Posted in FanFiction NC 17+

[PICTURE] chapter 4

[Yoochun POV]

“hyung..”

Aku bisa mendengar suara adik ku memanggilku suara itu terdengar sangat jelas di telinga ku suara yoohwan adikku  yang sudah meninggal karena kecelakaan mobil 1 tahun yang lalu.

“yoohwan apakah itu kau?”yoochun bertanya baru pertamakali ini dia di kunjungi oleh arwah adik nya yang sudah meninggal itu.

Yoochun kebingungan dia sekarang berada di depan sebuah rumah tua yang kosong udara dingin menyentuh kulitku perasaanku tidak enak kenapa pula sekarang aku harus ada di sini?

“hyung…tolong aku!”

Suara yoohwan semakin jelas yoochun melirik kearah kanan dan kirinya mencari sumber suara itu namun dia tidak menemukan apapun.

“yoohwan dimana kau?”aku berteriak mengharapkan respon dari yoohwan.

“hyung..” lagi-lagi yoochun hanya bisa mendengar suara yoohwan.

Yoochun melirik kearah pintu rumah tua itu dan betapa kaget nya dia melihat tubuh adik nya yoohwan di tarik paksa oleh 2 orang pria aneh yang memakai topeng 2 lelaki itu dengan kasar nya menyeret tubuh yoohwan.

“yoohwan!” aku berteriak berlari menuju beranda rumah itu mencoba untuk menyelamatkan yoohwan.

“hyung tolong aku!!” yoohwan meronta-ronta.

aku menarik tubuh salah satu lelaki yang menyeret yoohwan namun lelaki itu kuat sekali dan melempar ku menjauh dari yoohwan.

“ARGHHHH…”

Aku terperanjat bangun dari tidurku napasku terputus-putus masih shock dengan mimpi yang aku alami ku usap keringat yang meluncur dari dahiku.

“kenapa aku harus bermimpi tentang yoohwan?!” Runtuk ku sambil mengucek kedua mataku akupun berdiri bermaksud pergi ke kamar mandi untuk  mencuci muka ku.

“PRANGGGG..”

Aku bisa mendengar suara kaca pecah aku segera pergi keruang tengah apartermenku kusebarkan pandanganku mencari sumber suara itu sampai akhir nya aku menemukan figura foto ku dan yoohwan figura itu jatuh dengan sendiri nya dari meja kecil di ruang tengah.

Aku segera membersihkan pecahan kaca figura itu tapi dengan tidak sengaja aku menyentuh ujung kaca yang tajam jari ku berdarah.

“aww..sial” runtuk ku darah menetes keluar dari jariku darahku menetes tepat diatas foto yoohwan membuatku kaget aku segera mencuci tangan ku dan membalut nya dengan perban setelah selesai aku segera membereskan foto dan figura yang pecah.

Kuamankan fotoku dan yoohwan di laci meja tempat tidurku besok mungkin aku akan membeli figura baru lagipula aku sudah lama tidak berbelanja apa sekalian saja aku membeli makanan? Makanan di kulkasku sudah habis.

Aku pergi mengambil 1 gelas air mineral dingin dari kulkasku setelah itu aku berjalan menuju balkon apartermenku di balkon apartermenku ada sebuah sofa kayu siang ini cuaca mendung namun tidak kunjung turun hujan juga pandanganku menerawang kearah gedung-gedung tinggi yang ada di sekitar gedung apartermenku.

“hyung kau tidak adil ! aku juga ingin pergi ke amerika bersama umma!”

Sepotong kenangan melintas di pikiranku membuatku menghela napas aku merindukan yoohwan walaupun kami sering bertengkar aku selalu menyayangi nya lebih dari apapun aku selalu ingin memberikan yang terbaik untuk nya walaupun itu membuat kami bertengkar seperti malam sebelum dia meninggal.

“hyung aku sudah dewasa aku bisa menjaga diriku sendiri.”

“tidak yoohwan kau belum,kau seharusnya menyelesaikan kuliah mu dulu disini.”

Yoohwan mengapa kau sangat keras kepala aku hanya ingin yang terbaik untuk mu …

aku meneguk air mineral yang aku pegang masih memikirkan yoohwan aku sedikit melamun terkadang aku selalu menyesal dengan tindakan ku andai saja aku tidak bertengkar dengan nya dia tidak akan pergi ke club bersama teman-teman nya dan mengalami kecelakaan.

Dan yang lebih menyakitkan lagi kata terakhir dia padaku adalah dia membenciku aku masih ingat dia menatapku dengan tatapan yang tajam dan membanting pintu apartermenku.

Yoohwan aku harap kau memaafkanku aku memang bukan kakak yang baik aku tidak mengerti kamu tapi sungguh yoohwan aku hanya menginginkan yang terbaik bagimu karena aku menyayangimu.

“hyung..”

Suara yoohwan lagi-lagi terdengar oleh telingaku membuatku melirik kearah kanan dan kiri mencari darimana sumber suara itu.

“yoohwan?”aku memanggil nya apakah mungkin arwah yoohwan benar-benar masih ada disini aku memang sering mendapat firasat.

Tiba-tiba saja aku bisa mendengar suara pintu yang di buka aku segera berlari masuk keapartermenku aku mendapati pintu kamar yoohwan terbuka lebar tanpa ragu aku masuk kekamar yoohwan seperti nya dia ingin memberikanku petunjuk.

Saat aku sampai disana aku melihat kertas-kertas berserakan di meja belajar yoohwan seakan-akan ada seseorang yang sudah belajar di meja nya aku mendekat mencari petunjuk namun disana hanya ada foto sebuah rumah kubalikan foto itu ternyat di belakang nya ada alamat nya aku mengernyit.

Untuk apa yoohwan menyimpan foto ini?

Aku segera menghidupkan laptopku mencari alamat rumah yang ada di foto itu aku menunggu untuk beberapa saat sampai akhir nya aku menemukan rumah itu ternyata banyak sekali kasus orang hilang yang berkaitan dengan rumah itu.

Aku mengklik beberapa artikel berita tentang rumah itu dan paling terbaru adalah menghilang nya artis terkenal jung yunho.

Ada apakah dengan rumah itu? Mengapa banyak sekali orang yang meghilang disana?

 Berbagai pertanyaan muncul di kepalaku setelah membaca beberapa artikel yang ada membuatku berpikir keras selama ini aku tidak percaya dengan namanya arwah dan setan atau iblis namun setelah yoohwan meninggal aku menjadi sedikit percaya apalagi setelah mimpi tadi apakah aku harus menyelidiki nya? Rasa penasaran ku sangat besar sekali.

Aku meraih handphoneku dan menghubungi sekertaris ku yong hee untuk beberapa saat aku menunggu sampai akhirnya suara wanita muda segera menyapaku.

“yobuseo” jawab nya.

“yon hee bisakah aku minta tolong.”tanyaku.

“tentu saja tuan park.”jawab nya.

“tolong kau cari informasi tentang rumah tua yang alamat nya akan kuberikan nanti lewat email.”

Aku segera mengetik alamat rumah tua itu dan mengirimkan nya ke email yong hee.

“baik tuan saya sudah menerima email nya.”kata yong hee aku bisa mendengar ketikan nya keyboard dia mungkin kebetulan sedang di depan komputer.

“baiklah laporkan padaku kalau sudah selesai.” Akupun segera menutup telepon.

Aku berbaring di tempat tidurku melihat kearah langit-langit kamarku pikiran kumelayang memikirkan yoohwan.

Ngomong-ngomong aku jadi ingat lelaki yang kemarin menabrakku dia kelihatan aneh sekali kenapa juga dia berlari-lari seperti itu seperti di kejar setan saja.

Setan?

Apakah benar di dunia ini ada setan?

Aku tumbuh di lingkungan yang bisa di bilang sangat modern di daerah Fairfax,Virginia amerika.

Orang-orang disana tentu saja sudah tidak percaya dengan mahluk-mahluk halus dan semacam nya menghabiskan waktu remajaku disana membuatku ikut-ikutan tidak mempercayai hal-hal mistis tidak seperti ibuku yang masih percaya akan hal-hal itu bahkan beliau mengaku telah di datangi arwah yoohwan beberapa kali.

Namun untuk ku baru kali ini aku mendapatkan mimpi dengan yoohwan apa ini pertanda dia sudah tidak marah lagi padaku?

Aku harap begitu aku ingin yoohwan memaafkan ku aku tidak bisa meminta maaf secara langsung walaupun aku sudah meminta maaf padanya pada saat pemakaman aku tidak pernah bisa mengunjungi makam yoohwan karena aku pasti aku menangis tersedu-sedu dan menyesali semua yang telah aku perbuat padanya.

Terkadang aku lupa bahwa dia sudah tidak ada aku selalu memasak sarapan untuk 2 orang secara tidak sengaja atau memanggil namanya saat aku baru pulang kerja bahkan aku pernah menelepon nomor nya aku benar-benar belum bisa menerima kenyataan.

Bagiku kehilangan yoohwan sangat lah menyakitkan lebih menyakitkan di bandingkan kehilangan pacar entah kapan aku bisa menerima kematian yoohwan kenangan pahit itu selalu berputar-putar di kepalaku seperti roll film yang rusak.

“saudara anda mengalami kecelakaan mobil tolong anda datang kerumah sakit tuan park.”

Suara suster yang menghubungi ku untuk memberikan berita buruk itu masih terngiang-ngiang di telingaku aku masih ingat setelah mendapat telepon itu aku segera berlari menuju mobilku dan pergi ke rumah sakit seoul.

Sesampainya disana aku segera bertanya pada suster yang kebetulan lewat dia mengantarkanku keruang UGD dimana yoohwan sedang di tangani oleh dokter.

Setelah sampai aku hanya bisa mondar-mandir aku tidak berani mengabari siapa-siapa dulu aku takut,takut sesuatu terjadi pada yoohwan karena bila dia sampai terjadi sesuatu yang buruk menimpanya aku tidak akan bisa memaafkan diriku sendiri.

Berjam-jam berlalu aku sudah lelah mondar-mandir sampai akhirnya tak lama kemudian seorang dokter keluar dari ruang UGD.

“apakah anda keluarga tuan park yoohwan?”Tanya dokter itu.

Aku segera mengangguk.

“yah dokter saya kakak nya.”

Dokter itu kelihatan ragu-ragu untuk berbicara wajah cemasnya terlihat jelas terpampang di wajah nya.

“maafkan kami tuan park,kami kehilangan adik anda..”dokter itu menepuk bahuku melihat kearahku dengan tatapan iba.

Hatiku terasa sakit mendengar  perkataan dokter itu aku shock untuk beberapa saat aku tidak bisa berkata apa-apa hanya airmata yang meluncur membasahi pipiku yang menunjukan emosiku.

“tidak..tidak dokter itu tidak mungkin yoohwan masih hidup kan dokter?! Tidak.” Aku histeris apa yang harus aku katakana pada umma ku apa yang harus aku katakana pada appa?! Aku benar-benar gagal menjadi seorang kakak..aku gagal !!

Dred..dred..dred..

Suara getaran handphone menyadarkanku dari lamunanku aku segera meraih handphoneku yang tergeletak di meja kecil tepat di pinggir ranjangku.

Ternyata aku mendapat email dari yong hee semua informasi tentang rumah tua yang ada di foto itu sekarang ada di handphoneku ku baca deretan paragraph yang terpampang di layar handphoneku.

Ternyata rumah itu adalah rumah bekas keluarga jepang yang dulu tinggal di korea keluarga jepang itu di bunuh dengan sadis nya oleh warga korea setelah warga korea memberontak untuk merdeka.

Keluarga jepang itu terdiri dari 4 orang ,sepasang suami istri dan 2 anak mereka semenjak kematian keluarga jepang itu mulailah orang-orang menghilang sebagian orang berkata kalau rumah itu telah di kutuk oleh sebab itu bagi siapapun yang masuk ke rumah itu akan mati.

Apakah mungkin yoohwan mengunjungi rumah ini sebelum bertengkar denganku?

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

12 thoughts on “[PICTURE] chapter 4

  1. lagi dan lagi teka teki..
    Semakin byk saja kematian yg bersgkutan dg rumah tua peningglan jepang itu.
    Spertinya ada benang merah atas peristiwa antra yunho, sunyoung, dan trakhir yoohwan.
    Penasaran ne..🙂
    Oia thor, mian ne sblmnya. Tlg lebih diperjlas povnya ya. Cz di awal sdkt rancu antra yoochun pov ma author/normal pov.
    Udh itu ajjah. Yg lainnya bs dtrma dg baik.
    Hehehe🙂
    Next chap dibacaaaa🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s