Posted in FanFiction NC 17+

This Love [Alternative ending/Sunggyu ending]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com

@seven941 [twitter]

@ http://www.facebook.com/cherrish.sweet [Facebook]

NO SILENT READER PLEASE..

Special Guest:

Lee Minho         as         Seon Junghwa

Ailee                    as        Lee Ye jin

Naeun Apink    as          Kim Mary

Cast :

Reader  (you)              as         Lee Sunri

Lee howon                   as         Kim howon/hoya

Kim sunggyu               as         Kim sunggyu

Kim myungsoo            as         Kim Myungsoo/ L

Nam woohyun             as         Nam woohyun

Jang dongwoo   as       Kim dongwoo

Lee sungyeol               as         Kim sungyeol

Lee sunjong                 as         Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens and NC 17 +

Sunri menghela nafas nya berat dan menyimpan surat itu namun baru juga dia hendak pergi dia mendengar suara pintu ruangan nya terbuka dan tertutup taklama kemudian saat dia menoleh kearah pintu dia menemukan sosok howon berdiri di hadapan nya.

“howon oppa?apa yang kau lakukan disini?”tanya sunri kaget.

Howon tidak menjawab dia malah berjalan kearah sunri dan segera menarik tubuh wanita itu dan mencium bibirnya dengan lembut.

“tidak penting,aku kesini untuk membawamu kabur.”howon berkata.

Sunggyu yang sudah siap,merapikan sekali lagi jas nya dia terlihat gagah dan tampan dalam balutan jasnya.dia masih sedikit khawatir dengan keamanan disini dia masih ingat telepon ancaman yang kemarin-kemarin dia terima dia benar-benar merasa di hantui oleh suara lelaki di telepon itu.

Sunggyu membuka laci meja cermin nya,dan mengambil sebuah pistol silver yang ada di laci meja itu dari tadi pagi dia diam-diam sudah membawa pistol itu untuk berjaga-jaga dia ingin melindungi dirinya sendiri dan sunri calon istrinya.

Setelah selesai menyembunyikan pistol nya sunggyu keluar dari ruangan nya,namun entah kenapa tiba-tiba dia ingin sekali bertemu dengan sunri diapun menyeringai nakal dan pergi menuju ruangan sunri dia ingin melihat calon istrinya sebelum wanita itu benar-benar resmi menjadi pendamping hidupnya selamanya.

Sunggyu hendak membuka pintu ruangan sunri namun tiba-tiba dia bisa mendengar sunri bercakap-cakap dengan seseorang,sunggyu belum yakin siapa yang sunri ajak bicara namun dia tahu kalau orang yang berbicara dengan sunri adalah lelaki.

“kau gila,aku tidak bisa melakukan ini.”sunri berkata mendorong tubuh lelaki yang sedang berbicara dengan nya.

Sunggyu yang penasaran membuka pintu ruangan sunri sedikit dan matanya melebar saat dia melihat sosok adiknya howon sedang berbicara dengan sunri.

“kenapa tidak?lalu kenapa kau meninggalkan surat ini untuk hyung?”tanya howon dia menunjukan surat sudah sunri letakan di meja cermin nya.

“aku punya alasan pribadi,aku tidak ingin menjelaskan nya.”sunri menjawab sambil membuang muka.

Howon menarik tangan sunri dan memaksa sunri untuk menghadap kearah nya dan menatap matanya,sunri mencoba menghindari kontak mata dengan howon karena dia takut kalau dia akan terggelam dalam tatapan mata indah howon.

“katakan padaku apa yang terjadi sunri-yah?kau tak bisa menyembunyikan nya.”howon dengan lembut nya bertanya,suara itu benar-benar membuat hati wanita manapun yang mendengar nya meleleh.

“aku bilang aku tak mau.”sunri menolak.

“katakan,aku akan mendengarkan nya aku akan membantumu sunri-yah aku sangat mencintaimu aku mohon katakan ada apa?”howon mencoba membujuk.

Sunri masih tidak menjawab dia diam membantu sambil melirik kearah lain,dia tidak berani menatap wajah tampan howon.howon menyandarkan dahinya ke kepala sunri dan menari dagu wanita itu dia menciumi pipi sebeleh kanan sunri dnegan mesra.

“katakan padaku chagi,ada apa?”howon membisikan kata-kata manis itu ke telinga sunri.

Sunggyu yang melihat perlakuan howon ingin sekali memukul wajah adiknya itu,namun dia penasaran dia memutuskan untuk diam sambil memegang gagang pintu dengan erat menahan emosinya yang semakin lama semakin naik.

“oppa…aku hamil.”sunri berkata menghadap kearah howon.

“hamil?”howon kelihatan kaget.

“ya.”sunri mengangguk.

“apakah sunggyu hyung?”tanya howon.

“bukan.”sunri mengelengkan kepalanya menunduk.

“ini anak kau.”sunri berkata.

Dari sana jantung sunggyu rasanya berhenti sejenak,waktu seakan membeku dia tidak percaya dengan apa yang sunri katakan.bagaimana bisa sunri hamil dengan anak howon?merekakan sudah lama tidak melakukan kontak itulah yang sunggyu ketahui dia benar-benar kecewa sunri sudah berbohong kepadanya selama ini.

Hatinya terasa di cabik-cabik dan tanpa sadar airmata turun membasahi pipinya dia menggengam gagang pintu lebih erat menahan tangisan nya.

“anak ku?”howon tersenyum lebar.

“iya,aku yakin sekali karena aku sudah lama tidak berhubungan dengan sunggyu oppa hanya kaulah yang terakhir dan saatku hitung waktunya ternyata pas.”sunri menjawab.

“sunri,ayo kita pergi..mari kita membangun rumah tangga kita.”howon membujuk.

“tidak!aku tidak akan pergi.”sunri mendorong tubuh howon menjauh dari nya,airmata mulai membasahi pipi nya.

“aku..aku tidak bisa pergi,sunggyu oppa sudah mengorbankan banyak hal untuk ku,aku terlalu malu aku bahkan tidak berani menatap nya,aku kotor sekali..aku tidak pantas emnjadi istri sunggyu oppa oleh karena itu aku akan pergi menjauh darinya.”sunri memeluk tubuh nya sendiri.

Howon menghela nafas dia memeluk sunri namun sunri menolak pelukan howon,dia kelihatan nya benar-benar sudah menutup hatinya untuk lelaki itu.

“hentikan!kau..kau sudah cukup membuatku menderita,aku tidak ingin ini biarkan aku dan anak ku bahagia!”sunri membentak.

“huh?anak mu?dia anak ku juga sunri!”bentak howon.

“tidak,dia anak ku karena aku yang menggandung nya.”sunri berkata.

“aku mohon,jika kau ingin aku bahagia pergilah ke australia dan lupakan tentang kita.”sunri menangis walaupun berat untuk melepaskan howon namun dia tahu ini yang terbaik bagi mereka.

“apakah kau tega meninggalkanku seperti ini sunri?kau tahu betapa besar cintaku untuk mu.”howon marah dia menarik tangan sunri.

“tidak!oppa,aku harus menebus kesalahan ku..aku..aku tidak layak untuk mu ataupun sunggyu oppa.”sunri bersih keras.

“jika kau pergi kau akan pergi kemana?kau akan menjadi gelandangan di jalanan?seperti ibumu dan kau waktu dulu?”howon berkata dan sunri segera melayangkan sebuah tamparan keras di pipi howon.

“kurang ajar kau!beraninya kau mengatakan itu kepadaku,ya..aku memang gelandangan tapi setidak nya aku tidak pernah merepotkan orang lain,aku selalu berusaha untuk menghidupi diriku sendiri dan ibuku.”sunri berkata dia terdengar sangat marah.

“sunri-yah..maafkan aku,aku tidak bermaksud untuk seperti itu..aku..aku…”

“HENTIKAN!pergi dari hadapanku.”sunri berkata.

“sunri-yah dengarkan dulu aku.”howon meminta.

“PERGI!”sunri membentak.

Howon menghela nafas nya,diapun menuruti keinginan sunri sedangkan sunri menangis histeris dia tidak peduli lagi dengan make up nya yang mulai luntur dia menutup wajah nya dengan kedua tangan nya.

Howon yang mengerti segera berbalik meninggalkan sunri dengan airmata yang deras juga,howon berlari mencoba kabur dari perasaan sakit hati nya dia kalah,dia tidak bisa mendapatkan kembali hati sunri dia malah menyakiti wanita itu lagi.

Sunggyu yang bersembunyi di balik tembok mendengar howon keluar,dia berjalan menuju ruangan sunri melihat sunri masih menangis.sunggyu berjongkok di hadapan sunri dan melepaskan kedua tangan sunri dari wajah nya dengan pelan.

“kenapa kau menangis sunri-yah?”tanya sunggyu lembut,senyuman nya dia pamerkan pada calon istrinya itu.

“oppa!”sunri berkata memeluk sunggyu dan menangis.

“shuutt…semuanya akan baik-baik saja,kau harus ke altar ayahmu sudah menunggu.”sunggyu berkata.

“tapi oppa,make up ku..”sunri berkata.

“aku akan menunggu,sekarang cepat bereskan make up mu.”sunggyu berkata dan sunripun dengan cepat nya merapikan make up nya.

Setelah selesai merapikan make up nya sunggyu menarik tangan sunri menuntun nya menuju altar dimana ayah sunri sudah menunggu.

“aigoo kenapa kalian lama sekali?”jongwoo berkata.

“maaf abeonim,sepertinya sunri nervous tadi dia menangis dan dia harus membenarkan lagi make up nya.”sunggyu berkata dan jongwoo mengangguk penuh pengertian.

“jinja?tenang saja sunri-yah,appa ada disini.”jongwoo mengelus kepala sunri.

“aish appa!aku bukan anak kecil.”sunri berkata dan mengandeng lengan jongwoo.

Sunggyu tersenyum kearah sunri dan pergi kealtar menunggu kedatangan pengantin wnaita nya yang cantik itu,dia menunggu dengan penuh kesabaran dan akhirnya sunggyu bisa mendengar suara musik piano melantun mengantarkan setiap langkah sunri dan jongwoo.

Sunggyu tersenyum melihat sunri yang memegang buket bunga tulip nya dengan nervous bahkan sunggyu bisa melihat tangan sunri gemetaran sedikit.

Sunggyu segera menyodorkan tangan nya pada sunri saat sunri sampai di depan nya dan membatu sunri naik ke altar,jongwoo menepuk bahu sunggyu memberi isyarat bahwa dia sudah menyerahkan putri satu-satu nya pada sunggyu.

Mata woohyun sudah berkaca-kaca melihat adik perempuan nya menikah,padahal dia sendiri belum menikah dengan yejin walaupun yejin sudah mengandung anak nya mereka mendahulukan dulu pernikahan sunri karena desakan sunggyu.

Sang pastor terus memberikan ceramah tapi sepertinya sunggyu lebih suka memperhatikan calon istrinya,sunggyu meraih tangan sunri mencoba menenangkan wanita muda itu dan sunri hanya bisa tersenyum.

Setelah selesai memberikan ceramah sang pastor menyuruh sunri dan sunggyu mengucapkan sumpah dan akhirnya mereka bertungkar cincin.

“dengan kekuasaan yang di berikan padaku,aku umukan kalian resmi menjadi suami dan istri sunggyu-shi silahkan,kau bisa mencium pengantin wanita.”

Sunggyu membuka bridalveil sunri dan mengecup bibir wanita itu dengan lembut dan taklama kemudian mereka bisa mendengar semua tamu bersorak dan bertepuk tangan sunri hanya tersenyum begitu juga dengan sunggyu yang memeluk sunri.

Setelah resmi menikah mereka berdua pergi menuju gedung yang sudah di booking oleh sunggyu khusus untuk merayakan pernikahan nya itu,suasana di dalam gedung itu ramai sekali saat pesta dimulai.

Sunggyu memperkenalkan sunri kepada semua kenalan nya dan sepertinya sunri dengan mudah nya akrab dengan mereka,melihat orang-orang yang berdansa dengan mesranya mengikuti alunan musik klasik yang slow.

“apakah kau mau berdansa?”tanya sunggyu dan sunripun mengangguk menyambut uluran tangan sunggyu.

Merekapun bergabung dengan beberapa pasangan yang berdansa,sunggyu tersenyum dan mendekatkan dahinya ke dahi sunri.sunri mengistirahatkan kepalanya di bahu sunggyu dan merekapun berdansa menikmati alunan musik klasik yang lembut.

“sunri-yah..”sunggyu memanggil dan sunripun menatap kearah sunggyu.

“iya oppa?”tanya sunri.

“terimakasih,terimakasih sudah tetap disini bersamaku dan tidak pergi bersama howon.”

Mendengar perkataan itu sunri terdiam dan dia menunduk,dia benar-benar merasa bersalah dia ingin sekali menangis namun dia menahan nya.

“sunri-yah,sebaiknya kita lupakan masa lalu ok?kita mulai semuanya dari awal.”sunggyu tersenyum dan mencium bibir sunri.

“oppa,maafkan aku seharusnya aku tidak berselingkuh dengan how..”sebelum sunri melanjutkan perkataan nya sunggyu meletakan jari telunjuk nya di bibir sunri.

“sudah tak usah di bahas lagi,aku sudah tahu semuanya..kau tak usah kahawatir kita sampaikan berita bahagia tentang kehamilanmu nanti setelah pesta selesai.”sunggyu berkata dan sunri mengangguk.

“oppa kau telalu baik untuk ku,aku tak pantas bersamamu.”sunri berkata matanya sudah berkaca-kaca.

“hahaha konyol sekali,aku berutung memilikimu sunri kaulah satu-satunya cahaya dalam hidupku.”sunggyu memeluk sunri.

“apa kau sudah mendapatkan nama untuk bayi kita?”sunggyu bertanya.

Sunri bahagia sekali,sunggyu benar-benar menganggap jabang bayi yang ada dalam kandungan nya itu sebgaai anak nya sendiri.

“entahlah,kau ingin menamakan nya siapa?”tanya sunri.

“hm..kalau laki-laki aku ingin menamakan dia jaehwa.”sunggyu berkata.

“nama yang bagus.”sunri berkata.

“tapi bagaimana kalau dia perempuan?”tanya sunggyu.

“aku punya nama yang bagus untuk nya.”sunri tersenyum.

“apa?”sunggyu penasaran.

“haewon.”sunri memberitahu dan sunggyu mengangguk setuju.

“aku setuju,itu nama yang bagus.”sunggyu memuji.

Mereka berduapun melanjutkan berdansa,sunri kelihatan lega sekali dan dia menikmati pesta pernikahan nya itu tanpa rasa gusar sedikitpun setidak nya dia lupa pada howon untuk sesaat dan menikmati kebahagiaan yang di suguhkan oleh tuhan kepadanya sekarang.

~~~~

“eomma!”panggil jaehwa,anak lelaki itu baru berumur 8 tahun dia tidak bisa diam dan berlari-lari sedangkan sunggyu kelihatan nya kewalahan mengejar anak lelaki yang energetik itu.

Pada awal nya mereka akan bermain layangan,namun entah kenapa jaehwa tidak bisa diam dan sunggyu mencoba menangkap anak kecil itu.

Jaehwa lahir dengan sehat,setiap hari dia tumbuh menjadi anak lelaki yang lincah dan energetik walaupun terkadang dia terlihat serius dan dingin sifat nya benar-benar mirip dengan howon.

Jaehwa pemberani,dia selalu melawan teman sekelasnya yang mencoba menjahilinya diapun selalu terpilih menjadi ketua group di dalam group belajar nya walaupun semua orang tidak tahu kalau jaehwa bukanlah anak sunggyu namun banyak orang yang bilang kalau wajah jaehwa memang mirip dengan sunggyu.

Sunggyu begitu sabar dia selalu meluangkan waktu nya untuk anak lelaki nya itu,yah sunggyu tidak pernah sekalipun menganggap kalau jaehwa anak orang lain dia selalu memeluk dan memperlakukan jaehwa seperti anak nya sendiri.

“eomma,aku juga ingin main dengan oppa.”rengek haewon yang sedang duduk bersama sunri di bangku taman.

“baiklah,sana hati-hati jangan sampai jatuh.”sunri berkata merapikan rambut panjang anak perempuannya itu dan haewon kecilpun berlari menuju sunggyu yang berada tidak jauh dari bangku dimana dia duduk.

Sunggyu senang sekali saat haewon lahir,karena haewon memang darah daging nya yang asli namun sunggyu tidak pernah membedakan sedikitpun kasih sayang untuk kedua anak nya itu dia selalu membagi rata perhatian nya.

“appa!aku ikut.”haewon berkata bergabung dengan kakak laki-laki nya dan sunggyu.

Sunri bisa melihat sunggyu menggendong haewon dan merekapun melanjutkan memainkan layangan mereka dengan asyik nya.sunri mengecek makanan yang dia bawa untuk acara piknik kecil-kecilan keluarga nya,sunri menghela nafas lega melihat makanan yang dia bawa tidak ada yang tumpah diapun kembali memperhatikan anak-anak dan suami nya yang sedang asyik bermain.

“lama tidak bertemu.”

Mendengar suara itu sunri menoleh,dia kaget sekali melihat sosok howon yang sudah duduk di samping nya dia kelihatan memakai jas rapih dan potongan rambut nyapun berubah dia kelihatan lebih dewasa dan manly.

“oppa..”sunri berkata,airmata mulai mengumpul di pelupuk matanya nya,sunri tidak tahu betapa dia merindukan sosok howon.

“kau sepertinya bahagia dengan sunggyu hyung.”howon berkata melirik kearah sunri.

Wajah tampan itu,wajah yang selalu sunri puja kini dia melihat nya lagi wajah lelaki itu benar-benar mengingatkannya pada putra nya jaehwa yang sekarang sedang bermain bersama sunggyu suaminya.

“oppa,sedang apa kau disini?”tanya sunri.

“aku mengantarkan istri dan anak ku.”jawab howon.

Hati sunri hancur saat dia mendengar kata istri dan anak,itu berarti howon benar-benar melupakan sunri lelaki sunri tersenyum pahit dia berpikir setidaknya howon bahagia dengan kehidupan barunya sama seperti dirinya.

“benarkah?mana istri dan anak mu?”tanya sunri.

“mereka sedang menghadiri acara lomba melukis di gedung kesenian.”jawab howon.

“oh..jadi anakmu pandai melukis?”tanya sunri.

“huh?iya,dia memiliki bakat ibunya.”jawab howon singkat.

Untuk beberapa saat hanya hening diantara mereka,mereka berdua tidak pernah secanggung ini terhadap satu samalain.sudah beberapa tahun sunri tidak bertemu dengan howon dan howonpun sepertinya tidak berusaha untuk menghubungi nya tentu saja sekarang mereka canggung dengan satu sama lain.

“hm..bagaimana keadaan anak kita?”tiba-tiba saja howon bertanya memecahkan hening antara mereka.

“dia baik-baik saja.”sunri menjawab.

“apa dia laki-laki atau perempuan?”tanya howon kembali.

“laki-laki,namanya jaehwa.”

“jaehwa?nama yang indah.”howon memuji dia tersenyum kearah sunri memamerkan gigi nya yang rapih.

“sunggyu oppa yang memberikan nama itu.”sunri berkata.

“sunggyu hyung?”howon kelihatan kaget.

“iya,dia bahkan mendaftarkan jaehwa sebagai anak nya dia menyayangi jaehwa dengan tulus dan membantuku mendidik nya menjadi anak yang baik.”sunri menjelaskan dia menatap kearah sunggyu yang kelihatan nya masih asyik mengasuh kedua anak nya.

“aku mengerti,maaf aku tidak ada di saat kau membutuhkanku.”howon menunduk.

“tidak apa-apa oppa,aku senang kau bisa mendapatkan kehidupan normal seperti ku.dan kelihatan nya kau cukup bahagia dengan keluargamu yang sekarang.”sunri menepuk bahu howon.

Howon menghela nafas,sunri tidak tahu setiap detik dan menit selama bertahun-tahun ini wajah sunrilah yang selalu ada di pikiran nya.bahkan wanita itu terlihat masih cantik padahal dia sudah meninggalkan sunri beberapa tahun lamanya dia sendiri tidak bisa mengingatnya.

Tangan howon mearih tangan sunri yang ada di bahunya dan menarik tangan wanita itu lalu mencium nya,dia mengelus tangan sunri itu dan dia masih bisa melihat ekspressi malu-malu terpancar dari wajah sunri percis saat wanita itu masih muda dulu.

“kau masih cantik..seperti dulu.”howon berkata.

“kau juga masih tampan oppa.”sunri memuji kembali.

Untuk beberapa saat howon memandangi wajah sunri,ini bagaikan mimpi bagi howon dia bisa menyentuh lagi wajah sunri merasakan kehadiran wanita itu di sekitar nya lagi betapa senang nya dia.

“oh iya,tunggu sebentar.”howon berkata mengodok saku jas nya dan mengeluarkan sebuah kalung yang berbandul naga.

“berikan ini pada jaehwa,katakan padanya pamannya merindukan dia.”howon berkata dan menyimpan kalung itu di telapak tangan sunri.

“baiklah oppa,aku akan memberikan nya padanya nanti.”sunri tersenyum mencoba menahan airmatanya.

“hm..aku meridukanmu juga sunri.”howon berkata.

Mendengar kata-kata itu keluar dari mulut howon sunri menangis,airmata nya sekarang tumpah membasahi pipinya ternyata howon tidak pernah melupakan sunri selama ini dia hanya menghindari wanita itu karena dia takut untuk jatuh cinta lagi pada sunri.

“aku juga..”sunri berkata dan howon memeluk sunri.

“maafkan aku,aku tidak bisa membahagiakanmu seperti sunggyu hyung.”howon berkata dan sekarang giliran airmata howon yang jatuh.

“gwenchana oppa,yang penting kau bahagia sekarang.”sunri berkata dan merekapun melepaskan pelukan nya.

Howon menyeka airmata sunri dan sunri menyeka airmata howon,mereka mengobati luka satu sama lain yah itulah yang selalu mereka lakukan.mencintai bukan artinya memiliki yang jelas jika kau mencintai seseorang kau pasti ingin melihat orang itu bahagia bagaimana pun caranya dan bagi howon melepaskan sunrilah satu-satu nya cara agar gadis pujaan nya itu bahagia.

“aku harus pergi,anak ku pasti sudah selesai berlomba.”howon berkata sambil melirik jam tangan nya.

“baiklah,pergilah temui anak mu.”sunri berkata.

“aku pergi dulu,sampaikan salamku pada jaehwa.”howon bangkit dari duduk nya begitupun sunri.

Howon berjalan menuju gedung kesenian yang terletak tidak jauh dari taman sedangkan sunri hanya bisa memandangi punggung gagah howon yang akhirnya menghilang di dalam kerubunan orang-orang yang berlalu lalang di kota seoul.

“eomma!”sunri di kagetkan oleh sebuah pelukan erat di pinggang nya.

“jaehwa..kau mengagetkan eomma.”sunri berkata berjongkok dan mengelus kepala anak lelaki nya itu.

“eomma,appa bilang dia lapar.”jaehwa mengadu.

“hahaha baiklah,ayo kita temui appamu.”sunri mengambil keranjang piknik nya dan berjalan menuju tempat dimana suaminya itu berada.

“yeobo,aku membeli dulu ice cream bersama haewon kau dan jaehwa tunggu saja disini.”sunggyu berkata masih menggendong haewon yang kelihatan nya marah karena dia ingin ice cream.

“iya tapi jangan banyak-banyak beli ice cream nya,nanti gigi kalian bolong.”sunri berkata dan sunggyu mengangguk mengerti.

Setelah selesai menggelarkan alas untuk tempat duduk mereka di hamparan rumput,kebetulan hari ini hari minggu dan sunri bisa melihat beberapa keluarga lain yang juga mengadakan piknik sunri mengodok saku baju nya dan teringat dengan kalung yang howon berikan pada dirinya.

“jaehwan..”panggil sunri.

“ne eomma.”jaehwan menjawab.

“kesini,duduk disini.”sunri menepuk tempat kosong di samping nya.

“ada apa eomma?”tanya jaehwan.

Sunri tersenyum dan memasangkan kalung naga yang howon berikan di leher anak lelaki itu dan anak lelaki itu kelihatan kebingungan,setahu dia anak lelaki tidak boleh memakai kalung.

“eomma,bukankah anak lelaki itu tidak boleh pakai kalung?”tanya jaehwan.

“tidak apa-apa sayang,kalaung ini sangat berharga dan special kau sebaiknya menjaga kalung ini dengan baik ok?”

“ne eomma,arraseo aku akan menjaga kalung ini.”jaehwa berkata.

“kemari,eomma sangat menyayangimu.”sunri berkata dan memeluk jaehwan dan mencium pucuk kepala anak nya.

Taklama kemudian sunggyu dan haewon datang membawa ice cream mereka,haewon kelihatan senang dan merekapun akhirnya memutuskan untuk memakan bekal makan siang mereka disana piknik hari ini lebih menyenangkan bagi mereka.

Selesai berpiknik sunggyu membantu sunri untuk membereskan keranjang piknik mereka sedangkan haewon dan jaehwa asyik bermain bersama anak-anak dari keluarga lain nya yang sedang piknik disana.

Merasa khawatir sunri menyusul jaehwa sedangkan sunggyu dan haewon yang sudah mengikuti ayah nya pergi ke mobil mereka yang di parkirkan tidak jauh dari taman dimana mereka piknik.

“jaehwa!jaehwa!”sunri memanggil dan akhirnya jaehwa datang dan memeluk sunri.

“ayo kita pulang.”sunri berkata.

Namun saat sunri membalikan badan nya dan menuntun jaehwa dia bisa melihat sosok howon sedang bejalan dengan mesra bersama seorang wanita eropa,sunri bisa tahu karena rambut wanita itu pirang dan mata wanita itu berwarna biru.

Di tengah howon dan wanita itu seorang anak lelaki berjalan dia kelihatan nya senang sekali,anak lelaki itu menggengam sebuah piala itu artinya dia memenangkan kontes nya yang tadi howon bicarakan.

Tanpa sengaja mata howon beretemu dengan mata sunri,tak disangka howon menghampiri sunri dan jaehwa.

“hi kita bertemu lagi.”sapa howon.

“ya, aku mau pulang apakah oppa mau pulang juga?”tanya sunri.

“iya,kami harus kebandara.”jawab howon.

“omo..apakah ini anak tampan yang bernama kim jaehwa itu?”tanya howon mengalihkan pandangan nya pada anak lelaki nya.

Betapa menyakitkan ini,dia bahkan harus berpura-pura tidak mengenal anak lelaki nya sendiri padahal dia ingin sekali mengobrol dan berbagi berbagai hal dengan anak nya itu.

“perkenalkan aku kim howon,aku paman mu.”howon berkata mengulurkan tangan nya pada jaehwa,hatinya sakit sekali padahal dia ingin sekali mengatakan yang sejujurnya namun dia tidak bisa walaupun dia melakukan nya anak nya itu tidak akan mempercayai nya.

“jaehwa,ucapkan salam pada paman howon.”sunri berkata.

“ah ne,annyeoung haseyo kim jaehwa imnida.”jaehwa menunduk kearah howon dengan hormat .

“annyeoung,kau sudah kelas berapa sekarang?”tanya howon mengelus kepala jaehwa.

“aku masih sudah kelas 2 SD om.”jawab junghwa.

“oh masih SD yah,sama seperti Nick dia juga masih SD.”howon berkata dia melirik kearah anak lelaki nya yang berdiri di belakang nya memegang tangan ibunya.

“Nick come here,I want you to meet someone.”
“Nick kesini,papa ingin kau bertemu dengan seseorang.”

Howon memanggil anak nya dan Nick pun menurut dia berlari kearah howon dan howon memperkenalkan Jaehwa pada Nick.

“this is jaehwa,he’s your cousin.”
“ini jaehwa,dia sepupumu.”

howon menjelaskan dan nick mengangguk mengerti,Nick mengulurkan tangan nya pada jaehwa namun jaehwa kelihatan sedikit enggan mungkin karena dia melihat fisik Nick yang lebih terlihat seperti orang asing di bandingkan orang korea apalagi Nick memiliki rambut pirang dan mata biru seperti ibunya.

“eomma aku takut.”jaehwa berkata namun sunri tersenyum.

“tidak apa-apa sayang,jabat saja tangan nya dia Nick dia adalah sepupumu.”sunri menjelaskan.

Walaupun kelihatan ragu,jaehwa menjabat tangan nick dan tersenyum kearah nya,nick yang melihat senyum jaehwa ikut tersenyum.

“nice to meet you.” Nick berkata.

“ni..ce to.. meet you too.”jaehwa mencoba membalas perkataan nick walaupun terbata-bata.

“wah jaehwa kau pintar berbahasa inggris,kau mau paman ajarkan?”tanya howon.

“ne paman,aku ingin belajar bahasa inggris.”jaehwa menjawab dengan antusias.

“baiklah,aku akan ke korea lebih sering tapi kami harus pergi dulu ke bandara sudah waktunya pesawat kami mendarat.”howon berkata dan mengelus kepala jaehwa dengan lembut,senyum anak nya itu benar-benar mengingat kanya pada masa kecil nya.

“honey,it’s time..hurry up.”

Istri howon berkata dia tersenyum kearah sunri dan istri howon itu segera menunduk hormat kearah sunri dan sunri membalasnya.

“ah hyeong nim,apa kabar?”tanya wanita bule itu,dia tidak menyangka istri howon sangat fasih dalam bahasa korea.

“ah ne,aku baik-baik saja bagaimana dengan mu?”tanya sunri.

“aku baik-baik saja.”wanita itu menjawab.

“oh iya noonanim,perkenalkan ini caroline smith dia istriku sekarang.”howon berkata.

“nice to meet you caroline,I can speak english too actually.”sunri memamerkan skill bahasa inggris nya.

“oh that’s great,im afraid I said something wrong in korean because im not really fluent.”caroline berkata.

“it’s okay,shouldn’t you guys should go?”sunri bertanya.

“oh yes,lets go honey.”caroline mengajak nick dan howon,howon mengangguk menuruti ajakan istrinya itu.

“sampai bertemu lagi noonanim.”howon berkata sambil mengedipkan matanya kearah sunri tanpa sepengetahun nick dan caroline yang sudah berjalan.

Howon pun pergi begitupun sunri dia menuntun jaehwa menuju mobil sunggyu namun entah kenapa dia ingin sekali menoleh kebelakang,diapun menoleh kebelakang dan menemukan howon masih menatapi nya dan tersenyum padanya dengan manis nya.

“sampai jumpa lagi cintaku..”sunri berkata dan pergi.

“yeobeo kau lama sekali..”sunggyu mengeluh ternyata suaminya itu menjemput nya.

“maaf tadi kami bertemu dengan bule.”sunri berkata jaehwa hendak menjelaskan semuanya namun sunri meletakan jari telunjuk nya di bibirnya menyuruh jaehwa merahasiakan kejadian tadi.

“wah benarkah?apa yang dia tanyakan padamu jaehwa?”tanya sunggyu.

“mereka hanya menanyakan arah.”jaehwa menjawab dan sunri tersenyum.

“oh begitu yah,baiklah sebaik nya kita masuk ke mobil sudah sore.”sunggyu berkata.

Sunri,sunggyu dan jaehwapun masuk kedalam mobil tak menunggu lama mobil sunggyu melesat meninggalkan taman menuju rumah mewah mereka di pusat kota seoul.

~ The End ~

DON’T FORGET THE COMMENT❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

23 thoughts on “This Love [Alternative ending/Sunggyu ending]

  1. ending yg ini lebih keren, kekeluargaannya terasa banget,aku sampai terharu membacanya,keluarga kecil yg sangat bahagia…
    tapi yg ini agak pendek ya dibanding cerita yg satunya.

  2. Agak bingung soalnya bcanya loncat2…
    Tapi over all aku suka critanya..
    Aku lebih suka endingnya ama howon tau kenapa kayanya lebih klop deh..

  3. wuahhhhhhh … bener – bener keren. Waktu baca ending yang pertama sampe nangis gara2 Sunri meninggal kasihan banget Howon sama Sunggyu. Pas baca ending ini jadi ikutan senyum-senyum sendiri. Keren banget !!

  4. Maaf thor… Tapi mnurutq bgusan ending yg lgi satu…. Kasian sunggyu oppaq dsini sampe end di sunri tetep g bsa lupain hoyaaaa n sunggyuuq diboongi lgi…. Mendinglah dari awal sunggyu g ktemu sunri… Sma marry ajaaaa

  5. Syukurlah. Q pikir endingnya cuma ma Howon ja. Padahal q lebih suka ma Sungkyu. Chingu bagi pasword yg this love dirty version semua dong jeballl…..

      1. udah aku krim🙂 silahkan di cek, oh kalau soal Tots aku gak tahu chingu soalny aku lagi sibuk sekarang mungkin klw ada waktu🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s