Posted in FanFiction NC 17+

This love [episode 2]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast :

Kim myungsoo as myungsoo/ L

Reader  (you)   as Lee Sunri

Kim sunggyu    as Kim sunggyu

Nam woohyun  as Nam woohyun

Lee howon       as  Kim howon/hoya

Jang dongwoo  as Kim dongwoo

Lee sungyeol   as Kim sungyeol

Lee sunjong     as Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

Sebenarnya apa masalahmu?” Tanya dongwoo pada adiknya kesal dia sudah berumur 20 tahun tapi kelakuan nya masih saja seperti anak SD.“hyung kau tidak mengerti,wanita itu jahat!”howon membalas sambil cemberut.

“jahat?dia memang pelacur howon tapi bukankah tidak baik jika kau menilai nya sebelum kau tahu seperti apa dia?” dongwoo membuka pintu rumah nya.

Setelah howon diusir oleh sunggyu dongwoo memutuskan untuk pulang membawa howon adik nya bersama dia,dia tidak mungkin meninggalkan adik nya begitu saja dongwoo benci kalau sudah melihat howon dan sunggyu bertengkar dia sangat menyayangi kakak tertuanya dan adik nya ini tetapi dia membenci keduanya kalau sudah bertengkar.

“kau tidur di kamar tamu sana,kau pasti lelah setelah penerbangan.”dongwoo menyuruh adik nya itu untuk tidur.

Howon dengan kesal nya menarik koper nya dan masuk kekamar tamu,dia mengganti bajunya dan berbaring di ranjang namun bayangan tamparan sunggyu masih dia ingat dengan jelas membuat dia sangat kesal.

‘Aku masih kesal dan marah pada sunggyu hyung,mengapa dia membela pelacur itu sudah jelas wanita pelacur itu pasti jahat dia pasti hanya menginginkan harta hyung.’

‘Aku juga merasa aneh kenapa dia begitu mahal sekali 150 juta won!! Sunggyu hyung pasti menghabiskan sebagian tabungan nya untuk wanita itu,sialan kau pelacur aku tidak akan membiarkan kau menghancurkan hyungku.’

Karena lelah howon pun akhirnya menutup matanya menunggu pagi datang menjemput dia berharap semoga besok sunggyu tidak marah lagi padanya.

[Kantor kepolisian seoul  03:00 dini hari]

Woohyun masih sibuk memadangi bor putih di hadapan nya,dia masih memandangi foto-foto tersangka pengedar narkoba di Vietnam yang baru saja mereka tangkap tadi malam dia kecewa pada dirinya sendiri karena sebagian tersangka pengedar narkoba berhasil melarikan diri.

“lapor kapten!” adik nya sunjong melapor dengan hormat walaupun mereka kakak beradik tetapi mereka tetap professional di lapangan kerja.

“iya prajurit,apa kau sudah menemukan jejak para pengedar yang kabur?” Tanya woohyun memalingkan pandangan nya dari bor putih.

“iya kapten,tersangka nomor 2 mengaku kalau dia sedang bertransaksi bersama keluarga kim.” Sunjong membuka sebuah berkas dan menyerahkan nya pada kakak nya.

“menarik,aku kira keluarga kim sudah berhenti.” Woohyun bergumam melihat berkas keluarga kim yang sudah di curigai dari dulu sebagai keluarga pengedar narkoba nomor 1 di korea selatan.

“apakah dia tahu dengan siapa dia bertransaksi?”

“sayang nya tersangka tidak tahu siapa nama pelaku dia hanya tahu kalau marganya kim kapten.”

Woohyun tahu,mereka tidak akan memberikan nama mereka pada konsumen,itulah mengapa mereka selalu berhasil kabur dengan mulusnya tanpa meninggalkan jejak.

“selidiki data keuangan keluarga kim dan kirimkan datanya lewat emailku.” Woohyun memerintah sunjong mengangguk dan segera meninggalkan woohyun untuk mengerjakan tugasnya.

Woohyun duduk di bangku memijat kening nya,dia sudah lelah bertahun-tahun mengejar keluarga kim berharap suatu hari dia menemukan bukti untuk meringkus pengedar narkoba kelas kakap itu.

Keluarga kim adalah keluarga paling kaya di korea selatan,selain mereka memiliki beberapa perusahaan sukses mereka juga terkenal di pasar gelap sebagai pengedar narkoba nomor satu sasaran mereka adalah Negara-negara di asia dan afrika seperti Indonesia,jepang,Vietnam dan afrika selatan.

Keluarga kim adalah keluarga yang tertutup mereka tidak pernah terbuka pada publik dan selalu menutup-nutupi aktivitas mereka,sebagian orang bilang keluarga kim adalah keluarga gangster yang siap membunuh siapapun yang menghalangi keinginan mereka.

Tidak ada keluarga yang berani bermain api dengan keluarga ini karena mereka tahu mereka akan kalah,keluarga kim memiliki banyak sekutu  begitu pula dengan musuh,sebut saja keluarga choi keluarga choi adalah musuh bebuyutan nya keluarga kim namun tahun kemarin secara misterius kepala keluarga choi di temukan mati mengenaskan di kamarnya.

Sejak itu keluarga choi tidak pernah berani datang di hadapan keluarga kim dan keberadaan keluarga choi seakan-akan menghilang di telan bumi entah dimana keberadaan mereka sekarang.semenjak kejadian itu keluarga kim di juluki sebagai keluarga iblis mereka tidak takut akan polisi dan aparat hukum lain nya toh mereka selalu di bebaskan dengan tebusan.

Kim sunggyu pemimpin mereka adalah orang yang cerdas dan teliti jika dia bukan kriminal aku mungkin akan mengaguminya dan menghormatinya,namun sayang kecerdasaan dan ketelitian nya itu di gunakan di jalan yang salah.

Di usianya yang masih muda dia sudah memiliki kekayaan yang berlimpah dia di beritakan dimana-mana di puji-puji oleh publik sebagai orang sukses termuda tanpa mengetahui kebusukan nya.

“hyung..”

Lamunan ku buyar saat sunjong menepuk bahuku.

“maaf aku melamun, ada apa?” tanyaku melirik kearah sunjong yang sudah berdiri di pinggirku dengan segelas teh hangat di tangan kirinya.

“hyung kelihatan lelah tidurlah sebentar setelah aku selesai mencari data keuangan keluarga kim aku akan membangunkanmu.”

Sunjong menyodorkan teh hangat itu padaku.

“minumlah.”

“terimakasih sunjong.”aku tersenyum  dan meminum teh itu.

“sama-sama.” Dia menutup pintu kantorku.

Aku duduk di sofa kantorku dan berbaring,sunjong benar aku sangat lelah sebaik nya aku tidur saja tidak ada salah nya untuk istirahat mungkin besok aku akan mengunjungi rumah keluarga kim.

[Sunri pov]

Tik..tik..tik…

Aku bisa mendengar suara jam berdetik,di kamar ini begitu dingin sekali padahal aku sudah menutup pintu yang mengarah ke balkon aku sudah memakai selimut,sebenarnya apa yang membuatku merasa dingin dan kesepian?

Aku melirik kearah jam yang ada di meja kecil di pinggir ranjangku,waktu mununjukan jam 6 pagi akupun bangun dan pergi kekamar mandi.

Saat kubuka pintu kamar mandi aku sangat kaget,ternyata kamar mandiku sangat mewah sekali semua perabotan di rumah ini bercorak eropa dengan berbagai ukiran bunga

aku bisa melihat sebuah bathtub besar di sudut kamar mandi aku hampir menjerit kegirangan namun aku menahan nya dan tersenyum.

Dari dulu aku ingin sekali mempunyai kamar mandi yang ada bathtub nya seperti di film-film yang biasa aku tonton dengan bunda minji,dan sekarang menjadi kenyataan.

Akupun segera mandi setelah selesai aku berganti baju dan keluar dari kamarku,rumah hari ini masih sepi aku melirik kearah kanan dan kiriku dan bertemu dengan seorang pelayan aku tersenyum kearah nya dan pelayan itu membalas senyumanku.

Aku menuruni tangga menuju ruang tengah sampai akhirnya hankyung menyambutku. “selamat pagi nona.” Dia menyapa.

“selamat pagi.” Aku tersenyum kearah nya.

“sepi sekali,apakah sunggyu oppa sudah bangun?” aku bertanya.

Hankyung tersenyum dan menjawab.

“belum nona,apakah anda ingin sarapan?” Tanya hankyung lagi.

“tidak,aku menunggu sunggyu oppa saja.” Aku menolak.

“baiklah kalau begitu,jangan sungkan panggil saya bila nona membutuhkan sesuatu.” Hankyung menunduk hormat dan pergi meninggalkan ku.

Aku melirik kearah pintu yang berada tepat di bawah tangga kembar yang ada di belakang ku,ternyata pintu itu menuju kesebuah taman belakang,taman belakang itu begitu indah disana ada kolam ikan dan rumput hijau yang luas kadang aku berpikir berapa hektar sebenar nya rumah ini.

Aku melangkah keluar dari rumah menelusuri lorong yang mengabungkan antara rumah dan taman belakang,lorong nya pun sangat indah di sisi nya terdapat pagar kayu yang dihiasi tanaman hias yang merambat lampu nya terletak di sudut atas atap lorong.

Aku tersenyum melihat hamparan bunga yang ada di halaman belakang,aku menuruni tangga lorong itu seketika sinar matahari menyentuh kulitku aku tidak telalu suka matahari terlalu cerah dan panas,kuletakan tangan di atas dahiku mencegah sinar matahari  menghalangi pandanganku.

Udara pagi itu sangat sejuk walaupun agak sedikit dingin,tempat ini bagaikan surga kecil bagiku mungkin karena aku tidak pernah keluar dari rumah bunda minji selama aku berada di rumah bunda minji aku tidak pernah di ijinkan untuk keluar rumah.

Mungkin di rumah inipun sama saja,bedanya rumah ini memiliki halaman belakang ini setidak nya aku bisa bersantai disini merasakan angin dan udara tidak di kurung di kamar seperti di rumah bunda minji.

Saat itu aku ingin sekali keluar dari kamar tapi bunda tidak pernah mengijinkan aku hanya bisa memandang pemandangan di jendela kamarku dengan mata berkaca-kaca,aku begitu iri pada orang-orang yang berlalu-lalang di jalanan merasakan hiruk-pikuk kota seoul.

“sedang apa kau disini?” suara seorang lelaki mengagetkanku membuatku melirik kearah belakangku.

“sungyeol-shi..” aku kaget mendapati sungyeol berdiri di belakangku tersenyum,tubuh tinggi nya menghalangi sinar matahari yang menyinariku tadi membuatku bisa melihat figure nya dengan jelas.

“kau masih ingat aku?” dia kelihatan kaget saat aku menyebut namanya.

“iya tentu saja kenapa tidak.” Aku berkata membuat senyum sungyeol semakin lebar dia kelihatan senang aku masih bisa mengingat wajahnya.

“bagus kalau begitu.”

Aku tersenyum,tidak pernah aku bertemu seorang yang tinggi sekali seperti sungyeol aku bahkan harus mendongak kalau aku berbicaranya dengan nya.

“apa kau merasa nyaman disini?” Tanya sungyeol melirik kearah kolam yang dari tadi aku tatap mungkin dia juga penasaran apa yang membuatku begitu tertarik dengan kolam di hadapan kami.

“iya,aku suka disini aku bisa merasakan angin dan matahari.” Aku menjawab kelihatan nya sungyeol puas dengan jawabanku.

“apa kau suka membaca buku?” Tanya sungyeol lagi sepertinya dia berusaha untuk mengenal ku lebih dekat,aku senang sekali sepertinya sungyeol akan menjadi teman pertama ku.

“tentu.” Aku mengangguk.

“kalau begitu ikut denganku.” Sungyeol menarik tanganku menuju lorong yang menghubungkan kedua bangunan rumah mewah yang ada di samping kami.

Saat aku memasuki bungunan rumah kedua aku bisa merasakan udara sejuk,rumah kedua jauh berbeda dengan rumah utama rumah utama lebih terkesan mewah dan glamor sedangkan rumah kedua begitu nyaman dan terasa seperti rumah…rumah yang selalu aku dambakan.

Perabotan nya pun terlihat sederhana dan aku bisa melihat beberapa tanaman ada di sudut ruangan lantai nya pun di lapisi kayu tidak seperti lantai rumah utama yang di lapisi keramik jendela di rumah ini terbuka lebar-lebar aku bisa merasakan angin menyentuh kulitku setiap kali kulewati jendela.

“apa kau suka buku harry potter?” sungyeol memberikanku sebuah buku dengan tulisan harry potter dengan gambar seorang anak lelaki yang sedang berusaha menangkap bola bersayap di hadapan nya.

“maaf sungyeol-shi tapi aku tidak pernah membaca buku ini.”

Aku berterus terang,aku memang suka membaca buku tapi kebanyakan buku yang kubaca adalah novel.

“tidak aneh,kamu pasti suka novel kan?” sungyeol bertanya aku hanya bisa tersenyum dan mengangguk.

“bacalah buku ini,aku jamin kau tidak akan menyesal.” Sungyeol berkata dia seakan yakin aku tidak akan menyesal membaca buku ini.

“baiklah terimakasih.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Kubuka mataku perlahan matahari sudah tinggi,jam berapa sekarang? Aku bangun dari tidurku dan melirik kearah jam yang ada di pinggir ranjangku waktu menunjukan jam 8 pagi akupun bangkit dari ranjangku.

Seperti biasa aku mandi dan turun kebawah di sambut oleh hankyung yang sudah menyiapkan sarapan di ruang makan,tapi ada sesuatu yang aneh di ruang makan belum ada siapapun kemana myungsoo dan sungyeol terutama sunri,apakah mereka sudah sarapan duluan?

Aku duduk di kursi paling ujung seperti biasanya,hankyung datang membawa sarapanku dan Koran dia sudah tahu kalau aku selalu membaca Koran sambil melahap sarapanku.

“kemana myungsso,sungyeol dan sunri?” aku bertanya pada hankyung,hankyung yang sedang menuangkan air ke gelasku berhenti dan menjawab.

“nona sunri dan tuan muda sungyeol sedang mengobrol untuk tuan myungsoo dia kelihatan masih di kamarnya.” Hankyung menjawab.

Sunggyu tersenyum mendengar kalau sungyeol dan sunri mengobrol dia senang,sungyeol mau mengenal sunri reaksi sungyeol berbeda sekali dengan reaksi howon kemarin malam dia begitu kecewa sekali pada reaksi howon.

Sunggyu menyayangi semua adik nya sama rata namun terkadang howon selalu mengetes kesabaran nya dengan pemberontakan yang dia lakukan,dia yakin howon bermaksud baik namun dalam cara penyampaiannya dia selalu salah.

Selama ini sunggyu selalu mencoba mengalah karena dia lebih tua,tapi kesabaran itu ada batas nya dan batas kesabaran sunggyu adalah kemarin malam saat howon memanggil sunri pelacur,diapun tidak mengerti mengapa dia begitu marah pada adik nya itu biasanya dia bisa mengontrol emosinya dengan baik.

“hyung jika kau makan sambil melamun kau akan tersedak.” Mendengar suara myungsoo,sunggyu sadar dari lamunannya.

“myungsoo kau sudah bangun.” Sunggyu menyambut adik nya dengan senyum seperti biasa,namun sepertinya myungsoo tidak mood untuk membalas senyum kakaknya itu sebenarnya sunggyu sudah biasa dengan kelakuan adik nya yang satu ini.

Hankyung datang membawa sarapan untuk myungsoo,tidak menunggu lama myungsoo segera melahap sarapan nya itu.

“kau tahu hyung sepertinya sunri dan sungyeol sudah menjadi BFF.” Myungsoo memberi tahu sambil menelan telur dadar yang di makan.

“BFF??apa itu?apakah itu drama baru?” sunggyu kebingungan,bisa dibilang sunggyu orang yang agak  ketinggalan jaman kalau soal bahasa gaul,mungkin karena dia tidak pernah mempertimbangkan mengetahui bahasa-bahasa itu ada manfaatnya.

“ya tuhan hyung sebaik nya kau main keluar sesekali,BFF itu best friend forever.”myungsoo menjelaskan dengan malasnya sambil mengacung-ngacungkan garpunya.

“oh begitukah?hahaha kau benar,sebaiknya aku berjalan-jalan bersama sunri nanti sore.”

Myungsoo mendengus.

“mau memamerkan boneka barumu?” myungsoo bertanya,dia tahu jelas karakter kakak tertuanya itu.

“tidak salah kan kalau aku ingin mengenalkan dia pada rekan bisnisku.” Sunggyu menjawab.

“terserah,oh iya dongwoo hyung menelepon kemarin.. kau bertengkar lagi dengan howon apa soal sunri?” myungsoo bertanya dia berhenti memakan sarapan nya.

Sunggyu yang sedang sibuk membaca Koran akhirnya melihat Koran nya dan menatap kearah myungsoo.

“iya,apa kau akan membela howon?” sunggyu bertanya dengan nada menantang.

“tidak hyung,aku tidak akan membela howon tapi ingat hyung howon tidak salah wanita bisa sangat berbahaya.” Myungsoo mengingatkan dan bangkit dari duduk nya selesai melahap sarapan nya.

Sunggyu memutar matanya,dia tahu betul apa yang myungsoo maksud sunggyu mengerti myungsoo adalah orang yang teliti dan berhati-hati dia adalah kunci mengapa sampai sekarang mereka belum tertangkap oleh polisi karena bisnis kotor mereka.

Setelah selesai melahap sarapan nya tiba-tiba saja hankyung datang,dia kelihatan cemas namun sunggyu tidak tahu mengapa pelayan nya itu begitu cemas.

“tuan,pihak kepolisian datang mereka bilang mereka ingin berbicara dengan anda.” Hankyung memberi tahu sunggyu tahu lambat laun pihak kepolisian pasti datang dia sudah tahu itu.

“suruh mereka menunggu di ruang kerjaku,aku akan kesana sebentar lagi.” Sunggyu meminum teh yang sudah di sediakan dan menarik napas nya.

“showtime.” Dia bergumam seringai licik terpasang di wajah nya yang tampan.

“silahkan duduk tuan.” Hankyung mempersilahkan woohyun dan sunjong duduk di ruang kerja sunggyu yang sangat besar mereka melirik kearah sekitar,tidak bisa mereka sangkal mereka sangat terkagum-kagum dengan mewah nya rumah kediaman keluarga kim.

“selamat datang di rumah keluarga kim.”sunggyu datang menyambut kedua tamunya itu dengan senyum lebar di wajah nya.

Sunggyu duduk di seberang mereka.

“jadi apa yang kalian ingin tanyakan”sunggyu bertanya dia bertingkah seakan tidak tahu apa-apa padahal dia tahu jelas kenapa kedua polisi ini datang kerumahnya.

“kami kesini hanya ingin mengkonfirmasi.”woohyun mengawali dia menyodorkan sebuah berkas kearah sunggyu.

“apa ini?”sunggyu bertanya.

“buka saja.”woohyun memerintah.

Sunggyu membuka berkas itu dan dia kaget melihat sebuah foto klien nya yang ada di Vietnam dan beserta sebuah pengakuan dan data keuangan adik nya howon dan dongwoo.

“apa maksud nya ini?”Tanya sunggyu.

“sepertinya klien anda mengkhianati anda sunggyu-shi.”

“semua data itu membuktikan bahwa salah satu di keluarga kalian terlibat pengedaran narkoba di Vietnam sunggyu-shi.” Sunjong menjelaskan.

“anda pasti megenal orang yang ada di foto itu iyakan?” woohyun menginvestigasi.

Sunggyu tidak menjawab apapun dia tahu bila dia membuka mulut dia akan semakin tersudutkan.

“klien mu yang ada di Vietnam sudah mengaku kalau

dia bekerja sama dengan keluarga anda,apakah itu benar?” sunjong bertanya kembali membuat sunggyu semakin tersudutkan.

“data keuangan kedua adik mu juga membuktikannya mereka mengambil sejumlah uang untuk membeli tiket penerbangan ke Vietnam.” Sunjong melanjutkan.

“setahuku adik ku hanya berlibur disana.” Sunggyu berbohong.

“berlibur berbarengan dengan di saat transaksi narkoba terjadi,bukankah itu mencurigakan tuan sunggyu?” woohyun menambahkan.

Sunggyu hanya diam memandangi data klien yang dia pegang yang jelas dia akan membunuh orang karena telah membocorkan rahasia.

“saya ingin menghubungi pengacara.”akhirnya sunggyu berbicara.

Sunjong dan woohyun menghela napas dia tahu sunggyu akan melalukan itu, dia terlalu berhati-hati sangat susah untuk woohyun dan sunjong mengintrogasinya bila pengacara sunggyu ada di tempat ini.

Sunggyu meletakan berkas yang woohyun berikan dan sunjong menutup nya membawanya kembali.

“baiklah tuan sunggyu kami tunggu anda dan pengacara anda untuk investigasi lebih lanjut.” Woohyun dan sunjong pun mengucapkan selamat tinggal dan pergi meninggalkan sunggyu yang tersenyum puas.

Sunggyu bisa melihat betapa putus asa kedua polisi itu dia tahu kalau dia akan menang,belum ada bukti yang kuat untuk mereka, sunggyu untuk beberapa kalinya berhasil kabur dari genggaman kepolisian.

Mengingat nama klien nya yang di tahan dia segera menghubungi pengacaranya dia berjalan kearah mejanya dan segera menekan nomer telepon pengacara kepercayaan nya.

“yobuseyo,heechul-shi aku butuh bantuanmu.”

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Myungsoo duduk di sofa sambil membaca buku nya,tapi sebenarnya dia tidak membaca nya hanya menutupi wajah nya saja,dia sebenarnya sedang memperhatikan sungyeol dan sunri yang sedang asik mengobrol.

‘apa yang mereka obrolkan?’ myungsoo berpikir melihat sunri yang tertawa terpingkal-pingkal melihat aksi sungyeol yang berpura-pura menjadi voldemort.

Myungsoo bahkan tidak tahu siapa juga voldemort? Dan kenapa dia membuat sunri tertawa seperti itu apa nya yang lucu? Myungsoo berpikir keras dia tidak sadar kalau dari tadi dia memandangi sunri.

“myungsoo-shi…”suara sunri menyubarkan lamunannya.

“nde?” myungsoo merespon.

“bukankah kau membaca buku?apakah kau sadar kau membacanya terbalik.”sunri memberi tahu membuat sungyeol cekikikan dan myungsoo segera membalikan bukunya.

“aku sedang melihat gambar di buku ini.”myungsoo berbohong.

“kau membaca buku novel mana ada gambarnya.” Sungyeol tertawa.

“yah! Hyung bisakah kau tutup mulut mu!”

myungsoo marah dan akhirnya berpura-pura untuk membaca lagi.

Sedangkan sunri dan sungyeol malah terkikik tertawa melihat myungsoo yang marah. ‘sebenarnya apa yang lucu’ myungsoo bertanya pada dirinya sendiri.

Hankyung datang menunduk dengan hormat kearah myungsoo.

“tuan anda di panggil oleh tuan sunggyu keruangan nya.” Hankyung memberi tahu myungsoo segera bangkit dari duduk nya dan menyimpan buku novel nya.

“apakah ini soal urusan yang di vietnam?”Tanya myungsoo.

“iya tuan.”hankyung mengangguk mereka pun segera pergi meninggalkan sunri dan sungyeol yang sedang asik membaca buku harry potter.

“ada apa dengan Vietnam?”sunri bertanya penasaran.

“kau lebih membaca buku saja ok?” Sungyeol mengubur rasa penasaran sunri tidak baik baginya bila dia tahu terlalu banyak tentang rahasia buruk keluarga ini.

“ehm oppa,aku ingin jadi murid di Hogwarts pasti seru yah..”sunri berkata membuat sungyeol tersenyum dan mengacak-ngacak rambut sunri.

“kamu mimpi yah..”sungyeol berkata membuat sunri cemberut untuk sesaat dan tersenyum kembali melanjutkan bacaan nya dengan sungyeol yang duduk di sampingnya.

~~~~~~~~~~~~

“hyung ada apa?” myungsoo bertanya sambil menutup pintu ruang kerja sunggyu.

“dia membocorkan rahasia.” Sunggyu berkata dia begitu marah pada klien nya yang di Vietnam karena mereka membocorkan nama keluarga nya pada polisi.

“siapa?klien kita yang ada di Vietnam?” Tanya myungsoo duduk di kursi yang tepat berada di depan meja sunggyu.

“ya mereka,kau harus menyikirkan nya dia bisa menjadi ancaman untuk kita.” Sunggyu memerintah dia bahkan tidak ragu untuk mengakhiri nyawa klien nya itu.

“baiklah jika itu keputusanmu aku tahu orang yang tepat untuk itu.” Myungsoo berkata.

“jangan lupa suruh howon dan dongwoo kemari aku ingin memberi pelajaran pada mereka.”

Myungsoo menghela napas dia tahu cepat atau lambat howon dan dongwoo lah yang kena imbas nya.

“baiklah.” Myungsoo mengangguk dan beranjak dari duduk nya.

BRUKKK

Tubuh dongwoo jatuh ke lantai dia menahan sakit yang luar biasa yang dia rasakan di daerah pipinya,bibirnya sudah berdarah dia bisa merasakan giginya goyang.

“bodoh! Kalian berdua bodoh!” sunggyu membentak kearah howon yang hanya bisa menelan ludah melihat amarah kakaknya.

“kamu howon! Kamu yang memilih klien di Vietnam itu kan?” sunggyu bertanya mata nya melotot.

“Nne hyung..” dia menjawab dengan suara pelan.

PLAKKK

Tangan sunggyu mendarat di pipi howon dengan kerasnya.

“idiot! Kamu tahu kamu hampir saja memenjarakan ku.” Dia berteriak kearah adik nya yang sudah gemetaran dan menahan airmata nya untuk  jatuh dari matanya.

“kalian hampir saja memenjarakan keluarga mu howon,apa yang kau pikir kan?!” sunggyu berteriak di wajah howon dan menarik kerah bajunya.

“apa kau membenciku eoh?kamu mau aku di penjara?” Tanya sunggyu menatap tajam pada howon.

“tidak hyung..”howon menjawab.

Sunggyu melepaskan gengaman nya dari kerah baju howon.

“kenapa kau selalu membuat masalah,bisakah kau membuat ku bangga?setidak nya diam jangan membuat masalah seperti sungyeol.” Sunggyu duduk di kursinya lelah telah memarahi kedua adiknya.

“dengar dongwoo kau harus mengajari adik mu itu dengan benar,kau kebanggaanku jangan buat aku kecewa.” Sunggyu berkata sambil menuangkan wine ke gelasnya dan meneguknya.

“ne hyung maafkan kecerobohan kami.”dongwoo membungkuk 90 derajat kearah kakaknya itu,suara nya benar-benar terdengar parau.

Dongwoo kecewa pada dirinya sendiri dan howon,selama ini pekerjaan mereka selalu bersih dan teliti dan biasanya sunggyu memuji mereka namun hari ini berbeda.

Sunri yang mendengar gaduh di ruangan sunggyu khawatir dia hendak membuka pintu di ruang kerja sunggyu namun sungyeol mencegahnya.

“jangan..” dia berkata sambil mengelengkan kepalanya.

“kenapa?”Tanya sunri.

“kita bicara pada hyung lain kali saja.” Sungyeol berkata.

Sunri menghela napasnya dan akhirnya menurut mereka memutuskan untuk pergi ke halaman belakang menikmati matahari sore.

“ingat,sekali lagi aku mendapatkan kunjungan dari kepolisian itu karena kalian aku akan mencekik kalian.” Ancam sunggyu kedua adiknya yang sudah berdiri di hadapan nya mengangguk mengerti.

Dongwoo dan howon yang sudah babak belur keluar dari ruang sunggyu ,yang kelihatan masih kesal aka tingkah ceroboh kedua adik nya itu.

“aish..” dongwoo meringis saat dia menyentuh memar di pipi kanan nya.

“hyung kau tidak apa-apa?” sungyeol dan sunri baru datang dari halaman belakang dan mendapati howon dan dongwoo yang babak belur.

“gwenchana.”dongwoo berkata menenangkan adik nya yang kelihatan sangat khawatir.

“howon-shi apa kau tak apa-apa?”Tanya sunri khawatir melihat darah di sudut bibir howon.

“gwenchana.” Howon menjawab dengan jutek nya.

Sunri tahu kalau howon tidak menyukainya namun sunri ingin setidaknya howon tidak membencinya seperti sekarang,dia bahkan tidak melirik kearah sunri saat dia menjawab pertanyaan nya dan itu sedikit membuat sunri agak sakit hati.

“sunri bagaimana kalau kau mengambil kotak obat di dapur.” Sungyeol memerintah.

Sunri mengangguk dan pergi menuju dapur membawa kotak obat yang sungyeol inginkan sementara sunri mengambil kotakobat sungyel,dongwoo dan howon duduk di kursi tamu membicarakan apa yang terjadi.

“apa hyung marah sekali?”Tanya sungyeol menatap kedua kakaknya yang babak belur.

“iya,dia bahkan memukulku sampai aku jatuh.” Dongwoo mengerang kesakitan saat dia berhenti berbicara.

“sebaiknya kalian berdua hati-hati lain kali.” Sungyeol memberi saran dan mendapat dua anggukan setuju dari kakak nya.

“apakah myungsoo sudah pergi untuk menyingkirkan klien itu?”Tanya dongwoo.

“iya,dia sudah pergi beberapa menit yang lalu.” Sungyeol menjawab.

“sepertinya kita harus berterimakasih pada dia lagi.” Howon berkata.

“iya sepertinya begitu.” Dongwoo membalas dia merasa beruntung memiliki myungsoo yang selalu siap untuk membereskan masalah yang mereka buat.

[Penjara di seoul 06:00 sore ]

“aku hanya butuh 5 menit.” Myungsoo berkata pada seorang lelaki yang memakai seragam sipir penjara.

“baiklah jangan lebih dari 5 menit.” Lelaki itu akhirnya menyetujui permintaan jenguk myungsoo.

“terimakasih.” Myungsoo berterimakasih dan menyelipkan 50 ribu won ke saku sipir penjara itu tanpa halangan apapun akhirnya myungsoo bisa masuk ke ruang jenguk dan sipir penjara itu menutup pintu ruangan itu hendak memanggil orang yang myungsoo ingin temui.

Dia duduk di bangku hitam yang sudah di sediakan dan menunggu beberapa menit sampai sesosok lelaki yang dia kenal masuk keruangan dia tersenyum melihat myungsoo.

“hyung apa kabar?” myungsoo bangkit dan memeluk lelaki yang lebih tua darinya itu.

“baik,ada apa tiba-tiba kau datang?” Tanya lelaki itu.

“aku butuh bantuan mu.” Myungsoo berkata tidak berbasa-basi.

“kau mau membayar berapa?” lelaki itu bertanya.

“bagaimana… kalau kau bekerja dulu aku beri bonus jika kau berhasil membunuh nya dengan cepat.” Myungsoo menawar.

“baiklah,besok jangan lupa untuk membaca Koran atau menonton tv.” Lelaki itu berkata.

“aku terima tantanganmu hyung.” Myungsoo menyeringai licik.

“ini fotonya kutunggu berita kematian nya besok.” Myungsoo bangkit dari duduk nya dan memberikan foto klien nya pada lelaki itu dan pergi keluar dari ruang jenguk yang dia sambut oleh anggukan hormat dari sipir penjara yang dia suap.

Satu lagi pekerjaan dia lakukan dengan sukses,dia tersenyum puas dan masuk kemobil nya menuju rumah dimana kakak nya dan sunri menunggu.

 [Apartemen Nam woohyun  08:00 malam]

“hyung bisakah kau diam untuk sesaat?” sunjong hampir gila melihat kakaknya yang mundar-mandir tidak jelas dia kelihatan cemas dan bingung.

“apa kau yakin bisa menemukan video bukti transaksi mereka?” woohyun bertanya melirik kearah laptop sunjong.

“aku sedang mencarinya.” Sunjong menjawab singkat dan meneguk kopinya.

Mata sunjong sudah buram melihat layar laptop nya dia sudah lelah mencari video bukti transaksi narkoba,namun hasil nya selalu nihil dia tidak dapat menemukan sosok keluarga kim ada di video itu.

Sunjong menghela napas dan meletakan tangan nya diatas kepalanya dia begitu kesal dia akhirnya menyerah dan tidur di sofa.

“kenapa kau tiduran?”woohyun yang datang dari dapur membawa 2 gelas kopi bertanya pada adiknya.

“aku lelah hyung sepertinya percuma.”sunjong menjawab dan menguap matanya sudah merah karena kurang tidur.

“jangan putus asa sunjong,ingat janji mu saat kau di Tanya kenapa kau ingin jadi polisi.” Woohyun berkata sunjong hanya mengangguk-angguk dia bahkan sudah tidak bisa mendengarkan kakaknya itu karena ngantuk.

“kau cari saja sendiri hyung..”sunjong akhirnya terlelap tidur,woohyun bisa mendengar dengkuran lembut sunjong.

“aish anak ini.”woohyun mengelengkan kepalanya dan mengangkat sunjong ke kamarnya.

Dia boleh saja seorang polisi tetapi tubuhnya begitu ringan mungkin karena tubuh nya slim hampir seperti perempuan, hanya saja dia punya otot dimana-mana membuat woohyun sadar bahwa adiknya itu lelaki.

Dia menghela napas dan siap untuk mencari video yang dia inginkan ternyata banyak sekali video yang harus dia amati,dan kenapa juga mereka harus memberikan kepolisian semua video rekaman,oh iya dia lupa dia sendirikan yang memerintahkan.

Dia menunggu beberapa menit untuk memperhatikan video yang ada di loby hotel mata nya menyipit saat dia melihat 2 figure tinggi memasuki loby,mereka sangat mencurigakan karena memakai kacamata dan topi.

‘mungkinkah ini mereka?’ Tanya woohyun dalam hati.

[Kediaman keluarga Kim 10:00 malam]

Sunggyu menghela napas dia duduk di ruang kerja sambil meneguk wine nya untuk mengilangkan rasa kesal di hatinya,yah alkohol selalu berhasil menenangkan perasaanya tapi entah mengapa hari ini rasa gusar nya tidak hilang.

Tok..tok..tok

Sunggyu mendengar ketukan pintu.

“masuk.” Dia berbicara membuat siapapun yang mengetuk pintu katornya membuka pintu dan ternyata sunrilah yang mengetuk pintunya.

“oppa,apakah kau tidak apa-apa?” Tanya sunri dia kelihatan khawatir.

“aku tidak apa-apa,aku hanya lelah sunri.” Sunggyu menjawab dan tersenyum lemah kearah sunri.

Sunri menutup pintu di kantor sunggyu dan berjalan menuju meja sunggyu.

“kau yakin oppa?kamu kelihatan lebih dari lelah.” Sunri bertanya sambil menatap sunggyu dengan mata coklat nya yang besar membuat hati sunggyu berdetak lebih kencang.

“iya,aku tidak apa-apa kau bisa kembali bermain bersama sungyeol.” Sunggyu berkata meneguk wine nya.

Namun sunri berjalan kehadapan sunggyu dan merebut gelas wine sunggyu dari tangan sunggyu,membuat sunggyu bengong.

“apa yang–” sunggyu hendak berkata namun sunri meletak jarinya di bibir sunggyu.

“kau lelah oppa,berhentilah minum wine.”sunri berkata.

“ini sudah malam lebih baik kau tidur.” Sunri menyarankan menarik sunggyu berdiri dari duduk nya.

To Be Countinue

don’t forget the comment❤

author note:

aku ganti poster,menurut kalian mending pake yang ini atau yang dulu??

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

14 thoughts on “This love [episode 2]

  1. posternya bagus dua2nya kok,
    oh ternyata keluarga Im seperti itu ya,jadi kecewa, padahal udah seneng banget dengan karakter Gyu disini..

    1. hehehe mian,tapi storyline nya udah seperti itu tenang aja ko sunggyu gak jahat-jahat amat ^^V
      dia cuman tegas aja dan soal bisnis terlarang nya harus ada soal nya kalau gak ada nanti cerita nya gak bakalan nyambung

  2. huaaa sunggyu marah.a serem. . .
    q gk suka sunri manggil minji dgn sbutan bunda padahal minji kan sejenis germo kan?????? knp gk ahjuma aja, bunda itu pants.a buat wnita baik2 thor. . .

    itu sapa ya yg myungsoo temuin bukn.a d penjara tp ko bisa jd pembunuh bayaran ???????

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s