Posted in FanFiction NC 17+

This Love [episode 5]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

NO SILENT READER PLEASE…

Special guest:

Lee minho      as  Seon Junghwa

Ailee                 as  Lee ye jin

Naeun Apink as Kim Mary

Cast :

Kim myungsoo as myungsoo/ L

Reader  (you)   as Lee Sunri

Kim sunggyu    as Kim sunggyu

Nam woohyun  as Nam woohyun

Lee howon       as  Kim howon/hoya

Jang dongwoo  as Kim dongwoo

Lee sungyeol   as Kim sungyeol

Lee sunjong     as Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

Song: Bois – Scar

Sunri dan howon turun dari mobil sport howon dan masuk kerumah,mereka segera di sambut oleh sunggyu yang duduk di kursi dekat tangga menatap lurus kearah mereka sunggyu sepertinya tidak senang dengan pemandangan yang dia lihat.

“oppa kau sudah pulang,maaf aku seharusnya menunggu mu.”sunri berkata.

“tidak apa-apa sunri,aku yang salah seharusnya aku tidak berjanji.”sunggyu berkata bangkit dari duduk nya.

“kau tidak marah?” Tanya sunri.

“aku tidak marah.” Sunggyu berkata dan berjalan kearah sunri dan howon.

“apa kau kehujanan?bajumu dan rambutmu basah.”sunggyu kelihatan khawatir dan mengusaprambut basah sunri yang sudah agak kering.

“ne oppa,tadi hujan nya lebat sekali.” Sunri menceritakan dia manyun.

“wah kasihan sekali,ayo kita bersihkan rambutmu.” Sunggyu berkata merangkul sunri membawanya kekamar nya namun pandangan sunggyu melekat pada howon,sunggyu menatap tajam pada adik nya itu.

Howon mengerti sunggyu tidak suka jika dia dekat-dekat dengan sunri namun dia hanya mengantarkan sunri tidak lebih dari itu,walaupun dia mengingat ciuman singkat mereka tapi howon benar-benar tidak merasa bersalah dia puas membuat mary menangis.

Mary tidak tahu betapa menderita nya howon saat dia meninggalkan nya,begitu sepi,dingin dan menyakitkan itulah yang howon rasakan 3 tahun yang lalu.

Howon pergi kekamar nya dan menutup pintu kamar nya dia meleparkan jaket yang di tenteng ke kursi yang berada dekat dengan jendela kamar nya, dia duduk di ranjang nya menundukan kepalanya mengingat bagaimana sentuhan dan tangisan mary.

Mary seperti mimpi bagi howon,dia nyata namun hanyalah ia juga ilusi yang membuat hati howon tersakiti untuk beberapa saat dia tertawa melihat bagaimana mary tersakiti saat dia melihat howon dan sunri berciuman.

“hahaha..”

Howon tertawa sepuasnya dia tertawa karena akhirnya sakit hati nya terbalaskan,dia puas sekali namun entah mengapa butiran airmata keluar dari matanya terus keluar membasahi pipinya howon tidak mengerti.

Di membaringkan tubuh nya di ranjang nya napas nya sesak menahan sakit yang begitu mendalam,dia sebenarnya merindukan mary sebenarnya dia ingin memeluk nya dan mencium nya seperti dulu lagi namun ego nya mengatakan untuk tidak melakukan nya dan harga dirinya akan hancur jika dia melakukan itu.

Howon menghapus airmatanya dan pergi kekamar mandi untuk membersihkan badanya,dia sudah berjanji pada dirinya sendiri untuk melupakan mary dan dia tidak akan membiarkan wanita itu untuk masuk di kehidupan nya lagi untuk kedua kali dan menghancurkan hatinya lagi.

Sunggyu mengosok pungung sunri dengan lembut membiarkan sabun membersihkan setiap kuman yang ada di tubuh nya,mereka sekarang sedang berendam di bathtub mewah di kamar mandi kamar sunri.

“oppa,kau tak usah mengosok badanku aku sudah besar.” Sunri berkata malu-malu.

“tidak apa-apa,aku suka mengosok badanmu.”sunggyu berkata mencium pundak sunri.

Sunri menghela napas dia tidak bisa berkata tidak pada sunggyu,diapun membiarkan sunggyu menggosok punggung nya pelan.

“kemana saja kau dan howon pergi?”Tanya sunggyu yang masih anteng membersihkan punggung sunri.

“oh kami hanya pergi kemakam saja,tapi tiba-tiba turun hujan jadi kami berteduh dulu.” Sunri menjelaskan.

“maaf aku tidak bisa menepati janjiku,tadi tiba-tiba saja ada rapat direksi jadi aku tidak bisa pulang dulu.” Sunggyu berkata dia terdengar benar-benar menyesal.

“aku mengerti oppa,kau tak usah khawatir.”sunri membalas dan memainkan busa-busa yang ada di sekeliling nya dia bisa mencium wangi sabun yang harum.

“sungyeol bilang kalian pergi dari jam 2 siang lalu kemana 3 jam kalian habiskan?” sunggyu mulai terdengar seperti polisi yang sedang mengintrogasi sunri.

“oppa apakah kau takut aku selingkuh dengan howon?” Tanya sunri yang merasa kecemburuan sunggyu terlalu berlebihan.

“tidak,aku hanya ingin bertanya..” sunggyu menutupi rasa cemburu nya dia tahu dia sudah terlalu berlebihan.

Sunri berbalik menatap sunggyu dia meletak kedua tangan nya di pipi sunggyu dan tersenyum,sunggyu hanya bisa menatap kedua mata indah sunri dan ternggelam di dalam nya.

“oppa,kau tidak usah khawatir aku tidak akan berselingkuh.” Sunri berkata mencium bibir sunggyu singkat.

“kau janji?” Sunggyu berkata dia kelihatan sangat serius.

“aku janji.” Sunri menjawab dengan mantap dan tersenyum.

[Myungsoo pov]

‘Gah..lagi-lagi sunggyu hyung dan sunri bermesraan lagi,aku muak melihat nya sebaik nya aku keluar rumah saja.’

Aku berpikir untuk sesaat melihat jam sekarang sudah jam 8 malam sebaik nya kemana yah? Apakah aku harus pergi ke club? Aku pun keluar dari rumah ku membenarkan jaket hitamku lalu masuk ke mobil sportku yang sunggyu hyung belikan tahun lalu.

Mobilku masih baru,jadi aku harus berhati-hati dalam menyetirnya aku membelokan mobilku menuju daerah gangnam dimana teman-temanku biasa nongkrong,aku menghidupkan handphoneku dan menghubungi teman ku ji hoo.

“yo! L lo dimana?” ji hoo mengangkat teleponku.

“gue lagi di jalan,kalian dimana?” aku bertanya.

“kita lagi ada di club paradise,lo tahu kan? Gue denger lo pergi kesini beli cewek bener gak?” Tanya ji hoo aku hanya bisa memutar mataku,mereka selalu saja ingin tah urusanku.

“iya,gue kesana buat beli cewek terus masalah lo apa?” aku menjawab jutek.

“lo harus nya bawa dong boneka baru lo itu,kita juga pengen ‘maenin’ boneka lo juga.” Aku mendengus mendengar pengakuan mereka.

“yah! Cewek itu buat hyung gue bukan buat gue.” Aku membentak.

“huh? Hyung lo? Hyung lo yang mana?” ji hoo bertanya semakin penasaran.

“sunggyu hyung.” Aku menjawab malas,aku tidak memperhatikan jalan dan sedikit mempercepat laju mobilku.

“sunggyu hyung?! Wah gue gak nyangka,gue kira dia itu yang paling bener diantara kalian.” Ji hoo berkata aku sedikit tersinggung dengan perkataan nya.

“oh jadi maksud lo gue gak benar gitu?!” aku membentak.

tiba-tiba saja aku merasakan hentakan keras membuat handphoneku terjatuh dan kepalaku terbentur ke setir.Aku segera mendongak walaupun pengelihatanku tidak terlalu jelas ternyata aku sudah menabrak mobil seseorang aku bisa melihat bagian belakang mobil yang kutabak hancur dan ajaib nya mobil bagian depanku masih utuh.

Aku bisa melihat seorang lelaki yang keluar dari mobil itu,dia kelihatan marah sekali dan mengetuk pintu jendela pintu mobilku.

‘sial aku,aku pasti akan mendapat masalah,apa yang harus aku katakana pada hyung.’ Aku berpikir dan lelaki itu terus mengetuk jendela pintu mobilku akupun membuka jendela pintu mobilku.

“yah! Apa kau bisa menyetir dengan benar?!” lelaki itu berkata,aku hanya bisa menunduk minta maaf.

“joesonghamnida ahjusshi..” aku berkata menunjukan wajahku yang paling menyesal,berharap agar lelaki itu luluh dan memaafkan ku.

Aku bisa mendengar lelaki itu mendengus dan membuka pintu mobilku.

“kau kira Karena kau masih mudah aku akan mengasihanimu?!” dia berkata. “keluar!” dia menyuruh dengan tegas aku pun segera keluar dari mobilku.

“siapa namamu?”Tanya lelaki itu memandangiku dari ujung kepala sampai ujung kaki,tatapan matanya penuh dengan amarah.

“myungsoo,kim myungsoo.” Aku menjawab.

“oh..apa kau bagian dari keluarga kim yang kaya itu?” dia bertanya.

“ne,ahjusshi.” Aku mengangguk.

“bagus kalau begitu,mana sim mu.” Dia membuka tangan kanan nya memintaku untuk memberikan nya simku.

Akupun mengodok saku celana jeans ku dan memberikan nya sim ku,dia melihat dataku dan tersenyum.

“kau terlihat seperti anak SMA di bandingkan lelaki yang berumur 22 tahun.” Dia berkata,aku sangat tersinggung dengan perkataan nya dia bilang aku seperti bocah ingusan?!

“yah! Jaga mulut mu ahjusshi,aku bisa menuntut mu.”aku membentak namun lelaki itu malah tertawa terbahak-bahak sambil memegang perut nya membuatku semakin kesal.

“hahahah..kau..hahah mau menuntutku?” dia berkata di tengah tawanya.

“iya lalu kenapa?”

“myungsoo,lihat keadaan sekarang apakah mobil mu rusak?” lelaki itu bertanya.

“tidak.” Aku menggelengkan kepalaku.

“nah lalu lihatlah mobilku,apakah mobil rusak?” dia bertanya.

Aku melirik kearah mobil sedan biru tua nya yang bagian belakang nya hancur dna meringis untung saja mobilku tidak ikut hancur.

“iya,mobilmu rusak.”aku menjawab.

“jadi siapa yang harus menuntut,aku atau kamu?” dia bertanya lagi,aku merasa di perlakukan seperti anak SD saja.

“arrasso,aku mengerti seharusnya kau yang menuntutku.” Aku menjawab jutek.

“dengar,aku tahu kau anak yang baik jadi aku tidak akan melaporkanmu pada polisi.” Lelaki itu berkata akupun menghela napas.

“tapi,kau tetap harus ganti rugi.” Mendengar itu aku pun kembali kesal.

“baiklah aku akan membayar nya,berapa banyak?” aku mengodok saku ku mencari dompetku namun seperti nya lelaki itu tidak setuju dengan apa yang akan aku lakukan.

“untuk seorang bocah kau cukup sombong.”lelaki itu berkata.

Aku menghela napas tidak mengerti apa yang sebnarnya lelaki itu inginkan,bukankah dia ingin uang untuk ganti rugi? Itkan yang biasa dilakukan oleh orang lain jika mereka ada dalam situasi seperti ini.

“lalu apa mau mu?” aku bertanya sinis.

“berikan kunci mobilmu.” Dia meminta kunci mobilku,aku mengernyit tidak mengerti hanya membatu memandang nya.

“ayo cepat,aku harus pergi kerja.”lelaki itu berkata dengan ragu nya ku berikan kunci mobilku padanya.

Diapun berjalan dan duduk di dalam mobilku dan menutup pintu nya,aku kaget dan segera mengikuti lelaki itu,apakah dia akan mencuri mobilku?!

“yah! Apa yang kau lakukan?!” aku bertanya histeris.

“tenang,aku hanya meminjam mobilmu sampai mobil ku selesai kau servis.” Dia berkata dan menghidupkan mesin mobilku.

“yah! Kau tidak bisa melakukan ini,ini tidak adil.” Aku komplain.

“kau ingin aku melaporkanmu ke polisi?” dia mengancam,dia benar-benar tahu  cara mengancam akupun diam hanya bisa pasrah.

“ini kunci mobilku dan nomor teleponku,kau bisa hubungi aku jika kau sudah selesai menservisnya.” Lelaki itu menyodorkan ku sebuah kartu nama dan kuci mobil.

Tak menunggu mobilku meluncur kearah lain dan menjauh dariku,aku hanya bisa memandang kartu nama yang lelaki itu berikan,ternyata nama lelaki itu adalah seon junghwa dari kartu bisnis nya aku bisa tahu kalau dia adalah seorang dokter.

“argh! Jinja!” aku kesal dan marah,ku tetang ban mobil sedan mewah itu,aku tidak tahu harus membayar berapa untuk menservis mobil junghwa yang jelas uangku pasti terkuras habis.

Handphoneku bergetar ternyata ji hoo meneleponku,sepertinya rencanaku untuk bersenang-senang di club gagal.

“L lo di mana?!” ji hoo bertanya dengan kesal sepertinya dia lelah menungguku.

“sorry man,kayak nya gue gak bisa pergi.” Aku menjawab dan masuk kedalam mobil junghwa bermaksud membawanya ke bengkel.

“hah?kenapa?bukanya lo udah lama gak ke club?” ji hoo bertanya heran.

“gue punya urusan lain,mungkin minggu depan gue ke club sama lo.” Myungsoo berkata dan menutup telepon ji hoo.

‘junghwa sialan,gue harus ke bengkel sekarang.’ Aku berpikir mengarahkan mobilku menuju bengkel dongwoo hyung yang ada di pusat kota seoul.

[myungsoo pov end]

Dongwoo yang sedang sibuk mencatat data financial bengkel nya terkejut melihat sebuah sedan biru tua yang bagian belakang nya penyok,sebenarnya dia terkejut bukan karena bagaimana bagian belakang mobil itu penyok tetapi dia kaget melihat pengemudinya yaitu myungsoo,adik nya semata wayang.

“omo..apa yang terjadi?!” dia hampir berteriak saat myungsoo berhasil memarkirkan mobil nya di dalam bengkel dongwoo.

“oh hyung,kau disini.” Myungsoo berkata tanpa expressi dia keluar dari mobil sedan itu dan menutup pintu nya.

“mobil siapa ini?! Apa yang terjadi?kenapa bagian belakang nya penyok seperti itu?” dongwoo bertanya tanpa jeda membuat kepala myungsoo pusing.

“hyung! Bisakah kau bertanya satu-satu?!” myungsoo kesal.

“aku tidak sengaja menabrak mobil ini.”myungsoo menjawab.

“kenapa kau bisa ceroboh huh?apakah kau menelepon sambil menyetir?”dongwoo menebak dan aneh nya tebakan nya itu benar.

Myungsoo hanya bisa mengangguk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,dia memang merasa sedikit bersalah seharusnya dia tidak menelepon sambil menyetir.

“aish jinja,kau tahu membenarkan mobil seperti ini bisa sampai jutaan.”dongwoo berkata melihat kearah bagian belakang sedan itu.

“hyung bisakah kau memperbaiki nya?aku akan membayar nya tapi tolong jangan bilang apapun pada sunggyu hyung.”myungsoo berkata.

“kau tak usah membayar,dan aku akan menjaga rahasia ini aku tidak mau menambah stress untuk sunggyu hyung.” Dongwoo berkata.

“hyung jinja?gomawo.”myungsoo tersenyum dia ingin sekali memeluk hyung nya itu tapi dia mengurungkan niat nya karena dia biasanya tidak memeluk hyung nya.

“iya,iya lebih baik kau berhati-hati lain kali.”dongwoo berkata dan memanggil salah satu montir dan menyuruh nya untuk mengecek kerusakan mobil itu.

“ngomong-ngomong kemana mobil sport mewah mu?”Tanya dongwoo yang menunggu montirnya mengecek kerusakan mobil junghwa.

“oh soal itu..”myungsoo panik dia tidak menyangka kakak nya akan bertanya soal mobil barunya yang di bawa oleh junghwa.

“jangan bilang polisi menyitanya..”dongwoo menatap adik nya khawatir.

“tidak hyung,tidak polisi bahkan tidak tahu soal kecelakaan ini.” Myungsoo menjawab.

“lalu?”

“mobilku di bawa oleh orang yang punya mobil ini.”myungsoo mengaku.

“MWO?!”dongwoo kaget dan membuka mulut nya lebar tidak percaya dengan apa yang di lakukan adik nya itu,mobil sport myungsoo jauh lebih mahal dari sedan yang dia bawa.

“tenang hyung,aku punya nomor telepon nya aku bisa menghubunginya kapan saja.”myungsoo menenangkan hyung nya dan dongwoo pun akhirnya tenang kembali.

“jadi berapa lama mobil ini bisa beres?”Tanya myungsoo membuat dongwoo bertanya pada montirnya.

“jadi berapa lama?”Tanya dongwoo melirik kearah montir yang sepertinya masih menganalisis mobil itu.

“kerusakan nya agak parah,mungkin 2 atau 3 minggu baru beres.” Sang montir bertanya.

“apa?!selama itu?memang apanya yang rusak?”Tanya myungsoo kaget dia tidak bisa membayangkan kehilangan mobil sport mewah kesayangan nya Selma 2 minggu bahkan 3 minggu.

“bagasi nya rusak berat,kunci nya pun sama kedua lampunya hancur,dan sepertinya harus di cat ulang untuk menghilangkan goresan nya.” Sang montir menjelaskan membuat myungsoo semakin putus asa,dia benar-benar menyesal telah menabrak mobil itu.

“tenanglah myungsoo,bilang sja pada hyung mu kau ingin memodifikasi mobil barumu itu,akau akan membantu mu.”dongwoo menepuk bahu adik nya yang sudah putus asa itu.

“arghh hyung bisakah aku pindah kerumahmu untuk sementara?aku benar-benar tidak ingin bertemu sunggyu hyung sebelum aku mendapatkan mobil ku kembali.” Myungsoo berkata.

“hahaha kau lucu myungsoo,aku tidak mau kau mengacak-ngacak rumahku seperti terakhir kali kau menginap di rumahku.” dongwoo mencoba mengingat bagaimana rumah nya berantakan setiap kali myungsoo menginap.

“ah wae~?”myungsoo mencoba aegyo nya untuk meluluhkan hati dongwoo.

“aegyo mu tidak ada efek nya untuk ku myung,kau sebaik nya melakukan itu pada pacarmu.” Dongwoo berkata dingin dan kembali ke kantornya.

Myungsoo bingung memilih antara pulang dan kabur,sampai akhirnya dia memiliki ide dia menelepon nomor sungyeol.

“hallo?myung tumben kau meneleponku.”sungyeol segera mengangkat telepon nya.

“iya hyung,sebenarnya aku butuh pertolonganmu.” Myungsoo berkata keluar dari bengkel dongwoo.

“pertolongan?”sungyeol bertanya penasaran.

“ya,bisakah aku menempati apartemen kosongmu di gangnam? Aku butuh waktu sendiri,untuk sementara.”myungsoo berbohong dengan sukses nya.

“oh boleh,kau tinggal minta kunci nya pada tuan lee dia pasti memberikan nya.”sungyeol berkata.

“oh bagus kalau begitu terimakasih hyung.”myungsoo berkata dan menutup telepon nya.

“taksi!” myungsoo berteriak saat dia melihat taksi yang berhenti dekat dengan nya dan masuk kedalam taksi itu menuju apartemen sungyeol.

[Seoul internasional hospital]

“soesangnim,selamat malam.” Suster sulli seperti biasa menyapa junghwa dengan ramah walaupun sekarang sudah malam.

“ah suster sulli,selamat malam.”junghwa dengan biasa menebar senyum manis nya pada suster sulli membuat suster lain yang melihat nya langsung cemburu.

“apakah anda akan pergi mengechek pasien?” Tanya suster sulli lagi.

“ya,seperti biasanya.” Junghwa mengangguk.

“kalau begitu mari.” Suster sulli sudah memebawa beberapa data kesehatan pasien doketr junghwa dan mengantar nya keruangan pasien nya.

Namun saat di perjalanan tiba-tiba saja handphone nya bergetar,dia segera mengaktifkan handphone nya dan melihat 1 pesan baru dari nomor asing,diapun membuka pesan itu dan membacanya.

hei ahjusshi menyebalkan! (^o^)y  apa kau menjaga mobil mewah ku dengan baik? Kau tak usah khawatir mobil butut mu sudah ku kirim ke bengkel untuk servis,kau senang? Sebaik nya kau jaga baik-baik mobilku itu.                                     

                                                                                                                         Myungsoo

Membaca pesan itu junghwa tersenyum geli,myungsoo memang benar-benar seperti anak SMA,bukan hanya wajah nya saja tetapi kelakuan nya itu sangat lucu junghwa sedikit menyukai nya jika myungsoo menjaga mulut nya,dan tidak memanggil nya ahjusshi sebenarnya junghwa masih cukup muda dia baru berumur 27.

Suster sulli yang melihat dokter nya tersenyum sendiri sambil memandang layar handphone nya penasaran.

“omo..soesangnim apa kau sedang bertukar pesan teks dengan pacarmu?” dia bertanya junghwa tertawa dan menggelengkan kepalanya.

“tidak,dia hanya temanku.” Junghwa menjawab singkat dan membalas sms myungsoo.

MWO? Ahjusshi? (ò_ó) Aku ini masih muda, kau tahu itu dan sebaik nya kau menjaga sopan santun mu atau ku hancurkan mobil kesayangan mu itu,kau mau? Bagus kalau begitu,berapa lama mobilku bisa beres?

Setelah selesai mengirim pesan teks itu junghwa memasuki ruangan pasien nya,hari ini pasien nya adalah seorang wanita bernama lee ye jin.

“selamat malam nona lee.” Junghwa menyapa dengan ramah,namun nona lee yang dia sapa tidak bergeming bahkan dia tidak menjawab sapaan dokter junghwa.

Dokter junghwa yang merasa tidak nyaman akhirnya menganti topik pembicaraan secara singkat.

“apakah anda sudah makan malam ini?” Tanya junghwa lagi namun ye jin hanya mengangguk simple.

“bagus kalau begitu,bagaimana kesahatan anda hari ini?apakah sudah baikan?” junghwa bertanya lagi sambil meminta data chart kesehatan ye jin pada sulli dan sulli segera memberikan nya.

“aku tidak pernah merasa baikan.” Ye jin berkata namun matanya masih melirik kearah jendela dia tidak pernah melirik kearah junghwa sedikitpun semenjak dia masuk rumah sakit 3 hari yang lalu.

“benarkah?apakah kau merasakan sakit di bagian tubuh mu?”junghwa bertanya khawatir.

“kau tidak usah khawatir dokter, tubuhku baik-baik saja.” Ye jin akhir nya melirik kearah nya.

“oh nona lee,jangan membuatku khawatir seperti itu.” Dokter junghwa menghela napas lega begitupun sulli.

“jika kau khawatir padaku,suntik mati saja aku dok.”ye jin berkata bahkan saat dia mengatakan perkataan itu tidak ada sedikitpun rasa takut di dalam nada bicaranya.

“nona lee,anda akan baik-baik saja.”dokter junghwa menepuk bahu ye jin memberikan nya semangat,dia tahu pasien nya itu putus asa.

Dia,lee ye jin masuk kerumah sakit karena percobaan bunuh diri ye jin mencoba untuk memotong urat nadinya,saat dia di bawa kerumah sakit dia sudah pingsan apabila dia terlambat di bawa kerumah sakit dia pasti sudah meninggal namun beruntung nya dia pembantu nya menemukan nya sebelum dia benar-benar meninggal.

“dilihat dari chart kesehatan anda,sepertinya anda siap untuk kembali kerumah.” Junghwa berkata.

Lagi-lagi ye jin tidak bergeming,dia hanya menatap langit malam yang terpampar dari jendela kamar nya.

“nona lee,jika anda membutuhkan seseorang untuk mengobrol kau selalu bisa menghubungiku atau suster sulli.” Dokter junghwa akhirnya pergi meninggalkan ye jin yang sepertinya tidak peduli.

Junghwa merasa pihatin pada pasien nya itu,dia masih muda tetapi sudah melewati berbagai kesusahan kemarin dokter junghwa mendengar cerita para suster yang mengetahui kehidupan sehari-hari ye jin.

Ye jin adalah anak orang kaya dan terhormat dia bekerja sebagai direktur perusahaan besar di korea namun calon suami nya tiba-tiba saja meninggal dalam kecelakaan mobil membuat ye jin shock.

Sepertinya ye jin sangat mencintai lelaki itu sampai-sampai dia ingin bunuh diri seperti itu,memang sangat menyakitkan kehilangan seseorang yang kau cintai tapi bukan kah kita harus melanjutkan hidup kita dan melupakan orang yang sudah meninggal?karena kita masih punya masa depan untuk kita lihat dan jalani.

Sadar bahwa dia sedang bertukar pesan teks dengan myungsoo,junghwa mengaktifkan kembali handphone nya dan melihat 1 pesan baru dari myungsoo.

Err soal mobilmu hyungku bilang,kalau mobilmu bisa beres 2 atau 3 minggu karena bagian bagasi nya rusak berat,tapi bisakah kau mengembalikan mobilku?aku tidak ingin hyungku marah padaku..  (ú_ú)

Junghwa menghela napas dan membalas pesan teks myungsoo,itu artinya dia akan mengendarai mobil super mewah myungsoo selama 2 minggu dan bahkan lebih.

Kenapa kau sedih?soal itu..TIDAK semua ini salahmu sendiri karena ceroboh,kau harus belajar bertanggung jawab. (‘_’)

Junghwa meletakan lagi handphone nya dan melanjutkan pekerjaan nya,sekarang dia sedang memeriksa seorang kakek yang ramah,pasien ini tidak memakan waktu lama untuk di periksa junghwa hanya membutuh 5 menit untuk memerik pasien itu dan berpindah lagi ke pasien lain.

Untuk sesaat junghwa lupa pada myungsoo dan berfokus pada pasien-pasien nya yang membutuhkan pertolongan nya,junghwa cukup terkenal diantara dokter-dokter lain di rumah sakit itu jadi pasien nya agak banyak dari rata-rata pasien dokter lain.

Pasien junghwa sangat beragam dari anak kecil sampai orang tua yang lanjut usia,junghwa mudah akrab dengan pasien nya karena dia ramah dan sopan oleh karena itu dia selalu di sukai oleh pasien nya,namun sepertinya bukan pasien nya saja yang menyukai nya.

Sebagian besar perawat yang bekerja di rumah sakit internasional seoul juga menyukai nya dan banyak memburunya,kecuali suster sulli yang sekarang sedang berjalan di samping nya sepertinya suster itu tidak mempunyai niat untuk mendekati nya oleh sebab itu junghwa memilih dia sebagai asisten.

Sulli adalah perawat baru dia sangat cekatan,rapih dan pintar dia selalu siap membantu junghwa bila dia membutuhkan nya,dan sikap itu nilai plus bagi junghwa dia membutuhkan seseorang yang professional dan mementingkan pekerjaan karena pekerjaan mereka berhubungan dengan nyawa seseorang.

Setelah selesai mengecheck semua pasien nya,dia beristirahat dan duduk di kantin rumah sakit aneh sekali rumah sakit malam ini begitu tenang sampai akhirnya dia sadar kalau dia sedang bertukar teks dengan myungsoo,dia kaget melihat 20 sms baru dari myungsoo.

kau jahat ahjussi! Hyungku  benar-benar akan membunuhku jika kau tidak mengembalikan mobilku,aku bahkan tidak bisa pulang sekarang  (~o~)

itu adalah salah satu pesan yang junghwa baca,dia tersenyum dan membuka pesan lain dari myungsoo.

Yah!kenapa kau tidak menjawab?apa kau lupa bagaimana cara mengirim sms? Jawab aku ahjusshi! (=_=)

Lagi-lagi junghwa tertawa dia bisa membayangkan bagaimana kesal nya myungsoo,dia tidak bisa menyalahkan anak muda itu,dia masih muda dan mungkin punya banyak waktu luang tidak seperti dirinya.

Jika aku mengembalikan mobilmu,aku harus naik apa kerumah sakit?! Kau tahukan aku dokter. (-__-)

Junghwa mengirim sms nya itu dan meneguk kopi yang sudah di sediakan oleh ahjumma di di kantin rumah sakit dia sudah menjadi langganan tetap disana,dan setiap dia datang dia pasti memesan kopi sampai sang ahjumma pemilik kantin itu hapal keinginan nya.

“ahjumma gomawo,aku benar-benar membutuhkan kopi ini.”junghwa berkata dan sang ahjumma hanya mengangguk tersenyum.

“ne ahjumma.”junghwa memanggil membuat ahjumma yang berdiri di samping nya melirik kearah nya.

“apakah aku terlihat seperti ahjusshi?”junghwa bertanya membuat sang ahjumma tertawa terbahak-bahak.

“tentu saja tidak tuan seon,anda malah terlihat lebih muda dari umur anda.”sang ahjumma menjawab dan melanjutkan pekerjaan nya.

“jinja?jadi hanya myungsoo lah yang berpikir begitu.” Junghwa selalu memperhitungkan pendapat orang karena dia adil dan menghargai,tetapi terkadang sifat nya itu membuat dia capek sendiri.

Handphone nya berdering,junghwa tahu kalau dia akan mendapat balasan sms dari myungsoo dia membuka handphone nya dan melihat pemberitahuan ternyata benar dia mendapat 1 pesan baru dari myungsoo.

Bagaimana jika aku mengantar dan menjemputmu?aku benar-benar membutuhkan mobil itu,aku mohon ahjusshi (T_T)

Junghwa lama-lama kesal juga,myungsoo tidak juga berhenti menggangu nya dan diapun tidak berhenti menyebut nya dengan sebutan ahjusshi.

YAH! Berhenti memanggilku ahjusshi (>.<) kau mau aku hancurkan mobilmu itu? Bagaimana kalau kau panggil aku hyung saja? Aku yakin umurku dengan umur hyung mu tidak jauh berbeda,baiklah.. kau harus jadi supir pribadiku sampai mobilku beres,besok temui aku di rumah sakit internasional seoul.

Setelah menulis pesan singkat yang panjang itu dia meneguk kopi nya sampai habis,dia benar-benar kesal pada anak muda itu dan dia sendiri entah mengapa luluh pada bujukan myungsoo biasanya dia kerasa kepala.

Junghwa harus kembali kerumah sakit,diapun membayar kopinya dan pergi menuju rumah sakit namun saat dia hendak melangkah dia mendapat pesan balasan dari myngsoo.

Yey..terimakasih ahjusshi opps maksudku hyung (=^_^=)aku akan menemui pagi-pagi sekali jadi bersiaplah!

Junghwa meletakan handphone nya di saku celana nya entah mengapa dia merasa senang sudah lama dia tidak bertukar pesan teks dengan seseorang yang aneh dan menjengkelkan seperti myungsoo,bahkan dia baru sadar kalau dia menulis pesan nya menggunakan smiley,sesuatu yang sudah dia lupakan semenjak SMA.

Sepertinya myungsoo mengembalikan jiwa muda nya,junghwa berpikir mungkin tidak apa-apa baginya kembali menjadi muda karena myungsoo selalu membuat nya merasa muda kembali.

[kediaman keluarga kim 10:00]

Sunggyu masih anteng menatapi layar komputer nya dia sedang mengontrol pengeluaran dan pendapatan perusahaan nya,dia selalu melakukan pengecheckan itu rutin dan sangat teliti matanya sudah agak mulai lelah namun dia memasakan dirinya.

Sesekali sunggyu memijat tengkuk nya dan mengusap rambut nya,pendapatan perusahaan nya sedikit menurun tahun ini dia harus berpikir keras untuk meningkatkan nya lagi dia mengingat rencana nya untuk menerbitkan produk baru namun entah apa yang harus dia terbitkan.

Beberapa klien nya sudah menyetujui untuk bergabung dalam proyek mendatang nya,sunggyu hanya tinggal membuat konsep nya saja.

Sunggyu berpikir,perusahaan nya sudah menerbitkan berbagai macam produk mulai dari makanan sampai pakaian dia mencari sesuatu yang belum pernah perusahaan nya terbitkan dan berpikir untuk sesaat.

Sunri yang kesal dan bosan menunggu akhirnya memberanikan diri untuk datang ke ruang kerja sunggyu,dengan ragu dia mengetuk pintu ruang kerja sunggyu dan membuka pintu ruangan itu ternyata sunri menemukan sunggyu sedang duduk di meja kerja nya sambil menatap kearah komputer nya.

“oppa,berapa lama kau akan menatapi komputer itu?”sunri berkata membuat sunggyu mengalihkan perhatian nya pada sunri yang sudah berdiri di hadapan nya.

“oh sunri,kau mengagetkan ku..sebentar lagi,aku membutuhkan ide.”sunggyu berkata.

“ide?ide untuk apa?mungkin aku bisa membantu.” sunri berkata dia ingin tidur namun dia tidak bisa tidur jika sunggyu tidak ada di sisinya.

“aku akan menerbitkan sebuah produk,tapi aku ingin sesuatu yang berbeda dan modern.” Sunggyu berkata.

Sunri ikut berpikir,sesuatu yang berbeda?sunri bahkan tidak tahu perusahaan macam apa perusahaan yang di miliki sunggyu dia tidak pernah mendengar tentang pekerjaan dari mulut sunggyu hingga sekarang.

“bagaimana dengan make up,apakah perusahaan oppa sudah menerbitkan produk make up?” sunri bertanya dan sunggyu tersenyum.

“oh kau benar,make up! Kenapa aku tidak pernah berpikir tentang itu!”sunggyu berseru dan menarik wajah sunri mencium bibirnya.

“oppa!kau membuat ku kaget.” Sunri berkata namun dia senang mendapat ciuman dari sunggyu.

“terimakasih sunri,kau memang hebat.”sunggyu berkata membelai rambut sunri,sunri tersenyum dia bahagia bisa membantu.

“aku tinggal membuat konsep nya saja.”sunggyu berkata namun sunri cemberut dia menarik tangan sunggyu.

“oppa aku ngantuk…”sunri mengeluh.

“omo..kau tidur saja duluan.”sunggyu berkata matanya kembali fokus pada komputer.

Sunri kesal dan akhirnya duduk di pangkuan sunggyu menghalangi pandangan sunggyu ke layar komputer nya.

“oppa,aku mau tidur denganmu kau bisa melanjutkan ini besokan?”sunri membujuk dan memainkan ujung rambut sunggyu membuat sunggyu menelan ludah nya.

Sunri memakai piyama sexy nya lagi saat itu,dengan sunri yang duduk di pangkuan nya dia bisa melihat jelas belahan payudara sunri membuat matanya otomatis menatapi dada sunri,sunri yang menyadari itu tentu saja tertawa dalam hatinya,walaupun sunggyu baik dia tetap saja lelaki,kelemahan nya adalah payudara.

“oppa aku disini.”sunri mengangkat dagu sunggyu agar dia menatap wajah nya bukan dadanya.

“oh..iya,baiklah biarkan aku mengirim email ini pada sekertarisku ok?nanti kita tidur.”sunggyu berkata dengan gugup.

“ok,aku menunggu.”sunri berkata bangkit dari pangkuan sunggyu dan menunggu sunggyu mengirimkan email pada sekertaris nya.

Sunggyu mengetik beberapa paragraph pesan untuk sekertarisnya dan mengirimnya lalu bangkit dari duduk nya menuruti keinginan sunri untuk tidur.

“kau puas?”sunggyu bertanya saat dia melihat sunri yang bahagia karena sunggyu menurutinya.

“puas sekali.”sunri bekata sambil tersenyum bahagia.

Sunggyu tertawa dan tiba-tiba saja sunggyu mengangkat tubuh sunri dan meletakan tubuh sunri di bahu nya membuat sunri hampir berteriak.

“kyahh oppa kau akan menjatuhkanku.” Sunri memukul lembut punggung sunggyu.

“ini hukumanmu karena kau menggodaku saat aku kerja.”sunggyu berkata berjalan menuju kamar mereka berdua dengan posisi seperti itu.

Sungyeol yang masih menonton Tv di ruang keluarga tertawa terbahak-bahak melihat hyung nya menggendong sunri seperti itu.

“hahaha hyung,hati-hati kau bisa melukai sunri.”sungyeol berseru dari kejauhan.

“tenang saja,aku kuat tidak seperti kau.”sunggyu membalas.

Howon yang duduk di samping sungyeol hanya memutar matanya,dia sedikit kesal dengan pemandangan yang dia lihat bukankah mereka berdua terlalu kekanak-kanakan untuk melakukan itu di depan umum? Howon berpikir.

“hahaha sunggyu hyung dan sunri memang sangat serasi.”sungyeol bergumam dan kembali menonton Tv.

“mwo?kau bilang hyung kita serasi dengan pelacur itu?”howon bertanya tidak percaya.

bagaimana mungkin sungyeol bisa mengatakan itu? sunggyu sangat berharga bagi howon dia tidak setuju jika sunggyu harus berpasangan dengan sunri howon selalu berpikir hyung nya itu lebih layak memiliki wanita lain selain sunri,wanita yang lebih cantik,tehormat dari sunri.

“howon,mari lupakan status sunri sebelum nya dia benar-benar wanita yang baik aku bahkan lupa kalau dia itu adalah pelacur.”sungyeol berkata.

“sungyeol bagaimanapun dia baik dan mengagumkan dia masih pelacur ingat itu,aku tidak suka sunggyu hyung di pasangkan dengan seseorang seperti sunri.”howon bangkit dan pergi kekamar nya sungyeol hanya bisa menatap howon dan mengangkat bahu nya dia benar-benar tidak peduli.

[apartemen sungyeol di gangnam 10:50 malam]

Myungsoo membalikan badan nya kearah kanan mencoba untuk tidur namun dia tetap saja tidak tidur,dia mengerang dan membalikan tubuh nya kearah kiri lagi-lagi dia tidak bisa tidur adegan beberapa jam lalu saat dia bertemu dengan junghwa tak dapat dia lupakan.

Dia dengan jelas dapat mengingat wajah junghwa,lelaki itu membuat myungsoo sangat kesal namun untung saja dia luluh dengan bujukan myungsoo dan mau mengembalikan mobil myungsoo,sehingga dia tidak usah kabur lagi dari hyung nya.

Myungsoo sedikit tersenyum,dia tidak menyesal bertemu dengan junghwa walaupun menurut myungsoo junghwa terlalu serius dan berkelakuan seperti ahjusshi walaupun dia sendiri keberatan di panggil ahjusshi.

Tanpa sadar sudut bibir myungsoo terangkat dia tersenyum,belum pernah seumur hidup nya dia tersenyum jika sedang memikirkan seseorang yang jelas dia selalu senang bila dia teringat junghwa dan dia tidak sabar sampai besok menjemput,dia ingin bertemu dengan ahjusshi itu dia tidak sabar.

[Seoul internasional hospital 06:30 pagi]

Junghwa baru saja selesai mengerjakan shift nya dia lelah sekali,kantung mata sudah mulai terlihat di bawah matanya,menjadi dokter bagian shift malam memang melelahkan bagi junghwa namun dia menykai pekerjaan nya itu,dia selalu ingat senyum semua pasien nya jika dia datang ke kamar mereka membuat dia bersemangat kembali.

Junghwa mencari mobil baru nya yang dia parkirkan di ujung tempat parkiran rumah sakit namun dia kaget melihat seorang lelaki duduk menyandar di mobil sport nya,lelaki itu memakai jaket yang matching dengan celana training yang di pakai.

“yo!ahjushhi.” lelaki itu menyapa junghwa,mengenal suaranya junghwa memutar matanya lelaki itu adalah myungsoo,kalau bukan dia siapa lagi.

“bisakah kau tidak membuat emosiku naik?aku baru saja selesai bekerja.” Junghwa berkata dan myungsoo hanya tersenyum.

“ne,ne arrasso.”myungsoo berkata.

“sejak kapan kau berdiri disana?apa kau tidak kedinginan?”junghwa berkata,bulan ini adalah musim gugur yang dingin bahkan junghwa memakai beberapa lapis pakaian.

“sedikit..”myungsoo menjawab bahkan uap keluar dari mulut nya menandakan dia kedinginan.

“aish..myungsoo kau ini bukan anak TK sebaik nya jaga kesehatanmu.”junghwa melepaskan syal coklat yang dia pakai dan melingkarkan nya ke leher myungsoo berharap itu membantu myungsoo untuk merasa lebih hangat.

Junghwa tersenyum melihat myungsoo yang gemetaran,entah karena dia kedinginan atau karena dia nervous karena tangan junghwa sekarang ada di pundak nya melilitkan syal nya,setelah junghwa selesai melilitkan syal nya dia bisa melihat pipi myungsoo merah padam.

“myungsoo apa kau demam?” junghwa khawatir dia mengangkat tangan nya hendak memegang dahi myungsoo,namun myungsoo menahan tangan junghwa sehingga dia tidak jadi memegang dahi myungsoo.

“aku tidak apa-apa,aku hanya sedikit dingin.”myungsoo berkata telapak tangan nya dingin saat menyentuh tangan junghwa.

“kau dingin sekali,ayo masuk ke mobilku.”junghwa berkata.

Myungsoo mengangkat halisnya bukankah mobil yang junghwa tumpangi adalah mobil nya,Junghwa yang melihat tatapan myungsoo menghela napas.

“oke,oke ayo naik mobilmu.” Junghwa membenarkan kalimat nya,akhirnya myungsoo pun ikut masuk ke mobil.

Saat mereka berdua masuk kemobil junghwa segera menyalakan penghangat di mobil itu,seketika udara hangat menyelimuti mereka berdua.

“kau bilang kau tidak pulang semalam,kemana kau pergi?”Tanya junghwa yang mulai menghidupkan mesin mobil.

“oh soal itu,aku pergi ke apartemen kakak ku di gangnam.”myungsoo menjawab.

“tak heran,kelauraga mu memang kaya rayakan?kenapa kau tidak minta hyungmu untuk membelikan mu satu lagi mobil sport seperti ini?” junghwa bertanya dan mobil myungsoo sekarang sudah meluncur melaju menuju rumah junghwa.

“kau pikir aku bisa menghabiskan uang seenak nya? Hyungku sangat teliti dan hemat dalam mengunakan uang.”myungsoo berkata melirik kesekitar mobil nya mencari kerusakan yang mungkin tidak dia ketahui.

“kau tenang saja,aku tidak ceroboh seperti kau pabo.”junghwa yang menyadari tingkah myungsoo berkata.

“aku tahu,pak dokter kau tak usah mengatakan nya.” Myungsoo meledek.

“kamu yang asli ternyata lebih menyebalkan dari kamu yang ada di sms.” Junghwa berkata dia bahkan tidak tahu kenapa dia memberikan tumpangan pada remaja menyebalkan di sisinya itu.

“jika kau tidak ingin bertemu denganku lagi,kenpa kau tidak memberikan mobilku ini kembali.” Myungsoo berkata.

Junghwa tahu kalau myungsoo memang licik,tapi dia tidak akan membiarkan lelaki ceroboh itu bebas dari hukuman,dia ingin membalas dendam.

“tidak semudah itu anak muda.” Junghwa berkata mengacak-ngacak rambut nya.

“yah!kenapa semua orang suka sekali mengacak-ngacak rambutku!”dia berteriak membuat junghwa tertawa dia puas sekali membuat myungsoo marah.

Setelah beberapa menit di perjalanan,akhirnya mereka berdua sampai di rumah junghwa rumah junghwa bergaya minimalis dengan cat putih dan abu myungsoo agak terkesan dengan rumah junghwa karena rumah nya cukup besar.

Junghwa memarkirkanmobil myungsoo di garasi dan akhirnya mematikan mesin mobil setelah mobil myungsoo terparkir dengan benar.

“ayo masuk,kau pasti kedinginan.”junghwa mengajak dan keluar dari mobil yang di ikuti myungsoo.

“apa kau tinggal disini sendirian?”Tanya myungsoo.

“iya,aku tinggal disini sendirian.”Junghwa berkata membuka kunci pintu rumah nya.

Myungsoo yang mengikuti dari belakang terpesona dengan isi rumah junghwa yang cukup mewah dan nyaman,tanaman di mana-mana bahkan myungsoo bisa melihat halaman belakang dengan kolam ikan yang indah.

“wah..bukankah rumah ini terlalu besar untuk di tinggali sendiri?”Tanya myungsoo.

“yah,aku selalu berpikir begitu.” Junghwa berkata melepaskan jaket nya dan duduk di sofa.

“apa kau mau kopi?”junghwa menawarkan.

“boleh,tapi sebaik nya aku yang membuat.”myungsoo berkata junghwa tertarik.

“apa kau seorang barista?”junghwa bertanya penasaran.

“bisa dibilang bartender,aku belajar banyak dari hyungku.” Myungsoo berkata dengan penuh percaya diri.

“oh kau benar,kakakmu sungyeol punya café kan?aku kagum dengan hyungmu mereka sukses di usia muda membuatku sedikit iri.” Junghwa berkata,aneh sekali junghwa mengetahui beberapa detail tentang keluarga nya apakah keluarga nya begitu terkenal di antara masyarakat korea.

“kau aneh sekali,darimana kau tahu?”myungsoo bertanya.

“hello…apakah kau tidak pernah mendengar berita dan Koran?”junghwa bertanya.

“oh yeah kau benar.”myungsoo mengangguk.

“jadi dimana dapur mu?”Tanya mungsoo.

“kau lurus saja dan kau akan menemukan dapurnya.”junghwa menjawab dia pergi ke lantai dua mungkin untuk mengganti baju nya.

Myungsoo pun pergi menuju arah yang junghwa tunjukan tidak membutuhkan waktu lama dia akhirnya menemukan dapur junghwa,myungsoo segera mencari kopi di kabinet dinding dapur junghwa saat dia mencari kopi tidak sengaja dia menemukan gula dan krim.

Dia membuka toples gelas kopi itu dan mencari 2 buah cangkir untuk kopinya dia menaburkan beberapa sendok kopi dan sedikit gula kedalam gelas junghwa dan sedikit agak banyak ke gelas nya dia tidak terlalu suka kopi pahit.

Myungsoo akhirnya menuangkan air hangat kedalam cangkir junghwa dan dirinya sendiri lalu membawa kedua cangkir itu keruang tengah rumah junghwa.

Junghwa yang sudah menungu tersenyum melihat myungsoo yang membawa 2 cangkir gelas kopi,dia meletakan nya di meja yang berada tepat di hadapan junghwa.

“wow,kau cepat.”junghwa berkata.

“aku menyeduh kopi setiap hari,tentu saja aku cepat.”myungsoo berkata duduk di kursi yang berada di depan junghwa.

“terimakasih,aku terima kopinya.”junghwa berkata dan meminum kopi buatan myungsoo.

“oh iya,bagaimana dengan kau?kau bekerja apa?”junghwa bertanya,tiba-tiba lidah myungsoo berubah menjadi kelu,dia tidak tahu harus menjawab apa dia tidak mungkin menjawab dengan lugu nya kalau dia pengedar narkoba.

“aku..aku bekerja jadi asisten di café sungyeol hyung.”myungsoo berbohong.

“oh pantas saja,kopi mu enak sekali.”junghwa memuji.

[Kediaman keluarga kim 08:00 pagi]

            Mary menatap kearah gerbang rumah keluarga kim yang tinggi,dia ragu apakah dia harus memijit bel rumah itu atau tidak dia masih tidak percaya dengan perkataan howon dia bilang dia ingin melupakan mary,tapi selama ini dia selalu percaya bahwa kekuatan cinta mereka itu tidak pernah dapat di luluhkan.

Sunyeol yang baru saja pulang dari studio photonya mendapati mary berdiri sambil melamun di depan rumah nya,dia penasaran dan menepuk bahu wanita cantik itu.

“mary?apa yang kau lakukan disini?”tanya sungyeol.

“uh oppa,maaf aku seharusnya tidak datang..”mary berkaa dia menunduk terlalu malu untuk menunjukan wajah nya di hadapan sungyeol.

“kau kesini untuk bertemu howon?”tanya sungyeol.

“sebenarnya..iya aku ingin bertemu dengan nya.”mary menjawab ragu.

“kalau begitu masuklah,howon pasti senang bertemu dengan mu.”sungyeol berkata dan emmbukakan gerbang depan untuk mary.

Mereka berdua berjalan dan masuk kerumah,mary melihat kesekitar rumah terya rumah keluarga kim tidak banyak berubah sampai dia melihat sosok sunri yang tersenyum dan melambaikan tangan nya pada sunyeol.

“oppa,kau sudah pulang?”sunri bertanya dia bahkan tidak melirik kearah mary.

“iya,ternyata pemotretan nya di batalkan.”sungyeol berkata,mary hanya bisa menatap sinis kearah sunri wanita itu membuat emosinya naik.

“oh sunri,apakah kau sudah bertemu dengan mary.”sungyeol berbalik dan menarik mary untuk berkenalan dengan sunri.

“kami sudah bertemu.”sunri berkata dengan dingin nya.

“oh benarkah?kapan?”sungyeol bertanya penasaran.

“saat aku mengunjungi makam ibuku.”mary berkata membuat sungyeol kaget.

“ibumu?kenapa aku tidak tahu kalau dia meninggal.”sungyeol kelihatan kaget.

“oh soal itu,dia tidak ingin kematian nya di beritakan dia meninggal di rumah sakit di amerika.” Mary menjelaskan.

“kebetulan sekali,ibu sunri juga baru meninggal.”sungyeol berkata membuat sunri agak sedih mengingat ibunya meninggal.

“benarkah,berarti kita senasib sunri.”mary berkata dengan sinisnya dia bahkan tidak ingin tersenyum pada sunri.

“sepertinya tidak mary-shi,nasib saya lebih baik daripada anda.”sunri menjawab dengan sinis.

“oppa,aku pergi dulu aku akan memberitahu howon oppa.”sunri berkata dan pergi meninggalkan mary dan sungyeol.

“maaf dia agak dingin,aku tidak tahu mengapa biasanya dia baik pada tamu.”sungyeol meminta maaf atas perlakuan sunri yang agak tidak sopan.

“tidak apa-apa.”mary berkata.

“ayo duduk dulu,aku akan memerintah hankyung untuk membawakan minum untuk mu.”sungyeol berkata dan mary pun duduk.

dia bisa merasakan tangan nya sedikit agak gemetaran dia tahu howon pasti marah karena dia berani datang kesini,tapi mary tidak bisa melepaskan howon dia masih mencintai nya walaupun dia sudah mengkhianati howon tetapi hatinya masih tetap milik howon.

Sunri mengetuk pintu kamar howon namun howon tidak menjawab juga,sunri mengetuk untuk kedua kali nya lebih keras namun howon tidak bergeming sunri kesal dan membuka pintu kamar howon.

“howon-shi?kau kedatangan tamu.”namun dia tidak mendapat jawaban sampai akhirnya pintu kamar mandi terbuka mengexpose howon yang setengah telanjang.

“akhhh!”pekik sunri saat melihat tubuh sempurna howon.

“sunri?sedang apa kau disini?” howon kaget dan segera memakai bath robe nya menutupi abs nya.

“aku hanya ingin memberitahu kau kalau mary ada disini.”sunri berkata menutup matanya.

“oh,okay aku datang kebawah sebaik nya kau keluar.”howon kembali kekamar mandi sedangkan sunri menghela napas.

Sunri bisa merasakan pipinya memanas dia bisa menebak pipinya pasti semerah kepiting rebus sekarang,dia keluar dari kamar howon dan menutup pintunya rapat jantung nya masih berdetak dengan kencang saat dia hendak berjalan menuju kamar nya dia bisa mendengar percakapan hankyung dengan mary yang berada tepat di lantai bawah.

“bagaimana keadaan nya?”mary bertanya pada hankyung.

“dia baik-baik saja nona kim,anda tidak usah khawatir.”hankyung menjawab.

“hankyung..apakah menurutmu dia masih mencintaiku?”mary kembali bertanya dia memegang cangkir teh nya dan meneguk nya.

“entahlah nona kim,tuan muda howon bukanlah orang yang gampang di tebak.” Hankyung berkata dan permisi untuk pergi kembali ke dapur.

Mary akrab dengan hankyung juga sungyeol,itu artinya dia sering kesini dan semua saudara howon mengenal mary,sunri berpikir dia sedikit cemburu memikirkan kalau dulu sunggyu pasti sering bertemu dengan mary dan mary adalah wanita yang cantik sunri tidak bisa menolak pendapat itu.

Tubuh nya tinggi dan jenjang kulit putih nya mulus tanpa cela,rambut panjangnya selalu dia sisir rapih dan selalu terlihat bersinar namun sebenarnya bukan kecantikan fisik lah yang membuat sunri iri tetapi mary adalah wanita baik-baik,dia bukanlah mantan pelacur seperti dirinya.

Taklama sunri berdiri lantai 2 dia bisa mendengar langkah kaki dia menoleh dan ternyata langkah kaki itu milik howon,dia sudah selesai mandi dan sunri bisa mencium aroma mint yang dia cium saat howon tidak sengaja tidur di pundak nya kemarin.

“kau sebaik nya tidak menguping,pergilah.”howon berkata namun sunri sepertinta keberatan.

“apa maksudmu?bukankah aku pacarmu?”sunri menggoda membuat howon mendengus.

“aku tidak butuh kau,pergi sana.”howon mendorong sunri dan pergi kebawah menemui mary.

Sunri tahu howon tidak akan berubah dia masih berperilaku tidak sopan dan dingin padanya namun setidak nya sunri berarti satu hal bagi howon,walaupun dia hanya memiliki arti sebagai musuh dia bahagia sunri hanya harus lebih sabar untuk berurusan dengan lelaki satu ini.

“mau apa kau kesini?”howon duduk di hadapan mary yang sedang meneguk teh nya.

“howon-ah,sudah lama tidak bertemu.”mary berkata dan tersenyum.

“kau tak usah basa-basi,kau mau apa kesini.”howon bertanya.

“apa maksudmu dengan basa-basi?aku benar-benar mengkhawatirkanmu howon,bukankah kau seharusnya bahagia?” mary bertanya dia kelihatan sedikit kecewa dengan reaksi howon.

“bahagia?apa kau gila?aku ingin kau pergi sekarang juga,sudah kubilang aku ingin melupakanmu.”howon mengusir mary.

“benarkah?apa kau begitu membenciku?lalu jika kau membenciku kenapa kau masih belum menemukan penggantiku?”mary bertanya dia kelihatan sama sekali tidak tersinggung dengan pengusiran howon.

“bukankah tempo hari kau sudah bertemu pacarku.”howon berkata mengingatkan nya tentang pertemuan mereka di pemakaman.

“oh soal itu..aku bertanya pada hankyung tentang wanita yang kau bawa tempo hari,kau berbohong howon.”mary berkata dia tersenyum puas howon sekarang tidak bisa berkutik.

Howon benar-benar tidak bisa berkutik dia hanya diam mengepalkan tangan nya penuh amarah yang dia inginkan hanya melupakan mary,lalu kenapa wanita itu terus saja menganggu nya.

“dengar howon,aku tahu kau membenciku sekarang tapi bisakah kau melupakan masa lalu kita yang indah.”mary berkata tatapan nya penuh dengan kesedihan.

“apakah kau masih ingat bagaimana kita pergi kencan?kau selalu kelihatan bahagia,apakah kau lupa itu?”mary mencoba mengingatkan howon masa lalu mereka yang indah.

“bukankah aku sudah bilang aku sudah melupakan semuanya.”howon berkata.

“kenapa kau keras kepala sekali howon!”mary akhirnya hilang kesabaran.

“aku yakin,aku yakin kau masih mencintaiku.”mary berkata.

“aku tahu kamu howon,kau selalu bertingkah kalau kau kuat tapi kenyataan nya tidak! kau mungkin tidak menangis saat aku pergi ke amerika tapi aku tahu hatimu hancur.”mary melanjutkan.

Perkataan mary memang benar,howon takut ..dia takut kalau mary mengetahui bagaimana hancur nya dia saat wanita itu meninggalkan nya mary terlalu banyak tahu soal howon oleh karena itu howon ingin melupakan mary karena mary adalah kelemahan terbesarnya.

“kuantar kau ke gerbang.”howon tidak merespon pada perkataan mary.

Howon bangkit dari duduk nya dan membuka kan pintu depan untuk mary,agar mary keluar dari rumah nya mary yang merasa terpaksa akhirnya menuruti keinginan howon untuk keluar dari rumah nya.

Sunri yang penasaran mengikuti mereka dari belakang tanpa sepengetahuan mereka berdua,dia melangkah turun hati-hati menjaga jarak antara mereka berdua,sunri bisa melihat mary dan howon sudah sampai di gerbang depan kediaman keluarga kim.

Howon memanggilkan taksi untuk mary,tak menunggu lama taksi yang howon panggil sudah ada di hadapan mereka berdua namun mary tak kunjung juga masuk kedalam taksi yang sudah menunggu nya itu.

Mary malah berbalik dan mencium howon tepat di bibirnya,howon bahkan tidak menolak ciuman dari mary,sunri meremas pegangan pintu yang dia pegang dia mengakui dia sedikit kesal melihat adegan itu.

“howon,aku mohon berikan aku kesempatan aku tidak ingin kau menyesal.” Mary berkata setelah dia melepaskan ciuman nya.

“jika kau tidak ingin menyesal,lepaskanlah aku.”howon berkata dan membukakan pintu taksi untuk mary.

Mary masuk kedalam taksi itu namun matanya masih menatap howon,tak lama kemudia taksi pergi meninggalkan howon dan howon kembali kedalam rumah dia kelihatan tidak senang dengan kunjungan mary.

“sepertinya..aku mendapatkan kelemahanmu.”sunri berkata membuat howon melirik kearah nya.

“apa kau ingin mengangguku juga?”howon bertanya dengan sinis.

“bukankah aku musuhmu?itu pekerjaanku.” Sunri berkata.

“kau menyedihkan,carilah pekerjaan selain mengangguku.”howon berkata berlari menaiki tanggamungkin dia bosan harus berurusan dengan sunri.

Tanpa howon ketahui sunri menatap nya dengan penuh kekhawatiran,sunri tahu howon pasti bimbang sekarang dia sangat rapuh dan saat dia rapuh dia akan merasa takut dan menjadi lemah.

Howon yang baru sampai di kamar nya akhirnya meluapkan semua emosi nya howon pergi kekamar mandi dan tanpa ragu dia menonjok kaca di kamar mandinya membuat pecahan kaca melukai kulit tangan nya dan darah bercucuran dari tangan nya.mendengar suara kaca pecah hankyung yang kebetulan lewat khawatir diapun mengetuk pintu kamar howon.

“tuan muda,apakah anda baik-baik saja?”tanya hankyung namun dia tidak mendapat balasan dari howon.

“tuan muda..”hankyung mengetuk untuk kedua kali.

“aku tidak apa-apa,pergilah.”howon akhirnya menyahut.

Hankyung pun akhirnya menurut dan pergi melanjutkan pekerjaan nya yang masih banyak namun saat dia akan pergi dia bertemu sunri yang terengah-engah.

“aku mendengar suara kaca pecah.”sunri berkata.

“oh iya,sepertinya suara itu berasal dari kamar tuan muda howon.”

Mata sunri melebar tanpa ragu sunri berlari kearah kamar howon dan membuka pintu kamar howon tanpa mengetuk terlebih dahulu.

“hankyung,aku sudah bilang aku tidak apa-apa!”howon membentak namun orang yang dia dapatkan berdiri di hadapan nya bukanlah hankyung melainkan sunri.

“apa yang kau pikirkan?!apa kau gila?!”sunri membentak melihat darah bercucuran dari tangan howon.

Sunri segera mengalirkan air di wastafel dan mencuci luka howon dengan hati-hati dan pelan.

“apa kau ingin mati?! Kenapa kau meninju kaca?kau ini bodoh!”sunri tidak berhenti memarahi howon dan howon hanya bisa menunduk menahan rasa sakit luka nya saat menyentuh air dingin.

“sebaik nya,aku panggil dokter.”sunri berkata hendak pergi namun howon menarik lengan sunri mencegah nya untuk pergi.

“tak usah,bisakah kau mengobatinya untuk ku?”howon meminta.

Sunri ragu untuk sesaat dia bukanlah ahli kesehatan namun dia tahu cara mengobati luka howon hanya saja dia takut menyakiti pemuda itu.

“apa kau yakin?aku..”sebelum sunri bisa menyelesaikan perkataan nya howon memotong nya.

“aku tidak ingin siapapun mengetahui soal ini.”howon berkata.

Sunripun dengan berat hati menyetujui nya,howon benar sebaik nya tidak banyak orang yang mengetahui soal ini.

“baiklah,aku mengambil kotak obat dulu.”sunri berkata dan pergi untuk mengambil kotak obat.

Tangan sunri gemetaran sedikit dia mengambil kotak obat yang ada di dapur dan segera membawa nya ke kamar howon,howon sudah duduk di ranjang nya menatap tangan nya yang terluka parah.

“menatapinya tak akan emmbuat luka itu sembuh.”sunri berkata menyimpan kotak obat di pinggirnya dan mengambil botol alkohol.

“ini akan sediki perih tahanlah.”sunri memberitahu dan meneteskan sedikit demi sedikit alkohol itu ke luka howon sunri bisa mendengar howon mendesis kesakitan.

Sunri tersenyum,howon kelihatan seperti anak kecil kalau dia sedang kesakitan dia tidak bisa menahan senyum itu membuat howon yang melihat nya berpikir kebingungan.

“apa kau senang aku kesakitan?”tanya howon sedikit kesal.

“apa?tentu tidak,kau hanya lucu saja.”sunri berkata melanjutkan mengobati tangan howon.

“huh?lucu?apa kau gila?”howon menatap tidak percaya pada wanita yang ada di hadapan nya itu.

“kau bilang aku gila?kau yang menonjok kaca tanpa alasan dan kau bilang aku gila?”sunri berkata dan menekankan kapas yang sudah ia tetesi obat merah ke luka howon membuat howon menjerit kesakitan.

“AAaaa! kau tahu itu sakit!”howon menahan airmata yang akan jatuh dari matanya.

“itu hukuman untukmu.”sunri berkata dan membalut luka howon dnegan perban.

“sebaik nya kau jaga lukamu.”sunri berkata dan membereskan alkohol,obat merah dan perban kembali ke tempat nya.

“terimakasih.”howon berkata namun suara nya begitu kecil bahkan hampir seperti bisikan.

“apa?aku tidak bisa mendengarmu?”sunri menggoda howon padahal dia bisa mendengar jelas apa yang howon katakan.

“aku bilang terimakasih.”howon akhirnya meninggikan suaranya.

“sama-sama,lain kali kaulebih baik jangan menyakti dirimu sendiri kau membuatku repot saja.”sunri berkata dan pergi menutup pintu kamar howon.

Howon hanya bisa menatap kearah pintu kamar nya pecaya atau tidak sudut bibirnya terangkat dia tersenyum untuk pertamakali nya setelah 3 tahun.

[Kediaman seon junghwa 02:00 sore]

“hati-hati di jalan.”junghwa berkata saat dia memberikan kunci mobil myungsoo kembali pada pemilik nya yang sekarang berdiri di hadapan nya tersenyum.

“aye aye kapten!”myungsoo berkata dengan malas expressi nya beda sekali dengan perkataan nya.

“aku serius myungsoo,aku tidak ingin kau menabrak mobil lain lagi.”junghwa berkata dan mungsoopun mengangguk.

“iya ayah,aku akan hati-hati.”myungsoo menyindir junghwa dengan memanggil nya ayah membuat junghwa mengacak-ngacak rambut myungsoo.

“apakah aku terlalu muda untuk jadi ayahmu?”junghwa berkata dan tertawa,dia sudah biasa dengan sarkasme yang myungsoo selalu lontarkan untuk nya.

“jika kau terus-terusan menasehatiku seperti itu,kurasa tidak.”myungsoo menjawab.

“oke,oke aku akan berhenti menasehatimu.”junghwa mengalah.

“dan ingat kau harus menjemputku tepat jam 6 pagi.”junghwa berkata.

“MWO?apakah kau dokter atau satpam?dokter macam apa yang datang kerumah sakit jam 6 pagi.”myungsoo mengeluh.

“dokter yang profesional sepertiku.”junghwa menjawab dengan bangga nya.

Myungsoo hanya memutar mata,dia kelihatan tidak peduli sama sekali dengan jawaban yang junghwa berikan untuk nya.

“baiklah aku menjemputmu jam 6 pagi tepat.”myungsoo berkata.

“bagus,sampai jumpa besok.”junghwa berkata dan myungsoo pun masuk ke mobil sport nya.

Myungsoo menghidupkan mesin mobil nya dan melambaikan tangan pada junghwa untuk terakhir kalinya dan tak lama kemudian mobil nya meluncur cepat meninggalkan rumah junghwa dan junghwa yang berdiri di hadapan rumah nya masih melambaikan tangan nya untuk myungsoo.

“dasar bocah ingusan.”junghwa berbisik pada dirinya sendiri namun dia tersenyum belum pernah di dalam hidup nya dia merasa bahagia dan kesal di waktu yang sama.

Tak memakan waktu yang cukup lama myungsoo sudah sampai di rumah nya dan melihat sunri dan sunggyu sedang bermesraan di halaman depan,kelihatan sunri menyambut sunggyu yang baru pulang dari kantor.

Myungsoo memarkirkan mobil nya dan turun dia hendak masuk kerumah nya namun dia malah di suguhi oleh pemandangan sunggyu yang sedang menggoda sunri.

“eww hyung! Get a room!”myungsoo berseru membuat sunggyu berhenti menggoda sunri yang sudah cekikikan.

“myungsoo!kau sangat menganggu!”sunggyu membentak kesal namun myungsoo malah menjulurkan lidah nya pada hyung nya itu.

Sunggyu sudah siap melepaskan sepatu nya berniat meleparkan nya kearah myungsso namun myungsoo malah kabur sambil melindungi kepalanya.

“oppa,sudah biarkan saja.”sunri berkata.

“huh dia benar-benar menyebalkan.”sunggyu berkata.

“ayo masuk,kau pasti lelah.”sunri berkata menggandeng tangan sunggyu dan merekapun masuk ke rumah besar mereka.

Saat mereka sudah masuk kerumah sunri dan sunggyu bertemu dengan howon dia kelihatan lebih segar dari sebelum nya,mungkin dia sudah tenang.

“oh hyung kau pulang.”howon menyambut hyung nya.

“iya,aku baru saja sampai.”sunggyu menjawab.

Entah mengapa mata howon tak bisa lepas dari gengaman tangan sunggyu pada sunri,matanya terus saja memperhatikan gengaman itu seakan gengaman tanga sunggyu adalah noda di tangan sunri.

“aku pergi dulu hyung.”howon pergi meninggalkan sunggyu dan sunri.

Sebelum howon benar-benar menghilang dari hadapan sunggyu dan sunri,sunri menatap kearah howon dan aneh nya howon menatap kembali kearah sunri sehingga tatapan mereka bertemu,sunri tidak mengerti mengapa hatinya begitu sakit saat dia melihat howon pergi sendirian sedangkan dia bersama sunggyu.

Howon merasa seperti ada ganjalan di hatinya dia merasa situasi ini tidak nyaman dan mengintimidasinya dia akhirnya pergi keluar rumah menghilangkan rasa stress nya.

[kantor kepolisian seoul 02:30]

Woohyun yang baru selesai bekerja membereskan berkas-berkas yang berantakan di meja nya,dia memijat tengkuk nya yang sakit berkerja seharian membuat nya sangat lelah dia meneguk habis kopi yang di sediakan sunjong untuk nya.

Woohyun memutuskan untuk pulang karena pekerjaan nya sudah selesai,namun sepertinya pekerjaan sunjong masih banyak jadi dia pulang lebih dulu.

Taklama berjalan dia masuk kemobil nya dan mengarahkan mobil nya kejurusan rumah nya dia mengemudi dengan pelan merasakan angin sore yang berhembus lembut saat itu ,entah mengapa dia merasa ingin ke pantai dan melihat sunset diapun membelokan mobil nya menuju pantai Eurwangni.

Setelah mengemudi beberapa menit dia akhirnya sampai di pantai eurwangni dia bisa melihat matahari sudah mulai berubah menjadi orange,dia tersenyum dan memarkirkan mobil nya matanya masih menatap kearah sunset yang indah namun ada 1 hal yang membuat perhatian woohyun beralih dari sunset.

Dia bis amelihat jelas seorang wanita berjalan ketengah laut mencoba menenggelamkan dirinya sendiri,woohyun kaget dan segera keluar dari mobil nya.

“yah!kau…apa yang kau lakukan!”woohyun berteriak namun wanita yang dia maskud tak juga menoleh dia malah terus berjalan sampai air memabasahi sebagian tubuh nya.

Woohyun tahu teriakan nya percuma dia berlari lebih cepat sebelum wanita itu tenggelam sepenuh nya,namun seperti nya gagal karena wanita itu sudah masuk kedalam air dan tenggelam woohyun yang panik segera terjun ke laut menyelamatkan wanita itu.

Woohyun menarik tangan wanita itu dan keluar dari air dan meletakan wanita yang dia tidka ketahui itu di sisi pantai dia kelihatan nya sudah pingsan.

Woohyun memberikan napas buatan mulut ke mulut untuk wanita itu sesekali woohyun menekan dada wanita itu gaar air keluar dari paru-paru nya dan taklama kemudia wanita itu batuk dan sadar.

“yah!apa kau ingin mati?apa yang kau lakukan?!”woohyun membentak wanita itu dia masih terengah-engah bahkan jantung nyapun masih berdetak cepat.

“ohok..ohok..siapa..kau?”tanya wanita itu lemas dan masih terbatuk-batuk.

“aku woohyun,kau siapa?mari,aku antar kau pulang.”woohyun berdiri dan membantu wanita itu untuk berdiri.

“aku ye jin.”wanita itu menjawab.

“ye jin sebaik nya kau,pulang orang tuamu pasti mengkhawatirkanmu.”woohyun berkata namun sepertinya ye jin enggan untuk menuruti perintah woohyun.

“aku..aku tidak ingin pulang.”ye jin berkata dia kelihatan ketakutan.

“kenapa?apa ada sesuatuyag salah?”woohyun bertanya.

“aku mohon woohyun,bawa aku kemana saja..aku tidak ingin pulang.”ye jin berkata dia mulai menangis.

“maaf ye jin tapi jika kau tidak pulang kau mau pergi kemana?”tanya woohyun kebingungan.

“bawa aku bersamamu,aku tidak peduli yang penting aku tidak ingin pulang.”ye jin berkata.

Woohyun pun sepertinya merasa iba pada wanita itu,apalagi dia basah kuyup seperti sekarang woohyunpun akhirnya memutuskan untuk membawa wanita itu kerumah nya.

“baiklah,kau bisa datang kerumahku ayo.”woohyun menarik tangan ye jin dengan lembut.

“tunggu!”ye jin berseru dia mengembil tas nya dan akhirnya mengikuti woohyun kemobil nya.

To Be Continue..

Dont forget the comment ^^V

oh iya reader’s cuman kalian pengen tahu aja sekarang aku buka page “Ask Cherryss” disana kalian bisa nanya apa aja sama aku mulai dari soal kpop sampai request cerita kalian tinggal datang aja ke page ini [ask cherryss] dan kasih komen sebelum nya makasih udah baca cerita aku ciao…(^__^)//

Love,Seven<3

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

6 thoughts on “This Love [episode 5]

    1. hahaha iya yah labil banget tapi gak bisa nyalahin sunri soal nya kan dia masih umur 20-an biasanya kalau umur segiuan itu psikologi nya pasti masih labil hampir kayak remaja

  1. jangan2 Sunri cinta sama Hoya,
    aduh ga bisa bayangin kalo sampai Gyu yg udah sangat baik sama dia di selingkuhin.
    Aku kira Cewek yg mau bunuh diri itu Mary, ternyata Ye Jin.
    lanjut Thor, aku tunggu…

    1. haha kalau soal itu tunggu ja next part yah🙂
      iya nih peran nya ailee di cerita ini bakalan jadi cewek depressi soal nya wajah nya cocok <— di tendang sama ailee

  2. Sunri nya plin plan banget sih >_< dia suka ama sunggyu ato hoya ?
    Klo sunri suka sama hoya mending sunggyu oppa ama aku aja :p
    myungsoo oppa gay ya ? Hmm rasanya gk rela banget😥

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s