Posted in FanFiction NC 17+

This Love [Episode 3]

Title : This Love

Author :Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast :

Kim myungsoo as myungsoo/ L

Reader  (you)   as Lee Sunri

Kim sunggyu    as Kim sunggyu

Nam woohyun  as Nam woohyun

Lee howon       as  Kim howon/hoya

Jang dongwoo  as Kim dongwoo

Lee sungyeol   as Kim sungyeol

Lee sunjong     as Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

“Sunri sungguh aku tidak apa-apa.”

Sunggyu untuk kesekian kalinya berkata dia sudah bosan dengan paksaan sunri untuk segera tidur.

“oppa kau harus berhenti minum,kau sudah mabuk.”

Sunri menatap wajah sunggyu yang sudah kemerahan karena mabuk,sesekali dia mengelus pipi sunggyu bahkan walaupun sunggyu mabuk sunri tahu dia masih kesal pada kedua adiknya.

“ayo kita tidur..”sunri berkata menarik tangan sunggyu.

Sunggyu mengerang,sunri benar-benar tidak akan menyerah untuk menyuruhnya tidur sunggyu yang keras kepalapun akhirnya harus menurut dan bangkit dari duduk nya walaupun dia bisa merasakan kepalanya sedikit pusing.

“arghh..”sunggyu mengerang dan menyentuh kepalanya yang pusing.

Sunri mengelengkan kepalanya dia tahu sunggyu pasti merasa pusing,jalan nya pun sudah sekoyongan seperti itu,sunri pun membantu sunggyu berjalan dan hendak membawa sunggyu ke kamar nya sampai akhirnya saat di tengah jalan dia bertemu myungsoo.

“myungsoo-shi.”sunri menyambut kedatangan myungsoo.

“hi sunri,apakah hyungku mabuk lagi?”Tanya myungsoo membantu sunri.

“ne,myungsoo-shi sepertinya oppa sangat kesal pada howon-shi dan dongwoo-shi.”

Myungsoo tertawa mendengar sunri memanggil hyung nya oppa,tidak pernah dalam hidupnya dia melihat kakak nya mengizinkan seseorang memanggil nya oppa dia tidak suka wanita memanggil nya oppa,sunggyu bilang panggilan oppa terlalu manja dan membuat nya ingin muntah.

“oppa?apakah sunggyu hyung mengizinkan mu memanggil nya begitu?” Tanya myungsoo hampir tertawa terbahak-bahak.

“iya,malah dia yang menyuruhku untuk memanggil nya oppa.”sunri menjawab.

Myungsoo terkejut dengan pengakuan sunri,apakah gadis di hadapan nya ini bisa merubah hyung nya dalam waktu beberapa hari? Ternyata gadis yang di hadapan nya itu saat berpengaruh bagi kakak nya yang keras kepala dan tegas sunggyu hyung nya,bahkan menampar adik nya sendiri howon hanya untuk membela gadis ini,sungguh sepertinya hyung nya benar-benar menyukai sunri.

“sunri,apakah kau menyukai hyung ku?” Tanya myungsoo tiba-tiba.

Sunri yang berdiri di samping myungsoo terkejut matanya melebar,entah apa yang harus dia jawab.tentu saja sunggyu sangat baik dia bahkan membela nya kemarin dari hinaan howon tapi untuk menjawab pertanyaan myungsoo dia tidak punya jawaban nya.

“maaf aku seharusnya tidak bertanya.”myungsoo akhirnya mengganti topik dia tahu sunri belum bisa menjawab pertanyaan nya.

“tidak apa-apa myungsoo-shi,aku yang seharusnya minta maaf karena aku tidak menjawab pertanyaan mu.” Sunri berkata sambil menundukan kepalanya.

Tidak lama kemudian mereka berdua sampai di kamar sunggyu dan membaringkan tubuh sunggyu di ranjang nya,dan sepertinya sunggyu sudah tidur lelap.

“terimakasih sudah membantu.”sunri membungkuk kearah myungsoo.

“sama-sama,tidak usah formal denganku dan juga panggil aku oppa aku tidak suka dengan sebutan -shi.” Myungsoo berkata membuat sunri tersenyum dan mengangguk mengerti.

“dan lebih baik kau juga memanggil dongwoo dan hoya juga sungyeol begitu.”myungsoo menyarankan.

“sebenarnya..aku ingin myungsoo-shi eh maksudku oppa.”sunri berkata. “tapi aku takut aku tidak sopan.” Sunri melanjutkan.

“tidak usah takut..tapi kecuali howon dia sedikit sentimen lebih baik kau berhati-hati saat kau berbicara dengan nya.” Myungsoo memberi tahu.

“arrasso oppa.” Sunri mengangguk.

“bagus,kalau begitu aku pergi dulu lebih baik kau jaga hyung ku dia suka berjalan sambil tidur.” Myungsoo bercanda dan meninggalkan sunri dan sunggyu sendirian.

Sunri tersenyum,myungsoo memang ramah sunri tahu dia orang yang baik namun dia sedikit dingin dilihat dari perhatian nya myungsoo sangat menyayangi hyung nya,sunri duduk di lantai sebagian tubuh nya menyandar pada ranjang sunggyu.

Dia menatapi wajah sunggyu yang sedang tidur,dia kelihatan tenang sunri tidak bisa melihat sunggyu yang sedang gundah dan gelisah lagi yang dia lihat sekarang adalah sunggyu yang tenang dan lugu.

Sebenarnya tangan nya gatal untuk menyentuh wajah sunggyu,sunri ingin merasakan bagaimana rasanya menyentuh kulit sunggyu,sunri ingin sekali menyentuh bibir merah sunggyu dan hidung mancung nya sunri ingin menatap mata sunggyu namun dia ragu,dia takut sebenarnya bukan ragu.

“sunri..sunri..” sunggyu mengigau.

Sunri tersenyum dan menggengam tangan kanan sunggyu yang ada di sebelah bantal yang dia tiduri.

“iya oppa?aku disini.”sunri berkata menyelipkan rambut sunggyu yang kebelakang telinga sunggyu agar tidak menutupi wajah nya.

“sunri,aku dingin..”sunggyu berbisik.

Sunri menarik selimut sunggyu dan menyelimuti tubuh sunggyu yang sedikit mengigil,dia tersenyum saat melihat sunggyu meringkuk di bawah selimut hangat nya,sunggyu terlihat seperti anak kecil saat dia tidur dan meringkuk untuk sesaat sunri lupa sunggyu yang tegas dan keras kepala yang dia lihat sekarang adalah sunggyu yang lugu dan lucu.

“selamat malam oppa..”sunri berbisik ketelinga sunggyu dan mengecup dahinya.

Sunripun mematikan lampu kamar sunggyu dan hendak beranjak pergi meninggalkan kamar sunggyu namun tiba-tiba tangan sunggyu menarik tangan sunri.

“kau mau kemana?tidurlah disini bersamaku.” Sunggyu memerintah.

Entah megapa sunri begitu nervous saat dia mendengar sunggyu memerintah nya untuk tidur dengan nya,bukanya dia sudah tidak virgin lagi?mengapa dia harus gelisah,dia sudah melayani beberapa customer nya yang selalu datag ke pub untuk menidurinya kenapa dia harus malu saat sunggyu menyuruhnya untuk tidur dengan nya?bukankah sunggyu sudah membeli dia dan dia adalah milik sunggyu.

Sunri dengan ragu nya berbaring di samping sunggyu dia bisa merasakan jantung nya berdetak sangat cepat membuat nya pusing,dia merasa jantung nya bisa keluar dari tulang rusuk nya kapan saja.

“good girl.” Sunggyu tersenyum dan menyelimuti sunri.

Sunri tersenyum dia merasa di perlakukan seperti peliharaan,tapi dia tahu sunggyu tidak bermaksud seperti itu dia hanya sedang mabuk,sunri melirik kearah sunggyu yang tidur menghadap kearah sunri wajah mereka hanya berjarak 5 centi hidung mereka bahkan hampir bersentuhan.

Sunri bisa merasakan napas hangat sunggyu meniup wajah nya,tangan kekar sunggyu melingkar di pingang sunri memeluk pingang nya erat,sunri merasa aman jika sunggyu ada di samping nya dia merasa tidak akan ada hal apapun yang dapat menyakitinya jika ada sunggyu di sisinya.

Sunri tidak bisa menahan nya sunri tersenyum dia bahagia,benar-benar bahagia sunri memeluk sunggu kembali dan mengubur wajah nya di dada sunggyu dia bisa mendengar detak jantung sunggyu.

Detak jantung sunggyu tidak cepat namun tidak lambat juga,sunri merasa tenang mendengar detak jantung sunggyu,sebenarnya mendengarkan detak jantu nya membuat sunri mengantuk diapun memutuskan untuk menutup matanya dan akhirnya tertidur pulas.

[flashback]

“oh begitukah tuan kang?aku sangat cemburu.” Sunggyu berbincang-bincang dengan rekan kerja yang kemarin baru saja menikah.

“benar sunggyu-shi,kau sebaiknya cepat menikah.” Tuan kang menyarankan dan menepuk bahu sunggyu.

“wah aku masih muda tuan kang,lagipula bisnisku belum sesukses bisnis mu.” Sunggyu membalas dengan senyum palsu.

“apa yang kau katakana sunggyu-shi,bisnis mu sudah meroket sekarang apa yang kau tunggu?” tuang kang bertanya.

“entahlah,mungkin aku belum menemukan jodohku.” Sunggyu menjawab dan melirik kearah meja di samping nya.

Mata sunggyu melebar melihat sosok wanita cantik yang sedang mengobrol dengan seorang pria paruh baya,sunggyu tahu pria itu mencoba memegang paha wanita cantik yang ada di samping nya namun wanita itu kelihatan keberatan dengan maksud lelaki di samping nya walaupun wanita itu tersenyum.

“sunggyu-shi apa yang sedang kau lihat?”Tanya tuan kang pada sunggyu yang dari tadi menatapi wanita yang ada di seberang mereka.

“bukan apa-apa tuan kang.” Sunggyu menjawab dia kembali memberikan perhatian nya pada rekan kerja nya itu.

Untuk beberapa saat sunggyu mengobrol lagi dengan tuan kang tentang bisnis mereka tapi sunggyu tetap saja penasaran mata dan pikiran nya berperang.

Matanya menyuruh nya untuk melirik kearah wanita yang ada di seberang nya,namun pikiran nya menyuruh nya untuk mendengarkan celotehan tuan kang tentang bisnis nya karena sangat penting bagi sunggyu untuk mengetahui gerak-gerik rekan kerja,menjaga nya dari kekalahan di dunia bisnis yang kejam.

“sunri!” sunggyu bisa mendengar suara bunda minji pemilik pub yang dia atangi memanggil seseorang.

“iya bunda..” wanita yang di seberang nya menyahut,sunggyu tersenyum dia sekarang tahu nama wanita yang membuat nya terpesona itu.

[end of flashback]

Sunggyu tiba-tiba saja terbangun dari tidurnya,dia merasa sedikit pusing tetapi dia tersenyum melihat figure yang terbaring di samping nya tertidur nyenyak,dia menyelipkan rambut sunri yang menghalangi wajah nya kebelakang telinga sunri.

Dia mendekat dan mencium bibir sunri,sunri yang merasakan bibir nya di kecup membuka matanya dan mendapati sunggyu sudah menatapi nya.

“ah selamat pagi oppa.”

“selamat pagi.” Dia membalas.

Sunri hendak bangkit dari tidurnya namun sunggyu menarik sunri kembali tidur,dia melingkarkan tangan nya di pinggang sunri dan memeluk nya erat.

“oppa aku bau,aku harus mandi.”sunri berkata namun sunggu malah memeluk nya lebih erat.

“bau?kamu harum kok..”sunggyu berkata matanya masih tertutup.

“aku harus cuci muka dulu.” Sunri berkata mencoba lepas dari pelukan sunggyu.

“kau keras kepala,kamu cantik kok.” Sunggyu berkata,sunri tahu dia akan kalah jadi dia memutuskan untuk diam.

“oppa..”sunri memanggil.

“uhm..”sunggyu merespon.

“terimakasih atas pujian nya.” Sunri berkata,sunggyu yang mendnegar hanya bisa tersenyum.

“sama-sama.” Sunggu menjawab dan tidur kembali.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~

 Sunri menutup pintu kamar sunggyu perlahan takut membangunkan oppanya,dia tersenyum dan berbalik bermaksud untuk pergi kekamar nya namun saat dia sedang berjalan menuju kamar nya tidak sengaja dia menabrak seseorang.

“opsss.”sunri berkata segera menunduk kearah orang yang dia tabrak.

“ah jeasounghamnida.” Dia berkata dan membungkuk berkali-kali.

“apa yang kau lakukan di kamar hyung ku?”Tanya howon.

Sunri kaget mendengar suara howon dan segera mendongak mendapati sosok howon yang marah.

“aku hanya,mengantar dia tidur howon-shi.”sunri menjawab dia bahkan tidak berani menatap mata howon.

Howon mendengus,dan menarik dagu sunri yang sedang menunduk kearah wajah nya memaksa sunri untuk menatap lurus kearah nya.

“mengantar?kau yakin kau hanya mengantar nya?” howon bertanya dan melepaskan dagu sunri dengan kasar.

“kau pikir aku bodoh?aku tahu apa yang lakukan dengan hyungku.”howon berkata.

“tapi howon-shi,aku be—“sebelum sunri bisa menyelesaikan kalimat nya howon mengengam wajah sunri meletakan jarinya di dagu dan pipi sunri dengan kasar.

“kau harus tahu tempat mu.” Howon berkata dan pergi meninggalkan sunri yang gemetaran dan menangis.

Howon yang baru sampai di kamar nya menghela napas,mengapa dia begitu membenci wanita yang bernama sunri itu?apakah mungkin karena dia mirip dengan mantan kekasih nya yang meninggalkan dia ke amerika? Hoya hanya bisa menghela napas dan memandang sebuah figura foto yang berisikan fotonya dengan seorang wanita cantik di sebelah nya.

Howon kelihatan bahagia,wanita di samping nya tersenyum dan meletakan kepalanya di bahu howon sedangkan howon melingkarkan tangan nya di bahu gadis itu tersenyum kearah kamera yang mengabadikan momen itu.

[flashback]

“maafkan aku howon,tapi sepertinya itu keputusan ku.” Seorang gadis cantik yang berdiri di hadapan howon berkata,matanya membengkak karena menangis suara nya gemetaran karena jantung nya berdetak begitu cepat karena gugup.

Senyum howon yang di tampilkan di hadapan wanita itu segera menghilng saat dia mendengar kata-kata yang keluar dari mulut wanita itu.

“mary,tapi kenapa?bukankah kau berhasil masuk ke universitas seoul?”Tanya howon.

“ya,tapi..mamah ku,dia memutuskan untuk mengirimku ke los angeles.” Mary berkata,dia bisa merasakan tangan nya dingin.

Howon menatap mary penuh dengan kekecewaan dia kira mary akan menepati janji nya untuk tetap berkuliah di seoul tapi ternyata dia mengkhianati nya.

“mianhe howon,tapi mamah ku memaksa ku untuk ikut dengan nya ke amerika aku mohon mengertilah maafkan aku.”mary pergi berbalik meninggalkan howon yang masih shock,dia tidakmengerti mengapa mary melakukan ini.

[end of flashback]

Howon menyimpan foto yang dia pegang ke dalam laci meja kecil yang berada tepat di sebelah ranjang nya,sudah lebih dari 2 tahun howon tidak bertemu dengan mary mantan kekasih nya itubenar-benar menghilang dari korea.

Bahkan saat howon mencoba untuk menghubungi rumah mary mama mary marah-marah dan mengatakan untuk menjauhi putri nya itu,semenjak itu howon mulai membenci mary dia membuang semua barang yang bisa mengingatnya pada wanita cantik itu.

Dia membuang semua foto-foto nya dengan mary dan membuang surat yang mary pernah berikan padanya,dia bahkan tidak pernah lagi berkunjung ke tempat yang biasa mary kunjungi dengan dirinya dia benar-benar berusaha melupakan wanita itu.

Tapi usaha nya dalam melupakan wanita itu segera sirna saat sunri datang kerumah ini,pelacur yang ia temui di rumah bunda min jee beberapa bulan yang lalu membuat nya bergetar,wajah nya begitu mirip dengan mary hanya saja rambut dan matanya yang berbeda.

Mary memiliki rambut hitam legam yang bergelombang sedangkan rambut sunri coklat dan lurus,mata sunri dan mary sama besar nya namun mata mary lebih sipit dan tajam tubuh merekapun hampir sama tinggi sunri dan mary sama semua tentang sunri mengingatkan nya pada mary apalagi saat dia bergetaran melihat amukan nya tempo hari précis sama seperti mary.

Howon megusap rambut nya kesal,semua tentang sunri membuat nya ingin marah dan membenci nya namun wajah itu,wajah sunri begitu cantik dia tidak berhenti menatapi nya setiap kali sunri berpapasan dengan nya mata dan hati howon mengkhianati nya.

Matanya selalu melirik kearah sunri mengikuti gerak-gerik nya dan jantung nya tidak bisa berdetak dengan normal,membuat hoya semakin membenci wanita itu.

[sunri pov]

Aku tidak mengerti megapa howon begitu membenciku,dia selalu kasar terhadapku seakan dia ingin membunuhku.

Ku seka airmata yang sudah membasahi pipiku kebetulan saat aku baru sampai di kamarku sungyeol sudah ada duduk di ranjangku sambil membaca buku harry potter nya,sungyeol oppa memang sangat menyukai buku harry potter nya saat dia menceritakan tentang harry potter mata nya selalu berbinar-binar dan dia selalu bersemangat.

“oppa?apa yang kau lakukan di kamarku?” Tanya ku menutup pintu kamarku.

“oh sunri aku mencarimu,aku kira kau sedang keluar tapi hankyung bilang kau tidak kemana-mana jadi aku menunggu mu disini.” Sungyeol menjelaskan.

“oh begitu yah,maaf tadi aku sudah mengantar sunggyu oppa.” Aku berkata dan duduk di samping sungyeol oppa.

“mengantar nya memang dia kenapa?”Tanya sungyeol.

“dia mabuk tadi malam.” Aku menjawab.

“lagi? Aish hyung harus berhenti minum.” Sungyeol mengeluh dan menutup buku harry potter.

“kau harus memaklumi nya oppa,sunggyu oppa sangat kelelahan dan beban pekerjaan nya pasti berat.” Sunri berkata.

Myungsoo duduk di ruang keluarga nya yang sepi sekarang masih pagi sebagian besar penghuni di rumah nya masih tidur kecuali hankyung dan bberapa pembantu yang sudah mulai membersihkan rumah nya yang sebesar istana itu.

Dia dengan santainya menyalakan tv mencari chanel yang menayangkan berita,dengan tidka sabar nya dia menekan-nekan tombol remote,sampai akhirnya satu chanel menarik perhatian nya karena di chanel itu menayangkan berita tentang kematian seorang kriminal dari Vietnam.

“pagi ini di temukan 2 kriminal narkoba dari Vietnam tewas mengenaskan di sel mereka,keduanya di duga keracunan makanan.”

Mendengar penjelasan pembawa acara myungsoo tersenyum puas,ternyata pembunuh bayaran nya berhasil melakukan tugas nya dengan baik dia pun segera membuka internet di handphone nya dan mentransferkan sejumlah uang kepada akun pembunuh nya itu.

“kerja yang bagus,myungsoo.” Sungyeol yang baru saja selesai membaca Koran memuji dan mengacak-ngacak rambut myungsoo.

“yah!hyung aku benci jika kau melakukan itu!”myungsoo cemberut dan membenarkan rambut nya.

“maaf,maaf kamu memang lucu kalau sedang marah.”sungyeol tertawa puas membuat adik nya cemberut.

[Penjara seoul 10:45 pagi]

Woohyun yang baru sampai di Lp seoul segera berlari kedalam,dia sudah mendapati beberapa polisi yang mengangkat mayat kedua kriminal tersangka pengedaran narkoba woohyun membuka selimut yang menutupi kedua korban itu.

Woohyun bisa melihat  tubuh mereka sudah dingin dan kaku,woohyun tidak tega menyaksikan keadaan kedua kriminal itu dan segera menutup jasad mereka kembali.

“sudah berapa lama mereka meninggal?” Tanya woohyun pada petugas forensik yang sedang meneliti menyebab kematian kedua kriminal itu.

“sekitar 12 jam yang lalu.” Petugas itu menjawab.

“penyebab kematian?”Tanya woohyun lagi.

“keracunan makanan,kami menemukan beberapa senyawa racun saya akan memberikan laporan nya pada anda nanti.” Petugas itu menjawab dengan sigap dan melanjutkan pekerjaan nya.

“keracunan?”woohyun bergumam,bagaimana seseorang bisa keracunan di penjara seperti ini? Woohyun melirik kesekitar sel kedua kriminal itu.

Dia tidak menemukan sesuatu yang ganjal dia pun akhirnya memutuskan untuk kembali ke kantor nya karena hari ini dia akan mengintrogasi keluarga kim.

“hyung..hyung..”sunjong tiba-tiba saja datang dan memeluk hyung nya tidak biasa dia memanggil nya hyung saat mereka berada di kantor sampai sekarang.

“sunjong ada apa?”woohyun bertanya.

“hyung syukurlah…”sunjong menghela napas lega saat dia melihat sosok hyung nya masih utuh dan hidup.

“aku mendapat surat ancaman hyung.”sunjong memberikan sebuah surat yang di tulis oleh darah.

“siapa yang berani mengirim surat ini?!” woohyun berkata dia membaca surat itu untuk sekilas dan merasa kesal dia meremas surat itu dan membuang nya ke tong sampah.

“ini pasti pekerjaan keluarga kim.”woohyun menebak.

“hyung aku mohon kita harus berhenti hyung..mereka terlalu berbahaya.”sunjong meminta mengkhawatirkan keselamatan kakak satu-satunya itu.

“tidak sunjong,kalau kita berhenti usaha kita sia-sia.”woohyun menolak.

“hyung! Berhentilah egois,aku mohon aku tidak mau kehilangan kau.”sunjong menangis.

“sunjong..” woohyun hanya bisa menatap adik nya yang menangis di hadapan nya dia mengerti adik nya itu menyayangi nya.

Woohyun akhirnya memutuskan untuk mengalaha dia memeluk sunjong dan menepukpnepuk pungung nya agar dia berhenti menangis.

“arrasso,aku akan mengundurkan diri dari kasus ini.”woohyun mengalah dan sunjongpun akhirnya berhenti menangis.

“terimakasih hyung.”dia berkata.

[ Bar bunda minji 12:00 siang ]

Seorang wanita melirik kearah kanan dan kiri mencari seseorang yang bisa dia diajak bicara dia sedang terburu-buru mencari seseorang,dengan ragu dia mengetuk pintu bar bunda minji yang jelas-jelas masih tutup.

“permisi..”wanita itu berkata.

Tak lama kemudia bunda minji membuka pintu mendapati seorang wanita berdiri di hadapan nya,dia kira wanita itu akan melamar kerja di bar nya.

“apakah kau kesini untuk bekerja?”Tanya bunda minji.

Namun wanita itu mengelengkan kepalanya.

“maaf tapi apakah anda tahu lee sunri? Saya sedang mencarinya.”wanita itu berkata sambil menyodorkan sebuah foto seorang gadis kecil namun mukanya mirip sekali dengan sunri yang dia kenal.

“aku tahu sunri,tapi dia sudah tidak tinggal disini lagi.” Bunda minji menjawab.

“apakah anda tahu kemana dia pindah?saya mohon,saya harus menyampaikan pesan padanya.” Wanita itu memohon.

“baiklah aku beri alamat nya.”bunda minji menuliskan alamat keluarga kim dan memberikan nya pda wanita itu.

“gamsahamnida.”wanita itu seger amenunduk dan bunda minji hanya mengangguk.

“sebaik nya cepat pergi kesana,sebelum sunri pindah lagi.”bunda minji berkata pada wanita itu dan menutup pintu bar nya.

“ne gammsahamnida ahjuma.”wanita itu berkata dia memandangi alamat yang ada di secarcik kertas yang dia pegang.

Mata nya melebar saat dia melihat alamat nya ada di kawasan elite di seoul wanita itu masih tidak percaya dan berkedip berkali-kali berusaha untuk melihat alamat nya lebih teliti tapi ternyata alamat itu adalah alamat yang benar.

Wanita itu menghela napas,dan akhirnya memanggil taksi yang kebetulan lewat di depan nya,wanita itu tahu dia harus memberanikan diri datang ke kediaman keluarga kim.

[kediaman keluarga kim 12:30 siang]

Sunggyu sedang bersiap-siap pergi dia mempunyai janji makan siag dengan klien barunya, setelah menerima kabar bahwa introgasinya di batalkan dia senang sekali ternyata surat ancaman yang dia kirimkan memang sangat efektif.

“oppa,kau pergi sekarang?”Tanya sunri yang baru saja datang dari halaman belakang.

“ne,sudah siang aku ada janji dengan klien.”sunggyu berkata.

Sunri tersenyum dan mengangguk dia membenarkan dasi sunggyu yang agak bengkok dan merapikan jas putih yang sunggyu kenakan.

“hati-hati di jalan yah.”sunri berkata.

Sunggyu mengangguk dan mengangkat dagu sunri mencium nya di bibir,mereka berdua tidak menyadari hoya berjalan di samping mereka hoya segera belok menyembunyikan tubuh nya di balik tembok.

“jangan lupa makan siang.”sunggyu berkata sunri mengangguk dan sunggyu pun keluar menuju mobil Mercedes hitam nya yang sudah menunggu di depan rumah.

Howon yang melihat sunri dan sunggyu bermesraan merasa kesal,dia mengepalkan tangan nya dan memukul kan nya ke tembok entah mengapa amarah nya bangkit setiap kali dia melihat sunri.

“permisi..”tiba-tiba saja sunri bisa mendengar seorang wanita berseru,sunri melirik kearah sumber suara itu.

“ada yang bisa saya bantu?” Tanya sunri kepada wanita yang sekarang berdiri di hadapan nya.

“apakah anda lee sunri?” Tanya wanita itu dia kelihatan kelelahan.

“ne,benar aku lee sunri.”sunri mengangguk.

“oh jinja?!akhirnya aku menemukan mu…”wanita itu kelihatan senang dan tersenyum.

“aku kesini untuk memberikan surat ini.”wanita itu memberikan sepucuk surat yang di balut oleh amplop berwarna putih diatas nya bertuliskan ‘untuk putriku lee sunri.’ Sunri kaget sudah lama dia tidak mendnegar kabar dari ibunya.

“siapa kamu?kenapa kau memiliki surat ini?” Tanya sunri jantung nya berdebar dia ingin bertemu dengan ibunya.

“aku kim hwa young.”wanita itu akhirnya mengenalkan dirinya.

Selama hidup sunri dia tidka pernah mengenal yang nama sun young,dia juga tidak tahu kenapa Hwayoung sekarang berdiri di hadapan nya.

“aku,aku merawat ibumu saat dia di panti jompo.” Hwayoung berakata membuat sunri semakin kaget,dia tidak pernah mendengar kabar dari ibunya semenjak terakhir dia bertemu dan itu sekitar 12 tahun yang lalu.

“bagaimana dengan ibuku?apakah dia baik-baik saja?”Tanya sunri penasaran.

Namun wanita itu tidak kunjung menjawab dia hanya menunduk sedih membuat sunri semakin cemas.

“katakanpadaku apakah ibuku baik-baik saja?” sunri memaksa menguncangkan tubuh sun young.

“maaf sunri-shi tapi..tapi ibumu sudah meninggal.” Ungkap Hwayoung membuat dunia sunri terasa runtuh.

“apa? Ibu…ibu ku meningggal?” sunri tidak percaya,tangan nya bergetar airmata mengancam untuk turun dari matanya kaki nya lemas karena shock.

“iya,1 minggu yang lalu dan pesan terakhirnya adalah surat ini.” Hwayoungmengatakan sunri hanay bis amenatap surat itu dengan airmata bercucuran dari matanya.

Tangan nya yang gemetaran mencoba membuka surat itu,dia bisa mengenali tulisan tangan ibunya yang rapih dia sekarang yakin kalau surat itu dari ibunya.

“apakah kau tahu dimana ibuku di makamkan?” Tanya sunri pada hwayoung.

“iya aku tahu dimana aku bisa mengantar mu kalau kau mau.” Hwayoung menawarkan tetap sunri ragu dia tidak di ijinkan untuk keluar dia hanya budak belian.

“mungkin tidak sekarang,bisakah kau menuliskan alamat nya saja?” sunri berkata.

Hwayoung pun mengangguk dan menuliskan alamat makam ibu sunri di secarik kertas dan memberikan nya pada sunri.

“terimakasih banyak,kau sudah jauh-jauh datang kesini hanya untuk mengantarkan surat ini.” Sunri berkata tersenyum.

“sama-sama,ibu mu sangat merindukan mu saat itu dia menulis surat ini 3 hari sebelum di meninggal.” Hwayoung mengatakan.

“aku seharusnya mencari ibuku waktu itu,tapi aku tidak bisa..aku sungguh bodoh.” Mata sunri berkaca-kaca.

“tenanglah sunri semua ini bukan salah mu,ibumu menceritakan semuanya aku mengerti posisi mu.”

Howon yang mendengar percakapan sunri dan wanita itu terkejut dia tidak pernah tahu kalau sunri memiliki keluarga,setahu dia sunri adalah sebatang kara karena bunda minji tidak pernah menceritakan masa lalu sunri pada siapapun.

“maukah kau masuk kedalam?” tawar sunri namun hwayoung menolak.

“tidak usah,aku buru-buru mungkin lain kali.”hwayoung berkata.

“lain kali mampirlah..”sunri berkata dan hwayoung mengangguk pergi menuju gerbang.

Sunri menatapi surat nya lai,dia takut..sunri takut kalau dia akan menangis saat dia membaca surat itu,dia takut kalau dia merindukan ibunya lagi setelah menghapus rasa rindu yang selalu meghampiri nya setiap malam membuat nya menjadi kaku sehingga dia kebal akan rasa rindu pada ibunya.

“bukankah kau seharusnya membaca surat itu?” suara howon membuat sunri kaget,dia segera menyembunyikan surat itu di balik punggung nya.

“howon-shi,sejak kapan kau ada disini?” Tanya sunri gugup.

“tidak lama,tapi aku mendengar pembicaraan mu dengan hwayoung.” Howon menjawab.

“maaf,aku harus pergi.”sunri berbalik masuk kerumah namun howon menarik lengan nya membuat sunri melirik lurus kearah howon.

“aku…aku..”howon merasa bingung entah mengapa lidah nya menjadi kelu dia tidak bisa mengatakan apapun.

“howon,sunri apa yang kalian lakukan disini?” dongwoo yang baru datang memandangi kedua orang yang ada di hadapan nya kebingungan.

Howon segera melepaskan gengaman nya dari lengan sunri.

“hyung,kenapa kau disini?”Tanya howon,serba salah dia malu karena kepergok memegang lengan sunri.

“ehm..aku hanya ingin bertemu dengan sungyeol.”dongwoo beralasan.

“oh begitu,sungyeol ada di belakang.”howon memberitahu dan meninggalkan sunri dan dongwoo.

“apa kau sudah berbaikan dengan howon?” Tanya dongwoo tersenyum begitu ramah.

“aku dengan howon-shi? Entahlah dia belum mengatakan apapun.”sunri berkata.

“omo..apakah aku menganggu kalian?”Tanya dongwoo kaget.

“tidak apa-apa dongwoo-shi,masuklah bukanya kau ingin bertemu dengan sungyeol?” tanya sunri.

Dongwoo dan sunri pun masuk kedalam rumah yang sepi hanya ada beberapa pelayan yang sedang berlalu-lalang sepertinya mereka sedang menyiapka makan siang.

“kau tahu sunri-ah kenapa aku datang kesini hari ini?” dongwoo bertanya sunri mengelengkan kepalanya tidak tahu.

“aku kesini karena kau ingin makanan gratis.”dongwoo berbisik ketelinga sunri membuat sunri tertawa.

“omo,apakah dirumah mu tidak ada yang memasak?” sunri bertanya senyum masih menghiasi wajah nya.

“inilah kehidupan lelaki single sunri,kau beruntung di ciptakan sebagai perempuan.” Dongwoo menghela napas dan menepuk bahu sunri.

“dongwoo-shi aku rasa di lahirkan sebagai lelaki atau wanita sama saja,hanya jalan yang kita lewati saja yang berbeda.” Sunri berkata dongwoo berdecak kagum dia tidak menyangka sunri bisa memiliki pemikiran sedalam itu.

“kamu tahu sunri..kamu tidak pantas menjadi seorang maaf,pelacur.” Dongwoo berkata sambil melirik kearah sunri yang berjalan di samping nya.

“kenapa?apakah aku kurang cantik?atau kurang sexy?”Tanya sunri mengangkat halisnya.

“aniyo,bukan itu tapi kau kelihatan sangat berkelas.kamu pintar,cantik dan menyenangkan tutur katamu pun lembut.” Dongwoo menjelaskan.

Sunri tertawa mendengar semua pujian dongwoo,dongwoo hanya bisa ikut tertawa melihat wanita yang berjalan di sebelah nya itu tertawa terbahak-bahak dongwoo bahkan berpikir tawa sunri anggun.

“dongwoo-shi kau terlalu berlebihan,sebaik nya kau mengenal ku lebih baik dulu sebelum mengatakan semua pujian itu.” Sunri berkata dan membukakan pintu rumah kedua.

“terimakasih sudah mengantarku.”dongwoo berkata.

“sama-sama,senang berbincang dengan mu dongwoo-shi.”sunri tersenyum dan berbalik pergi menuju kamar nya,dia ingat dai harus membaca surat dari ibunya.

Sunri menghela napas dan menutup pintu kamar nya di duduk di ranjang nya perlahan-lahan membuka surat yang sudah di pegang beberapa menit yang lalu.

Untuk putriku,lee sunri..                                                                           Seoul,04 agustus 2012

 

        Putriku,apa kabar? Sunri,ibu sangat merindukan mu maafkan ibu yang tidak berdaya ini sunri ibu mencoba mencari mu kemana-mana tetapi ibu tidak pernah bisa menemukan mu mereka menjual mu terlalu jauh benarkan? Maafkan ibu putriku tersayang ibu hanya bisa menangis setiap malam berharap ibu bisa melihat senyum indah mu lagi.

        Sunri ibu sekarang sudah tua,waktu ibu tidak akan lama lagi ibu hanya bisa berdoa semoga kau bahagia dan selamat setiap hari ibu selalu berdoa agar kau bertemu dengan seseorang yang akan menjaga dan mencintai mu seperti ibu namun ibu gagal menjaga mu sunri ibu merasa kecewa pada diri ibu sendiri.

       Hari ini ibu duduk di kamar ibu sambil menangis meratapi nasib yang begitu kejam,sunri ibu tidak tahu harus bagaimana,bogoshiphoyo..jeongmal terkadang ibu bermimpi saat kita masih bahagia bersama ayahmu ibu tidak pernah lupa hari saat kau lahir kedunia ini.

       20 tahun yang lalu..waktu yang sangat lama sunri kau pasti sudah dewasa ibu yakin kau tumbuh menjadi seorang wanita cantik, putriku tersayang ibu masih ingat hari itu sudah malam ayah mu dan ibu sedang tidur dan tiba-tiba saja ketuban ibu pecah.ibu masih ingat ayah mu panik mencari kunci mobil untuk mengantar ibu ke rumah sakit.

        Beberapa jam bergelut denga rasa sakit,akhirnya hilang saat aku mendengar tangis mu menggema di rumah sakit,ayahmu mengendong mu untuk pertama kali dan tersenyum menciumi tangan mungil mu yang memegang erat pada tangan besar ayahmu.

         Sunri selama ini ibu selalu menutup-nutupi kemana ayahmu pergi ibu merasa bersalah,ibu memutuskan untuk mengatakan semuanya pada mu..ayah mu adalah Nam jongwoo dia adalah pembisnis di seoul carilah dia,dia adalah CEO perusahaan Nam dia pasti akan mengingatmu.

          Sekian dari ibu,sunri jagalah kesehatanmu dan tetaplah bersemangat dalam menjalani hidup apapun yang terjadi ibu selalu ada di samping mu ingatlah itu,ibu sangat menyayangimu sunri.

                                                                                                                  

                            Lee Eunji

Tanpa sunri sadar dia menangis airmatanya berjatuhan dari matanya membasahi surat yang di pegang,dia begitu merindukan ibunya perasaan yang selama ini dia pendam keluar dia menangis histeris dan memeluk surat itu erat.

Tiba-tiba saja sebuah foto jatuh dari amplop itu,sunri memungut nya dia bisa melihat ibunya dan seorang lelaki dan seorang anak kecil di pangkuan nya tersenyum menatap lurus kearah kamera yang mengabadikan momen itu.

“apakah ini ayahku?” sunri bertanya mencoba mengingat masa lalu nya,ibunya terlihat masih segar dan muda sedangkan dirinya masih kecil memeluk leher ayah nya dengan erat.

Sunri menatap foto itu dan mengelus nya dia akan menjaga foto itu sampai kapanpun karena foto inilah satu-satunya bukti bahwa dia memiliki keluarga.

[Kediaman keluarga Nam 06:30 sore]

“appa,kau sudah pulang..”sunjong dengan cerianya menyapa ayah nya yang baru selesai pulang dari kantor nya.

“sunjong?kau pulang?bukankah hari ini hari sabtu?” appa nya berpikir dia terlalu sibuk belakangan ini jadi dia terkadang lupa tanggal atau hari.

“ne,appa hyung dan aku memutuskan untuk berlibur.”sunjong berkata.

“lagipula kami belum mengambil cuti tahunan.”sunjong menambahkan.

“baguslah kalau begitu,eomma pasti akan senang.” Appa sunjong tersenyum dan mengacak-ngacak rambut anak nya itu setelah selesai melepaskan sepatunya dia melangkah masuk ke dalam.

“appa,eomma memasak makanan enak loh..”sunjong memberitahu.

“ne,appa nanti bergabung appa ingin ganti baju dulu.”

Melihat ayah nya masuk kekamar nya sunjong pun peri ke dapur membantu hyung dan eomma nya yang masih sibuk memasak.

“waaa eomma,eomma memasak nya banyak sekali.”sunjong melongo melihat hidangan yang sudah berjajar di meja makan.

“eomma sangat rindu pada kalian,jadi eomma ingin memasak semua masakan kesukaan kalian.” Eomma nya berkata sambil menyimpan semangkuk penuh soup ayam kesukaan woohyun.

“eomma aku ingin segera makan.”woohyun yang sudah ngiler berkata.

“aish selesaikan dulu pekerjaanmu.”eomma nya melotot woohyun selalu kalah kalau sudah berdebat dengan eomma nya dengan terpaksa dia pun melanjutkan memasak kimchi yang belum selesai.

“hahaha hyung kamu boleh saja captain polisi tapi kenapa kamu masih takut eomma?”sunjong tertawa melihat hyung nya yang tidak berkutik kalau sudah di mrahi eomma nya.

“aish sunjong apa kau bilang kau tidak takut eomma?liat dirimu sendiri saat kau di marahi eomma waktu kamu masih SMA,kau hampir menangis.”woohyun menyerang ledekan adik nya itu.

“itukan dulu,lagipula aku anak baik eomma tidak akan memarahiku lagi,iya kan eomma?”sunjong memeluk eommanya yang sedang menyiapkan makanan.

“kalian berdua akan aku marahi kalau kalian tidak diam,sunjong sebaiknya kau bantu hyung mu .”eomma mereka mengancam membuat kedua pemuda itu berhenti berbicara dan melanjutkan membereskan makanan malam.

Nam jongwoo adalah salah satu pembisnis sukses di korea dia memiliki banya klien dan salah satu klien nya adalah kim sunggyu,kim sunggyu adalah klien bisnis nya yang paling dia hormati selain dia sukses di usia muda dia juga klien yang menyenangkan untuk diajak bicara.

Tadi siang dia sudah makan siang dengan klien nya itu dan seperti bisa mereka mengobrol tentang bisnis, sampai akhirnya salah satu klien yang tidak lain adalah teman kerja nya taecyeon bertanya pada sunggyu tentang seorang pelacur bernama sunri.

Sunri,nama itu masih terngiang-ngiang di kepalanya dia tidak bisa melupakan nama itu karena nama itu adalah nama kesukaan nya,jongwoo akhirnya selesai berganti baju dia turun kebawah dan di sambut oleh keluarga nya yang sudah duduk di kursi mereka masing-masing.

“ya tuhan,yeobo apa kau tidak masak terlalu banyak?”Tanya jongwoo yang melihat jajaran makan di meja makan.

“tidak yeobo,semuanya untuk mu,woohyun dan sunjong.” Istrinya berkata jongwoo tersenyum istrinya tidak berubah dari dulu selalu memanjakan dia dan anak-anak nya.

“ayo dimakan,nanti makanan keburu dingin.”jongwoo mempersilahkan kedua anak nya dan istrinya makan.

Merekapun mulai melahap makanan nya sunjong kelihatan makan dengan lahap dan bersemangat begitupun woohyun,tetapi jongwoo tidak terlalu lapar dia melamun untuk sesaat tetapi dia kembali sadar saat istrinya memegang tangan nya dan tersenyum kearahnya.

“yeobo kau melamun,apa kau baik-baik saja?” Istrinya bertanya kekhawatiran tergambar di wajah cantik nya.

“na young,aku tidak apa-apa.”jongwoo berkata tersenyum dan melahap makanan nya.

Jongwoo tidak pernah merasa menyesal menikahi wanita yang duduk di sisinya sekarang,jongwoo tahu dia mencintai na young dan selamanya akan seperti itu na young adalah wanita satu-satunya yang dia cintai dan sayangi.

“appa,apap harus mencoba soup ini eomma memang paling pintar memasak soup.”woohyun berkata sambil mengacungkan jempol nya.

“woohyun kau jangan bicara sambil makan,tidak sopan.” Na young memarahi anak tertuanya itu.

“ne eomma jeasounghamnida.” Dia berkata dan melanjutkan makan.

“tidak apa-apa na young,aku juga suka soup mu.”jongwoo menuang beberapa sendok souk ke mangkuk nya dan memakan nya.

Malam ini keluarga nam kembali lengkap tidak seperti hari-hari biasanya,karena kehadiran kedua putranya jongwoo menjadi bahagia tidak bisa di pungkiri dia merindukan kekocakan dan kenakalan anak  lelaki nya.

Sudah lama bagi jongwoo tidak memarahi woohyun atau mengendong nya dan memainkan kapal-kapalan mainan nya,begitu juga dengan sunjong mereka berdua sudah tumbuh besar dan itu membuat jongwoo agak sedih.

Dulu woohyun selalu meminta jongwoo untuk mengendong nya dan membacakan cerita sebelum tidur namun sekarang woohyun sudah besar dia tidak membutuhkan jongwoo lagi.

“woohyun bagaimana pekerjaan mu?” Tanya jongwoo membuat woohyun berhenti makan dan melirik kearah ayah nya.

“lancar-lancar saja appa,tidak ada yang aneh.”woohyun menjawab,dia berbohong sebenarnya pekerjaan nya jauh dari lancar-lancar saja apalagi dengan kasus narkoba keluarga kim yang gagal dia tuntaskan.

“bagus kalau begitu,berhati-hatilah jaman sekarang banyak sekali orang jahat.” Jongwoo mengingatkan dan woohyun hanya mengangguk.

Jongwoo juga menatap kearah sunjong,dia kelihatan tidak tenang wajah nya mencerminkan kecemasan membuat jongwoo begitu penasaran sebenarnya apa yang di pikirkan putranya itu.

“sunjong,apa yang kau pikirkan?” Tanya jongwoo membuat sunjong melirik kepadanya dna tersenyum.

“bukan apa-apa appa,aku hanya sedang mengingat-ngigat apakah aku membawa sikat gigiku atau tidak.”sunjong berbohong juga,sebenarnya dia cemas karena dia mengingat isi surat ancaman keluarga kim yang sampai di meja nya tadi pagi.

“kau cemas karena itu?sunjong kau memang lucu.”jongwoo tertawa begitupun ibunya dan woohyun.

“maaf,aku tidak bisa menyikat gigiku dengan sikat gigi orang lainkan.”sunjong berkata cemberut.

“kau ini,kadang-kadang aku berpikir kau ini benar-benar polisi atau bukan.”woohyun berkata mengacak-ngacak rambut sunjong.

“aku polisi! Apa salah nya menjaga agar gigiku sehat hyung?! Akukan tidak ingin gigiku bolong.” Sunjong berkata melahap makan malam nya lagi.

[Kediaman keluarga Kim 07:00 malam]

Sunri memainkan makanan nya sejak dari tadia dia hanay diam dan menatapi makam malam nya myungsoo dan dongwoo yang menyadari perubahan sikap sunri begitu penasaran,padahal sunri biasanya tersenyum dan ceria.

“sunri-ah  apa kau tidak apa-apa?”Tanya dongwoo khawatir.

Suara dongwoo seakan membuat sunri kaget sunri segera mendongak dan menatap luruk kearah dongwoo.

“maaf dongwoo-shi,aku hanya tidak nafsu makan.”sunri berkata.

Sunggyu yang duduk paling di samping sunri memegang tangan sunri.

“apa kau tidak enak badan?”Tanya sunggyu.

“tidak oppa,aku baik-baik saja..aku hanya ingin istirahat.”sunri berkata.

Melihat semua perhatian hyung nya tertuju pada howon menjadi agak sedikit kesal dia berdiri dari duduk nya.

“ikut denganku.” Howon menarik sunri denga kasar,sunggyu ingin mencegah nya namun dongwoo menarik hyung nya itu kembali duduk.

Sunggyu bisa melihat sosok sunri dan howon menghilang menuju halaman belakang,sunggyu khawatir kalau howon akan marah dan melukai sunri.

“apa yang kau lakukan dongwoo?akau harus menyusul mereka.”sunggyu berkata namun dongwoo menarik sunggyu lagi.

“tenang hyung,aku rasa mereka sedang mencoba mengenal satu sama lain.”dongwoo berkata.

Sunggyu akhirnya mengalah dan memutuskan untuk memeprcayai adik nya,sunggyu memang menginginkan howon dan sunri untuk berbaikan.

Howon melepaskan gengaman nya saat mereka sampai di halaman belakang dia,mentap lurus pada sunri namun sunri hanya menunduk menyembunyikan wajah nya dia memegang pergelangan tangan nya yang sakit karena howon menarik nya dengan paksa.

“ceritakan padaku,semuanya..apa yang hwayoung katakan padamu?”howon bertanya namun sunri hanya diam.

Howon mengcengkram bahu sunri.

“katakan!semuanya.”howon memaksa,dia bisa melihat sunri gemetaran,dia terkadang lupa kalau sunri takut padanya,howon pun melepaskan cengkraman nya.

“maaf,aku..aku tidak bermaksud kasar.”howon berkata.

Sunri baru pertamakali ini mendengar kata maaf keluar dari mulut howon dia kaget dan hanya menatap kearah howon yang sekarang melirik kearah lain mungkin karena malu.

“hwayoung mengatakan kalau ibuku sudah meninggal.”sunri memulai.

Howon melirik kearah sunri,namun dia kaget melihat sunri yang tidak menangis.

“dia bilang ibuku mencariku namun dia jatuh sakit dan meninggal,dia memberikan sebuah surat untuk ku.”sunri melanjutkan.

Howon merasa menyesal sudah mengungkit masalah ini,dia akhirnya mengerti mengapa sunri berubah dia sedang merasa sedih.

“apa kau sudah membaca surat dari ibumu?”Tanya howon.

“ya,aku bahkan punya foto keluarga sekarang.”sunri tersenyum pahit memikirkan betapa ironis nya itu,ibunya sudah meninggal,ayah nya meninggalkan nya dia sebatang kara sekarang tidak seorangpun yang menginginkan nya.

“aku tidak mengerti,mengapa ayahku meninggalkanku dan ibuku.”sunri berkata  airmatanya mengancam untuk menetes.

“pasti ayah mu memiliki alasan sunri.”howon berkata.

“aku..aku merasa semua orang tidak menginginkan ku,mengapa?apakah aku ini begitu menjijikan?” sunri jatuh berlutut dia menangis.

Howon yang melihat hanya bisa membatu dia berlutut juga dengan ragu-ragu dia melingkarkan tangan nya di pundak sunri dan memeluk nya.

“aku..aku tidak mengerti..kau,bunda minji,ayahku tidak menginginkan ku..apakah aku menjijikan?” sunri bertanya di tenga tangisnya.

“tidak,kau tidak menjijikan sunri aku..aku tidak membencimu.”howon berkata mencoba menghibur sunri.

Howon memeluk erat tubuh sunri,dia tahu rasanya menjadi seseorang yang tidak di inginkan kedua orang tua howon pun bertingkah seperti itu,mereka tidak pernah datang menjenguk mereka howon hanya bisa bertemu dengan mereka jika mereka datang ke korea.

“aku mengerti sunri,aku mengerti perasaanmu.”howon berkata membuat sunri memeluk howon kembali.

“aku merasa sendirian di dunia howon-shi,aku tidak mengerti kenapa.”sunri berkata.

To Be Continue…

jangan lupa komen nya (^__^)

love,Seven❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

22 thoughts on “This Love [Episode 3]

  1. akhirnya bernafas lega hoya udah baikan ma sunri….
    dari episode kemarin kan ngasih semangat sama chingu ku buat semangta nulis sekarang buat aku sendiri biar semangat baca…..hwaiting….

  2. kalo liat di awal” episode kayanya pemeran utamanya sunggyu ya ?
    kirain yg jadi pemeran utamanya myungsoo, tapi karna baru baca sampe sini jadi belum tau pasti siapa pemeran utama nya,

    tapi ntor. aku suka banget sama semua karya author,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s