Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE] The last chapter

[PICTURE] Chapter 14 - horror jaemin yaoi yoosu yunjae indonesia - main story image[ Jaejoong POV]

Perlahan kubuka mataku,pandanganku masih buram aku tidak bisa melihat apapun selain lautan yang gelap.

Entah dimana aku sekarang,aku tidak bisa menemukan junsu ataupun changmin aku benar-benar sendirian.

Aku bangkit dari berdiri melirik kesegala arah yang kutemukan hanyalah sebuah perahu,perahu itu berisikan sebuah tubuh manusia ku perhatikan wajah sosok tubuh itu ternyata di dalam perahu itu adalah tubuh takeshi.

Dia kelihat dengan tenang nya tergeletak didalam perahu itu,wajah nya begitu tenang seakan dia hanya tertidur.

Aku tersenyum memandangi tubuh itu.

“terimakasih…”

Aku bisa mendengar suara takeshi menggema.

“takeshi?”aku mencari sumber suara itu.

“terimakasih aku bisa tenang sekarang..”

Perahu itu mulai bergerak dengan sendirinya menuju lautan gelap di hadapanku,aku membantu mendorong perahu itu.

Seraya dengan menjauh nya perahu takeshi tiba-tiba saja cahaya putih menyilaukan pengelihatanku,aku bisa melihat ratusan atau mungkin ribuan banyangan hitam berjalan menulusuri lautan hitam itu mengikuti perahu takeshi.

Aku hanya bisa terpaku melihat pemandangan itu.

apakah ini yang orang-orang bilang menyemberang ke dunia lain?

Aku tersenyum melihat arwah-arwah itu dengan rapih nya berjajar,mataku melebar saat aku melihat sosok yang sangat familiar bagiku diantara jajaran arwah itu begitu familiar membuatku tidak percaya aku melihat dia kembali sosok itu adalah yunho.

“YUNHO!!! YUNHO!!”

Aku berlari kearah lautan gelap di hadapanku berharap.

“YUNHO JANGAN PERGI!.” Aku menjerit sekuat tenaga.

Sosok yunho menjauh dariku,aku berlari sekuat tenaga namun air menghambatku untuk berlari.

“YUNHO!aku mohon jangan tinggalkan aku..maafkan aku yunho!” aku memanggilnya untuk terakhir kali,airmata sudah mulai membasahi pipiku.

Aku menangis tersedu-sedu sampai akhirnya aku bisa merasakan sepasang tangan besar yang hangat memeluk tubuhku yang dingin.

“shuutt jaejoong aku disini.”

Aku mendongak melihat sosok yunho ada di hadapanku.

“yunho..aku,maafkan aku..”aku menangis di dalam pelukan nya.

“aku tahu,tolong jangan menangis.” Dia mengusap kepalaku.

Airmataku tak bisa ku bendung lagi,aku menangis sejadi-jadinya.

“yunho..tolong jangan tinggalkan aku.” Aku memohon menatap ,kearah mata coklat nya.

Yunho hanya tersenyum dan menyeka airmataku.

“yunho ayo kembali,kita pulang..pulang kerumah kita.”aku tersenyum meletakan tanganku di pipinya.

Namun yunho tidak menjawabku dia hanya mengelengkan kepalanya.

“aku tidak bisa..”dia berkata membuatku kaget.

“mengapa?apa kau tidak mencintaiku lagi?”Tanya ku.

Yunho mengelengkan kepalanya.

“aku mencintai mu jaejoong,sangat mencintaimu.”yunho mendekatkan dahinya ke dahiku.

Aku bahagia sekali bisa kembali merasakan hangat tubuh yunho,napas yunho menyapa kulit putihku yang sudah kedinginan.

“kalau kau tidak bisa pulang..bawalah aku dengan mu.”kataku.

“tidak,jaejoong aku membutuhkan mu untuk hidup.”

“apa maksudmu?”aku mengerutkan keningku.

“kita sudah ada di dunia yang berbeda jaejoong.”

“tidak..tidak kau bercandakan?kau masih hidup aku,aku bisa merasakan napasmu..tubuhmu.” ku raba tubuh yunho yang ada di dekatku.

“maafkan aku jaejoong,aku tidak bisa pulang.”yunho menatapku,aku bisa melihat dia menahan airmatanya.

“kau..kau bohongkan?”ku tatap matanya mencari kebenaran.

Yunho mengelengkan kepalanya.

“ini kenyataan,jaejoong.”

Aku hanya bisa terdiam,aku masih tidak bisa mempercayai semua ini,yunholah satu-satunya orang yang ku miliki di dunia ini dan dia kan pergi begitu saja?

“maafkan aku.”yunho memeluk tubuhku,aku hanya bisa menangis di pelukan nya.

Beberapa menit kemudian dia melepaskan pelukan nya,dia mengangkat dagu ku sehingga bibirnya menyentuh bibirku.

Bibirnya terasa begitu hangat menyentuh bibirku,aku merindukan perasaan ini… aku merindukan kehangatan yunho, di tengah ciuman kami aku menangis membuat bibirku bergetar yunho memeluk tubuhku dengan eratnya. dia meletakan tangan nya di belakang kepalaku membuat ciuman kami semakin dalam,sampai akhirnya yunho melepaskan ciuman kami.

“maafkan aku,aku mencintaimu.” Aku bisa melihat yunho menitikan airmatanya nya,dia mencium bibirku untuk terakhir kalinya dan berbalik menggikuti arwah lain yang sudah berbaris menuju dunia mereka yang baru..dunia akhirat.

Untuk beberapa saat kegelapan lah yang menyelimutiku,membuat semakin putus asa sampai akhirnya ada secercah cahaya yang begitu menyilaukan menyapaku.

[changmin POV]

“arghhh….” Aku mengerang merasakan sakit yang dahsyat di bagian lenganku.

“dimana aku?” aku melirik kesekitarku,tidak ada siapa-siapa di sampingku hanya aku sendiri.

Aku bangkit dan mencari sosok jaejoong atau junsu,tapi hasilnya nihil yang kutemukan hanya lautan gelap.

“changmin..”seorang wanita berdiri di hadapanku,waniat itu adalah sun young betapa kaget nya aku melihat dia tersenyum.

“sun young?” aku menatap nya dengan tidak percaya,seakan aku melihat hantu.

“changmin…” sunyoung tersenyum padaku,bibirnya tersenyum namun aku bisa melihat air mata mulai mengumpul di sudut matanya.

“sun young!.”aku segera berlari untuk memeluk nya.

“sun young,aku sangat merindukanmu..”ku peluk erat tubuh sun young,aku bisa merasakan tangan sun young memeluk pungungku.

“kau tahu betapa aku cemas dan khawatir?! Aku tidak bisa tidur memikirkan mu setiap malam!” ujarku.

Aku bisa mendengar sun young tertawa membuatku melepaskan pelukan darinya.

“mianhe..”dia berkata,matanya menatap kearahku.

“gwenchana,yang penting kau sudah ada disini sekarang.”kataku tersenyum.

Entah mengapa sepertinya sun young kelihatan sangat sedih,bukankah seharusnya dia bahagia?!

“ada apa sun young,kau kelihatan sedih?” ke elus pipi sun young.

“changmin…maafkan aku,aku tidak bisa bersama mu lagi.”suara sun young terdengar gemetaran.

“wae?” aku bertanya penuh dengan kebingungan.

apa maksud dia dengan dia tidak bersama ku lagi?

“kau tidak membutuhkan ku lagi changmin.”sun young berkata,membuatku semakin bingung.

“maksud mu?” tanyaku.

Sun young tersenyum dan berbalik kearah belakang nya,aku bisa melihat sosok jaejoong berdiri di belakang sun young.

“jaejoong?!apa yang kau lakukan disini?”tanyaku.

Sun young meraih tanganku dan tangan jaejoong,dan menyatukan kedua tangan kami.

“kalian telah di takdirkan untuk bersama.” Sun young berkata tersenyum kearahku lalu kearah jaejoong.

Entah mengapa jaejoong terlihat begitu cantik saat ini walaupun matanya bengkak mungkin dia juga menangis.

“changmin lupakanlah aku,jalani hidupmu bersama jaejoong.”sun young melepaskan tanga nya dari kedua tangan kami.

“sudah waktunya aku pergi.” Sun young melirik kearah kumpulan arwah-arwah yang sudah berkumpul di seberang lautan gelap di hadapan kami.

“aku harap kalian bahagia..terutama kau changmin,kau benar-benar layak untuk bahagia.”

Dengan kata-kata terakhirnya sun young menghilang dari hadapan kami,untuk beberapa saat aku dan jaejoong hanya saling memandang.

“aku rasa ini takdir.”jaejoong memecahkan hening diantara kami.

“yah,aku rasa begitu.”aku mengangguk.

Tak lama,setelah berbincang kami berdua bisa melihat sebuah cahaya muncul di hadapan kami.

“aku rasa itu jalan pulang kita.”jaejoong berkata.

“mari kita pulang.”aku menarik tangan jaejoong,kami menembus cahaya itu sambil berpegangan tangan menunggu masa depan yang akan datang.

Aku tahu hari-hari ku akan berbeda bila bersama jaejoong

[Yoochun POV]

“hyung..” aku bisa mendengar yoohwan memanggilku,walaupun berat ku coba untuk membuka mataku.

Ternyata benar,yoohwan sudah ada di sampingku duduk dia tersenyum lebar sudah lama aku tidak melihat senyum itu.

“yoohwan?”aku mengesek mataku,karena pandanganku msih buram.

“iya hyung,ini aku apa kau sudah lupa padaku?”Tanya yoohwan.

“aniya..aku hanya meyakinkan.”kataku tersenyum bangkit dari posisi terbaringku.

“ah..hyung sudah lama sekali kita tidak mengobrol seperti ini.”yoohwan menatap kearah lautan gelap yang ada di hadapan kami.

“sebenarnya kita dimana yoohwan?”tanyaku kebingungan melirik kesekitarku.

“kau tak perlu tahu hyung.” Yoohwan menjawab singkat.

“wae?apakah kau menculik ku?”aku bercanda membuat yoohwan tertawa.

“bisa di bilang begitu.” Dia berkata,senyum masih terpampang di wajahnya.

Namun setelah beberapa saat senyum itu berubah menjadi expressi yang sedih.

“hyung,aku ingin kau ikut denganku.”yoohwan bangkit dari duduknya.

“apa ini sudah waktunya?” aku bertanya lagi sambil bangkit dari duduk ku dan berdiri di hadapan yoohwan.

Yoohwan mengangguk dan mengulurkan tangannya padaku.

“iya hyung,sudah saat nya kita akan berkumpul bersama ayah disana.” Yoohwan menunjuka kearah seberang lautan gelap yang ada di hadapan kami.

Kembali berkumpul bersama ayah..betapa bahagianya aku tapi apakah ini yang terbaik?bagaimana dengan ibu?

“ayo hyung..”yoohwan mengajak.

Walaupun ragu ku gapai tangan yoohwan,kamipun mulai berjalan menulusuri lautan itu begitu aneh kaki kami tidak tenggelam kedalam lautan itu.

Untuk beberapa saat hanya hening yang menemani ku dan yoohwan,aku bisa melihat begitu banyak antrian arwah yang sepertinya sama tujuan nya dengan kami.

“YOOCHUN!!”

Aku bisa mendengar namaku di panggil oleh seseorang,aku hendak berbalik mencari sososk yang memanggil namaku namun yoohwan menahanku.

“jangan berbalik hyung,ini sudah saat nya.” Yoohwan menarik,akupun melanjutkan perjalanan bersama yoohwan.

“Yoochun jangan pergi!!!” lagi-lagi suara itu terdengar.

“jangan di dengar hyung,kita sudah tak punya waktu lagi.”kata yoohwan,pada awalnya aku hanya mengangguk dan menuruti yoohwan.

“Yoochun!!! Aku mohon,yoochun jangan pergi!”

Aku semakin penasaran,akhirnya melirik kearah sumber suara itu ternyata junsu lah yang memanggilku,dia sudah ada di laut aku bisa melihat airmata nya mengalir membasahi pipi nya.

“yoochun aku mohon…” junsu menatap kearahku,dia masih menangis.

“hyung,kita akan terlambat.”yoohwan menarik lenganku namun entah mengapa aku tidak bisa meninggalkan junsu.

Kutatap junsu dia menangis dan mengelengkan kepalanya seakan dia mengatakan jangan pergi.

“aku…aku rasa aku tidak bisa.” Kataku aku melangkan mendekat kearah junsu.

“hyung apa kau yakin?ayah menungguku kita hyung.”yoohwan mengingatkanku.

“ya,aku tahu yoohwan tapi…” suaraku melemah untuk sekejap ku tatap junsu.

“aku tidak bisa meninggalkan junsu.” Aku melanjutkan.

“apakah kau menyukainya hyung?”Tanya yoohwan.

“aku rasa begitu.”aku tersenyum baru menyadarinya,mataku tidak pernah bisa terlepas dari sosok junsu.

“apa boleh buat..”yoohwan melepaskan gengaman nya.

“pergilah,kejar cintamu dan berbahagialah.”yoohwan berkata.

“apa kau tidak apa-apa?”tanyaku.

“tenang saja,aku sudah besar aku bisa menyembrang sendirian.” Yoohwan menepuk bahuku.

“sampaikan salamku pada ayah.”kataku sebelum berlari menuju junsu.

“tenang saja hyung,aku dan ayah akan selalu ada di sisimu.”

[Junsu POV]

Aku tertunduk menangis,begitu berat rasanya melihat kepergian yoochun aku bahkan tidak  mempunyai kesempatan untuk mengucapkan selamat tinggal padanya,ini tidak adil bagiku setidaknya aku ingin mengucapkan selamat tinggal.

“jadi kenapa kau menangis?” aku bisa mendengar suara yoochun.

“yoochun!.”aku mendongak dan mendapati yoochun berdiri di hadapanku dengan senyum lebar di bibirnya.

“apa kau akan begitu sedih nya jika aku tinggalkan?”dia brtanya sambil mengancak-ngacak rambutku.

“aku..tentu saja! Aku akan sedih jika kau tiba-tiba saja meninggalkanku!”aku berkata membuat yoochun tersenyum.

“baiklah kalau begitu,sebaiknya kita pulang bersama.” Yoochun menggengam tanganku.

“kau ingin kita pulang bersama?”tanyaku.

“tentu saja pabo!” yoochun mengandeng tanganku menuju daratan menembus sebuah cahaya yang sudah berada di hadapan kami.

Aku tahu,yoochun tidak akan meninggalkanku begitu saja.

2 tahun kemudian  …..

“shim changmin.” Lelaki paruh baya yang berdiri di hadapan ratusan atau mungkin ribuan orang yang menghadiri acara wisuda memangil nama itu.

Changmin segera bangkit dari duduk nya,jaejoong kekasih nya segera bertepuk tangan bangga kekasihnya itu mendapatkan nilai coumlaude padahal jurusan yang dia ambil adalah jurusan kedokteran yang rata-rata orang anggap susah.

“selamat..”lelaki tua itu menjabat tangan changmin.

Dengan bangga nya changmin menerima penghargaan yang di berikan padanya,sebelum dia akhirnya berpidato.

“ehem..pertama-tama saya ingin berterimakasih kepada orang-orang yang sudah mendukung saya sehingga saya mendapatkan nilai coumlaude ini,terutama kim jaejoong.”dia menunjuk kearah kekasih nya yang tersipu malu karena sekarang semua mata tertuju padanya.

Diapun akhirnya melanjutkan pidatonya,sampai akhirnya dia selesai dan pergi menuju kekasih nya menarik tangan kekasih nya itu untuk menjauh dari keramaian.

“changmin kita akan pergi kemana?”Tanya jaejoong,changmin tidak menjawab dia membawa jaejoong ketempat parkiran mobil dan menyuruh kekasih nya itu masuk kedlam mobil nya.

“aku ingin hadiah atas nilai coumlaude ku.”changmin menjawab sambil menyeringai.

~~~~~

Changmin menutup pintu apartemennya dan menguncinya,tidak ragu dia segera mendorong jaejoong ke tembok terdekat membuat lelaki itu terkejut luar biasa.

“kau tahu..”changmin berbisik ketelinga jaejoong, membuat tubuh jaejoong gemetar.

“aku sudah lama ingin melakukan ini.”dia melanjutkan dan mengigit lembut telinga jaejoong membuat jaejoong melenguh penuh nikmat.

“ah..changmin..” jaejoong meremas bahu changmin.

“emh?” changmin merespon namun bibirnya masih anteng menciumi leher jaejoong yang putih mulus.

“tak..tak usah buru-buru.”jaejoong berkata sambil terengah-engah.

Changmin tidak menjawab, dia malah mencium bibir kekasih nya itu dalam-dalam tangan jaejoong meremas rambut changmin dengan gemasnya.

Changmin menjilat bibir bawah jaejoong,membuat jaejoong membuka mulutnya membiarkan lidah changmin berdansa di dalam mulutnya dan menjelajahi mulutnya.

“jae..”changmin akhirnya melepaskan ciuman nya,Tangan nya mulai menjelajahi tubuh dan  dada bidang jaejoong dan memainkan puting nya.

“changmin-ah..”jaejoong melenguh lagi,nafas hangat nya mengelitik leher dan telinga changmin.

“jaejoong..aku mencintaimu.”sekali lagi changmin mencium jaejoong,jaejoong melingkarkan tangan nya pada leher changmin.

Tak lama kemudian, tangan jaejoong dengan nakal nya meraba kearah abs changmin turun menuju selangkangan changmin mencoba membuka kancing celananya.

Changmin pun mengangkat jaejoong sehingga jaejoong melingkarkan kakinya di pingang changmin,tangan nya dia biarkan meremas-remas bokong jaejoong.

Jaejoong segera melepaskan celana changmin,dia menunduk mendapati penis changmin yang sudah keras dan berdiri.

“sepertinya seseorang sudah tidak sabar lagi..”jaejoong menggoda,membuat changmin tersenyum malu.

“iya,bagaimana aku bisa sabar aku tidak menyentuh mu selama 1 bulan lebih jae.” Changmin berkata dan mengendong jaejong ke kamar mereka.

[yoochun POV]

“ah..ah..yoochun,tidak jangan..pelan-pelan.” Junsu mengigit bibirnya.

“tenang saja,aku pasti akan pelan-pelan.”yoochun mengedipkan matanya.

Dengan pelan nya yoochun memasangkan plester di kaki junsu yang terluka.

“sudah kubilangkan kau harus hati-hati.”yoochun yang sudah beres menempelkan plester di kaki junsu segera bangkit berdiri dan mencium dahi junsu.

“habis,kau mengayuh sepedanya cepat-cepat aku kan tidak mau kalah.”tutur junsu dia cemberut.

“kau bisa bilangkan untuk pelan-pelan.”yoochun berkata dan duduk di samping junsu.

“aku sudah bilangkan aku tidak mau kalah..”junsu semakin manyun.

“kau tak usah takut kalah,inikan bukan lomba.”yoochun tertawa melihat tingkah junsu yang lucu.

Mendengar yoochun tertawa junsu malah marah dia memalingkan wajah nya dari yoochun.

“omo…apa kekasih ku ini marah?”yoochun menggoda,junsu ingin sekali tertawa saat yoochun memanggilnya dengan sebutan ‘kekasih’ namun dia menahannya.

“wae?kenapa kau marah.”yoochun mendekatkan wajah nya pada junsu memasang expressi lucu.

“junsu-ah,jangan marah..”yoochun cemberut dan menyender di bahu junsu.

Junsu sudah tidak tahan lagi ingin tertawa,sampai akhirnya dia pun menyerah dan tertawa terbahak-bahak.

“yoochun..kau lucu sekali.” Junsu memuji di tengah-tengah tawanya membuat yoochun mencubit pipi junsu.

“aww sakit pabo!” junsu memukul tangan yoochun.

Yoochun hanya tersenyum,untu beberapa saat hanya hening yang menemani mereka.kebetulan keadaan taman saat itu sangat sepi hanya ada beberapa orang yang sedang sibuk membaca buku dan membawa anjing mereka berjalan-jalan.

“junsu..”panggil yoochun membuat junsu melirik kearah yoochun,namun dia sangat kaget Karen yoochun tiba-tiba saja mencium nya.

“yah!Micheosseo!” junsu mendorong yoochun menjauh.

“kenapa?kau suka kan?”Tanya yoochun mencoba mencium junsu lagi.

“kita ada di luar!”junsu berbisik.

“biarkan saja,mereka sedang sibuk dengan aktivitas mereka masing-masing.”yoochun beralasan dan memeluk tubuh junsu.

“tidak yoochun,kau ini sebaiknya kita pulang dulu..”junsu berkata dan mencoba melepaskan diri dari pelukan yoochun.

“kalau begitu ayo kita pulang..”yoochun bangkit dari duduknya dan menarik junsu.

“aish..kau ini!”junsu memukul bahu yoochun dan mereka berduapun tertawa berjalan menuju apartemen mereka.

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

“changmin,jaejoong!” junsu melambaikan tangan nya kearah 2 lelaki yang sedang berjalan memasuki sebuah restoran tradisional, mereka tiba disana hampir bersamaan.

“junsu..yoochun!”jaejoong tersenyum melihat sosok kedua sahabatnya itu.

Tak lama setelah bertemu mereka segera menyapa satu sama lain,seperti biasa yoochun setia mendampingi kekasih nya junsu kemanapun dia pergi.

“kebetulan sekali kita bertemu disini.”kata changmin tersenyum kearah junsu dan yoochun.

“iya,tadi junsu bilang dia ingin makan kimchi jadi aku mengajaknya kesini.”yoochun berkata sambil melingkarkan tangan nya di bahu junsu.

“omo..kalian mesra sekali.” Puji jaejoong membuat yoochun dan junsu tersipu malu.

Changmin yang mendengar pujian jaejoong segera meraih tangan nya jaejoong dan menggengam nya.

“apakah kita kurang mesra jaejoongie?”Tanya changmin,ini pertama kali nya jaejoong mendengar changmin memanggil dia dengan nama panggilan.

Yoochun dan junsu malah tertawa melihat tingkah changmin yang berusaha mesra mereka tertawa terpingkal-pingkal sedangkan jaejoong hanya tersipu malu,pipi putih nya bersemu merah sekarang.

“oh,melihat kalian memang menyenangkan.”kata junsu menahan tawanya.

“baiklah,sebaikbaiknya kita masuk.”yoochun membukakan pintu restoran untuk ketiga orang yang berdiri di sampingnya.

Jaejoong,junsu dan changminpun masuk kedalam restoran tawa dan senyuman masih terpasang di wajah mereka.

Kebahagiaan tidak datang secara tiba-tiba tetapi apabila kita mencarinya kita pasti menemukan nya.

THE END….

~~~~~~~~~~~~

sebelum bener-bener menghilang cuman pengen kalian tahu aja

terimakasih atas comment dan dukungan nya selama ini

tanpa kalian aku gak akan pernah bisa menyelesaikan cerita ini

tolong terus dukung aku dengan membaca cerita ku yang lain nya

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s