Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE] chapter 6

             

JANGAN LUPA KOMEN,RATE ATAU LIKE (^_^)

dont be a silent reader!!

[Junsu POV]

Aku mengenal dia…

Dia tidak asing bagiku tapi dimana yah aku pernah bertemu dengan nya?

Mataku tidak bisa lepas dari yoochun yang berdiri di samping changmin dia kelihatan gagah dengan jas yang dia kenakan.

“lebih baik kita masuk sudah mulai sore.” Yoochun berkata sambil membuka pagar rumah tua itu kamipun segera mengikuti nya.

Tanpa ragu-ragu yoochun membuka pintu rumah tua itu aku sudah bersiap-siap untuk untu menunduk seingatku tadi yunho langsung di sambut oleh kelelawar yang berterbangan namun ternyata tidak ada satu kelelawarpun yang keluar membuatku mengernyit jaejoong yang melihatku akan menunduk melindungi kepalaku melirik kearahku kebingungan.

“kau kenapa junsu?”Tanya jaejoong.

“ah..tidak apa-apa.”jawabku malu terhadap perlakuan ku yang paranoid.

“rumah ini benar-benar sudah tua dan kotor.”changmin mencolek meja bersar di sisi tembok jari tengah nya terlihat coklat terkotori oleh debu yang tadi dia colek.

“lihat! Pecahan lensa.” Jaejoong menyadari pecahan lensa yang ada di lantai ternyata pengelihatanku benar yunho pernah kesini dan menjatuhkan kameranya.

“ini kaca lensa yunho,aku yakin.”jaejoong berkata sambil mengambil salah satu pecahan kaca lensa itu.

“tapi kemana kameranya?”tanyaku aku tidak menemukan kamera yang yunho bawa.

Ha..ha..ha..ha

Suara anak kecil tertawa membuat kami berempat kaget dan mencari sumber suara itu.

“siapa disana?!” yoochun berteriak.

Tak ada sahutan dari teriak yoochun membuat kami berempat merinding apakah secepat ini mereka mencoba untuk menakuti kami?

[jaejoong POV]

Aku menemukan jejak sepatu di pinggir lensa itu akupun mengikuti jejak itu jejak melangkah menuju sebuah ruangan aku dengan penasaran nya aku berjalan terus mengikuti jejak itu tanpa sadar aku mulai menjauh dari group.

Langkah sepatu itu jelas-jelas adalah jejak sepatu yunho aku yakin sekali jejak sepatu itu berhenti di depan sebuah pintu besar cat coklat tua pada pintu itu sudah luntur kubuka pintu itu perlahan ternyata di balik pintu itu terdapat ruang baca.

Aku masuk kedalam ruangan itu buku-buku di ruang baca itu sudah berantakan dan sebagian berserakan di lantai sebuah kursi goyang di depan perapian ruang baca itu aku mendekat kearah tempat perampian itu diatas perampian itu terdapat beberapa foto keluarga.

Kuusap figura foto itu karena tertutup oleh debu di dalam foto itu bisa kulihat seorang lelaki dan seorang wanita juga kedua anak nya sedang tersenyum mereka kelihatan bahagia sekali aku tersenyum melihat foto itu.

“pergi..”

Aku bisa mendengar suara seorang wanita aku membalikan badanku mencari sumber suara itu dan betapa kagetnya aku mendapati seorang wnaita berdiri di hadapanku.

“pergi dari sini!!”

Wanita itu murka dia terlihat sangat menyeramkan dia memakai baju yang compang-camping tubuh nya di penuhi luka mata merah nya menyala menatapku dengan penuh kebencian.

“sssiapa kamu?” tanyaku gemetaran.

“kau tidak seharusnya disini!”

Wanita itu semakin murka aku hanya bisa diam gemetaran.

“jaejooong!” suara changmin terdengar memanggilku seketika wanita itu menghilang dari hadapanku.

“changmin! untung kau datang.” Aku menghela napas lega dan menyimpan kembali figura yang kupegang dari tadi.

“ada apa jaejoong kau terlihat pucat.”changmin bertanya dia kelihatan khawatir.

“aku tidak apa-apa.”aku menggelengkan kepalaku.

“kamu yakin?” changmin berjalan kearahku tanpa malu nya dia memegang dahiku aku sungguh malu aku bisa merasakan pipiku memanas.

“temperature tubuh mu normal.”changmin melepaskan tangan nya dari dahiku.

“sudah kubilangkan aku tidak apa-apa.”kataku melirik kearah lain tak mampu menatap mata changmin.

Whuuussssshhh

Angin berhembus dengan kencang entah darimana angin itu berasal sangat aneh tiba-tiba saja seorang anak kecil berlari melewati ambang pintu ruang baca itu.

“apa kau melihat anak kecil berlari changmin?”tanyaku aku takut kalau aku hanya berhalusinasi.

“iya aku melihatnya.”  Changmin kelihatan kaget juga dengan penampakan anak lelaki itu.

“kalian harus pergi!!”

Bisikan suara wanita itu terdengar jelas di telingaku seakan wnaita itu mengusir kami berdua aku sudah tidak merasa nyaman berlama-lama di ruangan baca ini.

“changmin ayo kita pergi dari sini.”ajak yang di setujui oleh changmin kami berdua pergi meninggalkan ruang baca itu.

[yoochun POV]

Setelah mendengar tawa anak kecil tadi changmin dan jaejoong tiba-tiba saja menghilang aneh sekali kemana sebenarnya mereka pergi aku sekarang terpaksa harus menulusri rumah dengan junsu.

“kau yakin ingin terus menulusuri rumah ini?”Tanya junsu dia gemetaran walaupun dia mencoba untuk tidak terlihat ketakutan namun aku bisa melihat jelas raut wajah orang yang ketakutan setengah mati ada di wajah junsu.

“tentu saja,aku harus membebaskan adiku.”jawabku datar sambil melanjutkan langkah ku menaiki anak buah tangga yang lumayan banyak.

“membaskan adikmu?memang adik mu kenapa?”Tanya junsu.

“akupun tak tahu pasti,tapi belakangan ini aku selalu bermimpi kalau dia terjebak di rumah ini.”

“benarkah?malang sekali adikmu.”

Yah..kasihan sekali adik ku yoohwan

 Aku terus berjalan sampai akhirnya kami ada di lantai 2 di lantai 2 terdapat beberapa ruangan aku terus berjalan menulusuri lorong yang agak panjang dan gelap tapi baru juga aku melangkah junsu menarik jasku.

“tunggu! Sebaiknya kita kembali saja kebawah mencari jaejoong dan changmin.”junsu menyarankan padahal aku tahu sekali dia takut.

“kalau kau takut kau boleh mengandeng tanganku.”aku tersenyum membuat junsu menunduk malu menyembunyikan pipi nya yang memerah.

Dia lucu juga kalau malu-malu

“bagaiamana kau mau tidak?”tanyaku menggoda junsu.

Walaupun dia kelihatan ragu-ragu namun tangan putih nya menggapai menggengam tanganku dengan erat nya seakan dia anak kecil yang berpegangan pada ibunya tidak ingin tersesat di tengah kerubunan orang.

“good boy.”aku mengusap kepalanya.

“aku bukan anjing..”kata dia manyun.

“maaf.”kataku.

Kami berdua menulusuri lorong gelap itu di sepanjang lorong itu terdapat banyak lukisan dinding-dinding nya sudah sangat kotor disana banyak sekali tulisan-tulisan yang di tulis ole pilok dan kebanyakan tulisan-tulisan di dinding itu bertuliskan hal-ha yang tidak senonoh atau kata-kata kasar.

Aku bisa mendengar langkah kaki kami berdua sepertinya lantai kayu rumah ini benar-benar sudah tua sehingga menimbulkan suara-suara bila di injak tak lama setelah menulusuri lorong itu aku bisa melihat sesossok lelaki berdiri di ujung lorong.

“siapa lelaki itu?”Tanya junsu.

“kau melihat nya juga?”tanyaku.

“iya tentu saja.”bisik nya dia menggengam tanganku lebih erat.

“kalau begitu ayo sapa dia.”aku melangkah namun junsu menarikku.

“tidak yoochun itu berbahaya dia bukan manusia.”junsu kelihatan serius dia menatapku seakan dia tidak ingin aku pergi.

“benarkah kal..”

“yoochun menunduk!” tiba-tiba saja junsu menyuruhku untuk menunduk aku segera menunduk ternyata sebuah palu besar melayang menghantam tembok yan ada di pinggirku.

“apa-apaan ini?!” aku berteriak kaget aku melirik kearah belakangku mendapati seorang lelaki kekar dan botak membawa sebuah palu besar mata nya putih sangat menyeramkan.

“ayo lari!”junsu menarik aku dan junsu pun berlari terbirit-birit aku bisa melihat lelaki itu juga berlari sambil membawa palu besar ya yang bisa menghancurkan tubuhku dan tubuh junsu dengan sekali hantam.

Aku terus berlari mencoba menghindar dari lelaki itu tapi tiba-tiba saja junsu berhenti berlari.

“kenpa kau berhenti..”akupun akhir mengetahui sebab kenapa junsu berhenti berlari arwah seorang wanita sudah mencegat kami dia kelihatan tidak kalah seram dengan arwah lelaki yang mengejar kami sebelum nya.

“yoochun apa yang harus kita lakukan?”Tanya junsu putus asa.

Aku melirik kesegala arah mencari tempat pelarian kupegang knob pintu  salah satu kamar yang berada di samping kami ternyata pintu itu tidak di kunci aku segera menarik junsu dan masuk kekamar yang tidak di kunci itu ku sandarkan tubuh ke pintu itu begitupun junsu yang menyandarkan tubuh nya di pintu tepat di sampingku.

Jantung berdegup dengan kencang aku terengah-engah karena lelah telah berlari begitupun junsu setelah beberapa menit menunggu tidak terjadi apa-apa sepertinya hantu itu kehilangan jejak kami.

Kuusap keringat ku yang mulai mengucur dari dahiku benar-benar pengalaman yang tidak menyenangkan.

“kau tidak apa-apa?”Tanya junsu khawatir.

“yah aku tidak apa-apa.”jawabku.

“mereka memang berbahaya,pakah jaejoong dan changmin baik-baik saja?”junsu kedengaran khawatir.

“aku harap mereka baik-baik saja.”

[changmin POV]

Berkeliling di dalam rumah tua yang begitu luas sangat menyeramkan dan melelahkan namun entah mengapa setiap kali kulirik jaejoong yang berjalan di sebelahku rasa lelah dan takutku agak sedikit menghilang.

Dia kelihatan ketakutan sesekali aku bisa melihat dia mengigil apakah disini begitu dingin?mungkin karena temperature tubuhku tinggi kulepaskan jaketku dan memberikan nya pada jaejoong membuat nya kaget.

“ah..changmin tak usah kau juga pasti kedinginan.”katanya mencoba menolak.

“tidak apa-apa akukan pakai sweater.”aku tersenyum kearah jaejoong dan melingkarkan jaket ku ke pundak nya.

“terimakasih..”dia malu-malu.

“sama-sama.”jawabku.

Kami terus melanjutkan perjalanan menulusuri koridor yang panjang entah kemana kita akan pergi namun koridor ini seperti nya tidak pernah berakhir di koridor ini terdapat banyak sekali lukisan namun kebanyakan lukisan nya sudah rusak seperti robek atau kotor cahaya sinar matahari sudah mulai menghilang membuat keadaan di koridor yang kami telususri semakin menyeramkan saja.

“changmin sekarang sudah jam berapa?”Tanya jaejoong dia benar-benar kedinginan terdengar dari suaranya yang gemetaran.

Kulirik jam tangan digital.“sekarang sudah jam 7 malam.”

“kita sudah berjalan seperti ini selama setengah jam tapi kita belum menemukan apapun.” Jaejoong terdengar sangat kecewa.

“sabar,kita pasti menemukan jalan keluar.”

Ngeeeekkkkk

Suara sebuah pintu tua terdengar dari ujung koridor membuatku dan jaejoong mempercepat langkah kami berdua sesampainya di ujung koridor betapa kaget nya kami menemukan sebuah perkampungan tua di balik pintu itu.

“dimana kita?”Tanya jaejoong.

“entahlah.”kataku kubuka lebar pintu tua.

Aneh sekali tidak ada salju di kampong itu semuanya normal sekali hanya hawa dingin yang dahsyat lah yang menurutku tidak normal.

Jaejoong melangkah keluar menuju perkampungan tua itu dia melirik kearah kanan dan kiri seakan dia mencari petunjuk lain.

“disini sepi sekali.”katanya dia berjalan kearah sebuah kuburan yang berada tepat di sebelah kanan kami.

“jaejoong kau mau kemana?”Tanyaku.

“aku melihat sesuatu.”kata dia masih melangkah menuju kuburan yang menyeramkan itu.

[jaejoong POV]

“jaejoongie….”

Desiran angin seakan menyebut-nyebut namaku aku sungguh ketakutan aku takut sekali namun aku harus kuat semuanya demi yunho yah.. demi yunho.

Saat mataku melirik kearah kuburan tua yang berada di sebelah kananku betapa kagetnya aku melihat sebuah handphone tergeletak begitu saja di salah satu batu nisan di kuburan itu aku melangkah mendekat.

“jaejoong kau mau kemana?” Tanya changmin dia mengikuti dari belakang.

“aku melihat sesuatu.”seruku aku segera melangkah mendekali batu nisan itu.

Ternyata benar sebuah handphone tergeletak di batu nisan itu ku ambil handphone itu chnagmin yang melihat handphone di tanganku mengernyit.

“dari mana handphone itu datang?”Tanya nya dia terdengar sangat bingung.

“aku juga tidak tahu kataku.”

“coba kulihat.”changmin mengambil handphone itu dari tanganku.

Namun saat handpne itu sudah berada di tangan changmin handphone itu berbunyi membuatku dan chnagmin terperanjat kaget kami berdua saling memandang.

“angkat telepon nya.”suruhku.

Changmin kelihtaan ragu tapi dia akhirnya mengangkat telepon itu.

“yobuseo..”dia mengangkat telepon itu aku bisa melihat tangan changmin gemetaran dia kelihatan tegang.

“tolong aku!!” suara wnaita terdengar dari telepon itu.

Mata changmin langsung melebar mendengar suara wanita itu.

“sun young! Kau dimana?!” Tanya changmin sepertinya dia mengenal wanita yag ada di telepon itu.

“tolong aku,aku mohon dia mencoba membunuhku.” Suara wanita itu terdengar sangat panik.

“sun young! Kau dimana sunyoung!”changmin mulai berteriak ke telepon itu.

Entah mengapa kau merasakan sesuatu dingin mendekat kearahku bulu kuduk ku semuanya merinding ku pegang pungung leherku menghangatkan leherku yang kedinginan aku lupa tidak membawa syal.

Sementara changmin sibuk dengan teleponya aku berniat untuk duduk namun tiba-tiba saja seseorang menarik kakiku.

Aku menunduk untuk melihat siapa yang menarik kakiku.

“arghhhhh…”

Aku menjerit kaget melihat seorang anak kecil yang menyeramkan menarik kakiku dengan kuatnya membuatku terjatuh aku hampir saja membenturka kepalaku.

“changmin!” panggilku berteriak membuat changmin melirik kearah dia kelihat terkejut saat melihatku sudah di seret oleh anka kecil menyeramkan itu changmin segera melemparkan handphone nya dan berlari menolongku.

Kugapai apa saja yang bisa menghentikan aksi anak kecil itu untuk menarikku dia bukanlah anak normal dia mungkin setan.

“jaejoong bertahanlah!” seru changmin berlari mencoba menyusul dan mengapai tanganku.

Anak kecil itu sepertinya murka dan dia melirik kearah changmin dan melompat mencoba mencekik leher changmin kekuatan anak itu sungguh luar biasa changmin sampai jatuh tergeletak di cekik nya leher changmin kuat-kuat membuat changmin tak bisa bernafas.

Aku tidak tinggal diam ku cari sesuatu untuk memukul anak kecil itu kulihat sebuah dahan yang jatuh dari pohonya tanpa ragu kuambil dahan itu dan kupukulkan dahan itu kearah anka kecil itu nmaun sosok anak kecil itu menghilang.

“uhuk..ohok..” changmin terbatuk-batuk dia mencoba bernapas normal lagi ku pegang pundak nya membantu nya untuk berdiri.

Aku bisa melihat lebam di leher changmin anak itu benar-benar setan.

“kau tidak apa-apa?”tanyaku khawatir dia masih belum bisa menjawab mungin tenggorokan nya sakit namun dia mengangguk.

“sebaiknya kita istirahat.”kataku kakiku sudah terasa sangat lelah.

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

One thought on “[PICTURE] chapter 6

  1. wew,,,
    Jgn2 hantunya itu lelaki kekar yg bwa palu, wanita yg myrmkn, dan ank kecil brkekuatan super..
    Apkh ad alasn bls dendam di dalamnya??
    Jgn2 mrka klrga jepang yg dibunuh scra sadis..
    Oke oke..
    Next chapnya dtguu ya thor🙂🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s