Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE] CHAPTER 12

[PICTURE] Chapter 13 - horror jaemin yaoi yoosu yunjae indonesia - main story image

[Changmin]

Semakin dalam kami menulusuri lorong itu,semakin jelas kami bisa mendengar suara jeritan seorang perempuan.

“kau bisa mendengar itu?”tanyaku.

Jaejoong dan junsu menganguk.

“yah itu suara jeritan wanita.” Jaejoong menjelaskan.

“ini tidak bagus,sebaiknya kita pulang lagi saja.”kata junsu,dia sudah gemetaran memegang tangan jaejoong.

“tidak junsu,kita sudah jauh berjalan aku tidakmau kembali.”kata changmin.

“tapi changmin apa kau tidak takut dengan suara-suara itu?”Tanya junsu.

“tidak,ayo lanjutkan.”changmin melanjutkan langkah nya.

Untuk beberapa saat jeritan itu berhenti berganti menjadi suara paku yang di ketuk-ketukan ke dinding, seakan seseorang sedang memaku sesuatu kedinding.

Semakin kami mendekat,semakin jelas suara itu.suara itu berasal dari salah satu ruangan di ujung lorong.

“changmin kita harus bagaimana?”Tanya jaejoong.

Aku hanya bisa menelan ludahku mencoba memberanikan diri untuk mengintip dari sela kecil pintu itu.

Aku bisa melihat seorang wanita di paku tangan dan kaki nya di sebuah tembok.

“ada seorang wanita yang di paku kaki dan tangan nya.”kataku membuat jaejoong dan junsu mengernyit.

“huh?kenapa wanita itu di paku?”Tanya junsu.

“entahlah.”kataku.

Kreeeek..

Pintu ruangan itu terbuka mengexpose tubuh wanita itu.

“tolong aku..aku..”

Wanita itu meronta membuat ku merasa iba terhadapnya.

“kita harus menolong nya.”kataku namun sepertinya jaejoong dan junsu tidak setuju.

“tidak changmin,apa kau gila?wanita itu mungkin saja hantu.” Jaejoong berkata.

“aku mohon..tolong aku..”

Wanita itu meronta-ronta,airmatanya meluncur membasahi pipinya,entah mengapa wanita itu mengingatkan pada sun young,bagaimana bila sun young lah yang ada di posisi wanita itu?terperangkap dengan paku yang menancap di kaki dan lengan nya.

“aku mohon,aku mohon tolonglah aku..”

Wanita itu meronta berkali-kali membuat semakin iba padanya, namun jaejoong dan junsu bersih keras untuk tidak menolong nya.

“aku akan menolong nya..”aku berlari masuk keruangan itu.

“changmin!”aku bisa mendengar jaejoong dan junsu memanggilku namun ku abaikan mereka.

Dengan perlahan aku melangkah kearah wanita itu,aku berjalan terus sampai tiba-tiba sebuah tangan menarik kakiku.

“changmin!”jaejoong berteriak.

Aku melirik kearah tangan itu,tangan itu begitu kuat mencengkram kakiku.aku mencoba melepaskan kakiku dari gengaman tangan itu.

“changmin di belakangmu!” junsu memperingati.

Aku menoleh dan melihat seorang Hantu anak kecil membawa paku besar mencoba menusukan paku itu padaku,aku segera menunduk menghindari paku itu.

Tangan itu masih kuat memegangi kakiku,aku mencari solusi yang mungkin bisa menyelamatkan ku dari situasi ini.

Hantu Anak kecil it terus melayang kearahku mencoba untuk menusuk ku dengan paku yang ada di tangan nya.

Saat aku mencoba untu menghindar untuk yang kedua kalinya,kamera yang ada di saku ku jatuh melihat kamera itu mengingatkan ku bahwa hantu membenci cahaya flash dari kamera itu.

Aku mencoba mencapai kamera itu,namun kamera itu terlalu jauh.

“kau harus mati..”

Anak kecil itu berbisik,dia mengangkat tangan nya bersiap menancapkan paku yang di pegang kearahku.

Dengan susah payah nya ku tarik kamera yang ada di smapingku dan segera memotret anak kecil itu membuat hantu anak kecil itu menjauh dariku dan menutup matanya.

“ARGHH mataku!!.”

Hantu anak kecil itu menjerit dia menjatuhkan paku itu dari tangan nya,tangan yang mencengkam kaki ku pun menghilang entah kemana.

Aku segera bangkit dan mengambil paku itu,lalu ku tusukan paku itu kedada anak kecil itu membuat anak kecil itu menjerit dan menghilang.

Aku menghela napasku..mencoba untu menenangkan diriku,aku bis amerasakan kaki dan tanganku masih gemetaran.

Jaejoong dan junsu berlari kearahku.

“gwencahana?” jaejoong bertanya padaku.

“em..gwenchanayo.”aku menjawab.

“kau benar-benar berani changmin!.”junsu memuji.

Aku mengangguk mengingat adaseorang wanita yang harus ku selamatkan,aku melirik kebelakang wanita itu masih menunduk,wajah nya tertutupi oleh rambut hitam nya.

Aku bangkit dari duduk ku,berjalan kearah wanita itu.

“tidak!tidak! jangan mendekat…”

Wanita itu berkata membuatku berhenti melangkahkan kakiku.

“kenapa?” tanyaku,bukankah kau dia ingin aku untu menolongnya tadi.

“daijobu,atashi..daijobu gomen…”

Wanita itu berbicara bahasa jepang,kebetulan changmin sangat bisa berbahasa jepang dia sedikit mengerti apa yang di maksud wanita itu.

“anata wa dare desuka?” aku bertanya.

Dia mengangkat kepalanya menatap kearahku.

“tsuki..watashi wa tsuki desu.”dia menjawab.

“tsuki-san,tolonglah ijinkan aku untu menolongmu.” Aku berkata membuat tsuki tersenyum.

“arigatoo,changmin-san tapi aku takut aku akan menyakitimu.” Tsuki kelihatan khawatir.

“kau tidak akan menyakitiku percayalah.”aku melangkah mantap menuju wanita itu.

Saatku ku pegang paku di lengan tsuki paku itu menancap dengan keras nya,sangat sukar bagiku untuk melepaskan paku itu.

“changmin-san,aku rasa semua nya sia-sia tidak ada orang yang dapat menyelematkanku.”tsuki berkata.

“tidak tsuki-san,aku akan menyelematkanmu.” Aku mencoba mencabut lagi paku itu,namun usahaku sia-sia.

“biar kucoba.”junsu berseru.

“kau yakin junsu?”Tanya jaejoong.

“yah,akulah satu-satunya yang belum mencabut paku.”kata junsu,dia berjalan kearah tsuki.

Junsu menghela napasnya sebelum menyentuh paku itu,tsuki hanya melirik kearah junsu menatap nya dengan penuh harapan.

Dengan perlahan junsu menyentuh paku di lengan kanan tsuki,tak di sangka saat tangan junsu menyentuh paku itu paku itu bercahaya.

“kau..kau memiliki kekuatan yang dahsyat.”tsuki memuji dia masih menatap kearah paku yang bersinar di tangan nya.

Junsu sendiripun sepertinya sangat kaget dengan apa yang dia lihat,Dengan mudahnya dia melepaskan paku-paku yang menancap di tangan dan kaki tsuki.

Luka tsuki dengan cepatnya sembuh saat cahaya dari tangan junsu menyentuh kulit pucatnya.

Setelah tsuki sepenuhnya terbebas dari paku-paku itu,dia segera menunduk berterima kasih pada junsu.

“arigatoo junsu-san.”dengan ramah nya dia menunduk.

“ah..itu bukan apa-apa,sama-sama.”junsu tersenyum malu.

“untuk membayar kebaikan kalian,ijinkanlah aku menolong kalian.”kata tsuki.

Jaejoong yang berdiri di belakang segera menghampiri aku dan junsu.

“benarkah tsuki-san?”jaejoong muncul dari belakang ku.

“iya,tolong peganglah tanganku.”

Tsuki menghadapkan tangan nya kedepan kami.

Aku,junsu dan jaejoong pun serempak memegang tangan tsuki dan tiba-tiba semua di sekitar kami menjadi putih dan menyilaukan membuatku menutup mataku.

[yoochun POV]

“ha..ha..ha..ha..”aku berlari terus entah kemana lagi aku harus pergi,aku sendirian sekarang entah apa yang terjadi pada yunho.

Aku melirik kearah pintu-pintu yang besar di samping dan depanku,begitu banyak pintu sehingga aku tidak tahu kemana aku harus masuk.

Aku memutuskan untuk masuk kearah pintu yang ada di depanku,saatku buka pintu itu aku bisa melihat mayat seorang lelaki yang di ikat oleh tali dalam posisi salib.

Aku mengernyit,apakah mungkin lelaki ini adalah tuan hashimoto?

Aku berjalan menghampiri mayat itu,namun tiba-tiba saja sesuatu mendorongku sehingga aku membentur tembok.

“argh…”aku mengerang,merasakan sakit yang dahsyat di dadaku.

Kupengang dadaku,aku bisa merasakan cairan kental menodai tanganku saat kulihat tanganku ternyata darahlah yang kudapati.

Aku menekan luka di dadaku agar darah itu berhenti mengalir,aku mendongak melihat sosok lelaki membawa pedang menatapku dengan penuh kebencian.

Lelaki itu menggunakan pakaian yang sama seperti pakaian hantu pendeta yang aku temui tadi.

Aku bangkit,kupengang buku tua yang dari tadi ku bawa,buku inilah satu-satu nya yang bisa menyelamatkan ku.

Lelaki itu melangkah maju menggesekan samurainya kelantai,aku bisa melihat betapa tajam nya samurai itu.

Aku melangkah mundur menjauh sampai aku merasakan tembok menyentuh pungungku.

Aku hanya bisa menelan ludah,entah apa yang akan terjadi lagi sekarang…aku sudah pasrah,apapun yang terjadi aku akan meneriman nya.

Hantu it uerus berjalan mendekati ku,dia sudah bersiap untuk mengayunkan pedang nya kearahku,namun sebelum pedang nya menyentuh tubuhku aku segera membuka buku tua itu.

Hantu lelaki itu itu tidak ragu mengarahkan pedang samurainya kearahku berlari berniat itu menusukan pedang samurainya itu ketubuhku.

Tak kusangka saat pedang lelaki itu menyentuh buku tua yang ku pegang, pedang itu tersedot kedalam buku tua,lelaki itu mencoba menjauh namun diapun tersedot kedalam buku itu pula.

Setelah tubuhnya sepenuh nya masuk kedalam buku tua itu,aku segera menghela napas dan menjatuhkan buku itu kelantai aku bisa merasakan tangan dan kakiku gemetaran.

Rasa perih yang dahsyat membuatku menderita,aku bisa melihat luka yang menganga di dadaku,sebentar lagi aku mungkin mati karena kehabisan darah.

Aku melangkah dengan susah payah nya kearah mayat tuan hashimoto,kuraba-raba tubuh nya mencari paku yang tertancap di tubuhnya.

Pengelihatanku sudah mulai buram,akupun tidak yakin bisa mencabut paku yang ada di tubuh tuan hashimoto.

Setelah beberapa menit mencari,kutemukan paku di dada kanan tuan hashimoto,dengan tenaga terakhirku kutarik paku itu dari dadanya.

Setelah berhasil mencabut paku itu,kujatuhkan tubuhku yang lemas kelantai mataku sudah tak kuat lagi untuk kubuka semua di sekelilingku akhirnya berubah menjadi gelap.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s