Posted in FanFiction NC 17+

[Picture] Chapter 8

DON’T FORGET COMMENT AND RATE OR LIKE

DONT BE A SILENT READER!!

[jaejoong POV]

Setelah beberapa menit berjalan menulusuri jalan setapak kampung itu,kami tidak menemukan apapun.semua bangunan yang ada di kampung itu sudah rusak dan tidak terurus malam semakin mencekam angin bertiup sangat kencang malam itu.

Changmin juga kelihatan nya sudah mengigil,aku melirik kesekitarku mencari tempat perlindungan sampai satu bangunan rumah menarik perhatian ku. jendela rumah itu bersinar aku bisa melihat bayangan seseorang sedang mondar-mandir di dalam rumah itu dan ada asap yang mengepul dari cerobong rumah itu.

“changmin sebaik nya kita berlindung disana.”

aku menarik lengan changmin,changmin sepertinya tidak keberatan dia mengikutiku.

“permisi..”

aku mengetuk pintu rumah itu.

Sesosok wanita tua membuka pintu rumah itu dia memakai baju serba hitam ,keriput di wajah nya terlihat jelas mata tua nya melirik kearah ku dan changmin.

“apa yang kalian mau?”

Tanya nenek itu suara nya terdengar serak.

“maaf nek,kami ingin ikut berlindung di luar sangat dingin sekali.”kata changmin mengosok-gosok telapak tangan nya.

“benar nek,kami hanya ingin berlindung sebentar setelah udara lebih hangat,kami akan pergi.”kataku.

Nenek itu kelihatan curiga pada kami,namun setelah beberapa saat nenek itu mengangguk.

“masuklah.”

suruh nya membuka pintu lebar.

Aku dan changmin pun menyerbu masuk sudah tidak kuat dengan udara dingin di luar.

“apa yang kalian lakukan disini?”

Tanya nenek itu.

“kami mencari seseorang nek.”

jawab changmin,dia sangat sopan sekali saat berbicara pada orang yang lebih tua.

“percuma! mereka mungkin sudah meninggal.”

nenek itu berkata.dia menuangkan sebuah cairan kedalam 2 gelas,entah apa yang dia tuangkan setelah selesai nenek itu menyuguhkan padaku dan changmin.

Ternyata dia menuangkan teh kedalam 2 gelas itu,segera aku dan changmin meminum teh itu sehingga tubuh kami agak terasa hangat.

“bagaimana nenek tahu?nek itu tidak baik mungkin saja mereka masih hidup”

Nenek itu menyeringai dan membawa sebuah buku yang kumal sekali,lembaran nya seperti nya tipis sekali dan hampir robek.

“nama mereka tercatat di buku ini.”

nenek itu menyimpan buku tua itu di hadapanku dan changmin,untuk sesaat kami hanya bisa saling pandang dan memandangi buku tua itu.

Sampai akhir nya Changmin mengambil buku itu dan membuka lembaran nya,tidak di sangka-sangka di dalam buku itu terdapat gambar sun young,yunho dan beberapa orang lain nya.

“ini semua kutukan,kutukan dari nyonya hashimoto.”nenek itu menunjuk gambar wanita di dalam buku tua itu.

“hashimoto?”aku mengernyit.

“yah,nyonya hashimoto di bunuh oleh jung woo jin.dia adalah kakek buyut kekasih mu jaejoong.”nenek itu melirik kearahku.

Aku kaget sekali,bagaimana nenek itu tahu hubunganku dengan yunho?dan darimana juga dia tahu tentang namaku?

“bagaimana nenek tahu namaku jaejoong?”tanyaku masih keheranan.

“jangan kau bertanya! Rasa penasaran akan membunuhmu.”bentak nenek itu,membuatku segera menutup mulutku.

“tapi nek apa hubungan nya semua ini dengan sun young?”

nenek itu sekarang memalingkan wajah nya kearah changmin yang masih membuka-buka buku tua milik nenek itu.

“han sun young adalah cucu dari han sun ja dia adalah wanita yang menyiksa anak nyonya hashimoto,takeshi.”nenek itu menjelaskan.

“lalu nek,bagaimana kami menghentikan kutukan ini dan menyelamatkan orang-orang yang kami cari?”Tanya changmin.

nenek itu kelihatan sedang berpikir sampai akhirnya ia berbicara.

“ada satu cara,kalian harus mencabut paku di tangan ke empat mayat keluarga hashimoto.”tutur nenek itu.

“tapi..itu tidak semudah yang kalian pikirkan,kalian harus mencari 4 mayat di tempat yang berbeda.”nenek itu melanjutkan.

“apakah nenek tahu dimana letak mayat keluarga hashimoto?” tanyaku.

“petunjuk..carilah petunjuk.”nenek itu berkata sambil mencari-cari sesuatu di dalam lemari tua yang berada tepat di pinggir kami.

Untuk beberapa saat kami berdua hanya bisa memandangi nenek itu.entah apa yang dia cari,beberapa menit kemudian nenek itu berbalik kearah kami berdua memberikan sebuah buku tua yang kosong.

“gambar…biarkan hantu mereka menyentuh buku ini,buku ini bukanlah buku biasa.”nenek itu memberikan buku tua itu pada ku.

“mereka membutuhkan 4 elemen yang kalian masing-masing miliki.”lanjut nenek itu.

“apa itu nek?”changmin kembali bertanya.

“pengertian,kasih sayang,kekuatan dan cinta sejati.”nenek itu menjawab.

“kalian tidak bisa selamat tanpa 1 sama lain,kebersamaan..kebersamaan adalah kunci.” Nenek itu melanjutkan.

“tapi nek,bagaimana kami mencabut paku nya?”aku bertanya,mengingat kalau paku itu pasti menancap di bagian tubuh mereka.

“dengan kekuatan yang kalian miliki,masing-masing hantu itu memiliki kelemahan contohnya hantu nyonya hashimoto,dia tidak pernah merasakan cinta sejati.dia akan kesulitan untuk membunuh mu changmin karena kau pernah merasakan cinta sejati.”

Mendengar perkataan nenek itu changmin kelihatan sedih,mungkin dia teringat kembali akan sun young,kekasih nya yang hilang.

“dan kau jaejoong,kau adalah orang yang hangat dan penuh kasih sayang juga pengertian,kau dapat mengalahkan hantu takeshi.” Nenek itu melanjutkan.

Tidak pernah kusadari semua kekuatan yang kami miliki sungguh luar biasa.

[Junsu POV]

“Aww…”aku mengerang luka di kakiku terasa perih sekali.

“kau ingin istirahat dulu?”Tanya yoochun khawatir melihatku memegang kaki kananku yang terluka.

“tidak apa-apa,ayo kita lanjutkan..kita harus menemukan jaejoong dan changmin.”aku melanjutkan melangkah walaupun terpincang-pincang.

Kami berdua berjalan menulusuri lorong gelap salju turun dengan lebat nya membuat udara sangat dingin sekali.

“maafkan aku..”tiba-tiba saja yoochun berbicara membuatku melirik kearah nya dan menatap nya dengan tatapan bingung.

“kenapa kau minta maaf?”tanyaku.

“aku tidak bisa melindungimu dengan baik.”kata yoochun dia kelihatan gugup.

“kau meminta maaf karena itu?kau lucu sekali yoochun,kamu tidak bersalah akulah yang ceroboh.” kataku sambil  berjalan.

“kalau saja tadi aku tidak pingsan..” yoochun tidak melanjutkan kata-kata nya.

“yoochun aku tidak apa-apa.”kataku menepuk bahu nya.

“kamu terluka junsu.”

“iya aku terluka, tapi ku tidak matikan?”

Yoochun tersenyum walaupun senyuman nya itu terlihat di paksakan.

“ayo kita lanjutkan perjalanan kau harus menemukan yoohwan kan?”kataku berbalik,tapi langkahku terhenti.yoochun memeluk ku dari belakang dengan erat nya.

“sungguh aku takut sekali junsu,terimakasih sudah mau menolongku.”yoochun berbisik membuatku tersenyum.

“sama-sama yoochun.”

[changmin POV]

“kita harus kembali masuk kerumah itu?”Tanyaku ,tak sudi aku masuk lagi kerumah angker itu.

“ini satu-satu jalan changmin.”jaejoong berkata.

“yah..kalian harus cepat,atau kalian akan terjebak disini selamanya.”nenek itu berkata sambil menutup buku tua nya.

“nek apakah nenek yakin?”aku bertanya kembali,berharap nenek itu memiliki solusi lain.

“semua terserah pada kalian.”nenek itu berlalu pergi meninggalkanku dan jaejoong menuju dapur rumah nya yang terlihat tua dan kumal,entah bagaimana nenek itu bisa hidup di rumah tua seperti rumah ini.

“yoochun dan junsu masih ada di dalam rumah itu changmin,apakah kau tidak ingat apa yang di katakana nenek?”jaejoong berkata.

Benar!aku baru ingat mereka berdua masih di dalam rumah angker itu,bagaimana keadaan mereka sekarang?apakah mereka masih hidup?

“baiklah kita masuk lagi kerumah itu.”dengan terpaksa nya aku pun menyetujui keputusan jaejoong.

“kalau begitu kita pamit pada nenek dulu.”jaejoong berdiri dari duduk nya,dia pergi menuju ke dapur dimana nenek tadi pergi.

Setelah beberapa menit jaejoong kembali ,muka nya terlihat bingung dia membawa sesuatu kelihatan nya seperti kamera.

“nenek itu menghilang,aku hanya menemukan kamera ini.”kata jaejoong matanya masih menatap kamera yang dia pegang.

Mataku melebar saat melihat kamera yang di pegang jaejoong.

“itu kamera sun young!”pekik ku,aku segera merebut kamera itu dari tangan jaejoong.

“bagaimana kamera ini bisa ada di sini??”aku kebingungan.

“mungkin ini petunjuk.” Jaejoong berkata,kelihatan sama bingung nya denganku.

“entahlah,lebih baik kita secepatnya menyelamatkan yoochun dan junsu.”

Aku dan jaejoong pun keluar dari rumah tua itu,pengalaman yang cukup aneh bagi kami berdua.selama perjalanan kami menuju rumah tua itu udara masih dingin mencekam langkah kami seakan berat sepertinya ada beban 500 kg di kakiku aku benar-benar tidak ingin kembali kerumah itu.

“changmin,apakah kau takut?”suara jae menyadarkanku dari lamunanku.

“eh?kalau jujur…iya.”aku mengangguk malu tapi itulah yang sebenarnya.

“tidak usah takut changmin,aku akan selalu ada di sisimu.”jaejoong mengengam tanganku,dia kelihatan cantik sekali.

Aku segera mengeleng-gelengkan kepalaku,merasa jijik dengan pemikiranku.sejak pertamakali bertemu dengan jaejoong aku selalu saja berubah seperti ini! Apakah aku sudah gila?!bagaimanapun jaejoong itu lelaki,aku tidak mungkin jatuh cinta padanya.

“changmin kau tidak apa-apa?”Tanya jaejoong mata bulat cemerlangnya menatapku,membuatku deg-deg an.

“tidak..aku tidak apa-apa.”aku segera memalingkan wajahku yang mungkin sudah semerah kepiting rebus.

“omo~ kenapa wajahmu merah seperti itu?”jaejoong ternyata menyadari wajahku yang memerah.

“tidak apa-apa,disini hanya sedikit dingin…”kataku beralasan.

Aku bisa melihat sudut bibir jaejoong terangkat,mungkinkah dia tersenyum?aku melirik kearah nya.ternyata benar,dia tersenyum.melihat dia tersenyum membuatku tersenyum juga.

“kenapa kau tersenyum?”Tanya jaejoong membuatku berhenti tersenyum.

“apa tidak boleh?”aku balik bertanya.

“memang nya apa yang lucu?”jaejoong malah bertanya lagi.

“em,tidak ada..hanya saja saat kau tersenyum aku juga ingin tersenyum.”jawabku.

Srek..srek..srek..

Aku bisa mendengar jelas suara kegesekan itu,entah apa yang menyebabkan nya.saat pertama kali mendengar nya aku mengacuhkan kami terus berjalan melanjutkan perjalanan kami.

“kalian harus pergi…”

Sesosok hantu wanita yang menyeramkan berdiri di hadapan kami,wanita itu menunduk membuat rambut hitam panjang nya menutupi wajah nya.dia mulai melangkah perlahan.

“aku tidak menyukai orang seperti kalian!!!”

Suara wanita itu mengeram,sangat menakutkan,hantu wanita itu melayang menuju kearah ku dan jaejoong,otomatis kami segera menunduk.

“kalian akan mati!!”

Seru hantu wanita itu dan melayang memburu jaejoong,jaejoong yang tidak menyadari bahwa hantu wanita itu berada tepat di belakang nya berdiri.tanpa ragu nya hantu itu mencekik jaejoong dari belakang.

“lepaskan dia!!”aku membentak.

Namun hantu wanita itu malah mencekik jaejoong lebih keras membuat jaejoong mengerang kesakitan.

“cha..changmin..kamera!!”jaejoong mencoba mengingakanku.

Aku segera menghidupkan kamera yang ku pegang,dengan perlahan ku bidik hantu itu tidak segan-segan ku tekan tombol capture dengan otomatis cahaya flash dari kamera itu menyeruak membuat mataku dan mata jaejoong silau.

“ARGHHH..”

Aku bisa mendengar jeritan hantu wanita itu,ku tekan kembali tombol capture hantu wanita itu mundur melepaskan cekikan nya dari leher jaejoong dan menutup matanya.

Aku maju dan membidik lagi sosok hantu wanita itu dan memotret nya kembali,hantu itu kelihatan kesakitan setiap kali cahaya flash mengenai tubuh nya.

“Hentikan!!!”

Dia menjerit membuatku berhenti,wanita itu menangis tubuh nya terkulai di tanah, rambut panjang hitam nya menyentuh tanah.

“nyonya hashimoto?”aku memanggil nya.

Membuat hantu itu mendongak menunjukan wajah seram nya,kulit nya sudah mulai membusuk dan banyak terdapat luka di tubuh nya.

“changmin hati-hati..”jaejoong berteriak.

Aku tidak menyadari apa yang terjadi. namun aku bisa merasakan ikatan kuat di kaki ku yang menarikku membuatku terjatuh ke tanah . hantu wanita itu bangkit dan segera mencekikku karena dorongan dari hantu wanita itu ,kamera yang kupegang terlepas dari tanganku,aku mencoba mengapai nya namun terlalu jauh.

Aku mengingat aku menyimpan buku tua yang di berikan nenek misterus yang kami temui tadi.aku segera mengodok saku jaketku,dan membuka buku itu mengahadapkan buku itu kearah wajah hantu wanita itu.

“ARGHHHH PANASS!”

Sosok hantu wanita itu masuk kedalam buku tua itu, tersedot seperti debu,membentuk sebuah gambar dalam buku tua itu.

Jaejoong segera berlari kearah ku,dia kelihatan marah dan khawatir.

“kau bodoh sekali!!aku kira kau akan mati.”jaejoong memarahiku dia melingkarkan tangan nya di pundak ku memeluk.

“aku..aku berhasil jaejoong.”aku berkata sambil terengah-engah lelah.

Jaejoong melepaskan pelukan nya dan melirik kearah buku tua yang ku pegang,di dalam buku tua itu terdapat sebuah gambar kamar yang begitu mewah,entah dimana letak kamar itu.

“mungkinkah disini mayat nyonya hashimoto berada?”Tanya jaejoong.

“yah mungkin saja.”jawabku,aku berdiri membersihkan bajuku yang kotor karena terjatuh ke tanah.

“kamu yakin kau tidak apa-apa?kamu tidak terluka?”Tanya jaejoong expressi khawatir masih ada di wajah putih cantik nya.

“iya aku baik-baik,saja jaejoong.sebaik nya kita segera pergi mencari mayat nyonya hashimoto.”

Jaejoong mengangguk.

“baiklah.”

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s