Posted in FanFiction NC 17+

This Love [episode 1]

Title : This Love

Author : Seven94 @ https://indonesiafanfictionarea.wordpress.com/

Cast :

Kim myungsoo as myungsoo/ L

Reader  (you)   as Lee Sunri

Kim sunggyu    as Kim sunggyu

Nam woohyun  as Nam woohyun

Lee howon       as  Kim howon/hoya

Jang dongwoo  as Kim dongwoo

Lee sungyeol   as Kim sungyeol

Lee sunjong     as Nam sunjong

And other suppportive cast..

Genre : romance,drama,action and angst

Length : chaptered

Rating :  Teens

Author note:

akhirnya episode 1 datang juga kekeke..maaf yah cerita nya baru di publish sekarang soal nya kemarin-kemarin saya sibuk jadi belum sempet ngelanjutin ceritanya.

enjoy reading..

jangan lupa komen,kritik atau saran nya (^__^)

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

[Flashback]

Aku tidak pernah mengerti tentang cinta,mengapa cinta itu begitu menyakitkan?aku tidak pernah mengenal cinta.aku hanya dapat mendengarkan nya dari ibuku yang sudah sakit beberapa bulan ini,menjadi orang miskin memang tidak pernah menyenangkan.

Hari ini tiga lelaki yang menyeramkan itu datang lagi,mereka menagih hutang ibu tapi ibu tidak bisa membayarnya karena dia tidak bekerja lagi karena sakit.aku benci pada diriku sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa aku hanya bisa menjual Koran dan makanan-makanan kecil di jalanan.

Ayahku pergi jauh entah kemana,meninggalkanku dengan ibuku yang sakit.mungkin dia sudah muak dengan keluh kesah dan kesusahan hidup.

“yah!ahjumma sudah berapa kali kami kesini kau masih belum bisa membayar hutang juga!” salah satu pria tinggi yang bertato marah dan mengebrak meja kayu di depan nya.

“maafkan aku tuan,tapi aku sedang sakit sekarang aku berjanji setelah saya sembuh saya akan membayarnya.” Ibuku berbicara dengan suara gemetaran.

“buang saja omong kosong mu itu!kami tahu kau tidak akan membayar!”

Dia melotot kearah ibuku dengan mata tajam nya,aku hanya bisa bersembunyi di balik pungung ibuku,saat itu aku hanya berumur 8 tahun apa yang bisa ku lakukan?

“kamu akan bayar pakai apa hutang mu yang sudah menumpuk itu?” lelaki yang lainya datang dan mendorong ibuku sampai jatuh ketanah.

Ibuku menangis,betapa lemah nya dia aku hanya bisa memandangi nya dengan penuh iba membungkuk di samping nya membantunya berdiri.

“bagaimana kalau kau membayar hutang mu dengan anak ini.” Lelaki tinggi bertato itu menarik ku kearah mereka menjauh dari ibuku.

“tidak!tuan saya mohon jangan..” ibu ku meronta-rota tetapi lelaki itu malah menendang nya.

“umma!” aku menjerit melihat lelaki itu melukai ibuku,airmata mulai turun membasahi pipiku.

“kau lumayan juga,ayo kita jual dia.”kata lelaki tinggi itu menariku semakin jauh dari orang tuaku.

[end of flashback]

“sunri apa kau sudah siap?” Tanya bunda min ji,aku mengangguk aku bisa melihat bayangan bunda min ji di belakangku berdiri dia tersenyum dan menyisir rambut coklat panjangku yang lurus.

“kau cantik sekali,tenang saja mereka pasti akan menyukaimu.” Bunda min ji berkata dan tersenyum pada,dia menuntunku keluar dari kamarku menuju sebuah ruangan.

Aku melirik kearah kanan dan kiriku,mencoba mengenali lingkungan yang ada di sekitarku aku benar-benar tidak tahu lagi di mana aku.

“bunda kenapa kau membawaku kesini?”tanyaku pada bunda min ji dia tersenyum.

“ini sudah waktunya kau bebas dari rumahku,seseorang akan membeli mu dan membawamu kerumah mereka.” Bunda min ji menjawab.

Aku hanya tersenyum pahit,inilah nasib lee sunri si miskin yang dari kecil sudah di perjual belikan seperti barang.

Kami berdua sampai di depan sebuh pintu yang penuh ukiran indah sekali,aku menatap pintu itu dengan dinginnya dari balik pintu itu aku bisa mendengar tawa lelaki yang sangat keras.

Bunda min ji membuka pintu itu dan memamerkan beberapa lelaki paruh baya,mereka memakai jas yang rapih aku bisa mengetahui mereka pasti orang kaya yang berpengaruh di korea.

“min ji bawa gadis itu kesini.”salah satu pria paruh baya menyuruh.

Bunda min ji mendorongku untuk masuk kedalam ruangan itu,saat aku masuk semua lelaki paruh baya itu bersorak.

“woohoo…dia seksi.”

Aku bisa mendengar salah satu pria yang berjejar di hadapanku berkata,aku bisa merasakan mata jelalatan mereka memandangi tubuhku dari atas kebawah, aku bisa menebak mereka menelanjangiku di dalam pikiran mereka.

“bagaimana tuan-tuan?berapa banyak uang yang kalian akan keluarkan untuk gadis ini?”Tanya bunda min ji.

“30 juta won.” Pria yang paling ujung berteriak,aku bisa melihat bunda min ji tersenyum.

“ada penawaran yang lebih tinggi?” Tanya bunda min ji.

“40 juta.” Pria di tengah yang menyuruh bunda min ji untuk membawa ku berseru.

“50 juta!”pria yang lainya menantang.

Semakin lama hargaku semakin tinggi,tapi aku tidak merasa senang sedikit pun bagaimana aku bisa senang?aku di perjual belikan kan bagaikan barang sekarang,aku yakin saat mereka sudah bosan padaku mereka akan menjualku kembali.

“130 juta won.” Sampai akhirnya hargaku berhenti di 130 juta won sepertinya lelaki dengan jas biru tua di jajaran paling belakang akan mendapatkanku.

Aku melirik kearah lelaki paruh baya itu dia menyeringai padaku,mata nya jelalatan melihat tubuhku bagaikan anjing yang kelaparan.

“apa ada tawaran yang lebih tinggi?”Tanya bunda min ji .

Untuk sejenak hanya hening yang menyelimuti kami,namun saat bunda min ji akan mengatakan sesuatu,tiba-tiba pintu di buka paksa oleh 3 orang pemuda tampan.

“150 juta won,Cash!”pemuda itu melemparkan sebuah koper silver kehadapan bunda min ji.

“terjual!”bunda min ji berseru membuat semua lelaki paruh baya yang ada di hadapanku mengerang kesal.

Pemuda itu tersenyum puas,dia melirik kearahku dan menatapku untuk sesaat,namun tatapan nya beda dari lelaki paruh baya yang dari tadi menatapku.tatapan nya begitu tajam namun hangat…sepasang mata itu seakan benar-benar mengagumiku bukan nafsu birahi yang biasa kulihat dari setiap pria yang menatapku.

“aku myungsoo mulai sekarang aku pemilik mu.”dia berkata.

Kemudian kedua lelaki yang ada di samping myungsoo menarik ku kearah myungsoo,myungsoo berbalik pergi meninggalkan ruangan begitupun aku dengan kedua lelaki menjagaku di sisi kiri dan kanan.

Saat aku sampai di depan sebuah mobil mewah myungsoo membukakan pintu mobil itu untuk ku,aku bisa mendengar 2 pemuda yang ada di samping kanan dan kiri ku menarik napas mereka karena kaget.

“hyung kenapa kau tidak memintaku membukakan pintunya.” Salah satu lelaki tinggi yang ada di sampingku bertanya keheranan.

“sungyeol tak usah banyak bicara,kita tak punya banyak waktu.” Myungsoo berkata dan mendorongku masuk kedalam mobil dengan lembut,Tidak pernah aku di perlakukan seperti ini sepanjang hidupku.

Kedua lelaki itu pun membututi masuk ke dalam mobil sungyeol duduk di kursi kemudi sedangkan lelaki yang satunya lagi duduk di samping nya.

“kemana kita akan pergi?”tanyaku ragu-ragu walaupun aku yakin dari ketiga pria ini sepertinya tidak ada yang tertarik untuk menjawab pertanyaan ku.

“kita kaan pergi kerumahku.”jawab myungsoo dengan datarnya tanpa expressi apapun,sebenarnya siapakah dia? Dia begitu misterius.

“baiklah..”aku membalas.

Selama perjalanan hanya hening yang menemaniku,tak apa lagipula aku tidak tertarik untuk mengobrol dengan ketiga pria misterius ini toh tidak ada untung untuk ku aku melirik kearah jendela mobil di sisiku memandangi jalanan yang ramai.

Beberapa menit kemudian mobil berhenti tepat di hadapan sebuah mansion yang sangat mewah dan besar,aku tidak kaget melihat nya lagipula myungsoo membeliku sebanyak 150 juta won itukan uang yang banyak sekali.

“keluarlah,sunggyu hyung sudah menunggumu.” Myungsoo memerintah dia sepetinya tidak turun dari mobil,aku hanya mengangguk dan membuka pintu mobilku.

Saat aku melangkahkan kakiku keluar dari mobil aku sudah di sabut oleh seorang pelayan. “selamat malam nona lee.” Dia menyapa dan membungkuk dengan hormat kearahku aku membungkuk aku menatap bingung kearah pelayan itu.

“tuan kim sudah menungu anda di ruangan nya,mari.”

Tuan kim?apakah tua kim itu sunggyu hyung yang myungsoo katakan? Aku mengangguk dan mengikuti pelayan itu masuk kedalam mansion yang besar.

Di kiri dan kananku berjajar pelayan yang membungkuk kearahku seakan aku seorang tamu terhormat,di dalam mansion itupun terdapat berbagai barang mewah,lukisan antik dan beberapa perabotan yang mewah penuh dengan ukiran.

Pelayan itu berhenti di hadapan sebuah pintu besar,dia mengetuk pintu itu beberapa kali sampai seseorang di balik pintu itu mengatakan ‘masuk’ pelayan itu membuka pintu perlahan.

“oh ternyata barang yang kupesan sudah datang.” Seru seorang lelaki muda yang duduk di balik meja tersenyum puas melihat kearahku.

“kau boleh pergi.” Suruh lelaki muda itu pada pelayan nya.

“coba kulihat..”sunggyu berjalan kearahku membolak-balik wajahku seperti aku ini seorang manekin yang ada di toko baju ku lepaskan tangan sunggyu dengan paksa dari wajahku namun dia marah dan mendorongku kearah dinding terdekat.

“cantik..”sunggyu bergumam,aku bisa merasakan mata coklat sunggyu meniliti setiap feature dari wajahku.

“namun sayang tidak ada sopan santun..”dia melanjutkan dan mendengus.

“tidak aneh,pelacur seperti mu mana mungkin tahu sopan santun iya kan?” dia menyeringai kearahku.

Emosi sudah menggunduk di dalam hatiku ku tampar dia dengan keras di pipinya meninggalkan bekas merah di pipi mulus nya,dia melirik kearahku balik penuh dengan emosi dia mengengam dagu ku.

“dengar wanita jalang,jika kau ingin selamat lebih baik kau bersikap sopan!” dia berseru membuatku ketakutan matanya sangat tajam melotot kearahku.

“sial..”dia bergumam,saat melihat ku gemetaran dan hampir menangis.

“pergilah,biarkan hankyung menunjukan kamarmu.” Dia memerintah dan duduk di meja kembali.

Aku hanya bisa mengangguk,lagipula aku ingin segera keluar dari ruangan ini aku berbalik beranjak keluar dari ruangan sunggyu.

“tunggu..” dia memanggil membuatku menghentikan langkahku dan melirik kearah nya.

“maaf,aku tidak bermaksud kasar padamu.”

Dia meminta maaf,namun matanya tidak melirik kearahku sedikitpun aku megangguk dan membuka pintu .

Hankyung pelayan sunggyu sepertinya sudah menunggu dari tadi dia tersenyum saat melihatku keluar dari ruangan sunggyu.

“mari nona.” Di berkata menuntunku ke kamarku.

Hankyung kelihatan nya sangat ramah,dia penuh dengan senyuman sepertinya di tidak pernah mengenal rasa sedih dan perih di hidupnya.

“sudah berapa lama kau menjadi pelayan sunggyu.”tanyaku mencoba membuat percakapan singkat dengan nya.

“sekitar 10 tahun,aku kesini saat aku berumur 18 tahun orangtuaku turun menurun melayani keluarga kim.” Dia menjawab.

10 tahun,waktu yang cukup lama dia pasti sudah mengenal luar dan dalam rumah besar yang megah ini tapi aku sangat penasaran mengapa rumah ini begitu sepi sekarang,kami berdua naik ke lantai 2 ternyata lantai 2 lebih luas dai lantai pertama di lantai ini terdapat banyak lorong yang entah kemana tujuan nya,aku belum tahu.

“kemana keluarga kim yang lain nya?” aku kembali bertanya sambil melirik kearah kanan dan kiriku mencoba menghapal jalan yang kulewati.

“oh tuan muda myungsoo dan sungyeol sedang pergi sedangkan tuan muda dongwoo dan howon sedang ada di Vietnam.”

Hankyung sepertinya sedang mencari kamarku,dia membuka beberapa pintu kamar dan menutup nya kembali sampai akhirnya dia berhenti di kamar yang paling ujung lorong.

“ini kamar anda nona,jika anda tidak suka jangan sungkan untuk bicara padaku.” Hankyung tersenyum dan meninggalkanku sendirian di sebuah kamar mewah yang besar.

Aku duduk di ranjang ku merasakan seprei yang begitu lembut menyentuh kulitku,kamar ini sangat mewah sekali jauh dengan kamarku yang ada di rumah bunda minji,aku bangkit dan melihat bayanganku di meja cermin yang terletak tak jauh dari tempat tidurku.

“cantik..”

Suara sunggyu tergiang-ngiang di telingaku,apakah benar aku cantik? Selama ini tidak pernah di hidupku aku merasa cantik,aku selalu merasa kotor,apalagi saat lelaki tua hidung belang menyentuh tubuhku setiap malam aku merasa begitu kotor hingga aku selalu menghabiskan berjam-jam di kamar mandi menghilangkan jejak kotor yang para lelaki itu tinggalkan.

Setelah puas memandangi wajahku,aku melirik kearah balkon kamarku dan membuka pintu yang memisahkan balkon dengan kamarku,saat kubuka pintu itu udara malam menghembus menyentuh kulitku malam ini dingin seperti malam yang lain nya.

Aku berdiri di balkon menyandar ke pagar di pinggir balkon sambil melamun melihat langit hitam seoul,belakangan ini jarag sekali aku melihat bintang menghiasi langit seoul,apakah mungkin karena kota ini penuh dengan dosa dan penderitaan sehingga bintang tidak sudi lagi untuk menerangi langit kota ini?

[flashback]

“umma apakah benar jika kita jatuh cinta kita akan bahagia?” Tanya gadis kecil yang berponi.

“wah pertanyaan yang sangat susah di jawab.” Ibu anak itu tersenyum dan membelai rambut putri satu-satunya itu.

“cinta,cinta itu bukan hanya kebahagiaan saja sunri.” Ibu anak itu berkata membuat anak perempuan kecil nya mengerutkan kening nya bingung.

“lalu cinta itu apa umma?” anak kecil itu kembali bertanya penasaran.

“cinta itu bisa berbentuk penderitaan,penyesalan dan kesedihan sunri tetapi cinta adalah sesuatu yang indah yang membuat manusia bahagia.”

Anak kecil itu mengangguk-angguk seakan dia mengerti dia menanam perkataan ibunya itu dalam-dalam di otak nya meskipun dia sedikit tidak mengerti maksudnya apa.

[end of flashback]

“cinta?huh omong kosong..” sunri mendengus.

Di jalanan selama bertahun-tahun membuka matanya sunri sudah mengenal penderitaan dari kecil dan itu satu-satunya yang dia ketahui penderitaan sunri jarang sekali merasa senang,walaupun terkadang dia tersenyum bersama teman-teman pelacurnya namun sebenarnya hati sunri menangis.

Lagipula apa untung nya menemukan cinta ibu dan ayah sunri saling mencintai namun tetap saja ayah nya kabur pergi meninggalkan mereka berdua untuk hidup senang.

Sunri sudah kehilangan kepercayaan nya tentang cinta,yang dia ketahui ada nafsu birahi alasan kenapa lelaki yang datang ke pub bunda minji menyewa dirinya dan membelikan sunri berbagai barang mewah dan pakaian mahal hanya untuk meniduri dirinya satu malam.

Sunri akhirnya sadar dari lamunan nya saat dia merasakan dingin menusuk kulitnya dia pun berbalik kekamarnya,membuka lemari putih dan sudah mendapatkan baju nya di tata rapi di dalam lemari itu.

Dia mengambil setelan piyama seksinya dan mengganti bajunya bermaksud tidur,namun saat baru saja dia akan tidur seseorang membuka pintu kamar nya.

Seorang lelaki yang tinggi dan berambut pirang datang dan menarik tangan sunri dengan paksa dia kuat sekali sehingga sunri tidak bisa menolak untuk mengikutinya.

“siapa kamu?!”

“kamu tidak usah tahu! Ikut denganku.”

Lelaki itu kelihatan sedang marah,genggaman tangan lelaki itu begitu kasar dan menyakitkan sunri bisa melihat kulit pergelangan tangan nya memerah karena genggaman lelaki asing yang tidak dia kenal ini.

Dia menuruni tangga dengan cepat sunri hampir saja jatuh,lelaki itu berhenti saat dia bertemu dengan sunggyu yang sudah berdiri bersama lelaki berambut hitam di depan pintu mereka kelihatan sedang mengobrol serius.

“150 juta won untuk wanita ini!” Dia membentak dan mendorong sunri kedepan membuatnya tersungkur kelantai.

“HOWON!” sunggyu membentak lelaki pirang itu dan membantu sunri bangkit di rangkul nya sunri dengan lembut.

“hyung apa kau gila?!” howon membentak matanya melotot.

“kamu yang gila! Bagaimana kalau sunri jatuh dan terluka!” sunggyu kembali membentak dengan keras.

“gwenchana?” sunggyu bertanya pada sunri yang gemetaran karena takut melihat howon yang mengamuk.

“lihat apa yang kau lakukan sunri ketakutan.” Sunggyu memarahi howon dan bermaksud untuk membawa sunri ke kamar nya kembali sunri bisa mendengar howon mengerang kesal di belakang nya.

“hyung sebaiknya kau kembalikan pelacur itu.” howon berteriak,sunri bisa merasakan tubuh sunggyu menegang dia mengertakan gigi nya kesal dan berbalik kearah howon yang berdiri di ujung tangga.

PLAKKK…

Sebuah tamparan yang keras mendarat di pipi howon saking keras nya sudut bibir howon berdarah membuat lelaki berambut hitam yang mengobrol dengan sunggyu segera memisahkan sunggyu dan howon mencegah mereka berkelahi.

“dengar howon aku membeli sunri dengan uangku sendiri kau tidak punya hak untuk mengaturku,aku hyung mu!”

“dongwoo bawa dia keluar dari rumah ini jangan biarkan dia kembali sebelum dia belajar sopan santun.” Sunggyu memerintah.

Dongwoo mengangguk dan membawa howon yang masih membantu menundukan kepalanya keluar dari rumah sunggyu,sunggyu berbalik dan menuntun sunri yang masih shock dengan kejadian yang dia lihat.

Sunri tidak menyangka sunggyu akan menampar adik nya untuk membela dirinya,sunri sebenarnya sudah kebal dengan hinaan, howon adalah salah satu dari seribu orang yang menghina nya dia juga hanya menyebutnya pelacur dan kenyataan nya sunri memang benar pelacur.

“terimakasih sunggyu-shi.” Sunri berkata,dia mengakui dia sedikit terharu melihat seseorang membela dirinya karena selama ini dia selalu membela dirinya sendiri.

“jangan panggil aku dengan sebutan shi,aku masih muda bagaimana kalau oppa saja?”

Sunggyu melirik kearah sunri yang sedikit malu-malu dan akhirnya mengangguk.

“sama-sama,lagipula kau milik ku sekarang dan ingat kamu bukan pelacur lagi.” Sunggyu mengingatkan dan membukakan pintu kamar sunri untuk sunri.

“sunggyu-shi maksudku oppa,aku benar-benar minta maaf telah membuatmu dan adik mu bertengkar aku tidak bermak—.” Sebelum sunri bisa menyelesaikan kalimat nya sunggyu meletakan jari telunjuk nya di bibir sunri membuat sunri berhenti berbicara dan menatap sunggyu.

“kau tidak usah minta maaf,howon selalu seperti itu abaikan saja dia dia memang masih kekanak-kanakan.” Sunggyu berkata senyum menghiasai wajah tampan nya.

“baiklah,kalau begitu selamat malam.”

“selamat malam.” Sunggyu membalas dan berbalik menuju kamarnya.

Entah mengapa sunri tidak ingin sunggyu pergi,dia masih merasa bersalah membuat dia menampar adik nya apalagi saat tadi sunri baru kesini dia berpikir kalau sunggyu adalah lelaki brengsek.

“oppa!” sunri memanggil membuat sunggyu membalikan badanya.

Sunri berlari kearah sunggyu dan memeluk sunggyu,sunggyu kelihatan nya sangat kaget namun dia kembali memeluk sunri melingkarkan tangan nya di pingang ramping wanita yang memeluk nya itu.

Sunri melepaskan pelukannya dan mengecup bibir sunggyu sebentar.

“terimakasih sekali lagi.” Sunri tersenyum melihat expressi bingung sunggyu dan berbalik masuk kekamar nya.

Sedangkan sunggyu masih kaget dia mematung sambil menyentuh bibirnya mencoba kembali mengingat sensasi hangat yang dia rasakan saat bibir sunri menyentuh bibirnya.“sunri kau memang aneh….” Sunggyu bergumam dan pergi menuju kamarnya.

To be continue…..

terimakasih yang udah baca dan komen saya sangat menghargai partisipasi kalian

sincerely yours

Seven❤

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

21 thoughts on “This Love [episode 1]

  1. oh Gyu kamu baik banget…
    penasaran, kira2 Sunri mau dijadikan apa ya sama Gyu, sampai2 mau bertengkar dengan Hoya/Howon.
    Lanjuuuut!!!

  2. keren banget …
    tapi kasihan banget sunri dijual belikan kayak gitu😦
    sunggyu oppa baik banget …
    aku ijin baca ne🙂

  3. aih.. itu kenapa berantem?
    walau blm engeh sama ceritanya tp mau lanjut g mau penasaran..wkwkwkwk
    itu cast utamanya sapa y?? soalnya buanyak dan yg paling sering sungyu..
    semangat y ….

  4. astaga, sunnggyu kok jdi baik, bkannya dia gak suka sma sunri??? aq jdi bngung sbnarnya ada hbungan apa antra sunri dan kluarga kim trutama sunggyu….
    lnjut next chapter~

  5. bener deh sunggyu bkn namja brengsek tp buat apa dia membeli sunri????????

    bayangin jd sunri pasti menderita bgt deh. . .
    ngomong2 skrng usia sunri brapa ya thor??

  6. eonni…..i’m back…..pas diawal kirain jahat ehhhh baek banget…tp kok adenya gitu bgt ya…tp keren eon….aku mau lanjut baca lagi ya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s