Posted in FanFiction NC 17+

This Love [Episode 11]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

NO SILENT READER PLEASE..

Special Guest:

Lee Minho                 as         Seon Junghwa

Naeun Apink            as         Kim Mary

Ailee                            as         Lee Ye jin

Lee Min sook            as          Kim Min sook

Cast :

Reader  (you)               as         Lee Sunri

Lee howon                    as         Kim howon/hoya

Kim sunggyu                as         Kim sunggyu

Kim myungsoo            as         Kim Myungsoo/ L

Nam woohyun             as         Nam woohyun

Jang dongwoo             as       Kim dongwoo

Lee sungyeol               as         Kim sungyeol

Lee sunjong                 as         Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

[Pemakaman seoul 07:00 pagi]

Woohyun masih menangis dia menenteng bunga lily putih dan menyimpan nya di bawah batu nisan yang bertuliskan ‘lee eunji’ dia mengusap batu nisan itu namun airmata masih mengalir dari mata nya dia begitu sedih mendengar cerita hwayoung yang dia temui di panti sosial.

Dia tidak tahu ibu tirinya itu begitu menderita setelah meninggalkan ayah nya,dia bahkan menemukan rahasia baru tentang ibu tirinya itu membuat dia semakin merasa bersalah jika bisa dia ingin memutar waktu dan menyelamatkan eunji.

[flashback]

Woohyun masih menatapi pintu panti sosial di hadapan nya,jantung nya berdegup dengan kencang dia begitu gugup bahkan keringat dingin mengucur dari pelipis nya dia ingin sekali bertemu dengan eunji tapi dia masih ragu.

Memantapkan hati nya dia membuka pintu panti sosial itu sambil menenteng folder kuning yang berisi data eunji ibu tirinya.

“permisi tuan,apa ada yang bisa saya bantu?”tanya hwayoung ramah.

“ah maaf bisakah aku bertemu dengan lee eunji?”tanya woohyun,mendengar nama itu di sebut hwayoung menjadi khawatir.

“apakah anda keluar nyonya eunji?”tanya hwayoung.

Woohyun tidak tahu harus menjawab apa namun dia bisa di bilang keluarga juga meskipun sebenar nya eunji hanyalah ibu tirinya.

“iya,aku anak tirinya.”woohyun berkata membuat hwayoung kelihatan senang.

“apakah kau woohyun?atau kah sunjong?”tanya hwayoung,woohyun sedikit kaget karena hwayoung mengetahui nama nya dan adik nya itu tanda nya ibu tirinya itu sering menceritakan dirinya dan adik nya pada hwayoung.

“aku woohyun.”woohyun menjawab.

“woohyun-shi,mari duduk aku akan menceritakan sesuatu padamu.”hwayoung berkata mengajak woohyun duduk di salah satu bangku di halaman panti sosial itu.

Woohyun duduk dan dia bisa melihat beberapa anak-anak dan orang tua berlalu-lalang di halaman itu mereka kelihatan sehat dan bersih bahkan anak-anak dengan riang nya berlari-lari di halaman memainkan mainan nya.

“begini woohyun-shi,aku harap kau tidak terkejut dengan berita dan aku ingin kau tenang dulu dan mendengarkan cerita ku.”hwayoung berkata membuat woohyun mengangguk.

“nyonya eunji sudah meninggal.”

Mendengar kata ‘meninggal’ keluar dari mulut hwayoung woohyun sangat terkejut,dia tidak bis amengatakan apapun bibir nya beku begitupun tubuh nya dia hanya diam terpaku di kursi itu sampai akhirnya airmata keluar dari matanya menandakan perasaan nya sekarang.

“woohyun-shi maafkan aku,aku tahu ini berat.”hwayoung memeluk bahu woohyun mencoba menghibur lelaki itu.

“tapi dengarkan ceritaku,nyonya eunji berpesan padaku untuk menyampaikan cerita ini pada orang yang mencarinya.”hwayoung berkata membuat woohyun menyeka matanya dan mendengarkan wanita itu bercerita.

“nyonya eunji selalu menceritakan tentang kau,sunjong dan sunri padaku dia bilang kalian adalah 3 anak yang paling berharga bagi nya meskipun kau dan sunjong tidak keluar dari rahim nya.”hwayoung berkata.

“saat dia pertama datang kesini dia kelihatan begitu lemah dan kurus,aku bahkan ingin menangis melihat keadaan nya namun beruntunglah dia karena aku menemukan dia pingsan di pinggir jalan.”hwayoung melanjutkan airmata mulai mengumpul di sudut matanya.

“nyonya eunji sangat ramah,baik dan menyenangkan kebanyakan anak di panti ini menyukai nya dan memanggil nya mama,bahkan bagiku yang sudah besar seperti ini aku selalu memanggil nya mama.”hwayoung tersenyum mengingat momen indah nya bersama eunji.

Mendengar kata ‘mama’ woohyun kembali ingat pada eunji,wanita itu memang keibuan bahkan hati woohyun luluh saat dia bertemu dengan eunji walaupun saat pertama dia tidak menyukai nya.

“namun di balik keramahan dan senyum hangat nya nyonya eunji menderita penyakit jantung,dia berusaha keras mencari putrinya sunri.”hwayoung berkata dia mengodok saku nya dan membuka dompet nya memberikan sebuah foto pada woohyun.

“ini foto sunri,apa kau sudah bertemu dengan dia?beberapa bulan yang lalu aku menyampaikan berita kematian nyonya eunji kepadanya.”

Woohyun menatap foto itu dan begitu kaget nya dia melihat foto sunri,ternyata selama ini sunri yang dia cari ada di hadapan nya tidak salah lagi sunri yang dia temui adalah adik tirinya.

“aku mengenal dia,terimakasih sudah memberikan informasi ini.”woohyun berkata hendak pergi kerumah sunggyu untuk merebut adik nya kembali ke tangan nya.

“tunggu woohyun-shi! Ada satu hal lagi yang harus aku katakan.”hwayoung mencegah woohyun untuk pergi.

“nyonya eunji sebenar nya tidak mengkhianati ayah mu,tapi ibumulah yang mengusir nya.” Hwayoung berkata membuat woohyun membatu.

“apa kau tidak berbohong?”tanya woohyun tidak percaya.

“iya,aku tidak berbohong woohyun-shi nyonya eunji bahkan bersumpah kalau dia mencintai ayah anda dan aku percaya itu.”hwayoung mengungkapkan.

Woohyun semakin merasa bersalah entah apa yang harus dia lakukan dia benar-benar merasa kebingungan,dia kecewa terhadap ibu nya dia kira ibu nya tidak akan melakukan sesuatu sejahat seperti ini woohyun benar-benar kecewa.

[end of flashback]

“mama maafkan aku,aku berjanji mama aku akan menjaga sunri dan membawa nya kembali dalam keluarga kita.”woohyun berkata mengusap batu nisan eunji.

“mama,aku benar-benar minta maaf.”

[3 bulan kemudian..]

Howon baru saja melesaikan presentasi nya hidup tanpa sunri yang ada di sisinya sudah jadi kebiasaan dia tidak terlalu merindukan wanita itu lagi,dia menyimpan berkas kerja nya di meja kantor nya dan membereskan barang-barang nya ini sudah malam sudah waktu nya dia untuk pulang meskipun dia di temani oleh beberapa orang yang lembur malam itu.

“sunbaenim,aku pulang duluan.”howon membungkuk kearah ketiga sunbaenim nya yang masih sibuk mengetik mereka mengangguk sekilas dan howon pun pergi menuju lift kantor nya.

Saat dia menekan tombol untuk menutup pintu lift handphone nya bergetar membuat howon mengodok saku celanan nya dan mengaktifkan handphone nya dia melihat sebuah 1 pesan baru dari mary.

“sayang apa kau sudah pulang? ^^”

Howon menghela napas melihat pesan itu dia mulai mengetik membalas pesan singkat itu sampai akhirnya pintu lift terbuka,loby kantor nya sudah sangat sepi.

“aku sudah pulang mary,kau tak usah khawatir.”

Mengirim pesan teks itu howon masuk kedalam mobil nya yang di parkirkan tidak jauh dari halaman perusahaan,dia menghidupkan mesin mobil nya dan tak menunggu lama mobil nya sudah melesat menuju rumah nya.

Howon menghidupkan radio dalam mobil nya dan dia bisa mendengar lagu gavy nj – love is pain melantun,betapa ironi nya dia sedang patah hati dan lagu itu mengingatkan nya pada sunri.

wei ri wei ri wei ri
ma u mi
mei ri mei ri mei ri
rainy
lonely lonely lonely
love me
hold me hold me hold me
baby

Stay a litle bit longer
No one loves you
more than me
I can never live
without you
huh.. Love is pain

i je wa so we eh eh
na rul tu go we eh eh
to na ga ni we eh eh eh eh

mendengar lirik itu howon menyeringai namun airmata mulai mengumpul di matanya,dia terlihat sangat menyedihkan pantas saja sunri tidak membalas cinta nya dan memilih untuk menghilang.

Sudah beberapa kali howon ingin menyusul sunri namun dia mengurungkan niatnya,dia berpikir untuk kedua kali nya mengetes dirinya sendiri sebenar nya apakah dia mencintai sunri atau tidak,dia tidak ingin terus seperti ini memilih antara mary dan sunri dia ingin menemukan cinta sejati.

Tubuh nya mungkin saja bersama mary sekarang namun hati nya terus memanggil sunri untuk kembali tak peduli berapa kali dia mencoba melupakan wanita itu namun dia tidak bisa,sunri seakan virus komputer yang susah untuk di hilangkan dari otak nya.

Malam ini dingin sekali,howon merasa kesepian entah apa yang dia inginkan meskipun mary sudah ada di sisinya dia tetap merasa kesepian beda dengan saat dia bersama sunri,walaupun dia tidak memiliki siapapun namun howon puas dengan keberadaan sunri.

Sampai di rumah nya howon memarkirkan mobil nya dia mematikan mesin mobil nya,tapi tatapan nya terfokus pada garasi yang kosong biasanya dia menemukan mobil sedan sunggyu terparkir di garasi amun sekarang tidak itu berarti sunggyu belum pulang.

Howon menghela napas dia pasti akhirnya hanya sendirian lagi di rumah besar itu karena howon tahu sungyeol sibuk dengan bisnis nya begitupun myungsoo yang mulai bekerja di bengkel dongwoo beberapa bulan yang lalu.

Howon membuka pintu utama dan betapa kaget nya dia mendapati sosok sunri yang sedang menuruni tangga dia kelihatan cantik dengan balutan baju coklat nya dan jeans nya,rambut sunri kelihatan sudah panjang lebih panjang dari sebelum nya.

“sunri?”howon memanggil dia tidak percaya wanita yang dia rindukan selama ini ada di hadapan nya sekarang.

“oh maaf aku kira kau sunggyu oppa.”sunri berkata masih membatu di tempat nya.

“sunri..aku senang..”howon berkata airmata keluar dari matanya dia berlari dan memeluk gadis itu erat-erat.

“aku sangat senang..jangan kembali lagi ke jeju aku mohon.”howon berkata sambil menangis dia tidak peduli lagi dengan harga dirinya yang dia inginkan adalah sunri.

Sunri merasa senang mendengar pengakuan howon namun di saat yang sama dia juga sedih karena dia tidak bisa memiliki howon,dia mendengar dari sunggyu kalau howon kembali bersama dengan mary sunggyu bilang ada kemungkinan bahwa howon dan mary akan menikah.

Sunri ingin menangis sangat dia mendengar berita itu namun dia menahan nya dan tersenyum mengatakan dia bahagia jika howon bahagia padahal dalam hati nya dia menangis dan menjerit ternyata semua kata manis howon adalah bualan belaka.

“sudah howon-shi,kau terlalu berlebihan bagaimana kalau mary tahu,dia pasti marah.”sunri berkata mendorong tubuh howon menjauh dari nya.

“mary?aku tidak peduli,aku menginginkan kau bukankah aku mengatakan itu padamu?”howon berkata meletakan kedua tangan nya di pipi sunri.

“howon-shi,jangan seperti ini.”sunri melepaskan kedua tangan howon dari wajah nya.

“kita hanya teman dan tak lebih dari itu,aku pacar sunggyu oppa kita tidak bisa seperti ini.”sunri berbalik pergi menuju kamar nya.

Howon menarik tangan sunri membuat sunri menghentikan langkah nya dan melirik kearah howon yang menunduk.

Dia kehilangan semua nya,howon tidak memiliki apapun lagi harga diri,cinta dan gadis yang di cintai bahkan berubah dia tidak tahu harus bagaimana 3 bulan tanpa sunri sangat menyiksa nya apalagi jika selamanya.

“jika aku membeli mu,apa kau akan menjadi milik ku?”Tanya howon yang putus asa.

Sunri melepaskan gengaman howon.

“maaf howon-shi,kau terlambat kenapa kau tidak membeliku dari awal?aku milik sunggyu dan tak ada yang bisa memiliki ku selain dia.”tutur sunri dingin dan pergi meninggalkan howon.

Howon melirik kearah lain menahan airmata nya yang jatuh dia mengepalkan tangan nya kuat-kuat menahan perih hati nya, baru pertama kali nya dia merasakan perih di hatinya rasanya dia hanya ingin mati saja jika harus begini dia ingin sunri yang dulu kembali dia ingin memeluk dan mencium wanita itu dia benar-benar menginginkan nya howon yakin ini cinta bukanlah nafsu yang sunri bicarakan.

[Kediaman Seon junghwa 08:00 malam]

Myungsoo tersenyum saat dia melihat kalau rumah junghwa masih gelap itu tandanya kekasih nya belum pulang dia pun memarkirkan mobil sedan biru junghwa yang baru selesai dia servis di halaman depat junghwa berharap kekasih nya itu kaget melihat mobil lama nya telah selesai di perbaiki.

Myungsoo masuk kerumah junghwa dan menyalakan lampu rumah junghwa dia melihat dokumen berserakan di meja ruang tamu,myungsoo mengelengkan kepalanya kesal sudah jadi kebiasaan junghwa kalau dia selalu lupa untuk menyimpan dokumen nya kembali ke asal nya.

Myungsoo pun membungkuk dan membereskan dokumen itu dari meja sampai dia melihat selembar foto junghwa yang memeluk seorang wanita cantik,wajah wanita itu mirip sekali dengan myungsoo membuat myungsoo kaget junghwa tidak pernah menceritakan tentang wanita ini padanya dia hanya menceritakan tentang keluarga nya saja tidak lebih dari itu.

Mendnegar suara pintu terbuka dan suara langkah kaki yang cepat myungsoo tidak memeperdulikan nya sampai junghwa datang menghambur ke ruang tamu dengan senyum lebar di bibir nya.

“myungsoo! Kau sudah selesai membenarkan mobilku?”junghwa berkata senang namun myungsoo hanya membatu dia kelihatan tidak senang.

“ada apa myungsoo?kau kelihatan aneh.”junghwa berkata dia melirik kearah tangan myungsoo dan seketika dia mengerti kenapa kekasih nya itu diam membatu.

“myungsoo aku bisa menjelaskan nya.”junghwa berkata.

“tidak usah,aku mengerti lagipula orang sempurna sepertimu tidak pantas berpacaran dengan ku.”myungsoo berkata dan pergi hendak meninggalkan junghwa.

“myungsoo dengarkan aku dulu,aku mohon.”junghwa menarik lengan myungsoo.

“aku mohon,biarkan aku menjelaskan.”junghwa memohon dia menarik myungsoo kedalam pelukan nya.

“lepaskan!aku tak butuh penjelasan mu.”myungsoo memberontak namun junghwa malah memeluk nya lebih erat.

“dengarkan penjelasan ku dulu.”junghwa bersih keras dia melepaskan pelukan nya dan menatap lurus kearah myungsoo yang terlihat ingin menangis namun dia menahan nya.

“maafkan,seharusnya aku menceritakan ini padamu.”junghwa kelihatan begitu menyesal dia menarik myungsoo agar dia duduk di sofa ruang tamu nya.

Junghwa merebut foto yang myungsoo pegang dan membuang nya ke tong sampah seakan foto itu tidak berharga lagi membuat myungsoo kebingungan,bukankah foto itu berharaga?itukan alasan nya kenapa junghwa masih menyimpan nya.

“kenapa kau membuang foto itu?”Tanya myungsoo.

“foto itu sudah tak berarti lagi,karena kau ada disini.”junghwa berkata tersenyum.

“dia mantan kekasihku,nama nya yeon hee tapi aku sudah melupakan nya.”junghwa tersenyum pahit dan mengelus kepala myungsoo.

“dia meninggal 9 tahun yang lalu karena kanker otak, dia adalah alasan ku kenapa aku ingin menjadi dokter.” Junghwa mengungkapkan.

“dulu aku belajar dengan giat agar lulus ke universitas seoul dan menjadi dokter yang ahli,namun sepertinya takdir berkata lain dia meninggal tepat setelah aku masuk ke universitas.”junghwa bercerita myungsoo bisa melihat air mata hampir menetes dari mata junghwa.

“aku begitu putus asa waktu itu,aku merasa usahaku selama ini sia-sia awal nya aku ingin berhenti menjadi dokter, disanalah aku sadar kalau masih banyak orang yang membutuhkan ku.”junghwa akhirnya meneteskan airmata nya membuat myungsoo mengusap pungung lelaki itu.

“aku pikir aku tidak akan pernah jatuh cinta lagi kecuali padanya,tapi saat malam itu aku bertemu dengan mu aku merasa senang.” Junghwa melirik kearah myungsoo dan mengelus pipi nya.

“semua tentang mu membuatku lupa tentang yeon hee,kau mengembalikan senyum ku dan mengisi hidupku yang kosong.”myungsoo tersenyum dan mengistirahatkan kepalanya di pundak junghwa tersenyum lebar.

“maaf,seharusnya aku tidak marah.”myungsoo berkata.

“tidak apa-apa,kau tidak tahu.”junghwa menjawab dan mencium ujung kepala myungsoo seperti biasa dia bisa mencium harum lemon dari rambut myungsoo.

“apakah kau yakin ingin membuang foto itu?”Tanya myungsoo masih penasaran.

“aku yakin,aku tidak membutuhkan nya lagi yang aku inginkan hanya kamu.”junghwa menjawab mantap tidak ada sedikitpun keraguan terdengar dari nada suaranya.

“aku lega.”myungsoo tersenyum dan memeluk kembali junghwa.

Junghwa mengengam dagu myungsoo dan diapun mencium bibir myungsoo dengan nafsu nya mendorong myungsoo myungsoo sehingga myungsoo berbaring di sofa nya,lidah mereka bertemu saling berperang memperebutkan dominasi.

Tangan myungsoo menarik leher junghwa membuat ciuman mereka lebih dalam sedangkan tangan junghwa sibuk membuka kancing baju myungsoo dan menciumi leher pemuda itu dengan ganas nya.

Tanpa kedua sejoli itu sadari seseorang memotret mereka dari bangunan sebelah setelah mendapatkan beberapa foto yang memuaskan orang itu menyeringai dan pergi meninggalkan bangunan itu.

[apartemen nam woohyun 10:00 malam]

Malam ini woohyun tak bisa tidur lagi entah sampai kapan dia harus menunggu,dia sangat kecewa mendengar penjelasan hankyung pelayan keluarga kim soal sunri dia bilang kalau sunri sedang liburan di jeju dan entah kapan kembali.

Sudah 3 bulan ini woohyun menunggu adik tirinya itu dia ingin sekali bertemu dengan adik nya itu dan menceritakan semuanya pada sunri lalu mengambil sunri dari tangan sunggyu,dia tak rela kalau adik nya itu berada dalam pelukan keluarga gangster seperti sunggyu dan woohyun bersumpah dia akan menangkap penjahat licik itu bagaimanapun cara nya.

Woohyun meneguk teh hangat nya dan mengelus rambut nya melirik kearah jam ini sudah jam 10 malam tapi woohyun tak merasa ngantuk sedikitpun padahal ye jin sudah tertidur lelap di samping nya karena dia harus bekerja besok pagi.

Ye jin membalikan tubuh nya dan menemukan kekasih nya masih bangun dia bahkan terlihat sedang melamun sesuatu yang jarang sekali ye jin lihat.

“kau bangun?maaf jika aku membangunkan mu.”woohyun berkata menunduk dan mencium bibir ye jin sekilas.

“tak apa-apa,belakangan ini kau sering melamun woohyun ada apa?”Tanya ye jin khawatir.

“bukan apa-apa,aku akan menceritakan nya besok pagi sebaik nya kau tidur ini sudah malam.”woohyun mengelus rambut ye jin ,sedangkan ye jin mengalah dan tidur kembali.

Woohyun pun mencoba untuk tidur dan menutup matanya tak lama kemudia dia pun tertidur dan mulai kehilangan kesadaran nya.

~~~~~~~

 “oppa..woohyun oppa!”

Mendengar suara itu woohyun menoleh dia tersenyum melihat seorang gadis yang cantik memakai gaun hitam berenda,gadis itu terlihat sedang bahagia dia menenteng sebuah boneka beruang lucu.

“sunri..kemarilah.”

Woohyun berkata memberi isyarat agar gadis itu pergi kearah nya,gadis itu tersenyum dan berlari kearah nya namun tiba-tiba saja seseorang dari belakang membekam gadis itu membuat gaids itu memberontak.

“ehmm..mmm..mmm oppa!! Tolong aku!”

Sunri menjerit tangan nya mengapai-gapai kearah woohyun,woohyun mencoba berlari menyusul sunri yang sudah di seret menjauh dari nya namun tiba-tiba saja kaki nya membeku tidak bisa di gerakan.

“sunri!sunri! jangan pergi..tunggu aku!”

Woohyun berteriak sekencang mungkin namun semakin lama sunri semakin menjauh membuat woohyun putus asa,dia mencoba menggerakan kaki nya sekuat tenang namun kaki nya tak juga bergerak membuat nya kesal.

“sunri!!”

Woohyun memanggil.

“oppa!!woohyun oppa tolong aku..ARGHHHH…!!”

Woohyun bisa mendengar jeritan keras sunri seakan wanita itu di sakiti membuat air matanya mengalir dengan deras tubuh nya gemetaran.

~~~~~~~~~~

“SUNRI!” woohyun menjerit dia melirik kearah jam ternyata sudah jam 7 pagi,dia menyeka keringat dari dahi nya dan bangkit dari tempat tidur nya.

Woohyun melirik kearah samping nya beruntung baginya ye jin sudah pergi kekantor nya sehingga ye jin tidak curiga kenapa dia memanggil nama sunri,woohyun merasa tersiksa kalau harus seperti ini dia mulai memiliki mimpi buruk sejak 3 bulan yang lalu.

Aneh sekali bagi nya tidak biasa nya dia memiliki mimpi buruk seperti ini dia begitu lelah,terkadang dia berpikir apakah dia harus menjemput sunri untuk memberitahukan semua nya.

Waktu sudah siang woohyunpun akhirnya memutuskan untuk mandi dan pergi ke kantor nya sebagai polisi dia harus lebih disiplin lebih dari anak buah nya.

[Seoul Internasional Hospital 07:15 pagi]

“aku pergi dulu.”junghwa berkata setelah myungsoo berhasil memarkirkan mobil nya.

“aku jemput kau nanti sore.”myungsoo berkata dan junghwa mengangguk ternyata walaupun mobil dia sudah sepenuh nya berfungsi myungsoo tetap saja ingin mengantar jemput junghwa.

Junghwa tersenyum bahagia dan masuk kedalam rumah sakit namun dia kebingungan saat dia masuk dia bisa mendengar semua suster mencibir nya,semua suster yang biasa menyambut nya dengan ramah kelihatan memolototi nya membuat junghwa bingung.

Kemarin semua nya normal saja lalu kenapa hari ini tidak?apakah dia melakukan sesuatu yang jelek sampai membuat semua suster melirik kearah nya dengan tatapan jijik bahkan bukan para suster saja yang merubah perlakuan nya pada dirinya namun rekan sesama dokter nya juga sama.

“apa kau tahu dokter seon sebenar nya gay?”salah satu suster membisik kepada teman nya membuat mata junghwa melebar.

“iya,sekarang aku mengerti kenapa dia tidak pernah berkencan dengan wanita,padahalkan suster-suster disini cantik.”teman suster itu menjawab.

“aku tidak menyangka,aku sangat kecewa padahal aku mengincar dokter seon dari dulu.”suster yang lain bergabung.

Junghwa yang mendengar itu kaget,darimana dia tahu kalau junghwa gay?! Di tidak pernah mengatakan perihal itu pada siapapun di rumah sakit ini kenapa bisa mereka semua tahu?! Junghwa berlari menuju kantor nya karena tidak nyaman berada di kerumunan orang yang membicarakan nya.

Saat dia melewati jajaran mading di rumah sakit dia kaget sekali melihat foto nya dan foto myungsoo terpampang di mading rumah sakit,foto mereka berdua yang sedang berciuman di sofa junghwa di print sangat besar membuat semua orang bisa melihat jelas wajah junghwa.

Junghwa yang marah segera merobek foto-foto nya dengan myungsoo dan membuang nya ke tong sampah dia sangat kesal sekali bagi siapapun yang menyebarkan foto nya dengan myungsoo dengan marah nya dia masuk ke kantor nya dan membantingkan kantong nya.

Dia memukul meja nya keras,junghwa berpikir siapakah yang mungkin menyebarkan fotonya di mading rumah sakit.

“soesangnim apakah semua nya benar?!”tiba-tiba saja sulli masuk kedalam kantor junghwa dia terengah-engah dan kelihatan kaget sekali.

“sulli,iya seseorang sudah menyebarkan foto ku dengan myungsoo.”junghwa berkata.

“soesangnim bagaimana ini? Bagaimana kalau direktur rumah sakit tahu ini?”sulli kelihatan panik dan resah.

“entahlah aku tidak yakin harus mengatakan apa.”junghwa berkata dia sendiripun resah entah apa yang harus dia lakukan.

Di satu sisi dia sudah lelah berbohong pada dunia kalau dia normal dan menyukai wanita namun di sisi lain dia bisa-bisa di pecat dan diusir dari seoul gara-gara masalah ini.

[Kediaman keluarga kim 08:00 pagi]

Seperti biasa sunri mengantarkan sunggyu sampai ke pintu depan,walaupun sekarang howon juga bekerja tapi sepertinya sunri tidka berbiat untuk menyapa nya atau bertanya padanya dari kemarin malam sunri tidak berbicara padanya dia sibuk mengobrol dengan sungyeol dan myungsoo yang pulang terlambat.

Menarik pintu mobil nya howon menghela napas sarapan nya yang biasa nya terasa lezat begitu hambar bagi nya karena sunri,sesekali pandangan mereka bertemu namun sunri sepertinya tidak berniat untuk tersenyum sedikitpun pada howon dia malah memalingkan tatapan nya pada sunggyu atau orang lain yang ada di sekitar mereka berdua.

“hati- hati di jalan oppa.”sunri tersenyum dan mencium pipi sunggyu.

“aku pergi dulu.”sunggyu tersenyum dan masuk kedalam mobil sedan hitam mewah nya.

Tak menunggu lama mobil sunggyu berlalu pergi meninggalkan halaman rumah begitupun mobil sport merah howon,sunri menghela napas dia sendirian lagi di rumah karena sungyeol dan myungsoo sudah pergi meninggalkan rumah dari tadi pagi kadang sunri berpikir apa yang orang-orang itu lakuan.

Dia menarik majalah nya dari bawah meja dan mulai membaca namun entah mengapa di setiap gambar majalah itu sunri selalu ingat wajah howon,sunri mengedipkan matanya berkali-kali dan emmbuka halaman lain majalah itu.

“apa yang kau baca?”sunri bisa mendengar suara howon membuat nya kaget namun saat melirik dia tidak menemukan siapapun di samping nya.

Sunri merasa shock dia segera berlari kekamar nya namun betapa kaget nya dia menemukan sosok howon di duduk di tangga.

“sampai kapan kau akan berbohong seperti ini?”tanya sosok itu.

“pergi!”sunri membentak dan berlari menuju lantai dua tetapi sosok itu tiba-tiba muncul di ujung tangga duduk sambil menatap kearah wajah sunri lurus.

“kau tahu,kau jelas-jelas mencintai ku kenapa kau sangat keras kepala?”sosok itu berbicara.

Sunri merasa ketakutan rasanya dia sudah mulai gila,jelas-jelas howon sudah pergi ke kantor tadi tidak mungkin dia kembali lagi kerumah dan memakai baju santai seperti yang dia lihat sekarang.

“jika aku bertanya kau akan memilih sunggyu dan aku siapa yang akan kau pilih?”sosok itu bertanya lagi sambil menyeringai licik.

“kau hanya halusinasi!pergi!”sunri marah dan berlari kekamar nya.

“kau tidak bisa terus kabur dari kenyataan sunri,kau mencintaiku.”sosok howon menghilang dengan kata-kata itu membuat sunri resah.

‘apakah aku menyukai howon?’

 sunri bertanya pada dirinya sendiri bahkan dia tidak yakin apa yang dia rasakan terhadap howon yang jelas sunri tidak suka melihat dia dengan wanita lain.

[seoul internasional hospital 10:00 pagi]

“apa yang harus aku katakan?”

Junghwa bertanya pada dirinya sendiri setelah direktur rumah sakit memanggil nya dia tahu pasti apa yang akan direktur rumah sakit nya bahas.

“aku sudah mendengar tentang kamu, sebenarnya apa yang terjadi ? aku harap semua ini hanya rumor.”

Junghwa bingung harus berkata apa, dia hanya diam membisu sambil memikirkan jawaban apa yang harus dia katakan kepada direktur.

“soesangnim…”junghwa memulai dia mencoba mencari cara menjelaskan tentang hubungan nya dengan myungsoo.

“maaf soesangnim,aku..aku..semua yang kau dengar benar.”junghwa berkata tngan nya gemetaran airmata mengancam turun dari kelopak matanya.

“APA?!” sang direktur kaget dia tidak percaya dengan apa yang junghwa katakan.

“maaf soesangnim,aku lelah untuk berbohong.”junghwa menjawab suara nya bergetar hatinya seakan mau keluar dari tulang iga nya.

“junghwa..apa yang kau lakukan? Katakan padaku semua ini tidak benar!”direktur Lee memukul meja nya keras membuat junghwa semakin kaget.

“maaf direktur semua itu benar.”junghwa menunduk menyembunyikan wajah nya.

Direktur lee bangkit dan berjalan menghampiri junghwa membuat junghwa berdiri tegak kembali tak menunggu lama sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan nya.

“MENJIJIKAN! Apa kau waras?kau seorang dokter bagaimana mungkin kau menyukai sesama eoh?katakan padaku semua ini bohong!” direktur Lee membentak.

“aku mohon direktur,jangan paksa aku..semua itu benar,aku lelah terus berbohong.”junghwa menyatakan.

“semua ini membuat ku gila!gila! junghwa jika ayah mu mendengar soal ini dia akan snagat marah.”direktur Lee berkata dia memegang kepalanya yang terasa ingin meledak.

“kau punya pilihan junghwa.”direktur lee berkata membuat junghwa mendongak.

“pertama kau masih bisa bekerja di sini tetapi kau harus putus dengan myungsoo dia anak keluarga terpandang junghwa jangan bermain-main dengan keluarga Kim semua orang sudah tahu itu,dan yang kedua kau boleh bersama myungsoo tapi jangan harap aku akan membiarkan mu bekerja di sini.” Direktur Lee berkata.

“soesangnim..aku mohon,berikan aku kesempatan semua orang tidak akan tahu tentang hubunganku dengan myungsoo.”junghwa memohon.

“aku sudah bilang,aku memberikan pilihan kau tinggal memilih.”direktur lee berkata.

“aku beri waktu 1 minggu dari sekarang,kau boleh pergi.”direktur lee kembali duduk.

“baiklah,maafkan aku direktur.”junghwa berbalik meninggalkan kantor sang direktur dan menutup pintu nya rapat.

Junghwa menghela napas dan pergi kekantor nya,namun dia di sambut oleh sulli yang khawatir.

“soesangnim?bagaimana kata direktur?”tanya sulli.

“maaf sulli,aku mengatakan yang sebenarnya.”junghwa berkata sebulir air mata jatuh dari matanya.

“soesangnim,aku mohon jangan seperti ini.”sulli berkata dan memeluk junghwa,sulli merasa khawatir dengan keadaan junghwa.

 [Bengkel dongwoo 11:00 siang]

Myungsoo menyeka oli yang menodai pipi putih mulus nya entah sudah berapa mobil yang sudah dia otak-atik dari tadi pagi,melihat adik nya yang giat bekerja dongwoo merasa bangga dia menghidupkan tv namun dia sangat terkejut melihat beriata utama yang terpampang di layar tv nya.

“di curigai bahwa dokter seon junghwa memiliki hubungan khusus dengan kim myungsoo anak bungsu dari keluarga kaya Kim.”

Tulisan terpapang di bawah foto dua sosok lelaki yang sedang saling mencium,mereka kelihatan sangat mesra dan intim.

“MYUNGSOO!”panggil dongwoo dari kejauhan membuat myungsoo mendongak dan mengalihkan perhatian nya dari mesin yang sedang dia coba perbaiki.

“ne hyung,ada apa?”sahut myungsoo.

“kemarilah.”dongwoo berkata dna myungsoo pun menuruti kemauan kakak nya itu namun saat dia melihat layar tv mata nya melebar kaget melihat gambar nya dengan junghwa terpampang di layar tv dongwoo.

“bisakah kau menjelaskan ini?”tanya dongwoo.

“hm..hyung aku..”myungsoo shock dengan pertanyaan yang mendadak ini dia gelagapan tidka bis amenjawab pertanyaan dongwoo.

“myungsoo sebaik nya kau jujur.”dongwoo berkata menenangkan adik nya yang kelihatan panik.

“hyung tapi aku tidak tahu…harus berkata apa.”myungsoo terdengar sangat misterius membuat dongwoo semakin penasaran.

“apa kau seperti ‘itu’?”dongwoo mendekat kearah myungsoo.

“aku..”myungsoo mengigit bibir nya gugup dongwoo tahu sekal gestur itu tanda nya adik nya merasa tertekan.

“aku tidak akan memaksa myungsoo,tapi jika kau ingin menjawab pertanyaanku aku ingin jawaban yang jujur.”dongwoo menatap lurus kearah myungsoo.

Dongwoo bangkit hendak pergi untuk melanjutkan pekerjaan dia berpikir mungkin foto itu hanya hoax dia tahu myungsoo menyukai wanita tidak mungkin dia menyukai sesama bahkan dongwoo sering melihat adik bungsu nya itu berkencan dengan wanita yang berbeda.

“hyung tunggu.”myungsoo berkata membuat dongwoo berbalik melirik kearah adik nya.

“hyung maaf,sepertinya berita itu benar.”myungsoo akhirnya mengaku.

Mendengar pengakuan adik nya itu dunia dongwoo seakan runtuh dia tidak tahu harus bagaimana dia merasa gagal menjadi kakak yang baik sekaligus figur ayah bagi adik nya itu,dia hanya dia tak berkata apapun dan myungsoo hanya menunduk menatap ujung kaki nya.

“apa kau yakin?”itulah pertanyaan yang keluar dari mulu dongwoo.

Myungsoo tidka menjawab dengan perkataan di hanya mengangguk,dongwoo masih shock dia mengepal tinju nya menahan emosi.

‘bagaimana semua ini bisa terjadi?!’ dongwoo berpikir keras.

“hyung aku mohon,jangan katakan ini pada sunggyu hyung.”myungsoo berkata memohon.

Dongwoo tak bisa berjanji soal itu karena sunggyu pasti sudah tahu karena berita itu sudah tersebar di seluruh penjuru korea dan bagaiamana mungkin sunggyu tidak mengetahui nya? Dia bukanlah tipe kakak yang cuek wlaupun dia kelihatan seperti itu.

“entahlah myungsoo,aku tidak bisa berjanji ini adlah masalah yang sangat besar.”dongwoo berkata.

“hyung..maafkan aku.”myungsoo menangis menahan semua rasa malu nya dia kehilangan semua harga dirinya sebagai lelaki namun dia senang karena di berkata jujur.

Melihat adik nya yang begitu terlihat rapuh mengiris hati nya dia menghampiri myungsoo dan memeluk adik lelaki nya itu,dia tidak peduli orang berkata apa myungsoo tetap adik nya dan dia menyayangi adik nya lebih dari dia menyayangi dirinya sendiri.

“shutt sudah,kau tidak usah menangis.”dongwoo menepuk-nepuk punggung myungsoo adik bungsu nya itu memang paling manja diantara adik nya yang lain.

“aku mengerti,aku tidak akan membicarakan soal ini pada sunggyu hyung.”dongwoo berkata.

“tapi aku yakin sunggyu hyung pasti sudah tahu.”dongwoo melanjutkan.

“hyung..apa yang harus aku lakukan?”myungsoo bertanya pada kakak lelaki nya airmata masih mengalir dari matanya.

“katakan sejujur nya myungsoo,sunggyu paling tidak suka di bohongi.”dongwoo berkata.

“apapun yang terjadi aku akan mendukungmu.”dongwoo melanjutkan merasa iba melihat adik nya dalam keadaan seperti ini.

Jelas sekali dongwoo mengetahui apa yang myungsoo lakukan salah,namun dia tidak tega untuk memarahi myungsoo atau pun mengecam nya dongwoo terlalu menyayangi adik bungsu nya itu.

“terimakasih hyung,aku tahu ini salah tapi..tapi aku mencintai junghwa.”kata myugsoo airmata masih mengalir membasahi pipi.

Dongwoo melepskan pelukan nya dan mengacak-acak rambut myungsoo dia begitu kelihatan rapuh dan kebingungan.

“dengarkan apa kata hatimu myungsoo,karena hanya kamu yang bisa menyelesaikan masalah ini.”

Dongwoo berbalik keluar dari kantor nya meninggalkan myungsoo yang masih kaget,myungsoo berpikir keras bagaimana cara nya dia agar bisa keluar dari masalah ini.

[Kantor kepolisian seoul 12:00 siang]

Woohyun menutup dokumen kasus yang harus dia selesaikan masalah tentang kasusu narkoba sunggyu saja belum terpecahkan dan sekarang dia sudah mendapatkan kasusu baru,woohyun menghela napas dan membuka file kasus narkoba sunggyu sekali lagi walaupun dia sudah di cabut dari kasus itu woohyun tetap saja menginvestigasi nya secara rahasia.

Membayangkan adik perempuan nya hidup di lingkungan yang di penuhi oleh gangster seperti sunggyu dan adik-adik nya membuat nya sangat khawatir dia menyayangi sunri itu tidak bisa di sangkal apalagi mengingat bagaimana rapuh dan lemah nya sunri membuat woohyun semakin resah.

Woohyun bangkit dari duduk nya memutuskan untuk datang ke rumah keluarga kim untuk bertanya apakah sunri sudah pulang atau belum,namun saat dia hendak keluar dari kantor nya sunjong datang.

“hyung,kau mau kemana?”tanya sunjong penasaran dia membawa 2 buah gelas kopi.

“sunjong..aku,aku harus pergi kerumah keluarga kim.”woohyun menjawab.

“apa?mau apa kau kesana?”sunjong kembali bertanya.

“ceritanya panjang,aku akan meneeritakana nya nanti.”woohyun berkata pergi menuju tempar parkiran.

Sunjong hanya menatapi kakak nya itu dengan seribu pertanyaan sampai dia sadar ada kemungkinan kalau kakak nya itu sedang menginvestigasi sunggyu sendirian,sunjong khawatir dan memutuskan untuk menyusul woohyun secara diam-diam.

Woohyun masuk kedalam mobil nya dan pergi menuju kediaman keluarga kim tanpa sadar kalau mobil usnjong membututi mobil nya dari belakang,woohyun kelihatan resah dia mempercepat laju mobil nya membuat sunjong semakin penasaran dia menjaga jarak antara mobil nya dengan mobil hyung nya itu.

Beruntung bagi sunjong dia sudah pernah mengunjungi rumah keluarga kim jadi dia tidak usah khawatir jika dia kehilangan jejak.

Tak memakan waktu lama akhirnya obil woohyun sampai di rumah kediaman keluarga kim,sunjong bisa melihat woohyun turun dari mobil nya dan masuk kedalam rumah keluarga kim dia kelihatan di sambut oleh hankyung pelayan keluarga.

“tuan nam,apakah anda kesini mencari nona sunri?”hankyung menebak.

“kau sudah tahu.”woohyun menjawab.

“kebetulan sekali,nona sunri baru pulang kemarin dari jeju.”hankyung tersenyum dan pernyataan hankyung membuat woohyun kaget dia menjadi lebih gugup.

“benarkah dia sudah pulang?”tanya woohyun masih tidak percaya akhirnya usaha nya berbuah juga dia tidak akan pulang dengan tangan kosong lagi.

“iya,mari saya antar ke halaman belakang,nona sunri sedang mmebaca buku nya di halaman belakang.”hankyung berkata dan menunjukan woohyun jalan kearah halaman belakang yang dia maksud.

Berjalan menuju halaman belakang jantung woohyun berdetak sangat kencang dia akan bertemu dengan adik nya,akhirnya setelah penantian yang cukup lama woohyun tidak bisa berbohong dia benar-benar gugup apalagi saat dia melihat hankyung membukakan pintu halaman belakang.

Saat pintu terbuka sinar matahari otomatis menyentuh kulit nya namun dan angin masuk membuat rambut nya sedikit terapung-apung dia melirik kearah seorang gadis yang sedang membaca buku di dekat kolam ikan,rambut coklat nya dia biarkan terurai gadis itu memakai baju setelan coklat muda dan sepatu flat yang serasi.

“nona sunri ada disana,anda boleh menyapa nya.”hankyung berkata dan woohyun pun mengangguk.

“apa anda ingin teh atau kopi?”tanya hankyung.

“tidak usah,aku tidak akan lama.”woohyun berkata dan hankyung pun mengangguk meninggalkan woohyun sendirian.

Woohyun menghela nafas dan melangkahkan kaki nya menuju sunri,sunri yang mendengar langkah kaki mendongak menatap lurus kearah woohyun yang sudah berdiri tak jauh dari nya.

“hi,aku woohyun.”woohyun mencoba mengakrabkan diri dengan sunri,namun sunri hanya menatap kearah woohyun tanpa berkedip tatapan adik tirinya itu benar-benar berhasil mengintimidasi nya.

“aku tahu kau mungkin tidak tahu aku..”woohyun berkata.

“tidak,aku mengingatmu.”sunri berkata akhirnya tersenyum.

“kamu pacar teman sunggyu oppa kan?”sunri menyakinkan dan woohyun mengangguk.

“ya,aku senang kau masih ingat.”woohyun akhirnya tersenyum juga dia senang sunri maish mengingatnya.

“silahkan duduk,jangan bilang kau akan berdiri di sana.”sunri berkata dan woohyun pun duduk di hadapan sunri.

“jadi apa yang kau butuhkan woohyun-shi?”tanya sunri.

Mendengar sebutan –shi dari adik tirinya membuat nya sedikit tidak nyaman namun woohyun tidak bisa menyalahkan sunri dia belum tahu,dan sekaranglah kesempatan woohyun untuk mengungkapkan segala nya dia ingin sunri kembali.

“bukankah aku terlalu muda untu kau panggil –shi?bagaimana kalau oppa saja?”tanya woohyun dengan santai membuat sunri mengangguk dan memamerkan senyum manis nya.

“baiklah,woohyun oppa.”sunri berkata dan tertawa.

“bagaimana kehidupanmu disini?apakah sunggyu baik padamu?”woohyun bertanya.

“tenang saja woohyun oppa,semuanya baik-baik saja.”sunri tersenyum lagi senyum itu percis sekali dengan senyum yang woohyun lihat saat sunri masih kecil.

Tiba-tiba saja angin berhembus sangat kencang membuat rambut sunri menutupi sebagian wajah nya tangan sunri mencoba menyelipkan rambut nya kebelakang telinga nya namun usaha nya sia-sia karena pandangan nya terhalang,tangan woohyun menggapai kearah rambut sunri membantu sunri untuk menyelipkan rambut nya kebelakang telinga nya.

Mata sunri segera terarah pada muka woohyun,kejadian ini begitu terasa tidak asing sunri merasa kalau dia baru saja mengalami deja vu dia sangat familiar dengan wajah dan sentuhan woohyun apakah mungkin woohyun adalah seseorang yang dia kenal? Sunri bertanya pada dirinya sendiri.

“sunri kau tidak apa-apa?”tanya woohyun senyum lebar menghiasi wajah tampan nya.

[flashback]

“oppa,kau tidak apa-apa?”tanya sunri khawatir melihat kakak nya menangis dia tidak tahu apa yang membuat kakak nya itu sedih yang jelas dia penasaran.

Saat mereka sudah selesai makan malam woohyun tiba-tiba saja berlari keluar dari rumah,dia pergi ke taman komplek terdekat dan menaiki slaah satu ayunan yang ada di taman itu.

“bukan apa-apa sunri.”woohyun menjawab dingin dia memalingkan wajah nya dari sunri.

Sunri memajukan bibir nya kesal dia menghampiri woohyun,namun woohyun malah menyembunyikan kedua wajah nya di balik kedua tangan nya yang besar membuat sunri kesusahan untuk melihat wajah woohyun.

“oppa!! Katakan padaku,ada apa?”tanya sunri memaksa dan diapun memutuskan untuk diam di hadapan woohyun menatap kakak lelaki nya itu.

“pergilah,aku bilang aku tidak apa-apa.”woohyun berkata namun nda suara nya bergetar dia jelas-jelas sudah menangis.

“andwe!sebelum oppa mengatakan padaku apa yang terjadi aku akan diam.”sunri cemberut.

Woohyun menghela napas kesal dia seharusnya tidak berdebat dengan sunri,sunri adalah anak yang paling keras kepala yang pernah dia temui,walaupun sunjong keras kepala namun dia masih menurut jika woohyun memerintah nya beda dengan sunri yang tetap kukuh pada pendirian nya.

“apa kau puas?!”woohyun akhirnya mengalah dan melepaskan kedua tangan nya dari wajah nya yang bengkak karena menangis mata dan hidung nya merah sedangkan pipinya basah oleh airmata.

“oppa..apa yang terjadi?”tanya sunri khawatir.

“eommaku dan appa..”woohyun memulai dia menyeka airmata nya dengan jaket merah nya.

“eommaku dan appa bertengkar lagi.”woohyun berkata dia menunduk kelihatan sedih begitupun sunri.

Sunri tahu jelas apa penyebab ibu woohyun dan ayah nya bertengkar,itu semua karena ibunya sunri,sunri tahu itu dia mungkin masih kecil namun dia tidak bodoh walaupun selama ini dia berpura-pura untuk ceria dan mencoba menerima situasi keluarga nya namun kenyataan berkata lain hati nya selalu sakit melihat ayah nya bertengkar dengan ibu woohyun.

Apalagi dengan pembentukan kubu di dalam keluarga nya,na young eomma itulah sebutan sunri untuk mama woohyun sepertinya tidak tertarik untuk rukun bersama ibunya eunji dia selalu berkata sinis dan kadang memaki ibunya kata ‘perempuan sial’ dan ‘perebut suami orang’ sudah tak aneh lagi sunri dengar keluar dari mulut na young.

Seberapa jahat pun na young eunji selalu mencoba membeli hati wanita yang lebih tua dari nya itu,meskipun dia dan eunji tidak akrab eunji selalu mengingatkan jongwoo untuk ramah dan baik pada na young tapi entah terbuat dari apa hati na young dia bukan nya renyuh dan meminta maaf malah mecaci lebih keras dan sering.

“oppa,maaf..aku tidak bermaksud membuat appa dan na young eomma bertengkar..”sunri berkata menangis airmata nya jatuh ketangan nya.

“sunri…ini bukan salahmu.”woohyun berkata.

“ini salahku,seharusnya aku tidak datang kesini mengunjungimu dan mama.”kata woohyun dia tidak kalah terdengar sedih.

“oppa,aku senang oppa mau datang kesini untuk berkunjung.”sunri mencoba tersenyum namun usaha nya gagal karena airmata nya terus mengalir.

“aku juga senang bertemu denganmu,aku mohon jangan menangis.”woohyun berkata menyeka air mata sunri dan menyelipkan rambut sunri kebelakang telinga nya.

Woohyun tersenyum saat itu dan sunri bersumpah senyuman itu tak akan pernah dia lupakan,senyuman seorang woohyun kakak tirinya yang dia kagumi.

“oppa,saranghaeyo..”sunri berbisik.

[end of flasback]

“kau tidak apa-apa?”woohyun bertanya membuat lamunan sunri pecah dia masih menatap kearah woohyun dan segera melepaskan angan woohyun dari wajah nya,dia panik sunri baru mengingat wajah woohyun dia mengenal woohyun sekarang.

“sunri?”woohyun bertanya,namun sunri kelihatan maish shock dia seakan sudah melihat hantu wajah nya pucat pasi bahkan woohyun bisa melihat tangan sunri sedikit gemetaran.

“kau..siapa kau sebenarnya?”tanya sunri.

“apa katamu sunri?aku woohyun.”woohyun berkata.

“aku tahu!”sunri membentak dia menatap garang pada woohyun.

“kenapa sunri??apa aku berbuat salah?”tanya woohyun khawatir perbuatan nya tadi dianggap tidak pantas untuk sunri.

“apa nama marga mu?woohyun oppa jawab!”sunri membentak.

“Nam,aku Nam woohyun.”woohyun menjawab.

Jantung sunri seakan berhenti untuk sesaat dia sudah punya firasat kalau woohyun adalah seseorang yang dia kenal dari dulu,tidak salah lagi woohyun adalah kakak tirinya.

“beraninya kau datang kesini!”sunri membentak menjauh dari woohyun.

“sunri,aku bisa menjelaskan aku mohon duduklah.”woohyun berkata membujuk sunri yang sudah panik.

“Pergi! Aku tidak ingin melihat wajahmu!”sunri marah dia melemparkan buku tebal nya kearah woohyun namun woohyun berhasil menghindar.

“sunri..aku mohon jangan seperti ini.”woohyun mencoba menenangkan sunri.

“apa yang kau inginkan?! Kau puas?!kau dan ibumu membuat hidupku menderita aku tidak butuh penderitaan yang lain!”sunri membentak dan hendak pergi namun woohyun menarik sunri dan memeluk wanita itu dengan erat.

“sunri,mianhe..jeongmal mianhe.”woohyun berkata airmata menetes pada pundak sunri woohyun benar-benar menangis dia begitu menyesal.

“aku yang salah,seharusnya aku mencarimu lebih cepat..maafkan aku.”woohyun berkata dan memeluk sunri erat,sunri hanya bisa menangis hatinya begitu perih saat dia merasakan kembali kehangatan woohyun mengelilinginya setelah berpisah begitu lama.

“oppa,neon nappeun!otthoke?!”sunri berkata dia bisa merasakan lutut nya lemas kehadiran woohyun sekarang bagaikan mimpi untuk sunri.

Woohyun menahan tubuh sunri menghirup harum tubuh sunri menyadarkan nya kalau semua ini nyata,dia akhirnya berhasil mengungkapkan semuanya yang dia inginkan hanyalah membawa adik perempuan nya itu kembali kedalam keluarga Nam apapun akan woohyun lakukan itu walaupun nenek atau ibunya menentang nya.

“kembalilah kerumah appa,dia pasti akan senang.”woohyun berkata sambil melepaskan pelukan nya.

“omo..kau menangis,otthoke?wajah cantik mu sekarang berantakan.”woohyun menggoda membuat sunri cemberut menahan tawa nya dan memukul dada woohyun pelan.

“oppa,apa kau yakin appa masih meningatku?”tanya sunri.

“dia akan selalu mengingat mu sunri,kau adalah anak favorite nya.”woohyun mengelus kepala sunri menatap penuh sayang kearah adik nya itu.

Sekarang beban woohyun hilang,dia hanya harus mengatakan tentang ini pada ayah nya dan keluarga nya termasuk ye jin.

[Kantor Ye jin 01:00 siang]

Howon melirik kearah handphone nya,lagi-lagi mary mengirimkan pesan padanya howon mencoba untuk menghindari mary dia harus menangkan dirinya dulu menyakinkan sebenar nya dengan siapakah dia jatuh cinta,apakah dengan mary ataukan dengan sunri.

Howon memijat kening nya,matanya sudah lelah menatapi layar komputer yang ada di hadapan nya dia memlih untuk istirahat sejenak dan turun ke loby bermaksud membeli minuma kaleng dingin.

Saat dia baru sampai di loby kantor dia kaget sekali melihat sosok mary yang sedang mengobrol dengan ye jin mereka berdua kelihatan akrab sampai akhirnya mary melirik kearah howon dan berbicara pada ye jin sejenak sampai akhirnya ye jin terenyum dan membiarkan mary pergi.

“hi..”mary menyapa dengan senyum lebar.

“apa pekerjaanmu sudah selesai?”tanya mary melingkarkan tangan nya di lengan howon.

“belum aku hanya kebawah untuk membeli minuman.”howon menjawab datar dia bahkan tak kelihatan senang melihat kekasih nya itu datang.

“jinja?jangan bohong,kau membuka sms ku kan?”tanya mary menggoda.

“hm..”howon hanya menjawab dengan singkat dia tidak mood untuk berbicara apalagi meladeni permainan mary.

“howon-ah kenapa kau dingin sekali belakangan ini?”tanya mary sedih.

“apakah aku tidak cukup lagi untuk mu?”mary melanjutkan menghentikan langkah nya dan melepaskan tangan nya dari lengan howon.

“bukan itu mary,sebaik nya kita tidak membahas ini disini.”howon berkata menarik mary.

“lepaskan!”mary marah dan melepaskan tangan nya dari howon.

“kau mencintai sunri iyakan?kenapa kau tidka pernah tegas,siapa sebenar nya yang kau cintai?”mary betanya airmata mengancam untu turun kepipinya.

“mary..aku bilang jangan sekarang.”howon membujuk.

“lalu kapan?kau selalu menghindariku,semenjak sunri pergi ke jeju sifat mu berubah apakah ada sesuatu diantara kalian?apa kalian ‘bermain’ di belakangku?”mary bertanya tangan dan bibir nya gemetaran menahan emosi yang selama ini dia tahan.

“sunri tidak seperti itu mary! Dia wanita yang baik,aku yang salah.”howon berkata dan menarik tangan mary keluar dari lobby karena semua orang sudah mulai menatap kearah mereka kebingungan.

“lalu apa yang membuat mu berubah katakan padaku?”mary bertanya lagi setelah mereka sampai di luar kantor.

“aku hanya butuh waktu ok?aku juga lelah harus terus seperti ini,aku tidka ingin harus memilih anatara kau dan sunri aku ngin yakin.”howon berkata.

“jadi aku mohon,berikanlah aku waktu ..aku akan menghubungi mu jika aku sudah yakin.” Howon berkata hendak mengelus pipi mary namun mary menepis nya.

“sebaik nya kau bersama sunri saja,aku lelah aku tidak akan menganggu hidup mu lagi.”mary berkata dan pergi masuk kemobil sedan putih nya.

Howon hanya bisa memanangi mobil sedan mary pergi menjauh dari halaman perusahaan ye jin dia pun pergi kekantin membeli minuman nya.

Howon duduk di salah satu meja kosong di kantin itu dia menatap kearah pergelangan tangan nya,gelang putih yang dia ambil dari kamar sunri tempo hari belum juga dapat dia lepaskan dari tangan nya setiap kali dia melirik kearah gelang itu dia ingat pada sunri,dia tidak bis amelupakan wajah gadis itu.

Meneguk minuman berenergi nya howon mengaktifkan handphone nya,dan sekali lagi dia teringat pada sunri saat dia melihat layar handphone nya yang retak,tapi howon tidak keberatan menggunakan handphone itu,dia tetap saja mengantongi handphone itu dan menggunakan nya walaupun layar nya retak.

Saat howon maish melamun tiba-tiba saja handphone nya bergetar membuat nya terkejut dia segera mengangkat telepon itu saat dia melhat caller id yang tampil di layar handphone nya adalah nama kakak nya sunggyu.

“yobuseyo,hyung ada apa?”tanya howon,tumben sekali sunggyu menelepon nya.

“howon,apakah kau bersama myungsoo?”tanya sunggyu nada bicara nya terdengar marah.

“tidak hyung,memang ada apa?”tanya howon kembali kebingungan tidak biasanya sunggyu mencari myungsoo malah biasanya kembalikan nya.

“tidak,aku hanya ingin membahas sesuatu dengan nya..kalau begitu ya sudah hubungi aku jika kau bertemu dengan nya.”sunggyu menutup telepon nya tanpa menunggu jawaban howon.

“ok,hyung..”howon menjawab pada nada telepon,dia pun memasukan handphone nya kedalam saku celana nya.

[Perusahaan kim 1:50 siang]

“kemana anak itu.”sunggyu berkata dia melemparkan koran yang baru saja dia baca ke tong sampah.

Dia tidak bis amempercayai foto yang terpampang di dalam koran itu,foto adik kesayangan nya myungsoo dengan seorang lelaki bernama ‘junghwa’ berciuman rasanya sunggyu mau pingsan namun dia tetap menahan ras kaget nya dia begitu malu dengan skandal ini.

Tok..tok..tok..

Mendengar suara ketukan pintu,sunggyu mendongak dan melirik kearah pintu nya dan dia menemukan sekertaris nya berdiri di ambang pintu.

“tuan sunggyu,tuan dongwoo ingin bertemu dengan anda.”sang sekertaris memberitahu.

“biarkan dia masuk.”sunggyu memberi perintah dan sang sekertarispun membiarkan dongwoo masuk.

“melihat dari expressi mu sepertinya kau sudah mendengar nya hyung.”songwoo berkata duduk di kursi yang berada di dekat meja sunggyu.

“semua orang di korea sudah mendengarnya,kenapa aku tidak?!”sungyu berkata.

“kemana anak itu pergi?”tanya sunggyu nada suara nya begitu rendah membuat songwoo sedikit takut.

“hm..entahlah hyung,dia menghilang.”dongwoo berbohong dia ingin melindungi adik nya itu.

“menghilang?kemana?”tanya sunggyu kesal.

“entahlah hyung,mungkin dia ingin menenangkan diri dulu.”dongwoo menjawab.

“kau sebaik nya katakan padaku dimana dia!”sunggyu membentak.

“hyung!masalah ini tidak akan selesai dengan emosi,tenangkanlah dirimu biarkan myungsoo untuk berpikir dulu.”dongwoo berkata menenangkan sunggyu.

“aku hanya ingin bertanya,apakah berita itu benar?”sunggyu menatap lurus kearah dongwoo,tatapan itu bagaikan ribuan jarum yang siap menusuk tubuh dongwoo kapan saja.

“hyung,lebih baik kita menunggu jawaban nya dari myungsoo.”dongwoo menunduk menyembunyikan wajah nya.

“apa kau begitu menyayangi adik mu sampai kau berai berbohong padaku?!”sunggyu menaikan nada suaranya.

“maaf hyung,aku tidak akan menjawab pertanyaan itu yang jelas aku menyayangi semua saudaraku hyung,termasuk kau.”dongwoo tersenyum.

“aku ingin yang terbaik hyung,aku tidak ingin persaudaraan kita terpecahkan oleh suatu hal yang kecil karena darah lebih kental dari air.”

Mendengar perkataan dongwoo,sunggyu kembali duduk terkadang dongwoo terdengar seperti seorang ibu yang tidak pernah mereka miliki,sebenarnya mereka memiliki ibu namun ibu mereka sepertinya tidak akan pernah hadir di dalam kehidupan mereka.

“aku,tahu dongwoo.”sunggyu menghela nafas terkadang dia berdoa agar ibunya kembali dari amerika dan datang kesini untuk mengatasi semua masalah ini.

Sunggyu memang bisa memegang figur ayah untuk semua adik-adik nya,namun sebgaai figur ibu dia tidak bisa tak ada seorang lelaki pun di dunia ini yang mengerti bagaimana cara nya menjadi seorang ibu,ibu adalah figur yang sangat penting dalam keluarga dan sunggyu bersyukur dia bisa membesarkan ke 4 adik nya tanpa figur seorang ibu.

“hyung,apakah kita harus menelpon eomma?”tanpa sunggyu sangka dongwoo menanyakan hal itu sudah lebih 20 tahun dia tidak mendengar kata eomma keluar dari mulut dongwoo.

“apa kau yakin?”sunggyu tidak yakin dia takut jika ternyata telepon nya di tolak oleh ibu tersayang mereka itu.

“tak ada jalan lain hyung,myungsoo lemah kalau soal eomma..dia pasti menurut.”dongwoo berkata.

“kau benar sebaik nya aku menelepon nya.”sunggyu ragu dia bahkan ragu kalau dia masih ingat nomor telepon yang ibunya berikan saat dia akan pergi ke amerika beberapa tahun yang lalu.

“aku tahu hyung ini tidak mudah,tapi aku ingin eomma mengetahui soal ini setidak nya kita tes dia apakah dia masih peduli pada kita atau tidak.”tutur dongwoo.

[kediaman seon junghwa 03:00 sore]

Junghwa hampir pingsan saat dia melihat kerubunan reporter yang memenuhi rumah nya dia pulang kerumah nya menggunakan taksi,dia memutuskan untuk pulang lebih awal karena dia tidak nyaman dengan tatapan orang dan pasien nya yang menatap jijik kearah nya.

Bahkan pagi ini salah satu pasien nya menolak untuk di suntik karena dia tidak mau tersentuh oleh junghwa,junghwa merasa tersinggung namun dia tetap tersenyum ramah pada pasien nya itu dan tetap memberikan pasien itu pelayanan yang baik.

“tuan anda sudah sampai.”sang supir taksi memberitahu menyadarkan junghwa dari lamunan nya.

“ah..putar saja,antar aku ke taman kota.”junghwa berkata dan sang supir pun mengangguk menuruti perintah junghwa.

Junghwa melihat kearah rumah nya beruntung baginya sang reporter tidak mengenali wajah nya saat mobil taksi yang dia tumpangi melewat kedepan rumah nya,dia bisa melihat para reporter itu menunggu dengan lesu nya di hadapan rumah junghwa.

Pikiran junghwa melayang pada myungsoo dia menelepon kekasih nya itu,menunggu telepon nya diangkat junghwa menghela napas.

“yobuseyo…”suara myungsoo terdengar dari seberang telepon.

“myungsoo,ini aku bisakah kau menemui ku di taman kota sekarang?”tanya junghwa.

“baiklah,aku juga ingin bertemu dengan mu.”myungsoo menjawab.

“oke,aku tunggu.”junghwa berkata.

“iya,tunggu saja aku aku akan ada disana.”myungsoo menutup telepon begitupun junghwa.

~~~~~~~~

Junghwa duduk di salah satu bangku taman,kebetulan taman hari ini begitu sepi hanya ada beberapa orang yang lewat apalagi cuaca sore itu mendung seperti nya akan turun hujan lebat.

“maaf menungu lama.”mendnegar suara myungsoo junghw amendongak dan mendapati kekasih ny aitu sudah berdiri di hadapan nya.

“tidak apa-apa aku baru sampai.”junghwa berkata melirik kearah kanan dan kirinya meyakinkan kalau tak ada seorangpun yang mengikuti nya atau myungsoo.

“aku sudah tahu apa yang ingin kau bicarakan.”myungsoo duduk di samping junghwa.

“tak usah membahas nya,aku mengerti.”myungsoo berkata.

“apa maksud mu kau tak ingin membahas nya,aku ingin semuanya jelas.”junghwa melirik kearah myungsoo.

“lalu apa yang harus kita lakukan?semau orang sudah mengetahui nya.”

“katakan yang sejujurnya,aku lelah harus berbohong.”junghwa mengengam tangan myungsoo erat memberikan kekasih nya itu semangat.

“hyung ku sudah tahu soal ini,dia pasti akan membunuhku.”myungsoo terdengar sangat resah.

Junghwa menarik kepala myungsoo membiarkan kepala myungsoo bersandar di lekukan leher nya dia mengelus lembut rambut hitam myungsoo dan mencium ujung kepala nya dia rela selamanya seperti ini asalkan dia bersama myungsoo.

Tak pernah dalam hidup nya dia merasakan seberani ini,biasanya dia pasti hancur dan putus asa apalagi saat kematian yeon hee dia kehilangan semangat hidup nya namun bersama myungsoo berbeda dia merasa kuat dia percaya jika dia bersama myungsoo apapun bisa dia lewati.

“aku mencintai mu myungsoo,aku tidak akan melepaskanmu.”junghwa berkata dia bisa merasakan setetes airmata jatuh dari matanya menetes ke ujung kepala myungsoo.

“junghwa..”myungsoo melirik kearah junghwa.

Junghwa merasa malu ini kedua kalinya junghwa menangis di hadapan myungsoo bagaimana pun dia menahan nya airmata itu terus sjaa keluar dia membenci nya dia seharusnya kuat di hadapan myungsoo namun ternyata dia tidak bisa myungsoo menyeka airmata junghwa dan memeluk nya erat.

“shutt semuanya akan baik-baik saja.”myungsoo berkata memeluk erat junghwa yang menangis tersedu-sedu.

[Kediaman keluarga Kim 08:00 malam]

Sunggyu dari tadi sore tidak berbcara bahkan saat suni menyambut nya dengan hangat sunggyu hanya membalasnya dengan pelukan singkat,dari tadi sore dia tidak keluar dari ruang kerjanya meneguk wine nya seperti biasa sedangkan sunri dan howon menunggu di ruang tamu dengan cemas.

“sebenarnya apa yang terjadi?”tanya sunri kearah howon.

“entahlah,aku pun tidak tahu.”howon dan sunri menghela napas.

Mereka berdua sepertinya yang paling ketinggalan,kebingungan mencari penyebab sunri mengambil koran yang tadi pagi diantarkan kerumah dan betapa kaget nya dia melihat foto myungsoo dengan seorang lelaki bernama junghwa terpampang di halaman cover koran itu.

“ya tuhan..”mata sunri melebar melihat foto itu tangan nya gemetaran.

“ada apa?”howon penasaran dan merebut koran itu dari tangan sunri.

Howonpun sama kaget nya dengan sunri,jantung nya seakan mau copot melihat foto adik nya bersama lelaki lain melakukan sesuatu yang tidak senonoh.

Sunri segera berlari menuju ruang kerja sunggyu namun howon mencegah nya menarik tangan sunri dengan kasar membuat sunri mengerang kesakitan.

“aww lepaskan!sunggyu oppa membutuhkan ku.”sunri berkata.

“dia butuh waktu sendiri,kau tenang saja dia akan baik-baik saja.”howon berkata.

“tapi aku khawatir dari tadi dia belum makan malam.”sunri menatap kearah ruangan kerja sunggyu penuh khawatir.

Howon merasa sedikit cemburu,apakah sunri akan khawatir jika dia mengurung dirinya di kamar nya juga,apakah sunri akan mencoba membujuk nya dan mengatakan kata-kata manis padanya saat dia sedih? Pertanyaan itu terus berputar di pikiran howon.

“sunri jika aku ada di tempat sunggyu,apakah kau akan khawatir?”tanya howon.

Sunri mengerutkan kening nya kebingungan.

“apa mau mu?”sunri bertanya kembali.

“sepertinya tidak,kau hanya mencintai sunggyu hyung kan?”howon berkata melepaskan tangan sunri.

“sepertinya aku harus menyerah,kau benar sebaik nya aku pergi bersama mary saja.”howon berkata dan peri menuju kamar nya.

Sunri menggigit bibirnya resah mendengar perkataan itu entah mengapa hati sunri terasa seperti di sayat oleh silet dia menggapai tangan howon membuat howon menghentikan langkah nya dan melirik kearah sunri.

“kata siapa?tentu saja aku akan khawatir,kau adik sunggyu oppa aku menyayangimu sama seperti sunggyu oppa menyayangimu.”sunri berkata.

Entah mengapa mendengar perkataan sesimple itu howon sangat senang dia tersenyum lebar dan memeluk sunri.

“terimakasih noona.”howon berkata,panggilan noona keluar begitu saja dari mulut nya tanpa dia sadar.

“mwo?noona?aku lebih muda darimu!”sunri berkata.

“aku tidak peduli,kau noona ku.”howon tersenyum menghirup harum rambut sunri.

[Perusahaan Kim Los Angeles 11:00 siang]

“madam,there’s a call from your son sunggyu.”
“nyonya,ada telepon dari anak anda sunngyu.”

Seorang wanita berambut pirang datang keruangan Min sook membawa sebuah telepon wireless di tangan kanan nya sedangkan tangan kirinya penuh dengan dokumen-dokumen yang harus min sook tanda tangani sebagai CEO perushaan Kim min sook sudah biasamelihat sekertaris nya yang super sibuk itu.

“sunggyu?that’s unusual,give me the phone.”
“sunggyu?tidak biasanya,berikan aku telepon nya.”

Min sook mengambil telepon itu dari sekertarisnya dia dengan santai nya menganggkat telepon itu.

“yobuseyo,sunggyu ada apa?”tanya min sook dalam bahasa korea,bahasa korea begitu terdengar aneh di di telinganya mungkin karena dia sudah lama tak menggunakan nya.

“eommoni.”sunggyu terdengar bahagia mendnegar lagi seorang ibunya yang sudah bertahun-tahu tidak dia temui.

“iya sunggyu ada apa?momy doesn’t have all day sweety just talk.”minsook berkata mulai menanda tangani dokumen nya yang masih banyak menumpuk belum lagi dia harus mengecheck beberapa file penjualan produk nya.

“eomma,apa kabar mu?kami semua merindukanmu.”sunggyu mencoba berbasa-basi.

“aku baik-baik saja sayang,bagaimana adik-adikmu?”tanya min sook.

“semuanya baik-baik saja eomma,kecuali myungsoo.”sunggyu berkata suara cerianya berubah menjadi sedih.

“myungsoo?what’s wrong with him?”min sook kebingungan seingat dia myungsoo adalah anak paling baik dia jarang sekali terkena masalah.

“begini eomma..aku rasa ada sesuatu yang salah dengan myungsoo, aku rasa dia gay.” Sunggyu akhirnya memuntah kan maslah nya.

Min sook yang mendengar pengakuan sunggyu begitu terkejut dia bahkan hampir menjatuhkan telepon yang dia pegang,min sook bisa memaafkan kenakalan anak-anak nya namun soal sekualitas mereka min sook tidak bisa mentolelir min sook bisa menerima jika myungsoo main perempuan itu lebih masuk akal baginya karena anak-anak nya tampan dan kaya.

Tapi gay?!apa kata orang nanti semua majalah dan tv di korea pasti sudah menyiarkan berita ini,myungsoo sukses sudah mencoreng nama baik keluarga Kim.

“mworago?!hoksi?! apa kau sudah bertanya pada myungsoo?”min sook panik.

“aniyo..eomma,dia tiba-tiba saja menghilang.”sunggyu berkata.

“MENGHILANG?! Bagaimana bisa?”min sook berteriak.

“eomma,tolong tenang dulu…”sunggyu berkata ini baru pertama kali nya sunggyu mendnegar bentakan dari ibunya itu.

Min sook biasanya adalah figur ibu yang tenang dan cool tak pernah dia menaikan suara nya di hadapan anak-anak nya tetapi dia terkadang bersikap dingin dan jauh agar anak-anak nya mengerti garis antara dirinya dengan mereka,min sook tidak mau anak nya berani menentang nya.

“aku akan terbang ke korea sekarang juga,suruh hankyung datang menjemputku saat aku mendarat di korea.” Min sook berkata.

“eomma,apa kau yakin disini sudah malam.”sunggyu berkata.

“aku yakin,dan sebaik nya kau mencari adikmu itu..akan ku beri dia pelajaran.”min sook marah dan menutup telepon nya.

“Kim myungsoo sebaik nya kau menjelaskan semua ini.”min sook berkata mengepalakan tangan nya kesal,beruntung untuk nya media amerika belum mengetahui tentang masalah ini.

Min sook harus bergerak cepat dan segera menghilangkan skandal ini dan mengembalikan citra keluarga Kim di mata korea.

“kathleen!”min sook memanggil sekertarisnya.

“yes madam.”kathleen segera datang keruangan bos nya itu.

“buy me an airline ticket to korea now!”
“belikan aku tiket penerbangan ke korea skearang!”

Min sook memerintah dan sekertarisnya pun mengangguk dna segera menelepon jasa tiket penerbangan sedangkan min sook memijat kening nya,dia sudah cukup stress dengan urusan kantor nya yang menumpuk sekarang di tambah dengan masalah anak bungsu nya rasanya kepala min sook ingin pecah.

To be countinue

DON’T FORGET THE COMMENT😀

Love,seven94

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “This Love [Episode 11]

  1. Thorrrr adegan L oppa jgn banyak2 dong.. Aku benci banget ngebayanginnya.. Maaf ya thor.. Tapi aku jijik banget sama mereka >__<
    Soal sunri.. Kayaknya dia benar2 mencintai howon.. Hhh aku mohon thor sadarkan sunri kalo dia mrncintai sunggyu ..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s