Posted in FanFiction NC 17+

Replace You [part 2]

Title :  Replace you

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast :

  • Jung Yunho
  • Kim Jaejoong
  • Shim Changmin
  • Kim Hyunjoong
  • Park Yoochun
  • Kim Junsu
  • And another supportive cast…

Genre : Romance,angst and Yaoi

Length: Twoshoot

Rating :  PG

 

PART 2

 

~ 2 tahun kemudian~

“hyunjoong-ah..”panggil jaejoong dari dapur dia sedang sibuk memasak untuk kekasih nya.

“iya jaejoongie ada apa?”hyunjoong datang dari ruang tamu menjulurkan kepalanya dari ambang pintu.

“bisakah kau menjaga masakan dulu?aku akan pergi membeli beberapa bumbu ke minimarket sebentar.”jaejoong berkata melepaskan aphron nya.

“ok,jangan lama-lama ya?aku akan merindukan mu.”hyunjoong berkta mencium pipi jaejoong.

“yah!kau ini,awas jaga baik-baik kalau gosong aku akan mencubit mu.”ancam jaejoong tidak serius dia keluar dari apartemen nya menuju lantai bawah.

Jaejoong menikmati hubungan nya dengan hyunjoong mereka seperti nya cocok dengan satu sama lain,hyunjoong jauh berbeda dari yunho dia tidak gampang cemburu atau marah jika jaejoong berfoto dengan fans atau dekat dengan teman wanita atau teman lelaki nya.

Bahkan hyunjoong malah akrab dengan teman-teman jaejoong dia dengan mudah nya membaur dengan teman-teman nya dan seperti nya teman jaejoong juga menerima keberadaan hyunjoong membuat nya semakin senang.

Masih tersenyum jaejoong keluar dari bangunan apartemen nya menuju mini market yang terletak tidak jauh dari bangunan apartemen nya,ketika jaejoong hendak masuk kedalam mini market yang di tuju nya mata jaejoong melebar melihat sosok yang dia kenal.

Tidak salah lagi lelaki yang dia lihat saat ini adalah yunho mantan kekasih nya,setelah 2 tahun tidak bertemu akhirnya mereka bertemu lagi jaejoong hendak menyapa yunho namun tiba-tiba seseorang melingkarkan tangan nya kepingang yunho mengejutkan lelaki itu.

Tangan itu tidak asing bagi jaejoong dia tahu tangan itu,jaejoong punya firasat kalau orang yang ada di belakang yunho adalah changmin namun dia bisa saja salah tapi firasat nya terbukti benar saat yunho berbalik dan mencium lelaki yang ada di belakang nya mesra membuat wajah lelaki itu jelas terlihat.

Jaejoong menyipitkan matanya dan mengepalkan tinju nya kesal,dia tidak percaya apa yang dia lihat sekarang.

“bagaimana mungkin?!” jaejoong berpikir,selama ini jaejoong kira yunho dan changmin hanyalah teman tidak lebih dari itu,tapi melihat yunho yang mencium bibir changmin seperti itu jaejoong yakin mereka bukanlah sekedar teman.

Yunho dan changmin kelihatan mengobrol sejenak dan merekapun masuk kedalam mobil mewah milik changmin.

Jaejoong mencoba mengintip lagi namun mobil changmin meluncur pergi menuju jalan raya entah pergi kemana,jaejoong hanya bisa membatu menatapi mobil mewah itu semakin menjauh dari nya.

~~~~

“apa kau tidak lupa membeli telur nya?”Tanya yunho khawatir.

“tidak hyung,kau mulai terdengar seperti ibuku saja.”changmin mencibir.

“itu salah mu yang selalu saja lupa.”yunho memajukan bibir nya dan mengecek belanjaan changmin.

“kita akan masak apa malam ini?”Tanya changmin sekilas melirik kearah yunho yang masih sibuk memeriksa belanjaan changmin.

“hmm entahlah,mungkin kimchi dan teobokki?”yunho sendiri tidak yakin.

“hm..bagaimana kalau kita skip saja acara makan nya?”changmin bertanya dengan nakal nya dan yunho memukul kepla changmin pelan.

“dasar pervert!”yunho menjulurkan lidah nya pada changmin.

Dred..dred..dred..

Suara hanphone changmin terdengar bergetar,padahal yunho dan changmin baru saja sampai di apartemen mereka.

“sebentar hyung.”changmin berkata dan yunho mengangguk pergi kedapur sedangkan changmin keluar menuju balkon apartemen mereka.

Changmin kaget melihat nama yang tertera di handphone nya,ya nama lelaki yang sudah lama tidak dia temui siapa lagi kalau bukan kim jaejoong.

“ne,hyung..ada apa?”Tanya changmin saat dia sudah mengangkat telepon.

“temui aku di café dekat apartemenmu,ada yang ingin aku bicarakan.”jaejoong berkata suaranya terdengar marah.

“hyung kau tahukan…”sebelum changmin bisa menyelesaikan kalimat nya jaejoong sudah memotong nya.

“sebaiknya kau datang,aku tidak akan lama.”jaejoong berkata dan menutup telepon nya.

Changmin menghela nafas,diapun memasukan handphone nya kedalam saku celana nya dia masuk kedalam apartemen dan melihat yunho sudah mulai memasak.

“hyung aku harus pergi dulu,ada urusan mendadak.”

“kau mau kemana?”

“aku akan ke café sebentar,kau tunggu saja ok?

Changmin tersenyum dan mencium yunho sekilas,yunho tersenyum dan membiarkan kekasih nya itu pergi keluar dari apartemen mereka berdua.

Jaejoong menunggu sosok changmin datang,dengan tidak sabar nya dia mengetuk-ngetuk jarinya kemeja yang ada di hadapan nya sambil sesekali meminum air putih yang ada di hadapan nya.

Hatinya tak bis aberhenti berdetak kencang,nafas nay berat dan dia ingin sekali menghilangkan perasaan ini,namun tetap sjaa rasa takut ini menguasai batin nya adegan yunho yang mencium changmin berkali-kali berputar dalam otak nya bagaikan roll film yang rusak.

Melihat sosok lelaki jangkung yang memakai mantel coklat panjang jaejoong sedikit tenang,dia melihat changmin masuk kedalam café dan segera setelah dia masuk di menemukan jaejoong dan duduk di depan nya.

“hyung jika sooman-shi tahu soal ini aku akan mati!”changmin berbisik pada jaejoong.

“aku hanya butuh 15 menit dari waktumu changmin,lagipula tidak ada yang menyadari penyamaran kita.”jaejoong membalas.

“baiklah,apa yang ingin kau bicarakan.”changmin berkata.

Jaejoong kelihtaan kebingungan namaun pada akhirnya dia mengungkapkan semua rasa penasaran nya.

“sebenarnya,apa hubunganmu dnegan yunho sekarang?”jaejoong mengajukan pertanyaan yang cukup mengejutkan.

Changmin gelagapan dia sedikit tidak nyaman dalam menjawab pertanyaan jaejoong karena di atahu jaejoong pasti marah seklai padanya jika dia mengatakan yang sejujur nya.

“kami hanya teman.”changmin berbohong.

Taklama setelah perkataan nya itu meninggalkan mulut nya,changmin bis amendnegar jaejoong mendengus lelaki itu kelihatan nya tidak percaya dengan pernyataan nya.

“bohong,aku melihat kalian berciuman di mini market tadi.”jaejoong sekarang menatap tajam kearah changmin.

“hyung…aku bisa mnejelaskan nya.”changmin berusaha membuat jaejoong tenang.

“tidak usah changmin,aku sudah bisa memprediksinya kenapa kau tega sekali padaku eoh?kau benar-benar..”pengelihtaan jaejoong terganggu dengan airmata yang mulai mengumpul di sudut matanya.

“hyung kau menyakiti yunho-hyung,dan kau tahu kalau yunho hyung sangat mencintaimu kan?kau sudah melukai nya aku hanya berusaha membantunya melupakan mu.”changmin mengungkapkan.

“huh?melupakan aku?! Apa yang kau pikirkan changmin!”jaejoong kesal dia mengepalkan tinju nya menahan emosi.

“hyung bukankah kau sudah memiliki hyunjoong hyung?kenapa kau lepaskan sjaa yunho-hyung dia lebih bahagia bersamaku.”changmin berkata.

Jaejoong mengambil gelas yang ada di hadapan nya dan menyiramkan air di gelas itu kearah wajah changmin,jaejoong melakukan itu secara refleks dia benar-benar kesal untung saja tinju nya tidak melayang kearah wajah dongsaeng nya itu.

“dengar changmin,aku memang menyakiti yunho tapi itu semua demi kebaikan nya aku mencinai yunho dan sebaiknya kau tidak mencampuri urrusanku dengan dia.”jaejoong bangkit drai duduk nya mengambil kantong plastic belanjaan yang dia bawa.

Changmin yang kesal ikut bangkit dari duduk nya.

“HYUNG!”changmin memanggil dan jaejoong berbalik menatap kearah changmin.

“sebaiknya kau pergi untuk selamanya,kehadiranmu hanya akan menyakiti yunho hyung.sebaiknya kau terima saja kenyataan kalau yunho hyung sudah melupakanmu dan bahagia bersamaku.”

Jaejoong tidak menjawab dia malah keluar dari café sedangkan changmin kembali duduk merenungkan semua yang baru saja terjadi antara dia dan jaejoong.

Yunho yang kaget melihat kejadian tadi,dia bersembunyi di balik tembok café dia bisa mendengar jelas kalau jaejoong masih mencintainya.sebagaian dari dirinya bahagia sekali mendengar perkataan jaejoong namun sebagian dari dirinya juga kasian pada changmin karena changminlah yang ada di samping nya selama dia menderita.

Yunho mengintip lagi melihat changmin mengelap wajah nya dengan tissue yang di berikan pelayang untuk nya,changmin kelihatan marah namun dia memutuskan untuk dudk disana sebentar samapi baju nya sedikit kering sedangkan yunho pergi berlari menuju apartemen nya.

~~~

Jaejoong membanting pintu apartemen nya,hyunjoong yang mendengar langkah kaki jaejoong memasuki apartemen hendak menyambut kekasih nya namun dia kaget saat dia melihat jaejoong menangis.

“jaejoongie apa yang terjadi?”

“aku..hyunjoong-ah..mari kita pergi.”jaejoong berkata memeluk tubuh hyunjoong,hyunjoong yang khawatir memeluk kembali jaejoong dan mengelus kepala jaejoong.

“pergi kemana jaejoongie?”Tanya hyunjoong.

“kita pergi ke jepan,kemana sjaa yang penting tidak di korea..”jaejoong berkata dan hyunjoong melepaskan pelukan mereka dan menyeka airmata jaejoong.

“kenapa?katkan padaku apa yang terjadi.”hyunjoong meminta.

“aku tidak suka tinggal disini,aku hanay ingin pergi.”jaejoong berbohong.

Hyunjoong mengerti dia mengangguk dan memeluk jaejoong lagi.

“baiklah,kita ke jepang minggu depan.”hyunjoong berkata.

~~~

Changmin baru sampai ke apartemen dan melihat yunho duduk di sofa,kepalanya nya menunduk metapa keraah lantai keramik entah apa yang yunho pikirkan namun changmin memutuskan untuk menyentuh bahu kekasih nya itu.

“hyung,apa yang sedang kau pikirkan?”Tanya changmin.

Yunho kaget dia melirik kearah changmin dan memerkan senyum tipis nya,senyum itu terlihat begitu palsu changmin bisa mengetahuinya.

“ada apa hyung?”Tanya changmin seklai lagi namun yunho mengelengkan kepalanya dan menyentuh tangan changmin yang ada di lengan nya.

“aku mendengar percakapanmu dengan jaejoong.”yunho berkata dan changmin membeku di tempat nya.

“hyung..”changmin memanggil lidah nya rasa kelu dia tidak bis aberkata apapun.

“changmin-ah,terimakasih sudah ada di sampingku selama ini.”yunho berkata sekarang tubuh nya menghadap kearah changmin.

“aku tidak pernah bisa membayar semua kasih sayang yang kau berikan padaku,aku sangat bahagia momen-momen yang kita lewati bersama sangat berharga bagiku dan aku rasa selama ini aku telah melupakan jaejoong.”yunho berkata.

Changmin hanya diam dia mengerti apa yang akan yunho akan katakana,changmin melepaskan gengaman tangan yunho dari tangan nya dia melirik kearah lain menyembunyikan mata nya yang berkca-kaca.

“maafkan aku changmin-ah,kau boleh membenciku atau memukulku..aku memang pantas..”yunho berkata.

“aku tidak ingin menyakitimu hyung..”changmin berkata tegas.

“aku..aku kira aku sudah bis amelupakan jaejoong,tapi saat tadi aku melihat jaejoong rasa cinta yang aku punya untuknya benar-benar muncul kembali apalagi saat dia mengatakn kalau dia masih mencintaiku.”yunho berkata menelan kesedihan nya yang sudah ada di pangkal tenggorokan nya.

“kau masih akan pergi dan mengejar nya hyung?apa kau lupa dengan apa yang dia lakukan padamu?”changmin menatap yunho airmata akhirnya menetes dari matanya.

“changmin-ah…jebal ini sudah berat untuk,jangan menangis kau emmbuatku merasa seperti orang yang sangat jahat.”yunho berkata dia sendiri menangis.

“oh ya,kau memang orang yang paling jahat kau bilang kau akan melupakan jaejoong dank au bilang kau akan mencintaiku..tapi sekarang kau bilang kau mau kembali pada nya..jung yunho kau memang jahat!”changmin berkata berlari kekamar nya dan mengunci pintu kamar nya.

“changmin-ah..jangan seperti ini aku mohon…”yunho berkata mengetuk pintu kamar changmin namun tak ada respon dari lelaki itu.

~ 1 bulan kemudian ~

Jaejoong membereskan pakaian nya kedalam koper hitam nya,dia menyeletingkan koper itu dan menariknya turun kelantai dia sekali lagi membenarkan kacamata hitam dan topi nya dia memastikan kalau tak ada orang yang akan mengenalinya.

Jaejoong melirik kearah foto yang ada di meja kecil di pinggir ranjang nya,foto itu adalah foto yunho dan dirinya pada saat mereka masih berpacaran.jaejoong sendiri tidak mengerti mengapa dia masih menyimpan foto itu.

Jaejoong mengaktifkan handphone nya dan kaget melihat sebuah pesan dari nomor yunho,sudah lama sekali nama kontak itu tidak pernah terlihat lagi di layar handphone nya saat jaejoong hendak membuka pesan itu tiba-tiba sjaa yunho memanggil nya,jaejoong sedikit nervous namun pada akhirnya dia mengangkat telepon itu juga.

“jaejoongie..”

Suara maskulin itu terdengar lagi di telinga jaejoong,jaejoong hanya diam tenggorokan nya terlalu sakit menahan tangisan nya.

“jaejoongie,dimanapun kau berada jangan pergi…aku sudah tahu kalau kau dan hyunjoong akan pergi ke jepang.”yunho berkata walaupun dia tidak mendapat respon.

“jebal..jaejoongie,aku..aku masih mencintaimu.”yunho berkata nafas nya terdengar berat mungkin lelaki itu sudah berlari.

“mwo?”itulah kata yang pertamakali bisa jaejoong katakan.

“jaejoongie..kau mengangkat nya.”yunho terdengar senang.

“yunho-yah sepertinya kita harus berhenti saling menghubungi,lupakan aku.”jaejoong berkata dan menutup telepon nya dan menarik koper nya keluar dari apartemen nya.

Hyunjoong sudah menunggu dibawah dia membukakan pintu mobil untuk jaejoong dan dia sendiri membawa koper jaejoong dan emmasukan nya kedalam bagasi mobil.

“sudah siap untuk pergi kejepang?”Tanya hyunjoong dan jaejoong mengangguk.

“aku tidak sabar ingin pergi kesana.”

Mobil hyunjoongpun melaju dengan cepat nya menuju bandara,jaejoong hanya menunduk dia masih bisa melihat yunho menelepon nya namun jaejoong segera menolak panggilan itu dan mematikan handphone nya.

Hyunjoong yang melihat kekasih nya mematikan handphone nya tentu sja tidak curiga,karena mereka akan naik pesawat tentu saja mereka harus mematikan handphone  mereka.

~~~

Banyak sekali orang yang berlalu-lalang di Bandar,ada beberapa fans jaejoong juga yang dtaang hanya untuk memotret dirinya dan hyunjoong padahal mereka sanagt cuek sekali mereka bahkan tidak melirik kearah para fans yang berteriak histeris memanggil nama mereka.

Salah seorang security yang melihat itu mengusir kumpulan fans itu dan merekapun mengalah,meninggalkan bandara dengan wajah sedih dan marah mereka sedangkan jaejoong dan hyunjoong masuk kedalam bandara.

Hyunjoong dan jaejoong menunggu pesawat mereka untuk lepas landas di bandara,mereka sudah menunggu sekitar 10 menit,jaejoong sanga tidak sabaran dia mengetuk-ngetuka kakinya kelantai sambil manyun.

“tunggu sbeentar lagi jaejoongie.”hyunjoong berkata mengelus kepala jaejoong penuh kasih sayang.

Jaejoong hanya tersenyum,bukanya dia tidak sabar menunggu pesawat namun dia resah apakah yunho akan datang dan menyusulnya?ataukah yunho hanya akan melepaskan nya begitu saja?dia sendiri berpikir.

Mata jaejoong melirik kearah gerbang utama bandara dan dia kaget saat dia melihat yunho berlari kearah nya,jaejoong sekarang bingung harus bagaimana dia bisa melihat ekspressi hyunjoong yang berubah saat dia melihat yunho datang.

Jaejoong berdiri menatap yunho yang sekarang sudah ada di hadapan nya,berkeringat dan kelelahan karena berlari bahkan dia masih menggunakan costum nya.

“jaejoongie..”panggil yunho susah payah.

“yunho-ah,apa yanga kau lakukan disini?pulanglah..bukankah kau seharusnya bersama changmin?”Tanya jaejoong.

“jaejoongie..aku mohon jangan pergi.”yunho berkat amelangkah kedepan kearah jaejoong namun hyunjoong menarik jaejoong seperti seorang pangeran yang melindungi putrinya.

“mau apa kau kesini?jaejoong akan pergi bersamaku kejepang.”hyunjoong berkata.

“tidak,dia akan tinggal disini bersamaku.”yunho membantah.

“brengsek!kenapa kau begitu yakin?jaejoong sudah kau sakiti tak mungkin dia ingin bersamamu.”hyunjoong berkata.

“dia masih mencintaiku.”yunho mengungkapkan dan sekarang tatapan jaejoong menuju kearah yunho.

“iyakan jaejoongie,kau masih mencintaiku?”Tanya yunho dia puas sekali melihat ekspressi resah yang ada di wajah jaejoong.

“jaejoongie,apa itu benar?”Tanya hyunjoong.

Jaejoong hanya diam tidak menjawab,namun dia masih bersembunyi di balik punggung hyunjoong.

“jawab aku jaejoong,apakah kau masih mencintaiku?aku mendengar semua yang kau katakan pada changmin.”yunho berkata dan jaejoong masih memilih untuk diam.

“jaejoongie apa itu benar?”hyunjoong berkata.

Jaejoong panik dia hanya dia melirik kearah yunho dan hyunjoong dia mengigit bibirnya berpikir untuk memilih antara hyunjoong atau yunho.

“tidak hyunjoong-ah,semuanya bohong..dia berbohong.”jaejoong berkata.

Hati yunho hancur saat dia mendengar apa yang dikatakan jaejoong,dia tidak percaya dengan semua ini.

“jaejoong aku yakin sekali,kau mengatakan kalau kau mencintaiku di café saat kau bertengkar dengan changmin.”yunho berkata.

“pengumuman bagi penumpang pesawat dengan nomor Rt456-xxx-xxx tujuan Tokyo,jepang di harapakan bersiap-siap karena pesawat anda sudah mendarat.”

Suara pengumuman itu mencuri perhatian ketiganya,hyunjongg menarik jaejoong sedang yunho berusaha untuk menarik tangan jaejoong namun hyunjoong mendorong nya menjauh.

“jaejoong ikut bersamaku,dia tidka bahagia bersamamu.”hyunjoong berkata dan jaejoongpun mengikuti langkah hyunjoong tanpa meliri kebelakang.

Yunho menangis dia ingin menjerit,menjerit agar jaejoong melirik kearah nya sekali,agar dia sadar betapa besar cinta nya untuk jaejoong namun lelaki itu malah terus berjalan menjauh dari dirinya mengikuti hyunjoong.

“jaejoong-ah..wae?aku mencintaimu.”yunho berkata dia berlutut menangis meratapi kepergian jaejoong yang begitu menyayat hati,dia sudah disakiti oleh lelaki itu 2 kali namun dia tetap tidak bis amelupkan wajah cantik itu..wajah jaejoong yang sudah terpantri di dalam hatinya.

Didalam pesawat jaejoong hanya diam,dia masih emngingat wajah yunho yang begitu menyedihkan dia ingat setiap bulir airmata yang yunho keluarkan karena nya.dia membenci dirinya sendiri yang sudah menyakiti yunho untuk yang kedua kalinya.

Jaejoong duduk di kursi dengan tidak tenang,dia tidak bis amenghilangkan rasa sakit di dadanya dia merasa menderita sekali.

~ 5 bulan kemudian ~

“kau dimana?”jaejoong bertanya.

“aku baru sampai.”jawab lelaki yang ada di seberang telepon.

“aku merindukanmu.”

Jaejoong menahan airmatanya,dia menatap kearah danau kecil yanga ada di hadapan nya,sekarang ada musim gugur jaejoong bis amelihat daun-daun mulai menguning dan sebagain sudah berubah menajdi orange.

“aku tahu.”

Jaejoong bisa mendengar suara lelaki yang ada di telepon itu menjawab.

“kenapa kau begitu jauh?”

Angin berhembus kencang menyentuh wajah putih jaejoong,namun ada sebuah aroma yang mengingatkan nya pada seseorang,aroma mint yang segar dia tidak akan pernha lupa pada harum ini

“maafkan aku.”

Jaejoong menutup matanya namuan dia masih memegang handphone nya.

“aku bisa merasakan kehadiranmu disini,padahal kau sangat jauh sekali…aku rasa aku mulai gila.”jaejoong tersenyum.

“kau tidak gila,lihatlah dibelakangmu.”suara di telepon itu memerintah dan jaejoongpun berbalik kebelakang.

“yunho-ah!”jaejoong berseru dan memeluk yunho dengan erat.

“maaf aku baru bisa mengunjungimu sekarang.”yunho berkata dan jaejoong mengangguk.

“bagaimana hyunjoong-ah?”tanay yunho saat mereka berjalan di taman itu sambil bergandengan tangan.

“hyunjoong?dia baik-baik saja.”jaejoong menjawab datar.

“kalau changmin?”Tanya jaejoong.

“dia juga baik-baik saja.”yunho menjawab.

Jaejoong tersenyum begitupun yunho,mereka menatap kearah danau kecil di depan mereka yang tenang jaejoong menyandarkan kepalanya di dada bidang yunho sedangkan yunho meemluk bahu jaejong nya.

“sepertinya usaha kita untuk melupakan satu samalain sia-sia.”jaejoong berkata.

“ya,oleh karena itu jangan tinggalkan aku lagi jaejoong.”yunho mengingatkan dan mencibit hidung jaejoong.

“iya,iya aku mengerti yunho.”jaejoong berkata dan merekapun berciuman.

We run through the darkness

We cry,scream and dying

But I never can..

Never can to

replace you

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s