Posted in FanFiction NC 17+

[Picture] Chapter 3

[Changmin POV]

“semoga kau tenang di alam sana sun young saranghaeyo jeongmal saranghaeyo”

Sun young sebenarnya kemana kau pergi?ku helus batu memorial sun young,setelah menghilang selama 1 tahun dia di nyatakan meninggal sun young ku yang sangat kucintai menghilang begitu saja dari hadapanku yang dia tinggalkan hanya kamera yang berlumuran darah.

Seperti biasanya aku membawa bunga mawar merah yang masih segar untuk di simpan di memorial sun young ku tatap foto sun young yang terpampang di batu memorial itu ingin rasanya aku menangis, namun kutahan aku harus kuat menghadapi semua ini aku tidak ingin orang lain memanggilku cengeng.

“changminnie.” Seorang wanita paruh baya menepuk bahuku memmbuatku melirik kebelakang.

“ah..tante,apa tante juga kesini untu mengunjungi sun young?”tanyaku pada wanita paruh baya itu wanita itu kelihatan membawa mawar merah juga wajah tua nya kelihatan berseri-seri di terpa oleh sinar matahari walaupun begitu matanya menunjukan kesedihan yang begitu dalam.

“tentu saja,hari inikan hari ulang tahun sun young.”wanita itu menyimpan bunga wamar nya di bawah batu memorial sun young.

“kalau dia masih ada pasti dia semakin cantik saja seperti ibu nya.”kataku sambil tersenyum.

“ah changminnie kau ini bisa saja.” Wanita itu tersenyum malu sampai akhirnya senyum itu kembali menghilang dari wajah nya berganti menjadi expressi khawatir.

“changminnie,kau sebaik nya mencari wanita lain.”wanita itu berkata namun matanya masih melirik kearah memorial sun young.

“maaf tante tapi..aku tidak bisa.”

“kenapa changminnie?banyak sekali wanita di luar sana yang lebih baik dari sun young.” Wanita itu sekarang menatapku.

“iya tante benar,tapi tidak ada wanita di luar sana yang seperti sun young.”aku tersenyum pahit.

“changminnie tante mohon janganlah terus tenggelam dalam kesedihan..sun young sudah pergi meninggalkan kita,kita harus melanjutkan hidup kita yang masih panjang.” Wanita itu mengelus bahuku dengan lembut elusan itu sedikit memberikanku semangat untuk melanjutkan hidupku aku hanya bisa tersenyum.

“sun young juga pasti ingin kau melupakan dia changminnie,sun young akan senang jika kau senang.”wanita itu melanjutkan.

Untuk sejenak hanya sepi yang menemani kami berdua sampai akhirnya ibu sun young berpamitan padaku untuk pergi sekarang sudah siang dia harus bekerja di kantor.

Kulirik jam tanganku sudah siang sebaiknya aku segera pergi untuk kuliah untuk terakhir kali nya ku helus batu memorial sun young dan pergi meninggalkan nya.

“changmin…mianhe”

Desiran angin berhembus dengan pelan seakan membisikan kata-kata itu walaupun samar-samar aku bisa mendengar itu suara sun young yah suara manja sun young yang sudah lama tidak aku dengar.

“sun young?”kupanggil namanya namun aku tidak mendapati siapapun di dekatku sepi sekali hanya ada aku.

Aku menghela napas mungkin aku hanya berimajinasi saja tante bilang sun young sudah meninggalkan kita dia tidak mungkin kembali apalagi setelah setahun lamanya aku segera berlari bergegas menuju kampusku.

******

    Dosenku sedang menjelaskan materi kuliah dengan menggebu-gebu namun pikiranku melayang memikirkan sun young apa sebenarnya maksud nya kenapa dia meminta maaf padaku? Aku tidak pernah marah padanya walaupun dia melakukan kesalahan yang fatal aku terlalu mencintai nya.

“baiklah anak-anak sudah cukup sampai disini materi yang ibu sampaikan jangan lupa untuk mengumpulkan proyek kalian minggu depan.”dosen ku segera pergi meninggalkan ruangan kelas membuat anak-anak segera menguliat dan mulai pergi meninggalkan ruang kelas.

Dengan malas nya aku bangkit dai duduk ku bermaksud untuk keluar dari ruang kelas handphoneku bergetar aku segera mengambil nya dari saku celanaku ternyata ada satu pesan yang masuk.

“changmin kau sudah pulang dari kelas belum?bagaiamana kalau kita karaoke-an banyak cewek yang ikutan loh.”

Aku tersenyum sinis membaca pesan itu aku membalas pesan itu dan kembali memasukan handphoneku kedalam saku celanaku.

Kubuka pintu sebuah bangunan tua yang sudah tidak terpakai bangunan ini adalah studio pribadiku dengan sun young namun karena sekarang aku sibuk dengan tugas-tugas kuliah aku jarang sekali datang ke studio ini studio ini sekarang jadi agak tidak terurus waktu dulu sun young lah yang selalu membersihkan studio ini aku membuka satu persatu tirai jendela studio dan membiarkan cahaya masuk walaupun sekarang sudah mulai turun salju aku segera naik kelantai dua studio dan melakukan hal yang sama.

Di studio ini terpampang banyak foto dan lukisan hasil sun young dia memiliki hobi photography jadi dia pasti selalu membawa kameranya kemana-mana dan mencetak foto itu sendiri di dinding-dinding studio sun young terdapat banyak tempelan foto kebanyakan foto itu berisikan gambar pemandanga yang indah seperti pantai,gunung atau padang rumput dari beribu-ribu foto yang sun young tempelkan di dinding studio nya terselip beberapa foto ku dan dirinya.

Mengenag masa indah kami memang tak pernah ada habisnya sun young adalah perempuan pertama yang benar-benar kucintai tingkah manja nya selalu membuatku gemas padanya mata coklat nya selalu menjadi peneduh bagi hatiku yang sedang galau dia tidak pernah menuntut apapun dariku selalu ada di sampingku saat aku membutuhkan dia.

“sun young.”ku sentuh foto sun young dengan ku saat kami di pulau nami untuk berlibur setahun yang lalu sun young kelihatan sangat bahagia di foto itu membuatku merindukan senyum manis nya.

Wwwwhhhhusssshhh…

Angin berhembus dengan kencang nya dari jendela sehingga sebagian salju di luar masuk ke studio akupun segera berlari bermaksud menutup jendela namun betapa kaget nya aku melihat seorang wanita berdiri tepat di depan studio dia mendongak keatas melihat ku yang berdiri di balkon pada awalnya aku tidak mengenal wanita itu namun saat ku perhatikan wanita itu adalah sun young aku segera berlari turun berniat mengejar sun young.

Setelah keluar daris tudio aku segera mencari sosok sun young ternyata sunyoung sudah pergi dia sekarang ada di perempatan akan menyebrang dengan serombongan orang dengan sekuat tenaga aku mengejar nya tanpa mengetahui bahwa lampu lalu lintas sudah berubah hijau.

Ckiiittttttttttt

Suara rem mobil terdengar sebuah mobil hampir saja menabrak ku yang sedang menyebrang.

“ya! Micheosseo.”bentak supir mobil itu namun aku tidak mempedulikan nya dan terus berlari mencari sosok sun young.

Setelah lari beberapa lama nya aku kehilangan jejak sun young dia benar-benar menghilang kemana dia pergi? Apakah mungkin sun young masih hidup?  Udara dingin sudah mulai menusuk kulitku aku lupa tidak memakai mantelku aku pun memutuskan untuk kembali ke studio.

Setelah sampai di studio aku hidupkan komputer sun young bermaksud untuk mengerjakan proyek ku yang sudah setumpuk tak berapa lama desktop komputer sun young menyapa ku tak kusangka sun young menjadikan fotoku sebagai wallpaper nya aku hanya bisa tersenyum andai saja dia masih ada mungkin aku sudah memeluk nya dan mencium bibir pink nya.

Dahiku mengernyit saat melihat folder asing yang ada di sudut desktop sun young karena penasaran kubuka folder itu ternyata folder itu berisi foto sebuah rumah tua,sungguh aneh sebenarnya untuk apa sun young memotret rumah tua seperti ini?setahuku sun young menyukai hal-hal yang indah dan lucu bukan sesuatu yang seram seperti rumah ini.

Karena masih penasaran aku tekan tombol next sekarang foto rumah tua itu berganti menjadi foto sebuah ruangan,ruangan itu sepertinya ruang makan karena disana terdapat meja yang panjang sekali dengan jejeran kursi di kiri dan kanan nya.

Walaupun bagian luar bangunan ini kelihatan kucel dan tidak berpenghuni ternyata dalam nya masih bagus tak kusangka sungguh, ku tekan lagi tombol next sehingga gambar itu berganti menjadi gambar sebuah cermin besar aku bisa melihat tubuh sun young dari kaca itu namun ada suatu yang ganjal dari foto itu di bagian kaki sun young ada seorang anak kecil gambar anak kecil itu terlihat seperti bayangan namun masih bisa jelas ku lihat anak kecil itu melingkarkan tangan nya di kaki sun young.

Apakah ini asli?ataukah sun young yang sedang jahil ingin menakut-nakuti teman nya mengingat sun young sangat ahli dalam merekayasa foto.

“hahahaha..”

Dengan jelasnya aku bisa mendengar suara anak kecil yang tertawa aku segera melirik kearah kanan dan kiri dan kebelakang tapi aku tidak menemukan siapapun aku yakin sekali tadi aku mendengar suara anak kecil tertawa.

Akupun memutuskan untuk kembali ke layar komputer sun young namun aku kaget sekali mendapati bayangan anak kecil di dalam foto sun young menghilang ku kedipkan mataku berkali-kali namun tetap saja bayangan anak kecil itu menghilang dari foto sun young.

Bruuugg

Mendengar suara barang-barang yang berjatuhan aku segera bangkit dari duduk ku dan turun kebawah mencari sumber penyebab suara itu setelah sampai di lantai bawah aku terkejut melihat lemari kamera sun young terbuka sehingga semua kamera koleksi nya berjatuhan.

Aku segera memungut kamera-kamera itu dan menyusun nya kembali dengan rapih namun ada  satu kamera yang hilang aku mencari kesekelilingku namun tidak juga kutemukan.

Tok..tok..tok…

Suara hentakan sepatu hak tinggi terdengar dari arah belakangku seakan-akan ada orang yang melelangkah menaiki tangga kayu studio sun young aku segera menoleh kebelakang namun tak ada siapapun disana

“sun young?”aku memanggil sun young namun tak ada sahutan.

“siapa disana?!”aku meninggikan suaraku masih saja tak ada sahutan sampai akhirnya aku pergi keatas tak ada seorang pun disana aku heran sekali melihat kamera sun young berada tepat di samping komputer nya tergeletak begitu saja di meja komputer.

Bagaimana kamera itu bisa disini?

Aku kebingungan akupun memutuskan untuk menyimpan kamera itu namun saat tanganku menyentuh kamera itu aku bisa merasakan cairan hangat menyapa tanganku aku mengernyit dan kaget melihat darah di tanganku.

Bukankah kamera ini sudah kubersihkan saat pertamakali di temukan oleh pihak kepolisian?

   Akupun segera pergi kearah wastafel yang ada di lantai bawah kubiarkan air mengalir dari keran dengan deras nya kuambil lap yang tergantung tepat di dinding dekat wastafel dengan hati-hatinya kubasuh kamera itu seakan kamera itu berlian setidak nya sun young menganggap nya begitu dia sangat menyayangi semua kamera nya dia selalu rajin membersihkan kamera-kamera nya sehingga semua kamera sun young selalu bagus seperti baru.

“changmin…”

Mendengar bisikan itu aku berhenti membersihkan kamera dengan perlahan aku melirik kearah cermin aku terperejap kaget melihat sosok wanita seram kepala wanita itu berdarah baju nya compang-camping kulit nya sudah berwarna abu-abu.

Tanganku dan kakiku gemetaran aku bahkan hampir menjatuhkan kamera yang kupegang aku ingin sekali mengalihkan pandangaku dari bayangan wanita menyeramkan itu namun tidak bisa wanita itu melaju mendekati tubuhku aku bisa merasakan punggungku sangat dingin tangan wanita itu mulai menggapai pungungku aku sudah tidak bisa melihat pemandangan yang seram.

Kututup mataku denga erat berharap sosok wanita menyeramkan itu menghilang entah beberapa menit aku menutup mataku namun tak ada perubahan hanya hening yang menyelimutiku aku bahkan bisa mendengar tetesan air dari keran.

Perlahan kubuka mataku betapa lega nya aku melihat sosok wanita itu menghilang aku menghela napasku lega akupun memutuskan untuk menyimpan kamera kembali kelemari.

“ARGHHH!!!”

Aku menjerit karena kamera yang semula ada di tanganku berubah menjadi kepala seorang wanita aku mundur menjauh dari wastafel jantungku berdetak dengan cepat nya aku terus aku berbalik mengambil mantelku dan berlari keluar terbirit-birit.

Sebenarnya ada apa dengan kamera itu?

Penulis:

Nothing special about me im just a women who have alot of free time

2 thoughts on “[Picture] Chapter 3

  1. horornya makin terasa..
    Adkh hbgan kematian sunyeong ma hilgnya yunho?? Mreka kan sma2 di rumah tua??
    Hmmm…
    Jgn2 hantu wanita yg dilihat junsu ma changmin itu sunyeong…
    Oke next chapnya…
    Dibacaaa… Hehehe😀
    STILL keep writing ya thor.. Fighting..!!

  2. horornya makin terasa..
    Adkh hbgan kematian sunyeong ma hilgnya yunho?? Mreka kan sma2 di rumah tua??
    Hmmm…
    Jgn2 hantu wanita yg dilihat junsu ma changmin itu sunyeong…
    Oke next chapnya…
    Dibacaaa… Hehehe😀
    STILL keep writing ya thor.. Fighting..!!🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s