Posted in FanFiction NC 17+

This Love [episode 7]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

NO SILENT READER PLEASE..

Special Guest:

Lee Minho                   as         Seon Junghwa

Naeun Apink               as         Kim Mary

Ailee                            as         Lee Ye jin

Cast :

Reader  (you)              as         Lee Sunri

Lee howon                   as         Kim howon/hoya

Kim sunggyu               as         Kim sunggyu

Kim myungsoo            as         Kim Myungsoo/ L

Nam woohyun             as         Nam woohyun

Jang dongwoo   as       Kim dongwoo

Lee sungyeol               as         Kim sungyeol

Lee sunjong                 as         Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

Np: DBSK- Stand by you

Mary berjalan keluar dari ruangan nya hendak pergi menuju rumah sunggyu namun dia kaget saat melihat sosok sunggyu sedang mengobrol di loby bersama seorang pegawai nya dia kelihatan sedang melihat data-data proyek karena pegawainya memberikan sebuah data tebal yang di balut oleh map biru.

“sunggyu oppa?”mary berjalan kearah sunggyu membuat sunggyu mendongak dia tersenyum saat melihat mary.

“mary! Hi,kau sudah pulang?”sunggyu berkata mereka berduapun berpelukan akrab.

“iya,apa yang oppa lakukan disini?”Tanya mary penasaran.

“aku sedang mengontrol beberapa proyek ku dengan perusahaan ayahmu.”sunggyu menjawab dan memberikan data tebal yang dia pegang kepada pegawai yang berdiri di samping nya.

“kau punya proyek dengan ayahku?”mary kelihatan kaget dia tidak pernah mendnegar kalau perusahaan nya sudah bekerja sama dengan perusahaan sunggyu.

“ya,banyak orang yang mengira kita saudara.”sunggyu menjawab melangkah untuk keluar dari gedung mewah perusahaan mary.

“oh iya,kita punya nama keluarga yang sama.”mary berkata.

“kau mau kerumahku kan?ayo aku antar,aku tidak ingin calon klienku harus repot-repot datang sendiri kerumahku.”sunggyu berkata.

“aish oppa kau tak usah gombal denganku..”mary memukul lengan sunggyu pelan dan mereka berduapun tertawa.

[Kediaman keluarga kim 06:00 sore]

Sangat aneh bagi sunri,sekarang sudah sore namun sunggyu belum pulang juga membuat nya sangat cemas dia tidak tahu harus bagaimana,dia tidak tahu nomor telepon sunggyu sunri yang gelisah akhirnya menunggu di ruang tengan dekat tangga dia bahkan tidak mood untuk membaca buku harry potter nya lagi.

Hankyung yang merasa khawatir melihat sunri yang dari tadi berjalan mundar-mandir dari ruang tengah ke pintu utama akhirnya menyapa sunri.

“nona lebih baik anda menunggu di kamar,mungkin tuan sunggyu akan pulang telat.”hankyung berkata.

“benarkah?aku sangat khawatir.”sunri berkata kembali duduk di kursi ruang tengah.

“benar nona,mungkin dia sedang sibuk dengan pekerjaan nya.”hankyung berkata dengan senyum.

“mungkin kau benar,terimakasih hankyung kau membuatku sedikit tenang.”sunri berkata.

Hankyung hanya mengangguk dengan hormat kearah sunri,itu sudah menjadi tugas nya menenangkan pacar tuan nya yang kelihatan khawatir,sebenarnya hankyung juga sudah pusing melihat sunri yang mondar-mandir dia juga mendapat beberapa laporan dari pembantu lain.

Seharian howon mengurung dirinya di kamar masih merasa bersalah karena telah mencoba untuk meniduri sunri pacar kakak semata wayang nya,howon tidak bisa mengelak sunri memang benar-benar berhasil mencuri perhatian nya walaupun hatinya masih memanggil mary tapi tubuh nya menginginkan sunri betapa dilemma yang membingungkan untuk nya.

Mendengar mesin mobil yang mendekat kearah rumah nya howon membuka jendelanya dan dia bisa melihat hyung nya sunggyu turun dari mobil namun ada suatu yang janggal dia bersama seorang wanita itu jelas bukan sunri karena dia memakai pakaian formal.

Wanita yang baru turun dari mobil sunggyu itu berbalik menuju pintu utama membuat howon bisa melihat wajah nya,ternyata wanita itu mary mantan kekasih nya.howon marah dan menebak pasti mary datang kesini untuk menganggu nya dia segera keluar dari kamar nya menuju ke lantai bawah.

Melihat sunggyu yang keluar dari mobil sunri segera bangkit dan hendak menyambut nya pulang seperti biasa namun dia mendengar langkah kaki yang cepat yaitu langkah kaki howon yang menuruni tangga dia kelihatan sangat kesal namun sunri tidak tahu apa yang membuat nya kesal.

Howon membuka pintu utama dan dia mendapati sunggyu dan mary sudah berdiri di hadapan nya.

“oh howon,kau mau pergi kemana?”sunggyu bertanya karena tidak biasanya dia ada di hadapan nya dan menyambut nya yang baru pulang.

“aku tidak akan pergi kemana-mana hyung,aku ingin bertanya apa yang wanita itu lakukan disini?”howon menunjuk kearah mary yang segera menunduk dia bahkan tidak berani melirik kearah howon yang sudah melotot kearah nya.

“howon! Dia klien ku sekarang,sebaik nya kau ramah padanya.”sunggyu berkata.

“mary ayo masuk,kita bahas konsep yang ingin kau ketahui.”sunggyu berkata menarik mary dan mendorong howon menjauh dari jalan mereka.

Sunri yang berdiri tak jauh dari belakang howon marah saat dia melihat sosok mary masuk kedalam rumah api cemburu langsung membakar nya saat dia melihat gengaman tangan sunggyu pada lengan mary.

Sunggyu yang melihat sunri mematung memandangi mary segera melepaskan tangan nya dari lengan mary dia berjalan kearah sunri.

“sunri,kau pasti menunggu lama maaf yah..aku punya banyak pekerjaan tadi.”sunggyu berkata.

Tanpa ragu sunggyu memeluk sunri seperti biasanya namun tatapan sunri masih melekat kearah mary dia menatap tajam pada mary dan menglingkar kan tangan nya ke leher sunggyu seakan dia mengatakan bahwa sunggyu milik nya.

Mary yang melihat tatapan itu hanya mendengus dia pikir sunri terlalu berlebihan dia tidak menyukai sunggyu,apakah sudah jelas kalau lelaki yang dia inginkan adalah howon.

“tak  apa-apa oppa,aku sedikit khwatir lain kali meneleponlah jadi aku tahu dimana kau berada.”sunri berkata.

“iya,sayang aku janji aku menelepon kalau aku pulang telat.”sunggyu mengecup kening sunri.

“ehm…”mary pura-pura batuk dia kesini bukan untuk menonton kemesraan sunri dan sunggyu.

“oh iya aku hampir lupa,kenalkan ini mary.”sunggyu memperkenalkan mary pada sunri namun sunri sudah mengenal nya.

“aku sudah bertemu dengan nya oppa.”sunri berkata ketus dia kelihatan tidak senang melihat wajah mary.

“iya,kami sudah bertemu oppa.”mary berkata diapun kelihatan tidak sennag bertemu dengan sunri.

Sunggyu yang bisa merasakan keadaan berubah tegang akhirnya memutuskan untuk memecahkan hening diantara mereka.

“bagus kalau begitu,sunri sebaik nya kau membawa teh untuk mary aku dan mary akan membahas konsep proyek kami.”sunggyu berkata dan menunjukan mary jalan keruang kerja nya sedangkan sunri hanya memutar matanya kesal.

“kenapa juga dia harus kesini?!”sunri berkata tanpa menyadari kalau howon ada di belakang nya dia mendengus menyadari bahwa sunri begitu jealous.

“apa kau cemburu pada mary?”howon bertanya membuat perhatian sunri teralihkan padanya.

“apa urusan mu?apa kau sudah berhenti marah?”sunri berkata melirik kearah howon yang menyandar di ambang pintu.

“siapa bilang aku berhenti marah?aku hanya bertanya.”howon mengelak sebenarnya sekarang dia sudah sedikit tenang.

“hm,apakah menurut mu aku terlalu berlebihan ?” aneh nya sunri malah bertanya tidak biasanya untuk howon.

“aku malah penasaran.”kata howon melangkah kearah sunri.

Sunri menatap howon dengan seribu pertanyaan dia tidak mengerti bukankah pertanyaan nya adalah pertanyaan yang cukup di jawab dengan iya atau tidak? Namun sunri tetap diam menunggu howon untuk melanjutkan perkataan nya.

“apa kau menyukai sunggyu hyung atau aku?”Tanya howon saat dia sudah ada di hadapan sunri.

“mwo?apa maksud mu?”sunri berkata.

“kau boleh tidur bersama hyungku dan kalian jelas-jelas setiap hari bermesraan,tapi pernahkah kamu bertanya pada dirimu sendiri apakah kau menyukai ku atau tidak?” howon bertanya matanya penuh dengan misteri.

“apa kau gila?! Aku tidak mungkin memiliki perasaan apapun terhadapmu,kenapa kau sangat yakin dan penuh percaya diri?” sunri berkata mendorong howon menjauh dari nya.

“kau sebaik nya berpikir dulu sebelum kau menjawab,kau tahu terkadang kita menyesali apa yang kita katakan.” Howon menyeringai saat dia melihat wajah sunri yang memerah.

“aku sebaik nya pergi dan kau,bukankah kau harus menyediakan teh untuk hyung dan mary?” howon bertanya.

“iya,kau benar aku hampir lupa!”sunri berlari kedapur sedangkan howon hanya bisa menatap kearah pungung sunri yang menghilang di balik pintu dapur.

Entah mengapa hari itu howon sangat khawatir dia takut akan sesuatu namun dirinya sendiri tidak yakin apakah itu dia berpikir mungkinkah dia telah jatuh cinta pada sunri,ataukah dia hanya merasa kesepian dan membutuhkan seseorang sebagai pengganti mary,haruskah dia kembali pada mary untuk melupan setitik perasaan yang dia rasakan pada sunri?ataukah dia harus mencari kebenaran nya dengan terus mendekati sunri?pilihan it uterus berputa-putar di kepala howon.

Sunggyu menjelaskan konsep make up nya pada mary dan mary yang duduk di hadapan nya kelihatan puas dengan konsep yang sunggyu rancang mary mengakui kalau sunggyu memiliki bakat dalam bisnis karena setiap perkataan yang keluar dari mulut nya membuat mary percaya kalau proyek mereka akan sukses.

“jadi bagaimana menurutmu?”Tanya sunggyu yang selesai menjelas detail dari proyek nya.

“bagus,aku tidak percaya kau menyusun konsep ini dlam waktu beberapa hari.”mary berkata menatap susunan konsep yang ada di hadapan nya.

“ini karena aku sangat menyukai proyek ini.”sunggyu berkata.

“oh jinja?memang ada sesuatu yang special dengan proyek ini?”Tanya mary penasaran.

“hm..aku ingin membuat seseorang bangga dan bahagia,karena dia sangat berarti bagiku.”sunggyu berkata dan duduk di sebelah mary menatapi susunan konsep hasil kerja kerasnya dan sekertarisnya.

“orang itu pasti snagat beruntung.”mary berkata melirik kearah sunggyu.

“entahlah,tapi aku yakin akulah yang beruntung karena dia mengubahku.”sunggyu berkata tersenyum.

Tok..tok..tok..

Mendengar suara ketukan pintu sunggyu bangkit dari duduk nya dan membukakan pintu ruang kerjanya saat dia membuka pintu dia di sambut oleh sunri yang memebawa tea set dan beberapa toples makanan ringan diatas baki.

“oh sunri kau datang,mari kubantu.”sunggyu segera mengambil baki sunri dari tangan sunri dan sunri tersenyum.

“terimakasih oppa.”dia berkata.

“sama-sama.”sunggyu membalas singkat dan menyimpan baki itu diatas meja di hadapan mary.

Mary yang melihat sunggyu yang begitu perhatian pada sunri sedikit iri andaikan saja howon seperti sunggyu dia berpikir ternyata sunri benar saat tempo hari mereka bertemu dan sunri mengatakan bahwa nasib mereka tidak sama.

“apa kalian sudah membahas soal konsep proyek nya?”Tanya sunri.

“ah,kami baru beres.” Sunggyu berkata membereskan keras-kertas yang ada di mejanya.

“sebenarnya ada beberapa hal yang harus kami bahas tapi sepertinya hal itu bisa menunggu sampai rapat resmi besok.”sunggyu berkata melingkarkan tangan nya di bahu sunri.

“oh bagus kalau begitu,lanjutkanlah bahas konsep nya aku sebaik nya pergi.” Sunri hendak melangkah namun sunggyu malah menarik nya dan memaksanya untuk duduk di sebelah mary.

“bagaimana kalau kalian berdua mengobrol dulu,aku ingin ganti baju.”sunggyu berkata dan pergi meninggalkan sunri dan mary yang bengong.

Sunri tidak bisa berkutik diapun memilih untuk duduk di samping mary,tanpa melirik kearah nya sedikitpun.

“ehm..”mary pura-pura batuk untuk mendapatkan perhatian dari sunri.

“aku sudah tahu kebenaran nya.”mary berkata membuat sunri melirik kearah nya sambil mengerutkan kening nya.

“kau dan howon berbohong padaku iyakan?kau bukan pacar howon tapi pacar sunggyu oppa.” Mary berkata.

Mendengar kata oppa keluar dari mulut mary sunri bisa menyimpulkan kalau mereka berdua cukup dekat sehingga mary masih memanggil sunggyu oppa meskipun hubungan nya dengan howon sudah putus.

“kau akhirnya tahu sepertinya aku tidak bisa menyangkal.” Sunri berkata.

“kenapa kau berbohong?kenapa kau tidak menjelaskan nya padaku?”mary bertanya dia kelihatan kesal.

“untuk apa aku menjelaskan nya,kau tidak bertanya padaku kau malah menangis saat itu.”sunri berkata mengingat bagaimana hancur mary saat dia melihat howon mencium nya.

“apa sunggyu oppa tahu kau mencium howon?”mary kembali bertanya dia menatap sunri dengan penuh kebencian.

“kau sangat berarti bagi sunggyu,bagaimana kau bisa mencium howon begitu saja?! Kau,wanita seperti mu memang murahan!”mary membentak.

Sunri mendengus,bagaimana mungkin wanita yang mengejar-ngejar howon sampai datang kerumah nya untuk memohonya kembali ke pelukan nya memanggil nya murahan.

“jika aku murahan kamu apa?wanita yang tidak punya harga diri?!”sunri bertanya.

Tangan mary sudah di kepal kuat-kuat perkataan sunri sangat lancang,seumur hidup nya baru kali ini dia di hina oleh seseorang yang belum dia kenal.

“jaga mulutmu sunri.”mary berkata geram.

Sunri hanya menatap kearah mary dan tertawa dengan sinis.

“bukankah aku yang seharusnya bilang begitu?!”sunri membalas,sudah jelas mary lah yang pertama menghina nya.

“kenapa kau selalu saja mencari masalah?apakah kau tidak bisa menerima kalau howon menyukaiku lebih daripada dia menyukaimu?” sunri keceplosan dia segera menutup mulut nya.

Mary yang tidak percaya dengan perkataan sunri dia tertawa sinis,bagaiamana mungkin seorang howon menyukai sunri bukankah howon jelas tahu kalau sunri adalah pacar sunggyu mary memaksa dirinya sendiri untuk tidak mempercayai apa yang sunri katakan padahal hati kecil nya menjerit kalau sunri benar.

“hah?howon?menyukaimu?apa kau mimpi?! Dia mencintaiku aku yakin itu.”mary berkata.

“jika dia masih mencintaimu dia tidak akan mengusirmu tempo hari.”timpal sunri.

“dia hanya panik,dia sudah lama tidak bertemu denganku aku yakin howon masih mencintaiku.”mary berkata dengan yakin nya walaupun dinding hatinya mulai retak dia mulai sadar kalau alasan sunri benar.

“huh..kau sepertinya yang bermimpi,sebaik nya kau sadar mary howon sudah melupakan mu.” Sunri berkata tak kalah percaya dirinya walaupun dia memergoki howon memandangi foto wanita yang ada di hadapanya itu.

“apa sunggyu oppa tidak cukup untukmu?di sempurna sunri biarkan howon sendirian!”mary membentak.

“howon yang tidak membiarkanku sendiri! Dia mengangguku,karena dia menginginkanku!” sunri kembali membentak.

Emosi mary sudah di puncak dia benar-benar membenci sunri,kenapa juga sunri harus datang di kehidupan nya?! Dia bagaikan noda darah yang susah untuk di hilangkan.

Sunggyu yang baru selesai mengganti baju segera pergi ke ruang kerjanya di berjalan dengan cepat tidak mau emmbuat sunri dan mary menunggu terlalu lama namun saat dia hendak membuka pintu ruang kerjanya dia bisa mendnegar mary dan sunri bertengkar.

“wanita jalang!kau memang tidak pantas ada disini!”mary membentak untuk terakhir kali dan mengambil cangkir yang berisi teh lalu menyiramkan teh itu kepada sunri.

Melihat mary yang menyiramkan teh nya pada sunri,sunggyu segera masuk dan melindungi sunri dari amukan mary.

“MARY! Apa yang kau pikirkan?!”sunggyu berkata melihat sunri yang sudah basah kuyup.

Mary yang melihat sunggyu terkejut dia menjatuhkan cangkir nya dan mulai panik,dia tidak percaya dia baru saja menyiram sunri dengan air teh walaupun airnya tidak panas namun kelakuan nya itu sangat lancang.

“oppa…maaf aku tidak bermaksud..” mary panik dan mencoba menjelaskan.

Walaupun tidak terlihat sunggyu yakin sunri menangis karena kedua mata sunri memerah dia segera melepaskan cardigan abu-abu yang dia pakai dan melingkarkan nya pada bahu sunri.

“sebaik nya kau memikirkan perbuatan tidak sopanmu disini,aku akan antarkan sunri kekamar.” Sunggyu berkata dengan ketus.

Suggyu kesal terhadap mary,mary boleh saja masih muda namun dia bukanlah orang kampungan yang udik dia seorang putri dari pengusaha kaya yang tahu etika sunggyu tidak menyangka kalau mary sampai berani menyiramkan teh pada kekasih nya sunri.

“sunri gwenchana?”sunggyu bertanya mengelap waja kekasih nya itu dengan lembut.

Sunri tidak menjawab dan menangis dia ingat perkataan mary,mary bilang dia adalah seorang wanita jalang sunri sangat sakit hati sudah lama dia tidak mendengar perkataan itu selama ini telinga nya hanya di isi oleh pujian dan rayuan dari sunggyu sehingga satu cacian gampang sekali membuat nya hancur dan menangis seperti sekarang.

“tidak apa-apa sayang,semuanya akan baik-baik saja sebaik nya kau tidak marah pada mary dia masih muda.”sunggyu berkata dan memeluk sunri.

Sunri mengistirahatkan kepalanya di dada sunggyu dia bisa mencium wangi tubuh sunggyu membuat nya sedikit tenang kehangatan tangan sunggyu membuat nya sedikit senang dia tahu sunggyu selalu berhasil membuat nya tenang dan merasa aman.

“oppa..dia mengatakan kalau aku wanita jalang…”sunri berkata di tengah tangis nya.

“shut..sudah ..biarkan saja dia sedang emosi,aku yakin dia tidak bermaksud seperti itu.”sunggu berkata dia terus mengelus rambut sunri sampai akhirnya sunri tenang dan berhenti menangis.

“oppa,aku bodoh sekali seharusnya aku tidak menangis.”sunri berkata mengusap pipinya untuk menghapus airmatanya.

“bodoh?kau tidak bodoh sunri,aku mengerti kenapa kau menangis.”sunggyu berkata menyelipkan rambut sunri ketelinga nya.

“sekarang berhentilah menangis,nanti mata indahmu itu merah.”sunggyu berkata mencium kening sunri.

“aku sebaik meminta maaf pada mary,aku sudah membentak nya kau diam saja disini oke?aku tidak akan lama.”sunggyu berkata dan sunri mengangguk dia kelihatan lebih tenang sekarang.

Mary dengan cemas nya berbolak-balik menunggu sunggyu kembali keruang kerjanya dia mengutuk dirinya sendiri karena menyiram sunri dengan teh nya,dia benar-benar merasa bersalah walaupun mary tidak menyukai sunri tapi sunri tidak layak untuk mendapat siraman teh darinya.

“maaf menunggu lama.”sunggyu berkata membuat mary melirik kearah nya.

“oppa,aku sungguh minta maaf aku tidak bermaksud menyiram sunri.”mary berkata dia sungguh terlihat menyesal dnegan perbuatan lancang nya.

“tidak apa-apa,sebaiknya kau meminta maaf pada sunri dan aku juga ingin meminta maaf karena aku membentakmu.”sunggyu berkata.

“tidak apa-apa,aku yang salah.”mary membawa tas nya dan menyelendangkan nya ke bahu nya.

“maaf sekali lagi oppa, tolong sampaikan maafku pada sunri juga aku harus pulang sekarang sudah sore.”mary berkata.

“kalau begitu aku antar.”sunggyu berkata.

“tidak usah aku akan menelepon taksi.”mary berkata.

“aku temani sampai taksi itu datang.”sunggyu mengantar mary smapai ke pintu depan.

“terimakasih sudah menjelaskan konsep produk mu padaku.”mary tersenyum.

“sama-sama.”sunggyu tersenyum dia kembali ramah seperti semula.

[Kediaman Seon Junghwa 08:00 malam]

Myungsoo membuka matanya pelan dia masih mengantuk dia berguling kepinggirnya namun dia merasakan sesuatu yang aneh dia bisa merasakan sesuatu yang hangat menyentuh ujung hidung nya entah apa itu akhirnya dia membuka matanya yang masih mengantuk.

“ARGHHHHHHHHH!!!” myungsoo menjerit saat dia sadar kalau junghwa tertidur di samping nya setengah telanjang karena tubuh bagian bawahnya tertutup selimut tebal.

“aish!kau berisik sekali!”junghwa berkata dia bangun dan melirik kearah myungsoo menutupi dadanya dengan kedua tangan nya.

“hahaha untuk apa kau menutupi dadamu?aku sudah melihat semuanya.”junghwa berkata.

“KAU!!”myungsoo menatap tajam kearah junghwa.

“apa?kau ingin membunuhku dengan tatapan mu itu?”Tanya junghwa.

Myungsoo hanya manyun dia mengangkat tangan nya kearah kepala junghwa,junghwa yang tertawa seketika berhenti saat dia melihat tangan myungsoo mendekat kearah kepalanya dia mengira kalau myungsoo akan mencium kening nya lagi.

Dia menutup matanya namun bibir myungsoo tidak juga sampai di kening nya malah tangan myungsoo menekan benjol yang ada di dahinya dengan keras membuat junghwa meringkuk kesakitan.

“AAaaaa sakit!!!” junghwa meronta menahan rasa sakit yang dahsyat di daerah benjol nya.

“rasakan!itu balasanku.”myungsoo berkata.

Myungsoo mencoba bangkit dari tempat tidur dan memungut pakaian nya yang sudah tidak jelas di mana letak nya dia hanya bisa menemukan celana dalam nya saja,dia memungut celana itu namun saat dia hendak berdiri dia merasakan sakit yang dahsyat di daerah pinggang nya.

“arghh..”myungsoo mengerang.

Junghwa yang melihat myungsoo kesakitan menyeringai,dia malah berpose di tempat tidurnya mengistirahatkan kepalanya di tangan nya dan memposisikan tubuh nya menyamping dia menatapi myungsoo yang mencoba berdiri namun sepertinya dia kesusahan.

“butuh bantuan kek?”junghwa meledek dan myungsoo berbalik menatap nya tajam.

“ini semua gara-gara kau!”myungsoo membentak dia ingin sekali merobek muka ganteng junghwa.

“well dari pendengaran ku tadi kau meminta ku untuk ronde kedua.” Junghwa menggoda.

“hah? Michiesso?! Jugulae?”myungsoo mengangkat tangan nya siap meninju junghwa namun junghwa seperti nya tidak takut.

“humft anak kecil ingusan sepertimu sebaiknya bertingkah baik.”junghwa berkata.

“anak kecil?!aku sudah 22 tahun apa kau lupa kek?”myungsoo meledek junghwa kembali.

“aish jinja!aku hanya 27 tahun,27!”junghwa berkata.

Myungsoo hanya mendengus.

“mengatakan nya 2 kali tidak akan merubah kau menjadi muda lagi ahjusshi.” Myungsoo puas dengan ledekan nya karena dia bisa melihat junghwa melotot kearah nya kesal.

“aku harus pulang,ini sudah malam hyung pasti mencariku.”myungsoo akhirnya berhasil berdiri dan memungut baju nya yang berserakan di kamar junghwa.

“kenapa buru-buru?kau bukan anak kecil lagi kan?menginaplah disini.”junghwa berkata mengambil celana dalam dan celana jeans nya yang tergelatak tepat di bawah ranjang nya.

“aku tidak bisa,aku khawatir kau akan melakukan sesuatu yang membuat pingangku sakit lagi.”myungsoo berkata menyelipkan kedua lengan nya kedalam kaosnya dan jaket nya.

“uh..apakah kau menggodaku?”junghwa berkata.

Myungsoo mengerutkan kening nya tidak mengerti di mana bagian perkataan nya yang menunjukan kalau dia menggoda junghwa.

“sheesh michin saekiya..”myungsoo berbisik.

“mwo?apa yang kau katakan?” junghwa bertanya karena dia tidak bisa mendengar apa yang myungsoo katakan.

“aku pulang dulu,besok aku jemput lagi.”myungsoo keluar dari kamar junghwa.

Junghwa mengikuti myungsoo dari belakang setelah di selesai memakai baju nya dia mengantarkan myungsoo sampai pintu depan dia melihat myungsoo masuk kedalam mobil nya dan mengeluarkan mobil nya dari garasi junghwa namun sebelum pergi myungsoo membuka jendela mobil nya.

“aku pergi,dulu aku janji besok aku tidak akan kesiangan.”myungsoo berkata.

“ingat jam 6 tepat!”junghwa mengingatkan dan myungsoo mengangguk.

Junghwa merasakan perasaan yang aneh dia merasa keberatan untuk membiarkan myungsoo pergi dia ingin myungsoo untuk tetap ada di samping nya,dia ingin myungsoo tidak pulang kerumah nya namun dia tidak bisa memaksa.

“kalau begitu,aku pulang.”myungsoo hendak menutup kaca jendela mobil nya namun dengan reflek junghwa menahan kaca itu membuat myungsoo membatalkan niat nya.

“apalagi?”myungsoo melirik kearah junghwa.

Junghwa tersenyum dan mendekatkan wajah nya kearah wajah myungsoo sampai bibir mereka bertemu myungsoo tidak menolak dia membiarkan lelaki yang ada di hadapan nya itu mencium bibirnya,setelah beberapa menit junghwa melepaskan ciuman nya dia bisa melihat wajah myungsoo memerah.

“hati-hati di jalan.”junghwa mengacak-ngacak rambut myungsoo.

“ne,aku pulang.”myungsoo berkata dan menutup jendela mobil nya.

Tak menunggu lama mobil myungsoo melesat meninggalkan rumah junghwa,junghwa kelihatan sedih dan menghela napas nya dia benar-benar akan merindukan myungsoo walaupun terkadang dia sebal pada bocah ingusan itu.

Junghwa berbalik bermaksud masuk kerumah nya namun dia kaget saat melihat sosok sulli yang berdiri mematung memandang kearah nya dia bisa melihat sulli menjatuhkan sebuah karangan bunga.

“sulli?apa yang kau lakukan disini?”junghwa kaget dia bisa melihat mata sulli berair dia menangis dan berlari menjauh dari junghwa.

“SULLI!”junghwa memanggil sulli namun sulli tidak menjawab dia malah berlari dan terus berlari sampai akhirnya dia menghilang di tikungan.

Melihat dari reaksi sulli junghwa tahu kalau sulli pasti melihat myungsoo dan dirinya berciuman,dia berpikir entah apa yang harus dia lakukan besok dia memungut karangan bunga yang sulli bawa dia bisa melihat sebuah surat terselip d karangan bunga itu.

Soesangnim,aku mendengar kau di pilih sebagai dokter teladan tahun ini chukhae! Semoga kau semakin sukses dan secepat nya menikah,ingat umurmu 27 ^^v

                                                                                                                          sulli,asistenmu

junghwa menghela napas sulli sudah tahu tentang terpilih nya dia sebagai dokter teladan tahun ini,dia tidak terlalu ingin mengumbar nya oleh karena itu dia tidak mengatakan pada siapapun kalau dia memenangkan penghargaan itu hanya orang tua dan kerabat yang tahu.

“sulli,mianhe..”junghwa berkata.

Dengan berat hati junghwa membawa karangan bunga itu dia menghargai niat baik sulli untuk memberikan nya selamat namun kenapa dia harus datang di waktu yang salah.

[kediaman keluarga kim 08:33 malam]

Sunri berbaring di ranjang nya menatap kosong kearah jendela dia kamar nya angin malam bertiup sepoi-sepoi membuat tirai yang menutupi pintu menuju balkon kamar nya melayang- laying dan mengembung sunri menghela napas kamar nya sunyi sekali bahkan dia bisa mendengarkan suara jam nya.

“kau sedang apa?”sunggyu berbisik ketelinga sunri.

“oppa,aku sudah mengantar mary pulang?”tanya sunri.

“iya dia sudah pulang drai tadi,katanya dia minta maaf sebaik nya kau memaafkan nya.”sunggyu berkata.

“aku sudah memaafkan nya oppa,tenang saja.”sunri berkata.

Sunggyu meyandarkan kepalanya ke lekukan leher sunri dan dia mencium bahu sunri dia menyibakan rambut sunri membuat kissmark yang howon tinggalkan terlihat jelas,sunggyu mengernyit seingat nya dia tidak emninggalkan kissmark di bagian leher sunri.

“sunri,kenapa ada kissmark di lehermu?”Tanya sunggyu.

Sunri panik dia baru ingat kalau memiliki kissmark di leher nya yang di tinggalkan oleh howon.

“kau yang membuat nya oppa apa kau lupa?”sunri mencoba berbohong.

“benarkah?aku lupa lagi.”sunggyu berkata dan sunri menghela napas dia lega kalau sunggyu percaya.

“apa aku suka dengan tanda yang aku buat?”sunggyu bertanya nakal membuat sunri tertawa.

“hahaha oppa kau terdengar sangat nakal saat kau bertanya seperti itu.”sunri tertawa.

“kalau begitu bagaimana kalau aku member tanda yang lain disini.” Tangan sunggyu meremas payudara sunri membuat sunri meringkuk geli.

“hahaha oppa itu geli!”sunri berkata di tengah tawanya.

Sunggyu malah tersenyum dan memeluk tubuh sunri dari belakang dia menciumi leher sunri dan tangan nya sibuk mengusap paha sunri dengan lembut.

“lepaskan bajumu.”sunggyu membisikan kata-kata itu di telinga sunri.

“oppa,apa yang kau lakukan?”sunri berkata berbalik kearah sunggyu.

“aku ingin kau,apa itu jelas?”sunggyu berkata.

Sunri tersenyum  mendengar jawaban sunggyu yang jujur dan singkat dia mengelus pipi sunggyu dan mencium bibirnya lembut dan sunggyu meletakan tangan nya diatas tangan sunri yang masih ada di pipinya lalu mencium nya.

“apa kau ingin aku juga?”Tanya sunggyu.

Sunri mengangguk dia memeluk sunggyu dengan erat,dia merasa bersalah karena dia sudah berbohong pada sunggyu ternyata membohongi sunggyu memang gampang tetapi hatinya tetap sakit saat dia mengucapkan kebohongan pada sunggyu.

“oppa,maafkan aku.”sunri berkata.

“untuk apa?”sunggyu bertanya dia merasa sunri tidak melakukan kesalahan apapun.

“aku telah merepotkanmu seharusnya aku tidak menangis seperti tadi.”sunri menyesal sebenarnya dia meminta maaf bukan karena kejadian tadi dia menyesal karean dia berbohong pada sunggyu.

“tidak apa-apa,aku mengerti sunri kau tak usah meminta maaf.” Sunggyu tersenyum.

“aku ingin tahu,apakah mary masih mencintai howon atau tidak.”sunggyu berkata membuat sunri sedikit terkejut dia kira sunggyu tidak akan mengatakan itu.

“sejak kapan kau tertarik dengan kehidupan cinta howon oppa?”tanya sunri dia mengangkat satu halisnya.

“sejak tadi,aku merasa kasihan sekali pada mary.”sunggyu berkata mengingat mata mary yang penuh kesedihan.

“ya,sepertinya begitu oppa aku yakin mary masih menyukai howon.”timpal sunri dia berbaring di samping sunggyu.

“aku bisa melihat mata mary,dia..dia terlihat seperti kau saat kau pertama datang kesini.”sunggyu berkata menunduk menatap wajah sunri yang berbaring.

“benarkah?memang nya aku seperti apa saat aku datang kesini?”sunri bertanya penasaran.

Sunggyu meletakan tangan nya di pipi sunri menatap mata sunri dalam-dalam dia bisa tenggelam dalam mata indah itu selamanya dia selalu berhasil terhipnotis oleh mata coklat itu dia mengela napas lega kalau sekarang sunri berubah.

“kesepian,aku bisa melihat kesepian di matamu saat kau pertama datang kesini.” Sunggyu berkata.

Sunri tersenyum pahit dia masih ingat tamparan yang di layangkan di pipi suggyu,namun tamparan itu sekarang berubah menjadi seribu ciuman yang dia berikan untuk sunggyu hatinya yang dulu begitu kasar dan dingin sekarang berubah menjadi lembut dan hangat oleh sentuhan sunggyu.

“dulu aku belum tahu cinta oppa,dulu yang aku tahu hanyalah penderitaan.”sunri menerawang kearah langit-langit kamar nya.

“maaf seharusnya aku datang lebih awal.”sunggyu kelihatan menyesal.

Sunggyu selalu ingin menyapa sunri saat dia masih menjadi pelacur di rumah bunda minji namun dia selalu ragu,dia tidak ingin menyewa nya hanya untuk semlaam karena sunggyu tahu jika dia melakukan itu dia akan terus ketagihan karena sunri seperti narkoba yang membuat nya terus ketagihan dan tak ingin melepaskan nya.

“tidak apa-apa,meskipun kau datang terlambat aku akan menunggumu.”sunri tersenyum menyatukan tangan nya dengan tangan sunggyu.

“kau tahu dulu juga aku sepertimu.”sunggyu mengaku dia kelihatan berpikir untuk sesaat mengingat masa lalu nya yang buruk.

“apa yang terjadi oppa?”tanya sunri.

“aku sama seperti kau,aku kesepian walaupun banyak wanita yang bersedia tidur dengan ku atau sekedar menemaniku aku tidak pernah bisa menemukan yang tepat.” Tutur sunggyu.

“untuk melupakan rasa kesepianku aku tidur dengan banyak wanita,mengunjungi club malam dan mabuk-mabukan aku selalu berpikir kalau itulah solusi terbaik.” Sunggyu melanjutkan.

“orang tua ku tidak peduli apakah aku bahagia atau tidak,mereka hanya peduli pada bisnis mereka hanya bisa memenuhi kebutuhan material kami tapi mereka tidak pernah bisa memenuhi kebutuhan psikologi kami.” Sunggyu menghela napas sunri bisa melihat ekspressi yang sedih terpampang di wajah tampan sunggyu.

“dimana mereka sekarang?”sunri bertanya.

“entahlah,siapa yang peduli..mereka tidak menelepon kami atau menanyakan kabar kami,salah satu petunjuk kalau mereka masih hidup hanyalah kiriman uang ke akun bank ku yang setiap bulan bertambah.”

“benarkah?sayang sekali.”

“tenang saja,aku bahagia sekarang walaupun terkadang aku berdoa agar mereka datang namun sepertinya tuhan belum mengabulkan doaku lagipula aku cukup bahagia dengan kehadiranmu,kehadiranmu disini membuatku lebih bahagia.”sunggyu memeluk sunri dan menutup matanya merasakan hangat tubuh sunri.

“oppa,jika mereka kembali kerumah apa yang akan kau lakukan?”sunri penasaran.

“bertingkah normal,lagipula aku tidak terlalu banyak berharap.”sunggyu menjawab dia kelihatan pasrah dia tidak menunjukan kerinduan sedikitpun pada orang tuanya.

[Ye jin apartement 09:00 malam]

Ye jin baru sampai di apartemen nya dia melirik kearah kanan dan kiri apartemen nya kosong tak ada sedikitpun yang berubah dari terakhir dia melihat apartemen nya dia masih bisa melihat foto siwon mantan kekasih nya di dinding ruang tengah.

Ye jin melemparkan tas nya dia duduk di sofa,menatapi layar tv yang kosong dia hanay bis amendnegar jam dinding nya berdenting apartemen nya begitu sepi dia melirik kearah samping nya dimana siwon biasa duduk.

“chagi..kau sedang memikirkan apa?”

Bayangan suara siwon memenuhi telinga ye jin dia mengepal tangan nya airmata mulai memenuhi sudut matanya dia menangis dan berbaring di sofa itu dia masih mengingat semuanya,kenangan yang siwon tinggalkan di apartemen nya.

“ye jin,aku sedang memasak untuk mu kau harus janji padaku untuk mencicipinya.”

Melirik kearah dapur dia mengingat siwon,setiap sudut apartemen ini di penuhi oleh kenangan siwon bahkan diatas tv yejin masih tersusun rapih foto nya dengan foto siwon mereka terlihat sangat bahagia di dalam foto itu.

“jangan menangis,aku ada disini.”

Ye jin mendengar bayangan suara siwon lagi,dia bangkit dari sofa itu dia mencari-cari sosok siwon namun dia tidak bisa menemukan nya dia hanya bisa mendengar suara siwon.

“oppa kau dimana? Aku merindukanmu..”ye jin berkata di tengah tangisnya .

Ye jin berjalan kearah kamar nya yang gelap dia menyalakan lampunya tempat tidur nya masih rapih seperti saat terakhir dia meninggalkan nya dia duduk di ranjang itu dan berbaring dia sudah lelah memikirkan siwon dia ingin melupakan lelaki yang sudah mengsisi hidup nya selama bertahun-tahun itu.

~~~

Ye jin melambaikan tangan nya pada kakak nya dan ji yeol keponakan nya mobil siwon melesat menjauh drai halaman rumah kakak ye jin menuju apartemen mereka di gangnam perjalanan mereka cukup jauh karena rumah kakaknya ada di pinggiran kota.

“ji yeol semakin cantik saja yah.”siwon berkata tersenyum.

“iya,dia mirip sekali dnegan eonni saat masih kecil.” Ye jin berkata sambil mengingat masa lalu nya dengan kakak nya.

“bagaimana kalau kita punya anak juga?”siwon bertanya melirik sekilas pada ye jin.

“mwo?aku ingin menikah dulu.”jawab ye jin.

“kalau begitu ayo menikah.”ajak siwon

“jangan bilang kau mau melamarku di dalam mobil seperti ini?”ye jin cemberut dia memiliki beberapa pengharapan soal siwon karena dia lelaki yang romantis namun dia tidak menyangka siwon akan melamar nya di dalam mobil seperti ini sungguh tidak romantis.

“lalu apa yang kau mau?”tanya siwon.

“argh kau sungguh tidak romantis.” Ye jin cemberut dia melipatkan tangan nya di dadanya.

“omo..apakah kau marah padaku?”siwon bertanya menggoda ye jin.

Ye jin tidak menjawab dia memalingkan wajah nya dari siwon,siwon pun terpaksa harus memberikan perhatian nya kepada ye jin dia menepuk bahu ye jin.

“baiklah,aku akan melamarmu besok bagaimana?”siwon menwarkan namun ye jin akhirnya tersenyum.

Dia berbalik kearah siwon dan mencium pipi siwon dengan bahagia mereka kembali rukun dan ye jin kelihatan nya bahgia dia tersenyum tak hentinya.

“oppa aku harus menghubungi wedding organizer.”ye jin berkata dia segera mengaktifkan handphone nya.

“tak usah buru-buru,aku kan belum melamar.”siwon berkata.

Ye jin mengangguk,ini sudah malam dan ye jin mulai mengatuk dia menguap beberapa kali begitupun siwon dia mulai merasa lelah dan mengantuk namun dia harus menyetir sampai ke gangnam.

Siwon mempercepat laju mobil karena dia sudah mulai mengantuk ye jin yang juga mengantuk tidka menyadari kalau siwon mempercepat laju mobil dia hanya diam saja menahan rasa kantuk nya apalagi jalanan sepi membuat ye jin ingin cepat sampai.

Siwon membelokan mobil nya namun saat dia hendak membelokan mobil nya dia mendengar suara klakson yang keras dan tiba-tiba saja sebuah truk menghantam bagian sisi mobil yang siwon dan ye jin kendarai.

Mobil itu berguling-guling dan akhirnya jatuh ke jurang ye jin dan siwon terluka parah dan mereka brdua tidak sadarkan diri.

~~~

Ye jin segera membuka matanya saat dia mendnegar suara alarm berbunyi dia dengan malasnya mematikan jam itu dan bangkit dari tempat tidurnya hari ini dia harus mulai bekerja dia pergi ke kamar mandi untuk bersiap-siap ke kantor.

Pergi ke kantor setelah mengambil cuti seminggu karena sakit memang sedikit canggung,ye jin masuk ke kantornya dan semua mata pegawai langsung menuju kearah nya dia berjalan masuk dan seperti biasa kedua resepsionis menunduk kearah nya dengan hormat.

“selamat pagi direktur lee.”kedua resepsionis itu menyambut dan tersenyum dengan canggung nya ye jin membalas senyuman mereka dan mengangguk.

Ye jin berjalan masuk kedalam lift menuju kantor nya taklama menunggu pintu lift sudah terbuka dia masuk kedalam lift setelah sampai di lantai kantor nya dia berjalan menuju kantornya dia sudah di sambut oleh sekertarisnya.

“direktur lee,selamat pagi.”sang sekretaris kelihatan kaget melihat ye jin namun dia tetap tersenyum.

“pagi,sungmin.”ye jin membalas dia masuk kenator nya dan duduk di kursinya seperti biasa.

“apa saja jadwalku hari ini?”tanya ye jin dan sungmin segera memberikan kertas yang ada di clipboard nya.

Ye jin meniliti setiap jadwal yang di berikan sampai akhirnya dia mengernyit saat dia melihat nama kim sunggyu ada di daftar jadwal nya.

“rapat presentasi?”ye jin bertanya.

“oh tuan kim menghubugi perusahaan kita direktur dia meluncurkan brand baru dan sekarang adalah rapat presentasi nya.”sungmin menjelaskan.

“oh begitu,dimana rapat nya akan diadakan?”ye jin bertanya menyimpan jadwal nya.

“di kantor pusat perusahaan tuan kim,direktur.”sungmin menjawab.

“kalau begitu telepon supirku dan suruh dia menjemputku 15 menit sebelum jam pertemuan.”ye jin memerintah.

“baik direktur.”sungmin menuruti perintah ye jin dan keluar dari kantor ye jin.

Ye jin melihat pekerjaan yang sudah menunggu nya beberapa dokumen dan proposal harus dia tanda tangani dan baca cukup melelahkan namun inilah pekerjaan nya mau tidka mau dia harus mengerjakan nya.

Mata ye jin melirik kearah samping mejanya dimana foto siwon dan dirinya masih ada,ye jin menarik foto itu dan memasukan nya ke laci mejanya.

[Kediaman keluarga Kim 08:00 pagi]

Howon mencari-cari lowongan kerja di dalam koran yang baru saja sampai di rumah nya sedangkan sunri merasa aneh,bukankah howon sudah memiliki pekerjaan?kenapa dia harus mencarinya lagi? Sunri tidak banyak bicara dia hanya memandangi howon.

“hari ini susah mencari pekerjaan.”sunri berkata mengajak howon untuk mengobrol namun seperti biasa howon tidak merespon komentar nya.

“kau tahu,kenapa kau tidak bekerja sebagai model saja?”sunri mengusulkan.

“bisakah kau diam?”howon berkata dan melanjutkan membuka koran nya.

Sunri cemberut dia bosan harus setiap hari membaca buku dia juga butuh seseorang untuk diajak bicara,biasanya dia mengobrol dengan sungyeol atau hankyung tapi kelihatan nya sekarang mereka berdua sedang sibuk dan myungsoo kelihatan sibuk snediri dia bahkan pulang larut malam kemarin.

“aku ingin mengobrol,bisakah kau menemaniku?”tanya sunri dengan aegyo nya namun howon mengacuhkan dia.

“howon-shi..ah tidak mulai sekarang aku akan memanggilmu howon-ah.”sunri berkata.

“apa?aku lebih tua dari mu!”akhirnya howon mengalihkan perhatian nya pada sunri.

“haha kena! Aku hanya bercanda,kalau begitu bagaimana dengan oppa?”tanya sunri.

“aku tidak sudi kau panggil oppa.”howon menjawab singkat.

“aish jinja,jadi aku harus memanggil apa?”tanya sunri.

“kalau bisa jangan panggil aku.”howon menjawab dan membuka koran nya lagi.

“howon oppa~” sunri memanggil dengan aegyo nya.

Howon bisa melihat sunri dari sudut matanya dia kelihatan lucu kalau dia sedang cemberut apalagi sekarang dia melakukan aegyo nya.

“apa yang ingin kau obrolkan?”howon akhirnya menyerah dai sudah muak di ganggu oleh sunri.

“aku hanya ingin bertanya.”sunri berkata.

Howon hanya memutar matanya dia yakin kalau sunri pasti bertanya sesuatu yang konyol,sesuatu yang dianggap nya tidak penting dan tak usah di bahas.

“apakah kau maish menyukai mary?”tanya sunri penasaran.

Jantung howon seakan berhenti untuk sesaat,dia tidak bisa berbicara apa-apa dia hanya diam menunduk.

“oppa..hello!!”sunri mencoba mendapatkan perhatian dari howon.

“tidak,aku tidak menyukainya.”howon berkata ragu,dia bahkan tidka tahu bagaimana perasaan nya pada wanita itu.

Sunri tersenyum puas ternyata perkiraan nya benar ,howon tdiak menyukai mary dan dia cukup yakin itu howon hanya kesepian oleh karena itu dia terus saja mengantungkan hatinya berharap untuk kembali pada mary namun sepertinya howon mulai bosan dan lelah terus mengejar mary yang selalu melangkah menjauh.

“kalau begitu apa kau menyukaiku?”tanya sunri ragu-ragu.

Howon mengernyit dia mendengus,howon sedikit malu bagaimana mungkin sunri begitu berani bertanya soal itu pada nya dia tidak habis pikir namun terkadang sunri memang menyerupai mary.

“bagaimana jika aku jawab iya?”howon menggoda.

Seketika pipi sunri memerah dia menunduk menggigit bibir bawah nya dia ingin tersenyum namun dia tidak bisa,sunri menahan nya.

Howon berjalan menuju sunri dan menyentuh dagu sunri membuat sunri mendongak dan menatap lurus kearah mata coklat howon.

“kenapa kau menunduk?apakah kau malu?”tanya howon.

“TIDAK!” secepatnya sunri menyangkal.

“jika aku mengatakan aku menyukaimu apakah kau akan tidur denganku?”howon mengetes sunri.

Mendengar pertanyaan itu sunri segera menatap tajam kearah howon dia tidak habis pikir howon akan mengatakan itu.

“kau brengsek!”sunri mengangkat tangan nya hendak menampar howon namun tangan howon lebih cepat menahan tangan sunri.

“jika aku brengsek kau apa?pelacur?”tanya howon.

Emosi sudah mengunduk di dada sunri dia ingin sekali memukul howon,tangan yang satunya lagi dia angkat namun tangan howon menahan nya juga.

“kau brengsek..aku mem—”

Sunri tidak dapat menyelesaikan perkataan nya karena bibirnya sekarang sudah menyentuh bibir howon,howon dengan ganas mencium bibir sunri tangan nya berpindah kebelakang kepala sunri mendorong kepala sunri membuat bibirnya masuk kedalam mulut sunri.

Howon mengeluarkan lidah nya dan memasukan nya kemulut sunri,sunri sepertinya tidak menolak karena dia hanya diam saja,tangan howon bergerilya menyentuh leher nya dan terus turun sampai akhirnya howon menyentuh payudaranya.

Sunri yang merasa howon terlalu jauh mendorong tubuh howon agar dia melepaskan ciuman nya namun howon terlalu kuat,tangan howon turun ke pingang sunri dan menarik pingang sunri sehingga dada sunri dan dada howon menyatu.

“howon-shi..!!”sunri membentak namun howon tidak mendengar dia malah menciumi leher sunri.

“HENTIKAN!”sunri marah dan mendorong howon menjauh.

Sunri membenarkan baju nya yang setengah terbuka dan membenarkan rambut nya yang sedikit acak-acakan lalu bangkit dari duduk nya.

“aku hanya bertanya howon-shi,aku tidak pernah berniat untuk tidur denganmu.”sunri berkata untuk terakhir kalinya dan pergi meninggalkan howon yang bengong.

howon tidak mengerti bukankah tadi sunri jelas-jelas menginginkan nya itukan alasan kenapa dia selalu mengangguk nya,itu yang howon kira namun sunri menolak untuk tidur dengan nya ini smeua tidak masuk akal bagi howon,howon kira hanya dialah satu-satunya yang kompleks namun sepertinya tidak.

Hankyung yang melihat semua kejadian itu begitu shock dia mengepalkan tangan nya menahan amarah nya,dia begitu bimbang harus kah dia mengatakan semua ini pada sunggyu tuan nya taaukah dia memilih untuk mengunci mulut nya entahlah dia tidak tahu yang jelas hankyung kecewa pada howon.

Sunri berlari kekamar nya dan menutup rapat pintu kamar nya,dia menyandar di belakang pintu itu dia menyentuh jantung nya yang berdetak sangat kencang dia masih terengah-engah karena berlari sunri bisa merasakan pipinya panas.

Sunri menangis dia begitu merasa bodoh dia tidak ingin diperlakukan seperti ini,dia tidak ingin seperti ini dia ingin kembali mencintai sunggyu,hanya sunggyu yang harus ada di hatinya bukan howon,howon adalah musuh nya dan sunri harus membencinya bukan menyimpan perasaan padanya.

Howon mengusap rambut nya dia menatap kosong kearah koran yanga ada di hadapan nya pikiran nya melayang kearah sunri,dia merasakan sesuatu yang aneh dia selalu merasa gugup setiap kali dia memikirkan wanita itu.

“apakah mungkin…”howon bertanya pada dirinya sendiri.

Howon panik,dia mencoba menghapus perkiraan nya dari pikiran nya dia hampir saja mengakui kalau dirinya jatuh cinta pada sunri.

“tidak itu tidak bisa terjadi..” howon mengepalkan tangan nya kuat-kuat dia yakin dia tidak akan mencintai sunri dia harus segera melupakan sunri.

[Kantor pusat Perusahaan Kim 09:00 pagi]

“cantik dan natural itulah visi brand make up kami.”sunggyu mengakhiri presentasi nya dan semua orang yang ada di ruangan bertepuk tangan dan sebagian berbisik kepada rekan mereka.

“terimakasih.”sunggyu membungkuk hormat.

“jadi bagaimana menurut anda?apakah anda semua setuju untuk meluncurkan brand ini?”tanya sunggyu dia benar-benar gugup.

Untuk beberapa menit para klien sunggyu berbisik dan akhirnya semua klien nya mengangguk.

“kami setuju untuk meluncurkan brand ini.”salah seorang klien sunggyu berkata membuat sunggyu menghela napas lega.

“tapi ada satu masalah sunggyu-shi.”klien yang duduk di samping sunggyu berkata membuat sunggyu memberikan perhatian nya pada lelaki paruh baya itu.

“apa nama brand make up ini,kau belum memberi nya nama.”lelaki itu berkata.

Sunggyu baru sadar dia tertegun untuk sesaat tak ada namayang bagus yang terlintas di benak nya hanya ada satu nama yang terlintas yaitu sunri,nama kekasih nya yang selalu dia ingat setiap hari.

“bagaimana dengan sunri?” dia bertanya.

“wah nama yang unik,bukankah sunri nama untuk seorang gadis?”lelaki itu berkata.

Jongwoo yang duduk di paling ujung badanya menegang,lagi-lagi sunggyu mengungkit tentang sunri nama itu belakangan ini sering menghantui nya entah apa yang akan terjadi namun jongwoo merasa tidak enak hati dia selalu was-was belakangan ini.

Melihat expressi jongwoo yang aneh mary yang duduk di samping nya menepuk bahu lelaki paruh baya itu membuat jongwoo melirik kearah mary.

“jongwoo-shi bagaimana?apa kau suka dengan nama sunri?”tanya mary penasaran.

“huh?iya..iya tentu saja.”jongwoo berkata terbata-bata.

“bagus kalau begitu.”mary tersenyum.

Walaupun sebenarnya mary tidak setuju dengan penamaan sunri untuk make up baru mereka tapi mary harus diam,dia masih merasa bersalah karena kemarin dia menyiram sunri dengan air teh nya.

“baiklah,itu presentasi saya untuk rapat pemegang saham saya akan menghubungi anda semua terimakasih sudah datang.” Seperti biasa sunggyu membungkuk hormat kepada semua klien nya.

Semua klien nya pergi keluar meninggalkan ruang presentasi namun hanya ada satu orang yang tetap tinggal di tempat nya yaitu mary dia tersenyum dan bertepuk tangan.

“waw tadi sangt bagus sekali oppa.”mary memuji.

“ah tadi buka apa-apa,sudah pekerjaanku.”sunggyu berkata membereskan beberapa data yang berseran di meja.

“kau pasti sangat menyukai sunri.” Mary melirik kearah gambar model kemasan untuk brand make up terbaru mereka.

“iya begitulah,kau tahu bagaimana rasanya kasmarankan?”sunggyu membalas dia mengikuti mary untuk melirik kearah gambar model kemasan dan menyandar ke sudut meja.

“yah aku tahu..saat aku bersama howon,aku selalu bahagia dia selalu ada di kepala ku tak peduli apa yang aku lakukan.” Mary menunduk.

“sebenarnya aku penasaran,apakah kau benar-benar masih mencintai howon?”sunggyu memberanikan diri untuk bertanya.

Mary melirik kearah sunggyu dia tersenyum tipis dan mengangguk.

“ya,aku sangat mencintai nya oppa.”mary menjawab.

“kalau begitu kejar dia,katakan padanya kalau kau mencintai nya.”sunggyu memberi saran.

“aku sudah melakukan nya oppa,aku yakin dia juga maish mencintaiku tapi entah mengapa sepertinya ada sesuatu yang mencegah nya.” Tutur mary dia menghela napas.

“aku mengerti,howon memang keras kepala..kau harus bersabar jika dia mencintaimu dia pasti kembali.”sunggyu berkata dan mary mengangguk.

“aku akan menunggu nya oppa,namun aku tidak tahu sampai kapan aku harus menunggu.”mary berterus terang.

Sunggyu menepuk bahu mary memberikan nya semangat walaupun tidak langsung mengucapkan nya mary tahu apa yang di maksud oleh sunggyu.

“oppa aku hanya memperingati,sebaik nya kau jangan mencintai sunri.”mary berkata membuat sunggyu mengerutkan kening nya tidak mengerti.

“kenapa?”dia bertanya.

“aku takut kau kecewa,aku hanya memberitahu jangan berikan hatimu pada sunri.”mary pergi dan menghilang di balik pintu.

Sunggyu termenung tidak mengerti apa yang mary maksud mary penuh dengan misteri,sunggyu segera menghapus semua pikiran buruk nya dia tidak boleh membiarkan perkataan mary mempengaruhi nya.

[apartemen nam woohyun  5:00 sore]

Ye jin mengetuk-ngetukan kaki nya ke lantai dia sudah menunggu hampir setengah jam namun woohyun belum juga datang ke apartemen nya dia sebenarnya ingin meminta maaf soal kejadian kemarin,ye jin juga ingin bertemu dengan woohyun dan berbincang dengan nya untuk mengusir kesepian nya dia tidak suka diam di apartemen nya lama-lama.

“kemana dia?”ye jin berbisik melirik kearah jam arlojinya yang sudah menunjukan jam 5 sore.

Ye jin menenteng makanan untuk woohyun tadi setelah presentasi dia meluangkan waktu untuk memasak,sudah lama dia tidak memasak jadi dia sedikit ragu dengan rasa pasakan nya namun dia yakin makanan yang di buatnya cukup enak.

“ye jin?apa yang kau lakukan disini?”suara woohyun terdengar dari samping nya.

Ye jin berdiri dan merapikan baju nya dia tersenyum kearah woohyun,ye jin sedikit kaget melihat woohyun yang menggunakan seragam polisi.

“hi,aku hanya ingin berterimakasih untuk tempo hari.”ye jin berkata.

“apa kau menuggu lama?maaf tadi ada banyak tuga yang harus ku kerjakan.”woohyun berkata membuka pintu apartemen nya.

“mari masuk.”woohyun mengajak dan ye jin pun melangkah masuk ke apartemen nya dia tersenyum saat dia merasakan angin bertiup sejuk kearah nya.

“apartemenmu nyaman sekali.”ye jin berkata.

“benarkah?aku selalu merasa apartemenku sedikit bising.”kata woohyun dia membuka jaket dan topi nya.

“sedikit,apartemenku bising sekali kalau sore seperti ini mungkin karena apatemenku dekat dengan tempat hiburan.”ye jin berkata menyimpan makanan yang dia bawa di counter dapur woohyun.

“boleh aku pinjam dapur mu?seperti nya makanan yang aku bawa untuk mu mulai dingin.” Ye jin bertanya dia mulai mengeluarkan makanan yang dia simpan di dalam tulip ware nya.

“oh tentu saja,aku ganti baju dulu.”woohyun menjawab dan pergi kekamar nya.

Ye jin membuka kabinet dapur woohyun dan menemukan wajan yang dia butuhkan dia sudah pernah memasak di dapur ini jadi dia sudah tidak canggung dengan letak dimana woohyun menyimpan peralatan masak nya.

Ye jin menghidupkan kompor woohyun dan mulai menghangatkan masakan nya,seketika aroma masakan nya menyeruak di apartemen woohyun membuat woohyun yang baru selesai mengganti baju nya pergi kedapur mencium harum masakan ye jin.

“ehm..masakan mu pasti enak.”woohyun berkata ye jin berputar dan mendapati woohyun sudah berganti baju.

“entahlah,aku usdah lama tidak masak.” Ye jin berkata mengaduk masakan nya.

“dari harumnya aku bisa tahu kalau masakan ini enak.”woohyun berkata mendekat kearah ye jin yang sedang memasak.

Wajah woohyun begitu dekat dengan wajah nya ye jin melirik kearah woohyun sehingga tatapan mereka bertemu,jantung ye jin berdetak begitu cepat begitu woohyun wajah mereka hanya berjarak 5 centi dari satu sama lain.

Woohyun mendekat kearah ye jin membuat ye jin menutup matanya dia kira woohyun akan mencium nya namun ternyata dia malah mengambil sesuatu dari rambut ye jin.

“ada debu di rambutmu.”woohyun berkata dan membuang debu itu.

“uh?benarkah?terimakasih..”ye jin berkata dia menggigit bibir nya malu,apa yang tadi dia pikirkan.

Woohyun duduk di kursi meja makan nya dia memandangi figur ye jin dari belakang di kelihatan seperti seorang istri yang sedang menyiapkan makanan untuk suaminya sejenak woohyun berpikir pasti menyenangkan jika dia memilki istri seperti ye jin.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “This Love [episode 7]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s