Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE]chapter 9

JANGAN LUPA KOMEN NYA

DON’T BE A SILENT READER!!

~FLASHBACK~

“dasar anak bodoh!” tuan hashimoto sudah tidak ragu-ragu lagi memukul anak nya takeshi.

“maafkan aku otosan.” Takeshi segera menunduk,meminta maaf pada sang ayah yang terlihat sangat marah.

“nilai mu turun lagi! Apa sebenarnya yang kau lakukan seharian?!” tuan hashimoto  marah.

“gomenasai..” itulah satu-satu nya kata yang bisa takeshi katakan,air mata nya hampir saja menitik jatuh dari mata coklat bulat nya.

“percuma kau meminta maaf,nilai mu tidak akan membaik dengan meminta maaf.” Tuan hashimoto membantingkan rapot takeshi.

“keluarlah sekarang,aku tidak ingin melihat wajahmu lagi.”

Dengan segera takeshi keluar dari ruangan kerja ayah nya,airmatanya membasahi pipi putih nya yang merah karena di pukul oleh ayah nya.

“takeshi,kau jangan menangis.” Ibunya,nyonya hashimoto.seperti biasanya memeluk anak lelaki nya itu dengan penuh kasih sayang.

“okasan,mengapa otosan begitu kejam padaku.” Takeshi menangis di pangkuan sang ibu.

“takeshi,ayahmu menginnginkan yang terbaik untuk.sebaik nya kau pergi keatas dan belajar yah?”

Walaupun terpaksa takeshi akhirnya pergi kelantai 2 menuju kamar nya.

Hari ini masih seperti hari biasanya,kakak perempuan nya Tsuki sedang sibuk merangkai bunga di ruang tengah.

“onee-chan..apa kau bisa membantuku mengerjakan PR ku?”takeshi bertanya manja pada kakak perempuan nya itu.

“yah,tentu saja.”tsuki tersenyum,berhenti menggunting daun-daun.

“arigatoo.”takeshi tersenyum riang dan membawa buku nya ke kamar nya.

“Yah!buka pintu rumahmu!!”

sebelum takeshi bisa mencapai kamar nya,takeshi bisa mendengar suara lelaki yang mendobrak pintu rumah mereka, membuat tsuki keluar dari ruang tengah dan segera menengok kebawah.

Dibawah sudah ada banyak orang berkumpul mereka kelihatan nya marah.

“apa-apaan ini?!”tuan hashimoto datang menghadang warga yang marah,namun seorang lelaki segera memukul tuan hashimoto membuat nya jatuh ke lantai.

“ha..”tsuki kaget menutup mulut nya agar tidak berteriak,takeshi hanya memandangi kakak perempuan nya itu dengan heran.

“takeshi ayo,pergi.”tsuki menuntun adik lelakinya itu menuju kamarnya.

Nyonya hashimoto yang sedang memasak di dapur segera pergi menuju pintu utama, melihat suami nya tersungkur di lantai dia segera menolong nya.

“sebenarnya apa yang terjadi?”nyonya hashimoto bertanya.

“kami ingin bebas dari perbudakan kalian!”salah seorang lelaki berseru.

“negara kalian sudah kalah,saat nya bagi kami untuk merdeka!”lelaki lain berseru.

Warga yang sedang mengamuk itu tidak segan-segan segera menyeret tuan hashimoto dan nyonya hashimoto.

Tsuki dan takeshi yang mendengar jeritan orang tua mereka terperanjat.

“onee-chan apa yang terjadi?”takeshi bertanya pada kakak perempuan nya itu.

“entahlah takeshi..”tsuki kelihatan gelisah.

“onee-chan bagaimana ini?” takeshi menjadi ikut gelisah,dia bersembunyi dalam pelukan kakak perempuan nya itu.

“tenanglah takeshi,kau sembunyi di bawah ranjang kakak akan melihat keadaan dulu.”

tsuki melepaskan pelukan nya dari ubuh mungil adik nya itu,diapun keluar dari kamar nya menuju keluar melihat keadaan.

Takeshi kecil gemetaran ketakutan dia bersembunyi di bawah ranjang kakak nya.napas nya berat keringat mulai bercucuran dari dahi putih nya terkadang dia menyeka nya.

“onee-chan??”takeshi memanggil kakak perempuan nya itu,namun kakak satu-satunya itu tidak kunjung datang juga menjemput nya.

Takeshi yang penasaran akhirnya memutuskan untuk keluar kama rkakak nya,dia berjalan menuruni tangga rumah nya.betapa terkejut nya dia melihat barang-barang di rumah nya yang berantakan bahkan sebagian pecah.

“onee-chan??”panggil takeshi ragu,dia tidak tahu harus bagaimana.

Takeshi mencari ayah dan ibu nya namun tak ada,yang dia temukan hanya berkas darah yang mengotori lantai rumah nya.

Takeshi mengikuti noda darah itu,noda darah itu menuju kedapur.

Dia berjalan dengan mengendap-ngendap,mengintip di balik pintu kayu.matanya melebar sangat mendapati seorang perempuan sedang menusukan pisau ke perut kakak perempuan nya.

Tsuki yang tertusuk perut rubuh jatu ke lantai,darah dari perut nya mengalir deras mengotori lantai dapur,mata tsuki kelihatan sedih menatap takeshi tsuki mengerakan tangan nya menyuruh nya untuk pergi.

Takeshi menahan tangis nya,airmata nya mengalir membasahi pipi nya dia mencoba mundur untuk kabur namun sayang nya dia menginjak sebuah piring menimbulkan bunyi nyaring membuat perempuan yang membunuh kakak nya itu melirik berang kearah nya.

Takeshi langsung berlari menuju halaman belakang rumah mereka,dia bisa melihat wanita itu mengejar nya.

Takeshi berlari terus sampai akhirnya wanita itu menarik bahu takeshi membuat takeshi berontak,dia mencakar-cakar wajah wanita itu namun wanita itu malah mencekik takeshi.

Takeshi yang kehabisan napas mulai melemah dan tak lama kemudian dia pingsan,wanita itu dengan kejam nya mengangkat tubuh takeshi dan membuang nya kesebuah sumur tua.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “[PICTURE]chapter 9

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s