Posted in FanFiction NC 17+

Never Meant To Be

Title: Never Meant To Be

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

FB: https://www.facebook.com/cherrish.sweet?ref=tn_tnmn

Twitter: https://twitter.com/Seven941

NO SILENT READER PLEASE..

Cast :

  • Park Taeyoung
  • Park Yoochun
  • Kim Myungsoo
  • Han Jimin
  • Park Taejun

Genre :Romance & Angst

Length :Mini series

Rating : NC 17+

“akh..oppa..”

Suara lenguhan wanita itu keras sekali,namun suara itu tenggelam di serap oleh tembok tebal apartemen.

“taeyoung..”

Tangan besar lelaki itu menyentuh ujung baju taeyoung,dia tersenyum saat dia melihat wajah taeyoung yang merah dan nafas nya terputus-putus menahan hasrat nya yang sudah mengebu-gebu untuk lelaki itu.

“katakan padaku..”lelaki itu berbisik tepat di telinga taeyoung membuat taeyoung memejamkan matanya.

“apakah kau mencintaiku?”Tanya lelaki itu.

Taeyoung membuka matanya,tangan nya bergetaran mencoba menyentuh sosok yang ada di hadapannya.

Mata coklat itu begitu indah bagi taeyoung,wajah lelaki yang yang ada di hadapan nya itu begitu sempurna dia sangat mencintai lelaki yang ada di hadapan nya itu lebih dari apapun,apapun akan dia berikan untuk nya.

“sangat..aku sangat mencintaimu yoochun oppa.”

Taeyoung berhasil mengatakan kata-kata itu lewat mulut nya yang gemetaran karena gugup,dia bisa merasakan detak jantung nya cepat sekali seakan jantung nya bisa meledak kapan saja.

“kalau begitu,jadilah milik ku seutuh nya.”yoochun berkata mendekat hendak mencium taeyoung.

Taeyoung malah berbalik dia menatap kearah lain,menolak ciuman dari yoochun.

“kau mencintaiku kan?lalu kenapa kau seperti ini?”

Yoochun memegang dagu taeyoung dan itu membuat taeyoung sekali lagi menatap lurus kearah yoochun,yoochun memamerkan senyum nya dan senyum itu bisa membuat taeyoung tenang..walaupun sedikit.

“tenang,semuanya akan baik-baik saja.”yoochun berkata dia mendekat dan mengecup bibir taeyoung dengan lembut.

Yoochun segera melepaskan ciuman nya saat dia mendengar isak tangis taeyoung,taeyoung menangis yoochun bisa melihat tangan wanita itu gemetaran.

“taeyoung-ah,tenang saja..”yoochun berkata menarik tangan taeyoung mendekat kearah mulut nya.

“oppa..kita tidak boleh seperti ini.”taeyoung berkata namun yoochun tidak mendengarkan apa yang dia katakana dan malah mencium tangan wanita itu.

“semuanya akan baik-baik saja,aku akan melindungimu.”yoochun berkata memeluk taeyoung dengan erat.

“oppa akan selalu melindungimu..bukankah itu tugasku?”

Taeyoung hanya bisa mengangguk tenggelam dalam pelukan hangat yoochun,yoochun mendorong tubuh taeyoung agar wanita itu berbaring dia merangkak keatas wanita itu membuat wanita itu mendongak menatap wajah nya.

“aku mohon..jangan pergi,tinggallah disini bersamaku.”yoochun berkata tidak terasa sebuah bulir airmata jatuh dari matanya dan menetes kepipi taeyoung.

“tak akan oppa,aku akan ada disisimu.”taeyoung menyeka airmata yoochun.

Yoochun memeluk tubuh taeyoung yang yang gemetaran,taeyoung hanya bisa diam dia suka ada di dalam pelukan yoochun,pelukan nya itu membuat nya tenang dan merasa aman.

Yoochun melepaskan pelukan nya dan menatap kearah taeyoung dalam-dalam dan akhirnya bibir merekapun beretemu lagi,yoochun menarik dahu taeyoung pelan membuat wanita itu membuka mulut nya dan lidah yoochunpun berhasil masuk kedalam mulutnya.

Lidah mereka bertemu dan berperang memperebutkan kekuasaan,namun yoochun menang tangan yoochun tidak diam tangan nya membuka kancing baju kemeja taeyoung.

Taeyoung baru saja pulang bekerja dari rumah sakit dan dia masih menggunakan baju kerja nya saat tiba-tiba yoochun menyerang nya seperti ini,taeyoung bangkit dari posisi nya dan melepaskan ikatan rambut nya,yoochun yang melihat itu segera membuka kaos nya dan melemparkan nya kesembarang arah.

Yoochun segera menarik kepala taeyoung lagi mencium bibir wanita itu dengan serakah nya,taeyoung membalas dan dia membuka kancing kemeja nya yang di bantu oleh yoochun.

Yoochun tersenyum saat dia melihat baju kemeja taeyoung sudah terbuka lebar dia melepaskan baju kemeja itu dari tubuh taeyoung dan mencium bahu wanita itu,dia bis amendnegar suara lenguhan yang kecil namun saat menggairahkan.

“taeyoung-ah..taeyoung-ah ku yang cantik..”yoochun berkata dan mencium taeyoung sekali lagi.

Yoochun melepaskan bra taeyoung dan taeyoung hanya bisa menunduk,dia terlalu malu untuk menatap yoochun.

“kenapa kau menunduk cantik?”tanay yoochun.

Taeyoung tidak menjawab dia hanya diam,yoochun membaringkan lagi taeyoung dan dia menciumi leher taeyoung lalu turun kebawah menuju payudara wanita itu tangan yoochun yang satu lagi sudah meremas payudara taeyoung mengampit puting nya membuat nya keras.

“aahh..ooppa…”taeyoung melenguh,suara taeyoung berubah menjadi lebih seksi dari sebelum nya.

“aku disini taeyoung-ah..”yoochun berkata tangan nakal nya membuka celana taeyoung bersamaan dengan celana dalam wanita itu.

Taeyoung yang tak berdaya hanya bisa memeluk tubuh yoochun dengan erat,matanya melebar saat dia merasakan yoochun mengelus paha dalam nya membuat nya gemetaran.yoochun menciumi leher nya dia bisa merasakan hangat mulut yoochun menyentuh dingin nya kulit leher nya.

Yoochun mengelus klitoris taeyoung membuat taeyoung melengkungkan punggung nya dia meremas seprei abu-abu ranjang yoochun,sedangkan yoochun memasukan dua jarinya sekaligus kedalam kewanitaan taeyoung.

“akh..oppa..sakit.”taeyoung mencengkram tangan yoochun saat dia merasakan sakit di bagian bawah nya.

“tenang sayang..ini bukan apa-apa.”yoochun berkata mencium dahi taeyoung dan taeyoung melepaskan cengkaraman nya.

Yoochun melanjutkan aktivitas nya,dia merasakan jantung nya sendiri beretak lebih cepat dia gugup karena sekarang dia sedang bercinta dengan wanita yang sangat dia cintai dia ingin membuat taeyoung puas dan menikmati setiap sentuhan nya.

Yoochun sudah tidur dengan beberapa wanita,siapa yang tidak mau tidur dengan dia?dia tampan,kaya dan sukses semua wanita pasti bertekuk lutut padanya,termasuk taeyoung namun dalam hal taeyoung berbeda.yoochun benar-benar serisu pada wnaita yang satu ini dia benar-benar mencintainya dan tak ingin menyakitinya.

Setelah merasakan kewanitaan taeyoung cukup licin,yoochun mengarahkan kejantanan nya kearah kewanitaan taeyoung dia bisa merasakan taeyoung mencengkram bahu nya kuat mungkin wanita itu menahan rasa sakit yang dia rasakan sekarang.

“ooppa..ah..cepat,sakit sekali.”taeyoung berkata.

Yoochun bisa melihat airmata turun dari mata taeyoung,dia menyeka airmata itu dan umulai mengerakkan pinggul nya dan taeyoung bisa merasakan kejantanan yoochun masuk dan keluar dari kewanitaan nya dengan kecepatan yang rendah.

Untuk sesaat taeyoung merasakan sakit namun sekarang kesakitan itu telah berubah,kesakitan itu menjadi kenikmatan yang bisa mengirimkan nya kelangit ketujuh sensasi ini benar-benar baru bagi tubuh nya.

“akh..oppa..lebi.h cepatt..”taeyoung berkata dan yoochunpun meneyringai dia menuruti keinginan taeyoung dan mempercpat ritme nya.

Yoochun menggerakan pinggul nya lebih cepat dari sebelum nya dan taeyoung hanya bisa melenguh penuh nikmat meresakan kejantan yoochun menusuk nya berkali-kali.

Pemikiran bahwa tubuh nya dengan tubuh yoochun bersatu semakin membuat nya bergairah,yoochun yang bosan dengan posisi mereka membalik posisi sekarang dia ada di bawah dan taeyoung diatas nya.

Yoochun memengang pingang taeyoung membantunya bergerak,tangan ateyoung mencengkram dada yoochun dan taklama kemudia dia mengalami orgasme yoochun yang tidak kuat membalikan posisi nya kembali dan menggerakan pinggul nya dengan cepat tak lama kemudian diapun mengeluarkan cairan putih nya di perut taeyoung.

“hahh..hah..hah..”

Suara mereka terengah-engah terdengar keduanya di penuh dengan keringat namun mereka tersenyum dan yoochun mencium taeyoungsebelum dia tidur di samping wanita itu.

~Never.meant.to.be~

Keluarga park sedang makan malam di ruang makan mereka ibu yoochun atau lebih akrab di sapa eomma oleh taeyoung dan yoochun sedang sibuk menyiapkan makan malam untuk kedua anak nya itu.

“bagaimana pekerjaanmu dirumah sakit sekarang taeyoung?”ibu yoochun bertanya.

“semuanya baik-baik saja eomma,tenang saja.”taeyoung menjawab dan duduk di salah satu kursi meja makan yang sudah yoochun siapkan untuk nya.

“yoochun-ah bagaimana syuting dramamu?”sekali lagi ibu yoochun bertanya,dia memang sangat perhatian pada kedua anak nya ini.

“lancar eomma,hanya tinggal beberapa episode lagi drama nya tamat.”yoochun menjawab dengan nakal nya kaki nya menginjak kaki taeyoung menggoda wanita itu.

“oh bagus kalau begitu,yoochun-ah apakah kau sudah bertemu lagi dengan Ji min?”

Mendengar pertanyaan ibu yoochun taeyoung menggengam erat sendok nya yang hendak dia gunakan untuk makan,entah sejak kapan ji min menjadi topic yang sangat sensitive bagi taeyoung setiap kali dia mendengar nama wanita itu hatinya selalu terbakar oleh api cemburu.

“eomma,untuk apa aku bertemu dia?aku tidak memiliki urusan lagi dengan nya.”yoochun berkata dia menyadari kalau taeyoung marah dan diapun menyentuh paha taeyoung.

“bukankah kalian berkencan bulan kemarin?”Tanya ibu yoochun sekali lagi taeyoung memegang erat sendok nya dan berpura-pura tidak peduli dengan percakapan yang yoochun dan ibunya lakukan di hadapan nya.

“eomma!hajima,lagipula aku tidak menyukai jimin.”yoochun berkata dan melanjutkan makan malam nya.

“ya! lalu kapan kau akan menikah yoochun?bukankah ini sudah saat yang tepat?”ibu yoochun mengeluh,keluhan itu sudah sering taeyoung dan yoochun dengar keluar dari mulut tua nya.

“eomma bersabarlah,aku sudah menemukan wanita yang tepat tapi sepertinya dia masih malu untuk aku kenalkan padamu.”yoochun berkata dan tangan nya mengelus-gelus paha taeyoung.

“bagus kalau begitu,kenalkan padaku secepatnya.”ibu yoochun berkata.

Ibu yoochun kelihatan nya curiga saat dia melihat pipi taeyoung memerah.

“kau kenapa taeyoung?”Tanya ibu yoochun.

“ah tidak apa-apa eomma,aku baik-baik saja.”taeyoung menjawab sedikit panik dan dia pun mencubit tangan yoochun yang tak hentinya mengelus paha taeyoung.

“aaarrhhh..”yoochun mengerang kesakitan.

“yoochun!kau tidak apa-apa?”ibunya yoochun khawatir.

“iya oppa,gwenchana?”Tanya taeyoung dengan muka tanpa dosa nya padahal dia tahu sekali alasan kenapa yoochun mengerang.

“ah..ani,udara sekarang dingin sekali ya?”yoochun berkata memeluk tubuh nya sendiri padahal dia masih bisa merasakan tangan nya berdenyut sakit.

“aish!kau mengagetkan eomma saja.”ibu yoochun berkata.

“hehehe maaf eomma.”yoochun tersenyum sambil melirik taeyoung yang senyum-senyum sendiri.

“kemana juga yoohwan?anak itu benar-benar liar..”ibu yoochun berkata dia melirik kearah kursi yang kosong di sebelah nya.

“eomma,yoohwan oppa mungkin sibuk diakan sudah mulai syuting drama baru nya.”taeyoung berkata menenangkan ibu yoochun.

“ah geurae,sebaiknya kita makan saja.”ibu yoochun menyarankan dan kedua anak nyapun mulai melanjutkan makan malam mereka.

Seperti biasa pagi-pagi sekali taeyoung sudah bersiap untuk kerumah sakit,dia memakai baju formal nya dan mengikat rambut coklat panjang nya dengan rapih tak lupa dia merapikan kemeja putih polos yang dia kenakan.

Mendengar pintu kamar nya yang terbuka tiba-tiba taeyoung melirik ke ambang pintu dan melihat yoochun masuk kedalam kamar.

“oppa!bisakah kau mengetuk pintu dulu?”pinta taeyoung.

“maaf,aku buru-buru..sebelum eomma bangun.”yoochun berkata.

Taeyoung mengelengkan kepalanya dan merapikan lagi penampilan nya,sedangkan yoochun berjalan di belakang taeyoung memeluk pingang wanita itu erat.

“kau harum..”yoochun berkata saat dia mencium leher taeyoung.

“tentu saja,aku kan sudah mandi.”taeyoung menjawab dia memeluk tangan yoochun kembali.

Untuk sesaat mereka hanya diam seperti itu sampai akhirnya taeyoung memutuskan untuk memecahkan hening diantara mereka.

“hm..oppa,aku ingin bertanya.”taeyoung berkata.

“soal apa?”Tanya yoochun mencium pipi taeyoung.

“soal ji min eonni.”jawab nya.

Taeyoung bisa melihat ekspressi yoochun berubah saat dia menyinggung soal ji min.

“apakah kau masih mencintainya?”taeyoung memberanikan diri bertanya.

“kau masih bertanya soal itu?”yoochun mengangkat halisnya.

Yoochun membalikan badan taeyoung sehingga mereka berhadapan sekarang,tangan yoochun menyelipkan poni panjang taeyoung ke telinga gadis itu.

“aku sudah melupakan ji min,hanya kau yang aku cintai.”

Yoochun memeluk tubuh taeyoung dan taeyoung tak bisa menahan dan akhirnya tersenyum,walaupun apa yang di katakan yoochun mungkin saja bohong.

“oppa..kenapa kau jatuh cinta padaku?”taeyoung bertanya lagi.

Yoochun sekarang yang tersenyum,dia mengelus kepala taeyoung dengan lembut lalu melepaskan pelukan nya dia pura-pura berpikir padahal di dalam otak nya sudah bermuculan alasan kenapa dia bisa jatuh cinta pada adik angkat nya ini.

“hm..coba kupikir dulu.”yoochun memegang dagu nya berpose seperti orang-orang yang benar-benar susah mencari alasan.

“yah!oppa kau benar-benar tidak tahu?!”taeyoung memukul lengan yoochun pelan namun yoochun meringis dan mengelus lengan nya.

“ok..ok..aku jawab.”yoochun berkata sebelum dia berdeham.

“hm..kau itu keras kepala,cengeng,susah diatur,plinplan..”yoochun berkata dan taeyoung tertawa.

“oh jadi karena aku seperti itu jadi kau jatuh cinta padaku?kau benar-benar memiliki selera wanita yang rendah..”taeyoung mengejek.

“dengar dulu!”perintah yoochun dan taeyoung mengangguk.

“selain itu,aku mencintaimu karena kau perhatian,selalu mementingkan orang lain sebelum kau dan kau selalu ada di saat aku membutuhkan mu kau adalah wanita yang bisa diandalkan dan mandiri aku menyukai senyum mu tapi terkadang aku benci saat kau menahan tangismu padahal aku tahu,kau sangat terluka namun kau mencoba tegar dan kuat.”

Mendengar penjelasan itu taeyoung sedikit terharu,dia tidak menyangka kakak angkat nya itu begitu tahu banyak tentang dirinya.

“bravo..bravo..”taeyoung bertepuk tangan.

“sekarang mana hadiah nya untuk ku.”yoochun menunjuk kearah pipi nya.

Taeyoung terseyum dan mencium pipi yoochun singkat.

“aku harus bekerja,oppa juga kan?”taeyoung bertanya sambil mengambil tas nya.

“aku duluan.”taeyoung berkata namun yoochun menarik tangan taeyoung.

“aku akan mengantarmu.”

“baiklah.”taeyoung mengagguk.

Saat yoochun dan taeyoung membuka pintu kamar taeyoung dia sudah menemukan ibu yoochun berdiri di depan mereka,yoochun dan taeyoung kaget sekali ekspressi mereka menegang namun akhirnya mereka lega saat ibu yoochun tersenyum.

“oh kalian sudah bangun ternyata,sebaiknya kalian cepat pergi ini sudah jam 7 lebih.”ibu yoochun berkata.

“ah ne,eomma kami berangkat dulu.”taeyoung berkata dan memeluk ibu angkat nya itu sekilas dan pergi.

“aku juga eomma.”yoochun mencium pipi ibunya mengikuti langkah taeyoung yang sudah ada di luar rumah.

Mereka berdua masuk kedalam mobil yoochun,taeyoung melambaikan tangan nya kearah ibu angkat nya yang sudah berdiri di depan rumah mereka dan akhirnya mobil yoochunpun meluncur dengan cepat meninggalkan rumah.

Ibu yoochun tersenyum,dia sedikit curiga apa yang anak lelaki nya itu lakukan di kamar anak angkat nya?namun ibu yoochun segera menghilangkan pikiran-pikiran negative yang ada di otak nya itu jauh mungkin saja anak lelaki nya itu hanya mengajak taeyoung untuk pergi bekerja bersama nya.

Yoochun memarkirkan mobil nya di parkiran rumah sakit,seperti biasanya rumah sakit sudah buka dan ada beberapa dokter yang baru masuk dan keluar mungkin mereka bergantian shift.

“aku pergi dulu oppa,terimakasih sudah mengantar.”taeyoung berkata dan hendak keluar dari mobil yoochun.

“tunggu.”yoochun menarik lagi tangan taeyoung.

Taeyoung melirik kearah yoochun namun saat dia melirik bibirnya sudah bertemu dengan bibir yoochun,yoochun mencium bibir taeyoung tangan nya berada di sisi wajah taeyoung membuat taeyoung diam merasakan sensasi ciuman yoochun yang hangat.

“itu ciuman keberuntungan.”yoochun berkata dan taeyoung tersenyum lalu keluar dari mobil yoochun.

“hati-hati oppa.”taeyoung berkata dan mobil yoochunpun melaju kearah gerbang keluar rumah sakit.

Saat dia berbalik tiba-tiba taejun sudah ada di belakang nya membuat nya kaget.

“omo!sunbaenim..kau mengagetkanku..”taeyoung mengelus dadanya.

“maaf,aku hanya ingin menyapa.”taejun tersenyum.

“ne sunbaenim,aku masuk dulu.”taeyoung berkata dan masuk kedalam rumah sakit.

Taejun menatap kearah punggung taeyoung penuh Tanya,dia sendiri kaget dengan adengan yang tadi baru saja dia lihat.

Taejun jelas-jelas melihat tadi yoochun mencium bibir taeyoung,dia benar-benar kaget padahal setahu dia yoochun dan taeyoung kan adik kakak?lalu kenapa mereka berciuman seperti itu taejun mencoba menghilangkan adegan itu dari otak nya namun dia tidak bisa berhenti memikirkan nya.

~NeverMeantToBe~

Yoochun baru saja selesai syuting dia duduk di kursi yang sudah di siapkan khusus untuk nya,dia meneguk air yang ada di samping dan dia segera membuka handphone nya saat dia mengaktifkan handphone nya dia di sapa oleh foto taeyoung yang sedang tersenyum sambil memeluk nya.

Yoochun tidak akan pernah melupakan moment yang tertangkap oleh kamera fotonya itu,foto itu diambil saat mereka pertama berkencan dan yoochun memutuskan untuk memotret wajah taeyoung yang kelihatan cantik dan bahagia untuk sesaat dia bangga pada dirinya sendiri karena bisa membahagiakan gadis nya.

“apa itu pacar barumu?”mendengar suara seorang wanita yoochun segera memasukan handphone nya ke saku celana nya.

“ji min,sedang apa kau disini?”Tanya yoochun sedikit panik.

“aku hanya mengecheck keadaanmu,apa tidak boleh?”Tanya ji min dia pun duduk di samping yoochun.

“oh begitu yah,apa kau tidak makan siang dengan kru yang lain?”yoochun bertanya.

“tidak,disana terlalu ramai..ngomong-ngomong siapa pacar barumu?”Tanya ji min.

“bukan siapa-siapa.”yoochun menolak untuk memberikan detail apapun pada ji min karena dia sudah tahu siapa taeyoung.

“ayolah aku tahu,kau sangat mesra sekali di dalam foto itu..sayang aku tidak melihat wajah nya dengan jelas..tapi kalau tidak salah pacarmu itu mirip dengan taeyoung.”ji min berkata dan yoochun mengengam handphone nya erat.

“ah ani..tidak mungkin,dia sama sekali tidak mirip dengan taeyoung.”yoochun membantah.

“oh begitu ya,sayang sekali.. ya sudah aku makan dulu yah?”ji min pergi  dan yoochunpun mengangguk.

Yoochun mengehela nafas memang cukup berbahaya untuk memasangkan foto mesra nya dengan taeyoung di handphone nya,diapun dengan terpaksa nya mengubah foto wallpaper handphone nya dengan gambar lain.

Yoochun sedang memainkan handphone nya sampai tiba-tiba sebuah pesan masuk diapun tersenyum melihat nama yang tertera di handphone itu.

From: My girl

Oppa,kau sudah makan siang?cepat makan kalau belum aku khawatir..balas pesan ku jika kau membacanya.

Yoochun tersenyum dan membalas pesan taeyoung.

From:chunnie oppa

Arraseo,kau tak usah khawatir aku makan sekarang ^^

Mendapat balasan taeyoung tersenyum diapun memutuskan untuk membalas sms dari kekasih nya.

From:My girl

Oppa,apa kau pulang malam lagi?

Yoochun tersenyum nakal diapun mengetik pesan balasan nya.

From:chunnie oppa

Biar aku pikir dulu,apa kau merindukanku?apa kau mu bermain ‘game’lagi dengan ku?

Taeyoung yang membaca pesan dari yoochun menjulurkan lidah nya,dia tahu sekali betapa kotor pikiran pacar nya itu.

From: My girl

Aish..oppa,kenapa kau suka sekali ‘game’ yang seperti itu?ani..aku mau tidur kalau kau pulang malam.

Yoochun yang menerima pesan itu membalas namun dia hendak membalas pak sutradara memanggil nya,mungkin membahas tentang adegan yang akan dia lakukan nanti.

From:chunnie oppa

Yah..😦 baiklah,aku mau bekerja dulu,kau juga bekerja dengan giat hwaiting!

Taeyoung segera membuka pesan yoochun dan tersenyum,merekapun memutuskan untuk menyudahi sesi sms mereka dan kembali

“soesangnim,ada seorang pasien yang menunggu anda.”asisten taeyoung menyadarkan dia dari lamunan.

“oh suruh dia masuk.”taeyoung berkata.

Jaman sekarang banyak sekali orang yang stress dan membutuhkan konsultasi dia bahkan sudah melayani banyak pasien hari ini,rata-rata dari mereka berusia masih belia dan di dalam usia produktif taeyoung sedikit khawatir dengan keadaan masyarakat di korea,di ingat lagi kalau korea memiliki tingkat bunuh diri yang tinggi juga taeyoung semakin khawatir.

Pintu kantor taeyoung terbuka dan dia melihat sesosok lelaki masuk kedalam kantornya,lelaki itu menggunakan jaket panjang hitam,topi hitam dan kacamata hitam membuat kulit putih nya terlihat lebih mencolok.

“silahkan duduk tuan..”taeyoung melihat kearah agenda nya dan melihat nama ‘kim myungsoo’ tertera.

Taeyoung sedikit kaget,apakah kim myungsoo ini adalah kim myungsoo yang dia pikirkan.

“terimakasih soesangnim.”myungsoo berkata dan duduk di sofa putih yang ada di kantor taeyoung.

Taeyoung ikut duduk dan menatap sebentar kearah myungsoo,myungsoo yang merasa canggung melirik kearah lain sambil berdehem.

“ah maaf,jadi apa keluhan anda tuan kim?”Tanya taeyoung.

Myungsoo kelihatan ragu dia menggigit bibirnya.

“tenang saja tuan kim,rahasia anda aman tak akan ada yang menilai anda disini anda adalah pasien saya jadi saya harap anda tak usah ragu untuk mengungkapkan masalah anda.”taeyoung berkata dengan nada professional namun lembut juga.

Myungsoo mengangguk.

“belakangan ini..belakangan ini aku sering memiliki mimpi buruk.”myungsoo berkata.

Taeyoung mencatat keluhan itu,dia sedikit tidak nyaman dengan penampilan myungsoo diapun melirik kearah myungsoo dan tersenyum pada myungsoo.

“bisakah anda membuka topi ,kacamata dan jaket anda?disini cukup panas,apakah anda tidak kepanasan?”taeyoung berkata dan myungsoopun mengangguk.

Myungsoo membuka jaket,topi dan kacamatanya saat myungsoo membuka kacamatanya mata taeyoung dan myungsoo bertemu untuk sesaat mereka memandang kearah satu sama lain.

“ehmm..”

Suara deheman itu menyadarkan mereka berdua,taeyoung melihat asisten nya memberikan sebuah berkas padanya kemungkinan berkas tentang myungsoo.

“terimakasih,kau boleh pergi.”taeyoung berkata.

Melihat berkas myungsoo taeyoung sedikit kaget,dia bisa melihat beberapa obat yang sudah di berikan pada pasien nya itu dan kebanyakan obat yang pasien nya itu konsumsi adalah obat anti depresi.

‘apa yang terjadi padamu kim myungsoo?’ taeyoung bertanya pada dirinya sendiri,setahu dia myungsoo adalah penyanyi sukses lalu apa yang membuat penyanyi ini sampai depresi.

“anda sebelum nya adalah pasien dokter choi,benarkan?”Tanya taeyoung dan myungsoo mengangguk.

“baiklah,kita kembali ke topic sebelum nya..anda bilang anda memiliki mimpi buruk bisa anda jelaskan bagaimana mimpi buruk itu?”taeyoung bertanya mendekat kearah myungsoo.

“hm..mimpi ini selalu di awali dengan adegan yang sama,aku selalu menemukan diriku terlentang diantara rerumputan.”myungsoo mengawali.

“lalu?”taeyoung meminta detail yang lebih.

“lalu..aku melihat seorang wanita,dia tersenyum padaku namun aku tidak pernah bisa melihat wajah nya karena sinar matahari begitu silau.”nada bicara myungsoo mulai melemah dia kelihatan gemetaran.

“lalu tiba-tiba seseorang menusuk wanita itu dari belakang..aku..aku tidak mengerti kenapa lalu aku berlari secepat yang kubisa namun lelaki itu malah menusukan pisau yang dia bawa keleher nya sendiri dan ikut mati bersama wanita itu..”myungsoo menjelaskan.

“aku tidak mengerti,tapi mimpi itu selalu menghantuiku aku takut sekali soesangnim lalu terkadang bayangan wanita itu muncul menghantuiku.”myungsoo berkata menahan airmata yang sudah ada di pelupuk matanya nya.

Tangan myungsoo gemetaran hebat dia sekan-akan benar-benar ketakutan dengan mimpi yang setiap malam dia lihat,taeyoung merasa iba dia mengerti pasti sangat menakutkan untuk memiliki mimpi yang sama setiap malam di tambah pula dengan adegan yang sadis.

Taeyoung memegang tangan myungsoo yang gemetaran,myungsoo menangis.

“soesangnim..jebal..hentikan mimpi buruk ini aku tidak bisa tidur.”myungsoo berkata dan taeyoung mengangguk.

“saya mengerti tuan kim,tapi apakah anda benar-benar belum pernah menyaksikan adegan itu dalam kehidupan nyata?”Tanya taeyoung.

“tidak,aku bahkan tidak mengenal siapa wanita itu dan lelaki yang membawa pisau itupun aku tidak mengenalinya.”myungsoo berkata.

“cukup aneh,tapi apakah anda pernah menyaksikan secara langsung pembunuhan atau mungkin saat anda kecil anda pernah menonton film horror yang..”sebelum taeyoung melanjutkan myungsoo menyela nya.

“tidak soesangnim,tidak!aku juga tidak mengerti aku belum pernah melihat seseorang di bunuh ataupun saat kecil aku menonton film horror yang sadis,orangtuaku tidak akan mengijinkan ku.”

Taeyoung mengangguk mengerti dia sendiri kebingungan,apakah mungkin ini berhubungan dengan arwah atau semacam nya?taeyoung sendiri tidak percaya dengan setan ataupun hantu kenapa dia harus percaya dengan arwah namun mungkin saja ini bisa menjadi solusi.

“tuan kim,kapan anda terakhir beribadah?”Tanya taeyoung.

“huh?maksud anda?”Tanya myungsoo.

“beribadah,anda memiliki agamakan?”

“ah iya,aku Kristen,Kristen protestan.”myungsoo menjawab.

“kalau begitu cobalah beribadah di gereja lebih sering,mungkin ada sesuatu yang ingin tuhan sampaikan pada anda.”taeyoung berkata.

“apakah soesangnim yakin?”myungsoo kelihatan ragu dengan solusi yang di berikan taeyoung.

“aku tidak tahu,tapi memberikan obat untuk anda bukanlah jalan yang terbaik menurut saya anda sudah terlalu banyak mengkonsumsi obat anti depresi saya khawatir anda menjadi ketergantungan.”taeyoung menjelaskan lebih jauh.

“baiklah,saya akan mencobanya terimakasih soesangnim saya harap anda bisa menjaga rahasia saya dengan baik.”myungsoo berkata bangkit dari duduk nya.

“sama-sama tuan kim,saya harap anda cepat sembuh.”taeyoung berkata dan myungsoopun menggunkan jaket dan topi nya lagi.

“sampai jumpa lagi soesangnim.”myungsoo membungkuk sopan kearah taeyoung dan di balas taeyoung.

Saat myungsoo hendak keluar dia ingat sesuatu dan kembali lagi kedalam kantor taeyoung.

“ada apa lagi tuan kim?apa ada yang tertinggal?”Tanya taeyoung saat melihat sosok myungsoo masuk lagi ke kantor nya.

“ani,kalau boleh..apakah aku boleh meminta nomor ponsel mu?”myungsoo bertanya dan taeyoung tersenyum.

~nevermeanttobe~

Taeyoung bangun dari tidurnya,dia melirik kearah jam ternyata dia baru tertidur selama 1 jam waktu menunjukan sudah malam taeyoung keluar dari kamar apartemen nya dan pergi menuju dapur kecil nya meneguk segelas air.

Mendengar suara pintu yang di buka dia mendapati yoochun yang baru pulang,kekasih nya itu tersenyum kearah nya dan mencium bibirnya sekilas.

“bagaimana syuting nya?”Tanya taeyoung membersihkah jaket yoochun yang sedikit berdebu.

“lancar,bagaimana dengan mu?”Tanya yoochun.

“biasa saja,akhir-akhir ini aku mendapat banyak pasien.”taeyoung mengungkapkan.

“bagus kalau begitu,lain kalai kalau kita kencan kau yang bayar ya?”Tanya yoochun bercanda.

“arraseo..”taeyoung menjawab sambil mengedipkan matanya.

Yoochun tersenyum dan memeluk tubuh langsing taeyoung.

“hei bagaimana dengan ‘game’ yang aku suka?apa kau mau bermain?”Tanya yoochun.

Taeyoung memutar mata nya.

“baiklah,tapi jangan lama-lama.”

Myungsoo membuka matanya,lagi-lagi dia ada di situasi yang sama dia sekarang tidur terlentang di sebuah padang rumput,angin cukup berhembus keras namun matahari sangat silau diatas kepalanya.

“myungsoo..myungsoo..”

Suara wanita itu terdengar lagi,myungsoo bangun dari posisi terlentang nya dia melirik kearah kanan dan kiri dia.

“myungsoo,aku disini.”

Suara wanita itu begitu familiar sekali,dia mengetahui suara wanita itu namun entah kenapa wajah nya tetap tidak bisa myungsoo lihat,myungsoo mengikuti langkah wanita itu mendekat kearah wanita itu agar dia bisa melihat wajah nya.

Wanita yang ada di hadapan nya itu malah berbalik dan menyembunyikan wajah nya,rambut panjang coklat nya terlihat tidak asing myungsoo mengenali gerak-gerik wanita itu juga,suara lembut nya seakan tidak asing lagi di telinga nya.

“tunggu!siapa kau?”myungsoo berkata.

Wanita yang di maksud myungsoo melirik kearah myungsoo namun tiba-tiba seorang lelaki menusuk wanita itu.

“TIDAK!JANGAN BUNUH DIA!”myungsoo berteriak dan berlari kearah wanita itu dia mencoba menompang tubuh wanita itu yang hampir ambruk dia melihat kearah lelaki yang menusuk wanita itu.

Lelaki itu sudah mengacungkan pisau nya dan menusukan pisau itu keleher nya sendiri lalu tergeletak bersimbah darah.

“tidak..tidak…”myungsoo berkata dia mengahampiri kedua jasad itu.

Myungsoo berlutut di samping jasad si wanita misterius,dia ragu namun akhirnya membalikan tubuh wanita misterius itu yang tengkurap.

“ARGHHHHH!!”myungsoo menjerit saat dia melihat kalau wajah wanita itu adalah wajah taeyoung.

Myungsoo membuka matanya sekaligus,dia melirik kearah kanan dan kirinya sekarang dia tidur sendiri di kamar apartemen nya.

“apa-apaan tadi?”myungsoo menyeka keringat di dahinya,dia merasa khawatir.

Myungsoo mengambil handphone nya yang ada di meja kecil di samping ranjang nya,dia mencari kontak taeyoung dan menghubungi nya.

Taeyoung memeluk tubuh yoochun dengan erat,sedangkan yoochun dengan semangat nya menggerakan pinggang nya,seirama dengan rhytem yang mereka ciptakan.

“ah..oppa..cepat.”taeyoung berkata sambil berdesah tidak karuan,sebentar lagi dia mencapai klimaks.

“arghh..taeyoung,kau sangat..nikmat.”yoochun meracau tidak jelas saat dia merasakan lubang taeyoung menghimpit kejantanan nya.

Yoochun bergerak dan memeluk tubuh taeyoung lebih erat,sampai akhirnya dia mengeluarkan caian putih nya menandakan dia sudah mencapai puncak dan keduanya terengah-engah,keringat membasahi tubuh mereka.

Dred..dred..dred..

Mendengar suara getar handphone nya taeyoung bangkit dan yoochun berbaring di samping nya,taeyoung mengerutkan keningnya saat dia melihat nomor asing tertera di handphone nya.

“yobuseyo,park taeyoung imnida.”taeyoung mengangkat.

“ah soesangnim,ini aku myungsoo.”myungsoo berkata.

Taeyoung kaget,dia tidak menyangka myungsoo menelepon nya malam-malam seperti ini,taeyoung segera menggunakan jubah tidurnya yang berwarna biru muda dan pergi keluar dari kamar sedangkan yoochun sudah terbaring tidur.

“oh tuan kim, apa ada yang bisa saya bantu?”Tanya taeyoung.

“ani,aku hanya khawatir..apakah soesangnim baik-baik saja?”Tanya myungsoo.

“tentu saja,tuan kim anda tak usah khawatir.”taeyoung menjawab dia pergi menuju balkon apartemen nya.

“ah..baguslah kalau begitu,aku tenang sekarang.”myungsoo terdengar benar-benar lega.

“memang ada apa tuan kim?apakah ada sesuatu yang menganggu anda?”Tanya taeyoung.

“tidak,aku hanya bermimpi lagi.”myungsoo menjawab.

“bermimpi?apakah mimpi yang biasa anda mimpikan?”

“ya.”

Taeyoung mengangguk.

“oh begitu,apa ada perubahan?”Tanya taeyoung.

“ya,aku melihat wajah wanita itu.”myungso menjawab namun suara nya terdengar gemetaran seakan lelaki itu takut.

“siapa?apakah kau mengenal wanita itu tuan kim?”

Taeyoung menunggu jawaban myungsoo,namun myungsoo diam dia sendiri tidak yakin apakah dia harus menjawab jujur atau sebaiknya menyembunyikan identitas wanita yang ada di mimpinya itu.

“hello?tuan kim?”taeyoung mengecheck apakah sambungan telepon nya tidak putus.

“soesangnim..aku tidak ingin membuatmu khawatir.”myungsoo akhirnya berkata.

Taeyoung tersenyum,dia mengira kalau myungsoo masih enggan menceritakan semua masalah nya.

“tuan kim..saya psikolog anda sekarang,sudah sepantas nya saya khawatir dengan keadaan anda walaupu—“

Sebelum taeyoung bisa menyelesaikan kalimat nya myungsoo menyela lagi.

“anda..anda soesangnim.”myungsoo berkata.

Taeyoung kebingungan.

“maksud anda tuan kim?”taeyoung meminta penjelasan.

“anda yang saya lihat di dalam mimpi,saya melihat anda di tusuk dari belakang oleh seorang lelaki.”myungsoo menjawab.

Taeyoung menarik nafas nya kaget,dia ketakutan apa yang myungsoo maksud dengan dia melihat sosok nya di tusuk oleh seorang lelaki dari belakang?taeyoung melirik kearah kamar nya dan melihat yoochun sudah tertidur pulas.

“apa maksud semua ini?”

Jangan Lupa komen nya,love seven❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

7 thoughts on “Never Meant To Be

  1. ihhhhhh waww ,,,
    mungkin dulu myungso itu temennya taeyang waktu kecil *reader sotoy* tapi gak inget …
    ini ceritanya agak vulgar ya min ,,,
    untung gak di protect *ketauan suka yadong*
    hehehehheeee ,,,
    yang ke dua blum dibaca , tapi segera publish yang ketiga ya min …😀

  2. woooaaah..
    bagus thor..
    cerita akhirnya agak gantung thor..
    apa yang di maksud myungsoo itu yang nusuk Taeyoung itu yoochun ya?
    hehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s