Posted in FanFiction NC 17+

This love [Episode 12]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

NO SILENT READER PLEASE..

Special Guest:

Lee Minho                   as         Seon Junghwa

Naeun Apink               as         Kim Mary

Ailee                           as         Lee Ye jin

Lee Min sook              as          Kim min sook

Cast :

Reader  (you)              as         Lee Sunri

Lee howon                  as         Kim howon/hoya

Kim sunggyu               as         Kim sunggyu

Kim myungsoo            as         Kim Myungsoo/ L

Nam woohyun             as         Nam woohyun

Jang dongwoo             as       Kim dongwoo

Lee sungyeol               as         Kim sungyeol

Lee sunjong                as         Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

 

Sunggyu mendongak melihat jadwal penerbangan sudah hampir semalaman dia menunggu pesawat ibunya mendarat di bandara incheon,dia tidak bosan menunggu karena dia snaagt merindukan ibunya itu dia ingat terakgir dia bertemu

dengan ibunya itu adalah saat natal beberapa tahun yang lalu.

Matanya terus melirik kearah terminal kedatangan luar negeri,walaupun sudah mengantuk dia menahan nya dia kaget saat merasakan seseorang melingkarkan jaket hangat kepundak nya.

“kau akan kedinginan tuan.”hankyung berkata tersenyum.

“hm..terimakasih hankyung.”sunggyu berkata tersenyum tipis pada pelayan nya itu.

Mulai mengantuk sunggyu menutup matanya sesaat sampai akhirnya hankyung mengguncangkan tubuh nya membuat sunggyu terbangun.

“ada apa?”sunggyu bertanya.

“pesawat nyonya sudah mendarat di incheon tuan.”hankyung berkata membuat kedua lelaki itu berdiri sampai akhirnya dia melihat beberapa orang kelaur dari terminal kedatangan luar negeri menarik koper mereka masing-masing.

Sunggyu mencari sosok ibunya diantara kerumunan itu sampai akhirnya dia menemukan min sook yang memakai pakaian serba hitam dan rambut nya di sanggul keatas dia memakai sepatu hak tinggi dan menarik koper hitam berukuran sedang.

“eomma!”sunggyu memanggil membuat min sook menoleh kearah sunggyu.

“sunggyu..”min sook menatap lurus kearah anak tertuanya itu.

Sunggyu kelihatan tampan,dia memakai kemeja coklat dan celana jeans wajah sunggyu sudah berubah dia kelihatan lebih dewasa dari terakhir dia melihat nya dia tidak percaya anak nya sekarang sudah sebesar ini.

“eomma..biarkan aku yang membawa kopermu.”sunggyu berkata menarik koper hitam min sook ke sisinya.

Min sook membiarkan anak tertua nya itu mengambil koper nya sekilas dia melirik kearah hankyung yang tersenyum kearah nya dan membungkuk dengan hormat.

“kau sudah besar hankyung.”min sook sempat berkata dia pun melanjutkan langkah nya bersama sunggyu menuju mobil mereka.

Sepanjang perjalanan sunggyu tidak berhenti melirik kearah min sook dia tidak percaya kalau sekarang mama nya sudah ada di korea dan duduk di samping nya,wajah ibunya itu tidak berubah sedikitpun dari terakhir dia bertemu dengan nya masih cantik anggun dan elegan.

Min sook sedang sibuk mengirimkan email pada sekertaris nya kathleen di amerika yang sekarang menggantikan nya mengatu semua urusan yang harus dia urus baru pertamakali ini dia mengorbankan pekerjaan demi keluarga nya dan di amerasa bersalah.

Min sook memijat kening nya,dia merasa kepala nya sakit menyesali setiap tindakan nya di masa lalu seharusnya dia menghabiskan waktu lebih bersama anak-anak nya bukan sibuk mengurus perusahaan nya dan sekarang dampak nya muncul myungsoo berubah menjadi pemberontak dan menjadi ancaman terbesar bagi nama baik keluarga kim.

“eomma..”panggil sunggyu.

“iya sunggyu?” min sook merespon dia melirik sunggyu.

“eomma maafkan aku,aku tidak bisa menjadi kakak yang baik..seharusnya aku mendidik myungsoo dengan baik.”sunggyu berkata dia terdengar sangat menyesal.

Min sook begitu terharu walaupun sunggyu tumbuh tanpa didikan nya tapi dia tumbuh dengan baik menjadi lelaki yang penuh tanggung jawab dan mandiri min sook membelai kepala sunggyu dengan lembut dan menarik kepalanya sunggyu menarik sunggyu kedalam pelukan nya.

“sayang maafkan eomma.”min sook berkata.

“aku tahu kau pasti sangat ketakutan dan resah maafkan eomma sunggyu.”min sook berkata dan sunggyu mengangguk memeluk erat mamanya.

Sudah lama sekali sunggyu tidak merasakan kehangatan ini,min sook biasanya sangat dingin dan menjaga jarak dengan sunggyu tidak pernah dia menunjukan kasih sayang nya di hadapan orang lain.

“ini bukan salah mu.”min sook berkata dan mencium ujung kepala sunggyu.

“momy shouldn’t leave you in the first place.” min sook melanjutkan.
“mama seharusnya tidak meninggalkan mu dari dulu.”

“eomma,apa eomma kecewa padaku?”sunggyu bertanya dengan resah.

“tidak sayang,mama bangga padamu kau berhasil mendidik adik-adik mu dengan baik.”min sook berkata.

“eomma,apa abeoji sudah tahu?”sunggyu kembali bertanya.

Mata min sook melebar,benar dia lupa membicarakan masalah ini pada suami nya sunggyu merasa aneh saat min sook tiba-tiba berhenti mengelus kepalanya.

“your father doesn’t have to know about this.” Min sook menjawab melanjutkan membelai anak itu sunggyu hanya bisa menurut dia tidak bisa membantah.

“yang penting sekarang kita temukan myungsoo.”min sook berkata menerawang kearah jendela mobil nya.

“bagaimanapun cara nya myungsoo harus di beri pelajaran.”

Mendengar perkataan min sook sunggyu khawatir sekali dengan keadaan myungsoo sunggyu tahu myungsoo slaah namun bagaimana juga dia adalah adik semata wayang nya tentu saja sunggyu menyayangi nya.

[flashback]

Min sook memasukan beberapa setel baju nya kedalam koper,dia sudah bersiap-siap untuk kembali pergi ke amerika sunggyu anak tertuanya membantu nya untuk berkemas walaupun min sook menolak tetapi sunggyu tetap bersih keras anak sulung nya itu memang keras kepala.

“eomma,kapan kau akan kembali ke korea?”tanya sunggyu memasukan aksesoris min sook kedalam koper hitam besar.

“entahlah sunggyu,banyak sekali yang harus eomma selesaikan di sana.”min sook menjawab berbalik kearah sunggyu yang duduk di ranjang king size min sook.

“eomma,tapi aku dan adik-adik masih merindukanmu.”sunggyu berkata kelihatan sedih.

“tenang saja sunggyu,kau masih bisa menghubungi eomma.”min sook memeluk anak sulung nya itu.

“eomma,apa eomma yakin akan meninggalkan myungsoo?diakan masih sangat kecil.”sunggyu berkata.

“myungsoo sudah besar,aku tidak ingin dia manja.”min sook membalas dan menutup koper nya.

“ayo antar eomma ke pintu depan.”min sook berkata menarik koper nya dan di bantu oleh sunggyu dan hankyung yang sudah menunggu di ambang pintu.

“eomma!”tiba-tiba saja min sook bisa mendengar suara anak bungsu nya myungsoo berteriak.

Min sook melirik kearah anak bungsunya yang ternyata terbangun dari tidur nya rambut hitam nya masih acak-acakan dan dia mengosok matanya yang gatal.

“eomma mau kemana?”tanya myungsoo kecil.

“myungsoo kau sudah bangun,kemari sayang.”min sook membuka lengan nya membuat myungsoo berlari kearah nya dan memeluk ibunya.

“myungsoo jadi anak yang baik ya?”min sook berkata sambil melepaskan pelukan myungsoo dia mencium kening anak bungsunya itu yang kelihatan sedih.

“eomma kenapa harus pergi?”tanya myungsoo,min sook bisa melihat airmata mulai mengumpul di sudut mata anak lelaki nya itu.

“sayang..eomma harus bekerja,jika eomma tidak bekerja eomma tidak akan bisa emmbiayai sekolah mu dan tidak bisa membelikan mainan untuk mu.”min sook membelai rambut hitam myungsoo.

“tapi eomma,eomma kapan pulang?sebentar lagikan natal..teman-temanku bilang mereka akan merayakan nya dengan orang tua mereka.”myungsoo mengeluh.

Min sook tersenyum tipis dia hanya diam menatap myungsoo mencari waktu yang tepat untuk pulang lagi ke korea min sook menghela napas.

“baiklah eomma janji pulang saat natal.”min sook berkat tersenyum lebar.

“jinja??apakah abeoji juga akan datang?”tanya myungsoo kegirangan.

“eomma akan bujuk abeoji,kau tunggu saja disini dan jadi anak yang baik ok?”min sook berkata memencet hidung myungsoo.

“hehehe gomawo eomma,ne aku janji akan jadi anak baik..iya kan hyung?”myungsoo melirik kearah sunggyu yang berdiri di samping min sook.

“iya myungsoo.”sunggyu menjawab.

“kalau begitu antar eomma berpamitan duu dengan kakak-kakak mu yuk..”ajak min sook dan myungsoo dengan senang hati nya mengangguk.

Min sook bisa melihat howon,dongwoo dan sungyeol menunggu nya di pintu depan ketiga anak lelaki nya itu masih memakai seragam sekolah mereka karena mereka baru saja pulang dari sekolah.

Min sook tersenyum dongwoo yang berdiri tidak jauh dari min sook segera memeluk min sook.

“eomma cepat kembali.”dongwoo berkata dengan senyum lebar di bibir nya namun min sook tahu dongwoo yang paling sedih diantara saudaranya.

“ne dongwoo jaga adik-adikmu baik-baik ya?”min sook berkata mengacak-ngacak rambut dongwoo.

“ne,arraesso eomma.”dongwoo mengangguk.

Setelah berpelukan dengan dongwoo,sungyeol segera menyusul memeluk erat min sook namun sungyeol menangis dia memang paling sensitive diantara saudara-saudaranya yang terlihat tegar menahan airmata mereka.

“eomma..hiks..hiks..cepat pulang yah..”sungyeol berkata masih terisak menangis dan memeluk min sook erat.

“shut..sungyeol kau sudah besar,masih saja menangis.”min sook berkata menyeka airmata sungyeol dari matanya dengan lembut dia mengecup dahi sungyeol dan mengusap bahu sungyeol beberapa kali.

“tenang saja,eomma pasti pulang.”min sook menenangkan sungyeol yang masih menangis tersedu-sedu.

Setelah berpamitan pada sungyeol di paling ujung berdiri howon namun sepertinya howon sama sekali tidak bersedih berbeda dengan saudara nya yang lain dia kelihatan sangat tegar howon bisa dibilang yang paling kuat diantara saudara-saudaranya dia hanya tersenyum dan membungkuk hormat kearah min sook.

“eomma hati-hati di perjalanan.”howon berkata dia sepertinya tidak berbiat untuk memeluk min sook membuat min sook sedikit sedih.

“iya,kau harus jadi anak baik selama aku tidak ada arraso?”min sook berkata dan howon mengangguk.

“aku pergi dulu.”min sook berkata menepuk bahu howon dan masuk ke mobil jaguar hitam nya.

Min sook juga sedih harus meninggalkan ke 5 anak lelaki nya namun bagaimana lagi dia ingin membuka cabang di amerika melebarkan sayap perusahaan kim yang sudah di garap dengan susah payah oleh ayah mertuanya dan ayah kandung nya dia ingin semua orang di dunia ini tahu perusahaan kim.

“sampai jumpa anak-anak,eomma sayang kalian.”min sook berkata melambaikan tangan nya dari jendela mobil mewah itu.

Sunggyu dan adik-adik nya melambaikan tangan nya juga saat mobil jaguar itu mulai meninggalkan halaman rumah mereka yang luas sekali dan keluar dari gerbang,hati min sook teriris saat dia melihat dari kaca myungsoo anak bungsu nya menangis dan sunggyu menggendong nya membujuk adik bungsu nya itu untuk berhenti menangis rasanya dia ingin sekali berlari turun dan memeluk anak bungsu nya itu namun dia harus tegar.

[end of flashback]

Howon menatap lurus kearah lukisan yang terpajang di ruang musik rumah Kim lukisan itu adalah lukisan seorang wanita cantik yang anggun siapa lagi kalau bukan Kim min sook ibu semata wayang nya.

“it’s been awhile mom.”
“ini sudah lama sekali ma.”

howon berkata dia bahkan sudah lupa lagi wajah ibunya apalagi mengingat suara nya tak bertemu selama ber tahun-tahun membuat howon perlahan melupakan wanita yang melahirkan nya itu.

Howon menyentuh piano klasik hitam nya yang ada di ruangan itu,disana ada perapian dan beberapa sofa yang bertemakan klasik eropa dengan ukiran indah nya ruangan itu berdominasikan warna coklat lukisan ayah nya dan ibunya yang sanagt jarang mereka temui terpajang di ruangan itu.

Terimakasih pada ayah nya yang sangat mencintai seni apalagi musik klasik ruangan ini tercipta walaupun ruangan ini kecil,namun ruangan ini memiliki banyak kenangan howon ingat sekali kalau ayah nya selalu memainkan piano di ruang ini walaupun itu sudah sangat lama sekali howon masih bisa mengingat nya.

Howon masih mengingat lantunan musik yang selalu dia dengarkan dari ruangan ini yaitu ‘moonlight sonata ciptaan beethoven’ lagu itu begitu sedih namun juga indah howon tak bisa berhenti mendengarkan nya walaupun ji sub dan howon anak dan ayah  namun dia tidak berani menyapa ayah nya sendiri,menyedihkan bukan? Kim ji sub ayah nya yang sangat jago main piano adalah lelaki yang tangguh dan tegas.

Dia kelihatan dingin namun sebenarnya dia adalah ayah yang baik ji sub adalah tipe ayah yang berwibawa dan bijaksana walaupun terkadang dia tempramental,sunggyu kelihatan dekat dengan ji sub howon sering mendapati kakak tertuanya dan ayah nya mengobrol bersama.

Menyentuh piano itu mengingatkan nya pada masa lalu,kenapa masa lalu selalu terlihat lebih membahagiakan dari pada sekarang,howon mengehla napas dan tersenyum saat dia melihat ambang pintu.

[flashback]

Sore itu howon baru pulang sekolah lagi-lagi dia bisa mendengar musik melantun dari ruang musik,dia mengintip di balik ambang pintu dan dia mendapati ayah nya sedang asik memainkan piano nya dia kelihatan sangat senang.

Howon sering sekali mengintip ayah nya yang suka bermain piano dia tidak pernah berani menganggu ayah nya dia hanya bisa memandang dari jauh.

“howon berapa lama kau akan berdiri di sana?”suara maskulin terdengar menggema di ruangan itu membuat howon sadar dari lamunan nya.

“ah..abeoji maaf,jika aku menganggu.”howon berkata hendak pergi.

“tidak apa-apa,aku sering melihat mu mengintip dari balik pintu.” Ji sub berbalik mendapati howon kecil menunduk malu.

“tak usah malu,anak ku kesini.”ji sub berkata memberi isyarat pada howon agar mendekatinya.

Howon kecil pun segera berlari menuju arah ayah nya yang duduk di kursi piano,ji sub tersenyum melihat tingkah lucu anak nya itu dia mengelus kepala howon dengan lembut ini pertamakali nya dia melihat howon dari dekat.

Melihat howon mengingatkan nya pada dirinya sendiri saat masih kecil,howon bisa di bilang duplikat nya sifat mereka hampir sama yang membedakan mereka berdua hanyalah kelembutan hati yang di miliki howon dan senyum cerah di bibir anak kecil itu.

“omo..kau memang mirip sepertiku.”ji sub tertawa begitupun howon.

“apa kau suka piano?”tanya ji sub.

“ne abeoji,neomu joahaeyo..”howon berkata dengan senyum lebar.

“kalau begitu mau ku ajarkan?”ji sub menawarkan tentu saja howon kecil mengangguk dengan semangat nya.

[end of flashback]

Howon sadar dari lamunan nya saat dia mendengar suara mesin mobil mendekati halaman rumah kim dia segera berlari keluar dari ruang musik dan pergi menuju pintu utama ternyata dia sudah mendapati mobil sedan hitam sunggyu terparkir di depan rumah.

Seorang wanita keluar dari mobil itu di suusl oleh hankyung dan sunggyu,tubuh howon membeku saat dia melihat sosok wanita itu ternyata wnita itu adalah ibunya yang sudah di tunggu-tunggu.

“ah howon,kau belum tidur.”suara feminim itu itu terdengar lagi di telinga nya setelah hilang bertahun-tahun.

Howon merasa bermimpi dia mencubit dirinya sendiri tapi dia bis ameraskan sakit itu dia hanya diam menatap lurus kearah min sook membuat min sook tersenyum dia memeluk anak nya itu dengan hangat.

“eomma pulang howon.”min sook berkata melepaskan pelukan nya dan meletakan kedua tangan nya di pipi howon.

“kau sudah besar,kenapa kau menatapku seperti itu?apa aku kelihatan seperti hantu?”min sook berkata.

Howon akhirnya mengedipkan matanya dan tersenyum.

“anieyo eomma,ayo masuk sudah malam.”howon berkata mengantar ibunya masuk kedalam rumah mewah mereka.

Min sook masuk dan terkejut saat dia melihat seorang gadis tertidur di sofa,gadis itu terlihat sudah tertidur lelap karena dia tidka terbangun saat min sook melangkah masuk.

“siapa gadis itu?”tanya min sook.

“ah itu..itu pacar sunggyu hyung eomma.”howon menjawab.

“pacar nya?kenapa malam-malam dia masih disini?” tanya min sook curiga.

“oh eomma,sunri menginap disini besok dia akan pulang.”sunggyu berkata sedikit panik namun untung nya dia jago berakting membuat min sook mempercayai kata-katanya.

“benarkah?sebaik nya kau membawa nya kekamar nya diakan tamu,nanti temui aku di ruang kerja ku.”min sook berkata berjalan kearah ruang kerja nya yang terletak tidak jauh dari ruang musik.

“eomma,aku akan menemanimu.”howon berkata dan min sook pun mengangguk.

Sunggyu mengangkat tubuh sunri membawanya ke kamar mereka berdua sunggyu tersenyum saat sunri mengigau dan memanggil namanya,dia segera membaringkan tubuh sunri di ranjang dan menyelimuti nya dia mencium kening sunri dan mengelus pipi yeoja chingu nya itu dengan lembuat membuat sunri terbangun.

“hm..oppa?kau sudah pulang.”sunri berkata tersenyum walaupun ngantuk.

“iya,aku baru sampai sebaik nya kau tidur..besok kau akan pergi ke jeju lagikan?”sunggyu berkata dan menunduk untuk mengecup bibir sunri.

“ne,oppa..aku akan merindukan mu.”sunri berkta mengecup lagi bibir sunggyu lebih lama dan menarik leher nya.

Namun sunggyu malah melepaskan ciuman nya dan tersenyum sunri merasa di tolak dia agak kecewa namun dia tidak menunjukan expressi nya itu.

“maaf aku harus pergi dulu tidurlah nanti aku menyusul,”sunggyu berkata meninggalkan sunri.

Sunri menghela napas dan menyentuh bibir nya,dia bingung kenapa sunggyu tiba-tiba saja berubah dan tadi adalah ciuman yang paling hambar yang pernah dia rasakan berbeda dengan ciuman sunggyu yang lain.

“ada apa dengan mu oppa?”tanya sunri pada desir angin malam yang masuk kekamar nya.

Min sook agak sedikit kaget ruang keja nya masih sama percis seperti yang dia ihat terakhir kali dia ke korea,dia masih bisa menemukan dokumen-dokumen jaman dahulu bahkan foto suami nya dan kelima anak nya masih ada bertenger di meja kerja nya.

“eomma,apa kau haus mau kubawakan teh atau kopi?” howon menawarkan namun min sook mengelengkan kepala nya dan duduk di kursi hijau tua yang terletak di dekat jendela.

Min sook masih ingat dulu di selalu mengawasi myungsoo dari ruangan ini,dia tersenyum pahit myungsoo sekarang menghilang entah kemana anak bungsunya yang sangat di sayangi menghilang sangat ironis sekali dia saat dia merindukan myungsoo,myungsoo malah pergi dan saat myungsoo ada min sook malah menyia-nyiakan nya.

“howon kemarilah.”min sook berkata dan howon pun berjalan mendekat kearah ibunya,howon merasa tidak sopa jadi dia membungkuk dan mengistirahatkan kepalanya di pangkuan ibunya.

“kau harus menemukan myungsoo.”min sook berkata membelai rambut coklat howon.

“aku akan menemukan nya eomma.”howon berkata memejamkan matanya menikmati kehangatan tangan ibunya yang sudah lama dia tidak jumpai.

“aku kecewa sekali,apakah kau tahu dimana dokter junghwa tinggal?”tanya min sook dan howom mengelengkan kepalanya.

“apa dongwoo tahu?”min sook kembali bertanya mengingat myungsoo dan dongwoo snagat dekat,aneh sekali min sook masih mengingat hal sekecil itu.

“aku tidak tahu eomma,akan aku tanyakan besok.”howon berkata.

Min sook mengangkat kepala howon dari pangkuan nya dam netap nya lurus.

“berjanji pada eomma untuk menemukan myungsoo.”min sook berkata tatapan tajam itu bagaikan hipnotis bagi howon dan howon hanya mengangguk menuruti kemauan  min sook.

“baik eomma kau tenang saja.”howon menjawab.

Min sook memeluk erat howon dan mengelus kepalanya.

“berjanji padaku jangan berubah seperti myungsoo.”min sook berkata.

“iya eomma tenang saja.”howon memeluk kembali min sook.

“semuanya akan baik-baik saja.”howon berkata.

[Jalan tol menuju gwangju 03:00 malam]

“kau belum mengantuk?”junghwa bertanya melirik kearah myungsoo yang masih melamun.

“hm..ini bukan apa-apa aku punya insomnia.”myungsoo berkata tak merasa sedikitpun mengantuk.

“kau tak usah terlalu memirkirkan nya.”junghwa membelai kepala myungsoo dia kelihatan seperti anak kecil yang sedang putus asa.

“bagaimana aku tidak memikirkan nya junghwa?! Kakakku pasti akan mencariku sekarang.”myungsoo menjawab junghwa tidak pernah mendengar kekasih nya se putus asa ini.

“semuanya akan baik-baik saja,myungsoo kau mencintaiku kan?”junghwa bertanya menatap kearah myungsoo.

“iya,tentu saja.”myungsoo menjawab.

“kalau begitu semuanya akan baik-baik saja,tenaglah aku akan melindungimu.”junghwa berkata.

Taklama kemudia myungsoo tersenyum dan mendekat kerah junghwa mengecup pipi junghwa sekilas membuat lelaki itu tersenyum senang.

“kenapa pipi?”tanya junghwa pura-pura kecewa padahal dia senang sekali saat myungsoo mencium pipinya.

“aish! Kau serakah.”myungsoo berkata.

“aku ingin di sini.”junghwa memonyongkan bibir nya.

“yikes! Menjauh..kau menyebalkan.”myungsoo mendorong bibir junghwa dengan tangan nya sambil tertawa.

“ah wae?tidak ada yang melihat.”junghwa menggoda.

“tidak,apa kau gila?”myungsoo kembali melamun.

“arrasso,tapi kalau sudah sampai di rumah boleh ya?”junghwa berkata dan myungsoo memukul bahu nya.

“yah!dasar byuntae!”myungsoo berkata.

“aku memang byuntae dan kamu juga.”junghwa balik mengejek.

Myungsoo pun tertawa dia berharap kebahagiaan ini tidak akan pernah berakhir hingga akhir hidup nya,dia sadar betapa besar nya cinta nya untuk junghwa membayangkan hidup nya tanpa junghwa membuat nya sangat sedih apalagi bila itu benar terjadi.

“junghwa..”myungsoo memanggil membuat junghwa melirik kearah myungsoo.

“saranghae.”myungsoo berkata dan kembali melirik kearah jendelanya.

Junghwa tersenyum.

“aku tahu.”junghwa membalas dan tangan nya merayap kearah tangan myungsoo mengengam nya erat.

~~~

        Setelah beberapa jam di perjalanan akhirnya myungsoo sampai di desa gwangju,setelah berdiskusi di taman myngsoo dan junghwa memutuskan untuk kabur mereka pergi ke gwangju untuk memulai hidup baru,disana junghwa memiliki rumah peninggalan kakek dan nenek nya yang sudah meninggal beberapa tahun yang lalu.

“wah rumah ini cukup besar.”myungsoo berkata mendongak menata atap rumah yang masih bergaya jaman dahulu itu.

“iya dulu aku sering sekali berlibur kesini.”junghwa berkata membuka bagasi mobil nya mengeluarkan dua koper myungsoo dan milik nya sendiri.

“bisakah kau bantu aku?”junghwa berkata dan myungsoo membantu junghwa menarik dua koper nya.

“Ku beruntung sekali memiliki keluarga disini.”myungsoo menarik koper nya sampai akhir nya dia sampai di beranda rumah itu.

“yah,beruntung sekali.”junghwa membalas dan menghidupkan lampu beranda rumah itu lalu membuka pintu yang terkunci.

Akhirnya pintupun terbuka dan myungsoo segera masuk membuka sepatu nya sembarangan dan berlari menulusuri rumah yang bergaya tradisional itu,dia membuka setiap pintu geser yang membagi ruangan-ruangan di rumah itu.

Melihat tingkah myungsoo junghw ahanya bisa tersenyum dia membenarkan sepatu myungsoo dan membuka sepatu nya mengikuti myungsoo yang tiba-tiba berubah menjadi hyperaktif.

“apa yang kau cari?”tanya junghwa duduk,lelah setelah menyetir beberapa jam di perjalanan.

“aku hanya penasran aja,aku tidak pernah kerumah tradisional seperti ini.”myungsoo berkata matanya masih sibuk melirik kesegala arah dan tangan nya tidak hentinya menyentuh dinding rumah.

“waw..sangat unik.”myungsoo berdecak kagum dia kelihatan memang belum pernah melihat rumah tradisional,junghwa mengerti myungsoo di lahirkan di lingkukangan elit mana mungkin orang sepertinya tahu rumah kampungan seperti ini.

“apa kau tidak lelah?sebaik nya aku menyiapkan dulu kamar nya.”junghwa berkata dan membuka sebuah ruangan yang cukup luas di sudut rumah itu.

Junghwa menyalakan lampu nya dan membuka lemari yang ada di dalam ruangan itu ternyata kasur,bantal dan guling nya masih ada,junghwa masih ingat kalau dulu nenek nya lah yang selalu menyiap tempat tidur nya tapi sekarang nenek tersayang nya itu sudah tiada.

“junghwa..apa kau butuh bantuan?”myungsoo tiba-tiba saja muncul di hadapan nya membuat junghwa kaget.

“yah!aku kira kau hantu.”junghwa mengelus dadanya.

“aish!makanya jangan banyak nonton film horror kau jadi paranoid..sini aku bantu.”myungsoo menarik kasur yang cukup berat dari lemari itu dan mengatur nya.

Setelah itu junghwa mengeluarkan bantal an selimut,junghwa membuka jaket yang dia kenakan dan berbaring di kasur itu begitu myungsoo dia kelihatan lelah.

“fuih..lelah sekali.”myungsoo berkata.

“iya,tenang saja besok kita bisa bersantai.”junghwa memblas dan menutup matanya dia berpura-pura sudah tidur dan memeluk tubuh myungsoo.

“disini panas,jangan dekat-dekat!”myungsoo mencoba mendorong junghwa namun junghwa malah memeluk nya lebih erat.

“aish..junghwa!”myungsoo kesal dia mendorong junghwa namun percuma dia tahu junghwa tidak akan melepaskan pelukan nya dia pun akhirnya mengalah dan cemberut.

“begitu dong,kau sebaiknya diam saja.”junghwa berkata mencium pipi myungsoo dan tidur.

Myungsoo tidak bisa tidur dia terus saja merasa tidak tenang sepertinya sada sesuatu yang menganjal di hati nya,dia mengaktifkan handphone nya dan terkejut saat melihat 25 panggilan tidak terjawab dan 10 sms dari semua kakak nya dari mulai sungyeol sampai howon.

Myungsoo memandangi wallpaper handphone nya yang berupa foto mereka berlima saat myungsoo baru lulu SMA senyum lebar terpampang di wajah kakak – kakak nya mereka terlihat sungguh bahagia,myungsoo hanya bis tersenyum pahit tak terasa airmata menetes membasahi pipi nya.

Myungsoo membuka pesan kakak-kakak nya dan ternyata semua isi pesan nya sama yaitu menyuruh myungsoo pulang,namun pesan dari kakak nya sunggyu mencuri perhatian nya dia membuka pesan dari kakak sulung nya itu dan mata nya melebar saat dia mulai membaca pesan itu.

Cepat kau pulang,eomma datang dari amerika.

Pesan singkat itu membuat nya membatuh darah nya seakan membeku dan jantung nya berhenti berdetak untuk sesaat membaca pesan itu myungsoo segera bangkit dari tidur nya membuat junghwa ikut terbangun.

“hoam..ada apa myungsoo?”tanya junghwa mengosok matanya.

“eomma ku..”myungsoo berkata dia gemetaran,melihat myungsoo yang gemetaran junghwa khawatir dia memeluk bahu myungsoo.

“ada apa dengan eomma mu?”tanya junghwa.

“dia datang,dia kembali ke korea dari amerika.”myungsoo menjawab dia kelihatan nya sangat kaget.

“myungsoo,apa kau mau pulang?”tawar junghwa.

“tidak!kita..kita harus kabur,kemana saja yang penting tidak di korea.”myungsoo berkata.

“kenapa?eomma mu tidak akan tahu kau disini.”junghwa berkata.

“aniya,dia akan tahu..dia pasti akan menemukan kita.”myungsoo panik.

“tenang saja myungsoo,jika mereka menemukan kita,kita akan hadapi mereka kau tenang saja aku tidak akan membiarkan mereka memisahkan kita.”junghwa berkata menatap lurus kearah myungsoo.

“aku mencintaimu,aku tidak akan melepaskan mu apapun yang terjadi.”junghwa mendekatkan wajah nya ke wajah myungsoo membuat dahi mereka bersentuhan.

“aku sangat mencintaimu,kau tak usah khawatir aku akan melakukan apapun untuk mu.” Junghwa berkata.

“junghwa..aku tidak tahu harus bagaimana,aku takut.”myungsoo berkata airmata bercucuran membasahi pipi nya.

“semua nya akan baik-baik saja selama kita bersama,kau tenang saja ok?”junghwa mencoba tersenyum.

walaupun sebenar nya junghwa sama sedih nya dengan myungsoo dia sama takut nya dengan myungsoo tapi dia harus kuat,demi myungsoo dia harus kuat dia tidak boleh lemah seperti saat dia kehilangan yeon hee dia harus berjuang untuk cintanya.

“junghwa,jangan tinggalkan aku..aku takut.”myungsoo berkata dia memeluk junghwa erat.

“tenang saja aku akan selalu ada di samping mu.”junghwa berkata mmeluk myungsoo kembali.

Junghw melepaskan pelukan nya dan mencium bibir myungsoo dalam-dalam dia menggigit bibir bawah myungsoo membuat myungsoo membuka mulut nya,lidah junghwa sudah masuk menjelajahi mulut myungsoo dan mengajak lidah myungsoo untuk berperang saling berebut dominasi.

Junghwa mendorong tubuh myungsoo kekasur tangan nya masuk kedalam kaos myungsoo memelintir putting myungsoo sedangkan mulut nya masih sibuk menciumi myungsoo.

“myungsoo ingatlah malam ini selamanya.”junghwa berbisik dan myungsoo hanya bisa mengangguk memeluk tubuh junghwa erat.

[kediaman keluarga kim 05:00 pagi]

Sunri membuka matanya dia berguling kesamping menemukan sunggyu yang masih tertidur,namun aneh sekali sunri bisa menebak kalau sunggyu tidur tidak nyenyak sunri mengerutkan kening nya dia merasa sesuatu berubah dari sunggyu.

Sunri mengelus pipi sunggyu dia menatap dalam-dalam kearah wajah sunggyu,dia tidak merasakan nya lagi..sunri biasa selalu gugup setiap kali kulit nya dan kulit sunggyu bersentuhan namun sekarang yang bisa dia rasakan hanyalah hampa.

Sunri biasanya merasa senang jika dia bangun paling awal karena dia bisa memandangi wajah sunggyu yang tenang sat tertidur namun sekarang dia tidak bisa menemukan wajah itu,sunri bangkit dari posisi nya tapi tangan nya masih di pipi sunggyu.

“ada dengan mu oppa?kenapa kau berubah?”sunri bertanya dalam hati dia segera pergi kekamar mandi untuk mandi.

Setelah selesai mandi sunri mendapati sunggyu sudah bangun seperti biasa sunggyu duduk dulu di ranjang beberap menit sebelum dia benar-benar bangun dan pergi kekamar mandi,sunri tersneyum dan duduk di ranjang menyambut sunggyu dengan hangat.

“selamat pagi oppa.”sunri berkata mencium pipi sunggyu.

“pagi.”sunggyu menjawab singkat dia segera bangun dan pergi kekamar mandi.

DEG!

Hati sunri serasa di timpa oleh batu yang besar,sunggyu mulai dingin kepadanya dia benar-benar berubah,biasanya sunggyu menyapa dia dengan senyum ngantuk nya namun sekarang sneyum sunggyu hilang dia tidak tersenyum dan hanya menjawab engan satu kata di abenar-benar berubah.

Sunri hanya bisa memandangi pintu kamar mandi,sunri meremas seprei ranjang nya dia berpikir apakah mungkin ini semua karena sunri pindah ke jeju?apakah sunggyu marah padanya ataukah mungkin sunggyu sudah bosan padanya? Semua pertanyaan mengerikan itu sunri buang jauh-jauh dia tidak ingin berprasangka dulu.

Sunri keluar dari kamar sunggyu dan pergi menuju rung makan seperti biasa dia yang paling awal datang keruang makan,sunri segera duduk di tempat biasanya yang tepat di samping kursi sunggyu.

“selamat pagi nona.”hankyung menyapa sambil menyajikan sarapan pagi nya.

“selamat pagi hankyung.”sunri menyapa kembali.

Hankyung meras anada bicara sunri tidak seceria biasanya dia ragu namun akhirnya bertanya juga pada sunri.

“apa ada masalah hari ini nona?”tanya hankyung penasran.

“apa?tidak,semuanya baik-baik sja.”sunri berbohong dia tidak mau membuat hankyung khawatir.

“baiklah kalau begitu,nikmati sarapan anda nona.”hankyung pergi dan sunri melahap sarapan nya namun dia mendengar ketukan sepatu high heel yang cukup keras membuat nya bingung siapa juga pagi-pagi seperti ini sudah bertamu.

“oh kau bangun pagi sekali.”min sook kaget saat dia melihat sosok sunri yang sudah ada di ruang makan.

“hm..maaf anda siapa?”tanya sunri melirik min sook dari ujung kepala hingga ujung kaki.

“oh iya,kau tidur saat aku baru sampai.”min sook berkata menghampiri sunri membuat sunri berdiri dari duduk nya.

“perkenalkan aku,Kim min sook ibu sunggyu.”min sook memperkenalkan diri.

Mendengar itu sunri kaget sekali sampai-sampai dia tidak berkedip dia seger amembungkuk dnegan hormat kearah min sook.

“ah joesunghamnida imoni,silahkan duduk.”sunri berubah menjadi sangat formal.

Melihat perubahan drastis sunri min sook tersenyum dia menepuk bahu sunri akrab dan tersenyum.

“tak usah formal denganku,let’s just sit and eat.”min sook berkata.

Sunri mengangguk ternyata ibu sunggyu sangat cantik,bahkan kelihatan muda dia tidak terlihat seperti ibu dari 5 orang anak.

“jadi kau berasal dari mana?”tanya min sook sambil menunggu sarapan nya datang.

“oh aku asli seoul imoni.”sunri menjawab.

“tak usah memanggilku imoni,panggil saja aku eomma.”min sook berkata tersenyum dia memang kelihatan ramah sekali.

“apakah boleh?”sunri tersenyum merasa senang ternyata ibu sunggyu baik sekali padanya.

“iya,aku tidak suka di panggil seperti itu tidak enak di dengar.”min sook berkata.

“apa pekerjaan mu?”tanya min sook lagi.

Dan sunri sekarang berubah menjadi panik,dia bingung apa yang harus dia katakan pada min sook tidak mungkin dia mengatakan yang sejujur nya dia menggigit bibir nya cemas berpikir sesaat untuk mencari alasan.

“dia seorang model eomma.”suara sunggyu terdengar masuk keruang makan dan duduk di kursi nya.

“model?benarkah,aku rasa aku pernah melihat mu di beberapa majalah korea.” Min sook berkata dia percaya kalau sunri model karena dia memiliki tubuh tinggi dan wajah yang fotogenik dan juga selera fashion nya unik dilihat dari pakaian yang sunri pakai sekarang.

“iya,bahkan sungyeol ingin menyewa nya namun dia menolak.”sunggyu berkata dan mengedipkan matanya pada sunri.

Sunri tersenyum lega untung saja sunggyu datang menyelamat kan nya kalau tidak dia bisa celaka.

“baguslah kalau begitu,bagaimana dengan orang tua mu?”tanya min sook lagi.

Lagi-lagi sunri kebingungan namun sebaik nya untuk pertanyaan ini sunri menjawab dengan sejujur nya saja.

“aku sebatang kara eomma.”sunri menjawab mengingat ibunya meninggal,dia tidak ingin bergantung pada keluarga ayah nya.

“oh aku turut berduka cita,sunggyu kau harus menjaga sunri dengan baik.”min sook berkata dan sunggyu melingkarkan tangan nya di pundak sunri.

“tenang eomma,dia akan aman di tangan ku.”sunggyu dengan bangga menjawab dan sunri hanya memekul dada sunggyu pelan dan sunggyu berpura-pura kesakitan melihat tingkah lucu kedua sejoli itu membuat min sook sedikit senang.

“eomma!”tiba-tiba saja suara jeritan sungyeol bisa terdengar dia kelihatan senang sekali dan berlari kearah min sook.

“sungyeol anakku,kauekmana saja?”min sook berkat meemluk sungyeol dan mencium pipi anak nya itu.

“aku barus selesai kerja eomma,eomma kapan pulang?”tanya sungyeol tidak percaya melihat sosok ibunya yang sudah tidak dia temui beberapa tahun ini.

“kemarin malam,bagaimana studio foto mu berjalan dnegan baik?”tanya min sook.

“ne eomma banyak sekali yang mencari ku belakangan ini.”sungyeol menjawab.

“bagus kalau begitu,bekerjalah yang tekun.”min sok mengacak-ngacak rambut sungyeol dan sungyeol tersenyum sunri begitu bahagia melihat pemandangan itu karena pemandangan sekarang mengingatkan nya pada mendiang ibunya.

“oh iya,sunri foto mu dengan foto hyung sudah ku daftarkan.”sungyeol berkata.

“apa?oppa kau benar-benar memasukan foto kami ke kontes?”tanya sunri tidak percaya.

“iya dan banyak yang menyukai nya,aku yakin foto kalian pasti jadi juara.”sungyeol berkata penuh percaya diri.

“sebaik nya kau membagi sebagian uang nya jika foto kami menang.”sunggyu bercanda membuat sunri,min sook dan sungyeol tertawa.

“tenang saja hyung,kau dan sunri pasti kebagian.”sungyeol berkata.

“ada apa ini?kalian berisk sekali.”howon datang keruang makan dengan tampang kusut nya dia kelihatan sedang bad mood.

“oh tuan pemarah sudah datang..”sungyeol meledek dan segera pergi takut terkena tonjokan adik nya.

“hyung kau bukan anak SD lagi berhentilah menyindir.”howon berkata duduk di kursinya sambil memegang kepalanya dia kelihatan kurang sehat.

“apa kau tidak apa-apa howon-shi?”tanya sunri.

Mendengar panggilan itu min sook mengerutkan kening nya kebingungan sangat aneh sunri memanggil sunggyu dan sungyeol oppa tapi kenapa berbeda dengan howon.

“sunri apakah kau tidak akrab dnegan howon?”tanya min sook membuat sunri dan howon melirik kearah nya.

“tidak eomma,aku hanya lebih suka memanggil howon-shi seperti itu.”sunri berkata menunduk.

“howon kau ini memang aneh.”min sook melirik kearah anak nya itu dan howon hanya bisa mengangkat bahu nya tidak peduli.

“kau boleh memanggil ku apa saja,howon,oppa,hoya terserah..”howon berkata melahap sarapan yang sudah hankyung sajikan untuk nya.

“benarkah?aku boleh memanggil mu oppa?”sunri kelihatan senang.

Melihat reaksi sunri,sunggyu agak curiga ada sesuatu yang terjadi antara howon dan sunri mereka berdua kelihatan lebih akrab bukankah seharusnya sunggyu bahagia melihat sunri dan howon akhirnya akrab namun entah mengapa hati sunggyu menjadi was-was dia merasakan ketakutan yang tidak jelas dan sunggyu bingung sebenar nya apa yang dia rasakan?

“iya terserah.”howon menjawab dengan malas.

Setelah selsai arapan sunggyu berpamitan untuk pergi duluan karena dia harus memngurus beberapa pekerjaan lapangan bersama sekretarisnya,seperti biasa sunri mengantar nya.

“hati-hati di jalan.”sunri berkata membenarkan dasi sunggyu.

“iya,telepon aku jika kau butuh apa-apa,dan kapan kau akan kembali ke jeju?”sunggyu bertanya setelah mengecup kening sunri dan masuk kedalam mobil sedan nya.

“iya oppa,kau tenang saja aku mengambil penerbangan besok kok.”sunri membalas.

Melihat kemesraan sunggyu,howon sedikit cemburu namun dia sudah terbiasa dengan melihat gadis yang dia inginkan di sentuh oleh kakak nya sendiri sudah jadi pemandangan sehari-hari bagi nya dia menghela nafas dan pergi menuju mobil.

Melihat expressi howon min sook sudah tahu anak nya itu menyukai sunri,min sook melirik kearah sunri yang sekarang sudah membalikan badan nya hendak masuk kedalam rumah dia berpapasan dengan howon namun mereka tak bertegur sapa sedikit pun tidak seperti yang min sook duga.

“sunri kemarilah.”min sook memanggil dan sunri pun menurut dia mengikuti min sook yang mengajak nya ke halaman belakang.

Sunri duduk dengan nervous ini pertamakali nya mereka akan mengobrol serius dan berdua,dia harus benar-benar berhati-hati dan memilih kata yang tepat untuk menjawab pertanyaan min sook atau pun jika dia ingin mnegeluarkan pendapat.

“jadi sebenar nya apa yang terjadi antara kau dan howon?”tanya min sook bertanya menyilangkan tangan nya dia kelihatan serius.

“apa?aku dan howon oppa?oh tidak apa-apa kami hanya tidak akrab.”sunri berkata.

“hanya itu saja?apakah kalian memiliki sesuatu yang di sembunyikan?” min sook mencoba menggali informasi lagi dari sunri.

“tidak eomma,kami hanya teman saja.”sunri menjawab singkat.

Min sook menatap kearah sunri sejenak membuat sunri semakin panik namun dia berusaha untuk tenang.

“baiklah kalau begitu,bantu aku mencari myungsoo.”min sook akhirnya berkata.

“eh?”sunri kebingungan dia hanya bisa melongo.

“aku bilang bantu aku mencari myungsoo.”min sook berkata dan memberi isyarat pada sunri untuk mengikuti nya ke ruang kerja nya.

[Gwangju 09:00 pagi]

Hari pertama sendirian di rumah tradisional memang sedikit membosankan,junghwa tadi meminta ijin untuk pergi keluar membeli beberapa bahan masakan untuk sarapan mereka namun dia belum kembali juga membiarkan myungsoo kebosanan.

Myungsoo meniup poni nya kesal dan duduk di beranda rumah tradisional itu,entah sudah berapa banyak wanita yang melewat di hadapan nya dan berbisik walaupun mereka berbisik myungsoo bisa mendengar kata ‘tampan’ atau ‘seperti pangeran’ keluar dari mulut para wanita itu.

“kemana sih junghwa?! Di lama sekali.”myungsoo menggerutu dia melirik kearah handphone nya dia melihat waktu sudah pukul 09:00 berarti junghwa sudah pergi 1 setengah jam.

Myungsoo melanjutkan menunggu dia meletakan tangan nya di sikut nya dalam posisi jongkok dia menutup matanya merasakan angin bertiup agak kencang aroma rerumputan bisa di cium.

Gwangju berbeda sekali dengan seoul yang gersang dan panas,dia senang berada di sini namun ada satu kendala dia tidak tahu siapa-siapa disini dan lagi pula dia malas untuk keluar dan menyapa semua orang dia bukanlah orang yang gampang bersosialisasi.

Untuk membunuh waktu myungsoo meletakan tangan nya di atas tanah gembur di hadapan nya,dia menggerakan jari nya menulis sebuah tulisan di tanah itu.

‘junghwa.’

Itulah yang dia tulis lalu dia tersenyum dan menggambar hati di samping tulisan itu sambil tertawa lebar dia merasa jadi gadis kecil yang sedang kasmaran.

“hm..jadi kau memang mencntaiku eoh?”tanya junghw ayang secara ajaib tiba-tiba saja ad di samping nya.

Myungsoo segera menghapus tulisan itu kaget dia karena kepergok.

“aish kau lama sekali aku lapar.”myungsoo mengalihkan topik.

“maaf tadi aku bertemu dengan sulli.”junghwa berkata mendengar nama sulli di sebut myungsoo menjadi was-was.

“apa yang dia katakan?”tanya myungsoo.

“tidak apa-apa,sepertinya sebagian suster di rumah sakit ingin aku kembali.”junghwa berkata dan masuk kedalam rumah.

“apa maksud nya kembali?”tanya myungsoo.

Junghwa lupa,dia tidak mengatakan apapun soal ancaman direktur rumah sakit kepadanya myungsoo tidak tahu kalau junghwa kemungkinan akan di pecat dari pekerjaan nya.

“hm..bukan apa-apa,ayo kita masak.”junghwa mengalihkan pembicaraan dan myungsoo tidak suka itu.

“katkan padaku!”perintah myungsoo.

“katakan padaku yang sejujurnya.”lanjut myungsoo.

Junghwa menghela nafas dia seharusnya tidak berbicara sembarangan diapun menyimpan belanjaan nya di dapur sedangkan myungsoo mengikuti nya dari belakang menatap nya tajam dia tidak suka tatapan myungsoo.

“jangan menatapku seperti itu.”junghwa berkata.

“kenapa?kau tisak bisa berbohong jika aku menatapmu seperti ini?”tanya myungsoo melipatkan kedua tangan nya di dadanya kesal.

“myungsoo..aku mohon jangan seperti ini.”junghwa berkata dia menghampiri myungsoo dan menyimpan kedua tangan nya di bahu myungsoo.

“lalu katakan padaku yang sebenar nya.”myungsoo membalas.

“aku baik-baik saja,kau tak usah khawatir ok?sebaik nya kita nikmati liburan disini.”junghwa tersenyum membelai pipi myungsoo.

“kau selalu seperti ini,aku tahu kau lebih tua dariku dan jelas kau bis amenjaga dirimu sendiri tapi aku..aku kekasih mu.”myungsoo berkata pipi nya bersemu merah,kata kekasih sangat jarang sekali keluar dari bibir myungsoo membuat myungsoo sedikit agak kaku saat mengatakan kata itu.

“aku ingin tahu apa yang terjadi padamu,aku peduli padamu junghwa aku tahu aku tidak bisa membantu banyak tapi setidak nya aku tahu keadaan mu.”tutur myungsoo.

“aku hanya tidak ingin menmbah beban mu myungsoo,kau sudah meninggalkan keluargamu untuk ku dan menahan malu karena aku jadi aku hanya ingin membuat mu bahagia.” Junghwa berkata dalam nada bicara nya myungsoo tahu junghwa sangat sedih.

“tidak apa-apa,aku ingin kau membagi beban mu dengan ku…aku kuat junghwa itulah kenapa aku setuju saat kau mengajak ku pergi ke gwangju,karena aku yakin aku bahagia bersama mu.”myungsoo membalas menatap mata junghwa dalam-dalam.

“myungsoo maaf,seharusnya aku tidak egois.”junghwa berkata mencium tangan myungsoo,myungsoo merasa mendadak menjadi seorang putri perlakuan junghwa padanya memang selalu romantis.

“katakan,apa yang terjadi?”myungsoo memaksa.

“direktur rumah sakit ku mengancamku,dia bilang jika aku tidak putus dengan mu aku akan di keluarkan dari rumah sakit.”junghwa akhirnya berterus terang dia menunduk tak berani mentap wajah myungsoo.

“apakah kau mengatakan yang sebenar nya?”myungsoo kelihatan marah.

“aku tidak bis aberbohong myungsoo.”junghwa membalas.

“kenapa?apa kau gila?aku mengerti jika kau berbohong,bukankah karier mu segala nya?”myungsoo menatap junghwa tidak percaya dengan perlakuan junghwa.

“aku rela memberikan segala nya untuk mu,lalu kenapa tidak dengan pekerjaan ku?! Aku bisa mencari pekerjaan lain.”junghwa berkata penuh percaya diri.

“kau tidak mengerti junghwa,ini bukan soal itu..tapi bagaimana dengan imej mu bukankah kau dokter teladan?!”

“itu tidak penting,aku tidak bisa menjadi teladan tanpa mu.”timpal junghwa.

“lupakan soal ini,aku tidak ingin bertengkar dengan mu kita nikmati saja liburan ini.”junghwa menarik tangan myungsoo.

“tidak..aku tidak bisa seperti ini.”myungsoo melepaskan lengan nya dari genggaman junghwa.

“aku butuh waktu sendiri.”myungsoo berkata berlari keluar rumah.

Junghwa berniat untuk menyusul nya namun junghwa menghentikan langkah nya dia tahu kekasih nya itu butuh waktu sendiri untuk menjernihkan pikiran nya,masalah datang bertubi-tubi bagi nya rasanya dia hanya ingin tidur dan tak pernah bangun lagi.

Myungsoo berlari menulusuri jalanan sepi gwangju dia menunduk menyembunyikan wajah tampan nya dari orang-orang yang melewat kearah nya dia berlari sekencang mungkin entah kemana dia akan pergi yang jelas di kesal.

[Perusahaan ye jin 12:00 siang]

Akhirnya pekerjaan menumpuk howon selesai dia hanya harus memeriksa beberapa dokumen lagi dan mengoreksi kesalahan nya,dia merasakan handphone nya bergetar dan mengaktifkan nya di amelihat 1 pesan baru dari mary.

Howon menghela nafas,ini bukan pertanda baik mary pasti mengajak nya berbicara tentang hubungan mereka lagi.

“aku ada di bawah temui aku disana jangan lama-lama.”

Membaca pesan singkat itu howon segera berlari kelift menuju loby kantor nya,dia mengembungkan pipi nya mencoba membuang semua kegugupan nya entah mengapa hati nya berdegup sanagt kencang sekarang.

Pintu lift terbuka mengexpose banyak nya orang yang berlalu-lalang di loby ada ayng baru masuk dan ada juga yang keluar namun dia mencari 1 orang yang mary,dia berjalan keluar dari lift dan melihat gadis yang di cari sedang berdiri di samping pintung masuk.

Howon segera berjalan kesana dan menyapa mary dia tidak berniat untuk tersenyum namun entah mengapa bibir nya bergerak sendiri.

“hi..”howon menyapa dan kelihatan nya mary sedang tidak mood untuk ber ramah-tamah dengan howon.

“aku hanya ingin memberitahu mu sesuatu.”maruy berkata keluar dari kantor di ikuti dan howon yang membuntuti nya dari belakang.

“apa yang ingin kau katakan?”tanya howon penasaran.

“sebaik nya kita mengobrol di café sebelah kantor mu saja.”mary berkata dan howon menurut.

Mengetuk-ngetuk meja café mary melirik kearah sekitar nya café sangat sepi sekali,dia menunggu waktu yang tepat tiba dan akhirnya dia menatap kearah howon yang duduk di depan nya.

“jadi apa yang ingin kau katakan?”howon bertanya dan mary mengodok kantong nya dia mengeluarkan sebuah tiket penerbangan.

“aku akan pergi ke amerika,ayah ku mengajak ku untuk mengembangkan perusahaan ku disana dan kami membutuhkan direktur utama.”tutur mary.

“jadi apa tujuan mu memberikan ini padaku?”tanya howon.

“aku mengusulkan kau dan ayah ku setuju.”maryu menjawab.

“aku memberimu waktu sampai besok,semua ada keputusan di tangan mu jika kau masih mencintaiku sebaik nya kau ikut.”mary berkata.

“tapi mary kenapa harus seperti ini?”howon bertanya dia hanya bis amemandangi tiket penerbangan itu.

“aku ingin kau memilih howon,aku atau sunri,itu sudah jelaskan.”mary berkata dan bangkit dari duduk nya.

“itu saja yang ingin aku sampaikan,sebaik nya kau mempertimbangkan nya.”mary melanjutkan dan pergi keluar dari café itu.

Howon meremas rams nya kesal dia hanya bisa menatap kosong pada tiket itu,haruskah dia pergi?ataukah sebaik nya di tetap ada disini mengejar cinta sunri yang belum tentu bisa dia dapatkan.

Di sisi lain howon memang masih menyukai mary,namun cinta dia mulai luntur dia tidak merasakan apa yang selalu dia rasakan saat sebelum mereka putus.

Rasa gugup,jantung yang berdetak dengan cepat bahkan lidah nya kelu setiap kali dia melihat atau berbicara dengan mary itulah yang dia rasakan dulu,tapi sekarang sedikit sentuhan pun tak membuat nya bahagia seperti dulu.

Berbeda dengan sunri walaupun howon tak bis amelihat nya wajah gadis itu terus terbayang di kepalanya dia terus teringat akan wanita itu walaupun jarak mereka terpisah sangat jauh,howon kesusahan untuk melupakan sunri mata coklat sunri selalu saja dia ingat dia selalu tenggelam dalam tatapan gadis itu.

[Flashback]

Dentuman suara musik di bar bunda minjee tersdengar sangat keras howon hanya bisa duduk diam di sudut bar itu sambil menghisap rokok nya,dia sudah pusing melihat kakak-kakak nya bersenang-senang di lantai dansa mengerakan tubuh mereka menari dengan liar begitu pun sunggyu kakak tertua nya.

Howon bisa melihat sunggyu sedang mencumbu salah satu pelacur bunda min jee tangan nakal nya masuk kedalam rok gadis itu tapi mereka masih santai menari di lantai dansa.

“YOO!! Howon.”panggil dongwoo.

“hyung..”howon melirik kearah dongwoo yang membawa 2 buah botol alkohol di tangan nya.

“ini,minumlah.”dongwoo berkata memberika salah satu botol yang dia bawa pada howon dan howon mengambil nya meneguk nya sedikit dia tidak mau mabuk karena dia yang akan menyetir.

“sunggyu hyung sepertinya benar-benar liar sekarang.”dongwoo berkata melihat kakak nya itu sekarang meremas kedua payudara pelacur yang menari bersamanya.

“yah,aku tidak bisa menyalahkan nya dia pasti merasa tertekan.”howon membalas menunduk tidak bisa melihat kakak nya itu menggila.

“kau tahu bunda min jee punya ‘barang’ baru.”dongwoo berkata.

“mana?”howon bertanya.

Dongwoo menunjuk seorang gadis cantik yang memakai mini dress warna merah yang duduk di kursi bar dia kelihtaan bosan mungkin karena tidak ada pelanggan yang menyewa nya atau mungkin karena alasan lain.

Mata howon melebar wajah nya itu mengingatkan nya pada seseorang.wajah itu mirip dengan mary mantan kekasih nya yang baru saja meninggalkan nya untuk pergi ke amerika tangan howon bergetar jantung nya berdetak lebih kencang.

“cantik bukan?dia mirip dengan mary.”dongwoo berbisik.

“hyung dia sama sekali tidak mirip dengan nya.”howon berkata marah dan keluar dari bar.

Howon menghela napas,wajah wanita itu terus membayangi benak nya,nafas howon berubah menjadi berat dia shock sekali.

“aku benci wanita itu..”bisik howon.

[end of flashback]

howon menghempaskan tubuh nya ke sofa dia melirik kesekitar namun tidak menemukan siapapun yang menyapa nya saat pulang bahkan sunripun tidak ada namun dia tersenyum saat melihat sunri baru keluar dari ruang keja min sook.

“jadi apa yang kau lakukan di ruang kerja mamaku?”tanya howon penasaran membuat langkah sunri terhenti saat dia berniat pergi ke kamar nya.

“dia menyuruhku untuk membantu nya mencari myungsoo,apa kau sudah mencari myungsoo?”tanya sunri.

“aku sudah mencoba menelepon teman-teman nya namun tak ada yang tahu dimana dia berad.”howon menjawab.

“baiklah.”sunri pun pergi ke kamar nya.

“apa kau akan pergi saja seperti itu?”tanya howon.

Sunri kesal dan melirik ke arah howon menatap nya.

“kau mau apa?”tanya sunri dingin.

“kau selalu seperti ini.”howon mendengus.

“apa kau masih marah soal tempo hari?”tanya howon menghampiri sunri memasukan kedua tangan nya kedalam saku celana nya.

“bagaimana menurut mu?”sunri memberikan teka-teki pada howon.

“hm..teta-teki,aku suka itu bagaimana kalau aku jawab kau sudah tak marah lagi?”howon mendekatkan wajah nya pada sunri.

“brengsek.”sunri mengumpat.

“ckck..gadis cantik sepertimu bukanya tidak boleh mengumpat?”howon mengengam dagu sunri.

“lepaskan!”sunri membentak dan melepaskan gengaman howon dari dagu nya.

Howon menyeringai dia menyukai sekali menggoda wanita yang satu ini,apalagi dia sekarang bisa melihat pipi sunri bersemu merah karena marah.

“apakah kau benar-benar membenciku sampai aku tak boleh menyentuh mu?”tanya howon jahil.

“iya,kau menjijikan! Sebaik nya kau berhenti mengangguku.”sunri berkata.

“tenang saja,aku tidak akan mengaggumu lagi kok.”howon mengacak-ngacak rambut sunri dan tersenyum pahit.

“aku akan pergi ke amerika.”howon menyatakan.

Mendengar kata amerika mata sunri melebar dia kaget tapi dia tidak langsung percaya mungkin saja howon sedang bercanda lagipula dengan siapa howon akan ke amerika dan untuk apa?kalau untuk liburan bukankah terlalu cepat dia masih harus bekerja.

“kau pikir aku akan percaya?!”tanya sunri menantang.

“aku tidak memaksa,mary mengajak ku untuk pergi dan mengembangkan usaha nya disana aku pikir kenapa tidak?tidak ada yang akan mencegahku kan?”howon mendekatkan wjaah nya lagi kearah sunri.

“apa kau sudah minta ijin pada hyung mu?”tanya sunri.

“mereka akan mengijinkan nya kok,apalagi mamah kitakan jadi gampang bertemu nanti.”howon memberi alasan.

Sunri mengakui dia sedikit kecewa,dia akan kehilangan howon dan tidak akan bertemu dengan dia lagi dan sunri bingung dengan perasaan nya kenapa tiba-tiba saja dada nya sesak kenapa ingin mencegah howon untuk pergi,kenapa dia rasanya ingin menangis sunri bingung.

“aku pergi besok,jika kau tidak ingin aku pergi sebaik nya jujur padaku.”howon berkata meliht reaksi sunri yang kelihatan nya kaget.

“besok?!apakah itu terlalu mendadak?”sunri berkata mengingat dia juga akan kembali ke jeju.

“iya tapi mary sudah mengatur semuanya,bahkan aku sudah berbicara pada bos ku dia menyutujui nya karena mary adalah sepupu nya.”howon menjelaskan.

“baiklah kalau begitu,semoga sukses di amerika.”sunri berkata mencoba tersenyum walaupun hatinya sakit.

“terimakasih,aku harap kau kembali kesini tak usah pergi ke jeju untuk menghindariku.”howon berkata.

“aku tahu.”sunri menjawab singkat dan berbalik menuju kamar nya hati nya terasa berat,setiap langkah yang dia bawa begitu menyakitkan sunri berpikir ada dengan nya? Dia tidak mengerti dengan perasaan ini dia ketakutan.

Baru juga sunri menginjakan kaki nya di anak tangga kelima dia berbniat untuk berbalik melirik kearah howon tapi dia ragu tak lama kemudia dia melanjutkan langkah nya.

“sunri..”howon memanggil membuat sunri melirik.

“aku mohon,jujurlah pada dirimu sendiri.”howon berkata tersenyum tipis.

Sunri sebenar nya tidak mengerti apa yang howon maksud namun dia menganggukan kepala nya dan pergi kekamar nya.

‘lee sunri kenapa kau sangat keras kepala?! Aku yakin kau mencintaiku.’

Howon berpikir dia hanya bisa melihat sosok sunri yang menghilang di balik koridor lantai 2 masuk kedalam kamar nya.

Sunri menutup pintu kamar nya dia duduk di lantai kamar nya menangis memeluk kedua kaki nya dengan tangan nya,entah kenapa dia merasa sesedih ini ada apa dengan dia?sunri sendiri pun tidak mengerti rasanya dada nya sesak sekali hati sakit dia menangis terisak.

“otthoke??”sunri berbisik di tengah tangis nya.

[Kediaman keluarga Nam 03:00 sore]

Seperti biasa woohyun masuk kerumah nya ternyata appa nya sedang ada di rumah di abis amelihat jongwoo meneguk teh nya dengan santai sambil membaca koran hari ini dia kelihatan serius sesekali pria tua itu membenarkan kacamata yang dia pakai.

“appa,aku ingin membicarakan sesuatu.”woohyun berkata membuat jongwoo menurunkan koran dari wajah nya menatap kearah anak sulung nya itu.

“ada apa woohyun?”jongwoo bertanya.

“ini soal sunri.”woohyun agak memelankan suara nya takut ibunya mendengar.

“sunri?Ada apa dengan dia?”tanya jongwoo.

“aku menemukan nya,dan juga mama eunji.”

Mendengar perkataan itu jongwoo hampir pingsan selama ini dia mencari eunji dan tidak menemukan nya tapi sekarang anak sulung nya berhasil menemukan kedua orang yang dia sayangi itu.

“dimana?apakah mereka berdua baik-baik saja?”jongwoo bertanya penuh semangat tiba- tiba saja kerinduan muncul kembali di benak nya setelah lama menghilang.

“aku sudah menemukan nya tapi appa,aku punya berita buruk.”woohyun menghela nafas.

“apa?kenapa katakan padaku!”jongwoo menguncang bahu anak nya itu.

“mama eunji..mama eunji sudah meninggal appa.”woohyun berkata menunduk merasakan kesedihan yang mendalam.

“apa?kau bohong..”jongwoo kembali duduk memegang dadanya yang terasa sedikit sakit mungkin karena shock.

“tidak mungkin..”jongwoo berbisik airmata mulai turun dari wajah nya.

“tidak mungkin eunji ku..eunji..”jongwoo menangis sejadi-jadi nya woohyun hanya bisa menyaksikan pemandangan yang menyedihkan ini dia tidak bisa berbuat apa-apa.

“ini tidak mungkin terjadi eunjiku..”jongwoo menangis histeris.

“appa,sudahlah setidak nya kita masih bisa mengunjungi makam nya.”woohyun mengusap pungung lelaki tua itu.

Di tengah tangis nya dia mengingat sunri,putri satu-satu nya yang sangat dia sayangi dia segera berhenti menangis dan bertanya pada woohyun.

“bagaimana dengan sunri?”tanya jongwoo lagi airmata masih membasahi pipi nya.

“dia baik-baik saja appa,ternyata sunri yang kita temui tempo hari memang sunri kita yang hilang.”woohyun berterus terang dan jongwoo bisa menghela napas.

“aku lega,dia kelihatan sehat.”jongwoo berkata.

“appa,bagaimana kalau kita membawa sunri kembali kerumah kita?”woohyun mengusulkan.

“apa kau yakin ini ide yang bagus?”jongwoo ragu apalagi dia takut jika na young menyakiti sunri.

“aku yakin appa,sunjong pun seperti nya tidak keberatan walaupun aku belum memberi tahu nya.

“aku tidak khawatir soal sunjong,dia anak yang baik tapi bagaimana dengan na young kau tahu ibumu sangat keras dan juga nenek mu bisa-bisa mereka mengusir sunri.”jongwoo berkata berpikir bagaimana cara nya agar anak perempuan nya aman.

“aku tahu appa,aku bisa menampung sunri untuk sementara aku merasa tidak tenang apalagi di rumah kim itu banyak sekali lelaki.”woohyun menyatakan dan ayah nya mengangguk setuju.

“iya aku juga khawatir woohyun.”jongwoo mengangguk.

“sebaik nya kita mengatakan soal ini sunggyu,dia pasti mengerti.”woohyun mengusulkan.

Mendengar nama sunggyu jongwoo ingat sesuatu tentang sunri,jongwoo mengingat pembicaraan mereka beberapa waktu yang lalu tentang taecyeon yang menyebut-nyebut nama pelacur yang bernama sunri yang di beli oleh sunggyu dan seketika mata jongwoo melebar sekarang dia mengerti semua keadaan nya dia semakin putus asa dia merasa telah gagal menjadi seorang ayah dia sudah gagal melindungi eunji dan sunri.

“soal mengambil sunri,aku rasa tidak akan semudah itu woohyun.”jongwoo menjawab.

“kenapa apa?”woohyun hanya bisa menatap kearah jongwoo dengan seribu pertanyaan.

“ada sesuatu yang tidak kau ketahui.”jongwoo menjawab tanpa mengatakan apa yang woohyun tidak ketahui.

[gwangju 05:00 sore]

Lelah berlari myungsoo pulang kerumah saat dia membuka pintu junghwa sedang terlelap tidur di ruang tengah dengan tv masih menyala dia kelihatan tidur nyenyak karena dia tidak mendengar langkah myungsoo yang agak keras jika myungsoo yang tidur di apasti terbangun namun ini beda cerita nya.

Melihat tangan jughwa yang mengepal dia bisa melihat ujug handphone nya muncul dari sela-sela tangan junghwa ternyata junghwa tidur sambil menggengam handphone nya,myungsoo penasaran dan mencoba merebut handphone itu dari tangan junghwa berutung baginya junghwa tidak menggengam erat handphone itu.

Membuka kunci handphone itu myungsoo agak sedikit kaget melihat fotonya yang di jadikan wallpaper oleh junghwa,itu berarti setiap junghwa mengaktifkan handphone nya dia akan melihat wajah myungsoo.

,yungsoo tidak tahu betapa besar nya cinta junghwa padanya dia sendiri sangat mencintai lelaki yang sekarang berbaring tidur di samping nya dengan lelap,myungsoo tersenyum dan menunduk mencium bibir junghwa sekilas merasakan kecupan myungsoo junghwa tersenyum.

“ah..ada sesuatu di bibirku apa yah itu..”junghwa pura-pura tidak tahu.

“aish!kau bukan anak kecil bangunlah.”myungso memerintah namun junghwa malah berbalik memeluk pingang myungsoo.

“ani,aku masih ingin tidur di temani malaikat ku.”junghwa berkata manja.

“kau masih ingin tidur?mana yang kau sebut dokter teladan itu?apakah ini yang di sebut dokter teladan?tidur-tiduran seharian?”myungsoo berkat mengejek.

“tidak apa-apa kalau di gwangju aku kan bukan dokter,aku hanya seon junghwa disini.” Junghwa bermanja-manja.

“terserah kau saja.”myungsoo mengalah dia mengelus kepala junghwa yang ada di paha nya dia bisa merasakan rambut hitam junghwa menggelitik jari-jari panjang nya.

“apa kau sudah tidak marah lagi?”tanya junghwa.

“tidak,aku mengerti sekarang.”myungsoo berkata.

“baguslah kalau begitu,maafkan aku..aku janji jika aku punya masalah aku akan membicarakan nya dengan mu.”junghwa tersenyum masih memejamkan matanya.

“sebaik nya begitu,kau bilang tadi kau bertemu dengan sulli,apa yang dia katakan?”tanya myungsoo was-was entah mengapa dia selalu cemburu jika junghwa mulai mengungkit soal sulli mungkin karena junghwa dan sulli dekat.

Sebenar nya myungsoo juga cukup dekat dengan sulli menjalin hubungan beberapa bulan bersama junghwa membuat nya dekat dan familiar dengan beberapa nama penyakit aneh dan obat-obatan myungsoo pun menjadi kenal dengan beberapa suster termasuk sulli,myungsoo memang tahu kalau sulli kelihatan menyukai junghwa tapi dia tidak pernah mengubris nya tapi terkadang myungsoo juga berpikir kalau sulli menyukai nya juga karena perhatian sulli selalu tertuju padanya jika saat mereka bertiga mengobrol.

“dia hanya bilang kalau sebagian suster dan pasien ku merindukan ku mereka memintaku untuk segera kembali ke seoul.”junghwa mengungkapkan.

“kalau begitu besok kita bisa kembali.”myungsoo menawarkan.

“andwae,aku tidak mau aku ingin liburan disini lagi pula percuma.”junghwa mengatakan dan myungsoo hanya mengangguk dia mengerti junghw aingin istirahat.

“baiklah kalau itu mau mu.”myungsoo berkata.

“jangan marah padaku lagi yah,aku bisa mati kebosanan.”junghw amengeluh dan myungsoo memukul pelan kepala junghwa.

“pabo!”myungsoo tertawa begitupun junghwa.

Myungsoo ingin moment ini menjadi abadi,dia tidak akan pernah melupakan kenangan indah bersama junghwa di gwangju walaupun akan ada banyak rintangan yang menghadang myungsoo yakin dia akan selalu di lindungi oleh junghwa.

‘junghwa saranghae..’

To Be Countinue..

NEXT CHAPTER DIRTY VERSION~~

Don’t forget the comment

love, seven❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

12 thoughts on “This love [Episode 12]

    1. maaf yah,komputer aku nya lagi rusak tapi sekarang udah bener kok tuh liat aja episode 13 nya udah di publish password nya juga udah di kirim silahkan baca🙂

  1. Ahhhh pengen nangis klo ketemu bagiannya L oppa.. Aku gk baca bagian mereka.. Soalnya aku gk stuju banget L oppa Gay😥
    Mian thor..
    Sunri lagi2 bikin emosi.. Klo gk mau ya udah lepasin aja sunggyu oppa !!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s