siapa nama gadis itu dan apa yang dia lakukan di rumah nya.

“yoochun,perkenalkan ini taeyoung,mulai sekarang dia adalah adikmu.”ibu yoochun berkata.

“annyeoung haseyo oppa,taeyoung imnida.”gadis itu membungkuk hormat kearah nya dan yoochun membalas dengan anggukan.

Entah kenapa yoochun berubah menjadi canggung di hadapan taeyoung dan yoochun kelihatan nya tidak mengingat apapun soal taeyoung dia menarik ibunya dan berbisik.

“oemma,kenapa kau tidak bilang kalau eomma akan mengadopsi seorang anak?!”Tanya yoochun geram.

“yoochun,aku sudah membahas masalah ini berkali-kali aku sudah bilangkan ada gadis yang siap untuk di adopsi bukankah kau selalu ingin adik perempuan?”ibu yoochun menjelaskan.

Yoochun memang mengingat kalau ibunya membahas tentang adopsi,semenjak ayah yoochun meninggal ibu yoochun menjadi kesepian dia ingin seorang anak gadis yang menemaninya di rumah,yoochun ingat ibunya mengatakan itu namun dia tidak menyangka kalau ibunya akan serius mengadopsi seorang anak.

“iya eomma,tapi apa kau yakin?”Tanya yoochun sekali lagi.

“yoochun,taeyoung anak yang baik dia membutuhkan keluarga dia akan kuliah di universitas seoul mulai besok.”ibu yoochun menjelaskan.

“ayo taeyoung,aku antarkan kau kekamar.”ibu yoochun dengan ramah nya berkata mengantarkan taeyoung ke kamarnya.

“ah ne,terimakasih emmonim.”taeyoung berkata dengan sopan.

“tak usah memanggil emmonim,panggil saja aku eomma.”ibu yoochun mengatakan dan taeyoung mengangguk.

damn,she’s cute.” Yoohwa berkata dan yoochun memukul kepala yoohwan.

“dia milik ku.”yoochun berkata seringai menghiasi bibirnya.

“yah hyung!dia kan adik kita sekarang.”yoohwa berkata namun yoochun memilih untuk tidak merespon.

[end of flashback]

“oppa!”

Yoochun mengangka kepalanya dan menginjak rokok nya saat dia mendengar taeyoung memanggil nya,yoochun tersenyum kearah figure yang mendekatinya lalu akhirnya memeluk nya.

“kau cepat sekali.”yoochun berkata,dia baru saja menunggu gadis itu di rumah sakit sekitar 10 menit biasanya dia bisa menunggu sampai 1 jam namun dia tidak keberatan dia suka menunggu untuk putrinya.

“iya oppa,tadi hanya ada beberapa pasien yang datang jadi aku pulang cepat.”taeyoung berkata.

“kalau begitu ayo masuk,aku akan mengantarkan mu ke aquarium sesuai dengan perjanjian kita.”yoochun berkata dengan antusias sambil membukakan pintu mobil nya.

“terimakasih oppa.”taeyoung tersenyum dan masuk kedalam mobil yoochun dan taklama kemudia yoochun sudah ada di kursi pengemudi.

“bagaimana pekerjaanmu?”Tanya yoochun iseng.

“seperti biasa,banyak sekali keluhan yang kudengar hari ini.”taeyoung berkata dia melepaskan jas putih nya dan memasukan jas itu kedalam tasnya.

“bagaimana dengan syuting mu oppa?apa lancar?”Tanya taeyoung kembali.

“ya semuanya lancar,aku hanya merindukanmu.”yoochun berkata sesekali dia melirik kearah taeyoung lalu kembali fokus pada jalanan.

“oh begitu ya,setelah kita pulang kau tidak akan merindukanku lagi.”taeyoung berkata penuh misteri.

Yoochun hanya tersenyum mendengar perkataan nakal itu,taeyoung yang lugu sekarang sudah berubah menjadi rubah yang sexy dan lincah.

“aku yakin soal itu.”yoochun merespon.

Setelah beberapa menit di perjalanan mereka akhirnya sampai di aquarium,namun kelihatan nya aquarium terlihat lebih ramai dari biasanya mereka berdua bisa melihat banyak orang yang berlalu-lalang.

Yoochun sudah siap dengan kacamata dan topi nya,taeyoung terkadang merasa tidak nyaman dengan semua penyamaran namun dia tidak bisa berkata apapun yoochun sangat populer dan akan menjadi masalah jika semua orang tahu kalau dia membawa seorang wanita dia tidak ingin yoochun di rumorkan yang tidak-tidak.

“ayo turun.”yoochun berkata dan mereka berduapun turun.

Setelah masuk mereka bisa melihat sekumpulan orang berkumpul di entah apa yang orang-orang itu tonton,namun saat taeyoung hendak pergi meninggalkan kerumunan dia melihat sosok myungsoo bersama teman-teman nya.

“ah taeyoung soesangnim!”myungsoo melambaikan tangan nya pada taeyoung.

Taeyoung hanya membalas lambaian tangan myungsoo dengan canggung.

“siapa dia?kau kenal dia?”Tanya yoochun berbisik ketelinga taeyoung.

“iya dia pasienku.”taeyoug menjawab dan saat dia berbalik menatap myungsoo,myungsoo sudah ada di hadapanya.

“wah soesangnim kebetulan sekali,kau kesini dengan siapa?”Tanya myungsoo.

Taeyoung kelihatan ragu untuk menjawab namun yoochun segera mengulurkan tangan nya kearah myungsoo.

“kenalkan,aku Park yoochun,aku kakak taeyoung.”yoochun memperkenalkan dirinya.

“oh sennag bertemu dengan anda yoochun-shi.”myungsoo menjabat tangan yoochun.

Untuk beberapa saat myungsoo mengamati waja yoochun,dia merasa familiar dengan wajah yoochun.

“oh ani! Apakah anda park yoochun..park yoochun pemain sinetron itu?”Tanya myungsoo menunjuk kearah yoochun.

Yoochun tersenyum dia meletakan jari telunjuk nya kebibirnya agar myungsoo mengecilkan suaranya.

“maaf..maaf…taeyoung soesangnim kenapa anda tidak pernah bercerita?”Tanya myungsoo.

“myungsoo-shi anda tidak pernah bertanya.”taeyoung menjawab.

“oh baiklah,kalau begitu selamat menikmati aquarium nya aku harus syuting dulu.”myungsoo berkata menunjuk kearah teman-teman group nya.

“iya,sampai jumpa nanti myungsoo-shi.”taeyoung berkata dan myungsoo memberikan isyarat pada taeyoung kalau nanti dia akan menelepon dan taeyoung mengangguk.

“well..well..well..dia tampan,ada apa antara kau dan dia?”Tanya yoochun,suara nya benar-benar berubah dia kelihatan nya marah.

“oh ayolah oppa,kami hanya dokter dan pasien.”taeyoung berkata dan pergi kelorong melihat ikan-ikan yang berenag bebas diatas nya.

“kau yakin?dia kelihatan nya menyukaimu.”yoochun berkata lagi.

“tidak mungkin!dia artis terkenal oppa lagipula dia di gossipkan berpacaran dengan suzy miss A,aku di bandingkan suzy tidak ada apa-apanya.”taeyoung berkata.

Taklama kemudian yoochun tertawa dia tidak tahu kalau taeyoung ternyata minder kalau di bandingkan dengan suzy,padahal setahu dia taeyoung adalah wanita yang cukup percaya diri dia selalu berpenampilan rapih dan cantik.

“apa yang kau katakan?apakah tidak terbalik?suzy di bandingkan dengan kau dia tidak ada apa-apanya.”yoochun berkata.

“yah terserah,aku tidak akan termakan bujuk rayu mu lagi.”taeyoung mencubit pipi yoochun.

“aww sakit..”yoochun mengeluh dan taeyoung menujulurkan lidah nya.

Untuk beberapa menit mereka menulusuri terongowongan sepi itu,yoochun yang melihat ada kesempatan menarik bahu taeyoung dan mencium gadis itu.

Taeyoung hanya menutup matanya dan merasakan hangat bibir yoochun menyentuh bibirnya,seketika taeyoung bisa merasakan rasa manis di dalam mulut yoochun rasa manis itu tidak asing.. yoochun pasti sudah merokok saat menungu dia pulang dari rumah sakit.

Mengabaikan situasi di sekitar nya taeyoung memeluk leher yoochun menarik yoochun lebih dekat kearah nya,yoochunpun sama dia melingkarkan tangan nya di pingang taeyoung untuk beberapa menit mereka sibuk mencium,menjilat dan menggigit bibir satu sama lain.

Yoochun mendorong tubuh taeyoung mendekat kearah kaca aquarium,ciuman nya kini turun kebawah menuju leher taeyoung sedangkan taeyoung menikmati setiap ciuman dari bibir yoochun tubuh nya bergetar hebat setiap kali dia merasakan tangan yoochun menyentuh payudaranya.

“ayo kita lanjutkan di rumah.”yoochun berkata tidak sabar menahan nafsunya.

Menyeringai licik taeyoung mencium bibir yoochun sekilas dan berlari sambil memberikan isyarat pada yoochun untuk mengikutinya,yoochun tentu saja segera berlari dan menyusul taeyoung.

Yoochun membanting pintu apartemen taeyoung,dia masih sibuk menciumi bibir taeyoung dengan ganasnya tangan kiri yoochun memegang pinggang taeyoung sedangkan tangan nya yang satu lagi menutup pintu apartemen dan mengunci nya berjaga-jaga jika seseorang akan datang dan masuk.

Taeyoung sibuk membuka baju kemeja yoochun satu persatu kancing nya terbuka mengekpose dada putih yoochun,tangan yoochun yang sudah selesai mengunci pintu dengan segera memeluk pingang ramping taeyoung dan dia mulai mencium leher taeyoung.

“ah..oppa..”taeyoung melenguh saat dia merasakan tangan nakal yoochun sudah berada di bawah bajunya dan meremas payudaranya dengan kencang.

Taeyoung melingkarkan kakinya di pinggang yoochun dan yoochun mengangkat tubuh taeyoung,yoochun mengendong taeyoung sampai di kamar mereka masih berciuman dengan panasnya bahkan mereka berdua bisa mendengarkan suara decakan basah dari ciuman panas mereka,taeyoung dengan seksinya mengigit bibir bawah yoochun membuat yoochun melenguh dengan nikmat.

Yoochun membaringkan taeyoung di ranjang,tangan nya melepaskan kaos kemeja taeyoung dia sekarang bis amelihat jelas bra hitam taeyoung dia menunduk dan menghisap kulit sensitive di sekitar dada taeyoung,yoochun bukanlah lelaki yang sabaran segera membuka bra taeyoung dengan kasar taklama setelah dia berhasil membuka dia sekarang bisa melihat payudara taeyoung dengan jelas.

“sepertinya kau belajar banyak oppa.”taeyoung menggoda,dia seikit kagum dengan kemampuan yoochun yang meningkat,sekarang dia tahu bagaimana cara melepaskan bra taeyoung.

“kau sepertinya tidak sabar oppa.”taeyoung berkata mendekatkan wajah nya dan mencium kembali yoochun.

Sembari berciuman tangan taeyoung tidak diam,dia membuka resleting celana yoochun dan melepaskan celana yoochun.,tangan nya menyentuh kearah selangkangan yoochun.

Taeyoung menyeringai di tengah ciuman mereka merasakan kejantanan yoochun sudah berdiri tegak,tangan tae young menyentuh kejantanan yoochun dan menggengam nya dengan erat jari jempolnya bermain-main di ujung kejantanan yoochun membuat yoochun tidak sabar.

“berhenti menggodaku taeyoung..”yoochun berdesis ketelinga taeyoung dan dia menciumi bahu taeyoung turun kebawah menuju dada wanita itu.

“aku suka meng..akh..opppa!”taeyoung tak sempat menamatkan kalimatnya saat dia merasakan yoochun menyedot payudaranya dengan kuat,dia bisa merasakan lidah yoochun berputar-putar di sekitar puting nya.

“akh..jangan keras-keras..akh..”taeyoung mendesah tak karuan.

Yoochun akhirnya berhenti memainkan payudara taeyoung,dia menatap kearah wajah taeyoung yang sudah memerah,wajah itu berhasil membangkitkan nafsu yoochun dia tidak sabar untuk bercinta dengan wanita itu merasakan setiap inci tubuh taeyoung yang begitu lezat dan menggiurkan.

“aku sekali ekspressimu sekarang.”yoochun berkata dia membuka celana jeans taeyoung sekaligus dengan celana dalam wanita itu.

Yoochun membuka lebar kedua kaki taeyoung membuat daerah pribadi taeyoung terexpose dihadapan nya,dia menunduk dan mulai menjilati kewanitaan taeyoung.

“ah..hyahh..oppa,yoochun oppa.”taeyoung bisa merasakan lidah panas yoochun menyentuh klitorisnya dan dinding vaginanya,sentuhan lidah yoochun mengirimkan sinyal yang aneh bagi tubuh taeyoung namun juga nikmat.

Yoochun mencium dan menjilati dinding kewanitaan taeyoung,dia merasakan tangan taeyoung menyentuh kepalanya sekali-kali meremas rambut nya gemas.

“akh..oppa..aku..yeah …aku ingin keluar.”

Cairan putih keluar dari kewanitaan taeyoung yang menandakan kalau taeyoung siap,yoochun berhenti menjilati kewanitaan taeyoung dia kembali mencium bibir wanita itu memaksa taeyoung untuk merasakan cairan cintanya sendiri.

“apa kau siap?”Tanya yoochun berbisik ketelinga taeyoung,dia menggigit daun telinga taeyoung lembut.

“cepat oppa..masukan..ak..u tidak sabar.”taeyoung berkata sambil terengah-engah.

“memohonlah padaku,permintaanmu adalah tugasku.”yoochun berkata.

Taeyoung menggigit bibirnya,dia tidak pernah senafsu ini dia juga tidak pernah mengatakan kata-kata kotor yang biasa yoochun katakan padanya saat mereka bercinta.

“ayo katakan taeyoung..aku tahu kau tahu jelas bagaimana cara memohon.”yoochun menunggu.

Taeyoung akhirnya mengalah dia membuka mulut nya.

“oppa bercintalah denganku,please fuck me..fuck me so hard.”taeyoung berkata dan yoochun mengangguk dia mengarahkan ujung kejantanan nya kelubang taeyoung.

Merasa sesuatu yang besar memasukan kewanitaan nya taeyoung memekik kaget,dia memegang bahu yoochun kuat-kuat kenikmatan ini begitu asing bagi tubuhnya namun dia rela merasakan nya berkali-kali.

Yoochun menggerakan pinggang nya berkali-kali dengan ritme yanglambat pada awalnya,dia tidak ingin menyakiti taeyoung.

“lebih cepat..oppa..”taeyoung memohon,dia memeluk tubuh yoochun.

Yoochun mempercepat ritme nya dia melirik kearah taeyoung dan sesekali memberikan wanita itu senyum dan ciuman.

“ahh..yeah..oppa,yoochun oppa.”taeyoung takbisa berhenti memanggil nama yoochun setiap kali dia merasakan hentakan kejantanan yoochun.

bulir-bulir keringat sudah mulai bermuculan di dahinya tangan lembut taeyoung sesekali menyeka keringat itu.

“argh..taeyoung-ah..”yoochun memanggil di tengah taeyoung saat dia merasakan kalau kejantanan nya menegang.

“yaeh oppa..lebih cepat!”taeyoung memerintah dia tidak sadar kalau dia baru saja mencakar punggung yoochun,dia tidak kuat lagi menahan semua hasrat yang terpendam dalam batin nya.

Taeyoung membalikan posisi dia sekarang ada diatas yoochun,yoochun menyeringai memandangi taeyoung yang dengan cepatnya menggerakan pinggul nya suara kulit mereka yang bergesekan memenuhi ruangan.

Tangan yoochun merayap kearah payudara taeyoung sesekali dia meremas payudara taeyoung membuat taeyoung,melenguh tak karuan dia.

“taeyoung-ah..aku ingin keluar..argh taeyoung-ah..”yoochun berkata dan taeyoung mengangguk dia tidak bisa menjawab karena terlalu sibuk menggerakan pinggang nya dengan cepat sampai akhirnya dia merasakan yoochun mengeluarkan cairan sperma nya dan keduanya mengeluh dengan keras.

“hah.hah…hah….”keduanya terengah-engah lelah dengan aktivitas yang baru saja mereka selesaikan,mereka saling memandang sesaat dan berciuman.

Taeyoung berbaring di samping yoochun,dia merasa tubuh nya lengket karena keringat diapun bangkit dan mengambil jubah tidur nya lalu menggunakan nya melihat taeyoung yang bangkit dari tempat tidur yoochun bertanya.

“kau mau kemana?”Tanya yoochun.

“minum obat.”taeyoung menjawab dia melanjutkan langkah nya menuju kamar mandi.

Taeyoung menghidupkan lampu kamar mandi,kamar mandi nya kecil namun bersih dia membuka laci kecil yang ada di bawah wastafel nya dia mengambil sebuah botol berukuran sedang dan mengambil satu buah pil.

Yah pil itu sudah menjadi konsumsinya sehari-hari sekarang,karena pil itu mencegah bibit-bibit yoochun untuk masuk kedalam rahim nya dan menciptakan sebuah kehidupan baru.

Bukanya taeyoung tidak ingin memiliki anak yoochun,namun dalam situasi yang mereka hadapi sekarang tidak baik bagi mereka untuk mempunyai anak.

Taeyoung mengambil gelas kecil yang ada di samping wastafel nya dekat dengan mug yang berisi dua sikat gigi dan razor yang biasa yoochun gunakan.

Dia memasukan pil yang dia pegang kedalam mulut nya dan menghidupkan air di wastafel airpun mengisi setengah gelas itu dia segera meneguk air dan pil yang ada dalam mulut nya sukses dia telan.itu dia kelehan namun tak bisa tidur,entah kenapa perkataan myungsoo kemarin sangat menghantui nya dia mencoba melupakan perkataan itu namun dia tidak bisa.

Mendengar handphone nya berbunyi taeyoung segera mengambil hanphone nya yang ada di ruang tamu,dia segera mengangkat telepon nya saat dia melihat nama myungsoo tertera di layar handphone nya.

“yobuseyo,myungsoo-shi ada yang bisa saya bantu?”Tanya taeyoung suaranya berubah menjadi lebih professional dan lembut.

“hiks..hiks..”

Taeyoung hanya bisa mendengar tangisan,namun dia tidak mengerti kenapa dia menjadi khawatir.

“myungsoo-shi?myungsoo-shi gwenchanayo?”Tanya taeyoung.

“soesangnim…”myungsoo memanggil taeyoung,suaranya gemetaran dia semakin khawatir.

“myungsoo-shi?kau dimana?apa kau baik-baik saja?”taeyoung khawatir dia segera menggunakan pakain dalam nya dan baju casual.

“soesangnim..tolong aku,aku ada di apartemenku dia..wanita itu muncul lagi..soesangnim tolong aku..”myungsoo berkata suaranya tercampur dengan tangis dia terdengar benar-benar ketakutan.

“myungsoo-shi kau diam disana jangan kemana-mana,aku akan segera datang.”taeyoung berkata dia mengambil tas dan jaket nya.

Mendengar taeyoung yang sedang buru-buru yoochun bangun dan dia tersenyum pada taeyoung walaupun dia masih ngantuk.

“ada apa?pasien darurat?”Tanya yoochun dan taeyoung mengangguk.

“aku tidak tahu sampai kapan aku akan pulang,aku telepon oppa nanti.”tayoung berkata dan mencium bibir yoochun sekilas dan pergi.

Yoochun hanya bisa melihat sosok taeyoung yang menghilang dari belakang pintu,diapun memutuskan untuk tidur kembali.

~nevermeanttobe~

Taeyoung mengetuk pintu apartemen myungsoo,beruntung baginya dia berhasil menemukan alamat myungsoo dari data yang tempo hari asisten nya berikan di dalam data itu terdapat banyak sekali data tentang myungsoo dari mulai berat badan sampai nomor telepon nya.

“myungsoo-shi!myungsoo-shi!”taeyoung memanggil dia mengetuk pintu beberapa kali,namun saat dia memutar gagang pintu apartemen myungsoo ternyata pintu nya tidak di kunci.

Taeyoung membuka pintu apatemen myungsoo,dia kaget saat melihat apartemen myungsoo berantakan bukan berantakan normal namun berantakan seperti seseorang baru saja datang ke apartemen myungsoo dan mengacak-ngacak apartemen myungsoo.

“myungsoo-shi..”panggi taeyoung namun dia tidak mendapatkan jawaban.

Taeyoung berjalan menuju tempat tidur myungsoo dia membuka pintu kamar yang cukup besar itu,taeyoung kecewa saat dia tidak mendapatkan sosok myungsoo di kamar gelap itu dia hendak pergi namun cahaya dari kamar mandi myungsoo menarik perhatian nya.

Taeyoung berjalan dan membuka pintu kamar mandi,matanya melebar saat dia melihat tubuh tergeletak di kamar mandi dia masih menggunakan pakaian nya yang tadi dia kenakan di aquarium dimana tadi mereka bertemu.

“MYUNGSOO-SHI!” taeyoung berlari kearah myungsoo dan menompang tubuh nya di pangkuan nya.

“myungsoo-shi?myungsoo-shi..bangunlah.”taeyoung menepuk-nepuk pipi myungsoo pelan,seluruh tubuh myungsoo basah rambut coklat nya menjadi lepek terkena air baju kemeja putih nya melekat ketat di tubuh nya menunjukan otot abs myungsoo.

Taeyoung menekan nomor darurat rumah sakit nya tapi tiba-tiba myungsoo sadar,dia menghentikan tangan taeyoung yang sibuk mengetik nomor di handphonenya.

“aku baik-baik saja.”myungsoo berkata dengan suara yang serak.

“myungsoo-shi,apa yang terjadi?apa kau yakin?sebaiknya kita kerumah sakit.”taeyoung berkata.

Myungsoo bangun dari pangkuan taeyoung,walaupun dia berjalan terhuyung-huyung namun dia berhasil melangkah dan taeyoung segera membantunya pergi menuju kamar tidurnya.

Taeyoung menghidupkan lampu kamar myungsoo dan myungsoo duduk di ranjang nya,dia kelihatan shock namun taeyoung tidak mengerti apa yang menyebabkan lelaki tampan itu shock,taeyoung menyentuh bahu myungsoo membuat myungsoo melirik kearah nya.

“myungsoo-shi,apa yang terjadi?”taeyoung bertanya di duduk di samping myungsoo.

“wanita jalang itu datang lagi!”myungsoo kelihatan kesal.

“siapa?apa kau mengenalnya?”Tanya taeyoung dia menyentuh bahu myungsoo menenangkan nya.

“dia mencoba membunuhku soesangnim,dia mau menenggelamkanku di bathtub!”myungsoo berbalik kearah taeyoung dia memegang kedua bahu taeyoung.

“soesangnim!aku mohon tolong aku..”myungsoo berkata dia benar-benar ketakutan.

“myungsoo-shi,tenangkan pikiramu dulu apakah wanita ini seseorang yang kau kenal?”Taeyoung meminta keterangan.

“entahlah,aku selalu gagal untuk melihat wajah nya.”myungsoo menggigit bibirnya.

“yang jelas dia ingin aku mati.”myungsoo melanjutkan.

Taeyoung melepaskan tangan myungsoo dari bahunya,myungsoo menunduk dan menatap kedua kedua tangan nya yang di pegang oleh taeyoung.

“myungsoo-shi,sebaiknya kita pergi ke tempat dokter choi.”taeyoung mengusulkan.

Myungsoo mendongak menatap lurus kearah taeyoung,dia menunjukan expressi takut dan terluka.

“apa kau mengangap aku gila?”Tanya myungsoo.

“tentu saja tidak myungsoo-shi,kenapa kau berpikir seperti itu?kau hanya mengalami halusinasi semua manusia mengalaminya apalagi saat mereka ketakutan.”taeyoung menjawab,beruntung baginya dia pintar dalam memilih kata-kata sehingga dia tidak menyinggung myungsoo.

“aku tidak berhalusinasi soesangnim!aku jelas-jelas melihat wanita itu membawa pisau dan mencoba membunuhku!”myungsoo membentak dia berdiri ekspressinya menunjukan panik dan cemas.

“myungsoo-shi tenang dulu,duduklah disini..ceritakan semuanya padaku.”taeyoung menarik tangan myungsoo dengan lembut.

Myungsoo menurut dan kembali duduk,taeyoung mengelus-elus punggung myungsoo menenangkan pasienya yang kelihatanya masih panik.

“aku baru saja pulang,lalu aku pergi kekamar mandi untuk mandi dan menghidupkan air di bathtub..”myungsoo memulai ceritanya.

“aku mendengar seseorang masuk kedalam apartemenku,akupun memutuskan untuk mengecek nya..aku kira mungkin sunggyu hyung atau howon hyung yang datang tapi aku salah karena saat aku lihat pintu depan masih tertutup rapat dan tak ada sepatu lain yang ada hanya sepatuku.”

Taeyoung mengangguk.

“aku berjalan menuju dapur karena aku haus,dari sana aku melihat sosok wanita itu dia..dia begitu menyeramkan!dia membawa pisau dan mulai mengejarku aku mencoba untuk kabur namun pintu apartemenku terkunci.”myungsoo menuturkan ekspressi nya mulai kelihatan tegang,keringat meluncur dari pelipisnya.

“aku mencoba berlari menghindari wanita itu sampai akhirnya aku sampai di kamar mandi,aku sempat meneleponmu kan? Tapi wanita itu..dia mendorongku dan mencoba menenggelamkanku aku di dalam bathtub aku memberontak dan berhasil keluar namun dia mencekikku akupun pingsan.”

Taeyoung mendengar cerita itu khawatir,dia sendiri tidak yakin harus percaya pada nya atau tidak tapi yang jelas myungsoo sepertinya mengatakan yang sebenarnya.

“myungsoo-shi,aku rasa sebaiknya kau pindah dari sini.”taeyoung mengusulkan.

“kemana soesangnim?aku tidak tahu harus pergi kemana.”myungsoo menyentuh rambutnya frustasi.

“semuanya begitu kacau..hidupku kacau soesangnim.”myungsoo menangis,dia benar-benar kelihatan rapuh dan lemah.

Taeyoung yang tidak tega memeluk myungsoo percis seperti ibu yang memeluk anaknya,taeyoung mengelus rambut myungsoo dan myungsoo menenggelamkan wajah nya di ceruk leher taeyoung menangis.

“aku akan membantumu myungsoo-shi,kau tenang saja.”taeyoung berkata dan myungsoo mengangguk.

~NeverMeantToBe~

Taeyoung membuka kunci apartemen nya dia,dia memijit kening nya sebenarnya dia masih khawatir meninggalkan myungsoo sendirian namun dia tidak punya pilihan lain myungsoo tidka mau di bawa kerumah sakit,dia tidak bisa menginap di apartemen myungsoo dan begitupun sebaliknya.

Yoochun yang duduk di sofa,mungkin sedang menonton tv menyambut kedatangan taeyoung dia tersenyum dan membukakan mantael coklat yang taeyoung kenakan dan mengagantugkan nya di tempat gantungan.

Taeyoung duduk di sofa  mengistirahatkan tubuh nya,taklama kemudian yoochun bergabung.

“bagaimana dengan pasienmu?apa dia baik-baik saja?”Tanya yoochun.

Taeyoung mengelengkan kepalanya.

“kenapa?apa yang terjadi?”sekali lagi yoochun bertanya.

“oppa,apa kau percaya pada roh jahat?kau tahu..hantu yang mencoba membunuhmu atau semacamnya.”taeyoung meminta pendapat.

“well,aku percaya pada roh tapi aku tidak tahu kalau roh bisa menyakiti manusia atau semacamnya.”yoochun berkata.

“pasienku yang satu ini sepertinya dia di ganggu oleh roh atau semacam itu.”taeyoung mengungkapkan dan yoochun mengangkat halisnya dia kelihatan tertarik.

“apakah kau yakin dia tidak gila?”Tanya yoochun meyakinkan.

“oppa!aku rasa dia mengatakan yang sejujur nya, dulu dia adalah adalah pasien dokter choi kau tahukan dokter choi psikiater yang terkenal?”Tanya taeyoung dan yoochun mengangguk,dia sering mendnegar nama dokter choi di singgung di beberapa acara tv dan majalah.

“lalu kenapa dia sekrang pindah menjadi pasienmu?”Tanya yoochun.

“entahlah,sepertinya masalah nya bukan di otak tapi mungkin kejiwaan.”jawa taeyoung.

“aku sudah melihat daftar obat-obatan yang dia konsumsi,kebanyakan adalah obat tidur dan obat anti depresi aku khawatir kalau dia menjadi ketergantungan atau yang lebih buruknya dia bisa over dosis.”taeyoung menuturkan.

“aku tidak mengerti soal psikologi,sebaiknya kau berdiskusi dengan taejun.”yoochun berkata dan taeyoung mengangguk.

“aku akan menanyakan nya besok,aku hanya sangat khawatir..dia begiu kelihatan lemah dan rapuh.” Mata taeyoun menerawang kearah lantai.

Yoochun mengerti,taeyoung adalah dokter yang baik dia selalu mengkhawatirkan pasien-pasien yang dia tangani dia mudah bersimpati jadi tidak aneh bagi yoochun jika dia harus mendengar keluhan seperti ini keluar dari mulut taeyoung.

“kau tak usah khawatir,kau pasti bisa membantunya aku yakin.”yoochun memegang tangan taeyoung dan memberikan senyum yang menenangkan taeyoung.

“aku harap begitu,aku ingin dia kembali sehat dan tersenyum.”taeyoung berkata dia mendekat kearah yoochun dan mengistirahatkan kepalanya di bahu yoochun.

~NeverMeantToBe~

“roh jahat?”taejun mengerutkan kening nya.

“iya,sepertinya dia di ganggu oleh mahluk semacam itu.”taeyoung berkata dan meminum kopi latte nya.

“aku tidak yakin taeyoung,sebaiknya kau bawa saja pasienmu itu ke rumah sakit jiwa untuk di periksa.”taejun mengusulkan.

“tapi sunbaenim,dia tidak gila..dia seperti normal kami bisa berkomunikasi dengan baik dia merespon setiap perkataanku dia juga tidak menunjukan tanda-tanda orang yang sakit jiwa dia hanya ketakutan dan mungkin berhalusinasi.”

Taejun mengangguk mencerna setiap perkataan taeyoung.

“hm..aneh sekali,apakah dia akhir-akhir ini dalam tekanan?mungkin saja dia baru di putuskan oleh pacarnya,atau dia baru mendapat musibah semacam nya mungkin?”taejun bertanya.

“aku tidak tahu,sebaiknya aku bertanya soal itu nanti.”taeyoung menjawab.

Taejun mengangguk,dia melirik kearah jam dia kelihatan kaget dan segera bangkit dari duduknya.

“shit!aku ada operasi setengah jam lagi,aku pergi dulu hubungi aku jika kau butuh apa-apa.”taejun berkata dan memeluk taeyoung sekilas dan pergi.

Taeyoung memutuskan menghabiskan kopi lattenya di kantin rumah sakit,dia melirik kearah jendela dan kaget saat dia melihat seorang wanita berdiri di luar kantin,wanita itu memakai baju serba putih namun poni panjang nya menutupi wajah nya.

Taeyoung mengabaikan nya,namun dia melihat wanita itu menyebrang dan tiba-tiba saja ada sebuah mobil yang datang dengan kecepatan yang tinggi dan hampir menabrak wanita itu.

“TIDAKK!”taeyoung menjerit dan berlari keluar dari kantin.

Namun selepas dia keluar dari kantin wanita itu menghilang,taeyoung kebingungan orang-orang di sekitar nya menatap kearahnya aneh dia benar-benar yakin melihat wanita tadi yang sedang menyebrang.

“dokter park,apakah anda tidak apa-apa?”ahjumma pemilik kantin rumah sakit berkata.

“aku tidak apa-apa ahjumma,terimakasih.”taeyoung berkata dia masih kebingungan dan diapun berlari masuk kedalam rumah sakit.

Taeyoung berjalan menuju ruangan nya dia masih kebingungan dengan adegan yang dia lihat tadi,apakah mungkin wanita itu adalah wanita yang menganggu myungsoo juga?taeyoung mempercepat langkahnya sampai akhirnya dia bertemu dengan myungsoo di ruang tunggu.

“soesangnim.”myungsoo bangkit dari duduk dan tersenyum pada taeyoung.

“myungsoo-shi,anda sudah datang?apakah sudah menunggu lama?”Tanya taeyoung berbasa-basi.

“tidak,aku baru sampai tadi.”jawab myungsoo.

Taeyoung membuka pintu ruangan nya dan membirakan myungsoo masuk,ini sudah sore jadi kemungkinan myungsoo adalah pasien terakhirnya.

“bagaimana apa sudah baikan?”Tanya taeyoung saat mereka berdua sudah duduk di kursi.

“ya,soesangnim aku memutuskan untuk pindah.”myungsoo berkata.

“oh..kemana?apa kembali ke dorm infinite?”Tanya taeyoung dan myungsoo menggelenkan kepalanya.

“kami sudah tidak tinggal di dorm lagi.”myungsoo menjawab.

“kenapa?apa ada pertengkaran atau semacam nya?”

Sekali lagi myungsoo menggelengkan kepalanya.

“tidak soesangnim,tenang saja kami hanya memutuskan untuk lebih mandiri.”myungsoo menjawab.

“oh bagus kalau begitu,oh iya aku ingin bertanya.”taeyoung mengungkapkan.

“tentang apa soesangnim?”Tanya myungsoo.

“apa belakangan ini apakah kamu memiliki tekanan,seperti tuntutan pekerjaan atau mungkin  baru putus dari pacar semacamnya?”

Myungsoo tertawa,dia memamerkan senyum manisnya dan taeyoung tidak bisa menyangkal pertanyaan nya memang sedikit lucu diapun ikut tertawa.

“hahaha..kau lucu soesangnim,tidak mungkin pekerjaanku menuntut banyak hal tapi itu tidak membuatku stress aku sudah biasa.”myungsoo menjawab.

“oh bagus kalau begitu,sebaiknya kau banyak mencari hiburan dan bersantai.”taeyoung mengusulkan dan myungsoo mengangguk.

“ngomong-ngomong mencari hiburan,aku punya tiket drama musical apa soesangnim ingin menonton nya drama musical bersamaku?”Tanya myungsoo.

Taeyoung tersenyum,dia benar-benar tersanjung untuk menerima tawaran itu namun dia tidka bisa pergi karena yoochun pasti akan marah jika dia tahu.

“em..aku tidak bisa,belakangan ini aku sibuk jadi aku tidak punya waktu untuk jalan-jalan.”taeyoung berkata.

Myungsoo kelihatan kecewa.

“apakah karena aku pasien mu?”Tanya myungsoo tiba-tiba.

Taeyoung segera menggelengkan kepalanya,andai saja dia bisa mengatakan yang sejujurnya kalau dia sudah memiliki pacar namun sangat canggungkan jika dia mengatakan kalau dia sudah punya pacar dan pacar nya adalah kakak angkatnya park yoochun.

“bukan seperti itu myungsoo,hanya saja aku benar-benar sibuk mungkin lain kali.”taeyoung berkata dan myungsoo mengangguk mengerti.

“oh iya tadi aku sudah bertanya pada asistenmu,sepertinya aku pasien mu yang terakhir datang.”myungsoo berkata senyum masih terpampang di wajah tampan nya.

“iya,aku mungkin pulang beberapa menit lagi.”

Taeyoung bisa merasakan handphone nya bergetar,dia permisi dulu pada myungsoo dan diapun meaktidkan handphone nya melihat sebuah pesan baru dari yoochun.

From:chunnie oppa

Aku kedinginan!! Cepat pulang.. L

Membaca pesan singkat itu taeyoung kkhawatir,apakah yoochun sudah ada di rumah sakit?dia pasti sudah menunggu lama namun dia sekarang sedang dengan myungsoo tidak enakan kalau dia harus mengusir myungsoo.

From: My Girl

Oppa tunggu,masih ada pasien yang membutuhkanku >.<

Melihat pesan itu yoochun menghela nafasnya,dia harus menunggu lagi dia menyandar kearah mobilnya entah sudah berapa batang rokok yang sudah dia habis untuk menjaga agar tubuh nya tidak kedinginan.

Dia melirik kesekitar rumah sakit sore itu sudah mulai sepi ,dia hanya bisa melihat beberapa pasien yang datang dan suster dan satpam yang berlalu lalang di depan rumah sakit.

Yoochun membenarkan kacamatanya dan topinya,dia benar-benar kelihatan seperti seorang stalker namun dia tidak punya pilihan lain dia selebriti jika dia ketahuan menunggu di rumah sakit dia akan membuat fans nya bertanya-tanya,kenyataan nya bukan fans nya namun publik korea juga akan ribut soal kelakukan nya.

Dred..dred..dred..

Suara getaran handphone nya membangunkan yoochun dari lamunan,dia melihat nomor asing tertera di handphonenya namun dia mengangkatnya dia takut kalau managernya lah yang menghubunginya.

“yobuseyo.”yoochun mengangkat.

“kau park yoochun?”Tanya suara di semberang.

“iya,dengan siapa ini?”yoochun bertanya.

“tidak penting,aku hanya ingin memberitahu..sepertinya kau benar-benar bahagia bersama adik angkatmu,atau lebih tepatnya pacarmu?”

Mata yoochun melebar dia melirik kearah sekitarnya,dia yakin sekali yang menghubungi dia adalah seorang sasaeng fans,dia mencari sosok yang mencurigakan di sekitarnya namun hasilnya nihil.

“percuma yoochun,kau tak akan menemukanku.”suara itu berkata.

“siapa kau?apa yang kau inginkan?!”yoochun bertanya.

“apalagi yoochun,tentu saja uang..kau punya uang yang banyakan?apalagi kemarin kau baru menyelesaikan drama barumu,berapa banyak uang yang kau dapatkan?”ssasaeng fans itu bertanya seakan-akan pertanyaan yang dia ajukan itu normal.

“buang basa-basimu,aku bisa melaporkanmu kepolisi.”ancam yoochun.

“aww…aku takut sekali,coba saja park yoochun dan semua foto senonohmu dengan park taeyoung akan tersebar di internet apa kau mau itu?”Tanya sang sasaeng fans.

“berapa banyak?”yoochun menahan emosinya.

“hm..sekitar 700 juta?entahlah aku ingin pendapatan yang stabil.”sasaeng fans itu menjawab.

“kau gila!sebaiknya berhenti menghubungiku!”yoochun membentak.

“oh kau tidak percaya yoochun,baiklah bagaiman kalau aku kirimkan satu foto kepadamu untuk memberikanmu bukti,bagaimana?setuju?”

Yoochun mengengam handphone nya dengan erat,sasaeng fans ini benar-benar sedang menguji kesabarannya.

“baiklah,berikan buktinya kepadaku.”yoochun berkata dan menutup telepon nya.

Yoochun melirik kearah pintu utama rumah sakit,dia mendapati taeyoung sudah ada di luar dia disana bersama seorang pria namun dia tidak mengenali pria itu diapun berjalan mendekati sosok taeyoung.

“oppa!”panggil taeyoung saat dia melihat yoochun mendekat kearah nya.

“taeyoung,kau sudah pulang?”Tanya yoochun,dia menyembunyikan smeua ekspressi khawtirnya dan tersenyum.

“iya,aku baru selesai.”jawab taeyoung.

“yoochun-shi,ini kedua kalinya kita bertemu.”myungsoo berkata pada yoochun.

“oh myungsoo-shi,apa yang anda lakukan disini?”Tanya yoochun.

“aku berkonsultasi pada taeyoung soesangnim.”jawab myungsoo singkat.

“ini sudah sore,aku harus kembali.”myungsoo berkata,taeyoung dan yoochunpun mengangguk.

“baiklah kalau begitu,senang bertemu denganmu lagi myungsoo-shi.”

Yoochun tersenyum dan myungsoo melambaikan tangan nya lalu menghilang masuk kedalam mobilnya,taklama kemudia yoochun dan taeyoung bisa melihat mobil myungsoo keluar dari parkiran rumah sakit.

“brrrr kau benar oppa,disini dingin sekali.”taeyoung berkata.

Taeyoung menyentuh pipi yoochun dan merasakan kalau pipi yoochun benar-benar dingin,itu tanda nya yoochun sudah menunggu taeyoung dari tadi.

“oppa kau pasti sudah lama menunggu,maaf.”taeyoung berkata dia mbenar-benar menyesal.

“tak apa-apa,ayo pulang dan minum coklat hangat.”ajak yoochun.

“yay..ayo.”taeyoung dengan riang nya menyetujui.

Setelah beberapa menit di perjalanan mereka sampai di apartemen taeyoung,taeyoung segera emngganti baju formalnya namun yoochun pergi kedapur beralasan kalau dia akan membuatkan taeyoung coklat panas yang dia janjikan tadi.

Yoochun membuka handphone nya dan melihat 3 pesan gambar dari nomor yang tadi dia hubungi,dia membuka pesan itu dan kaget saat dia melihat foto nya dengan taeyoung yang sedang berciuman saat di aquarium.

Dia juga menemukan foto yang diambil dari jendela apartemen nya,foto-foto itu jelaskan sekali muka taeyoung dan muka yoochun terlihat jelas di foto itu sehingga tidak mungkin kalau mereka menyangkal foto itu.

“oppa,apa coklatnya sudah siap?”Tanya taeyoung.

Yoochun yang kaget segera memasukan handphone nya ke kantong celananya dan mulai mencari coklat bubuk,taeyoung mendekat dan mengambil 2 mug yang serasi satu untuknya dan satu lagi untuk yoochun.

“kau sedang bertukar pesan dengan siapa?apa ji min eonni?”Tanya taeyoung menggoda.

“bukan,managerku baru saja mengirim schedule ku yang baru.”yoochun berbohong.

“oh..kau pasti sibuk lagi.”taeyoung memjukan bibirnya,jika yoochun sibuk itu artinya waktu kebersamaan mereka akan sedikit.

“tenang saja,sayang..aku akan menyempatkan waktu bersamamu.”yoochun berkata dan mencium dahi taeyoung.

DON’T FORGET THE COMMENT

Love,seven94

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

One thought on “Never Meant To Be [Chapter 2]

  1. duuuuh,,,bnr bikin pnasaran n merinding bnget pz taeyoung nyamper k apartmnt myungsoo,,,
    ngerii bnget bc ny,,,
    myungsoo ada niat jahat y hiiiiiy

    but nc ny bnr2 hot,,, cingu

    q bc part slnjut ny y,,,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s